batuan beku by AlKafi1

VIEWS: 12,442 PAGES: 17

									Batuan Beku
      Batuan yang terbentuk akibat adanya pembekuan magma didalam
      bumi atau pembekuan lava di atas permukaan bumi.

Magma
     larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah, Bersifat mobile,
     bersuhu tinggi (900-1200ºC) dan berasal dari kerak bumi bagian
     bawah atau selubung bagian atas.




     Gambar 1. Melting batuan yang merupakan salah satu sumber magma
                        Gambar 2. Lokasi-lokasi pembentukan batuan beku

 Penyebaran batuan beku di permukaan bumi mencapai 60 % dari total batuan penyusun muka bumi.
 Lokasi pembentukan batuan beku otomatis dekat dengan sumber dimana terdapat akumulasi magma
  maupun lava (Gambar 2).
Struktur batuan beku sebagian hanya dapat dilihat di lapangan saja seperti
struktur pillow lava dan columnar joint, dan hanya sedikit yang dapat
diamati pada hand speciement sample.

Macam Struktur batuan beku :

   Masif           jika tidak menunjukkan adanya fragmen batuan lain
                    yang tertanam dalam tubuhnya.




                Gambar 3. Struktur massif pada basalt

. Vesicular              suatu struktur batuan yang ditandai adanya
                        lubang- lubang dengan arah teratur. Lubang-lubang
                        ini terbentuk akibat keluarnya gas dari dalam
                        batuan akibat adanya proses pembekuan.




                       Gambar 4. Struktur Vesicular basal
 Scoria               struktur seperti vesicular tapi arah lubangnya
                       tidak teratur.




                            Gambar 6. Scoria

 Pillow lava        struktur yang dinyatakan pada batuan ekstruksi
                     Tertentu ukurannya antara 10 cm – 6 m dan jaraknya
                     berdekatan.
                     Struktur ini merupakan struktur khas bawah laut.




                          Gambar 7. Pillow lava
Struktur pillow lava ini terbentuk pada daerah MOR (Mid oceanic ridge)
atau punggungan tengah samudra, dimana lava yang keluar melalui MOR akan
bertemu dengan air laut. Akibat tekanan hidrostatis maka bentuk yang
keluar akan membulat menyerupai bantal. Struktur ini umumnya berasosiasi
dengan sediment laut dalam seperti rijang dan batugamping merah.
    Joint           struktur yang ditandai oleh kekar-kekar yang tegak lurus
                     arah aliran. Struktur ini dapat berkembang menjadi
                     columnar joint.

     Lava yang muncul ke permukaan keluar melalui kekar-kekar pada batuan.
     (rekahan pada batuan). Pada struktur columnar joint, lava akan membentuk
     seperti tiang-tiang searah dengan arah kekar yang tegak lurus arah aliran
     sehingga struktur yang nampak berbentuk tabular.




                           Gambar 8. columnar joint

     Amigdaloidal          struktur dimana lubang-lubang tempat keluarnya
                            gas terisi oleh mineral-mineral sekunder (zeolit,
                            karbonat, silika).

     Xenolith           struktur yang memperlihatkan adanya suatu fragmen
                          batuan yang masuk/tertanam didalam batuan beku
                         akibat peleburan tidak sempurna suatu batuan
                         samping di dalam magma yang menerobos.

     Autobreccia           struktur pada lava yang memperlihatkan fragmen-
                            fragmen dari lava itu sendiri.
Tekstur merupakan sebagai hubungan antara massa mineral dengan massa
gelas yang membentuk massa yang merata dari batuan.

Selama pembentukan tekstur tergantung pada kecepatan dan orde kristalisasi.
Dimana keduanya sangat tergantung pada temperature, komposisi kandungan
gas, viskositas magma dan tekanan.

Dengan tekstur kita akan dapat mengetahui sejarah pembentukan batuan.

