Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

__manajemen usaha tani

Document Sample
__manajemen usaha tani Powered By Docstoc
					                            KATA PENGANTAR




Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat     membangun        demi       kesempurnaan        makalah         ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.




                                                      Jatinangor, September 2010




                                                                  Penyusun
                                 DAFTAR ISI




Kata Pengantar                                ........................................        i

Daftar Isi                                                                                    ii

BAB I Pendahuluan                                                                   ...       1

1.1 Latar Belakang                                                                       ..   1

1.2 Rumusan Masalah                                ...................................        1

1.3 Tujuan Penulisan                                                                      .   1

1.4 Sistematika Penulisan                                                                .    1

BAB II Pembahasan                                ....................................         2

2.1 Mendefinisikan beberapa istilah dalam bidang pertanian                           ..       2

2.2 Memaparkan alat-alat pertanian yang mendukung kegiatan usaha tani                         6
beserta gambar,nama dan fungsi                                                       ..

BAB III Penutup                                                                               8

Daftar Pustaka                                                                           ..   9
                                         BAB I

                                PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
           Pertanian adalah   kegiatan     pemanfaatan sumber     daya    hayati yang
    dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau
    sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan
    sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang
    sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam. Usaha tani (farming) adalah bagian
    inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam
    budidaya.
1.2 Rumusan Masalah
          Rumusan masalah yang terkaji dari yaitu memperoleh pengertian dari beberapa
    istilah bidang pertanian dan memperkenalkan beberapa alat pertanian sebagai
    pendukung kegiatan usaha tani melalui gambar,nama dan fungsinya.
1.3 Tujuan Penulisan
          Tujuan dibuatnya makalah ini untuk memahami beberapa bagian dalam kegiatan
    usaha tani dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Usaha Tani
    Berskala Kecil.
1.4 Sistematika Penulisan
    Kata Pengantar
    BAB I Pendahuluan
    BAB II Pembahasan
    BAB III Penutup
    Daftar Pustaka
                                        BAB II
                                  PEMBAHASAN


Istilah yang Terdapat dalam Bidang Pertanian


           Berikut ini adalah definisi dari beberapa istilah yang terdapat dalam bidang
   pertanian, diantaranya :


   1. SRI (System Of Rice Intersification)

           Sistem Intensifikasi Padi (SRI) adalah metode untuk meningkatkan hasil padi
           yang dihasilkan dalam pertanian. Ini dikembangkan pada tahun 1983 oleh Bapa
           Yesuit Perancis Henri de Laulanie di Madagaskar.


           SRI konsep dan praktek terus berkembang karena mereka sedang disesuaikan
           untuk tadah hujan (tegalan) kondisi dan dengan tanam yang digantikan oleh
           langsung-penyemaian.


           Sintesis SRI telah berjalan secara empiris, tetapi prinsip-prinsip utama untuk
           mendapatkan hasil terbaik adalah sawah tanah lapangan harus dijaga lembab
           daripada terus menerus jenuh, meminimalkan kondisi anaerobik, karena hal ini
           meningkatkan pertumbuhan akar dan mendukung pertumbuhan dan
           keragaman organisme tanah aerobik dan bibit padi harus ditransplantasikan
           ketika muda, kurang dari 15 hari tua dengan hanya dua daun, dengan cepat,
           dangkal dan hati-hati, untuk menghindari trauma pada akar dan untuk
           meminimalkan shock transplantasi. Perubahan ini dari praktik konvensional
           ketika mengelola tanaman, tanah, air dan nutrisi menyebabkan fenotipe lebih
           produktif dari setiap genotipe beras, meskipun beberapa varietas merespon
           lebih baik dari orang lain untuk metode SRI.
       2. Hidroponik
   Hidroponik berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos
   yang artinya daya. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang
   mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau
   soilles. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha
   komersial harus diperhatikan. Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai
   nilai jual diatas rata-rata, yaitu: a. Paprika b. Tomat c. Timun Jepang d. Melon
   e. Terong Jepang f. Selada


3. Aeroponik



   Aeroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman hidroponik. Cara ini
   belum sefamiliar cara-cara hidroponik lainnya (seperti cara tetes, NFT -
   Nutrient Film Technique). Kalau dilihat dari kata-kata penyusunnya, yaitu
   terdiri dari Aero + Phonic. Aero berarti udara, phonik artinya cara budidaya,
   arti secara harafiah cara bercocok tanam di udara, atau bercocok tanam
   dengan system pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara
   tanpa media (misalkan tanah), dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara
   spraying ke akarnya.


   Beberapa alasan menggunakan system aeroponik adalah sebagai berikut :
   Luasan lahan untuk pertanian dengan tanah semakin berkurang, harga
   sewa/beli tanah juga mahal. Dengan menerapkan system aeroponik akan
   mengurangi ketergantungan ketersediaan tanah dan tidak dibutuhkan rotasi
   lahan. Dengan system ini setiap saat kita bisa menanam, yang akhirnya setiap
   hari bisa memanen.
4. Tumpang Sari



   Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa
   pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam
   waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari yang umum
   dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua
   jenis tanaman budidaya yang sama, seperti jagung dan kedelai, atau jagung
   dan kacang tanah. Dalam kepustakaan, hal ini dikenal sebagai double-cropping.
   Penanaman yang dilakukan segera setelah tanaman pertama dipanen (seperti
   jagung dan kedelai atau jagung dan kacang panjang) dikenal sebagai tumpang
   gilir.

