Docstoc

JARINGAN HEWAN

Document Sample
JARINGAN HEWAN Powered By Docstoc
					                                     BAB I

                               PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

          Jaringan adalah segumpal protoplasma yang berinti, sebagai individu
   yang berfungsi menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya.
   Sel itu setelah tumbuh dan berdeferensiasi, akan berubah bentuknya sesuai
   dengan fungsinya, ada yang menjadi epidermis berfungsi untuk melindungi sel-
   sel sebelah dalamnya ada yang menjadi tempat penyediaan makanan, ada yang
   berfungsi menjadi tempat persediaan makanan dan lain-lain (Anonim 2007 : 1 ).
          Sel hewan tak pernah berdinding, demikian pula sel protista. Dinding sel
   prokariot dan cendawan berbeda sekali dari dinding sel tumbuhan. Vakuola dapat
   ditemui pada anggota kelima dunia, namun vakuola besar di pusat sel ada pada
   hampir semua sel tumbuhan, cendawan, dan beberapa protista. Kloroplas hanya
   terdapat pada tumbuhan dan beberapa protista (bergantung pada golongannya)
   (Tedy 2008 : 1).
          Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdapat
   persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari
   bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel,
   sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom,
   plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti,
   mikrofilamen, dan dinding sel (Kimball 1994 : 44).
          Oleh beberapa penulis dianggap sebagai cairan yang bersifat seperti
   lender. Tahun 1829 oleh Hertwig diajukan teori protoplasma yang mempunyai
   konsepsi lebih umum dari teori sel Schwan. Dalam teorinya dikatakan bahwa sel
   adalah kumpulan substansi hidup yang disebut protoplasma dengan di dalamnya
   mengandung inti yang disebut nucleus dan diluarnya dibatasi oleh dinding sel.
Ada beberapa organisme yang struktur selnya tidak jelas, tetapi terdiri atas
protoplasma (Kimball 1994 : 45 ).
        Jaringan-jaringan penyusun tubuh makhluk hidup sangat bervariasi baik
ukuran, bentuk, struktur maupun fungsinya. Secara umum sel terdiri atas
membran plasma, sitoplasma, nukleus, dan organel-organel yang memiliki
bentuk khusus dan secara bersama-sama membentuk sistem yang kompak.
Komponen utama sel tumbuhan adalah dinding sel, sitoplasma, apparatus golgi,
mmitokondria, ribosom, vakuola dan komponen lainnya. Berdasarkan organisasi
internal tipe sel mikroorganisme dibedakan menjadi dua bagian yaitu sel
prokariotik dan sel eukariotik. Sel kariotik khas bagi hewan dan tumbuhan tetapi
tidak termasuk alga hijau, alga biru dan bakteri (Amin 1998 : 46 ).
        Pada hewan-hewan multiseluler atau metazoa terdapat suatu pembagian
tugas untuk melaksanakan aktivitas atau fungsi tertentu. Dalam perkembangan
awal embrio hewan multiseluler sudah mulai terbentuk diferensiasi lapisan-
lapisan lembaga yang kelak akan terdiferensiasi lagi menjadi jaringan atau organ
yang spesifik. Kegiatan ini dicoba pengenalan beberapa organ tubuh vertebrata
dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain
atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat alat yang satu terhadap
alat-alat yang lain dan sekitarnya disebut Topografi. Topografi dibedakan atas
synotopi yaitu letak alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi yaitu letak alat alat
terhadap permukaan (Salisbury 1995 : 45).
       Penentuan topografi atau letak alat-alat terhadap yang lain menggunakan
istilah seperti anterior, posterior, dorsal, ventral sinester, dexter, lateral, medial,
proxsimal, distal, dan lain-lain. Pada tofografi vertebrata akan dilihat organ-organ
dalam rongga dada (situs viscerum thoracis) antara lain cor, pulmo, bronchus,
bifurcatio trachea dan trachea. Dan organ yang terdapat pada rongga perut (situs
viscerum abdominis) antara lain hepar, pancreas, ventriculus, intertinum tenue,
coecum, intestenum crasum, ren, lien, vesica fellea, dan testis/ovarium. Antara
rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh sekat yang disebut diafragma
(Amin 1994 : 62).
1.2 Tujuan Praktikum

