33259600-Dimensi-Best-Practice

Document Sample
33259600-Dimensi-Best-Practice Powered By Docstoc
					BAHAN BELAJAR MANDIRI
DISEMINASI BEST PRACTICE




                       Paket Pembelajaran BERMUTU
  Better Education through Reformed Management and
                          Universal Teacher Upgrading




   Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan
   Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan
   Departemen Pendidikan Nasional
   Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta
Program BERMUTU
   Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133   i
   bermutu_diknas@yahoo.com
 Diseminasi Best Practice

Pengembang
Suwanti, S.Pd., MM
Nunung Suryantini, S.Pd.


Penelaah
Dr. H. Murtadlo, M.Pd
Dra. Elly Purwanti, M.P.
Drs. Wachju Subchan, M.S., Ph.D



Perancang Grafis
Yance Ferdian
Bagus Dwipayana
Alamsyah YDM, ST
Rindy Andina, A.Md.
Arief Mukti Yuliyanto




Panduan Diseminasi Best Practice
© 2008
         Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan,
         Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan,
         Departemen Pendidikan Nasional
         Gedung D Lantai 15 Jl. Jendral Sudirman Pintu I Senayan Jakarta
         Telp/fax. 021-57974128, 57974129, 57974130, 57974131, 57974132, 57974133
         bermutu_diknas@yahoo.com




                                               Panduan Belajar Manajemen
                                                      Diseminasi Best Practice


                           Kata Pengantar
      Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen, Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat
Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK)
melaksanakan Program Better Education through Reformed Management and
Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) dimulai pada tahun 2008 sampai tahun
2013 yang tersebar di 75 Kabupaten/Kota di 16 provinsi. Program BERMUTU
bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sebagai dampak peningkatan
kompetensi, kualifikasi, dan kinerja guru. Salah satu komponen strategis Program
BERMUTU untuk mencapai tujuan tersebut adalah penguatan peningkatan mutu dan
profesional guru secara berkelanjutan.
      Besarnya jumlah guru yang belum memenuhi kualifikasi minimal S1/D4
menjadi dasar pemikiran untuk memberdayakan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang
mewadahi guru SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mewadahi guru
bidang studi di SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Musyawarah Kerja
Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Musyawarah
Kerja Program Studi (MKPS). Pada Program BERMUTU, peningkatan kompetensi guru
akan ditingkatkan dengan memberdayakan KKG dan MGMP sehingga mampu
menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan profesional guru termasuk
pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi bagi guru yang belum memiliki Ijazah
S1/D4 dan juga bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah.
      Paket Pembelajaran Model BERMUTU telah dikembangkan untuk
dimanfaatkan sebagai perangkat utama dalam proses pendidikan dan pelatihan
terakreditasi bagi guru di KKG/MGMP, dan kepala sekolah serta pengawas sekolah
di KKKS/MKKS, KKPS/MKPS. Paket Pembelajaran Model BERMUTU untuk bidang studi
yang dirancang dengan mengintegrasikan pendekatan penelitian tindakan kelas,
lesson study, dan studi kasus, diharapkan dapat memandu guru-guru untuk
melakukan kajian kritis terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan,
memperbaiki      dan    mengembangkan       kurikulum     pembelajarannya,  serta
mempraktekkan pembelajaran yang baik berdasarkan metode PAKEM dan strategi
pembelajaran inovatif lainnya. Sementara itu, Paket Pembelajaran Model BERMUTU
untuk bidang manajemen dirancang untuk menjadi panduan praktis bagi kepala
sekolah dan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengelolaan dan
penyeliaan.
      Paket Pembelajaran Model BERMUTU dikembangkan dengan melibatkan
sejumlah widyaiswara dari P4TK, dosen LPTK, guru, kepala sekolah dan pengawas
sekolah, serta mengintegrasikan berbagai masukan dari praktisi lapangan dan nara
sumber ahli dari LPTK. Dengan Paket Pembelajaran Model BERMUTU, beragam
kegiatan pengembangan profesional guru di KKG/MGMP, dan pengembangan kepala
sekolah dan pengawas di KKKS/MKKS, KKPS/MKPS dapat dilaksanakan secara aktif.
      Penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada semua
pihak yang telah terlibat dalam pengembangan Paket Pembelajaran Model
BERMUTU ini yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan Diklat, Ditjen PMPTK.
Semoga Paket Pembelajaran Model BERMUTU ini dapat bermanfaat bagi guru-guru
dan komtopikas pendidikan pada umumnya, sehingga pada akhirnya dapat tercapai
cita-cita luhur peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.

                                                     Jakarta, 20 November 2008
                                    Direktur Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan

                                                     Sumarna Surapranata, Ph,D.
                                                               NIP. 131 470 163


  Program BERMUTU                                                                i
                                                               Diseminasi Best Practice



Daftar Isi
Kata Pengantar .....................................................................i
Daftar isi.... ....................................................................... iii
Pendahuluan ....................................................................... 1
Tinjauan Paket Pembelajaran ................................................... 7
Topik I Pengertian, Ruang Lingkup, dan Ciri-ciri Best Practice ............. 9
        A. Pengantar ..................................................................... 11
        B. Tujuan ......................................................................... 11
        C. Alat/Bahan/Sumber ......................................................... 11
        D. Langkah-Langkah Kegiatan ................................................. 12
        E. Penguatan ..................................................................... 18
Topik II Penulisan Best Practice Kepala Sekolah dan Pengawas ...........21
        A. Pengantar ..................................................................... 23
        B. Tujuan ......................................................................... 23
        C. Alat/Bahan/Sumber ......................................................... 23
        D. Langkah-Langkah Kegiatan ................................................. 24
        E. Penguatan ..................................................................... 25
Topik III Seminar Best Practice .................................................27
        A. Pengantar ..................................................................... 29
        B. Tujuan ......................................................................... 29
        C. Alat/Bahan/Sumber ......................................................... 30
        D. Langkah-Langkah Kegiatan ................................................. 30
        E. Penguatan ..................................................................... 31
        F. Keberlanjutan Program (tugas mandiri tidak terstruktur) ............. 32
Daftar Pustaka ...................................................................33
Lampiran ...........................................................................35
Glosarium ..........................................................................61




  Program BERMUTU                                                                          iii
 Diseminasi Best Practice

                                 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN CIRI-CIRI BEST PRACTICE ..... 36
Lampiran 2. CONTOH BEST PRACTICE KEPALA SEKOLAH ........................... 40
Lampiran 3. CONTOH BEST PRACTICE PENGAWAS SEKOLAH ....................... 43
Lampiran 4. STRATEGI BEST PRACTICE ................................................ 48
Lampiran 5. SEMINAR .................................................................... 51
Lampiran 6. PENILAIAN .................................................................. 56




iv                                                  Panduan Belajar Manajemen
                                   Diseminasi Best Practice




   Sukses adalah buah dari kreatif, disiplin, dan
                 tanggung jawab




Program BERMUTU                                               v
                                                  Diseminasi Best Practice



Pendahuluan
         Paket Pembelajaran BERMUTU merupakan program inovatif untuk
   meningkatkan kualitas pengajaran melalui kelompok kerja guru, kepala
   sekolah, dan pengawas. Program ini akan diadakan di 75 kabupaten/kota
   di 16 propinsi di Indonesia dengan harapan akhirnya program ini dapat
   dijadikan model pengembangan profesional yang sistematis bagi KKG dan
   MGMP di seluruh Indonesia.
        Ada dua Paket Pembelajaran BERMUTU, yaitu Paket Pembelajaran
   Bidang Ilmu untuk guru SD dan SMP, serta Paket Pembelajaran Manajemen
   untuk kepala sekolah dan pengawas.

   Tujuan
   Terdapat tiga tujuan utama dari program ini.
        Meningkatkan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas
         dalam memperbaiki kualitas pengajaran.
        Memberikan kontribusi pada peningkatan kualifikasi para peserta
         dengan adanya angka kredit yang diberikan kepada yang berhasil
         menyelesaikan program ini.
        Memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas sistem
         pengembangan tenaga profesional melalui tersedianya program
         kelompok kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas yang dapat
         diterapkan, sistematis, dan berkelanjutan

   Paket Pembelajaran Manajemen Bermutu
        Paket Pembelajaran Manajemen merupakan acuan program
   pengembangan profesional yang sistematis dan fleksibel kepala sekolah
   dan pengawas di KKKS/MKKS, KKPS/MKPS.

   Struktur Paket
        Paket Pembelajaran Manajemen terdiri dari empat Bahan Belajar
   Mandiri (BBM) tentang aspek manajemen, yaitu:
          (1) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Pemetaan Kebutuhan dan Profil
              Guru
          (2) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Pengelolaan Kualitas KKG/MGMP
          (3) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Himpunan & Pengelolaan Dana
          (4) Bahan Belajar Mandiri (BBM) Diseminasi Best Practice
        Keempat Panduan Paket Manajemen merupakan bagian-bagian dari
   sebuah keseluruhan, dan perlu dipelajari secara berurutan dari yang
   pertama (Profil Kebutuhan Guru) hingga yang terakhir (Diseminasi Praktik
   Unggul). Tiap Panduan dibuat berkaitan dengan panduan sebelumnya.
        Di samping keempat Panduan tersebut, kepala sekolah dan
   pengawas juga akan mempelajari dasar keterampilan TIK/ICT melalui


 Program BERMUTU                                                             1
    Diseminasi Best Practice

       Panduan TIK/ICT dalam Pembelajaran. Adapun tujuannya adalah agar
       kepemimpinan dalam KKG/MGMP memiliki keterampilan yang sama
       dengan para guru dan memahami sumber-sumber TIK/ICT yang diperlukan
       dalam gugus guna mengakses Laman (Website) Cakrawala Guru serta
       menyelesaikan persyaratan studi BERMUTU.
             Selain itu, para kepala sekolah and pengawas didorong untuk
       mengikuti Paket Pembelajaran Bermutu Bidang Ilmu. Pada pertemuan
       awal, mereka bersama dengan para guru Paket Bidang Ilmu memperoleh
       pemahaman tentang Pengantar Program Bermutu. Untuk pengelolaan
       KKG/MGMP yang efektif mereka juga akan memperoleh pemahaman
       tentang strategi inti dalam paket peningkatan guru tersebut: PTK, Studi
       Pelajaran (Lesson Study), dan Studi Kasus. Hal ini akan membantu mereka
       dalam merencanakan program secara tepat, serta memastikan/menjamin
       bahwa segala persiapan telah dilaksanakan dan bahan-bahan telah berada
       pada tempatnya untuk melaksanakan program.

       Proses Belajar Paket Pembelajaran Manajemen
             Sebagai bukti telah mempelajari Paket ini, para peserta diwajibkan
       menyelesaikan 4 (empat) buah tugas, sebuah untuk tiap Panduan. Tugas-
       tugas tersebut berupa latihan dalam kerja (on-the-job training) dan
       terkait erat dengan pengelolaan efektif kegiatan para guru di sekolah dan
       pada/dalam tingkat KKG/MGMP. Keempat tugas tersebut akan
       dikumpulkan dalam portofolio Paket Pembelajaran Manajemen yang
       selanjutnya dinilai oleh mitra LPTK, serta digunakan untuk perolehan
       angka kredit promosi. Tugas-tugas tersebut adalah sebagai berikut.
          Panduan 1: Profil Kebutuhan Guru
              Tugas: Penyusunan data base kompetensi, kualifikasi dan kinerja
                     guru, baik di tingkat sekolah maupun di KKG/MGMP di
                     sekolah masing masing.
          Panduan 2: Pengelolaan Kualitas KKG/MGMP
              Tugas: Penyusunan Rencana Strategis yang lengkap dengan Analisis
                     SWOT, Visi, Misi, program, dan kebijakan operasional
          Panduan 3: Himpunan dan Pengelolaan Dana
              Tugas: Penyusunan Proposal untuk Hibah Kegiatan KKG/MGMP
          Panduan 4: Diseminasi Best Practice
              Tugas: Penulisan naskah tentang keberhasilan Best Practice

       Kalender pembelajaran
            Setiap Paket Pembelajaran BERMUTU Bidang Manajemen memiliki
       bobot untuk dipelajari oleh Kepala Sekolah dan atau Pengawas Sekolah
       selama 16 kali pertemuan dalam waktu 1 semester sampai satu tahun.
       Namun demikian, proses pertemuan di KKKS/MKKS, KKPS/MKPS diatur
       untuk mengakomodasikan peserta mempelajari beberapa Paket
       Pembelajaran selama 16 kali pertemuan, sehingga diperoleh pola
       pertemuan sebagai berikut.



2                                               Panduan Belajar Manajemen
                                                                                    Diseminasi Best Practice

                                   16 x pertemuan dalam waktu 1 tahun
    I    II   III      IV    V         VI       VII     VIII     IX   X   XI        XII      XIII   XIV    XV     XVI
Pengantar & Profil
                                 ICT                  Kualitas                 Keuangan                Diseminasi
Guru
•       Pengantar
        Program
        BERMUTU
•       Penilaian                                 Pengelolaan              Himpunan &
                                                                                                    Diseminasi ‘Best
        Kebutuhan           Keteram-                Kualitas               Pengelolaan
                                                                                                    Practice” dalam
        Guru dan            pilan ICT           Pendidikan dalam            Keuangan
                                                                                                         gugus
        Peran Kepala                                 gugus                 dalam gugus
        Sekolah
        sebagai
        Pembina


Berikut ini adalah uraian pola pertemuan di KKKS/MKKS, KKPS/MKPS:
No.             Pertemuan                             Keterangan                               Tugas Mandiri
1          Pengantar Program                  Diskusi awal tentang                     Kepala Sekolah dan Pengawas
2           BERMUTU                             Model BERMUTU                             membaca dan mempelajari
3                                                                                         bahan-bahan: bahan ajar
           Penilaian Kebutuhan                Diskusi          tentang
4                                                                                         cetak, AV, dan web-based.
            Guru dan Peran                      Pembinaan            dan
            Kepala Sekolah                      pengembangan                             Kepala Sekolah dan Pengawas
            sebagai Pembina                     KKG/MGMP                                  mengerjakan latihan dan
                                               Penjelasan       tentang                  tugas-tugas           Analisis
                                                Penilaian     Kebutuhan                   Kebutuhan       guru     dan
                                                Guru dan Peran Kepala                     pendataan profil guru
                                                Sekolah          sebagai                 Kepala Sekolah dan Pengawas
                                                Pembina                                   membaca dan mempelajari
                                               Pengenalan                                bahan-bahan: bahan ajar
                                                Karakteristik                             cetak, AV, dan web-based
                                                Pembelajaran        yang                  tentang Kebutuhan Guru,
                                                baik.                                     Profil Guru, dan Kepala
                                               Latihan Penilaian Guru                    Sekolah sebagai Pembina.
                                                Berbasis Kinerja
                                               Latihan dan Praktik
                                                Pendampingan guru
                                               Latihan          Analisis
                                                Kebutuhan          Guru,
                                                Kualifikasi, Kompetensi
                                                dan Permasalahan Guru.
                                               Latihan      Peningkatan
                                                Aktivitas Guru dalam
                                                KKG/MGMP
5         Keterampilan                         Penjelasan     tentang                   Kepala Sekolah dan Pengawas
6                                               peran dan fungsi ICT                      mengerjakan latihan dan
          ICT
                                                dalam Pembelajaran                        tugas-tugas pengenalan ICT
                                               Latihan         praktis                   dan peralatan pendukungnya.
                                                pengenalan ICT dan
                                                peralatan   pendukung
                                                program ICT
7         Pengelolaan       Kualitas           Penjelasan       tentang                 Kepala Sekolah dan Pengawas
8         Pendidikan         dalam              Konsep           Kualitas                 membaca dan mempelajari
9         gugus                                 Pendidikan,      Kendali                  bahan-bahan: bahan ajar
10                                              Mutu, dan Penjaminan                      cetak, AV, dan web-based
                                                Kualitas Pendidikan                       tentang Pengelolaan Kualitas
                                               Identifikasi dimensi dan                  Pendidikan



