Docstoc

kebijakan kesehatan ibu dan anak di indonesia

Document Sample
kebijakan kesehatan ibu dan anak di indonesia Powered By Docstoc
					129 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001



                         KEBIJAKAN
            KESEHATAN IBU DAN ANAK DI INDONESIA
                   Kasus Kematian Ibu Hamil di Sulawesi Selatan

                                       MAKOTO ITO *

                                           ABSTRACT

          This report is mainly based on the field research that I conducted as a short-
          term JICA expert in August 1997 and October 1998. The JICA Project was
          concerned on public health, aiming to improve the conditions of primary health
          care system in South Sulawesi. Since the end of 1996 the Department of
          Health R.I. has been promoting the safe motherhood movement (Gerakan
          Sayang Ibu). One of its purposes is to lessen high maternal mortality rate
          (MMR), which Indonesia shows the highest among ASEAN countries. As to the
          reasons of relatively higher MMR in Indonesia, it comes to be recognized that
          some social and cultural factors contribute as much as medical ones. So my
          purpose of this report is (1) to know medical behavior on maternal care among
          local people and (2) to know how maternal death was happened, focussing on
          the narratives given by the family members concerned. From the results of
          enquete research (chapter 4) I suggest that though “medicalization” is rapidly
          going on in the field of maternal care, local people are still difficult to accept
          delivery as only a medical matter. Rather, it constitutes a part of integral whole
          of social reproductive process. In other words, a baby is born not only as a
          biological being but also as a social one. For them, the latter point is more
          important, so people do not hesitate to expend much money to hold a birth
          ceremony, which gives an occasion that marks social recognition of new-born.
          In following chapters (5 - 8), I take five maternal death cases as example and
          discuss problematical points which I find through the cases. One of the most
          crucial one is a lack of communication between local people and traditional
          irth attendants on one hand, and a newly located village midwife on the other.
          Lastly, to improve these conditions I give some practical suggestions.



LEMBAGA KESEHATAN                                    dengan departemen lain nya. Pada tingkat
PEMERINTAH DI INDONESIA                              kabupaten ada 2 lembaga, yaitu Kandep dan
                                                     Dinas Kesehatan.Kandep bertugas perencanaan
    Mari kita melihat secara ringkas, lembaga        sedangkan Dinas sebagai pelaksana. Akan
kesehatan pemerintah. Tingkat pusat, propinsi,       tetapi pada kenyataannya, Dinas Kesehatan
dan kabupaten, secara vertikal sama saja             menangani lembaga pengobatan tingkat
                                                     Kabupaten dan klinik. Dinas Kesehatan tingkat
* Associate Professor of Social Anthropology         kabupaten menangani Rumah Sakit Umum,
  Tokyo Metropolitan University
130 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan         kesehatan mari kita meninjau 3 kabupaten,
Puskesmas       Pembantu     (Pustu).    Setiap    yaitu Soppeng, Pinrang dan Bulukumba.
kabupaten terdapat rata-rata satu Rumah Sakit      Soppeng dan Pinrang secara umum dihuni oleh
Umum, dan rata-rata 1-3 Puskesmas per              suku Bugis, sedangkan Bulukumba, di daerah
kecamatan tergantung dari luas kecamatannya        dataran dihuni oleh Suku Bugis dan wilayah
dan jumlah penduduk. Puskesmas biasanya            gunung bercampur dengan Suku Makassar.
memiliki fasilitas tempat tidur, dokter            Soppeng terletak 4 jam perjalanan ke Utara
(umumnya dokter kontrak lulusan baru),             kota Ujung Pandang. Pinrang juga ke arah
perawat, bidan, dan petugas kesehatan lainnya.     Utara sejauh ±3 jam perjalanan, menghadap
Sebaliknya, Pustu tidak memiliki dokter dan        ke pantai Selat Makassar. Selain terdapat
hanya ditangani oleh perawat atau bidan.           tanaman padi, juga tambak udang dan ikan.
Selain itu juga terdapat Pos Persalinan di desa    Kabupaten Bulukumba, terletak di Selatan
(Polindes) yang ditangani oleh bidan di desa       Ujung Pandang, menghadap ke Laut Flores,
(Bidides: umumnya lulusan sekolah perawat          dengan latar belakang Gunung Bawakaraeng.
dengan kontrak 3 tahun). Sedangkan karena          Semua ibukota kabupaten ini berjarak rata-rata
bangunannya didirikan dengan swadaya dan           200 km dari kota Ujung Pandang. Pinrang dan
tenaga kerja masyarakat setempat maka tidak        Bulukumba sejak tahun 1997 merupakan lokasi
berarti selalu tersedia bangunan Polindes bagi     proyek JICA. Data yang ditampilkan disini
setiap Bidides yang ditugaskan.                    adalah data tahun sebelumnya.

    Sistem lembaga kesehatan yang ada                  Standar penempatan Puskesmas di Pulau
cenderung dijalankan dengan sistem Top-            Jawa adalah 1 Puskesmas setiap 30.000
Down, yaitu dengan Depkes sebagai puncak           penduduk(2). Jika standar ini diterapkan pada
namun tidak dapat dilupakan lembaga desa           kondisi 3 kabupaten di Tabel 1, persyaratan
yang boleh dikatakan disebut Bottom-Up yaitu       standar tersebut dapat dipenuhi. Kondisi
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Sebagai          penempatan dokter (kecuali dokter gigi) adalah
dasar kegiatan Puskesmas di desa, terdapat         satu orang dokter untuk setiap Puskesmas.
posyandu, yang kegiatannya dilaksanakan oleh       Selain dari itu hal yang tidak jelas pada tabel
kader (terdapat 4 – 6 orang kader per satu         ini adalah tentang dokter ahli. Di Soppeng
posyandu) dengan 5 jenis kegiatan yang             tidak terdapat dokter ahli, tetapi di Pinrang dan
dilakukan secara teratur, yaitu bimbingan gizi,    Bulukumba, di masing-masing RSU terdapat 3
pencegahan diare, keluarga berencana,              orang dokter ahli. Di pihak lain, melihat
vaksinasi, dan kesehatan ibu dan anak. Tahun-      penempatan bidan, jumlah bidan Puskesmas
tahun terakhir ini, di setiap RT (rukun            dan Bidides yang sebanding dengan jumlah
tetangga), diaktifkan dasa wisma (kesehatan        desa hanya di Soppeng. Ini pun masih jauh dari
rukun tetangga).                                   target jika berdasarkan sasaran GSI yaitu satu
                                                   orang bidan setiap desa. Jika membandingkan
      Dibanding dengan kegiatan PKK yang           jumlah desa dan jumlah Bidides, maka
sangat bervariasi dan sangat tergantung pada       Kabupaten       Pinrang      tertinggi     dengan
inisiatif aktivisnya, kegiatan Posyandu dan        penempatan 49,5 %, Soppeng 31,8% dan
Dasawisma ini merupakan terobosan baru             kabupaten Bulukumba 21,9 % (lihat Tabel 1).
karena dapat lebih terarah pada kesehatan          Jika jarak suatu desa dan pukesmas dekat,
sehingga penyuluhan dan pembimbingannya            maka bisa dikatakan penempatan Bidides
dapat lebih efektif.                               tidaklah mutlak untuk desa tersebut.
                                                   Sebaliknya jika letak desa jauh maka tingkat
       FASILITAS KESEHATAN                         penempatan lebih tinggi. Walaupun telah
             DI SULSEL                             diusahakan mengatasi kekurangan ini, pada
    Selanjutnya,    untuk   kondisi    fasilitas   kenyataannya jumlah Bidides masih juga tidak
131 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

cukup.
131 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

Tabel 1. Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Soppeng, Pinrang, dan
         Bulukumba (1996)
              Kabupaten                  Soppeng             Pinrang             Bulukumba
 Jumlah Penduduk 1996                      229330               311454             353482
 Luas (km2)                                  1500                 1962               1155
 Jumlah Kecamatan                                6                     8                 7
 Jumlah Desa                                    66                 103                123
 Jumlah RSU                                      1                     1                 1
 Jumlah Puskesmas                               14                  11                 14
 Jumlah Posyandu *1                     307 (307)            340 (340)          407 (347)
 Total Jumlah dokter (dokter               24 (14)              18 (11)            24 (14)
 Puskesmas) *2
 Total Jumlah perawat (perawat            130 (77)           165 (112)            142 (85)
 Puskesmas) *3
 Total Jumlah Bidan                             78                 104                 83
 Bidan Puskesmas                                44                  33                 44
 Bidan Desa *4                                  21                  51                 27
(Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten Soppeng 1996, Profil Kesehatan Pinrang 1996, Profil
Kesehatan Kabupaten Bulukumba 1996)
*1   Angka dalam kurung ( ) adalah Posyandu yang memiliki laporan kegiatan. Di Kabupaten
     Bulukumba, banyak posyandu yang tidak memiliki laporan.
*2   Angka dalam kurung ( ) memperlihatkan jumlah dokter yang ditempatkan di Puskesmas. Jika
     total jumlah dokter dikurangi dengan jumlah dokter Puskesmas maka akan diperoleh jumlah
     dokter yang ditempatkan di RSU dan dokter yang bertugas di pemerintahan.
*3   Jumlah perawat pada statistik kesehatan diklasifikasikan menurut tingkat pendidikannya,
     tetapi yang ditampilkan di sini adalah jumlah total. Angka yang terdapat di dalam kurung ( )
     menunjukkan jumlah perawat yang ditempatkan di Puskesmas dan Pustu
*4   PTT adalah singkatan dari Pegawai Tidak Tetap. Bidan yang ditempatkan di desa adalah yang
     terikat kontrak 3 tahun, disebut bidan di desa (Bidides).


     BIMBINGAN IBU HAMIL OLEH                        adalah pemeriksaan awal, K4 berarti 4 kali
       PUSKESMAS DAN BIDIDES                         pemeriksaan selama hamil) merupakan prestasi
                                                     dinas kesehatan kabupaten yang dilaporkan
    Seperti dijelaskan pada awal tulisan ini,
                                                     setiap tahun kepada Kanwil Depkes(3).
hal yang diutamakan oleh GSI adalah agar
pemeriksaan     kehamilan    dilakukan     di             Data pemeriksaan ibu hamil yang
Puskesmas. Tingkat pencapaian K1, K4 (K1             dibutuhkan adalah identifikasi atau pengenalan
132 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

ibu hamil. Ibu-ibu hamil tidak selalu segera        Angka inilah yang merupakan data prediksi
menghubungi bidan. Yang melaporkan hal ini          tingkat pemeriksaan kehamilan. Ibu hamil
adalah utamanya si kader(4).         Melalui        dianjurkan memeriksakan kehamilan kepada
kesempatan kunjungan ke Polindes dan                bidan minimal 4 kali. Isi pemeriksaan
Posyandu, setiap bulan data ini dilaporkan          dijabarkan dalam T5, yaitu : penimbangan
kepada Bidides atau bidan Puskesmas dan             berat badan, pengukuran tekanan darah,
dijumlahkan pada setiap Puskesmas. Yang             pemeriksaan letak rahim dan pemberian pil zat
diperlihatkan di sini adalah sebagian dari          besi selama 3 bulan. Pada pemeriksaan, hasil
jumlah tersebut (lihat Tabel 2)(5).                 pemeriksaan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat
                                                    (KMS) dan diserahkan pada ibu hamil. Untuk
     Pada Tabel 2, jumlah ibu hamil diper-oleh
                                                    ibu hamil beresiko, dianjurkan lebih sering
dengan menjumlahkan angka ibu hamil yang
                                                    memeriksakan kehamilan, atau dianjurkan
dilaporkan oleh masing-masing Puskesmas.
                                                    melahirkan di Puskesmas atau RSU(6).

