ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN KULIT ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN KULIT COLLECTED BY Amar Akbar

Document Sample
ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN KULIT ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN KULIT COLLECTED BY Amar Akbar Powered By Docstoc
					COLLECTED BY                  : Amar Akbar, S.Kep.Ns

Sumber                        : Blog Teman

Privacy-Policy                : Dokumen ini hanya untuk media pembelajaran, anda
                              dapat mengunduh dan menyebarkan. Dengan catatan
                              tidak menghilangkan sumber penulis.




Sistem Integumen ( Kulit )

http://lifestyle-ongky816.blogspot.com/2010/10/sistem-integumen-kulit.html


SISTEM INTEGUMENT

CIRI-CIRI KULIT

1. Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan.
2. Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.
3. Luas : 1,50 – 1,75 m.
4. Tebal rata – rata : 1,22mm.
5. Daerah yang paling tebal : 66 mm, pada telapak tangan dan t. kaki dan paling tipis : 0,5
mm.pada daerah penis.


ANATOMI FISIOLOG KULIT

KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN:
1. EPIDERMIS
Terbagi atas 4 lapisan:
a. Lapisan basal / stratum germinativum

* terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.
* Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade.
* Lapisan terbawah dari epidermis.
* Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi kulit dari
sinar matahari.


b. lap. Malpighi/ stratum spinosum.
* Lapisan epidermis yang paling tebal.
* Terdiri dari sel polygonal
* Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri.


c. lap. Granular / s. granulosum.

* Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik.


d. lapsan tanduk / korneum.

* Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti.


Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang
membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:

1. Mengusir mikroorganisme patogen.
2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
3. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.


Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel yaitu :
1. Sel merkel.
Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan
klavus pada tangan dan kaki.
2. Sel langerhans.
Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.
Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.
Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat
pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints.

2. DERMIS.( korium)

* merupakan lapisan dibawah epidermis.
* Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:pars papilaris.( terdiri dari sel fibroblast
yang memproduksi kolagen DAN Retikularis YG Terdapat banyak p. darah , limfe, dan akar
rambut, kelenjar kerngat dan k. sebaseus.


3. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.

* Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
* Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan
tulang.
* Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.
* Sebagai bantalan terhadap trauma.
* Tempat penumpukan energi.


4. RAMBUT.

Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari
tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
a. rambut terminal ( dapat panjang dan pendek.)
b. Rambut velus( pendek, halus dan lembut).
Fungsi rambut

1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak
mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
2. menyarig udara.
3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu,
4. pendorong penguapan kerngat dan
5. indera peraba yang sensitive.

RaMbut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin )
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.
Terdapat 2 fase :
1. fase pertumbuhan (Anagen)
kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepela.
Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun.
90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu
saat.
2. Fase Istirahat( Telogen)
Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.
Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, dsbt Piloereksi.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin .
Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah, janggut,
kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H. Androgen.
Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin.
Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing(wanita).

5. KUKU
Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan
transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula.
Berfungsi mengangkat benda – benda kecil.
Pertumbuhan rata- rata 0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki:
12- 18 bulan.
KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT
1. Kelenjar Sebasea
berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut
yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.
2. Kelenjar keringat
diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
a. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.
Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.
Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan,
kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b. kelenjar Apokrin.
Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut.
Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus
haid.
K.Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri
menghasilkan bau khas pada aksila.
Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. seruminosa yang
menghasilkan serumen(wax).

FUNGSI KULIT SECARA UMUM.

1. SEBAGAI PROTEKSI.

* Masuknya benda- benda dari luar(benda asing ,invasi bacteri.)
* Melindungi dari trauma yang terus menerus.
* Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.
* Menyerap berbagai senyawa lipid vit. Adan D yang larut lemak.
* Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.


2. PENGONTROL/PENGATUR SUHU.

* Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat
terjadi penguapan keringat.

3 proses hilangnya panas dari tubuh:

* Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.
* Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan
dengan tubuh.
* Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi
* Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh
peredaran darah kekulit.(total aliran darah N: 450 ml / menit.)

3. SENSIBILITAS
* mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan rabaaan.


4. KESEIMBANGAN AIR

* Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang
berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan.
* Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa.

5. PRODUKSI VITAMIN.

* Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT

1. BIOPSI KULIT.
Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan
scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan.
INDIKASI
Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan warna dan bentuk yang
tidak lazim.
Pembentukan lepuh.

2. PATCH TEST
Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus (
exclusive putches )
INDKASI
Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal- gatal. Reaksi + lemah.
Blister yang halus, papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang.
Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat.

Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test.
Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan.
Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester
berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan jumlah ynag bervariasi.( 20 – 30
buah.)
Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih menempel.
Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit.
2- 3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.

3. PENGEROKAN KULIT.
Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang
sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil
kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.

4. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD).
Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan
cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang
gelap, digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan
hiperpigmentasi.

5. APUS TZANCK.
Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan.
INDIKASI
Herpes zoster,varisella, herpes simplek dan semua bentuk pemfigus.
Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa.




SISTEM INTEGUMEN

http://hermanypk.blogspot.com/2010/09/sistem-integumen.html

Pendahuluan
(1) Merupakan organ terbesar pada tubuh, mencakup 12-15% berat tubuh dan luas permukaan
mencapai 1-2 meter.




(http://www.teacherspayteachers.com/)
(2) Terdapat dua lapisan kulit; dermis dan epidermis. Sel-sel penyusun epidermis adalah keratinocyte,
yang mengandung keratin, sedang dermis berupa lapisan jaringan ikat di bawah epidermis dan berisi
ujung saraf, reseptor sensorik, kapiler dan serat elastik.
(3) Sistem integument berperan dalam homeostasis, proteksi, pengaturan suhu, reseptor, sintesis
biokimia dan penyerapan zat.
(http://www.udel.edu)

Folikel dan Kelenjar
(1) Folikel rambut dilapisi dengan sel-sel yang mensintesis protein pembentuk rambut.
(2) Kelenjar sebaceosa mensekresikan lapisan minyak untuk melumasi rambut.
(3) Kelenjar keringat berujung pada pori-pori di permukaan kulit.




(http://academic.kellogg.edu)
Rambut dan Kuku
(1) Rambut, sisik, bulu, cakar, tanduk dan kuku adalah struktur yang berasal dari kulit.