     Praktikum kali ini bertujuan untuk mengamati bentuk-bentuk sel yang
menyusun jaringan tubuh hewan.
                                        BAB II

                               TINJAUAN PUSTAKA



       Jaringan tubuh pada hewan lebih banyak dan kompleks. Jaringan adalah
kumpulan struktur, fungsi, cara pertumbuhan dan cara perkembangan serupa.
Jaringan pada hewan dibagi menjadi 4 jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan
ikat atau penyambung, jaringan otot dan jaringan syaraf (Brotowidjoyo 1990 : 55).
     Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi suatu rongga atau suatu
permukaan bebas. Sel-selnya tersusun rapat satu sama lain sehingga tidak terdapat
ruang. Ruang antar sel yang biasanya berisi substansi interselular atau juga bisa
disebut matriks. Dipandang dari banyaknya lapisan sel yang menyusunnya, epitel
dibedakan atas epitel selapis dan epitel berlapis. Epitelium kulit melindungi jaringan
di bawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet, dan
serangan bakteri. (Brotowidjoyo 1990 : 56).
     Jaringan epitel dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih.
Jaringan ini membentuk kulit yang membungkus tubuh. Jaringan epitel menjalankan
berbagai fungsi. Dalam setiap kasus fungsi ini mencerminkan kenyataan bahwa epitel
selalu terdapat di perbatasan antara massa sel dan rongga atau ruang. Epitelium juga
berfungsi dalam mengangkut bahan-bahan dari jaringan dan ke rongga yang
dipisahkannya. Epitel kolumner pada saluran pencernaan mengeluarkan enzim-enzim
cerna ke dalam intestin dan juga menyerap produk akhir pencernaan makanan
daripadanya. Semua kelenjar pencernaan pada tubuh dilapisi dengan epitelium.
Epitelium juga melapisi tabung air dan dan rongga paru-paru (Kimball 1992 : 39).
     Jaringan ikat sering disebut jaringan penyokong atau penyambung. Letak sel-sel
jaringan ikat ini tidak berhimpit rapat, tetapi berpencar-pencar dan jika berhubungan,
hanya pada ujung-ujung protoplasmanya. Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki
komponen interseluler yang disebut matriks. Bentuk sel-sel jaringan ikat ini tidak
teratur, sitoplasma bergranula dan inti selnya mengelembung. Ada beberapa jenis sel-
sel jaringan ikat yaitu, fibroblas, makrofag, sel tiang, sel lemak dan berbagai jenis sel
darah putih. Jaringan ikat dibagi menjadi dua tipe dasar, yaitu jaringan ikat longgar
dan jaringan ikat padat (Albert 1994 : 47).
       Jaringan pengikat berbeda dengan jaringan epitel, jaringan pengikat
mengandung matriks yang sangat banyak. Jaringan pengikat berfungsi: untuk
mengikat satu alat dengan alat lain, untuk membungkus alat-alat, untuk mengganti
jaringan yang rusak (luka), untuk menetralkan racun dan untuk membentuk kerangka
penyokong. Atas dasar struktur dan fungsinya, jaringan pengikat dibedakan atas tiga
macam jaringan yang masing-masing dapat dibagi lagi menjadi jaringan-jaringan
yang lebih khas: jaringan pengikat sebenarnya, jaringan pengikat rangka tulang rawan
hialin, jaringan pengikat cair (Storer 1997 : 23).
       Sel otot disebut juga serat-serat otot. Serat otot mengandung filamen (benang)
aktin dan miosin yang merupakan protein kontraktil yang memungkinkan otot
memendek dan memanjang. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif. Jaringan otot
tersusun atas sel-sel membujur dengan inti tampak jelas batasnya dan miofibril.
Miofibril tersusun atas protein kontraktil yang terdapat di sepanjang sel dan tampak
jelas pada otot rangka dan otot jantung. Batas antara sel otot terlihat jelas karena
adanya sarkolema. Sarkolema adalah lapisan membran yang mengelilingi sel otot
(Lim 1998 : 62).
       Jaringan otot, jaringan ini sebagian besar terdiri atas sel-sel yan berbentuk
serabut-serabut    dengan   ukuran    panjang bervariasi.        Dapat   dikatakan tidak
mengandung matriks. Sel-sel tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus jaringan
pengikat. Jaringan otot mempunyai daya kerut yang cukup tinggi, panjangnya dapat
menyusut sampai separuh atau sepertiga panjang normal. Jaringan otot terbagi atas
otot serat lintang, otot polos, otot jantung (Fahn 1994 : 12).
       Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang mempunyai ciri khusus,
yaitu mempunyai juluran sitoplasma yang panjang. Selain disusun oleh neuron, sel
saraf juga disusun oleh sel neuroglia yang terdapat di sistem saraf pusat. Sel saraf
terletak menyebar di seluruh tubuh hewan. Di dalam satu sel neuron, sitoplasmanya
mengandung ribosom, badan golgi, retikulum endoplasma, dan mitokondria. Neuron
mendapatkan suplai makanan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron
tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson (Lim 1998 : 60).
       Badan sel mengandung inti sel. Setiap rangsangan akan dibawa ke badan sel
oleh dendrit. Dendrit merupakan sejumlah serabut sitoplasma. Funsi dendrit adalah
membawa rangsangan ke badan sel. Akson merupakan serabut sitoplasma tunggal.
Fungsia akson adalah membawa rangsangan meninggalkan badan sel. Akson juga
dapat bercabang-cabang di dekat ujungnya (terminal akson). Titik temu antara
terminal akson neuron yang satu dengan neuron yang lainnya disebut sinapsis.
Sinapsis    berfungsi    meneruskan      rangsangan     ke     sel   saraf   yang    lain
(Hadioetomo 1993 : 14).
       Jaringan hewan dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan fungsi dan
strukturnya, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot dan jaringan syaraf.
Jaringan epitel terdiri dari sekumpulan sel yang sangat rapat susunannya sehingga
membentuk suatu lembaran, tidak mempunyai substansi interseluler dan cairannya
sangat sedikit. Jaringan pengikat (connective tissue) terdiri dari bermacam-macam
sel, terdapat substrat interseluler dan berasal dari jaringan mereskim. Ada beberapa
jaringan pengikat, salah satunya adalah jaringan hemopoitik (jaringan darah),
merupakan suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma
darah. Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik
dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Berdasarkan struktur dan
fungsinya, jaringan otot dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot polos, otot lurik dan
otot jantung. Jaringan syaraf merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di
seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi (Kimball 1992 : 52).
                                    BAB III

