Intro GSM Technical by kurniawan111

VIEWS: 357 PAGES: 49

									   PENGENALAN SISTEM GSM




PT INDOSAT DIV. CELLULAR MARKETING
REGIONAL SUMBAGUT
PEKANBARU BRANCH
Global System for Mobile
Communication

Sistem komunikasi yang digunakan untuk
memberikan layanan jasa telekomunikasi yang
berbasis teknologi cellular digital, pelanggan
dapat bergerak secara bebas dalam area
layanan GSM tanpa mengalami pemutusan
hubungan.



                                            Page - 2
ALASAN PELAKU BISNIS MENGGUNAKAN
LAYANAN JARINGAN GSM
   Menyediakan layanan seluas-luasnya baik untuk voice ataupun
    non voice.
   Menyediakan fasilitas dan layanan eksklusif sesuai kemampuan
    MS.
   Memberikan kesesuaian akses ke semua jaringan GSM.
   Memberikan fasilitas roaming otomatis, registrasi dan location
    updating bagi pelanggan bergerak.
   Memberikan layanan dengan kualitas yang lebih baik.
   Memberikan layanan untuk berbagai jenis MS.




                                                           Page - 3
Tahun Perkembangan

1982   - Terbentuknya badan kelompok kerja GSM (Group Special Mobile) melalui Conference
         of European Posts and Telegraphs (CEPT) dengan liputan Eropa
       - Penempatan Frekuensi pada 900 MHz

1985   Badan kelompok kerja GSM membagi tugas dalam 3 kelompok
       1. Definisi layanan
       2. Sub system Radio
       3. Aspek jaringan keseluruhan untuk interkoneksi

1986   Badan tetap inti terbentuk

                                                                                   Page - 4
Tahun Perkembangan

1987   - Memorandum of Understanding (MoU)
         *13 operator jaringan bertujuan memasang jaringan GSM di tahun 1991
       - Penetapan standar air interface GSM 900
             Up link : 890 - 915 MHz
             Down link : 935 - 960 MHz

1988   - ETSI (european Telecommunication Standards Institute) meliputi proyek CEPT
       - GSM merupakan bagian dari ETSI

1990   Akhir dari GSM fasa 1

                                                                               Page - 5
Tahun   Perkembangan

1995    - Terdapat 120 jaringan GSM yang beroperasi di seluruh dunia dengan lebih dari 12 juta
          pelanggan.
        - Anggota MoU berjumlah lebih dari 150 anggota yang terdiri dari 90 negara
        - Standar GSM fase 2 selesai di buat, demontrasi fax, video dan komunikasi data via GSM
        - Adaptasi PCS 1900 (Personal Communication System) dan pada bulan November GSM
          dengan frekuensi 1900 MHz beroperasi di USA

1996    GSM menguasai 30% pangsa pasar telekomunikasi wireless

1998    Jumlah pelanggan GSM per 31 Desember 1997 adalah 66 juta, lebih 256 operator jaringan
        yang meliputi 110 negara
                                                                                             Page - 6
Tahun   Perkembangan
1991    Pilot GSM network didemontrasikan di Geneva
1992    - Jaringan D1 komersil terpasang dan merupakan jaringan GSM pertama di dunia
        - Perjanjian Internasional roaming pertama antara Finlandia dan Inggris
        - Operator Jaringan Australia merupakan operator non Eropa yang menandatangani MoU
        - Alokasi frekuensi baru GSM 900 ke versi DCS 1800
               Up link : 1710 - 1785 MHz
               Down link : 1805 - 1880 MHz

1993    - Mulai saat ini GSM adalah Global System for Mobile Communication
        - GSM menjadi standar di seluruh dunia
        - Terdapat 36 jaringan GSM beroperasi
                                                                                   Page - 7
GSM900/DCS1800/PCS1900 Frequency Bands




                            GSM : Global System for Mobile Communication
                            DCS : Digital Cellular System
                            PCS : Personal Communication System




                                                                    Page - 8
Radio Frequency Carrier (RFC)

