contoh bisnis plan - DOC by WiraTetantang

VIEWS: 72,954 PAGES: 25

									                                        BAB 1
                                 PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah Berwirausaha
          Sejak   krisis   ekonomi   melanda    Indonesia    beberapa    tahun      yang   lalu,
   perekonomian Indonesia berubah drastis. Banyak perusahaan yang gulung tikar karena
   dampak negatif . Krisis moneter tersebut sangat merugikan sehingga mereka tidak dapat
   mempertahankan bisnisnya. Namun tidak sedikit bisnis – bisnis yang dapat menghadapi
   krisis moneter, mempertahankan bisnisnya sehingga tetap exist sampai saat ini bahkan
   ada yang mengalihkan bisnisnya ke bisnis lain juga dan ada juga yang mencoba bisnis –
   bisnis baru sehingga krisis moneter ini bukan dianggap buruk, melainkan            menjadi
   peluang bisnis yang baik, maka tidak heran apabila banyak bisnis – bisnis baru yang
   sukses di masa krisis moneter sehingga kini terus berkembang.
          Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis di bidang makanan dan
   minuman pun ikut mengalami hal yang sama, dari restoran, café, kedai – kedai, warung
   makanan sampai ke konsep foodcourt terus mengalami perkembangan terutama bisnis
   foodcourt kini sedang menjamur dan memiliki prospek yang bagus untuk dijalani karena
   melihat kebutuhan pasar akan tempat makan yang menyajikan makanan yang enak,
   murah dan tempat makan yang nyaman. Oleh karena itu kami tertarik untuk membuat
   prencanaan bisnis berupa studi kelayakan bisnis untuk “ bisnis foodcourt” ini.




1.2 Tujuan Penyusunan Studi Kelayakan
          minun di foodcourt yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhannya akan
   makanan dan minuman.
          Adapun tujuan dari pendirian bisnis ini adalah : Bisnis foodcourt ini dibuat
   berdasarkan asumsi bahwa pasar ( masyarakat ) memiliki keinginan akan makan dan
         Sebagai mata pencaharian
         Untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan tambahan
         Untuk memenuhi keinginan konsumen akan tempat makan yang murah, enak
          dan nyaman.
         Membantu masyarakat dengan membuka lapangan kerja baru
         Untuk mendapatkan pengalaman di bisnis makanan dan minuman.

                                           1
       Bisnis   ini   berguna   untuk   mengembangkan jiwa   wirausaha,   menambah
pengalaman dan menjadikan lebih mahir ( expert ) dalam menjalani bisnis khususnya di
bidang makanan dan minuman serta berguna sebagai latihan “ pemanasan “ bagi
pemilik untuk mengembangkan bisnis di bidang ini.




                                         2
                                       BAB II
                            ASPEK PEMASARAN



2.1 Pemasaran Produk
   Bentuk pasar dari bisnis foodcourt ini dikategorikan sebagai bentuk pasar persaingan
   sempurna. Bisnis ini dapat tergolong pasar persaingan sempurna karena memiliki kriteria
   pasar persaingan sempurna yaitu sebagai berikut:
         “ Pemain “ dalam bisnis ini sangat banyak sehingga banyak pesaing.
         Banyaknya permintaan konsumen akan produk ( makanan dan minuman).
         Informasi mengenai produk dan bisnis ini mudah didapat.
         Hambatan – hambatan untuk masuk dan juga hambatan untuk keluar dari bisnis
          ini termasuk rendah.
   Ada beberapa cara pemilik melakukan pemasaran produknya :
      1. Melakukan promosi melalui surat kabar
      2. Melakukan promosi melalui tabloid iklan (seperti : Info Bisnis, Go’ers, dsb)
      3. Promosi meleui brosur




2.3 Analisis Pasar




                                        Pendatang baru




                                      Pesaing – pesaing
                       Pemasok                                Pembeli
                                           industri




                                      Pengganti / subtitusi




                                            3
   Ancaman persaingan segmen yang ketat : sangat kuat karena adanya
    pemain-pemain bisnis yang agresif dan memiliki segmen pasar luas.
   Ancaman pendatang baru : di sekitar lokasi itu untuk masuknya pendsatang
    baru kurang memungkinkan dikarenakan padatnya lokasi dengan bisnis-bisnis
    yang telah ada.
   Ancaman produk subtitusi : dalam lingkungan foodcourt sendiri                    dapat
    ditemukan substitusi yang potensial misalnya produk minuman jus dengan kopi.
   Ancaman peningkatan kekuatan tawar pembeli : termasuk kecil di bisnis ini
    karena harga yang ditawarkan oleh foodcourt ini sangat terjangkau sehingga
    dapat diterima oleh pembeli.
   Ancaman peningkatan kekuatan tawar pemasok: termasuk rendah karena
    kami dapat membeli bahan baku kami dari berbagai tempat yang dapat kami
    temui di beberapa tempat sehingga kami tidak tergantung pada satu pemasok
    saja. Dalam hal ini kami dapat bebas melakukan pergantian pemasok


