Makalah Tentang Jenazah by hana07

VIEWS: 22,473 PAGES: 15

									                                     BAB I
                               PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
      Dilakukan pembahasan pada bab ini adalah agar kita tahu dan mengerti
   bagaimana cara memandikan jenazah, mengkafani, dan tentang perlakuan
   terhadap jenazah yang benar. Sehingga tak ada kesalah Pahaman tentang hal itu.
      Rasuluallah Shallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang menyaksikan
   jenazah dan ikut menshalatinya, dia mendapat (pahala) satu qirat. Siapa yang
   menyaksikan-nya sampai dikuburkan, dia mendapat pahala dua qirat. Rasuluallah
   Shallahu 'alaihi wa sallam di tanya, Apakah qirat itu? Rasuluallah Shallallahu
   'alaihi wa sallam menjawab : “Seperti dua buah gunung yang besar”.
      Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kaifat atau tata cara shalat jenazah,
   maka perlu kita pahami bersama terlebih dahulu bahwa sebelum jenazah di
   shalatkan, kondisi jenazah harus sudah disucikan dan dikafani. Untuk mengupas
   berbagai hal yang perlu diketahui sebelum jenazah tersebut, maka pembahasan ini
   kita mulai sebelum ajal menjemput sampai ta'ziyah.


B. Rumusan Masalah
   Adapun rumusan masalah sebagai berikut :
      Pengertian dari jenazah, hal-hal yang disunatkan dikala dekatnya ajal
   seseorang, hal-hal yang harus dilakukan terhadap orang mati, kewajiban
   yang berhubungan dengan mayat dan apa pengertian ta'ziyah.




                                          1
                                      BAB II
                                 PEMBAHASAN




A. Jenazah
       Jenazah berasal dari bahasa Arab, jenazah dan jenazah yang berarti mayat dan
dapat pula berarti usungan beserta mayatnya. Jenazah dapat disebut juga yang
telah meninggal dunia. Seorang muslim yang telah meninggal dunia harus
segera diselesaikan pengurusannya.



       Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya
   mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula)
   memajukannya. (QS. Al-A'raf :34)
       Makna dari ayat diatas adalah kematian itu tidak bisa ditebak oleh manusia,
karena kematian itu adalah rahasia Allah.


B. Hal-Hal Yang Disunatkan Dikala Dekatnya Ajal Seseorang
   1. Talqin

       ãóäú ßóÇäó ÃóÎööÑó ßóáÇó ãöåö áÇóÇöáóåó
ÇöáÇøó             Çááåõ          óÏóÎóáó         ÇáÌóäøóÉó              (ÑæÇå
ÇÈæÏÇæÏæÇáÍÇßã)
       Artinya :
       "Siapa-siapa yang diucapkan terakhirnya berbunyi laa ilaha illalah" Pastilah
       ia masuk surga (HR. Abu Daud dan Hakim)
   2. Menghadap kiblat dalam keadaan berbaring pada sisi badan yang kanan.
       Sesuai dengan hadist Rasuluallah




                                            2
         Ãóäú    ÝóÇØöãóÉó  ÈöäúÊõ  ÇáäøóÈöìøó
     ÕóáóÚóãú ÚöäúÏó ãóæúÊöåóÇ ÅöÓúÊóÞúÈóáóÊú
     ÇóáúÞöÈúáóÉó Ëõãøó ÊóæóÓøóÏóÊú íóãöíúäóåóÇ
     (ÑæÇå ÇÍãÏ)
     Artinya :
     "Bahwa ketika menemui ajalnya Fatimah binti Rasuluallah menghadapkan
     wajahnya ke arah kiblat kemudian meletakkan bagian kanan tubuhnya di
     sebelah bawah (HR. Ahmad). (Syaikh Kamil, 2009:217)
  3. Membacakan Surat Yasin

