gangguan sistem reproduksi

Document Sample
gangguan sistem reproduksi Powered By Docstoc
					Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang ditakuti oleh setiap orang. Angka
kejadian penyakit ini termasuk tinggi di Indonesia. Kelompok resiko yang rentan
terinfeksi tentunya adalah seseorang yang sering “jajan” alias punya kebiasaan perilaku
yang tidak sehat. Penyakit menular seksual yang nantinya kita bahas disini antara lain :

   1.   Herpes
   2.   Gonorea
   3.   Sifilis
   4.   Chlamidia

Herpes

Pengertian, adalah infeksi akut pada genetalia dengan gejala khas berupa vesikel.

Etiologi

Disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II. Cara penularan melalui hubungan
kelamin, tanpa melalui hubungan kelamin seperti : melalui alat-alat tidur, pakaian,
handuk,dll atau sewaktu proses persalinan/partus pervaginam pada ibu hamil dengan
infeksi herpes pada alat kelamin luar.

Perbedaan HSV tipe I dengan tipe II

                              HSV tipe I                   HSV tipe II
Predileksi                    Kulit dan mukosa di luar     Kulit dan mukosa daerah
                                                           genetalia dan perianal
Kultur pada chorioallatoic Membentuk bercak kecil          Membentuk pock besar dan
membran (CAM) dari telur                                   tebal
ayam
Serologi                   Antibodi terhadap HSV tipe Antibodi terhadap HSV tipe
                           I                          II
Sifat lain                 Tidak bersifat onkogeni    Bersifat onkogeni

Epidemiologi

Herpes simpleks virus tipe II ditemukan pada wanita pelacur 10x lebih tinggi daripada
wanita normal. Sedangkan HSV tipe I sering dijumpai pada kelompok dengan
sosioekonomi rendah.

Patogenesis

Infeksi herpes genitalis dapat sebagai infeksi primer maupun sebagai infeksi rekuren.

       Infeksi primer – Infeksi primer terjadi bila virus dari luar masuk ke dalam tubuh
        penderita, DNA dari tubuh penderita melakukan penggabungan dan mengadakan
        multiplikasi. Pada saat itu, tubuh hospes belum memiliki antibodi yang spesifik
       hingga menimbulkan lesi lebih luas. Selanjutnya virus menjalar melalui serabut
       syaraf sensorik menuju ganglion sakralis (syaraf regional) dan berdiam disana.
      Infeksi rekuren – Infeksi rekuren terjadi pada suatu waktu bila ada faktor tertentu
       (trigger factor) sehingga virus mengalami reaktivitas dan multiplikasi kembali.

Gambaran Klinis (Tanda dan Gejala)

      Timbul erupsi bintik kemerahan, disertai rasa panas dan gatal pada kulit region
       genitalis.
      Terkadang disertai demam, seperti influenza, setelah 2-3 hari bintik kemerahan
       berubah menjadi vesikel disertai nyeri.
      5-7 hari, vesikel pecah dan keluar cairan jernih sehingga timbul keropeng.
      Kadang dapat kambuh lagi.

Komplikasi

      Gangguan mobilitas, vaginitis, urethritis, sistitis dan fisura ani herpetika terjadi
       bila mengenai region genetalia.
      Abortus
      Anomali kongenital
      Infeksi pada neonatus (konjungtifitis/ keratis, ensefalitis, vesikulitis kutis, ikterus,
       dan anomali konvulsi).

Penanganan

      Lakukan pemeriksaan serologi (STS).
      Atasi nyeri dan demam dengan parasetamol 3 x 500 mg.
      Bersihkan lesi dengan larutan antiseptic dan kompres dengan air hangat.
      Keringkan dan oleskan acyclovir 5% topikal setelah nyeri berkurang.
      Berikan acyclovir tablet 200 mg tiap 4 jam.
      Rawat inap bila terjadi demam tinggi, nyeri hebat, retensi urin, konvulsi, neurosis,
       reaksi neurologik lokal, ketuban pecah dini maupun partus prematurus.
      Berikan pengobatan pada pasangan berupa acyclovir oral selama 7 hari.
      Bila terpaksa partus pervaginam, hindari transmisi ke bayi atau penolong.