(http://www.hickerphoto.com)




(http://www.aafp.org)
(2) Batang rambut memanjang di atas permukaan kulit, sedang akar rambut memanjang dari permukaan
kulit sampai ke dasar.
(http://www.scf-online.com)
(3) Kuku terdiri dari sel-sel epidermis yang telah termodifikasi mengandung banyak keratin.

Kulit dan Homeostasis
(1) Reseptor panas dan dingin terletak dalam kulit. Saat suhu tubuh meningkat, hypothalamus
mengirimkan sinyal saraf menuju kelenjar keringat dan menyebakan pelepasan air sekitar 1-2 liter
perjam untuk mendinginkan tubuh.
(2) Hipothalamus juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah di kulit membuat lebih banyak darah
mengalir ke area tersebut dan menebabkan panas terlepa dri permukaan kulit.
(3) Saat suhu tubuh menurun, kelenjar keringat mengkerut dan produksi keringat berkurang. Jika suhu
tubuh terus menerus berkurang, tuuh akan menjaga thermiogenesis, dengan cara meningkatkan laju
metabolisme dan dengan menggigil.
(4) Kehilangan air lewat kulit berlangsung dalam dua cara; a. penguapan dan b. berkeringat.
(http://www.southtexascollege.edu)

Kulit dan Penerimaan Rangsang
(1) Reseptor sensoris dalam kulit adalah untuk nyeri, tekanan (sentuhan) dan suhu.
(2) Paling dalam di kulit terdapat badan Meissner, yang secara khusus berada di ujung jari dan bibir
sangat sensitive terhadap sentuhan.
(3) Badan Pacini menanggapi tekanan.
(4) Reseptor suhu lebih banyak untuk dingin ketimbang untuk panas.




(http://www.exploringnature.org)
Kulit dan Sintesa
(1) Sel-sel kulit mensintesa melanin dan karotin, yang member warna pada kulit.
(2) Kulit juga membantu sintesis vitamin D.




Kulit adalah Selektif Permeable
(1) Kulit selektif terhadap larutan yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, and K juga hormone
steroid seperti estrogen.
(2) Zat-zat ini memasuki aliran darah melalui jaringan kapiler dalam kulit.
(3) Jalur ini juga dapat digunakan untuk memasukan sejumlah obat-obatan seperti estrogen,
scopolamine (mabuk), nitroglycerin (masalah jantung), dan nikotin (untuk menghentikan kebiasaan
merokok).




Integumen atau kulit

http://tia-karina.blogspot.com/2010/10/integumen-atau-kulit.html

Integumen atau kulit merupakan jaringan yang menutupi permukaan tubuh,
yang terdiri atas 2 lapisan :
1. Epitel yang disebut epidermis
2. Jaringan pengikat yang disebut dermis atau corium

Epidermis berasal dari ectoderm dan
dermis berasal dari mesoderm.
Dibawah kulit terdapat lapisan jaringan pengikat yang lebih longgar disebut hypodermis yang
pada beberapa tempat banyak mengandung jaringan lemak.

Pada beberapa tempat kulit melanjutkan menjadi tunica mucosa dengan suatu perbatasan kulit-
mukosa (mucocutaneus junction).
Perbatasan tersebut dapat ditemukan pada bibir, lubang hidung, vulva, preputium, dan anus.Kulit
merupakan bagian dari tubuh yang meliputi daerah luas dengan berat sekitar 16% dari berat
tubuh.
Fungsi kulit selain menutupi tubuh, juga mempunyai beberapa fungsi lain; maka selain struktur
epitel dan jaringan pengikat tersebut masih dilengkapi bangunan tambahan yang disebut apendix
kulit, dimana meliputi : glandula sudorifera (kelenjar keringat), glandula sebacea (kelenjar
minyak), folikel rambut, dan kuku.

Permukaan bebas kulit tidaklah halus, tetapi ditandai adanya alur – alur halus yang membentuk
pola tertentu yang berbeda pada berbagai tempat.
Demikian pula permukaan antara epidermis dan dermis tidak rata karena adanya tonjolan –
tonjolan jaringan pengikat ke arah epidermis.

Walaupun batas antara epidermis dengan jaringan pengikat /corium dibawahnya jelas, tetapi
serabut jaringan pengikat tersebut akan bersatu dengan serabut jaringan pengikat di bawah kulit.

Ketebalan kulit tidaklah sama pada berbagai bagian tubuh. Tebalnya kulit tersebut dapat
disebabkan karena ketebalan dua bagian kulit atau salah satu bagian kulit. Misalnya pada daerah
intraskapuler kulitnya sangat tebal sampai lebih dari 0,5 cm, sedangkan di kelopak mata hanya
setebal 0,5 mm. Rata – rata tebal kulit adalah 1-2 mm.

Berdasarkan gambaran morfologis dan ketebalan epidermis, kulit dibagi menjadi :

-Kulit Tebal
-Kulit Tipis

Walaupun kulit tebal mempunyai epidermis yang tebal, tetapi keseluruhan kulit tebal belum
tentu lebih tebal dari kulit tipis.

KULIT TEBAL
Kulit tebal ini terdapat pada vola manus dan planta pedis yang tidak memiliki folikel rambut.
Pada permukaan kulit tampak garis yang menonjol dinamakan crista cutis yang dipisahkan oleh
alur – alur dinamakan sulcus cutis.




Pada mulanya cutis tadi mengikuti tonjolan corium di bawahnya tetapi kemudian dari epidermis
sendiri terjadi tonjolan ke bawah sehingga terbentuklah papilla corii yang dipisahkan oleh
tonjolan epidermis.
Pada tonjolan epidermis antara dua papilla corii akan berjalan ductus excretorius glandula
sudorifera untuk menembus epidermis
Epidermis

Dalam epidermis terdapat dua sistem :

1. Sistem malpighi, bagian epidermis yang sel – selnya akan mengalami keratinisasi.
2. Sistem pigmentasi, yang berasal dari crista neuralis dan akan memberikan melanosit untuk
sintesa melanin.

Disamping sel – sel yang termasuk dua sistem tersebut terdapat sel lain, yaitu sel Langerhans dan
sel Markel yang belum jelas fungsinya.

Struktur histologis
Pada epidermis dapat dibedakan 5 stratum, yaitu:




1.Stratum basale
Lapisan ini disebut pula sebagai stratum pigmentosum atau strarum germinativum karena paling
banyak tampak adanya mitosis sel – sel.
Sel – sel lapisan ini berbatasan dengan jaringan pengikat corium dan berbentuk silindris atau
kuboid. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir – butir pigmen.

