Docstoc

archaebakteri

Document Sample
archaebakteri Powered By Docstoc
					Bahan Ajar : Mikrobiologi Laut
Fahruddin, Jurusan Biologi, F.MIPA, UNHAS




                           ARCHAEBACTERIA

Pengantar
      Kamu mungkin sudah pernah mendengar organisme monera, salah satunya
adalah Salmonella, suatu bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Walaupun kamu pernah sakit akibat dari Salmonella, tetapi kamu mungkin tidak
dapat melihat bakteri ini karena ukurannya sangat kecil.
      Monera adalah organisme yang jumlahnya sangat melimpah di bumi melebihi
semua organisme lain. Sebagai bukti, ada banyak monera dalam segenggam
kotoran, atau dalam mulut kamu. Walaupun monera sangat kecil, tapi sangat
penting peranannya dan mempengaruhi lingkungan serta kehidupan semua
organisme.
Prokariotik



                                                         ◄Gambar 1 Tipe sel
                                                         prokariotik memiliki dinding
                                                         sel, membran sel, dan tidak
                                                         ada nukleus. Dimana letak
                                                         kromosom?




Kata monera mungkin belum begitu biasa didengar, tetapi kamu mungkin sudah biasa
mendengar bakteri. Bakteri adalah organisme yang utama dalam kingdom Monera.
Organisme diklasifikasikan dalam kingdom Monera berdasarkan satu karakteristik yakni :
tidak ada nukleus sel. Organisme yang tidak mempunyai nukleus sel adalah prokariotik.
Semua anggota kingdom Monera adalah prokariotik, dan semua prokariotik termasuk
dalam kingdom Monera. Ada 5000 spesies monera adalah prokariotik.
       Prokariotik memiliki beberapa karakteristik. Lihat tipe sel prokariotik dalam Gambar
1, lebih mudah mengetahuinya.
   -   Prokariotik tidak mempunyai nukleus.
   -   Prokariotik mempunyai membran sel, tetapi tidak mempunyai membran organella
       seperti mitokondria dan kloroplas.
   -   Prokariotik mempunyai ribosom yang berbeda dari ribosom eukariotik.
   -   Kebanyakan prokariotik adalah organisme bersel tunggal.


Evolusi Monera
       Para ahli biologi umumnya mengklasifikasikan organisme dalam urutan berdasarkan
hubungan evolusi. Sampai sekarang, masih sulit untuk mengkaji evolusi monera,
mengingat sisa fosilnya sangat sedikit ditemukan, sehingga sulit memberikan informasi.
Monera juga memiliki struktur yang sedikit untuk dipelajari dan dibandingkan. Oleh karena
itu, ahli taksonomi lebih mudah mengklasifikasikan kingdom Monera berdasarkan
karakteristiknya dari pada mengikuti hubungan evolusinya.
       Tetapi tehnik biologi molekuler membantu para ilmuwan menemukan garis evolusi
monera. Ilmuwan menemukan hubungan evolusi melalui kajian protein, DNA dan RNA
pada monera, atau dengan membandingkan RNA ribosomal dengan urutan lengkap genom
beberapa spesies yang masih hidup saat ini. Berdasarkan pada kajian ini, maka kingdom
Monera dibagi dalam dua kelompok : archaebakteri dan eubakteri.
 ▲Gambar Tiga garis keturunan utama kehidupan. Dua kelompok prokariotik yang sangat berbeda
 adalah domain bakteri dan archae. Semua eukariotik ditempatkan dalam domain eukariotik. Pohon
 filogenik ini menggabungkan hipotesis bahwa domain eukariotik dan archae memiliki nenek moyang
 yang sama dibandingkan dengan nenek moyang bersama bakteri dan archae. Kajian molekuler
 mendukung hipotesis bahwa archae lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan eukariotik
 dibandingkan dengan bakteri