                                Perbedaan GSM 900, DCS
                                1800 & PCS 1900 adalah :
                                 Frekuensi kerja
                                 Bandwidth
                                 Jumlah RFC yang digunakan




                                                        Page - 9
PHYSICAL CHANNELS




                    Page - 10
ALOKASI FREKUENSI GSM
Frekuensi yang diizinkan oleh DIREKTORAT JENDRAL POS DAN
TELEKOMUNIKASI untuk SATELINDO sejak tanggal 14 Mai 1993 adalah
frekuensi yang dapat dipergunakan untuk GSM yaitu sebagai berikut:


                                     Up link   : 890 - 900 MHz
 INDOSAT SELULAR                     Down Link : 935 - 945 MHz

Operator Cellular yang lain di Indonesia yang diizinkan untuk menggunakan
frekuensi GSM adalah Telkomsel & Exelcomindo.

 Up link        : 900 - 907.5 MHz
 Down Link           : 945 - 952.5 MHz                 TELKOMSEL



                                   Up link        : 907.5 - 915 MHz
 EXELCOMINDO                       Down Link           : 952.5 - 960 MHz

                                                                            Page - 11
PENAMBAHAN ALOKASI FREKUENSI
 ALOKASI FREKUENSI GSM 900 (Ex. SATELINDO)
  No.3332/PT.307/Ditfrek/VII/93
          - Uplink             : 890 – 900 MHz
          - Downlink           : 935 – 945 MHz
 ALOKASI FREKUENSI DCS 1800 (Ex. SATELINDO)
  No.975/TU/Ditfrek/XII/2000
          - Uplink             : 1717,7 – 1722,5 MHz
          - Downlink           : 1812,5 – 1817,5 MHz
 ALOKASI FREKUENSI DCS 1800 (Ex.IM3)
          - Uplink             : 1750 – 1845 MHz
          - Downlink           : 1765 – 1860 MHz



                                                       Page - 12
ARSITEKTUR SISTEM SELLULAR




MSC    : Mobile Switching Center
PSTN   : Public Switching Telephone Network
ISDN   : Integrated Service Digital Network
PDN    : Public Data Network
PLMN   : Public Land Mobile Network
                                              Page - 13
Page - 14
JARINGAN GSM




MS = Mobile Station                     HLR = Home Location Register
BTS = Base Transceiver Station          VLR = Visitor Location Register
BSC = Base Station Controller           AuC = Authentication Center
TRAU = Transcoder & Rate Adapter Unit   EIR   = Equipment Identity Register
MSC = Mobile Switching Center
                                                                              Page - 15
Page - 16
Base Transceiver Station (BTS)
Menjamin komunikasi antara Mobile Station dalam satu Cell
Menjaga dan memonitor hubungan ke Mobile Station


Base Station Controller (BSC)
 Penghubung antara beberapa BTS dan MSC
 Mengontrol BTS yang ada dibawahnya
 Manajemen BSS




                                                       Page - 17
Page - 18
Transcoder Unit (TRAU)
Merubah kecepatan transmisi informasi dari MSC (64 Kb/s)
menjadi 16 Kb/s di BSS atau sebaliknya.

Mobile Switching Centre (MSC)
Penghubung antara elemen BSS dan elemen NSS serta
gerbang menuju dan dari jaringan lain.

Home Location Register (HLR)
Data Base utama sistem, tempat pertama kali data seorang
pelanggan terdaftar di jaringan.




                                                       Page - 19
Visitor Location Register (VLR)
Data Base dinamis sistem, berisi data pelanggan yang
sedang berada di dalam area layanan MSCnya.


Authentication Center (AuC)
Data Base yang berisi identitas rahasia pelanggan untuk
meniliti keabsahan SIM Card dan digunakan melindungi
komunikasi pelanggan pada saat menggunakan jaringan.




