Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Askep / Asuhan Keperawatan Hepatitis B

VIEWS: 7,114 PAGES: 30

Ada banyak sekali permasalahan tentang kesehatan khususnya di negara berkembang seperti Indonesia terutama yang berkaitan dengan pola kependudukan dan lingkungan, seperti halnya penyakit hati contohnya HEPATITIS B.

More Info
									                                                                             13

                                    BAB I
                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

           Ada banyak sekali permasalahan tentang kesehatan khususnya di

   negara berkembang seperti Indonesia terutama yang berkaitan dengan pola

   kependudukan dan lingkungan, seperti halnya penyakit hati contohnya

   HEPATITIS B.

           Berdasarkan data dari 4 RSU Kota Madya Bandung dan 10 RSU di

   beberapa kota besar di Jawa Barat dari seluruh penyakit hati, hepatitis virus

   akut sebagai urutan pertama. Dan inipun sama seperti laporan dari beberapa

   rumah sakit di Indonesia, penyakit ini merupakan paling banyak dirawat di

   rumah sakit-rumah sakit di Indonesia.

           Dapat diperkirakan 10-20% individu virus hepatitis B pada usia

   dewasa tidak akan menjadi HBSAG negatif dalam waktu 6 bulan dan dengan

   demikian mereka menjadi pengidap kronik, makin muda umur seseorang

   mengidap penyakit infeksi hepatitis B makin besar menjadi pengidap kronik.

           Hasil penelitian juga menunjukan bahwa laki-laki lebih mudah

   terkena infeksi virus hepatitis B menetap dibandingkan dengan wanita, dengan

   perbandingan     6:1 hal ini disebabkan karena wanita lebih mudah

   menghilangkan infeksi virus hepatitis B dibanding dengan laki-laki (IPD

   EDISI KE III).
                                                                           13

           Dari data diatas menggambarkan sekaligus menunjukan bahwa

   penyakit hepatitis B merupakan suatu penyebab kematian di Kabupaten Garut.

           Untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi pada klien dengan

   gangguan penyakit hati terutama hepatitis B maka diperlukan perawatan yang

   komprehensif.

           Berdasarkan data diatas maka penulis tertarik untuk mengambil kasus

   yang berjudul "ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. J DENGAN

   HEPATITIS B DI GEDUNG SAFIR RSU dr SLAMET GARUT".



B. Tujuan Penulisan

   1. Tujuan Umum

            Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang nyata dalam

      memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit hepatitis B.

   2. Tujuan Khusus

      a. Mampu melakukan pengkajian pada klien unutk mengumpulkan data-

          data yang berhubungan dan mendukung masalah klien.

      b. Mampu melakukan analisa data dari hasil pengkajian kemudian

          menyusun diagnosa berdasarkan prioritas masalah.

      c. Mampu melakukan asuhan keperawatan berdasarkan analisa data dan

          diagnosa keperawatan.

      d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan berdasarkan rencana

          asuhan keperawatan.
                                                                          13

      e. Mampu melakukan evaluasi dari hasil tindakan keperawatan yang

           telah dilaksanakan sesuai dengan kriteria evaluasi.

      f. Mampu melaksanakan pendokumentasian keperawatan.



C. Metode Penulisan

            Metode penulisan yang diambil oleh penulis dalam kasus ini adalah

   menggunakan metode pemecahan masalah dengan pendekatan asuhan

   keperawatan dengan studi kepustakaan.



D. Sistematika Penulisan

            Sistematika penulisan yang diambil penulis dalam menyusun

   makalah ini adalah :

   BAB I     : Pendahuluan yang berupa latar belakang, tujuan penulis, metode

                penulisan, dan sistematika penulisan.

   BAB II : Membuat tentang tinjauan teoritis.

   BAB III : Tinjauan kasus yang terdiri dari pelaksanaan proses keperawatan

                yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,

                pelaksanaan, dan evaluasi juga catatan perkembangan.

   BAB IV : Kesimpulan dan saran
                                                                            13

                                   BAB II
                          TINJAUAN TEORITIS



A. Konsep Dasar

  1. Pengertian

             Hepatitis adalah suatu keadaan atau radang atau cidera pada hati

     sebagai reaksi terhadap virus, obat-obatan dan alkohol (Tambayong).

             Hepatitis kronik adalah suatu sindrom klinik yang patologis yang

     disebabkan oleh berbagai tingkat peradangan dan nekrosis pada hati yang

     berlangsung terus menerus tanpa penyembuhan (Sawarna dkk).