        Program BERMUTU                                                                                              3
    Diseminasi Best Practice

No.          Pertemuan                  Keterangan                       Tugas Mandiri
                                     indikator     kualitas        Kepala Sekolah dan Pengawas
                                     pendidikan                     mengerjakan latihan dan
                                    Evaluasi dan Refleksi          tugas-tugas        identifikasi
                                     Kegiatan KKG/MGMP              dimensi      dan     indikator
                                                                    kualitas pendidikan
                                                                   Kepala Sekolah dan Pengawas
                                                                    melakukan reviu dan refleksi
                                                                    terhadap              kegiatan
                                                                    KKG/MGMP          berdasarkan
                                                                    pengetahuan,     pengalaman,
                                                                    dan      dokumentasi      yang
                                                                    tersedia.
11     Himpunan           &         Praktik        menulis        Kepala Sekolah dan Pengawas
12     Pengelolaan Keuangan          proposal hibah                 membaca dan mempelajari
13     dalam gugus                  Praktik    perencanaan         bahan-bahan: bahan ajar
                                     keuangan untuk unit            cetak, AV, dan web-based
                                     pendidikan                     tentang          Pengelolaan
                                                                    Keuangan
                                                                   Kepala Sekolah dan Pengawas
                                                                    mengerjakan           latihan
                                                                    penulisan proposal hibah
                                                                    untuk unit pendidikan
                                                                   Kepala Sekolah dan Pengawas
                                                                    mengerjakan latihan dan
                                                                    tugas-tugas     perencanaan
                                                                    keuangan      untuk       unit
                                                                    pendidikan
14     Diseminasi        ‘Best      Penjelasan tentang Best       Kepala Sekolah dan Pengawas
15     Practice” dalam gugus         Practice dalam                 membaca dan mempelajari
16                                   pendidikan                     bahan-bahan: bahan ajar
                                    Strategi umum                  cetak, AV, dan web-based
                                     diseminasi Best Practice       tentang Best Practice dan
                                                                    Diseminasi
                                    Latihan perencanaan
                                     diseminasi Best Practice      Kepala Sekolah dan Pengawas
                                     dalam gugus                    mengerjakan latihan dan
                                                                    tugas-tugas      perencanaan
                                    Seminar
                                                                    diseminasi Best Practice



       KESIMPULAN
             Program BERMUTU diciptakan untuk membuka era baru
       pengembangan guru, kepala sekolah dan pengawas yang diangkat
       berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14/2005. Program ini
       berpotensi mentransformasikan kelompok kerja pendidik menjadi sumber
       pengembangan mutu profesional yang berkelanjutan. Keberhasilan
       pengembangan mutu profesional ini sangat tergantung dari kepempinan
       dan peran kepala sekolah dan pengawas dalam pengelolaan mutu dan
       relevansi KKG/MGMP pada masa yang akan datang.




4                                                       Panduan Belajar Manajemen
                                                Diseminasi Best Practice




                  BAHAN BELAJAR MANDIRI
                       MANAJEMEN



                  PANDUAN I: PROFIL KEBUTUHAN GURU
       1.   Pengenalan Karakteristik Pembelajaran yang Baik
       2.   Penilaian Kinerja Guru
       3.   Pendampingan Guru
       4.   Kualifikasi, Kompetensi, dan Permasalahan Guru
       5.   Tingkat Aktivitas Guru dalam KKG/MGMP



             PANDUAN II: PENGELOLAAN KUALITAS KKG/MGMP
       1.   Analisis Lingkungan KKG/MGMP
       2.   Penyusunan Rencana Strategis KKG/MGMP
       3.   Pelaksanaan Pengelolaan KG/MGMP
       4.   Pemberdayaan KKG/MGMP
       5.   Mereviu Hasil Kegiatan KKG/MGMP
       6.   Analisis Kemajuan KKG/MGMP
       7.   Penyusunan laporan dan tindak lanjut




PANDUAN III: PENGELOLAAN DANA             PANDUAN IV: BEST PRACTICE
          KKG/MGMP                       1. Hakikat Best Practice
   1. Penyusunan proposal hibah          2. Penulisan Best Practice
      KKG/MGMP                           3. Diseminasi Best Practice
   2. Pertanggungjawaban
      penggunaan dana
   3. Pengelolaan dan pelaporan
      dana yang akuntabel dan
      transparan




Program BERMUTU                                                            5
    Diseminasi Best Practice




                                 Kompetensi
                       Pengawas Kepala Sekolah dan Guru



                    STANDAR KOMPETENSI PENGAWAS

               1.   Kompetensi Kepribadian
               2.   Kompetensi Supervisi Manajerial
               3.   Kompetensi Supervisi Akademik
               4.   Kompetensi Evaluasi Pendidikan
               5.   Kompetensi Penelitian Pengembangan
               6.   Kompetensi Sosial




               STANDAR KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

               1.   Kompetensi   Kepribadian
               2.   Kompetensi   Manajerial
               3.   Kompetensi   Kewirausahaan
               4.   Kompetensi   Supervisi
               5.   Kompetensi   Sosial




                       STANDAR KOMPETENSI GURU
               1.       Kompetensi   Pedagogik
               2.       Kompetensi   Kepribadian
               3.       Kompetensi   Sosial
               4.       Kompetensi   Profesional




6                                                  Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice



Tinjauan Paket Pembelajaran
        Better Education through Reformed Management and Universal
   Teacher Upgrading (BERMUTU) merupakan salah satu upaya Pemerintah
   dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan
   melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) para kepala sekolah dalam
   forum MKKS dan diklat pengawas dalam forum KKPS/MKPS.
        Melalui diklat BERMUTU ini diharapkan kepala sekolah dan pengawas
   dapat mengembangkan diri lebih kreatif dan inovatif sehingga mampu
   mengatasi berbagai masalah dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi,
   dan perannya sebagai pengelola pendidikan. Salah satu upaya yang dapat
   ditempuh adalah pemanfaatan kisah sukses berdasarkan hasil pengalaman
   yang dialaminya dalam mengelola pendidikan.
   Contoh:
     • Kisah sukses kepala sekolah dalam memberdayakan masyarakat,
       memberdayakan pendidik dan tenaga kependidkan, memberdayakan
       sarana/prasarana dan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar,
       memberdayakan pembiayaan, mengelola kesiswaan, melaksanakan
       kurikulum, melaksanakan standar penilaian, mengelola KKG/MGMP,
       dan lain-lain;
     • Kisah sukses pengawas sekolah dalam supervisi manajerial, supervisi
       akademik, penelitian dan pengembangan, pembinaan manajerial
       sekolah, pembinaan guru, pembinaan MGMP/KKG, dan lain-lain.
         Kisah sukses pengalaman praktis seperti contoh tersebut, dinamakan
   Best Practice.
         Paket ini disusun sebagai panduan diklat kepala sekolah dan
   pengawas yang dikemas dalam bentuk active learning. Adapun isinya
   mencakup: diseminasi Best Practice yang terdiri dari pengertian, ruang
   lingkup, dan ciri-ciri Best Practice; latihan kerja; praktik penelitian
   tindakan; evaluasi; dan contoh strategi diseminasi dalam seminar. Seluruh
   kegiatan dapat dilaksanakan dalam pertemuan tatap muka dan tugas
   mandiri dan terstruktur.
         Dengan kemasan seperti ini diharapkan peserta bukan sekedar
   memahami teori namun dapat langsung mengaplikasikannya dalam praktik
   sehari-hari. Semoga hal ini dapat menjadi motivasi dan mengugah
   semangat sehingga dapat memberikan inspirasi bagi kepala sekolah dan
   pengawas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kondisi
   serta keadaan sekolah masing-masing.
       Adapun tujuan khusus diklat ini agar kepala sekolah dan pengawas
   mampu:
     1. menjelaskan pengertian Best Practice;
     2. menyebutkan ruang lingkup Best Practice;
     3. mendeskripsikan ciri-ciri Best Practice;
     4. menganalisis permasalahan yang terjadi pada sekolah yang dikelola;
     5. memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi;


 Program BERMUTU                                                              7
    Diseminasi Best Practice

          6. menerapkan berbagai strategi pemecahan masalah sebagai Best
             Practice pada sekolah binaan masing-masing;
          7. mendiseminasikan Best Practice dalam seminar.
             Ketujuh tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai dalam 3 x
       pertemuan (tatap muka), tugas mandiri dan terstruktur. Oleh karena itu
       diharapkan para peserta harus tuntas mempelajari materi pada
       pertemuan awal sebelum melanjutkan pada materi pertemuan
       berikutnya. Hal ini penting, karena di setiap akhir pertemuan dilanjutkan
       dengan penugasan sebagai persiapan pertemuan berikutnya.




8                                             Panduan Belajar Manajemen
                    Diseminasi Best Practice




            TOPIK I:
Pengertian, Ruang Lingkup, dan
    Ciri-ciri Best Practice




Program BERMUTU                                9
                                                    Diseminasi Best Practice



A. Pengantar
         Selamat bertemu dalam pelatihan belajar manajemen BERMUTU.
   Dalam pelatihan ini Saudara akan mempelajari tentang pengertian, ruang
   lingkup, dan ciri-ciri Best Practice. Materi ini merupakan materi dasar
   yang harus Saudara kuasai sebelum mengikuti pertemuan berikutnya.
        Best Practice merupakan keberhasilan yang dialami dan diakui oleh
   pihak yang berkepentingan (siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, orang
   tua, komite, masyarakat, dinas, departemen, pemerintah) dalam
   melaksanakan tugas pengelolaan pendidikan.
        Ruang lingkup Best Practice kepala sekolah dan pengawas mencakup
   peningkatan pengelolaan sekolah yang berkaitan dengan keterlaksanaan
   Delapan Standar Nasional Pendidikan dan pengelolaan KKG/MGMP.
         Adapun ciri-ciri Best Practice: terdapat konsep yang akan dicapai,
   menemui kendala, ada upaya untuk mengatasinya, kunci keberhasilan,
   diakui dan layak disebarluaskan.
         Dengan menguasai bahasan pada pertemuan ini diharapkan Saudara
   akan lebih terpacu dalam mengikuti pertemuan-pertemuan berikutnya.
   Sebaliknya, jika merasa kurang menguasai materi dasar, dapat mengulang
   kembali sebagai tugas tidak terstruktur dalam kesempatan yang Saudara
   tentukan sendiri.



B. Tujuan
   Tujuan yang akan dicapai dalam topik ini adalah agar kepala sekolah dan
   pengawas memahami hakikat Best Practice dengan indikator:
    1.   menjelaskan pengertian Best Practice;
    2.   mampu menjelaskan ruang lingkup Best Practice;
    3.   mampu mendeskripsikan ciri-ciri Best Practice.



C. Alat/Bahan/Sumber
    1.   Alat: Alat tulis lengkap baik informasi teknologi (IT) maupun non IT
    2.   Bahan: Bahan Belajar Mandiri (BBM) Manajemen BERMUTU (Paket 4)
    3.   Sumber:
         • Lampiran 1. Pengertian, Ciri-ciri, dan Ruang Lingkup Best
           Practice
         • Contoh Best Practice Kepala Sekolah (Lampiran 2)
         • Contoh Best Practice Pengawas Sekolah (Lampiran 3)




 Program BERMUTU                                                            11
 Diseminasi Best Practice


D. Langkah-Langkah Kegiatan
                           20                             110
                                          Kegiatan Inti
           Kegiatan Awal
                                      Berbagi pemahaman,
         Penjelasan awal               (pengertian, ruang
        tentang diseminasi             lingkup, & ciri-ciri)
           Best Practice
       1                          2



                                  20
                                        Kegiatan Akhir
                                 kesimpulan, penugasan, &
                                        penguatan

                                                               3


           Kegiatan Awal (20 menit)
             • Fasilitator menyampaikan tujuan, materi, dan target Topik 1
             • Tanya jawab antara fasilitator dengan peserta diklat untuk
               menggali pemahaman peserta mengenai pengertian, ruang
               lingkup, dan ciri-ciri Best Practice.
             • Fasilitator menunjukkan referensi bahan belajar mengenai
               pengertian, ruang lingkup, dan ciri-ciri Best Practice (lampiran
               1).


           Kegiatan Inti (110 menit)
           Tugas kelompok:
             a. Merefleksi pengalaman-pengalaman baik dan sangat baik (20
                menit)
                   • Bagilah peserta diklat menjadi beberapa kelompok
                     dengan anggota minimal 3 orang;
                   • Setiap kelompok merefleksi pengalaman-pengalaman
                     baik/sangat baik yang pernah dialami ketika sedang
                     melaksanakan    Proses    Belajar   Mengajar (PBM),
                     melaksanakan supervisi, mengelola MGMP/KKG.
                   • Selanjutnya identifikasi temuan yang menurut Saudara
                     baik atau sangat baik. Jangan lupa berikan alasan,



12                                              Panduan Belajar Manajemen
                                                          Diseminasi Best Practice


                      mengapa Saudara menganggap demikian. Isilah kolom-
                      kolom kosong berikut.
      Contoh:
                                             Pendapat
                                              Saudara
       No              Temuan                                       Alasan
                                                 Sangat
                                      Baik
                                                  Baik
       1.      Guru menilai                     V           Meningkatkan motivasi
               pekerjaan siswa                              siswa untuk lebih serius
               selain dengan angka,                         dalam mengerjakan
               juga dilengkapi                              tugas-tugas dan
               dengan catatan-                              selanjutnya siswa dapat
               catatan dan                                  memperbaki
               perbaikannya.                                kesalahannya.
       2       ....                   ....      ....        ....


       3       ....                   ....      ....        ....


       4       ....                   ....      ....        ....


       5       ....                   ....      ....        ....


       6       ....                   ....      ....        ....


       dst     ....                   ....      ....        ....




                 • Jika demikian, apa itu Best Practice? Berikan definisi
                   Saudara di kolom berikut.

       - Best Practice bagi guru dalam PBM adalah....
       - Best Practice bagi kepala sekolah dalam pengelolaan
         sekolah adalah....
       - Best Practice bagi kepala sekolah dalam pengelolaan
         KKG/MGMP adalah....
       - Best    Practice    bagi   pengawas     dalam pembinaan
         sekolah/supervisi manajerial adalah....
       - Best    Practice    bagi   pengawas     dalam pembinaan
         guru/supervisi akademik adalah....
       - Best Practice dalam penelitian dan pengembangan
         adalah....

            Selanjutnya untuk lebih mendalami pemahaman tentang Best
            Practice:



Program BERMUTU                                                                    13
 Diseminasi Best Practice

               • Bacalah berbagai referensi dan bahan belajar tentang Best
                 Practice sesuai dengan rujukan yang disarankan. Agar lebih
                 efektif,   kelompok     satu   membaca     Lampiran     1.
                 Pengertian,Ciri-ciri, dan Ruang Lingkup Best Practice;
                 kelompok dua membaca Lampiran 2. Contoh Best Practice
                 Kepala Sekolah; kelompok tiga membaca Lampiran 3.
                 Contoh Best Practice Pengawas; dan seterusnya.
               • Diskusikan tentang pengertian, ruang lingkup, dan ciri-ciri
                 Best Practice
               • Berikan tanggapan     tertulis   pada   kolom     yang     telah
                 disediakan.