Gonorhea

Pengertian, adalah penyakit kelamin yang bisa terjadi pada pria maupun wanita.Disebut
juga penyakit kencing nanah atau GO.

Penyebab

Penyebabnya adalah kuman Neisseria Gonorrhoea, disebut juga gonokokus, berbentuk
diplokokus.

Kuman ini menyerang selaput lendir dari :
        Vagina, saluran kencing dan daerah rahim/ leher rahim.
        Saluran tuba fallopi.
        Anus dan rektum.
        Kelopak mata.
        Tenggorokan.

Tanda Dan Gejala

Penularan melalui oral, anal dan vaginal seks. Hampir 90% penderita GO tidak
memperlihatkan keluhan dan gejala. Tanda pada penderita GO baik lelaki dan
perempuan, bisa tanpa keluhan dan gejala.

Lelaki

        Keluar cairan putih kekuning-kuningan melalui penis.
        Terasa panas dan nyeri pada waktu kencing.
        Sering buang air kecil.
        Terjadi pembengkakan pada pelir (testis).

Perempuan

        Pengeluaran cairan vagina tidak seperti biasa.
        Panas dan nyeri saat kencing.
        Keluhan dan gejala terkadang belum tampak meskipun sudah menular ke saluran
         tuba fallopi.

Bila gejala sudah meluas ke arah PID (Pelvic Inflamatory Disease) maka sering timbul :

        Nyeri perut bagian bawah.
        Nyeri pinggang bagian bawah.
        Nyeri sewaktu hubungan seksual.
        Perdarahan melalui vagina diantara waktu siklus haid.
        Mual-mual.
        Terdapat infeksi rektum atau anus.

Bila GO tidak diobati maka ± 1% dari lelaki dan wanita, akan terjadi DGI atau
Dessiminated Gonorrhoe Infection. Tanda dan gejalanya berupa demam, bercak di kulit,
persendian bengkak dan nyeri, peradangan pada dinding rongga jantung, peradangan
selaput pembungkus otak serta meningitis.

Komplikasi

Komplikasi dapat timbul pada bayi, lelaki maupun perempuan dewasa.

1. Lelaki – prostatitis (radang kelenjar prostat), adanya jaringan parut pada saluran
kencing (urethra), mandul/ infertil, peradangan epididimis,
2. Perempuan – PID, infertil, gangguan menstruasi kronis, peradangan selaput lendir
rahim setelah melahirkan (post partum endometriosis), abortus, cistitis (peradangan
kandung kencing), peradangan disertai pus.

Pencegahan

         Menghindari seks bebas (free sex).
         Monogami.
         Penggunaan kondom saat vaginal, oral maupun anal seks.

Penanganan

1. Pada masa kehamilan, berikan antibiotika seperti : a) Ampisilin 2 gram IV dosis awal,
lanjutkan dengan 3 x 1 gram per oral selama 7 hari. b) Ampisilin + Sulbaktan 2,25 gram
oral dosis tunggal. c) Spektinomisin 2 gram IM dosis tunggal. d) Seftriakson 500 mg IM
dosis tunggal.

2. Masa nifas, berikan antibiotika seperti : a) Xiprofloksasin 1 gram dosis tunggal. b)
Trimethroprim + Sulfamethoksazol (160 mg + 800 mg) 5 kaplet dosis tunggal.

3. Oftalmia neonatorum (konjungtivitis) : a) Garamisin tetes mata 3 x 2 tetes. b)
Antibiotika – Ampisilin 50 mg/ kgBB IM selama 7 hari; Amoksisilin + asam klamtanat
50 mg/ kgBB IM selama 7 hari; Seftriakson 50 mg/ kgBB IM dosis tunggal.