             Hepatitis B adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh

     virus hepatitis B.

  2. Etiologi

             Hepatitis dapat diartikan suatu keadaan radang atau cidera pada

     hati sebagai reaksi terhadap virus dan obat-obatannya. Biasanya ditandai

     dengan peningkatan suhu tubuh sebagai akibat invasi virus yang masuk ke

     hati.

             Hepatitis dapat diklasifikasikan secara histofatologis dikenal 3

     golongan besar hepatitis kronik, yaitu :

     a. Hepatitis kronik peresistan

                Ditandai dengan sebutan sel-sel radang bulat portal, arsitektur

         lobular tetap normal tidak ada atau hanya sedikit fibrosis.
                                                                        13

b. Hepatitis kronik lobular

            Sering pula disebut hepatitis akut berkepanjangan karena

    perjalanan penyakit lebih dari 3 bulan. Pada peradangan dan daerah

    nekrosis terjadi pada lobulus hati.

c. Hepatitis kronik aktif

            Ditandai dengan adanya sel-sel radang bulat terutama pada

    limposit dan sel pada daerah portal yang menyebar menggandakan

    infiltrasi di dalam lobulus hati sehingga menyebabkan erosi limiting

    plate dan menimbulkan gejala nekrosis.

    Dikenal 2 tipe hepatitis kronik aktif, yaitu:

    a. tipe radang berat ditemukan seperti jaringan ikat menyebar

        kedalam     kolom-kolom        hepatitis    sehingga   menimbulkan

        kelompokkan hepatosi yang terisolasi, menimbulkan gambaran

        seperti bentuk rossete, termasuk pula intera hepatic briding antara

        portal dengan portal.

    b. tipe ringan ditemukan jaringan pada limiting plate dan juga

        nekrosis yang ringan tanpa adanya pembentukan rossete atau

        jaringan baru.

        Klasifikasi hepatisis secara histopatologis tersebut didasarkan

berdasarkan atas gambaran morfologis yang dianggap dapat membantu

memperkenalkan prognosis. Hepatitis kronik secara bertahan akan menjadi

sirosis hepatis.
                                                                             13

          Sindrom hepatitis kronik merupakan suatu sindrom klinik

   memenuhi kriteria klinik dan biokimiawi secara histopatologis tertentu.

3. Patofisiologi

          Virus hepatitis B bersifat tidak sitoplastik kerusakan hipertosis

   terjadi akibat melalui mekanisme imunologi kesembuhan dari infeksi-

   infeksi hepatitis B tergantung pada sistem integritas sistem imunologis

   seseorang. Infeksi kronik terdapat bila ada gangguan respon imunologis

   terhadap infeksi virus, selama infeksi akut terjadi, sel-sel radang antara

   lain limposit T yaitu sel non spesifik killer dan sel T sitotoksik. Antigen

   terutama HbcAG yang di ekskresikan pada permukaan hepetosik secara

   bersama-sama dengan kliko protein (HLA kelas I) mengakibatkan

   hepatosit yang terinfeksi menjadi target untuk lisis oleh limposit T.

          Hepatitis virus B yang berlanjut menjadi kronik menunjukan

   bahwa respon imunologis seluler terhadap virus tidak baik, jika respon

   imunologis buruk, lisis hepatosis yang terinfeksi tidak akan terjadi atau

   berlangsung ringan saja. Virus terus berflorifikasi dengan faal hati yang

   tetap normal dan disebut kasus pengidap sehat. Di sini ditemukan kadar

   HbsAG yang sangat tinggi dan hati mengandung sejumlah besar HbsAB

   tanpa adanya krisis hepatosis. Pasien dengan respon imunologis yang baik

   lebih baik menunjukan nekrosis hepatosik yang terus berlangsung tetapi

   respon ini tidak cukup efektif untuk eliminasi virus dan terjadilah hepatitis

   kronik. Dan gangguan respon imunologis ini penting terutama pada pasien

   leukimia,   gangguan    ginjal   juga   tranplantasi   obat   imunosupresif,
                                                                         13

homosexual pada pasien AIDS. Kegagalan pada hematosit yang terinfeksi

virus limfosit T dapat terjadi berbagai mekanisme yang fungsi sel T

supresor yang meningkat, ganggung fungsi sel T sitotoksik, adanya anti

bodi yang mengantar pada permukaan yang mengantar para permukaan

hepatosit, kegagalan ekspresi antigen virus / HLA kelas I pada permukaan

kelas I.

