Docstoc

MATERI SEMINAR OK

Document Sample
MATERI SEMINAR OK Powered By Docstoc
					                     PELAJAR MAHASISWA YAHUKIMO
                  KOORDINATOR WILAYAH SEJABODETABEK




    “ KADERISASI KEPEMIMPINAN MAHASISWA DALAM RANGKA MENINGKATKAN
    SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KABUPATEN YAHUKIMO YANG BERKUALITAS”




DISAMPAIKAN DALAM RANGKA PEMBINAAN MAHASISWA BARU KABUPATEN YAHUKIMO
             KOORDINATOR WILAYAH SEJABODETABEK TAHUN 2010
                      TANGGAL, 14-15 AGUSTUS 2010




                                 OLEH
                          WESLEY CORRY MIRIN
                                   PROFILE MATERI

A. Pengantar Umum
   Pada bagian ini kita melihat Gambaran umum dari profile materi yang akan kita sajikan
   bersama pada acara Pembinaan Penerimaan Mahasiswa baru dan seminar ini adalah “
   KADERISASI KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA “ menjadi
   sebuah topic yang relevan dengan pembinaan karakter kepemimpinan dalam organisasi
   menjadi prioritas penting yang diemban oleh wadah Mahasiswa Yahukimo sebagai pusat
   pembinaan dan pengkaderan menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia yang
   berkualitas, inofatif, kreatif, mandiri, dinamis, produktif, demokratis, dan ilmiah, maka
   tema ini menjadi motivasi mahasiswa tentang pemahaman akan kaderisasi dalam
   kepemimpinan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,
   dalam profile ini akan kita bahasa tentang :
   1. Organisasi
   2. Kaderisasi dan Kepemimpinan
      a. Pemimpin
      b. Kepemimpinan
          Pola Kepemimpinan Mahasiswa
             Karakter/ Model Kepemimpinan
             Hubungan Kerja Dalam Kepemimpinan
             Gagalnya Kepemimpinan
             Visi Penyelenggaraan Kaderisasi
             Pengaruh Kepemimpinan
             Fungsi Partisipasi
             Proses Penetapan Sasaran
   3. Kualitas sumber daya manusia
      a. Kualitas
      b. Output ( Pengaruh )
   4. Penutup ( Kesimpiulan )

B. Organisasi
   Kaderisasi Kepemimpinan Mahasiswa dan kualitas sumber daya menjadi isu sentral
   perlu ditingkatkan, namum untuk mencapai hal tersebut dapat dilaksanakan melalui
   pendekatan organisasi dan perlu adanya organisasi dimana berperan sebagai wadah
   pembinaan dan pengkaderan, maka kita dapat berasumsi bahwa dengan keberadaan
   organisasi tersebut dapat menyelenggarakan berbagai program yang langsung
   bersasaran pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang handal dan
   berkualitas.
   Sebelum kita melihat lebih jauh tentang pentingnya kualitas kaderisasi kepemimpinan
   Mahasiswa, kita lebih dulu memahami tentang organisasi itu sendiri, Apa itu Organisasi
   ? adalah satu kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan yang
   diadakan untuk mencapai tujuan bersama melalui metode berorganisasi dan
   pengembangannya, dari penjelasan tersebut kita menggambarkan pengertian tentang
      organisasi adalah sebuah perkumpulan/wadah yang menghimpun beberapa kesatuan
      kelompok kerja untuk menjalankan tujuan penyelenggaraannya.

      Kesatuan kelompok kerja dalam organisasi meliputi
      1) Pengurus Organisasi
          Pemimpin ( Ketua(Wakil), Sekretaris (Wakil), Bendahara(Waki)
          Anggota Pengurus (Koordinator Seksi/Biro/Dep/anggota)
          Kelompok Pendukung ( Mahasiswa

      2) Manajemen Kepemimpinan
          Penyelenggaraan Visi dan Misi
          Program/Sistem Kerja dalam organisasi
          Fungsi Kepemimpinan
          Tugas
          Administrasi Organisasi
          Fungsi Kerja Keuangan
          Tujuan Penyelenggaraan Organisasi

      3) Fungsi Kepemimpinan
          Struktur Organisasi
          Komposisi Pengurus
          Pembagian Tugas dan Koordinasi

C. Kaderisasi Dan Kepemimpinan

  1. Kader
      Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai
  keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga ia memiliki kemampuan kepemimpinan. Peristiwa di
  atas menunjukkan bahwa visi integral dari kaderisasi , selain mengedepankan urgensi
  kepemimpinan seseorang, tapi juga tak boleh juga melupakan factor yang harus dimiliki
  oleh sang calon kader tersebut juga harus dipertimbangkan. Sehingga tak terjadi persaingan
  pendapat yang tidak dapat mendukung kepemimpinan lalu organisaisi di hadapkan pada
  persoalan lain. Yakni pemimpin dan kader-kader mahasiswa tersebut memiliki kelemahan di
  berbagai     bidang     strategis,   misalnya     kualitas    kepemimpinan,     managerial,
  pemikiran/perencanaan strategis, tingkat intelegensi , diplomasi; kepribadian yang dapat
  melibatkan anggota sekaligus menanamkan nilai-nilai tertentu kepada seorang kader.
  Siapakah kader? Kader adalah anggota, penerus organisasi. Nilai-nilai apa? Nilai-nilai yang
  diyakini bersama sebagai pembentuk watak dan karakter organisasi dan dalam organisasi
  manapun membutuhkan kaderisasi, sebab kaderisasi menjadi syarat fundamental atas maju-
  mundurnya suatu organisasi dan harus melakukan regenerasi kepemimpinan. Kaderisasi
  dalam sebuah organisasi dapat kita artikan sebagai proses penurunan nilai dan fungsi untuk
  dapat dilanjutkannya, kaderisasi merupakan inti dari kelanjutan visi/misi organisasi
  Kaderisasi merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi,
  rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-
  tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis. Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan
  mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan. Fungsi dari kaderisasi
  adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet
  perjuangan sebuah organisasi.
    Pola Pelaksanaan Kaderisasi
      Dalam proses pencapaian tujuan organisasi dalam rangka meningkatkan program
      kaderisasi kepemimpinan dan kualitas mahasiswa, maka metoda dan pola yang harus
      ditanamkan dalam organisasi mahasiswa yahukimo adalah :
      a. Pembinaan
      b. Pelatihan
      c. Pengkaderan
      d. Pendidikan
    Bentuk Pengembangan Kaderisasi Melalui Kegiatan
      Untuk mencapai tujuan organisasi melalui pola pengembangan, maka adapun bentuk-
      bentuk kegiatan yang bersifat kaderisasi kepemimpinan, meliputi :
       Kegiatan Yang bersifat Fisik
          a. Seminar, Workshop, Sarasehan, Pidato, Puisi, LKIR, Debat Ilmiah, Dialog
          b. Latihan Dasar-dasar Kepemimpinan ( Kaderisasi, Konsolidasi , latiha Manajemen)
          c. Kursus-kursus ( Bahasa Inggris, Komputer, dan bahasa )
          d. Menyelenggarakan Latihan Musik dan Seni
          e. Penyelenggaraan Olahraga
          f. Membentuk Kelompok-kelompok Diskusi
       Kegiatan Non Fisik ( Kerohanian )
          a. Persekutuan Doa
          b. Ibadah-ibadah rutin ( Hari-hari besar Kristiani )
          c. Natal
          d. Seminar
          e. Mengunjungi orang sakit

D. PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN

1. Pemimpin
       Bagaimana keadaan kelompok, pada umumnya ada yang memimpin masalahnya
kepemimpinan kelompok merupakan paham yang sudah cukup tua sejak manusia itu hidup
berkelompok dan memimpin, sebenarnya sudah timbul . artinya kepemimpinan menyangkut
kelompok masyarakat, atau orang yang dipercayakan untuk memimpin banyak orang telah
terbangun, namun kepemimpinan pada kelompok anak-anak, kelompok remaja, dan kelompok
mahasiswa akan tampil pemimpin dengan memiliki cirri-ciri tertentu, sebelum menjelaskan
lebih jauh tentang kepemimpinan Mahasiswa kita perlu memahami dan membedakan
pengertian antara pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri berdasarkan pandangan beberapa
ahli menurut Cowley, dalam Hempill, 1953 bahwa The Leader is one who succeds in getting
others to follow him,menurut Stogdill, 1950 Leader is the process of influencing group activities
toward goal setting and goal achievement ,Leadership is the exercise of authority and the
making of decisions (Dubin, 1951), sedangkan pandangan Cattel, 1953 The leader is one who
creates the most effective change in group performance. Menurut Sanford, 1949 ; The Leader is
person that identified and accepted as such by this followers.
Contoh-contoh diatas memberikan gambaran bervariasinya dalam memberikan pengertian
tentang pemimpin dan kepemimpinan, namun dalam mendeskripsikan kepemimpinan selalu
ada variable-variabel : a). Adanya pemimpin dalam kelompok Mahasiswa, b). Adanya
mahasiswa yang harus dipimpin, c). Adanya tujuan yang hendak dicapai, d). Adanya aktivitas
organisasi, e). adanya interaksi dan (f).adanya otoritas.
Sesungguhnya Pemimpin adalah seorang yang memegang peranan penting di dalam
organisasi, kelompok masyarakat, pemerintahan dan gereja, sebagai pemegang kekuasaan
sehingga jelas bahwa seorang pemimpin dapat mengatur, mengarhkan berbicara dalam
suatu kelompok kepada anggota yang dipimpinnya.
e. Sifat-Sifat Seorang Pemimpin
Ada beberapa sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menjalankan organisasi
dalam kepemimpinanya adalah tidak lain tetapi pasti meniru cara kepemimpinan Kristen yang
berdasarkan kepada sifat-sifat Yesus yaitu:
1. Seorang pemimpin bersifat setia dan bertanggung jawab
2. Tunduk kepada bawahan atau mendengar keluhan
3. Merendahkan diri terhadap orang lain
4. Memimpin dengan kasih
5. Rela berkorban
6. Jujur
7. Melayani banyak orang
8. Mengorbankan segala sesuatu bagi orang lain
9. Ikut mengambil bagian dalam
10. Ingin belajar
11. Selalu berdamai dengan orang lain
f. Syarat Menjadi Pemimpin
    1. Bersedia menjalankan Visi dan Misi
    2. Memiliki Moralitas hidup yang baik
    3. Cakap Berbicara
    4. Dapat memimpin
    5. Siap melaksanakan segala tugas dan program kerja
    6. Memiliki kemampuan memimpin
    7. Mendapatkankan dukungan kepercayaan
    8. Mempunyai integritas yang tinggi
g. Fungsi Pemimpin
    Fungsi-fungsi pemimpin adalah sebgai berikut :
    1. Memberikan struktur yang jelas terhadap arah kebijakan organisasi
    2. Mengawasi jalanya kepemimpinan
    3. Memimpin dan mengarahkan
    4. Menyelenggarakan segala program prioritas
    5. Menyelenggarakan manajemen kepemimpinan dll
h. Faktor- factor yang dapat mempengaruhi
   Dalam kepemimpinan oranganisasi, ada beberapa hal menjadi faktor terpenting mendorog
   seseorang mengetahui sebelum yang bersangkutan menjadi pemimpin suatu organisasi,
   beberapa factor tersebut adalah :
   1. Kepripadian
       Potensi Dasar ( Kemampuan Memimpin, Berbicara )
       Sikap ( Rendah hati, Suka mendengar, Tabah menghadapi masalah dll )

  2. Syarat
      Pengetahuan/pemahaman terhadap organisasi
      Memiliki Karkater Pemimpin
      Dapat Dipercayakan
      Dll

2. Kepemimpinan
Pengertian Kepemimpinan merupakan suatu deskripsi tentang kegiatan seseorang yang dinilai
sebagai pemimpin didalam menjalankan organisasi memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
a) Posisinya sebagai pusat
b) Perannya sebagai pemberi arah
c) Penggerak aktivitas kelompok
d) Pusat Pembina
e) Memberikan bentuk dalam kegiatan, Pengertian kepemimpinan lebih dititikberatkan pada
   segi fungsi dari pada struktur, oleh karena itu pengertian kepemimpinan merupakan cirri-ciri
   aktivitas kerja organisasi itu sendiri, melalui kepemimpinan seseorang dapat mempengaruhi
   anggotanya pengikutnya serta merupakan instrument agar dapat melancarkan suatu
   aktivitas untuk mencapai tujuan.

  Kaitkan dengan beberapa pendapat para ahli tentang cirri-ciri kepemimpinan, maka
  pengertian kepemimpinan itu sendiri adalah cara memimpin orang lain mempengaruhinya
  agar kegiatan yang dilakukan pemimpin dalam organisasi dapat dipahami oleh banyak orang
  dan mereka juga turut mengambil bagian dalam proses kepemimpinan tersebut.

   Pola Kepemimpinan Mahasiswa
           Kepemimpinan mahasiswa merupakan reality konkrit yang membawa sebuah dampak
      positif karena ide, semangat, pola, dan implikasi kepemimpinan Mahasiswa tidak lepas dari
      kontribusi dan peran serta melalui suatu semangat "kepeloporan dan kepedulian" pada
      kelompok muda ini ikut memikirkan, dan memberi kontribusi untuk menemukan kembali format
      kadrisasi dan pola kepemimpinan mahasiswa. Dan dengan keyakinan penuh mengedepankan hati
      nurani, kejujuran, dan idealisme;. Dilihat dari perspektif sejarah, kepemimpinan mahasiswa
      yahukimo dapat dikelompokan, ke dalam tiga (3) era, yakni: Tahap Penyesuaian, Pelajar
      Kepemimpinan, Implementasi Kaderisasi, ketiga era ini meniscayakan munculnya profil
   pemimpin di kalangan kelompok organisasi mahasiswa yang memiliki karakter kepemimpin
   independen. Walaupun sekat-sekat idielogis sulit ditepis, namun kebebasan mengekpresikan
   "semangat" tersedia. Asumsinya, peran serta adalah ukuran yang bersipat universal. Kemudian
   ciri lain adalah kuatnya idealisme dan tumbuhnya semangat demokratisasi. Walaupun ukuran-
   ukuran kedua hal tersebut masih dalam skala prioritas , namun dapat memberi ruang yang cukup
   untuk tumbuhnya figur pemimpin dikalangan Mahasiswa/masyarakat