Tabel 2. Tingkat Pemeriksaan Ibu Hamil Kabupaten Pinrang 1996
  Puskesmas      Jumlah        Jumlah     Pemeriksaan   Pemeriksaan     Tingkat      Tingkat
                Penduduk      Ibu Hamil                               Pemeriksaan   Pemeriksa-
                 Wanita                       K1            K4          (K1 (%)     an (K4 (%)
 Mattirobulu      12704          656          606            408          92,65       62,19
 Suppa            13739          722          656            507          90,85       70,22
 Tiroang          43634          935         1051            671          112,4       71,76
 Salo                           1369         1494           1020         109,13       74,56
 Teppo            16404          869          825            604          94,93       69,50
 Mattombong       22532          696          778            635         111,78       91,23
 Lasinrang                       446          481            380         107,84       85,20
 Bungi            21270          612          562            383          91,83       62,58
 Lampa                           587          568            393          96,70       66,95
 Tuppu            18632          949          887            506          93,46       53,31
 Cempa             8053          457          463            419         101,31       91,68

(Profil Kesehatan Pinrang 1996 TABEL 19 A)

         HASIL SURVEI TENTANG                       pada survei di lima desa(7) Kabupaten Pinrang
               IBU HAMIL                            tahun 1997, ditambah dengan pengetahuan
                                                    penulis dari survei sebelumnya, dipaparkan
     Secara garis besar pada bagian awal kita       mengenai 1) umur saat hamil pertama, 2)
telah meninjau lembaga kesehatan dengan             lokasi/tempat melahirkan, 3) pemeriksaan
berfokus pada ibu hamil. Selanjutnya, kita akan     kehamilan, dukun 4) orang yang menolong
mencoba menjajaki bagaimana pandangan               persalinan, dan 5) upacara melahirkan.
masyarakat tentang persalinan dan kesehatan
terhadap lembaga kesehatan dan pengobatan               Mula-mula tentang responden yang terdiri
pemerintah tersebut. Berdasarkan hasil angket       dari ibu-ibu yang pernah hamil. Klasifikasi
133 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

umum adalah sebagai berikut :                     Ini berarti dari 78 orang terdapat 64 orang (82
15 – 20 tahun = 12 orang                          %) yang menikah di bawah umur 20 tahun.
21 – 25 tahun = 23 orang                          Usia responden yang relatif muda mungkin
26 – 30 tahun = 20 orang                          mempengaruhi angka ini. Namun terlihat
31 – 35 tahun = 10 orang                          bahwa dari responden wanita > 26 tahun yang
36 – 40 tahun = 8 orang                           berjumlah 43 orang pun, 31 orang di antaranya
41 – 45 tahun = 3 orang                           (72%) menikah pada umur < 20 tahun. Yang
46 – 50 tahun = 1 orang                           berhubungan dengan kawin muda ini adalah
                                                  riwayat pendidikan rata-rata wanita yang relatif
      Umur rata-rata responden adalah 28,0
                                                  rendah. Di antara 72 responden (6 orang tidak
tahun (angka ke-2 dibelakang koma dibulatkan
                                                  mengisi), klasifikasi pendidikan sebagai
ke bawah jika < 5 dan dibulatkan ke atas jika >
                                                  berikut:
5). Jumlah anak rata-rata 2,16 orang. Jika
                                                  Lulusan SMU           7 orang
dilihat responden > 30 tahun, maka jumlah
                                                  Lulusan SMP           12 orang
anak rata-rata 4, 14 orang. Pada survei ini,
                                                  Lulusan SD            39 orang
terdapat 55 orang responden yang berumur 15
                                                  Tidak lulus SD        11 orang
– 30 tahun berarti, 70 % dari total responden.
                                                  Tidak sekolah         3 orang
Jumlah responden berumur muda lebih banyak
karena wawancara dilakukan saat kesempatan        Ini berarti yang berpendidikan lulus SMP ke
hari kunjungan tetap ke Posyandu saat ibu-ibu     bawah 90% dari total responden. Satu hal lagi
berkumpul. Ini berarti bahwa metode               yang harus diperhatikan adalah sebagian besar
pengambilan sampel ini belum sempurna,            wanita melahirkan pada tahun pertama. Pada
namun tidak dapat diingkari bahwa melalui         perkawinan suku Bugis dan Makassar,
survei ini dapat dimengerti perilaku ibu-ibu      pasangan umumnya tinggal di rumah pihak
terhadap pengobatan yang sehubungan dengan        wanita. Kecenderungan ini lebih kuat di
persalinan.                                       pedesaan. Dengan kawin muda ini, ibu muda
                                                  tersebut tidak sempat menikmati masa muda
1. Usia saat kawin pertama dan melahirkan         dan memulai hidup baru di rumah orangtuanya
   pertama                                        bersama suami yang juga masih muda. Di
                                                  sekitarnya, terdapat orang tua dan saudara-
Secara umum di daerah pedesaan Bugis, ada         saudaranya. Dengan keluarga berada di
kecenderungan kawin pertama usia muda.            sekitarnya, tanpa masalah si gadis beralih
Khususnya keluarga petani, mereka cenderung       menjadi istri. Namun, sebaliknya, tidak begitu
cepat menikahkan anak-anaknya. Menikahkan         menghayati perannya sebagai ibu. Selanjutnya,
anak-anak adalah tugas sebagai orang tua. Jadi    tanpa cukup pengetahuan dan kesempatan
alasan yang umum adalah supaya cepat              untuk memikirkan keluarga berencana, mereka
menyelesaikan dan bebas dari beban tugasnya.      tiba-tiba menjadi ibu. Oleh karena mereka
Untuk membuktikan hal ini, para responden         pasangan kawin muda sebagian besar hidup di
ditanyakan umur kawin pertama dan                 rumah orang tua pihak wanita, mereka
melahirkan pertama dengan hasil sebagai           umumnya belum mandiri secara ekonomi.
berikut :                                         Dalam kondisi seperti inilah, mereka
     Dari 78 orang responden, umur kawin          menghadapi persalinan pertama.
pertama :
          11 – 15 tahun     18 orang              2. Tempat Melahirkan
          16 – 20 tahun         46 orang          Sekali lagi dikatakan bahwa pada masyarakat
                                                  Bugis yang cenderung tinggal di rumah orang
          21 – 25 tahun         10 orang          tua wanita setelah kawin, maka lumrah jika
          > 26 tahun            4 orang           tempat melahirkan juga lebih dominan di
134 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

rumah orang tua istri. Jika anak gadis yang      orang, seluruhnya adalah kelahiran di rumah
menikah telah memiliki anak, dan anak gadis      orangtua wanita yang karena mengalami
berikutnya telah saatnya menikah, maka sang      kondisi sulit dibawa ke rumah sakit. Jika
kakak sekeluarga mulai berpisah dari orang tua   pilihan (g) ini dijumlahkan ke (a) maka
dan mendirikan rumah tangga mandiri di           selisihnya menjadi besar. Dari sini dapat
dekatnya. Tidak jarang suami berumur muda        disimpulkan bahwa rumah orang tua wanita
setiap hari merasa tertekan di rumah orang tua   merupakan pilihan yang diprioritaskan.
istrinya, dan tidak cocok dengan mertua laki-    Sehubungan dengan ini, ada yang mengatakan
laki. Dengan mendirikan rumah tangga mandiri     bahwa melahirkan di rumah mertua
maka suami yang masih muda ini merasa lega       menyebabkan persalinan sulit. Umumnya,
dan bebas dari tekanan, sehingga bisa            walaupun istri telah tinggal di rumah tangga
memperoleh kebebasan(8).        Latar belakang   sendiri, pada saat melahirkan mereka kembali
tersebut menyebabkan timbulnya pilihan a,b       ke rumah orang tua.
dan c untuk pertanyaan tentang tempat
                                                      Sebaliknya jika melihat alasan 8 orang
melahirkan.
                                                 yang memilih rumah sakit, alasannya adalah
Pada angket terdapat pilihan-pilihan: a. rumah   atas saran bidan (3 orang), tempat tinggal dekat
orang tua istri, b. rumah orang tua suami, c.    rumah sakit (2 orang), mampu membayar dan
rumah sendiri, d. rumah sakit, e. klinik         lebih aman (2 orang). Sisa satu orang memberi
bersalin/bidan, f. lain-lain, dan g. gabungan    alasan bahwa di tempat kerja di Malaysia,
antara rumah sakit dan a, b atau c.              melahirkan di rumah sakit adalah hal yang
                                                 wajib dilakukan. Yang bisa ditangkap dari sini
Hasil survei adalah sebagai berikut :
                                                 adalah bahwa alasan pertama melahirkan di
a. 42 orang          53,8 %
                                                 rumah sakit bukanlah karena memper-
b. 4 orang           5,1 %
                                                 timbangkan segi keamanan. Walaupun juga
c. 10 orang          12,8 %
                                                 dibuktikan bahwa melahirkan di rumah sakit
d. 8 orang           10,2 %
                                                 relatif dianggap lebih aman daripada
e. 1 orang           1,3 %
                                                 melahirkan di rumah. Namun yang diper-
f. 2 orang           2,7 %
                                                 timbangkan bukan hanya hal tersebut. Selama
g. 11 orang          14,1 %
                                                 belum merasa pasti akan resiko dan bahaya
    Mula-mula, mari kita melihat jumlah ibu      kelahiran yang dihadapi atau karena ter-
yang melahirkan di tempat yang memiliki          batasnya kemampuan ekonomi maka pilihan
fasilitas kesehatan (d dan e), dan               ini belum akan berubah(9) .
membandingkan dengan kelahiran di rumah (a,
b, c). Yang melahirkan di fasilitas kesehatan    3. Pemeriksaan kehamilan dan Peran
adalah tidak lebih dari 11,5 %, sedangkan di        Dukun Secara Tradisional
rumah 71,7 %. Dengan demikian jelas sekali
                                                     Telah dijelaskan sebelumnya bahwa
bahwa jumlah yang melahirkan di rumah lebih
                                                 sekarang disarankan supaya ibu hamil
banyak daripada di fasilitas kesehatan.
                                                 memeriksakan diri kepada bidan minimum 4
Sebenarnya melahir-kan di rumah sakit hanya
                                                 kali selama masa kehamilan. Jika dikecualikan
pada kasus persalinan. Data ini sejalan dengan
                                                 responden-responden berumur lanjut yang
alasan yang diberikan responden bahwa
                                                 telah melahirkan sebelum penempatan Bidides,
melahirkan dengan bantuan orang tua atau
                                                 maka nilai K1 dan K4 pada Tabel 2
nenek adalah hal yang diharapkan.
                                                 memperlihatkan bahwa petunjuk ini cukup
    Jika meninjau tempat melahirkan di rumah,    tersosialisasikan ke masyarakat. Hasil survei
maka ada perbedaan nyata antara rumah orang      yang dilakukan penulis memperlihatkan ibu
tua istri atau suami. Untuk yang memilih         hamil memeriksakan diri minimum 2 kali dan
jawaban di rumah dan rumah sakit ada 11          bahkan ada yang sampai 12 kali.
135 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