Taktik Marketing
      Differensiasi
Untuk produk kami terutama jus 100% gula alami dan tanpa pemanis buatan               dan
sari buah segar karena kami sangat memperhatikan         kesehatan pelanggan kami
dan kualitas terutama rasa (taste).


   Marketing Mix
       o   Produk : produk ini memiliki komposisi sebagai berikut:
           - 70% buah segar
           - 20% air mineral
           - 10% gula alami
           Produk – produknya terdiri dari :
           1. Jus buah :
             Jus jeruk, jus melon, jus tomat, jus alpukat, jus tomat, jus apel,Jus
             strawberry,Jus mangga,jus semangka,Jus tom n jerry (tomat dan
             jeruk),Jus aloha ( sayur – sayuran )
           2. Soft drink :
             teh botol, aqua, coca cola, sprite, fanta, C-1000
           3. Milk shake berbagai rasa
           4. Teh manis, kopi


                                      4
      o   Place: lokasi yang dipilih cukup strategis yaitu di di kawasan Setiabudhi
          karena mempertimbangkan kedekatan lokasi usaha dengan pasar
          sasaran yaitu para mahasiswa, pelajar, karyawan dan masyarakat umum
          di sekitar lokasi namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima
          pelanggan dari luar kota sebab Jalan Setibudhi termasuk jalan yang
          sering dilalui oleh turis dan pengunjung dari luar kota.
      o   Price: harga yang kami tetapkan termasuk harga yang terjangkau dan
          cukup bersaing dengan bisnis sejenis.
      o   Promotion: promosi yang kami gunakan adalah menyebarkan brosur di
          sekolah, kampus,jalan-jalan, dan memasang poster dan pamflet,
          memasang iklan di radio –radio terkemuka di Bandung.


Analisis SWOT
  Kekuatan ( Strength ) :
     Tanpa bahan pengawet
     Hiegenis
     Harga terjangkau dan bersaing
     Pramuniaga yang sopan dan ramah
     Kecepatan pelayanan
     Penyajian dari makanan dan minuman yang unik dan menarik.
     Kami memberikan discount, bonus, buy two get one free. Contoh: beli 2 porsi
      makanan dapat 1 puding segar khusus pada event-event tertentu.
     Kekreatifan menciptakan menu-menu baru
     Suasana yang nyaman dan sejuk dapat menambah selera makan pelanggan
     Tenagakerja /SDM sudah terlatih
     Suasana yang nyaman dengan dilengkapi musik
  Kelemahan ( Weakness ) :
     Belum dikenal dan belum memiliki citra di masyarakat
     Alat /mesin produksi masih belum canggih
     Kapasitas meja dan kursi yang terbatas apabila sedang banyak pengunjung
     Karena terletak di pinggir jalan maka kapasitas tempat parkir terbatas.
  Peluang ( Opportunity ) :
     Kesempatan untuk memperluas lahan bisnis
     Bahan baku mudah diperoleh dari berbagai tempat
  Ancaman ( Threat ) :
     Jumlah pesaing lokal yang relative banyak
                                    5
              Kenaikan bahan baku
              Kenaikan harga alat-alat produksi
              Ijin Usaha yang sulit dan berbelit-belit
              Masuknya pemain asing dalam bisnis ini




2.2 Permintaan dan Penawaran
   Segmenting
      Geografi : Jika dilihat dari segi geografinya, foodcourt ini didirikan di daerah
       Setiabudhi yang dikelilingi oleh lingkungan yang ramai, dekat dengan kampus, dekat
       dengan konsumen, sehingga dapat dikatakan lokasi ini memenuhi syarat – syarat
       pemilihan lokasi.
      Demografi : Konsumen yang dituju adalah konsumen yang berada di sekitar lokasi
       Foodcourt, namun target utamanya didasarkan pada :
        Usia :5 tahun ke atas
        Jenis Kelamin : Pria dan Wanita
        Tingkat Ekonomi : di fokuskan untuk kalangan mahasiswa dan kalangan
          menengah.
      Psikografi : Dari sisi psikografinya konsumen akan memproleh banyak manfaat
       khususnya dari jus – jus buah – buahan yang banyak mengandung vitamin dan
       bagus untuk antioksidan dan kesehatan tubuh.
      Behavioral : Hampir semua masyarakat menyukai jus buah – buahan, apalagi
       manfaat yang diperoleh, hal ini menjadi daya tarik yang memudahkan penjualan.