                      Materi Pokok                  Tanggapan Peserta
          Pengertian Best Practice                          ....
          Ruang lingkup Best Practice (yang
          terkait dengan keterlaksanaan 8
          Standar Nasional Pendidikan)
                                                            ....
              - guru dalam pelaksanaan PBM
              - kepala sekolah/pengawas
                                                            ....
                  dalam pengelolaan sekolah
              - kepala sekolah/pengawas
                  dalam pengelolaan
                  KKG/MGMP                                  ....
              - pengawas dalam pembinaan
                  manajerial sekolah                        ....
              - kepala sekolah/pengawas
                  dalam pembinaan guru                      ....
          Ciri-ciri Best Practice                           ....
                                                            ....
                                                            ....

            b. Mempresentasikan hasil refleksi pengalaman
               • Tiap-tiap kelompok mempresentasikan          hasil       refleksi
                 pengalamannya, sesuai urutan kelompok.
               • Kelompok lain menanggapi.




           Kelompok yang              Tanggapan dari Kelompok Lain
          Mempresentasikan


14                                         Panduan Belajar Manajemen
                                                           Diseminasi Best Practice


       I                        1.     Kelompok II...
                                2.     Kelompok III ....
                                3.     Kelompok IV ....
                                4.     dst.
       II                       1.     Kelompok III...
                                2.     Kelompok IV ....
                                3.     Kelompok I ....
                                4.     dst.
       III                      ....
       IV                       ....
       dst                      ....


      Kegiatan Akhir (20 menit)
             • Kesimpulan (5 menit)
             • Penugasan untuk pertemuan berikutnya (15 menit)
               1) Identifikasi permasalahan yang terjadi pernah terjadi pada
                  sekolah Saudara yang berhubungan dengan 8 Standar
                  Nasional Pendidikan. Selanjutnya tuliskan pemecahan
                  masalah yang diyakini efektif.
               Contoh:

                           Perma                       Kepenting        Alternatif
           Komponen                       Penyebab
                          salahan                      an                 Solusi
       Standar Isi       Sekolah          Warga        Salah satu • Workshop
                         belum            sekolah      alat untuk   pengemba-
                         mengemb          belum        mencapai     ngan KTSP
                         angkan           memaham      tujuan     • IHT
                         KTSP             i KTSP.      pendidika
                                                       n di
                                                       sekolah


       Standar           ....             ....         ....           ....
       Kompetensi
       Kelulusan
       Standar           ....             ....         ....           ....
       Proses

       Pendidik          ....             ....         ....           ....
       dan Tenaga
       Kependidik
       an
       Standar           ....             ....         ....           ....
       Sarana/Pras


Program BERMUTU                                                                      15
 Diseminasi Best Practice


                             Perma                 Kepenting         Alternatif
           Komponen                   Penyebab
                            salahan                an                  Solusi
           arana
           Standar       ....         ....         ....          ....
           Pengelolaan
           Standar       ....         ....         ....          ....
           Pembiayaan
           Standar       ....         ....         ....          ....
           Penilaian

               2) Pilihlah salah satu masalah terpenting yang pernah Saudara
                  atasi. Strategi apa yang Saudara gunakan? Bagaimana
                  langkah-langkah yang ditempuh? Bagaiman hasilnya?
                  Tulislah kunci keberhasilan mengatasi masalah tersebut.
               3) Untuk melengkapi referensi Saudara, lakukanlah bersama
                  kelompok untuk melaksanakan studi banding/ lesson study
                  ke sekolah lain. Misalnya yang berhubungan dengan
                  keterlaksanaan Standar Proses. Catat hasil pengamatan
                  Saudara dalam kolom berikut.

               Hasil Pengamatan                           Komentar
           1   Dalam sesi apa/kapan siswa mulai ....
               termotivasi untuk belajar. Mengapa?
               (jelaskan!)
           2   Dalam sesi apa/kapan siswa                 ....
               menikmati (senang) dalam
               pembelajaran ?
           3   Dalam sesi apa/kapan siswa mulai           ....
               jenuh dalam pembelajaran.
               Mengapa? (Jelaskan!)
               Bagaimana mengatasinya?
           4   Komentar atau diskusi yang                 ....
               dilakukan siswa. (Catat
               komentar/tanggapan, nama, dan
               posisi tempat duduk siswa)
           5   Situasi ketika siswa melakukan             ....
               kerjasama atau memilih untuk tidak
               melakukan
           6   Contoh-contoh bagian proses                ....
               terjadinya konstruksi pemahaman
               melalui diskusi dan aktivitas belajar
               yang dilakukan siswa;
           7   Variasi metoda penyelesaian masalah ....
               dari siswa secara individual atau
               kelompok siswa, termasuk strategi

16                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice


             penyelesaian yang salah;
       8     Apakah tujuan pembelajaran sudah        ....
             jelas? Apakan aktivitas yang
             dikembangkan berkonstruksi secara
             efektif pada pencapaian tujuan
             tersebut?
       9     Apakah langkah-langkah PBM              ....
             berkaitan satu dengan yang lainnya?
             Apakah hal tsb mendukung
             pemahaman siswa tentang konsep
             yang diajarkan?Mengapa?
       10 Apakah “hands on” dapat                    ....
          mendukung pencapaian tujuan dan
          KD?
       11 Apakah diskusi membantu                    ....
          pemahaman siswa tentang konsep
          yang dipelajari?
       12 Apakah materi ajar sesuai dengan           ....
          tingkat kemampuan siswa?
       13 Apakah siswa menggunakan                   ....
          pengetahuan awal untuk memahami
          konsep baru yang dipelajari?
       14 Apakah pertanyaan-pertanyaan guru          ....
          dapat mendorong & memfasilitasi
          cara berpikir siswa?
       15 Apakah gagasan siswa dihargai &            ....
          dikaitkan dengan materi yang sdg
          dipelajarai?
       16 Apakah kesimpulan akhir didasarkan         ....
          pada pendapat siswa?
       17 Bagaimana guru memberi penguatan           ....
          capaian hasil belajar siswa selama
          pembelajaran berlangsung?




E. Penguatan (5 menit)
           • Pengertian



Program BERMUTU                                                           17
 Diseminasi Best Practice

                     Best Practice merupakan keberhasilan yang dialami dan
               diakui oleh pihak yang berkepentingan (siswa, guru, kepala
               sekolah, pengawas, orang tua, komite, masyarakat, dinas,
               departemen, pemerintah) dalam melaksanakan tugas
               pengelolaan pendidikan.
                     Best Practice dapat diperoleh melalui penelitian
               tindakan (kelas/sekolah). Penelitian tindakan berawal dari
               adanya permasalahan di lingkungan kerja sendiri, adanya
               tindakan sebagai solusi, adanya perubahan kondisi dari
               (sebelum- selama- setelah) tindakan diberikan. Benar-benar
               nyata dialami dan dilakukan melaui prosedur yang ilmiah
               (perencanaan-pelaksanaan/pengamatan/refleksi).         Selama
               pelaksanan tindakan, perubahan harus diamati. Bagaimana
               kondisi awal sebelum ada tindakan, bagaimana perubahan
               yang terjadi selama tindakan diberikan, bagaimana kondisi
               akhir setelah tindakan selesai, dan hasil pengamatannya
               dilaporkan. Jika tindakan yang dilakukan berhasil mengatasi
               permasalahan maka keberhasilan tersebut dapat digolongkan
               dalam Best Practice. Best Practice sebaiknya didiseminasikan
               kepada orang lain dengan berbagai strategi di berbagai tempat
               secara berulang-ulang sehingga dapat dicontoh dan diadopsi
               oleh orang lain.
            • Ruang Lingkup
                      Peningkatan   pengelolaan    sekolah/keterlaksanaan
               Delapan      Standar  Nasional   Pendidikan,   pengelolaan
               MGMP/KKG, pembinaan sekolah, pembinaan guru, dan lain-
               lain).
            • Ciri-ciri
                1.   mengembangkan      praktik    pembelajaran/pengelolaan
                     pendidikan;
                2.   layak didiseminasikan    di   berbagai   tempat   secara
                     berulang-ulang;
                3.   meningkatkan kualitas pendidikan;
                4.   meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah, dan
                     pengawas dalam pengelolaan pendidikan;
                5.   mengubah hambatan dan ancaman menjadi kekuatan
                     dan peluang untuk berinovasi secara kreatif;
                6.   menghasilkan output yang lebih bermanfaat bagi semua
                     pihak (siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua,
                     komite, dan masyarakat pada umumnya);
                7.   terkendali, kejelasan program baik jangka pendek,
                     menengah, maupun panjang;
                8.   berdasarkan temuan masalah nyata yang terjadi di
                     lapangan;




18                                           Panduan Belajar Manajemen
                                              Diseminasi Best Practice


            9.    dapat dilakukan dalam berbagai bentuk (bimbingan dan
                  konseling, supervisi klinis, supervisi manajerial,
                  kunjungan kelas, lesson studi, dan lain-lain);
            10. mengacu pada program sekolah untuk mencapai tujuan
                yang dicanangkan;
            11. adanya pengakuan bahwa keberhasilan tersebut bisa
                ditiru, diadopsi oleh orang lain;
            12. meningkatkan kualitas, mudah, murah, bisa dilaksanakan,
                memotivasi, memberikan hasil yang bermanfaat, dan
                berkelanjutan.




Program BERMUTU                                                      19
                   Diseminasi Best Practice




           TOPIK II:
    Penulisan Best Practice
 Kepala Sekolah dan Pengawas




Program BERMUTU                           21
                                                   Diseminasi Best Practice



A. Pengantar
         Selamat    datang   pada     pertemuan     kedua   di forum
   MKKS/MKPS/KKG/MGMP. Semoga Saudara telah melaksanakan tugas yang
   diberikan pada pertemuan pertama. Diharapkan Saudara telah
   mengidentifikasi permasalahan di sekolah/KKG/MGMP, menentukan
   permasalahan yang paling krusial, menyodorkan berbagai alternatif
   pemecahan, dan berhasil mengatasi permasalahan tersebut.
        Dalam pertemuan ini Saudara diminta              untuk   menuliskan
   keberhasilan/Best Practice yang pernah dialami.
         Adapun komponen yang harus ada dalam penulisan Best Practice
   setidaknya mencakup judul, konsep yang jelas, tujuan, kendala yang
   dihadapi, ada upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, berhasil,
   dan kunci keberhasilannya.



B.Tujuan
   Kepala sekolah dan pengawas dapat menulis Best Practice yang pernah
   dialami dengan indikator:
     • mampu merumuskan judul (dapat dilakukan pada langkah pertama
           dapat pula langkah terakhir)
     • mampu merumuskan kerangka tulisan
     • mampu mengembangkan kerangka menjadi tulisan utuh sebagai Best
           Practice dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
           komunikatif



C. Alat/Bahan/Sumber
   Alat:
   Komputer, Laptop, dan Alat Tulis Kantor (ATK)
   Bahan:
   Best Practice kepala sekolah dan pengawas sekolah peserta diklat.
   Sumber:
   • Lampiran 4. Strategi Penulisan Best Practice
   • Delapan Standar Nasional Pendidikan (Standar Isi, Standar Kelulusan,
     Standar      Pengelolaan,     Standar    Proses,     Standar    Tenaga
     Pendidik/Kependidikan,       Standar     Sarana/Prasarana,      Standar
     Pembiayaan, Standar Penilaian)
   • Akhadiah, S., dkk. 1995. Menulis I. Jakarta: Universitas Terbuka.
   • ------- 1997. Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 Program BERMUTU                                                          23
 Diseminasi Best Practice


D. Langah-Langkah Kegiatan

                          20                                200
              Kegiatan Awal
                                            Kegiatan Inti
          Penjelasan tentang
         teknik penulisan Best           Praktik menulis Best
                Practice                       Practice

          1                          2


                                     30

                                           Kegiatan Akhir
                                    kesimpulan, penugasan, &
                                           penguatan

                                                                3

     Kegiatan Awal (20 menit):
        • Fasilitator menanyakan     tentang      tugas     yang    diberikan   pada
          pertemuan pertama.
        • Fasilitator bertanya jawab dengan peserta tentang kendala dalam
          penyelesaian tugas terstruktur.
        • Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan yang
          sedang berjalan.
        • Fasilitataor menjelaskan langkah-lankah menulis Best Practice.
     Kegiatan Inti (200 menit):
        • Peserta diklat menulis Best Practice.
        • Fasilitator berperan sebagai narasumber.
     Kegiatan Akhir (30 menit):
        • Kesimpulan (10 menit)
        • Penugasan untuk pertemuan ketiga (15 menit)

     Uraian Tugas:
      a. Tentukan waktu dan tempat untuk melaksanakan diseminasi Best
         Practice melalui seminar;
      b. Tentukan kepanitiaan dan rincian tugas para fungsionaris (ketua,
         sekretaris, bendahara, notulis, dan moderator);
      c. Tentukan narasumber yang akan menyajikan kertas kerja;
      d. Tentukan siapa dan berapa jumlah peserta yang akan diundang.



24                                             Panduan Belajar Manajemen
                                             Diseminasi Best Practice




E. Penguatan (5 menit)
   Hal-hal penting dalam penulisan Best Practice

    •    Rumuskan topik yang akan diangkat dalam Best Practice

    •    Buatlah kerangka tulisan dengan beberapa pikiran utama
         yang berisi tentang konsep yang akan dicapai, kendala yang
         muncul, upaya yang dilakukan,langkah-langkah menerapkan
         upaya tersebut, dan kunci keberhasilan dalam mengatasi
         permasalahan

    •    Kembangkan kerangka menjadi tulisan utuh dengan
         menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
         komunikatif.

    •    Tulisan hendaknya singkat, padat, dan jelas ( sekitar 10
         halaman dengan spasi 1,5; huruf time new roman, ukuran
         12)

    •    Beri judul yang menarik untuk tulisan tersebut.




Program BERMUTU                                                     25
                        Diseminasi Best Practice




             TOPIK III:
        Seminar Best Practice




Program BERMUTU                                27
                                                 Diseminasi Best Practice



A. Pengantar
         Selamat bertemu kembali dalam pelatihan pertemuan ini, yang
   merupakan pertemuan terakhir dari seluruh kegiatan diklat. Semoga
   dalam pertemuan terakhir ini Saudara telah kompeten dalam pemahaman
   Best Practice, dan penulisannya.
        Dalam pertemuan ini Saudara dapat mendiseminasikan Best Practice
   yang telah dilakukan. Berbagai teknik diseminasi diantaranya adalah
   melalui: penulisan karya tulis ilmiah, penerbitan jurnal, membuat situs,
   seminar dan lain-lain.
         Salah satu teknik diseminasi yang bisa dipraktikkan dalam
   pertemuan ini adalah seminar. Alasannya: paling mungkin untuk
   dilaksanakan, tidak menambah angggaran khusus, tidak memerlukan
   keterampilan dan alat khusus, memungkinkan terjadinya komunikasi dua
   arah secara langsung/dapat ditanggapi peserta secara langsung, dan
   sesuai dengan strategi diseminasi Program BERMUTU di tingkat forum
   (Kota/Kabupaten).
        Langkah-Langkah Diseminasi (Tiagarajan, 1991) sebagai berikut.
     • Define (penguasaan materi yang akan didiseminasikan);
     • Design (rancangan yang lebih sempurna sesuai tujuan dan sasaran);
     • Develop (pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi
       setempat);
     • Diseminasi (penyebarluasan praktik terbaik) dan ditularkan ke
       tempat-tempat lain di lingkungannya.



