PENGERTIAN AUDIT

Document Sample
PENGERTIAN AUDIT Powered By Docstoc
					 A.     PENGERTIAN AUDIT
Terdapat beberapa pengertian Auditing yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi.
Pengertian tersebut antara lain :
   1. Auditing menurut Alvin A. Arnes dan James K. Loebecke:
        “Auditing adalah pengumpulan dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan
        dan melaporkan derajat antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Auditing
        harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen.”
   2. Auditing menurut Sukrisno Agoes (dalam bukunya “Auditing: Pemeriksaan Akuntan
        Oleh Akuntan Publik):
        “Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis oleh
        pihak yang independen terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen
        beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya dengan tujuan untuk
        dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.”
Namun     pada    dasarnya    yang   dimaksud   dengan    audit/pemeriksaan   adalah   tindakan
membandingkan keadaan yang sebenarnya merupakan bagian dari tindakan yang diperlukan
manusia dalam kehidupannya, dan oleh karena itu bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat.

Jenis Audit umumnya dibagi menjadi 3 menurut Mulyadi (1998:28) yaitu:

 1.     Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit). Audit yang dilakukan oleh auditor
        independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan
        pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut yang harus sesuai dengan
        prinsip akuntansi berterima umum. Laporan Audit ini dibagikan kepada para pemakai
        Informasi Keuangan.
 2.     Audit Kepatuhan (Compliance Audit). Audit yang tujuannya untuk menentukan apakah
        yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Hasil audit kepatuhan
        umumnya dilaporkan kepada pihak yang berwenang membuat kriteria.
 3.     Audit Operasional (Operational Audit). Audit yang merupakan pemantauan secara
        sistematik kegiatan organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan
        tujuan tertentu.




                                                1
 B.    LANDASAN HUKUM


Landasan hukum yang berkaitan dengan pemeriksaan koperasi berdasarkan informasi yang di
kutip dari informasi penjelasan Undang-Undang No. 25 :
 a.    Aturan Hukum Pemeriksaan Koperasi terdapat dalam pasal 40 Undang-Undang No. 25
       Tahun 1992 Tentang Perkoperasian yang berbunyi bahwa Koperasi dapat meminta jasa
       audit kepada akuntan publik yang dalam penjelasannya dipaparkan bahwa pelaksanaan
       pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat
       terbuka, dan melindungi pihak yang berkepentingan dengan cara pemeriksaan (audit)
       terhadap laporan keuangan dan laporan lainnya sesuai dengan keperluan koperasi.

 b.    Aturan hukum yang lain yang digunakan sebagai dasar proses pemeriksaan dalam
       Koperasi yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan no. 27 (Revisi 1998) (Reformat
       2007) Tentang Akuntansi Perkoperasian yang harus digunakan dalam laporan material
       suatu organisasi koperasi. Sedangkan untuk auditornya yaitu harus sesuai dengan Standar
       Auditing yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik Per 1 Agustus 1994
       yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

 C.    TUJUAN AUDIT

       Dalam perusahaan yang berbadan hukum, manajemen perusahaan berkewajiban untuk
dapat melakukan pertanggungjawaban operasional perusahaan baik tentang laporan keuangannya
ataupun tentang non keuangannya. Perusahaan selain dapat meminta pelaksana jasa dari akuntan
publik sebagai Audit Ekstern yang biasanya dianggap lebih netral dan objektif, dapat juga
memiliki karyawan yang bertugas sebagai pelaksana pemeriksa Kinerja Koperasi yang disebut
dengan Audit Intern yang tentu saja harus bebas mental (independen).

       Menurut Hadiwidjaya (1996:172) bahwa, “Bentuk pemeriksaan di dalam sebuah
organisasi koperasi dapat digunakan istilah Internal Auditor Koperasi kepada karyawan koperasi
di bawah naungan pengurus sedangkan istilah Eksternal Auditor adalah Badan pemeriksa dari
laporan pengurus untuk dilaporkan kepada anggota koperasi yang dalam perangkat organisasi
koperasi disebut dengan Pengawas”. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penempatan
istilah Eksternal Auditor adalah badan pengawas yang memiliki tugas untuk memeriksa

                                              2
kewajaran laporan keuangan koperasi yang berada diluar kegiatan usaha pengurus bukan
Akuntan Publik kecuali pengawas memiliki keterbatasan untuk melaksanakannya.

       Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik yang dilakukan dalam rangka
peningkatan efisiensi, pengelolaan yang bersifat terbuka, dan melindungi pihak yang
berkepentingan dengan cara pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan dan laporan lainnya
sesuai dengan keperluan koperasi. Pemeriksaan Koperasi ini dilaksanakan dalam rangka Good
Corporate Governance yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang
berkepentingan. Oleh karena itu, perangkat koperasi khususnya pengurus dan pengawas haruslah
yang benar-benar memahami tentang akuntansi koperasi yang sesuai standar yang berlaku
umum, begitupun dengan anggota koperasi sebagai penerima pertanggungjawaban manajemen
koperasi. Sedangkan untuk audit internal yang terdapat dalam suatu organisasi koperasi harus
benar-benar memahami Standar Auditing yang berlaku umum dan haruslah berjiwa independen.

       Dalam Keputusan Menteri Koperasi, Pengusaha Kecil, Dan Menengah Republik
Indonesia tentang petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Dan Unit
Simpan Pinjam No 194/KEP/M/IX/1988 25 September 1998 Point V.1 Tentang Faktor Lain
Yang Mempengaruhi Penilaian terdapat peraturan yang dapat menurunkan satu tingkat kesehatan
Koperasi Simpan Pinjam dan Usaha Simpan Pinjam yang diantaranya salah satu faktor
yang tercantum dalam huruf e. dan berbunyi: “jika mempunyai volume pinjaman diatas Rp.
1.000.000.000,- (Satu milyar) tetapi tidak diaudit oleh akuntan publik atau koperasi jasa audit”.
Kalimat diatas memiliki arti bahwa jika suatu Koperasi Simpan Pinjam dan Usaha Simpan
Pinjam telah mencapai volume pinjamannya melebihi Rp. 1.000.000.000,- dan tidak melakukan
pemeriksaan oleh akuntan publik atau koperasi jasa audit maka akan menurunkan tingkat
kesehatan yang telah dimilikinya hal ini akan beredampak terhadap penilaian klasifikasi koperasi
yang dilakukan oleh Kelompok Kerja yang dibentuk oleh Menteri Negara Koperasi dan Usaha
Kecil dan Menengah beserta jajarannya.

       Hasil dari suatu pemeriksaan Keuangan dalam suatu organisasi koperasi baik yang
dihasilkan oleh audit intern maupun audit ekstern pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama
untuk memberikan laporan tentang keabsahan dan kewajaran Laporan Keuangan tersebut yang
akan disampaikan pada anggotanya, akan tetapi jika pemeriksaan Keuangannya dilakukan oleh

                                               3
audit eksternal dalam hal ini akuntan publik maka kemampuan laporan hasil pengauditan dapat
digunakan lebih luas lagi yaitu antara lain kepada Bank jika akan meminjam modal atau kepada
Investor sebagai penanam modal dan lain sebagainya.

       Hasil laporan audit memiliki keabsahan hukum, karena telah melakukan proses
pembuktian dari hasil pemeriksaan dengan memberikan laporan pendapat yang di terbitkan oleh
auditor yang independen dengan memiliki kekuatan hukum yang kuat. Proses pemeriksaan yang
dilakukan sesuai dengan standar auditing yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia
dengan cara memeriksa semua proses finansial dari mulai terjadi transaksi (perjanjian) yang
menghasilkan bukti transaksi sampai pembuatan laporan keuangan koperasi yang sesuai dengan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 Tentang Akuntansi Perkoperasian yang
meliputi Neraca, Perhitungan Hasil Usaha, Laporan Arus Kas, Laporan Promosi Anggota, dan
catatan atas laporan keuangan yang diterima umum dengan seluruh hasil sesuai dengan
kenyataan.

 D.    Laporan-Laporan yang dibutuhkan untuk Audit Koperasi

       Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.27 Revisi Tahun 1998 Reformat
2007 mengenai Akuntansi Perkoperasian, Laporan keuangan koperasi meliputi neraca,
perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota, dan catatan atas
laporan keuangan.

 1.    Neraca
              Neraca menyajikan informasi mengenai asset, kewajiban, dan ekuitas koperasi
       pada waktu tertentu.


