Docstoc

PENTINGNYA PEMBELAJARAN ILMU SAIN

Document Sample
PENTINGNYA PEMBELAJARAN ILMU SAIN Powered By Docstoc
					    PENTINGNYA PEMBELAJARAN ILMU SAIN
           DALAM KEHIDUPAN KITA




                      Di susun oleh:
              Nama            : Oky Ristya Trisnawati
              NIM             : 4001409057
              Rombel          : 06
              Prodi           : Pend. IPA




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
       UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                         2009
                                           BAB I
                                     PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Di era globalisasi sekarang ini, pertumbuhan ilmu teknologi semakin berkembang.
   Dengan berjalannya waktu yang mengakibatkan pengetahuan yang bertambah dan tidak
   ada salahnya apabila kita selalu mencari sesuatu yang lebih baik untuk kita ketahui.
   Misalnya, pembelajaran mengenai ilmu sain dalam kehidupan sehari-hari kita.
            Sesungguhnya, sejak awal sejarah manusia ada, demikian juga sejak manusia
   lahir, sains itu sendiri sudah ada . Tetapi dalam prosesnya, manusia tidak langsung cepat
   membaca, memahamai dan menguasainya. Salah satu penyebab utama , mengapa terjadi
   kelambanan dan keterlambatan penguasaan sains, adalah faktor manusianya sendiri. Yang
   di dalam benaknya sudah dipenuhi dengan beragam doktrin, persepsi, keyakinan. mitos
   yang berlangsung antar generasi terhadap suatu dan kejadian di diri kita dan sekitar kita.
            Sebagai gambaran, saat ini kita berkeyakinan dan membuktikan secara sains ,
   bahwa bumi mengelilingi matahari. Namun dulu pernah berabad-abad , manusia
   berkeyakinan bahwa bumi ini diam dan mataharilah yang mengelilingi bumi. Dan masih
   banyak lagi keyakinan lama dan mitos-mitos yang berubah karena sains. Mitos dan
   keyakinan salah di sekitar kita harus diubah persepsinya, bahwa segala kejadian ini sudah
   sangat teratur melalui hukum-hukum yang pasti yang bisa rasakan, amati, buktikan dan
   kembangkan.
            Sejarah pun pernah berlanjut khususnya dalam peradaban Yunani, sains
   merupakan ilmu teori yang menjadi keyakinan baru semata. Sebuah konsep dengan
   keindahannya. Berlanjut dengan perkembangan peradaban Islam dan sains modern di
   Eropa, sains berubah dari konsep menuju sesuatu yang paktek aplikatif yang memberi
   manfaat bagi kemanusiaan. Sejak inilah sains modern dan teknologi modern berkembang
   pesat.
            Sains oleh manusia dan memberi manfaat kemanusiaan. Manusia yang proaktif
   menguasai sains akan menjadi subject, sedang manusia yang pasif atau hanya reaktif
   hanya menjadi objek dan konsumen produk-produk dari sains. Sebaik-baik manusia,
   sebaik-baik bangsa adalah yang proaktif memberi manfaat pada sesamanya. Manusia
   yang proaktif inilah yang berperan dalam peradaban modern saat ini.
            Sains melandasi perkembangan teknologi, sedangkan teknologi menunjang
   perkembangan sains. Sains terutama digunakan untuk aktivitas discovery dalam upaya
memperoleh penjelasan tentang objek dan fenomena alam serta untuk aktivitas invention
(penemuan) berupa rumus-rumus. Sedangkan teknologi merupakan aplikasi sains yang
terutama dalam kegiatan invention, berupa alat-alat atau barang-barang untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, pengembangan sains tidak selalu dikaitkan dengan
aspek kebutuhan masyarakat, sedangkan pengembangan teknologi selalu dikaitkan
dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian sains, teknologi dan masyarakat
merupakan bagian yang tak terpisahkan
        Dalam realitasnya, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang secara dinamis.
Semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan
secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjamin relevansi dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha
dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional
mutlak harus dilaksanakan.
        Pendidikan sains juga menjadi penting dalam pengembangan karakter anak
bangsa karena kekentalan muatan etika dan moral di dalamnya, seperti karakter 'moral
feeling', 'moral knowing' dan 'moral action' sehingga siswa dapat merelevansikan ajaran
leluhur yaitu 'ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani'.
Sehingga pembelajran ilmu sain dalam kehidupan kita sangat penting untuk masa depan
kita juga.
        Dengan demikian, pembelajaran sains semestinya dapat dikaitkan dengan
kehidupan sehari-hari. Pembelajaran sains dapat berekspansi keluar dari sekedar
mempelajari pengetahuan menuju ke penggunaan pengetahuan dan keterampilan dalam
menyelesaikan masalah-masalah praktis yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-
sehari. Ketika keberadaan sains menjadi lebih dekat dengan diri dan kehidupan,
pembelajaran sainspun akan menjadi menarik dan lebih diminati oleh siapapun untuk
dipelajari.
        Dari pemikiran di atas, dapat dikemukakan bahwa tantangan pembelajaran sains
saat ini adalah perlu menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
serta dapat mengantisipasi masalah-masalah sosial yang berkaitan dengan sains dan
teknologi. Untuk kepentingan itu, pembelajaran sains perlu dikaitkan dengan aspek
teknologi dan masyarakat. Pembelajaran yang mengkaitkan sains dengan teknologi dan
masyarakat, dikenal dengan pembelajaran dengan pendekatan sains, teknologi dan
Masyarakat (STM) atau Science, Technology and Society (STS).
B. Tujuan
  1. Untuk melengkapi tugas kuliah
  2. Untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai sain dalam kehidupan.
  3. Untuk mengetahui pentingnya pembelajaran sain dalam kehidupan.
  4. Untuk meningkatkan minat dan motivasi untuk mengenal, menerima, menyerap dan
     memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan.


