Indosurya Daily Market News 15 Oktober 2010

Document Sample
Indosurya Daily Market News 15 Oktober 2010 Powered By Docstoc
					     C


                                                   INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                                       15-Oct-10

                    World Equity Index                ∆%                 Currencies                      ∆%                       Commodities                                        ∆%
                    JCI          3,618.48             0.18               USD             8,921.00        -0.07                    Crude Oil (US$/barel)                83.71          1.10
                    DJIA        11,094.57            -0.01               EUR            12,564.35         0.82                    Gold (US$/Troy Oz)                1,345.70         -0.56
                    S&P 500      1,173.81            -0.36               GBP            14,257.55         0.97                    Natural Gas ($/mmBtu)                 3.67          0.55
                    Nasdaq       2,435.38            -0.24               AUD             8,896.48         0.85                    Silver (US$/Troy Oz)                 23.13         -0.86
                    FTSE 100     5,727.21            -0.35               CAD             8,913.44         0.80                    Tins (US$/Metric Ton)            26,800.00          0.75
                    Nikkei 225 9,583.51               1.91               JPY/100        10,970.26         0.62                    Nickel (US$/Metric Ton)          24,110.00         -0.17
                    Hang Seng 23,852.17               1.68               SGD              6,895.74        0.77
                    KOSPI        1,899.76             1.26
                                                                                                                               JCI Sectoral Index
                                      Close           ∆%                                                Close           ∆%                                                          Close           ∆%
                    Agri             2,226.59         0.16               Property                       204.82         -2.03                                     LQ-45                674.73        0.34
                    Mining           2,832.35         1.30               Infrastructure                 829.61          0.41                                     JII                  545.79        0.15
                    Basic-Ind         396.13          0.28               Finance                        456.55          0.03                                     MBX                1,041.89        0.16
                    Misc-Ind         1,014.15        -0.14               Trade                          390.56         -0.26                                     DBX                  500.41        0.31
                    Consumer         1,203.62         0.04               Manufacture                    874.56          0.05

                    Total Transaksi Bursa                         ∆%                   Transaksi Asing                                              ∆%           Reksa Dana                                      NAB/Unit   7D ∆% 30D ∆%
                    Market Cap (Rp. Tr)            3,072.93 0.15                       Beli      Vol. (M. Shares)                      821.12 -6.77              Indosurya Balanced Fund                           1,334.92  1.10     4.42
                    Volume (M. Shares)             7,000.96 -20.86                               Value (Rp. B)                       2,165.70 51.15              Indosurya Equity Fund                             1,361.45  1.28     8.59
                    Value (Rp. B)                  5,945.55 -0.71                      Jual      Vol. (M. Shares)                      649.77 -14.31
                                                                                                 Value (Rp. B)                       1,748.65 0.48
                 Indosurya Global Analysis
                   Penurunan pada mayoritas saham perbankan picu penurunan bursa AS
                    Anjloknya mayoritas saham perbankan membawa bursa Wall Street melemah seiring dengan rencana aksi 50 negara bagian di AS untuk melakukan investigasi sektor perumahan AS. Investor khawatir
                    investigasi itu akan mengurangi pendapatan perbankan sehingga mengikis harapan terhadap stimulus perekonomian. Saham-saham perbankan mengalami penurunan yang cukup besar, JPMorgan
                    Chase & Co turun 2,8%, Bank of America turun 5,2% dan indeks bank KBW anjlok 2,6%. Indeks S&P 500 yang telah menguat hingga 11,9% sejak 1 September terhambat oleh penurunan saham-saham
                    perbankan hingga hampir 3% karena kekhawatiran masalah penyitaan rumah dapat meluas ke sektor kredit dan perekonomian. Di lain pihak, sektor teknologi masih menunjukkan kekuatannya, setelah
                    Google mengumumkan labanya yang di atas ekspektasi.
                    Bursa Emerging Market mengalami kenaikan
                    Sentimen positif berupa sejumlah sinyal kuatnya pertumbuhan ekonomi dan laporan kinerja emiten memicu kepercayaan yang tinggi untuk pemulihan global. Indeks MSCI Emerging Market naik 0,9%
                    yang merupakan level paling tinggi sejak 18 Juni 2008. Sementara itu, Shanghai Composite Index juga naik 1%. Kondisi serupa juga dialami bursa saham Taiwan, Korea Selatan, Filipinam Indonesia, dan
                    Thailand. Hanya bursa India dan Malaysia saja yang tak banyak mengalami perubahan. Kecemasan sudah mereda. Semua orang mulai menanamkan uangnya di kawasan regional. Fokusnya banyak
                    menuju China.
                    Adanya spekulasi langkah The Fed picu pelemahan US$ terhadap¥
                    US$ menyentuh level terendah dalam 15 tahun terakhir terhadap Yen, seiring tumbuhnya spekulasi bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter bulan depan. Nilai tukar US$ turun ke level
                    ¥81,23 di awal perdagangan kemarin di Tokyo. US$ tertekan sikap spekulasi para investor akan langkah The Fed yang berencana memborong obligasi di awal November ini. Pembelian obligasi akan
                    menurunkan suku bunga dan imbal hasil serta menjadi pemicu penjualan US$. Pada 15 September lalu, Pemerintah Jepang telah melakukan intervensi untuk menekan Yen dengan mengucurkan ¥ 2,12
                    triliun, hingga 28 September lalu. Langkah ini cukup berhasil namun, dampaknya hanya terasa dalam jangka pendek saja.


