Docstoc

PERMAINAN THEMATIC DOMINOES SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS

Document Sample
PERMAINAN THEMATIC DOMINOES SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS Powered By Docstoc
					JUDUL:

PERMAINAN THEMATIC DOMINOES SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS




Kerangka:

   I.       Pendahuluan


   II.      Hakikat Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP
            2.1 Hakikat Belajar-mengajar
            2.2 Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP
            2.3 Pembelajaran Kosakata
            2.4 Metode Pembelajaran Kosakata


   III.     Media Pembelajaran
            3.1 Pengertian Media Pembelajaran
            3.2 Jenis-jenis Media Pembelajaran
            3.3 Media Pembelajaran Kosakata


   IV.      Media Permainan Thematic Dominoes dalam Pembelajaran kosakata
            4.1 Pengertian Permainan Thematic Dominoes
            4.2 Pembelajaran Kosakata dengan Teknik Permainan Thematic
               Dominoes


   V.       Penutup
PERMAINAN THEMATIC DOMINOES SEBAGAI
  MEDIA PEMBELAJARAN PENGUASAAN
     KOSAKATA BAHASA INGGRIS



               MAKALAH

          Diajukan untuk Memenuhi
        Tugas Mata Kuliah Karya Ilmiah


                    Oleh:
          YAYUK UTAMININGSIH
           NIM 004/MTP/GNJ/2010




         UNIVERSITAS JAMBI
      PROGRAM PASCA SARJANA
       TEKNOLOGI PENDIDIKAN
             November, 2010
1.   Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
         Bahasa Inggris dipandang menjadi salah satu bahasa asing yang penting di
Indonesia. Seperti yang diketahui, bahasa Inggris merupakan Bahasa internasional
yang menghubungkan beberapa Negara didunia. Bahasa Inggris juga sebagai
bahasa yang digunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu
pengetahuan, pendidikan, bisnis, dan hiburan. Oleh karena itu, pemerintah
Indonesia telah memutuskan bahwa bahasa Inggris merupakan salah mata
pelajaran inti dalam pendidikan formal, seperti TK, SD, SMP atau SMA.
         Ada empat kemampuan yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
Bahasa Inggris, yaitu; kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca dan
menulis. Untuk menguasai setiap kemampuan, siswa dituntut mampu menguasai
kosakata yang sedang digunakan. Media pembelajaran dapat membantu
meningkatkan kemampuan-kemampuan berbahasa Inggris, termasuk didalamnya
membantu siswa untuk menguasai kosakata Bahasa Inggris. Salah satu media
yang biasa digunakan dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris
adalah    permainan.    Permainan   bisa   menjadikan    suasana   belajar   yang
menyenangkan. Apabila terjadi suasana belajar yang menyenangkan maka mudah
bagi siswa menangkap pelajaran yang diberikan. Permainan Thematic Dominoes
adalah permainan yang dibuat untuk bisa memperkaya penguasaan kosakata
Bahasa Inggris.
         Thematic Dominoes merupakan sejenis permainan domino bertema. Tema
dalam permainan ini berasal dari pelajaran yang dipelajari sesuai dengan buku
panduan Bahasa Inggris. Misalnya temanya mengenai Profession, maka kosakata
yang ada dalam permainan adalah kosakata yang berhubungan dengan profesi.
Thematic Dominoes bisa dimainkan dalam kelompok. Sama halnya seperti
permainan domino, hanya saja dalam Thematic Dominoes siswa mencari jawaban
berupa kosakata berdasarkan pertanyaan yang telah disediakan. Permainan
Thematic Dominoes menuntut siswa untuk aktif berkompetisi menemukan
pemenang dalam permainan.
        Diharapkan dengan permainan Thematic Dominoes, siswa benar-benar
bisa memperbanyak kosakata yang dimiliki. Apabila siswa kaya akan kosakata,
maka mempermudah mereka untuk meningkatkan kemampuan dalam Bahasa
Inggris.


1.2 Rumusan Masalah
        Adapun rumusan makalah pada makalah ini: Apakah media pembelajaran
permainan Thematic Dominoes memiliki efektifitas dalam penguasaan kosakata
Bahasa Inggris?


1.3 Tujuan Penulisan
        Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar
efektifitas   permainan   Thematic    Dominoes   sebagai   media   pembelajaran
penguasaan kosakata Bahasa Inggris.