 Karakter/ Model Kepemimpinan
  a. Gaya Kepemimpinan Kristen
   Empat gaya kepemimpinan Kristen yang selalu ditiru oleh organisasi tiru oleh setiap kalangan
   yaitu:
   1. Gaya Diktatoris (angkuh), Pemimpinlah yang memutuskan segala-galanya tentang apa,
      mengapa, untuk apa, bagaimana, siapa, kapan dan dimana suatu pekerjaan dilakukan.
      Contoh klasik dalam Alkitab adalah apa yang dilakukan Raja Nebu-kadnezar (Daniel 2:1-13).
   2. Gaya otoritatif (memerintah). Raja Saul adalah pemimpin yang awalnya sangat Otoriter(I Sam
      11). Namun kemudian berangsur-angsur berubah menjadi tidak otoriter (1 Samuel 13 & 14)
      dan bahkan akhirnya dalam keadaan tidak berdaya Saul minta pertolongan kepada orang lain
      (1 Sam.17).
   3. Gaya konsultatif ( Melibatkan masukan rang lain ) Kisah Para Rasul 6:1-7 memberi gambaran
      yang jelas mengenai tindakan pemimpin yang konsultatif.
   4. Gaya partisipatif (mengikut sertakan).
      Ini adalah suatu gaya kepemimpinan yang unik, dan banyak pemimpin yang kurang suka
      mempraktekkannya. Gaya ini lebih banyak menyerahkan wewenangnya kepada kelompok
      (tetapi tidak semuanya):

   b. Model Kepemimpinan Sekarang
      1. Kepemimpinan Otoriter
      2. Kepemimpinan
      2. Kepemimpinan Situasional
      3. Kepemimpinan Secara Alami ( Figur Kodrad alam )
      4. Kepemimpinan Aspiratif
      5. Kepemimpinan Yang digariskan

 Nilai-nilai Kepemimpinan
  a. Kepripadian Dalam Kepemimpinan
      Ambisi dan Semangat
      Hasrat Untuk Memimpin
      Kejujuran dan integritas
      Kepercayaan Diri
      Memiliki kecerdasan dan pengetahuan
      Adaptasi Dalam segala situasi
   b. Nilai-nilai Positif dari Kepemimpinan
       Mengadakan Kerja sama dan sepakat
       Menjalankan Fungsi Kepemimpinan dengan baik
       Organisasi dijadikan sebagai wadah pembinaan
       Menjadi Fasilitator
   c. Kelemahan Dalam kepemiminan
       Terjadi kekeliruan dalam memimpin organisasi
       Tidak dapat menjalankan organisasi sesuai tugas dan fungsinya
       Tidak menyediakan segala informasi tentang perkembangan organisasi
       Tidak dapat mengevaluasi hasil kerja
       Lemahnya system pelaporan dan pertanggung jawaban
   d. Hal-hal Yang menentang Kepemimpinan
       Melakukannya dengan kehndaknya sendiri ( Jalankan Fungsi sendiri )
       Mengangkap diri bisah dan orang lain tidak
       Mencari keuntungan melalui fungsi kepemimpinan dalam organisasi
       Kepemimpinan di jadikan sebagai alat bermain
       Tidak dapat menghimpun masukan dari anggota

 Hubungan Kerja Dalam Kepemimpinan
    Kondisi dalam Jenis Hubungan Kerja Sama
  Dalam proses kaderisasi kepemimpinan Mahasiswa dapat mewujudkan suatu kerja sama
  yang baik dari pemimpin dan anggota yang dipimpinnya untuk mendukung visi
  penyelenggaraan kaderisasi kepemimpinan Mahasiswa yang berkualitas. Kondisi Kerja
  sama ini ditandai dengan beberapa hal mendasar yang dapat mendukung adanya kerja
  sama dalam kaderisasi, yaitu:
  1) Komitmen bersama untuk saling memenuhi kebutuhan yang lain
     Kondisi ini memberi makna agar tidak mencari kepentingan pripadi atau agar
     mendapat puji-pujian dalam kepemimpinannya, maka bentuk motivasi ini sia-sia,
     hendaknya dengan rendah hati menganggap orang lain lebih utama dari pada dirinya
     sendiri, cirri khas hubungan kerja sama ini dijabarkan dalam (Filipi 2:3-4).
  2) Menempatkan orang lain diatas diri sendiri,Tujuan dari hubungan ini adalah melayani
     orang lain
  3) Saling Mempercayai dan menghormati
     Ketika memahami sebuah kondisi dan membangun kepercayaan dalam
     kepemimpinannya maka orang segan melihat kehadiran kita ditengah-tengah banyak
     orang (anggota).
  4) Saling Memanfaatkan karunia, keahlian dan kreatifitas
     Memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara, maupun menyumbangkan
     karunia, keahlian dan kreatifitas bahkan lebih dari itu konstribusi ide sangat penting
     untuk mendorong seorang dalam melakukan kegiatan kaderisasi, sehingga merasa
     memiliki keberadan dalam proses kepemimpinan.
  5) Mencari pemecahan masalah bersama
     Kerja sama dalam organisasi sangat penting adalah dapat membangun pendekatan
     dengan cara memecahkan masalah bersama untuk mencari solusi.
  6) Produktifitas dalam hubungan
      Tidak berselisih, tetapi menyumbangkan energy dan potensi dalam menggalang
      hubungan kerja sama maka setiap orang lain mendapat kepuasaan dari pemberlakuan
  7) Komitmen pripadi pada hubungan itu
      Apa bila setiap anggota Mahasiswa mempercayai dan menghormati, saling
      memanfaatkan karunia dan keahlian, dan mendapat kepuasan, maka mereka dapat
      memberikan komitmen pripadi sepenuhnya pada hubungan itu berarti makin lama
      hubungan dalam kepemimpinan semakin kuat.
   Kondisi Dalam Jenis Hubungan Balas Dendam
  Jenis hubungan balas dendam berawal ketika kepentingan diri sendiri mengalahkan
  pelayanan, setiap kita pasti jatuh dalam lubang ini karena proses ini bisah terjadi hanya
  karena beberapa factor terjadinya kondisi seperti ini. Fakta kepemimpinan dalam
  organisasi atau pemerintahan maupun digereja muncul dipermukaan dalam bentuk
  konflik. Jenis hubungan balas dendam mempunyai cirri –ciri sebagai berikut :

  1). Berusaha agar orang lain menuruti keinginan kita ( Tidak berhasil maka langkah keras
      akan dilakukan
  2). Bertindak agresif terhadap orang lain
  3). Menunjukkan sikap menganggap orang lain sebagai obyek
  4). Berusaha Mendominasi

