Docstoc

KONSEP KOMUNIKASI

Document Sample
KONSEP KOMUNIKASI Powered By Docstoc
					                                    BAB II
                              PEMBAHASAN


                      JENIS/BENTUK KOMUNIKASI




1. Komunikasi Asertif
   Berkomunikasi adalah hal penting yang harus kita lakukan kapan dan dimana
saja. Banyak cara berkomunikasi yang dipilih untuk dilakukan masing- masing
orang. Salah satunya adalah berkomunikasi dengan cara asertif.

   Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang
diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap
menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap
asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam
mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa
ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak
lainnya.

   Komunikasi Asertif adalah komunikasi yang terbuka, menghargai diri sendiri
dan orang lain. Komunikasi assertive tidak menaruh perhatian hanya pada hasil
akhir tapi juga hubungan perasaan antar manusia.

   Tujuan cara berkomunikasi asertif adalah membina hubungan tanpa
melakukan penolakan terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, asertifitas
bukan strategi untuk semata-mata kepentingan diri sendiri, namun strategi ini
memungkinkan anda menyadari bahwa andalah penentu perilaku anda sendiri dan
anda dapat memutuskan apa yang anda lakukan atau tidak. Kita juga menyadari
kondisi yang sama yang dihadapi orang lain dan tidak berusaha me ngendalikan
mereka.
   Bila kita asertif, maka kita bisa mengungkapkan preferences kita mengenai
perilaku pihak lain. Kita dapat meminta pihak lain untuk melakukan sesuatu bagi
kita atau melakukan suatu pekerjaan namun kita juga sadar apakah mereka akan
lakukan atau tidak terserah mereka. Skil asertif ini sulit dipelajari karena banyak
dari kita tumbuh tanpa menggunakannya dan seringkali tidak sesuai dengan
keinginan kita, karena terkadang kita mendorong orang lain untuk melakukan apa
yang ingin kita lakukan dan karena terkadang kita takut akan konflik.

       Ciri-ciri Komunikasi Asertif adalah:
          a. Terbuka dan jujur terhadap pendapat diri dan orang lain
          b. Mendengarkan pendapat orang lain dan memahami
          c. Menyatakan pendapat pribadi tanpa mengorbankan perasaan
               orang lain
          d. Mencari solusi bersama dan keputusan
          e. Menghargai diri sendiri dan orang lain, mengatasi konflik
          f.   Menyatakan perasaan pribadi, jujur tetapi hati- hati
          g. Mempertahankan hak diri

       Keuntungan dengan berkomunikasi asertif:
          a. Meningkatkan self esteem dan percaya diri dalam mengekspresikan
               diri sendiri
          b. Dapat berhubungan dengan orang lain dengan konflik,
               kekhawatiran dan penolakan yang lebih sedikit
          c. Dapat bernegosiasi lebih produktif dengan orang lain
          d. Membuat kita lebih relax, karena kita tahu bahwa kita hampir bisa
               mengatasi semua situasi dengan baik
          e. Membantu kita fokus pada kondisi saat ini,daripada terlalu
               memperhatikan hal yang terjadi di masa lampau atau masa depan
          f.   Kita dapat mempertahankan “penghargaan terhadap diri sendiri”
               tanpa mengacuhkan pihak lain dan ini dapat membangun
               penghargaan terhadap diri kita dari pihak lain
          g. Meningkatkan hubungan antar manusia pada pekerjaan dan
               mengurangi kesalahpahaman
  h. Meningkatkan keyakinan diri dengan mengurangi godaan untuk
       menyesuaikan diri dengan standar orang lain dan keinginan
       mendapat persetujuan mereka
  i.   Membiarkan orang lain menjalankan hidupnya dengan hasil yang
       mereka pilih, tanpa kita berusaha mengontrol mereka sehingga
       mengurangi ketegangan yang mungkin timbul
  j.   Merupakan satu-satunya strategi yang memperkaya hubungan kita
       dengan orang lain

