Membuka Usaha Kecil

Document Sample
Membuka Usaha Kecil Powered By Docstoc
					Aserani Kurdi, S.Pd

Bahan Pelajaran                   δδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδ

                                  Judul
                                  Bahan Pelajaran Membuka Usaha Kecil
                                  Tingkat I SMK Negeri 1 Tanjung

                                  Penyusun
                                  Aserani Kurdi, S.Pd
                                  (Guru Bidang Studi SMK negeri 1 Tanjung)

                                  Desain/Pengetikan/Setting/Lay Out
                                  ROLISA Komputer
                                  Jln. Mabuun Indah II No.34 RT.04
                                  Mabuun Tanjung

                                  Pencetak
                                  Rafi Abadi Offset Tanjung

                                  Cetakan ke
                                  I, Juli 2003
    SMK NEGERI 1 TANJUNG          δδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδδ
  KELOMPOK BISNIS DAN MANAJEMEN
          Cetakan 1 tahun 2003
                      i                                       ii
              KATA PENGANTAR                                 DAFTAR ISI                                   HAL :
                   X
          Alhamdulillah, atas izin Allah SWT. dapatlah bu-
                                                             KATA PENGANTAR
                                                             DAFTAR ISI
                                                             BAB I KARAKTERISTIK USAHA KECIL
                                                                                                              iii
                                                                                                              iv
                                                                                                               1
                                                                     A. Pengertian Usaha Kecil                 1
ku ini disusun walau dalam bentuk yang sangat sederhana.             B. Fungsi dan Peranan Usaha Kecil         3
                                                                     C. Beberapa Keunggulan Usaha Kecil        6
         Buku ini kami maksudkan sebagai bahan/materi                D. Kebijaksanaan Pemerintah dan Dunia
pelajaran untuk menunjang pembelajaran Membuka Usaha                    Usaha Tentang Usaha Kecil              7
Kecil yang disajikan di tingkat I pada SMK Negeri 1 Tan-             E. Izin Usaha Kecil                      16
jung.                                                        BAB II MEMILIH PRODUK DAN JASA                   20
                                                                     A. Sumber Informasi dan Cara Melihat
        Harapan kami, kiranya buku ini dapat diperguna-                 Peluang                               20
kan oleh para siswa tingkat I sebagai buku teks pokok                B. Teknik Pemilihan Jenis Usaha/Produk   24
dalam mempelajari Membuka Usaha Kecil.                               C. Pemasaran Hasil Usaha/Produk          27
                                                             BAB III MEMILIH BENTUK USAHA KECIL               29
         Atas segala partisipasi semua pihak demi terga-             A. Proses Pemilihan Bentuk Usaha Kecil   29
rapnya tulisan ini dan upaya penggandaannya, terutama pi-            B. Menyusun Studi Kelayakan Usaha
hak orangtua siswa dan para siswa sendiri, kami haturkan                Kecil                                 31
banyak terimakasih. Semua ini kita lakukan demi masa de-             C. Format Studi Kelayakan Usaha Kecil    34
pan pendidikan kita dan masa depan putera-puteri kita.       BAB IV MEMBUAT RENCANA USAHA DAN
                                                                     RENCANA KERJA USAHA KECIL                37
        Semoga Allah meridhai usaha dan ikhtiar serta                A. Membuat Rencana Membuka Usaha
pengorbanan kita semua. Amin.                                           Kecil                                 37
                                                                     B. Membuat Rencana Kerja Usaha Kecil     43
                                    Tanjung, 14 Juli 2003            C. Contoh Rencana Kerja Usaha Kecil
                                    Penyusun,                           Di bidang Produksi/Pengolahan         45
                                    Aserani, S.Pd                       Contoh Pembuatan Abon Daging          46
                                    NIP. 132091026           DAFTAR KEPUSTAKAAN                               50
                           iii                                                           iv
             BAB I                                             besar yang kita kenal dengan usaha kecil yang mempunyai
                                                               bapak angkat dari perusahaan menengah atau besar seper-
    KARAKTERISTIK USAHA KECIL                                  ti misalnya sebuah industri rumah tangga yang mempunyai
                                                               bapak angkat seperti PT.PLN. Suntikan dana yang diberi-
                                                               kan oleh perusahaan lain ini semata-mata hanya ingin
A. Pengertian Usaha Kecil                                      membantu bagi kelangsungan dan pengembangan usaha ke-
                                                               cil, bukan kerjasama dalam usaha atau saling membawahi.
         Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang       Antara usaha kecil dengan bapak angkatnya tidak ada hu-
berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau      bungan usaha dalam arti secara organisasi maupun admi-
penjualan tahunan, serta kepemilikan sebagaimana diatur        nistrasi. Bentuk usaha kecil adalah usaha perseorangan
dalam undang-undang.                                           (badan usaha yang tidak berbadan hukum) dan atau dalam
                                                               bentuk koperasi baik yang belum maupun yang sudah
          Undang undang tentang Usaha Kecil yang sedang        berbadan hukum.
berlaku di negara kita adalah Undang-undang Nomor 9
tahun 1995. Menurut undang-undang ini, sebagaimana di-                    Secara umum dapat kita katakan bahwa usaha ke-
sebutkan pada Bab III Pasal 5 bahwa, kriteria usaha kecil      cil adalah perusahaan kecil yang melakukan usaha seperti
adalah memiliki kekayaan bersih (asset dikurangi kewajib-      di bidang perdagangan eceran berupa toko, kedai, kios,
an/utang dll.) maksimal Rp 200 juta (tidak termasuk tanah      warung dan atau di bidang industri kecil (industri rumah
dan bangunan tempat usaha) atau memiliki hasil penjualan       tangga) seperti usaha kerajinan, usaha pengolahan/produksi
(laba bersih) per tahun maksimal Rp 1 milyar. Usaha kecil      makanan dan minuman maupun usaha jasa seperti penjahit
adalah usaha yang dimiliki mutlak dan sepenuhnya oleh          pakaian, pertukangan, transportasi darat (punya usaha mo-
Warga Negara Indonesia (WNI), bukan dimiliki oleh warga        bil taxi) dan sebagainya.
negara asing dan atau pemiliknya campuran antara WNI
dengan WNA. Usaha kecil adalah usaha yang berdiri sen-                    Pada umumnya usaha kecil adalah usaha yang
diri, bukan merupakan bagian atau anak cabang perusahaan       modalnya dikumpulkan dari tabungan pemiliknya dan ter-
lain. Tidak dikuasai oleh perusahaan lain, tidak berafiliasi   kadang ditambah dari modal keluarga. Biasanya usaha kecil
langsung maupun tidak langsung (dibawah kendali oleh)          relatif tidak memiliki karyawan yang banyak. Areal pema-
dengan perusahaan lain, baik perusahaan kecil lainnya,         saran produknya pun bersifat lokal. Usaha kecil merupakan
menengah maupun besar. Tidak termasuk usaha kecil yang         usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat kita
mendapat suntikan dana dari perusahaan menengah atau           dan ia merupakan tulang punggung perekonomian bangsa.
                            1                                                               2
B. Fungsi dan Peranan Usaha Kecil                             konsumen, seperti usaha-usaha produk kerajinan, produk
                                                              makanan dan minuman, produk pakaian, jasa angkutan dan
        Pada umumnya fungsi dan peranan didirikannya          sebagainya, sehingga dengan adanya usaha kecil ini dapat
usaha kecil adalah untuk mencari nafkah/penghasilan da-       membantu masyarakat dalam memenuhi keperluannya se-
lam rangka menopang kehidupan ekonomi keluarga agar           hari-hari.
diperoleh kehidupan yang berkecukupan menuju kesejah-
teraan.                                                                 Dari sekian pengusaha kecil, produk yang dihasil-
                                                              kan ada pula berupa bahan mentah atau bahan setengah jadi
       Keluarga adalah pusat kehidupan ekonomi. Kebu-         yang tentunya sangat diperlukan oleh perusahaan industri
tuhan yang relatif kecil dan sederhana dapat dipenuhi de-     menengah atau besar. Seperti misalnya usaha perkebunan
ngan usaha kecil, seperti usaha pertanian, perkebunan, pe-    karet, sangat diperlukan oleh perusahaan yang memproduk-
ternakan, perikanan, usaha dagang, industri kecil / rumah     si barang-barang berbahan karet. Usaha penangkapan ikan,
tangga dan usaha-usaha jasa.                                  sangat diperlukan oleh perusahaan pengalengan ikan. Usa-
                                                              ha pembuatan batu bata, batako, genteng, atap sirap, usaha
        Dalam perkembangannya secara ekonomi, nampak-         wantilan/penyediaan kayu/papan untuk bahan bangunan,
nya fungsi dan peranan usaha kecil tidak sekedar untuk        usaha mebeler dsb. sangat diperlukan oleh perusahaan pe-
mencari penghasilan sebagai penopang kehidupan ekonomi        ngembang perumahan, bahkan usaha kasar yang dilakukan
keluarga, tetapi dengan adanya usaha kecil, juga dapat        oleh para pemulung, justeru merupakan ujung tombak bagi
berfungsi sebagai penghubung (menjembatani) sekaligus         kelancaran produksi bagi usaha-usaha tertentu, seperti per-
penyalur antara produsen (dalam arti perusahaan menengah      usahaan/pabrik plastik, perusahaan/pabrik kertas dan seba-
atau besar) dengan konsumen. Pengelola usaha kecil inilah     gainya. Dari uraian ini dapat kita katakan, usaha kecil me-
yang langsung berhubungan dengan konsumen untuk me-           megang peranan penting di dalam kelancaran usaha perusa-
nawarkan/memasarkan/menjual hasil produk para produ-          haan menengah atau besar, terutama dari segi penyediaan
sen, sehingga usaha kecil dapat berperan langsung secara      bahan baku.
aktif dalam rangka melancarkan roda usaha dan siklus per-
ekonomian secara umum.                                                  Pada sisi lain, fungsi dan peranan usaha kecil
                                                              adalah sebagai penyerap tenaga kerja. Kendati memang
       Usaha kecil yang bergerak dibidang industri/peng-      pada umumnya kebutuhan tenaga kerja pada tiap-tiap usaha
olahan, biasanya hasil produk yang dibuat adalah barang/ja-   kecil relatif sedikit, namun karena pengusaha kecil relatif
sa yang langsung menyentuh keperluan masyarakat/              banyak jumlahnya, dan usaha yang dijalankan pada
                             3                                                             4
umumnya bersifat padat karya (banyak menggunakan tena-                 Dari uraian di atas dapat kita butiri beberapa fung-
ga kerja), maka kontribusinya di dalam penyerapan tenaga     si dan peranan usaha kecil, antara lain :
kerja cukup besar. Dengan terserapnya tenaga kerja berarti       1. Usaha kecil sebagai penghubung/penyalur/distribu-
jumlah pengangguran dapat dikurangi. Ini dimungkinkan                tor produk yang dihasilkan perusahaan menengah
pemerataan pendapatan masyarakat semakin dapat diwu-                 atau besar;
judkan.                                                          2. Usaha kecil sebagai penghasil produk barang dan
                                                                     jasa yang sangat diperlukan oleh masyarakat;
          Usaha kecil yang sudah maju selalu menantang           3. Usaha kecil sebagai penyedia bahan baku bagi
atau mendorong para pengelolanya untuk lebih kreatif dan             kelangsungan produksi perusahaan industri mene-
inovatif, sehingga produk yang dihasilkan selalu terjaga             ngah atau besar;
dan terpelihara mutunya yang pada gilirannya akan me-            4. Usaha kecil dapat menyerap banyak tenaga kerja,
nambah jumlah pelanggan, tidak saja pelanggan lokalan,               sehingga dapat mengurangi pengangguran;
tetapi sudah menyebar ke berbagai daerah, bahkan produk          5. Usaha kecil dapat menunjang bagi upaya-upaya pe-
yang dihasilkan perusahaannya sudah dikenal di mana-ma-              merataan pendapatan masyarakat;
na. Hal yang semacam ini tidak saja berdampak positif bagi       6. Usaha kecil dapat memberikan nilai tambah bagi
kelangsungan usahanya, secara tidak langsung juga akan               pemerintah daerah setempat, baik moril maupun
memberi nilai tambah bagi daerah di mana usahanya ber-               materiil;
ada.                                                             7. Usaha kecil merupakan tulang punggung perekono-
                                                                     mian nasional yang dapat meningkatkan tarap hidup
         Lebih global lagi, fungsi dan peranan usaha kecil           dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
secara nasional dapat dijadikan sebagai tulang punggung
perekonomian, dimana usaha kecil dapat menggalang keku-
atan ekonomi secara mendasar dengan rakyat banyak seba-      C. Beberapa Keunggulan Usaha Kecil
gai subyeknya sekaligus obyeknya. Jika semua atau seti-
daknya sebagian besar rakyat Indonesia telah mempunyai               Dibandingkan dengan usaha menengah dan atau be-
masing-masing usaha, kendati usaha kecil, dan dapat men-     sar, usaha kecil memiliki beberapa keunggulan, antara lain :
jalankan serta menekuni usahanya, maka insyaAllah akan
dapat meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran rakyat            1. Keberadaan usaha kecil bagi usaha menengah/besar
secara umum.                                                       merupakan mitra usaha yang sangat menentukan,
                                                                   karena dari merekalah bahan baku diperoleh;
                            5                                                           6
   2. Mendirikan usaha kecil lebih mudah, permodalan           kecil ini dilakukan dalam bentuk pemberdayaan, penum-
      bisa menyesuaikan dan tidak terlalu birokratif;          buhan iklim usaha, pembinaan dan pengembangannya,
   3. Usaha kecil didalam kegiatan usahanya nampak             pembiayaan dan penyediaan dana serta penjaminan dan
      lebih kreatif serta mampu menyesuaikan dengan            kemitraan, sehingga usaha kecil mampu tumbuh dan ber-
      situasi dan kondisi bisnis (fleksibel), sehingga kebe-   kembang serta memperkuat dirinya menjadi usaha yang
      radaan pengusaha menengah/besar tidak dipandang          tangguh dan mandiri.
      sebagai saingan, tetapi justeru dijadikan sebagai
      peluang usaha/bisnis;                                             Pemberdayaan usaha kecil bertujuan :
   4. Usaha kecil pada umumnya mempunyai daerah pe-            1. Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha ke-
      masaran yang relatif sempit, sehingga ia lebih me-          cil menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta ber-
      ngenal watak, tabiat dan kesenangan konsumennya,            kembang menjadi usaha menengah;
      hal ini dapat memudahkan dalam kegiatan pemasar-         2. Meningkatkan poeranan usaha kecil dalam membentuk
      an hasil produksi;                                          produk nasional, perluasan kesempatan kerja dan ber-
   5. Pengusaha kecil biasanya lebih akrab dengan kon-            usaha, peningkatan ekspor, serta peningkatan dan peme-
      sumen, sehingga keinginan-keinginan dan keluhan-            rataan pendapatan untuk mewujudkan dirinya sebagai
      keluhan dari para konsumennya lebih mudah dide-             tulang punggung serta memperkukuh struktur pereko-
      ngar. Hal ini akan mendorong pengusaha usaha ke-            nomian nasional;
      cil agar lebih selektif dan inovatif;
   6. Didalam pelaksanaan usahanya, usaha kecil nampak                  Usaha kecil hendaknya diselenggarakan secara
      lebih luwes dan praktis. Demikian juga bentuk usa-       bersama dan kekeluargaan, agar diperoleh suasana keakrab-
      hanya lebih sederhana, sehingga mudah mengorga-          an dan iklim usaha yang menyenangkan. Pemerintah me-
      nisasikannya;                                            numbuhkan iklim usaha bagi pengusaha kecil ini dengan
                                                               mengeluarkan dan menetapkan peraturan perundang-un-
                                                               dangan yang dirangcang sedemikian rupa agar usaha kecil
D. Kebijaksanaan Pemerintah dan Dunia Usaha                    memperoleh kepastian, kesempatan yang sama dan du-
  Tentang Usaha Kecil                                          kungan berusaha yang seluas-luasnya sehingga usaha kecil
                                                               dapat berkembang menjadi usaha yang tangguh dan man-
         Berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 9           diri. Penumbuhan iklim yang kondusif ini tentunya juga
tahun 1995 tentang Usaha Kecil, disebutkan bahwa kebi-         harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama
jaksanaan pemerintah dan dunia usaha terhadap usaha kecil      pihak dunia usaha dan pengambil kebijakan (pemerintah
                           7                                                              8
setempat) terlebih-lebih di era otonomi daerah seperti seka-         oligopoli dan monopsoni serta penguasaan pasar
rang ini.                                                           dan pemusatan usaha yang dilakukan oleh sese-
                                                                    orang atau kelompok tertentu yang tentunya sangat
         Penumbuhan iklim usaha berdasarkan UU No. 9                merugikan pengusaha kecil;
tahun 1995 ini meliputi 7 aspek, yaitu :                       3.   Aspek prasarana, dimana pemerintah menyediakan
    1. Aspek pendanaan, dimana pemerintah berusaha                  berbagai prasarana umum dengan tarif yang relatif
        memperluas sumber-sumber pendanaan dan me-                  ringan / terjangkau, seperti lokasi pasar, sarana
        ningkatkan aksesnya melalui fasilitas kredit bank           transportasi, pembuatan dan perbaikan jalan raya,
        pemerintah dan bantuan dana lewat pemerintah                penyediaan sarana telekomunikasi, listrik, penye-