                 Indosurya Market Analysis
                   APLN janji memberikan dividen dan komitmen untuk pengurangan utang
                    PT Agung Podomoro Land (APLN) akan memberikan janji kepada calon investornya berupa pembagian dividen dari laba perusahaan dimana pembagian dividen ini akan sangat tergantung dari kondisi
                    keuangan dan persetujuan pemegang saham. Untuk tahun ini, APLN yakin mampu membukukan kinerja yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya dimana pendapatan bisa naik 2x dari Juni 2010.
                    Hingga Juni 2010, pendapatan APLN Rp 1,09 triliun. Selain akan membagikan dividen, APLN juga berencana menawarkan saham ini kepada sejumlah investor asing. Rencananya, akan dilakukan road
                    show ke Singapura, Hongkong, dan London di Eropa pada 27 Oktober 2010. APLN berencana menyiapkan pendanaan dari IPO untuk membayar utang perbankan. Utang perusahaan ini sudah cukup
                    besar. Hingga Juni 2010, APLN memiliki utang sebesar Rp 1,25 triliun berasal dari fasilitas kredit modal kerja BBNI, PNBN, BBTN, dan JP Morgan Chase Bank.
                    Hasil produksi batubara nasional capai 280 juta ton
                    Produksi batubara nasional di akhir September 2010 mencapai 280 juta ton, 90% dari perkiraan produksi tahun ini yang dipicu oleh naiknya permintaan yang membuat produsen menggenjot produksinya
                    tahun depan. Produksi batubara nasional kemungkinan akan mencapai 340 juta ton pada 2011 dari tahun ini yang diperkirakan sebesar 310 juta ton. Produsen batubara nasional memang terus menaikkan
                    produksi batubaranya untuk memenuhi permintaan lokal maupun domestik. Produksi tahun ini kemungkinan akan lebih rendah dari target semula karena tingginya curah hujan dan kuatnya permintaan
                    batubara India yang berpotensi membawa harga batubara menembus US$ 102/ton pada akhir tahun ini dan rata-rata menyentuh US$ 90-100/ton pada 2011.
                    Bank Mutiara akan ditawarkan ke publik jelang akhir tahun depan
                    Penjualan Bank Mutiara akan mulai ditawarkan ke publik November 2011. LPS selaku pemilik menjelaskan, sesuai aturan penyehatan bank, setelah proses penyehatan berjalan 3 tahun maka LPS sudah
                    mulai bisa menjual bank tersebut dengan nilai penjualan harus sama dengan nilai penyelamatan atau di atasnya. Dikabarkan, saat ini sudah ada 4-5 investor lokal dan asing yang mulai mendekati LPS
                    terkait rencana pembelian Mutiara dengan status masih menjajaki. Saat ini, aset Mutiara mencapai Rp 8,7 triliun.
                    Penerapan wajib pegang kepemilikan SBI dalam 1 bulan redam volatilitas Rupiah
                    Kebijakan wajib pegang kepemilikan SBI 1 bulan yang diterapkan BI sejak Juli lalu, ini dinilai cukup mampu meredam gejolak nilai tukar. Tingkat volatilitas Rupiah saat ini mulai rendah ke level yang cukup
                    nyaman sehingga Rupiah relatif stabil. Terakhir, tingkat volatilitas tercatat sebesar 6,7% , leboh rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai di atas 15%. BI fokus untuk menjaga tingkat
                    volatilitas Rupiah agar tidak terlalu tajam. Tetapi, BI tidak akan mengerem volatilitas itu hingga terhenti di level tertentu karena rezim devisa Indonesia adalah sistem nilai tukar mengambang.



