SPOORING & Balancing

Document Sample
SPOORING & Balancing
Shared by: zamrey uchiha
Categories
Stats
views:
1547
posted:
10/26/2010
language:
Indonesian
pages:
14
2010







SPOORING &

BALANCING

TUGAS MANDIRI PRAKTEK CHASIS & BODY

Dosen Pengampu Drs. Putut Wijayanta









Disusun Oleh :



YAENAL ZAMRINATA

K2508084

PTM.B / SMT.5









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

A. PENGERTIAN



ISTILAH balancing dan spooring memiliki kaitan antara mekanik dengan

roda dan ban mobil. Ban memiliki peran penting, karena karet bundar yang berisi

udara bertekanan tersebut, merupakan bagian mobil yang bersentuhan langsung

dengan permukaan jalan. Benda berwarna hitam tersebut tidak hanya berputar untuk

menggerakkan kendaraan, tetapi juga memiliki fungsi lain yaitu untuk memperlembut

kejutan dari permukaan jalan, sekaligus menambah kenyamanan berkendara. Faktor

kenyamanan berkendara inilah yang menjadi penyebab ban mobil perlu di balancing

dan spooring. Dalam istilah otomotif, kedua kata ini sering disebut dengan nama

wheel alignment. Balancing sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan

berkendara, dan keawetan ban. Ban yang tidak seimbang dapat menimbulkan getaran,

sehingga mengganggu kenyamanan dalam berkendara, selain menjadi cepat aus.

Malahan keausannya tidak merata. Parahnya lagi, juga bisa merusak sistem suspensi

mobil.





Balancing berfungsi menghilangkan getaran-getaran kecil ketika kendaraan

sedang dijalankan. Getaran itu bisa dirasakan pada stir. Balancing bisa dilakukan

dengan dua cara. Pertama, balancing dengan mengukur kecepatan 100 km/jam. Ini

dilakukan dengan cara mengukur keseimbangan , ban dan peleknya disimpan pada

mesin balancing. Kedua adalah balancing super, pengukuran dilakukan dengan ban

tetap dipasang di mobil. Peranti yang diseimbangkan tidak hanya roda dan ban saja,

juga tromol, poros, dan baut-bautnya. Ini dilakukan agar mobil tetap melaju seimbang

pada kecepatan antara 120-240 km/jam. Karena pentingnya faktor balancing, setiap

pemasangan ban baru sebaiknya diseimbangkan terlebih dahulu. Begitu pula, ban yang

ditambal sebelum dipasang sebaiknya di balancing.





Masalah kenyamanan berkendara tidak hanya menyangkut keseimbangan,

tetapi juga berkaitan dengan aspek keselarasan roda kiri dengan kanan. Bila salah satu

setelan mekanik yang berkaitan dengan roda tidak seimbang dengan roda satunya,

tentu mobil tidak nyaman dipergunakan. Dampak lainnya ketika mobil melaju akan

terbawa ke satu arah. Biasanya hal itu bisa dirasakan pada kecepatan tinggi. Untuk

itulah spooring penting dilakukan. Bila kondisi seperti ini dibiarkan, akan

menimbulkan keausan ban yang tidak merata. Untuk mengatasinya mobil mutlak

harus disetel kembali. Spooring atau penyetelan memang dibutuhkan, tujuannya selain

untuk keamanan, kenyamanan juga yang terpenting mobil bisa berjalan stabil.





Penyetelan ulang menyeluruh, baik spooring maupun balancing sebaiknya

dilakukan secara periodik. Umumnya pabrikan merekomendasikan penyetelan setiap

10.000 km sekali. Alasannya, kendaraan yang telah menempuh jarak tertentu akan

menimbulkan keausan komponen. Ini tentu bisa berpengaruh terhadap tidak

normalnya kinerja, baik pada sistem kemudi maupun suspensi dan mekanik terkait

lainnya.





