Docstoc

Sejarah sumpah pemuda

Document Sample
Sejarah sumpah pemuda Powered By Docstoc
					                  Sejarah sumpah pemuda
                                     Oleh. Hartoni surono

sejalan dengan apa yang telah dirumuskan dan dibentuk oleh para pejuang kita, di Jalan Kramat
 Raya 106 adalah sebuah acuan bagi bangsa kita yaitu bangsa Indonesia yang telah ada dan telah
 berdiri sejak pertempuran dan penjajahan telah usai. Sumpah pemuda pun tercetus dan muncul
     sebagai sebuah pegangan dan sebuah pembuka dari apa yang disebut dengan janji setia.

Sumpah pemuda merupakan sebuah landasan bukti bahwa seluruh putra putrid Indonesia hanya
     mempunyai 1 tanah air, 1 bahasa dan 1 bangsa yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah
   INDONESIA. Adapun sejarah sebelum tercetusnya sumpah pemuda yang kini mungkin di
  anggap tabu bagi sebahagian lapisan masyarakat inndonesi khusunya para generasi penerus,
 dapat kita ketahui dengan membaca artikel yang penulis buat dengan mempersingkat seluruh
 aspek sejarah yang ada tanpa merusak ataupun memngurangi aspek yang terdapat didlamnya.
      Inilah sepenggal sejarah yang berhasil penulis angkat berdasarkan kisah nyata dan
                                       kronologisnya:

   Sumpah pemuda merupakan sumpah setia dari hasil rumusan kerapatan pemuda-pemudi
 Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Pemuda l dan Kongres Pemuda II. Nah, melalui
                     kongres itulah kita bisa mengenal Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta, pada 30 April—2 Mei 1926. Di kongres itu, mereka
membicarakan pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan. Kemudian,
  pada tanggal 27—28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia kembali mengadakan Kongres
Pemuda II. Dan, pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh peserta membacakan Sumpah Pemuda.
     Sejak saat itu, setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda.

  Rumusan itu ditulis Mohammad Yamin di sebuah kertas saat mendengarkan pidato dari Mr.
  Sunario pada hari terakhir kongres. Inti dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu Nusa, Satu
Bangsa, dan Satu Bahasa. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut
                 dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia.

  Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari
   Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.
    Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan
    Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya
                          diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

 Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan
  Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia.
  Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong
 Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta
 pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay
                                  Siang dan Tjoi Djien Kwie.
 Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar,
 kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga
                               menghasilkan Sumpah Pemuda.

                      Rapat Pertama, Gedung Katholieke Jongenlingen Bond

   Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan
Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan
  dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan
 hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan
               Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

                            Rapat Kedua, Gedung Oost-Java Bioscoop

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.
  Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus
 mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di
                         rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.




                      Rapat Ketiga, Gedung Indonesisch Huis Kramat

   Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain
    gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa
dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin
                    dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu
    tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan
 mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan
                              sebagai Sumpah Setia, berbunyi


                               Sumpah Pemuda versi orisinal[2]:

 Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
   Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


                      Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

   Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
      Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
    Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

                   Tokoh yang terlibat dalam kongres sumpah pemuda

Banyak tokoh yang menjadi peserta dalam Kongres Pemuda I dan II. Mereka datang mewakili
berbagai organisasi pemuda yang ada saat itu. Di antaranya ada yang menjadi pengurus, seperti
 Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) sebagi ketua dan
                        wakilnya, R.M. Djoko Marsaid (Jong Java).

Sementara Mohammad Yamin dari Jong Sumateranen Bond sebagai sekretaris dan bendaharanya
Amin Sjarifuddin (Jong Bataks Bond). Mereka juga dibantu oleh Djohan Mohammad Tjai (Jong
   Islamieten Bond), R. Katja Soengkana (Pemuda Indonesia), Senduk (Jong Celebes), Johanes
  Leimena (Jong Ambon), dan Rochjani Soe’oed (Pemuda Kaum Betawi). Sumpah Pemuda dan
       kemerdekaan Kelahiran Sumpah Pemuda menjadi senjata yang ampuh untuk merebut
 kemerdekaan dari tangan penjajah. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kesadaran
   para pemuda Indonesia saat itu pun semakin kuat karena mereka tidak berjuang sendiri. Jadi,
           Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia.



                                                                   Foto sumpah pemuda

                                                             berikut adalah barisan para peserta
                                                              kongres sumpah pemuda 1 dan 2.
                                                              Dimana karna merekalah sumpah
                                                              pemuda tercetus dan ada sampai
                                                                saatini dan terus diperingati.
                                      dan ini adalah foto asli dari hasil perumusan kongres
                                            pemuda-pemuda bangsa Indonesia yaitu

                                                      “SUMPAH PEMUDA”




Replikasi kongres sumpah pemuda II.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1386
posted:10/30/2010
language:Indonesian
pages:4