Hukum yang berkaitan dengan tekstur batuan :

1. Jika suatu mineral dilingkupi mineral lain maka mineral yang melingkupi lebih
   muda.
2. mineral yang berbentuk lebih awal biasanya euhedral daripada yang
   terbentuk kemudian.
3. Jika suatu kristal kecil terdapat bersama-sama dengan kristal besar, maka
   kristal besar terbentuk lebih dahulu.

A. Derajat Kristalisasi

Merupakan keadaan proporsi antara massa kristal dengan massa gelas dalam
batuan.

1. Holokristalin : batuan seluruhnya terdiri atas massa kristal.




                              Gambar 11. Andesit
2. Hipokristalin : batuan tersusun oleh massa kristal dan gelas.




                               Gambar 12. Granit

3. Holohyalin : batuan tersusun oleh massa gelas seluruhnya.

  Contoh : Obsidian = volcanic glass




                                   Gambar 13. Obsidian

B. Granularitas

Merupakan ukuran butir kristal dalam batuan beku, dapat sangat halus dan
tidak dapat dikenal meskipun dengan mikroskop, tetapi dapat pula sangat
kasar.
 Afanitic              ukuran butir halus (< 1 mm);

                         menunjukkan pembekuan yang cepat.




                                  Gambar 14. Rhyolite

         o    Basalt         Rhyolite         Andesite



   Fanerik             ukuran butir kasar (1->30 mm);

                        menunjukkan pembekuan yang lambat.




                            Gambar 15. Granite - polished

         o    Granite        Diorite          Gabbro
        Dibagi menjadi 4 yaitu :

        1.   Fanerik halus; diameter kristal < 1 mm
        2.   Fanerik sedang; diameter kristal 1-5 mm
        3.   Fanerik kasar; diameter kristal 5-30 mm
        4.   Fanerik sangat kasar; diameter kristal > 30 mm



    Porphyritic             campuran ukuran butir yang bermacam-macam.
                             Menunjukkan proses pembekuan yang bercampur.
                             Umumnya pembekuan berjalan lambat baru
                             kemudian pembekuan berjalan cepat.



C. Bentuk Kristal

1. Euhedral : Bentuk kristal dan butiran mineral mempunyai bidang kristal
              sempurna.

2. Subhedral : Bentuk kristal dan butiran mineral dibatasi oleh sebagian
               bidang kristal yang sempurna.

3. Anhedral : Bentuk kristal dan butiran mineral mempunyai bidang kristal
              tidak sempurna.



D. Hubungan antar kristal

1. Equigranular : Bila secara relatif ukuran kristalnya mempunyai ukuran sama
                  besar.

2. Inequigranular : Bila secara relatif ukuran kristalnya mempunyai ukuran
                    sama besar
Dalam magma terdapat bahan-bahan yang larut yang bersifat volatile (gas) dan
nonvolatile.
Bahan-bahan non volatile, terutama yang berupa oksida-oksida dalam
kombinasi tertentu merupakan bahan pembentuk mineral yang lazim dijumpai
dalam batuan beku.

Pada saat berlangsungnya penurunan suhu           magma,    terjadi   proses
penghabluran (pembentukan mineral-mineral).

Berdasarkan warnanya, mineral penyusun batuan beku dapat dibedakan
menjadi dua :
1. Mineral Felsik
  Mineral-mineral berwarna terang, terutama dari mineral kuarsa, feldspar
  (ex : orthoklas, plagioklas,albit) feldspatoid dan muskovit.
2. Mineral Mafik
   Mineral-mineral berwarna gelap, terutama biotit, amphibol, piroksen dan
   olivine.
3. Mineral Sekunder
   Mineral yg terbentuk pd kristalisasi magma, umumnya jumlahnya sedikit.
   Dalam jumlah banyak dapat bernilai ekonomis tetapi tidak mempengaruhi
   penamaan batuan spt hematit, kromit, muscovit, zeolit.