4. Lakukan konseling tentang metode barier dalam melakukan hubungan seksual.

5. Berikan pengobatan yang sama pada pasangannya.

6. Buat jadual kunjungan ulang dan pastikan pasangan & pasien akan menyelesaikan
pengobatan hingga tuntas.

Sifilis

Pengertian

Adalah penyakit yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, bersifat kronik dan
sistematik. Nama lain adalah Lues venereal atau raja singa.

Penyebab

Penyebabnya adalah Treponema Pallidum, termasuk ordo Spirochaecrales, familia
Spirochaetaceae dan genus Treponema. Bentuk spiral teratur, panjang 6-15 µm, lebar
0,15 µm, terdiri atas 8-24 lekukan. Pembiakan secara pembelahan melintang, pada
stadium aktif terjadi setiap 30 jam.

Klasifikasi
Sifilis terbagi menjadi sifilis congenital dan sifilis akuista.

1. Sifilis Kongenital, terbagi atas : a) Dini (sebelum 2 tahun); b) Lanjut (sesudah 2
tahun); Stigmata

2. Sifilis Akuista, terbagi : a) Klinik; b) Epidemiologik

Menurut caranya sifilis dibagi menjadi tiga stadium yaitu : Stadium I (SI); Stadium II
(SII); Stadium III (SIII)

Secara epidemiologik, WHO membagi menjadi :

       Stadium dini menular ( dalam waktu 2 tahun sejak infeksi), terdiri dari SI, SII,
        stadium rekuren dan stadium laten dini.
       Stadium lanjut tak menular (setelah 2 tahun sejak infeksi), terdiri atas stadium
        laten lanjut dan SIII.

Komplikasi

       Pada kehamilan: a) Kurang dari 16 minggu : kematian janin (sifilis fetalis). b)
        Stadium lanjut : prematur, gangguan pertumbuhan intra uterin, cacat berat
        (pnemonia, sirosis hepatika, splenomegali, pankreas kongenital, kelainan kulit dan
        osteokondritis).

Tanda dan gejala

       Lesi (berupa ulkus, soliter, dasar bersih, batas halus, bentuk bulat/longitudinal).
       Tanpa nyeri tekan.

Penanganan

1. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi pada persalinan.

2. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi pada penggunaan instrumen.

3. Pemberian antibiotika, misal : Benzalin pensilin 4,8 juta unit IM setiap minggu dengan
4x pemberian; Dofsisiklin 200 mg oral dosis awal, dilanjutkan 2×100 mg oral hingga 20
hari; Sefriakson 500 mg IM selama 10 hari.

4. Sebelum pemberian terapi pada bayi dengan dugaan/ terbukti menderita sifilis
kongenital, maka dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinalis dan uji serologik tiap
bulan sampai negatif. Berikan antibiotik : Benzalin pensilin 200.000 IU/ kgBB per
minggu hingga 4x pemberian; Sefriakson 50 mg/ kg BB dosis tunggal (per hari 10 hari).

5. Lakukan konseling preventif, pengobatan tuntas dan asuhan mandiri.
6. Memastikan pengobatan lengkap dan kontrol terjadwal.

7. Pantau lesi kronik atau gejala neurologik yang menyertai.

Chlamydia

Pengertian

Adalah infeksi yang disebabkan oleh kuman Chlamydia trachomatis dan dapat diobati.

Penyebab

Kuman Chlamydia trachomatis.

Penularan

Kuman ini menyerang sel pada selaput lendir : a) Uretra, vagina, serviks dan
endometrium. b) Saluran tuba fallopi. c) Anus dan rektum. d) Kelopak mata. e)
Tenggorokan (insiden jarang).

Chlamydia paling sering menyerang pada usia muda dan remaja. Penularannya dapat
melalui : hubungan seksual secara oral, anal maupun oral seks; hubungan seksual dengan
tangan, sehingga cairan mani terpercik ke mata; dari ibu ke bayi sewaktu proses
persalinan.

Tanda dan gejala

Sekitar 75 % perempuan dan 50% laki-laki yang tertular Chalmydia tidak menunjukkan
tanda dan gejala. Keluhan dan gejala biasanya timbul sekitar 3 minggu setelah tertular
kuman chlamydia.