                    Daily Our View Stock Action
                    Code           Open       High               Low Close                  S1            S2            S3            Pivot         R1                R2              R3            ∆%
                    ICBP           5,650      5,700              5,450 5,550               5,475         5,338        5,225           5,588       5,725             5,838           5,975          -0.89
                    JPFA           3,300      3,300              3,175 3,200               3,188         3,119        3,063           3,244       3,313             3,369           3,438          -2.29
                    INDY           3,375      3,450              3,350 3,400               3,338         3,294        3,238           3,394       3,438             3,494           3,538           1.49
                    HRUM           5,400      5,450              5,350 5,450               5,375         5,313        5,275           5,413       5,475             5,513           5,575           0.93
                    ADRO           2,100      2,200              2,075 2,175               2,075         2,013        1,950           2,138       2,200             2,263           2,325           3.57
                    WIKA            740        740                720   730                 725           713          705             733         745               753             765            0.00
                    UNVR          18,700     19,200             18,400 18,700             18,300        17,950        17,500         18,750       19,100            19,550          19,900          0.00
                    ACES           2,050      2,250              2,050 2,075               1,963         1,906        1,763           2,106       2,163             2,306           2,363          -3.49
                    TINS           3,375      3,400              3,325 3,375               3,338         3,294        3,263           3,369       3,413             3,444           3,488           0.75
                    INDF           5,150      5,150              5,050 5,100               5,075         5,013        4,975           5,113       5,175             5,213           5,275           0.00

                 Reza Priyambada
Investment       Marissa Rahmatwati
      &          manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
 Research
  Division     PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya
T 021-57905068 Indosurya Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before
F 021-57905069 making an investment.
               Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                                     1
                                                              INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG



                                                                                   IHSG kembali ditutup menguat meski tidak setinggi penutupan sebelumnya. IHSG ditutup naik tipis 0,18% di
                                                                                   level 3.618,48. Di awal sesi, sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang menguat dengan rata-rata di
                                                                                   atas 1% turut memberikan dorongan naik bagi IHSG. Investor memburu saham-saham unggulan. Mayoritas
                                                                                   indeks sektoral positif kecuali indeks saham properti yang terkoreksi cukup dalam karena terseret koreksi
                                                                                   LPKR yang baru saja melakukan private placement senilai Rp 2,255 triliun dengan harga di bawah
                                                                                   pasaran. Di sesi siang, IHSG mulai berbalik arah melemah. Singapura yang mengeluarkan kebijakan
                                                                                   pengetatan moneter untuk memangkas arus hot money memicu aksi jual di bursa-bursa Asia seperti bursa
                                                                                   Malaysia, bursa Bombay dan IHSG. Jelang detik-detik terakhir IHSG berhasil menguat. Pelemahan bursa
                                                                                   Asia yang dipicu penurunan pada bursa AS diperkirakan akan mempengaruhi laju IHSG. Diperkirakan IHSG
                                                                                   akan berada pada support 3.556-3.599 dan resistance 3.641-3.664. MACD bergerak tipis dengan
                                                                                   kecendrungan melemah. RSI, Williams %R, dan Stochastic mulai bergerak terbatas di atas area overbought .




                                           PNBN

                                                                                   Kinerja PNBN lumayan baik. Laba PNBN hingga akhir September 2010 naik sekitar 30% dibandingkan
                                                                                   periode yang sama tahun lalu. Dari Rp 625,15 miliar (Q3-09) menjadi sekitar Rp 812,7 miliar. Hingga akhir
                                                                                   September 2010, telah tersalurkan kredit hingga Rp 52,7 triliun, (+27,66%) dibandingkan periode yang
                                                                                   sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 41,28 triliun. Untuk tahun 2011, ditargetkan kredit tumbuh 25-30%.
                                                                                   Peningkatan kredit hingga Q3-10 banyak didukung oleh kredit yang dikucurkan ke sektor ritel.
                                                                                   Komposisinya, sekitar 67% kredit ritel, 37% kredit komersial dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),
                                                                                   dan sisanya sebesar 33% berasal dari kredit korporasi. Khusus kredit korporasi, hingga kini sudah ada
                                                                                   beberapa debitur yang memiliki komitmen. Tak hanya itu, kinerja kredit juga ditopang oleh pertumbuhan
                                                                                   DPK yang telah mencapai Rp 69,2 triliun, tumbuh dari 29,59% dari Rp 53,55 triliun per September 2009.
                                                                                   Tingkat LDR sebesar 76% dengan aset sebesar Rp 93,46 triliun. Diperkirakan PNBN berada pada support
                                                                                   990-1.050 dan resistance 1.110-1.150. MACD masih turun. Tetapi, RSI , Williams %R, dan Stochastic
                                                                                   mencoba berbalik arah dengan kecendrungan naik setelah berada di bawah area oversold.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           BBNI




