Docstoc

jual beli dan riba pai

Document Sample
jual beli dan riba pai Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                                PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
       Tidak bisa di pungkiri lagi manusia hidup di dunia ini dengan beragam
   kemampuan dan kebiasaan yang berbeda-beda, saling ingin memiliki satu sama
   lain, mereka saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, dari mulai
   pemahaman, ilmu, pendidikan, bisnis, dan jual beli, Hanya untuk menyambung
   hidup. Segala cara mereka lakukan apapun rintangannya untuk mencari harta
   (uang) dan salah satunya dengan jual beli.
      Kata jual beli mungkin sudah tidak asing lagi didengar namun perlu
   diperhatikan bahwa dalam jual beli ternyata tidak semudah dengan apa yang kita
   bayangkan, ada bermacam-macam jual beli ada yang di bolehkan dan ada juga
   yang dilarang. Oleh karena itu maka saya akan mencoba sedikit membahas
   tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan jual beli.
      Riba    berarti   menetapkan    bunga/melebihkan    jumlah   pinjaman    saat
   pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang
   dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan).
   Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar .
   Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta
   pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba,
   namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah
   pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam
   secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.
   Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar
   Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat
   dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi
   bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari
   masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.




                                          -1-
B. Tujuan
     Adapun tujuan penulisan makalah ini diantaranya untuk mengetahui
  Pengertian dari Jual Beli dan Riba




C. Rumusan Masalah
  Permasalahan yang kami angkat diantaranya :
  1. Pengertian Jual-Beli
  2. Pengertian Riya




                                       -2-
                                              BAB II
                                        PEMBAHASAN


A. Jual Beli
               Jual beli menurut bahasa adalah al-Bai’, al-Tizarah dan al-Mubadalah,
      sebagimana Allah Swt.berfiran:



          Artinya :
          “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”(Al-Baqarah :
               275)


               Sedangkan menurut Istilah adalah menukar barang dengan barang atau
      barang dengan uang dengan jalan melepaskan haq milik dari yang satu kepada
      yang lainnya atas dasar saling merelakan dan sesuai dengan hukum syara.
               Yang dimaksud dengan sesuai dengan hukum-hukum syara ialah sesuai
      dengan syarat, rukun serta hal-hal lainnya yang ada kaitannya dengan jual beli.
      Jual beli menurut Ulama Malikiiyah ada dua macam, yaitu jual beli yang bersifat
      umum dan jual beli yang bersifat khusus. Jual beli dalam arti umum ialah suatu
      perikatan tukar-menukar sesuatu yang bukan kemanfaatan dan kenikmatan,
      perikatan adalah akad yang mengikat kedua belah pihak. Sedangkan jual beli
      dalam arti khusus ialah ikatan tukar-menukar sesuatu yang bukan kemanfaatan
      dan bukan kelezatan yang mempunyai daya tarik, penukarannya bukan mas dan
      perak, bendanya dapat di realisir dan ada seketika (tidak ditangguhkan), tidak
      berupa hutang baik itu ada dihadapan sipembeli maupun tidak.1
          Dari beberapa defines diatas kami dapat simpulkan bahwa :
          Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara
      yang tertentu (akad)


1
    Drs.H. Hendi Suhendi, M.SI, Fiqih Muamalah, Hal 67-69.




                                                  -3-
B. Macam- Macam Jual Beli
               Ditinjau dari hukumnya jual beli ada dua macam yaitu jual beli yang sah
       menurut hukum dan batal menurut hukum. Jual beli yang sah ialah jual beli yang
       memenuhi syarat dan rukun-rukunnya dan jual beli yang batal ialah sebaliknya.
       Sedangkan bila ditinjau dari segi pelaku akad (subjek) jual beli terbagi tiga bagian
       yaitu dengan lisan, pelantara atau utusan, dan perbuatan. Akad jual beli yang
       dilakukan dengan lisan adalah akad yang dilakukan oleh kebanyakan orang, bagi
       orang bisu diganti dengan isyarat. Akad jual beli melalui utusan atau perantara
       seperti melalui POS dan Giro, jual beli ini dilakukan antara penjual dan pembeli
       tidak berhadapan dalam satu majlis akadtetapi melalui pos dan giro. Jual beli
       dengan perbuatan (saling memberikan) atau dikenal dengan istilah Muat’hah
       ialah mengambil dan memberikan barang tampa ijabdan qabul, seperti seorang
       mengambil rakok yang sudah bertuliskan label harganya.2
               Kesimpulan yang bias kami tarik yaitu : “ Jual beli ada dua macam yaitu
       Jual beli yang sah ialah jual beli yang memenuhi syarat dan rukun-rukunnya dan
       jual beli yang batal ialah yang tidak memenuhi syarat dan rukun-rukunnya.