Archaebakteri
Archaebakteri adalah kelompok monera yang hidup dalam lingkungan yang ekstrim.
Dinding sel, membran sel, dan RNA ribosom pada Archaebakteri berbeda dari monera lain.
Tetapi,    Archaebakteri dapat hidup dimana organisme lain tidak dapat bertahan hidup.
Archaebakteri hidup di lingkungan ekstrim yang menyerupai habitat Bumi Purbakala seperti
panas, asam, dasar laut, dan air yang bersalinitas tinggi.
          Awalan archae berarti ”kuno”. Archaebakteri dianggap kuno karena kemungkinan
bentuk pertama dari kehidupan di bumi. Para ilmuwan berpendapat bahwa lingkungan yang
keras, membuat archaebakteri sekarang dapat hidup pada kondisi lingkungan dimana sama
dengan ketika bentuk kehidupan pertama muncul
          Archaebakteri dibagi dalam empat kelompok berdasarkan lingkungan tempat
hidupnya. Anggota kelompok pertama hidup dalam lingkungan bebas oksigen dan
menghasilkan      metana   (CH4).   Archaebakteri   yang     menghasilkan   metana    disebut
metanogen. Metanogen mempengaruhi lingkungannya dalam beberapa cara. Metan
dihasilkan oleh metanogen dalam air payau disebut gas payau. Metan dihasilkan oleh
metanogen dalam saluran pencernaan pada banyak mamalia, termasuk manusia, adalah
gas usus. Metanogen dalam saluran pencernaan sapi memecah sellulosa, dengan cara
demikian sapi mampu menggunakan rumput dan tumbuhan sebagai nutrien. Metanogen
digunakan dalam industri untuk membersihkan limbah cair.
       Kelompok kedua archaebakteri dapat hidup dalam air yang bersuhu tinggi (600C
sampai 2500C) dan asam (pH 2 sampai 4). Archaebakteri yang dapat hidup pada panas
dan asam disebut termoasidofilik. Koloni termoasidofilik tampak berkilau di pinggiran
sumber air panas.
       Kelompok ketiga archaebakteri tumbuh banyak di air panas dasar laut yang
terbentuk gempa vulkanik di dasar laut. Archaebakteri ini dapat membuat karbohidrat
melalui penggunaan hidrogen sulfida (H2S) di dalam air sebagai sumber energi.
Archaebakteri yang menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber energi disebut
bakteri khemosintesis.
        Kelompok keempat        hidup di
daerah yang bersalinitas tinggi seperti di
Laut Mati. Archaebakteri yang hidup
dalam lingkungan bersalinitas ekstrim
disebut halofil ekstrim. Halofil ekstrim
dapat tumbuh dalam air sepuluh kali
lebih asin dari air laut. Perhatikan,
Gambar 2, tempat tumbuh halofil.



                                    ▲MerahSalt-lovers : immense bloom of a halophilic ("salt-
                                    loving") archaean species at a salt works near San Quentin, Baja
                                    California Norte, Mexico. This archaean, Halobacterium, also
                                    lives in enormous numbers in salt ponds at the south end of San
                                    Francisco Bay; interested residents of this area should take the
                                    Dumbarton Bridge for the best views.
                          Perbandingan antara Tiga Domain Kehidupan


                                                                 DOMAIN
              Karakteristik
                                           Bakteri                Archae                Eukariotik
        Selubung                      Tidak ada              Tidak ada               Ada
        Nukleus
        Organel yang                  Tidak ada              Tidak ada               Ada
        Terbungkus membran
        Peptidoglikan                 Ada                    Tidak ada               Tidak ada
        Di dinding sel
        Lipid membran                 Hidrokarbon            Beberapa                Hidrokarbon tak
                                      Tak bercabang          Hidrokarbon             bercabang
                                                             bercabang
        RNA polimerase                Satu jenis             Beberapa jenis          Beberapa jenis
        Asam amino inisiator          Formil-                Metionin                Metionin
        untuk                         metionin
        Permulaan sintesis
        protein
        Intron                        Tidak ada              Ada pada                Ada
                                                             beberapa gen
        Respon pada                   Pertumbuhan            Pertumbuhan             Pertumbuhan
        Streptomisin dan              terhambat              tidak terhambat         tidak
        kloramfenikol                                                                terhambat