     Yang berhubungan dengan ibu hamil             diberikan oleh 18 orang, sedangkan alasan
selama masa hamil bukan hanya bidan tetapi         letak rumah yang dekat diberikan oleh 16
peran dukun pun tidak dapat dilupakan. Yang        orang. Sedangkan, yang memanggil dukun
dimaksud dengan dukun di sini adalah orang-        memberikan alasan ekonomis, karena dukun
orang      yang     mempunyai       pengetahuan    lebih murah.
pengobatan secara turun-temurun terutama                Dengan melihat cara ini, maka tindakan ibu
yang mempunyai pendidikan menolong                 hamil memilih fasilitas kesehatan karena ada
persalinan, sebagian besar wanita yang             tingkat kepercayaan terhadap lembaga tersebut,
dibedakan dari dukun secara umum (bahasa           sedangkan jenis lembaga dipilih tergantung
Indonesia) dan sanro (bahasa Bugis) dengan         pada jarak letaknya dari rumah masing-masing
istilah dukun beranak atau sanro memana’.          dan transport (jarak dan biaya transport). Jelas
Sekarang ini, sebagian besar dukun beranak         terlihat bahwa pemilihan dukun utamanya
telah tercatat di Puskesmas dan telah mendapat     didasarkan pada pertimbangan ekonomis.
pendidikan/pelatihan persalinan. Di lembaga
kesehatan pemerintah, dukun hanya dianggap         4. Orang Yang Menolong Kelahiran
sebagai pembantu bidan namun sebenarnya
perannya tidak terbatas di situ saja. Mereka             Seperti yang terlihat sebelumnya, lokasi
mengurut badan ibu hamil, memanfaatkan             kelahiran sebagian besar di rumah, jauh lebih
keahlian membetulkan posisi bayi di dalam          tinggi daripada kelahiran di lokasi fasilitas
perut, dan yang paling penting adalah              kesehatan. Bagaimana hubungannya dengan
peranannya dalam upacara syukuran kelahiran.       pilihan tempat pemeriksaan selama kehamilan?
Tidak hanya terhadap ibu hamil namun juga                Pada setiap dinas kesehatan, pertolongan
terhadap      keluarga,   keberadaan      dukun    saat melahirkan dilakukan oleh paramedis dan
membawa peran yang berarti dalam                   dukun terlatih yang dilaporkan untuk
mempertahankan kepercayaan dan budaya              menentukan pencapaian setiap tahun. Angka
kehidupan sosial.                                  tersebut tidaklah mampu menggambarkan
     Selanjutnya, mari kita melihat tindakan-      kondisi yang sebenarnya. Dalam arti, proses
tindakan ibu hamil pada kehamilan pertama.         mulai dari rasa sakit, persalinan, pemotongan
Mula-mula, bagaimana mereka mengetahui             tali pusar. Jika paramedis atau dokter bersama-
bahwa dirinya hamil? Alasan yang tertinggi         sama dengan dukun terlibat dalam proses
pertama adalah haid terlambat, berikut mual-       tersebut maka diklasifikasikan sebagai per-
mual dan muntah atau sakit kepala dan lain-        tolongan persalinan oleh paramedis. Sebalik-
lain gejala penyakit(10). Ada beberapa orang       nya, dapat dikatakan bahwa pengklasifikasian
yang diberitahu oleh ibunya. Selanjutnya,          dukun hanya terjadi jika dukun tersebut
kehamilan disampaikan pada siapa. Urutannya,       melakukan seluruh proses sendirian.
pada suami 59 orang, diikuti oleh ibu 13 orang,           Untuk mengatasi kekurangan ini maka
nenek 4 orang. Sebelum dan sesudahnya untuk        pada survei ini penulis mencoba meng-uraikan
memastikan kehamilan mereka menjalani              dengan pertanyaan siapa yang mengeluarkan
pemeriksaan. Pemeriksaan ini dilakukan             bayi dan siapa yang me-motong tali pusar(11) .
terbanyak di Puskesmas 35 orang dari total 78      Hasilnya, di antara 78 responden, oleh anggota
orang, di rumah bidan 21 orang, rumah sakit 12     keluarga saja ada 4 kasus (5,1 %), oleh dukun
orang, dan yang memanggil dukun 10 orang.          (atau dibantu oleh anggota keluarga) 33 kasus,
Alasan pemilihan ini hanya dijawab oleh 53         oleh bidan (atau dibantu oleh anggota
orang, namun yang memilih bidan, Puskesmas,        keluarga) ada 16 kasus, oleh dukun + bidan ada
dan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya   21 kasus, oleh dokter saja atau dibantu oleh
umumnya memberi alasan lebih aman dan ada          bidan dan lain-lain ada 3 kasus, 1 kasus tidak
peralatan. Alasan kuatir akan kondisi tubuh        jelas.
136 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001



                Yang Menolong Persalinan                   Jumlah Kasus                %
  Hanya anggota keluarga                                          4                   5,1
  Dukun ( + anggota keluarga)                                    33                   42,3
  Dukun + Bidan                                                  21                   26,9
  Bidan ( + anggota keluarga)                                    16                   20,5
  Dokter + Bidan                                                  3                   3,8
  Tidak Jelas                                                     1                   1,3
  Total                                                          78                   99,9


      Pada data statistik dinas kesehatan,        Dari pertanyaan apakah upacara ini sudah
keberadaan dukun tidak terdeteksi jika bidan      dilaksanakan atau belum, di antara 78
hadir saat dukun menolong persalinan. Namun       responden ada 73 orang menjawab sudah. Dari
data hasil survei di atas memperlihatkan bahwa    sisanya ada 1 orang yang menyatakan jika ada
sebenarnya dukunlah yang paling banyak hadir      kesempatan akan segera melaksanakannya.
dalam pertolongan persalinan (54 kasus).          Berarti yang sudah dan akan melaksanakan
Demikian pula di antara 21 kasus yang             lebih dari 90 %. Sehingga dapat dikatakan
tampaknya ditolong bersama oleh bidan +           bahwa ini merupakan upacara yang harus
dukun sebenarnya ada 9 kasus, di mana bidan       dilaksanakan. Yang mengatur pelaksanaannya
tiba beberapa saat setelah bayi lahir dan hanya   adalah dukun yang merawat si ibu hamil.
membantu memotong tali pusar. Dengan
                                                        Besarnya upacara ini bervariasi(13), dan
mempertimbangkan hal ini maka tidaklah
                                                  biasanya dibiayai oleh keluarga pihak suami.
berlebihan bila dikatakan bahwa sekarang
                                                  Di Kabupaten Pinrang ditetapkan pembayaran
inipun partisipasi dukun masih lebih besar
                                                  Bidides yang menolong persalinan Rp. 40.000
dibanding bidan.
                                                  setiap persalinan (jika persalinan normal) (data
      Pada bab sebelumnya tampak bahwa            bulan Agustus 1997). Dibandingkan dengan
peran dukun pada pemeriksaan awal ke-             itu, biaya upacara yang besar adalah karena
hamilan sudah nyaris digantikan sepenuhnya        memotong 1 ekor sapi atau minimal 1 ekor
oleh bidan. Akan tetapi kenyataan mem-            kambing, akan memerlukan sekitar ratusan ribu
perlihatkan dukun masih merupakan sosok           rupiah. Jumlah ini tidaklah sebanding dengan
yang sangat dibutuhkan kehadirannya pada          biaya pertolongan persalinan. Walaupun
saat persalinan.                                  masya-rakat cenderung enggan mengeluarkan
                                                  uang untuk pertolongan persalinan, nampaknya
5. Upacara Kelahiran dan Biaya                    mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang
                                                  untuk biaya upacara ini.
     Bagi masyarakat Bugis, kelahiran
bukanlah sekadar kejadian yang hanya sekali            Untuk memahami hal ini, maka perlu
seumur hidup, melainkan merupakan suatu           diketahui bahwa barulah puluhan tahun
proses. Lahirnya jabang bayi tidaklah berarti     terakhir ini kelahiran/persalinan mulai di-
proses kelahiran telah berakhir. Yang jelas       anggap sebagai tindakan medis dan merupakan
memperlihatkan hal ini adalah upacara yang        suatu fenomena yang sedang berlangsung
dilaksanakan setelah kelahiran. Di kabupaten      (medicalization). Sebelumnya, kelahiran/ per-
Pinrang, upacara ini disebut Ma’cera ana’(12)     salinan adalah salah satu dari proses alamiah
137 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