Pernah suatu saat mobil anda terasa seperti terguncang hebat setelah

berpapasan dengan bus atau mobil besar lainnya pada kecepatan tinggi. Sebagian

orang meduga kalau efek limbung yang terjadi itu disebabkan oleh kecilnya ukuran

mobil yang kita naiki. Semua itu kuncinya pada keselarasan(spooring) dan

keseimbangan (Balancing) roda serta piranti kemudi (setir) sebagai pengendali

gerakan mobil.





Pada sebuah kendaraan yang telah lama dipakai, keselarasan dan

keseimbangan roda harus diperbaiki karena keausan komponen kaki-kaki mobil yang

bisa menyebabkan terjadinya penyimpangan pada sudut kelurusan roda. Agar

kestabilan mobil tetap terjaga maka wajib hukumnya untuk melakukan spooring dan

balancing secara berkala. Tujan utama dari proses spooring adalah untuk

menyelaraskan antara posisi roda kanan dan kiri.





Efek yang ditimbulkan dari tidak seimbangnya roda kiri dan kanan ini bisa

membuat mobil limbung dan bahkan berat sebelah. Sedangkan balancing adalah untuk

membuat roda belakang menjadi parallel dengan roda depan. Balancing juga untuk

menghindari adanya getaran kecil saat mobil dijalankan. Pada proses penyetelan harus

diyakinkan bahwa roda belakang bener-benar parallel dengan roda depan karena roda

belakang hanya mengikuti gerakan roda depan saat mobil di jalankan. Apabila kondisi

ini tidak tercapai bisa menyebabkan ban Anda akan cepat aus dan kestabilan mobil

tergangu.

Dari Uraian diatas dapat diketahui bahwa :

* Spooring adalah penyelarasan roda kiri dengan kanan dan ini berguna mencegah

efek "melayang" atau "berat sebelah", terutama pada saat melaju dalam kecepatan

tinggi. Adapun kerusakan yang disebabkan oleh spooring bisa dilihat dari kerusakan

ban bagian dalam, bagian luar atau berbentuk tajam. Sedangkan bila terjadi benjolan-

benjolan pada ban biasanya disebabkan termakan suspensi.





* Balancing berfungsi menghilangkan getaran-getaran kecil ketika kendaraan sedang

dijalankan. Balancing ini ada dua jenis. Pertama, balancing yang biasa dilakukan

untuk kecepatan 100 km. Ini dilakukan dengan cara mengukur keseimbangan ban dan

velg pada mesin balancing. Kedua, balancing super (finishing balance) dilakukan

untuk kecepatan 100 km dengan posisi ban sudah terpasang di mobil. Yang ter-

balance adalah tromol, poros, dan baut-bautnya. Ini dilakukan untuk meng-cover

kecepatan antara 120-240 km/jam.



Untuk mengetahui apakah kendaraan anda harus segera di spooring -

Balancing dapat dirasakan saat anda mengendarainya, kita dapat melihat gejala awal

kendaraan anda yaitu:



-keausan ban yang tidak wajar, keausan tersebut dapat dilihat dari satu, atau keempat

roda ban, terjadi keausan pada bagian lekungan sisi ban atau terdapat alur diagonal

pada sisi atau tapak ban, atau terjadi keausan seperti bulu pada ban anda.



-Kondisi setir yang tidak wajar, saat digunakan setir terasa kaku dari biasanya, atau

saat dibelokkan setir tidak mau kembali ke posisi lurus saat dilepaskan, atau terasa

membawa.



-Bila saat berkendara mobil terasa membelok dengan sendirinya sedangkan anda

sedang melaju lurus ke depan, gejala tersebut harus segera diperbaiki.

-Gejala lain bila akan membelok, mobil terasa menyimpang atau mobil terasa

tergucang sekalipun kondisi jalan mulus.



-Yang paling parah bila mobil berjalan lurus tapi body anda miring, berjalan seperti

kepiting, bila hal ini terjadi mobil anda mengalami masalah alignment yang cukup

parah.



