KTI bidan

Document Sample
KTI bidan Powered By Docstoc
					                                          1




PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL
    LANSIA DI KELURAHAN SINGONEGARAN
                KOTA KEDIRI



          KARYA TULIS ILMIAH




                Disusun oleh
               KURNIAWATI
              NIM. 0602200134




DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
  POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES MALANG
           JURUSAN KEBIDANAN
     PROGRAM STUDI KEBIDANAN KEDIRI
                  2009
                                                                         2




PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL
    LANSIA DI KELURAHAN SINGONEGARAN
                KOTA KEDIRI



                 KARYA TULIS ILMIAH




                            Disusun oleh
                           KURNIAWATI
                          NIM. 0602200134


 Karya Tulis Ilmiah ini diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
  Dalam menyelesaikan Program Pendidikan Ahli Madya Kebidanan


DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
  POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES MALANG
           JURUSAN KEBIDANAN
     PROGRAM STUDI KEBIDANAN KEDIRI
                  2009
                                                                                     3




                        LEMBAR PERSETUJUAN



                     KARYA TULIS ILMIAH

  PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL
     LANSIA STUDI PENELITIAN DI KELURAHAN
          SINGONEGARAN KOTA KEDIRI



                                Oleh
                            KURNIAWATI
                           NIM. 0602200314




                     Telah disetujui dan diseminarkan




Pembimbing I




Koekoeh Hardjito, S.Kep.Ners. M.Kes        Tanggal : .........................2009
NIP: 19700103 199403 1 002

Pembimbing II




L.A. Wijayanti, M.Kep, Sp. Mat            Tanggal : ..........................2009
NIP. 19611216 198603 200 3
                                                                                  4




                            LEMBAR PENGESAHAN
                          KARYA TULIS ILMIAH
   PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL
       LANSIA DI KELURAHAN SINGONEGARAN
                   KOTA KEDIRI

                                        OLEH :
                                  KURNIAWATI
                                   NIM. 0602200134

                        Telah dipertahankan di depan Tim Penguji
                             pada tanggal 30 Desember 2009
                                  Susunan Tim Penguji


(PH. Wahjurini, S.Pd.)                                      (___________________)
Penguji I
                                                                   Tanda Tangan


(Ira Titisari, S.SiT)                                       (___________________)
Penguji II
                                                                   Tanda Tangan


(Koekoeh Hardjito, S.Kep.,Ns.M.Kes)                         (___________________)
Penguji III                                                        Tanda Tangan


              Karya Tulis ini diterima sebagai salah satu persyaratan untuk
                      memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
                                Malang,    Januari 2010
                                      Mengetahui
                               Ketua Jurusan Kebidanan
                               Poltekkes Depkes Malang




                            SURACHMINDARI, S.ST,M.Pd
                             NIP. 19560517 198103 2 001
                                                                              5




                        PERNYATAAN KEASLIAN



     Karya Tulis Ilmiah dengan judul Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan

Seksual Lansia di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri adalah Karya saya

(Kurniawati) yang diajukan kepada Politeknik Kesehatan Depkes Malang sebagai

persyaratan mengambil gelar Ahli Madya Kebidanan. Dalam Karya Tulis Ilmiah

ini di lengkapi dengan sumber-sumber kepustakaan yang dapat dipertanggung

jawabkan secara ilmiah dan penelitian langsung kemasyarakat melalui penyebaran

angket atau kuesioner untuk menambah mutu atau bobot karya ilmiah tersebut.

Namun apa yang sudah ditulis semua melalui kajian-kajian yang mendalam oleh

penulis dan dibimbing oleh dosen pembimbing pertama dan kedua maupun juga

dosen penguji yang menilai bahwa karya tulis ilmiah ini layak mendapat apresiasi

karena telah dipresentasikan dengan baik sesuai dengan standar Karya Tulis

Ilmiah pada umumnya.




                                                        Kediri, Desember 2009

                                                                Peneliti




                                                             KURNIAWATI
                                                            NIM. 0602200134




                                         iv
                                                                               6




                                  ABSTRAK

 PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL LANSIA DI
             KELURAHAN SINGONEGARAN
                   KOTA KEDIRI


Peneliti      : Kurniawati
Pembimbing I : Koekoeh hardjito S.Kep.Ners.M.Kes
Pembimbing II : L.A. Wijayanti, S.Kp.M.Kep.Sp.Mat


        Pengetahuan merupakan hasil “Tahu” dan ini terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Perubahan-perubahan
yang terjadi pada lansia khususnya berkaitan dengan perasaan kehilangan daya
tarik ada gejala yang terlihat khususnya pada tingkat seksual baik pria maupun
wanita akan memasuki masa klimakterium yang menyebabkan dorongan seksual.
Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengetahuan pemenuhan kebutuhan
seksual pada lansia di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.
        Desain yang digunakan adalah diskriptif, populasi dalam penelitian ini
adalah lansia di kelurahan singonegaran sejumlah 126 lansia, jumlah sample
sebesar 96 responden, sampling dalam penelitian menggunakan Random
Sampling, instrumen yang digunakan kuesioner. Data yang diperoleh ditabulasi
dengan menggunakan skore, kemudian data dari kualitatif tersebut diubah dalam
data kuantitatif, dikelompokkan dan dianalisa.
        Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan pemenuhan kebutuhan
seksual lansia adalah baik (55,2%) dan kurang (5,2%). Hal ini dipengaruhi oleh
faktor usia, pendidikan dan intelegensi. Bagi tempat penelitian diharapkan secara
aktif untuk mendapatkan penyuluhan dan informasi berbagai hal tentang
kesehatan.




Kata kunci : Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia




                                       v
                                                                                   7




                                   ABSTRACT

            KNOWLEDGE NEEDS MET IN SEXUAL ELDERLY
            KELURAHAN SINGONEGARAN CITY OF KEDIRI


Researcher        : Kurniawati
Supervising I     : Koekoeh Hardjito S.Kep.Ners.M.Kes
Supervising II    : L.A. Wijayanti, S.Kp.M.Kep.Sp.Mat


      Knowledge is the result of "Know" and this happens after people doing
sensing of a particular object. The changes that occur in the elderly especially
those related to feelings of attraction have lost the visible symptoms, especially at
the sexual level of both men and women will enter a period that causes
klimakterium sexual drive. The research objective to explore the knowledge of the
sexual needs of elderly in Singonegaran Kelurahan Kota Kediri.
      The design used was diskriptif, in this study population is elderly in urban
villages singonegaran some 126 elderly, the number of samples of 96 respondents,
the sampling in this study using Random Sampling, questionnaire instrument
used. Data obtained using skore tabulated, and qualitative data from those
modified in the quantitative data, categorized andanalyzed.
       The results of this study demonstrate knowledge of sexual fulfillment is
either elderly (55.2%) and less (5.2%). This is influenced by age, education and
intelligence. For the research is expected to be active to get counseling and
information about health things.

Keywords: Knowledge Elderly Sexual Fulfillment Needs




                                          vi
                                                                                 8




                              KATA PENGANTAR



     Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat dan

anugerah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul

”Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia Suatu Studi Penelitian di

Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.”

     Peneliti menyadari bahwa dengan selesainya Karya Tulis Ilmiah ini bukan

hanya kemampuan dan usaha peneliti saya, tetapi juga berkat dorongan moril

keluarga serta bantuan bimbingan dari berbagai pihak.

     Pada kesempatan ini, peneliti tidak lupa mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya pada :

1. Ibu Temu Budiarti, S.Pd., M.Kes. selaku Ketua Program Studi Kebidanan

   Kediri

2. Bapak Koekoeh Hardjito, S.Kep. Ners. M.Kes. selaku pembimbing I karya

   tulis ilmiah ini.

3. Ibu L.A. Wijayanti, M.Kep, Sp. Mat. selaku pembimbing II karya tulis ilmiah

   ini.

4. Bapak Pdt Suharyono S.Th (Suami) yang telah memberikan bantuan moril

   dan spiritual sehingga karya tulis ilmiah ini dapat dikerjakan dengan baik.

5. Ibu Apin Sulistyowati, SKM, M.Kep. yang telah membantu meminjamkan

   buku-buku referensi yang memadai serta mengarahkan hingga Karya Tulis

   Ilmiah ini dapat diselesaikan.




                                           vii
                                                                             9




6. Pihak-pihak lain, rekan maupun teman yang telah memberikan dukungannya

   dan bantuannya secara materiil maupun buku-buku referensi lainnya hingga

   Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan.

     Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih ada kurangan oleh

karena itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat saya harapkan demi

kesempurnaan karya tulis ilmiah ini. Penulis berharap bermanfaat bagi Civitas

Akademi Program Khusus Kebidanan Kota Kediri.




                                                 Kediri, Desember 2009



                                                         Peneliti




                                        viii
                                                                                                                      10




                                                    DAFTAR ISI



Halaman Judul...............................................................................................            i

Lembar Persetujuan.......................................................................................              ii

Lembar Pengesahan ......................................................................................              iii

Pernyataan Keaslian ......................................................................................            iv

Abstrak ..........................................................................................................     v

Kata Pengantar ..............................................................................................         vi

Daftar Isi .......................................................................................................   viii

Daftar Gambar...............................................................................................           x

Daftar Tabel ..................................................................................................       xi

Daftar Lampiran ............................................................................................         xii

BAB I         PENDAHULUAN

              1.1 Latar Belakang .........................................................................             1

              1.2 Rumusan Masalah ....................................................................                 4

              1.3 Tujuan Penelitian .....................................................................              4

              1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................               5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

              2.1 Konsep Pengetahuan ................................................................                  6

              2.2 Konsep Lansia..........................................................................             12

              2.3 Konsep Kebutuhan Seksual .....................................................                      20

              2.4 Kerangka Konsep .....................................................................              30




                                                                   ix
                                                                                                            11




BAB III METODE PENELITIAN

        3.1 Desain Penelitian......................................................................         31

        3.2 Populasi, Sampel dan Sampling...............................................                    31

        3.3 Kriteria Sample……………………………………………….                                                              33

        3.4 Variabel Penelitian ...................................................................         33

        3.5 Definisi Konsep........................................................................         34

        3.6 Tempat dan Waktu ...................................................................            36

        3.7 Alat ukur ..................................................................................    36

        3.8 Teknik Pengumpulan Data……………………………………                                                           36

        3.9 Teknik Analisa Data.................................................................            37

        3.10 Etika Penelitian ......................................................................        38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

         4.1      Hasil Penelitian .................................................................        39

         4.2      Pembahasan.......................................................................         49

         4.2      Keterbatasan......................................................................        57

BAB V    PENUTUP

         3.1      Kesimpulan ......................................................................         58

         3.2      Saran .................................................................................   60

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN




                                                    x
                                                                                                               12




                                    DAFTAR GAMBAR


                                                                                                       Halaman

Gambar 2.4    Kerangka Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual
              Lansia .......................................................................................   30

Gambar 4.1    Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin ................                               40

Gambar 4.2    Karakteristik responden berdasarkan usia ...............................                         40

Gambar 4.3    Karakteristik responden berdasarkan latar belakang
              pendidikan ................................................................................      41

Gambar 4.4    Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan lansia ............                                42

Gambar 4.5    Pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksua lansia ..................                                 43

Gambar 4.6    Pengetahuan lansia tentang definisi seksual ...........................                          44

Gambar 4.7    Pengetahuan lansia tentang pengaruh penuaan terhadap
              fungsi seksual ..........................................................................        45

Gambar 4.8    Pengetahuan lansia tentang sikap dalam hubungan seksual ....                                     46

Gambar 4.9    Pengetahuan lansia tentang posisi hubungan seksual .............                                 47

Gambar 4.10 Pengetahuan lansia tentang teknik hubungan seksual ............                                    48




                                                 xi
                                                                             13




                              DAFTAR TABEL


                                                                      Halaman


Tabel 3.5.5   Definisi Operasional Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan
              Seksual Lansia Di Kelurahan Singonegaran Kota kediri........   35




                                      xii
                                                              14




                           DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1   : Informasi Penelitian

Lampiran 2   : Lembar persetujuan Respoden

Lampiran 3   : Kisi-kisi Kuisioner

Lampiran 4   : Lembar Kuesioner

Lampiran 5   : Berbagai Posisi hubungan seksual pada lansia

Lampiran 6   : Lembar Revisi




                                      xi
                                                                               1




                                     BAB I

                              PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang

           Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih

      dan umumnya bermasalah dengan kesehatan (R. Siti R. Siti Maryam, 2008).

      Pada lansia akan terjadi perubahan fisik seperti muskoluskeletal, saraf,

      kardiovaskuler, respirasi, penglihatan, pandangan, pengecap, pembau,

      peraba, integumen, gastrointestinal dan reproduksi (Wahyudi, 2008). Juga

      perubahan psikologis seperti kecerdasan dan memori menurun dan sikap

      (Potter & Perry, 2006). Perubahan lain adalah perubahan psikosoial

      (finansial, status, relasi, pekerjaan, takut akan kematian, perubahan gaya

      hidup dan perubahan konsep diri) (Wahyudi Nugroho, 2008). Khusus

      perubahan reproduksi umumnya ketika wanita lansia mereka sudah

      menopause akan menganggap bahwa dirinya sudah tidak membutuhkan

      seksual. Berbeda dengan lansia pria dimana sampai usia 60 tahun masih

      membutuhkan hubungan seksual.