   Tumpang sari dapat pula dilakukan pada pertanaman tunggal (monokultur)
   suatu tanaman perkebunan besar atau tanaman kehutanansewaktu tanaman
   pokok masih kecil atau belum produktif. Hal ini dikenal sebagai tumpang
   sela (intercropping). Jagung atau kedelai biasanya adalah tanaman sela yang
   dipilih. Dalam kehutanan hal ini disebut sebagai wana tani. Suatu konsep
   serupa juga diterapkan bagi budidaya padi dan ikan air tawar yang dikenal
   sebagai mina tani.




5. Sistem Surjan


   Sistem surjan merupakan salah satu system tradisional yang banyak
   dikembangkan di wilayah yang mempunyai kendala biofisik, terutama di
   wilayah yang selalu tertimpa banjir atau tergenang permanen, sehingga petani
   tidak mungkin melaksanakan usaha taninya. System surjan sesuai untuk
   dikembangkan di lahan pasang surut, dataran banjir permanen dan lahan
   gambut. Melalui system surjan lingkungan tanah diperbaiki, sehingga
   produktivitas tanah dapat ditingkatkan.
   System surjan memenuhi tiga prinsip dasar meningkatkan ketersediaan pangan


   1. Memperluas areal yang dapat ditanami untuk tanaman pangan
   2. Maningkatkan hasil tanaman per satuan luas
   3. Meningkatkan jumlah tanaman yang dapat ditanam untuk setiap tahunnya

   Pada bagian lahan yang ditinggikan pengatusannya dapat diperbaiki,
   sehingga tanaman selain padi dapat diusahakan, dan bagian alur yang
   tergenang air dapat dimanfaatkan untuk sawah sepanjang tahun,
   bahkan dapat dimanfaatkan untuk usaha perikanan.


6. Diversifikasi Tanaman


   Dalam konteks pertanian,diversifikasi dapat dianggap sebagai alokasi-ulang
   dari beberapa sumber daya produktif pertanian, seperti tanah, modal,
   peralatan pertanian dan tenaga kerja dibayar, menjadi kegiatan baru. Ini dapat
   tanaman baru atau produk ternak, nilai tambah kegiatan, penyediaan jasa
   kepada petani lain dan, terutama di negara-negara kaya, kegiatan non-
   pertanian seperti restoran dan toko. Faktor yang menyebabkan keputusan
   untuk diversifikasi banyak, tetapi meliputi; mengurangi risiko, menanggapi
   permintaan konsumen yang terus berubah atau mengubah kebijakan
   pemerintah, menanggapi guncangan eksternal dan, baru-baru ini, sebagai
   konsekuensi dari perubahan iklim.


   Sedangkan diversifikasi tanaman dapat diartikan sebagai pemberdayaan
   pertanian dengan cara menambah ragam varietas dalam satu musim tanam
   sehingga dapat memanen beberapa varietas dalam waktu yg bersamaan atau
   penganekaragaman produk yang dibudidayakan, dikelola atau
   diolah. Contohnya di lahan kebun singkong ditanami juga tanaman kemangi
   atau cabai di sela-selatanaman singkong. Maka sekali panen akan mendapat 3
   keuntungan bersamaan.
           Peralatan Pendukung Kegiatan Usaha Tani




Gunting Dahan
Alat ini sangat cocok untuk memotong Dahan, Buah atau Ranting di
perkebunan seperti misalkan Kebun Sawit,,dengan Gunting Galah ini pekerjaan
yang sulit semakin mudah untuk dikerjakan,




  Mesin Pemotong Kayu Bobot Ringan
  Mesin Pemotong Kayu bobot hanya 2,3 Kg dapat diandalkan untuk
  membelah kayu dengan mudah.
Handsprayer




Pestisida yang dipakai dalam budidaya tanaman umumnya berbentuk cairan
dan ada pula yang berbentuk tepung, digunakan untuk mengendalikan
gulma, hama dan penyakit tanaman. Untuk mengaplikasikannya pestisida
cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer.
                                         BAB III
                                       PENUTUP




Kesimpulan


          Kegiatan pertanian adalah segala kegiatan usaha tani seperti pembudidayaan
   tanaman, seperti bercocok tanam, menggarap lahan, pemupukan, hingga panen. Dalam
   kegiatan tersebut kita perlu mengetahui istilah-istilah dalam pertanian, seperti SRI,
   hidroponik, aeroponik, sistem surjan, tumpang sari, difersivikasi dan tanaman. Selain itu
   kegiatan usaha tani membutuhkan alat pendukung yaitu alat-alat pertanian seperti
   gunting dahan, mesin pemotong kayu dan handsprayer. Alat-alat tersebut memang
   sudah tergolong modern karena disesuaikan dengan era yang sudah berkembang
   seperti sekarang ini. Dengan teknologi modern tersebut dapat mempermudah para
   petani untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya. Alat pendukung tersebut hanya
   sebagian kecil dari sekian banyak alat yang berada dibidang pertanian.
                               DAFTAR PUSAKA



1. http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Tumpang_sari
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Agricultural_diversification
4. http://aeroponik-leo.blogspot.com/
5. http://books.google.co.id : Penerapan Pertanian Organik
6. http://en.wikipedia.org/wiki/System_of_Rice_Intensification

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:702
posted:11/5/2010
language:Indonesian
pages:11