Hambatan yang didapat saat mencoba untuk assertive:
  a. Tindakan dan cara berpikir negatif yg membatasi peluang anda
  b. Conflict - Takut menghadapi konflik sehingga menghindari
       tanggapan assertif dalam situasi yang menentukan
  c. Keterampilan komunikasi - Ketidakmampuan menanggapi berbagai
       situasi mengakibatkan emosi, pikirkan dan kecemasan yang negatif
  d. Tradition, education sewaktu kita masih anak-anak

Unsur-unsur dalam komunikasi assertive:
  1.   Terbuka dan jelas - upayakan kamu mengkomunikasikan secara
       jelas dan spesifik. Misalnya: "saya kurang suka ini" , "Hm….saya
       menyukai rencana itu, hanya saja mungkin ada beberapa bagian
       yang bisa ditingkatkan (bahasa halus dari diperbaiki)", "saya punya
       pendapat yang berbeda yaitu…."
  2.   Langsung –     Berbicara langsung dengan orangnya,          jangan
       membawa masalah ke orang lain yang tidak berhubungan.
  3.   Jujur – agar orang percaya kepada kamu
  4.   Tepat dalam bersikap, pastikan memperhitungkan nilai social
       dalam berbicara. Terang-terangan mengajak kencan seorang wanita
       pada saat dia sedang di pesta pernikahannya tentu saja akan
       membawamu dalam masalah.
  5.   Tanyakan    umpan balik.      "Apakah sudah jelas? Atau ada
       pertanyaan?". Menanyakan umpan balik menjadi bukti bahwa
       kamu lebih mengutarakan pendapat daripada perintah.
Ada 3 langkah untuk menjadi Assertive
  1. Jadilah pendengar aktif, dan pastikan kamu menunjukan kepada
     mereka kalau kamu mendengarkan dan paham (misalnya dengan
     membuat kontak mata). Jangan memanfaatkan waktu mendengar
     untuk mempersiapkan serangan balik.
  2. Katakanlah apa yang sedang kamu pikirkan dan rasakan. Jangan
     terlalu memaksa ataupun terlalu meminta maaf. Pada saat berbicara
     perhatikan body language kamu, pastikan postur tubuhsesuai
     (seperti berdiri tegak) membuat kontak mata, ekspresi wajah yang
     sesuai, dan berbicara cukup keras untuk didengar. Nada suara
     jangan monoton agar orang lain mudah mengikuti- mu dan tidak
     merasa terganggu atau bosan.
  3. Katakanlah apa yang kamu harapkan. Upayakan untuk berani
     mengatakan ya dan tidak saat kita inginkan, berani membuat sebuah
     permintaan, dan mengkomunikasi perasaan kita dengan cara terbuka
     dan langsung. Kita harus belajar untuk mengadaptasikan sifat kita
     pada beragam situasi kerja, menjaga jaringan pertemanan, dan
     membangun hubungan yang dekat.

     Saat membuat pernyataan (langkah 2 dan langkah 3), pastikan:
          1. Menggunakan pernyataan saya (statement) dan bukan Anda
             atau
             orang Lain
          2. Spesifik dan jangan umum
          3. Mengekspresikan perasaan dan opini Anda (bertanggung
             jawab)
          4. Tidak menilai orang lain saat tidak diperlukan (menilai
             bukan untuk tujuan konstruktif)
          5. Tidak memperluas / membesar-besarkan masalah
2. Komunikasi Agresif
   Komunikasi ini dapat mengurangi hak orang lain dan cenderung untuk
merendahkan      /mengendalikan/menghukum       orang   lain.   Komunikasi    ini
menenggelamkan hak orang lain. Contoh komunikasi agresif : "Lakukan saja!".