    ÅöÐóÞõÑöÆóÊú     íóÓó                     ÚöäúÏó         ÇóáúãóæúÊö
ÎõÝøöÝó ÈöåóÇ (ÑæÇå ÇáÏíáãí)
     Artinya :
     Apabila surat Yasin dibacakan disisi orang yang akan meninggal dunia, akan
     dirigankan proses kematian tersebut (Syaikh Kamil, 2009:218)

C. Hal-hal Yang Harus Dilakukan Terhadap Orang Mati
  1. Matanya dipejamkan, menyebut yang baik-baik dan memintakan ampun
     atas dosanya.
  2. Seluruh badannya hendaklah di tutup dengan kain, hal ini dilakukan
     sebagai penghormatan kepadanya.
  3. Ahli mayat yang mampu, hendaklah membayar hutang si mayat jika dia
     berutang, baik dari harta peninggalannya ataupun dari pertolongan
     keluarganya.

D. Kewajiban Yang Berhubungan Dengan Mayat
  1. Memandikan Mayat
     a. Hukum memandikan mayat




                                      3
   Hukum memandikan mayat adalah fardu kifayah artinya bila sudah
   dilakukan oleh sebagian orang maka gugurlah kewajiban seluruh
   mukallaf.
b. Mayat yang wajib dimandikan dan yang tidak wajib
   a) Mayat yang wajib dimandikan adalah mayat muslim yang tidak
      tewas dalam peperangan di tangan orang kafir, dan masih ada
      badan walau sedikit
   b) Mayat tidak wajib dimandikan adalah mayat orang mati syahid,
      yang tewas dalam peperangan di tangan orang-orang kafir
c. Cara memandikan mayat
   a) Sebaiknya mayat dimandikan di tempat yang tinggi seperti
      ranjang
   b) Pakaian diganti dengan kain basahan
   c) Hilangkan najis di seluruh badannya
   d) Siram secara merata keseluruh tubuhnya sebanyak 1 kali untuk
      menghilangkan kewajibannya, dan boleh dengan berkali-kali
      dalam hitungan ganjil.
   e) Dudukan mayat dan sandarkan pada sesuatu, lalu usap perutnya
      dan tekan sedikit agar kotorannya keluar, dan diikuti dengan
      air/wangi-wangian agar menghilangkan bau kotoran yang keluar,
      lalu mayat ditelanjangkan kembali dan dicebokkan dengan
      tangan kiri yang memakai sarung tangan
   f) Dengan menggunakan sarung tangan yang bersih lalu anak jari
      kiri dimasukkan kemulutnya, di gosok giginya dan bersihkan
      mulutnya.




                               4
     g) Basuh rambut dan jenggotnya, serta sisir perlahan dan rambut
        yang    tercabut     hendaklah      dicampurkan     kembali   ketika
        mengatarnya
     h) Basuh bagian/anggota wudu' seperti mau shalat
  d. Yang berhak memandikan mayat
     Jika mayat laki-laki hendaklah laki-laki pula yang memandikan dan
     perempuan tidak boleh memandikan mayat laki-laki kecuali istri dan
     muhrimnya dan begitu pula sebaliknya. Dan jika suami/istri dan
     mahromnya       sama-sama        ada     suami/istri    telah    berhak
     memandikannya. (Sulaiman Rasyid, 2009:165)
2. Mengafani Mayat
  a. Hukumnya
     Mengafani mayat dengan apa saja yang dapat menutupi tubuhnya
     walau hanya sehelai kain, hukumnya adalah fardhu kifayah
  b. Hal-hal yang diutamakan
     a) Hendaklah bagus, bersih dan menutupi seluruh tubuh
     b) Hendaklah putih warnanya, berdasarkan apa yang diriwayatkan
        oleh Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Abbas :