                          METODE PRAKTIKUM



3.1 Waktu dan Tempat

        Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Oktober 2010 pukul 13.20-
   15.20, bertempat di Laboratorium Zoologi Fakultas Matematika dan Ilmu
   Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya Inderalaya.

3.2 Alat dan Bahan

        Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah Mikroskop dan bahan
   yang digunakan beberapa jaringan ephitelium (sediaan preparat awetan).

3.3 Prosedur Kerja

         Mintalah preparat ephitelium pipih, kubus, dan kolumner selapis pada
   asisten anda dan dengan menggunakan mikroskop, amati preparat dengan
   perbesaran lemah (10x10), kemudian dengan perbesaran kuat (10x40). Setelah
   itu, gambarkan hasil pengamatan anda dengan baik dengan perbesaran lemah dan
   perbesaran kuat. Dengan perbesaran kuat, amati setiap tipe ephitelium : bentuk
   sel, jumlah inti, letak inti, dan ciri morfologi lainnya. Lengkapi gambar anda
   dengan keterangan.
                                          BAB IV
                             HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1    HASIL
      1. Jaringan Epitel
         a. Epitel selapis pipih mencit
         Perbesaran 4x10
                                                   Keterangan gambar
                                                   1. Dinding Epitel pipih
                                                   2. Inti sel


                                                   Klasifikasi
                                                   Kingdom       : Animalia
                                                   DIvisio       : Chordata
                                                   Clasis        : Mamalia
                                                   Ordo          : Rodentia
                                                   Famili        : Muriidae
                                                   Genus         : Mus
                                                   Spesies       : Mus musculus
                                                   Nama umum : Mencit


Deskripsi
         Epitel ini membentuk selaput tipis yang bersifat semipermeabel selektif.
Mempunyai fungsi yang erat kaitannya dengan proses difusi dan fitrasi atau
penyaringan.
2. Jaringan Otot
       a. Otot polos usus halus mencit
            Perbesaran 4x10                        Keterangan gambar
                                                   1. Inti sel
                                                   2. membran sel
                                                   3. Sitoplasma