   Targeting
   Target dari foodcourt ini adalah untuk melayani semua orang. Khususnya kalangan
   mahasiswa/i, dan juga konsumen sekitarnya serta konsumen dari daerah lain. Market
   yang dilayaninya luas, sehingga persaingan juga keras.


   Positioning
   Produk : Minuman jus
   Sasaran pelanggan : golongan mahasiswa / i
   Manfaat : kualitas yang baik dan pelayanan yang ramah dan sopan
   Harga : sesuai dengan ekonomi mahasiswa / i
                                              6
Usulan nilai : jus buah – buahan yang sehat, dengan mutu yang baik dan harga yang
terjangkau
Strategi positioningnya berdasarkan mutu / harga : di sini produk menawarkan nilai
terbaik.




Situasi Persaingan Di Lingkungan Industri
Berdasarkan pengamatan kami, di bisnis ini persaingan yang terjadi semakin ketat.
Faktor kemudahan untuk masuk dan keluar dari bisnis ini yang membuat banyak
pesaing berbondong-bondong mengeluti bisnis ini.


Sikap, Perilaku dan Kepuasaan Konsumen
Sikap konsumen akan adanya Setiabudhi foodcourt ini sangat mendukung atau positif
yang dimana dapat dilihat pada saat pembukaan untuk pertama kalinya, Setiabudhi
foodcourt ramai dikunjungi konsumen.
Perilaku yang ada pada konsumen memerlukan keterlibatan yang rendah pada produk,
dikarenakan tidak secara luas mencari informasi tentang merek, mengevaluasi
karakteristik merek dan memutuskan merek yang akan dibeli.
Selama berjalannya foodcourt ini, dapat dikatakan konsumen merasa puas, karena
dapat dilihat dari rendahnya tingkat keluhan dan saran dari konsumen.




                                       7
2.3 Proyeksi Penjualan

           Bulan               Ramalan Penjualan
                          Tahun 2005
             5                   Rp.3.400.000,00
             6                   Rp.4.200.000,00
             7                   Rp.4.375.000,00
             8                   Rp.3.000.000,00
             9                   Rp.3.900.000,00
             10                  Rp.4.800.000,00
             11                  Rp.4.875.000,00
             12                  Rp.5.000.000,00
                          Tahun 2006
             1                   Rp.5.125.000,00
             2                   Rp.4.950.000,00
             3                   Rp.5.025.000,00
             4                   Rp.5.200.000,00
             Σ                  Rp.53.850.000,00




   Pendapatan Sewa          = Harga sewa/counter/bulan X Jumlah Counter x 12 bulan
                            = Rp.1.100.000,00 x 11 counter x 12 bulan
                            = Rp. 145.200.000,00
   Cash Inflow     = Σ Peramalan Penjualan + Pendapatan sewa
                   = Rp. 53.850.000,00 + Rp. 145.200.000,00
                   = Rp. 199.050.000,00




   Asumsi kenaikan penjualan 5 % / tahun
   Tahun    FV ( 5% )         Cash Inflow
    2007            -        199.050.000,00
    2008         10,500      209.002.500,00
    2009         11,025      230.425.256,00
    2010         11,576      266.740.277,00
    2011         12,155      324.222.806,00




                                              8
                                      BAB III
                               ASPEK PRODUKSI



3.1 Lokasi Usaha
      Bisnis foodcourt ini merupakan salah satu bisnis menarik dan menguntungkan
   karena memiliki prospek masa depan yang baik. Telah terbukti dengan semakin
   banyaknya masyarakat yang menggemari makan dan minum di foodcourt-foodcourt baik
   pelajar, mahasiswa, karyawan, dan masyarakat umum lainnya dari segala kalangan.
       Lokasi foodcort kami ini berada di halaman sebuah rumah di daerah Setiabudi, kami
   memilih lokasi di tempat tersebut karena mempertimbangkan bahwa lokasi itu menjadi
   peluang yang bagus bagi kami, karena lokasinya berdekatan dengan kampus NHI yang
   merupakan suatu sekolah perhotelan terkemuka di Bandung sehingga akan lebih banyak
   orang yang melihat, mengetahui, dan mengunjungi foodcourt kami.
       Kami sangat berharap dengan didirikannya bisnis foodcourt ini, kami dapat turut
   mendukung perkembangan perekonomian khususnya perekonomian kota Bandung. Dan
   semakin berkembangnya bisnis ini dapat menjadi mata pencaharian tetap bagi kami.
   Sebagai pemilik bisnis baru, kami juga mengharapkan agar melalui adanya bisnis
   foodcourt ini dapat menyerap tenaga kerja sehingga terbuka lapangan kerja baru dan
   turut membantu mengurangi angka pengangguran yang sejak dulu telah menjadi
   masalah pembangunan nasional.