        daerah/instansi pemerintah, perusahaan daerah ma-           diaan air bersih, lokasi usaha (seperti lahan per-
        upun BUMN dan BUMS bahkan kebutuhan dana                    tanian/perkebunan) dsb. yang mana sarana-sarana
        dapat pula diperoleh dari pinjaman kredit melalui           tersebut dapat mendorong dan memperlancar kegi-
        koperasi simpan pinjam dan melalui bank-bank                atan usaha kecil
        syari’ah yang dibuka oleh beberapa bank, yang          4.   Aspek informasi, dimana pemerintah membentuk
        dikelola oleh organisasi Muhammadiyah dengan                dan memanfaatkan bank data dan jaringan infor-
        program BTM-nya dan oleh ICMI dan BKPRMI                    masi bisnis melalui instansi terkait, seperti infor-
        melalui BMT-nya. Disamping memperluas sum-                  masi harga sembako, sayur mayur, informasi bursa
        ber-sumber dana, pemerintah juga berupaya mem-              kerja dan tenaga kerja serta menyebarluaskan in-
        berikan pelayanan yang terbaik dan termudah bagi            formasi tersebut ke tengah-tengah masyarakat, me-
        pengurusan dana tersebut;                                   lalui pasar, teknologi informasi komunikasi (mass
    2. Aspek persaingan, dimana pemerintah menganjur-               media baik cetak maupun elektronik), sehingga
        kan agar pengusaha kecil dapat meningkatkan ker-            para pengusaha kecil tidak ketinggalan informasi,
        ja sama dengan sesama pengusaha kecil lainnya,              terutama informasi yang berhubungan dengan
        baik dalam bentuk koperasi, asosiasi maupun him-            usaha yang dijalankannya;
        punan kelompok usaha, sehingga posisi usaha kecil      5.   Aspek kemitraan, dimana pemerintah memberikan
        lebih kuat didalam menghadapi berbagai persaing-            kesempatan yang seluas-luasnya kepada pengusaha
        an usaha. Disamping itu, pemerintah juga akan se-           kecil untuk menjalin mitra kerja dengan pengusaha
        lalu berusaha membentuk struktur pasar yang sehat           kecil lainnya maupun dengan pengusaha menengah
        agar tidak tumbuh dan berkembang persaingan                 atau besar dengan selalu memperhatikan prinsip
        yang tidak sehat/wajar, seperti adanya monopoli,            saling memerlukan, saling memperkuat dan saling
                               9                                                         10
         menguntungkan, serta mencegah terjadinya kerja         2. Meningkatkan kemampuan rancang bangun dan pereka-
        sama/kemitraan yang merugikan pihak pengusaha              yasaan;
        kecil;                                                  3. Memberikan kemudahan dalam pengadaan sarana dan
   6.   Aspek perizinan usaha, dimana pemerintah mela-             prasarana produksi dan pengolahan, bahan baku, bahan
        kukan penyederhanaan tata cara dan jenis perizinan         penolong dan kemasan;
        dengan mengupayakan terwujudnya sistem pela-
        yanan satu atap, serta memberikan kemudahan per-                  Dari aspek pemasaran, dilakukan dengan :
        syaratan untuk memperoleh izin usaha tersebut;          1. Melaksanakan penelitian dan pengkajian pemasaran;
   7.   Aspek perlindungan, dimana pemerintah menyedia-         2. Meningkatkan kemampuan manajemen dan teknik pe-
        kan lokasi pasar, lokasi usaha berupa ruang toko,          masaran;
        lokasi sentra industri, lahan pertanian rakyat, loka-   3. Menyediakan sarana serta dukungan promosi dan uji co-
        si pertambangan rakyat dan lokasi yang wajar bagi          ba pasar;
        pedagang kali lima serta lokasi-lokasi usaha lain-      4. Mengembangkan lembaga pemasaran dan jaringan dis-
        nya, agar pengusaha kecil lebih aman dan nyaman            tribusi;
        dalam melakukan kegiatan usaha. Disamping itu,          5. Memasarkan produk usaha kecil;
        pemerintah juga melakukan bantuan konsultasi dan
        perlindungan hukum;                                             Dari aspek sumber daya manusia, dilakukan de-
                                                                ngan :
         Dalam melakukan pembinaan dan pengembangan             1. Memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan;
usaha kecil, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat ikut        2. Meningkatkan ketrampilan teknis dan manajerial;
bertanggung jawab dan diminta partisipasinya.                   3. Membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan,
                                                                   pelatihan dan konsultasi usaha kecil;
        Pembinaan dan pengembahan usaha kecil dilaku-           4. Menyediakan tenaga penyuluh dan konsultan usaha ke-
kan pada aspek produksi dan pengolahan, pemasaran,                 cil;
sumberdaya manusia dan teknologi.
                                                                         Dari aspek teknologi, dilakukan dengan :
         Dari aspek produksi dan pengolahan dilakukan           1. Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi produksi
dengan :                                                           dan pengendalian mutu;
1. Meningkatkan kemampuan manajemen serta teknik pro-           2. Meningkatkan kemampuan di bidang penelitian untuk
   duksi dan pengolahan;                                           meningkatkan desain dan teknologi baru;
                          11                                                               12
3. Memberikan insentif kepada usaha kecil yang mene-       Lembaga penjamin adalah lembaga yang dimiliki pemerin-
   rapkan teknologi baru dan melestarikan lingkungan hi-   tah maupun swasta yang menjamin segala pembiayaan usa-
   dup;                                                    ha kecil dalam bentuk kredit perbankan, pemberian modal
4. Meningkatkan kerja sama dan alih teknologi;             dengan sistem bagi hasil, dan sebagainya. Lembaga penja-
5. Meningkatkan kemampuan memenuhi standardisasi tek-      min ini biasanya dari instansi pemerintah, seperti misalnya
   nologi;                                                 BKKBN memberikan jaminan modal kepada kelompok
6. Menumbuhkan dan mengembangkan lembaga penelitian        akseptor KB yang berstatus prasejahtera dalam rangka
   dan mengembangkan di bidang desain teknologi bagi       meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha-usaha
   usaha kecil.                                            produktif. Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan
                                                           memberikan bantuan modal kepada petani, nelayan mau-
          Pembiayaan, penyediaan dana dan penjaminan       pun peternak dalam rangka meningkatkan dan mengem-
terhadap usaha kecil dilakukan secara bersama-sama yang    bangkan usahanya. Lembaga penjamin bisa juga dari
melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,   kalangan perusahaan menengah/besar, dari organisasi ma-
yang meliputi :                                            syarakat dan sebagainya.
1. Kredit perbankan;
2. Pinjaman lembaga keuangan bukan bank;                            Dalam rangka peningkatan usaha, setiap usaha
3. Modal ventura;                                          kecil hendaknya menjalin usaha kemitraan dengan perusa-
4. Pinjaman dari dana penyisihan sebagian laba BUMN;       haan menengah atau besar, baik yang mempunyai hubung-
5. Hibah dan;                                              an usaha maupun yang tidak ada keterkaitan usaha. Hu-
6. Jenis pembiayaan lainnya.                               bungan kemitraan dilaksanakan dengan disertai pembinaan
                                                           dan pengembangan dalam salah satu atau lebih bidang pro-
          Untuk mendapatkan sejumlah dana di atas dan      duksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan, sumber da-
termanfaatkannya dengan baik dana tersebut, kepada pe-     ya manusia dan teknologi.
ngusaha kecil diharapkan :
1. Dapat meningkatkan kemampuan pemupukan modal                     Pola kemitraan dapat dilaksanakan sbb. :
   sendiri;                                                1. Pola Inti-plasma, adalah hubungan kemitraan antara u-
2. Dapat menyusun proposal studi kelayakan usaha dengan       saha kecil dengan usaha menengah/besar, dimana usaha
   baik;                                                      menengah/besar bertindak sebagai inti dan usaha kecil
3. Dapat mengelola manajemen keuangan dengan baik;            sebagai plasma. Perusahaan inti melaksanakan pembi-
4. Menumbuhkan dan mengembangkan lembaga penjamin.            naan, mulai dari penyediaan sarana produksi, bimbingan
                           13                                                          14
   teknis sampai kepada pemasaran hasil produksi. Contoh     4. Pola Waralaba, adalah hubungan kemitraan antara u-
   usaha perkebunan karet (PIR), usaha perkebunan kelapa        saha kecil dengan usaha menengah/besar, dimana usaha
   sawit, usaha perkebunan tebu dsb. dimana para petani         menengah/besar memberikan hak pengguna lisensi me-
   hanya bertugas melaksanakan penanaman dan pemeli-            rek dagang dan saluran distribusi perusahaan kepada
   haraan, sedangkan seluruh sarana prasarana dan segala        penerima waralaba (usaha kecil) dengan disertai ban-
   pembiayaan lainnya dijamin oleh perusahaan mene-             tuan bimbingan manajemen. Contoh : sebuah perusaha-
   ngah/besar, dalam hal ini perusahaan/pabrik gula misal-      an elektronik dipercayakan menggunakan merek pro-
   nya;                                                         duknya dengan nama Sony (seperti VCD dengan merek
2. Pola Subkontrak, adalah hubungan kemitraan antara            by Sony, padahal tidak dibuat langsung oleh perusahaan
   usaha kecil dengan usaha menengah/besar, dimana usa-         Sony). Barang-barang yang bermerek perusahaan luar
   ha kecil bertugas melakukan produksi barang tertentu         negeri dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Berarti
   yang diperlukan oleh usaha menengah/besar sebagai            perusahaan dalam negeri mendapat waralaba dari per-
   salah satu komponen produksinya, atau usaha kecil            usahaan luar negeri tersebut;
   melakukan tugas/kegiatan tertentu untuk menunjang ke-     5. Pola Keagenan, adalah hubungan kemitraan antara usa-
   giatan usaha perusahaan menengah / besar. Contoh :           ha kecil dengan usaha menengah/besar, dimana usaha
   perusahaan subkon PT. Pama Persada Nusantara atau            kecil diberikan hak khusus untuk memasarkan barang
   PT. Adaro Indonesia.                                         dan jasa yang diproduksi oleh usaha menengah/besar.
3. Pola Dagang Umum, adalah hubungan kemitraan an-              Contoh : usaha agen koran dan majalah.
   tara usaha kecil dengan usaha menengah/besar, dimana
   usaha kecil bertindak sebagai pemasok dan usaha me-
   nengah/besar bertindak sebagai pengumpul yang se-         E. Izin Usaha Kecil
   lanjutnya kumpulan hasil produksi ini dipasarkan oleh
   usaha menengah/besar. Contoh : Para petani yang                     Membuka usaha kecil, ada yang harus mendapat
   menghasilkan buah-buahan dibeli oleh pembeli pe-          izin dari pemerintah (instansi berwenang), ada pula usaha
   ngumpul (misalnya koperasi atau sebuah usaha kecil).      kecil yang tidak perlu mendapat izin. Hal ini tergantung
   Kemudian buah-buahan yang sudah terkumpul dengan          jenis usaha yang akan dijalankan dan besar kecilnya usaha.
   jumlah tertentu dikirim kepada sebuah perusahaan pe-
   masaran buah-buahan (perusahaan menengah), selanjut-                Sebaiknya jika kita ingin membuka usaha kecil,
   nya dijual kepada perusahaan pengalengan buah, peru-      meminta izin terlebih dahulu kepada pemerintah/instansi
   sahaan makanan dsb. (perusahaan besar);                   terkait. Hal ini dimaksudkan agar usaha yang kita jalankan
                            15                                                           16
terdaftar pada lembaga resmi pemerintah, sehingga diha-           diberikan oleh pemerintah setempat melalui instansi/di-
rapkan adanya perhatian dari pemerintah terutama dari segi        nas yang berwenang seperti misalnya Dinas Pengawasan
bimbingan, pembinaan dan pengawasan serta bantuan                 dan Pembanguan Kota (setiap daerah mungkin berbeda
modal dan fasilitas, juga agar tercapai tertib usaha, kelan-      nama instansi/dinasnya), dengan syarat, bangunan yang
caran usaha dan pemerataan kesempatan berusaha.                   akan dibuat harus sesuai dengan sketsa/denah gambar-
                                                                  nya yang sudah mendapat persetujuan kepala dinas ter-
          Adapun bentuk perizinan yang perlu dimiliki oleh        sebut. Surat izin ini diberikan kepada usaha-usaha yang
usaha kecil bergantung pada jenis usahanya. Saat ini peme-        menggunakan bangunan, seperti usaha pertokoan, mem-
rintah telah berusaha sebaik mungkin untuk memberikan             bangun pabrik dsb;
kemudahan dalam pemberian izin usaha kecil. Hal ini sesu-      4. Izin Gangguan/Surat Izin Tempat Usaha (SITU), adalah
ai dengan Inpres nomor 5 tahun 1984 tentang penyederha-           surat izin yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat
naan dan pengendalian perizinan di bidang usaha kecil, ser-       (instansi/dinas yang berwenang), dengan syarat sudah
ta dijabarkan secara praktis (operasional) melalui surat ke-      mendapat izin dari ketua RT, RW dan kepala desa / ke-
putusan menteri perdagangan nomor 1458/KP/XII/1984                lurahan setempat serta mendapat persetujuan warga /
tanggal 19 De-sember 1984.                                        tetangga setempat. Surat izin ini wajib dimiliki oleh usa-
                                                                  ha-usaha yang mungkin dapat mengganggu ketentraman,
          Ada lima perizinan usaha yang sedang berlaku            ketenangan dan keamanan masyarakat sekitar, seperti
hingga saat ini, yaitu :                                          usaha pabrik penggilingan padi, pabrik tahu, pemeliha-
1. Izin Prinsip (IP), adalah izin persetujuan usaha yang di-      raan binatang ternak yang dekat masyarakat, dsb;
   keluarkan pemerintah setempat untuk usaha dibidang          5. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), adalah surat izin
   industri;                                                      yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan
2. Izin Penggunaan Tanah (IPT), adalah izin yang diberi-          dan Koperasi setempat. Surat izin ini diberikan kepada
   kan oleh kantor agraria/pertanahan nasional pemerintah         usaha dibidang perdagangan;
   setempat dengan syarat, tanah yang akan digunakan su-       6. Wajib Daftar Perusahaan (WDP), adalah surat izin yang
   dah jelas kepemilikannya atau setelah izin pembebasan          dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan
   tanah dimiliki (bukan tanah sengkekata/tak bertuan). Izin      Koperasi setempat. WDP ini dilakukan paling lambat ti-
   ini diberikan kepada kegiatan usaha yang menggunakan           ga bulan setelah usaha dijalankan.
   lahan/tanah, seperti usaha pertanian, perkebunan, peter-
   nakan, perikanan darat, pertambangan dan sebagainya;                 Dalam proses pengurusan izin usaha ini, ada be-
3. Izin Mendirikan bangunan (IMB), adalah izin yang            berapa formuler isian yang harus diisi yang biasanya sudah
                              17                                                           18
sudah disediakan oleh instansi/dinas yang bersangkutan.                     BAB II
Formuler ini pada umumnya memuat data tentang :
   1. Nama perusahaan dan bentuk badan usahanya;                   MEMILIH PRODUK DAN JASA
   2. Alamat perusahaan;
   3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak);
   4. Identitas pemilik dan pengurus/karyawan;                A. Sumber Informasi dan Cara Melihat Peluang
   5. Jenis usaha yang dijalankan;
   6. Ketenagakerjaan;                                               Tak ada seorangpun yang tidak membutuhkan infor-
   7. Golongan usaha (Contoh CV. kelas A, B. C dsb);          masi, apapun jenis dan pekerjaan orang itu. Pejalar, maha-
   8. Mesin dan peralatan usaha yang digunakan;               siswa, guru, dokter, birokrat, seniman, wartawan, pengu-
   9. Surat permohonan dan akta pendirian usaha;              saha, penulis, ahli hukum, petani, nelayan dan sebagainya,
                                                              semuanya memerlukan informasi.
          Dokumen permohonan izin usaha yang perlu di-
persiapkan tentunya disesuaikan dengan persyaratan yang               Informasi memang kadang-kadang bisa datang sen-
berlaku bagi setiap jenis surat izin yang dikeluarkan peme-   diri (diperoleh dengan mudah), karena berbagai media in-
rintah/instansi berwenang). Dokumen yang dipersiapkan,        formasi telah banyak dan beragam jenisnya dan ada di se-
antara lain :                                                 kitar kita, namun informasi juga perlu kita cari, kita harus
    1. Salinan/photocopy KTP;                                 proaktif mencarinya. Terlebih-lebih jika kita ingin mendiri-
    2. Pas photo pemilik/pengurus;                            kan sebuah usaha, kendati hanya usaha kecil-kecilan, infor-
    3. Salinan/photocopy akta pendirian usaha;                masi bisnis perlu kita cari, kita analisa yang pada gilirannya
    4. Fohocopy NPWP;                                         informasi yang kita peroleh tersebut menjadi sebuah pe-
    5. Fhotocopy sketsa/denah/lokasi/gambar tempat usa-       luang usaha.
        ha;
    6. Fhotocopy Kartu keluarga;                                      Sumber informasi itu sebenarnya ada di mana-ma-
    7. Surat Persetujuan Warga setempat, Ketua RT. RW.        na, baik informasi lisan langsung, rekamam maupun infor-
        Kepala Desa/kelurahan; dan sebagainya.                masi tulisan. Informasi dapat kita peroleh di pasar, di keru-
                                                              munan orang, di kedai, warung, di sekolah, di tempat kerja,
                                                              di tempat diskusi, seminar, loka karya, di pengajian, poster,
                                                              papan penguman, majalah, surat kabar, radio dan televisi.
                                                              Ketika kita jalan-jalan, melihat sesuatu, mendengar sesuatu
                            19                                                              20
merasakan sesuatu, semuanya dapat kita jadikan informasi               Jika ke lima hal di atas dapat kita lakukan dan kita
dan sumber informasi. Tinggal kita saja lagi, apakah          manfaatkan seoptimal mungkin, kita tentu akan banyak
mampu memilih dan memilah, mana informasi yang sekira-        memperoleh informasi dan dari berbagai informasi tersebut
nya dapat kita manfaatkan untuk dijadikan peluang di          insyaAllah kita akan mampu menentukan peluang usaha
dalam memilih produk atau jasa usaha kecil kita nanti.        yang dapat kita garap.

