Docstoc

Hambatan komunikasi

Document Sample
Hambatan komunikasi Powered By Docstoc
					Hambatan Komunikasi

HEPPI SASMITA, MKep,.Sp Jiwa
          Fungsi Komuniksi
• 1) Memberikan pengetahuan. Komunikasi dapat
  digunakan untuk transfer pengetahuan dari pengirim
  kepada penerima (receiver). Bentuk hubungan dosen
  dengan mahasiswa dalam perkuliahan merupakan
  contoh komunikasi seperti ini.

• 2) Memotivasi orang lain. Komunikasi dapat digunakan
  untuk memotivasi orang lain untuk melakukan suatu
  tindakan atau pekerjaan tertentu. Misalnya dalam
  bentuk pengarahan, pidato, wejangan, dan lain-lain.

• 3) Mengontrol tindakan seseorang. Mengontrol tindakan
  seseorang dapat dilakukan dengan berkomunikasi.
  Komunikator dapat mengetahui status atau keadaan
  orang yang diawasinya. Misalnya hubungan atasan-
  bawahan.

• 4) Mengekspresikan perasaan dan emosi. Komunikasi
  digunakan juga untuk mengekspresikan perasaan dan
  emosi, kepada pihak lain, yang bisa dipercaya. Misalnya
  mengekspresikan keluh kesah, atau perasaan sedih, dan
  ekspresi perasaan lainnya.
         Bentuk-Bentuk Dasar
             Komunikasi
1. Komunikasi verbal.
  Komunikasi verbal terdiri dari kata-kata yang
  disusun dalam pola yang mempunyai arti, bisa
  dalam bentuk:
  a. Berbicara (lisan).
     Komunikasi lisan merupakan medium
      komunikasi yang paling disukai. Berbicara
      dengan seseorang lebih cepat dan lebih
      nyaman dibandingkan menulis (misalnya
      surat atau memo).
b. Menulis.
 Meskipun komunikasi lisan merupakan
  bentuk komunikasi yang paling disukai
  ada kalanya lebih tepat dan efektif
  menggunakan komunikasin tertulis,
  seperti surat, memo, laporan dan
  proposal. Salah satu keuntungan dari
  komunikasi lisan adalah adanya catatan
  dan bukti komunikasi secara tertulis, yang
  seringkali dapat digunakan sebagai bukti
  (evidence) atau untuk konfirmasi.
2. Komunikasi non-verbal
 Komunikasi non-verbal merupakan

  bentuk komunikasi yang tidak
 menggunakan kata-kata, baik lisan
  maupun tulisan. Sebaliknya,
  komunikasi non-verbal
  menggunakan tanda-tanda atau
  isyarat tubuh
3. Komunikasi internal dan eksternal.
   Komunikasi internal merujuk pada
  pertukaran informasi dan gagasan di
  dalam organisasi, membawa dan
  mengkomunikasikan informasi keatas,
  kebawah dan lintas departemen dalam
  suatu organisasi.

 komunikasi eksternal membawa
 komunikasi ke dalam dan keluar
 organisasi. Dengan kata lain komunikasi
 ini merupakan komunikasi antar
 organisasi dan pihak-pihak lainnya yang
 berhubungan dengan organisasi.
4) Komunikasi formal dan informal
   a. Komunikasi formal
 Komunikasi formal merupakan bentuk
  komunikasi yang dilakukan
 dalam situasi yang formal, biasanya
  digunakan dalam aktifitas pekerjaan
  dalam suatu organisasi, ataupun dalam
  hubungan antar organisasi.