 2.    Perhitungan Hasil Usaha (PHU)
              Perhitungan hasil usaha harus memuat hasil usaha dengan anggota dan laba atau
       rugi kotor dengan nonanggota.
              Perhitungan hasil usaha menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-
       beban usaha dan beban perkoperasian selama periode tertentu. Perhitungan hasil usaha
       menyajikan hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha. Sisa hasil usaha yang diperoleh


                                             4
     mencakup hasil usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan nonanggota.
     Istilah perhitungan hasil usaha digunakan mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak
     semata-mata diukur dari sisa hasil usaha atau laba tetapi lebih ditentukan pada manfaat
     bagi anggota.


3.   Laporan Arus Kas
            Laporan arus kas menyajikan informasi mengenai perubahan kas yang meliputi
     saldo awal kas, sumber penerimaan kas, dan saldo akhir kas pada periode tertentu.


4.   Laporan Promosi Ekonomi Anggota
            Dalam hal sisa hasil usaha tahun berjalan belum dibagi, maka manfaat ekonomi
     yang diperoleh anggota dari pembagian sisa hasil usaha pada akhir tahun buku dapat
     dicatat sebesar taksiran jumlah sisa hasil usaha yang akan dibagi untuk anggota.
     Laporan promosi ekonomi anggota adalah laporan yang memperhatikan manfaat
     ekonomi yang diperoleh anggota koperasi selama satu tahun tertentu. Laporan tersebut
     mencakup empat unsur yaitu;
       a.   manfaat ekonomi dari pembelian barang atau pengadaan jasa bersama
      b.    manfaat ekonomi dari pemasaran dan pengelolaan bersama
       c.   manfaat ekonomi dari simpan pinjam lewat koperasi
      d.    manfaat ekonomi dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha.
            Manfaat tersebut mencakup manfaat yang diperoleh selama tahun berjalan dari
     transaksi pelayanan yang dilakukan koperasi untuk anggota dan manfaat yang diperoleh
     pada akhir tahun buku dari pembagian sisa hasil usaha tahun berjalan. Laporan promosi
     ekonomi anggota ini disesuaikan dengan jenis koperasi dan usaha yang dijalankannya.
            Sisa hasil usaha tahun berjalan harus dibagi sesuai dengan ketentuan anggaran
     dan anggaran rumah tangga koperasi. Bagian sisa hasil usaha untuk anggota merupakan
     manfaat ekonomi yang diterima anggota pada akhir tahun buku. Dalam hal pembagian
     sisa hasil usaha tahun berjalan belum dibagi karena tidak diatur secara tegas
     pembagiannya dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga dan harus menunggu
     hasil usaha dapat dicatat atas dasar taksiran jumlah bagian sisa hasil usaha yang akan
     diterima oleh anggota.

                                             5
 5.   Catatan atas Laporan Keuangan
      Catatan atas laporan keuangan menyajikan pengungkapan (disclosures) yang memuat:
         a) Perlakuan akuntansi antara lain mengenai:
            (i)     Pengakuan pendapatan dan beban sehubungan dengan transaksi koperasi
                    dengan anggota dan nonanggota.
            (ii)    Kebijakan akuntansi tentang asset tetap, penilaian persediaan, piutang, dan
                    sebagainya.
            (iii)   Dasar penetapan harga pelayanan kepada anggota dan nonanggota.
         b) Pengungkapan informasi lain antara lain:
            (i)     Kegiatan atau pelayanan utama koperasi kepada anggota baik yang
                    tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga maupun
                    dalam praktik atau yang telah dicapai oleh koperasi.
            (ii)    Aktivitas     koperasi   dalam     pengembangan        sumber   daya   dan
                    mempromosikan usaha ekonomi anggota, pendidikan dan pelatihan
                    perkoperasian, usaha, manajmen yang diselenggarakan untuk anggota, dan
                    penciptaan lapangan usaha baru untuk anggota.
            (iii)   Ikatan atau kewajiban bersyarat yang timbul dan transaksi koperasi
                    dengan anggota dan nonanggota.
            (iv)    Pengklasifikasian piutang dan utang yang timbul dari transaksi koperasi
                    dengan anggota dan nonanggota.
            (v)     Pembatasan penggunaan dan risiko atas asset tetap yang diperoleh atas
                    dasar hibah atau sumbangan.
            (vi)    Aset yang dioperasikan oleh koperasi tetapi bukan milik koperasi
            (vii)   Aset yang diperoleh secara hibah dalam bentuk pengalihan saham dari
                    perusahaan swasta.
            (viii) Pembagian sisa hasil usaha dan penggunaan cadangan.
            (ix)    Hak dan tanggungan pemodal modal penyertaan
            (x)     Penyelenggaraan rapat anggota, dan keputusan-keputusan penting yang
                    berpengaruh terhadap perlakuan akuntansi dan penyajian laporan
LAMPIRAN