2.   Hakikat Pembelajaran Bahasa Inggris
2.1 Hakikat Belajar-mengajar
        Belajar-mengajar pada prinsipnya menggambarkan interaksi proses antara
tenaga pengajar dan peserta didik. Pada hakikatnya dalam proses belajar-
mengajar, tenaga pengajar harus mempunyai beberapa strategi pembelajaran yang
mampu membentuk situasi belajar baru pada setiap proses belajar. Hal tersebut
sangat diperlukan agar peserta didik memperoleh hasil belajar yang maksimal.
        Menurut Sudjana dalam Darningsih (2005:9), dalam istilah pembelajaran
tercakup dua konsep yang saling terkait, yaitu belajar dan mengajar. Belajar
adalah suatu proses yang ditandai oleh adanya perubahan pada diri seseorang.
Perubahan itu dapat berupa perubahan pengetahuannya, pemahamannya, sikap
dan tingkah lakunya, kecakapan ketrampilannya, daya kreasinya, daya
penerimaannya, dan lain-lain aspek yang ada pada individu. Sementara itu
mengajar adalah fasilitas proses belajar yang membutuhkan perubahan atau
peningkataan tersebut. Mengajar yaitu proses mengatur, mengorganisasikan
lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menimbulkan atau
mendorong siswa melakukan proses belajarnya.
       Darsono (2000:71) pembelajaran harus mampu membina kemahiran pada
peserta didik untuk secara kreatif sehingga dapat menghadapi situasi sejenis atau
bahkan situasi yang baru sama sekali dengan cara yang memuaskan. Dalam
rangka penyelenggaraaan kehendak tersebut diperlukan perencanaan yang terpadu
atas komponen-komponen dan variabel-variabel yang ada dalam proses
pembelajaran tersebut sehingga aktifitas tujuan dapat tercapai. Terdapat lima
komponen utama yang saling terkait satu dengan lainnya dalam proses
pembelajaran, yaitu tujuan, bahan, metode, media, dan penilaian. (Sudjana dalam
Darningsih, 2005:9).


2.2 Pembelajaran Bahasa Inggris
       Pembelajaran Bahasa Inggris adalah suatu kegiatan sadar atau disengaja
yang    menggunakan      alat   komunikasi     Bahasa    Inggris    dalam    proses
pembelajarannya. Pembelajaran Bahasa Inggris sangat diperlukan agar nantinya
peserta didik mampu mengaplikasikan pembelajaran tersebut dalam meningkatkan
interaksi global.
       Dalam bukunya Sugandi, dkk (2004:9) menyatakan bahwa pembelajaran
terjemahan dari kata “instruction” yang berarti self instruction (dari internal) dan
eksternal instructions (dari eksternal). Pembelajaran yang bersifat eksternal antara
lain datang dari guru yang disebut teaching atau pengajaran. Dalam pembelajaran
yang bersifat eksternal prinsip-prinsip belajar dengan sendirinya akan menjadi
prinsip-prinsip pembelajaran.
       Pengertian Bahasa Inggris itu sendiri adalah mata pelajaran yang
digunakan sebagai wahana untuk meningkatkan interaksi global dimana dalam
interaksi itu memerlukan Bahasa sebagai alat berkomunikasi. Penguasaan Bahasa
asing menjadi lebih penting. Secara individual, penguasaan Bahasa asing menjadi
salah satu modal utama keunggulan kompetitif dan oleh sebab itu penguasaan
Bahasa asing menjadi salah satu ciri sumber daya manusia yang berkualitas (Huda
dalam Darningsih, 2005:11).
       Depdiknas 2003 dalam Darningsih (2005:11), tujuan pembelajaran bahasa
Inggris merupakan suatu usaha supaya siswa memiliki keterampilan berbahasa
dengan tingkat penguasaan kosakata sebanyak 1.000 kata sesuai dengan minat,
perkembangan siswa dan tata bahasa tertentu. Selain tujuan, pembelajaran bahasa
Inggris juga mempunyai fungsi dan ruang lingkup sesuai dengan kurikulum
bahasa inggris 2004. Fungsi mata pelajaran bahasa Inggris itu sebagai berikut; (1)
mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dalam
bentuk lisan atau tertulis. (2) Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan
(listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). (3)
menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa baik bahasa Inggrissebagai
bahasa asing dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu melalui perbandingan ke
dua bahasa tersebut. (4) mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan
antar bahasa budaya serta memperluas cakrawala budaya. Dengan demikian siswa
dapat melintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman. Sedang ruang
lingkup pelajaran bahasa Inggris meliputi : Ketrampilan berbahasa yaitu,
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dan Unsur-unsur kebahasaan
mencakup: tata bahasa, kosakata, lafal dan ejaan.