2. Stratum spinosum
Lapisan ini bersama dengan stratum basale disebut pula stratum malpighi atau stratum
germinativum karena sel – selnya menunjukkan adanya mitosis sel. Sel – sel dari stratum basale
akan mendorong sel – sel di atasnya dan berubah menjadi polihedral.
Sratum spinosum ini terdiri atas beberapa lapisan sel – sel yang berbentuk polihedral dan pada
pemeriksaan dengan mikroskop cahaya pada tepi sel menunjukkan tonjolan – tonjolan seperti
duri – duri. Semula tonjolan – tonjolan tersebut disangka sebagai jembatan interseluler dengan di
dalamnya terdapat tonofibril yang menghubungkan dari sel yang satu ke sel yang lain.

3. Stratum granulosum
Lapisan ini terdiri atas 2-4 sel yang tebalnya di atas stratum spinosum. Bentuk sel seperti belah
ketupat yang memanjang sejajar permukaan. Sel yang terdalam berbentuk seperti sel pada
strarum spinosum hanya didalamnya mengandung butir – butir.
Butir – butir yang terdapat sitoplasma lebih terwarna dengan hematoxylin (butir – butir
keratohialin) yang dapat dikelirukan dengan pigmen. Adanya butir – butir keratohyalin semula
diduga berhubungan dengan proses keratinisasi, tetapi tidak selalu dijumpai dalam proses
tersebut, misalnya pada kuku.
Makin ke arah permukaan butir – butir keratin makin bertambah disertai inti sel pecah atau larut
sama sekali, sehingga sel – sel pada stratum granulosum sudah dalam keadaan mati.

4. Stratum lucidum
Tampak sebagai garis bergelombang yang jernih antara stratum granulosum dan stratum
corneum. Terdiri atas beberapa lapisan sel yang telah gepeng tersusun sangat padat. Bagian yang
jernih ini mengandung zat eleidin yang diduga merupakan hasil dari keratohialin.

5. Stratum Corneum
Pada vola manus dan planta pedis, lapisan ini sangat tebal yang terdiri atas banyak sekali lapisan
sel – sel gepeng yang telah mengalami kornifikasi atau keratinisasi. Hubungan antara sel sebagai
duri – duri pada stratum spinosum sudah tidak tampak lagi.
Pada permukaan, lapisan tersebut akan mengelupas (desquamatio) kadang – kadang disebut
sebagai stratum disjunctivum.




Dermis

Terdiri atas 2 lapisan yang tidak begitu jelas batasnya, yaitu :

1. Stratum papilare
Merupakan lapisan tipis jaringan pengikat di bawah epidermis yang membentuk papilla corii.
Jaringan tersebut terdiri atas sel – sel yang terdapat pada jaringan pengikat longgar dengan
serabut kolagen halus.

2. Stratum reticulare
Lapisan ini terdiri atas jaringan pengikat yang mengandung serabut – serabut kolagen kasar yang
jalannya simpang siur tetapi selalu sejajar dengan permukaan. Di dalamnya selain terdapat sel –
sel jaringan pengikat terdapat pula sel khromatofor yang di dalamnya mangandung butir – butir
pigmen.

Di bawah stratum reticulare terdapat subcutis yang mengandung glandula sudorifera yang akan
bermuara pada epidermis.

KULIT TIPIS

Menutupi seluruh bagian tubuh kecuali vola manus dan planta pedis yang merupakan kulit
tebal.Epidermisnya tipis,sedangkan ketebalan kulitnya tergantung dari daerah di tubuh.
Pada dasarnya memiliki susunan yang sama dengan kulit tebal,hanya terdapat beberapa
perbedaan :
1. Epidermis sangat tipis,terutama stratum spinosum menipis.
2. Stratum granulosum tidak merupakan lapisan yang kontinyu.
3. Tidak terdapat stratum lucidium.
4. Stratum corneum sangat tipis.
5. Papila corii tidak teratur susunannya.
6. Lebih sedikit adanya glandula sudorifera.
7. Terdapat folikel rambut dan glandula sebacea.

Subcutis atau Hypodermis
Merupakan jaringan pengikat longgar sebagai lanjutan dari dermis.
Demikian pula serabut-serabut kolagen dan elastisnya melanjutkan ke dalam dermis.Pada
daerah-daerah tertentu terdapat jaringan lemak yang tebal sampai mencapai 3cm atau
lebih,misalnya pada perut.
Didalam subcutis terdapat anyaman pembuluh dan syaraf.

Nutrisi Kulit
Epidermis tidak mengandung pembuluh darah,hingga nutrisinya diduga berasal dari jaringat
pengikat di bawahnya dengan jalan difusi melui cairan jaringan yang terdapat dalam celah-celah
di antara sel-sel stratum Malphigi.

Struktur halus sel-sel epidermis dan proses keratinisasi

Dengan M.E sel-sel dalam stratum Malphigi banyak mengandung ribosom bebas dan sedikit
granular endoplasmic reticulum.Mitokhondria dan kompleks Golgi sangat jarang.Tonofilamen
yang terhimpun dalam berkas sebagai tonofibril didalam sel daerah basal masih tidak begitu pada
susunannya.

Di dalam stratum spinosum lapisan teratas, terdapat butir-butir yang di sekresikan dan
nembentuk lapisan yang menyelubungi membran sel yang dikenal sebagai butir-butir selubung
membran atau keratinosum dan mengandung enzim fosfatase asam di duga terlibat dalam
pengelupasan stratum corneum.

Sel-sel yang menyusun stratum granulosum berbeda dalam selain dalam bentuknya juga karena
didalam sitoplasmanya terdapat butir-butir sebesar 1-5 mikron di antara berkas tonofilamen,yang
sesuai dengan butir-butir keratohialin dalam sediaan dasar.
Sel-sel dalam stratum lucidium tampak lebih panjang,inti dan organelanya sudah hilang, dan
keratohialin sudah tidak tampak lagi. Sel-sel epidermis yang terdorong ke atas akan kehilangan
bentuk tonjolan tetapi tetap memiliki desmosom.

Sistem pigmentasi atau melanosit

Warna kulit sebagai hasil dari 3 komponen :
a. Kuning disebabkan karena karoten
b. Biru kemerah-merahan karena oksihemoglobin
c. Coklat sampai hitam karena melanin.