      Perjalanan infeksi virus hepatitis B kronik mengalami 3 fase, yaitu :

a. fase replikasi virus yang tinggi tanpa menimbulkan kerusakan jaringan

    hati, yang ditandai oleh adanya kerusakan jaringan hati oleh kadar

    transaminase normal, kadar HbeAG dan DNA serum yang tinggi.

    Dengan kelainan hitologis hati minimal terjadi pada pemeriksaan

    jaringan hati secara histokimiawi ditemukan HbsAG dan HbeAg.

b. fase hepatitis rendah berupa hepatitis kronik ekserbasi akut yang

    terjadi secara spontan ditandai dengan kadar transminasi meninggi dan

    menggambarkan        usaha   host   yang   peresisten   untuk   mencoba

    mengeliminasi virus yang dari dalam tubuh.

c. fase nonreflikasi ditemukan adanya anti Hbe tanpa adanya DNA virus

    hepatitis B.

           Gambaran klinis virus hepatitis B kronik adanya hubungan dengan

kemungkinan hepatitis B berasal dari daerah endemik yang mana virus

hepatitis B dengan carier rate yang meninggi bisa terjadi pada pengidap

hepatitis kronik. Hepatitis kronik berlangsung secara perlahan dan gejala

penyakit tidak sesuai dengan keluhan pasien. Kelainan hasil labolatorium
                                                                     13

     terjadi pada bilirubin yang meningkat, kadar HbsAG positif, dan DNA

     positif.



B. Asuhan Keperawatan

  1. Proses Keperawatan
                                                                                                                                    13




                                                 PROSES KEPERAWATAN

Nama                 : Ny. J                                                                            No. CM         : 01089921

Umur                 : 50 Tahun                                                                         DX             : Hepatitis B

Jenis Kelamin        : Perempuan                                                                        Ruang          : Safir

        Diagnosa                             PERENCANAAN
No                                                                                            IMPLEMENTASI             EVALUASI
       Keperawatan         Tujuan           Intervensi                Rasionalisasi
 1          2                3                  4                          5                           6                     7
 1.    DP I           Kebutuhan nutrisi  Observasi TTV         Dengan     mengobservasi      Jam 08.00 WIB         Jam 11.30 WIB
                      terpenuhi dalam                            TTV dapat membantu             Mengobservasi        T : 130/90 mmHg
                      waktu    3     hari                        perkembangan kesehatan         TTV klien            P : 84 x/menit
                      dengan kriteria :                          klien                                               R : 27 x/menit
                       Mual hilang                                                                                   Porsi      makan
                       Badan segar                                                                                     habis ½ porsi
                        Porsi    makan  Sajikan makanan       Dengan          menyajikan    Jam 08-15 WIB         Glukosa        20
                         habis            yang hangat dan        makanan yang hangat dan        Menyajikan              tetes/menit
                                          menarik                menarik akan mengurangi        makanan    yang         terpasang
                                                                 rasa    mual      sehingga     menarik
                                                                 timbulnya nafsu makan.
                                         Berikan      porsi    Dengan memberikan porsi       Jam 08.15 WIB
                                          makan      sedikit     makan sedikit tapi sering      Memberikan
                                          tapi sering            mendorong klien untuk          makan sedikit tapi
                                                                 menghabiskan porsi makan       sering
                                                                 yang disajikan sehingga
                                                                 mengurangi rasa mual dan
                                                                 memenuhi         kebutuhan
                                                                 nutrisi
                                                                                                                           13




1            2           3                    4                           5                            6              7
                                      Berikan       obat     Dengan memberikan obat          Jam 09.00 WIB
                                        sesuai therapi         sesuai therapi akan              Memberikan obat
                                                               mempercepat proses               sesuai therapi :
                                                               penyembuhan                      o Acran
                                                                                                o Tyason
                                                                                                o Hepasil

2.   DP II       Pola       aktivitas  Bantu        klien    Dengan membatu klien            Jam 09.10 WIB Klien belum bisa
                 terpenuhi dengan       dalam                  dalam beraktivitas maka          Membantu klien beraktivitas
                 kriteria :             beraktivitas           klien akan merasa ada            dalam beraktivitas
                  Badan        klien                          dorongan unutk sembuh
                                                               dan      berupaya   untuk
                   segar
                                                               melakukan aktivitas yang
                  Klien         bisa                          sedikit sehingga aktivitas
                   beraktivitas                                klien terpenuhi