Dengan dilakukannya spooring dan balancing , kondisi kestabilan kendaraan

akan tetap terjaga, sehingga kenyamanan dan keamanan berkendaraan pun senantiasa

terjamin.

B. LANGKAH PENYETELAN SPOORING & BALANCING

Kombinasi sistem kemudi dan sistem suspensi harus menghasilkan stabilitas

kendaraan dan respons kemudi yang baik. Untuk itu diperlukan penyetelan alignment

yang meliputi, camber, steering axis, caster, dan toe angle. Pengaturan sudut dan

ukurannya tergantung pada sistem suspensi, sistem penggerak roda dan sistem

kemudi. Tujuannya agar kemampuan dan stabilitas kemudi dapat mencapai tingkat

optimum dan penggunaan komponen lebih tahan lama.



a. SPOORING

Pemeriksaan

Efek yang ditimbulkan dari penyetelan front wheel aligment

dapat dianalisa dengan adanya pengamatan serta pengujian.

Kekurangan dari penyetelan wheel aligment dapat terdeteksi dari

percobaan tes jalan lurus, saat berbelok, saat posisi kembali setelah

perlakuan membelok, keausan bagian-bagian ban yang mendapat

traksi pada bidang jalan serta seberapa besar faktor dari keselamatan

pengemudi.

Aspek pegamatan dari pengujian tersebut meliputi camber,

caster, toe angle dan steering axis inclination. Pengamatan secara

visual dapat terdeteksi dengan adanya pola -pola keausan ban.

Adapun gejala-gejala yang timbul jika FWA tidak pada posisi

standart yaitu:

1. Camber

a. Camber positif

Kendaraan dengan camber positif maka beban akan bekerja

pada steering knuckle yang berposisi dekat dengan spindle

untuk mengurangi beban pada steering knuckle. Roda -roda

terdorong ke dalam bertujuan untuk mencegah karet ban

terlepas saat melaju dalam putaran tinggi. Camber yang terlalu

positif akan menyebabkan keausan ban bagian luar.

Gambar Camber positif



Dalam membelok pada kecepatan tinggi camber positif akan

terasa limbung karena traksi ban kendaraan yang menapak

jalan sedikit serta bodi kendaraan akan terasa lebih miring

apabila dibandingkan kendaran yang memakai camber negatif.



b. Camber negatif

Tujuan dari camber negatif adalah untuk mengutamakan

kendaraan dapat berjalan lurus dengan stabil. Camber negatif

akan mengurangi kemiringan kendaraan pada saat berbelok

(ground camber). Dalam keadaan membelok dengan

kecepatan tinggi.









Model camber negatif akan lebih stabil karena traksi ban

yang menyentuh jalan lebih luas. Kelemahan dari camber negatif

yaitu kemudi akan terasa lebih berat, tetapi hal ini dibantu

dengan adanya mekanisme power steering dengan fungsinya

memperingan kemudi. Camber negatif yang terlalu berlebihan akan

mengakibatkan keausan ban bagian dalam. Camber negatif

terdapat pada kendaraan dengan penggerak roda depan dan

kendaraan dengan mesin depan. Pemakaian camber negatif

diperlukan untuk kendaraan berkecepatan tinggi dengan kesetabilan

yang memadai.





2. Caster

a. Caster positif yang terlalu besar menyebabkan trail semakin

panjang dan daya balik kemudi makin besar efek yang terasa

kemudi cenderung menjadi berat.

b. Caster terlalu negatif membuat kemudi menjadi lebih ringan

tetapi kesetabilan kendaraan saat berjalan lurus berkurang

serta kemudi kurang dapat terkontrol.





3. Steering Axsis kemudi

Fungsi dari steering axis inclination yaitu meminimalisir kejutan pada

kendaraan akibat pengereman dan saat percepatan. Disamping itu steering axis

inclination menghasilkan daya balik kemudi dengan memanfaatkan berat gaya

yang ditopang.