Hanya melanin yang dibentuk di kulit.
Melanin mempunyai tonjolan-tonjolan yang terdapat di stratum Malphigi yang dinamakan
melanosit.Melanosit terdapat pada perbatasan epidermis-epidermis dengan tonjolan-tonjolan
sitoplasmatis yang berisi butir-butir ,melanin menjalar di antara sel Malphigi.melanosit tidak
mamiliki desmosom dengan sel-sel Malphigi.
Jumlah melanosit pada beberapa tempat berlipat seperti misalnya di dapat pada genital,mulut,dan
sebagainya.
Warna kulit manusia tergantung dari jumlah pigmen yang dihasilkan oleh melanosit dan jumlah
yang di pindahkan ke keratinosit.
Butir-butir melanin dibentuk dalam bangunan khusus dalam sel yang dinamakan
melanosom.Melanosom berbentuk ovoid dengan ukuran sekitar 0,2-0,6 mikron.
Apabila dalam epidermis tidak ditemukan melanin akan menyebabkan albino.
Melanin di duga berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap pengaruh sinar ultraviolet.
Melanin juga dapat ditemukan pada retina dan dalam melanosit dan melanofor pada dermis.

Sel Langerhans berbentuk bintang terutama ditemukan dalam stratum spinosum dari epidermis.
Sel langerhans merupakan makrofag turunan sumsum tulang yang mampu mengikat, mengolah,
dam menyajikan antigen kepada limfosit T, yang berperan dalam perangsangan sel limfosit T.

Sel Merkel bentuknya mirip dengan keratinosit yang juga memiliki desmosom biasanya terdapat
dalam kulit tebal telapak tangan dan kaki.juga terdapat di daerah dekat anyaman pembuluh darah
dan serabut syaraf. Berfungsi sebagai penerima rangsang sensoris.

Hubungan antara Epidermis dan Dermis
Epidermis melekat erat pada dermis dibawahnya karena beberapa hal:
Adanya papila corii
Adanya tonjolan-tonjolan sel basal kedalam dermis
Serabut-serabut kolagen dalam dermis yang berhubungan erat dengan sel basal epidermis.
Apendiks Kulit

Glandula Sudorifera

bentuk kelenjar keringat ini tubuler simpleks. Banyak terdapat pada kulit tebal terutama pada
telapak tangan dan kaki tiap kelenjar terdiri atas pars sekretoria dan ductus ekskretorius.
- Pars secretoria terdapat pada subcutis dibawah dermis. Bentuk tubuler dengan bergelung-
gelung ujungnya. Tersusun oleh epitel kuboid atau silindris selapis. Kadang-kadang dalam
sitoplasma selnya tampak vakuola dan butir-butir pigmen. Di luar sel epitel tampak sel-sel
fusiform seperti otot-otot polos yang bercabang-cabang dinamakan: sel mio-epitilial yang diduga
dapat berkontraksi untuk membantu pengeluaran keringat kedalam duktus ekskretorius
- Ductus ekskretorius lumennya sempit dan dibentuk oleh epitel kuboid berlapis dua. Kelenjar
keringat ini bersifat merokrin sebagai derivat kelenjar keringat yang bersifat apokrin ialah:
glandula axillaris, glandula circumanale, glandula mammae dan glandula areolaris Montogomery

Glandula Sebacea
Kelenjar ini bermuara pada leher folikel rambut dan sekret yang dihasilkan berlemak (sebum),
yang berguna untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit. Glandula ini bersifat holokrin.
Glandula sebacea biasanya disertai dengan folikel rambut kecuali pada palpebra, papila
mammae, labia minora hanya terdapat glandula sebacea tanpa folikel rambut.




Rambut

Merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis.Rambut
ditemukan diseluruh tubuh kecuali pada telapak tangan, telapak kaki, bibir, glans penis, klitoris
dan labia minora.pertumbuhan rambut pada daerah-daerah tubuh seperti kulit kepala, muka, dan
pubis sangat dipengaruhi tidak saja oleh hormon kelamin-terutama androgen-tetapi juga oleh
hormon adrenal dan hormon tiroid. Setiap rambut berkembang dari sebuah invaginasi epidermal,
yaitu folikel rambut yang selama masa pertumbuhannya mempunyai pelebaran pada ujung
disebut bulbus rambut. Pada dasar bulbus rambut dapat dilihat papila dermis. Papila dermis
mengandung jalinan kapiler yang vital bagi kelangsungan hidup folikel rambut.
Kuku




Kuku adalah lempeng sel epitel berkeratin pada permukaan dorsal setiap falangs distal.
Sebenarnya invaginasi yang terjadi pada kuku tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada
rambut, selanjutnya invaginasi tersebut membelah dan terjadilah sulcus matricis unguis, dan
kemudian sel-sel di daerah ini akan mengadakan proliferasi dan dibagian atas akan menjadi
substansi kuku sebagai keratin keras. Epitel yang terdapat di bawah lempeng kuku disebut nail
bed. Bagian proksimal kuku yang tersembunyi dalam alur kuku adalah akar kuku(radix unguis).
Lempeng kuku yang sesuai dengan stratum korneum kulit, terletak di atas dasar epidermis yang
disebut dasar kuku. Pada dasar kuku ini hanya terdapat stratum basale dan stratum spinosum.
Stratum ujung kuku yang melipat di atas pangkal kuku disebut sponychium, sedangkan di bawah
ujung bebas kuku terdapat penebalan stratum corneum membentuk hyponychium.


Macam–macam Keratin

Di dalam kulit serta apendiksnya terdapat dua macam keratin, yaitu keratin lunak dan keratin
keras. Keratin lunak selain terdapat pada folikel rambut juga terdapat di permukaan kulit. Keratin
lunak dapat diikuti terjadinya pada epidermis yang dimulai dari stratum granulosum dengan
butir-butir keratohyalinnya, kemudian sel-sel menjadi jernih pada stratum lucidum dan
selanjutnya menjadi stratum korneum yang dapat dilepaskan. Sedangkan keratin keras terdapat
pada cuticula, cortex rambut dan kuku. Keratin keras dapat diikuti terjadinya mulai dari sel-sel
epidermis yang mengalami perubahan sedikit demi sedikit dan akhirnya berubah menjadi keratin
keras yang lebih homogen. Keratin keras juga lebih padat dan tidak dilepaskan, serta tidak begitu
reaktif dan mengandung lebih banyak sulfur.