                                      Dekatkan alat-         Dengan           membantu       Jam 09.15 WIB
                                       alat         yang       mendekatkan        alat-alat     Mendekatkan alat-
                                       diperlukan klien        yang diperlukan klien saat       alat          yang
                                       dalam                   beraktivitas           akan      diperlukan klien
                                       beraktivitas            membantu memudahkan
                                                               aktivitas    klien      dan
                                                               membantu        mencarkan
                                                               otot-otot klien selama
                                                               bedrest

                                      Beri    motivasi       Dengan memberi motivasi         Jam 10.00 WIB
                                       klien     untuk         pada       klien     maka        Memberikan
                                       cepat sembuh            kesembuhan klien akan            motivasi    pada
                                                               terdorong serta akan             klien bahwa
                                                                                                                        13




1             2          3                 4                       5                          6                    7
                                                         Mematuhi semua therapi        Penyakitnya   itu
                                                         yang dianjurkan untuk         bisa disembuhkan
                                                         kesembuhannya

3.   DP III       Rasa       aman  Berikan            Dengan        memberikan  Jam 10.30 WIB            Jam 10.40 WIB
                  terpenuhi dengan    penjelasan        penjelasan        tentang  Memberikan               Klien menuturkan
                  kriteria :          tentang           penyakitnya maka klien     penjelsan tentang        bahwa mengerti
                   Klien tampak      penyakitnya       akan           memahami    kondisi                  tentang
                                                        keadaannya sekarang dan    penyakitnya              penyakitnya
                    tenang
                                                        menimbulkan rasa aman
                   Klien     tidak
                    menanyakan       Berikan support  Dengan        memberikan  Jam 10.45 WIB
                    tentang           mental             dorongan dan motivasi     Memberikan
                    penyakitnya                          maka klien akan merasa    support mental
                                                         tenang dan mempunyai
                                                         keyakinan            atas
                                                         kesembuhannya        dan
                                                         percaya diri akan timbul
                                                         kembali

                                    Anjurkan klien     Dorongan spiritual akan      Jam 10.55 WIB
                                     untuk    selalu     membantu klien untuk          Menganjurkan
                                     bedoa               sabar dan tabah dalam         klien untuk berdoa
                                                         menghadapi penyakit yang
                                                         dideritanya
                                                                                 13

     4. Catatan Perkembangan
         Diagnosa
No                    Tanggal          Catatan Perkembangan                Paraf
       Keperawatan
1            2            3                            4                     5
1.    DP I           03-01-2008   S:
                                       - Kllien mengeluh mual dan
                                         muntah.
                                  O:
                                       - Klien tampak mual
                                       - Porsi makan tidak habis
                                  A:
                                       - Masalah belum teratasi
                                  P:
                                       - Observasi TTV klien
                                       - Beri porsi makan hangat
                                         dan menarik
                                       - Beri porsi makan sedikit
                                         tapi sering
                                       - Memberi           obat   sesuai
                                         therapi
                                  I:
                                       - Mengobservasi TTV klien
                                       - Memberikan porsi hangat
                                         dan menarik
                                       - Memberikan porsi makan
                                         sedikit tapi sering
                                       - Memberikan obat sesuai
                                         therapi
                                       E:
                                       - Klien masih tampak lemah
                                                                13

1            2   3                    4                     5
                          - Infus glukosa 20 tts/menit
                          - Porsi makan habis ¼ porsi
2.   DP II           S:
                          -   Klien    mengeluh    badan
                              terasa mules
                     O:
                          -   Klien tampak lemas
                          -   Klien tampak tidak bisa
                              beraktivitas
                     A:
                          -   Masalah belum teratasi
                     P:
                          -   Klien belum teratasi
                          -   Dekatkan alat-alat yang
                              diperlukan klien
                          -   Beri motivasi agar cepat
                              sembuh
                     I:
                          - Membantu klien dalam
                              beraktivitas
                          - Mendekatkan alat-alat yang
                              diperlukan klien
                          - Memberi motivasi agar
                              cepat sembuh
                     E:
                          -    Klien     belum       bisa
                              beraktivitas
                                                             13

1             2   3                    4                 5
3.   DP III           S:
                           -   Klien selalu menanyakan
                               tentang penyakitnya
                      O:
                           -   Klien tampak cemas
                           -   Klien selalu menanyakan
                               tentang penyakitnya
                      A:
                           -   Masalah teratasi
                                                          13