         Keberhasilan dunia usaha dan bisnis dewasa ini                Bagaimana sebuah informasi dapat kita jadikan
sangat tergantung pada kejelian melihat peluang melalui       sebagai peluang usaha, dapat kita lihat tabel berikut ini :
berbagai sumber informasi serta memanfaatkan peluang itu
sebelum orang lain melihat dan memanfaatkannya. Sebagai                  Informasi                     Peluang Usaha
calon usahawan kecil, kita harus mampu berpacu dalam           - Ada penambahan lokasi - Membuka toko untuk ber-
menyerap informasi serta memperluas cakrawala berpikir            pasar.                         jualan.
dan wawasannya.                                                                               - Membuka usaha transpor-
                                                                                                 tasi (taxi).
          Dalam menggali berbagai informasi untuk men-         - Pembangunan hotel baru - Membuka toko/kios/wa-
cari peluang usaha, kepada kita disarankan :                                                    rung di sekitar lokasi ho-
1. Sering-seringlah pergi ke pasar untuk melihat dan meng-                                       tel.
   amati berbagai prilaku penjual dan pembeli. Jenis pro-                                     - Membuka usaha jasa
   duk/jasa apa kira-kira yang paling diminati dan dibutuh-                                     transportasi (taxi).
   kan pembeli dan bagaimana persediaannya di pasar;           - Didirikan pabrik tahu        - Membuka usaha pertani-
2. Sering-seringlah berkonsultasi/dialog dengan para peda-                                      an kedelai.
   gang mengenai aktivitas jual beli yang dijalankannya;                                      - Membuka usaha pemasar-
3. Datanglah ke tempat usaha yang ada di sekitar kita, la-                                      an tahu (jual tahu).
   kukan pengamatan dan jalinlah persahabatan dengan           - Didirikan terminal kenda- - Membuka toko/kios/wa-
   pimpinan dan para karyawannya;                                raan antar daerah/propinsi     rung.
4. Jika perlu, ikutlah magang di tempat usaha untuk men-                                      - Membuka usaha jasa
   dapatkan pengalaman kerja;                                                                   transportasi (taxi).
5. Manfaatkan berbagai media seperti koran, majalah, radio                                    - Mendirikan Wartel.
   televisi dsb. sebagai sumber informasi dan ikuti acara-                                    - Membuka WC umum.
   acara yang berkaitan dengan dunia usaha;                                                 22
                             21
         Peluang bisnis memang ada di mana-mana. De-           jasa (membuka usaha), seyogyanya mempunyai tiga ktram-
ngan mengamati dinamika kehidupan masyarakat, di sana          pilan (skill), yaitu :
ada peluang. Dengan memperhatikan potensi alam dan po-         1. Ketrampilan memimpin, yaitu kemampuan seseorang di-
tensi daerah yang ada, juga merupakan peluang. Dengan             dalam memanej (mengelola) usaha, mengorganisir fak-
adanya pergantian musim dan pergeseran tata nilai, pun            tor-faktor produksi yang digunakan, memanfaatkan ber-
merupakan peluang. Pendeknya peluang untuk berusaha               bagai peluang bisnis dan kreatif dalam mencari teknik
terbuka luas buat kita. Tinggal kita saja lagi yang menentu-      baru dalam berusaha/berproduktif;
kan peluang usaha seperti apa yang kita inginkan dan seki-     2. Ketrampilan teknik, yaitu keahlian yang dimiliki sese-
ranya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, baik ke-          orang terhadap bidang usaha yang dijalankannya. Jadi,
mampuan mental maupun kemampuan pisik, termasuk per-              kalau jenis usaha yang akan ia garap dibidang ternak
modalan.                                                          itik, maka seyogyanya ia mengerti benar bagaimana me-
                                                                  melihara/berternak itik yang baik;
          Jika kita telah berhasil memilih jenis usaha/ pro-   3. Ketrampilan mengelola (organisir), yaitu kemampuan
duk yang akan kita garap nanti, maka hendaknya kita ta-           seseorang dalam mengatur kegiatan usaha, mengatur/
namkan ke dalam diri kita masing-masing :                         mengelola para karyawan, mengelola segala peralatan
1. Sifat optimis akan kemampuan diri untuk melaksanakan-          kerja dsb.
   nya;
2. Berusaha menyukai jenis usaha tersebut dan punya ke-
   mauan yang keras untuk mewujudkannya;                       B. Teknik Pemilihan Jenis Usaha/Produk
3. Perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa;
4. Kesediaan menghadapi berbagai kemungkinan risiko;                     Untuk menentukan jenis usaha/produk apa yang
5. Berpikir positif dan menjauhkan pikiran-pikiran yang        akan kita garap, kita dapat menggunakan suatu teknik ana-
   negatif;                                                    lisis yang disebut Analisis SWOT.
6. Dapat menerima saran-saran orang lain demi kemajuan
   usaha;                                                                Analisis SWOT adalah sebuah analisis untuk
7. Tidak lekas puas terhadap hasil yang telah diperoleh;       mengamati suatu keadaan dan masalah tertentu dengan
8. Punya keinginan untuk maju dan berkembang serta op-         melihat sisi kekuatannya (strength), kelemahannya (we-
   timis terhadap masa depan.                                  akness), peluangnya (opportunity) dan segi ancamannya
                                                               (threath). Dari analisis ini, segala kekuatan kita manfaatkan
         Seseorang yang akan menggarap suatu produk/           kelemahan kita atasi atau minimal kita perkecil, ancaman
                          23                                                                  24
kita antisipasi/tanggulangi, dan peluang kita munculkan      2. Kelemahannya (Weakness)
untuk dijadikan kekuatan baru.                                  a. Sebagian besar pohon duku dan cempedak berada di
                                                                   hutan-hutan dan ditanam tidak beraturan serta tidak
         Penerapan Analisis SWOT untuk menentukan je-              dipelihara sebaik mungkin;
nis usaha/produk yang akan kita garap, dapat kita kemuka-       b. Pemilik pohon duku dan cempedak sebagian besar
kan contoh berikut ini.                                            masih bersifat perorangan;
                                                                c. Pohon duku dan cempedak bagi pemiliknya, masih
          Kita tahu bahwa kondisi alam daerah kita Taba-           dianggap sebagai tanaman sampingan, tidak dimanfa-
long cukup luas dan potensial. Tidak sedikit potensi alam          atkan menjadi sebuah usaha;
yang dapat kita garap dan dijadikan lahan bisnis/usaha.         d. Penjualan buah duku dan cempedak masih bersifat
Daerah kita disamping dikenal sebagai daerah tambang               tradisional secara turun temurun;
minyak dan batubara, sejak dulu kita juga dikenal sebagai
daerah penghasil buah-buahan seperti duku (langsat) dan      3. Peluangnya (Opportunity)
cempedak (tiwadak). Sehingga bila orang mendengar               a. Memungkinkan untuk peningkatan budidaya perke-
“langsat Tanjung”, “tiwadak Tanjung” maka terbanyang               bunan duku dan cempedak, dengan membuka lahan
dibenaknya, bahwa langsat atau tiwadak tersebut enak dan           perkebunan;
manis. Nah, mari kita analisis keberadaan duku dan cempe-       b. Memungkinkan buah duku dan cempedak dijadikan
dak ini dengan pendekatan Analisis SWOT.                           sebagai komuditi penambah penghasilan;
                                                                c. Memungkinkan melakukan perdagangan duku dan
1. Kekuatannya (Strength)                                          cempedak lebih besar dan profesional;
   a. Pohon duku dan cempedak banyak tumbuh di daerah           d. Menungkinkan mendirikan usaha pengalengan buah
      Tabalong;                                                    duku dan cempedak;
   b. Rasanya manis dan disukai banyak orang;
   c. Jika musim tiba jumlahnya sangat banyak dan harga-     4. Ancamannya (Threath)
      nya murah;                                                a. Jika tidak dikelola dengan baik, buah duku dan cem-
   d. Banyak orang-orang, baik daerah setempat maupun              pedak terancam kepunahan;
      dari daerah lain datang untuk membelinya;                 b. Akibat perluasan kota/pemukiman penduduk, dan ku-
   e. Buah duku dan cempedak tersebut sering di kirim dan          rangnya pemeliharaan, tanaman duku dan cempedak
      dijual ke daerah lain, sehingga keberadaanya semakin         mengalami penurunan kuantitas dan kualitas;
      terkenal.                                                 c. Munculnya daerah-daerah lain penghasil duku dan
                              25                                                          26
  cempedak;                                                   7. Mudah dalam pemakaiannya (praktis);
                                                              8. Efesien dalam penggunaanya;
          Dari contoh analisis di atas, apa yang dapat kita   9. Hemat dan awet dalam pemakaiannya;
jadikan peluang untuk memilih jenis usaha/produk bagi
usaha kecil kita.                                                      Di dalam memasarkan hasil usaha/produk, hen-
1. Pada musim duku dan cempedak, kita bisa ikut jualan;       daknya dipertimbangkan sbb. :
2. Buah cempedak dapat kita jadikan kue, buat menambah        1. Siapa yang akan membeli produk dan berapa jumlahnya;
   kue yang ada di warung kita, atau kita jual ke warung-     2. Di mana pembeli itu berada (kota – desa) dan bagaimana
   warung lain;                                                  penghasilan mereka (untuk mengetahui tingkat daya beli
3. Buah cempedak dapat kita olah menjadi selai cempedak          masyarakat);
   dan jenis makanan lainnya;                                 3. Di mana dan siapa calon pesaing usaha kita;
4. Buah duku dapat kita olah menjadi minuman berupa           4. Bagaimana perkembangan pemasaran produk tersebut
   sirup buah duku;                                              dalam beberapa hari / bulan ini. Apakah ada peningkatan
5. Kulit cempedak dapat kita jadikan mandai tiwadak;             atau bagaimana;
6. Mandai tiwadak juga dapat kita jadikan kerupuk dengan      5. Bagaimana perkembangan antara produksi dengan pe-
   nama kerupuk mandai tiwadak.                                  masaran, apakah ada keseimbangan;
                                                              6. Perlukah menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam
                                                                 pemasaran hasil usaha/produk;
C. Pemasaran Hasil Usaha/Produk
          Barang/jasa yang akan dipasarkan hendaknya :
1. Benar-benar dibutuhkan dan bermanfaat bagi konsumen;
2. Dapat menyesuaikan selera konsumen dan daya belinya;
3. Kuantitasnya mencukupi konsumen dan kualitasnya ter-
   jamin;
4. Model dan bentuk barang menarik dan tidak ketinggalan
   zaman;
5. Relatif dapat memuaskan konsumen (tidak mengecewa-
   kan).
6. Dapat bersaing dengan barang/produk lain yang sejenis;
                            27                                                           28
             BAB III                                         pakaian jadi, seperti pakaian muslim/muslimah bordir
                                                             Bunga Tanjung, Ar-Raudah, usaha-usaha mini market dsb.
   MEMILIH BENTUK USAHA KECIL
                                                                        Kemudian, berhubungan dengan bentuk usaha ke-
                                                             cil ini juga, adalah bidang usahanya, apakah di bidang per-
A. Proses Pemilihan Bentuk Usaha Kecil                       dagangan, industri maupun jasa. Apakah dikelola sendiri
                                                             dan terpusat, tanpa cabang. Apakah bekerja sama dengan
          Dalam proses ini, setelah memperoleh berbagai      pengusaha lain (menjalin kemitraan), dalam bentuk/pola
informasi dan menganalisanya sehingga terbukalah peluang     inti-plasma, sub kontrak, dagang umum, waralaba atau ke-
usaha, yang kemudian memanfaatkan peluang itu dengan         agenan.
memilih suatu produk/jasa untuk dijadikan bidang garapan
usaha kecil, lalu menyiapkannya untuk di pasarkan. Proses             Kendati usaha kecil pada umumnya berbentuk
selanjutnya adalah bagaimana memilih bentuk usaha kecil,     usaha perseorangan, namun tidak menutup kemungkinan
apakah dikelola secara informal yaitu usaha kecil yang di-   usaha kecil dapat pula berbentuk CV. Fa. PT. atau koperasi,
kelola masyarakat banyak secara perorangan, tidak terorga-   karena dalam pasal 5 UU No.9 tahun 1995 tentang Usaha
nisir secara modern, tanpa nama usaha, tanpa tempat usaha    Kecil, disebutkan bahwa salah satu kriteria usaha kecil
khusus, contohnya seperti petani karet, pedagang asongan,    adalah berbentuk perseorangan, badan usaha yang tidak
pedagang kaki lima, penjual sayur, ikan, pedagang di kios/   berbadan hukum maupun yang berbadan hukum dan kope-
toko kecil, para tukang, buruh bangunan bebas, tukang        rasi. Namun dalam pembahasan mata pelajaran Membuka
cukur tradisional, usaha rumah tangga seperti membuat kue    Usaha Kecil ini orientasi kita lebih terfokus pada Usaha
untuk di pasarkan ke warung-warung, pedagang pentol, es      Kecil yang berbentuk Usaha Perseorangan, karena bentuk
dan sebagainya. Apakah usaha kecil dikelola secara formal,   usaha semacam ini yang paling mudah dan praktis serta da-
yaitu usaha kecil yang dikelola dengan menggunakan alat/     pat dipraktekkan oleh siswa.
sarana usaha/produksi, terorganisir, punya nama usaha dan
jelas jenis usahanya, tempat usahanya jelas, ada susunan/             Di dalam memilih bentuk usaha kecil seperti yang
struktur organisasinya dsb. Contoh UD. Maju, usaha per-      dijelaskan di atas, ada beberapa bahan pertimbangan yang
cetakan dan sablon seperti Rafi Abadi off sett, Prima kom-   perlu diperhatikan, yaitu :
puter, LPP Bavon, Wartel Abdi Jaya, rumah makan Tama-        1. Permodalan yang dimiliki dan pengembangannya;
ra, Perusahaan Kopi cap Tiga Kunci, usaha kecil rumah        2. Risiko usaha yang mungkin terjadi;
tangga yang memproduksi dudul, keripik, kerupuk, roti (      3. Strategis tidaknya usaha yang dijalankan;
ada merek perusahaannya), usaha rumah tangga pembuatan                                   30
                            29
4. Prakiraan prospek masa depan usahanya;                        melakukan analisis;
5. Peralatan usaha, teknis, dan tenaga kerja yang tersedia;   4. Membuat laporan hasil analisis;
6. Ketersediaan bahan baku dan bahan penolong;                5. Membuat kesimpulan;
7. Birokrasi pengurusan pendiriannya dan besarnya pajak;
8. Keahlian/ ketrampilan teknis yang dimiliki;                        Dalam menyusun Studi Kelayakan Usaha Kecil,
9. Kemungkinan keuntungan yang diperoleh;                     perlu mencantumkan caara dan teknik pengumpulan infor-
10. Persaingan yang muncul di pasaran;                        masi misalnya dengan membuat daftar pertanyaan, daftar
11. Kemungkinan pemasaran hasil produk;                       kebutuhan informasi, sumber informasi dsb.