untuk menyambut kelahiran anak yang akan         obatan medis melainkan merasakan bahwa
hadir dan upacara kelahiran adalah bagian yang   dukun lebih tepat dan sesuai bagi persalinan.
mengakhiri proses kelahiran tersebut. Upacara    Di sinilah terdapat perbedaan dalam
kelahiran ini tidaklah sekedar merupakan rasa    memandang konsep persalinan tersebut.
syukur namun juga adalah penerimaan secara       Dengan kata lain,mereka tidak melihat
sosial dalam masyarakat sehingga merupakan       persalinan sebagai kejadian medis melainkan
urusan yang perlu dan harus dilaksanakan.        sebagai suatu proses secara sosial, termasuk
Dengan kata lain, bayi adalah kehadiran          dari saat persalinan sampai saat upacara
biologis dan kehadiran sosial jadi merupakan     kelahiran. Inilah salah satu latar belakang
kehadiran 2 kali. Dan yang dimasukkan dalam      budaya yang mendukung perilaku masyarakat
sistem tradisional adalah hal kedua dan bukan    tentang persalinan.
yang pertama. Oleh karena itulah masyarakat
tidak enggan mengeluarkan biaya upacara dan              KEMATIAN IBU HAMIL
sebaliknya walaupun sanggup membayar.
Mereka masih enggan mengeluarkan biaya           1. Mengapa ibu hamil sampai meninggal ?
pertolongan persalinan karena mereka masih            Alasan medis kedokteran & alasan sosial
sukar menerima anggapan bahwa tindakan               Di Indonesia, latar belakang dicurahkan-nya
persalinan itu sendiri memerlukan biaya. Pada    tenaga untuk mengurangi AKI = Angka
kenyataan-nya 70 % adalah persalinan normal      Kematian Ibu)salah satunya adalah alasan
jadi ada yang beranggapan cukuplah dukun         bahwa AKI adalah indika-tor untuk kondisi
saja. Pada kondisi seperti inilah mereka harus   tubuh dan gizi ibu, kesehatan umum, dan
juga disadarkan bahwa persalinan juga            kualitas pelayanan kesehatan(14). Penyebab
membawa resiko yang berbahaya dan bahwa          langsung kematian ibu (kematian saat hamil
bahaya ini, biarpun tidak sepenuhnya, dapat      dan melahir-kan) dilaporkan sebagian besar
diatasi dengan pengobatan modern. Untuk          adalah perdarahan, toxemia(15) (keracunan
mencapai hal ini masih diperlukan waktu yang     kehamil-an), dan infeksi. Akan tetapi, di
panjang.                                         Indonesia yang paling perlu dilihat adalah
      Demikianlah kita telah melihat tindakan-   selain yang berhubungan dengan penyebab
tindakan yang dipilih oleh para ibu hamil        langsung, juga hal yang erat hubungannya
melalui data survei dengan responden ibu-ibu     yaitu penyebab yang bersifat sosial dan
yang pernah hamil. Dalam melihat hal tersebut    budaya. Cara pemikiran ini sudah dipa-parkan
kita dapat mengerti bahwa permasalahan           dengan jelas oleh Asisten Menteri Urusan
tidaklah sesederhana seperti pengobatan          Wanita dr. Abdullah Cholil sebagai berikut :
tradisional kontra pengobatan modern. Ada              “Hasil survei memang menunjukkan,
yang berpendapat bahwa jika dukun tidak ada,     lebih dari 80 persen penyebab kematian ibu
maka masalah tingkat kematian ibu akan           hamil dan bersalin ini disebabkan oleh trias
berkurang. Akan tetapi dari hasil survei dapat   klasik: perdarahan (40-60 persen), infeksi jalan
dimengerti bahwa masalahnya bukanlah pada        lahir (20-30 persen) dan keracunan kehamilan
dukun, melainkan jelaslah terletak pada          (20-30 persen). Sisanya, sekitar 5 persen
kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan       disebabkan penyakit lain yang memburuk
modern, dalam hal ini diwakili oleh              dengan terjadinya kehamilan dan persalinan.
keterampilan bidan. Pada hal demikian, hal ini         Trias klasik umumnya berkaitan erat
ditambah pula bahwa dibandingkan bidan,          dengan tiga terlambat yaitu, pertama, jangan
dukun umumnya lebih cepat tiba di tempat         sampai terlambat mengambil keputusan untuk
melahirkan, dan lebih sering menolong            merujuk pada pelayanan kesehatan terdekat.
persalinan sehingga masyarakat bukanlah          Kedua, bila mau dirujuk, jangan sampai
melihat masalah teknik/keterampilan peng-        terlambat tiba di pusat pelayanan kesehatan,
138 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

baik itu Puskesmas maupun rumah sakit.               manusia dan sosial. Jika kondisi ini dapat
Ketiga, kalau sudah berada di rumah sakit,           diperbaiki maka akhirnya akan menurunkan
jangan sampai terlambat ditangani...                 AKI.
      "Tetapi jangan lupa, tingginya angka
kematian ibu tak hanya dipengaruhi oleh faktor       2. Angka Kematian Ibu
klinis. Justru di Indonesia, 64 persen angka              Sebelumnya diperlihatkan AKI di
kematian ini dikontribusikan oleh faktor-faktor      Indonesia pada tahun 1996 adalah 425
tradisi,    sosial-budaya,    ekonomi       dan
                                                     untuk setiap 100.000 kelahiran,
pendidikan. Itulah yang perlu kita ungkapkan
di kongres sekaligus menimba pengalaman dari         dikutip dari data statistik AKI yang
negara lain," (Kompas, 3 September 1997)(17).        ada.      Statistik ini seakan-akan
      Pernyataan dr. Abd. Cholil ini berlaku
                                                     memberikan       data   yang   akurat
untuk tingkat nasional, akan tetapi setelah          berdasarkan laporan tahunan. Akan
melihat contoh kasus ternyata juga relevan           tetapi, sebenarnya cara memperoleh
dengan kondisi Sulsel. Terdapat proses tertentu      data yang benar barulah dalam tahap
yang menyebabkan kematian ibu. Walaupun              pembimbingan oleh Dinas Kesehatan
penyebabnya dalam alasan klinis adalah               Kabupaten.            Untuk    bahan
perdarahan, keracunan kehamilan atau infeksi,        pertimbangan, untuk Propinsi Sulsel,
akan tetapi proses sebelumnya nyata                  dapat dilihat angka-angka yang
melibatkan berbagai proses campur tangan             pernah dilaporkan sebagai berikut :

Tabel 3. Angka Kematian Ibu (AKI) di Sulawesi Selatan.
                                                                                  AKI / 1000
                       Jenis Survei                               Tahun           Kelahiran
 1. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten                              1986             1,87
 2. Laporan Dinas Kesehatan Propinsi dan Assosiasi Bidan           1986              3,90
 3. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten                              1988              2,60
 4. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten                              1990              2,02
 5. Laporan Rumah Sakit                                            1990              4,39
 6. Laporan Rumah Sakit dan Bagian Kandungan                       1991              1,70
 7. Laporan Bagian Kesehatan Kota dan Kabupaten                    1993              1,20
 8. Laporan Bagian Kesehatan Kota dan Kabupaten                    1994              1,92
 9. Laporan Bagian Kesehatan Kota dan Kabupaten                    1995              1,60
 10. Laporan Bagian Kesehatan Kota dan Kabupaten                   1996              1,70


      Kecuali laporan Rumah Sakit tahun              diterapkan teknik pengumpulan data yang
1990(18), maka angka-angka yang ditampil-kan         tepat.
di sini adalah di bawah rata-rata nasional. Data           Kesulitan untuk memperoleh data jenis
statistik ini (Statistik kesehatan Propinsi Sulsel   ini adalah sebelum Bidides ditempatkan, sukar
1997) memper-lihatkan betapa perlunya                memperoleh data keseluruhan jumlah ibu
139 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

hamil di desa. Seandainyapun kematian ibu                  tingkat dan angka kematian ibu hamil.
hamil dilaporkan kepada kantor desa, akan                  Ketidakseragaman penampilan data statistik ini
tetapi jika mempertimbangkan bahwa data ini                disebabkan oleh format penampilan data yang
sulit sampai ke Puskesmas, maka bisa kita                  berbeda pada setiap kabupaten.
bayangkan makna yang disampaikan oleh data-                     Data Kabupaten Soppeng dan Pinrang
data statistik tersebut. Sampai saat ini, kecuali          hanya menampilkan persentase tingkat
kematian yang tidak biasa maka pemeriksaan                 kematian, tapi pada tabel ini dilengkapi dengan
kepastian kematian tidak dilakukan oleh                    angka kematian yang diperoleh dari data Dinas
dokter.                                                    Kesehatan Kabupaten. Untuk kabupaten
      Dalam pengertian inilah, pengendalian                Bulukumba, angka sudah tercantum(19) .
data-data kematian ibu dan anak, baru mulai
                                                                Pada data statistik tidak tercantum,
diperhatikan       tahun-tahun   terakhir     ini
                                                           penyebab langsung kematian yang menonjol
berdasarkan petunjuk Dinas Kesehatan,
                                                           adalah perdarahan, keracunan kehamilan
bersamaan dengan perhatian terhadap tingkat
                                                           (ekslampsia)(20).   Eklampsia     diperkirakan
kematian.
                                                           berhubungan dengan kebiasaan makan garam
      Berikut, berdasarkan statistik bagian                yang berlebihan, tetapi belum dilakukan suatu
kesehatan Kabupaten Soppeng, Pinrang, dan                  analisis gizi dan medis.
Bulukumba, marilah kita melihat data terakhir

Tabel 4. Tingkat kematian ibu hamil dan angka kematian ibu hamil 4 tahun terakhir di
         Kabupaten Soppeng, Pinrang, dan Bulukumba

       Kabupaten               1993             1994                    1995                 1996

  Soppeng                     2,1 (7)          1,81 (6)                0,49 (2)             2,37 (9)

  Pinrang                      1.32                 1,61                 1,53               1,09 (7)

  Bulukumba                    (10)                 (15)              3.63 (24)            2,65 (18)



    CONTOH KASUS KEMATIAN                                  1. Contoh Kasus A,
                                                               Kabupaten Soppeng, Desa T
                IBU HAMIL
                                                                Kasus ini terjadi tahun 1996. Kejadian ini
     Pada bab ini akan dilaporkan contoh                   berlokasi di desa T yang berjarak kira-kira 15
kasus nyata kematian ibu(21) yang diperoleh                km dari Puskesmas kecamatan. Puskesmas
dari hasil wawancara penulis. Pada survei                  sampai pusat desa, dihubungkan dengan jalan
wawancara ini, penulis langsung mengunjungi                aspal. Namun, untuk sampai kampung tempat
keluarga almarhumah dan umumnya diantar                    tinggal si Ibu hamil, harus melewati jalan desa
dan diperkenalkan oleh Bidides atau staf                   yang walaupun relatif datar tetapi berlubang-
Puskesmas. Dalam pengertian ini, informasi                 lubang sepanjang kira-kira 4 km. Aminah, si
utama adalah berasal dari keluarga. Namun itu              ibu hamil, saat itu berusia 26 tahun, suaminya
tidaklah berarti bahwa ada keberpihakan pada               berusia 30 tahun, mata pencaharian bertani.
pendapat keluarga tersebut saja. Nama-nama                 Menurut laporan dari Bidides penyebab
yang digunakan dalam contoh kasus-kasus ini                kematian      adalah     Placenta     previa(22).
disamarkan, kecuali nama kabupaten.                        Wawancara/ pembicaraan berikut ini dilakukan
140 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