C. Hukum-hukum Jual Beli
           Dalam Surat Al Baqarah ayat 275 Allah Swt Berfirman:
           Artinya:
                    “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….”
           Artinya:
                    “…kecuali dengan jalan perdagangan yang didasari suka sama suka
           diantara kamu…”. (Q.S. an-Nisa: 29).
                    Dalam kedua ayat ini jelas bahwa Allah telah menghalalkan jual beli
           yang didasari suka sama suka antara keduanya dan Allah mengharamkan riba.
           Selain itu Rasulullah Saw juga bersabda:



22
     Ibid hal 119-120




                                              -4-
‫سئم اننبً صهى اهلل عهيو وسهم أي انكسب أطيب؟ فقبل : عمم انرجم بيده‬
                                                 )‫وكم بيع مبرور. (روه انبسازوانحبكم‬
          Artinya:
          “Rasulullah Saw ditanya oleh salah seorang sahabat mengenai pekerjaan
          apa yang paling baik. Rasulullah ketika itu menjawab: usaha tangan manusia
          sendiri dan setiap jual beli yang dibrkati”. (H.R. Al Bazar dan al Hakim).
          Artinya jual beli yang jujur, tampa diiringi kecurangan-kecurangan mendapat
      berkat dari Allah. 3
      Adapun dasar hokum jual-beli adalah
      a. Mubah, (boleh), merupakan asal hukum jual beli
      b. Wajib, Umpama wali menjual harta anak yatim apabila terpaksa
      c . Haram sebagaimana yang telah diterangkan pada rupa-rupa jual beli ynag
         dilarang.
      d. Sunat, misalnya jual beli kepada sahabat atau famili yang dikasihi dan kepada
         orang yang sangat membutuhkan barang itu.
         Landasan hukum jual beli di benarkan Al-quran, as sunnah dan Ijma’
      1. Sunnah
              “Perolehan yang paling abdol adalah hasil seseorang dan jual beli
          yangmabrur”
      2. Ijma’ umatnya
                   Umat sepakat bahwa jual beli dan penanggunganya sudah berlaku
          dibenarkan sejak zaman Rasulullah hingga hari ini.
                   Kesimpulan yang kami tarik dari hokum Jual-Beli ini adalah : Bahwa
          Allah memperbolehkan dan menghalalkan umatnya untuk melakukan jual-
          beli(berdagang)




3
    Dr. H. Nasution Haroen, MA. Fiqh Muamalah, Hal 113-114, Gaya Media Pratama Jakarta, 2007.




                                                 -5-
D. Perbedaan Jual Beli dan Riba
      Sebelum membahas tentang perbedaan jual beli dan riba, maka kita harus
   mengerti terlebih dahulu pengertian Riba
      Riba menurut pengertian bahasa berarti Az-ziadah (tambahan) yakni
   tambahan atas odal, baik penambahan sedikit ataupun banyak




      Artinya
      “Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba)maka bagimu modalmu
   karena tidak berbuat dhalim ”(QS :2 ayat 279)
      Riba diharamkan oleh seluruh agama samawi dianggap membahayakan oleh
   agama yahudi, nasrani dan Islam
      Secara sederhana riba adalah tambahan uang atau barang untuk suatu
   transaksi yang disyaratkan sejak awal. Dari pengertian ini maka bisa disimpulkan
   bahwa riba sama dengan bunga. Islam tidak membedakan kedua jenis istilah ini,
   tetapi menurut ilmu ekonomi barat kedua istilah ini berbeda. Menurut mereka riba
   adalah tambahan uang yang berlipat ganda sedang bunga adalah tambahan uang
   yang lebih sedikit dari riba. Untuk riba yang berlipat ganda hampir semua
   peradaban menentangnya, tapi tidak dengan bunga
      Selain itu pada Jual Beli penjual memiliki resiko kerugian jika barang yang ia
   bayarkan tidak laku. Tidak dengan bunga dimana rugi atau untung jumlah uang
   yang dibayarkan akan tetap sama
      Pada saat riba dan bunga diperlakukan sebenarnya akan terjadi penggalian
   jurang yang lebih lebar antara golongan miskin dengan kaya. Bayangkan saat
   seorang kaya yang mendepositokan uangnya ke bank lalu bank akan
   meminjamkan uangnya pada seorang miskin yang sedang membangun sebuah
   perusahaan. Si kaya hanya santai santai di rumah sedang si miskin harus bekerja
   keras. Apapun yang terjadi pada usaha si miskin untung atau rugi ia harus tetap
   membayarkan bunga pada bank yang akan di berikan pada si kaya. Hal ini