                                                                        Studi kelayakan usaha kecil sangat diperlukan,
B. Menyusun Studi Kelayakan Usaha Kecil                       karena dari studi ini akan dapat diramal bagaimana kelang-
                                                              sungan hidup usaha yang akan dipilih, sejauhmana keun-
         Menetapkan jenis usaha/ produk dan bentuk usa-       tungan yang bakal diperoleh, seberapa besar minat masya-
ha kecil yang tepat dan sesuai keinginan sebenarnya tidak-    rakat terhadap produk yang akan kita hasilkan.
lah mudah. Ia memerlukan analisa yang cermat, pemikiran
yang tepat dan pertimbangan yang matang.                               Di dalam menyusun studi kelayakan usaha kecil,
                                                              kiranya perlu dipertimbangkan beberapa aspek berikut ini :
         Agar di dalam pemilihan produk, jenis usaha dan
bentuk usaha kecil dapat lebih akurat, kiranya perlu menyu-   1. Aspek Hukum, meliputi :
sun sebuah studi kelayakan usaha kecil                          a. Kemudahan dalam pengurusan perizinan;
                                                                b. Adanya dukungan dari masyarakat setempat;
         Tahapan-tahapan di dalam menyusun studi kela-          c. Adanya dukungan dari pemerintah daerah;
yakan usaha kecil adalah sebagai berikut :                      d. Adanya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang
1. Mempelajari hal-hal yang berkenaan dengan jenis usaha/          akan digarap;
   produk dan bentuk usaha yang akan dipilih serta perma-       e. Adanya manfaat ekonomis terhadap masyarakat sekitar
   salahannya;                                                  f. Dapat membantu dalam pengentasan kemiskinan ter-
2. Menyusun rencana studi kelayakan secara rinci dan ber-          hadap masyarakat sekitar;
   urutan;                                                      g. Dapat meningkatkan sosial budaya masyarakat sekitar;
3. Mengumpulkan berbagai informasi data lapangan ber-           h. Dapat menunjang pembangunan pemerintah daerah;
   kenaan dengan jenis produk dan bentuk usaha, kemudian        i. Adanya sarana prasarana yang mencukupi;
                            31                                                            32
  j. Tersedianya bahan baku, bahan penolong dan sejumlah          memenuhi jumlah dan kualitas yang diinginkan de-
     tenaga kerja;                                                ngan biaya produksi sehemat mungkin;