C. Rumusan Masalah
         Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, masalah yang akan dikaji
  dalam makalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Apa pengertian dari sains ?
  2. Bagaimanakah hakekat pendekatan sains, teknologi dan masyarakat dalam
     pembelajaran?
  3. Bagaimanakah implementasi pendekatan sains, teknologi dan masyarakat dalam
     pembelajaran?
  4. Apa manfaat dari pembelajaran sains ?
                                           BAB II
                                      PEMBAHASAN


A. Pengertian Sain
         Sains atau Science berasal dari Bahasa Latin Scientia artinya pengetahuan. Sains
adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), terdiri phusical sciences (ilmu astronomi, kimia,
geologi, minerologi, meteorology dan fisika) dan life sciences (biologi, zoology, fisiologi).
Sains terdiri dari 3 aspek:
    1. Aspek tujuan : sains adalah alat untuk menguasai alam dan memberikan sumbangan
         kepada kesejahteraan manusia.
    2. Sains sebagai suatu pengetahuan yang sistematis dan tangguh , merupakan hasil dari
         berbagai peristiwa,
    3. Sains sebagai metode untuk mendapatkan aturan, hukum-hukum atau teori-teori dari
         obyek yang dia.
         Sains adalah ilmu yang seperti ilmu lain terus menambahkan pengetahuan dari
penelitian oleh orang yang berdisiplin dan rajin. Tetapi seringkali kemajuan sains muncul
dari idea yang dari awal dianggap gila. Kita harus berani dan percaya diri, dan ingat bahwa
kita dapat gagal 1000 kali dalam kegiatan percobaan, tetapi kita hanya perlu berhasil sekali,
dan idea kita sudah terbukti.
         Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupan
modern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar, dan menjadi tuntutan dalam kehidupan
professional kita, maka belajar sains dan mengembangan ketrampilan sains dan teknologi
pada saat ini adalah sangat penting dan menjadi keniscayaan.
         Pentingnya terampil berkomunikasi dapat dibuktikan secara sepintas melalui berbagai
surat kabar harian/koran. Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu
mempersyaratkan penguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa pentingnya bagi para
pelajar Indonesia bertepatan dengan usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi
asing di Indonesia.
         Pengetahuan dan keterampilan ilmu sains dan teknologi memungkinkan kita dapat
memasuki berbagai bidang profesi, namun demikian tanpa dibarengi dengan pengembangan
kreativitas pribadi maka keterampilan itu sendiri menjadi tidak berarti dan tidak menjamin
dengan sendirinya masa depan yang cerah atau adanya pengembangan karir pribadi yang
pasti.
       Sains dan teknologi merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan kreatifitas
termasuk mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah (problem solving).
Berkaitan dengan praktek pengajaran modern di sekolah, pembelajaran kontekstual (di
Indonesia dikenal sebagai PAKEM) maka para pelajar dapat beraktifitas baik secara individu,
berpasangan ataupun secara berkelompok. Bertukar fikiran dan saling mengembangkan
secara konstruktif adalah bagian penting dalam mengembangkan kepribadian kita.
       Bertukar pendapat dan pengetahuan tidak hanya terbatas di sekolah atau kantor. Sama
pentingnya adalah kita di dalam masyarakat global bertukar informasi sains dan teknologi
dengan masyarakat yang lebih luas baik di dalam negri maupun dengan masyarakat dunia.
(http://sman7malang.wordpress.com/2009/06/18/berita-ilmu-sains/)


B. Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat
       Pendekatan Sains, Teknologi dan masyarakat (STM) adalah pengindonesiaan dari
Science-Technology-Society (STS) yang pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada
tahun 1980-an, dan selanjutnya berkembang di Inggris dan Australia. National Science
Teacher Association atau NSTA, mendefinisikan pendekatan ini sebagai belajar/mengajar
sains dan teknologi dalam konteks pengalaman manusia. The idea behind the STS program is
to provide a real-world connection for the student between the classroom and socie. Dengan
volume informasi dalam masyarakat yang terus meningkat dan kebutuhan bagi penguasaan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan hubungannya dengan kehidupan masyarakat dapat menjadi
lebih mendalam, maka pendekatan STM dapat sangat membantu bagi anak. Oleh karena,
pendekatan ini mencakup interdisipliner konten dan benar-benar melibatkan anak sehingga
dapat meningkatkan kemampuan anak. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani
kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan,
dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
       Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat (STM) dalam pandangan ilmu-ilmu
sosial dan humaniora, pada dasarnya memberikan pemahaman tentang kaitan antara sains
teknologi dan masyarakat, melatih kepekaan penilaian peserta didik terhadap dampak
lingkungan sebagai akibat perkembangan sains dan teknologi (Poedjiadi, 2005). Menurut
Raja (2009), keputusan yang dibuat oleh masyarakat biasanya memerlukan penggunaan
teknologi untuk melaksanakannya. Bahkan, masyarakat dan ilmu pengetahuan menggunakan
teknologi sebagai sarana untuk menyimpan informasi. Peranan penting yang dimiliki oleh
teknologi dapat berfungsi sebagai sarana tindakan dan penyidikan dalam pendekatan
STM. Data juga menyiratkan sifat ilmu pengetahuan sebagai sebuah bidang di semua
masyarakat.
       Sains merupakan suatu tubuh pengetahuan (body of knowledge) dan proses penemuan
pengetahuan. Teknologi merupakan suatu perangkat keras ataupun perangkat lunak yang
digunakan untuk memecahkan masalah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sedangkan
masyarakat adalah sekelompok manusia yang memiliki wilayah, kebutuhan, dan norma-
norma sosial tertentu. Sains, teknologi dan masyarakat satu sama lain saling berinteraksi
(Widyatiningtyas, 2009). Menurut Widyatiningtyas (2009), pendekatan STM dapat
menghubungkan kehidupan dunia nyata anak sebagai anggota masyarakat dengan kelas
sebagai ruang belajar sains. The process should give the student practice in identifying
potential problems, collecting data with regard to the problem, considering alternative
solutions, and considering the consequences based on a particular decisions. Proses
pendekatan ini dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak dalam mengidentifikasi
potensi masalah, mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah, mempertimbangkan
solusi alternatif, dan mempertimbangkan konsekuensi berdasarkan keputusan tertentu.
       Pendidikan sains pada hakekatnya merupakan upaya pemahaman, penyadaran, dan
pengembangan nilai positif tentang hakekat sains melalui pembelajaran. Sains pada
hakekatnya merupakan ilmu dan pengetahuan tentang fenomena alam yang meliputi produk
dan proses. Pendidikan sains merupakan salah satu aspek pendidikan yang menggunakan
sains sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum dan tujuan
pendidikan sains secara khusus, yaitu untuk meningkatkan pengertian terhadap dunia alamiah
(Amien, 1992 dalam Widyatiningtyas, 2009).
       Untuk penyusunan materi pendidikan sains, hendaknya merupakan akumulasi dari
konten, proses, dan konteks. Konten, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan fakta,
definisi, konsep, prinsip, teori, model, dan terminologi. Proses, berkaitan dengan metodologi
atau keterampilan untuk memperoleh dan menemukan konten. Konteks, berkaitan dengan
kepentingan sosial baik individu maupun masyarakat atau kepentingan-kepentingan lainnya
yang berhubungan dengan perlunya pengembangan dan penyesuaian pendidikan sains untuk
menghadapi tantangan kemajuan zaman.
       Menurut Rusmansyah (2003) dalam Aisyah (2007), pendekatan STM dilandasi oleh
tiga hal penting yaitu:
   1. Adanya keterkaitan yang erat antara sains, teknologi dan masyarakat.
   2. Proses belajar-mengajar menganut pandangan konstruktivisme, yang pada pokoknya
       menggambarkan bahwa anak membentuk atau membangun pengetahuannya melalui
       interaksinya dengan lingkungan.
   3. Dalam pengajarannya terkandung lima ranah, yang terdiri atas ranah pengetahuan,
       ranah sikap, ranah proses sains, ranah kreativitas, dan ranah hubungan dan aplikasi.