       Ciri-cirinya komunikasi agresif adalah :
           a. Ingin kemauan dan pendapatnya diikuti
           b. Memaksa orang untuk melakukan hal- hal yang tidak ingin
                dilakukan
           c. Keras dan bermusuhan
           d. Menyerang secara fisik atau verbal
           e. Interupsi
           f.   Intimidasi
           g. Ingin menang dengan segala cara
           h. Suka memakai kambing hitam
           i.   Suka memakai figur "Big Boss"

       Komunikasi agresif memiliki satu buah sub yaitu Komunikasi Agresif
tidak Langsung yang berupaya untuk memaksa orang lain melakukan hal yang
kita kehendaki tetapi mereka tidak menghendakinya. Istilah "pisau dibalik topeng
senyuman" mungkin cocok dengan komunikasi agresif tidak langsung karena
cara-cara mereka umumnya sopan, tenang, manipulative/menjebak, merendahkan
orang lain, dan sabotase.

       Orang yang melakukan aggressive communication mungkin pada awalnya
merasa puas, menang/superior dan cenderung untuk mengulangi tindakannya.
Tetapi untuk jangka panjangnya mereka dapat merasa bersalah (saat memikirkan
tindakannya), malu, dan ditinggalkan teman. Pada akhirnya akan terus
menyalahkan orang lain atau system. Balas dendam mungkin dapat dilakukan
oleh orang lain yang sebelumnya disudutkan.
Gaya Komunikasi dengan Orang Agresif
       Orang dengan tipe agresif ternyata merupakan orang yang sangat
menekan dan merupakan pendengar yang buruk. Mereka selain bukan
seorang penyabar melainkan pemarah dan penguasa atas orang lain,
mereka juga merupakan orang yang sangat buruk ketika berkomunikasi
dengan pihak lain karena kata-kata atau kalimat yang mereka gunakan.
       Pernyataan mereka kerap membuat kuping orang lain merah dan
dalam jangka panjang dapat menghilangkan kesabaran dan toleransi orang
lain. Untuk itu, guna menghadapi orang yang demikian, hal- hal berikut
dapat dijadikan pedoman agar komunikasi yang dilakukan dapat memetik
hasil yang lebih baik:
1. Biarkan mereka bicara sepuasnya. Waktu harus disediakan lebih
   banyak jika menghadapi orang seperti ini karena tidak mudah untuk
   menyampaikan pesan kepada mereka yang merasa lebih tahu daripada
   kita.
2. Tanggapi apa yang mereka sampaikan seperlunya. Jangan berlebihan
   karena hal ini akan membuat mereka semakin bersemangat berbicara
   karena merasa mendapat dukungan dan feedback positif.
3. Jangan serang pandangan mereka. Yang bisa dilakukan adalah kita
   tidak melakukan persetujuan terhadap sesuatu yang tidak benar.
4. Di antara celah-celah pembicaraan orang tersebut, pujilah apa yang
   tengah disampaikan dan selipkanlah pesan Anda secara halus,
   misalnya, "Pandangan dan wawasan yang begitu luar biasa yang
   pernah saya dengar. Hal ini sesuai dengan apa yang ingin saya
   sampaikan kepada Anda, yaitu: ........................"
5. Sampaikanlah dengan relatif lebih cepat agar tidak dipotong oleh orang
   tersebut. Melalui pujian di awal, biasanya orang akan tersanjung dan
   'melayang' sesaat. Dan pada saat itulah, waktu yang sangat tepat untuk
   menyelipkan pesan / urusan kita kepada mereka.
6. Jangan berbicara terlalu pelan dan lamban dalam merangkai kata-kata
   karena mereka tidak akan sabar mendengarkan 'wejangan' kita yang
          dianggap sesuatu yang tidak sopan buat mereka. Kecepatan berbicara
          harus ditingkatkan.
       7. Tataplah mereka dengan serius ketika mereka menggerak-gerakkan
          tubuh mereka yang terkadang berlebihan saat berbicara.
       8. Jangan pernah tersinggung dengan tindakan orang tipe ini karena
          memang demikian adanya mereka. So, pahami sebelum berkomunikasi
          dengan mereka.
       9. Memang tidak mudah berkomunikasi dengan orang Agresif. Salah-
          salah, jika tidak sabar, dapat menimbulkan huru-hara baru. Jika telah
          diketahui karakter orang agresif berdasarkan daftar kebiasaan mereka
          di atas, persiapkan diri lebih baik dengan cara mencoba memahami
          kekurangan dan kelebihan dari orang tipe ini.
       10. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang cukup, orang seperti ini
          pasti akan dapat 'ditaklukkan' tanpa perlu harus berdebat atau
          berperang terlebih dahulu dengan mereka.