2. Aspek Pasar dan Pemasaran, meliputi :                     4. Aspek Ekonomis dan Keuangan, meliputi :
   a. Informasi tentang kondisi permintaan pasar;               a. Perolehan dana awal usaha seperti modal tetap dan
   b. Keadaan konsumen, meliputi identitasnya, statusnya,          modal kerja;
      jumlahnya, tingkat penghasilannya, daya belinya, ke-      b. Usulan investasi dan pinjaman modal awal;
      butuhannya, seleranya dsb;                                c. Usulan investasi dan pinjaman modal dalam rangka
   c. Kedudukan dan posisi produk di pasaran;                      perluasan usaha;
   d. Situasi persaingan yang bakal terjadi;                    d. Berapa jumlah dana yang diperlukan untuk modal
   e. Gambaran masa depan pemasaran produk;                        awal dan perluasan usaha;
   f. Cara-cara promosi produk;                                 e. Bagaimana struktur pembiayaan usaha;
   g. Sistem distribusi, komisi, penjualan dan transaksi        f. Bagaimana perhitungan biaya, harga, laba yang di-
      yang berlaku;                                                inginkan;
   h. Tanggapan balik konsumen tentang produk yang di-          g. Bagaimana teknis investasi dan peminjaman dana,
      suguhkan (riset pemasaran);                                  sumbernya dari mana, berapa jumlahnya, persyaratan-
                                                                   nya bagaimana, dan bagaimana teknik dan aturan
3. Aspek Teknis dan Teknologi, melipti :                           serta kemampuan pengusaha dalam pengembaliannya.
   a. Membuat rencana jangka pendek, menengah dan pan-
      jang;                                                  5. Aspek Lokasi, meliputi :
   b. Menentukan sistem produksi, urutan proses produksi,       a. Bagaimana mengurus IMB-nya;
      bahan-bahan dan mesin peralatannya;                       b. Menentukan lokasi usaha yang strategis;
   c. Perencanaan gedung atau bangunan dan tata letak           c. Lay out dan denah lokasi usaha;
      mesin peralatannya;                                       d. Bentuk bangunan dan tata letaknya;
   d. Menentukan tenaga kerja yang dibutuhkan;
   e. Menentukan lokasi usaha yang strategis;
   f. Pemilihan sistem dan alat transportasi dan komuni-     C. Format Studi Kelayakan Usaha Kecil
      kasi;
   g. Menetapkan prakiraan dana yang diperlukan;             1. Pengantar, menjelaskan tentang : manfaat umum, man-
   h. Mengusahakan agar produk yang dihasilkan dapat            faat ekonomis dan manfaat lainnya;
                           33                                                           34
2. Umum, berisi tentang : nama usaha, pemiliknya, bentuk           seperti biaya listerik, air bersih, asuransi, transportasi,
   usaha, bidang usaha dan tempat kedudukan/lokasi usa-            kebersihan dan pemeliharaan gedung dan peralatan kan-
   ha;                                                             tor dan sebagainya;

