Medan Putar dan Prinsip Kerja Motor

Document Sample
Medan Putar dan Prinsip Kerja Motor Powered By Docstoc
					            Teknik Sistem Perkapalan
           Fakultas Teknologi Kelautan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
MOTOR INDUKSI 3 FASE



    Phase 1        Phase 2       Phase 3




BAGIAN-BAGIAN                 PRINSIP KERJA
MOTOR INDUKSI   MEDAN PUTAR
                              MOTOR INDUKSI
3 FASE
Motor Induksi

• Bekerja dengan Daya masukan AC
• Keuntungan :
  1. Motornya sederhana, mudah dalam peroperasiannya
     dan konstruksinya kokoh.
  2. Biayanya murah
  3. Memiliki efisiensi tinggi
  4. Biaya perawatan minimum
Bagian-Bagian Motor Induksi
Bagian-Bagian Motor Induksi
Medan putar …??   ?
 Timbulnya perputaran pada motor karena adanya medan
 putar yang dihasilkan oleh kumparan statornya.
 Motor induksi 3 fase
         Pemberian 3 masukan tegangan AC
3 fase
         kumparan fasenya berjarak 120 derajat.
Medan Putar



Rangkaian kumparan pada motor 3 phase




Terbentuknya medan putar diwali dengan pemberian arus bolak
balik pada catu 3 fase dengan beda fase sebesar 120 derajat.
Medan magnetik berputar
Kesimpulan :
  Terlihat bahwa medan yang dihasilkan dari arus yang mengalir
  dalam ketiga lilitan stator bergeser mengelingi permukaan
  stator, bergerak melalui jarak tertentu dalam setiap interval
  waktu tertentu.

 Dan kecepatan medan magnetik berputarnya

                              120 . f
                         ns 
                                p

                   Dimana f = frekuensi jala-jala
                         p = jumlah kutub
  Prinsip Kerja motor Induksi
1. Bila sumber tegangan 3 fasa terpasang pada
   kumparan stator maka timbul medan putar dengan
   kecepatan :
                                 120 . f
                            ns 
                                   p
2. Medan putar stator akan memotong
   batang konduktor ada rotor.


3. Timbul ggl induksi pada kumparan rotor.

          E2 s  4,44 S . f 2 .N 2 .m
Prinsip kerja motor Induksi

4. Karena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup
   maka ggl (E) akan menghasilkan arus ( I ) .


5. Arus ( I ) didalam medan magnet menimbulkan gaya (F)
   pada rotor. (Dengan kaidah tangan kiri)

6. Jika kopel yang dihasilkan oleh gaya (F) cukup besar untuk
   memikul kopel beban maka rotor akan berputar searah
   dengan medan putar stator.
7. Agar tegangan terinduksi maka diperlukan adanya
   perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator
   (Ns) dan kecepatan putar rotor (Nr).


8. Perbedaan kecepatan antara Nr dan Ns disebut slip

                         NS  NR
                      S         x100 %
                           NS

9.    Disini selalu Ns > Nr karena perputaran dari rotor
     tergantung dari arah medan magnet yang terbentuk.
     Dan banyaknya fluks magnetik yang memotong
     pada rotor.
  SLIP
 Merupakan perbedaan kecepatan antara kecepatan
 medan putar stator dengan rotor

                        NS  NR
                     S         x100 %
                          NS

                                                  120 f1          pn
 Hubungan frekuensi dengan slip :          ns           atau f1  s
 Bila f1 = frekuensi jala-jala                      p             120

                                         p ( ns  n r )
                                    f2                 ; f 2  frekuensiarus rotor
                                             120
                                                pn (n n )
                                    atau f 2  s x s r
Pada rotor berlaku hubungan :                  120            ns


                                    maka, f 2  f1 xS

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3505
posted:11/3/2010
language:Indonesian
pages:15