B. Tujuan
   Tujuan yang akan dicapai dalam topik ini agar kepala sekolah dan
   pengawas dapat mendiseminasikan Best Practice melalui seminar,
   dengan indikator:
     • mampu menyebutkan langkah-langkah seminar;
     • mampu menjadi panitia seminar yang baik
     • mampu menyiapkan kertas kerja yang baik (Best Practice yang
       telah ditulis pada pertemuan sebelumnya)
     • mampu menyajikan kertas kerja dalam seminar dengan baik
     • mampu menjadi peserta seminar yang baik
     • mamapu menyelenggarakan seminar Best Practice dengan baik




 Program BERMUTU                                                         29
 Diseminasi Best Practice


C. Sumber/Alat/Bahan
          Alat:
                  OHP/LCD/DVD/Papan tulis, spidol, pengeras suara, dan Alat Tulis
                  Kantor (ATK)
          Bahan:
                  Best Practice kepala sekolah dan pengawas
          Sumber:
            • Lampiran 5. Seminar
          Referensi:
                  Akhadiah, S. dkk. 1995. Menulis I. Jakarta: Universitas Terbuka.
                  -------   1997. Menulis.     Jakarta:     Departemen   Pendidikan   dan
                               Kebudayaan.
                  Arsyad, Maidar dan M.S. Mukti. 1997. Berbicara II. Jakarta:
                            Universitas Terbuka.
                  Ashari, Azril. 2001. Bentuk dan Gaya Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
                              Jakarta: Universitas Trisakti.


D. Langkah-langkah Kegiatan
     50                             300
                                            Kegiatan Inti
         Kegiatan Awal
                                         Pelaksanaan seminar
     Persiapan seminar



     1                               2

                                                            50

                                           Kegiatan Akhir
                                     Laporan hasil seminar


                                                               3




30                                                        Panduan Belajar Manajemen
                                                Diseminasi Best Practice


   Kegiatan Awal (50 menit)
     • Fasilitator mengatur     urutan      kelompok      untuk    tampil
       mempresentasikan Best Practices.
     • Para fungsionaris menempatkan diri sesuai peran dan tugas masing-
       masing.
     • Setiap kelompok membagikan hand out kepada peserta lain.
   Kegiatan Inti (300 menit)
     • Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan kertas
       kerjanya.
     • Kelompok lain menanggapi.
     • Moderator mengatur jalannya seminar dan menyimpulkan
       hasil.
   Kegiatan Akhir
     • Kesimpulan
     • Penguatan
     • Keberlanjutan Program


E. Penguatan
     • Diseminasi adalah proses penyebarluasan Best Practice yang
       dapat dilakukan melalui berbagai cara. Diantaranya dapat
       dilakukan melalui seminar, jurnal, blog, majalah, dan lain-lain.
       Dari sekian cara yang ditawarkan, dalam mudul ini menampilkan
       salah satu contoh seminar.
     • Seminar adalah suatu pertemuan ilmiah yang membahas suatu
       masalah tertentu dengan prasaran dan tanggapan melalui diskusi
       untuk memperoleh keputusan bersama.
     • Langkah-langkah Seminar:
       Presentasi, Diskusi/tanya jawab, Kesimpulan.
     • Unsur-unsur yang diperlukan dalam seminar:
       panitia, narasumber dan kertas kerjanya, moderator, notulis, dan
       peserta.




 Program BERMUTU                                                          31
 Diseminasi Best Practice


F. Keberlanjutan Program (tugas
   mandiri tidak terstruktur)
     • Lakukan       seminar     secara  bergiliran     dalam        forum
       MKKS/MKPS/KKG/MGMP pada pertemuan-pertemuan selanjutnya
       dengan mengangkat permasalahan penting yang berhasil diatasi dengan
       baik di sekolah masing-masing.
     • Diskusikan dan kemas ulang hasil Best Practice Saudara ke dalam
       berbagai bentuk tulisan, lalu diseminasikan hasil Best Practice Saudara
       ke berbagai media.




32                                          Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice



DAFTAR PUSTAKA
   Akhadiah, S., dkk. 1995. Menulis I. Jakarta: Universitas Terbuka.
   -------- 1997. Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
   Arsyad, Maidar dan M.S. Mukti. 1997. Berbicara II. Jakarta: Universitas
             Terbuka.
   Ashari, A. 2001. Bentuk dan Gaya Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakarta:
               Universitas Trisakti.
   Berger, L.A. and Dorothy R. 2008. Best Practices on Talent Management,
              Cetakan ke-2, Jakarta: Permata Printing.
   Depdiknas. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Indonesia 2.
             Jakarta: Direktorat Dikdasmen, Direktorat Pendidikan
             Lanjutan Pertama.
   -------- 2005. Diklat Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi Guru SMP.
                Bandung: Depdiknas Dirjen Dikdasmen LPMP Jawa Barat.
   Dirjen PMPTK. 2007. Konferensi Nasional “Best Practice” Kepala Sekolah,
             Panduan Penulisan “Best Practice” untuk Kepala Sekolah.
             Jakarta: Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan Nasional.
   Renald Kasali. 2007. Re-Code Your Change DNA, Cetakan ke 3, Jakarta:
             PT Gramedia.
   Suriamiharja, A. 1997. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Departemen
              Pendidikan dan Kebudayaan
   Tarigan, H.G. dan M.S. Suhendar. 1998. Berbicara I. Jakarta: Universitas
              terbuka
   Tarigan, H.G. 1994. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
             Bandung: Angkasa.




 Program BERMUTU                                                          33
                             Diseminasi Best Practice




                  LAMPIRAN




Program BERMUTU                                     35
 Diseminasi Best Practice


Lampiran 1
         PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN CIRI-CIRI BEST PRACTICE

Pengertian Best Practice
               BEST PRACTICE adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu
         teknik, metode, proses, aktivitas, insentif atau penghargaan (reward)
         yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan         yang luar biasa
         dibandingkan dengan tehnik, metode, proses lain. Ide atau gagasan yang
         dengan pengawasan dan pengujian yang sesuai, dapat memberikan hasil
         yang diharapkan dengan lebih sedikit permasalahan dan komplikasi yang
         tidak terduga. BEST PRACTICE dapat juga didefinisikan sebagai cara yang
         paling efisien (emerlukan usaha minimum) dan paling efektif
         (menghasilkan hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas/pekerjaan,
         berdasarkan prosedur yang berulang-ulang (disampaikan di berbagai
         tempat) dengan memberikan bukti nyata yang dapat mengubah perilaku
         sejumlah orang.
               Meskipun kebutuhan akan peningkatan terus berproses sejalan
         dengan perubahan waktu dan perkembangan berbagai hal, Best Practice
         dipertimbangkan oleh beberapa orang sebagai konsep istimewa yang
         biasa digunakan untuk menggambarkan proses perkembangan dan
         mengikuti tata cara standar yang telah ditetapkan dalam melakukan
         berbagai hal yang dapat digunakan oleh berbagai organisasi untuk
         kepentingan menajemen, kebijakan dan terutama sistem pembinaan.


Ruang Lingkup
               Ruang lingkup Best Practice mencakup pelaksanaan tugas yang
         dilakukan oleh kepala sekolah/pengawas sekolah dalam mengelola
         sekolah/KKG/MGMP, yang mencakup keterlaksanaan 8 Standar Nasional
         Pendidikan, yaitu:
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Isi
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Kelulusan
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Proses
     •    Keberhasilan    pelaksanaan     Standar      Tenaga     Pendidik/Tenaga
          Kependidikan
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Sarana/Prasarana
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Pengelolaan Sekolah
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Pembiayaan
     •    Keberhasilan pelaksanaan Standar Penilaian Pendidikan
       Disamping itu, juga mencakup keberhasilan Pengelolaan KKG/MGMP,
pengelolaan sekolah, pembinaan sekolah, pembinaan kepala sekolah, dan
pembinaan guru.




36                                               Panduan Belajar Manajemen
                                                       Diseminasi Best Practice


       Dari sekian banyaknya cakupan, yang terkait dengan pengelolaan
KKG/MGMP adalah keberhasilan pelaksanaan standar isi, standar kelulusan,
standar proses, dan standar penilaian. Sedangkan standar tenaga
pendidik/tenaga kependidikan, standar sarana/prasarana, standar pengelolaan
sekolah, dan standar pembiayaan berkaitan dengan pengelolaan sekolah,
pembinaan sekolah, dan pembinaan guru/staf/kepala sekolah.


Ciri-Ciri Best Practice
    1.   pengembangan praktik pembelajaran/pengelolaan pendidikan;
    2.   didiseminasikan di berbagai tempat secara berulang-ulang;
    3.   peningkatan kualitas pendidikan;
    4.   meingkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah, dan pengawas
         dalam pengelolaan pendidikan;
    5.   mengubah hambatan dan ancaman menjadi kekuatan dan              peluang
         untuk berinovasi secara kreatif;
    6.   menghasilkan output yang lebih bermanfaat bagi semua pihak (siswa,
         guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, komite, dan masyarakat
         pada umumnya);
    7.   terkendali, kejelasan program baik jangka pendek, menengah,
         maupun panjang;
    8.   berdasarkan temuan masalah nyata yang terjadi di lapangan;
    9.   dapat dilakukan dalam berbagai bentuk (bimbingan dan konseling,
         supervisi klinis, supervisi manajerial, kunjungan kelas, lesson study,
         dan lain-lain);
    10. mengacu pada       program   sekolah   untuk   mencapai    tujuan   yang
        dicanangkan;
    11. adanya pengakuan bahwa keberhasilan tersebut bisa ditiru, diadopsi
        oleh orang lain;
    12. meningkatkan kualitas, mudah, murah, bisa dilaksanakan, memotivasi,
        memberikan hasil yang bermanfaat, dan berkelanjutan.


               Situasi                            Motivasi
         Situasi sebelum      • apa motivasi di balik pelaksanaan program:
         program:             • bagaimana peran stakeholder;
         • apa yang           • bagaimana prioritas program ditentukan;
            menjadi
            persoalan;        •   apa yang dianggap inovasi dari program;
         • bagaimana          •   tindakan apa yang telahdilakukan;
           persoalan          •   bagaimana tindakan tersebut dipilih;
           dipecahkan;        •   bagaimana dukungan sumber daya yang ada;
         • bagaimana          •   dari mana sumber dana, dan bagaimana
           kondisi sekolah        melaksanakan mobilisasi dana dan dukungan
           (sosial,ekonomi,       teknis;


  Program BERMUTU                                                             37
 Diseminasi Best Practice


             Situasi                            Motivasi
         lingkungan).        • siapa yang memegang peran kepemimpinan
                               dalam perumusan tujuan dan implementasi
                               jaringan;
                             • persoalan apa yang dihadapi selama
                               pelaksanaan program;
                             • bagaimana mengatasi persoalan, dan apakah
                               inovasi dapat membantu kebutuhan sekolah.


                        Hasil dan Dampak                    Berkelanjutan
       Pengukuran hasil dan dampaknya:
       • apakah tujuan program cukup realistis;            • apakah
       • apa yang terjadi setelah prakarsa inovasi           program sudah
         dijalankan;                                         menjadi
                                                             kebutuhan dan
       • bagaimana hasilnya secara kualitatif dan            kebiasaan
         kuantitatif;                                        dalam
       • apakah menggunakan indikator untuk                  kegiatan;
         mengukur hasil/dampak;                            • apakah
       • apakah koordinasi dan integrasi menjadi lebih       program
         baik;                                               tersebut sudah
       • bagaimana dampak terhadap strtegi/kebijakan         dilembagakan.
         di tingkat lokal/daerah/nasional dan
         kelembagaan;
       • adakah kesempatan (opporttopikies)
         perubahan;
       • bagaimana memanfaatkan kesempatan;
       • apa dampak program terhadap penggunaan
         dan pengelolaan sumberdaya manusia dan
         sumber daya lingkungan.




38                                          Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice



             Pengalaman                  Potensi            Studi Banding
                                      Pengembangan
    Pengalaman yang perlu             Potensi             Best Practice
    dipelajari (lesson learned)       pengembangan:       dapat dijadikan
    dan action plan:                  • penerapan         studi banding;
    • adakah lesson learned dari        program untuk     • dikunjungi oleh
       program;                         transferabilit;       KKG/MGMP/
    • bagaimana lesson learned        • apa hikmah            Sekolah lain;
       memberi sumbangsih pada          atau teladan      • mengunjungi
       pembentukan                      yang dapat            KKG/MGMP/
       berkelanjutan program;           dipelajari atau
                                                              Sekolah lain
    • bagaimana lesson learnd           ditiru dari
       menjadi salah satu               pengalaman
       pertimbangan dalam               orang lain;
       perumusan/penentuan            • sudahkan
       kebijakan, strategi, dan         program
       tindak lanjut (action plan).     inisiatif ini
                                        diterapkan;




Program BERMUTU                                                             39
 Diseminasi Best Practice


Lampiran 2
                CONTOH BEST PRACTICE KEPALA SEKOLAH


     Judul: Membina Guru dan Rekan Sejawat dalam Peningkatan Kinerja
     Oleh : Kepala SDN Bandungkulon IV Jawa Barat (2007-2008)

           Saya adalah seorang kepala sekolah yang baru diangkat beberapa
     bulan yang lalu melalui promosi tanggal 27 Maret 2007. Saya berasal dari
     guru SD Percobaan yang merupakan etalase di wilayah kecamatan dan
     kota, yang merupakan sekolah percontohan dalam berbagai hal yang
     berkaitan dengan perubahan dalam kurikulum. Di sekolah dari mana
     saya berasal, saya mempunyai jabatan sebagai wakil kepala sekolah
     (wakasek) bidang kesiswaan. Saya pernah meraih beberapa prestasi
     dalam kaitan saya sebagai guru yaitu peringkat 10 besar dari 500 peserta
     di tingkat nasional dalam pelatihan penggunaan alat peraga KIT IPA.
     Pernah meraih peringkat pertama di tingkat propinsi dalam inovasi
     pembelajaran tematik.

