KLASIFIKASI IP ADDRESS by Farid_Mayudhi

VIEWS: 1,470 PAGES: 8

									FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

                         KLASIFIKASI IP ADDRESS



                                          TCP / IP
     Untuk menjelaskan hubungan antara internet dengan TCP/IP, pertama kali harus memahami
        konsep protokol dan standar.

     Protokol adalah tata cara yang mengatur proses komunikasi / pertukaran data dan informasi
        pada jaringan global internet.

     Standar adalah keseragaman Hardware dan Software dari kompo-nen jaringan internet.

     Bagian penting dari TCP/IP adalah pemahaman mengenai IP-Address.



                                         IP - Address
     Host/node yang dituju dalam suatu proses transmisi data pada jaringan internet, harus
        memiliki IP address yang jelas dan bersifat unik.

     Perlu pengelolaan IP Address yang benar.

     IP Address menggunakan 32 digit biner, yang dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 8
        digit biner.


          XXXXXXXX              XXXXXXXX               XXXXXXXX     XXXXXXXX




                                KLASIFIKASI IP-Address

 IP Address terdiri dari Nomor Network dan Nomor Host.
 Klasifikasi IP Address dibagi dalam 4 kelas, yaitu :




                                                   1
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

Kelas A:

1 bit kelompok pertama bernilai 0 , terdiri dari 8 bit untuk Nomor Network ( NetId ) dan 24 bit untuk
Nomor Host ( HostId).

                           0NNNNNNN.hhhhhhhh. hhhhhhhh. hhhhhhhh

Jadi untuk Network kelas A memiliki nomor dari 00000000 (= 0) sampai 01111111 (=127). Dengan
demikian dapat dibentuk total sejumlah 128 buah Nomor Network kelas A yang tersedia, yang
masing-masing dapat menampung 16.777.216 host ( 256 3 ).


Kelas B :

2 bit kelompok pertama bernilai 10 , terdiri dari 16 bit untuk NetId dan 16 bit untuk HostId.

                          10NNNNNN. NNNNNNNN. hhhhhhhh. hhhhhhhh
Jadi untuk Network kelas B memiliki nomor dari 10000000 (=128) s.d. 10111111 (=191). Dengan
demikian dapat dibentuk total 64x256 buah Nomor Network kelas B yang tersedia, yang masing-
masing dapat menampung 65.536 host ( 2562 ).


Kelas C :

3 bit kelompok pertama bernilai 110 , terdiri dari 24 bit untuk NetId dan 8 bit untuk HostId.

                         110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN. hhhhhhhh
Jadi untuk Network kelas C memiliki nomor dari 11000000 (=192) s.d. 11011111 (=223). Dengan
demikian dapat dibentuk total 32x256x256 buah Nomor Network kelas C yang tersedia, yang masing-
masing dapat menampung 256 host .


Kelas D :

4 bit kelompok pertama bernilai 1110 , tidak terdapat pemisahan untuk NetId dan HostId.

                              1110XXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX

Khusus untuk kelas D digunakan untuk tujuan multicasting. Jadi untuk Network kelas D memiliki
nomor awal dari 11100000 (=224) s.d. 11101111 (=239). Dengan demikian dapat dibentuk total
16x256x256X256 multicast-Address.




                                                   2
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

Kelas E :

4 bit kelompok pertama bernilai 1111 , tidak terdapat pemisahan untuk NetId dan HostId.

                               1111XXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX.XXXXXXXX

Kelas E disisakan untuk pengunaan khusus (kepentingan riset). Jadi untuk Network kelas E ini memiliki
nomor awal dari 11110000 (=240) s.d. 11111111 (=255). Dengan demikian dapat dibentuk total
16x256x256x256 buah IP-Address cadangan untuk keperluan riset.



Ada beberapa IP-Address dari kelas A, B dan C yang digunakan untuk alamat khusus, yaitu sbb. :
                                         Special IP-Address.

            Special Address          Bit Network          Bit Host              Contoh
     Network Address                 Spesifik             0 semua       172.124.0.0
     Broadcast Address               Spesifik             1 semua       172.124.255.255
     Subnet Mask                     1 semua              0 semua       255.255.0.0




                              NETWORK ADDRESS & BROADCAST ADDRESS

NETWORK ADDRESS


Network Address ditentukan dengan memberikan nilai 0 untuk semua bit HOST.
Contohnya : IP Address suatu Host adalah 200.202.42.5 maka Network Address-nya adalah
            200.202.42.0
                 Seluruh Host pada Network yang sama akan memiliki Network Address yang sama.


