Docstoc

Pengetahuan Dasar Kaligrafi Islam

Document Sample
Pengetahuan Dasar Kaligrafi Islam Powered By Docstoc
					Pengetahuan Dasar Kaligrafi Islam




     Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum
        IAIN Imam Bonjol Padang
                  Terminologi

• Tulisan dalam bahasa Arab disebut Khat (garis) =
  selaras = indah
• Kebenaran tulisan ditentukan oleh kesetaraan
  lambang yang digunakan dengan makna yang
  diwakilinya.
• Untuk kesetaraan itu, perlu adanya konvensi yang
  disepakati (=kaidah penulisan)
• Tulisan yang berkaidah secara benar disebut :
  khat (=kitabatun Jamilah),
         Pengembangan Tulisan Arab

• Penyempurnaan awal oleh Abul Aswad Ad-Dualy yaitu
  penggunaan: titik i‟jam dan titik harkat.
• Penyempurnaan tulisan yang kedua dipelopori oleh
  Ibnu Muqlah. Penyempurnaan ini sebagai upaya
  kreatif penulisan Arab dengan mempertimbangkan
  keindahan serta ketepatan pembuatannya. Dua
  kriteria yang harus terdapat dalam suatu tulisan, yaitu
  : Husnu al-at-Tasykil (keindahan bentuk huruf) dan
  Husnu al-Wadh‟i (keindahan komposisi)
Faktor Kesulitan dalam Penulisan Arab :

• Pertama, sistem pelambangan bunyi (huruf),
  dalam bahasa Arab, sangat bervariasi. Untuk
  satu bunyi ucapan yang sama, kadang-kadang
  cara dan bentuk pelambangannya harus
  dibedakan sesuai dengan posisi di mana
  lambang itu ditempatkan dalam suatu kata.
• Kedua, lambang-lambang vokal (harakat / syakal),
  tidak memperoleh „hak‟ yang sama dengan lambang-
  lambang konsonan dalam penulisan. Dalam beberapa
  kaidah tertentu, keberadaan lambang vokalnya harus
  diabaikan, bahkan ada pula yang tidak memberi
  tempat sama sekali bagi lambang vokal tersebut.
• Ketiga, perkembangan yang pesat dari tulisan Arab
  menyebabkan banyaknya muncul jenis-jenis kaidah
  yang diberlakukan dalam penulisan Arab. Bentuk dan
  cara penulisan dari setiap jenis itu dibakukan sebagai
  kaidah tersendiri yang berbeda antara satu dengan
  lainnya dan dengan penggunaan yang berbeda pula.
• Keempat, unsur phonetis (bunyi) dalam bahasa
  Arab yang sangat beragam. Ada bunyi huruf yang
  hampir bersamaan, namun pelambangannya
  berbeda dalam penulisan. Perbedaan pelambangan
  itu sangat mempengaruhi perbedaan arti.
  Kesalahan dalam Penulisan Arab


1. Kesalahan Imlaiyyah :
Kesalahan ini biasanya bersumber dari kurangnya
pengetahuan tentang kaidah tata bahasa Arab.
Dalam kaidah tata bahasa Arab, kesalahan
imlaiyyah ini dapat mengakibatkan kesalahan
makna kata yang ditulis, dan adakalanya dapat
merobah fungsi kata dalam satu kalimat.
Bentuk-bentuk kesalahan imlaiyyah antara lain :