           Sebagai bukti mengenai hal ini dapat dilihat data yang ada. Kebutuhan

      seksual pada lansia, hanya 25% pada lansia laki-laki usia 60 tahun keatas

      yang tidak lagi melakukan hubungan seksual, akan tetapi pada wanita

      sebesar 50% wanita usia 60 tahun yang sudah tidak membutuhkan hubungan

      seksual. Sebanyak 27% laki-laki melakukan hubungan seksual 1 kali dalam

      sebulan sedangkan perempuan hanya 12% (R. Siti R. Siti Maryam, 2008).


                                        1
                                                                           2




Prosentase tersebut cukup banyak jika dilihat data riil lansia yang ada. Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan jumlah lansia tahun

2006 sebanyak 3,94 juta (www.d-info-jatim.go.id, 2006). Dari BPS Kota

Kediri diketahui jumlah lansia sebanyak 69.822 jiwa terdiri dari laki-laki

32.249 jiwa dan wanita 37.573 jiwa.(BPS Susenas Kota Kediri, 2008).

     Fenomena kesenjangan tentang pemenuhan kebutuhan seksual lansia

yang juga terjadi di kelurahan Singonegaran tahun 2009 diantaranya ada Di

Puskesmas Pesantren II sebanyak 720 lansia, Kelurahan Singonegaran 126

lansia. (Dinas Kesehatan Kota, 2009)

     Adanya perbedaan kebutuhan seksual antara lansia wanita dan pria

tersebut dapat disebabkan adanya anggapan bahwa lansia sudah waktunya

berhenti dalam kehidupan seksual dan menganggap kurang pantas dilakukan

oleh para lansia meskipun dorongan seksual masih ada (R. Siti Maryam,

2008). Anggapan atau persepsi demikian bisa timbul akibat pengetahuan

yang kurang mengenai kebutuhan seksual pada lansia. Hal ini dipengaruhi

pula faktor usia, pendidikan, maupun intelegensia yang ada pada lansia (J.S.

Badudu & Moh. Zain, 1997). Akibat perbedaan kebutuhan seksual tersebut

maka akan terjadi permasalahan di dalam upaya memenuhi kebutuhan

seksual pada pasangan lansia terutama pada lansia pria. Untuk itu

dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang benar diantara mereka dalam

upaya pemenuhan kebutuhan seksual suami istri. Jika tidak terjadi

pemahaman yang baik maka dapat menyebabkan gangguan atau masalah

dalam rumah tangga (J.L. Abineno, 1983).
                                                                       3




     Mengingat hal di atas dipandang perlu bagi lansia untuk meningkatkan

”pengetahuan” pemenuhan kebutuhan seksual. Hal ini dianggap sebagai

metode atau cara yang tepat bagi lansia di dalam upaya untuk tetap

melakukan hubungan seksual, seiring dengan penurunan kemampuan secara

fisik. Lansia juga harus mengembangkan sikap percaya diri dan membentuk

ekspresi seksual yang baru sehingga banyak membantu dalam memenuhi

kebutuhan seksualnya (Sri Surini Pujiastuti & Budi Utomo, 2003).

     Berdasarkan hasil penyuluhan tentang seks pada lansia di Kelurahan

Singonegaran banyak terjadi respon yang menarik bagi para lansia sehingga

mereka mau mengutarakan problem tentang kebutuhan seks yang mereka

anggap saat ini tabu untuk diutarakan di sebagian besar lansia yang

mempunyai problem pemenuhan kebutuhan seksual.

     Dari 126 lansia yang hadir di Posyandu Lansia Singonegaran lebih

kurang 60 lansia hadir, 4 orang mengutarakan masalah sakit pada saat

hubungan seksual mereka menginginkan solusinya. Ada 2 orang lansia laki-

laki mengutarakan usia 40 tahun istri sudah mengalami menopause dini,

untuk solusinya diantara mereka harus menyalurkan kebutuhan seksual

diluar, serta 1 lansia laki-laki mempunyai istri pada umur 45 tahun sudah

mengalami stroke dan selama 18 tahun itu tidak melakukan hubungan

seksual lagi akhirnya membeli di luar. Selebihnya kebutuhan seksual hanya

kewajiban untuk ibadah dimana sebagai seorang istri kalau tidak memenuhi

kewajiban mendapatkan dosa.
                                                                                4




           Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

      dengan merumuskan dalam judul penelitian : ”Pengetahuan Pemenuhan

      Kebutuhan Seksual Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Singonegaran Kota

      Kediri”.



1.2   Rumusan Masalah

           Bagaimana pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual lanjut usia

      (lansia) di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri ?



1.3   Tujuan Penelitian

      1.3.1 Tujuan Umum

           Mengetahui pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual lanjut usia

           (lansia) di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.

      1.3.2 Tujuan Khusus

           1.3.2.1 Mengidentifikasi pengetahuan lansia tentang pengertian

                  hubungan seksual.

           1.3.2.2 Mengidentifikasi pengetahuan lansia tentang pengaruh penuaan

                  terhadap fungsi seksual lansia.

           1.3.2.3 Mengidentifikasi pengetahuan lansia tentang sikap dalam

                  hubungan seksual pada lansia.

           1.3.2.4 Mengidentifikasi pengetahuan tentang posisi hubungan seksual

                  pada lansia.
                                                                              5




           1.3.2.5 Mengidentifikasi pengetahuan tentang teknik hubungan seksual

                   pada lansia.



1.4   Manfaat Penelitian

      1.4.1 Bagi peneliti

           Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan sanggup

           menjadi konselor dalam memberikan solusi terhadap masalah yang

           dihadapi lansia dalam pemenuhan kebutuhan seksual lansia.

      1.4.2 Bagi Institusi Pendidikan

           Penelitian ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pengetahuan

           mahasiswa lain tentang pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual

           lansia dengan segala perubahan dan dorongan seksual pada lansia pada

           umumnya.

      1.4.3 Bagi tempat penelitian

           Bidan diharapkan dapat memberikan gambaran dan pengetahuan baru

           tentang kebutuhan seksual pada lansia dan merubah nilai-nilai yang

           salah atau mitos yang berkembang sehingga dapat tercipta masyarakat

           yang bisa mendukung kesejahteraan lansia
                                                                             6




                                     BAB II

                               TINJAUAN PUSTAKA



2.1   Konsep Pengetahuan

      2.1.1 Pengertian Pengetahuan

                Pengetahuan merupakan pengindraan manusia atau hasil tahu

           seseorang terhadap obyek melalui indra yang dimilikinya, sebagian

           besar pengetahuan manusia diperoleh melalui indra pendengar dan

           indra penglihatan. (J.S. Badudu & Moh. Zain, 1997).



      2.1.2 Tingkatan Pengetahuan

                Menurut Notoatmodjo, S (2005) pengetahuan mempunyai enam

           tingkatan yaitu :

           2.1.2.1 Tahu (know)

                      Mengingat kembali (recall) terhadap sesuatu yang spesifik

                  dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah

                  diterima.

           2.1.2.2 Memahami (Comprehension)

                      Suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar, tentang

                  objek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi

                  tersebut secara benar.




                                     6
                                                                     7




2.1.2.3 Aplikasi (Application)

           Suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah

       dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya.

2.1.2.4 Analisis (Analysis)

           Suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu

       objek ke dalam komponen tetapi masih di dalam suatu struktur

       organisasi tersebut.

2.1.2.5 Sintesis (Synthesis)

           Suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan

       bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

2.1.2.6 Evaluasi (Evaluation)

           Suatu kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap

       suatu materi atau objek berdasarkan kriteria-kriteria yang telah

       ada.

           Dari pengalaman penelitian terbukti bahwa perilaku yang

       didasari pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku

       yang tidak didasari oleh pengetahuan. Penelitian Rogers

       Watson (2003) dan Notoatmodjo, (2003) mengungkapkan

       bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru, di dalam diri

       orang tersebut terjadi proses yang berurutan yaitu: 1) Awarenes

       (kesadaran) yaitu orang tersebut menyadari dalam arti

       mengetahui stimulasi (obyek) terlebih dahulu. 2) Interest yaitu
                                                                       8




           mulai tertarik pada stimulus. 3) Evaluation, menimbang-

           nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. 4)

           Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru. 5) Adoption,

           subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,

           kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.



2.1.3 Cara Memperoleh Pengetahuan

        Berbagai macam cara yang telah digunakan untuk memperoleh

    kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan

    menjadi dua yakni :

    2.1.3.1 Cara tradisional Cara kuno

               Cara tradisional atau tradisional ini dipakai orang untuk

           memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat

           dikelompokkan menjadi empat, yakni: 1) Cara coba salah

           yaitu cara yang paling tradisional, yang pernah digunakan oleh

           manusia dalam memperoleh pengetahuan adalah melalui cara

           mencoba atau dengan kata yang lebih dikenal “trial and error”.

           Cara ini telah dipakai orang sebelum adanya kebudayaan,

           bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Pada waktu itu

           seseorang apabila menghadapi persoalan atau masalah, upaya

           yang dilakukan dengan mencoba saja. Cara mencoba ini

           dilakukan      dengan   menggunakan    kemungkinan      dalam

           memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak
                                                          9




berhasil, maka dicoba kemungkinan yang lain. Apabila

kemungkinan yang kedua ini tidak berhasil maka dicoba

kemungkinan yang ketiga, dan apabila kemungkinan yang

ketiga gagal dicoba kemungkinan keempat dan seterusnya,

sampai masalah tersebut dapat dipecahkan. 2) Cara kekuasaan

atau otoritas, dalam kehidupan manusia setiap hari, banyak

sekali kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh orang tanpa

melalui penalaran apakah yang dilakukan tersebut baik atau

tidak. Kebiasaan ini biasanya diwariskan dari generasi ke

generasi berikutnya. Kebiasaan ini seolah diterima dari

sumbernya sebagai suatu kebenaran yang mutlak. Sumber

pengetahuan tersebut dapat berupa pemimpin masyarakat baik

formal maupun informal, ahli agama, pemegang pemerintahan

dan sebagainya. Dengan kata lain, pengetahuan tersebut

diperoleh berdasarkan otoritas atau kekuasaan, baik tradisi,

otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli

pengetahuan. 3) Berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman

adalah guru yang baik, demikian bunyi pepatah. Pepatah ini

mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan

sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu

cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, oleh sebab itu

pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya

memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara
                                                                        10




            mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dengan

            memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.

            4) Melalui jalan pikiran, dari sini manusia telah mampu

            menggunakan penalarannya dalam memperoleh kebenaran

            pengetahuan. Dengan kata lain, dalam memperoleh kebenaran

            pengetahuan, manusia telah menggunakan jalan pikirannya

            baik induksi maupun deduksi. Induksi dan deduksi merupakan

            cara melahirkan pemikiran secara tidak langsung melalui

            pernyataan yang dikemukakan, kemudian dicari hubungannya

            sehingga dapat dibuat suatu kesimpulan. Apabila proses

            pembuatan kesimpulan itu melalui pernyataan khusus kepada

            umum     dinamakan     induksi.   Sedangkan   deduksi   adalah

            pembuatan kesimpulan dari pernyataan umum ke khusus.

            (Notoatmodjo, 2005).

     2.1.3.2 Cara modern dalam memperoleh pengetahuan

                Cara modern atau baru dalam memperoleh pengetahuan

            dewasa ini lebih sistematis, logis dan ilmiah. Cara ini disebut

            metode penelitian ilmiah atau lebih populer disebut metodologi

            penelitian (research methodology) (Notoatmodjo, 2005)

2.1.4 Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

     2.1.4.1 Faktor usia
                                                                     11




           Semakin tua seseorang semakin kontruktif dalam menggunakan

           telinga terhadap masalah yang dihadapi, semakin muda

           seseorang akan mempengaruhi keputusan.

    2.1.4.2 Tingkat pendidikan

           Tingkat pendidikan seseorang dipengaruhi cara pandang

           perilakunya. Karena itu akan terjadi perbedaan dalam bersikap

           orang yang berpendidikan tinggi dibandingkan dengan orang

           yang berpendidikan rendah.

    2.1.4.3 Intelegensi

           Intelegensia dapat mempengaruhi kemampuan penyesuaian diri

           dan cara pengambilan keputusan, intelegensi lebih tinggi akan

           lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan.

    2.1.4.4 Agama

           Agama dapat mempengaruhi seseorang mengambil keputusan.

           Faktor agama biasanya dianggap sebagai penyeimbang antara

           penegtahuan surgawi dan pengetahuan yang bersifat duniawi.

2.1.5 Konsep Pemenuhan

         Pemenuhan adalah proses, cara, dari perbuatan memenuhi,

      memuaskan, mencukupi harapan, meluluskan permintaan, untuk

      menjalankan kewajiban. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002)

         Menurut Teori Maslow (1943) tentang motivasi secara mutlak

      menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan)

      kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan
                                                                               12




             individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh

             manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan.

             Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai

             subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus

             dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk

             sasaran-sasaran

             organisasi.(http://organisasi.org/teorihierarkikebutuhanmaslow)




2.2   Konsep Lansia

      2.2.1 Pengertian Lansia

               Lansia berasal dari akar kata zaqen bahasa ibrani, ”Gerontes”

           bahasa homer, presbus bahasa sparta, sematus bahasa latin, syeikh

           bahasa arab. Yang berarti usia tua atau usia lanjut (J.D. Douglas,

           1995). Usia lanjut dikatakan dari tahap lahir sampai perkembangan

           pada daur kehidupan manusia. Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2),

           (3), (4) UU. No 13 tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan bahwa

           lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60

           tahun (R. Siti Maryam, 2008).