            Saya memiliki kompetensi bukan karena sering mengikuti
     pelatihan tetapi melalui diskusi dengan teman sejawat dan jemput bola
     dalam pembaharuan yang berkaitan dengan PBM dalam pendidikan
     dengan mendatangi narasumber yang kompeten dan dapat dijadikan
     sumber belajar dan informasi.
            Saat ini saya ditempatkan di sebuah SD, di wilayah yang sama
     dengan sekolah sebelumnya, tepatnya di SD Bangdungkulon IV sebagai
     kepala sekolah. Saya sama tidak menyangka, ternyata di wilayah
     kecamatan di mana saya berada adalah SD yang memprihatinkan baik
     segi Fisik sekolah, personil (guru, kepala sekolah, dan komite), juga
     keadaan siswa-siswanya.
            Fisik sekolah jauh dari kelayakan.
     Contoh:
     1. masih ada siswa yang belajar tanpa menggunakan bangku (duduk di
         lantai) sementara lantainya pun sudah rusak;
     2. ruangan kelas yang tidak layak pakai. Bocor jika hujan dan dinding
         tanpa jendela;
     3. sarana/prasarana untuk PBM kurang lengkap;
     4. ekonomi orang tua siswa jauh di bawah standar. Sebagian besar
         mereka tidak mempunyai pekerjaan tetap. Mereka adalah pengamen
         yang lebih tertarik membawa anaknya menjadi pengamen daripada
         mendukung belajar di sekolah.
     5. guru-guru yang sudah senior tidak kreatif. Sangat pasif. Kualifikasi
         pendidikan 80% adalah lulusan SPG/SGO. Hanya 20% yang berizasah
         sarjana.
            Saya merasa sangat sedih pertama kali datang ke tempat itu.
     Bertanya-tanya dalam hati mengapa “masih ada sekolah yang seperti
     ini”? Saya tidak bisa duduk diam, kemudian melakukan tindakan sebagai


40                                          Panduan Belajar Manajemen
                                                 Diseminasi Best Practice


  berikut.
  1. memotret keadaan fisik sekolah;
  2. mencari donatur dari beberapa tempat;
  3. mengajukan proposal ke dinas kota dengan membawa bukti fisik
      dengan melampirkan bukti fisik foto-foto yang saya buat agar
      diberikan bantuan untuk perbaikan ruangan;
  4. membina para guru dan rekan sejawat dalam membuka wawasan
      melalui Whorkshop maupun In Hause Training dalam gugus;
  5. mengadakan pertemuan dengn orang tua siswa secara bergiliran dan
      bertahap agar orang tua siswa lebih memperhatikan anaknya dalam
      pendidikan.
       Pertama kali saya melakukan pertemuan dengan guru-guru
  disambut dengan baik dan mereka mengatakan belum pernah ada binaan
  yang dilakukan seperti yang saya lakukan ( maaf dalam hal ini saya tidak
  menyalahkan siapapun tetapi mari kita merefleksi bersama mengapa
  sampai terjadi hal seperti ini, di mana keadaan guru dan fisik sekolah
  yang sangat terbelakang dibandingkan dengan sekolah di mana saya
  berada sebelunnya).
       Segera saya membuat program untuk disosialisaskan secara
  bersama-sama dalam satu komplek sekolah yang terdiri dari 4 sekolah.
  Program didukung. Tetapi dalam praktiknya tidak dilaksanakan
  sebagaimana mestinya. Karena mereka merasa terlalu dibebani dengan
  aturan-aturan dan pembiasaan yang merupakan kewajiban bagi guru dan
  kepala sekolah.
       Guru-guru dalam menlaksanakan PBM terbiasa:
  1) keluar kelas untuk mengobrol dengan rekan sejawat;
  2) tanpa membuat persiapan
  3) administrasi dan pengelolaan kelas kurang diperhatikan
      Dengan keadaan seperti ini tentunya dapat dibayangkan apakah
   program pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan akan
   tercapai?
      Hal inilah yang menggerakkan hati saya untuk bisa mengubah situasi
   dan iklim sekolah yang kurang baik ini. Langkah berikutnya yang saya
   lakukan adalah: menata sekolah, membina guru-guru dengan
   membenahi administrasi secara terus-menerus, dan akhirnya
   membuahkan hasil. Saat itu guru merasa terbebani. Tetapi dalam suatu
   kesempatan latihan kerja di gugus guru-guru dari SDN Bandungkulon
   dapat memimpin dan menjadi panutan bagi guru-guru sekolah lain
   dalam wilayah gugus.
      Kemudian saya memberikan perintah yang lebih tegas dalam setiap
   pengarahan. Hal ini saya lakukan berdasarkan pengalaman di sekolah
   sebelumnya. Untuk meraih suatu keberhasilan maka sekolah harus:
  1. membentuk wakasek (kurikulum, kesiswaan, sarana/prasarana,
     humas);
  2. memberikan arahan dalam membuat program-program;
  3. mendiskusikan berbagai dana yang berkaitan dengan keterlaksanaan
     program;
  4. mengawasi, mengevaluasi setiap kegiatan agar ada tindak lanjut;

Program BERMUTU                                                         41
 Diseminasi Best Practice

     5. memberikan contoh mengajar yang benar ke setiap jenjang kelas
        secara bergiliran;
     6. mengajar di kelas tematik di kelas 1,2,3, untuk mata pelajaran
        bahasa inggris.
           Saya selalu mengarahkan kepada guru-guru bahwa kemauan
     merupakan faktor yang pertama dan utama sebab kemampuan akan
     mengikuti sejalan dengan kemauan itu.
           Pada saat ini guru-guru yang berada di komplek SDN Bandungkulon
     menyadari akan kebutuhan adanya perubahan melalui binaan-binaan
     yang saya berikan, apalagi sekarang refitalisasi gugus benar-benar
     sedang diberdayakan di wilayah kami. Bahkan permintaan tidak hanya
     diminta oleh gugus saya sendiri, tetapi guru-guru dan kepala sekolah
     dari gugus lain pun meminta untuk diberikan binaan dan arahan.




42                                         Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice



Lampiran 3
              CONTOH BEST PRACTICE PENGAWAS SEKOLAH
    (telah didiseminasikan dalam Pembinaan Peserta Seleksi Pengawas
Berprestasi Propinsi Jawa Barat di LPMP Jawa Barat dan dalam Forum Diklat
       Pengawas Bahasa di P4TK Bahasa Srengseng Jakarta Selatan)


      DISEMINASI BEST PRACTICE PENGAWAS BERPRESTASI TAHUN 2007

                                 Oleh:
        Pengawas SMP Kota Sukabumi Propinsi Jawa Barat (2001-2007)

                  Disampaikan dalam pembekalan peserta seleksi
            pengawas berprestasi Propinsi Jawa Barat tanggal 30 Mei 2008
                                di LPMP Jawa Barat

        Sering saya diminta menceritakan kisah keberhasilan saya setelah
   berhasil meraih juara I Pengawas SMP Berprestasi Tingkat Jawa Barat
   dan juara III di Tingkat Nasional tahun 2007. Mereka yang meminta
   kebanyakan dari guru dan kepala sekolah, dan birokrat pendidikan di
   daerah saya bekerja Kota Sukabumi Jawa Barat.
         Selain itu, ada juga permintaan khusus dari panitia seleksi
   pengawas berprestasi Tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 2008 yang
   meminta saya untuk memaparkannya di hadapan para calon peserta
   seleksi tahun 2008. Atas permintaan itulah saya buatkan naskan kisah
   sukses dalam bentuk power point. Selanjutnya ketika saya menjadi
   peserta diklat pengawas bahasa di P4TK Bahasa Srengseng Jakarta
   Selatan bulan Juli 2008, mantan Sekjen APSI (Sofyan Salim,MM) juga
   meminta saya untuk menceritakan di hadapan para peserta diklat yang
   jumlahnya sekitar 60 orang yang berasal dari 13 propinsi seluruh
   Indonesia. Apa yang telah saya tulis dalam PowerPoint, saya paparkan
   kembali di hadapan mereka.
         Dalam kesempatan ini, saya salin kembali sebagai contoh Best
   Practice pengawas SMP berprestasi yang pernah saya alami. Mudah-
   mudahan memotivasi para pembaca untuk lebih berprestasi dalam
   meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia pada umumnya.
         Adapun kisah itu, sebagai berikut.
         Surat Keputusan (SK) saya sebagai pengawas sekolah, saya terima
   bulan September 2001. Sebelum itu saya adalah guru dan kepala
   sekolah. Pengawas merupakan jabatan karier.
         Mengawali tugas sebagai pengawas saat itu, sungguh sangat berat.
   Karena periode tersebut adalah periode perubahan sistem pemerintahan
   dari sentralisisasi ke desentralisasi. Otonomi pemerintahan mulai
   dilaksanakan yang berpengaruh terhadap pengelolaan pendidikan di
   daerah. Pencitraan masyarakat terhadap jabatan pengawas pun mulai
   bergeser. Dari yang semula pengawas merupakan jabatan strategis


 Program BERMUTU                                                            43
 Diseminasi Best Practice

     sebagai kepanjangtanganan Pemerintahan Tingkat Propinsi di daerah
     Kota/Kabupaten, berubah menjadi pengawas sebagai jabatan transit
     untuk memperpanjang usia dinas menunggu pensiun. Sehingga kesan
     masyarakat terhadap jabatan pengawas adalah jabatan menunggu waktu
     yang tidak jelas arah tugas pokok dan tanggung jawabnya. Hal ini benar-
     benar membuat hati saya gundah, tidak nyaman berada pada posisi
     jabatan pengawas.
           Untuk mengatasi kondisi tersebut saya berusaha membaca buku-
     buku tentang kepengawasan. Dari buku tersebut timbul niat saya untuk
     melaksanakan tugas sesuai peraturan-perundang-undangan yang berlaku
     tentang tugas pokok, fungsi (Tupoksi), dan peran pengawas. Saya susun
     program kerja, jadwal pembinaan guru dan kunjungan sekolah,
     instrumen supervisi, dan saya laksanakan tugas kepengawasan sesuasi
     dengan yang tertuang dalam Tupoksi pengawas. Banyak kalangan yang
     pro dan kontra. Diantaranya para kepala sekolah dan guru-guru. Sering
     ketika saya akan melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal
     supervisi/pembinaan, tanggapan mereka kurang baik. Saya diacuhkan.
     Jika menanyakan kesulitan apa yang perlu dibantu, seolah-olah mereka
     tidak punya masalah dan tidak punya kesulitan.
           Ketika saya menyodorkan instrumen supervisi untuk diisi, hampir
     semua komponen yang saya tanyakan dijawab ada atau ya. Tetapi
     setelah saya lanjutkan dengan studi dokumen untuk mengetahui
     keberadaan komponen yang ditanyakan dalam instrumen, saya temukan
     adanya ketidaksesuaian. Beberapa komponen belum lengkap dan tidak
     ada (program jangka panjang-menengah-pendek, pengembangan
     kurikulum sekolah, program pengembangan diri, analisis hasil evaluasi
     belajar, program perbaikan/pengayaan, laporan praktikum). Di saat
     itulah saya mulai berkomentar.Diskusi pun berlanjut. Karena hal ini saya
     lakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan, lama-lama para guru
     dan kepala sekolah menunjukkan reaksinya dengan memperbaiki
     komponen yang sudah dibuat. Membuat dan mengerjakan yang belum
     ada. Bahkan lama-kelamaan saya diminta untuk memberikan pembinaan
     kepada seluruh guru di sekolah binaan. Kadang-kadang juga diminta
     memberikan pembinaan di sanggar MGMP mata pelajaran yang bukan
     binaan saya, seperti MGMP Pendidikan Agama Islam SMP/SMA dan
     Matematika SMP.
           Mendengar dari satu dan yang lain, kepala SMA dan SD pun sering
     mengundang saya untuk memberikan materi (sebagai narasumber) dalam
     workshop maupun in hause training.
           Rasa percaya diri saya sebagai pengawas mulai muncul. Hal itu
     dipertajam ketika saya diundang juga oleh daerah lain (luar
     Kota/Kabupaten) tempat saya bekerja. Wuuahhh bangga menyandang
     jabatan sebagai pengawas sekolah. Dapat perbagi pengetahuan dengan
     guru maupun kepala sekolah, dapat memberikan kontribusi positif dunia
     pendidikan.
           Semua hasil pembinaan saya arsipkan, dan setiap akhir semester
     saya rangkum untuk disimpulkan, direkomendasikan kepada pimpinan,
     dan dijilid untuk menambah koleksi isi rak buku saya yang jumlahnya
     sangat minim.
           Meskipun awalnya banyak hambatan, namun secara berkelanjutan
     hal itu saya lakukan. Selesai melaksanakan supervisi klinis guru yang

44                                            Panduan Belajar Manajemen
                                                 Diseminasi Best Practice


 satu, pindah ke guru lainnya. Selesai sekolah satu, pindah ke sekolah
 lainnya. Bahkan tidak jarang saya pun melakukan penilaian terhadap
 guru dan kepala sekolah, terutama ketika mereka akan mengusulkan
 kenaikan pangkat. Termasuk melaksanakan penelitian. Namun penelitian
 yang saya lakukan saat itu masih seputar penelitian deskriptif,
 komparatif, dan asosiatif. Baru satu yang berupa penelitian tindakan
 yang saya lakukan di salah satu sekolah binaan saya yaitu SMPN 6 Kota
 Sukabumi. Itupun belum sempat saya tulis laporannya.
       Ketika Tahun 2007 saya direkomendasi oleh teman pengawas se-
 Kota Sukabumi untuk mewakili peserta seleksi pengawas berprestasi
 tingkat Propinsi Jawa Barat, saya menulis laporan Penelitian Tindakan
 Sekolah (PTS) tersebut.
       Adapun beberapa penelitian lainnya yang pernah saya tulis adalah:
           • Analisis   Hubungan     antara   Diklat,  Motivasi,   dan
             Kepemimpinan terhadap Kinerja Pengawas Sekolah pada
             Lembaga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota/Kabupaten
             Sukabumi Tahun 2003;
           • Analisis Hubungan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah
             dengan Kinerja Guru pada SMPN I Kota Sukabumi Tahun 2005;
           • Analisis Kecepatan Efektif Membaca (KEM) Guru Bahasa
             Indonesia SMA Kota Sukabumi Tahun 2005;
           • Analisis Penyebab Ketidakhadiran Siswa SMP Kota Sukabumi
             pada Ujian Nasional Utama Tahun 2005;
           • Analisis Program Kelas Percepatan Belajar SMAN I Kota
             Sukabumi Tahun 2006;
           • Analisis Program Kelas Percepatan Belajar SMAN I Kota
             Sukabumi Tahun 2006.
        Laporan PTS “Upaya Meningkatkan Mutu Manajerial Sekolah
 melalui Pembinaan Terfokus pada SMPN 6 Kota Sukabumi Tahun 2007”
 inilah, yang saya lampirkan sebagai perlengkapan seleksi di tingkat
 propinsi. Dan laporan ini juga yang saya presentasikan di tingkat
 nasional. Alhamdulillah bukti fisik lainnya yang berupa laporan hasil
 pengawasan selama 4 tahun, dan bukti-bukti fisik lainnya dapat saya
 siapkan secepatnya karena berkas-berkas tersebut memang sudah
 terarsipkan. Tinggal menyusun dan melengkapi dengan pengesahan.
        Dengan berbekal telaten dan berkelanjutan dalam melaksanakan
 tugas pengawasan, doa dan dukungan berbagai pihak, alhamdulillah saya
 dapat masuk nominasi walaupun hanya sebagai juara III di tingkat
 nasional.
        Adapun langkah-langkah yang saya lakukan khusus menjelang
 seleksi tahun 2007 adalah sebagai berikut.
     • membaca buku panduan seleksi pengawas berprestasi tahun 2007;
     • melengkapi persyaratan;
     • mengumpulkan penilaian dari guru, kepala sekolah, dan teman
        sejawat;
     • mengisi curiculum vitae dan melengkapi lampirannya;
    • menyusun karya tulis dan mengumpulkan yang sudah ada;


Program BERMUTU                                                            45
 Diseminasi Best Practice

      • menyusun portofolio;
      • membaca buku dan perundang-undangan yang berhubungan
          dengan pendidikan dan kepengawasan;
      • belajar bahasa Inggris dan komputer dengan berbagai variasinya;
      • berkonsultasi dengan orang-orang yang lebih tahu.
      Isi Portofolio:
          • Program pengawasan sesuai persyaratan (selama 2 th/4 th);
          • Laporan hasil pengawasan sesuai persyaratan (selama 2 th/4 th)
            yang berisi laporan supervisi manajerial, akademik, evaluasi
            pendidikan (kinerja kepala sekolah, guru, staf).
      Jenis Berkas yang Dikumpulkan :
          • Curiculum Vitae beserta lampirannya;
         • Hasil penilaian guru, kepala sekolah, dan teman sejawat;
         • Karya tulis hasil penelitian tindakan sekolah (PTS);
        • Portofolio.
      Materi Tes :
        • Psycho test 10%;
        • Tes kompetensi 15 %;
        • CV & kemitraan 10%;
        • Karya tulis unggulan 20%;
        • Program kerja 15 %;
        • Laporan program kerja 15%;
        • Instrumen supervisi 15%.

     Ketika Seleksi
      • Hadir tepat waktu;
      • Menyerahkan berkas-berkas yang disyaratkan;
      • Memahami soal-soal yang disodorkan;
      • Menjawab soal mulai dari yang termudah;
      • Meneliti kembali sebelum berkas jawaban dikumpulkan;
      • Mengikuti seluruh tata tertib dan aturan yang berlaku (baik dalam
         tes akademik maupun non akademik).