3. Perizinan, meliputi : izin usaha, izin prinsip, izin peng-   9. Rencana Pemasaran/Penjualan, terdiri dari : kegiatan
   gunaan tanah, izin mendirikan bangunan, izin undang-            pemasaran/penjualan produk, biaya pemasaran dan
   undang gangguan dan izin lainnya yang diperlukan;               hasil penjualannya;

4. Rencana Produksi, memuat tentang : jenis produksi,           10. Pendapatan/laba sebelum dikurangi bunga dan pajak;
   bentuk produksi, ukuran/volume usaha/produksi, model         11. Pendapatan/laba setelah dikurangi bunga dan pajak;
   produksi, kapasitas produksi, bahan pembungkus/kema-         12. Laba bersih usaha.
   san dan rencana produksi riil;

5. Pemasaran dan Saingan, meliputi : daerah pemasaran,
    jumlah produk yang dapat dipasarkan, sistem pema-
    saran produk, saingan produk sejenis, dan jumlah in-
    dustri/ usaha/produk sejenis;

6. Modal tetap yang Diperlukan, terdiri dari : tanah dan
   bangunan, mesin dan peralatan pengolahannya;

7. Modal Kerja yang Diperlukan, terdiri dari : modal untuk
   persediaan bahan baku dan bahan pembantu, modal
   untuk keperluan administrasi usaha dan operasional
   usaha lainnya;

