Docstoc

MENGENAL JARINGAN TUMBUHAN

Document Sample
MENGENAL JARINGAN TUMBUHAN Powered By Docstoc
					                                           BAB I
                                       PENDAHULUAN


1. 1      Latar Belakang

              Dalam tubuh tumbuhan terdiri dari berbagai penyusun tubuh, salah satunya
       adalah organ. Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu atau lebih fungsi
       tertentu. Penyusun organ adalah beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan
       saling berkaitan satu dg lainnya. Contoh: usus halus, berfungsi mencerna dan
       menyerap sari-sari makanan. Struktur usus halus terdiri dari jaringan otot, jaringan
       epitel, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Sedangkan Sistem organ merupakan
       gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsi dala m koordinasi
       tertentu (Kimball 1992 : 44).
              Pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan
       kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya kumpulan oragan
       membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan berse l banyak
       (multiseluler) (Amin 1994 : 25).
              Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk
       dan fungsi yang sama, atau bentuk yang sama fungsi berbeda. Semua jaringan
       tumbuhan umumnya dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan merismetik dan jaringan
       permanen. Jaringan merismatik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersama-
       sama membentuk organ-organ tumbuhan yaitu : akar, batang, daun, dan organ
       reproduksi (bunga, buah dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan
       (angiospermae) (Parlan 1995 : 34).
              Dalam praktikum ini dipelajari dan dibahas beberapa organ tubuh vertebrata
       dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain
       atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat-alat yang satu dengan yang
       lain dan sekitarnya disebut Topografi dibedakan atas syntopi, yaitu letak alat-alat
       terhadap yang lain dan skeletopi,yaitu letak alat-alat terhadap permukaan/dinding
       (Salisbury 1995 : 72).
          Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sel, penemu pertama adalah
       Robert Hooke, ia menentukan sel gabus yang tidak mempunyai membrane atau
       tidak mempunyai protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel tumbuhan dan sel
      hewan. Penemu sel tumbuhan adalah Sc Sel yang terdapat pada tumbuhan berbeda
      dengan sel yang terdapat pada hewan, salah satu perbedaan khas yang dimiliki sel
      tumbuhan dibandingkan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan
      yang mengandung bahan selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi isi
      sel dan memberi bentuk pada sel. Apabila dalam sel terdapat protoplasma, maka sel
      itu dikatakan hidup karenma pada protoplasma sel tumbuhan terdapat plasma sel,
      inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria (Gabriel 1994 : 34).
             Dalam pembahasan juga dibahas tentang sifat-sifat tumbuhan bersel banyak.
      Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi
      yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan tumbuhan dapat
      dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan struktur, fungsi dan lokasi dari
      jaringan tersebut (Kimbal 1992 : 49).
             Jaringan pada tumbuhan di bagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan
      meristematik (muda), yang biasanya terdiri atas sel-sel embrional, dinding tipis,
      kaya akan plasma, vakuola-vakuola kecil dan bentuk sel isodiametris, dan jaringan
      permanen (dewasa), yang biasanya mempunyai bentuk sudah tetap, tidak
      mengalami pembelahan, vakuola besar, mengalami penebalan dan plasma sedikit,
      yang bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun,
      dan organ-organ reprodukdi (bunga, buah,dan biji) yang keseluruhannya
      merupakan tubuh tumbuhan angiospermae. Ciri-ciri dari jaringan pemanen adalah
      mempunyai bentuk yang tetap, tidak mengalami pembelahan, vakoula besar,
      dinding sel mengalami pembelahan, dan mempunyai plasma dalam jumlah sedikit.
      Berdasarkan bentuk dan fungsinya pada jaringan dewasa sudah dapat dibedakan
      menjadi : jaringan pengangkut dan jaringan fotosintetik (Kimball 1992 : 44).