     Usai Seleksi
      • Menerima hadiah dari Kota, Propinsi, PGRI Jawa Barat, harian
          Pikiran Rakyat, dan Nasional.
      • Menerima hadiah perjalanan Umroh dari Gubernur Jabar.
      • Studi banding ke Guanxy Normal University Guilin China.
      • Menghadiri berbagai undangan sebagai penyaji materi dalam diklat
          guru, workshop kepala sekolah, maupun in hause training guru-
          guru di persekolahan.


46                                          Panduan Belajar Manajemen
                                            Diseminasi Best Practice




  Gambar 1. Pemberian penghargaan Best Practice pengawas SMP
           berprestasi Tahun 2007 oleh Depdiknas.




  Gambar 2. Studi banding ke Guanxy Normal University Guilin China
            sebagai paket penghargaan Best Practice pengawas SMP
            berprestasi Tahun 2007 oleh Depdiknas.


 Kunci keberhasilan:
 1. Memahami dan melaksanakan peraturan dan perundang-undangan
    yang berlaku.
 2. Melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan
    yang berlaku dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
 3. Mengarsipkan dokumen-dokumen penting.




Program BERMUTU                                                     47
 Diseminasi Best Practice


Lampiran 4
                STRATEGI PENYUSUNAN BEST PRACTICE

Langkah-langkah Pengembangan Strategi Best Practice

           Keunggulan organisasi yang terpelihara secara terus-menerus
     menurut LANCE A. BERGER dan DOROTHI R. BERGER yakni melalui tiga
     strategi pengelolaan SDM (Sumberdaya Manusia). Ketiga strategi tersebut
     adalah:
       1. mengidentifikasi, menyeleksi, dan mengembangkan superkeeper
          (personal yang mampu mengembangkan kinerja unggul, yang
          memberi inspirasi kepada personal lainnya untuk menghasilkan
          kinerja unggul juga);
       2. mendapatkan, mengembangkan dan menempatkan personal yang
          berkualifikasi tinggi pada posisi kunci. Posisi kunci ini sangat penting
          untuk kelangsungan suatu organisasi, tidak boleh kosong pada waktu
          yang lama dan tidak boleh diisi oleh personal yang tidak
          berkualifikasi;
       3. mengalokasikan sumber daya (balas jasa, pelatihan, dan lain-lain)
          kepada para personal berdasarkan realisasi/potensi kontribusi pada
          keunggulan organisasi. Dengan demikian investasi kepada para
          personal berdasarkan urutan kontribusinya dilakukan mulai dari
          superkeeper, berikutnya keeper, lalu solid citizen dan terakhir
          misfit.
           Untuk mengoptimalkan kemampuan dalam mencapai keunggulan
     yang langgeng, organisasi harus memiliki manajemen talenta yang
     proaktif dan memiliki cara yang sistematik untuk melakukan aktifitas-
     aktivitas tersebut.
     Dalam kontek pendidikan strategi yang terkait dengan Best Practice
     adalah:
      1.   mengidentifikasi permaslahan-permasalahan yang            ada    (need
           assesment) di KKG/MGMP dan sekolah yang dikelola;
      2.   menyeleksi dan mengembangkan guru inti (personal yang mampu
           mengembangkan kinerja unggul, yang memberi inspirasi kepada
           personal lainnya untuk menghasilkan kinerja unggul juga) yang
           berperan sebagai motor dalam KKG/MGMP dan sekolah yang
           dikelola;
      3.   menempatkan guru inti (personal yang berkualifikasi tinggi) pada
           posisi kunci. Posisi kunci ini sangat penting untuk keberlangsungan
           KKG/MGMP/sekolah, sehingga tidak boleh kosong pada waktu yang
           lama dan tidak juga diisi oleh guru yang tidak berkualifikasi;
      4.   mengalokasikan sumber daya melalui seminar, In House Training
           (IHT) dan workshop kepada para guru inti serta guru lainnya
           berdasarkan       realisasi/potensi/kontribusi sebagai inpestasi
           refitalisasi gugus;



48                                            Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice


   5.   pembimbingan (coathcing) untuk mempertahankan kinerja guru di
        KKG/MGMP/sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan
        yang akan berdampak pada out put siswa;
   6.   menjalin kemitraan (partnership) dalam melaksanakan kegiatan
        antar KKG/MGMP/sekolah dalam satu gugus dan antar gugus dengan
        pemangku pemberi kebijakan supaya terjadi legalitas yang
        diharapkan;
   7.   berkelanjutan (sustainability), harus membawa perubahan dasar di
        wilayah permasalahan antara lain; legalitas, kebijakan dan sosial
        yang memiliki potensi replikasi, kerangka institusional, efisien,
        transparan, dan sistem manajemen yang akuntabel serta dapat
        membuat lebih efektif terhadap pengembangan SDM dalam
        KKG/MGMP/sekolah;
   8.   kepemimpinan dan pemberdayaan masyarakat (leadership and
        commtopiky improvement):
         a.   kepeminpinan yang mempunyai inspirasi untuk terjadinya
              tindakan dan perubahan;
         b.   sebagai pemberdaya masyarakat KKG/MGMP;
         c.   dapat mempertanggungjawabkan terhadap peningkatan mutu;
         d.   dapat mentransfer perkembangan pengetahuan lebih lanjut;
         e.   tepat bagi kondisi dan situasi sekolah sesuai dengan tingkatan;
         f.   pihak lain dapat belajar dari inisiatif serta cara yang
              digunakan untuk membagi dan mentransfer pengetahuan juga
              keterampilan sehingga dapat dipelajari dan diterapkan.
   9.   menciptakan iklim yang kondusif di lingkungan KKG/MGMP gugus
        (kondisi lingkungan kerja yang nyaman);
   10. meningkatkan perhatian kinerja para guru di KKG/MGMP dengan
       keterlibatan langsung agar berkesinambungan untuk mencapai
       sasaran-sasaran yang diharapkan keberhasilannya;
   11. mengubah pola pikir/cara pandang (mind set) dalam menerima
       segala bentuk perubahan yang terjadi;
   12. memberikan penghargaan (reward) bagi guru yang berkompeten,
       mempunyai komitmen dan tingkat konsisten yang tinggi, serta
       penuh akuntabilitas dalam melaksanakan tugas, juga memberi
       sanksi (punishment) bagi guru yang tidak kompeten, tidak
       mempunyai komitmen, tingkat konsistensinya rendah, dan tidak
       akuntabel;
   13. Senantiasa memperhatikan kesejahteraan personal (guru).




Program BERMUTU                                                           49
 Diseminasi Best Practice

           Model pendekatan yang disampaikan di sini disebut Best Practice
     (praktik terbaik) yang dikemukakan oleh Boven dan Morohashi (2002)
     dalam Panduan Penulisan Best Practice. Menurutnya praktik terbaik
     merupakan suatu ide/langkah-langkah baru yang memberikan kontribusi
     luar biasa, berkesinambungan, dan inovatif dalam memperbaiki terhadap
     pengembangan proses dan kualitas sekolah. Dengan demikian ’’Praktik
     Terbaik‘’ juga merupakan refleksi akumulasi tingkat kompetensi tenaga
     kependidikan, dalam merespon tuntutan perubahan lingkungan dan
     dinamika permasalahan yang dihadapi sekolah di abad globalisasi ini.




50                                        Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice



Lampiran 5
                                 SEMINAR


Pengertian
       Suatu pertemuan ilmiah yang membahas suatu masalah tertentu dengan
prasaran dan tanggapan melalui diskusi untuk memperoleh keputusan bersama
mengenai masalah tersebut adalah seminar. Masalah yang dibahas dalam
pertemuan itu mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan terfokus. Misalnya :
Seminar tentang: “Upaya Meningkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi
Akademik”, “Bunga Pustaka, Walking Book, Eksplorasi dan Kolaborasi sebagai
Wahana Membuka Jendela Dunia”.
        Seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk memperoleh solusi
tentang masalah yang diseminarkan. Oleh karena itu peserta seminar adalah
orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut. Jika hal yang dibahas
adalah masalah kinerja guru, peserta seminar adalah orang-orang yang
berkecimpung dalam bidang pendidikan. Karena kinerja guru dan supervisi
akademik adalah masalah yang ada pada dunia pendidikan. Akan sangat kurang
bermanfaat jika masalah tersebut dihadiri/dibahas oleh para pelaut maupun
petani.
       Meskipun masalah yang dibahas tentang masalah-masalah sosial, seminar
merupakan pembahasan ilmiah yang bertujuan mencari pemecahan. Dengan
demikian seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan rekmendasi.
       Karena seminar yang sedang dibahas sebagai salah satu diseminasi Best
Practice maka yang disebarluaskan adalah bagaimana solusi yang telah
dipraktikkan oleh pembicara/pembawa kertas kerja. Penulis kertas kerja
berperan sebagi narasumber. Dalam presentasi, narasumber menjelaskan
parmasalahan apa yang dihadapi, siapa yang terlibat, mengapa masalah
tersebut muncul, strategi apa yang digunakan, bagaimana mengatasinya, dan
bagaimana keberhasilan itu dapat diimbaskan kepada peserta seminar.
Sehingga dalam seminar ini bukan mencari solusi, melainkan menjelaskan
pengalamannya kepada peserta seminar. Dalam diskusi/tanya jawab, bukan
kesepakatan akhir yang harus diperoleh melainkan penjelasan narasumber,
contoh-contoh, dan argumentasi yang mendukung Best Practice tersebut.
Dengan penjelasan, contoh, dan argumentasi yang pernah dialami diharapkan
peserta seminar dapat memahami isi kertas kerja dan selanjutnya akan
termotivasi untuk mencoba lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi setiap
permasalahan yang dihadapi di sekolahnya dengan metode ilmiah.




  Program BERMUTU                                                         51
 Diseminasi Best Practice

Penyelenggaraan Seminar
       Seminar yang baik perlu dipersiapkan dengan baik, dengan langkah-
langkah sebagai berikut.
• Persiapan Seminar
           Hal penting yang yang harus ditentukan adalah topik masalah dan
     tujuan. Tema hendaknya dipilih yang menarik perhatian para peserta yaitu
     masalah-masalah yang penting dan hangat untuk dibahas (current isues).
     Penentuan waktu sebaiknya dikaitkan dengan hari-hari besar/peristiwa
     nasional/peristiwa penting. Misalnya: yang berkaitan dengan hari
     pendidikan nasional; hari guru; hari-hari pertemuan organisasi K3S, MKS,
     KKPS, MKPS, APSI, dan lain-lain. Waktu/hari/tanggal (titimangsa)
     pelaksanaan hendaknya dipertimbangkan yang sekiranya para peserta
     dapat hadir. Sedangkan mengenai tempat, piihlah tempat yang strategis
     (mudah dijangkau, cukup tempat parkir, kapasitas ruangan, dan lain-lain).
     Fasilitas lain yang perlu dipersiapkan adalah: tempat duduk yang memadai;
     sirkulasi udara dan cahaya yang masuk ruangan cukup; alat peraga (audio
     visual); listrik; serta penataan interior yang nyaman. Hal lain yang amat
     penting adalah publikasi. Publikasi kepada masyarakat/calon peserta
     seminar perlu menginformasikan mengenai: tujuan seminar; tema atau
     topik yang akan dibahas; pendaftaran dan persyaratan peserta; serta
     narasumber dalam seminar tersebut.
• Pelaksanaan Seminar
         Seminar dilaksanakan oleh panitia, moderator, narasumber, dan
     peserta. Masing-masing mempunyai peran yang satu sama lain saling
     berkaitan/sinergis dalam mewujudkan keberhasilan seminar.


     Peranan Panitia
          Panitai seminar setidaknya terdiri atas: ketua, sekretaris, dan
     bendahara. Namun untuk hal tertentu dapat ditambah dengan beberapa
     bagian (akomodasi, konsumsi, dokumentasi, dan lain-lain). Tugas panitia
     adalah mempersiapkan segala keperluan seminar mulai dari penentuan
     topik, waktu, tempat, narasumber, peserta, pendanaan, konsumsi,
     sertifikat, dan perizinan).


     Peranan Moderator
          Meskipun persiapan telah dilakukan dengan baik, tidak menjamin
     bahwa seminar dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Karena
     keberhasilan sangat ditentukan oleh para fungsionaris dan peserta seminar.
     Sebagai fungsionaris, pimpinan/moderator seminar sangat penting
     peranannya. Ia mewarnai seluruh situasi seminar. Oleh karena itu,
     diperlukan moderator yang baik dengan kriteria: (1) Mampu berpikir jelas
     dan cepat. Jelas maksudnya agar ide dan gagasannya mudah dipahami
     orang lain, sedangkan cepat artinya mampu mengikuti cara berpikir para
     peserta yang beraneka ragam; (2) Bersikap luwes. Artinya, ia harus mampu
     mengutarakan pikirannya secara jelas dengan bahasa yang lancar serta
     mampu berkomunkasi dengan para peserta; (3) Mempunyai kemampuan
     dan kesanggupan menganalisis. Ia harus mampu menganalisis masalah,

52                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                Diseminasi Best Practice


 mampu menganalisis pendapat para peserta yang akhirnya sampai pada
 kesimpulan; (4) Berpandangan obyektif. Tidak memihak dan obyektif
 terhadap permasalahan. Ia harus yakin bahwa setiap tanggapan
 memperoleh perhatian dari seluruh paserta lainnya; (5) Tidak
 berprasangka. Terutama dalam menarik titik temu bagi pihak yang
 bertentangan; (6) Sabar. Ia harus dapat menahan emosi jika terjadi
 kendala dalam proses pembicaraan; (7) Cerdik dalam menangani masalah
 yang timbul pada peserta, tanpa menyinggung perasaan salah seorang
 peserta; (8) Mempunyai keseimbangan dan pengendalian diri. Tidak
 menonjolkan diri, tidak mendominasi pembicaraan, dan tidak berlebihan;
 (9) Mempunyai rasa humor. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi
 ketegangan, sehingga para peserta bebas mengemukakan pendapat.


 Peranan Sekretaris
      Tidak kalah pentingnya dengan moderator, sekretaris pun memegang
 peranan penting. Adapun tugas sekretaris adalah: mencatat proses atau
 prosedur selama seminar berlangsung; membantu moderator dalam
 menyimpulkan dan merumuskan hasil seminar; mencatat simpulan/hasil
 seminar yang dicapai.


 Peranan Peserta
      Selain pada fungsionaris, dinamika dan aktivitas seminar terletak
 pada para peserta. Peran dan tugas peserta sangat menentukan berhasil
 tidaknya sebuah seminar. Oleh karena itu, untuk menjadi peserta seminar
 yang baik hendaknya: (1) Menguasai masalah yang diseminarkan. Hal ini
 dapat diperoleh melalui mempelajari buku-buku sumber maupun hasil
 kreativitas dan inovasi yang pernah dialami. Menguasai masalah berarti
 mempunyai bahan dalam pembicaraan; (2) Menyimak pembicaraan dengan
 penuh perhatian; (3) Menunjukkan sikap simpati dan empati yang tinggi; (4)
 Terampil menangkap gagasan utama pembicaraan dan gagasan penunjang;
 (5) Dapat mengajukan usul maupun persuasi; (6) Dapat meminta pendapat
 dan informasi sebanyak mungkin; (7) Dapat meminta pendapat dan
 argumen pendapat seseorang; (8) Jika mengajukan penolakan hendaknya
 ditunjang dengan argumen yang kuat dan mampu mengemukakan contoh-
 contoh konkret; (9) Ikut menyimpulkan pembicaraan.