2.3 Pembelajaran Kosakata
       Pembelajaran merupakan kondisi eksternal yang bekerjasama dan saling
terkait dengan belajar untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Sedangkan
kosakata adalah kata-kata yang selalu dibutuhkan untuk merangkai suatu kalimat.
Sehingga pembelajaran kosakata adalah kegiatan eksternal yang diciptakan oleh
tenaga pengajar dalam pengajaran kata-kata sehingga dapat mencapai sasaran
yang diinginkan, yang dalam hal ini peserta didik mampu menguasai kosakata dan
merangkainya kedalam kalimat.
       Berdasarkan Oxford Advanced Learner's Dictionary, kosakata adalah
sebuah kata yang diketahui dan digunakan oleh kebanyakan orang atau semua
kata dalam bahasa tertentu yang digunakan orang-orang ketika mereka berbicara
mengenai topik tertentu. Dalam literatur lain, Harmer (2002:2) mendefinisikan
kosakata sebagai salah satu kunci dalam belajar bahasa Inggris. Dari definisi ini,
penting untuk menyadari bahwa kosakata yang dimiliki oleh peserta didik harus
dikembangkan. Peserta didik menggunakan kosakata dalam setiap percakapan
untuk mengekspresikan ide mereka karena kosa kata terdiri dari kata-kata
(Harmers, 2002:2).
       Kosakata tidak hanya membantu peserta didik untuk mengkomunikasikan
pikiran dan ide, tetapi kosakata juga membantu peserta didik untuk memahami
apa yang dipikirkan, dirasa dan dimaksudkan (Anderson, 1969:73). Ada berbagai
cara di mana peserta didik secara sistematis dapat meningkatkan daya kata mereka
seperti; dengan cara membaca atau memainkan permainan Bahasa Inggris. Dalam
hal ini, tidak semua cara akan sama-sama berguna atau menarik bagi peserta
didik, tapi dari cara-cara itu peserta didik harus mampu mengembangkan strategi
mereka sendiri untuk memperkuat kosakata mereka (Anderson, 1969:73).
Penguasaan kosakata juga bisa memanfaatkan sumber-sumber lain seperti kamus,
koran, majalah atau buku lainnya yang mempunyai konteks Bahasa Inggris.
       Harmer (2002:13) mengatakan bahwa tanpa tata bahasa sangat sedikit
yang dapat disampaikan, dan tanpa ada kosakata tidak ada yang dapat
disampaikan. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa kosakata
adalah unsur penting dalam belajar bahasa Inggris. Kosakata merupakan kunci
penguasaan bahasa dan kosakata dianggap sebagai salah satu hal yang paling
penting dalam belajar Bahasa Inggris, terutama dalam belajar bahasa asing.


3.   Media Pembelajaran
3.1 Pengertian Media pembelajaran
       Media pembelajaran adalah alat atau sarana yang digunakan dalam proses
pembelajaran sehingga memudahkan tenaga pengajar dalam menyampaikan
materi yang akan diajarkan. Media pembelajaran bisa berupa gambar, modul,
buku teks, alat-alat teknologi dan sejenisnya.
       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, media bermakna alat atau sarana
komunikasi. Menurut Arsyad dalam bukunya Media Pembelajaran (2002:3), kata
media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah atau
perantara atau pengantar. Gerlach dan Ely dalam Arsyad (2002:3) mengatakan
bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks dan
lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus Gerlach dan Ely
menjelaskan bahwa pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
       Heinich dan kawan-kawan dalam Arsyad (2002:4) mengemukakan istilah
media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-
bahan cetakan dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu
membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau
mengandung msksu-maksud pengajaran maka media itu disebut media
pembelajaran. Sejalan dengan batasan ini, Hamidjojo dalam Latuheru dalam
Arsyad (2002:4) memberi batasan media sebagai bentuk perantara yang
digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau
pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai
kepada penerima yang dituju.