BROADCAST ADDRESS

Broadcast Address adalah alamat untuk mengirim informasi keseluruh Host dalam suatu Network.
Broadcast Address ditentukan dengan memberikan nilai 1 untuk semua bit HOST.
Contohnya : IP Address suatu Host adalah 200.202.42.5 maka Broadcast Address-nya adalah
            200.202.42.255
                 Seluruh Host pada Network akan memiliki Broadcast Address yang sama.




                                                   3
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

                                             NETMASKING

Untuk memisahkan bit Network dengan bit Host pada IP Address, maka diciptakan default mask
(netmask) dengan cara merubah bit Network dengan bit 1 dan merubah bit Host dengan bit 0,
sehingga klasifikasi dari IP Address terlihat lebih jelas.


                                      Proses Netmasking IP-Address.

       Klasifikasi                           IP Address                         Netmask

                     0NNNNNNN.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
       Kelas - A
                     11111111 .     00000000.00000000.00000000                  255.0.0.0

                     10NNNNNN.NNNNNNNN.hhhhhhhh.hhhhhhhh
       Kelas - B
                     11111111 . 11111111 .          00000000.00000000          255.255.0.0

                     110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.hhhhhhhh
       Kelas - C
                     11111111 . 11111111 .         11111111 .      00000000   255.255.255.0



Hasil Netmasking IP Address ini umumnya disebut Subnetmask, dan biasanya jumlah bit 1 hasil
Netmasking ini disertakan pada IP-Address. Contohnya :

10.0.0.5 / 8          = 10 . 0 . 0 . 5       255 . 0 . 0 . 0

154.16.0.1 / 16       = 154 . 16 . 0 . 3     255 . 255 . 0 . 0

192.168.1.3 / 24      = 192 . 168 . 1 . 3    255 . 255 . 255 . 0




                                            MAC – Address

Setiap perangkat penunjang jaringan komputer memiliki address yang unik, yang disebut MAC (Media
Access Control) Address dalam bentuk 48 bit, dimana 24 bit pertama menunjukkan nama
perusahaannya (vendor). Untuk mempermudah penulisan, angka MAC-Address dibagi menjadi 6
kelompok (terdiri 8 bit) yang ditulis dalam bentuk hexadecimal. Contohnya : 00–00–21-D8–24-DF.
Contoh vendor terkenal bisa dilihat pada Tabel dibawah ini :




                                                       4
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER


                          Daftar vendor terkenal untuk perangkat jaringan.


       Nomer kode            Nama vendor              Nomer kode             Nama vendor

         00:00:0C             Sisco System             08:08:08                 3COM

         00:00:1B                Novell                08:00:07            Apple Computer

        00:00:AA                  Xerox                08:00:09            Hewlett Packard

         00:00:4C                 NEC                  08:00:20           Sun Microsystems

         00:00:74                 Ricoh                08:00:2B                  DEC

         08:00:5A                 IBM                    dst.                    dst.




Untuk melihat MAC-Address ketikkan ipconfig /all melalui menu :
                              START  RUN : command (modus DOS)

IP-Address untuk Host berupa PC yang merupakan anggota dari jaringan komputer, dituliskan dalam
bentuk 32 bit, yang dibagi menjadi 4 kelompok (8 bit) dan dituliskan dalam bentuk decimal. IP-Address
dapat ditentukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara static dan cara dynamic. Cara Static adalah
penentuan IP-Address dari Host yang di-set secara langsung oleh operator/user, dan tidak akan
berubah setiap saat (permanen). Cara Dynamic adalah penentuan IP-Address dari Host diatur langsung
oleh Operating System Server secara random melalui fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration
Protocol) pada waktu booting. Dynamic IP-Address di-set oleh system jika Host belum memiliki Static
IP-Address, dimana IP-Address ini diperlukan oleh jaringan untuk koneksi ke jaringan internet.