Regenerasi Kulit

Dalam regenerasi ini ada 3 lapisan yang diperhitungkan, yaitu epidermis, dermis dan subcutis.
Regenerasi kulit dipengaruhi juga oleh faktor usia, dimana semakin muda, semakin bagus
regenerasinya.
sistem integumen dan termogelasi

Kata ini berasal dari bahasa latin "integumentum", yang berarti "penutup“
Organ terbesar tubuh
Sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi terhadap lingkungan sekitarnya
Terdiri atas : kulit, rambut, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat)


Perlindungan kerusakan fisik
Mencegah dehidrasi
Penerima rangsangan luar (sensori)
Menyimpan lemak
Sintesis Vitamin D
Menghasilkan bau dan penyamaran
Pengaturan suhu/ homeostasis
Alat ekskresi
Penentu identitas
Komunikasi - emosi

Perlindungan kerusakan fisik
Mencegah dehidrasi
Penerima rangsangan luar (sensori)
Menyimpan lemak
Sintesis Vitamin D
Menghasilkan bau dan penyamaranEpidermis
Dermis
Hipodermis


Pengaturan suhu/ homeostasis
Alat ekskresi
Penentu identitas
Komunikasi - emosi
Lapisan kulit terluar yg tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi
Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-
sel baru (mitosis)
Lapisan tanduk berfungsi mencegah hilangnya air dari tubuh dan melindungi epidermis dari
iritan dan mikroorganisme penyebab infeksi

Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum
Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar
Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, menggantikan lapisan sel-
sel pada lapisan korneum
Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit dan melindungi
kulit dari sinar UV
Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung syaraf, kelenjar keringat, dan
kelenjar minyak
Reseptor yang terdapat dalam dermis ialah:
Reseptor sentuhan
Reseptor suhu atau termoreseptor
Reseptor tekanan
Kelenjar yang terdapat dalam dermis ialah:
Kelenjar keringat
Kelenjar sebum



Eccrine sweat glands atau kelenjar keringat mengatur penguapan untuk mendinginkan tubuh saat
suhu lingkungan meningkat yang kita kenal dengan keringat dan membuang sisa metolisme
tubuh sebagian besar terdiri dari garam dan urea

Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di
kulit melebar memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme keringat keluar ke
permukaan kulit dengan cara penguapan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak
merasakan panas lagi
Saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit
menyempit darah tidak membuang sisa metabolisme dan air penguapan sangat berkurang,
sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan
Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus.

Terdapat 2 jenis kelenjar keringat :
Ekrin
Bermuara langsung ke permukaan kulit dan tersebar di seluruh permukaan kulit,terutama tangan,
kaki dan dahi
Berfungsi sbg pendingin tubuh lewat evaporasi panas
Apokrin
Banyak terdapat di aksila,pubis,anus
Mengeluarkan keringat ke dlm folikel rambut
Apabila dipengaruhi bakteri,mk sekresi kel apokrin menimbulkan bau keringat yg khas
Kelenjar sebaceous menghasilkan sebum, zat semacam lilin, asam lemak atau trigliserida
bertujuan untuk melumasi permukaan kulit dikeluarkan melalui folikel rambut yang mengandung
banyak lipid

Pembuluh darah
Dilapisan dermis sangat kaya dengan pembuluh darah yang memberi nutrisi penting untuk kulit,
baik vitamin, oksigen maupun zat-zat penting lainnya untuk metabolisme sel kulit, selain itu
pembuluh darah juga bertugas mengatur suhu tubuh melalui mekanisme proses pelebaran atau
dilatasi pembuluh darah

Syaraf nyeri dan reseptor sentuh
Syaraf-syaraf yamg membuat kita peka dan dapat merasakan nyeri atau sakit bila ada sesuatu
yang mencederai kulit juga syaraf-syaraf yang berfungsi memberi rasa sentuhan pada kita
sehingga kita dapat merasakan panas, dingin, meraba benda dan lain-lain.
LAPISAN SUBCUTIS Merupakan lapisan dibawah dermis yang tersusun dari sel kolagen dan
lemak tebal untuk menyekat panas sehingga kita dapat beradaptasi dengan perubahan temperatur
luar tubuh kita karena perubahan cuaca, selain itu juga lapisan subcutis dapat menyimpan
cadangan nutrisi bagi kulit.


RAMBUT DAN KUKU
Kuku adl lempeng berkeratin yg tumbuh dijari tangan dan kaki yg berfungsi u/ melindungi
bagian ujung jari
Rambut adl keratin yang mengeras yg tumbuh dg kecepatan berbeda2
Rambut tumbuh sebagai folikel di sauatu saluran dermis
Suhu tubuh yaitu keseimbangan antara panas yg diproduksi dg panas yg hilang dr tubuh
Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat
Untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal maka diperlukan regulasi suhu tubuh
Pusat pengatur panas dalam tubuh yaitu hipothalamus (terletak di bawah otak)
Hipotalamus anterior : pelepasan panas
Hipotalamus posterior : penyimpanan panas
CSuhu tubuh normal (WHO) : 36,5-37,5
1. Basal Metabolisme Rate (BMR)
BMR naik produksi panas naik suhu tubuh naik
2. Aktivitas otot
Menggigil dpt produksi panas 5x
3. Termogenesis kimia
mel sirkulasi norepineprin-eprineprin akan mempengaruhi hati dan otot
4. Peningkatan hormon tiroksin
Dingin pelepasan faktor releasing pengeluaran tiroksin
metabolisme me
5. Demam
C suhu tbhSetiap peningkatan 1
12% peningkatan reaksi kimia
6. Hormon kelamin
Hormon kelamin pria akan kecepatan matabolisme basal 15-20% dr normal
C diatas sh basal)Pada wanita lebih berfluktuasi karena dipengaruhi o/ hormon progesteron yg
terjadi saat ovulasi (0,3-0,6
7. Status gizi
Malnutrisi ckp lama dpt kecepatan metabolisme 20-30% hipotermi
Lapisan lemak sedikit
8. Hormon pertumbuhan
Meningkatkan kacepatan metabolisme sebesar 15-20% peningkatan panas
9. Gangguan organ
Trauma,keganasan,adanya zat pirogen, jumlah kelenjar keringat yg sedikit dpt menyebabkan
fluktuasi suhu tubuh
10. Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang
atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin
Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia
Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.
Suhu tubuh inti (core temperature) : suhu tubuh yg berada pd jaringan dalam
(kranial,thoraks,rongga abdomen,rongga pelvis)
Suhu tubuh permukaan (surface temperature): suhu tubuh yg berada pada permukaan (kulit,
subcutan,lemak)
Mekanisme umpan balik (feedback)
Terjadi apabila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh utk mempertahankan suhu
(set point)
Bila suhu mk hipotalamus akan melakukan upaya utk mempertahankan suhu dg cr menurunkan
produksi pns dan mengeluarkan panas