  5). Konflik trus-menerus

  6). Adanya pihak yang menang dan kalah
 Kondisi Dalam Jenis Hubungan Dominasi

  Dalam hubungan dengan kepemimpinannya selalu suka rela berkorban untuk orang lain dengn
  hubungan kerja sama yang baik, namun begiru setelah orang memenangkan dan merebut
  kekuasaan, maka hubungan bergeser menuju jenis hubungan dominasi dan semua orang harus
  ikuti dan melakukan apa yang dia mau. Jenis Hubungan dominasi memiliki cirri-ciri berikut :
  1). Orang yang kalah dikuasai oleh yang menang
  2). Kepripadian yang kalah dimatikan
  3). Perasaan saling menghormati hilang
  4). Keahlian dan kreatifitas yang kalah tidak dipakai
     5). Pihak yang merasa menang melakukan manipulasi data
     6). Pihak yang disampingkan merasa putus asa dan berhenti bekerja sama untuk mendukung
         kegiatan.
   Kondisi Dalam hubungan Isolasi Kaderisasi Kepemimpinan
    Pada tahap ini, hubungan memburuk dengan cepat yang ditandai oleh kondisi berikut :
     Menolak Secara Mental
       Fase Pertama – Hubungan Isolasi – (anggota Menolak secara mental ) mulai terjadi
     Komunitas Terputus
     Saling tidak mempercayai
      Masalah tidak terselesaikan

      Kebutuhan tidak terpenuhi( Frustrasi ) karena – Jabatan, Pekerjaan, Kebutuhan dll.

      Saling Tidak Memperdulikan

      Produktifitas menurun drastis ( Tajam )
      Hubungan Terputus

 Krisis Kepemimpinan (Leadership Crissis)

   Krisis kepemimpinan dalam organisasi terjadi akibat :

1. Praktek Kepemimpinan mengandalkan jabatan
   a. Sentralisasi Kepemimpinan
       Kepemimpinan Otoriter ( memimpin sampai selamanya )
       Organisasi di Jadikan sebagai alat
       Memihak kepada kelompok kepentingan
       Mempertahankan Wibawah, penghormatan dan merasa selalu benar
       Sentralisasi Keaungan
       Manipulasi
       Selalu Keluar dari Yang sebenarnya
       Hasrat memimpin selalu ada ( Korupsi, Kefakuman Kerja, Tidak Bertanggung Jawab dan tidak
         dapat member penjelasan atas keberadaan organisasi selalu menyimpang dari peraturan.
         (Visi/Misi/Tujuan).

  b. Fungsi Kepemimpinan
      Pengampilan Keuputusan Tanpa Koordinasi
      Tidak Dapat membangun suasana Dialogis
      Tidak Menerima Nasihat/kritik
      Tidak Membangun kualitas kepemimpinan

2. Kepripadian Seorang
     a. Sikap (Pembawahan)
     b. Kepercayaan
     c. Bertanggung Jawaban dalam fungsi kepemimpinan
     d. Penilaian sesuatu salah

3. Implementasi pada Masyarakat
      a. Penerapan Keahlian/Profesi
      b. Partisipasi Pada Pembangunan
Ketika seseorang berada pada fase-fase seperti disebutkan diatas dengan menggunakan kewenangan
dalam kepemimpinannya, maka yang jelas dari cara kepemimpinan diatas tidak satu pun member
makna sebuah kepemimpinan itu sendiri kepada anggota yang lain maupun pada tingkat public secara
umum hingga pada tingkatan kerja ( Karier ) dan dalam kehidupanan masyarakat.

 Gagalnya Kepemimpinan

   Gagalnya Kaderisasi Kepemimpinan
   Apa yang terjadi bila Kaderisasi gagal? Yang akan terjadi adalah, nilai-nilai organisasi tidak sampai
   kepada generasi berikutnya, generasi tua akan selalu memikul beban sejarah sendiri selamanya.
   Gejala yang tampak dari luar antara lain: rangkap jabatan, sulit suksesi (pergantian) pengurus karena
   tidak ada yang mau mengabdi bagi organisasi sosial, anggota yang merasa tertipu karena kenyataan
   tidak semanis yang dijanjikan lalu meninggalkan organisasi, kegiatan / proker tidak berjalan,
   eksistensi di tingkat mahasiswa menurun, dan akhirnya bila tidak ada perbaikan, organisasi tersebut
   tidak dapat dijalankan dengan baik aktifitas lumpuh secara total.
   Mengapa kaderisasi gagal? Ini pertanyaan klasik, dan harganya sangat murah. Orang
   sebelum anda, ada orang yang mendahului yatu; senior, alumni, biasanya akan selalu
   membandingkan bahwa dulu kondisinya tidak seperti sekarang. Romantisme k. Jangan
   terlena dengan cerita! buatlah romantisme kepemimpinannya sangat efektif, dan berikan
   harga yang mahal bagi kaderisasi, tetapi hal itu bisah saja terjadi kegagalan dalam
   kepemimpinan

   Kaderisasi gagal biasanya terjadi karena beberapa hal :
   1. Pelatih/Senior tidak memiliki kemampuan melatih
   2. Pelatih/Senior tidak memiliki kemauan melatih
   3. Tidak ada anggota/kader untuk dilatih.

   Dalam praktek Kepemimpinan sering orang gagal dalam memimpin, mengapa bisah terjadi :
   1. Salah menggunakan kewenangan
   2. Membanggakan diri sendiri dalam kepemimpinan
   3. Tidak jalankan fungsi organisai secara baik
   4. Pengurus tidak dapat menyiapkan anggota kader yang bersedia menjalankan organisai

 Visi Penyelenggaraan Kaderisasi Kepemimpinan
  Untuk mencapai kualitas kaderisasi kepemimpinan yang baik, maka membangun sebuah
  metode yang jelas.
  1. Menetapkan Sasaran
      Kaderisasi Kepemimpinan Mahasiswa dapat diselenggarakan oleh organisasi yang dapat
      menghimpun seluruh mahasiswa Yahukimo yang ada di Se-Jabodetabek perlu
       menetapkan berbagai program kerja strategis menjadi faktor pendukung dalam
       penyelenggaraan organisasi demi mencapai tujuan organisasi dalam rangka kaderisasi
       kepemimpinan, dapat menetapkan sasran penyelenggaraan dari organisasi meliputi :
       1). Seluruh Anggota Mahasiswa Yahukimo sebagai obyek penyelenggaraan pengkaderan
       2). Pemimpin dan para anggota sebagai subyek kepemimpinan
           a. Pemimpin
           b. Anggota Pelaksana ( Bidang Yang bersangkutan )
           c. Anggota Pasif

   2. Menetapkan Sumber Daya yang dibutuhkan untuk kepemimpinan
      1). Seorang Pemimpin dan Anggota (Subyek/Pelaksana)
          Memiliki Pengetahuan tentang organisasi
          Mempunyai tugas dan tangungg jawab
          Setia kepada peraturan dan keputusan bersama
          Suka menerima Masukan dan tanggapan dari anggota