                               BAB III
                 TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN


A. Tinjauan Kasus

1. Pengkajian

   1). Biodata

      a. Biodata Klien

          Nama                       : Ny. J

          Umur                       : 50 Tahun

          Jenis Kelamin              : Perempuan

          Pendidikan                 : SMP

          Pekerjaan                  :   -

          Suku Bangsa                : Sumatra

          Alamat                     : Leles

          Agama                      : Islam

          Tgl. Masuk                 : 31 Desember 2007

          Tgl. Pengkajian            : 2 Januari 2008

          No. CM                     : 01089921

      b. Biodata Penanggung Jawab

          Nama                       : Ny. L

          Umur                       : 48 Tahun

          Jenis Kelamin              : Perempuan

          Pendidikan                 : SMA

          Pekerjaan                  : Ibu Rumah Tangga
                                                                       13

      Alamat                           : Leles

      Hubungan dengan klien            : Anak Klien

2). Keluhan Utama

   Klien mengeluh merasa mual dan tidak ada nafsu makan.

3). Riwayat Kesehatan

   a. Riwayat Kesehatan Sekarang

               Klien menuturkan bahwa 6 hari yang lalu sebelum masuk

      rumah sakit dr. Slamet Garut, klien mengeluh merasa mual.

               Anaknya merasa khawatir dan pada tanggal 31 Desember 2007

      klien dibawa ke rumah sakit umum dr. Slamet Garut dan disarankan

      untuk mendapatkan perawatan di gedung Safir.

   b. Riwayat Kesehatan Dahulu

               Klien menuturkan bahwa klien belum pernah mengalami

      penyakit seperti yang dideritanya sekarang. Dan klien belum pernah

      mengalami perawatan di rumah sakit.

   c. Riwayat Kesehatan Keluarga

               Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita

      penyakit menular maupun penyakit keturunan.

4). Pemeriksaan Fisik

   Tanggal : 2 Januari 2008            Jam : 09.00

   a. Keadaan Umum

      Penampilan                       : Klien tampak rapih

      Kesadaran                        : Compos Mentis
                                                                      13

b. Tanda-tanda Vital

   T : 130/90 mmHg

   P : 90 x / menit

   R : 26 x / menit

   S : 37 oC

c. Sistem Integumen

   1) Rambut dan kulit kepala

               Rambut tampak hitam dengan penyebaran merata, tekstur

      halus. Kulit kepala tidak tampak adanya lesi dan benjolan dan tidak

      tampak adanya ketombe.

   2) Kulit

               Tampak sawo matang dengan lembab, tekstur halus, suhu

      37 oC, pada saat ditekan turgor kulit dapat kembali pada keadaan

      semula dalam waktu ± 2 detik, tidak tampak adanya kotoran.

   3) Kuku
                                                              o
               Warna dasar transparan dengan sudut 160         , bentuk

      cembung, tekstur halus, saat ditekan keadekuatan sirkulasi dapat

      kembali pada keadaan semula dalam waktu ± 2 detik, tidak tampak

      adanya kotoran.

d. Sistem Penglihatan

          Mata kiri dan kanan tampak simetris dengan konjungtiva merah

   muda dan sklera putih, klien dapat membaca papan nama perawat pada

   jarang ± 30 cm, tidak tampak adanya kotoran
                                                                          13

e. Sistem Pendengaran

          Telinga kanan dan kiri tampak simetris dengan tekstur halus,

   klien dapat merespon ditanya pada jarak ± 1 meter, tidak tampak

   adanya serumen yang berlebihan

f. Sistem Respirasi

          Lubang hidung kiri dan kanan tampak simetris, frekuensi nafas

   26 x / menit, bunyi paru-paru vesikuler, warna kulit hidung sama

   dengan kulit wajah, tekstur halus dan klien dapat membedakan bau

   kayu putih dan lisol, tidak tampak adanya kotoran pada daerah dada

   dan tidak tampak adanya sekret.

g. Sistem Cardiovaskuler

          Irama jantung terdengar reguler, dengan frekuensi nadi 90 x /

   menit, T : 130/90 mmHg, tidak tampak adanya pembesaran KGB,

   tidak terjadi peninggian JVP.

h. Sistem Gastrointestinal

   1) Mulut

              Bibir tampak merah muda, tekstur halus, mukosa lembab,

       tidak terdapat caries, warna lidah merah muda, dengan tekstur

       halus, dapat membedakan bermacam-macam rasa seperti manis,

       asin dan lain-lain.