     b. Komunikasi non-formal.
   merupakan bentuk komunikasi dalam
    hubungan antar pribadi yang
   bersifat longgar. Misalnya, obrolan
    ataupun percakapan sehari-hari antar dua
    atau lebih pribadi.
Proses dan Tahapan Komunikasi
1)   Proses komunikasi. Proses komunikasi
     menggambarkan bagaimana aktifitas
     komunikasi berlangsung, dapat
     digambarkan sebagai berikut:
     Pengirim :
    Mengirim Ide > Mengemas Ide >
     Menyampaikan pesan > Memilih Medium
     Perantara > Pesan diterima penerima
Penerima:
 Menerima Ide > Memahami Pesan >
  Mengirim umpan balik > Memilih
  Medium Perantara > Umpan balik
  sampai kepada pengirim
   Tahapan komunikasi. Terdapat beberapa tahapan
    komunikasi, yang merupakan bagian dari proses
    komunikasi, yaitu:

    a. Pengirim mempunyai gagasan (ide). Anda mengirimkan
      suatu gagasan dan ingin mengungkapkannya kepada
      pihak lain.

    b. Pengirim mengubah gagasan menjadi pesan. Ketika
      anda mengubah gagasan menjadi pesan yang akan
      dipahami oleh penerima, anda menyandikan gagasan
      tersebut kedalam bentuk yang dapat dipahami oleh
      penerima, seperti memutuskan bentuk pesan (kata,
      ekspresi wajah, gerakan badan), panjang, organisasi,
      nada dan gaya, semuanya bergantung pada gagasan,
      penerima dan gaya pribadi serta suasana hati.
c. Pengirim mengirimkan pesan. Untuk mengirimkan secara
   fisik pesan anda kepada penerima. Anda memilih media
   perantara (verbal/non-verbal, lisan/tertulis) dan medium
   (telpon, komputer, surat, memo, dll.). Tergantung pada
   pesan anda, lokasi penerima, keperluan akan kecepatan
   dan formalitas situasi yang dihadapi (formal atau informal).

d. Penerima menerima pesan. Penerima harus menerima
   pesan terlebih dulu agar komunikasi dapat berlangsung.

e. Penerima menafsirkan pesan. Penerima harus bekerja sama
   dengan cara mengartikan pesan dan harus disimpan dalam
   pikiran penerima.

f. Penerima bereaksi dan mengirimkan umpan balik. Umpan
   balik adalah tanggapan dari penerima pesan anda,
   hubungan akhir dalam rantai komunikasi. Umpan balik
   dapat menjadi indicator apakah pesan diterima secara
   efektif. Misalnya salah satu umpan balik bentuk komunikasi
   perkuliahan di kelas adalah hasil ujian mahasiswa.
    Komunikasi yang Efektif

1) Komunikasi dapat dimengerti. Indikasinya
  adanya kesepahaman antara pengirim dan
  penerima.

2) Merangsang individu untuk melakukan tindakan
  yang diharapkan oleh pengirim pesan.

3) Membuat penerima berpikir dengan cara lain.
  Komunikasi merangsang kreatifitas penerima.
 Adapun karakteristik komunikasi
       yang efektif yaitu:
1) Memberikan informasi yang praktis
2) Memberikan fakta dan bukan
 sekedar kesan
3) Informasi yang disampaikan
 bersifat Jelas dan padat
4) Menyatakan tanggungjawab secara
 jelas
5) Dapat meyakinkan pihak lain
  Jenis-Jenis Media Komunikasi

1) Tatap muka langsung. Pengirim melakukan
  komunikasi secara langsung kepada penerima
  dengan tatap muka. Rapat, pertemuan, obrolan
  antara dua orang atau lebih secara langsung
  merupakan contoh- contoh jenis media
  komunikasi tatap muka langsung.
2) Komunikasi melalui media elektronik. Pengirim
  menggunakan media elektronik seperti fax, voice
  mail, video, telepon, komputer untuk melakukan
  komunikasinya.
3) Komunikasi tertulis – pribadi. Bentuk
  umum komunikasi tertulis pribadi adalah
  surat pribadi, atau bisa juga berupa pesan
  tertulis lainnya.