      2). Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Organisasi
           Visi dan Misi Kepemimpinan
           Program Kerja
           Fungsi dan peran
      3). Sumber Dana ( Membiaya semua kegiatan
           Ketersediaan Biaya belanja organisasi ( Dana ) untuk mendukung semua unit
              kegiatan
           Perincian keuangan yang jelas berdasarkan kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk
              membiayai organisasi dan program kerja.
           Mempertanggung jawabkan semua penggunaan keuangan kepada
      4). Ketersediaan waktu
           Dalam kepemimpinannya menyusun semua program kerja dan kegiatannya dalam
              kalender kerja
           Setiap Kegiatan Ditetapkan dengan tanggal pelaksanaan
      5). Obyek Kegiatan
           Seluruh Anggota Mahasiswa
           Pengurus/Anggota Koordinator Bidang
           Masyarakat
           Organsiasi Itu sendiri
           Kinerja/Karier
 Pengaruh Kepemimpinan
   Efektivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi tidak terlepas dari
peranan pemimpin. Kepemimpinan merupakan jantung pengembangan organisasi karena tanpa
kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, setiap pemimpin dapat
memberikan pengaruh terhadap bawahannya, misalnya terhadap kepuasan kerja, komitmen,
produktivitas, kinerja dan lain-lain.Sementara bagi organisasi sendiri dalam usaha mencapai
tujuan sangat membutuhkan peran serta manusia yang menjadi anggota organisasi itu.
Kegiatan organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya keterlibatan unsure manusia yang ada
didalamnya. Sejalan dengan pentingnya sumber daya manusia dalam organisasi, bahwa
manusia merupakan unsur yang paling penting menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu
organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya dan dalam rangka pencapaian tujuan
dan sasaran organisasi mempunyai prestasi kerja melalui kontribusi anggota. Gaya
kepemimpinan seorang pemimpin suatu organisasi dapat menentukan berhasil tidaknya tujuan
organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan peran mahasiswa,
maka pelaksanaan prinsi p-prinsip komunikasi perlu lebih ditingkatkan dan gaya kepemimpinan
perlu diperhatikan. pendekatan-pendekatan baru untuk manajemen organisasi agar tercipta
kinerja yang baik. Kinerja suatu instansi tidak dapat berhasil atau tidak dapat tercapai dengan
baik, hal ini disebabkan karena setiap anggota atau para pelaku dalam suatu organisasi belum
memberi kontribusi sesuai dengan kemampuan.
Dalam hal ini sebenarnya terdapat hubungan yang sangat erat antara fungsi orgnisasi dan
kepemimpinanya :
a. kinerja perorangan dengan kinerja instansi.
b. Kinerja perorangan baik
c. kinerja instansi akan baik
d. mempunyai keahlian (skill) yang
e. Mempunyai Persepsi tentang jalanya organisasi
f. Menanamkan budaya berorganisasi
g. Mempunyai Prestasi kerja yang baik
h. Kepemimpinan dengan tujuan yang jelas
i. Mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi
j. Menciptakan suasana kerja yang kondusif

 Fungsi Partisipasi

       Oleh karena itulah basis kaderisasi yang baiklah yang menjadi kunci untuk tetap menjaga
anggotanya dari penyimpangan-penyimpangan tujuan organisasi. Kaderisasi yang baik adalah kaderisasi
yang mampu menghasilkan anggota-anggota yang mempu menginternalisasaikan nilai-nilai organisasi ke
dalam dirinya serta setiap tindakannya, oleh karena itulah dibutuhkan dasar atau landasan yang tepat
untuk bergerak bagi setiap langkah organisasi mahasiswa yaitu penempatan ideologi sebagai muatan
utama. Ideologi merupakan hal yang sangat penting bagi setiap gerakan mahasiswa, karena ideologilah
yang akan mengontrok langkah dan gerakan yang akan dibangun. Ideologilah yang nantinya
menentukan visi dari gerakan mahasiswa. Nilai-nilai ideologi inilah yang harus secara dini ditanamkan
kepada anggota-anggotanya dan harus mempu menjadi landasan bagi anggota tersebut.
        Perbuahan sosial merupakan akumulasi dari perubahan individu-individu. Sehingga
perubahan sosial tidak akan tercapai selama belum adanya perubahan-perubahan dalam diri
individu. Memang adakalanya perubahan dapat dicapai hanya dengan beberapa individu yang
berubah saja, namun perubahan tersebut tidak akan bertahan lama karena nantinya individu-
individu yang belum berubah akan mengakumulasikan kekuatan untuk menentang perubahan
tersebut. Perubahan juga tidak akan berlangsung dengan baik apabila digerakkan oleh orang-
orang yang dirinya sendiripun belum berubah. Perbaikan yang ingin dicapai tidak berhasil
dengan baik apabila yang ingin melakukan perbaikan tersebut tidak memperbaiki dirinya
terlebih dahulu, ibarat menyuruh seseorang tetapi dia sendiri tidak melakukannya. Fenomena
tersebut ternyata juga menghinggapi gerakan mahasiswa saat ini. Berbagai jargon perubahan
dan perbaikan di dengungkan tetapi efeknya tidak terlalu besar. Salah satu penyebabnya adalah
karena gerakan mahasiswa tersebut tidak mau melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri
baik secara organisasi meupun individu-individunya. Banyak gerakan mahasiswa yang berteriak
anti korupsi tetapi dalam gerakan mahasiswa tersebut sendiri sering melakukan penyimpangan-
penyimpangan keuangan. Penyalahgunaan amanah yang telah diberikan terutama berkaitan
dengan uang sering sekali terjadi pada beberapa organisasi mahasiswa entah itu disadari
ataupun tidak. Mulai dari hal yang dianggap sepele seperti memanfaatkan fasilitas organisasi
untuk kepentingan pribadi sampai dengan me “mark up” uang organisasi. Selain itu banyak
yang berteriak atau mengusung anti kecurangan tetapi mereka sendiri masih menyontek saat
ujian. Bagaimana mau melakukan apabila dirinya sendiri tidak mau untuk mengubah kebiasaan-
kebiasaan buruknya. Mungkin hilangnya “Ruh Perubahan” inilah yang menyebabkan perubahan
yang selama diperjuangkan oleh mahasiswa belum menampakkan hasilnya secara signifikan.
Wahai gerakan mahasiswa yang ingin melakukan perubahan ataupun mahasiswa yang ingin
melakukan perbaikan, cobalah untuk bertindak bijak dengan melakukan perubahan dan
perbaikan mulai dari diri sendiri terlebih dahulu.
        Secara Kualitatif, pemuda memiliki idealisme yang murni, dinamis, kreatif, inovatif, dan memiliki
energi yang besar bagi perubahan sosial. Idealisme yang dimaksud adalah hal-hal yang secara ideal
mesti diperjuangkan oleh para pemuda, bukan untuk kepentingan diri dan kelompoknya, tetapi untuk
kepentingan luas demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.
        Secara Kuantitatif, terlihat bahwa jumlah penduduk masyarakat yahukimo menempati urutan
pertama di papua. Karenanya bisa dipahami bahwa Mahasiswa berpeluang menempati posisi penting
dan strategis, sebagai pelaku-pelaku pembangunan maupun sebagai generasi penerus untuk berkiprah
di masa depan. Dalam bidang politik, pemuda telah menunjukkan kontribusi konkrit dalam
mensukseskan proses pembangunan di yahukimo.
      Mahasiswa Yahukimo harus berani melakukan otokritik, sekaligus membenahi diri,
meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, dan siap berkiprah di tengah-tengah
masyarakat, mewarnai di berbagai lini kehidupan masyarakat di yahukimo. Karena Masyarakat
Yahukimo membutuhkan peran dan sumbangsih dari Mahasiswa secara nyata, sehingga tentu
sesungguhnya Mahasiswa benar-benar dipersiapkan. Mahasiswa Yahukimo diharapkan mampu
mengambil setiap peluang yang ada dan memanfaatkannya secara baik, demi kemajuan sumber
daya manusia karena masa depan yahukimo terletak di tangan Mahasiswa karena Mahasiswa
akan menjadi Agen Perubahan pembangunan suatu daerah dan dapat memprakarsai
perubahan-perubahan terjadi untuk menganalisis problematika daerah yang kemudian akan
menjadi pemimpin daerah di masa mendatang sudah harus dipersiapkan dengan baik dan
matang, sehingga peran Mahasiswa hendaklah direvitalisasi sejak dini, sebab dalam sebuah
kepemimpinan dibutuhkan integritas, kapasitas, juga pengalaman dan kematangan
emosional. Ujung dari semua itu adalah kebijaksanaan dan kebijakan. Hal krusial dalam
permasalahan ini adalah bagaimana seorang pemimpin muda mampu memutuskan kebijakan
secara bijak, cepat dan tepat, berdampak bagi kemajuan dan pembangunan sumber daya
manusia demi membangun daerah, dan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan konteks
usia, bagi mereka yang mampu boleh bersaing dalam tingkatan pendidikan maupun percaturan
politik daerah untuk memimpin masyarakat ini menuju pencitraan yang lebih baik.