3.2 Sarana Produksi
   Mesin – mesin dan Perlengkapan yang Dipilih
   Mesin – mesin yang dipilih berupa 2 buah mixer juice
   Perlengkapannya berupa     60 gelas plastik ,60 gelas kaca, 60 mangkok, 100 sendok
   kecil,100 sendok kaca, sedotan, 6 kain pembersih meja dll.


   Perlengkapan – perlengkapan Tambahan dan Pekerjaan Teknis Tambahan
   Terdapat penambahan perlengkapan yaitu berupa tissue, sedangkan untuk pekerja
   teknis belum ada tambahan dikarenakan untuk saat ini tenaga yang di perlukan masih
   memadai.




                                          9
3.3 Proses Produksi
   Proses produksi yang dilakukan sudah tepat dari awal sampai akhir yaitu dengan urutan
   sebagai berikut :
      1. Cuci buah – buahan yang dipesan / diinginkan konsumen.
      2. Potong buah – buahan menjadi kecil agar mudah dalam proses penghancuran
          serta biji – biji yang ada dibuang.
      3. Siapkan blender, lalu masukan buah – buahan yang telah dipotong, air gula
          sebanyak 5 sendok makan, dapat ditambahkan susu kental dan bahan – bahan
          lain, sesuai pesanan konsumen, lalu masukan es yang telah dihancurkan kecil –
          kecil, setelah itu siap diblender.
      4. Blender selama 2 menit untuk buah – buahan yang lembek dan mudah hancur,
          untuk buah – buahan yang agak sulit hancur, blender dilakukan selama 4 menit.
      5. Setelah pemblenderan ini selesai, masukan hasil dari blender ini ke dalam gelas
          plastic ditambahkan sedotan atau sendok, lalu diantarkan pada konsumen.


   Bagan Proses Produksi


                                        1




                                        2




                                        3




                                        4




                                        5




                                    Konsumen




                                               10
3.4 Biaya Produksi
   Tata letak telah disesuiakan dengan penempatan bahan baku dan peralatan juga
   perlengkapan yang ada sehingga memudahkan dalam proses produksi dan penyajian .


   Gambar :


                                  Clemons               Chinese Food   Batagor   Bubur

                                                                                            Sate




                       Martabak                                                          Ikan Bakar




             Rumah
             Pemilik


                                                                                            Sate
                        Nasi
                        Uduk
                                                Room




                                                                                           Ayam
                                                                                           Bakar


                        Nasi
                       Goreng
                                            57' 0" x 42' 6"




          Tempat
          sampah




   Pemilihan Lokasi dan Site Produksi
   Lokasi yang dipilih untuk pengembangan bisnis foodcourt ini sudah baik, dimana
   memnuhi krteria lokasi yang baik, seperti dekat dengam pasar, tersedianya trasportasi,
   tersedia masukan, tersedia jasa dsb.


   Jadwal Kerja
   Jadwal kerja yang dibuat cukup realistis bagi karyawannya dimana karyawan mulai
   bekerja dari pukul 17.00 sampai 23.00, selama 30 atau 31 hari kerja.




                                                        11
                                    BAB IV
                      ASPEK MANAJEMEN DAN YURIDIS



4.1 Struktur Organisasi
   Landasan yang mendasari pendirian Foodcourt ini adalah untuk memenuhi kebutuhan
   konsumen akan makanan dan minuman, serta gizinya. Dengan adanya foocourt diharap
   dapat membantu memberikan lapangan pekerjaan, disisi lain juga membantu pemerintah
   dari segi pajak.