1.2      Tujuan


                Praktikum ini bertujuan untuk mengamati bentuk-bentuk dan mengenali
         bagian-bagian penyusun jaringan tumbuhan.
                                        BAB II

                                TINJAUAN PUSTAKA


       Dalam tubuh tumbuhan juga terdiri dari beberapa jaringan. Jaringan pokok
penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan epidermis, merupakan jaringan
penyusun tubuh tumbuhan paling luar dan umumnya terdiri dari selapis sel saja.
Berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan, sehingga disebut sebagai jaringan
pelindung. Jaringan parenkim atau disebut juga jaringan dasar karena merupakan
penyusun sebagian besar organ tumbuhan seperti korteks batang dan akar, mesofil daun
dan endosperma biji. Parenkim juga merupakan tempat utama berlangsungnya aktivitas
penting bagi tumbuhan seperti fotosintesis, respirasi dan penimbunan zat-zat makanan
cadangan. Parenkim yang mampu melakukan fotosintesis mengandung banyak
kloroplas sehingga disebut klorenkim (Amin 1994 : 24).
       Jaringan kolenkim dan sklerenkim berfungsi sebagai jaringan penguat pada
tubuh tumbuhan. Jaringan kolenkim terdiri dari sel-sel yang berprotoplas hidup dengan
penebalan dinding dari selulosa, hemiselulosa dan pektin. Selnya kadang-kadang juga
berisi kloroplas sehingga mampu menjalankan fotosintesis. Terdapat di daerah perifer,
misalnya langsung di sebelah dalam epidermis batang atau akar. Jaringan sklerenkim
terdiri dari sel-sel yang berdinding tebal dan keras karena telah mengalami lignifikasi
yaitu penebalan dari zat lignin (kayu). Pada umumnya terdapat bersama parenkim,
misalnya parenkim kortek, yang berfungsi sebagai penguat jaringan lainnya
(Amin 1994 : 24).
       Organ pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi tiga macam organ
penting, yaitu : Akar Akar merupakan alat tubuh tumbuhan yang lazimnya berada di
dalam tanah dan mempunyai peranan yang sangat penting. Secara skematis akar
dilengkapi oleh bagian-bagian akar primer (radix primarius), leher akar (collum rasici),
batang akar (corpus radici), cabang-cabang akar (radix lateralis), ujung akar (apex
radici), serabut akar (fibrica radiculi), rambut-rambut akar (pilus radici), dan tudung
akar (calyptra) (Saktiono 1989 : 52).
       Batang merupakan salah satu bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai
tempat tumbuhnya akar dan daun. Secara skematis, batang dilengkapi oleh bagian-
bagian buku-buku batang (nodus), ruas batang (internodus), daun (folium) dengan
duduk daunnya, dan daun penumpu (stipula) (Saktiono 1989 : 13).
       Daun adalah alat tubuh tumbuhan yang lazimnya berwarna hijau, tipis, dan
permukaannya lebar. Daun berfungsi sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis,
karena di daun terdapat klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai makanan
bagi tumbuhan. Daun yang lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun
(petolus), dan helai daun (lamina). Secara skematis, sehelai daun dilengkapi oleh
bagian-bagian yaitu pangkal daun (basis), ujung daun (apex), tepi daun (margo),
petulangan daun (nervatio), ibu tulang daun (Saktiono 1989 : 42).
       Jaringan pokok penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan
epidermis, merupakan jaringan penyusun tubuh tumbuha n paling luar dan umumnya
terdiri dari selapis sel saja. Berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan,
sehingga disebut sebagai jaringan pelindung. Jaringan parenkim atau disebut juga
jaringan dasar karena merupakan penyusun sebagian besar organ tumbuhan seperti
korteks batang dan akar, mesofil daun dan endosperma biji. Parenkim juga merupakan
tempat utama berlangsungnya aktivitas penting bagi tumbuhan seperti fotosintesis,
respirasi dan penimbunan zat- zat makanan cadangan (Kimball 1983 : 46).
       Parenkim yang mampu melakukan fotosintesis mengandung banyak kloroplast
sehingga disebut klorenkim. Jaringan kolenkim dan sklerenkim berfungsi sebagai
jaringan penguat pada tubuh tumbuhan. jaringan kolenkim terdiri dari sel-sel yang
berpotoplas hidup dengan penebalan dinding dari selulosa, hemiselulosa dan pektin.
Selnya kadang-kadang juga berisi kloroplast sehingga mampu menjalankan fotosintesis.
Terdapat di daerah perifer, misalnya langsung di sebelah dalam epidermis batang atau
akar. Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel yang berdinding tebal dan keras karena
telah mengalami lignifikasi yaitu penebalan dari zat lignin (kayu). Pada umumnya
terdapat bersama parenkim, misalnya parenkim kortek, yang berfungsi sebagai pe nguat
jaringan lainnya (Kimball 1983 : 46).
       Ada tiga lapisan lembaga (germinal) yang merupakan bakal dari pembentukan
jaringan atau organ-organ dewasa, yaitu lapisan lembaga ektoderm, lapisan lembaga
mesoderm dan lapisan lembaga endoderm. Lapisan lembaga ektoderm menurunkan
kulit dan sistem syaraf, sedangkan lapisan lembaga mesoderm akan membentuk otot,
rangka, organ ekskretori, jantung dengan pembuluh darahnya serta organ-organ
genetalia dan juga akan menurunkan coelum atau body cavity diantara kedua lapisan
mesoderm lateral. Saluran pencernaan dengan kelenjar pencernaannya, paru-paru dan
kantung air seni akan diturunkan dari lapisan lembaga endoderm (Salisbury 1995 : 20).
       Pada tumbuhan istilah sel meiliputi protoplasma dan dinding sel yang ada
scdangkan pada organisme multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu
jaringan dan organ. Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi
masing- masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Pada awalnya struktur
dinding sel yang ada pada tumbuhan dianggap sebagai sel mati has il ekskresi zat hidup
dalam sel akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa ada satuan
organik yang ada diantara protoplas dan dinding, khususnya pada sel muda
(Saktiono 1990 : 28).
                                        BAB III
                              METODE PRAKTIKUM