3. Komunikasi Pasif
   Komunikasi ini merupakan lawan dari komunikasi agressive dimana orang
tersebut cenderung    untuk     mengalah dan    tidak     dapat   mempertahankan
kepentingannya sendiri. Bahkan hak mereka cenderung dilanggar namum
dibiarkan. Mereka cenderung untuk menolak secara pasif (dengan ngomel
dibelakang).

   Ciri-ciri komunikasi pasif ini adalah:
       1. Orang yang jarang mengungkapkan keinginan dan kebutuhan atau
          perasaan
       2. Mengikuti tuntutan dan kemauan orang lain, ingin menghindari konflik
       3. Tidak mampu mempertahankan hak dan pribadinya
       4. Selalu mengedepankan orang lain
       5. Minta maaf berlebihan
       6. Marah kecewa, frustasi dipendam
       7. Tidak tahu apa yang diinginkan
       8. Tidak bisa ambil keputusan
       9. Selalu mencari-cari alasan atas tindakan Untuk jangka pendek,
          komunikasi ini bisa mengakibat rasa lega, terhindar dari rasa bersalah,
          bangga, dan kasihan pada diri sendiri. Namun untuk jangka panjang
          dapat kehilangan percaya diri dan hormat pada diri sendiri.

    Gaya Komunikasi dengan Orang Pasif
           Orang dengan tipe pasif ternyata merupakan orang yang sangat tidak
    aktif dan terkesan sangat sungkan. Mereka tidak suka peperangan dan selalu
    mencari jalan damai agar riak pertempuran tidak menimbulkan pertikaian
    yang tidak berkesudahan. Mereka juga kurang berani menyatakan apa yang
    mereka inginkan secara terbuka. Sering pula memohon maaf untuk sesuatu
    yang belum tentu mereka lakukan secara keliru. Tidak memiliki ketegasan
    dan keberanian menatap lawan bicara. Sering membosankan lawan bicara
    karena tidak menerapkan variasi suara untuk memperindah ujaran.


   Dengan karakter orang pasif yang demikian, hal-hal berikut dapat dijadikan
pedoman agar komunikasi yang dilakukan dapat memetik hasil yang lebih baik:
       1. Bicaralah seperlunya dan mengena langsung ke sasaran karena mereka
          tidak dapat menerima terlalu banyak hal dalam satu kesempatan.
       2. Tanyakan pandangan mereka, jika tidak, mereka akan memilih diam
          dan setuju dengan apa yang tengah kita sampaikan.
       3. Sampaikan kepada mereka bahwa pandangan mereka sangat berharga.
       4. Dorong mereka untuk berbicara lebih banyak dengan menggunakan
          pertanyaan terbuka, seperti: bagaimana dan mengapa.
       5. Jangan berbicara terlalu cepat dan keras karena mereka mungkin akan
          kaget dan makin ciut untuk berbicara lebih banyak.
       6. Mintalah mereka menatap kita pada saat berkomunikasi untuk
          mendapatkan hasil lebih baik.
       Memang tidak mudah berkomunikasi dengan orang pasif. Dengan segala
tindakan   mereka       yang   cenderung   menunjukkan   ketidakpedulian   dan
ketidakceriaan terkadang dapat mengundang kebosanan dan kejenuhan orang
yang berbicara dengan mereka. Hal terbaik yang perlu diingat adalah bahwa,
dorong dan motivasilah mereka untuk berbicara lebih banyak dan lebih variatif
lagi dengan memberikan pujian bahwa mereka sanggup melakukannya. Dengan
penghargaan diri yang semakin meningkat ditujukan kepada orang-orang pasif ini,
niscaya kebiasaan bicara yang kurang mengesankan tadi akan dapat meningkat
setahap demi setahap.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:5275
posted:10/21/2010
language:Indonesian
pages:9