      2.2.2 Batasan-Batasan Lanjut Usia

           2.2.2.1 Pralansia (prasenilis)

                  Seorang yang berusia antara 45-59 tahun.
                                                                          13




     2.2.2.2 Lansia

             Lansia yang berusia 60 tahun atau lebih, bermasalah dengan

             kesehatan (R. Siti Maryam, 2008).

     2.2.2.3 Lansia Resiko Tinggi

             Lansia yang berusia 70 tahun atau lebih yang sering bermasalah

             dengan kesehatan (R. Siti Maryam, 2008).

     2.2.2.4 Lansia potensial

             Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan

             yang dapat menghasilan barang atau jasa (R. Siti Maryam,

             2008).

     2.2.2.5 Lansia tidak potensial

             Lansia yang tidak mampu mencari nafkah sehingga hidupnya

             bergantung pada bantuan orang lain. (R. Siti Maryam, 2008)



2.2.3 Karakteristik Lansia

           Menurut R. Maryam, dkk. (2008), dalam buku mengenal usia

     lanjut dan perawatannya mengatakan bahwa lansia memiliki

     karakteristik sebagai berikut :

     2.2.3.1 Berusia lebih dari 60 tahun sesuai dengan pasal 1 ayat (2) UU.

             No 13 tentang kesehatan.

     2.2.3.2 Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat

             sampai sakit dari biopsikosial sampai spiritual serta dari

             kondisi adaptif hingga kondisi meladatif.
                                                                          14




     2.2.3.3 Lingkungan tempat tinggal yang bervariatif.



2.2.4 Perubahan-Perubahan pada Lansia

     2.2.4.1 Perubahan fisik

            Perubahan fisik pada lansia meliputi sistem muskoluskeletal,

            saraf,   kardiovaskuler,   respirasi,   penglihatan,   pandangan,

            pengecap, pembau, peraba, integumen, gastrointestinal dan

            reproduksi. (Wahyudi Nugroho, 2008).

     2.2.4.2 Perubahan Psikologis

            Perubahan psikologis meliputi kemampuan tingkat kecerdasan

            dan memori menurun, intelegensi dan sikap. (Potter & Perry,

            2005).

     2.2.4.3 Perubahan Psikosoial

            Perubahan psikososial meliputi finansial, status, relasi,

            pekerjaan, takut akan kematian, perubahan gaya hidup dan

            perubahan konsep diri. (Wahyudi Nugroho, 2008)



2.2.5 Teori-Teori Penuaan

     2.2.5.1 Teori Biologi

                Teori genetik dan mutasi, penuaan terjadi sebagai akibat

            dari perubahan biokimia yang diprogram molekul – molekul

            DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Pada
                                                           15




teori ini dikenal istilah pemakaian dan perusakan yang terjadi

karena kelebihan usaha dan stres yang menyebabkan sel-sel

tubuh menjadi lelah. Dengan meningkatnya kolagen dalam

tubuh lansia tidak ada perlindungan terhadap radiasi, penyakit

dan kekurangan gizi.

   Teori Emunologis yaitu dengan bertambahnya usia

kemampuan sistem imun untuk menghancurkan bakteri, virus,

jamur melemah bahkan sel mutasi terbentuk beberapa kali.

Mekanisme seluler tidak teratur diperkirakan menyebabkan

pada jaringan tubuh, melalui autogresi atau imunudefiensi

(penurunan imun) (R. Siti Maryam, 2008).

   Teori stres mengungkapkan penuaan terjadi karena

hilangnya sel-sel yang digunakan tubuh. Regenerasi jaringan

tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal,

kelebihan usaha, dan stres yang menyebabkan sel-sel tubuh

telah terpakai.

   Teori radikal bebas adalah ion bermuatan listrik yang

berada diluar orbit dan berisi ion tak berpasangan. Radikal

bebas mampu merusak membran sel lisosom, mitokondria dan

inti membran melalui reaksi kimia yang disebut peroksidasi

lemak. Kerusakan membran dan cross linkage biomolekul

merupakan hasil rangkaian reaksi radikal bebas. Hasil reaksi

radikal bebas adalah turunnya peryataan sel karena turunnya
                                                              16




aktivitas   enzim,   kesalahan   metabolisme    asam    nukleat,

kerusakan fungsi membran dan pengumpulan lipofusin pada

lisosom. Teori radikal bebas pada penuaan ditunjukkan oleh

hormon. Perubahan pada penuaan menunjang reaksi radikal

bebas dan akan menimbulkan efek patologis seperti kanker dan

ateroskterosis ( Sri Surini Pujiastuti & Budi Utomo, 2003).

   Teori seluler     dengan penuaan biologis terjadi secara

perlahan-lahan banyak mempengaruhi beberapa sistim tumbuh

daripada sistem yang lain dan mempercepat kehidupan. Dari

beberapa sistem saraf, muskuloskeletal dan jantung, sel pada

jaringan dan organ dalam sistem itu tidak dapat diganti jika sel

tersebut dibuang karena rusak atau mati. Oleh karena itu,

sistem tersebut beresiko mengalami proses penuaan dan

mempunyai kemampuan yang sedikit untuk tumbuh dan

memperbaiki diri. Kerusakan sistem pada tubuh menjadikan sel

akan mati dan sistem sel tidak dapat diganti. (Roger Watson,

2003).

   Teori kolagen dan elastis akibat penuaan, protein tubuh

terutama kolagen dan elastis menjadi kurang fleksibel dan

kurang elastis. Pada lansia dapat dijumpai dengan perubahan

permukaan kulit yang kehilangan elastisitasnya dan cenderung

berkurang juga terjadinya penurunan mobilitas dan kecepatan

pada sistem muskuloskeletal.
                                                         17




   Teori keracunan Oksigen yaitu ketidak mampuan untuk

mempertahankan diri dari toksin dapat membuat struktur

membran sel mengalami perubahan dan digit serta terjadi

kesalahan genetik. Membran sel tersebut merupakan alat untuk

memfasilitasi sel dalam komunikasi dengan lingkungan yang

juga mengontrol proses pengambilan nutrien dan proses

ekskresi zat tosik didalam tubuh. Konsekuensi dari kesalahan

genetik adalah adanya penurunan reproduksi sel oleh mitosi

yang mengakibatkan jumlah sel anak disemua jaringan dan

organ berkurang. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan

kerusakan sistem tubuh. (Roger Watson, 2003).

   Teori psikologi pada usia lanjut proses penuaan terjadi

secara alamian seiring dengan bertambahnya usia. Perubahan

psikologi yang terjadi dapat dihubungkan dengan pula

keakuratan mental dan keadaan fungsional yang efektif.

Penurunan intelektual kemampuan kognitif, memori, dan

belajar pada usia lanjut menyebabkan lansia sulit untuk

dipahami dan berinteraksi. Dengan adanya penurunan fungsi

sistem sensorik, maka akan terjadi pula penurunan kemampuan

untuk menerima, memproses dan merespon stimulus sehingga

terkadang akan muncul aksi atau reaksi yang berbeda dari

stimulasi yang ada. Kemampuan kognitif dapat dikaitkan

dengan penurunan fisiologis organ fisik. Namun untuk fungsi-
                                                               18




fungsi pof yang dapat dikaji ternyata mempunyai fungsi yang

lebih   tinggi,   seperti   simpanan   informasi   usia    lanjut,

kamampuan memberi alasan secara abstrak dan melakukan

perhitungan. Kemampuan yang menurun terjadi karena banyak

hal selain keadaan fungsional organ otak, kurangnya motivasi

pada lansia juga berperan. Motivasi akan semakin menurun

dengan menganggap bahwa lansia sendiri merupakan beban

bagi orang lain dan keluarganya ( R. Siti Maryam, 2008).

   Teori interaksi sosial terjadi berdasarkan atas hukum

pertukaran barang dan jasa. Menurut Simons mengatakan

bahwa kemampuan lansia untuk terus terjalin interaksi sosial

merupakan kunci untuk mempertahankan status sosialnya atas

dasar kemampuannya. Untuk melakukan tukar – menukar

barang. Pada lansia kekuasaannya dan prestasinya berkurang,

sehingga menyebabkan interaksi sosial mereka juga berkurang

yang tersisa hanyalah harga diri dan kemampuan mereka untuk

mengikuti perintah. Pokok-pokok teori interaksi sosial (R. Siti

Maryam, 2008) antara lain: 1) Masyarakat adalah aktor-aktor

sosial yang berupaya mencapai tujuannya masing-masing. 2)

Dalam upaya tersebut terjadi interaksi sosial yang memerlukan

biaya dan waktu. 3) Untuk mencapai tujuan seorang aktor harus

mengeluarkan biaya. 4) Aktor senantiasa berusaha untuk
                                                          19




mencari keuntungan dan mencegah kerugian. 5) Interaksi yang

ekonomis senantiasa dipertahankannya.

   Teori penarikan merupakan teori sosial tentang penurunan

yang paling awal dan pertama yang diperknalkan oleh

Gomming dan Heng’s bahwa kemiskinan yang dihadapi oleh

lansia dan menurunnya kemampuan secara fisik mengakibatkan

seorang lansia secara perlahan-lahan menarik diri dari

pergaulan masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu seorang

lansia harus mempersiapkan diri dalam menghadapi masa tua.

Proses penuaan mengakibatkan interaksi sosial lansia mulai

menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. Keberhasilan

seorang lansia dalam masa tua adalah memusatkan diri pada

persoalan-persoalan pribadi dan mempersiapkan diri dalam

menghadapi kematiannya.

   Teori aktivitas mengatakan bahwa seorang lansia yang

dianggap sukses. Dan merasakan kepuasan dalam masa tuanya.

Apabila melakukan aktivitas serta mempertahankan aktivitas

tersebut lebih penting dari kualitas dan kuantitas yang

dilakukannya seperti menjadi relawan atau kerja kemanusiaan.

Penerapan teori aktivitas sangat pof dalam menyusun kebijakan

terhadap lansia. karena memungkinkan para lansia untuk

berinteraksi sepenuhnya dalam masyarakat ( R. Siti Maryam,

2008).
                                                                               20




      2.2.6 Faktor Yang Mempengaruhi Penuaan

              Penuaan terjadi secara fisiologis dalam patologis. Faktor fisiologis

          dapat diharapkan bahwa para lansia pada masa tuanya dalam keadaan

          sehat. Hal itu dipengaruhi :

          2.2.6.1 Dipengaruhi faktor endongan (perubahan dimulai dari sel

                 jaringan-organ sistem dalam tubuh).

          2.2.6.2 Dipengaruhi faktor eksogan (lingkungan, sosial, budaya, dan

                 gaya hidup).

          2.2.6.3 Faktor eksogan dapat mempengaruhi faktor endongan sehingga

                 dikenal dengan faktor resiko dimana dapat menyebabkan

                 penuaan patologis.



2.3   Konsep Kebutuhan Seksual

      2.3.1 Konsep Kebutuhan

          2.3.1.1 Definisi

                     Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang

                 dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan kesimbangan

                 psikologis dengan psikologis dengan tujuan mempertahankan

                 kehidupan. Kebutuhan dasar manusia menurut Maslow dalam

                 teori Hierarki kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia

                 memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis
                                                                         21




       (makan, minum) kecemasan, cinta, harga diri dan aktualisasi

       diri (Potter & Perry, 2003).

2.3.1.2 Ciri-Ciri Kebutuhan Dasar Manusia

          Setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan dasar yang

       sama, akan tetapi karena terdapat perbedaan budaya, maka

       kebutuhan     tersebut    ikut    berbeda.     Dalam        memenuhi

       kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas

       yang ada, lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia

       akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk berusaha

       mendapatkannya (Potter & Perry, 2003).



2.3.1.3 Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia

          Adanya penyakit dalam tubuh menyebabkan perubahan

       pemenuhan     kebutuhan,       baik   secara   fisiologis    maupun

       psikologis,   karena     beberapa     organ    tubuh   memerlukan

       pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya.

          Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan

       kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan

       kesenangan hidup tidak ada rasa curiga dan lain-lain.

          Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan

       kebutuhan dasar. Konsep diri yang sehat akan mudah

       mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang

       sehat sehingga mudah memenuhi kebutuhannya dasarnya.
                                                                         22




                Tahap Perkembangan memiliki kebutuhan yang berbeda

            baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial dan spiritual.

            Mengingat berbagai fungsi organ tubuh juga mengalami proses

            kematangan dengan aktifitas yang berbeda (Alimul Hidayat,

            2006)



2.3.2 Konsep Seksual

     2.3.2.1 Definisi Seksual

                Seksual adalah kebutuhan dasar manusia berupa ekspresi

            perasaan dua orang individu secara pribadi yang saling

            menghargai, memperhatikan dan menyayangi sehingga terjadi

            hubungan timbal balik antara dua individu. Hubungan seksual

            dalam suatu pernikahan tidak semata-mata tertuju pada

            kelangsungan keturunan manusia. Maksud dari hubungan

            seksual pertama-tama adalah sebagai pernyataan kasih suami

            istri. (J. Verkuyl, 1973). Hubungan seksual adalah ekspresi

            yang paling intim dari seorang pria dan wanita yang saling

            mencintai, dan didahului dengan permainan cinta yang

            romantis dan diakhiri dengan kesenangan dan kenikmatan yang

            luar biasa (J.L. Ch Abineno, 1993).