bersama adik perempuan almarhumah, ayah,           menghembuskan nafas terakhir. Placenta (ari-
dan dihadiri oleh Bidides dan bidan                ari) telah keluar sebelumnya tetapi saluran
Puskesmas.                                         rahim belum terbuka, sehingga jabang bayi
      Aminah mempunyai 2 orang anak                juga meninggal.
berumur 9 tahun dan 7 tahun. Keduanya                   Bidides (pengalaman 4 tahun) berkata,
dilahirkan di rumah, saat itu Bidides belum        kebiasaan masyarakat di sekitar sini, jika umur
ditempatkan di desa. Namun demikian, sama          kehamilan belum 6 bulan, mereka tidak
sekali tidak ada masalah pada waktu itu.           melapor kepada bidan. Mereka menganggap
Menurut dukun, rasa sakitnya tidak lama dan        kelahiran adalah peristiwa biasa, bahkan ada
kelahiran juga cepat. Kehamilan ketiga terjadi     anggapan jika tetap melakukan kegiatan
saat Bidides sudah ditempatkan di sana, namun      pertanian seperti biasa malah persalinan akan
hanya sekali saja memeriksakan diri. Pada          lebih mudah. Selain itu mereka merasa malu
umur kehamilan 7 bulan, terjadi perdarahan,        jika digunjingkan lagi-lagi hamil, sehingga
namun berhenti sendiri sehingga tidak begitu       mereka cenderung tidak memberi tahu orang
diperhatikan. Kehamilan 8 bulan, sekali lagi       lain mengenai kehamilannya.
terjadi perdarahan, kali ini dalam jumlah besar.
Inilah     yang     menyebabkan        kematian
almarhumah.                                        2. Contoh Kasus B,
                                                      Kabupaten Soppeng, desa M
      Pada hari kejadian tersebut, pagi-pagi
pukul 7, kondisinya memburuk, bidan                     Lokasinya sekitar 15 kilometer dari
dipanggil, baru tiba jam satu siang. Dari rumah    Puskesmas, di bagian selatan kabupaten
bidan sampai ke rumah ibu hamil memerlukan         Soppeng, terletak di tepi jalan raya Ujung
waktu 1 jam berjalan kaki. Saat bidan tiba di      Pandang – Soppeng. Ibu hamil yang meninggal
lokasi kejadian, ibu si wanita hamil dan dukun     tersebut adalah Rosmawati, saat itu berusia 24
tidak terlatih, hanya berdiri diam di samping      tahun (pada tahun 1995). Almarhumah adalah
ibu hamil tersebut. Ketika infus tidak berhasil    guru SD luar biasa. Demikian pula suaminya.
menolong, bidan segera menganjurkan untuk          Contoh kasus ini diceritakan oleh ibu dan ayah
mengangkutnya ke rumah sakit. Namun ibu si         kandung      almarhumah       dalam     survei
penderita mengatakan sebaiknya menunggu            wawancara. Survei wawancara ini juga dihadiri
pulangnya suami penderita dari sawah. Tidak        oleh bidan Puskesmas Takalala yang telah
lama kemudian si suami pulang. Kepada si           berpengalaman banyak. Rosmawati menikah 2
suami, bidan juga segera meminta hal yang          tahun sebelum kehamilannya yang pertama ini.
sama, tetapi si suami meminta supaya                     Selama hamil, ngidamnya juga ringan,
menunggu ayah mertua pulang. Ketika ayah si        tetapi pernah pingsan. Rosmawati telah 7 kali
penderita kembali ke rumah, waktu sudah            memeriksakan kehamilan pada bidan muda di
menunjukkan pukul 15.30. Sementara itu,            Puskesmas, tetapi dalam waktu yang sama juga
walaupun bidan terus-menerus mengingatkan          memeriksakan kepada dukun Harijani yang
bahwa kondisi si penderita semakin                 masih ada hubungan keluarga dengan ibunya.
memburuk, namun dukun memberitahu                  Pada pemeriksaan tidak ditemukan kelainan.
keluarga bahwa itu hanya menakut-nakuti            Akan tetapi ketika ditanyakan kondisi
orang saja, dan keluarganya pun berkata bahwa      kesehatannya selama hamil, ibunya bercerita
amit-amit bencana dan kesialan semacam itu         bahwa dia sering merasa pusing saat bekerja.
tidak akan menimpa mereka (sambil meludah
ke lantai)(23) dan tetap saja tidak melakukan           Ketika mendekati saat melahirkan,
apa-apa. Mobil yang dipinjam untuk digunakan       Rosmawati terserang diare selama 7 hari.
mengantar ke rumah sakit akhirnya tiba pada        Sebelum penyakit ini sembuh, Rosmawati
pukul 4 lewat. Tetapi saat itu ibu hamil telah     melahirkan. Walaupun sempat kehilangan
141 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

penglihatan, namun keluarga beranggapan             3. Contoh Kasus C,
bahwa itu adalah hal yang biasa terjadi dan            Kabupaten Pinrang desa C
tidak memberikan pengobatan sama sekali.
                                                          Yang diwawancarai adalah ibu mertua si
     Sakit melahirkan mulai terasa jam 03.00        ibu hamil, suami dan adik ipar. Neni, ibu hamil
sore. Dan memerlukan waktu 13 jam sampai            (umur 18 tahun), lahir di desa pantai U
melahirkan. Saat itu, baik bidan maupun dukun       seberang kota Pare-pare. Sejak kecil, orang
tidak dipanggil, karena ibu kandung merasa          tuanya meninggal sehingga diasuh oleh bibi
sanggup melakukannya. Esok paginya jam              dari pihak ibu, orang Mandar(24). Pada umur 17
04.30 lahirlah bayi perempuan, 5 menit              tahun menikah dengan pria dari desa C (umur
kemudian, placentanyapun keluar. Semua              18 tahun ). Delapan bulan kemudian dia mulai
proses ini dilakukan oleh ibu kandung               mengandung.       Selama     hamil     3    kali
Rosmawati. Ketika ditanyakan kepada si ibu          memeriksakan diri di Puskesmas desa U.
kandung, dia berkata bahwa dirinya telah            Menurut adik iparnya, tidak ditemukan
berpengalaman melahirkan 2 kali dan telah           kelainan saat pemeriksaan tersebut. Selama
melihat dan membantu persalinan keluarganya         hamil, Neni beberapa kali pulang balik antara
yang tinggal di dekat situ. Ketika placenta         desa C dan desa U. Jarak antara kedua desa
keluar, perdarahan mulai terjadi. Keluarga          tersebut sekitar 1 jam 30 menit perjalanan
terburu-terburu memanggil dukun yang masih          menggunakan mikrolet dan harus ganti
keluarga juga yang tinggal bertetangga satu         kendaraaan minimal 2 kali. Dari jalan poros
rumah di antaranya. Ketika dukun melihat            kabupaten sampai ke desa U harus melewati
bahwa terjadi perdarahan hebat dan ibu tidak        jalan yang sebagian tidak beraspal, kondisinya
bernafas lagi, untuk memastikan hidup atau          buruk. Neni merencanakan untuk melahirkan
meninggalnya ibu hamil tersebut dia segera          di rumah tantenya di desa U. Adalah hal
memanggil petugas Puskesmas yang tinggal di         umum bahwa wanita melahirkan di rumah
dekat situ (bekerja di Puskesmas Kabupaten          sendiri, karena melahirkan di rumah suami
Bone yang terletak di perbatasan sebelah            dianggap merepotkan ibu mertua selain secara
Selatan). Ketika petugas tersebut tiba 15 menit     umum ada anggapan bahwa kelahiran akan
kemudian, dia memastikan bahwa si ibu telah         sukar.
meninggal. Setelah itu, petugas tersebut                  Peristiwa terjadi pada umur kehamilan 8
memotong tali pusar si bayi.                        bulan, Neni belum siap untuk melahirkan, dan
      Bidan Puskesmas yang mendampingi saat         datang ke rumah suami dengan maksud
wawancara, menanyakan posisi ibu hamil saat         bermalam sehari. Subuh jam 4 pagi tiba-tiba
persalinan. Kebiasaan di wilayah ini, pada          merasa sakit dan tanpa sempat dibantu oleh ibu
persalinan di rumah yang dibantu oleh keluarga      mertua, bayinya lahir. Saat itu tidak ada
atau dukun, si ibu mengambil posisi duduk dan       perdarahan, barulah setelah plasenta keluar
penolong persalinan menopang punggungnya.           mulai timbul perdarahan. Walaupun demikian,
Saat itu, si Ibu hamil mengambil posisi yang        sesuai kebiasaan, Neni malah masih sempat
sama. Saat perdarahan pun posisi ini tetap          makan. Sekitar 30 menit setelah melahirkan,
dipertahankan dan si ibu melorotkan badannya        dukun dipanggil. Dukun tersebut telah
saat meninggal. Bidan berkata, jika bidan yang      mendapat pelatihan dari Puskesmas. Karena
menolong persalinan, maka pada saat darah           perdarahan tidak berhenti, maka dukun
keluar, posisi harus berbaring. Tetapi bayi yang    meminta untuk memanggil bidan yang tinggal
lahir kini telah besar. Setelah si Ibu meninggal,   sekitar 2 km dari rumah ibu hamil. Suami ibu
keluarga      memanggil       imam.     Peristiwa   hamil pergi memanggil bidan tetapi bidan baru
meninggal ini disampaikan dari mulut ke             tiba jam 7 malam. Bidan memberi telur pada
mulut, dan tidak ada pemeriksaan kepastian          ibu hamil untuk dimakan dan memberikan
meninggal oleh dokter.                              infus 1 botol. Kemudian memanggil bidan
142 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