                                                                                   Kabar mundurnya audit yang dilakukan BBNI dibantah oleh manajemen. Menurut manajemen BBNI,
                                                                                   rights issue akan terlaksana sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Sebelumnya diberitakan kabar audit
                                                                                   laporan keuangan BBNI untuk bulan September ini belum selesai. Padahal, Menteri BUMN menegaskan
                                                                                   jika audit laporan keuangan tidak selesai pada 15 Oktober ini maka rights issue tak akan terlaksana.
                                                                                   Diperkirakan BBNI bergerak dengan support 3.925-4.025 dan resistance 4.125-4.175. MACD mencoba
                                                                                   menguat. RSI, Stochastic, dan William's %R telah berada di atas area overbought dan cenderung
                                                                                   menunjukkan pelemahan .




                                           BMRI


                                                                                   Tahun ini, BMRI memperkirakan tidak akan mencetak laba double digit yang dipicu batalnya sejumlah
                                                                                   kesepakatan pembiayaan. Ada beberapa program yang tertunda yang menyebabkan target laba
                                                                                   double digit sulit tercapai tahun ini. Salah satunya karena IPO Garuda mundur jadi Februari 2011. Semula,
                                                                                   Garuda berharap bisa melaksanakan IPO tahun ini dengan menargetkan dana segar senilai US$ 300 juta
                                                                                   dari penjualan 25% sahamnya. Tetapi, penyelesaian utang dengan Export Credit Agency (ECA) yang tak
                                                                                   kunjung selesai membuat IPO Garuda tertunda. Utang Garuda kepada BMRI senilai US$ 103 juta. Utang
                                                                                   tersebut kemudian dikonversi menjadi mandatory convertible bond (MCB) yang akhirnya dikonversi
                                                                                   menjadi saham. Mandiri bisa melepas sahamnya di Garuda setelah maskapai penerbangan BUMN itu
                                                                                   IPO. Hingga Juni 2010, BMRI mencatat laba sebesar Rp 4 triliun, naik 37,8% dibanding periode yang sama
                                                                                   tahun 2009 sebesar Rp 2,9 triliun. Diperkirakan BMRI bergerak dengan support 6.750-6.800 dan resistance
                                                                                   6.950-7.050. MACD masih mencoba bersinggungan. RSI, Stochastic, dan William's %R bergerak mixed dan
                                                                                   cenderung meninggalkan area overbought.




                                           INDF




                                                                                   INDF mengaku pangsa pasar mi instan di Taiwan sangat kecil. Setiap tahun, INDF ini hanya mengekspor
                                                                                   sebesar 1-1,5 juta bungkus/tahun. Bisnis mi instan ke Taiwan tidak terlalu signifikan terhadap total
                                                                                   produksi. Hal ini dikarenakan setiap tahun, INDF memproduksi 15 miliar bungkus mi instan. Sebelumnya,
                                                                                   BPOM Taiwan menarik mi instan dari INDF karena adanya bahan pengawet yang terlarang. Tetapi, BPOM
                                                                                   menilai penggunaan bahan pengawet itu masih dalam taraf aman. BPOM menduga penarikan ini
                                                                                   karena adanya perbedaan aturan soal penggunaan bahan pengawet. Diperkirakan INDF akan bergerak
                                                                                   support 5.000-5.050 dan resistance 5.150-5.200. MACD masih melemah. RSI, Stochastic dan William's %R
                                                                                   sudah di dekat area oversold dan mencoba bergerak menguat .




                                         Your Investment Partner                                                                                                                   2
                                                                         INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                             Sumber: www.ibpa.co.id



                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah                     Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                                 Seri                  Harga          Rating      Maturity      Kupon (%)
                                               FR0027        9.50       112.50 0.24                    Sub. Bank Panin II 2008            103.90         idAA-      09-Apr-18       11.60
                                               FR0031       11.00       128.40 0.63                    TPJ I C 2008                       103.00         A-(idn)    13-Mar-15       13.25
                                               FR0040       11.00       130.74 0.47                    Ijarah Salim I. Pratama I 2009     100.00       idAA-(Sy)    01-Dec-14       11.65
                                               FR0052       10.50       126.25 1.06                    Jasa Marga XIV Seri JM-10          102.00          idAA      12-Oct-20        9.35
                                               FR0050       10.50       124.25 0.74                    Japfa I 2007                       101.55        idBBB+      11-Jul-12       12.75