3.2 Jenis-jenis Media Pembelajaran
       Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan
teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut (Seels dan Richey dalam
Arsyad, 2002:29), media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat,
yaitu (1) media hasil teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3)
media hasil teknologi yang berdasarkan komputer dan (4) media hasil gabungan
teknologi cetak dan komputer. Menurut Seels dan Richey dalam Arsyad
(2002:29), teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan
materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses percetakan
mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks,
grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual
merupakan    dasar      pengembangan    dan   penggunaan     kebanyakan     materi
pembelajaran lainnya.
       Seels dan Richey dalam Arsyad (2002:30), teknologi audio visual adalah
cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin
mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual.
Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras
selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor
visual yang lebar. Arsyad (2002:31) menjelaskan kelompok media pembelajaran
yang ketiga menurut Seels dan Richey adalah teknologi berbasis komputer.
Teknologi ini merupakan cara menghasilkan materi dengan menggunakan
sumber-sumber berbasis mikro-prosesor. Media berbasis komputer dapat
menyimpan informasi atau materi dalam bentuk digital. Berbagai jenis aplikasi
teknologi berbasis komputer dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai
Computer Assisted Instruction (pengajaran berbantuan komputer). Aplikasi
tersebut meliputi drills dan practice (latihan untuk membantu siswa menguasai
materi yang telah dipelajari sebelumnya), tutorial (penyajian materi pelajaran
secara bertahap), permainan dan simulasi (latihan mengaplikasikan pengetahuan
dan keterampilan yang baru dipelajari) serta basis data (sumber yang dapat
membantu siswa menambah informasi dan pengetahuan sesuai dengan keinginan
masing-masing).
       Media pembelajaran yang keempat menurut Seels dan Richey (Arsyad,
2002:32) adalah Teknologi gabungan. Teknologi hasil gabungan adalah cara
untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian
beberapa bentuk media yang dikendalikan komputer. Media pembelajaran yang
akan dibuat dalam tulisan ini adalah media pembelajaran berbasis komputer.


3.3 Metode Pembelajaran Kosakata
       Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, dapat dimulai dengan
meningkatkan penguasaan kosakata. Ada beberapa tehnik yang dapat dilakukan
tenaga pengajar dalam pengajaran kosakata seperti yang diungkapkan oleh Jeremy
Hamer (2002:16) adalah sebagai berikut:
          1) Picture
              Apabila ingin menerangkan suatu benda atau yang lain yang tidak
              dapat dibawa ke dalam kelas, maka bisa menggunakan gambar,
              foto-foto maupun lukisan untuk menjelaskan suatu arti.
          2) Action
              Untuk menerangkan sesuatu dapat disampaikan melalui perbuatan
              (akting). Cara ini sangat baik untuk menerangkan kata kerja seperti
              berjalan, makan, berbicara dan lain-lain
           3) Context
               Suatu kata dapat diterangkan dengan cara kata tersebut dibuat
               menjadi satu kelompok kalimat yang dapat menimbulkan
               pemahaman pada siswa.
           4) Synonym
               Artinya satu kata baru dapat diterangkan artinya atau maknanya
               dengan menyebut padanan katanya, tentunya padanan kata tersebut
               yang sudah akrab dengan siswa. Hal itu merupakan suatu
               pengetahuan tambahan yang tidak mustahil akan mendorong siswa
               dalam menerima dan memahami keterangan dari guru dalam
               mengajarkan kosakata baru.
           5) Antonim
               Merupakan kebalikan dari sinonim
           6) Definition
               Dalam mengartikan kata-kata baru yang diajarkan, penyajiannya
               dapat melalui suatu definisi yang dapat dinyatakan dengan batasan
               yang ada dalam kelas, di lokasi maupun keterangan tertentu.
           7) Translation
               Apabila keterangan tertentu merupakan suatu keterangan        yang
               abstrak, maka dapat digunakan padanan katanya dari bahasa asli
               (bahasa peserta didik).
       Selanjutnya suatu padanan kata dapat diberikan apabila teknik yang
lainnya dirasakan kurang efektif terhadap kata tersebut.