                                         -6-
tentunya keterlaluan padahal apa yang dimasukkan si kaya ke bank adalah
merupakan kekayaan yang lebih dari kebutuhan pokoknya. Untuk kebutuhan
produktif saja yang masih mungkin memberikan keuntungan bunga sudah
keliahatan salahnya, apalagi untuk kebutuhan konsumtif. Contoh yang jelas
bantuan dari negara negara kaya ke negara negara miskin seperti Indonesia.
Bagaimana bisa negara yang untuk kebutuhan sehari harinya saja minjam, bisa
membayar utang yang sangat besar. Hasilnya bisa dilihat negara miskin makin
miskin negara kaya makin kaya.
Hikmah pengharaman Riba
1. Ia dapat menimbulkan permusuhan antara pribadi dan mengikis habis
     semangat kerja sama / saling menolongsesama manusia.
2. Menimbulkan mental kelas pemboros yang tidak bekerja, juga dapat
     menimbulkan harta tanpa kerja keras sehingga tak ubahnya dengan pohon
     benalu(parasis)


Perbedaan Jual beli danRiba
     Orang-orang kafir menganggap sama antara jual-beli dengan riba. Mereka --
sebagaimana Allah sebutkan di dalam Al-Qur'an-- mengatakan: Sesungguhnya
jual-beli adalah sama dengan riba. (Q.S. Al-Baqarah: 275). Maksudnya mereka
meyakini bahwa tambahan suku bunga untuk transaksi tidak tunai, dan ini adalah
riba nasi'ah, adalah sama dengan harga pokok pada saat aqad awal.
     Ini adalah penjungkirbalikan fakta, sebab ada perbedaan yang sangat besar
antara jual-beli dengan riba, diantaranya:
1. Jual-beli adalah dihalalkan oleh Allah ta'alaa, sedangkan riba jelas telah
     diharamkan-Nya, dan wajib atas setiap hamba untuk menerimanaya secara
     mutlak.
2.   Transaksi jual-beli pasti akan menghadapi hal-hal: untung-rugi; perlu
     kesungguhan dan kepiawaian/keahlian, sedangkan jual-beli dengan cara riba
     hanya akan mendapatkan keuntungan dan tidak akan pernah menemui




                                        -7-
   kerugian,   bagaimanapun      keadaannya,    tidak   perlu   keseriusan    dan
   kesungguhan, tidak perlu kepandaian tertentu.
3. Jual-beli pasti di dalamnya ada pertukaran barang dan keuntungan diperoleh
   oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli), namun riba hanya memberi
   keuntungan kepada satu pihak saja yaitu penjual. Sayyid Rasyid Ridha
   mengatakan dalam tafsir Al-Manar: Mayoritas ahli tafsir menjadikan ayat ini
   (Dan Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba) untuk
   membantah analogi ini (analogi: jual-beli adalah sama dengan riba); janganlah
   kalian menyamakan hutang-piutang dengan jual-beli, dan Allah telah
   melarang kalian dari melakukan analogi yang demikian.
4. Allah menjadikan cara bermuamalah interpersonal dan mencari harta adalah
   dengan cara setiap orang bisa saling mengambil keuntungan satu sama lain
   dengan cara bekerja. Dan tidak boleh seseorang bisa memiliki hak atas orang
   lain tanpa bekerja, sebab cara ini adalah bathil. Maka, dengan cara inilah lalu
   Allah menghalalkan jual-beli, sebab dalam jual-beli ada pertukaran. Dan
   Allah mengharamkan riba sebab didalamnya tidak ada esensi pertukaran atau
   saling menguntungkan satu sama lain.
5. Dan makna analogi orang kafir yang menyamakan jual-beli dengan riba,
   adalah analogi yang rusak/batal. Hal ini karena dalam jual-beli ada
   keuntungan yang bisa diperoleh bersama-sama, dan cara ini adalah halal.
   Sedangkan dalam riba banyak hal-hal yang merugikan pihak lainnya, dan ini
   adalah haram/tidak boleh. Jika terjadi jual-beli, maka konsumen mendapatkan
   manfaat, yaitu ia memiliki barang setelah ia membeli barang. Adapun riba,
   maka sesungguhnya riba adalah sesungguhnya adalah memberikan uang
   dalam jumlah tertentu lalu ia mengambilnya kembali secara berlipat-ganda
   pada waktu-waktu berikutnya. Maka, kelebihan uang yang ia ambil dari
   konsumen ini bukan didasarkan kepada manfaat yang diperoleh kedua belah
   pihak ataupun karena ia bekerja.