Kenyataannya setiap Server boot-up dan fasilitas DHCP diaktifkan, secara random Host yang belum
memiliki Static IP-Address akan di-set IP-address-nya. Jadi Dynamic IP-Address Host pada jaringan
selalu berubah. Karena setting IP-Address untuk beberapa Host dilakukan secara random, maka
kadang-kadang bisa terjadi konflik IP-address. IP-Address pada hakekatnya memandu untuk
menentukan Nomor Network, Nomor Host, Network Address, Broadcast Address dan Subnet Mask
(untuk Subnetwork).




                                                  5
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

                               Manajemen Organisasi untuk IP-Address

Infrastruktur jaringan di internet maupun intranet harus memiliki IP-Address yang unik (tunggal). IP-
Address di internet dikelola oleh badan international IANA (International Assigned Numbers
Authority). Secara regional di kawasan Asia Pasifik dikelola oleh APNIC (Asia Pacific Network
Information Center) yang berkedudukan di Australia. Instansi yang berkepentingan termasuk ISP
merupakan angota dari APNIC.



APNIC bertugas membagi blok nomor IP dan nomor Autonomous System (AS) kepada para ISP di
kawasan Asia Pasifik, serta mengelola Authoritative Registration Server. Secara global IANA
mengelompokkan IP-Address yang dinyatakan ‘private’, artinya digunakan hanya untuk kalangan
sendiri dan tidak berlaku di internet, yaitu untuk IP-Address dari :

        - Kelas-A : 10.0.0.0        sampai dengan 10.255.255.255

        - Kelas-B : 172.16.0.0      sampai dengan 172.31.255.255

        - Kelas-C : 192.168.0.0 sampai dengan 192.168.255.255

Penggunaan IP-Address di atas tidak semuanya dapat digunakan untuk alamat Host, melainkan
sebagian ada yang digunakan untuk Network Address, Broadcast Address dan untuk keperluan
Netmasking.

Penggunaan IP-Address untuk kelas-D dan kelas-E tidak dibahas di sini, karena untuk kedua kelas IP-
Address tesrebut digunakan untuk keperluan khusus tanpa memilah-milah bit Network dan bit Host,
yang digunakan untuk Multicasting (kelas-D) dan IP-Address cadangan untuk penelitian (kelas-E).

IP-Address yang dikelola saat ini adalah IP-Address versi 4 (IPv4) yang menggunakan 32 bit, dan
pengembangan selanjutnya APNIC mengelola IP-Address versi 6 (IPv6) yang menggunakan 128 bit.
Selain itu APNIC memberi-kan policy assignment maupun strategi untuk proses transisi dari IPv4 ke
IPv6. Masih membutuhkan waktu agak lama bagi IPv6 untuk bisa diterima dan diadopsi oleh
masyarakat internet, mengingat terlalu banyaknya jumlah bit yang digunakan untuk IP-Address.




                                                    6
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

                                          IPv6 – Address

Internet Protocol Version-6 (IPv6) disebut juga sebagai Next Generation Internet Protocol (IPng). IPv6
ini didesain dan direkomendasikan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menggantikan
keberadaan IPv4 yang ketersediaannya untuk internet saat ini semakin berkurang.

Addressing Bit yang digunakan pada IPv6 adalah 128 bit, yang terbagi atas 8 kelompok yang masing-
masing terdiri dari 16 bit yang dipisahkan dengan tanda titik (“ : ”). Untuk mempersingkat dan
memudahkan penulisan address dalam IPv6 ini umumnya dengan menggunakan Heksadesimal.
Dengan demikian jumlah IP-Address yang dapat dibentuk adalah 2128 atau sebanyak 3,4 x 1038 atau
tepatnya sebanyak 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 buah IP-Address.

