Docstoc

dharma wacana PRANI

Document Sample
dharma wacana PRANI Powered By Docstoc
					                            PRANI
Dharma wacana
Pura Buana Agung Bontang, 16 Pebruari 2007

   OM AWIGNAMASTU NAMO SIDHAM
   OM ANOBADRAH KRATAWO YANTU WISWATAH

    Prani dalam kamus sansekerta artinya hidup. Kekuatan hidup (badan) ini bersumber
dari makanan. Tidak akan ada badan jika tidak ada makanan (lihat pengantar
Sarasamuscaya). Lebih dalam lagi menghaturkan prani artinya mempersembahkan hidup
ini kepada Sang Hyang Widdhi. Dengan mempersembahkan hidup ini kepada Sang
Hyang Widdhi kita akan memperoleh kekuatan hidup.
    Prani terbuat dari makanan, karena makanan memberikan kekuatan bagi segenap
mahluk. Makanan yang disajikan adalah makanan yang bersumber dari ketulusan hati
sebagai wujud rasa bakti, disajikan ditempat khusus untuk persembahan. Mengenai cara
menyajikan diserahkan kepada umat untuk mempersembahkan yang terbaik. Bahan prani
dapat terdiri dari:
    1. Sarwa tumuwuh misalnya nasi dan sayuran
    2. Sarwa metaluh misalnya ayam dan telornya
    3. Sarwa lekad (yang beranak) misalnya babi, menjangan, dsb.
Jika ingin melengkapi maka hendaknya ditambah bumbu yang mengandung sad rasa
sebagai inti sari panca maha bhuta (manis, asam, asin, pait, sepet, pedas). Setelah
disajikan diatasnya ditaruh canang. Maknanya adalah melalui persembahan prani
memohon kekuatan hidup, agar dapat menjalani hidup ini dengan kebijaksanaan (wiweka
jnana). Hidup ini tidak akan berharga jika tidak diterangi oleh wiweka janana.
        Persembahan prani pada umumnya saat piodalan (Nyejer) atau saat pembangunan
dengan harapan kita diberikan kekuatan, tahan godaan dan senantiasa bijaksana sehingga
mampu menyelesaikan pembangunan dengan hasil yang baik sesuai harapan kita
bersama.
        Untuk mempersembahkan prani tidak harus pemangku semua umat boleh
menghaturkan dengan mengunakan berbagai bahasa (boleh bahasa Bali, Jawa, Bugis,
Inggris, Jepang, hati dsb) yang intinya bermaksud mempersembahkan prani dengan
harapan Hyang Widdhi memberikan anugrah bagi diri kita, keluarga, dan semua orang
yang terlibat dalam pembangunan, berupa kekuatan hidup, tahan godaan dan senantiasa
bijaksana. Caranya adalah diperciki tirta atau air yang dimohon untuk menyucikan (OM
Bhatara Wisnu Titiang Nunas Tirta Pengelukatan Pebersihan). Setelah disucikan lalu
disampaikan maksunya dengan bahasa sendiri. Atau dengan mantra :
Om Bhuktiantu sarwata dewa,
Bhuktiantu tri lokanam,
Saganah sapari warah,
sawarga sadasi dasah,
Om Dewa boktre laksana ya namah,
Om Dewa trepti laksana ya namah,
Om Treptia parameswara ya namah swaha.
 Mengenai waktu persembahan prani untuk piodalan adalah saat Nyejer,
sedangkan untuk pembangunan setelah memasak atau disesuaikan dengan
kesempatan dan kemampuan warga.

OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: lain, yang
Stats:
views:124
posted:10/29/2010
language:Indonesian
pages:1
About Guru SMPN 1 BONTANG