4.   Media Permainan Thematic Dominoes dalam Pembelajaran Kosakata
4.1 Pengertian Permainan Thematic Dominoes
       Berdasarkan kamus Oxford Learner’s Dictionary, Thematic adalah
berhubungan dengan tema atau sesuatu yang bertema dan Dominoes adalah
permain satu set domino yang cara bermainnya diambil dan diletakkan diatas
meja. Jadi, Thematic Dominoes adalah semacam permainan domino yang
memiliki tema (Ginnis, 2008: 115). Domino dalam teknik permainan kosakata ini
bukan berisi angka-angka seperti permainan domino pada umumnya, melainkan
berisikan pertanyaan dan jawaban yang berhubungan dengan tema tertentu. Tema
yang digunakan untuk permainan ini adalah tema berdasarkan pelajaran yang
terdapat dalam buku pelajaran sekolah. Misalnya dalam buku pelajaran Bahasa
Inggris kelas VII SMP terdapat tema pelajaran mengenai Profession, maka
pertanyaan dan jawaban yang ada dalam kartu domino adalah pertanyaan dan
jawaban yang berhubungan dengan profession.
       Ada beberapa keuntungan permainan Thematic Dominoes. Permainan ini
dapat membuat pembelajaran berbeda dan menyenangkan sehingga kosakata yang
ada kaitannya dalam materi mudah untuk dihafal. Hal ini juga dapat membuat
siswa berpikir kritis, mengingat, memprediksi, dan menebak arti kata-kata.
Kegiatan ini menyebabkan siswa berpartisipasi aktif dan melatih mereka berbicara
Bahasa Inggris ketika mereka mencoba membaca pertanyaan yang ada dalam
kartu domino. Permainan ini juga mendorong siswa untuk mendengarkan
pertanyaan dengan hati-hati. Pada tingkat yang lebih tinggi, pertanyaan dalam
permainan ini harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. (Ginnis, 2008:
116)


4.2 Pembelajaran Kosakata dengan Teknik Permainan Thematic Dominoes
       Menurut Paul Ginnis (2008:115), Thematic Dominoes bisa digunakan
dalam pre-activity, while-activity dan post-activity. Dalam pre-activity, Thematic
Dominoes digunakan untuk mengetahui seberapa jauh persiapan siswa ketika
mereka akan memulai proses pembelajaran. Dalam while-activity, permainan
Thematic Dominoes dapat diberikan untuk mengkonsolidasikan ide-ide dasar dan
menilai secara diagnostic pembelajaran saat itu. Dan dalam post-activity,
permainan ini dapat ideal untuk merevisi topik. Teknik ini dapat diterapkan dalam
langkah-langkah berikut:
           1. Siapkan satu set domino, yang dapat dibuat dengan menggunakan
              karton atau kertas. Masing-masing kartu dibagi menjadi dua seperti
              kartu domino. Satu sisinya berisi pertanyaan dan sisi lainnya berisi
              jawaban. Pertanyaan dan jawaban sesuai dengan tema dan
              jawabannya adalah berbentuk kosakata.
            2. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri
                  dari tiga atau lima siswa.
            3. Acak kartu dan berikan kepada masing-masing kelompok.
            4. Kelompok dapat memulai permainan Thematic Dominoes dengan
                  membaca pertanyaan, tetapi kelompok yang membaca pertanyaan
                  pertama adalah kelompok pemenang yang dipilih dari hasil sistem
                  undian atau suit. Jika satu kelompok membaca pertanyaan ,
                  kelompok lain mendengarkan dengan cermat dan menebak apa
                  jawaban dari pertanyaan tersebut. Jika kelompok lain berhasil
                  menjawab pertanyaan, kelompok mereka dapat melanjutkan
                  permainan Thematic Dominoes dengan membaca pertanyaan
                  berikutnya. Ketika satu kelompok menjawab pertanyaan dalam
                  permainan Thematic Dominoes, semua kelompok juga memutuskan
                  apakah jawaban tersebut benar atau salah, dan seperti itu
                  selanjutnya. (Ginnis, 2008: 115).
        Suryani dalam Karya Tulisnya di SMP Muhammadiyah I Yogyakarta
(2010:8) menyatakan bahwa setelah siswa menemukan beberapa kosakata dalam
permainan domino, tenaga pengajar dapat menugaskan kepada siswa untuk
membuat kalimat secara lisan dengan memakai kosakata yang ada dalam
permainan domino. Sehingga permainan domino juga dapat meningkatkan
kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa. Di bawah ini contoh permainan kartu
Thematic Dominoes (Suryani, 2010:7):


Theme             : Profession

 Job that you can            Job that you can         Job that you can    Job that you can
 find in your life           find in your life        find in your life   find in your life



        Teacher                  Teacher-office             Book                went
Job that you can       Job that you can       Job that you can         The place is used by
find in your life      find in your life      find in your life        people for
                                                                       particular jobs


     studied            give-knowledge             Profession                 waiter



The place is used by   The place is used by    The place is used by    The place is used by
people for             people for              people for              people for
particular jobs        particular jobs         particular jobs         particular jobs