Jadi, yang harus dilakukan pemuda dan Mahasiswa adalah mempersiapkan diri dalam proses
pengkaderan kepemimpinan Mahasiswa, yang dapat dilakukan melalui beragam penempatan diri.
Mahasiswa harus memiliki sejumlah kriteria, antara lain:
1. Kemampuan (ability),
2. Kapasitas (capacity),
3. Keahlian/kecakapan (skill) dalam berkomunikasi, memotivasi, dan yang lainnya adalah;
4. Pengetahuan/wawasan (knowledge);
5. Pengalaman (experience);
6. Kemampuan mengembangkan pengaruh (influence);
7. Kemampuan menggalang solidaritas (Solidarity maker);
8. Serta kemampuan memecahkan masalah (decision making).
9. Memiliki integritas (integrity), yakni memiliki kepribadian yang utuh/berwibawa (kharisma);
10. Bijaksana (wisdom);
11. Bersikap Empatik; memiliki prinsip-prinsip yang utama dalam hidupnya;
12. Menjadi Panutan (kelompok referensi utama); serta,
13. mampu mengutamakan kepentingan lebih besar, ketimbang kepentingan kecil dan sempit
  (keluarga/pripadi). Di atas semua itu, seorang pemimpin harus totalitas dalam mengerahkan
  segenap potensi yang ada pada dirinya untuk kemajuan organisasi (prinsip totality) lebih jauh
  dalam membangun daerah dengan potensi SDM .

Bagaimanapun, kepemimpinan Mahasiswa adalah potensi kepemimpinan daerah masa depan.
Atas kesadaran itu, maka berbagai bentuk kegiatan kaderisasi kepemimpinan yang melibatkan
kalangan pemuda dan Mahasiswa secara intensif perlu terus ditingkatkan. Akan tetapi peran
pemuda dalam roda pemerintahan tetaplah krusial. Banyak contoh di berbagai Negara, dimana
titik tolak perubahan justru berawal dari perjuangan pemuda. Setidaknya ada dua rahasia besar
kekuatan pemuda, yaitu kekuatan personal dan keunggulan dalam kemampuan untuk
memimpin organisasi dengan didukung oleh kekuatan ilmu pengetahuan dan kemampuan
kepemimpinan.
Rahasia berikutnya adalah keunggulan mengorganisasi kekuatan. Ada setidaknya 5(Lima) faktor
prinsip yang dipegang Mahasiswa, dalam mengorganisasi kekuatan sumber daya manusia ,
yaitu:

1)   Kekuatan asas perjuangan
2)   Kekuatan konsep dan metode kepemimpinan
3)   Kekuatan persatuan
4)   Kekuatan sikap dan posisi perjuangan
5)   Kekuatan aksi dan opini: memiliki isu sentral, konsistensi misi, imun dalam perjuangan,
     kesinambungan aksi dan opini.
Setiap Mahasiswa Yahukimo bisah menjadi bagian dari pada program penyelenggaraan kaderisasi
kepemimpinan melalui berbagai bentuk peran serta dalam pengembangannya, baik dengan sumbangsih
pemikiran (Ide) bahkan langsung memberikan dukungan dana, daya dan upaya demi keberlansungan
organisasi dan kepemimpinan, karena kaderisasi itu bisah dilakukan bila setiap anggota memberi
dukungan dan turut mengambil bagian dalam menjalankan visi dan misi organisasi di bidang kaderisasi
kepemimpinan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia, setiap anggota mahasiswa
mempunyai potensi yang perl turut untuk dikembangkan dalam pembinaan rohani dan kemampuan
berorganisasi, sehingga setiap anggota dapat memahami kapasitas anggota dan fungsi control dalam
proses kepemimpinan.
Memang berbicara tentang pengembangan kaderisasi kepemimpinan ini jarang diberbincangkan di
kalangan umum, mengapa ? Dari sebuah pengalaman bahwa orang cendrung beranggapan kepada
berorganisasi tetapi tidak memahami tentang fungsi kepemimpinan dalam organisasi dan segala seluk-
beluk keberlangsungannya dalam suatu kepemimpinan ( seperti; Manajemen organisasi, fungsi
kepemimpinan, tugas dan tanggung dalam kepemimpinan organisasi, peran yang diemban, kontribusi
kepemimpinan dan partisipasi terhadap kegiatan , serta tujuan penyelenggaraan program kaderisasi itu
sendiri tidak dapat memberikan sebuah pemahaman terhadap tanggung sebagai seorang kader
membawah organisasi kearah mana ? dan tidak mengambil tanggung jawab, dan setiap orang merasa
puas dengan kata organisasi ( Saya sudah ikut dalam organisasi ), jika demikian maka harus dapat
memberikan sebuah gambaran dari keikut sertaan dalam kepemimpinan sebagai ( Ketua, Sekretaris,
Bendahara, maupun salah satu anggota pengurus, maka jelaslah dikatakan sebagai kader. Bagan berikut
ini menggambarkan perkembangan Mahasiswa dalam kepemimpinan organisasi, yaitu :

                                                   Tingkat Pemahaman Kepemimpinan :
                                                    Pemimpin/Ketua
                                                      1. Tahu Tugas/Fungsi sebagai Ketua
                                                      2. Kerja sesuai Dengan
                                                         Perencanaan/Program Kerja
                                                      3. Sasaran Organisasi Jelas
                                                      4. Bertanggung Jawab atas Organisasi dll