8. Biaya Produksi, meliputi : biaya persediaan bahan baku
   dan bahan pembantu, biaya gaji dan upah pimpinan dan
   karyawan, biaya gaji pemilik dsb, biaya penyusutan,
   biaya bunga dan pinjaman modal dan biaya lain-lain
                           35                                                                36
           BAB IV                                           1. WHAT ? (APA?)
 MEMBUAT RENCANA USAHA DAN                                           Pertanyaan inilah yang mula-mula muncul dalam
  RENCANA KERJA USAHA KECIL                                 pikiran kita manakala kita ingin berencana. What? (Apa?),
                                                            maksudnya rencana apa yang ingin kita lakukan?. Kalau
                                                            berhubungan dengan usaha kecil, pertanyaannya adalah :
                                                                - Jenis usaha apa yang ingin kita lakukan. Apakah di-
A. Membuat Rencana Membuka Usaha Kecil                             bidang industri, perdagangan atau jasa. Bentuk per-
                                                                   usahaan yang akan kita buka, apakah berbentuk
         Perencanaan usaha adalah keseluruhan proses ten-          perseroan (PT), perusahaan komanditer (CV), Firma
tang hal-hal yang akan dikerjakan sehubungan dengan usa-           (Fa), Koperasi, maupun perusahaan perorangan,
ha yang akan dibuka untuk mencapai tujuan.                         misalnya berupa UD (usaha Dagang), Industri Ru-
                                                                   mah Tangga, kerajinan dsb. Apa nama perusahaan
         Dengan perencanaan usaha diharapkan :                     yang kita dirikan tersebut, misalnya CV. Karunia,
1. Ada kepastian tentang :                                         UD. Maju dan sebagainya;
   a. Usaha apa yang akan dikerjakan;                           - Apa maksud, sasaran dan tujuan yang ingin/akan ki-
   b. Kapan usaha itu dilaksanakan;                                ta capai dari usaha yang akan kita lakukan tersebut.
   c. Bagaimana cara melaksanakan usaha tersebut;
   d. Siapa saja yang terlibat dalam usaha tersebut;        2. WHERE ? (DI MANA ?)
   e. Di mana lokasi usaha dilakukan;
2. Dapat menjadi pedoman kegiatan usaha;                            Setelah pertanyaan what? (apa?), sudah terjawab,
3. Menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan pimpinan/       dalam artian kita sudah dapat menentukan jenis usaha yang
   pengelola usaha;                                         akan dibuka, bentuk perusahaan yang dipilih, bidang usaha
                                                            yang akan dikerjakan, nama perusahaan yang kita tentukan,
         Membuat rencana membuka usaha kecil,               maksud, sasaran serta tujuan usaha yang ingin kita capai,
diperlukan langkah-langkah yang tepat dan sistematis de-    maka pertanyaan ke dua biasanya muncul adalah di mana
ngan berpedoman pada konsep 5 W 1 H yang merupakan          lokasi usaha tersebut kita dirikan.
kata tanya dalam bahasa Inggeris, yang selanjutkan dite-
rapkan ke dalam rencana membuka usaha kecil.                        Pertanyaan ini menunjukkan tempat/lokasi/areal
                                                            usaha yang akan dikerjakan. Pertanyaannya adalah :
        Penerapan 5 W 1 H ini dapat kita jelaskan sbb.                               38
                         37
   - Di mana tempat/lokasi usaha yang akan kita dirikan.               pengumunanan dan kita tempel di tempat-tempat
     Apakah di desa A, desa B, kota C, kota D, di daerah               strategis, atau kita cari sendiri (mungkin kita ajak
     pantai/pesisir, di lokasi wisata, di dekat terminal, sta-         beberapa orang keluarga, beberapa orang teman/
     sion, lapangan terbang, pelabuhan dan sebagainya.                 sahabat) dan sebagainya;
   - Lokasi usaha yang akan kita pilih, apakah hanya ter-            - Siapa-siapa orangnya yang menurut kita cocok dan
     fokus satu tempat, dua tempat atau beberapa tempat.               pantas serta dapat diajak kerja sama dalam menja-
                                                                       lankan usaha kita nanti;
                                                                     - Ketrampilan apa yang kita perlukan dari personil-
3. WHEN ? (PABILA/KAPAN ?)                                             personil tersebut. Misalnya kita membutuhkan tena-
                                                                       ga pemasaran. Kita memerlukan personil yang te-
       Setelah kita menentukan jenis, macam/bidang usa-                rampil dalam kegiatan pembukuan/akuntansi, dan
ha, nama usaha dan maksud, sasaran dan tujuan yang akan                sebagainya;
dicapai, juga penentuan lokasi/tempat beroperasinya per-
usahaan kita nanti, maka pertanyaan berikutnya adalah :
                                                                 5. WHY ? (MENGAPA ?)
       - Kapan / pabila operasional usaha tersebut mulai
         dikerjakan dan sampai kapan berakhirnya;                       Pertanyaan ini berhubungan dengan analisa usaha.
                                                                 Bisa juga merupakan pertanyaan koreksi dari empat per-
                                                                 tanyaan di atas. Pertanyaan yang berhubungan dengan why
4. WHO ? (SIAPA ?)                                               (mengapa) ini, seperti :

       Pertanyaan ini berhubungan dengan personalia/para             - Mengapa jenis usaha yang akan dikerjakan dibidang
pelaksana atau orang-orang yang terlibat di dalam usaha                industri? yaitu industri kerajinan rumah tangga.
yang akan kita garap. Pertanyaannya :                                  Mengapa bidang usaha ini yang di pilih, apa alasan-
                                                                       nya, bagaimana prospek masa depan usaha ini;
   -   Berapa jumlah personil yang kita butuhkan dalam               - Mengapa perusahaan yang akan didirikan berbentuk
       kegiatan usaha kita nanti;                                      CV. dengan nama CV. Mekar Sari? Apakah nama
   -   Dari mana dan bagaimana penjaringan (merekrut)                  ini sudah cocok, atau mungkin bisa dicari nama
       personil-personil tersebut. Apakah kita pasang iklan            lain;
       di media masa, kita sebarkan              selebaran,          - Mengapa maksud, sasaran dan tujuan usaha ini
                             39                                                            40
      sedemikian rupa, apa sudah cocok;                     Where?(Di mana)         Di desa Pembataan Tanjung
    - Mengapa lokasi usaha di daerah pasar/pusat perbe-     Lokasi usaha
      lanjaan? Mengapa hanya satu tempat?;
    - Mengapa operasional usaha ini baru bisa dimulai       When? (Kapan?)
      tahun depan? Kenapa tidak segera saja dimulai?;       Waktu Usaha               Mulai Januari 2003 - dst.

                                                            Who? (Siapa?)
6. HOW ? (BAGAIMANA ?)                                      Pelaksana                 Unit Produksi SMKN 1

        Pertanyaan ini menunjukkan cara, metode, teknik,
                                                                                      Bata Sangat Diperlukan
dan prosedur kerja yang akan dikerjakan. Yaitu, bagaimana   Why? (Mengapa?)
                                                                                      Dan Mudah Dikerjakan
cara, teknik dan prosedur kerja yang sebaik-baiknya dalam   Analisa Usaha
melaksanakan usaha nanti. Pertanyaannya :

    - Usaha yang akan kita kerjakan apakah mengguna-        How? (Bagaimana?)            Secara Tradisional
      kan teknik tradisional, modern, atau campuran         Cara Pengerjaan
      (semi modern);
    - Usaha yang akan kita kerjakan apakah bersifat                   Di dalam menyusun rencana membuka usaha ke-
      padat modal atau padat karya;                         cil, hendaknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