           ÅöáúúÈóÓõæúÇãöäú ËöíóÇÈößõãú ÇáúÈöíÖó
                 ÝóÃúäøóåóÇãäú ÎóíúÑö ËóíóÇ Èößõãú
                æóßóÝøöäõæúÇÝöíóåóÇ ãóæúÊóÇßõãú
        Artinya :
        "Pakailah diantara pakaian-pakaian yang putih warnanya karena itu
        merupakan pakaianmu yang terbaik dan kapanilah dengan itu
        jenazah-jenazahmu"
     c) Hendaklah di usap dengan kemenyan dan wangi-wangian




                                  5
     d) Bagi laki-laki hendaklah tiga lapis, sedangkan bagi wanita lima
        lapis
  c. Cara Mengafani mayat
            Dihamparkan sehelai-sehelai dan di atas tiap-tiap lapis itu
     ditaburkan wangi-wangian seperti kapur barus dan sebagainya lalu
     mayat diletakkan di atasnya
            Mayat perempuan sebaiknya di kafani dengan 5 lembar kain,
     yaitu basahan (kain bawah), baju tutup kepala, kerudung dan kain
     yang menutupi seluruh badanya.
            Cara mengafaninya yaitu mula-mula dipakaikan kain basahan
     ,baju, tutup kepala lalu kerudung kemudian dimasukkan ke dalam
     kain yang meliputi seluruh badannya, kecuali orang yang mati ketika
     dalam sedang ihram haji atau umrah ia tidak boleh diberi harum-
     haruman dan jangan pula di tutup kepalanya.
3. Mensholatkan Mayat
  a. Syarat-syarat shalat Jenazah
     1. Shalat jenazah halnya dengan shalat yang       lain yakni harus
        menutup aurat suci serta menghadap kiblat
     2. Mayat sudah dimandikan dan dikafani
     3. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyalatinya
  b. Rukun dan cara mengerjakan shalat jenazah
          Shalat jenazah tidak dengan rukuk dan sujud serta tidak dengan
     azan dan iqamat. Setelah berdiri sebagaimana mestinya akan
     mengerjakan shalat maka :
     1. Niat menyengaja melakukan shalat atas mayit dengan empat takbir
        menghadap kiblat karena Allah




                                    6
ÇõÕóáøö Úóáóì åóÐó ÇáúãóíøöÊö åóÐöåö ÇáúãóíøöÊóÉö
ÇóÑúÈóÚó ÊóßúÈöÑóÇÊò ÝóÑúÖó ÇáúßöÝóÇÊöåö
ãóÃúãõæúãð áöáøóåö ÊóÚóáóì
          Artinya : "Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah
          karena Allah "
       2. Setelah takbiratul ihram bersamaan dengan niat sambil meletakkan
          tangan di atas tangan kiri di atas perut kemudian membaca surat Fatiha
       3. Setelah takbir kedua, terus membaca shalawat atas nabi
       4. Setelah takbir kemudian membaca fdoa

ÇÇóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑúáóåõ (áóåóÇ) æóÑúÇÍóãúåõ
(åóÇ) æóÚóÇÝöåö (åóÇ) æóÚúÝõ Úóäúåõ (åóÇ) ......ÇáÎ
       5. Setelah takbir keempat membaca doa sebagai berikut :

Çóááøóåõãú   áÇóÊóÍúÑöãúäóÇ     ÇóÌúÑóåõ   (åóÇ)
æóáÇóÊóÝúÊöäøóÇ ÈóÚúÏóåõ ( åóÇ) æóÇúÛöÝöÑúáóäóÇ
æóáóåõ (åóÇ)
       6. Kemudian memberikan salam sambil memalingkan muka ke kanan
          dan ke kiri

