PDK-Konsep Dasar Pendidikan by HazrinaAdelia

VIEWS: 6,213 PAGES: 12

									                                        BAB I
                                   PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
            Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan
  manusia, karena dimanapun dan kapanpun didunia terdapat pendidikan. Pendidikan pada
  hakikatnya merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu
  untuk membudayakan manusia. Meskipun pendidikan merupakan suatu gejala yang
  umum dalam setiap kehidupan masyarakat, namun perbedaan filsafat dan pandangan
  hidup yag dianut oleh masing-masing bangsa atau masyarakat dan bahkan individu
  menyebabkan perbedaan penyelenggaraan kegiatan pendidikan tersebut. Dengan
  demikian selain bersifat universal, pendidikan juga bersifat nasional. Sifat nasionalnya
  akan mewarnai penyelenggaraan pendidikan bangsa tersebut. Urusan utama pendidikan
  adalah   manusia.    Perbuatan    pendidikan    diarahkan    kepada     manusia   untuk
  memngembangkan potensi-potensi dasar manusia agar menjadi nyata. Perubahan
  tuntunan yang terjadi di masyarakat menghendaki peningkatan peranan pendidikan
  selanjutnya. Dengan demikian wajarlah kiranya batasan atau konsep mengenai
  pendidikan selalu mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan keadaan akibat
  perkembangan kehidupan manusia atau perkembangan peradaban manusia dan
  perkembangan masyarakat. Namun batasan pengertian yang dikemukakan oleh ahli/pikir
  sejalan dengan kodrat manusia yang memainkan peranan rangkap dalam kehidupannya,
  baik sebagai individu maupun sebagai anggita masyarakat.
            Pendidikan adalah suatu proses interaksi manusiawi antara pendidikan dengan
  subjek didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses itu berlangsung dalam
  lingkungan tertentu dengan menggunakan bermacam-macam tindakan yang disebut alat
  pendidikan. Kelima komponen pendidikan tersebut yaitu: tujuan pendidikan, pendidik,
  subjek didik, alat pendidikan dan lingkungan pendidikan disebut faktor-faktor
  pendidikan yang saling berkaitan serta saling menunjang satu sama lainnya.


B. TUJUAN
            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui konsep
  dasar pendidikan, khususnya: hakikat dan teori pendidikan, hubungan pendidikan dengan
  pengajaran, fungsi pendidikan, serta pendidikan sebagai suatu sistem.


                                                                                1|Page
                                        BAB II
                                    PEMBAHASAN


KONSEP DASAR PENDIDIKAN
           Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusaha membimbing anak untuk
menyerupai orang dewasa, sebaliknya bagi Jean Piaget ( 1896 ) pendidikan berarti
menghasilkan, mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh
pembandingan dengan penciptaan yang lain. Pandangan tersebut memberi makna bahwa
pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai
pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam
arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolah sebagai
lembaga pendidikan formal. Ilmu disebut juga pedagogik, yang merupakan terjemahan dari
bahasa Inggris yaitu ”Pedagogics”. Pedagogics sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu
”pais” yang artinya anak, dan ”again” yang artinya membimbing. Poerbakwatja dan Harahap
( 1982 : 254 ) mengemukakan pedagogik mempunyai dua arti yaitu : (1) praktek, cara
seseorang mengajar; dan (2) ilmu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan metode
mengajar, membimbing, dan mengawasi pelajaran yang disebut juga pendidikan.
           Orang yang memberikan bimbingan kepada anak disebut pembimbing atau
”pedagog”, dalam perkembangannya, istilah pendidikan ( pedagogy) berarti bimbingan atau
pertolongan yang diberikan kepada anak oleh orang dewasa secara sadar dan bertanggung
jawab. Dalam dunia pendidikan kemudian tumbuh konsep pendidikan seumur hidup (lifelong
education), yang berarti pendidikan berlangsung sampai mati, yaitu pendidikan berlangsung
seumur hidup dalam setiap saat selama ada pengaruh lingkungan. Untuk memberi
pemahaman akan batasan pendidikan berikut ini dikemukakan sejumlah batasan pendidikan
yang dikemukan para ahli yaitu :
   1. Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
       orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (
       Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991 ).
   1. Dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan
       untuk memperoleh pengetahuan ( McLeod, 1989 ).
   2. Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala
       lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran
       yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal ( Mudyahardjo,
       2001:6 )