1. Vasodilatasi (pelebaran p.d)
Terjadi pd semua p.d perifer tubuh akibat efek kerja dr hipotalamus yg menghambat
vasokonstriksi p.d
Memungkinkan terjadinya pemindahan panas dari tbh ke kulit hingga 8x lipat lbh banyak

2. Berkeringat
Pengeluaran keringat mrp akibat dari peningkatan sh tubuh yg melewati ambang kritis
Dirangsang o/ pengeluaran impuls di area preoptik anterior serta akibat perangsangan epineprin-
norepineprin
3. Penurunan pembentukan panas
Menggigil dan termogenesis kimia akan dihambat


1. Vasokonstriksi
Akibat rangsangan dr pusat simpatis hipotalamus anterior
2. Piloereksi
Rangsangan simpatis akan menyebabkan otot erektor pili yg melekat pd folikel rambut, berdiri
Berfungsi sebagai isolator panas thd lingkungan
Umumnya pada hewan tingkat rendah
Radiasi
Pemindahan panas dr permukaan suatu objek ke permukaan objek lain tanpa kontak diantara
keduanya
Contoh : seseorang yang berdiri didepan kulkas yg terbuka
2. Konduksi
Pemindahan panas dr permukaan suatu objek ke permukaan objek lain dengan disertai kontak
diantara keduanya


Contoh : Seseorang akan kehilangan panas tubuh bila ia berendam dalam air dingin selama
waktu tertentu
3. Konveksi
Kehilangan panas tubuh yang terjadi karena pergerakan udara
Contoh : Udara akan terasa dingin saat kita membuka pintu rumah
4. Evaporasi
Terjadi melalui pernapasan dan prespirasi kulit




AsKep Integumen Disorder


Definisi Decubitus
Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan dibawah kulit, bahkan menembus
otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus
sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.
Dekubitus atau luka tekan adalah kerusakan jaringan yang terlokalisir yang disebabkan karena
adanya kompressi jaringan yang lunak diatas tulang yang menonjol (bony prominence) dan
adanya tekanan dari luar dalam jangka waktu yang lama. Kompressi jaringan akan menyebabkan
gangguan pada suplai darah pada daerah yang tertekan. Apabila ini berlangsung lama, hal ini
dapat menyebabkan insufisiensi aliran darah, anoksia atau iskemi jaringan dan akhirnya dapat
mengakibatkan kematian sel
Informasi:
Luka tekan (pressure ulcer) atau dekubitus merupakan masalah serius yang sering tejadi pada
pasien yang mengalami gangguan mobilitas, seperti pasien stroke, injuri tulang belakang atau
penyakit degeneratif. Istilah dekubitus sebenarnya kurang tepat dipakai untuk menggambarkan
luka tekan karena asal kata dekubitus adalah decumbere yang artinya berbaring. Ini diartikan
bahwa luka tekan hanya berkembang pada pasien yang dalam keadaan berbaring. Padahal
sebenarnya luka tekan tidak hanya berkembang pada pasien yang berbaring, tapi juga dapat
terjadi pada pasien yang menggunakan kursi roda atau prostesi. Oleh karena itu istilah dekubitus
sekarang ini jarang digunakan di literatur literatur untuk menggambarkan istilah luka tekan.
Etiology
· Faktor intrinsik: penuaan (regenerasi sel lemah), Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti
DM, Status gizi, underweight atau kebalikannya overweight, Anemia, Hipoalbuminemia,
Penyakit-penyakit neurologik dan penyakit-penyakit yang merusak pembuluh darah, Keadaan
hidrasi/cairan tubuh.
· Faktor Ekstrinsik:Kebersihan tempat tidur, alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan
medik yang menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu, Duduk yang buruk,
Posisi yang tidak tepat, Perubahan posisi yang kurang.
Tanda dan Gejala, stadium dan komplikasi
1. Stadium Satu

   1. Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Apabila dibandingkan dengan kulit
      yang normal, maka akan tampak salah satu tanda sebagai berikut: perubahan temperatur
      kulit (lebih dingin atau lebih hangat)
   2. Perubahan konsistensi jaringan (lebih keras atau lunak)
   3. Perubahan sensasi (gatal atau nyeri)
   4. Pada orang yang berkulit putih, luka mungkin kelihatan sebagai kemerahan yang
      menetap. Sedangkan pada yang berkulit gelap, luka akan kelihatan sebagai warna merah
      yang menetap, biru atau ungu.