Puskesmas, infus satu botol dimasukkan lagi,         melihat banyaknya darah yang keluar, dan
tetapi usaha inipun tidak menolong, 8 jam            tanpa melakukan pertolongan apa-apa dia
setelah melahirkan, si ibu meninggal. Bayi           meminta untuk memanggil bidan. Sementara
yang lahirpun meninggal kemudian pada umur           itu sang suami berusaha mengeluarkan plasenta
1 bulan.                                             dan membuat isterinya dalam posisi duduk,
                                                     sambil menekan perut ibu hamil tersebut.
4. Contoh Kasus D,                                   Ketika bidan dipanggil, waktu telah
   Kabupaten Bulukumba, desa B                       menunjukkan jam 12 siang. Bidan tiba jam
      Informasi berikut ini diperoleh dari           satu siang. Setelah memotong tali pusar, bidan
kemenakan almarhumah. Hasnah (32 tahun)              meminta supaya menggunakan ambulans
dan suaminya ( 41 tahun , petani ) telah             desa(25). Ketika ambulans tiba, Hasnah didekap
memiliki anak 7 orang. Berturut-turut, laki-laki     untuk dinaikkan ke ambulans. Tapi ambulans
15 tahun, laki-laki 13 tahun, wanita 10 tahun,       baru      berjalan  sedikit,    Hasnah    telah
wanita 8 tahun, laki-laki 6 tahun, laki-laki 5       menghembuskan nafas yang terakhir.
tahun, dan wanita 2 tahun. Hasnah sejak umur               Bayi yang baru lahir selamat. Kebetulan
17 tahun telah mulai hamil. Semua kelahiran          adik Hasnah baru saja melahirkan sebulan
sebelumnya         ditolong      oleh       dukun    sebelumnya, dialah yang menyusui anak dari
berpengalaman yang telah berumur 70 tahun.           kakaknya itu.
Setahun sebelum kejadian ini, Hasnah pernah
meminum pil KB selama setahun. Tetapi hal            5. Contoh Kasus E,
ini tidak disampaikan kepada suaminya.                  Kabupaten Bulukumba desa U
Setelah kejadian, sang suami mengatakan pada
                                                          Penyebab kematian adalah kehabisan
bidan, bahwa jika diberitahu, ia pasti setuju.
                                                     cairan, terlambat ditangani setelah persalinan
      Hasnah 2 kali memeriksakan diri selama         dan keracunan kehamilan. Demikian tercatat
hamil akan tetapi, Hasnah tidak memeriksakan         pada laporan bidan.
diri pada bidan di desa tempat tinggalnya,
melainkan pada bidan di desa tetangga, karena               Ibu hamil, Marwa, 31 tahun. Hamil
ia mengunjungi desa tersebut saat hari pasar.        pertama. Anak sulung dari 4 bersaudara. Yang
Menurut        bidan       Puskesmas,        sejak   diwawancarai adalah adik wanita berusia 25
kandungannya berumur 28 minggu Hasnah                tahun. Isi keluarga dalam rumah adalah ibu
tidak pernah lagi memeriksakan diri sampai           kandung serta pasangan suami istri Marwa.
saat melahirkan.                                     Bagi sang suami ini adalah perkawinan kedua,
                                                     istri pertama meninggal saat melahirkan.
      Selama hamil, Hasnah pernah mengeluh
merasa badannya sakit. Ia adalah pekerja keras,           Ketika umur kehamilan 5 bulan, Marwa
sering membantu suami di sawah. Pada hari            memeriksakan diri kepada bidan desa dan
melahirkan itupun, Hasnah jam 8 pagi menuju          dukun. Menurut dukun, kepala bayi tampaknya
sawah yang terletak sekitar 1 kilometer dari         terbungkus oleh sesuatu dan dukun mengurut
situ. Tetapi tiba-tiba perut terasa sakit dan ada    perut ibu hamil tersebut. Hal ini dilakukan
perdarahan. Oleh karena itu bersama suaminya         dukun berkali-kali (menurut perkiraan dokter
keduanya berjalan pulang ke rumah. Sebelum           Puskesmas, memang ada kemungkinan
menaiki tangga rumah, terasa gejala                  plasenta membungkus kepala bayi). Marwa 4
melahirkan, namun masih sempat sampai ke             kali memeriksakan diri kepada bidan, 2 kali
atas rumah. Pada pukul 10 pagi bayi lahir            kepada Bidides dan 2 kali kepada bidan
dengan mudah. Akan tetapi plasenta tidak             Puskesmas. Marwa memeriksakan diri ke
keluar. Perdarahan tidak berhenti. Meminta           Puskesmas, sekalian saat menerima vaksinasi.
tolong pada tetangga untuk memanggil dukun.          Sementara itu, Marwa juga diobati dengan
Dukun tiba 45 menit kemudian. Dukun takut            mengurutkan perut oleh dukun, tetapi hal ini
143 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

tidak disampaikan kepada bidan. Bidan sama       Pada jam 05.00 sore pasien kehilangan
sekali tidak menemukan kelainan pada ibu         kesadaran. Pada saat itu tekanan darah
hamil. Ibu hamil juga tidak menerima Kartu       menunjukkan 190mmHg. Karena dokter tidak
Menuju Sehat (Kartu catatan kesehatan ibu        ada dan peralatan RSU juga tidak
hamil) dari bidan.                               memungkinkan, pasien dikembalikan ke
                                                 rumahnya. Karena tidak ada ambulans, pasien
     Awal kejadian, Marwa mulai mengeluh
                                                 diantar dengan mobil mayat dan tiba di rumah
sakit pertama kali jam 11.00 tengah malam.
                                                 sekitar jam 06.00 sore. Dua jam kemudian
Suaminya pergi memanggil dukun dan dukun
                                                 Marwa meninggal.
tiba sekitar satu jam kemudian, pada jam 12
malam. Menurut keterangan keluarga, mereka
memanggil dukun karena lebih mem-                   MASALAH-MASALAH YANG
percayainya daripada bidan. Utamanya suami        TIMBUL DALAM SETIAP CONTOH
Marwa. Ia mempunyai pengalaman istri                        KASUS
pertamanya diangkut ke rumah sakit tetapi
meninggal juga.                                        Contoh kasus kematian ibu hamil yang
      Dukun tiba dan melihat Marwa, lalu         dipaparkan di atas adalah hanya sebagian dari
berkata kepada keluarga supaya menunggu          contoh kasus hasil survei wawancara.
saja, karena Marwa akan melahirkan sekitar       Penyebab-penyebab sosial kematian ibu hamil
jam 04.00 subuh. Akan tetapi waktu berlalu,      sangat rumit dan sulit dijelaskan.
persalinan tidak juga terjadi. Karena kondisi          Sebenarnya untuk memperoleh informasi
ibu hamil semakin memburuk, pada jam 04.00       yang lebih tepat mengenai proses kejadian,
sore keluarga memutuskan untuk memanggil         setiap orang yang terlibat dalam kejadian
Bidides. Bidides tiba di rumah ibu hamil jam     tersebut yaitu, anggota keluarga, tetangga
06.00 sore. Setelah memeriksa kondisi ibu        sekitar, dukun, Bidides dan petugas kesehatan
hamil, Bidides kembali ke rumah untuk mandi      lainnya idealnya masing-masing diwawancarai
dan meminta supaya dipanggil kembali.            secara terpisah. Dengan memperhatikan
Sementara      itu   dukun     tidak    pernah   kekurangan-kekurangan dalam survei tersebut,
meninggalkan rumah penderita. Dua puluh          mari kita membahas masalah yang timbul
empat jam setelah timbulnya rasa sakit yang      kasus per kasus.
pertama, cairan keluar. Pada jam 05.00 pagi
Bidides dipanggil lagi. Bidides tiba jam 05.30   1. Masalah pada Contoh Kasus A
pagi. Bidides berusaha memberi semangat
kepada ibu hamil, tetapi kondisinya pada saat    a) Pemeriksaan kehamilan hanya 1 kali.
itu sudah melampaui batas kemampuan              Si ibu hamil Aminah hanya memeriksakan diri
pertolongan Bidides. Bidides menganjurkan        1 kali saja. Walaupun terjadi perdarahan
untuk membawa ke rumah sakit. Tepat tengah       selama hamil, masih juga tidak berkonsultasi
hari jam 12.00, penderita mula-mula dibawa ke    dengan bidan. Juga, ibu dan suami tidak
Puskesmas. Karena pada hari minggu di            memperlihatkan perhatian. Seluruh keluarga
Puskesmas tidak ada dokter, setelah diinfus      tidak mempunyai pengetahuan mengenai
oleh bidan Puskesmas, dirujuk ke rumah sakit     resiko bahaya yang dihadapi oleh ibu hamil.
umum. Ketika tiba di rumah sakit waktu
menunjukkan jam 01.00 siang. Infus ditambah      b) Terlambat menghubungi bidan
lagi. Di rumah sakit umum pun, dokter bagian
kandungan tidak ada.                             Kemudian, walaupun telah terjadi perdarahan,
                                                 mereka tidak juga cepat tanggap mengenali
      Menurut bidan rumah sakit umum,            resiko bahaya. Setelah berada dalam kondisi
sebenarnya pasien tersebut perlu dioperasi.      kritis selama 4 jam barulah bidan tiba.
144 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

Sementara itu, dukun menjaga tetapi tidak         selama 13 jam sejak rasa sakit sampai
menangani.                                        melahirkan, namun keluarga tidak berusaha
                                                  menghubungi Nakes. Mereka juga tidak
c) Terlambat mengambil keputusan                  merasa aneh mengenai keinginan ibu kandung
Walaupun sedang berjuang melawan maut, ibu        untuk menolong persalinan. Setelah perdarahan
tetap menunggu suami si anak, kemudian si         terjadi pun yang dipanggil hanya dukun.
suami menunggu mertua laki-laki pulang.           c) Kesalahan penanganan kondisi darurat
Dalam hal tinggal bersama orang tua wanita,
maka ayah si wanitalah pengambil keputusan.       Ibu kandung si ibu hamil tetap saja
Buktinya, pada saat-saat daruratpun masih         mempertahankan posisi duduk puterinya
diprioritaskan. Akan tetapi ayah kandung si ibu   walaupun telah terjadi perdarahan, sehingga
hamil yang harus mengambil keputusan tidak        memacu perdarahan semakin hebat.
juga dipanggil selama waktu 6 jam tersebut.
                                                  3. Masalah Contoh Kasus C
d) Hubungan dukun dan bidan
                                                  a) Persalinan yang tidak diantisipasi
Dinas kesehatan mengajarkan bahwa dukun
adalah orang yang bekerja membantu Bidides.       Persalinan terjadi di tempat yang tidak
Akan tetapi, dukun mengacuhkan peringatan         direncanakan, sehingga dukun dan bidan yang
bidan,    bahkan    menyebabkan      keluarga     dipanggil setelah persalinan, baru pertama kali
terlambat melaksanakan perintah bidan.            bertemu dengan si ibu hamil. Tanpa sama
                                                  sekali memiliki gambaran tentang kondisi
e) Masalah transportasi                           kesehatan tubuh dan perkiraan saat melahirkan,
Bidan memerlukan waktu 1 jam berjalan kaki        mereka menolong persalinan. Ibu hamil juga
untuk mencapai lokasi, juga tidak punya           tidak membawa KMS.
alternatif kendaraan. Bidan tidak bisa            b) Latar belakang dari hal ini adalah akibat
memperoleh     bantuan     kendaraan   dari          dari sistim vertikal pengiriman pasien
masyarakat karena masih ada masalah                  yaitu dukun    Bidides     Puskesmas
kepercayaan masyarakat terhadap bidan.               Rumah Sakit Umum
2. Masalah pada Contoh kasus B                    Dalam kasus ini si dukun panggil Bidides
                                                  padahal bidan Puskesmas lebih dekat tempat
a) Kurang pengetahuan dan pengalaman              tinggalnya. Seharusnya dukun memanggil
   mengenai penyakit                              Nakes yang terdekat, yaitu bidan Puskesmas.
Jika ibu hamil sesaat sebelum melahirkan          Karena apa ia tidak melaksanakan demikinan?
terserang diare selama lebih dari satu minggu,    c) Perhatian yang kurang terhadap kesehatan
akan     kehabisan    tenaganya.     Walaupun        pasien
demikian, keluarga maupun si ibu hamil sendiri
juga tidak menghubungi bidan sampai tiba saat     Hal ini berkaitan dengan kerja berat ibu selama
melahirkan. Pasangan ini adalah guru yang         kehamilan, tidak mendapatkan perhatian
tergolong     berpendidikan,     dibandingkan     keluarga mengenai kesehatan badan ibu hamil
masyarakat umumnya. Oleh karena itu, mereka       karena adanya pendapat bahwa jika bekerja,
seharusnya lebih mengerti tentang kebersihan      maka kelahiran akan mudah dan lancar. Ibu
dan kesehatan, namum mereka juga masih            hamil naik turun bis dan mikrolet selama hamil
kurang memperhatikan kondisi kesehatan.           relatif terlampau sering, apalagi umumnya
                                                  jalanan dalam kondisi buruk. Keadaan seperti
b) Terlambat menghubungi tenaga kesehatan.        ini akan menyebabkan pengaruh buruk
Walaupun si ibu hamil memerlukan waktu            terhadap ibu dan bayi.
145 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