Sudah dipastikan bahwa IPv6 dapat mengatasi sejumlah masalah yang dihadapi oleh IPv4, seperti
keterbatasan alokasi address dan proses transmisi data dengan menggunakan MAC-Address, selain
itu juga dapat meningkatkan kemampuan dalam hal proses routing dan auto-configuration jaringan.
Proses transisi yang merupakan peralihan dalam penggunaan IPv4 ke IPv6 akan berlangsung dalam
beberapa tahun mendatang. IPv6 bisa diinstall seperti software upgrading pada umumnya (misalnya
upgrading untuk software Operating System). IPv6 menggunakan mekanisme transisi yang
memudahkan user untuk mengadopsi dan membangun aplikasi pada IPv6, serta memiliki
interoperability antara IPv4 dengan IPv6 yang cukup baik. Pada dasarnya IPv6 tidak hanya sekedar
menggantikan fungsi dari IPv4 dan MAC-Address, namun lebih jauh dari itu penggunaannya adalah
untuk diimplementasikan pada berbagai perangkat keras yang terkoneksi ke jaringan global internet,
seperti misalnya Telepon Cellular (GSM, CDMA), Telepon standard, Radio, Televisi, Peralatan Industri
dan peralatan elektronik lainnya. Arsitektur Addressing pada IPv6 yang mengunakan 128 bit ini, dibagi
menjadi 3 tipe, yaitu :
 1. Unicast adalah identifikasi untuk address tunggal.
 2. Anycast adalah identifikasi untuk sekelompok address.
 3. Multicast adalah identifikasi untuk banyak kelompok address.

Aturan Penulisan IP-Address pada IPv6.

          Pada IPv6 addressing dengan 128 bit dibagi menjadi 8 kelompok masing-masing 16 bit, yang
masing-masing kelompok bit ini dikonversikan kedalam 4 digit angka heksdesimal yang dipisahkan
dengan tanda “ : “, contohnya :

          21DA : 00D3 : 0000 : 2F3B : 02AA : 00FF : FE28 : 9C5A

Untuk memudahkan penulisan, angka 0 (nol) disebelah kiri bisa dihilangkan, tetapi setiap ruas
minimal menampung satung angka heksa desimal, sehingga alamat IPv6 diatas menjadi :

          21DA : D3 : 0 : 2F3B : 2AA : FF : FE28 : 9C5A




                                                   7
FARID MAYUDHI (403081010052 )
KELAS : C SEMESTER : V PRODI : SISTEM INFORMASI
TUGAS KE III MATA KULIAH : JARINGAN KOMPUTER

          Untuk menyingkat penulisan IPv6-Address bisa juga dilakukan dengan pemadatan angka nol
(heksa) dengan tanda “ :: “, contohnya :

2F3B : 2AA : FF : 0 : 0 : 0 : 0 : FE28

dipadatkan menjadi : 2F3B : 2AA : FF :: FE28

FE07 : 50 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 2 dipadatkan menjadi : FE07 : 50 :: 2

Untuk mengetahui berapa jumlah bit nol yang dipadatkan, bisa dilakukan dengan menggunakan
rumus : ( 8 – n ) x 16
dimana n adalah jumlah kelompok angka heksa yang masih ada, sebagai contoh misalnya untuk kasus
diatas adalah : 2F3B : 2AA : FF :: FE28
jumlah bit nol yang dipadatkan adalah : (8-4) .16 = 64.
Untuk address FE07 : 50 :: 2 jumlah bit nol yang dipadatkan (8-3) .16 = 80



                      Bentuk Alternatif gabungan IPv6 dan IPv4 untuk Addressing.



Alternatif lain untuk penulisan addressing pada masa transisi dari IPv4 ke IPv6 ini adalah
menggabungkan angka IP-Address IPv4 dalam desimal, yang dilengkapi dengan penulisan
penambahan angka heksa dari IPv6 agar terpenuhi format penulisan IP-Address dalam bentuk IPv6.
Dengan demikian perubahan format Addressing dari IPv4 ke IPv6 adalah :

                                         X:X:X:X:X:X:D.D.D.D

X menyatakan angka heksa yang mewakili 16 bit dari IPv6, dan D menyatakan angka desimal yang
mewakili 8 bit dari IPv4. Contohnya :

IP-Address dalam format IPv4 : 192.168.45.27, dalam format IPv6 menjadi :

                                     0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 192 . 168 . 45 . 27

Dengan pemadatan angka nol, menjadi : :: 192 . 168 . 45 . 27

Namun penulisan dalam format IPv6 biasanya dalam bentuk Heksa-desimal, se-hingga penulisan IP-
Address di atas perlu dikonversikan lagi ke dalam bentuk Heksa-desimal. Dengan demikian penulisan
IP-Address di atas dalam format IPv6 menjadi         :       :: C0 : A8 : 2D : 1B




                                                         8

								
To top