   STRUKTUR ORGANISASI



                                      Pimpinan
                                      ( Pemilik )




               Bag                       Bag                           Bag
             Keuangan                  Produksi                     Pelayanan



           Pegawai kasir
               dan                     pegawai            Pegawai               Pegawai
            pembukuan


4.2 Uraian Tugas
      Pimpinan ( pemilik )
        Menetapkan kebijakan dan program kerja para pegawai untuk mendapatkan hasil
          operasi yang optimal.
        Memimpin , mengkoordinasikan, dan melakukan pengawasan langsung terhadap
          bagian keuangan, produksi dan pelayanan.
        Bertanggung jawab atas segala pelaksanaan usaha baik intern maupun ekstern.
        Menjalin hubungan dengan konsumen, sehingga pemilik mengetahui apa yang
          diinginkan konsumen. Dari masukan itu, pemilik dapat melakukan perubahan
          yang sesuai diinginkan oleh konsumen.
      Bagian Keuangan

                                        12
               Melaksanakan tugas bagian penerimaan uang dari penjualan.
               Bertanggung jawab akan keamanan uang yang ada.
         Melakukan penghitungan atas keuangan yang diperoleh dari penjualan, lalu
            lakukan pembukuan.
         Menyusun anggaran secara periodic


       Bagian Produksi
         Melakukan produksi dari bahan baku menjadi barang jadi
         Bertanggung jawab akan kebersihan dari proses produksi
         Melakukan proses produksi sesuai dengan yang telah ditetapkan, untuk menjaga
            cita rasa.


       Bagian pelayanan
         Bertanggung jawab akan pesanan yang dilakukan oleh konsumen.
         Menjalin hubungan dengan konsumen dengan pelayanan yang ramah dan
            sopan.
         Bertanggung jawab akan pengantaran pengataran yang benar akan pesanan
            konsumen.


   Jadwal / Rencana Proyek

                                                                   Bulan
       No                kegiatan
                                               1   2   3   4   5   6   7    8   9   10 11 12
       1    Penyusunan proposal
       2    Pembelian peralatan
       3    Pembagunan fisik
       4    Pemasangan peralatan
       5    Operasi percobaan
       6    Operasi komersial


4.3 Sistem Balas Jasa
   Pemilik memberikan gaji pokok, bonus, uang transportasi kepada setiap tenaga kerjanya


4.4 Aspek Yuridis
   Pemilik membuat SIUP, SITU dan mengikuti peraturan-peraturannya


                                          13
                                         BAB V
                               ASPEK KEUANGAN

5.1 Dana Investasi Yang Dibutuhkan
   Dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi awal Rp. 693.312.000


5.2 Rencana Sumber Modal
   Sumber dana untuk memulai bisnis ini, pemilik berencana memakai sumber dana
   dengan menggunakan modal yang dimiliki dan ditambah dengan meminjam modal dari
   orang tua


5.3 Proyeksi Cash Flow Dan Neraca Laba Rugi
     Keterangan        Unit    Harga Per         Total
                                 Unit
    Fixed Assets :
          Tanah          -          -         550.000.000
       Bangunan          -          -         100.000.000
    Gerobak / Rak       1      1.800.000       1.800.000
      Mesin Juice       2       200.000         400.000
      Kursi Makan       48       50.000        2.400.000
      Meja Makan        12      200.000        2.400.000
         Canopy         11     2.000.000      22.000.000
      Radio Tape        1       850.000         850.000
        Speaker         2       300.000         600.000
      Kipas Angin       3       300.000         900.000
       Meja Kasir       1       200.000         200.000
       Kursi Kasir      1       100.000         100.000
     Telepon ( HP       1       700.000         700.000
          Flexi )
     Aktiva Tetap
          Lain :
      Gelas Kaca         60      2.000         120.000
        Mangkok          60      3.000         180.000
     Sendok Besar       100      2.500         250.000
     Sendok Kecil       100      2.000         200.000
    Kain Pembersih       6       2.000          12.000
           Meja
       Lain - Lain       -           -          200.000
    TOTAL FIXED                               683.312.000
        ASSETS
       Izin Usaha                             10.000.000
         TOTAL                                693.312.000


                                         14
 Cash Inflow ( Asumsi Kenaikan 5 % / tahun )

        Bulan                Cash Inflow
                   Tahun 2005
           5              Rp.3.400.000,00
           6              Rp.4.200.000,00
           7              Rp.4.375.000,00
           8              Rp.3.000.000,00
           9              Rp.3.900.000,00
           10             Rp.4.800.000,00
           11             Rp.4.875.000,00
           12             Rp.5.000.000,00
                   Tahun 2006
           1              Rp.5.125.000,00
           2              Rp.4.950.000,00
           3              Rp.5.025.000,00
           4              Rp.5.200.000,00
           Σ             Rp.53.850.000,00

Pendapatan Sewa       = Harga sewa/counter/bulan X Jumlah Counter x 12 bulan
                      = Rp.1.100.000,00 x 11 counter x 12 bulan
                      = Rp. 145.200.000,00
Cash Inflow     = Σ Peramalan Penjualan + Pendapatan sewa
                = Rp. 53.850.000,00 + Rp. 145.200.000,00
                = Rp. 199.050.000,00


