hubungan tanah air tanaman

Document Sample
hubungan tanah air tanaman Powered By Docstoc
					Hubungan Tanah, Air dan
      Tanaman
            Apa yang kita pelajari?

•   Defenisi air Tanah
•   Peran utama air
•   Siklus air
•   Konsep energi air
•   Koefisien dan ketersediaan air
•   Pengukuran Air Tanah
•   Faktor yang mempengaruhi air tanah
•   manajemen pemberian air
Defenisi Air Tanah
• Air Tanah adalah air yang terdapat di dalam
  tanah karena adanya gaya adhesi antara tanah
  dan air atau karena gaya kapiler yang
  disebabkan oleh pori-pori tanah dan tegangan
  permukaan air.
• Tegangan ini terdapat diantara permukaan
  tanah dan muka air bumi, pada zona ini air
  tanah mengisi sebagian pori-pori tanah
  sementara sebagian yang lain diisi oleh udara.
• Zona air tanah = zona aerasi
Peran Utama Air
• Sebagai pelarut dan pembawa ion hara dari rizosphere
  ke dalam akar kemudian ke daun
• Sarana transportasi dan pendistribusian nutrisi dari daun
  ke seluruh bagian tanaman
• Sebagai komponen kunci dalam proses fotosintesis,
  asimilasi maupun respirasi tanaman
• Sebagai agen pemicu bahan induk
• Sebagai pelarut pemicu reaksi kimiawi penyediaan unsur
  hara
• Penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur
  hara
• Sebagai pembawa oksigen terlarut
• Sebagai stabilisator suhu tanah
• Mempermudah pengolahan tanah, dsb..
               Siklus air tanah
• Siklus air tanah = siklus hidrologi
• Input = output
• P + I = ET + Ro + Pc + L
• Dimana P = Presipitasi, I = Irigasi, ET =
  Evapotranspirasi, Ro = Run Off/aliran permukaan, Pc
  = Perkolasi, dan L = Rembesan Lateral
• Ketika mencapai permukaan tanah, air akan
  mengalami retensi maubun absorbsi dan adsorbsi
                  air tanah
                 Konsep energi air
Air mengalir……




Apakah air selalu mengalir ke
tempat yang lebih rendah ?
   Energi potensial >> Potensial air tanah
• Energi untuk pergerakan air dari akar ke bagian atas tanaman
  disebut Potensial air
• Dapat terjadi karena adanya transpirasi lewat stomata atau
  kutikula daun
• Potensial air dari suatu pohon yang sedang melakukan
  transpirasi:
   – =O+P+Z
      • O potensial osmotik
      • P potensial tekanan dari dinding sel
      • Z potensial gravitasi
   – Pada pohon yang aktif melakukan transpirasi nilai  akan
     negatif, sehingga akar akan mampu menyerap air dari tanah
           Kemampuan menarik air
• Potensial osmotik biasanya jauh lebih besar dari
  potensial gravitasi. Nilainya dapat mencapai –30
  bars,
• Potensial gravitasi nilainya sekitar 1 bar untuk
  setiap tinggi pohon 9.81 m
• Misalkan suatu pohon yang mempunyai sistem
  perakaran yang dalamnya 5 m dan tingginya 10 m
  memiliki potensial osmotik –10 bars dan potensial
  tekanan dinding sel + 2 bars. Berapa total
  potensial air dan berapa meter air dapat naik
  secara teoritis berdasarkan potensial air tersebut?
• =O+P+Z
   – O = -10 bars
   – P = + 2 bars
   – Z = 15/9.81 = 1.5 bars      10 m
•  = -10+2+1.5 = -6.5 bars
• Secara teoritis tekanan ini
  dapat menaikkan air hingga
  setinggi 6.5 x 9.81m = 63.7m   5m
• Secara kuantitatif potensial air tanah dinyatakan
  dalam tekanan hidrostatik (tinggi kolom cairan
  karena adanya tekanan)
• 1 atm = 10.33 m air = 76 cm air raksa (Hydraullie
  head)

• Fungsi logaritmik menurut Schofield (1935)
  pF = log H
Dengan H adalah tinggi kolom air

Jadi jika pF = 1 maka tinggi kolom = 10 cm, pF = 3 maka
  tinggi kolom = 1000 cm dst..

Hubungan tersebut kemudian digambarkan dalam
  suatu kurva yang disebut kurva pF
Koefisien dan ketersediaan Air
Tanah
 Beberapa istilah:
 • Jenuh atau retensi maksimum
 • Kapasitas lapang
 • Titik Turun pertumbuhan
 • Koefisien Layu (Titik Layu permanen)
 • Koefisien higrokopis
 • Kering oven

 Air tersedia = Kap. Lapang - TLP
Jenuh atau Retensi Maksimum

            • Kondisi semua pori
              tanah terisi air,
              tegangan air = 0, pF =
              1.2
• Kapasitas lapang : tanah diirigasi, kemudian
  mencapai kestabilan setelah kelebihan air di
  drainasekan. pF = 2.53 atau 1/3 atm
• Titik Turun pertumbuhan: Suplai yang berkurang
  menyebabkan pertumbuhan tanaman berkurang
  pula. pF = 3.2
• Titik Layu: Jumlah air tersedia tidak bisa
  mengimbangi transpirasi. pF = 4.2
• Koefisien Higroskopis: air tanah terikat sangat kuat
  oleh gaya matrik tanah. Tidak tersedia bagi tanaman.
  pF = 5.2
• Kering oven: pF = 7.0
Pengukuran Air Tanah
• Gravimetrik:
  – Timbang Tanah (padatan + air) = G1
  – Keringkan dan timbang = G2
  – Hitung kadar air (w) :
    w = (G1-G2)/G2 * 100 %
  Faktor-faktor yang mempengaruhi Air
                  Tanah
• Tekstur:
  Makin halus tekstur
  tanah, maka luas
  permukaan semakin
  besar, sehingga makin
  banyak air yang mampu
  di tahan oleh tanah.
• Struktur
  Struktur Granuler
  memungkinkan
  pembentukan ruang
  pori yang lebih tinggi
  sehingga tidak mudah
  jenuh air dibandingkan
  struktur tiang/prismatik


•Kedalaman Solum
•Lapisan Padas
•Bahan Organik
                   Manajemen Air
• Penghematan air di daerah yang sumber air tanahnya terbatas
• Pengaturan Irigasi dengan asumsi-asumsi tertentu sesuai
  syarat tumbuh masing-masing tanaman. Misalkan untuk
  tanaman padi diasumsikan penting untuk mendapatkan irigasi
  setelah maksimal terjadi 5 hari kering berturut-turut
  (Pramudia, 2002)
• Mengalirkan kelebihan air ke area minim air
• Perbaikan tekstur dan struktur tanah melalui pengolahan
  tanah dan penambahan bahan organik.
• Memperbaiki kondisi iklim mikro tanah seperti pemasangan
  mulsa
• Pengaturan pola tanam sesuai musim misalkan padi-palawija-
  palawija atau padi-padi-palawija, dll


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3376
posted:10/26/2010
language:Indonesian
pages:19
Description: hubungan tanah air dan tanaman, materi kuliah dasar-dasar ilmu tanah untuk mahasiswa strata 1