 Finding Archaea : The hot springs of Yellowstone National Park, USA, were among the first places
 Archaea were discovered. At left is Octopus Spring, and at right is Obsidian Pool. Each pool has
 slightly different mineral content, temperature, salinity, etc., so different pools may contain different
 communities of archaeans and other microbes. The biologists pictured above are immersing
 microscope slides in the boiling pool onto which some archaeans might be captured for study.
Following are different types of extremophiles. Some extremophiles may fit into more than
one category:
       Acidophile: An organism with an optimum pH level at or below pH 3.
       Alkaliphile: An organism with optimal growth at pH levels of 9 or above.
       Endolith: An organism that lives inside rocks.
       Halophile: An organism requiring at least 2M of NaCl for growth.
       Hyperthermophile: An organism that can thrive at temperatures between 80-110°C
        (176-230°F).
       Hypolith: An organism that lives inside rocks in cold deserts.
       Metalotolerant: capable of tolerating high levels of heavy metals, such as copper,
        cadmium, arsenic, and zinc.
       Oligotroph: An organism capable of growth in nutritionally limited environments.
       Piezophile: An organism that lives optimally at high hydrostatic pressure.
       Polyextremophile: An organism that can survive different extreme conditions.
       Psychrophile: An organism that can thrive at temperatures of 15°C (59°F) or lower.
       Radioresistant: resistant to high levels of ionizing radiation.
       Thermophile: An organism that can thrive at temperatures between 60-80°C (140-
        176°F).
       Xerophile: An organism that can grow in environments with a low water activity.

A subkingdom of bacteria, they survive in environments similar to those found on the young
earth: hot springs, sea vents releasing sulfide-rich gases, boiling muds around volcanos, that
sort of place. They differ from other bacteria (called Eubacteria) because:

       they are mostly anaerobic
       the RNA of their ribosomes is different to that of Eubacteria.
       they have no peptidoglycan in their cell walls
       their fats are linked together in a different way
They include the methane forming, the salt loving and the heat loving bacteria.

Methane Forming
The methanogenic bacteria create ATP by reducing carbon dioxide from the atmosphere
using hydrogen, formate, methanol or other reduced molecules. As a result methane is
liberated. This can only be done in the absence of free oxygen. So they are poisoned by
normal air.
These bacteria live in marshes, when we call the methane they produce 'marsh gas'. They
also thrive in sewage treatment plants and the intestines of animals.

Salt Loving
Before the invention of refrigeration and freezing, people used to preserve their food by
salting it. This killed the bacteria. However there are some bacteria, the Halophilic bacteria,
which can only live in water with a high salt concentration! They produce a pink scum on
salt flats. They are aerobic.

Heat Loving
Another way to kill normal bacteria is to cook food. But heat does not kill some
archaebacteria. Thermoacidophilic bacteria can only live in water which is very hot (70 - 75°
C) and as acidic as concentrated sulphuric acid. They are found in hot springs.

Classification

       Phylum: Crenarchaeota
            Order: Thermoproteales
            Order: Desulfurococcales
            Order: Sulfolobales
   Phylum: Euryarchaeota
        Class: Methanobacteria
        Class: Methanococci
              Order: Methanococcales
              Order: Methanomicrobiales
              Order: Methanosarcinales
        Class: Halobacteria
        Class: Thermoplasmata
        Class: Thermococci
        Class: Archaeoglobi
        Class: Methanopyri
anopyri

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1346
posted:10/17/2010
language:Indonesian
pages:7