   Tahun        FV ( 5% )      Cash Inflow
    2007            -         199.050.000,00
    2008         10,500       209.002.500,00
    2009         11,025       230.425.256,00
    2010         11,576       266.740.277,00
    2011         12,155       324.222.806,00




                                       15
      Cash Outflow


                                Biaya         Biaya         %
  Jenis Biaya     Jumlah                                                 2007         2008         2009         2010         2011
                             (per bulan)   (per tahun)   Kenaikan
      Biaya Utilitas
Listrik                -      2.000.000    24.000.000      2%          24.000.000   24.480.000   24.969.600   25.468.992   25.978.372
Air                    -        500.000     6.000.000      1%           6.000.000    6.060.000    6.120.600    6.181.806    6.243.624
Telepon                -        200.000     2.400.000      3%           2.400.000    2.472.000    2.546.160    2.622.545    2.701.221
     Biaya Tenaga Kerja
Pimpinan           1 orang    2.000.000    24.000.000      10%         24.000.000   26.400.000   29.040.000   31.944.000   35.138.400
Bagian
Keuangan           1 orang      700.000     8.400.000      10%          8.400.000    9.240.000   10.164.000   11.180.400   12.298.440
Bagian Produksi    1 orang      700.000     8.400.000      10%          8.400.000    9.240.000   10.164.000   11.180.400   12.298.440
Bagian
Pelayanan          2 orang      600.000    14.400.000      10%         14.400.000   15.840.000   17.424.000   19.166.400   21.083.040
       Biaya Perawatan
Bangunan               -        500.000     6.000.000      2%           6.000.000    6.120.000    6.242.400    6.367.248    6.494.593
        Biaya Promosi
Promosi                         300.000     3.600.000      5%           3.600.000    3.780.000    3.969.000    4.167.450    4.375.823
             HPP
Buah-Buahan            -        300.000   3.600.000        10%          3.600.000   3.960.000   4.356.000   4.791.600   5.270.760
Susu                   -         30.000     360.000        10%            360.000     396.000     435.600     479.160     527.076
Gula                   -         50.000     600.000        10%            600.000     660.000     726.000     798.600     878.460
Sedotan                -         10.000     120.000        10%            120.000     132.000     145.200     159.720     175.692
Gelas Plastik          -         12.500     150.000        10%            150.000     165.000     181.500     199.650     219.615
Soft drink             -        500.000   6.000.000        10%          6.000.000   6.600.000   7.260.000   7.986.000   8.784.600
  Proyeksi Cash Outflow       8.402.500 108.030.000         -         108.030.000 115.545.000 123.744.060 132.693.971 142.468.156




                                                                 16
Cash Flow Setelah Pajak




                                     Cash                               Pajak       Pajak                 Total
     Tahun       Cash Inflow        Outflow    Depresiasi    PKP         10%         15%    Pajak 30%    Pajak
      2007         199.050.000     108.030.000 26.662.400  64.357.600 5.000.000   2.153.640      -      7.153.640
      2008         209.002.500     115.545.000 26.681.640  66.775.860 5.000.000   2.516.379      -      7.516.379
      2009         230.425.256     123.744.060 26.702.804  79.978.392 5.000.000   4.496.759      -      9.496.759
      2010         266.740.277     132.693.971 27.006.084 107.040.222 5.000.000   7.500.000  2.112.067 14.612.067
      2011         324.222.806     142.468.156 27.031.693 154.722.958 5.000.000   7.500.000 16.416.887 28.916.887


     Berdasarkan ketentuan pasal 17 ayat ( 1 ) Undang - Undang Penghasilan
     BUT :
     Sampai dengan Rp.50.000.000                                   10%
     Diatas Rp.50.000.000 - Rp.100.000.000                         15%
     Diatas Rp.100.000.000                                         30%




                                                        17
5.6 Laba Bersih

    Tahun            PKP          Pajak         PSP        Depresiasi   Net Cash Flow
     2007          64.357.600    7.153.640    57.203.960   26.662.400       83.866.360
     2008          66.775.860    7.516.379    59.259.481   26.681.640       85.941.121
     2009          79.978.392    9.496.759    70.481.633   26.702.804       97.184.437
     2010         107.040.222   14.612.067    92.428.155   27.006.084      119.434.240
     2011         154.722.958   28.916.887   125.806.070   27.031.693      152.837.763