      Dari enam pertanyaan yang terhimpun dalam rumus          •   Jenis usaha yang dipilih hendaknya disesuaikan
5 W 1 H tersebut dapat kita terapkan ke dalam Rencana              dengan tersedianya sumber-sumber bahan yang cu-
Membuka Usaha seperti bagan berikut ini :                          kup, tenaga kerja yang mudah di dapat, pemasaran
                                                                   yang lumayan serta prospek masa depannya (ke-
What? (Apa?)            CV. BATA INDAH JAYA                        langsungan usaha);
Jenis, bentuk dan        Usaha Industri Batu Bata              •   Sebelum usaha dijalankan, hendaknya secara tegas
nama usaha                                                         kita sudah menentukan sasaran/target yang akan di-
                         Untuk Keperluan Bahan                     capai dari usaha kita tersebut dalam jangka waktu
Maksud, sasaran                                                    tertentu, baik secara kuantitas maupun secara kuali-
                               Bangunan
dan tujuan usaha                                                   tas;
                           41                                                              42
   •   Rencana usaha yang kita susun, hendaknya sudah                 Bentuk-bentuk rencana kerja sekaligus merupakan
       terprogram secara sistematis (punya tahapan-tahap-    tahapan-tahapan di dalam menyusun rencana kerja, adalah
       an operasional), dari tahap awal hingga tahap pe-     sbb.:
       nyelesaian;
   •   Rencana usaha yang akan digarap hendaknya dise-       1. Rencana Kerja Jangka Panjang, adalah rencana yang
       suaikan dengan pendanaan yang ada. Jangan sekali-        dibuat untuk kurun waktu 5 s/d 25 tahun. Rencana
       kali memaksakan diri dengan berbuat spekulasi.           jangka panjang ini berfungsi sebagai penunjuk arah
                                                                atau gambaran kegiatan ke depan, dalam artian akan di
                                                                bawa ke mana perusahaan ini nanti;
B. Membuat Rencana Kerja Usaha Kecil                         2. Rencana Kerja Jangka Pendek, adalah rencana yang
                                                                dibuat untuk kurun waktu maksimal 1 tahun. Rencana
          Sejak usaha kecil didirikan, maka sejak itu pula      ini biasanya berkenaan dengan rencana perolehan laba
perlu disusun rencana kerja usaha, untuk menentukan :           (profitabilitas), rencana produksi, rencana peningkatan/
1. Produk/jasa apa yang akan dibuat atau dipasarkan/jual;       inovasi usaha, rencana pemasaran, budget (anggaran
2. Berapa jumlah dana yang diperlukan;                          biaya), rencana personalia/kekaryawanan dsb;
3. Berapa jumlah produk yang akan dibuat;                    3. Rencana Anggaran, adalah sebuah rencana kerja yang
4. Berapa karyawan atau tenaga kerja yang diperlukan dan;       berfungsi sebagai alat kendali atau pengawasan yang
5. Ke mana produk itu akan dijual atau di pasarkan.             sangat efektif di dalam mengelola sebuah usaha. Renca-
                                                                na Anggaran ini terdiri dari :
          Sasaran rencana kerja usaha kecil hendaknya ha-       a. Anggaran penjualan;
rus menyangkut / memperhatikan :                                b. Anggaran promosi;
1. Kelangsungan hidup usaha;                                    c. Anggaran distribusi;
2. Perolehan laba / keuntungan yang memadai;                    d. Anggaran produksi;
3. Penambahan modal dan kekayaan perusahaan;                    e. Anggaran biaya produksi;
4. Dapat memacu laju pertumbuhan usaha;                         f. Anggaran pembelian;
5. Upaya untuk menampung dan memperluas kesempatan              g. Anggaran biaya karyawan;
   kerja;                                                       h. Anggaran biaya umum dan administrasi;
6. Upaya untuk memberikan pelayanan konsumen;                   i. Anggaran laba rugi;
7. Sebagai upaya untuk mencapai sasaran lainnya yang            j. Anggaran lainnya yang diperlukan.
   lebih luas;
                            43                                                           44
4. Rencana Pemasaran, adalah sebuah rencana yang                 CONTOH PEMBUATAN ABON DAGING
   dibuat dalam rangka memasarkan produk/jasa kepa-
   da konsumen. Rencana pemasaran bagi usaha kecil                  Abon daging merupakan hasil olahan dari daging
   dikelompokkan menjadi tiga :                            yang dapat disimpan lama (awet), rasanya enak, banyak di-
   a. Rencana pemasaran bagi usaha kecil yang ber-         gemari dan mudah cara pembuatannya. Abon bisa dibuat
       gerak di bidang penjualan barang eceran (toko,      dari bermacam-macam daging, antara lain : daging sapi,
       kios, warung, pedagang kaki lima dsb);              kerbau, kambing, rusa, ayam, kelinci dan bahkan dari
   b. Rencana pemasaran bagi usaha kecil yang ber-         ikanpun dapat dibuat abon. Oleh karena itu usaha pembuat-
       gerak di bidang produksi/industri barang (indus-    an abon dapat dilakukan sebagai salah satu dari kegiatan
       tri rumah tangga, pabrik tahu, pabrik jamu dsb);    usaha kecil.
   c. Rencana pemasaran bagi usaha kecil yang ber-
       gerak di bidang jasa (tukang service jam, service   A. Bahan dan Peralatan
       radio/TV, bengkel sepeda motor/sepeda, tukang          1. Bahan-bahan yang diperlukan :
       jahit pakaian dsb);                                        NO.     NAMA BAHAN               BANYAKNYA
5. Rencana Keuangan, adalah suatu rencana yang di-                 1. Daging                     20 kg
   tujukan untuk mengatur keadaan keuangan, baik da-               2. Garam                      10 senduk makan
   ri segi pemasukan/pendapatan maupun dari segi pe-               3. Kelapa                     2 biji
   ngeluarannya. Rencana keuangan ini sering disebut               4. Gula merah                 2 kg
   Rencana Pendapatan dan Belanja;                                 5. Bawang merah               0,5 kg
6. Rencana Produksi, adalah suatu rencana untuk me-                6. Bawang putih               2,5 ons
   ngatur kegiatan produksi, baik mengenai jumlah-                 7. Daun salam                 Secukupnya
   nya, kualitasnya maupun waktu dan lama pelaksa-                 8. Ajinomoto                  Secukupnya
   naannya;                                                        9. Kemiri halus               6-7 senduk makan
7. Rencana Organisasi dan Personalia, adalah suatu                10. Laos halus                 1 ons
   rencana yang berhubungan dengan pengelolaan kar-
                                                                  11. Minyak goreng              0,5 liter
   yawan, administrasi kantor dan administrasi usaha;
                                                               2. Peralatan yang digunakan :
                                                                  a. Alat penumbuk/penggiling bumbu/cobek;
C. Contoh Rencana Kerja Usaha Kecil                               b. Parutan kelapa;
  Di bidang Produksi/Pengolahan                                   c. Pisau;
                          45                                                           46
      d.   Kompor;                                                 digoreng dalam wajan dengan menggunakan minyak
      e.   Panci;                                                  kelapa hingga matang dan kering;
      f.   Wajan/penggorengan dan;                             9. Setelah masak, daging adonan tersebut diangkat dari
      g.   Baskom.                                                 kompor dan diperas untuk menghilangkan minyak.
                                                                   Pengepresan dilakukan selagi daging masih panas
B. Proses Pembuatan Abon                                           sehingga lemak yang masih cair dapat dikeluarkan.
   1. Daging sapi dibersihkan dari lemak dan noda lainnya;         Sebab abon yang terlalu banyak minyak tidak tahan
   2. Kemudian daging dipotong-potong menjadi ukuran               lama, cepat tengik/racit/marat;
      yang lebih kecil;                                        10. Setelah diperas, abon didinginkan dan ditimbang ser-
   3. Selanjutnya daging dimasukkan ke dalam panci yang            ta dibungkus sesuai dengan yang diinginkan;
      berisi air secukupnya dan di godog/rebus dengan me-      11. Abon daging siap untuk dipasarkan.
      nambahkan daun salam dan laos hingga empuk/lunak;
   4. Setelah daging empuk/lunak, lalu diangkat dari kom-    Dari hasil penimbangan abon daging diperkirakan sebanyak
      por dan didinginkan;                                   20 kg.
   5. Setelah dingin, daging ditumbuk pelan-pelan dan di-
      suwiri (dibelah-belah kecil sesuai seratnya);
   6. Buatlah campuran bumbu yang terdiri dari :             C. Kalkulasi Biaya dan Keuntungan Usaha Pembuatan
      a. Bawang putih halus 6 senduk makan;                     Abon Daging.
      b. Bawang merah halus 6 senduk makan;
      c. Garam 10 senduk makan;                              1. Biaya pembuatan :
      d. Santan kelapa kental dari 2 biji kelapa;               a. Pembelian 20 kg daging sapi        Rp 700.000,00
      e. Kemiri halus 6-7 senduk makan;                         b. Pembelian 2 ons bawang putih       Rp   3.000,00
      f. Laos halus 1 ons;                                      c. Pembelian 0,5 kg bawang merah      Rp   3.000,00
      g. Ajinomoto secukupnya.                                  d. Pembelian kemiri                   Rp   2.000,00
      Bahan-bahan ini dicampur hingga merata dengan cara        e. Pembelian 2 kg gula merah          Rp   5.000,00
      diaduk-aduk.                                              f. Pembelian 2 biji kelapa            Rp   6.000,00
   7. Daging yang telah ditumbuk dan disuwiri kemudian          g. Pembelian Ajinomoto                Rp   1.000,00
      dimasukkan ke dalam adonan bumbu dan diaduk               h. Pembelian 2 liter minyak tanah     Rp   3.000,00
      hingga merata;                                             i. Pembelian minyak goreng 0,5 kg    Rp   3.500,00
   8. Daging yang telah tercampur rata dengan bumbu              Jumlah biaya pembuatan               Rp 726.500,00
                             47                                                            48
2. Hasil Penjualan :                                               DAFTAR KEPUSTAKAAN
   Penjualan abon daging sebanyak 20 kg
   a Rp 50.000,00                     = Rp 1.000.000,00
                                                          Ating Tedjasutisna, H. MBA, Membuka Usaha Kecil,
3. Laba kotor :                                                  Armico Bandung, 1999;
   Hasil penjualan      Rp 1.000.000,00
   Biaya pembuatan      Rp 726.500,00                     Aserani, S.Pd. Bahan Pelajaran Ekonomi Tingkat II Se-
          Laba kotor                   Rp 273.500,00               mester 3, SMK Negeri 1 Tanjung, 2002;

                                                          Budi Noegroho, Ir. dkk. Teknologi Pasca Panen dan Indus-
                                                                  tri Rumah Tangga, Mahkota Jakarta 1991;

                                                          Departemen Koperasi dan PPK Kal-Sel. Undang-undang
                                                                  Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995 tentang
                                                                  Usaha Kecil, Banjarmasin, 1996;

                                                          Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kewiras-
                                                                  wastaan jilid I dan II, Jakarta, 1982;

                                                          Direktorat Penyuluhan dan Bimbingan Sosial, Materi
                                                                   Penyuluhan Sosial Bagi Pekerja Sosial Masyara-
                                                                   kat, Depsos RI jakarta, 1993;

                                                          Pawit M. Yusup, MS. Pedoman Praktis Mencari Informa-
                                                                 si, PT. Remaja Rosdakarya Bandung, 1997;

                                                          Tom Gunadi, Ekonomi dan Sistem Ekonomi Menurut Pan-
                                                                 casila dan UUD 45, Angkasa bandung, 1995;


                          49                                                        50

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:14462
posted:10/25/2010
language:Indonesian
pages:27
Description: Buku Pelajaran - Membuka Usaha Kecil