                                             6
         Lampiran ini hanya ilustrasi dan bukan bagian dari Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan ini. Tujuan lampiran ini adalah mengilustrasikan penerapan Pernyataan ini dalam
rangka membantu memahami artinya. Urutan penyajian dan deskripsi, bila perlu, dapat diubah
sesuai dengan kondisi masing-masing koperasi agar tercapai penyajian laporan keuangan secara
wajar.



                           KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT
                                       NERACA
                               31 Desember 20X1 dan 20X0

AKTIVA                             20X1      KEWAJIBAN DAN EKUITAS               20X1
20X0                                         20X0



AKTIVA LANCAR Rp Rp                          KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

Kas dan Bank                        xxxxx    Hutang Usaha                     Rp xxxxx
xxxxx                                        Rp xxxxx

Investasi Jangka Pendek             xxxxx    Hutang Bank                         xxxxx
xxxxx                                        xxxxx

Piutang Usaha                       xxxxx    Hutang Pajak                        xxxxx
xxxxx                                        xxxxx

Piutang Pinjaman Anggota            xxxxx    Hutang Simpanan Anggota             xxxxx
xxxxx                                        xxxxx

Piutang Pinjaman Non-                        Hutang Dana Bagian SHU              xxxxx
                                             xxxxx
Anggota                            xxxxx
xxxxx                                        Hutang Jangka Panjang

Piutang Lain-lain                  xxxxx     Akan Jatuh Tempo                    xxxxx
xxxxx                                        xxxxx

Peny. Piutang Tak Tertagih        (xxxxx)    Biaya Harus Dibayar                 xxxxx
(xxxxx)                                      xxxxx

Persediaan                         xxxxx     Jml. Kwj. Jangka Pendek          Rp xxxxx

                                             7
xxxxx                                   Rp xxxxx

Pendapatan Akan Diterima       xxxxx
xxxxx
                                        KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Jumlah Aktiva Lancar        Rp xxxxx
Rp xxxxx                                Hutang Bank                     Rp xxxxx
                                        Rp xxxxx

                                        Hutang Jangka Panjang lainnya     xxxxx
INVESTASI JANGKA PANJANG                xxxxx

Penyertaan Pada Koperasi    Rp xxxxx    Jumlah Kewajiban
Rp xxxxx
                                        Jangka Panjang                  Rp xxxxx
Penyertaan Pada Non- Kop.     xxxxx     Rp xxxxx
xxxxx

Jumlah Investasi Jangka
                                        EKUITAS
Panjang                     Rp xxxxx
Rp xxxxx                                Simpanan Wajib                  Rp xxxxx
                                        Rp xxxxx

                                        Simpanan Pokok                     xxxxx
AKTIVA TETAP                            xxxxx

Tanah/Hak atas Tanah        Rp xxxxx    Modal Penyetaraan
Rp xxxxx
                                        Partisipasi Anggota                xxxxx
Bangunan                      xxxxx     xxxxx
xxxxx
                                        Modal Penyertaan                   xxxxx
Mesin                         xxxxx     xxxxx
xxxxx
                                        Modal Sumbangan                    xxxxx
Iventaris                     xxxxx     xxxxx
xxxxx
                                        Cadangan                           xxxxx
Akumulasi Penyusutan          (xxxxx)   xxxxx
(xxxxx)
                                        SHU Belum Dibagi                   xxxxx
Jumlah Aktiva Tetap         Rp xxxxx    xxxxx
Rp xxxxx
                                        Jumlah Ekuitas                  Rp xxxxx


                                        8
                                        Rp xxxxx

AKTIVA LAIN-LAIN

Ak. Tetap Dalam Konstruksi   Rp xxxxx   JUMLAH KEWAJIBAN
Rp xxxxx
                                        DAN EKUITAS        Rp xxxxx
Beban Ditangguhkan             xxxxx    Rp xxxxx
xxxxx