3.1     WAKTU DAN TEMPAT
        Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Oktober 2006 pukul
08.00 sampai dengan selesai. Bertempat di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya Inderalaya.


                Pengamatan Jaringan Penyus un Tubuh Tumbuhan
        1. Jaringan-Jaringan Pada Batang Monokotil
3.2.1   ALAT DAN BAHAN
        Alat dan bahan yang diperlukan adalah :
           -   Mikroskop,
           -   Penampang melintang Zea mays (sediaan awetan).
3.3.1   CARA KERJA
        1.Dengan perbesaran lemah, gambarkanlah satu sector dari penampang
         melintang dari batang Zea mays dan sebutkan bagian-bagiannya.
        2. Perhatikan struktur jaringan epidermis, hypodermis (berupa sklerenkim berkas
         pengangkut dengan selubung sklerenkim yang tersebar diantara parenkim
         jaringan dasar).
        3. Amati juga dengan perbesaran kuat dan gambarkan.


        2. Jaringan-Jaringan Pada Batang Dikotil
3.2.2   ALAT DAN BAHAN
        Alat dan bahan yang diperlukan adalah :
           -   Mikroskop,
           -   Penampang melintang batang Arachis hypogea.
3.3.2   CARA KERJA
        1. Dengan perbesaran lemah, gambarkan satu sector dan beri keterangan.
        2. Dalam preparat tersebut perhatikanlah bagian-bagian seperti : jaringan terluar
           yang terdiri atas selapis sel epidermis, disebelah dalamnya terdapat jaringan
           hypodermis yang disusun oleh jaringan parenkim, dan beberapa lapis
           kolenkim.   Jaringan penguat terdiri atas sel-sel sklerenkim, berkas
           pengangkut yang terdiri atas xylem dan floem, jari-jari empulur dengan
           empulur dibagian tengahnya.


         3. Jaringan-Jaringan Pada Daun Monokotil
3.2.3   ALAT DAN BAHAN
        Alat dan bahan yang diperlukan adalah :
           -   Mikroskop,
           -   Penampang melintang daun Zea mays (sediaan awetan).
3.3.3   CARA KERJA
        1. Amatilah dan gambar dengan perbesaran kuat. Berikan keterangan dari
           bagian-bagian yang terlihat.
        2. Perhatikan epidermis dengan sel kipas dan stomata, mesofil terdiri dari
           jaringan bunga karang, epidermis bawah dengan stomata, berkas pengangkut
           terdiri atas xylem dan floem.