                                                   Klasifikasi
                                                   Kingdom         : Animalia
                                                   Divisio         : Chordata
                                                   Clasis          : Mamalia
             Perbesaran 10x10                      Ordo            : Rodentia
                                                   Famili          : Muriidae
                                                   Genus           : Mus
                                                   Spesies         : Mus musculus
                                                   Nama umum :mencit/tikusputih


Deskripsi
       Otot polos, miofibrilnya sukar telihat. Otot ini gerakannya relative lambat,
tidak mempengaruhi oleh kemampuan dan bergerak secara tidak sadar. Otot polos
terdapat pada dinding saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran darah,
pembuluh getah bening dan dikulit. Bila menerima rangsangan, reaksi otot polos
lambat. Gerakannya tidak menurut kehendak kita atau tidak didasari atau disebut otot
involunter. Fungsi otot polos adalah memberikan gerakan yang diluar kemampuan
kita, misalnya gerakan makanan pada saluran pencernaan, mengatur diameter
pembuluh darah, dll.
       c. Otot Jantung Mencit
         Perbesaran 4x10                           Perbesaran 10x10




       Keterangan gambar                           Klasifikasi
       1. Bagian gelap (abistrop)                  Kingdom        : Animalia
       2. Bagian terang (isotrop)                  Divisio        : Chordata
       3. Inti sel                                 Classis        : Mamalia
       4. Sarkoplasma                              Ordo           : Rodentia
                                                   Famili         : Muriidae
                                                   Genus          : Mus
                                                   Spesies        : Mus musculus
                                                   Nama umum :mencit/tikusputih
Deskripsi
       Jaringan ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Sel-sel nya
berinti satu . diBawh mikroskop, jaringan ini mempunyai otot lurik, yaitu
menunjukkan adanya bagian gelap dan terang yang berselang-seling. Sel-sel yang
berdampingan mengandung membran yang teranyam dan berfungsi sebagai jembatan
penghubung, disebut sinsitium. Walaupun menyerupai otot lurik, sifat otot jantung
menyerupai otot polos yakni kerjanya tidak terkontrol oleh kesadaran, serta reaksinya
terhadap rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalh bila terkontraksi akan memompa
darah keluar jantung.
3. Jaringan tulang
       a. Tulang keras Mamalia
            Perbesaran 4x10                       Keterangan gambar
                                                  1. Inti sel
                                                  2. Serabut


                                                  Klasifikasi
                                                  Kingdom        : Animalia
                                                  Divisio        : Chordata
                                                  Clasis         : Mamalia
                                                  Ordo           : Rodentia
                                                  Famili         : Muriidae
                                                  Genus          : Mus
                                                  Spesies        : Mus musculus
                                                  Nama umum :mencit/tikusputih
Deskripsi
       Jaringan tulang terdapat pada seluruh rangka tubuh hewan dan manusia.
Jaringan tulang mempunyai peranan penting dalam memberikan sokongan terhadap
tubuh, karena tulang merupakan komponen utama dari rangka. Jaringan tulang keras
atau kompak, bila matriksnya rapat atau kompak.


       b.Tulang rawan mencit
            Perbesaran 4x10                       Keterangan gambar
                                                  1. Sel kartilago
                                                  2. Serabut


                                                  Klasifikasi
                                                  Kingdom        : Animalia
                                                  Divisio        : Chordata
                                                  Clasis         : Mamalia
                                                     Ordo             : Rodentia
                                                     Famili           : Muriidae
                                                     Genus            : Mus
                                                     Spesies          :Mus musculus
                                                     Nama umum :mencit/tikusputih


Deskripsi
       Jaringan tulang rawan terdiri atas sel-sael tulang rawan yang terlindung oleh
fibrosa tipis, tersimpan pada suatu rongga dalam matriks. Matrksnya banyak, dengan
komponen utama zat kondrin. Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari
jaringan embrional atau mesenkim, sedangkan pada orang dewasa berasal dari selaput
tulang rawan     atau perikondrium yang banyak mengandung kondroblas atau
membentuk sel-sel tulang rawan.