                                                    Pengurus Aktif
                                                     1. Menjalankan Fungsi dan tugas
                                                     2. Memiliki Visi/Misi
                                                     3. Mengetahui cara kerja organisasi
                                                     4. Memiliki kualitas kepemimpinan
                                                     5. Menyusun Program Kerja
                                                     6. Mengevaluasi dan mempertanggung
                                                        jawabkan atas organisasi
    Anggota Biasa
     1. Menjadi anggota organisasi dan turut
        member kontribusi
     2. Sekali-kali mengambil tanggung jawab bila
        dipercayakan.
     3. Ikut mendukung berbagai kegiatan

    Anggota Pasif
     1. Menjadi anggota organisasi Mahasiswa
        Yahukimo.
     2. Minder atas organisasi
     3. Tidak terlibat dalam kegiatan
     4. Tidak dapat memberi kontribusi
     5. Kualitasnya tidak mendukung
    Bukan Anggota
     1. Masyarakat
     2. Gereja
     3. Organisasi Mitra
     4. Sponsor Pembina Organisasi

Penetapan Sasaran Kaderisasi Kepemimpinan

      Untuk mencapai kualitas kaderisasi, maka sebuah metode yang harus dibangun dalam
kepemimpinannya Kadrisasi dan Kepemimpinan Mahasiswa Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas
Sumber Daya Manusia Yahukimo. Kepemimpinan dan kaderisasi merupakan dua hal yang saling
berkaitan dalam pengembangan organisasi. Untuk menumbuhkan serta melestarikan kepemimpinan,
perlu adanya kaderisasi sehingga akan selalu mencetak aset-aset pemimpin. Begitu pula dalam
kaderisasi diperlukan sebuah kepemimpinan dalam menjalankan sistem kaderisasi tersebut.
Permasalahan yang timbul adalah kepemimpinan serta kaderisasi seperti apakah yang cocok dalam
suatu kondisi serta lingkungan tertentu.
      Kepemimpinan, menurut Max Weber, adalah sebuah ilmu serta seni untuk mempengaruhi orang
lain agar bertindak sesuai dengan arahan kita demi mencapai sebuah tujuan bersama. Selain itu, ada
juga yang menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam yang merupakan
buah pemikiran untuk ingin menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan
pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi daerahnya. Dalam sebuah riset, salah
satu dari 10 ketakutan terbesar dalam hidup adalah ketika disuruh untuk berbicara di depan orang
banyak. Hal tersebut merupakan sebuah modal dasar dalam kepemimpinan, sehingga dapat ditarik
secara logis bahwa banyak orang yang masih takut atau tidak mau ketika diberi kesempatan untuk
memimpin sekelompok orang di sekitarnya. Kepemimpinan merupakan sebuah syarat mutlak dalam
pengembangan sebuah organisasi. Namun, tidak selalu kepemimpinan berjalan lancar dalam organisasi,
banyak faktor yang perlu dijadikan pertimbangan dalam penerapan kepemimpinan ideal di dalam sistem
kerja, antara lain gaya kepemimpinan individu berbeda, serta sikap kepribadian dari pemimpin itu
sendiri, menjadi ukuran menjadi panutan mendorong seseorang pemimpin untuk merealisasikan visinya
dalam kepemimpinan kepada anggota. Kaderisasi adalah suatu proses untuk menciptakan kader-kader
baru yang siap dalam menjalankan organisasinya, sehingga tak dapat dipungkiri bahwa kaderisasi adalah
nyawa dari organisasi. Proses kaderisasi bertujuan agar anggota baru memahami visi dan misi
organisasi, sehingga setelah masuk ke dalam organisasi tersebut maka keberlangsungan organisasi
dapat dijalankan. Melihat kurang adanya partisipasi mahasiswa yahukimo dan dukung terhadap
dinamika kepemimpinan, bisa menjadi salah satu indikator yang harus dipikirkan dalam merumuskan
sebuah gaya kepemimpinan yang ideal tingkat mahasiswa yahukimo. Dari sebuah pengalaman
mahasiswa lebih mengharapkan sosok pemimpin yang friendly, mengartikan sebagai pemimpin yang
mengakomodir serta mengevaluasi menyikapi suatu permasalahan untuk mengambil sebuah keputusan
bersama. Banyak orang yang hidup pada jaman sekarang, khususnya mahasiswa, yang tidak menyukai
gaya kepemimpinan otoriter dimana pemimpin mempunyai kekuasaan penuh dalam mengambil
kebijakan, sebagai pencerminan penerapan kepemimpinan ideal dalam sistem organisasi Mengenai
sistem kaderisasi yang ideal, haruslah mengacu pada fungsi kepemimpinannya dalam berorganisasi,
diperlukan sebuah sistem kaderisasi berjenjang yang berlaku di semua wadah pembinaan dan
pengkaderan, sehingga akan tercipta output yang profesional sehingga dapat berkontribusi ketika
berkarier nantinya. Inilah yang disebut dengan kaderisasi kepemimpinan yang berkualitas dan mapan.

Menetapkan Mahasiswa Yahukimo sebagai penentu masa depan
         Setiap detik sejarah bangsa yang membentang tidak pernah luput dari peran mahasiswa dengan
prinsip idealisnya selalu mengimplementasikan semangat kepemimpinannya pada semua sasaran.
idealisme inilah yang menjadi kekuatan dasar menerapkan kemampuan di berbagai bidang.,
 Pada esensinya mahasiswa memiliki kebebasan individu untuk memimpin karena memiliki pemikiran
yang kreatif, inovafif dalam memandang kehidupan, mereka adalah simbol kemerdekaan dan peran
penopang menjadi kaum idealis- intelektualis sebagai pemegang peran penting masa depan suatu
daerah, sekaligus merupakan representasi kaum muda sebagai agen perubahan dari setiap lini
kehidupan, Memegang tanggung jawab sebagai pilar terpenting pembangunan suatu daerah adalah
Mahasiswa. Predikat Mahasiswa akan membuat seseorang menjadi agen perubahan, pengontrol
perubahan sosial, penyampai llmu dan lain sebagainya, intinya Mahasiswa adalah “Kelompok
Representatif Masyarakat’” Mahasiswa-lah yang akan menjadi penentu kebijakan pembangunan
kedepan.
         Namun, di era pembangunan di yahukimo, zaman mulai tercemar oleh perilaku passif dan
cenderung pragmatis, peran Mahasiswa sudah mulai dipertanyakan. Mahasiswa yang secara formal
hidup dalam dunia pendidikan dan belajar pengalaman dalam organisasi ternyata tidak marnpu
mengartikulasikan wacana ideologis perjuangan dalam mengawali perubahan pembangunan.
Mahasiswa malah ikut mendukung sitem kepemimpinan yang tidak mencerdasarkannya serta mengakui
integritas sebagai masyarakat ilmiah yang seharusnya turut memberikan kontribusi demi pembangunan
di yahukimo. Sistem pembinaan yang menggunakan sistem otoriter cenderung diskriminatif
         Dari segenap konflik mendasar tersebut, maka pergulatan pemikiran melalui interaksi dalam
dunia intelektual mutlak dilakukan. Karena dengan pergesekan pemikiran tersebut, Mahasiswa akan
memintal benang prosesnya dalam jalur yang benar menuju peningkatan kwalitas sumber daya manusia
menciptakan perubahan yang fundamen-konseptis demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur
yang dibingkai dengan suatu semangat yang berjiwa membangun” hal ini merupakan fenomena tragis
dan menjadi indikator hilangnya peran dan tanggung jawab mahasiswa sebagai imbas degradasi multi
aspek dalam internal dan eksternal Mahasiswa.
        Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengembalikan mahasiswa kepada track yang
benar dalam proses pencarian identitas individu dan sosialnya, maka perlu diadakan pembinaan
kaderisasi. Hal itu bisa diwujudkan melalui kegiatan intensif yang dimediasi oleh organisasi yang
memiliki ghirah perjuangan serta berorientasi pada aspek peningkatan kapasitas Mahasiswa
melafui pola kaderisasi yang konseptif-orientatif. Kaderisasi yang terencana dan memiliki tujuan
jelas. Yaitu mencari potensi yang dimiliki Mahasiswa yahukimo, menggali potensi tersebut,
kemudian merubahnya menjadi kekuatan yang representative untuk menghadapi tantangan
hidup.
Kualitas Sumber Daya Manusia