ÇÇáÓáÇã Úáíßã æÑÌãÉ Çááå æÑÈÑßÇÊå
    c. Beberapa syarat shalat mayat
       1. Mengangkat tangan pada waktu mengucapkan takbir (takbir 4x)
       2. Isra (merendahkan suara bacaan )
       3. Membaca a'uzubillah
    d. Posisi imam dalam shalat jenazah
       Dalam shalat jenazah, seseorang imam Disunatkan berdiri tepat
       dihadapan kepala jenazah jika jenazah itu laki-laki. Sedangkan
       apabila jenazah itu wanita maka Disunatkan berdiri di tengah-tengah
       jenazah bagian dada. (Moh. Rifa'i, 2007: 73-34)
  4. Menguburkan Mayat




                                     7
           Memakamkan jenazah itu boleh dilakukan kapan saja, baik siang
    maupun malam. Akan tetapi menurut syariat memakamkan jenazah
    pada malam hari itu di makruhkan. Hal ini didasarkan pada hadist :

áÇó ÊóÏúÝõäõæúÇ ãóæú ÊóÇßõúãú ÈöÇááøóíúáö ÅöáÇøó
Ãóäú ÊóÖúØóÑøõæúÇ (ÑæÇå ÇÈä ãÇÌå)
    Artinya :
           "Janganlah kalian memakamkan jenazah pada malam hari kecuali
           jika terpaksa".(HR. Ibn Majah). (Syaikh Kamil, 2009:233-234)
           Hukum memakamkan jenazah adalah fardhu kifayah atas yang hidup.
    Dalamnya kuburan sekurang-kurangnya kira-kira tidak tercium bau busuk
    mayat itu dari atas kuburan dan tidak dapat di bongkar oleh binatang buas,
    dan hal ini diperkirakan setinggi nya orang yang telah dewasa.
           Sesampainya mayat di kuburan, kepalanya hendaklah di letakkan di
    sisi kuburan, lalu di angkat ke dalam lahat lubang tengah dimiringkan ke
    sebelah kanan, di hadapan ke kiblat. Ketika meletakkan mayat ke dalam kubur
    di sunatkan membaca

ÈöÓúãö Çááåö æóÚóáóì ãöáøóÉö ÑöÓõæúáö Çááåö (ÑæÇå
ÇáÊÑãíÐì æÇÈæÏÇæÏ)

    Artinya :
           "Dengan nama Allah dan atas Agama Rasuluallah" (HR.
           Turmidzi dan Abu Daud). (Sulaiman Rasyid, 2009:182)
    a. Beberapa sunat yang bersangkutan dengan kubur
       1. Kuburan sunah di tinggikan kira sejengkal dari tanah biasa agar
           dapat dikenali
       2. Kuburan lebih baik didatarkan dari pada munjungkan
       3. Menandai kuburan dengan batu atau yang lainnya di sebelah
           kepalanya




                                      8
         4. Meletakkan krikil di atas kuburan
         5. Sesudah menguburkannya, orang yang mengantarkannya di
              sunankan untuk mendoakannya
     b. Larangan yang bersangkutan dengan kuburan
         1. Menembak kuburan
         2. Duduk di atasnya
         3. Membuat rumah di atasnya
         4. Membuat tulisan-tulisan di atasnya
         5. Membuat perkuburan menjadi masjid/yang lainnya

E. Ta'ziyah
     Ta'ziyah asal katanya ialah 'iza' artinya sabar, maka Ta'ziyah artinya
  menyabarkan dan menghibur orang yang di timpa musibah dengan
  menyebutkan hal-hal yang dapat menghapus duka dan meringankan
  penderitaannya. Hukum Ta'ziyah adalah sunat. Berdasarkan hadist