 ketinggalan alif lam dan kesalahan penggalan kata/
  hurf
 ketinggalan atau kelebihan huruf,
 ketinggalan atau kelebihan „nibrah‟ (gigi huruf),
 ketinggalan/ kelebihan titik i‟jam.
 penukaran huruf yang hampir bersamaan bunyinya.
 ketinggalan, kelebihan dan penukaran harkat
2. Kesalahan Khaththiyyah
Kesalahan Khaththiyyah adalah kesalahan yang
disebabkan oleh kurangnya pengetahuan penulisnya
tentang seluk beluk kaidah penulisan Arab.
Kesalahan khaththiyyah ini pada dasarnya berakibat
sama dengan kesalahan imlaiyyah, karena akibat dari
kesalahan ini terkadang dapat merubah huruf. Bila
huruf tertukar maka pengertiannya sekaligus akan
mengalami perubahan.
Kita sering tidak terlalu mempersoalkan jenis khat
apa yang dipakai untuk menulis dan hanya berke-
cendrungan untuk menggunakan bentuk-bentuk
huruf secara konvensional serta bentuk-bentuk
huruf “ciptaan” sendiri yang hanya didasarkan
pertimbangan „gampang‟ ditulis, tanpa dipandu
oleh prinsip-prinsip dasar pembentukan huruf
Arab secara umum.
                      Khat Naskhi
1. Khat Naskhi memiliki karakter huruf yang sederhana dengan
   postur huruf yang ringkas dan kecil. Kesederhanaan huruf
   inilah yang menjadi ciri utama dari khat ini.
2. Sesuai dengan namanya,, khat ini memang digunakan untuk
   penulisan naskah, oleh karena itu, penulisannya harus
   mentaati kaidah yang telah dibakukan serta
   mempertimbangkan unsur keterbacaan.
3. Tuntutan keterbacaan itu mengharuskan penggunaan
   lambang-lambang phonetis secara lengkap, seperti harkat
   serta tanda-tanda baca lainnya.
4. Khat Naskhi ditulis secara horizontal dari kanan ke kiri dengan
   susunan kata-kata yang terurut logis (tidak didempet-
   dempet).
5. Pembuatan huruf terikat dengan kaidah baku (baik bentuk,
   maupun ukurannya). Untuk standar ukuran besar kecilnya
   lengkungan, serta tinggi rendahnya digunakan perimbangan
   titik
                      Khat Riq’ah
1. Khat Riq‟ah berawal dari tradisi menulis cepat (stenografi)
   dikalangan pemakai tulisan Arab.
2. Postur huruf pendek, ringkas dan kaku serta tarikan
   horizontal dan vertikal bersudut. Ini menjadikan khat ini
   gampang ditulis.
3. Tidak menuntut perangkat huruf yang banyak dan tidak
   memerlukan harkat (lambang vokal/syakal) serta cara
   penulisan titik I‟jam (titik pembeda huruf) yang sangat
   ringkas.
4. Khat ini memiliki keterikatan yang ketat kepada kaidah, baik
   bentuk huruf, maupun ukuran-ukuran tinggi, panjang serta
   besar kecilnya lengkungan dan sebagainya. Bentuk dan
   ukuran itu ditentukan dengan perbandingan titik.
5. Khat ini disamping memiliki kesederhanaan dalam huruf-
   hurufnya, juga tidak kurang memikat secara artistik bila
   sudah dikomposisi menjadi untaian kalimat.
    Pembudayaan Menulis Berkaidah

Langkah Pertama :
• Guru menulis Arab menggunakan kaidah
  penulisan dasar (Naskhi/Riq’ah).
• Murid diperkenalkan bahwa khat (tulisan) Arab
  memiliki kaidah penulisan, tidak asal tulis.
• Menempatkan poster-poster kaidah dasar khat
  di dalam kelas.
• Selalu mengoreksi tulisan Arab yang ditulis oleh
  murid-murid (kesalahan imlaiyyah/khatthiyah).
• Memberikan prioritas terhadap “menulis
  berkaidah” dalam setiap kegiatan pelajaran
  berbahasa Arab.
Langkah Kedua :
• Memperkenalkan huruf-huruf tunggal yang
  proporsional sesuai ukuran, bentuk bulatan, dan
  anatomi huruf.
• Memilah anatomi huruf melalui kriteria tarikan pena
  (tegak, menjulur, lengkung, gigi/nibrah, simpul dsb.
• Menjelaskan perubahan bentuk huruf pada posisi
  bersambung (di awal, di tengah dan di akhir).
• Selalu mempedomani garis bantu dan menjelaskan
  posisi huruf yang harus diatas atau dibawah garis
  bantu.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2193
posted:11/2/2010
language:Indonesian
pages:17