 Peranan Narasumber
      Narasumber adalah pembicara utama dalam seminar. Ia harus
 mempersiapkan kertas kerja atau makalah berupa pandangan umum
 tentang tema yang akan dibahas. Dalam kertas kerjanya narasumber harus
 mampu mengungkapkan permasalahan dengan alternatif pemecahan yang
 sudah    dilaksanakan,   lengkap    dengan    argumentasi   yang    bisa
 dipertanggungjawabkan beserta contoh-contoh konkret dan bukti nyata.
 Dengan adanya argumen tersebut narasumber dapat membuktikan
 kebenaran pendapat/pengalamannya yang sangat mendukung dalam
 meyakinkan para peserta seminar. Data, fakta, dan informasi yang
 diperlukan dalam argumentasi dapat diperoleh melalui observasi,
 penelitian, dan bibliografi (studi pustaka) yang telah terbukti. Peserta

Program BERMUTU                                                        53
    Diseminasi Best Practice

       akan lebih simpatik apabila contoh dan bukti-bukti itu dilengkapi dengan
       data-data nyata. Kertas kerja/makalah tersebut hendaknya dibagikan
       kepada peserta sebelum seminar dimulai yaitu pada waktu pendaftaran
       peserta.
       Berikut ini disajikan contoh kerangka kertas kerja:
       1) Judul
       2) Identitas Penulis
       3) Abstraksi
       4) Tema
       5) Latar Belakang
       6) Permasalahan
       7) Solusi-Bukti-Alasan-Contoh-Fakta-Data
       8) Kesimpulan dan Saran
            Penyampaian pandangan umum dilakukan pada sidang pleno. Segera
       setelah   sidang   pleno   berakhir,   dilanjutkan   dengan      tanya
       jawab/pembahasan/diskusi. Moderator dengan bantuan sekretaris atau tim
       perumus menyusun rumusan hasil seminar dan melaporkan kepada sidang
       untuk mendapat pengakuan/keabsahan.
            Dalam diseminasi Best Practice dikenal dengan sebutan seminar
       institusi. Seminar ini bertujuan untuk mengkomunikasikan dan
       mendiskusikan hasil penelitian tindakan atau pengalaman terbaik yang
       telah dilakukan dan masalah-masalah yang akan diteliti/dilakukan pada
       masa berikutnya. Dalam seminar tersebut peserta dapat tukar-menukar
       hasil penelitian, studi, tindakan, ide, pengalaman, dan saling membantu
       dalam pemecahan masalah. Dengan demikian antara penelitian dan
       seminar merupakan suatu siklus yang tidak bisa dipisahkan. Karena
       penelitian mendorong adanya seminar, dan seminar mendorong adanya
       penelitian-penelitian berikutnya.
       Secara garis besar seminar diseminasi Best Practice bertujuan:
       1. saling memberikan andil penemuan yang diperoleh dari penelitian
          institusi, yang mengaitkan dengan pembinaan dan pengembangan
          institusi;
       2. melalui pertukaran pengalaman, mengidentifikasi masalah-masalah
          kelembagaan, mengkajinya dalam penelitian dan pengembangan
          institusi berikutnya;
       3. mengembangkan rencana dan metodologi penelitian institusional baru,
          yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang terjadi pada
          masing-masing institusi (sekolah);
       4. mempertimbangkan cara-cara dan rekomendasi yang dapat dijadikan
          masukan bagi usaha pembinaan dan pengembangan.
•    Pasca Seminar
    Setelah seminar institusi selesai, panitia diwajibkan membuat laporan
keputusan seminar. Laporan tersebut dapat disusun dengan menggunakan salah
satu contoh format laporan sebagai berikut.

54                                               Panduan Belajar Manajemen
                                                  Diseminasi Best Practice




                               LAPORAN HASIL SEMINAR


       Judul Seminar                       ....
       Tema Seminar                        ....
       Tujuan Seminar                      ....
       Topik Masalah                       ....
       Narasumber                          ....
       Waktu Penyelenggaraan               ....
       Penyelenggara                       ....
       Panitia a. Ketua                    ....
               b. Sekretaris               ....
               c. Bendahara
                                           ....
       Jumlah Peserta                      ....
       Jadwal Acara (lampirkan)            ....
       Sumber dan Penggunan Biaya          ....
       Hasil/simpulan dan Rekomendasi      ....
       (lampirkan semua makalah dan
       samputan penting)


                                            Tempat, tanggal ....
      Mengetahui
     Ketua Panitia                                  Sekretaris


    ---------------------                   -----------------------




Program BERMUTU                                                          55
 Diseminasi Best Practice


Lampiran 6
                                PENILAIAN


Bentuk: Non Tes
Jenis: Penugasan
      a) Perhatikan gambar berikut, selanjutnya berilah komentar sesuai
         permintaan!




             Gambar 3. Narasumber sedang menyajikan      materi dalam
                       seminar pendidikan




            Gambar 4. Jumlah peserta seminar sekitar 700 orang




             Gambar 5. Peserta seminar sekitar 30 orang dengan posisi duduk
                       yang berbeda




56                                          Panduan Belajar Manajemen
                                                  Diseminasi Best Practice


          (1) Berdasarkan Gambar 3, benarkah narasumber menyajikan
              materi dengan berdiri atau berjalan di ruangan seminar?
              Berikan alasan Saudara!
          (2) Berdasarkan Gambar 4. Bagaimana mempersiapkan seminar
              dengna jumlah peserta 700 orang?
          (3) Jelaskan perbedan antara Gambar 4 dan Gambar 5 dilihat
              dari segi keefektifan seminar!

                                   Lembar jawaban
                     Komentar tentang             Komentar tentang
                        Gambar 4                     Gambar 5
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....
              ....                         ....




   b) Identifikasi permasalahan yang Saudara hadapi di sekolah selama
      bulan ini baik yang berhubungan dengan SDM (guru, staf, komite),
      peserta     didik,  sarana/prasarana,  kurikulum,   pembiayaan,
      pengelolaan sekolah, maupun proses dan penilaian proses belajar
      mengajar. Selanjutnya kelompokkan menurut kepentingannya, dan
      cobalah berikan alternatif pemecahan masalah tersebut sesuai
      dengan keyakinan Saudara bahwa teknik tersebut adalah yang paling
      efektif.


   c)
          Komponen          Permasalahan      Tingkat          Alternatif
                                            Kepentingan          Solusi
        Kurikulum           ....           ....              ....
        Proses              ....           ....              ....
        Pembelajaran
        Kompetensi          ....           ....              ....
        Lulusan

Program BERMUTU                                                          57
 Diseminasi Best Practice


          Pendidik dan        ....              ....             ....
          Tenaga
          Kependidikan
          Sarana/Prasarana ....                 ....             ....
          Pengelolaan         ....              ....             ....
          Pembiayaan          ....              ....             ....
          Penilaian PBM       ....              ....             ....


      d) Pilihlah salah satu masalah terpenting (krusial) yang telah Saudara
         identifikasi. Tentukan pula alternatif solusi yang telah Saudara pilih.
         Selanjutnya buatlah rencana implemtasi sesuai dengan langkah-
         langkah yang mantap. Tentukan waktu dan tempat, dan lakukanlah.
         Amati dan buatlah catatan-catatn kemajuan selama pelaksanaan
         berlangsung. Bagaimana kondis awal, perubahan yang terjadi, dan
         hasil akhir.
      e) Buatlah laporan hasil pelaksanaan pemecahan masalah yang telah
         Saudara lakukan dalam bentuk kertas kerja.
      f) Seminarkan kertas kerja tersebut dan Saudara berperan sebagai
         narasumber
      g) Lakukan hal (e) secara bergiliran dalam forum MKS/MKPS
                                 Selamat Mencoba !




58                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                        Diseminasi Best Practice



REFLEKSI
A. Pertanyan
   Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
   1. Apa yang Saudara rasakan setelah mengikuti seminar, baik yang
      berperan sebagai panitia (ketua, sekretaris, bendahara); narasumber
      dan moderator; serta anggota? Mengapa demikian, jelaskan!
   2. Ungkapkan kesan dan pesan Saudara dalam tulisan di selembar kertas,
      kumpulkan dan rangkum ke dalam sebuah rubrik.
   3. Manfaat apa yang Saudara peroleh dari seminar tersebut?
   4. Apa dampak positif bagi Saudara?
   5. Bagaimana renccana Saudara ke depan, berkaitan dengan seminar
      tersebut?
B. Dampak
      Dampak positif dari terselenggaranya seminar diseminasi Best Practice
   memungkinkan berbagai hal diantaranya:
   •       meningkatkan wawasan, pemahaman, dan profesionalisme panitia,
           narasumber, moderator, dan peserta seminar dalam mengelola
           pendidikan;
   •       meningkatkan inovasi dan kreativitas panitia, narasumber, moderator,
           dan peserta seminar dalam menangani permasalahan yang terjadi di
           sekolahnya;
   •       memotivasi peserta untuk mendesiminasikan Best Practice-nya dalam
           seminar-seminar maupun forum lainnya.
C. Kegiatan Keberlanjutan
  1. Lombakanlah menulis makalah Best Practice dalam forum MKS/MKPS
     dengan persyaratan:
       •     Peserta berstatus sebagai kepala sekolah atau pengawas;
       •     Naskah ditulis berdasarkan Best Practice di sekolah/MGMP/KKG
             binaan masing-masing;
       •     Naskah asli, sebagai pengalaman langsung sesuai dengan masalah
             urgen yang dihadapi;
       •     Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar, dan komunikatif;
       •     Panjang naskah maksimal 10 halaman termasuk bibliografi mutakhir;
       •     Ukuran kertas: A4;
       •     Font teks: Times New Roman:12;
       •     Margin : 4 cm (kiri dan atas), 3 cm (kanan dan bawah);
       •     Spasi: 1 spasi.




  Program BERMUTU                                                                59
 Diseminasi Best Practice

     2. Seminarkan seluruh makalah peserta terbaik, selanjutnya dari hasil
        seminar tersebut ditentukan urutan pemenang dengan memperhatikan
        kriteria penulisan karya tulis ilmiah dan teknik presentasi.
     3. Libatkan kelompok independent untuk menjadi dewan juri dalam
        penilaian karya tulis dan seminar tersebut.




60                                          Panduan Belajar Manajemen
                                                 Diseminasi Best Practice



  GLOSARIUM
    (Daftar kata atau istilah dengan penjelasannya dalam bidang tertentu)


 Analisis data          : penelaahan (pemeriksaan) dan penguraian data
                          hingga menghasilkan simpulan.

 Analisis deskriptif    : penguraian data secara deskripsi; deskripsi:
 (kualitatif atau         pemaparan atau penggambaran dengan kata-
 kuantitatif)             kata secara jelas dan terperinci. kuantitatif:
                          berdasarkan jumlah atau banyaknya; kualitatif:
                          berdasarkan kualitas, biasanya diungkapkan
                          dengan kata-kata, istilah atau kalimat: baik,
                          buruk, kurang, sebagian besar, dsb. Contoh:
                          data kualitatif dari hasil observasi pembelajaran
                          dalam PTK: sebagian besar siswa masih belum
                          memahami penjelasan guru; guru masih terlalu
                          banyak bicara sehingga siswa menjadi tidak
                          aktif, dst.

 Bahan ajar             : adalah informasi ringkas dalam bentuk narasi
                          atau PowerPoint yang dimuat atau dilampirkan
                          dalam Bahan Belajar Mandiri (BBM) yang
                          gunakan secara langsung dalam kegiatan belajar
                          (tatap   muka)    untuk    memahami      topik
                          pembelajaran.

 BERMUTU (Program)      : Better     Education     through   Reformed
                          Management and Universal Teacher Upgrading
                          atau peningkatan mutu pendidikan melalui
                          peningkatan kompetensi dan kinerja guru atau
                          suatu program digagas oleh Ditjen PMPTK,
                          Ditjen DIKTI, Balitbang Depdiknas dengan
                          dukungan pendanaan dari Pemerintah Belanda
                          (melalui Dutch Trust Fund) dan Bank Dunia
                          (pinjaman lunak melalui IDA Credit dan IBRD
                          Loan), serta dana pendampingan yang berasal
                          dari Pemerintah Pusat dan Daerah.

 Buku kerja guru        : adalah buku yang berisi rekaman kegiatan, hasil
                          dan kemajuan yang dicapai oleh guru, serta
                          kendala dalam mengikuti kegiatan Program
                          BERMUTU. Buku ini menjadi portofolio atau
                          salah satu bagian dari portofolio yang disusun
                          oleh guru.

 Case Study (Studi Kasus): rangkuman       pengalaman       pembelajaran
                           (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh
                           seorang guru/dosen dalam praktik pembelajaran
                           mereka di kelas yang dapat memberikan contoh


Program BERMUTU                                                          61
 Diseminasi Best Practice

                             nyata tentang masalah-masalah yang dihadapi
                             oleh guru pada saat mereka melaksanakan
                             pembelajaran

     Catatan anekdotal      : catatan-catatan singkat tentang kejadian-
                              kejadian yang menarik dari observasi proses
                              pembelajaran, yang akan digunakan untuk
                              melengkapi data PTK.

     Anekdot                : cerita singkat yang menarik karena lucu dan
                              mengesankan, biasanya mengenai orang penting
                              atau terkenal berdasarkan kejadian yang
                              sebenarnya.

     CLCC                   : Creating Learning Community for Children,
                              suatu program peningkatan mutu pendidikan
                              dasar atas kerjasama Depdiknas dengan UNICEF
                              dan UNESCO.

     DBE                    : Decentralized Basic Education, suatu program
                              peningkatan mutu pendidikan dasar atas
                              kerjasama Depdiknas dengan USAID (Lembaga
                              Bantuan Luar Negeri Pemerintah Amerika
                              Serikat)

     Ditbindiklat           : Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Latihan;
                              salah satu direktorat yang ada di bawah naungan
                              Direkrorat Jenderal PMPTK – Depdiknas.

     Diskusi kelompok kecil : Diskusi yang dilakukan oleh 2 - 3 orang guru
     atau berpasangan         untuk saling mengemukakan dan memberi
                              masukan atau membahas hasil kerja masing-
                              masing.

     Diskusi refleksi       : diksusi yang dilakukan dalam rangka membahas
                              proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran
                              berdasarkan hasil pengamatan para observer.
                              Diskusi dilakukan secara formal, yang bertugas
                              memimpin diskusi (moderator), notulis, refleksi
                              dari guru model dan komentar dari para
                              observer.

     Guru Inti              : guru terpilih yang telah dilatih untuk menjadi
                              pemandu atau fasilitator bagi guru-guru yang
                              lain dalam kegiatan di MGMP di wilayahnya.

     Pemandu                : yakni guru, kepala sekolah, pengawas,
                              widyaiswara,     atau    dosen     yang karena
                              kompetensinya       menjadi     pemandu   atau
                              fasilitator dalam kegiatan di KKG.

     Hipotesis              : jawaban sementara atau dugaan terhadap
                              masalah yang diteliti yang secara teoritis

62                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                Diseminasi Best Practice


                       dianggap paling mungkin dan paling tinggi
                       tingkat keberhasilannya.

 Hipotesis tindakan   : adalah dugaan mengenai perubahan yang
                        mungkin terjadi jika suatu tindakan dilakukan.

 Hand out             : informasi tertulis (cetak) yang diberikan kepada
                        peserta pendidikan atau pelatihan yang berisi
                        ringkasan materi atau latihan-latihan.

 Indikator            : tanda-tanda yang dapat memberikan (menjadi)
                        petunjuk atau keterangan tentang ketercapaian
                        tujuan pembelajaran.

 Interpretasi         : penafsiran berdasarkan pendapat/pandangan
                        teoritis tertentu tehadap sesuatu data atau hasil
                        analisis data.