Jumlah Aktiva Lain-lain      Rp xxxxx
Rp xxxxx



JUMLAH AKTIVA                Rp xxxxx
Rp xxxxx




                                        9
                         KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT
                            PERHITUNGAN HASIL USAHA
                  Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 19X1 dan 19X0


                                                         20X1             20X0

PARTISIPASI ANGGOTA
Partisipasi Bruto Anggota                              Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Beban Pokok                                              (xxxxxx)         (xxxxxx)
        Partisipasi Neto Anggota                       Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

PENDAPATAN DARI NON-ANGGOTA
Penjualan                                              Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Harga Pokok                                              (xxxxxx)         (xxxxxx)
Laba (Rugi) Kotor Dengan Non-Anggota                   Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
       Sisa Hasil Usaha Kotor                          Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

BEBAN OPERASI:
Beban Usaha                                              (xxxxxx)        (xxxxxx)
       Sisa Hasil Usaha Koperasi                       Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Beban Perkoperasian                                      (xxxxxx)        (xxxxxx)
       Sisa Hasil Usaha Setelah Beban Perkoperasian    Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Pendapatan dan Beban Lain-lain                             xxxxxx          xxxxxx
       Sisa Hasil Usaha Sebelum Pos-pos Luar Biasa     Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Pendapatan Dan Beban Luar Biasa                            xxxxxx          xxxxxx
       Sisa Hasil Usaha Sebelum Pajak                  Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
Pajak Penghasilan                                         (xxxxxx)        (xxxxxx)
       Sisa Hasil Usaha Setelah Pajak                  Rp xxxxxx        Rp xxxxxx




                                            10
                        KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT
                     LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA
                 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 20X1 dan 20X0
                                (Koperasi Konsumen)

                                                         20X1           20X2
PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN

MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN
       PRODUK ANGGOTA:
- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar
       Harga Koperasi                                 Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
- Pemasaran Produk Anggota Atas
       Dasar Harga Pasar                                (xxxxxx)         (xxxxxx)

       Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi
              Pemasaran Produk Anggota                Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN
       BARANG UNTUK ANGGOTA:
- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Pasar             Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi            (xxxxxx)         (xxxxxx)

       Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi
              Pengadaan Barang Untuk Anggota          Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

MANFAAT EKONOMI DARI SIMPAN
       PINJAM LEWAT KOPERASI:
- Penghematan Beban Pinjaman Anggota                  Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

- Kelebihan Balas Jasa Simpanan Anggota
        Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi
               Penyediaan Jasa Untuk Anggota            (xxxxxx)         (xxxxxx)

       Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama
              Tahun Berjalan                          Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN
Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan
      Untuk Anggota                                   Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
      Jumlah Promosi Ekonomi Anggota                  Rp xxxxxx        Rp xxxxxx




                                           11
                        KOPERASI PEMBANGUNAN RAKYAT
                     LAPORAN PROMOSI EKONOMI ANGGOTA
                 Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 20X1 dan 20X0
                                 (Koperasi Produsen)

                                                         20X1             20X0
PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN

MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN
       PRODUK ANGGOTA:
- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar
       Harga Pasar                                    Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
- Pemasaran Produk Anggota Atas Dasar
       Harga Koperasi                                   (xxxxxx)         (xxxxxx)
Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pemasaran
       Produk Anggota                                 Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN
       BARANG UNTUK ANGGOTA:
- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Pasar             Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
- Pengadaan Barang Atas Dasar Harga Koperasi            (xxxxxx)         (xxxxxx)
Jumlah Promosi Ekonomi Dari Transaksi Pengadaan
       Barang Untuk Anggota                           Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

MANFAAT EKONOMI DARI PENYEDIAAN
       JASA UNTUK ANGGOTA:
- Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Pasar              Rp xxxxxx        Rp xxxxxx
- Penyediaan Jasa Atas Dasar Harga Koperasi             (xxxxxx)         (xxxxxx)
Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Penyediaan
       Jasa Untuk Anggota                             Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

Jumlah Promosi Ekonomi Anggota Selama
       Tahun Berjalan                                 Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN
Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan
      Untuk Anggota                                   Rp xxxxxx        Rp xxxxxx

Jumlah Promosi Ekonomi Anggota




                                           12

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:19792
posted:11/6/2010
language:Indonesian
pages:12