   2) Abdomen

              Bertekstur halus, berbentuk datar, terdapat nyeri tekan,

       terdengar bising usus 15 x / menit, tidak tampak adanya kotoran.
                                                                          13

       3) Pola Eliminasi

                  Klien BAB 1 x / hari dengan konsistensi ½ padat, berwarna

          kuning dengan bau khas feses.

   i. Sistem Genital

       Tidak terkaji.

   j. Sistem Muskuluskeletal

       Leher dapat digerakkan ke segala arah.

       1) Ekstrimitas atas      : 1. tangan kiri terpasang infus

                                  2. tangan kanan dapat digerakkan ke

                                     segala arah

       2) Ekstrimitas bawah     : Dapat digerakkan ke segala arah



5). Aktivitas Sehari-hari

 No     Jenis Aktifitas           Sebelum Sakit             Saat Sakit
 1. Pola nutrisi
     Makan
      o Jenis                 Nasi + lauk pauk         Diet TKTP
      o Porsi                 1 porsi                  ½ porsi
      o Frekuensi             2-3 x / hari             3 x / hari
     Minum
      o Jenis                 Air putih                Air putih
      o Banyaknya             ± 6-7 gelas/hari         ± 6-7 gelas/hari
 2. Pola eliminasi
     BAK
      o Frekuensi             ± 3-4 x / hari           ± 2-3 x / hari
      o Warna                 Kuning jernih            Kuning jernih
      o Bau                   Khas urine               Khas urine
     BAB
      o Frekuensi             1 x / hari               1 x / hari
      o Warna                 Khas feces               Khas feces
      o Bau                   Kuning kecoklatan        Kuning
                                                                         13

 3.     Pola Istirahat
          o Tidur siang         Jarang tidur          ±1-2 jam
          o Tidur malam         ± 7-8 jam             ± 4-5 jam
          o Kwalitas tidur      nyenyak               Sering terjaga
 4.     Pola personal higiene
          o Ganti pakaian       2 x / hari            1 x / hari
          o Gosok gigi          2 x / hari            1 x / hari
          o Mandi               2 x / hari            1 x / hari


6). Data Psikologi dan Spiritual

      a. Data Psikologi

                Klien nampak cemas, terbukti klien sering menanyakan tentang

         kondisinya.

      b. Data Sosial

                Klien berhubungan baik dengan keluarganya terbukti dengan

         selalu menceriakan keluarganya dan hubungan dengan perawat pun

         baik, terbukti klien mampu bekerja sama dengan perawat dan mudah

         beradaptasi.

      c. Data Spiritual

                Klien beragama Islam dan selalu taat dalam menjalankan

         kewahibannya yaitu menjalankan sholat yang 5 waktu meskipun

         sedang sakit.



7). Data Penunjang

      a. Data Labolatorium
                                                                   13

     No.    Pemeriksaan           Hasil            Nilai Normal
     1     Hemoglobin       10,2             14-18 gr / dl
     2     Leukosit         10800            5000-10000 mm2
     3     LED              99 / 118         < 15 mm / jam
     4     Thrombosit       451000           150 ribu – 350 ribu mm2
     5     Hematokrit       29%              40-50%
     6     Ureum            20 mg / dl       20-40 mg / dl
     7     Kreatinin        0,75 mg / dl     0,1-1,1 mg / dl
     8     SGUT             267v / 1 370o1   10-34v / 1 370o1
     9     SGPT             278v / 1 370o1   9-46v / 1 370o1
     10    HbsAG            Negatif
     11    Bilirubin        Negatif


b. Diagnosa Medis : Hepatitis B

c. Therapi :

    Oral :

        Hepesit            3x1

        Urdehek            2x1

        Cerini             1x1

    Parental :

        Acran              2x1

        Tyason             1x2

        Hevasil            3x1

    Infus glukosa 20 tetes / menit
                                                                                         13

2. Analisa Data

 No.                SYMPTOM                          ETIOLOGI                 PROBLEM
 1.    Ds :                                     Kerusakan hati  Gangguan    Gangguang
              -    Klien mengeluh mual          metabolisme  nafsu makan    pemenuhan
              -    Kien mengeluh badannya        menurun  asupan nutrisi    kebutuhan
                   terasa lemah               tidak adekuat  HCL lambung    nutrisi
       Do :                                    meningkat  akumulasi asam
              -     Klien tampak mual                lambung  mual
              -     Badannya tampak lemah
 2.    Ds :                                   Gangguan metabolisme dihati    Gangguan
              -     Klien mengeluh badan         penurunan energi          kebutuhan
                    terasa lemas.              kelemahan dan keletihan v     aktifitas
       Do :                                         aktifitas dibantu
              -     Klien tampak lemas
              -     Klien tampak tidak bisa
                    beraktifitas
 3.    Ds :                                    Kurangnya pengetahuan        Gangguan rasa
              -     Klien sering menanyakan        Setresor  cemas          aman cemas
                    tentang penyakitnya
       Do :
              -     Klien tampak cemas