     2.3.2.2 Pengaruh Penuaan terhadap Fungsi Seksual

                Pada lansia pria secara umum, pengaruh penuaan fungsi

            seskual pada pria meliputi hal-hal berikut. a) terjadi penurunan
                                                             23




sirkulasi testosteron, tetapi jarang menyebabkan gangguan

fungsi seksual pada lansia yang sehat. b) ereksi penis

memerlukan waktu lebih lama dan mungkin tidak sekeras

sebelumnya. Perangsangan langsung pada penis seringkali

diperlukan. c) ukuran testis tidak bertambah, elevasinya lambat,

dan cenderung turun. d) kelenjar penis tampak menurun. e)

kontrol ejakulasi meningkat. Ejakulasi mungkin terjadi setiap

tiga episode seksual. Penurunan fungsi ejakulasi sulit untuk

disembuhkan. f) dorongan seksual jarang terjadi pada pria

diatas 50 tahun. g) tingkat orgasme menurun atau hilang. h)

kekuatan   ejakulasi   menurun    sehingga    orgasme    kurang

semangat. i) Ejakulasi selama orgasme terdiri dari satu atau dua

kontraksi pengeluaran, sedangkan pada orang yang lebih muda

dapat terjadi empat kontraksi besar dan diikuti kontraksi kecil

sampai beberapa detik. J) ejakulasi dikeluarkan tanpa kekuatan

penuh dan mengandung sedikit sel sperma. Meskipun tingkat

kesuburan menurun, tidak berarti lansia menjadi mandul. k)

penurunan tonus otot menyebabkan spasme pada organ genital

eksterna yang tidak biasa. Frekuenii kontraksi sfingter ani

selama orgasme menurun. l) setelah ejakulasi, penurunan ereksi

dan testis lebih cepat terjadi. 2) Kemampuan ereksi setelah

ejakulasi semakin panjang, pada umumnya dua belas sampai

empat puluh delapan jam setelah ejakulasi. Ini berbeda pada
                                                                   24




      orang muda yang hanya membutuhkan beberapa menit saja. n)

      Pada klimaksnya, hubungan seksual masih memberikan

      kepuasan yang kuat. (Sri Surini Pudjiastuti & Budi Utomo,

      2003 : 122).

          Pada lansia wanita secara umum pengaruh penuaan fungsi

      seksual wanita sering dihubungkan dengan penurunan hormon,

      seperti berikut ini. a) Lubrikasi vagina memerlukan waktu lebih

      lama. b) Pengembangan dinding vagina berkurang pada

      panjang dan lebarnya. c) Dinding vagina menjadi lebih tipis

      dan mudah teriritasi. d) Selama hubungan seksual dapat terjadi

      iritasi pada kandung kemih dan uretra. e) Sekresi vagina

      berkurang      keasamannya,       meningkatkan    kemungkinan

      terjadinya infeksi. f) Penurunan elevasi uterus. g) Atrofi labia

      mayora dan ukuran klitoris menurun. h) Fase orgasme lebih

      pendek. i) Fase resolusi muncul lebih cepat. i) Kemampuan

      multipel orgasmi masih baik. (Sri Surini Pudjiastuti & Budi

      Utomo, 2003 : 123).


2.3.2.3 Sikap dalam Hubungan Seksual pada Lansia

          Sikap   hubungan    seksual    yang   dapat   meningkatkan

      partisipasi seksual pada lansia adalah sebagai berikut: 1)

      Memahami perubahan normal yang berhubungan dengan

      lansia. 2) Meningkatkan komunikasi pada masalah non-seksual

      sama baiknya dengan komunikasi seksual. 3) Menikmati setiap
                                                                    25




       kejadian. Jangan terburu-buru, kurangi ketakutan. (Sri Surini

       Pudjiastuti & Budi Utomo, 2003 : 123).



2.3.2.4 Posisi Hubungan Seksual pada Lansia

          Hubungan seksual pada lansia seharusnya memperhatikan

       posisi sebagai berikut: 1) Menggunakan posisi seperti miring

       atau duduk yang tidak terlalu banyak menumpu dalam

       kontraksi otot lengan secara isometrik. 2) Gunakan posisi yang

       tidak menekan sendi, tengkurap yang menimbulkan nyeri atau

       strain otot. Lebih jelasnya posisi hubungan seksual pada lansia

       dapat dilihat pada lampiran. (Sri Surini Pudjiastuti & Budi

       Utomo, 2003 : 125).



2.3.2.5 Teknik Hubungan Seksual pada Lansia

          Hubungan seksual pada lansia seharusnya dilaksanakan

       dengan memperhatikan teknik sebagai berikut: 1) Gunakan

       latihan Kegel untuk meningkatkan tonus otot dan kontraksi

       vagina selama aktivitas seksual. Pria dan wanita dapat

       memperoleh keuntungan dari latihan Kegel karena ini dapat

       meningkatkan kekuatan kontraksi otot sfingter uretra dan

       sfingter ani. Latihan Kegel harus dilakukan beberapa kali sehari

       dengan mengontraksikan otot pubokoksigeus dua puluh sampai

       tiga puluh kali. 2) Lakukan stimulasi oral-genital. 3) Stimulasi
                                                             26




organ genital secara manual. 4) Gunakan vibrator sendiri atau

dengan pasangan. 5) Lakukan masturbasi sendiri atau dengan

pasangan. 6) Konsultasi dengan dokter apabila ada masalah

impotensi. 7) Gunakan teknik stuffing, yaitu masukkan penis

ke vagina sebelum ereksi penuh tercapai. Penis biasanya akan

menjadi lebih keras/tegang sebagai hasil stimulasi selama

berada dalam vagina. 8) Coba nikmati sentuhan dan masase. 9)

Gunakan krim atau minyak untuk lebih menyenangkan. Saling

memberikan     perhatian   dalam    hubungan     seksual   dapat

memberikan kenikmatan pada lansia pria maupun wanita dan

dapat mengurangi ketakutan pada pria. 10) Gunakan pelumas

seperti K-Jelly selama hubungan seksual atau masturbasi. 11)

Lakukan pelukan, ciuman, usapan, rayuan, dan canda. 12)

Lakukan gaya hidup yang sehat, yaitu cukup istirahat, olahraga

secukupnya, jangan merokok, serta jangan makan dan minum

berlebihan. 13) Ciptakan suasana yang romantis (lampu,

pakaian, bunga, lokasi, musik, perjalanan, dan pujian). 14)

Perhatikan kebersihan diri (mandi, mencukur rambut, kuku,

kumis, gigi, dann lain-lain) dan penampilan diri agar pasangan

tertarik. (Sri Surini Pudjiastuti dan Budi Utomo, 2003).
                                                                      27




2.3.2.6 Frekuensi Hubungan Seksual pada Lansia

          Kebutuhan seksual pada lansia yaitu 25% laki-laki usia 60

      tahun keatas tidak lagi melakukan hubungan seksual juga 50%

      wanita usia 60 tahun. Sebanyak 27% laki-lakimelakukan

      hubungan seksual 1 kali dalam sebelum sedangkan perempuan

      12%. Dilain pihak ada yang beranggapan sebagai terhentinya

      kehidupan seksual dan hal itu kurang pantas dilakukannya oleh

      para lansia meskipun dorongan seksual masih ada (R. Siti

      Maryam, 2008).



2.3.2.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Seksual Lansia

          Faktor fisik adalah yang menyebabkan penurunan gairah

      seksual   karena   alasan    fisik.   Aktivitas    seksual    dapat

      menyebabkan nyeri dan tidak nyaman.

          Faktor ekonomi dalam suatu keluarga dapat mempengaruhi

      seksual lansia, sebagian besar para lansia kadang-kadang tetap

      bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga gairah

      seksual menjadi menurun karena ekonomi lebih penting

      daripada kegiatan seksual.

          Faktor   hubungan/kemesraan        dapat      terjadi    pemicu

      menurunnya gairah seksual. Pasangan lansia harus tetap

      menjaga kemesraan suami istri sehingga seksual lansia bisa

      berjalan baik. Hilangkan faktor yang bersifat disharmonis.
                                                         28




   Faktor harga diri seorang dapat menyebabkan konflik yang

mempengaruhi aktivitas seksual pemalaman tentang seksualitas

yang rendah dapat menyebabkan perasaan negatif dan tertekan

dalam hubungan seksual.

   Faktor psikologis dapat mengganggu aktivitas seksual

lansia sehingga aktivitas seks tidak memberikan kenyamanan

hal itu dapat disebabkan penyakit, trauma, pola pikir yang

konvensional dan budaya yang berkembang dalam masyarakat

(Wilbur Bradburg, 1987).
                                                                        29




2.4   Kerangka Konsep

           Kerangka konsep merupakan “sesuatu yang abstrak, logika secara

      harfiah dan akan membantu peneliti dalam menghubungkan hasil penemuan

      dengan body of knowledge (Nursalam, 2008: 55). Pada penelitian ini

      kerangka konsepnya dapat digambarkan sebagai berikut :
                                                                           30




                                          LANSIA


                                   .Tingkat pengetahuan:
                                       1. Tahu
                                       1. Tahu
                                       2. Memahami
                                       3. Aplikasi
                                       4. Analisis
                                       5. Sintesis


     Faktor yang                   Pengetahuan               Kebutuhan dasar
     mempengaruhi                  pemenuhan kebutuhan       manusia :
     pengetahuan :                 seksual lansia:           1. Kebutuhan
     1. Usia                       1. Pengertian                fisiologis
     2. Pendidikan                    hubungan seksual.         (makan,
     3. Intelegensia               2. Pengaruh penuaan          minum)
     4. Agama                         terhadap fungsi        2. Kecemasan,
                                      seksual lansia.        3. Cinta,
                                   3. Sikap dalam            4. Harga diri
                                      hubungan seksual       5. Aktualisasi
                                      pada lansia.
                                   4. Posisi hubungan
                                      seksual pada lansia.
                                   5. Teknik hubungan
                                      seksual pada lansia.


                                        Kriteria hasil
                                        pengetahuan:
                                   - Baik : 76%-100%
 Keterangan :                      - Cukup : 56%-75%
                                   - Kurang: < 56%
                : diteliti

                : tidak diteliti

Gambar 2.1 Kerangka Konsep Penelitian Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan

           Seksual Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Singonegaran Kota

           Kediri
                                                                                31




                                        BAB III

                               METODE PENELITIAN



3.1   Desain Penelitian

                Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam

      perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Nasir, 2005). Desain penelitian

      yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu penelitian

      yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau

      deskriptif tentang suatu keadaan secara obyektif. (Notoatmodjo, 2002).

      Dalam penelitian ini peneliti ingin menggambarkan pengetahuan pemenuhan

      kebutuhan seksual lanjut usia (lansia) di Kelurahan Singonegaran Kota

      Kediri.



3.2   Populasi, Sampel dan Sampling

      3.2.1     Populasi

                         Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian (Arikunto,

                2006). Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Kelurahan

                Singonegaran Kota Kediri sebanyak 126 lansia.

      3.2.2     Sampel

                         Sampel dalam penelitian adalah sebagian dari populasi yang

                ditetapkan (Notoatmodjo, 2002). Sampel dalam penelitian ini adalah

                sebagian dari lansiia yang ada di Kelurahan Singonegaran Kota




                                           31
                                                                         32




        Kediri. Besar sampel dihitung menurut rumus besar sampel sebagai

        berikut :

                             N
                    n =
                          1 + N d2
        (Notoatmodjo, 2005 : 92)
        Keterangan :
         N = besar populasi
         n = Besar sampel
         d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (95%)

                Sesuai dengan rumus tersebut didapatkan besar sampel :
                            N
         n    =
                 1 .+ N 0,05 0,05

                           126
         n    =
                    1 .+ 126   0,0025

        n     = 96 responden


                  Sesuai dengan rumus diatas maka sampel penelitian

        sebanyak 96 responden.

3.2.3   Sampling

              Tehnik pengambilan sampel merupakan suatu proses seleksi

        sampel yang digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada.

        (Alimul Hidayat, 2007). Dalam penelitian ini sampling yang

        digunakan adalah teknik sampel random sampling (pengambilan

        sampel secara acak). Pemilihan sampel dengan cara ini merupakan

        jenis probabilitas paling sederhana. Untuk mencapai sampling ini

        setiap elemen diseleksi secara random (acak). Mengingat jumlah

        sampel penelitian yang harus diambil 96 responden diantara 126
                                                                                 33




              lansia, maka nama ditulis pada secarik kertas, kemudian diletakkan

              di dalam kotak, diaduk dan diambil secara acak satu demi satu

              sampai sejumlah yang dikehendaki (96 responden).


3.3   Kriteria Sampel

      3.3.1   Kriteria Inklusi

                        Kriteria inklusi adalah karakteristik umum obyek penelitian

              dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti

              (Nursalam, 2008). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :

              3.3.1.1    Lansia yang ada di Kelurahan Singonegaran.

              3.3.1.2    Lansia yang bersedia menjadi responden.

              3.3.1.3    Lansia yang bisa membaca dan menulis.

              3.3.1.4    Lansia yang berusia 45-60 tahun yang masih berpasangan.

      3.3.2   Kriteria eksklusi

                        Kriteria ekslusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subyek

              yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria eksklusi dalam penelitian

              ini adalah :

              3.3.2.1    Lansia yang sudah mengalami dimensia.

              3.3.2.2    Lansia yang sakit

              3.3.2.3    Lansia yang tidak mempunyai pasangan.
                                                                                   34




3.4   Variabel Penelitian

                 Variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi (Arikunto, 2006).