                                                            18
Laporan Keuangan ( Neraca, Laba Rugi )
                                         NERACA

Keterangan                   2007          2008          2009         2010         2011
AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas                      3.000.000    3.300.000      3.630.000    3.993.000    4.392.300
Persediaan              10.830.000   11.913.000     13.104.300   14.414.730   15.856.203
Perlengkapan               500.000      550.000        605.000      665.500      732.050
Total Aktiva Lancar     14.330.000   15.763.000     17.339.300   19.073.230   20.980.553
Aktiva Tetap
Tanah                  550.000.000 550.000.000     550.000.000 550.000.000 550.000.000
Bangunan               100.000.000 100.000.000     100.000.000 100.000.000 100.000.000
Gerobak / Rak            1.800.000   1.800.000       1.800.000   1.800.000   1.800.000
Mesin Juice                400.000     400.000         400.000     600.000     600.000
Kursi                    2.400.000   2.400.000       2.400.000   3.000.000   3.000.000
Meja                     2.400.000   2.400.000       2.400.000   3.000.000   3.000.000
Canopy                  22.000.000  22.000.000      22.000.000  22.000.000  22.000.000
Radio Tape                 850.000     850.000         850.000     850.000     850.000
Speaker                    600.000     600.000         600.000     600.000     600.000
Kipas Angin                900.000     900.000         900.000     900.000     900.000
Meja Kasir                 200.000     200.000         200.000     200.000     200.000
Kursi Kasir                100.000     100.000         100.000     100.000     100.000
Telepon ( HP Flexi )       700.000     700.000         700.000     700.000     700.000
Aktiva Tetap Lain
Gelas Kaca                120.000        132.000      145.200      159.720      175.692
Mangkok                   180.000        198.000      217.800      239.580      263.538
Sendok Besar              250.000        275.000      302.500      332.750      366.025
Sendok Kecil              200.000        220.000      242.000      266.200      292.820
Kain Pembersih Meja        12.000         13.200       14.520       15.972       17.569
Lain - Lain               200.000        220.000      242.000      266.200      292.820
Akumulasi
Penyusutan             -26.662.400 -26.681.640     -26.702.804 -27.006.084 -27.031.693
Total Aktiva Tetap     656.649.600 656.726.560     656.811.216 658.024.338 658.126.771
Izin Usaha              10.000.000  10.000.000      10.000.000  10.000.000  10.000.000
 Total Aktiva          680.979.600 682.489.560     684.150.516 687.097.568 689.107.324

PASSIVA
Modal                  680.979.600 682.489.560     684.150.516 687.097.568 689.107.324
Total Passiva          680.979.600 682.489.560     684.150.516 687.097.568 689.107.324




                                          19
      Asumsi :           - Aktiva lancar & Aktiva tetap lain mengalami kenaikan 10% per tahun
                         - Akumulasi mengalami perubahan karena ada
                        penambahan
                           pada aktiva tetap lain sebesar 10% pertahun disertai
                           penambahan aktiva tetap pada tahun2010 Rp.1.400.000 dengan
                        umur
                        umur ekonomis selama 5 tahun

Depresiasi

                         DEPRESIASI

   Rumus Penyusutan          =         Total Aktiva - Tanah
                                         Umur Ekonomis


Penyusutan tahun 2007         =    683.312.000 - 550.000.000
                                               5
                              =    26.662.400


Penyusutan tahun 2008         =    683.408.200 - 550.000.000
                                               5
                              =    26.681.640


Penyusutan tahun 2009         =    683.514.020 - 550.000.000
                                               5
                              =    26.702.804


Penyusutan tahun 2010         =    685.030.422 - 550.000.000
                                               5
                              =    27.006.084


Penyusutan tahun 2011         =    685.158.464 - 550.000.000
                                               5
                              =    27.031.693