4. Masalah Pada Contoh kasus D                    Yang berhasil meyakinkan sang suami untuk
                                                  memanggil bidan adalah paman si suami.
a) Tidak cukup menyadari resiko bahaya.
                                                  Namun, keputusan ini diambil setelah 12 jam
Ibu hamil bekerja sampai hampir saat              berlalu.
melahirkan. Apalagi pekerjaan itu adalah
bertani yang sebenarnya memberikan beban          b) Kurangnya pengalaman bidan.
fisik yang berat. Suaminya selalu melarangnya
bekerja tapi ibu hamil rajin sekali, demikian     Sikap bidan tidak memberikan rasa percaya
cerita suami pada bidan. Walaupun ucapan          kepada keluarga. Walaupun ibu hamil
suami tersebut belum tentu benar, tapi yang       mengalami kesulitan melahirkan dan kesakitan,
pasti pasangan suami istri tersebut kurang        bidan meninggalkan lokasi 30 menit setelah
menyadari resiko bahaya kehamilan.                memberikan pengobatan sambil memberi
                                                  pesan jika kondisi ibu hamil memburuk,
b) Kurang mengerti tentang bahaya                 supaya dipanggil lagi. Di lain pihak, dukun
   persalinan yang sering.                        tetap mendampingi ibu hamil dan keluarga
Ibu hamil sudah pernah tujuh kali melahirkan.     sejak peristiwa mulai sampai meninggalnya ibu
Dari hal ini saja faktor risiko sudah tinggi.     hamil. Ibu hamil berumur 31 tahun dan
Bidan sudah mengingatkan risiko ini tetapi ibu    kehamilan pertama. Ini berarti faktor resiko
hamil kurang menyadari risiko bahaya yang         tinggi. Bidan tidak mampu melihat resiko
dihadapinya.                                      bahaya ini.

c) Persalinan yang tidak diantisipasi             c) Hubungan antara dukun dan bidan

Umur kehamilan dihitung dari haid terakhir,       Dukun telah mengetahui adanya kelainan
akan tetapi ibu hamil sendiri tidak yakin kapan   waktu hamil dan tidak melaporkannya kepada
haid terakhir, sehingga baik ibu hamil maupun     bidan. Seandainya ada hubungan komunikasi
bidan sulit menentukan perkiraan saat             lancar antara dukun dan bidan, bidan juga lebih
persalinan. Hal ini menyebabkan ibu hamil         perihatin tentang kondisi ibu hamil.
mengabaikan persiapan fisik dan mental untuk      d) Sistim pengobatan saat darurat
menghadapi persalinan.
                                                  Karena hari Minggu, dokter Puskesmas dan
                                                  dokter bagian kandungan di RSU tidak ada di
d) Keterlambatan menghubungi tenaga
                                                  tempat. Dokter bagian kandungan RSU mulai
   kesehatan
                                                  Jumat malam sampai hari Senin kembali ke
Yang dipanggil setelah persalinan adalah          Ujung Pandang untuk menjalani pengobatan
dukun. Ketika kondisi ibu hamil semakin           penyakitnya diri sendiri. Hal ini seharusnya
parah, barulah bidan dipanggil, perbedaan saat    sudah diantisipasi di tingkat Puskesmas. Kalau
tiba dukun dan bidan adalah dua jam. Bidan        demikian, mengapa tidak bisa mengirim pasien
tiba tiga jam setelah persalinan.                 langsung ke Ujung Pandang ?. Demikian pula
                                                  RSU, karena hari Minggu maka juga tidak ada
5. Masalah Pada Contoh Kasus E                    dokter. Walaupun sudah ada sistem dokter jaga
                                                  tetapi nampaknya belum berfungsi dengan
a) Kurangnya kepercayaan keluarga kepada          baik.
   tenaga kesehatan
    Utamanya suami yang mempunyai                             KESIMPULAN:
pengalaman istri terdahulunya sudah dibawa ke            Apa yang harus dilakukan ?
rumah sakit tapi meninggal juga, menyebabkan
keluarga berpendapat bahwa kelahiran                   Seperti dicantumkan pada awal laporan
sebaiknya ditolong dukun saja.                    ini, bahwa untuk GSI di Indonesia Bidides
146 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

mendapat peran yang sangat penting dan              dilakukan penyesuaian sehingga terbentuk
sasarannya adalah penemuan dini ibu hamil           suatu sistem di mana saat dukun dipanggil,
risiko tinggi (resti), dan peningkatan kualitas     bidan juga dapat turut serta. Untuk itu supaya
persalinan. Mempertimbangkan sasaran ter-           kader dan dasa wisma yang saat ini tingkat
sebut, maka pada bagian akhir ini mari kita         kegiatannya sangat bervariasi pada setiap
lihat akibat yang ditimbulkan oleh masalah          wilayah, yang merupakan lembaga yang
dalam contoh kasus di atas.                         tumbuh dari masyarakat sendiri, dapat
                                                    mengatur lebih baik lagi penggunaan
      Pertama, mengenai kesamaan yang ada
                                                    kendaraan penduduk secara bergilir sebagai
pada semua contoh kasus yaitu mengenai
                                                    ambulans desa. Dengan kata lain, perlu
kesadaran yang rendah akan bahaya dalam
                                                    dibentuk suatu sistem supaya masyarakat
persalinan. Ini terlihat pada kasus di mana telah
                                                    membantu Bidides yang merupakan ujung
diberitahukan bahwa ibu hamil tergolong resti,
                                                    tombak lembaga kesehatan pemerintah yang
namun tidak diperhatikan. Hal ini terjadi pada
                                                    memiliki kemungkinan untuk mandiri. Namun
kasus D yang dapat dikatakan sama dengan
                                                    bukanlah dengan sistem yang top down, tetapi
kasus A dan B, yang walaupun telah ada gejala
                                                    yang berakar dari masyarakat sendiri, yang
perubahan patologis pada masa akhir
                                                    untuk melembagakannya dengan hanya
kehamilan namun dibiarkan saja. Rendahnya
                                                    mengandalkan keberadaan sukarelawan maka
kesadaran akan bahaya dan resiko ini,
                                                    kemungkinan memerlukan waktu yang lama.
menyebabkan pada saat persalinan, yang
                                                    Akan tetapi, dengan sifat pengarahan seperti
pertama dipanggil adalah dukun, dan ketika
                                                    inilah, maka pada lingkungan yang kekurangan
kondisi berbahaya ini tampak jelas di mata
                                                    sumberdaya manusia dan dana, masyarakat
semua orang dan dukun mulai menyerah
                                                    dapat berpartisipasi dalam peningkatan
barulah cenderung untuk memanggil bidan.
                                                    kesehatan wilayah. Dengan proses inilah
Kelima kasus yang dilampirkan di sini, yang
                                                    masyarakat bisa mempelajari hubungan antara
semuanya mula-mula memanggil dukun,
                                                    kesehatan dan nyawa manusia secara lebih
merupakan contoh kasus yang ditampilkan
                                                    intens.
setelah dipertimbangkan dengan hati-hati.
Contoh kasus B yang walaupun menjalani                    Terakhir, yang ingin ditekankan di sini
pemeriksaan kehamilan oleh bidan selama 7           adalah sebagai berikut. Yang dipaparkan di atas
kali, persalinannya ditangani oleh ibu kandung      mengenai penyebab yang bersifat sosial hanya
sendiri yang berperan sebagai dukun dan             ditinjau dari kasus nyata kematian ibu hamil.
merupakan orang pertama yang dipanggil.             Kasus-kasus yang berhasil menyelamatkan
Dalam hal pemeriksaan kehamilan, seperti            nyawa atau tentang persalinan normal sama
yang diharapkan, ibu hamil telah lebih memilih      sekali tidak disinggung di sini. Jika fokus
memeriksakan diri kepada bidan, akan tetapi         terbatas pada proses yang menyebabkan
saat persalinan, sosok dukun yang lebih             kematian maka yang tampil hanya kegagalan
dominan diharapkan. Masalah ini bukanlah            dari keluarga ibu hamil, dukun dan Bidides
masalah ekonomi semata. Pada Bab 4 telah            saja, akan tetapi jika berfokus pada persalinan
dicantumkan bahwa dipikirkan tentang eratnya        normal, maka penanganan yang mengagumkan
hubungan dengan pandangan budaya tentang            dari Bidides dan juga keterampilan dukun yang
persalinan. Walaupun tingkat pemeriksaan            diperoleh secara turun temurun kemungkinan
kehamilan oleh bidan meningkat, tetapi masih        dapat juga kembali dihargai.
ada masalah bahwa peningkatan jumlah                     Sebenarnya, seperti terlihat pada angket
persalinan     yang      dibantu    oleh   bidan    survei, lebih dari separuh persalinan normal
peningkatannya tidak sebanding.                     ditangani oleh dukun. Akhir-akhir ini, berpusat
      Dalam mengatasi masalah ini, dari segi        di negara barat, sebagai kontra pengobatan
kebijakan pemerintah tampaknya perlu                medis yang telah mencapai titik maksimal,
147 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

maka persalinan alamiah mulai semakin             gadis atau ibu-ibu muda. Mereka mendapatkan
dihargai kembali(26). Di Indonesia pun,           pelatihan kader di Puskesmas. Akan tetapi
berdasarkan pemeriksaan ibu hamil, jika dapat     karena sebagai tenaga sukarela yang tidak
dibedakan secara teknis persalinan normal atau    mendapat honor, maka umumnya kegiatannya
tidak, dan jika sistem medis dan darurat telah    terhenti, terutama jika menikah maka tidak
disempurnakan, maka di masa depan ada             berlanjut.
kemungkinan keterampilan dukun kembali            5
                                                    Data Statistik merupakan jumlah total dari
dimunculkan. Pada saat itu, dukun beranak
                                                  laporan bulanan untuk jumlah ibu hamil yang
masih ada dan menularkan keterampilan, atau
                                                  memeriksakan kehamilan 1 kali dan 4 kali. Arti
dalam gelombang pengobatan medis peran
                                                  dari pemeriksaan 1 kali dan 4 kali adalah
dukun sebagai pelaksana upacara saja, tentu
                                                  berbeda.
tidak bisa dipastikan sekarang.        Namun
demikian, dengan harapan ini, dan dengan          6 Tidak ada data statistik dilaporkan
menekankan bahwa peran dukun dalam                mengenai pengenalan dini ibu hamil
persalinan normal perlu tetap diperhatikan,       resiko tinggi. Walaupun orang-orang
laporan ini saya akhiri.
                                                  yang     mempunyai     resiko     tinggi
                   ----OOO ----                   mencapai 20 % dari total ibu hamil,
_____________________                             akan tetapi rata-rata hanya 0,2 % saja
1
                                                  yang dibawa ke RSU Kabupaten (SK
    Negara yang menunjukkan angka tinggi          Kompas, 9 Maret 1997). Faktor resiko
adalah Malaysia 80, Filipina 280, Thailand        yang utama adalah tekanan darah
200, Vietnam 160, akan tetapi menurut statistik
                                                  tinggi, kembar, melahirkan pada usia
PBB, Indonesia adalah 650. Angka Kematian
Ibu di Indonesia adalah angka prediksi.
                                                  muda (kurang dari 20 tahun),
                                                  melahirkan usia tinggi (lebih dari 35
2
    Lihat Pustaka Sciortino, 1992.                tahun), persalinan pertama, sering
3
     Menurut Depkes Indonesia, rata-rata K1       melahirkan (lebih dari 4 kali), ibu-ibu
tingkat Nasional tahun 1996 adalah 84,11%,        yang pernah mengalami kelainan
K4 65,72%, target Pelita VI tahun 1996 adalah     persalinan, perdarahan pada awal
masing-masing 85% dan 75% yang akhirnya           kehamilan, kembar air dan lain-lain.
tidak tercapai.                                   7
                                                    Kondisi desa survei; Desa M, Desa P, Desa
4
    Yang menjadi kader umumnya adalah gadis-      M, Desa T dan Desa W adalah sbb:

                    Jumlah            Jumlah          Pria     Wanita      Perbandingan sex
                    Keluarga         Penduduk                                    (%)

    Desa M             453             2318           1040      1278             81,37

    Desa P             915             4652           2245      2407             93,26

    Desa M             822             3948           1906      2042             93,33

    Desa T             623             2592           1237      1355             91,29

    Desa W             524             2233           1051      1182             88,92
(Kecamatan Mattirosompe dalam angka 1995, Kecamatan Suppa dalam Angka 1995
148 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

                                                   16
8
  Pada kondisi seperti ini orang Bugis                 Pernyataan ini diucapkan sebelum berangkat
mengungkapkan dengan 2 kapten di satu kapal        menghadiri kongres dunia tentang Kematian
9
   Ada ibu yang berkata bahwa anak pertama         Ibu Hamil di Moroco, Maret 1997.
                                                   17
dan kedua dilahirkan di rumah sakit oleh                 “Mengatasi angka kematian ibu dan anak
karena ada bantuan keuangan dari orang tua,        dari sisi klinis”(Kompas, 9 Maret 1997).
                                                   18
akan tetapi anak ketiga dan keempat dilahirkan           Pada laporan rumah sakit, angka tingkat
di rumah karena tidak ada bantuan dari orang       kematian       menonjol    umumnya       karena
tua.                                               diperkirakan dari hasil survei ibu hamil resiko
10
    16 orang dari 78 orang responden, artinya      tinggi.
                                                   19
20,5 % dari total, mengatakan bahwa suaminya            Angka persentase Kabupaten Bulukumba,
juga ngidam. Biasanya hanya sakit kepala           jika dibandingkan dengan jumlah kematian
ringan, demam atau mual, dan suami yang            relatif lebih rendah. Karena tidak ditampilkan
benar-benar muntah tidak ada. Akan tetapi          cara menghitung presentase tersebut, maka
dengan gejala khusus pada suami seperti ini        angka yang ditampilkan meragukan.
                                                   20
sering suami lebih mengetahui kehamilan istri         Tipe khusus keracunan kehamilan utamanya
daripada ibu hamil itu sendiri.                    gejala kaku, kram bahkan pingsan atau koma
11
     Yang dipilih untuk menjadi responden          yang muncul saat hamil atau melahirkan. Yang
adalah yang telah pernah melahirkan lebih dari     paling banyak ditemukan adalah Eklampsia.
dua kali, dan yang diangkat menjadi contoh         (Menurut Kamus Besar Kedokteran Terbaru
kasus adalah hasil survei terbaru.                 Jilid 2, dalam bahasa Jepang).
12                                                 21
   Upacara kelahiran di Kabupaten Soppeng di           Telah dilakukan dua kali survei wawancara
sebut Mappanalolo. Di sini tidak disinggung        yaitu, masing-masing bulan Agustus 1997, dan
mengenai isi upacara Mappacera’ Ana’.              bulan Oktober 1998 menghasilkan sekitar 30
Banyak sekali hal yang mirip dengan                contoh kasus. Kedua hasil survei kasus telah
Mappanalolo di Soppeng, bacalah pustaka (Ito       dilaporkan dalam Ito (1997, 1998)
Makoto, 1990).                                     22
                                                       Kelainan melekatnya placenta pada bagian
13
      Dilaksanakan setelah pusar bayi lepas,       bawah rahim, placenta melekat pada lekuk
biasanya dipilih dari antara 9 hari atau 11 hari   rahim atau antara badan dan lekuk rahim
setelah melahirkan. Tempat biasanya di rumah       berkembang di situ, sehingga menutup
orang tua pihak wanita, dihadiri oleh keluarga     sebagian atau seluruh mulut rahim.
pihak pria/suami, tetangga, keluarga dan           Secara ringkas, gejala penyakitnya adalah
merupakan acara makan bersama.                     perdarahan tanpa rasa sakit pada masa akhir
14
   Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan      kehamilan (peringatan perdarahan).
1997: Kantor Wilayah Departemen Kesehatan          (Menurut Kamus Umum Kedokteran terbaru
Propinsi Sulawesi Selatan (halaman 20).            jilid 2, dalam bahasa Jepang).
15
     Yang dimasksud dengan Toxemia atau            23
                                                       Suatu ungkapan yang mengharapkan supaya
keracunan kehamilan adalah jika salah satu         bencana dan kesialan tidak menimpa diri
atau lebih dari gejala-gejala tekanan darah        sendiri.
tinggi, kadar albumin urine tinggi atau tidak      24
                                                        Banyak yang tinggal di bagian Selatan dan
stabil saat hamil, yang bukan sekedar              Barat Sulsel dan pulau-pulau di Selat
merupakan gabungan gejala hamil yang biasa
                                                   Makassar. Sebagian besar beragama Islam dan
(menurut Klasifikasi Persatuan Keracunan           pada wilayah pantai mata pencaharian utama
Kehamilan Ilmu Kandungan Jepang).
                                                   adalah nelayan.
Lihat juga buku “Teknik Merawat Ibu dan Bayi       25
                                                        Bukan kendaraan khusus yang selalu ada.
I, seri Ibu” halaman 114 (dalam bahasa             Merupakan kendaraan-kendaraan milik pribadi
Jepang).                                           orang desa yang supaya dapat dipakai pada
149 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

kondisi darurat secara bergilir urutannya sudah   Ucapan terima kasih
ditentukan. Sistem ini dibuat dan dibimbing
                                                       Terlebih dahulu saya mengucapkan
oleh Puskesmas, akan tetapi hanya sebagian
                                                  banyak terima kasih kepada Dr. Dorothea
wilayah yang melaksanakannya.
26                                                Agnes Rampisela, dosen Fakultas Pertanian
   Misalnya, lihat pustaka Gold Smith, Yudith     Universitas Hasanuddin, yang menerjemah-
1997.                                             kan tulisan saya dalam bahasa Indonesia atas
                                                  kerjasama JICA .
                PUSTAKA                                Sebagian besar data yang saya gunakan
                                                  dalam tulisan ini diperoleh secara langsung
Kalangie, Nico. S., 1994. Kebudayaan dan          melalui penelitian lapangan yang dilakukan
    Kesehatan: Pengembangan Pelayanan             pada bulan Agustus tahun 1997 dan pada
    Kesehatan Primer Melalui Pendekatan           bulan Oktober tahun 1998. Atas kerjasama dan
    Sosiobudaya. Megapoin: Jakarta                pemberian kesempatan itu kepada saya, saya
Kompas 9 Maret 1997                               sampaikan juga banyak terima kasih kepada
                                                  Kanwil Depkes Sulawesi Selatan.
Gold Smith, Yudith 1997 Persalinan secara             Selama saya melaksanakan penelitian di
    alam. Nihon Kyobunsya.(in Japanese)           Bulukumba, Pinrang dan Soppeng, sungguh
Ito, Makoto 1990 “A new born and its              banyak orang membantu saya sehingga sulit
     afterbirth—on the new born ceremony in       menyebut namanya satu per satu. Kepada
     the Regency of Soppeng, the Province of      bapak dan ibu di masing-masing kampung, ibu
     South     Sulawesi.”in,  Jinbun-Gakuho       bidan di desa dan Puskesmas serta tenaga
     (Journal of Social Sciences and              kesehatan lainnya, saya ingin mengucapkan
     Humanities,     Faculty    of    Tokyo       banyak terima kasih.
     Metropolitan University) no.219: 63-81.      Riwayat Singkat Penulis
     Tokyo Metropolitan University. (in
     Japanesae)                                   MAKOTO ITO dilahirkan di Kota Yokohama
                                                  di Jepang tahun 1950. Ia menyelesaikan
Ito, Makoto 1997 Loporan Hasil Penelitian         pendidikan pada Tokyo University of Foreigh
     tentang kesehatan Masyarakat di              Studies –Jurusan International Relations– 31
     Sulawesi Selatan (1), (mimeo.) JICA (in      Maret 1974, dan Graduate School of Social
     Japanese)                                    Sciences, Tokyo Metropolitan University–
                                                  Jurusan Antoro-pologi Sosial – 31 Maret 1982.
Ito, Makoto 1998 Loporan hasil Penelitian
                                                  Ia juga pernah menjadi dosen bahasa Jepang
     tentang kesehatan Masyarakat di
                                                  pada Fakulutas Sastra UNHAS 1983 – 1985.
     Sulawesi Selatan (2), (mimeo.) JICA (in
     Japanese)                                    Sejak tahun 1981 ia mengadakan penelitian
                                                  lapangan tentang sosial-budaya masyarakat
Profil Kesehatan Kabupaten Soppeng 1996.          Bugis di berbagai tempat, yaitu, Kabupaten
     Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng.           Soppeng, Wajo, Bone, dan di Pulau Sumatera,
Profil Kesehatan Kabupaten Pinrang 1996.          Palembang dan Jambi.
     Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang            Kini masalah yang diminati adalah perilaku
                                                  kesehatan orang Sulsel dan budaya baru yang
Profil Kesehatan Kabupaten Bulukumba 1996.        lahir di antara kaum keturunan Bugis yang
     Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba          menempati di Sabah, Malasia.
Sciortino, Rosalina 1995 (1992), Care-Taker of    Ia bertugas di Tokyo Meropolitan University
     Cure: an anthropological study of health     sebagai associate professor sejak tahun 1989
     centre nurses in rural Central Jawa.         sampai sekarang.
150 ANALISIS, TAHUN II, NOMOR 3, Januari 2001

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:733
posted:10/14/2010
language:Indonesian
pages:24