                                                                               2|Page
  3. Dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan
     metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan
     cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan ( Muhibinsyah, 2003:10 )
  4. Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan ( seperti sekolah dan
     madrasah ) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu
     dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya ( Dictionary of
     Psychology, 1972 ).
  5. Dalam arti luas pendidikan melipuyi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua
     untuk    mengalihkan     pengetahuannya,     pengalamannya,      kecakapannya,   dan
     ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat
     memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. Artinya pendidikan
     adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya
     meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan
     tanggung jawab moril dari segala perbuatannya ( Poerbakawatja dan Harahap, 1981 ).
  6. Menurut John Dewey pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar
     yang fundamental, baik menyangkut daya pikir atau daya intelektual, maupun daya
     emosional atau perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada
     sesamanya.
  7. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
     proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
     untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengenalan diri, kepribadian,
     kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
     bangsa dan negara ( UUSPN No. 20 Tahun 2003 ).


A. HAKIKAT DAN TEORI PENDIDIKAN
  Mudyahardjo (2001:91) menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsep-konsep, ada yang
  berfungsi sebagai :
        a.   asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar/titik tolak pemikiran sebuah
             teori
        b.   definisi konotatif atau denotatif atau konsep-konsep yang menyatakan makna
             dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori.
  Asumsi pokok pendidikan adalah :
        a.   pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisi
             aktual dari individu yang belajar dab lingkungan belajarnya;

                                                                                3|Page
     b.   pendidikan adalah normatif, artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal
          yan baik atau norma-norma yang baik, dam
     c.   pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan berupa
          serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual dan individu yang
          belajar, tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan.
Pendidikan dipandang dari sudut keilmuan tertentu seperti :
     a.   Sosiologik memandang pendidikan dari aspek sosial, yaitu mengartikan
          pendidikan sebagai usaha pewarisan dari generasi ke generasi.
     b.   Antrophologik memandang pendidikan adalah enkulturasi yaitu proses
          pemindahan budaya dari generasi ke generasi.
     c.   Psikologik memandang pendidikan dari aspek tingkah laku individu, yaitu
          mengartikan pendidikan sebagai perkembangan kapasitas individu secar
          optimal. Psikologi menurut Woodward dan Maquis ( 1955 : 3 ) adalah studi
          tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang
          hidupnya.
     d.   Ekonomi, yaitu memandang pendidikan sebagai usaha penanaman modal
          insani ( human capital ) yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu
          bangsa.
     e.   Politik yang melihat pendidikan adalah proses menjadi warga negara yang
          diharapkan ( civilisasi ) sebagai usaha pembinaan kader bangsa yang tangguh.


       Pendidikan dapat dilihat dalam dua sisi, yaitu: (1) pendidikan sebagai praktik, dan
(2) pendidikan sebagai teori. Pendidikan sebagai praktek yakni seperangkat kegiatan atau
aktivitas yang dapat diamati dan disadari dengan tujuan untuk membantu pihak lain agar
memperoleh perubahan prilaku. Sementara pendidikan sebagai teori uaitu seperangkat
pengetahuan yang telah tersusun secara sistematis yang berfungsi untuk menjelaskan,
menggambarkan, meramalkan, dan mengontrol berbagai gejala dan peristiwa pendidikan,
baik yang bersumber dari pengalaman-pengalaman pendidikan (empiris) maupun hasil
perenungan-perenungan yang mendalam untuk melihat             makna pendidikan dalam
konteks yang lebih luas. Diantara keduanya memiliki keterkaitan dan tidak bias
dipisahkan. Praktik pendidikan seyogyanya berlandaskan pada teori pendidikan.
Demikian pula teori-teori pendidikan seyogyanya becermin dari praktik pendidikan.
Perubahan yang terjadi dalam praktik pendidikan dapat mengimbas pada teori


                                                                               4|Page
pendidikan. Sebaliknya, perubahandalam teori pendidikanpun dapat mengimbas pada
praktik pendidikan
       Pendidikan selalu dapat dibedakan menjadi teori dan praktek, teori pendidikan
adalah pengetahuan tentang makna dan bagaimanapun pendidikan itu dilaksanakan,
sedangkan praktek adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara konkretnya. Teori
pendidikan disusun seperti latar belakang yang hakiki dan sebagai rasional dari praktek
pendidikan serta pada dasarnya bersifat direktif. Istilah direktif memberi makna bahwa
pendidikan itu mengarah pada tujuan yang pada hakekatnya untuk mencapai
kesejahteraan bagi subjek didik.