ãóÇãöäú ãõæúãöäò íõÚúÒøöì ÃóÎóÇåõ ÈöãõÕöíúÉò
ÇöáÇøó ßóÓóÇåõ Çááåõ ÚóÒøó æóÌóáøó ãöäú Íõáóáö
ÇáúßóÑóÇãöÉö íóæúãó áúÞöíóÇãöÉ ( ÑæÇå ÇÈä ãÇÌÇ
æÇáÈíåÞì)
  Artinya :
     "Tidak seorang mu'min pun yang datang berta'ziyah kepada saudaranya yang
     ditimpa musibah, kecuali akan diberikan pakaian kebesaran oleh Allah SWT
     pada hari kiamat".
     Ta'ziyah sebaiknya hanya satu kali baik sebelum dikuburkan maupun
  sesudahnya sampai 3 hari, kecuali yang berkunjung/di kunjungi itu sedang
  berpergian maka tidak apa-apa dilakukan setelah lewatnya waktu tersebut.
  (Sayyid sabiq, 1988:174)




                                     9
10
                                 BAB III
                               PENUTUP

A. Kesimpulan
       Penyelenggaraan jenazah merupakan fardu kifayah, artinya apabila
  ada bagian diantara mereka sudah mengerjakan kewajiban itu maka
  gugurlah kewajiban itu, tetapi bila tidak ada seorang pun yang mengerjakan
  kewajiban maka berdosalah semua orang yang ada di sekitarnya. Kita
  berbuat baik atau menghormati bukan hanya terhadap orang yang masih
  hidup, tetapi terhadap orang yang sudah meninggal, yaitu dengan cara
  memandikan, mengkafani dan menguburkan adalah suatu kewajiban yang
  harus dilakukan dengan baik dan benar.


B. Saran Dan Kritik
       Dari makalah yang kami bahas di atas mungkin banyak sekali
  terhadap kesalahan dan kekurangan baik itu di segi tulisan, kalimat dan
  bahasa. Oleh sebab itu mohon kritikan dan sarannya yang bersifat
  membangun agar pembuatan makalah selanjutnya lebih baik lagi.




                                    11
                               DAFTAR PUSTAKA


Rifa'i, Moh, Tuntunan Shalat Lengkap, (Semarang : Taha Putra, 2007)
Rasyid, Sulaiman, Fiqh Islam, (Bandung : Sinar Baru Algensido, 2009)
Uwaidah, Syaikh Kamil Muhammad, (Jakarta Timur : Pustaka Al-kautsar,
2009)
Sabiq, Sayyid, Fiqh Sunnah, (Bandung: PT Al-ma'arit, 1988)
http://makalah-tita.com.blogspot.com/2010/04/Pengertian Jenazah. htm




                                    12
                              KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang atas berkah dan rahmatnya
penulis dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepada penulis. Tak lupa juga
shalawat beriring salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
membimbing kami dari akan kebodohan menuju dunia pendidikan seperti saat ini.
       Penulis menyadari bahwasanya di dalam makalah ini banyak terdapat
kekurangan baik dari segi bahasa dan penulisan. Maka dari itu, kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan tugas berikutnya. Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pembaca dan penulis juga berharap kalau makalah
ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




                                                   Bengkulu     September 2010




                                                                Penulis




                                         ii

                                        13
                                                    DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL .......................................................................................               i
KATA PENGANTAR ....................................................................................                 ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................      iii

BAB I PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang......................................................................................        1
     B. Rumusan Masalah ...............................................................................             1

BAB II PEMBAHASAN
     A. Hal-hal yang Disunatkan dikala dekatnya ajal seseorang ....................                                 2
     B. Hal-hal yang harus dilakukan terhadap orang mati ..............................                             3
     C. Kewajiban yang berhubungan dengan mayat .......................................                             3
     D. Ta'ziyah.................................................................................................   9

BAB III PENUTUP
     A. Kesimpulan ..........................................................................................       10
     B. Saran Dan Kritik ...................................................................................        10

DAFTAR PUSTAKA




                                                             iii

                                                             14
            MAKALAH
            JENAZAH




            Disusun Oleh
             Oleh Kelompok 4 :
            1. Jana Silviana
            2. Khasanah
            3. Husni Putraman
            4. Japri




   PROGRAM STUDI AGAMA ISLAM
       JURUSAN TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
         (STAIN) BENGKULU




                   15

								
To top