 Kajian pengajaran    : kegiatan mencermati proses atau kegiatan
                        belajar mengajar untuk menganalisis aspek-
                        aspek kurikulum, materi ajar, dan praktik
                        pembelajarannya.

 Kajian pustaka       : bagian dari proposal dan laporan penelitian yang
                        berisi landasan teori yang digunakan untuk
                        menyusun hipotesis tindakan dan pemecahan
                        masalah dalam penelitian. Kajian pustaka
                        disusun melalui kegiatan membaca, menelaah
                        dan merujuk konsep-konsep yang terkait dengan
                        tema penelitian dari buku teks, majalah ilmiah,
                        hasil penelitian, hasil survai, informasi di media
                        masa, CD/VCD atau pengalaman praktis
                        peneliti/penulis.

 KKG                  : Kelompok Kerja Guru, adalah suatu organisasi
                        profesi guru non yang bersifat struktural yang
                        dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Dasar, di
                        suatu wilayah atau gugus sekolah sebagai
                        wahana untuk saling bertukaran pengalaman
                        guna meningkatkan kemampuan guru dan
                        memperbaiki kualitas pembelajaran.

 Klarifikasi          : penjernihan, penjelasan dan pengembalian
                        kepada apa yang sebenarnya terjadi dalam
                        proses pembelajaran yang diamati.

 Kolaboratif          : kegiatan yang bersifat kerjasama antara guru
                        dan guru, atau guru dengan pihak-pihak lain,
                        seperti dengan dosen,        kepala sekolah,
                        pengawas, widyaiswara, atau pejabat dinas
                        pendidikan.




Program BERMUTU                                                         63
 Diseminasi Best Practice


     Kompetensi             : (competence=cakap, berkuasa memutuskan,
                              atau berwewenang); kemampuan guru untuk
                              melaksanakan      tugas    pembelajaran    dan
                              pendidikan. Kompetensi dapat pula diartikan
                              sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-
                              nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan
                              berpikir dan bertindak.

     Komunitas belajar      : adalah suatu komunitas di lingkungan sekolah
     (learning community)     yang di dalamnya berlangsung proses saling
                              belajar membelajarkan antara siswa dengan
                              siswa, antara guru dengan siswa, antara guru
                              dengan guru, antara guru dengan kepala
                              sekolah, dan antara sivitas sekolah dengan
                              masyarakat.

     Lesson Study           : Lesson    Study    merupakan     suatu    model
                              pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian
                              pembelajaran      secara     kolaboratif    dan
                              berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegialitas
                              dan mutual learning untuk membangun learning
                              community.     Lesson    Study    di   Indonesia
                              dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: Plan
                              (merencanakan         pembelajaran),         Do
                              (melaksanakan yang diobservasi), dan See
                              (merefleksikan berdasarkan hasil observasi)

     LKS                    : Lembar Kerja Siswa; suatu Bahan Belajar
                              Mandiri (BBM) yang berisi petunjuk kerja, tugas-
                              tugas atau pertanyaan yang harus dikerjakan
                              siswa.

     MBE                    : Managing Basic Education, suatu program
                              peningkatan mutu pendidikan dasar atas
                              kerjasama Depdiknas dengan USAID dan RTI.

     Metode pembelajaran    : cara yang digunakan untuk mencapai tujuan
                              pembelajaran berdasarkan pendekatan yang
                              telah ditentukan.

     MGMP                   : Musyawah Guru Mata Pelajaran, awalnya disebut
                              Musyawarah Guru Bidang Studi, adalah suatu
                              organisasi profesi guru yang bersifat non
                              struktural yang dibentuk oleh guru-guru di
                              Sekolah Menengah (SLTP atau SLTA) di suatu
                              wilayah sebagai wahana untuk saling bertukaran
                              pengalaman guna meningkatkan kemampuan
                              guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.

     Bahan Belajar Mandiri : Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru pemandu
     (BBM) Generik (umum) atau guru secara umum dalam Program
                             BERMUTU yang digunakan untuk semua jenjang


64                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                   Diseminasi Best Practice


                          (SD dan SMP) dan semua bidang studi. Isi modul
                          generik adalah tuntunan tahapan belajar untuk
                          latihan   melaksanakan    tahapan   perbaikan
                          pembelajaran.

 Bahan Belajar Mandiri : Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru pemandu
 (BBM) Bidang Studi      atau guru secara umum dalam Program
 (Tematik, Matematika, BERMUTU yang digunakan untuk bidang studi
 IPA, IPS, Bahasa        dan jenjang tertentu. Isi modul generik adalah
 Indonesia, dan Bahasa   tuntunan tahapan belajar melaksanakan tahapan
 Inggris)                perbaikan pembelajaran.

 Narasi/naratif          : pengisahan suatu cerita atau kejadian dalam
                           proses atau kegiatan belajar mengajar. Narasi
                           dapat juga diartikan sebagai deskripsi suatu
                           kejadian atau peristiwa; naratif: bersifat narasi.

 NTT PEP                 : Nusa Tenggara Timur Primary Education
                           Partnership, suatu program kerjasama antara
                           Pemerintah NTT dengan AUSAID dalam
                           peningkatan mutu pendidikan dasar.

 Observasi pembelajaran : kegiatan mengamati proses atau kegiatan
                          pembelajaran (belajar-mengajar) mulai dari
                          pelajaran dibuka sampai diakhir oleh guru.
                          Dalam konteks umum, termasuk dalam Program
                          BERMUTU, observasi pembelajaran difokuskan
                          pada semua aspeks yang terkait dengan
                          pembelajaran mulai dari langkah-langkah guru,
                          kegiatan siswa, sarana/media, sampai pada
                          proses belajar mengajar secara keseluruhan.
                          Namun, dalam konteks Lesson Study observasi
                          pembelajaran lebih difokuskan pada aktivitas
                          belajar siswa.

 Open class              : kegiatan membuka kelas atau pelajaran untuk
                           diamati oleh para observer (guru, dosen, kepala
                           sekolah, pengawas sekolah, pimpinan dinas
                           pendidikan, maupun masyarakat umum), yang
                           kemudian dilanjutkan dengan kegiatan diskusi
                           refleksi.

 Paket Pembelajaran      : adalah suatu kesatuan bahan ajar bagi guru
 BERMUTU                   pada kegiatan KKG/MGMP dalam Program
                           BERMUTU yang berisi: Bahan Belajar Mandiri
                           (BBM) Generik dan Bahan Belajar Mandiri (BBM)
                           per Bidang Studi.

 Bahan Belajar Mandiri   : adalah Bahan Belajar Mandiri (BBM) bagi guru
 (BBM) Generik             pada kegiatan KKG/MGMP dalam Program
                           BERMUTU, yang berisi panduan untuk berlatih
                           melaksanakan upaya peningkatan pembelajaran
                           melalui pendekatan PTK, Lesson Study dan Case

Program BERMUTU                                                            65
 Diseminasi Best Practice

                             Study, yang diperuntukan bagi pemandu dan
                             guru anggota

     Pemandu                : adalah guru, kepala sekolah, pengawas sekolah,
                              widyaiswara, atau dosen yang bertindak sebagai
                              fasilitator dalam kegiatan belajar Model
                              BERMUTU di KKG/MGMP.

     Pemaparan data         : merupakan suatu proses atau upaya untuk
                              menampilkan data secara jelas dan mudah
                              dipahami dalam bentuk paparan naratif, tabel,
                              grafik, atau perwujudan lainnya yang dapat
                              memberikan gambaran jelas tentang proses dan
                              hasil tindakan yang dilakukan.

     Pembelajaran           : proses, cara, perbuatan menjadikan orang
                              belajar. Istilah pembelajaran lebih banyak
                              dipakai berkaitan dengan pendangan/filosofi
                              konstruktivistik dalam sistem pendidikan di
                              Indonesia, yang intinya dalam kegiatan belajar
                              mengajar guru harus menempatkan siswa
                              sebagai subyek dalam belajar. Artinya guru
                              harus mengkondisikan dan mendorong siswa agar
                              dapat belajar sesuatu dengan fasilitas yang
                              telah disiapkan. Dalam konteks ini tidak tepat
                              lagi menggunakan istilah ”guru mengajar siswa”
                              tetapi ”guru membelajarkan siswa”.

     Pendekatan             : ide yang mendasari proses pembentukan atau
     pembelajaran             pengembangan     pengetahuan   siswa   untuk
                              mencapai sasaran pembelajaran/pendidikan

     Pleno                  : suatu forum yang diikuti oleh semua peserta
                              kegiatan.

     PMPTK                  : Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
                              Kependidikan; salah satu Direktorat Jenderal di
                              Depdiknas yang bertanggung jawab pada upaya
                              peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
                              (kepala sekolah, pengawas dan tenaga
                              adminstrasi)

     Portofolio             : kumpulan hasil karya atau latihan yang
                              dilakukan oleh guru dalam mengikuti kegiatan
                              Program BERMUTU. Dari portofolio dapat diikuti
                              perkembangan atau kemajuan seorang guru
                              dalam mengerjakan kegiatan atau latihan.


     Profesionalisme guru   : adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang
                              merupakan ciri profesi guru atau guru yang
                              profesional. Profesi adalah pekerjaan atau


66                                           Panduan Belajar Manajemen
                                                 Diseminasi Best Practice


                         kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan
                         menjadi sumber penghasilan kehidupan yang
                         memerlukan    keahlian,   kemahiran,   atau
                         kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
                         norma tertentu serta memerlukan pendidikan
                         tertentu. Guru yang profesional = guru yang
                         bermutu/berkualitas.

 Proposal               : usulan kegiatan/program, atau penelitian (PTK)

 PTK                    : Penelitian Tindakan Kelas, adalah penelitian
                          reflektif yang dilaksanakan secara siklis
                          (berdaur) oleh guru atau dosen. PTK dimulai
                          dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan,
                          refleksi. Jika hasil refleksi menuntut adanya
                          tindak lanjut maka penelitian dimulai dari
                          pencanaan lagi.

 PTK Model BERMUTU      : suatu kegiatan perbaikan kualitas pembelajaran
                          dengan menggunakan pendekatan PTK, Lesson
                          Study dan Case Study melalui kegiatan KKG atau
                          MGMP.

 Rambu-rambu diskusi    : aturan-aturan umum yang harus diikuti agar
 refleksi                 kegiatan diskusi refleksi berjalan interaktif,
                          efesien dan mencapai hasil yang diharapkan.

 Rambu-rambu observasi : aturan-aturan umum yang harus diikuti agar
                         kegiatan observasi berjalan lancar tanpa
                         mengganggu     proses   pembelajaran   dan
                         memperoleh data atau hasil observasi.

 Refleksi (dalam PTK)   : merupakan kegiatan analisis –sintesis (mengurai,
                          mengkaitkan, membandingkan dengan teori dan
                          pengalaman), interpretasi dan eksplanasi
                          (penjelasan) terhadap semua informasi yang
                          diperoleh    dari    pelaksanaan       tindakan.
                          Refleksi=cerminan atau pantulan.

 Refleksi diri          : kegiatan untuk merenungkan kegiatan-kegiatan
                          yang dilakukan dan peningkatan atau kemajuan
                          yang dicapai oleh seseorang setelah mengikuti
                          tahapan kegiatan belajar.

 Rekomendasi            : saran yang menganjurkan dan menguatkan untuk
                          dilakukan.

 Rencana tindakan       : adalah tahapan PTK dimana guru menyusun
                          rencana pembelajaran (RPP dan perangkatnya)
                          dengan    mempertimbangkan      pendekatan,
                          metode, strategi, materi, dan media untuk
                          memperbaiki   kualitas   proses  dan   hasil


Program BERMUTU                                                         67
 Diseminasi Best Practice

                             pembelajaran.

     RPP                    : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, suatu
                              panduan yang berisi rencana langkah-langkah
                              pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru
                              bersama siswa.

     Ruang lingkup          : luasnya subyek yang tercakup dalam kajian atau
                              penelitian (PTK).

     SEQIP                  : Science Education Quality Improvement Project,
                              statu program untuk meningkatkan kualitas
                              pendidikan sains di Sekolah Dasar yang
                              dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar
                              dengan bantuan teknis dari Pemerintah Jerman.

     Skenario pembelajaran : tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan
                             strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru.

     Strategi pembelajaran : usaha untuk mendayagunakan metode-metode
                             pembelajaran yang telah dipilih untuk mencapai
                             target pembelajaran secara efektif

     Subyek penelitian      : adalah siswa dalam satu kelas yang akan
                              diperbaiki kualitas pembelajarannya.

     Sumber belajar         : semua bahan (cetak/tulis, softdocument, video,
                              kaset, dsb.) yang dapat digunakan sebagai
                              sumber    informasi    atau     sarana  untuk
                              mempelejari sesuatu konsep oleh siswa atau
                              peserta didik. Sumber informasi pembelajaran
                              untuk mendukung implementasi Bahan Belajar
                              Mandiri (BBM) ini telah dikemas dalam bentuk
                              Hardcopy (buku) dan Softcopy (file).

     Tugas mandiri          : tugas yang dilakukan secara individu oleh guru
                              peserta belajar/pelatihan untuk memperluas
                              wawasan atau pengetahuan tentang topik yang
                              telah dipelajari, yang waktunya tidak dibatasi.

     Tugas terstruktur      : tugas yang harus dilakukan oleh guru peserta
                              pelatihan sebagai tindak lanjut dari kegiatan
                              tatap muka untuk menyelesaikan tahapan
                              belajar agar diperoleh hasil yang maksimal, yang
                              waktunya dibatasi sekitar 60% dari tatap muka.

     Triangulasi            : proses melakukan valiadasi data atau informasi
                              yang diperoleh dengan melakukan cek, recek,
                              dan cek silang antara guru peneliti dan guru
                              pengamat untuk memperoleh kesimpulan
                              objektif.




68                                           Panduan Belajar Manajemen
                                            Diseminasi Best Practice


 Validasi           : kegiatan untuk menguji atau memberikan bukti
                      empirik apakah pernyataan keyakinan yang
                      dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu
                      benar. Validasi instrumen adalah kegiatan untuk
                      menguji kesesuian alat ukur dengan apa yang
                      seharusnya diukur.

 PAKEM              : Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenang.

 Variabel= peubah   : sesuatu atau faktor yang nilainya dapat berubah
                      atau yang ikut menentukan perubahan. Dalam
                      kaitannya dengan PTK variabel bebasnya adalah
                      tindakan yang diplih untuk memperbaiki
                      pembelajaran, sementara variabel terikat
                      adalah perubahan yang terjadi setelah
                      dilaksanakannya tindakan.

 Validitas:         : kesahihan, atau sifat benar menurut bahan bukti
                      yang ada

 Realiabilitas      : keajegan atau kerandalan, ketelitian dan
                      ketepatan       pengukuran,      menyangkut
                      instrumen/alat ukur dan hasilnya yang dapat
                      dipercaya

 ICT/IT             : Information and Communication Technology/
                      Information Technology.

 Guru model         : guru yang melaksanakan pembelajaran (dalam
                      bentuk open class) untuk diamti oleh guru yang
                      lain atau observer.

 Kajian kritis      : suatu    kegiatan     membaca,     menelaah,
                      menganalisis   suatu   bacaan/artikel  untuk
                      memperoleh ide-ide, penjelasan, data-data
                      pendukung yang mendukung pokok pikiran
                      utama, serta memberikan komentar terhadap isi
                      bacaan secara keseluruhan dari sudut pandang
                      kepentingan pengkaji.




Program BERMUTU                                                    69
                                    Diseminasi Best Practice




      Paket Pembelajaran BERMUTU
      Better Education Through Reformed Management and
      Universal Teacher Upgrading




Program BERMUTU                                            71

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2950
posted:10/13/2010
language:Indonesian
pages:79