                                             Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis
                                               Setelah rilis obligasi baru, PNBN juga telah melakukan buyback obligasinya
                                               Seiring dengan proses penerbitan obligasi baru yang dirilis kemarin, kini PNBN mulai meminimalisir jumlah obligasi yang diterbitkannya dengan melakukan pembelian kembali alias buyback obligasi senilai
                                               Rp 800 miliar. Jumlah obligasi yang dibuyback ini mencapai Rp 35,2 miliar. Jumlah obligasi yang dibelinya setara dengan 4,40%. Pembelian obligasi ini dilakukan untuk disimpan (treasury bonds ). PNBN
                                               mengaku bisa melakukan buyback sebanyak 5% dari jumlah pokok obligasinya saat emisi. Kemarin PNBN telah menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp 3 triliun. Rinciannya, untuk obligasi yang
                                               diterbitkan bernilai Rp 2,5 triliun. Sedangkan obligasi subordinasi III senilai Rp 500 miliar. Obligasi Bank Panin IV Tahun 2010 memiliki tenor 5 tahun dan obligasi subordinasi ditawarkan dalam waktu 7
                                               tahun. PNBN memberikan bunga sebesar 8%-9,5%. Sedangkan untuk jenis subdebt, bunga sebesar 9,75%-11%. Pefindo telah memberi peringkat idAA.
                                               BSDE masuk peringkat creditwatch with developing implications
                                               Pefindo memasukan peringkat BSDE dalam creditwatch with developing implications sehubungan dengan rencana melakukan akuisisi terhadap 3 perusahaan yaitu dengan membeli 85,31% saham DUTI,
                                               memiliki 60% saham Sinar Mas Teladan, dan55% milik Sinar Mas Wisesa dengan jalan mengambil bagian atas saham baru yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Sebenarnya BSDE, DUTI, Sinar Mas
                                               Teladan dan Sinar Mas Wisesa merupakan perusahaan yang berada di bawah divisi properti milik grup Sinar Mas. Dengan pembelian saham tersebut, bisnis BSDE akan menjadi lebih kuat. Pembelian
                                               saham tersebut akan berdampak pada profil keuangan perusahaan. Terlebih saat ini belum ada kejelasan darimana BSDE akan melakukan pembiayaan atas pembelian saham tersebut. Selain itu, Pefindo
                                               pun tetap mempertahankan rating BSDE dan obligasi BSDE II/2006 pada BBB+. Peringkat ini mencerminkan leverage keuangan BSDE yang konservatif dan proteksinya terhadap aliran kas perusahaan
                                               yang kuat. Tapi, peringkat ini juga dibatasi oleh kurangnya recurring income perusahaan yang dapat menyebabkan kurang stabilnya pendapatan serta persaingan yang ketat di daerah tersebut.
                                               ADMF klaim obligasinya oversubscribe
                                               ADMF mengklaim hasil penawaran obligasi seri IV/2010 mengalami oversubscribed 1,7X atau senilai Rp2,6 triliun. Akhir bulan lalu, ADMF menerbitkan 5 seri obligasi dengan bunga tetap senilai Rp1,5
                                               triliun yang menawarkan yield 7,11%-9,7%. Manajemen belum memutuskan jumlah dana yang akan diambil dari penerbitan obligasi itu karena masih menunggu minat dari para investor. Dengan target
                                               pembiayaan baru hingga akhir tahun lebih dari Rp20 triliun, nilai obligasi yang diterbitkan tersebut masih relatif kecil. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas
                                               perusahaan, terutama pembiayaan konsumen. Peminat obligasi ADMF masih didominasi oleh investor institusi domestik. Hingga Q3-10, ADMF mencatat laba bersih Rp1,1 triliun, naik 21% dibandingkan
                                               dengan Rp896 miliar pada periode yang sama tahun lalu.




                                             Your Investment Partner                                                                                                                                                                           3
                                    INDOSURYA Morning Call




                                                                            Head Office :

                                                                                 Grha Surya
                                                                    Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                          Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                           Telp : 021 – 5790 5068
                                                                           Fax : 021 – 5790 4859
                                                                        Website: www.indosurya.net




                                                                                       Branch Office :
               Jakarta Branch :                                                          Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                                        West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                                        Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                                             Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                                    Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                                 Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                                Indosurya Tower Lt. 2
               Telp : 021 - 4288 3322                                                    Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                                     Telp : 031 – 535 3333



                Padang Branch :                                                          Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                                         Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                                    Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                                     Telp : 0271 – 711 958
                                                                                         Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                          4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:131
posted:10/15/2010
language:English
pages:4