4. Toe angle

Jika jarak antara titik tengah kedua roda bagian depan (A) lebih

kecil daripada jarak antara titik tengah kedua roda depan bagian belakang

(B) ini dinamakan toe in (AA) ini dinamakan toe out.

Bila roda-roda depan memiliki camber positif maka bagian atas

roda miring mengarah keluar. Hal ini akan menyebabkan roda -roda

berusaha menggelinding ke arah luar peda saat mobil berjalan lurus,

kemudian akan terjadi side slip. Ini berakibat ban menjadi aus. Untuk

itu

toe in digunakan pada roda-roda depan untuk mencegah roda

menggelinding ke arah luar yang disebabkan camber positif.



5. Turning radius

Bila roda depan kanan dan kiri memiliki sudut belok yang sama

besar (r1=r2) tetapi masing masing roda akan berpu tar mengelilingi titik

pusat yang berbeda O1 dan O2 akan terjadi side slip pada roda-roda.

Untuk menanggulangi hal ini knuckle arm dan tie rod disusun agar

pada saat membelok roda-roda sedikit toe out. Akibatnya sudut belok roda

outer dan titik pusat putaran roda kiri dan kanan berhimpit. Akan tetepi

turning radiusnya berbeda (r1>r2). Disebut juga Prinsip ackerman.

Diterangkan dalam gamber berikut ini :









Gambar Prinsip ackerman

6. Pengamatan dari keausan ban

Keausaan ban yang terjadi sebelum jangka waktu pemakaian dapat

terjadi dari berbagai faktor selain pemasalahan pada front wheel aligment.

Faktor yang mempengaruhi antara lain d isebabkan: tekanan angin kurang

atau tidak sama antara bagian kanan dan kiri, membelok pada kecepatan

tinggi, rotasi dari roda tidak sempurna, penggunaan rem yang tidak baik.









Gambar Bagian keausan ban



Bagian-bagian ban dengan traksi ke jalan di tunjukkan pada

gambar di atas. Bagian yang mendapatkan arsiran ialah bagian yang

cenderung lebih banyak menerima traksi ban terhadap jalan, sehingga

bagian ini akan lebih cepat mengalami keausan.

Skema gejala yang ditimbulkan pada ban:





GANGGUAN PADA BAN







Ausnya ban Sewaktu jalan timbul Ban aus sebelum

tidak merata bunyi dan getaran waktunya

pada body



Aus bagian luar Tekanan udara ban

ban Tekanan udara ban terlalu tinggi

kurang

Malaju dengn

Toe in terlalu kecepatan tinggi saat

besar Ban tidak balance tekanan ban kurang



Camber terlalu

besar Ban tidak rata Membelok dengan

kecepatan tinggi



Aus bagian Sikap roda depan

Rotasi dari roda tidak

dalam ban tidak baik

sempurna



Toe in terlalu

kecil Penyetelan rem tidak

baik



camber terlalu

kecil Sikap roda depen

tidak baik



Aus ban di

kedua sisi Penggunaan rem

secara kasar

Tekanan ban

berkurang

Saat start secara

Berbelok dengan tiba-tiba dan

kecepatan tinggi dengan percepatan

yang tiba-tiba





Aus bagian

tengah ban

Pengukuran dan Penyetelan

Pemeriksaan dan kemudian penyetelan pada wheel aligment ini

bertujuan mengembalikan kondisi sudut -sudut kemiringan roda-roda

depan agar didapatkan kemampuan terbaik dari kestabilan pengendalian

dan daya balik kemudi yang baik.