2. Stadium Dua
Hilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis, atau keduanya. Cirinya adalah
lukanya superficial, abrasi, melempuh, atau membentuk lubang yang dangkal.
3. Stadium Tiga
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap, meliputi kerusakan atau nekrosis dari jaringn subkutan
atau lebih dalam, tapi tidak sampai pada fascia. Luka terlihat seperti lubang yang dalam
4. Stadium Empat
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yang luas, nekrosis jaringan, kerusakan
pada otot, tulang atau tendon. Adanya lubang yang dalam serta saluran sinus juga termasuk
dalam stadium IV dari luka tekan.
Faktor resiko
1. Mobilitas dan aktivitas
2. Penurunan sensori persepsi
3. Kelembapan
4. Tenaga yang merobek (shear)
5. Pergesekan ( friction)
6. Nutrisi
7. Usia
8. Tekanan arteriolar yang rendah
9. Stress emosional
10. Merokok
11. Temperatur kulit
Patofisiologi
immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif dan berbaring (lebih dari 2 jam),tekanan
daerah sakrum akan mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg (normal:
tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg),iskemik,nokrosis jaringan kulit
· selain faktor tegangan, ada faktor lain yaitu: Faktor teregangnya kulit misalnya gerakan
meluncur ke bawah pada penderita dengan posisi dengan setengah berbaring
· Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan alas tempat tidur,
sehingga seakan-akan kulit “tertinggal” dari area tubuh lainnya.
Pencegahan dan Intervensi awal pasien ulkus dekubitus:
a. Kaji resiko individu terhadap kejadian luka tekan
b. Pengkajian resiko luka tekan seharusnya dilakukan pada saat pasien memasuki RS dan diulang
dengan pola yang teratur atau ketika ada perubahan yang signifikan pada pasien, seperti
pembedahan atau penurunan status kesehatan (Beberapa instrumen pengkajian resiko dapat
digunakan untuk mengetahui skor resiko.
c. Identifikasi kelompok kelompok yang beresiko tinggi terhadap kejadian luka tekan. Orangtua
dengan usia lebih dari 60 tahun, bayi dan neonatal, pasien injuri tulang belakang adalah
kelompok yang mempunyai resiko tinggi terhadap kejadian luka tekan
d. Kaji keadaan kulit secara teratur (Pengkajian kulit setidaknya sehari sekali, Kaji semua daerah
diatas tulang yang menonjol setidaknya sehari sekali, Kulit yang kemerahan dan daerah diatas
tulang yang menonjol seharusnya tidak dipijat karena pijatan yang keras dapat mengganggu
perfusi ke jaringan)
e. Kaji status mobilitas
f. Minimalkan terjadinya tekanan
g. Kaji dan minimalkan terhadap pergesekan (friction)dan tenaga yang merobek (shear).
h. Kajilah inkontinensia
i. Kaji status nutrisi
j. Kaji dan monitor luka tekan pada setiap penggantian balutan luka
k. Kajilah faktor yang menunda status penyembuhan
l. Evaluasi penyembuhan luka
m. Kajilah komplikasi yang potensial terjadi karena luka tekan seperti abses, osteomielitis,
bakteremia, fistula
n. Berilah pasien edukasi berupa penyebab dan faktor resiko untuk luka tekan dan cara cara
untuk meminimalkan luka tekan
Klasifikasi dan stadium ulkus dekubitus
Klasifikasi atau tipe:
Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk penyembuhan dari suatu ulkus dekubitus dan
perbedaan temperatur dari ulkus dengan kulit sekitarnya, dekubitus dapat dibagi menjadi tiga:
1. Tipe normal
Mempunyai beda temperatur sampai dibawah lebih kurang 2,5oC dibandingkan kulit sekitarnya
dan akan sembuh dalam perawatan sekitar 6 minggu. Ulkus ini terjadi karena iskemia jaringan
setempat akibat tekanan, tetapi aliran darah dan pembuluh-pembuluh darah sebenarnya baik.
2. Tipe arterioskelerosis
Mempunyai beda temperatur kurang dari 1oC antara daerah ulkus dengan kulit sekitarnya.
Keadaan ini menunjukkan gangguan aliran darah akibat penyakit pada pembuluh darah
(arterisklerotik) ikut perperan untuk terjadinya dekubitus disamping faktor tekanan. Dengan
perawatan, ulkus ini diharapkan sembuh dalam 16 minggu.
3. Tipe terminal
Terjadi pada penderita yang akan meninggal dunia dan tidak akan sembuh.
Stadium:
1. Dekubitus derajat I
Dengan reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis
2. Dekubitus derajat II
Dimana sudah terjadi ulkus yang dangkal
3. Dekubitus derajat III
Dengan ulkus yang sudah dalam, menggaung sampai pada bungkus otot dan sering sudah ada
infeksi
4. Dekubitus derajat IV
Dengan perluasan ulkus sampai pada dasar tulang dan sering pula diserta jaringan nekrotik;
Proses penyembuhan luka
Prinsip-prinsip Perawatan Luka :
Ada dua prinsip utama dalam perawatan luka. Prinsip pertama menyangkut
pembersihan/pencucian luka. Luka kering (tidak mengeluarkan cairan) dibersihkan dengan
teknik swabbing, yaitu ditekan dan digosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain
bersih yang dibasahi dengan air steril atau NaCl 0,9 %.
Sedang luka basah dan mudah berdarah dibersihkan dengan teknik irrigasi, yaitu disemprot
lembut dengan air steril (kalau tidak ada bisa diganti air matang) atau NaCl 0,9 %. Jika
memungkinkan bisa direndam selama 10 menit dalam larutan kalium permanganat (PK)
1:10.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air), atau dikompres larutan kalium
permanganat 1:10.000 atau rivanol 1:1000 menggunakan kain kasa.
Cairan antiseptik sebaiknya tidak digunakan, kecuali jika terdapat infeksi, karena dapat merusak
fibriblast yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka, menimbulkan alergi, bahkan
menimbulkan luka di kulit sekitarnya. Jika dibutuhkan antiseptik, yang cukup aman adalah
feracrylum 1% karena tidak menimbulkan bekas warna, bau, dan tidak menimbulkan reaksi
alergi.

Konsep Asuhan Keperawatan
Pengkajian (Assessment)
Identitas pasien dan keluarga, pola sensori, pemeriksaan fisik (status kesehatan umum,
pemeriksaan head to toe, pemeriksaan penunjang), pemeriksaan tanda-tanda fital dan riwayat
penggunaan obat-obatan
Diagnosa (masalah keperawatan)
Imobilitas b/d dekubitus (luka tekan)
Resiko infeksi b/d incontinensia
Aktual infeksi, sepsis b/d adanya infeksi (dekubitus)
Gangguan perfusi jaringan
Interfensi dan Implementasi (Perencanaan Tindakan Keperawatan)
Dapat dilaksanakan penuh pada masing-masing diagnosa keperawatan. Meliputi: monitor tanda-
tanda vital, monitor input-output, monitor kesadaran, monitor hipoglikemi, obserfasi tanda
infeksi, lakukan teknik aseptik perawatan kulit, jelaskan tentang penyebab, komplikasi dan
pengobatan atau terapi decubitus. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi obat-
obatan.
Evaluasi
Keefektifan tindakan, peran anggota keluarga untuk membantu mobilisasi pasien, kepatuhan
pengobatan dan mengefaluasi masalah baru yang kemungkinan muncul.


