Docstoc

Ahmadun Yosi Herfanda

Document Sample
Ahmadun Yosi Herfanda Powered By Docstoc
					            Ahmadun Yosi Herfanda




Ahmadun Yosi Herfanda atau juga ditulis Ahmadun Y. Herfanda atau
Ahmadun YH (lahir di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 17 Januari
1958; umur 52 tahun) adalah seorang penulis puisi, cerpen, dan esei dari
Indonesia.

Ahmadun dikenal sebagai sastrawan Indonesia yang banyak menulis esei
sastra dan sajak sufistik. Namun, penyair Indonesia dari generasi 1980-an ini
juga banyak menulis sajak-sajak sosial-religius. Sementara, cerpen-cerpennya
bergaya karikatural dengan tema-tema kritik sosial. Ahmadun juga banyak
menulis esei sastra.

Sehari-hari kini Ahmadun menjadi wartawan (dengan inisial AYH) dan
redaktur sastra Harian Republika dan pernah menjadi anggota Dewan
Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2006, tapi mengundurkan diri. Ia juga sering
diundang untuk membacakan sajak-sajaknya maupun menjadi pembicara dalam



                                                                            1
berbagai pertemuan sastrawan serta diskusi dan seminar sastra nasional
maupun internasional.

Alumnus FPBS IKIP Yogyakarta ini menyelesaikan S-2 jurusan Magister
Teknologi Informasi pada Universitas Paramadina Mulia, Jakarta, 2005. Ia
pernah menjadi Ketua III Himpunan Sarjana Kesastraan Indonesia (HISKI,
1993-1995), dan ketua Presidium Komunitas Sastra Indonesia (KSI, 1999-
2002). Tahun 2003, bersama cerpenis Hudan Hidayat dan Maman S.
Mahayana, ia mendirikan Creative Writing Institute (CWI). Tahun 2007
terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas Cerpen Indonesia (KCI, 2007-2010).
Tahun 2008 terpilih sebagai Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia (KSI).
Pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2006-2009,
tapi mengundurkan diri. Ahmadun juga pernah menjadi anggota Dewan
Penasihat dan anggota Mejelis Penulis Forum Lingkar Pena (FLP). Dianggap
sebagai salah satu sastrawan Indonesia terkemuka saat ini.


Karya-karya Ahmadun
Karya-karya Ahmadun dipublikasikan di berbagai media sastra dan antologi
puisi yang terbit di dalam dan luar negeri, antara lain, Horison, Ulumul
Qur'an, Kompas, Media Indonesia, Republika, Bahana (Brunei), antologi puisi
Secreets Need Words (Ohio University, A.S., 2001), Waves of Wonder (The
International Library of Poetry, Maryland, A.S., 2002), jurnal Indonesia and
The Malay World (London, Inggris, November 1998), The Poets’ Chant (The
Literary Section, Committee of The Istiqlal Festival II, Jakarta, 1995).

Beberapa kali sajak-sajaknya dibahas dalam "Sajak-Sajak Bulan Ini Radio
Suara Jerman" (Deutsche Welle). Cerpennya, Sebutir Kepala dan Seekor
Kucing, memenangkan salah satu penghargaan dalam Sayembara Cerpen Kincir
Emas 1988 Radio Nederland (Belanda) dan dibukukan dalam Paradoks Kilas
Balik (Radio Nederland, 1989). Tahun 1997 ia meraih penghargaan tertinggi
dalam Peraduan Puisi Islam MABIMS (forum informal Menteri Agama Brunei,
Indonesia, Malaysia, dan Singapura).




                                                                           2
Beberapa buku karya Ahmadun yang telah terbit sejak dasawarsa 1980-an,
antara lain:

      Ladang Hijau (Eska Publishing, 1980),
      Sang Matahari (kumpulan puisi, bersama Ragil Suwarna Pragolapati,
       Nusa Indah, Ende, 1984),
      Syair Istirah (bersama Emha Ainun Nadjib dan Suminto A. Sayuti,
       Masyarakat Poetika Indonesia, 1986),
      Sajak Penari (kumpulan puisi, Masyarakat Poetika Indonesia, 1990),
      Sebelum Tertawa Dilarang (kumpulan cerpen, Balai Pustaka, 1997),
      Fragmen-fragmen Kekalahan (kumpulan sajak, Forum Sastra Bandung,
       1997),
      Sembahyang Rumputan (kumpulan puisi, Bentang Budaya, 1997),
      Ciuman Pertama untuk Tuhan (kumpulan puisi, bilingual, Logung Pustaka,
       2004),
      Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (kumpulan cerpen, Bening Publishing,
       2004),
      Badai Laut Biru (kumpulan cerpen, Senayan Abadi Publishing, 2004),
      The Warshipping Grass (kumpulan puisi bilingual, Bening Publishing,
       2005),
      Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta Publishing House,
       2006),
      Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing
       House, 2006).




                                                                            3
Referensi
     (en) Curriculum Vitae Ahmadun Yosi Herfanda di situs Australia
      Indonesia Arts Alliance.
     (en) Amirrachman, Alpha Untirta tries to break 'literature deadlock'.
      The Jakarta Post, 5 Februari 2006.
     (en) Aveling, Harry, 2001, Secrets Need Words, USA, Ohio
      University.
     (en) Rampan, Korrie Layun, 2001, Angkatan 2000, Jakarta, PT
      Gramedia.
     (en) Herfanda, Ahmadun Yosi, Sebutir Kepala dan Seekor Kucing,
      2004, Jakarta, Bening Publishing.
     (en) Herfanda, Ahmadun Yosi, The Warshipping Grass, 2004, Jakarta,
      Bening Publishing.


Pranala luar
     (id) Sajak-sajak Ahmadun Yosi Herfanda di Cybersastra.net
     (id) Cerpen Bulan Terkapar di Trotoar karya Ahmadun (2004) di
      weblog kumpulan cerpen Indonesia.
     (id) Sajak-sajak Ahmadun Yosi Herfanda di www.poetry.com


                                           Muara Bungo,11 Oktober 2010
                                                  Penyusun

                                                   Riska Sari
                                                       x³




                                                                          4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:274
posted:10/12/2010
language:Indonesian
pages:4
Description: Ahmadun Yosi Herfanda.