        4. Jaringan-Jaringan Pada Daun Dikotil
3.2.4 ALAT DAN BAHAN
        Alat dan bahan yang diperlukan adalah :
           -   Mikroskop,
           -   Penampang melintang daun Arachis hypogea.
3.3.4   CARA KERJA
        1. Amatilah dengan perbesaran kuat dan gambarkan serta berikan keterangan
           dari bagian-bagian yang terlihat.
        2. Perhatikan epidermis atas dengan stomata, trikoma dan jaringan mesofil daun
           yang terdiri dari jaringan tiang dan bunga karang. Berkas pengangkut terdiri
           atas xylem dan floem, disebelah luar floem terdapat sklerenkim.
                                  BAB IV
                           HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1   HASIL
4.1.1 Penampang melintang tumbuhan dikotil
      a. Akar Arachis hypogea
       Perbesaran : 4x10




        Keterngan gambar                     Klasifikasi
        1. Bulu akar                         Kingdom       : Plantae
        2. Epidermis                         Divisio       : Spermatophyta
        3. Korteks                           Classis       : Dicotyledonae
        4. Xylem                             Ordo          : Rosales
        5. Kambium                           Famili        : Rosaceae
        6. Perisikel                         Genus         : Arachis
        7. Floem                             Spesies       : Arachis hypogea
        8. Endodermis                        Nama Umum : Kacang Tanah
Dekskripsi
       Akar berasal daru akar lembaga, yaitu akar yang pertama kali tumbuh dari
embrio dalam biji pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka, akar lembaga terus
tumbuh sehingga dihasilkan akar tunggang. Akar dikotil, ujungnya dilindungi oleh
tudung akar atau kaliptia. Akar merupakan organ tumbuhan yang mempunyai fungsi :
untuk merambatkan tubuh tumbuhan pada tanah/substrat tempat hidupnya, kedalaman
dan luasnya akar umumnya berimbang dengan ketinggian dan rindangnya tumbuhan,
dan untuk menyerap air dan zat hara tanah serta mengalirkan ke batang. Apabila
dilakukan pengamatan dengan bantuan alat pembesar yang berupa mikroskop terhadap
akar maka akan tampak macammacam jaringan yang menyusun, diantaranya epidermis,
korteks, endodermis, stele/silinder pusat.


       b. Batang Arachis hypogea
         Perbesaran : 10x10




        Keterangan gambar                       Klasifikasi
        1. Epidermis                            Kingdom       : Plantae
        2. Korteks                              Divisio       : Spermatophyta
        3. Kambium                              Classis       : Dicotyledonae
        4. Xylem                                Ordo          : Rosales
        5. Floem                                Famili        : Rosacea
        6. Empulur                              Genus         : Arachis
                                                Spesies       : Arachis hypogea
                                             Nama Umum : Kacang Tanah
Deskripsi
       Pada batang antara xylem dan floem terdapat jaringan cambium yang kemudian
disebut cambium fasikuler. Dengan adanya cambium fasikuler batang tumbuhan ini
dapat tumbuh membesar. Batang dikotil berasal dari meristem apical. Meristem apical
pada ujung batang ini, sel-selnya senantiasa membelah, meyebabkan batang selalu
tumbuh memanjang. Bagian ini dsisebut titik tumbuh. Beberapa jenis tumbuhan dikotil
batannya tetap lunak dan tidak berkayu. Tumbuhan demikian disebut herba. Tumbuhan
herba yang tidak mengalami cirri khas berumur pendek. Tumbuhan yang demikian
misalnya kacang tanah, kacang panjang, bunga matahari, dll. Pada tumbuhan dikotil
yang dikotil yang berkayu keras dan hidup manahun, poertumbuhan sekundernya terus
berlangsung.