Langkah pengukuran dengan cara menempatkan kendaraan pada

posisi bidang datar. Dalam pekerjaan ini diharuskan keaadaan sistem

suspensi dan kemudi dalam keadaan siap, yang artinya dalam keadaan

setelah dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Berikut langkah-langkah kerja penyetelan spooring computer

(HESHBON HA-290 buatan Korea) :

1 . Persiapan Spooring.

a . Siapkan alat-alat yang diperlukan ( pipa, kunci set pas , dll)

b . Pastikan tekanan ban semuanya normal.

c . Pastikan suspensi dalam keadaan stabil.

d . Hubungkan sumber catu daya 220V.

e . Hidupkan komputer spooring.

f . Posisikan kendaraan posisi center di meja hidrolik

spooring

g . Pasang pengunci steer dan rem tangan

h. Pasang head sensor pada masing-masing roda sesuai

dengan tandanya, kemudian pastikan dalam posisi rata

sampai muncul lampu hijau. (Kunci kuat, jangan sampai

terjatuh)

2. Pada computer hidupkan aplikasi scan tool "spooring"

kemudian "Tekan F6"

3. Masukkan data pemilik, kemudian "Tekan F6"

4. Pilih merk kendaraan (missal: TOYOTA), kemudian " Tekan F6"









5. Pilih jenis mobil (misal: TOYOTA KIJANG), kemudian " Tekan

F6"

6. Atur settingan diameter velg dengan menekan F5 dan F1,

setelah selesai kemudian "Tekan F6"

7. Hasil pembacaan tampil di monitor. (Lihat pada monitor apabila

angka masih berwarna merah, itu berarti tidak dalam keadaan

standart)

8. Kendorkan baut pengunci pada Tie Rod

9. Lakukan penyetelan dengan cara memutar Tie Rod. (lakukan

sampai angka pada monitor berwarna hijau)

10.Setelah angka sudah berubah warna hijau, kencangkan

kembali baut pengunci pada tie rod.

11.Kemudian "Tekan F6" pada computer dan cetak hasil

pengukuran bila diperlukan

12.Lepas head sensor pada masing-masing roda, lepas pengunci

steer

13.Matikan komputer

14.Keluarkan kendaraan dari meja hidrolik spooring dan lakukan

test drive. (Apabila kondisi belum normal atau terjadi

pergeseran pada tie rod maka lakukan penyetelan ulang)





b. BALANCING

Berikut langkah-langkah kerja Balancing computer (RAV G -112) :

1. Lepas roda pada Kendaraan

2. Letakkan roda pada center X pasang pengunci









3. Hidupkan computer

4. Atur settingan scan tool sesuai jenis velg

- Tekan "2" untuk pilih alu

- Pili alu yang sesuai dengan spesifikasi velg

Misal : Tekan angka 2 untuk alu 2 (velg racing)

5. Setelah itu tekan "Menu"

6. Pilih "Dimension"

7. Atur settingan scan tool sesuai spesifikasi velg (lihat tulisan yang

ada pada velg, missal 14x5,5)

- Diameter velg 14

- Lebarban 5,5

- Ukur jarak diameter paling luar velg dengan sisi terdekat scan

tool, pakai alat yang ada pada sisi sebelah kanan scan tool

(missal hasil = 7,00)

- Jadi masukkan data 7,00/5,5/14

8. Putar roda roda sedikit kemudian tekan tombol "start"

9. Perlahan tekan rem sampai berhenti, di monitor akan muncul hasil

pembacaan









10.Angkat rem kemudian presisikan roda pas tengah sesuai dengan

tanda pada penunjuk yang ada di monitor,

11.Injak rem kembali agar roda tidak berubah posisi

12.Temple timah pada bagian dalam velg posisi tengah atas. (berat

timah sesuai hasil pembacaa di monitor)

13.Ulangi langkah 8-12 sampai muncol "OK" pada monitor

14.Setelah semua sudah "OK", lepas pengunci dan l akukan langkah

yang sama pada ban lainnya

15.Setelah selesai pasang kembali ban pada kendaraan


Share This Document


Related docs
Other docs by zamrey uchiha
Pengertian Variabel penelitian & contohnya
Views: 7495  |  Downloads: 85
SPOORING & Balancing
Views: 1543  |  Downloads: 37
by registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!