TEORI PENDIDIKAN
       Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 (empat ) teori pendidikan, yaitu :
(1) pendidikan klasik; (2) pendidikan pribadi; (3) teknologi pendidikan dan (4) teori
pendidikan interaksional.
1. Pendidikan klasik (classical education),
             Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti
  Perenialisme, Essensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan
  berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya.
  Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Isi
  pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan
  dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis.
  Dalam prakteknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan
  peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan tugas-tugas
  dari pendidik.
             Pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum
  subjek akademis, yaitu suatu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan
  yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”,
  melalui metode ekspositori dan inkuiri.
2. Pendidikan pribadi (personalized education).
             Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah
  memiliki potensi-potensi tertentu. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-
  potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta
  didik. Dalam hal ini, peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan


                                                                             5|Page
  pendidik hanya menempati posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing,
  pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik.
            Teori ini memiliki dua aliran yaitu pendidikan progresif dan pendidikan
  romantik. Pendidikan progresif dengan tokoh pendahulunya- Francis Parker dan John
  Dewey – memandang bahwa peserta didik merupakan satu kesatuan yang utuh.
  Materi pengajaran berasal dari pengalaman peserta didik sendiri yang sesuai dengan
  minat dan kebutuhannya. Ia merefleksi terhadap masalah-masalah yang muncul dalam
  kehidupannya. Berkat refleksinya itu, ia dapat memahami dan menggunakannya bagi
  kehidupan. Pendidik lebih merupakan ahli dalam metodologi dan membantu
  perkembangan peserta didik sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-
  masing.
            Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran J.J. Rouseau
  tentang tabula rasa, yang memandang setiap individu dalam keadaan fitrah,– memiliki
  nurani kejujuran, kebenaran dan ketulusan.
            Teori pendidikan pribadi menjadi sumber bagi pengembangan model
  kurikulum humanis. yaitu suatu model kurikulum yang bertujuan memperluas
  kesadaran diri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan
  proses aktualisasi diri. Kurikulum humanis merupakan reaksi atas pendidikan yang
  lebih menekankan pada aspek intelektual (kurikulum subjek akademis),
3. Teknologi pendidikan,
            Teknologi pendidikan yaitu suatu konsep pendidikan yang mempunyai
  persamaan    dengan      pendidikan   klasik   tentang     peranan     pendidikan    dalam
  menyampaikan informasi. Namun diantara keduanya ada yang berbeda. Dalam
  tekonologi pendidikan, lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan
  kompetensi    atau    kemampuan-kemampuan           praktis,   bukan    pengawetan     dan
  pemeliharaan budaya lama. Dalam konsep pendidikan teknologi, isi pendidikan
  dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. Isi pendidikan berupa data-data obyektif
  dan keterampilan-keterampilan yang yang mengarah kepada kemampuan vocational .
  Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan
  dengan menggunakan bantuan media elektronika dan para peserta didik belajar secara
  individual. Peserta didik berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-
  pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. Keterampilan-keterampilan barunya segera
  digunakan dalam masyarakat. Guru berfungsi sebagai direktur belajar (director of


                                                                                 6|Page
    learning), lebih banyak tugas-tugas pengelolaan dari pada penyampaian dan
    pendalaman bahan.
               Teknologi pendidikan menjadi sumber untuk pengembangan model
    kurikulum teknologis, yaitu model kurikulum yang bertujuan memberikan penguasaan
    kompetensi bagi para peserta didik, melalui metode pembelajaran individual, media
    buku atau pun elektronik, sehingga mereka dapat menguasai keterampilan-
    keterampilan dasar tertentu.
  4. Pendidikan interaksional,
               Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak
    dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan
    bekerja sama dengan manusia lainnya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk
    kehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi. Dalam pendidikan interaksional
    menekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik dan dari peserta didik
    kepada guru. Lebih dari itu, interaksi ini juga terjadi antara peserta didik dengan
    materi pembelajaran dan dengan lingkungan, antara pemikiran manusia dengan
    lingkungannya. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog.
               Dalam pendidikan interaksional, belajar lebih sekedar mempelajari fakta-
    fakta. Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut,
    memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks
    kehidupan. Filsafat yang melandasi pendidikan interaksional            yaitu filsafat
    rekonstruksi sosial.
               Pendidikan interaksional menjadi sumber untuk pengembangan model
    kurikulum rekonstruksi sosial, yaitu model kurikulum yang memiliki tujuan utama
    menghadapkan para peserta didik pada tantangan, ancaman, hambatan-hambatan atau
    gangguan-gangguan yang dihadapi manusia. Peserta didik didorong untuk mempunyai
    pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial)
    dan bekerja sama untuk memecahkannya. (Akhmad Sudrajat, M.Pd.)


B. HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
         Pada dasarnya ”mengajar” adalah membantu ( mencoba membantu ) seseorang
  untuk mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar itu tidak ada
  kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. Artinya mengajar pada
  hakekatnya suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada


                                                                               7|Page
  disekitar siswa sehingga menumbuhkan dan mendorong siswa belajar.Hal ini akan dapat
  terwujud jika dilakukan melalui proses pengajaran dengan strategi pelaksanaan melalui :
     Bimbingan yaitu pemberian bantuan,arahan,motivasi,nasihat dan penyuluhan agar
      siswa mampu mengatasi,memecahkan dan menanggulangi masalahnya sendiri.
     Pengajaran yaitu bentuk kegiatan dimana terjalin hubungan interaksi dalam proses
      belajar dan mengajar antara tenaga kependidikan dengan peserta didik.
     Pelatihan yaitu sama dengan pengajaran khususnya untuk mengembangkan
      keterampilan tertentu.
         Menurut Langford (1978) yang penting hubungan yang relevan bukanlah antara
  pengajaran dengan pendidikan tetapi antara pengajaran sebagai suatu profesi dengan
  pendidikan.


C. FUNGSI PENDIDIKAN
         Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari
  kebodohan dan ketertinggalan. Sedangkan menurut UUSPN No.20 tahun 2003
  menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
  membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
  kehidupan bangsa. (http://mjieschool.multiply.com).
         Dalam undang-undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 dikatakan
  bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
  watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
  bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
  beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu,
  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
  jawab. (http://www.idonbiu.com)


D. PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM
         Tujuan sistem pendidikan nasional, manusia Indonesia diharapkan menjadi
  individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri
  meningkatkan    taraf   hidup   lahir   batin,   dan   meningkatkan   perannya   sebagai
  pribadi,pegawai/karyawan,warga masyarakat,warga negar,dan mahluk Tuhan.
         Pendekatan sistem merupakan sutu cara yang memandang pendidikan secara
  menyeluruh dan sistemik,tidakpersial atau fragmentaris. Proses Pendidikan adalah proses


                                                                               8|Page
transformasi atau perubahan kemempuan nyata untuk meningkatkan taraf hidupnyata
lahir   dan   batin.   Hasil   pendidikan   adalah   lulusan   yang   sudah    terdidik
berdasarkan/mengacu kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Sistem, secara
sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan dari berbagai elemen atau bagian-
bagian yang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk
mencapai hasil yang diharapkan
        Menurut Coombs ada 12 subsistem dalam pendidikan yaitu; Tujuan,
Murid/Mahasiswa, Manajemen, Stuktur dan jadwal wakru, Materi, Tenaga Pengajar dan
pelaksana, Alatbantu belajar, Fasilitas, Teknologi, Kendali mutu, Penelitian, Biaya
pendidikan. Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah; Pendidikan sekolah
merupakan merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan berdasarkan struktur
hierarkis dan kronologis, dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, yang
menawarkan berbagai macam program studi yang unun maupun program keterampilan
khusus. Pendidikan Luar Sekolah merupakan proses pendidikan sepanjanghayat menuju
suatu tujuan, melalaui pembinaan dan pngambangan siakap, keterampilan, dan
pengetahuan bersadarkan pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber
belajar yang ada disuatu lingkungan (orang tua,teman,tetangga, masyarakat, museum,
perpustakaan umum,dll)
        Consept Mapping adalah istilah yang digunakan oleh novak dan Gowin tentang
cara yang dapat digunakan dosen untuk membantu mahawiswa mengorganisasikan
materi perkuliahan yang telah dipelajari berdasarkan arti dan hubungan antar
komponennya. Pakar-pakar instruksional lain menyebut concept mapping sebagai pattern
noting diterjemahkan menjadi peta kognitif peta Peta kognitif juga dapat berfungsi
menjadi peta visual yang menggambarkan berbagai cara untuk mengartrikan suatu
konsep berdarakan proposisinyaSalah satu cara memperoleh gambaran yang lebih
mantap tentang pendidikan, yaitu dengan mempergunakan pendekatan system.
Pendidikan system dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa system adalah
suatu totalitas yang terbentuk dari elemen-elemen yang mempunyai hubungan fungsional
dalam mengubah masukan menjadi hasil yang diharapkan. Hubungan dari setiap elemen
menyebabkan setiap system berjalan serta bersifat adaptif terhadap lingkungannya sesuai
dengan arah yang jelas dan berkesinambungan yang dimaksud supra system.
          Pendidikan adalah suatu keseluruhan kerja manusia yang terbentuk dari
bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses

                                                                              9|Page
transformasi atau perubahan tingkah laku seseorang sehingga menjadi manusia
berkualitas.
            Pendidikan adalah karya bersama yang berlangsung dalam suatu pola
kehidupan masyarakat tertentu. Dengan demikian pendidikan nasional suatu bangsa,
merupakan system social dan salah satu sector dalam keseluruhan kehidupan bangsa.
Sebagai system social, pendidikan merupakan system terbuka, dibataskan sebagai system
yang memperoleh masukan dari lingkungandan memberikan hasil transformasiny kepada
lingkungan. Cirri-ciri umum system terbuka dijelaskan sebagai berikut:
   a. mengambil energi atau masukan dari lingkungan
   b. mentransformasikan energi yang ada
   c. memberikan hasil kepada lingkungan
   d. system merupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung
   e. untuk dapat hidup terus, system harus bergerak melawan proses kehancuran
   f. masukan system tidak hanya hal-hal yang bersifat material tetapi juga berupa
       informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan baliknya berupa balikan
       negative
   g. dalam system terdapat dlam keadaan statis dan keseimbangan intern yang dinamis
   h. system bergerak menuju kepada melakukan peranan-peranan yang makin
       berdiferensiasi
   i. system dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang
       berbeda dengan cara-cara pencapaian yang tidak sama
        Semua aspek dari kehidupan bangsa, merupakan lingkungan kehidupan dan supra
system dari system pendidikan yang bekerja bersama-sama dengan system lainnya,
seperti ekonomi, sosisal, politik, hokum, agama, dan sebagainnya dalam rangka
mencapai tujuan nasional. Pendidikan sebagi system dapat digambarkan dalam bentuk
model dasar output dan input. Segala sesuatu yang masuk dalam system dan berperan
dala proses pendidikan dsebut masuka pendidikan. Lingkungan hidup menjadi summer
kehidupan.
        P.H Koombs dan W.J.Platt mengemukakan 3 macam sumber pendidikan yang
terdiri atas:
        1. pengetahuan, nilai-nilai, dan cita-cita yang terdapat dalam masyarakat
        2. sumber daya manusia yang memenuhi persyaratan
        3. hasil produksi dan penghasilan


                                                                               10 | P a g e
         Namun tidak semua yang terdapat dilingkungan dapat menjadi masukan
pendidikan melainkan pengambilan msukan pendidikan melalui proses pemilihan yang
berdasarkan pada krteria tertentu. Semua masukan pendidikan kemudian disusun
menurut pola tertentu, menjadi bagian-bagian atatu elemen-elemen yang sama lai
mempunyai hubungan fungsional di dalam mencapai tujuan. Penyusunan semua
masukan menurut pola tertentu tersebut menghasilkan system pendidikan.




                                                                         11 | P a g e
                                   DAFTAR PUSTAKA


Hidayat, Dudung Rahmat. 2009. Hakikat Pendidikan. http://file.upi.edu. Diakses pada tanggal
28 September 2010.


Permana, Elih Sudia. 2009. Hakikat dan Teori Pendidikan. http://file.upi.edu. Diakses pada
tanggal 28 September 2010.


Mukhlis fahrudin. 2009. Pengertian pendidikan dan pengajaran.
http://pandidikan.blogspot.com. Diakses pada tanggal 28 September 2010.




                                                                                 12 | P a g e

								
To top