                                      -8-
6. Uang adalah alat yang digunakan untuk menilai harga suatu barang yang
   dibeli oleh konsumen. Jika prinsip ini diubah sehingga uang menjadi maksud
   inti, maka hal ini akan membawa dampak tercabutnya peredaran ekonomi dari
   mayoritas masyarakat dan peredaran tersebut hanya ada pada sekelompok
   orang yang berharta; lalu merekapun mengembangkan harta dengan cara
   demikian, mereka menyimpan uangnya di bank-bank. Dengan cara inilah
   orang-orang fakir menjadi binasa.
   Kesimpulan yang kami tarik yaitu :        Riba dan Jual-beli pada dasarnya
adalah bentuk perdagangan, tapi Jual-beli adalah halal dimata agama, dan aman
dilaksanakan akan tetapi sebaliknya dengan riba dalam bentuk apapun
diharamkan, karena pada jual beli “barang” yang diterima penjual dan pembeli
senilai sedang pada riba tidak




                                       -9-
                                    BAB III
                                   PENUTUP


A. Kesimpulan
       Jual beli adalah menukar barang dengan barang atau barang dengan uang
dengan jalan melepaskan haq milik dari yang satu kepada yang lainnya atas dasar
saling merelakan dan sesuai dengan hukum syara
       Ditinjau dari hukumnya jual beli ada dua macam yaitu jual beli yang sah
menurut hukum dan batal menurut hukum. Jual beli yang sah ialah jual beli yang
memenuhi syarat dan rukun-rukunnya dan jual beli yang batal ialah sebaliknya.


B. Saran
         Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
   terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
   saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.




                                        - 10 -
                            DAFTAR PUSTAKA




Drs.H. Hendi Suhendi, M.SI, Fiqih Muamalah, PT Raja Grapindo Persada Jakarta,
        Cet I Juli 2008.


Dr. H. Nasution Haroen, MA. Fiqh Muamalah, Gaya Media Pratama Jakarta, 2007.


Prof. Dr. H. Rachmat Syafei, MA. Fiqh Muamalah, Pustaka Setia Bandung,cet 10
        2001,




                                     -iii -
                                       11
                             KATA PENGANTAR



   Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “JUAL-BELI DAN RIYA”
tepat pada waktunya.
       Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi
motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya.
       Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.


                                          Bengkulu, September 2010



                                                 Penyusun




                                           i
                                        - 12 -
    MAKALAH
           - JUAL BELI -




             Disusun Oleh :
            Marsudiono
            Edi Prayitno
            Ika Susanti
            Delvi Nasri



                Dosen
        Zurifah Nurdin, M.Ag




         JURUSAN TARBIYAH
   PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
          STAIN (BENGKULU)
                 2010




                   - 13 -
                                                    DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL .......................................................................................
KATA PENGANTAR .....................................................................................               i
DAFATR ISI ....................................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang .....................................................................................       1
     B. Tujuan .................................................................................................   1
     C. Rumusan Masalah ................................................................................           2

BAB II PEMBAHASAN
          A. Jual-Beli ........................................................................................    3
          B. Macam-macam Jual-Beli ...............................................................                 4
          C. Hukum Jual-beli .............................................................................         5
          D. Perbedaan Jual-Beli dan riba..........................................................                6


BAB III PENUTUP
     A. Kesimpulan ..........................................................................................      10
     B. Kritik dan Saran ..................................................................................        10


DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................               iii




                                                                - 14 -

                                                           ii

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4476
posted:10/10/2010
language:Indonesian
pages:14