4) Komunikasi tertulis – bukan pribadi.
  Untuk komunikasi non-personal atau
  komunikasi resmi yang digunakan
  organisasi, komunikasi tertulis dapat
  berupa surat, memo, laporan, proposal
  dan bentuk-bentuk komunikasi tertulis
  lainnya.
    Hambatan Komunikasi yang
             efektif
1. Perbedaan Bahasa dan Persepsi
 Persepsi adalah intrepetasi seseorang atau respons atas
   apa yang terjadi dalam lingkungan sekitarnyanya yang
   ditangkap oleh indra sensori. Bila dua orang mengalami
   peristiwa yang sama, bayangan mental mereka mengenai
   peristiwa itu tidak akan sama benar. Oleh karena persepsi
   bersifat unik, gagasan yang ingin disampaikan sesorang
   bisa diterima secara berbeda dengan orang lain.
  Persepsi seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, antara
   lain: kondisi penerima itu sendiri, seperti latar belakang,
   minat, kepentingan; objek yang dilihat, seperti ukuran,
   warna; dan situasi saat itu.
  Dilain pihak, bahasa adalah kode bebas yang pengertiannya
2) Lingkungan yang terbatas (faktor
  budaya)
 Lingkungan yang terbatas ini berkaitan
  dengan adanya perbedaan dalam hal
  budaya. Berkomunkasi dengan seseorang
  dari negara lain merupakan contoh paling
  ekstrim mengenai betapa latar belakang
  dan budaya yang berbeda dapat
  menghalangi komunikasi. Sebenarnya, hal
  ini merupakan hambatan komunikasi yang
  paling sulit untuk diatasi terutama apabila
  penerima juga mempunyai umur,
  pendidikan, status sosial, posisi ekonomi,
  agama atau pengalaman hidup yang jauh
  berbeda.
3) Hambatan dari penerima
 Hambatan (distraction) disini lebih kepada
  hambatan dari penerimaan. Ada beberapa
  hambatan yang terjadi pada si penerima pesan
  sehingga komunikasi tersebut tidak berjalan
  dengan lancar. Hambatan ini lebih bersifat fisik,
  seperti hubungan buruk, tata suara yang jelek,
  tulisan yang tidak dapat dibaca, dll. Walaupun
  gangguan jenis ini tampaknya kecil, hal ini dapat
  menghambat pesan yang sebenarnya mungkin
  saja efektif. Bentuk hambatan lain adalah
  penerimaan informasi secara selektif oleh
  penerima. Penerima menyaring informasi
  berdasarkan minat dan kepentingannya, dan
  mengabaikan informasi yang lain, sehingga tidak
  sesuai dengan yang dimaksud pengirim
4) Salah mengarahkan
 Terkadang ketika kita ingin

  menyampaikan pesan atau meneruskan
  pesan kepada orang lain, terjadi
  kesalahan dalam menyingkat atau
  menafsirkan informasi yang kita terima.
  Sehingga informasi yang diteruskan hanya
  setengah atau tidak jelas. Hal ini dapat
  membuat si penerima justru tidak
  melakukan tindakan yang sebenarnya
  diminta oleh si pengirim pesan.
5) Kelebihan informasi
 Karena semakin berkembangnya
  teknologi, mengirim pesan menjadi suatu
  hal yang mudah. Sehingga seorang
  penerima pesan bisa menerima puluhan
  bahkan ratusa informasi dan pesan dalam
  sehari, baik itu dalam bentuk e-mail, voice
  mail, dll. Hal ini dapat menyebabkan si
  penerima pesan kebanjiran pesan,
  akibatnya ia dapat mengabaikan berita
  yang menurutnya tidak penting, padahal
  sebenarnya mungkin saja penting,
  sehingga menunda menanggapinya atau
  menjawab tetapi tidak lengkap dan tidak
        Mengatasi Hambatan
           Komunikasi
1) Pendekatan terpusat pada penerima
 Peduli kepada penerima pesan berarti bahwa
  anda akan mengambil langkah apapun yang
  dapat dilakukan agar pesan yang disampaikan
  dapat dimengerti dan bermakna bagi penerima.
  Berempati dan bersikap peka pada perasaan
  penerima adalah cara terbaik untuk mengatasi
  hambatan komunikasi. Karena perbedaan emosi
  dan persepsi akan menimbulkan gangguan.
  Dalam pengiriman pesan, bila seseorang
  menyadari perasaan orang lain maka akan
  mampu memilih kata-kata netral, memahami
  pandangan mereka dan mungkin berempati
  dengan posisi mereka dengan mencoba
  memandang situasi lewat kaca mata mereka.
   2) Komunikasi dengan situasi terbuka
   Iklim komunikasi organisasi merupakan
    cerminan dari budaya organisasi :
    campuran nilai, tradisi dan kebiasaan
    yang mengakomodasi atmosfer atau
    karakternya. Beberapa perusahaan
    cenderung menyumbat aliran komunikasi
    ke atas. Tetapi dalam komunikasi dengan
    situasi terbuka, akan mendorong
    keterusterangan dan kejujuran serta ada
    kebebasan untuk mengakui kesalahan
    atau untuk tidak setuju dengan atasan
    dan kebebasan menyatakan pendapat
3) Melakukan komunikasi dengan etis
 Etika adalah prinsip-prinsip yang menjadi
  acuan bagi seseorang atau sekelompok
  orang untuk bersikap dan berperilaku.
  Orang yang tidak etis biasanya egois dan
  tidak peduli salah atau benar,
  menghalalkan segala cara untuk mencapai
  hasil akhir. Orang yang etis pada
  umumnya dapat dipercaya, adil dan tidak
  memihak, menghargai hak orang lain dan
  memperhatikan dampak tindakan mereka
  pada masyarakat.
4) Pesan yang Efektif dan Efisien
 Pesan yang efektif dan efisien akan