3. Diagnosa Keperawatan

   1. Gangguan           pemenuhan       kebutuhan    nutrisi   kurang      dari   kebutuhan

       sehubungan dengan adanya asupan nutrisi yang tidak adekuat yang

       ditandai dengan :

       Ds : - klien mengeluh mual

                  - klien mengeluh badannya lemas

       Do : - klien tampak mual

                  - klien tampak lemah

   2. Gangguan pola aktivitas sehari-hari sehubungan dengan kelemahan dan

       keletihan yang ditandai dengan :

       Ds : - klien mengeluh badannya lemas

       Do : - klien tampak lemas
                                                                13

        - klien tampak tidak bisa beraktivitas

3. Gangguan rasa aman cemas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan

   yang ditandai dengan :

   Ds : - klien sering menanyakan tentang penyakitnya

   Do : - klien tampak cemas
                                                                              13

B. Pembahasan

         Pembahasan       ini   bertujuan   untuk   mengetahui   hal-hal   asuhan

  keperawatan tentang penyakit hepatitis B yang telah dibahas pada BAB II dan

  untuk menemukan penyelesaian antara ketidaksesuaian menurut teori dan

  praktek di lapangan untuk memperoleh bukti-bukti yang meyakinkan agar

  sampai kepada tujuan.

         Bertitik tolak pada uraian diatas maka dalam BAB III penulis

  menguraikan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam pembahasan ini

  adalah sebagai berikut :

         a. Pengkajian

         b. Perencanaan

         c. Pelaksanaan

         d. Evaluasi

  a. Pengkajian

             Dalam melakukan pengkajian, penulis tidak menemukan hambatan

     dalam pengumpulan data karena klien memberikan respon yang sangat

     positif dan mau diajak bekerja sama.

             Selain itu juga bimbingan dan arahan serta dukungan dari perawat

     ruangan yang banyak memberi kemudahan bagi penulis sehingga dapat

     memberikan asuhan keperawatan dengan lancar. Adapun hasil analisa data

     yang didapatkan dan beberapa diagnosa keperawatan yang didapatkan

     sesuai dengan BAB II yaitu :
                                                                     13

1. Intoleransi aktivits berhubungan dengan adanya kelemahan otot.

2. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan adanya mual

   dan muntah.

3. Resiko tinggi terhadap integritas kulit berhubungan dengan adfanya

   bedrest.

4. Kurangnya pengetahuan kien mengenai penyakit yang dideritanya.

Sedangkan diagnosa keperawatan yang tidak sesuai dengan BAB II yaitu :

1. Gangguan pemenuhan istirahat tidur sehubungan dengan adanya sakit

   kepala.

2. Gangguan personal higene sehubungan dengan ketidakberdayaan

   untuk melakukan kebersihan diri.

       Diagnosa diatas muncul dan ditunjang oleh data-data baik objektif

maupun subjektif karena data masalah sangat penting untuk memenuhi

kebutuhan klien adapun beberapa diagnosa keperawatan yang sesuai

dengan teori tetapi tidak muncul pada BAB III yaitu :

1. Gangguan konsep diri harga diri rendah sehubungan dengan terisolasi.

2. Gangguan infeksi penularan sehubungan dengan adanya infeksi virus.

3. Resiko tinggi keseimbangan cairan dan elektroli sehubungan dengan

   adanya anoreksia.

       Diagnosa keperawatan diatas tidak muncul disebabkan karena tidak

adanya data baik objektif maupun subjektif yang menunjang timbulnya

diagnosa keperawatan diatas.
                                                                       13

b. Perencanaan

          Pada tahap perencanaan tidak mengalami kesulitan, hal ini

   disebabkan karena tersedianya beberapa sumber yang memudahkan

   tentang rencana keperawatan untuk beberapa masalah keperawatan pada

   klien selain itu juga adanya kerjasama dan dukungan dari keluarga dan

   perawat ruangan yang membantu dan mempermudah proses keperawatan

   terutama dalam tahap perencanaan. Dan perencanaan yang sesuai dengan

   BAB II yaitu :