4.2 PEMBAHASAN
       Epitel berlapis pipih umumnya berbentuk pipih, dilihat dari permukaannya.
Sel-sel ini seperti lantai ubin tetapi dengan batas-batas tidak teratur. Pada bagian
tepinya ada yang teratur dan ada yang tidak teratur. Epitel ini berfungsi sebagai jalan
pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh atau sebaliknya, misalnya terdapat pada
dinding dalam kapiler darah dan dan dinding alveolus paru-paru. Sedangkan pada
ureter mencit, jaringan epitel yang terdapat yaitu epitel transisional, disebut demikian
karena pada epitel ini merupakan epitel berlapis banyak kubus dan sel-selnya dapat
beralih bentuk.Bentuk sel ini bergantung pada derajat peregangan kandung kemih.
       Antara otot polos, otot lurik, dan otot jantung pada mencit terdapat banyak
perbedaan. Diantaranya, otot polos biasanya berbentuk gelendong dengan sebuah inti
pipih yang terletak di tengan sarkoplasma. Otot polos terdapat pada alat dalam,
sehingga disebut juga otot visera, terdapat pada lambung, usus dan pembuluh darah.
Otot polos mempunyai persarafan autonom, artinya bekerja tidak di bawah kesadaran
, otot polos kontraksinya lambat, cukup lama dan tidak cepat lelah.
       Otot rangka disebut juga otot luri. Sel atau serabut otot rangka berbentuk
silinder, setiap sewl berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. Otot rangka
bekerja di bawah kesadaran sehingga disebut otot Volunter., kontraksinya cepat, kuat
tetapi cepat lelah. Otot rangka biasanya melekat pada rangka (bisep,trisep),lidah,bibir,
kelopak mata dan diafragma.
       Otot jantung terdapat khusus pada jantung. Otot ini tersusun atas serabut lurik
yang bercabang-cabang dan saling berhubungan antara satu dengan yang
lainnya.Walaupun merupakan otot lurik, sifat otot jantung menyerupai otot polos,
yakni kerjanya tidak terkontrol oleh kesadaran serta reaksinya terhadap rangsangan
lambat. Di bawah mikroskop jaringan ini menyerupai otot lurik, yaitu menunjukkan
adanya bagian gelap dan terang yang berselang-seling.
       Darah termasuk dalam jaringan ikat khusus, karena darah berasal dari jaringan
mesenkim. Secara umum sel darah di bentuk dalam sumsum tulang, kecuali
duamacam sel darah putih (limposit dan monosit). Sel darah merah berfungsi
mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Sedangkan sel darah putih
berfungsi sebagai pelindung terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Dan
keping darah berperan dalam proses pembekuan darah.
                                        BAB V
                                   KESIMPULAN



Kesimpulan yang bisa didapat dari praktikum yang telah dilakukan adalah

1. Jaringan hewan terdiri atas jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan
   jaringan saraf.
2. Jaringan epitel berperan sebagai jaringan penutup yang melapisi permukaan tubuh
   dan jaringan lainnya.
3. Jaringan oto tersusun atas sel-sel otot.Jaringan otot dibedakan atas 3 macam
   jaringan, yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung.
4. Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf atau neuron yang berfungsi menerima dan
   memindahkan rangsangan dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yanh lain.
5. Jaringan pengikat dapat dibedakan menjadi 3 macam berdasarkan atas dasar
   struktur dan fungsinya yaitu jaringan pengikat sederhana,. Jaringan rangka, dan
   jaringan darah.
                                DAFTAR PUSTAKA



Albert, Bruce. 1994. Biologi Molekular Edisi kedua. PT Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.

Brotowidjoyo. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta

Fahn, A. 1974. Animal Anatomy. Pergamon Press. New York.

Hadioetomo, Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Gramedia. Jakarta.

Junaidi, Endri dkk. 2004. Penuntun praktikum Biologi Umum. Inderalaya : Jurusan

   Biologi FMIPA Universitas Sriwijaya.

Kimball, J. W. 1992. Biologi Jilid 1 Edisi ke lima. Erlangga. Jakarta.

Lim, Daniel. 1998. Mikrobiologi Dasar. Erlangga. Jakarta.

Prawirohartono, Slamet at al. 1996. Sains Biologi 2A untuk SMA kelas 2.

    Jakarta : Bumi Aksara.

Storer, T. I. 1957. General Zoology. Hill Book Company. New York.

Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi untuk SMA kelas XI. Malang: Erlangga.
LAMPIRAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:9650
posted:10/19/2010
language:Indonesian
pages:16