  memperlancar proses komunikasi,
  sehingga dapat mengatasi hambatan
  komunikasi. Ciri-ciri pesan yang
  efektif dan efisien antar lain jelas,
  padat dan tidak mempunyai
  pengertian yang mendua atau
  membingungkan.
   Pedoman untuk Komunikasi
    yang Efektif dan Efisien:
1) Memahami penerima pesan anda.
 Memahami siapa penerima pesan anda
  sangat penting supaya komunikasi
 dapat tercapai sesuai dengan tujuan.
  Komunikator yang baik adalah yang
  mampu mengenali penerima secara baik,
  sehingga pemilihan media dan pengiriman
  pesan yang disampaikan dapat
  disesuaikan dengan latar belakang
  penerima.
2) Menyesuaikan pesan dengan
  penerima.
 Penerima pesan adalah pihak yang
  diharapkan mempunyai pemahaman
  yang sama dengan tujuan
  komunikasi anda. Sesuaikan pesan
  dengan kondisi penerima, misalnya
  latarbelakang pendidikan,
  karakteristik pribadi, preferensi, dan
  lain-lain.
3) Mengembangkan dan menghubungkan
  gagasan.
 Kembangkan gagasan anda, dan
  hubungankan gagasan anda dengan
  sesuatu yang mudah dikenal (familiar)
  dengan penerima komunikasi.

4) Kurangi jumlah pesan.

   Pesan yang bertele-tele akan membuat
    komunikasi tidak produktif dan tidak
    efisien, lebih dari itu tidak akan mencapai
    tujuan komunikasi secara efektif. Pesan
    hendaknya ringkas, padat dan fokus pada
    tujuan.
5) Memilih saluran dan medium yang tepat.
 Pemilihan medium yang tepat (baik tatap
  muka langsung, tertulis dan lain-lain)
  untuk menyampaikan komunikasi anda
  akan membantu efektifitas komunikasi.

6) Memperkuat ketrampilan komunikasi
  anda.

   Berlatihlah, dan miliki sikap untuk
    menguasai ketrampilan komunikasi
    dengan lebih baik. Kesadaran untuk selalu
    meningkatkan kualitas komunikasi akan
    memperbaiki komunikasi anda.
   Komunikasi yang efektif dan efisien
    akan meningkatkan produktifitas
    kerja dan produktifitas kehidupan
    kita secara umum.




   Penting sekali untuk selalu
    dipertimbangkan tingkat efisiensi
    dan efektifitas saat melakukan
    komunikasi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9828
posted:10/16/2010
language:Indonesian
pages:29