      Variabel penelitian dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu

      pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual lanjut usia (lansia).

3.5   Definisi Konsep

              Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-

      hal khusus (Notoatmodjo, 2005 : 68).

      3.5.1    Konsep Pengetahuan

                        Pengetahuan merupakan hasil ”tahu” dan ini terjadi setelah

               orang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu

               (Notoatmodjo, 2003).

      3.5.2    Konsep Kebutuhan

                        Kebutuhan dasar manusia menurut Maslow dalam teori

               Hirarki kebutuhan dinyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima

               kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan, minum, seks)

               kecemasan, cinta, harga diri dan aktualisasi diri (Potter & Perry,

               2003).

      3.5.3    Konsep Seksual

                        Seksual adalah ekspresi perasaan cinta suami istri yang saling

               timbal balik. Hubungan seksual adalah ekspresi yang paling intim

               dari seorang pria dan wanita yang saling mencintai, dan didahului

               dengan permainan cinta yang romantis dan diakhiri dengan
                                                                             35




        kesenangan dan kenikmatan yang luar biasa (J.L. Ch Abineno,

        1993).

3.5.4   Konsep Lanjut Usia

                 Lansia berasal dari akar kata zaqen bahasa ibrani, ”Gerontes”

        bahasa homer, presbus bahasa sparta, sematus bahasa latin, syeikh

        bahasa arab. Yang berarti usia tua atau usia lanjut. Usia lanjut

        dikatakan dari tahap lahir sampai perkembangan pada daur

        kehidupan manusia. Sedangkan menurut pasal 1 ayat (2), (3), (4)

        UU. No 13 tahun 1998 tentang kesehatan dikatakan bahwa lanjut

        usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun

3.5.5   Definisi Operasional

             Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik

        yang dialami dari sesuatu yang didefinisikan (Nursalam, 2008 : 101).

        Definisi operasional dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel

        dibawah ini.
                                                                                          36




               Tabel 3.1 Definisi Operasional Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan
                         Seksual Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Singonegaran
                         Kota Kediri

 Variabel       Definisi       Parameter              Skala   Instru-   Skor        Kriteria
                Operasional                                   men                   pengetahuan
 Pengetahuan    Jawaban        1. Tahu :              O       K         jawaban :   Baik = 76%-
 Pemenuhan      benar dari         Pengertian         r       u         Benar : 1   100%
 Kebutuhan      lansia             Seksual            d       e         Salah : 0   Cukup =
 Seksual        tentang            lansia.            i       s                     56%-75%
 Lansia         segala         2. Paham :             n       i                     Kurang =
                sesuatu yang     a. Pengaruh          a       o                     <56%
                berkaitan            penuaan          l       n
                dengan               terhadap                 e
                pemenuhan            fungsi seksual           r
                kebutuhan            lansia.
                seksual pada     b. Sikap dalam
                lansia               hubungan
                                     seksual pada
                                     lansia.
                               3. Aplikasi :
                                  a. Posisi
                                     hubungan
                                     seksual pada
                                     lansia.
                                  b. Teknik
                                     hubungan
                                     seksual pada
                                     lansia.
3.6   Tempat dan Waktu

      3.6.1    Tempat

               Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

      3.6.2    Waktu

               Dilakukan tanggal 19 Nopember - 12 Desember 2009.


3.7   Alat Ukur

              Alat ukurnya menggunakan kuesioner yang berisi 20 pertanyaan

      sebagai pernyataan atau gambaran pengetahuan lansia dalam pemenuhan

      kebutuhan seksual. Kuesioner bersifat tertutup artinya memberikan
                                                                                  37




       kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban atau pendapatnya

       sesuai dengan tingkat pendidikan mereka (Nursalam, 2008).


3.8    Tehnik Pengumpulan Data

               Pengumpulam data adalah suatu proses pendekatan kepada subyek dan

       proses pengumpulan karakteristik subyek yang diperlukan dalam suatu

       penelitian (Nursalam, 2008). Penelitian ini dilakukan dengan cara kunjungan

       rumah.

               Adapun proses pengumpulan data sebagai berikut :

       3.8.1    Pengajuan izin kepada Kepala Program Pendidikan Kebidanan

                Kediri.

       3.8.2    Pengajuan izin kepala Kepala Bakesbanglinmas Kota Kediri.

       3.8.3    Pengajuan izin kepada Kepala Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

       3.8.4    Pengajuan izin kepada Kepala Kelurahan Singonegaran

       3.8.5    Memberikan     menjelaskan      kepada   responden   tentang   tujuan

                penelitian yang dilakukan.

       3.8.6    Memberikan kuesioner kepada responden secara langsung

       3.8.7    Mengumpulkan kuesioner yang sudah diisi oleh responden.

       3.8.8    Mengecek kelengkapan kuesioner.

       3.8.9    Pengolahan dan analisis data.


3.9 Tehnik Analisa Data

           Setelah semua data terkumpul, kemudian diperiksa kelengkapannya dan
      di analisis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
      deskriptif. Dari kuesioner yang telah diisi, ditabulasi dan diberi penilaian
                                                                              38




   kemudian diberi skor dengan menggunakan skala penilaian yaitu jawaban
   benar = 1 dan jawaban salah = 0. Kemudian dari kata data kualitatif di ubah ke
   data kuantitatif menggunakan rumus.
            x
      P=      x100%
            y
   Keterangan :
           P = Prosentase
           x = jumlah jawaban benar dari soal
           y = jumlah sampel total (Eko Budiarto, 2002 : 37)
   Setelah diprosentase maka dihasilkan skala penilaian :
   3.9.1 Baik         : 76%-100%
   3.9.2 Cukup        : 56%-75%
   3.9.3 Kurang       : < 56% (Nursalam, 2008 : 120)


3.10 Etika Penelitian
     3.10.1 Lembar persetujuan menjadi responden (Informed consent)
            Jika subyek bersedia diteliti maka mereka menandatangani
            persetujuan. Jika subyek menolak diteliti maka penulis menghargai
            hak-hak responden.
     3.10.2 Tanpa Nama (Anonymity)
            Untuk menjaga kerahasiaan identitas subyek, peneliti tidak akan
            mencatumkan nama subyek pada pengumpulan data yang diisi oleh
            subyek ataupun peneliti, lembar tersebut hanya diberi kode nomor
            atau inisial tertentu.
     3.10.3 Kerahasiaan (Confidentiality)
            Informasi    yang    telah   dikumpulkan   dari   responden   melalui
            pengumpulan data, dijaga kerahasiaanya.( Aziz Alimul Hidayat,
            2007)
                                                                         39




                             BAB IV

                 HASIL DAN PEMBAHASAN



       Pada bab ini akan disajikan hasil pengumpulan data beserta

pembahasan yang diperoleh dari pengisian kuesioner pada tanggal 19

Nopember sampai dengan 12 Desember 2009 lansia di Kelurahan

Singonegaran Kota Kediri yang berjumlah 96 responden mengenai

pengetahuan    pemenuhan     kebutuhan    seksual   lansia    di   Kelurahan

Singonegaran Kota Kediri

       Adapun data yang disajikan terdiri dari 2 bagian yaitu data umum

dan data khusus. Data umum yaitu data tentang karakteristik responden

yang meliputi jenis kelamin, umur, pendidikan , dan pekerjaan. Sedangkan

data khusus yaitu data hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan

penelitian. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut:


4.1 Hasil Penelitian

   4.1.1 Data Umum

               Distribusi frekuensi karakteristik lansia di Kelurahan

         Singonegaran Kota Kediri berdasarkan jenis kelamin dapat

         dilihat dari diagram dibawah ini :




                                39
                                                                    40




 37(38,5% )                                        W anita


                                                   L aki‐L aki



                                        59(61,4)




Diagram 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis

Kelamin


       Dari diagram 4.1 dapat diketahui bahwa hampir sebagian

besar responden berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 59

responden (61,4 %) sedangkan hampir setengahnya responden

berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 37 responden (38,5%)

       Distribusi frekuensi karakteristik lansia berdasarkan usia

lansia di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri dapat dilihat dari

diagram di bawah ini:



        18(18,75% )                                   Us ia 45‐54
                                         42(43,8% ) Us ia 55‐59

                                                      Us ia > 60


     36(37,5% )




Diagram 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
                                                                    41




      Digram        4.2 menunjukkan bahwa hampir setengahnya

responden berusia antara 45-54 tahun yaitu sebanyak 42

responden       (43,8%)   sedangkan   sebagian     kecil   responden

mempunyai usia >60 tahun yaitu 18 responden (18,75%).

     Distribusi frekuensi karakteristik lansia berdasarkan latar

belakang pendidikan lansia di Kelurahan Singonegaran Kota

Kediri, dapat dilihat pada diagram dibawah ini:


             9(9,4% )                 20(20,8% )
                                                           SD
                                                           S MP
                                                           S MA
                                                           PT



36(37,5% )
                                        31(32,29% )




Diagram 4.3 Karakteristik      Responden     Berdasarkan          Latar
                Belakang Pendidikan

      Diagram 4.3 menunjukkan bahwa hampir setengahnya

responden adalah lansia yang mempunyai latar belakang

pendidikan SMA yaitu sebanyak 36 responden (37,5%) dan

sedangkan sebagian kecil mempunyai latar belakang pendidikan

Perguruan Tinggi yaitu 9 responden (9,4%).
                                                                  42




Distribusi frekuensi karakteristik berdasarkan pekerjaan lansia di

Kelurahan Singonegaran Kota Kediri dapat dilihat dari diagram di

bawah ini:

                                                      P NS  dan
                                         35(36,5% )   P ens iunan 
 30(31,3% )                                           W iras was ta

                                                      B uruh




              31(32,3% )


Diagram 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

              Lansia di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri


      Diagram 4.4 menunjukkan bahwa hampir setengahnya

responden yaitu sebanyak 35 responden (36,5%) bekerja sebagai

PNS maupun pensiunan, dan 30 responden (31,3%) bekerja

sebagai tenaga buruh.
                                                                     43




4.1.2 Data Khusus

              Distribusi frekuensi berdasarkan pengetahuan pemenuhan

     kebutuhan seksual lansia di Kelurahan Singonegaran, dapat dilihat

     dari diagram dibawah ini:

                       5(5,2% )
                                                                B aik
                                                                C ukup
                                                                K urang


                                                   53(55,2% )
       38(39,5% )




     Diagram 4.5    Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia
                    di Kelurahan Singonegaran
              Diagram 4.5 menunjukkan sebagian besar responden

    mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 53 responden (55,2%)

    sedangkan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang

    yaitu 5 responden (5,2%)
                                                                  44




         Distribusi frekuensi berdasarkan definisi seksual lansia di

Kelurahan Singonegaran, dapat dilihat dari diagram dibawah ini:


                7(7,29% )
                                                            B aik
                                                            C ukup
                                                            K urang

 35(36,46% )
                                           54(56,25% )




Diagram 4.6    Pengetahuan Lansia Tentang Definisi Seksual
               Lansia di Kelurahan Singonegaran
         Diagram 4.6 menunjukkan sebagian besar responden

mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 54 responden (55,2%)

sedangkan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang kurang

yaitu 7 responden (7,29%).
                                                                 45




         Distribusi   frekuensi   berdasarkan   Pengaruh    Penuaan

Terhadap Fungsi Seksual Pada Lansia di Kelurahan Singonegaran,

dapat dilihat dari diagram berikut ini:


   30(31,25% )                                              B aik
                                            38(39,58% )     C ukup
                                                            K urang




           28(29,17% )



Diagram 4.7      Pengetahuan Lansia Tentang Pengaruh Penuaan
                 Terhadap Fungsi Seksual Pada Lansia di Kelurahan
                 Singonegaran

         Diagram      4.7   menunjukkan    responden      mempunyai

pengetahuan baik yaitu sebanyak 38 responden (39,58%) dan yang

mempunyai pengetahuan cukup yaitu 28 responden (29,17%) begitu

pula dengan yang mempunyai pengetahuan kurang yaitu 30

responden (31,25%)
                                                               46




        Distribusi frekuensi berdasarkan sikap dalam hubungan

seksual pada lansia di Kelurahan Singonegaran, dapat dilihat dari

diagram dibawah ini:

          11(11,45% )
                                                           B aik
                                                           C ukup
                                                           K urang

                                            51(53,13% )

 34(35,42% )




Diagram 4.8    Pengetahuan Lansia Tentang Sikap Dalam
               Hubungan Seksual Pada Lansia di Kelurahan
               Singonegaran

        Diagram 4.8 menunjukkan sebagian besar responden

mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 51 responden

(53,13%) sedangkan sebagian kecil mempunyai pengetahuan yang

kurang yaitu 11 responden (11,45%)
                                                                  47




        Distribusi frekuensi berdasarkan posisi hubungan seksual

pada lansia di Kelurahan Singonegaran, dapat dilihat dari diagram

dibawah ini:


   27(28,13% )                                            B aik
                                          40(41,67% )     C ukup
                                                          K urang




        29(30,20% )




Diagram 4.9      Pengetahuan Lansia Tentang Posisi Hubungan
                 Seksual Pada Lansia di Kelurahan Singonegaran

        Diagram       4.9   menunjukkan    responden    mempunyai

pengetahuan baik yaitu sebanyak 40 responden (41,67%) dan yang

mempunyai pengetahuan cukup yaitu 29 responden (30,20%) begitu

pula dengan yang mempunyai pengetahuan kurang yaitu 27

responden (28,13%)
                                                                 48




        Distribusi frekuensi berdasarkan teknik hubungan seksual

pada lansia di Kelurahan Singonegaran, dapat dilihat dari diagram

dibawah ini:



  32(33,33% )                                              B aik
                                           29(30,20% )     C ukup
                                                           K urang




                            35(36,47% )



Diagram 4.10    Pengetahuan Lansia Tentang Teknik Hubungan
                Seksual Pada Lansia di Kelurahan Singonegaran

        Diagram      4.10   menunjukkan   responden      mempunyai

pengetahuan baik yaitu sebanyak 29 responden (30,20%) dan yang

mempunyai pengetahuan cukup yaitu 35 responden (36,47%) begitu

pula dengan yang mempunyai pengetahuan kurang yaitu 32

responden (33,33%)
                                                                                49




4.2   Pembahasan

      4.2.1 Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia di Keluarahan

            Singonegaran.