   1. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan adanya kelemahan otot

   2. Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan mual dan muntah

   3. Kurangnya pengetahuan dan kurang mengerti tentang keadaan

      penyakitnya

          Ketiga diagnosa diatas dalam perencanaannya dapat dilakukan

   sesuai dengan rencana sedangkan pada perencanaan keperawatan yang

   tidak sesuai dengan BAB II yaitu pada diagnosa keperawatan tentang

   gangguan personal higine berhubung ketidakberdayaan melakukan

   kebersihan diri.



c. Pelaksanaan

          Pelaksanaan asuhan keperawatan selama empat hari di mulai dari

   tanggal 2-5 Januari 2008. Pada pelaksanaan penulis mendapat arahan dan

   dukungan dari perawat ruangan yang memberi banyak kemudahan
                                                                             13

   sehingga dapat melaksanakan asuhan keperawatan dengan lancar, tapi

   walaupun begitu penulis masih mendapat kesulitan diantaranya :

            Adanya keterbatasan waktu dari penulis itu sendiri sehingga

   menyebabkan perawatan terhadap klien tidak dapat dilakukan sepenuhnya

   oleh penulis itu sendiri sehingga penulis melakukan operan tugas pada

   perawat ruangan.

            Adanya    keterbatasan   ilmu   dari   penulis,   tetapi   walaupun

   keterbatasan ilmu penulis tetap berusaha semaksimal mungkin untuk

   melaksanakan asuhan keperawatan pada klien.

d. Evaluasi

            Setelah penulis melakukan asuhan keperawatan tentang penyakit

   hepatitis B kepada klien selama 4 hari mulai tanggal 2-5 Januari 2008 dan

   bertitik tolak pada pengkajian, perencanaan dan pelaksanaan.

            Asuhan keperawatan juga dimasukan dan perkembangan klien

   selama     melaksanakan    asuhan   keperawatan     maka     penulis   dapat

   mengevaluasi hasil keperawatan yang telah dilaksanakan.

            Dari masalah yang muncul pada klien ada beberapa yang sudah

   teratasi diantaranya adalah rasa aman cemas. Dan beberapa masalah yang

   belum teratasi diantaranya :

   1. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi sehubungan dengan mual dan

      muntah.

   2. Gangguan pola aktifitas sehubungan dengan adanya kelemahan otot.
                                                               13

      Masalah yang belum teratasi tersebut disebabkan karena klien

masih dalam perawatan yang cukup lama untuk mengatasi masalah

tersebut, maka penulis menyerahkan pada perawat ruangan untuk

melakukan perawatan selanjutnya.
                                                                               13

                                       BAB IV
                    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


         Dalam bab terakhir ini penulis mencoba menyimpulkan beberapa

masalah tentang asuhan keperawatan penyakit hepatitis B dan memberikan

beberapa saran dalam melakukan proses keperawatan pada penyakit hepatitis B.



A.    Kesimpulan

              Dari hasil pembahasan BAB IV maka penulis dapat mengambil

      kesimpulan sebagai berikut :

     1. Pengkajian merupakan langkah awal yang sangat penting untuk proses

        selanjutnya dari proses keperawatan pada sistem pencernaan (penyakit

        hati) dituntut keterampilan khusus dalam mengkaji adanya kaji kelainan

        hati sehingga dapat menganalisa secara tepat dan permasalahan yang ada

        pada klien dapat terungkapkan.

     2. Perencanaan tindakan keperawatan terhadap suatu masalah harus dapat

        mengacu pada penyelesaian masalah yang ada pada klien tersebut.

     3. Dalam melakukan asuhan keperawatan pada klien penyakit hepatitis maka

        perawat memerlukan ilmu dan keterampilan khusus dalam menangani

        penyakit hati (hepatitis B).
                                                                           13

B.    Rekomendasi

     1. Untuk perawat

        a. Perawat dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan yang luas

           mengenai hepatitis sehingga mampu mengungkapkan permasalahan

           langsung pada klien.

        b. Perawat hendaknya tidak hanya berperan sebagai pelaksana perawatan

           saja tetapi harus melaksanakan perawatan secara komprehensif.

        c. Perawat harus lebih meningkatkan kerjasama antara tim kesehatan dan

           keluarga klien.

     2. Untuk Rumah Sakit

              Agar menyediakan peralatan yang lebih lengkap dan menyediakan

        SDM yang profesional.

     3. Untuk Keluarga

        a. Perlu motivasi yang kuat dan perlu kesabaran dalam merawat klien

           baik di rumah sakit atau sesudah pulang ke rumah.

        b. Keluarga hendaknya mempunyai bekal keterampilan dalam melakukan

           perawatan kepada klien.

								
To top