Adapun tanda dan gejalanya adalah :

1. Menderita proktitis (radang rektum), urethritis (radang saluran kencing) dan
konjungtivitis (radang selaput putih mata).

2. Pada wanita : keluar cairan dari vagina; perasaan panas dan nyeri sewaktu buang air
kecil

3. Bila sudah menyebar ke tuba fallopi, akan timbul : nyeri perut bagian bawah; nyeri
sewaktu coitus; timbul perdarahan pervaginam diantara siklus haid; demam dan mual-
mual

4. Pada pria : keluar cairan kuning seperti pus dari penis; nyeri dan rasa terbakar sewaktu
kencing; nyeri dan bengkak pada testis
Komplikasi

           Perempuan                    Laki-laki               Bayi baru lahir
PID                           ProstitisTimbul jaringan    KebutaanPneumoni (radang
                              parut pada urethra          paru)
Infertil
                              Infertil                    Kematian
Radang kandung kencing
(cyctitis)                    Epididimis

Radang serviks (servisitis)

Pencegahan

1) Hindari seks bebas; 2) Monogami; 3) Gunakan kondom saat hubungan seks baik
dengan oral, anal maupun vaginal seks.

Penanganan

1. Doksisiklin per oral 2x sehari selama 7 hari.

2. Asitromisin dengan pemberian dosis tunggal (kontraindikasi untuk ibu hamil, gunakan
eritromisin, amoksilin, azitromisin).

3. Lakukan follow-up pada penderita dengan : a) Apakah obat yang diberikan sudah
diminum sesuai anjuran. b) Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati. c) Jangan
melakukan hubungan seks, bila pengobatan belum selesai. d) Lakukan periksa ulang 3-4
bulan setelah selesai pengobatan.
Gangguan Sistem Reproduksi
Ditulis oleh dahlanforum di/pada Oktober 30, 2009

AIDS
Faktor lain yang juga mempengaruhi kualitas penduduk adalah penyakit. Penyakit yang
terkait dengan reproduksi secara langsung adalah penyakit yang ditularkan melalui alat
reproduksi seperti penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) yang
disebabkan oleh Virus HIV (Human Immune Deficiency Virus) dan penyakit kelamin
yang lain.
AIDS adalah penyakit mengerikan yang sampai saat ini sudah menular ke berbagai
negara. Penularan AIDS ini baru disadari dalam masa modern ini, sehingga sering disebut
pandemi modern. AIDS menuntut perhatian kita semua karena:
1. Semua orang bisa terkena AIDS.
2. Belum ditemukan vaksin pencegahnya.
3. Belum ada obat yang betul-betul dapat diandalkan.
4. Penyebarannya sangat cepat dan tidak diketahui, sehingga makin banyak orang yang
tertular AIDS.

Perkembangan AIDS di dunia berlangsung cukup cepat, menurut Badan Kesehatan Dunia
(WHO), pada tahun 1981 terdapat 100.000 kasus AIDS di 20 negara, pada tahun 1992
terdapat 11-12 juta kasus, dengan rincian 6% di Asia Tenggara, 60% di Afrika, 10% di
Amerika Utara, dan 6% di Eropa. Pada tahun 2000 terdapat 60 juta kasus dengan rincian
41% di Asia Tenggara, 36% di Afrika, 5% di Amerilka.

Kondisi yang diperlukan untuk penularan HIV adalah HIV harus masuk ke dalam aliran
darah. HIV sangat rapuh dan cepat mati di luar tubuh manusia.
Virus ini juga sensitif terhadap panas dan tidak kuat hidup pada suhu di atas 60 derajat
celsius. Untuk dapat tertular, maka jumlah virus HIV harus cukup banyak. HIV terdapat
di hampir seluruh cairan tubuh manusia seperti keringat, air ludah, air mata, darah, cairan
sperma, cairan vagina. Hanya saja pada keringat, air ludah, dan air mata konsentrasinya
tidak cukup tinggi untuk menularkan HIV. Cairan yang dapat menularkan HIV adalah
darah, cairan sperma, cairan vagina. Penularan terjadi jika ada salah satu dari cairan tadi
mengandung virus HIV.