                                             20
Laporan Laba Rugi ( Pajak berdasarkan Undang-Undang yang Berlaku )

                                         Laba - Rugi

Keterangan                       2007        2008        2009        2010        2011
Penjualan                  199.050.000 209.002.500 230.425.256 266.740.277 324.222.806
HPP                         10.830.000  11.913.000  13.104.300  14.414.730  15.856.203
Laba Kotor                 188.220.000 197.089.500 217.320.956 252.325.547 308.366.603
Biaya Tenaga Kerja :
Gaji Pimpinan               24.000.000     26400000      29040000     31944000      35138400
Gaji Produksi                8.400.000     9.240.000    10.164.000   11.180.400    12.298.440
Gaji Pelayan                14.400.000    15.840.000    17.424.000   19.166.400    21.083.040
Gaji keuangan                8.400.000     9.240.000    10.164.000   11.180.400    12.298.440
Biaya Penyusutan            26.662.400    26.681.640    26.702.804   27.006.084    27.031.693
Biaya Utilitas
Listrik                     24.000.000    24.480.000    24.969.600   25.468.992    25.978.372
Air                          6.000.000     6.060.000     6.120.600    6.181.806     6.243.624
Telepon                      2.400.000     2.472.000     2.546.160    2.622.545     2.701.221
Biaya Perawatan
Bangunan                     6.000.000     6.120.000     6.242.400     6.367.248    6.494.593
Biaya Promosi
Promosi                      3.600.000   3.780.000   3.969.000   4.167.450   4.375.823
Total Biaya                123.862.400 130.313.640 137.342.564 145.285.325 153.643.645
Laba Bersih Sebelum
Pajak                       64.357.600    66.775.860    79.978.392 107.040.222 154.722.958
Pajak Penghasilan (
30% )                        7.153.640     7.516.379     9.496.759   14.612.067    28.916.887
Laba Bersih Setelah
Pajak                       57.203.960    59.259.481    70.481.633   92.428.155 125.806.070




Asumsi :
Pajak dihitung kembali berdasarkan Undang - Undang
Berdasarkan ketentuan pasal 17 ayat ( 1 ) Undang - Undang Penghasilan BUT :
Sampai dengan Rp.50.000.000                                   10%
Diatas Rp.50.000.000 - Rp.100.000.000                         15%
Diatas Rp.100.000.000                                         30%




                                           21
5.4 Perhitungan dengan Metode Capital Budgeting ( NPV, IRR, PB, PI )
   Metode Payback Period
          Tahun              CF           Cumulative CF

            0                0            - 693.312.000

            1           199.050.000,00    - 494.262.000

            2           209.002.500,00    - 285.259.500

            3           230.425.256,00     - 54.834.244
            4           266.740.277,00     211.906.033
            5           324.222.806,00           -


                   54.834.244
          PP = 3                      = 3,21= 3 Tahun, 2 bulan, 14 hari
                   266.740.277
          Jadi jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi adalah 3
          tahun, 2 bulan, 14 hari


      Metode NPV

                 Tahun              NCF            PV           PVCF
                                                 (15%)
                    0               0                     - 693.312.000,00
                    1         199.050.000,00     0,8696    173.093.880,00
                    2         209.002.500,00     0,7561    158.026.790,00
                    3         230.425.256,00     0,6575    151.504.606,00
                    4         266.740.277,00     0,5718    152.522.090,00
                    5         324.222.806,00     0,4972    161.203.579,00
                                                  NPV
                                                           103.038.945,00

          Karena nilai NPV-nya > 0 maka investasi ini layak untuk dijalankan


      Metode Profitability Indeks


                 796.350.945
          PI =                1,15
                 693.312.000
          Investasi ini layak dilakukan karena PI > 1




                                            22
Metode IRR
    Tahun                 NCF           PV (20%)         PVCF
      0                   0                           -693.312.000
        1           199.050.000,00          0,8333      165.875.000
        2           209.002.500,00          0,6944      145.140.625
        3           230.425.256,00          0,5787      133.347.949
        4           266.740.277,00          0,4823      128.636.322
        5           324.222.806,00          0,4019      130.297.874
                                             NPV          9.985.770

    Tahun                 NCF           PV (21%)         PVCF
      0                   0                           -693.312.000
        1           199.050.000,00          0,8264      164.504.132
        2           209.002.500,00          0,6830      142.751.520
        3           230.425.256,00          0,5645      130.069.050
        4           266.740.277,00          0,4665      124.436.308
        5           324.222.806,00          0,3855      125.001.927
                                             NPV         -6.549.063



                              P 2  P1 
  IRR       =       P1   C1X          
                              C 2  C1 

                                     21 %  20 %         
  = 20 %   9.985 .770 X                                 
                                6.549 .063  9.985 .770 
  = 20,6%
  Investasi layak dijalankan karena IRR > DF
            ATAU
  Investasi layak dijalankan karena IRR > 15%




                                            23
   5.5 Perhitungan Titik Impas (BEP)
       BEP =         Fixed Cost ( per tahun )
                  1 –Variable Cost ( per tahun )
                     Penjualan ( per tahun )
             =           108.030.000
                        1 – 43.230.000
                         199.050.000
              =     108.030.000
                    1 – 0,2172
              =    138.004.598
terlibat di dalamnya dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan keahliaannya.
           Aspek ekonomi dan keuangan
             Dari studi yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa aspek ekonomi
             dan keuangan yang diterapkan oleh Food Court layak dijalankan karena telah
             memenuhi kriteria perhitungan Capital Budgeting.




                                            24
25

								
To top