                 Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 96 responden

            yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 53 responden (55,2%).

            Faktor     yang   mempengaruhi        responden    sehingga    memiliki

            pengetahuan yang baik sebagai berikut : Faktor usia semakin tua

            seseorang semakin kontruktif dalam menggunakan telinga untuk

            menyelesaikan masalah. Faktor pendidikan : tingkat pendidikan

            seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan dalam menyelesaikan

            masalah.

                 Dengan demikian pengetahuan baik responden sebagian besar

            dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan faktor usia. Menurut

            Notoatmodjo tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan

            dari 96 responden. Dan separuhnya mereka berpendidikan SMA

            sederajat dengan demikian dapat mempengaruhi pengetahuan

            seseorang dalam memenuhi kebutuhan seks. (Notoatmodjo, 2003).

            Sedangkan     menurut    Naek    L.    Tobing     (2006),   pengetahuan

            pemenuhan kebutuhan seksual mengalami banyak perubahan.

            Semakin tua usia seseorang menginginkan aktivitas seks secara

            teratur sampai usia lanjut.
                                                                      50




4.2.2 Pengetahuan Lansia Tentang Pengertian Hubungan Seksual

           Dari hasil penelitian pengetahuan lansia pengertian atau

      difenisi hubungan seksual menunjukkan sebagian besar responden

      pengetahuan baik sebanyak 54 responden (55,2%), sedangkan bagian

      kecil memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 responden (72,2%).

           Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik, hal itu

      dilandaskan pada pengalaman masa muda dalam hubungan seksual.

      Berangkat dari hal tersebut mereka memiliki pemahaman dan

      pengetahuan yang lebih baik dalam hubungan seksual. Menurut J.

      Verkuyl (1993), bahwa pengalaman merupakan suatu pembelajaran

      untuk membuka wawasan maupun pengetahuan dua individu dalam

      mengekspresikan perasaan saling menghargai, memperhatikan dan

      menyayangi    sehingga   terjadi   hubungan   timbal   balik   yang

      menyenangkan dari masing-masing pasangan.

           Jadi dengan demikian pengalaman masa muda menjadikan

      suami istri saling memahami apa arti dari hubungan seksual. Apalagi

      hubungan seksual tersebut dilandaskan pada suatu ikatan perkawinan

      (Jl Ch Abineno, 1993).

4.2.3 Pengetahuan Lansia Tentang Pengaruh Penuaan Terhadap Fungsi

      Seksual.

           Dari hasil penelitian tentang pengaruh penuaan menunjukkan

      responden berpengetahuan baik sebanyak 38 responden (39,58%)
                                                                           51




      dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 30 responden

      (31,25%).

           Dalam hal ini responden menyadari karena adanya perubahan

      dikarenakan faktor fisik dan usia. Misal terjadi penurunan sirkulasi

      testoteron, ereksi penis membutuhkan waktu yang lama bagi lansia

      laki-laki sedangkan bagi lansia perempuan pengaruh penuaan

      terhadap fungsi seksual adanya penurunan hormon sehingga dapat

      mempengaruhi      aktivitas   seksua.     Misal     lubrikasi     vagina

      membutuhkan waktu yang lama, pengembangan dinding vagina

      berkurang dan atrofi labia mayora dan ukuran klitoris menurun. (Sri

      Surini Pudjiastuti & Budi Utomo, 2003).

           Adanya perubahan penuaan yang disebabkan fisik dan usia

      pada lansia sangat mempengaruhi aktivitas dalam hubungan seksual.

      Penuaan terjadi oleh karena faktor fisiologis dan patologis. Faktor

      fisiologis dapat diharapkan bahwa lansia pada masa tuanya dalam

      keadaan sehat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor endogen dan eksogen

      (R. Siti Maryam, 2008).

4.2.4 Pengetahuan Lansia Tentang Sikap Dalam Hubungan Seksual.

           Dari hasil penelitian tentang sikap hubungan seksual responden

      sebagian besar menunjukkan pengetahuan baik sebanyak 51

      responden   (53,13%),     sedangkan     responden     yang      memiliki

      pengetahuan kurang sebanyak 11 responden (11,45%).
                                                                        52




           Sebagian besar responden menunjukkan saling pengertian dan

      memahami karakter pasangan dalam hubungan seksual. Responden

      seksual sering merupakan perasaan masing-masing pasangan

      terhadap rangsangan seksual. Keintiman emosional bagi masing-

      masing pasangan diperlukan untuk mencapai keintiman seksual

      (http://www.informasi.com.2009.gairahseks)

           Jadi demikian pengetahuan yang baik karena adanya rasa saling

      memahami diri sendiri maupun pasangannya. Bagi lansia memahami

      perubahan normal sangat penting dan meningkatkan komunikasi non

      seksual sama baik dengan masalah seksual. Serta menikmati semua

      kejadian, jangan buru-buru, kurangi ketakutan dalam melakukan

      hubungan seksual. (Sri Surini Pudjiastuti & Budi Utomo, 2003).

4.2.5 Pengetahuan Lansia Tentang Posisi Hubungan Seksual

           Dari hasil penelitian tentang posisi hubungan seksual

      responden menunjukkan pengetahuan baik sebanyak 40 responden

      (41,67%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 27

      responden (28,13%).

           Responden sebagian besar menggunakan posisi hubungan

      seksual yang diketahui adalah posisi alami yaitu laki-laki diatas dan

      perempuan dibawah. Hubungan seksual dalam posisi seperti ini

      adalah alami atau umum dipakai oleh sebagian besar masyarakat.

      Dengan berbagai pengetahuan yang diperoleh oleh lansia pada saat

      hubungan tidak bersifat monoton atau satu variasi tetapi banyak
                                                                         53




        variasi yang dipakai agar tidak membosankan dalam melakukan

        hubungan seksual. (Naek L. Tobing, 2006).

             Dalam menentukan posisi hubungan seksual lansia pada

        umumnya mencari posisi yang nyaman dalam penestrasi sehingga

        masing-masing pasangan dapat terpuaskan. Posisi bebas dan tidak

        banyak menumpu kontraksi otot bebas dan tidak menekan sendi yang

        lain sehingga dalam hubungan seksual sangat membahagiakan

        diantara dua pasangan (Sri Surini Pudjiastuti & Budi Utomo, 2003).

4.2.6   Pengetahuan Lansia Tentang Teknisi Hubungan Seksual

             Dari hasil penelitian yang dilakukan tentang tehnik hubungan

        seksual lansia menunjukkan pengetahuan yang cukup baik sebanyak

        35 responden (36,47%), sedangkan yang memiliki pengetahuan baik

        sebanyak 29 responden (30,20%).

             Pengetahuan yang cukup baik responden dilandaskan pada

        pemikiran mereka yang konvensional atau tradisional dalam

        menggunakan tehnik hubungan seksual. Menurut Naek L. Tobing

        (2006), seharusnya semakin tua usia seseorang seharusnya semakin

        banyak variasi teknik dan gaya dalam hubungan seksual.

             Meskipun masyarakat Kota pada umumnya sudah maju namun

        dalam pengetahuan tehnik hubungan seksual mereka kebanyakan

        menggunakan tehnik yang sudah biasa mereka lakukan. Mereka

        tidak mau mencoba tehnik yang lain dengan banyak latihan kegel

        bahkan sampai pada menciptakan suasana yang romantis sehingga

        ada ketertarikan antara kedua pasangan. (Sri Surini Pusjiastuti &

        Budi Utomo, 2003).
                                                                        54




                             BAB V

                            PENUTUP



5.1 Kesimpulan

        Dari hasil penelitian tentang pengetahuan pemenuhan kebutuhan

   seksual lansia di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri pada tanggal 19

   November-12 Desember 2009 dengan jumlah responden 96 orang,

   maka dapat ditarik kesimpulan:

   5.1.1 Pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual lanjut usia (lansia)

          di   Keluarahan    Singonegaran    Kota      Kediri    mempunyai

          pengetahuan baik dari 96 responden yang ada.

   5.1.2 Pengetahuan lansia tentang definisi seksual lansia di Kelurahan

          Singonegaran      menunjukkan     sebagian     besar    responden

          mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 54 responden

          (55,2%) sedangkan sebagian kecil mempunyai pengetahuan

          yang kurang yaitu 7 responden (7,29%)

   5.1.3 Pengetahuan lansia tentang pengaruh penuaan terhadap fungsi

          seksual pada lansia di Kelurahan Singonegaran menunjukkan

          responden mempunyai         pengetahuan baik sebanyak 38

          responden (39,58%) dan yang mempunyai pengetahuan cukup

          28 responden (29,17%) begitu pula dengan yang mempunyai

          pengetahuan kurang dari 30 responden (31,25%).




                                54
                                                                                 55




             5.1.4 Pengetahuan lansia tentang sikap dalam hubungan seksual

                       pada lansia di Kelurahan Singonegaran menunjukkan sebagian

                       besar responden mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak

                       51 responden (53,13%) sedangkan sebagian kecil mempunyai

                       pengetahuan yang kurang yaitu 11 responden (11,45%).

             5.1.5 Pengetahuan lansia tentang posisi hubungan seksual pada

                       lansia di Kelurahan Singonegaran responden mempunyai

                       pengetahuan baik sebanyak 40 responden (41,67%) dan yang

                       mempunyai pengetahuan cukup 29 responden (30,20%) begitu

                       pula dengan yang mempunyai pengetahuan kurang 27

                       responden (28,13%).

             5.1.6 Pengetahuan lansia tentang teknik hubungan seksual pada

                       lansia di Kelurahan Singonegaran responden mempunyai

                       pengetahuan baik sebanyak 29 responden (30,20%) dan yang

                       mempunyai pengetahuan cukup 35 responden (36,47%) begitu

                       pula dengan yang mempunyai pengetahuan kurang 32

                       responden (33,33%).


5.2 Saran

   5.2.1 Bagi pelayanan kesehatan setempat

            Tenaga kesehatan diharapkan mempertahankan dan meningkatkan

            kegiatan     pendidikan    kesehatan    kepada   masyarakat       karena

            bagaimanapun pendidikan kesehatan merupakan suatu upaya preventif

            terhadap berbagai ancaman bahaya kesehatan. Tenaga kesehatan
                                                                       56




     diharapkan memberikan penyuluhan tentang kesehatan pada masyarakat

     di perkumpulan / organisasi, posyandu lansia, pengajian secara rutin.

     Dalam memberikan pendidikan kesehatan bisa menggunakan berbagai

     macam metode yang disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

5.2.2 Bagi peneliti berikutnya

     Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar untuk

     mengembangkan penelitian berikutnya dan peneliti selanjutnya dapat

     menggunakan hubungan korelasi.
                                                                                57




                             DAFTAR PUSTAKA


Abineno, J.L. Ch. 1993. Etika Seksual dan Pendidikan Seks. Jakarta : BPK
      Gunung Mulia

Ahmad Aziz Alimul Hidayat. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisa
    Data. Jakarta : Salemba Medika.

BPS Susenas Kota Kediri, 2008

Depkominfo ( 2007 ) http://web.dev.depkominfo.go.id/blog/2007/08/02/yayasan-
     gerontologi-siap-pantau-penerapan-perda-lansia

Douglas. J.D. 1995. (ed). Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jilid II. Jakarta : OMF.

Eko Budiarto. 2002. Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.
    Jakarta : EGC.

Http://www.enformasi.com/2009/01/jika-gairah-seks-menurun.html. Tgl Akses 5
      Desember 2009

http://www.organisasi.org/teorihierarkikebutuhanmaslow.       Tgl     Akses     12
        Desember 2009.

J.S. Badudu & Sutan Mohammad Zain. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
       Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Moh Nasir. 2005. Metode Penelitian. Cetakan keenam. Ciawi : Penerbit Ghalia
    Indonesia.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
     Keperawatan (Pedoman Skipsi, Tesis dan Instrumen Penelitian
     Keperawatan). Surabaya : Salemba Medika

Naek L Tobing, 2006. Fenomena Disfungsi Ereksi: Penderita Cenderung
     Menutup Diri http://www.kapanlagi.com/a/usia-lanjut-rentan-masalah-
     seksual.html. Tgl Akses 5 Desember 2009

Potter & Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC

Sri Surini Pudjiastuti dan Budi Utomo. 2003. Fisioterapi pada Lansia. Jakarta :
       Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal : 122

R Siti Maryam, 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta :
       Salemba Medika
                                                                             58




Soekidjo Notoatmodjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka
     Cipta.
                    . 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :
     Rineka Cipta.
                    . 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta :
     Rineka Cipta.

Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
     Jakarta : Republik Indonesianeka Cipta.

Verkuyl. J. 1973. Etika Seksual. Jakarta : BPK Gunung Mulia

Wahyudi Nugroho. 2008. Keperawatan Gerontik. Jakarta : EGC

Watson. Roger 2003. Perawatan pada Lansia (Caring for Elderly People). Jakarta :
      EGC

Wilbor Bradburg. 1987. Masa Dewasa. Jakarta : Tira Pustaka

Purwadarminta. 1998, Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: Tim Prima Pena
      Gita Media Press.
                                                                            59




Jadwal Kegiatan Karya Tulis Ilmiah

                        Program Studi Kebidanan Kediri

                   Program Khusus DIII Kebidanan Kota Kediri

                             Tahun Akademik 2009

                           JADWAL PENELITIAN


Kegiatan                                         Bulan
                   April Mei Juni Juli         Agust Sept Okt Nop Des        Jan
                                                                            2010

Informasi            April - Juni
penyelenggaran
KTI
Pengajuan                       Juni - Juli
Judul & nama
Pembimbing
Konfirmasi                            Mgg
Judul & nama                          I / II
Pembimbing
Revisi     Judul                      Mgg
KTI                                    II
Penyusunan                             16       15
Proposal
Pengumpulan                                     18
Proposal
Seminar                                        20-24
Proposal
Revisi Proposal                                24-29
Penelitian    &
Penulisan                                                      19 -   12
laporan
Pengumpulan                                                           14
hasil
Ujian KTI                                                             17-
                                                                      19
Revisi Laporan                                                        24     2
KTI                                                                    -
Penyerahan                                                                   4
laporan KTI
                                                                                  60




Lampiran 1



                         INFORMASI PENELITIAN



Dengan hormat, dengan ini Saya :

Nama           : Kurniawati

NIM            : 0602200134



Selaku mahasiswa Politeknik Kesehatan Malang Jurusan Kebidanan Program

Studi Kebidanan Kediri mengandakan penelitian dengan judul “Pengetahuan

Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia Suatu Studi Penelitian di Kelurahan

Singonegaran    Kota   Kediri”.    Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk

mengidentifikasi gambaran pengetahuan pemenuhan kebutuhan seksual lansia

suatu studi penelitian di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri.

Saya mengharap dukungan dan kesediaan Saudara untuk menjadi responden.

Demikian informasi penelitian yang dapat saya sampaikan, atas perhatian dan

kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.



                                                    Kediri,                    2009

                                                                Peneliti



                                                            Kurniawati
                                                         NIM : 0602200134
                                                                                                61




Lampiran 2

                         LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN



Dengan ini saya :

Nama : ....................................

Umur : ....................................

Menyatakan bersedia berperan serta dalam penelitian yang dilakukan oleh Saudari

Kurniawati dengan judul “Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lansia

Suatu Studi Penelitian di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri”. Oleh karena itu

Saya bersedia mengisi kuesioner.

Sebelum mengisi kuesioner, Saya diberi hak untuk membaca petunjuk pengisian

kuesioner dan bertanya apabila ada kesulitan dalam pengisian kuesioner tersebut.

Saya mengetahui bahwa peneliti akan menjamin kerahasiaan identitas Saya dan

menggunakan data yang diperoleh hanya untuk kepentingan penelitian semata.

Demikian pernyataan ini Saya buat secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan

dari pihak manapun.



                                                    Kediri,                          2009

                                                               Responden



                                                    (.......................................)



Kode Responden : .................
                                                                          62




Lampiran 3

                     Kisi-Kisi Kuesioner
      Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lanjut Usia (Lansia)
                  di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri



                                          Jumlah     Nomor
No.               Parameter                                     Jawaban
                                           Soal        Soal
1.     Definisi Seksual                     4      1,2,3,4      A,B,A,B
2.     Pengaruh Penuaan terhadap Fungsi     4      5,6,7,8      A,B,A,B
       Seksual Pada Lansia
3.     Sikap dalam Hubungan Seksual         4      9,10,11,12   A,B,A,A
       pada Lansia
4.     Posisi Hubungan Seksual pada         4      13,14,15,16 A,B,A,B
       Lansia
5.     Teknik Hubungan Seksual pada         4      17,18,19,20 A,B,A,B
       Lansia
                                                                              63




Lampiran 4
                                 Kuesioner
     Pengetahuan Pemenuhan Kebutuhan Seksual Lanjut Usia (Lansia)
                 di Kelurahan Singonegaran Kota Kediri


Berilah tanda centang ( √) pada kolom benar jika menurut anda pernyataan
tersebut benar dan pada kolom salah jika menurut anda pernyataan tersebut salah

I. Identitas Responden
No. Responden                :
1. Jenis Kelamin             :
2. Umur                      :
3. Pendidikan Terakhir       :
         Tidak Tamat SD
         Tamat SD
         Tamat SMP
         Tamat SLTA
         Tamat PT
4. Pekerjaan                 :

II. Pertanyaan

1. Seksual merupakan kebutuhan manusia.
   A. Benar
   B. Salah

2. Hubungan seksual dalam pernikahan hanya untuk mendapatkan anak.
   A. Benar
   B. Salah

3. Seksual dapat dipakai sebagai pernyataan kasih suami istri.
   A. Benar
   B. Salah

4. Hubungan seksual adalah sesuatu yang tidak intim dari pria dan wanita.
   A. Benar
   B. Salah

5. Pada masa lansia pria proses menegangnya alat kelamin memerlukan waktu
   lebih lama.
   A. Benar
   B. Salah
                                                                               64




6. Pada lansia pria dorongan untuk melakukan hubungan seksual tidak akan
   berhenti setelah usia mencapai 50 tahun.
   A. Benar
   B. Salah

7. Pada lansia wanita selama hubungan seksual dapat terjadi iritasi.
   A. Benar
   B. Salah

8. Pada lansia wanita puncak kepuasan dari hubungan seksual akan tercapai lebih
   lama.
   A. Benar
   B. Salah

9. Saat usia lanjut seeorang harus memahami perubahan fisik yang terjadi pada
   dirinya.
   A. Benar
   B. Salah

10. Pada masa lansia sebaiknya hanya berkomunikasi tentang masalah seksual
    saja.
    A. Benar
    B. Salah

11. Saat menikmati hubungan seksual seorang lansia sebaiknya jangan terburu-
    buru.
    A. Benar
    B. Salah

12. Saat menikmati hubungan seksual lansia tidak perlu memikirkan perasaan
    takut sakit.
    A. Benar
    B. Salah

13. Ketika berhubungan seksual, lansia bisa menggunakan posisi miring.
    A. Benar
    B. Salah

14. Posisi saat berhubungan seks dengan duduk sebaiknya dipilih yang banyak
    menumpu tangan.
    A. Benar
    B. Salah

15. Saat berhubungan seks sebaiknya gunakan posisi yang tidak menekan sendi.
    A. Benar
    B. Salah
                                                                          65




16. Hubungan seks dengan tengkurap tidak dapat menimbulkan nyeri otot.
    A. Benar
    B. Salah

17. Apabila ada masalah impotensi pada lansia pria sebaiknya konsultasikan
    dengan dokter.
    A. Benar
    B. Salah
18. Teknik melakukan hubungan seksual pada lansia sebaiknya alat kelamin pria
    dimasukkan ke alat kelamin wanita setelah tegang penuh.
    A. Benar
    B. Salah

19. Gunakan krim atau minyak saat berhubungan seksual supaya lebih
    menyenangkan.
    A. Benar
    B. Salah

20. Makan makanan kaya lemak (daging) agar sehat dan tetap bisa berhubungan
    seks.
    A. Benar
    B. Salah
                                                                             66




Lampiran : 5
               Berbagai Posisi Hubungan Seksual pada Lansia


1. Tidur terlentang, lansia pria di bawah tidak mengeluarkan banyak energi untuk
    menahan berat badan pada lengan.
2. Posisi lansia pria di atas memungkinkan lansia wanita berpartisipasi penuh
    tanpa mengeluarkan banyak tenaga untuk menyangga berat badan pada
    lengan.
3. Pada posisi miring, pasangan lansia bersama-sama menggunakan otot tubuh
    untuk menyangga berat badan.
4. Posisi miring agak terlentang berguna untuk mengurangi penekanan
    berlebihan pada sendi kedua lansia.
5. Posisi berdiri membelakangi untuk meningkatkan kenyamanan lansia dengan
    keterbatasan gerak sendi dengan cara lansia pria disangga lansia wanita.
6. Posisi lansia wanita di atas agak miring, untuk lansia pria tidak mampu
    menahan sendi dalam waktu yang lama.
7. Dalam posisi miring terlentang lansia pria di belakang mendapat sokongan
    yang baik.
8. Posisi saling bertolak belakang nyaman bagi lansia wanita yang tidak mampu
    meluruskan sendi panggul.
9. Posisi berlutut lansia pria di atas memungkinkan wanita tidak mampu fleksi
    sendi panggul dan ekstensi sendi lutut, lebih berpartisipasi dan merasa
    nyaman.
10. Posisi lansia pria berdiri saling membelakangi lansia wanita yang tengkurap
    sesuai untuk lansia wanita yang tidak mampu melakukan fleksi sendi panggul
    dan sendi lutut.
                                                                                               ii
                         TABULASI DATA UMUM RESPONDEN LANSIA
                             DI KELURAHAN SINGONEGARAN