Sejarah perjalanan suatu daerah diukur oleh peran pemuda dan Mahasiswa merupakan salah
satu bukti kontribusi dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Agar kehadiran mahasiswa
membawah sebuah perbubahan dan perbaikan kehidupan masyarakat yang selama ini menjadi
kehidupan yang dimarginalkan dalam periodisasi pembangunan pada fase implementasi
otonomi khusus yang seharusnya berpihak kepada rakyat untuk yang selama ini hidup dalam
penderitaan, kebodohan, ketertinggalan, kemiskinan dan keterbelakangan menjadi sebuah
motivasi agar penyelenggaraan pembangunan di Yahukimo benar-benar menuju sasaran di
berbagai sector pembangunan lebih diutamakan lagi peningkatan sumber daya manusia
menjadi isu sentral yang harus mendapat dukungan dari bebagai pihak.

Isu tentang kualitas sumber daya manusia menjadi skala prioritas dalam rangka kaderisasi
kepemimpinan Mahasiswa Yahukimo yang berkualitas, Untuk mencapai visi tersebut yang jelas
tersirat dalam tujuan pembangunan manusia yahukimo menjadi cerdas, inovatif, ilmiah
produktif serta mandiri dan dinamis perlu ditingkatkan melalui strategi pembinaan dan
pemberdayaan Mahasiswa kearah peningkatan kualitas, sehingga ada beberapa factor ikut
mendorong seseorang dalam pengembangan diri terhadap kualitias pripadinya, semangat juang
dalam pendidikan, partisipasi pada program akademik dan prestasi pun ikut mendukung
mahasiswa untuk bersaing dalam menentukan masa depan pendidikan dan rebutasinya ,
Beberapa hal yang turut membantu seseorang dalam pengembangan sumber daya manusia
melaui kaderisasi yang dibangun pada program akademik pendidikan dan pengalaman
organisasi di tingkat Unit Kegiata Mahasiswa seperti(UKM), SMPT, HMJ, PMK ) presentasenya
mencapai 25 % sedangkan presentase pengembangan kemampuan melalui pengalaman pripadi
adalah 10% dan Peningkatan Kulaitas Sumber Daya Manusia melalui Kaderisasi Kepemimpinan
Mahasiswa lebih banyak melalui ( Pelatihan, Seminar, Workshop, Sarasehan, Latihan Dasar
Kepemimpinan, Pelatihan Kaderisasi, Pembinaan Rohani, Pelatihan Manajemen, Kepemimpinan
dalam organisasi menjadi salah satu anggota organisasi dan ikut partisipasi pada segala
program melalui fungsi organisasi sebagai pengurus ) mencapai 60 % disbanding yang tidak
sama sekali punya pengalaman berorganisasi dan tidak mengambil bagian dalam peran adalah
sebesar 5%.
Sketsa Presentase Kualitas Pengembangan Diri

NO                       PENYELENGGARA                         PRESENTASE

1.        Akademik ( UKM )                                          25%
2.        Pengalaman Individu                                       10%
3.        Pengalaman Dalam Organisasi                               60%
4.        Tidak Sama sekali                                         5%
5.        Tingkat Kualifikasi                                      100%


Ada beberapa unsure terpenting sebagai pusat pengkaderan Mahasiswa dalam rangka
pengembangan sumber daya manusia, yaitu :

     1.   Lembaga Institusi ( Perguruan Tinggi )
     2.   Organisasi Mahasiswa Yahukimo
     3.   Lembaga/ Pusat Pelatihan ( Kursus-kursusu ) dan Olahraga
     4.   Selain dari itu pihak keluarga juga ikut turut memberikan pembinaan dasar dan
          pendidikan dalam keluarga

Ada 6 ( Enam ) factor utama yang harus dipertimbangkan ketika merencankan penempatan sumber
daya manusia, yaitu :
1. Manusia ( Mahasiswa )
2. Ruang
3. Peralatan ( Sarana Pendukung )
4. Persediaan
5. Waktu
6. Uang

Target Pencapaian
Penentuan perkembangan Pencapaian kaderisasi Kepemimpinan dan Kualitas sumber daya
manusia yahukimo akan dilihat dari beberapa hal menjadi tolak ukur terhadap proses
pencapaiannya, meliputi :
   a. Loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap organisasi dan kepemimpinannya
   b. Menjalankan visi/misi serta program kerja dengan baik akan mendorong tercipptanya
       kualitas sumber daya manusia yang berkualitas demi masa depan pembangunan
       yahukimo.
   c. Hasil kaderisasi organisasi menghasilkan individu-individu menjadi kader terbaik bagi
       masa depan organisasi dan pembangunan yang dihandalkan oleh banyak orang.
   d. Melalui pengalaman dan kepemimpinannya dapat memimpin orang lain.
   e. Pengalaman seseorang dapat memberi kontribusi dalam pembangunan
Kesimpulan
Meninjau Pembahasan di atas, maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan
   berkelanjutan.
2. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan
   tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi
3. Tampaknya perlu dicermati kembali urgensi dari kaderisasi berkala. merupakan kebutuhan
    internal organisasi yang harus dilakukan. Namun satu yang perlu kita pikirkan, yaitu format
    dan mekanisme yang komprehensif dan mapan, guna memunculkan kader-kader yang tidak
    hanya mempunyai kemampuan di bidang manajemen organisasi, tapi yang lebih penting
    adalah tetap berpegang pada komitmen sosial dengan segala dimensinya dalam kaderisasi

4. Selain melalui hal-hal yang sifatnya formal, kaderisasi informal dalam bentuk kegiatan juga
tidak kurang pentingnya. Melalui kegiatan bersama, junior / anggota baru bisa melihat, belajar
bagaimana cara me-manage tim, waktu, keuangan, rekan kerja dan sebagainya.

5. Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam
proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi
adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika
organisasi untuk masa depan.
erhadap dinamika
organisasi untuk masa depan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1874
posted:10/28/2010
language:Indonesian
pages:21
Description: My File