ANATOMI FISIOLOGI TELINGA MANUSIA _bahan faal_ by LoRie_Mamanua

VIEWS: 14,980 PAGES: 14

									ANATOMI FISIOLOGI
TELINGA MANUSIA
Telinga adalah organ pengindraan
dengan fungsi ganda dan kompleks
(pendengaran dan keseimbangan)
anatominya juga sangat rumit. Sangat
penting untuk perkembangan normal
dan pemeliharaan bicara kemampuan
berkomunikasi dengan orang lain
melalui bicara tergantung pada
kemampuan mendengar.
Anatomi Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari : auri kula,
dan kanalis auditorius eksternus
dipisahkan dari telinga tengah oleh
struktur seperti cakram yang
dinamakan membrana timpani atau
gendang telinga.
Anatomi Telinga Tengah
Telinga tengah tersusun atas : membran timpani
atau gendang telinga disebelah lateral dan kapsul
otik disebelah medial celah telinga tengah
terletak diantara kedua membrana timpani
terletak pada akhiran kanalis aurius eksternus dan
menandai batas lateral telinga.
Telinga tengah merupakan rongga berisi udara
merupakan rumah bagi osikuli atau tulang telinga
tengah dihubungkan dengan tuba eustachii ke
nasofaring berhubungan dengan beberapa sel
berisi udara dibagian mastoit tulang temporal
Pada telinga tengah ini terdapat rongga yang
dilalui oleh tiga buah tulang kecil/osikel
(maleus atau palu, inkus atau landasan dan
stapes atau sanggurdi) yang membentang dari
membran timpani ke telinga dalam. Ketiga
tulang pendengaran berjalan melintang dalam
rongga telinga tengah, maleus melekat pada
membran timpani.
Dua buah otot kecil berhubungan dengan
ketiga tulang pendengaran. Otot tensor
timpani dan otot stapedius, dapat mengurangi
intensitas hantaran suara hingga relatif rendah
ke koklea.
          Anatomi Telinga Dalam
Telinga dalam terdiri dari koklea dan alat keseimbangan. Koklea,
suatu sistem berupa pipa berbentuk spiral dengan 2 ¾ putaran,
dalam tulang temporal. Pada bagian telinga dalam terdapat
tulang labirin yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
vestibula, koklea dan kanal semisirkular.
Koklea merupakan inti dari fungsi pendengaran. Koklea adalah
saluran berbentuk spiral yang membentuk dua pertiga
putarannya. Sebutan spiral ini disebut dengan modiolus. Baik
pada vestibula dan timpani mengandung perilimfe. Koklea,
vestibula, dan timpani berjalan ke puncak spiral, yang disebut
dengan helikotrema, di tempat tersebut skala media dan skala
vestibuli berhubungan. Skala timpani berakhir pada membran
yang disebut tingkap bulat pada dinding telinga tengah.
              Proses Pendengaran
Gelombang suara yang masuk ke dalam liang telinga (saluran
pendengaran) akan membuat getaran membrana timpani
sehingga bervibrasi (bergetar). Vibrasi membran timpani
ditransmisikan melintasi telinga tengah melalui tiga tulang kecil
(osikula) yang terdiri dari tulang martil (inkus), landasan (maleus),
dan sanggurdi (stapes). Telinga tengah dihubungkan ke nasofaring
oleh tabung Eustachio. Vibrasi mekanis dari osikula yang paling
dalam (dari tulang sanggurdi) ditransmisikan ke telinga dalam
melalui membran yang fleksibel (jendela oval) ke koklea. Vibrasi
dari jendela oval ditransmisikan ke dalam cairan endolimfe
menuju dalam ruangan koklea. Selanjutnya, vibrasi diteruskan
dengan gerak berlawanan arah pada jendela bulat atau bundar,
Di bagian dalam atau tengah ruangan koklea terlihat
adanya organ korti. Organ korti berisi sel-sel rambut
yang sangat peka; inilah reseptor vibrasi yang
sebenarnya. Sel-sel rambut tersebut terletak di
antara membran basiller dan membran tektorial.
Vibrasi dalam cairan koklea menimbulkan vibrasi
dalam membran basiler. Hal ini menggerakkan sel-
sel rambut terhadap membran tektorial, yang
berarti menstimulasinya. Impuls listrik yang timbul
dalam sel ini kemudian diteruskan oleh saraf
auditori ke otak. Dengan demikian kita dapat
mendengarkan suara.
     Alat Keseimbangan (Equillibrium)
                dan Pusing
Selain untuk mendeteksi bunyi atau gelombang suara, telinga juga
sebagai alat deteksi posisi tubuh yang berhubungan dengan gravitasi
dan gerak tubuh. Kedua fungsi ini cukup berbeda dengan fungsi
deteksi bunyi.
Di atas koklea, ada dua kantung yang berisi cairan limfa sambung
menyambung, yaitu 3 saluran setengah lingkaran (saluran semisirkuler)
dan vestibulum. Saluran semisirkuler mempunyai dasar yang
menggelembung disebut dengan ampula. Ampula mengandung sel-sel
rambut kecil bersilia dan berfungsi sebagai reseptor yang disebut
dengan krista. Krista terbenam dalam massa seperti gelatin yang
disebut dengan kupula. Jika kepala menggeleng, materi gelatin ikut
bergoyang, dan silia melengkung. Perlengkungan ini menimbulkan
impuls saraf yang kemudian disampaikan ke otak.
Organ Vestibuler terdiri dari dua bagian, yaitu sakulus
dan utrikulus yang masing-masing mengandung organ
otolitik, makula. Makula ini mengandung sel yang di
dalamnya terdapat kinosilia dan stereosilia yang ditutupi
oleh membran gelatinosa, terbenam dalam massa
seperti jelli yang mengandung kristal kapur; disebut
dengan otolith. Otolith ini dipengaruhi oleh gravitasi.
Jika kepala menggeleng, otolith ikut bergoyang dan
menyebabkan materi gelatin bergoyang dan silia
melengkung. Pelengkungan ini menyebabkan terjadinya
impulas saraf di serabut saraf. Impuls dari reseptor akan
diinterpretasikan di otak dan hasilnya adalah informasi
tentang posisi kepala.
        Gangguan Telinga Luar
1.   Otalgia
2.   Impaktiserumen
3.   Penatalaksanaan
4.   Otitiseksterna
5.   Manifestasi klinis
TERIMAKASIH

								
To top