      Jenis Kelamin           Umur                    Pendidikan                 Pekerjaan
                                                                         PNS DAN
No.
                      45-54   55-59   >60   SD   SMP     SMA       PT   PENSIUNA Wiraswasta   BURUH
                                                                            N
1       -              50       -      -    -     -                -       -          -
2       -              51       -      -    -              -       -       -          -
3       -               -      56      -    -     -                -       -          -
4       -              49       -      -    -     -                -       -          -
5       -               -       -     60    -     -                -                  -         -
6       -               -      59      -          -        -       -       -          -
7       -               -       -     60    -     -                -                  -         -
8       -              50       -      -          -        -       -       -          -
9       -               -      59      -    -              -       -       -          -
10      -               -       -     61          -        -       -       -          -
11      -               -      55      -          -        -       -       -          -
12      -               -      57      -    -     -                -       -          -
13      -              51       -      -    -              -       -       -          -
14      -               -       -     72          -        -       -       -          -
15      -               -       -     76    -     -                -       -          -
16             -        -      55      -    -     -        -                          -         -
17      -              51       -      -    -     -        -                          -         -
18      -               -      58      -    -     -        -                          -         -
19             -        -       -     60    -     -        -                          -         -
20             -        -      59      -    -     -        -                          -         -
21      -              49       -      -    -     -        -                          -         -
22      -              52       -      -    -              -       -       -                    -
23             -       50       -      -          -        -       -       -                    -
24             -        -      55      -          -        -       -       -                    -
25      -              53       -      -    -     -        -                          -         -
26             -        -       -     60    -     -                -                  -         -
27      -               -      56      -    -     -                -       -          -
28             -        -       -     65    -              -       -                  -         -
29      -               -       -     60    -              -       -       -          -
30             -        -      57      -          -        -       -                  -         -
31      -               -      55      -    -     -                -                  -         -
32             -       45       -      -    -              -       -       -                    -
33      -               -      58      -    -     -                -       -                    -
34      -               -      57      -    -     -                -       -                    -
35      -               -      58      -    -     -        -               -                    -
36             -       47       -      -    -              -       -                  -         -
37      -              48       -      -          -        -       -       -                    -
38             -        -       -     61    -     -                -       -          -         -
39             -        -      58      -    -              -       -       -                    -
40             -        -      57      -    -     -        -               -                    -
41      -              50       -      -    -     -                -                  -         -
42      -              45       -      -    -              -       -                  -         -
43             -        -      59      -    -     -                -                  -         -
44      -               -      58      -    -     -                -       -                    -
45      -               -      57      -    -     -                -       -          -
46             -       47       -      -    -     -                -                  -         -
47      -              45       -      -    -     -                -       -          -         -
48             -        -      58      -    -     -                -                  -         -
49      -              45       -      -    -              -       -       -                    -
50      -               -      57      -    -     -                -                  -         -
                                                                                  iii
      Jenis Kelamin           Umur               Pendidikan               Pekerjaan
                                                                    PNS
No.                                                                 DAN Wiraswas
                      45-54   55-59   >60   SD   SMP   SMA    PT                    Buruh
                                                                   PENSIU   ta
                                                                    NAN
51             -       46       -      -    -           -     -              -          -
52      -               -       -     61    -           -     -      -                  -
53             -        -      58      -    -           -     -      -                  -
54      -               -      57      -    -           -     -      -                  -
55             -       47       -      -    -     -           -      -                  -
56      -               -      59      -    -     -           -              -          -
57             -        -       -     62    -     -           -      -       -
58      -              45       -      -    -           -     -              -          -
59             -       46       -      -    -           -     -              -          -
60             -        -      58      -          -     -     -              -          -
61             -        -      59      -    -     -           -      -       -
62             -        -       -     62    -     -           -                         -
63      -               -       -     63    -           -     -      -
64      -               -       -     64          -     -     -              -          -
65             -        -      56      -    -           -     -      -       -
66      -              47       -      -    -     -           -      -                  -
67             -        -      57      -    -           -     -              -          -
68      -               -       -     61          -     -     -      -                  -
69      -               -       -     60    -     -           -      -                  -
70      -               -       -     61    -           -     -              -          -
71             -        -       -     63    -     -           -      -       -
72      -               -       -     64    -     -           -      -                  -
73      -               -       -     70    -     -           -      -                  -
74      -               -       -     72    -           -     -      -                  -
75             -        -       -     70    -           -     -      -       -
76      -               -       -     65    -           -     -      -       -
77      -               -      59      -          -     -     -              -          -
78             -       47       -      -          -     -     -              -          -
79      -               -      58      -          -     -     -              -          -
80      -               -       -     61    -           -     -      -                  -
81             -        -      58      -    -     -           -      -                  -
82      -              46       -      -          -     -     -      -       -
83      -              45       -      -    -     -           -      -       -
84             -       47       -      -    -           -     -      -                  -
85      -              48       -      -          -     -     -      -                  -
86             -       49       -      -    -     -           -              -          -
87      -              48       -      -          -     -     -      -
88             -       50       -      -    -           -     -      -       -
89      -              47       -      -    -           -     -      -                  -
90             -        -      59      -    -           -     -              -          -
91      -               -       -     61    -     -           -      -       -
92             -        -       -     62          -     -     -      -                  -
93      -               -      58      -    -           -     -              -          -
94             -        -      57      -    -     -           -      -       -
95      -               -       -     63    -           -     -      -                  -
96             -        -      59      -          -     -     -      -       -
                                                                                                                             ii
                     TABULASI DATA KHUSUS RESPONDEN LANSIA
                           DI KELURAHAN SINGONEGARAN
  No.                                     No. Soal
                                                                                              Skor   Prosentase   Kriteria
Respon   1   2   3   4   5   6   7   8   9 10 11 12   13   14   15   16   17   18   19   20
   1     1   1   1   1   1   0   1   0   1 1 1 1      1    0    1    0    1    0    1    0     14       70%       Cukup
   2     1   0   1   1   1   0   0   0   1 1 0 1      0    1    0    0    1    1    1    0     11       55%       Kurang
   3     1   1   1   1   1   0   1   0   1 1 1 1      1    0    1    1    1    0    1    0     15       75%       Cukup
   4     1   1   1   1   1   1   0   1   1 1 1 1      1    1    1    0    1    0    1    0     16       80%        Baik
   5     1   0   1   1   1   0   1   0   1 1 0 1      0    1    0    0    1    0    0    0     10       50%       Kurang
   6     1   1   1   1   1   0   1   0   1 0 1 1      1    0    1    0    1    0    1    0     13       65%       Cukup
   7     1   1   1   1   1   0   1   0   1 1 1 1      1    0    1    1    1    1    0    1     16       80%        Baik
   8     1   1   1   0   1   1   0   0   1 1 0 1      0    1    0    0    1    0    0    0     10       50%       Kurang
   9     1   1   1   1   1   1   0   0   1 1 1 1      0    0    0    1    1    0    0    0     12       60%       Cukup
  10     1   1   1   1   1   0   1   0   1 1 1 1      1    1    1    0    1    0    1    0     15       75%       Cukup
  11     1   1   1   1   1   0   0   1   1 1 0 1      1    1    0    0    1    0    1    0     13       65%       Cukup
  12     1   1   1   0   0   0   1   1   1 1 1 1      1    0    1    1    1    1    1    0     15       75%       Cukup
  13     1   1   1   1   1   0   0   0   1 1 1 1      1    1    1    0    1    0    1    0     14       70%       Cukup
  14     1   1   1   1   1   0   0   0   1 1 1 0      0    1    1    1    1    0    0    1     13       65%       Cukup
  15     0   0   1   0   0   0   1   0   1 0 1 1      1    0    1    0    1    0    1    0      9       45%       Kurang
  16     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    0    1    0    0    0     16       70%       Cukup
  17     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    0    0    1    1    0    0     16       70%       Cukup
  18     1   1   1   1   1   1   1   1   0 0 1 1      1    1    1    1    0    1    1    1     17       75%       Cukup
  19     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 1      0    0    0    0    1    1    1    1     16       70%       Cukup
  20     1   1   1   1   1   1   1   1   0 1 1 0      1    1    1    1    1    1    1    0     17       75%       Cukup
  21     1   1   1   1   0   0   1   1   0 0 1 0      1    1    0    1    1    1    1    0     13       65%       Cukup
  22     1   1   1   1   1   1   1   1   1 0 1 0      1    1    0    0    1    0    1    1     15       75%       Cukup
  23     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 0      1    0    0    0    1    1    0    1     15       75%       Cukup
  24     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 0      0    1    1    0    1    1    0    0     15       75%       Cukup
  25     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 0      1    0    1    0    1    0    1    0     15       75%       Cukup
  26     1   1   1   1   1   1   1   1   0 1 1 0      1    0    1    0    1    1    0    0     14       70%       Cukup
  27     1   1   1   1   1   1   1   1   0 1 1 0      1    0    1    0    1    1    1    0     15       75%       Cukup
  28     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 0      1    0    0    1    1    0    0    0     14       70%       Cukup
  29     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 0      1    0    0    1    1    1    1    0     16       80%        Baik
  30     1   1   0   1   1   1   1   1   1 1 1 1      0    1    1    1    1    1    1    1     18       90%        Baik
  31     1   1   1   0   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    0    1    1     18       90%        Baik
  32     1   1   1   0   1   1   1   1   1 1 1 0      1    1    0    1    1    1    1    1     17       85%        Baik
  33     1   0   1   0   1   0   1   0   1 1 1 1      1    1    1    1    0    1    1    1     16       80%        Baik
  34     1   0   1   0   0   1   1   0   0 1 1 1      1    1    1    1    1    0    0    1     14       70%       Cukup
  35     1   0   1   1   1   1   1   1   0 1 1 1      1    1    1    1    1    1    1    1     18       95%        Baik
  36     1   0   1   1   1   1   0   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    1    1    0     17       85%        Baik
  37     1   0   1   1   1   0   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    0    1    1    0     16       80%        Baik
  38     1   1   1   0   0   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    0    0    1    1    0     15       75%       Cukup
  39     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    0    1    1     19       95%        Baik
  40     1   1   1   1   1   0   1   1   1 0 1 1      1    0    1    1    1    1    0    1     16       70%       Cukup
  41     1   0   1   1   1   0   1   1   1 1 1 1      1    1    1    0    1    1    0    1     16       70%       Cukup
  42     1   1   1   0   0   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    1    1    1     18       90%        Baik
  43     1   0   1   1   0   1   1   1   1 0 1 1      1    1    1    1    1    1    1    1     17       85%        Baik
  44     1   1   0   1   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    0    1    1     18       90%        Baik
  45     1   1   1   1   1   0   0   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    1    1    1     18       90%        Baik
  46     0   1   0   1   1   1   1   1   1 0 1 1      1    1    1    1    1    1    0    0     15       65%       Cukup
  47     0   1   1   1   0   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    1    0    1     18       90%        Baik
  48     1   1   1   1   1   1   0   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    1    0    1     18       90%        Baik
  49     1   1   1   1   1   1   1   1   0 1 1 1      1    0    1    1    1    0    1    1     17       85%        Baik
  50     1   1   1   1   1   1   1   1   1 1 1 1      1    1    1    1    1    0    1    1     19       95%        Baik
                                                                                                                        iii
 No.                                        No. Soal                                                       Prosenta
                                                                                                    Skor              Kriteria
Respo   1   2   3   4   5   6   7   8   9    10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20             se
 51     1   1   1   1   1   0   0   0   1    1    0    0    1    1    1    1    1    1    1    1      15       75%    Cukup
 52     1   1   1   0   0   1   1   1   1    1    1    1    1    1    0    0    1    1    1    1      16       80%    Baik
 53     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    0    0    1    1      18       90%    Baik
 54     1   1   1   1   1   0   0   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      18       90%    Baik
 55     1   1   1   1   1   1   1   1   0    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      19       95%    Baik
 56     1   1   1   0   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      19       95%    Baik
 57     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      20      100%    Baik
 58     1   1   1   0   0   1   1   1   0    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      17       85%    Baik
 59     1   0   0   1   1   0   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      17       85%    Baik
 60     1   1   1   0   0   1   1   1   1    0    1    1    1    1    1    1    1    0    1    1      16       80%    Baik
 61     0   1   1   1   1   1   0   1   1    1    1    0    0    1    1    1    1    1    1    1      16       80%    Baik
 62     1   1   1   0   0   1   1   1   1    1    1    1    0    0    1    1    1    1    0    1      15       75%    Cukup
 63     1   1   1   1   0   0   1   1   1    1    1    1    0    1    1    1    1    1    1    1      17       85%    Baik
 64     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    0    0    1      18       90%    Baik
 65     0   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    0    1    1    0    1    1      17       85%    Baik
 66     1   1   1   1   0   1   1   1   1    1    1    1    1    1    0    1    1    1    1    1      18       90%    Baik
 67     1   1   1   1   1   1   1   0   1    1    1    1    1    1    0    1    0    1    1    1      17       85%    Baik
 68     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    0    1    1    1    1    1    1      19       95%    Baik
 69     1   1   1   0   0   1   1   1   1    1    1    1    1    1    0    1    1    1    1    1      17       85%    Baik
 70     1   1   1   1   1   0   0   1   1    0    1    1    1    1    1    0    1    1    1    1      16       80%    Baik
 71     1   1   1   1   0   0   1   1   1    0    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      17       85%    Baik
 72     1   0   1   1   1   1   1   1   1    1    0    1    1    1    1    1    0    1    1    1      17       85%    Baik
 73     1   0   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    0    1    1      18       90%    Baik
 74     1   1   1   1   1   0   0   0   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    0    1      16       80%    Baik
 75     1   1   1   1   1   0   0   1   1    1    1    0    0    1    0    1    0    1    1    0      13       65%    Cukup
 76     1   0   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    0    1    1    1    0    0    1    1      16       80%    Baik
 77     1   0   1   0   1   1   1   1   1    0    1    1    1    1    1    0    1    1    1    1      16       80%    Baik
 78     1   1   1   0   1   0   0   0   1    0    0    1    1    1    1    0    0    1    1    1      12       60%    Cukup
 79     1   1   1   1   1   0   0   0   0    1    0    0    1    1    1    1    1    0    0    1      12       60%    Cukup
 80     1   1   1   1   1   1   1   0   1    1    1    1    0    0    1    1    1    0    0    1      15       75%    Cukup
 81     0   1   1   1   1   0   0   1   0    1    1    1    0    0    1    1    1    0    0    0      11       55%    Kurang
 82     1   1   1   1   1   1   1   0   0    1    0    1    0    1    0    0    1    1    1    1      14       70%    Cukup
 83     1   1   1   1   1   1   0   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1      19       95%    Baik
 84     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    0    0    1    1    1    1    1    0    1      17       85%    Baik
 85     1   0   0   1   0   1   1   1   1    1    1    1    1    1    0    0    1    1    1    0      14       70%    Cukup
 86     1   1   0   1   0   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    0    1    1    1    0      16       80%    Baik
 87     1   1   1   1   1   0   0   1   1    1    1    1    1    1    1    1    0    0    1    0      15       75%    Cukup
 88     1   1   1   1   1   0   1   1   1    1    1    0    0    1    1    1    1    1    1    0      16       80%    Baik
 89     1   1   1   1   1   1   1   1   1    1    1    0    0    1    1    1    1    1    1    1      18       90%    Baik
 90     1   1   1   1   1   1   1   0   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    0    0      17       85%    Baik
 91     1   0   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    0    1    1    0      17       85%    Baik
 92     1   1   1   0   1   0   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    0      17       85%    Baik
 93     1   1   0   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    0    1    1      18       90%    Baik
 94     1   1   1   0   0   1   1   1   1    1    0    0    1    0    0    0    1    1    1    1      13       65%    Cukup
 95     0   1   1   1   1   0   1   1   1    1    0    1    1    1    1    1    0    1    1    1      16       80%    Baik
 96     1   1   1   0   0   0   1   1   0    1    1    1    0    0    1    1    1    0    0    1      12       60%    Cukup
                                                                  ii




            LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH

NAMA                 : KURNIAWATI
NIM                  : 0602200134
PRODI                : KEBIDANAN
JUDUL KTI            : PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN
                       SEKSUAL        LANSIA       DI      KELURAHAN
                       SINGONEGARAN KOTA KEDIRI
Dosen Pembimbing I   : Koekoeh Hardjito, S.Kep.Ners.,M.Kes

 No   Tanggal/Jam          Revisi               Tanda Tangan
                                                             iii




            LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH

NAMA                 : KURNIAWATI
NIM                  : 0602200134
PRODI                : KEBIDANAN
JUDUL KTI            : PENGETAHUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN
                       SEKSUAL         LANSIA      DI KELURAHAN
                       SINGONEGARAN KOTA KEDIRI
Dosen Pembimbing I   : L.A. Wijayanti, M.Kep, Sp.Mat

 No   Tanggal/Jam         Revisi             Tanda Tangan
iv