Oleh Bowen disusun seri penghabluran mineral-mineral silikat yang dikenal
dengan Bowen’s Reaction Series.
  Deret sebelah kiri mewakili mineral-mineral mafik yang bersifat
  discontinuous series (mineral-mineral yang terbentuk diawal deret tidak
  akan terbentuk lagi pada deret selanjutnya).
  Deret sebelah kanan adalah mineral felsik (kelompok plagioklas) yang
  bersifat continuous series (mineral-mineral yang terbentuk diawal deret
  tetap dapat terbentuk lagi pada deret selanjutnya).
  Kedua deret bertemu pada kelompok mineral stabil yang tidak mudah
  terubah menjadi mineral lain (Orthoklas – Quartz)
Gambar 16. Bowen’s Reaction Series
Pengklasifikasian batuan beku dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.
Cara yang paling umum adalah berdasarkan lokasi pembentukkannya dan
berdasarkan komposisi mineralnya.

A. Berdasarkan tempat pembekuan :
  a. Batuan Beku Dalam (Abysis/Plutonis)
    Tempat pemekuan jauh di dalam kulit bumi.
    Berstruktur holokristakin/granites, semua bagian dari batuan terdiri dari
    kristal-kristal (besar-besar dan kasar).
    Contoh : Granit, Diorit, Gabro, Syenit dll.




                               Gambar 17. Gabro
  b. Batuan Beku Gang
   Tempat pembekuan pada sela-sela lapisan batuan / pada corong diatrema.
   Berstruktur porfiris-fenokrist        pengkristalan sempurna, ada
                                         sebagian yang Besar dan kasar
                                         adapula yang halus.
    Contoh : Porfir granit, porfirit, porfir syenit, porfir gabro.

  c. Batuan Beku Luar
    Tempat pembekuan di permukaan bumi (lava).
    Berstruktur amorf : kristal terberbentuk, sangat halus.
    Contoh : Rhyolit, Andesit, Trachit, Basalt, Obsidian, dll.
        Tabel 2. klasifikasi batuan beku berdasarkan tempat pembekuan
              Tempat                        Nama Batuan
             Pembekuan
            Batuan Beku         Granit    Diorit   Syenit     Gabro
               Dalam
         Batuan Beku Gang       Porfir   Porfirit  Porfir     Porfir
                               Granit             Syenit      Gabro
          Batuan Beku Luar    Rhyolit   Andesit   Trachit     Basalt


                                   A
                                                    Struktur Amorf
                                                    - Rhyolit
                                                    - Andesit
                                                    - Trachit/Liparit
                               B                    - Basalt
                                                     Struktur Porfirik
                                                     - Porfir Granit
                                                     - Porfirit
                                                     - Porfir Syenit
                                                     - Porfir Gabro

                                   C
                                                  Struktur Holokristalin
                                                  - Granit
                                                  - Diorit
                                                  - Syenit
                                                  - Gabro

         Gambar 18. Pembagian batuan berdasarkan tempat pembekuan

B.   Berdasarkan   komposisi mineralnya
1.   Batuan beku   asam           SiO2 > 66 %
2.   Batuan beku   intermediet    SiO2    52 % - 66 %
3.   Batuan beku   basa           SiO2 45 % - 52 %
4.   Batuan beku   ultra basa      SiO2 < 45 %
Gambar 19. Klasifikasi berdasarkan komposisi mineral
Gambar 20. Klasifikasi berdasarkan komposisi mineral dan tekstur batuan
Gambar 21. Perubahan komposisi dan temperatur membentuk batuan yang berbeda
                           Tabel 1. Deskripsi Batuan Beku



 RELASI                JENIS BATUAN           ASAM          INETRMEDIATE      BASA

           TEKSTUR
 INEQUI    GELAS                         OBSIDIAN
                                         holohyalin
GRANULAR AFANITIK                                        ANDESIT LAVA      BASALT
                                                         hipokristalin     LAVA
                                                                           hipokristalin
           FANERIK HALUS                                 ANDESIT           BASALT
                                                         hipokristalin     hipokristalin
  EQUI     FANERIK KASAR                 DACITE          DIORIT            GABRO
                                         Hipokristalin   holokristalin     Holokristalin
GRANULAR
                                         GRANIT                            DIABAS
                                         Holokristalin                     holokristalin

                                         GRANODIORIT
                                         holokristalin

								
To top