ANATOMI DAN KULIT

http://dokterrosfanty.blogspot.com/2009/08/anatomi-dan-fisiologi-kulit.html

SISTEM INTEGUMENT

CIRI-CIRI KULIT

      Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan.
      Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.
      Luas : 1,50 – 1,75 m.
      Tebal rata – rata : 1,22mm.
      Daerah yang paling tebal (66 mm), pada telapak tangan dan telapak kaki dan paling tipis
       (0,5 mm) pada daerah penis.
ANATOMI KULIT

KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN:




1. EPIDERMIS
Terbagi atas 5 lapisan:
keterangan:
A = melanocyt
B = Langerhans cell
C = Merkels cell
D = nervända
1 = stratum corneum
2 = stratum granulosum
3 = stratum spinosum
4 = stratum basale
5 = basalmembran
a. Stratum korneum / Lapisan tanduk

      Terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati dan tidak berinti
      Protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk).

b. Stratum Lusidum

      Lapisan sel gepeng tanpa inti
      protoplasma berubah menjadi protein (eleidin)
      Biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan.
      Tidak tampak pada kulit tipis.

c. Stratum granulosum / Lapisan Granular

      Merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng
      Sitoplasma berbutir kasar yang terdiri atas keratohialin dan terdapat inti diantaranya
      Mukosa tidak mempunyai lapisan ini

d. Stratum spinosum / lapisan Malphigi

      Lapisan epidermis yang paling tebal.
      Terdiri dari sel polygonal, besarnya berbeda-beda karena ada proses mitosis
      Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen dan inti terletak ditengah
      terdapat jembatan antarsel (intecelluler bridges) yg tdd: protoplasma dan tonofibril
      Perlekatan antar jembatan membentuk nodulus Bizzozero
      Terdapat juga sel langerhans yang berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.
       Seperti ditunjukan dibawah.



e. Stratum basale

      Terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.
      Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade.
      Lapisan terbawah dari epidermis.
      Mengadakan mitosis dan berfungsi reproduktif
      Terdapat melanosit (clear cell) yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin
       melindungi kulit dari sinar matahari. Dengan sitoplasma yang basofilik dan inti gelap,
       mengandung butir pigmen (melanosomes)
Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang
membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:

   1. Mengusir mikroorganisme patogen.
   2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
   3. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.

Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Epidermis akan bertambah tebal jika
bagian tersebut sering digunakan. Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge
yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang
disebut fingers prints.

2. DERMIS ( korium)
merupakan lapisan dibawah epidermis.
Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:
(1) Pars papilare

      Bagian yang menonjol ke epidermis
      Berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah
(2) Pars retikulare

      Bagian yang menonjol ke subkutan
      terdiri atas: serabut-serabut penunjang (kolagen, elastin, retikulin), matiks (cairan kental
       asam hialuronat dan kondroitin sulfat serta fibroblas)
      terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen dan retikularis yang terdapat banyak
       p. darah , limfe, akar rambut, kelenjar kerngat dan k. sebaseus.

3. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS

      Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya.
      pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah dan getah bening

Sel lemak

      sel lemak dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa
      Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak.
       Disebut juga panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan makanan
      Berfungsi juga sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang.
       Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.Sebagai bantalan
       terhadap trauma. Tempat penumpukan energi.

Vaskularisasi
dikulit diatur oleh 2 pleksus:

      Pleksus superfisialis
      Pleksus profunda


ADNEKSA KULIT

KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT




1. Kelenjar keringat (glandula sudorifera)
Terdapat di lapisan dermis
Diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
a. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.
Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.
Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik. Pengeluaran keringat pada tangan,
kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b. kelenjar Apokrin.
Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut.
Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus
haid.
Kelenjar Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri
menghasilkan bau khas pada aksila.
Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. seruminosa yang
menghasilkan serumen(wax).

2. Kelenjar Sebasea
Berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut
yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.




KUKU




Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal.
Bagian kuku terdiri dari:

      Matriks kuku: merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru
      Dinding kuku (nail wall): merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir
       dan atas
      Dasar kuku (nail bed): merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku
      Alur kuku (nail grove): merupakan celah antar dinding dan dasar kuku
      Akar kuku (nail root): merupakan bagian proksimal kuku
      Lempeng kuku (nail plate): merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding
       kuku
      Lunula: merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku
       berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit
      Eponikium (kutikula): merupakan dinding kuku bagian proksima, kulit arinya menutupi
       bagian permukaan lempeng kuku
      Hiponikium: merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge)
       menebal

Pertumbuhan rata- rata 1 mm / minggu. Pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku
kaki: 12- 18 bulan.

RAMBUT
Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari
tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Terdapat 2 jenis rambut :
a. Rambut terminal (dapat panjang dan pendek.)
b. Rambut velus (pendek, halus dan lembut).


     Penampang rambut terdiri atas:
1. Kutikula: terdiri atas lapisan keratin
2. Korteks: terdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling berdekatan. lapisan ini
mengandung pigmen
3. Medula: terdiri atas 3-4 lapis sel kubus yang berisi keratohialin, badan lemak, dan rongga
udara. rambut velus tidak mempunyai medula
Fungsi rambut

   1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak
      mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
   2. menyarig udara.
   3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu,
   4. pendorong penguapan kerngat dan
   5. indera peraba yang sensitive.

Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin )
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.

Terdapat 3 fase :
1. fase pertumbuhan (Anagen)
sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel lebih tua ke atas.
Aktivitas ini lamanya 2-6 tahun
90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu
saat.
2. Fase Peralihan (Katagen)
Masa peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut. Bagian tengah akar
rambut menyempit dan bagian di bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga
terbentuk gada (club).
berlangsung 2-3 minggu

3. Fase Istirahat(Telogen)
Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan
50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.
Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, dsbt Piloereksi.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin .
Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah, janggut,
kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H. Androgen.
Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh kondisis Endokrin.
Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing(wanita).

Sumber: buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI


PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT

1. BIOPSI KULIT.
Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan
scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan.
INDIKASI
Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan warna dan bentuk yang
tidak lazim.
Pembentukan lepuh.

2. PATCH TEST
Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus (
exclusive putches )
INDKASI
Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal- gatal. Reaksi + lemah.
Blister yang halus, papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang.
Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat.

Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test.
Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan.
Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester
berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan jumlah ynag bervariasi.( 20 – 30
buah.)
Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat plester masih menempel.
Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit.
2- 3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.

3. PENGEROKAN KULIT.
Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang
sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil
kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.

4. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD).
Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan
cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang
gelap, digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan
hiperpigmentasi.

5. APUS TZANCK.
Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan.
INDIKASI
Herpes zoster,varisella, herpes simplek dan semua bentuk pemfigus.
Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:50043
posted:10/24/2010
language:Malay
pages:37
Description: ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN (KULIT)
About Lecturer Staff at STIKES BINA SEHAT PPNI Mojokerto Nursing Academy Visit My Prsonal Blog : http://www.nursing.web.id