C. Implementasi Pendektan Sains, Teknologi, dan Masyarakat
       Menurut Poedjiadi (2005), pelaksanaan pendekatan STM dapat dilakukan melalui tiga
macam strategi, yaitu: Strategi pertama, menyusun topik- topik tertentu yang menyangkut
konsep-konsep yang ingin ditanamkan pada masyarakat. Pada strategi ini, di awal
pembelajaran (topik baru) seseorang memperkenalkan atau menunjukkan kepada masyarakat
adanya isu atau masalah di lingkungan atau menunjukkan aplikasi sains atau suatu produk
teknologi yang ada di lingkungan mereka. Masalah atau isu yang ada di lingkungan
masyarakat dapat pula diusahakan agar ditemukan untuk membimbing dengan cara-cara
tertentu. Melalui kegiatan eksperimen atau diskusi kelompok yang dirancang oleh guru,
akhirnya dibangun atau dikonstruksi pengetahuan pada masyarakat. Dalam hal ini,
pengetahuan yang berbentuk konsep-konsep.
       Strategi kedua, menyajikan suatu topik yang relevan dengan konsep-konsep tertentu
yang termasuk dalam standar kompetensi atau kompetensi dasar. Pada saat membahas
konsep-konsep tertentu, suatu topik relevan yang telah dirancang sesuai strategi pertama
dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dengan demikian program STM merupakan suplemen
dari kurikulum.
       Strategi ketiga, mengajak masyarakat untuk berpikir dan menemukan aplikasi konsep
sains dalam industri atau produk teknologi yang ada di masyarakat di sela-sela kegiatan
belajar berlangsung. Contoh-contoh adanya aplikasi konsep sains, isu atau masalah,
sebaiknya diperkenalkan pada awal pokok bahasan tertentu untuk meningkatkan motivasi dan
mempelajari konsep-konsep selanjutnya, atau mengarahkan perhatian kepada materi yang
akan dibahas sebagai apersepsi.
       Untuk mengimplementasikan pendekatan STM dalam pembelajaran, Dass (1999)
dalam Raja (2009) mengemukakan empat langkah kegiatan kelas yang secara komprehensif
merupakan upaya mengembangkan pemahaman murid dan pelaksanaan suatu proyek STM
yang berhubungan preservice guru. Keempat langkah pembelajaran tersebut adalah fase
invitasi atau undangan atau inisiasi, eksplorasi, mengusulkan penjelasan dan solusi, dan
mengambil tindakan
D. Manfaat dari Pembelajaran Ilmu Sain.
       Manfaat ilmu bagi manusia tidak terhitung jumlahnya. Sejak Nabi Adam hingga
   sekarang, dari waktu ke waktu ilmu telah mengubah manusia dan peradabannya.
   Kehidupan manusia pun menjadi lebih dinamis dan berwarna.
   Dengan ilmu, manusia senantiasa:
      mencari tahu dan menelaah bagaimana cara hidup yang lebih baik dari sebelumnya,
      menemukan sesuatu untuk menjawab setiap keingintahuannya,
      menggunakan penemuan-penemuan untuk membantu dalam menjalani aktivitas
       sehari-hari.
          Manusia pun menjadi lebih aktif mengfungsikan akal untuk senantiasa
   mengembangkan ilmu yang diperoleh dan yang dipelajarinya.
   Selain itu berkat ilmu, manusia:
      menjadi tahu sesuatu dari yang sebelumnya tidak tahu,
      dapat melakukan banyak hal di berbagai aspek kehidupan,
      menjalani kehidupan dengan nyaman dan aman.
   Seperti halnya mempelajari ilmu sains, banyak manfaat yang kita peroleh melalui
   pembelajaran sains. Manfaat dari pembelajaran ilmu sins adalah sebagai berikut :
   1. kita dapat menambah pengetahuan melalui belajar sain.
   2. Untuk mengembangkan potensi hidup agar menjadi lebih baik.
   3. Untuk menjadi yang lebih baik, untuk sekarang dan masa depan.
   Dengan demikian, adanya pembelajaran ilmu sains dalam kehidupan sangat penting untuk
   menunjang kehidupan kita.
                                         BAB III
                                        PENUTUP