                                                          Page - 20
Equipment Identification Register (EIR)
Data Base yang berisi identitas ponsel pelanggan, yang
digunakan untuk menguji keabsahan ponsel yang digunakan.
Terdapat tiga kategori ponsel :
 White list : Sah
Gray list : Diawasi Operator
Black list : Tidak diperbolehkan menggunakan jaringan

Operation and Maintenance Center (OMC)
Melaksanakan fungsi monitoring dan pemeliharaan jaringan
baik secara lokal maupun remote.

                                                         Page - 21
Mobile Station




Mobile Station terdiri dari :
Mobile Equipment (ME)
Subscriber Identity Module (SIM)




                                    Page - 22
Page - 23
Base Transceiver Station




                           Page - 24
                                               ANTENNA GSM/DCS :
                                               -Output BTSE = 37,77 dBm = 5,799 dB = 3,78 Watt
                                               -Loss Cable = -31 dB
                                               -Loss udara dan jarak menghasilkan output dari
                                               Antenna = -43 dBm s/d -100 dBm.
                                               -Type Crosspolar, KSA 742151



                                               HANDPHONE :
                                               -Receive Level Max = - 43 dBm
                                               -Receive Level Min = - 100 dBm



Untuk arah Downlink, Rx Level pada MS min = - 100 dBm max = - 43 dBm
Untuk arah uplink, Rx Level pada BTS min = - 90 dBm
Note :    - 43 dBm = 5,01187 mW
          - 100 dBm = 0,0000000001 mW
                                                                                      Page - 25
Page - 26
Manajemen Mobilitas
 Roaming
 Location Register
 IMSI Attach/Detach
 Handover




                       Page - 27
ROAMING
Fasilitas yang memungkinkan pelanggan seluler untuk
bergerak bebas dalam PLMNnya ataupun dalam area layanan
Internasional GSM.


LOCATION REGISTRATION
Metode yang dilakukan sistem untuk terus memperbaruhi
data mengenai lokasi aktual suatu pelanggan bergerak.
Terdiri dari prosedur-prosedur :
 Pembaruan lokasi (Location Update)
 Pembatalan lokasi (Location Cancellation)


                                                        Page - 28
IMSI ATTACH/DETACH
Upaya yang dilakukan Mobile Station untuk memberikan
informasi kepada jaringan mengenai statusnya dalam
memakai jaringan.

IMSI Attach : MS melakukan power up untuk mulai menggunakan
jaringan.

IMSI Detach : MS melakukan power down untuk meninggalkan
jaringan.




                                                              Page - 29
HANDOVER
Fasilitas yang menjamin terpeliharanya suatu pembicaraan
pada saat terjadi gerakan perpindahan dari satu cell ke cell
lain.

Penyebab terjadinya Handover :
    Adanya cell lain dengan kualitas suara, level
   penerimaan     dan daya yang lebih baik.
    Adanya interferensi dan perbaikan pada kanal fisik.




                                                           Page - 30
Jenis Handover
1. Handover Intra BSC   2. Handover Inter BSC




                                                Page - 31
Page - 32
Security System
 Authentikasi
 Fungsi Kerahasiaan Identitas Pelanggan
 Enkripsi / Ciphering
 Pemeriksaan IMEI




                                           Page - 33
Authentikasi
Proses pengecekan terhadap keabsahan SIM Card yang
dipergunakan dan didasarkan pada Ki, Algoritma A3 dan A8


Fungsi Kerahasiaan Identitas Pelanggan
Dipergunakan untuk menghilangkan kemungkinan
pengidentifikasian MS pada waktu menggunakan resources
(kanal radio)
Penggunaan TMSI sebagai pengganti IMSI




                                                       Page - 34
Enkripsi / Ciphering
Fungsi Pengacakan terhadap pertukaran informasi pada Air
Interface (antara MS - BTS)
 Melibatkan Ki, RAND dan Algoritma A8
 Hasil Proses : Kc (Ciphering Key)


Pemeriksaan IMEI
Dipergunakan untuk memeriksa keabsahan peralatan bergerak
/ Handphone yang dipergunakan.