      Airport                Whistle                   saw                    cried



The place is used by   The tool is needed     The tool is needed      The tool is needed
people for             by people for          by people for           by people for
particular jobs        particular jobs        particular jobs         particular jobs


  teach-student              School                Camera                   taught




The tool is needed     The tool is needed     The second form          The second form
by people for          by people for          in irregular verb        in irregular verb
particular jobs        particular jobs


     worked                  Police                Journalist              Post-office




The second form        The second form         The second form         The second form
in irregular verb      in irregular verb       in regular verb         in regular verb



    Computer                   took                 Secretary                Hospital
     The second form            The skill of               The skill of            Type of jobs that
     in regular verb            teacher                    teacher                 needs special
                                                                                   knowledge



       Stethoscope                  Mechanic                   Restaurant               Postman




          Cara bermain Thematic Dominoes sama halnya dengan bermain domino.
Jika permainan domino menggunakan angka-angka maka permainan Thematic
Dominoes menggunakan kosakata-kosakata Bahasa Inggris. Dalam satu set kartu
domino terdiri dari 28 kartu. Pertanyaan yang ada dalam satu kartu dicocokkan
dengan jawaban yag ada pada kartu lain. Begitu seterusnya. Kelompok yang
menghabiskan kartu pertama kali adalah pemenang dalam permainan ini. Fugsi
tenaga pengajar dalam permainan ini memonitor jalannya permainan. Tenaga
pengajar juga bisa terlibat langsung dan memberi penilaian pada siswa.


5.     Penutup
5.1 Kesimpulan
          Media pembelajaran permainan Thematic Dominoes dinilai efektif dalam
peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Melalui media pembelajaran
permainan Thematic Dominoes, siswa menemukan cara belajar yang baru dalam
meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Permainan Thematic
Dominoes dimainkan dalam kelompok-kelompok tertentu, sehingga dalam
permainan ini siswa dituntut untuk berkompetisi menemukan kosakata yang tepat
berdasarkan pertanyaan. Teknik permainan Thematic Dominoes membuat
pembelajaran menyenangkan karena kosa kata dalam materi mudah untuk dihafal.
          Dengan       adanya      media       permainan     Thematic       Dominoes   hasil
pengembangan tenaga pengajar lebih mudah untuk mencapai tujuan. Media
permainan Thematic Dominoes dinilai juga lebih efektif dan efisien dalam
penyampaian materi pembelajaran Bahasa Inggris karena tenaga pengajar dapat
mengajarkan beberapa kosakata Bahasa Inggris yang berhubungan dengan tema
tertentu.
5.2 Saran
       Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka disarankan sebagai berikut:
       1. Tenaga pengajar hendaknya mencoba menerapkan penggunaan media
            dalam pembelajaran, yaitu dengan cara pengadaan media permainan
            Thematic Dominoes sehingga siswa lebih tertarik dalam pembelajaran
            kosakata Bahasa Inggris.
       2. Tenaga pengajar hendaknya mempersiapkan metode dan teknik
            pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa memberikan respon
            positif dalam setiap pembelajaran.


Daftar Rujukan


Anderson, J. (1969). Efficient Reading a Practice Guide. Sydney: Mc Graw-Kill
      Company.

Arsyad, A. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Darningsih. (2005). Peningkatan Penguasaan Kosakata untuk Memahami
      Wacana Bahasa Inggris melalui Penggunaan Media Permainan Scrabble
      pada Siswa Kelas I SMP Negeri 2 Ampel Boyolali. Semarang: Universitas
      Semarang.

Darsono, Max. 2000. Belajar dan pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang.

Ginnis, P. (2008). Trik dan Taktik Mengajar. Jakarta: PT Indeks.

Harmer, J (2002). How to Teach Vocabulary. Cambridge University. English:
      Pearson Education Limited.

Hamer, J. (2003). The Practice of English Language Teaching. Edinburgh:
      Longman.

Hornby, A.S. (2007). Oxford Advanced Learner’s Dictionary. 7th Edition. New
      York: Oxford University Press.

Sugandi, A, dkk. (2000). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP PRESS.

Sugandi, A, dkk. (2004). Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES.
Suryani, L. (2010). Metode Permainan Domino Card dalam Pembelajaran
      Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Aspek Berbicara Siswa SMP Kelas
      IX. Yogyakarta: SMP Muhammadiyah I Yogyakarta.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:8332
posted:11/3/2010
language:Indonesian
pages:16