A. Kesimpulan
  1. Dapat disimpulkan pengertian dari sains adalah seperti halnya ilmu lain, ilmu yang
     selalu ditekuni maka ilmu akan bertambah. Sains terdiri dari 3 aspek, yaitu aspek
     tujuan, pengetahuan yang sistematis dan tangguh, dan metode untuk mendapat aturan.
  2. Pendekatan STM pada hakekatnya dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan
     antara kemajuan iptek, bertambahnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan
     nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari.
  3. Implementasi pendekatan STM, dapat dilakukan melalui tiga strategi untuk mencapai
     implementasi yang baik dan mengarahkan kepada pihak yang ingin mempelajari
     sains.
  4. Manfaat yang diperoleh dari sains sendiri adalah untuk menambah pengetahuan yang
     lebih baik dan agar mdapat memajukan poteni diri.
B. Saran
  1. Pada saat pembelajaran sains, sebaiknya dilakukan dengan menyimbangi antara
     kemajuan iptek yang semakin berkembang dan informasi-informasi ilmiah dalam
     dalam kehidupan kependidikan.
  2. Kemudian pada pembelajaran sains untuk anak-anak lebih dikenalkan lagi agar
     mereka tidak ketinggalan akan informasi yang ada.
                                   Daftar Pustaka


http://mahmuddin.wordpress.com/2009/11/17/pendekatan-sains-teknologi-dan-masyarakat-
dalam-pembelajaran/
1. Pendekatan Sains
Pendekatan sains yaitu suatu pengkajian pendidikan untuk menelaah dan dan memecahkan
masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan disiplin ilmu tertentu sebagai dasarnya.
Cara kerja pendekatan sains dalam pendidikan yaitu dengan menggunakan prinsip-prinsip
dan metode kerja ilmiah yang ketat, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif sehingga
ilmu pendidikan dapat diiris-iris menjadi bagian-bagian yang lebih detail dan mendalam.
Melalui pendekatan sains ini kemudian dihasilkan sains pendidikan atau ilmu pendidikan,
dengan berbagai cabangnya, seperti: (1) sosiologi pendidikan; suatu cabang ilmu pendidikan
sebagai aplikasi dari sosiologi dalam pendidikan untuk mengkaji faktor-faktor sosial dalam
pendidikan; (2) psikologi pendidikan; suatu cabang ilmu pendidikan sebagai aplikasi dari
psikologi untuk mengkaji perilaku dan perkembangan individu dalam belajar; (3)
administrasi atau manajemen pendidikan; suatu cabang ilmu pendidikan sebagai aplikasi dari
ilmu manajemen untuk mengkaji tentang upaya memanfaatkan berbagai sumber daya agar
tujuan-tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien; (4) teknologi pendidikan;
suatu cabang ilmu pendidikan sebagai aplikasi dari sains dan teknologi untuk mengkaji aspek
metodologi dan teknik belajar yang efektif dan efisien; (5) evaluasi pendidikan; suatu cabang
ilmu pendidikan sebagai aplikasi dari psikologi pendidikan dan statistika untuk menentukan
tingkat keberhasilan belajar siswa; (6) bimbingan dan konseling, suatu cabang ilmu
pendidikan sebagai aplikasi dari beberapa disiplin ilmu, seperti: sosiologi, teknologi dan
terutama                                                                           psikologi.
Tentunya masih banyak cabang-cabang ilmu pendidikan lainnya yang terus semakin
berkembang yang dihasilkan melalui berbagai kajian ilmiah.
(http://ilmupendidikanbiologi.com/Pembelajaran/pendekatan-pendekatan-dalam-teori-
pendidikan.html )




Pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat dalam Pembelajaran
Ditulis oleh Mahmuddin di/pada November 17, 2009

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2301
posted:10/15/2010
language:Indonesian
pages:12