Fase dan gejala HIV
Seseorang yang terinfeksi HIV, sistem kekebalan tubuhnya akan semakin menurun,
berkurang dan akhirnya hilang. Orang yang terinfeksi HIV fase I, nampaknya seperti
orang sehat, belum memperlihatkan gejala. Fase ini berlangsung 5-7 tahun, tergantung
kekebalan tubuh penderita.
Pada fase II muncul gejala awal penyakit yang terkait HIV, seperti: hilang selera makan,
tubuh lemah, berkeringat berlebihan di malam hari, timbul bercak-bercak di kulit,
pembengkakan kelenjar getah bening, diare terus-menerus, flu tidak sembuh-sembuh.
Fase ini berlangsung sekitar 6 bulan sampai 2 tahun.
Tahap AIDS baru dapat terdiagnosis setelah kekebalan tubuh sangat berkurang dan
timbul penyakit tertentu seperti TBC, pneumonia, herpes, saraf terganggu, dan lain lain).
Perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang mengidap penyakit tersebut di atas pasti
menderita AIDS.
Fase ini berlangsung 3-6 bulan. Untuk memastikan apakah seseorang positif AIDS atau
tidak, harus dilakukan pemeriksaan banyaknya sel T di laboratorium. Sampai sekarang
orang tidak dapat menyebut secara pasti gejala AIDS, karena gejala AIDS tidak khas.

Pencegahan AIDS
Di dalam lingkungan keluarga sampaikan informasi yang sudah Anda ketahui ini kepada
anggota keluarga yang lain, teman dan tetangga. Jika sehari-hari Anda menemukan
informasi yang salah tentang AIDS, segera luruskan dengan cara yang benar supaya
orang-orang tertarik dan juga memperbaiki informasi tersebut.
Di lingkungan sekolah mungkin Anda bisa mengusulkan kepada guru atau kepala sekolah
agar diadakan diskusi atau seminar atau kegiatan lain yang berhubungan dengan
pencegahan AIDS. Kegiatan yang berkait dengan pencegahan AIDS dapat juga Anda
lakukan bersamaan dengan kegiatan sejenis seperti pencegahan narkoba, pendidikan
keluarga, dan sebagainya.

Di Indonesia ada kecenderungan penjaja seks komersial meluas, penyebaran penyakit
kelamin tinggi, urbanisasi dan migrasi penduduk tinggi, kecenderungan hubungan seks
sebelum nikah meningkat, lalu lintas orang dari/ke luar negeri berlangsung dengan bebas,
serta penggunaan alat suntik, tato, tindik yang tidak sehat.

Gonorhoea ( Kencing Nanah)
Gonorhoea adalah penyakit infeksi yang menyerang pada alat kelamin (genitalia).
Penyaki ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala penyakit ini adalah
rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning hijau
pada wanita. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual.Bayi juga dapat tertular
penyakit ini melalui proses persalinan. Penyakit ini dapat menyebabkan kebuataan pada
bayi yang baru lahir.

Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual atau hubungan badaniah yang intim
(ciuman), transfusi darah, penularan oleh ibu pada janin melalui plasenta. Gejala awal
penyakit ini adalah borok pada tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada
daerah sekitar kelamin. Penyakit ini dapat menyebar dan menyerang organ-organ tubuh
lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.

Herpes Simplex Genitalis
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simplex tipe II, yang menyerang kulit di daerah
genitalia luar, anus, dan vagina. Gejala penyakit ini berupa gatal-gatal, pedih, dan
kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Pada daerah tersebut kemudian timbul beberapa
lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi pecah dan menimbulkan luka.
Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat pula ditularkan oleh ibu
hamil kepada janinnya. Penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah
beberapa bulan/tahun.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2727
posted:10/28/2010
language:Indonesian
pages:10