       c. Daun Arachis Hypogea
        Perbesaran : 10x10




        Keterangan gambar                     Klasifikasi
        1. Kutikula                           kingdom       : Plantae
        2. Epidermis atas                     Divisio       : Spermatophyta
        3. Palisade                           Classis       : Dicotyledonae
        4. Bunga karang (spons)               Ordo          : Rosales
        5. Stomata                            Famili        : Rosaceae
        6. Berkas pembuluh                    Genus         : Arachis
        7. Floem                              Spesies       : Arachis hypogea
        8. Xylem                              Nama Umum : Kacang Tanah
        9. Epidermis bawah
Deskripsi
        Pada penampang melintang daun dari Arachis hypogea memiliki epidermis yang
berwarna merah sedangkan bagian yang lain, sebagian berwarna hijau. Pada penampang
terlihat jelas adanya. Adanya stomata epidermis atas dan bawah, spons rongga udara,
palisade udara, dll letak stomata terbesar dipermukaan daun atau tersusun teratur
menurut baris-baris tertentu. Fungsi sitoplasma adalah untuk mengatur CO 2 selama
berlangsungnya fotosintesis dan respirasi penguapan untuk rongga udara terletak
diantara spons epidermis bawah.


4.1.2   Penampang melintang tumbuhan monokotil
        a. Akar Zea mays
            Perbesaran : 10x10




        Keterangan gambar                     Klasifikasi
        1. Bulu akar                          Kingdom       : Plantae
        2. Epidermis                          Divisio       : Spermatophyta
        3. Korteks                            Classis       : Monocotyledonae
        4. Xylem                              Ordo          : Poales
        5. Empulur                             Famili       : Poaceae
        6. Floem                               Genus        : Zea
        7. Endodermis                         Spesies       : Zea mays
                                              Nama Umum : Jagung
Deskripsi
       Semua tumbuhan berpembuluh (vascular) mempunyai akar. Akar merupakan
bagian dari tujmbuhan yang ada di dalm tanah. Akar merupakan tempat masuknya air
dan mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk
melekatkan dan menopang tubuh agar kokoh .Pada beberapa tumbuhan, akar juga
menjadi tempat menyimpan cadangan makanan. Misalnya pada ketela pohon.


       b. Batang Zea mays
            Perbesaran : 10x10




       Keterangan gambar                      Klasifikasi
       1. Epidermis                           Kingdom       : Plantae
       2. xylem                               Divisio       : Spermatophyta
       3. Floem                               Classis       : Monocotyledonae
       4. Empulur                             Ordo          : Poales
                                              Famili        : Poaceae
                                              Genus         : Zea
                                              Spesies       : Zea mays
                                              Nama Umum : Jagung
Deskripsi
       Pada batang monokotil antara xylem dan floem tidak terdapat cambium sehingga
batang tanaman monokotil tidak dapat tumbuh membesar. Oleh karena itu seluruh
jaringan primer. Pada batang monokotil meristem apical batang kecil. Meristem ini
berkembang menjadi bakal daun, tunas ketiak dan epidermis. Epidermis biasa
dilengkapi denga stomata dan bulu-bulu. Di bawah epidermis terdapat korteks dan
hypodermis. Batas korteks dan stele biasanya tidak kelihatan jelas. Berkas pembuluh
angkut pada batang monokotil terbesar di seluruh bagian tersebut.


       c. Daun Zea mays
            Perbesaran : 10x10




       Keterangan gambar                           Klasifikasi
       1. Epidermis                                Kingdom          : Plantae
       2. Bunga karang (spons)                     Divisio          : Spermatophyta
       3. Floem                                    Classis          : Monocotyledonae
       4. Xylem                                    Ordo             : Poales
                                                   Famili           : Poaceae
                                                   Genus            : Zea
                                                   Spesies          : Zea mays
                                                   Nama Umum : Jagung
Deskripsi
       Penampang melintang daun Zea mays jika dilihat pada mikroskop tampak
gambar dan berwarna biru. Pada penampang daun ini terdapat jaringan pengangkut
yaitu floem dan xylem stomata serta epidermis pada bagian terluar dari lapisan suatu
sel. Tanaman jagung menghasilkan minyak yang disebut deum maydis, minyak ini
mengandung glesirida yang digunakan sebagai pengganti minyak lemak bagi pasien
yang tinggi kolesterolnya.