Ada 3 kategori Handphone :
    Black
    Gray
    White
                                                       Page - 35
Page - 36
Bad/Poor Speech Quality
Saat pembicaraan, kualitas suara memburuk; salah satu atau
kedua sisi sulit untuk mengerti percakapan yang berlangsung.


Gejala :
Suara terputus-putus/pingpong, tang ting tung,
noise atau suara periodik seperti “clang”.

Penyebab :
 Bad Quality/Bad Level signal
 BSS Hardware problem



                                                         Page - 37
Call Drop
Terputusnya hubungan saat pembicaraan sedang berlangsung
(abnormal call released)

Gejala :
Saat pembicaraan sedang berlangsung, hubungan telepon baik
secara tiba-tiba maupun didahului oleh kasus bad/poor speech
quality menjadi terputus.
Pada sisi yang tidak mengalami call drop terdengar peringatan :
“Your call is being interrupted, please try again later” atau
“Maaf pembicaraan anda terganggu, cobalah beberapa saat
lagi”




                                                           Page - 38
Penyebab CALL DROP :
 Quality / Level bad
 Masalah Hardware BSS
 Masalah Handover
 Gagal Handover
 Low Signal
 Battery off




                         Page - 39
No Network
Kondisi pelanggan tidak dapat menerima sinyal/service dari
Indosat Cell karena level penerimaan MS dibawah ambang
minimum (-102dBm).

Gejala :
Saat idle maupun membuat call terlihat tampilan Network
Search, No Service, No Network, No Access, Network not
Available atau Network not Allowed
Tidak ada tampilan indikator sinyal
Apabila pada daerah tersebut ada jaringan operator lain yang
lebih baik levelnya maka akan muncul tampilan “Select
Network”



                                                               Page - 40
Penyebab NO NETWORK :
 Masalah Hardware / MW link (BTS faulty)
 Terhalang gedung atau di dalam gedung
 Belum ada BTS di daerah tersebut
 MS berada di luar area cakupan dari BTS




                                            Page - 41
No Assignment
Kondisi jaringan tidak dapat merespons permintaan call setup
dari MS atau pelanggan tidak dapat / sulit membuat panggilan.

Gejala :
Saat membuat call terlihat tampilan Call Ended, No Connection,
Network Busy, Network Overload
Terdengar nada “tulalit”




                                                          Page - 42
Penyebab NO ASSIGNMENT:
 Network overload
 Quality / Bad Level Signal
 Location Update failure
 Signalling problem
 Hardware problem pada BTS/BSC maupun MW link
 NSS Problem (Sentral / Switching)




                                                 Page - 43
No Incomming Call
Kondisi MS tidak dapat dihubungi dari MS/PSTN lain.

Gejala :
Penelpon mendengar peringatan : “nomor yang anda tuju
sedang tidak aktif atau berada di luar servis area, cobalah
beberapa saat lagi ”, atau ”the number you wish to contact
can not be reached at the moment, please try later”




                                                              Page - 44
Penyebab NO INCOMMING CALL :
 Network overload
 Kualitas / Level Sinyal buruk
 Blocking in Paging Channel (PCH)
 Gagal Location Update
 Problem signalling
 Hardware problem pada BTS/BSC maupun MW link
 NSS problem (Sentral / Switching)




                                                 Page - 45
Echo
Kondisi suara yang diucapkan oleh penelpon terdengar kembali.

Penyebab :
MS - PSTN : problem echo canceller pada sisi switching.




                                                          Page - 46
Cross Connect
Kondisi saat penelpon membuat suatu panggilan
percakapan namun terhubung dengan orang yang
salah.

Penyebab :
NSS problem (Sentral / Switching)




                                                Page - 47
Cross Talk
Kondisi saat penelpon membuat suatu panggilan
percakapan namun di dalam percakapan tersebut
terdengar suara orang lain.

Penyebab :
NSS problem (Sentral / Switching)




                                                Page - 48
TERIMA   KASIH



                 Page - 49

								
To top