4.2. PEMBAHASAN
       Tumbuhan dibedakan atas tumbuhan talus (Thallophyta) dan tumbuhan kormus
(Kormophyta). Tumbuhan talus merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar,
batang, dan daun yang sesungguhnya. Adapun tumbuhan kormus sudah jelas bagian
akar, batang, dan daunnya. Selain bagian akar, batang, dan daun, pada tumbuhan
kormus juga terdapat bagian-bagian lain, yaitu bunga, buah, dan biji. Tumbuhan kormus
disebut juga tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena tumbuhan kormus telah
memiliki pembuluh angkut.
       Akar merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi untuk menyerap air dan zat
makanan berupa garam- garam mineral dari dalam tanah. Kemudian air dan garam-
garam mineral tersebut diangkut menuju batang. Selanjutnya, di batang, air dan garam-
garam mineral di angkut menuju daun.
       Pada tumbuhan terdapat dua system perakaran, yaitu system akar tunggang dan
system akar serabut. Akar tunggang adalah system perakaran yang akar utamanya (akar
prime r) terus memanjang dan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil
(akar sekunde r). Susunan akar tunggang biasanya terdapat pada tumbuhan berbiji
keeping dua (dikotil) sebagai contoh pada tumbuhan Arachis hypogea dan tumbuhan
berbiji terbuka (Gymnospermae).
       Susunan akar serabut adalah jika akar utama dalam perkembangan selanj utnya
mati, kemudian disusul oleh tumbuhnya sejumlah akar tambahan (akar adventif).
Sistem akar serabut biasanya terdapat pada tumbuhan berbiji keeping satu ( monokotil)
sebagai contoh pada tumbuhan Zea mays.
       Jaringan epidermis merupakan jaringan yang paling luar yang berfungsi sebagai
pelindung bagi jaringan yang ada didalamnya. Korteks akar dan korteks batang
mempunyai susunan yang sama yaitu beberapa lapis sel yang berdinding tipis dan
tersusun tidak beraturan dengan ruang antarsel di antara sel-selnya. Pada penampang
melintang batang dikotil, berkas pembuluh angkut terlihat tersusun dalam lingkaran.
Sedangkan pada penampang melintang batang monokotil, berkas pembuluh angkut
tersebar.
        Epidermis daun terdiri atas selapis atau dua lapis sel dengan dinding sel yang
tebal dan rapat. Beberapa jenis tumbuhan memiliki daun yang berlapiskan lilin
(kutikula). Yang mana lapisan lilin tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya
penguapan air yang terlalu besar. Selain itu, terdapat juga stomata yang berfungsi
sebagai tempat pertukaran gas. Pada tumbuhan yang daunnya mengapung diatas
permukaan air, stomata banyak terdapat di permukaan atas daun sebaliknya untuk
tumbuhan darat.
        Biasanya batang tumbuhan dikotil memiliki kambium, sedangkan batang
tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium. Berkas pengangkut pada daun terdapat
pada tulang daun dan urat daun. Dengan adanya ruang antarsel, jaringan bunga karang
dapat menyimpan udara dan hasil fotosintesis sebelum diedarkan ke seluruh tubuh
tumbuhan.
                                       BAB IV

                                   KESIMPULAN


4.1.   Kesimpulan
       Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum kali ini adalah sebagai
berikut :
        1. Jaringan epidermis mempunyai fungsi sebagai pelindung bagi jaringan yang
            terdapat didalamnya.
        2. Fungsi utama akar yaitu untuk menyerap air dan zat- zat makanan berupa
            garam-garam mineral dari dalam tanah.
        3. Tumbuhan monokotil mempunyai bentuk akar yang biasa disebut akar
            serabut.
        4. Tumbuhan dikotil mempunyai bentuk akar yang biasa disebut akar
            tunggang.
        5. Fungsi dari batang yaitu sebagai tempat melekatnya daun, bunga dan buah.
        6. Fungsi dari daun yaitu sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis dan
            transpirasi (penguapan).
                                 DAFTAR PUSTAKA


Amin. 1994. Fisiologi Hewan daan Tumbuhan. Karunika. Jakarta.

Kimball, J. W. 1992. Biologi Jilid I. Erlangga; Jakarta.

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung.

Saktiono. 1989. Biologi Umum. Gramedia. Jakarta

Parlan.V. F. 1995. Panduan Belajar Biologi. Yudistira. Jakarta.
LAMPIRAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:11195
posted:10/19/2010
language:Indonesian
pages:18