JUAL BELI RIBA

Document Sample
JUAL BELI RIBA Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                               PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
      Menjual adalah memindahkan hak milik kepada orang lain dengan harga,
   sedangkan membeli yaitu menerimanya. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-
   Qur'an Nabi Muhammad SAW dalam sunnahnya mengenai hukum muamalah
   karena kebutuhan manusia akan makanan untuk hidup. Juga kebutuhan akan
   pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya.
      Ketika Rasulullah Muhammad saw ditanya tentang usaha yang terbaik untuk
   mencari rizki. Beliau menjelaskan yaitu usaha mandiri dan jual beli yang jujur
   (tidak mengandung tipu daya dan pengkhianatan). Di samping Al Quran dan
   Hadits tersebut, para fuqaha juga sepakat mengenai kehalalan hukum jual beli.
   Jual beli harus memenuhi unsur-unsur dasar yang disebut rukun jual beli, yaitu
   akad, barang yang diperjualbelikan dan ijab kabul. Masing-masing rukun
   mempunyai syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
      Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhkul sosial, memiliki keinginan
   kepada orang lain agar saling membantu sesama dalam memenuhi kebutuhan
   hidup. Manusia tidak dapat mengelak dari kebutuhan jual beli, sewa-menyewa,
   bercocok-tanam dan membuat peralatan untuk keperluan sendiri maupun untuk
   orang lain.
      Kehidupan manusia menjadi makin teratur dan mampu mengeratkan
   silaturrahim dalam memenuhi kebutuhan masing-masing.


B. Tujuan
   Adapun tujuan penulisan makalah ini diantaranya untuk mengetahui bagaimana
   Thaharah (Bersuci) dan memahami tentang wajibnya bersuci itu sendiri.




                                         -1-
C. Rumusan Masalah
     Permasalahan yang kami angkat diantaranya :
  1. Pengertian Jual-Beli
  2. Pengertian Riya




                                      -2-
                                      BAB II
                                PEMBAHASAN


1. JUAL-BELI
A. Jual Beli
      Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara
   yang tertentu (akad)

                                                       َ‫ََح َّ اهلل ُالْ َيْ َ َح َّ َ ال ّب‬
                                                         ‫ر‬
                                                       ‫ب ع و َرم ِ ا‬                  ‫وأ َل‬
   Artinya :
   “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”(Al-Baqarah : 275)


B. Rukun Jual Beli
   1. Penjualan dan pembelian syaratnya adalah :
      - Berakal
      - Dengan kehendak sendiri
      - Tidak mubazir
      - Baliq
   2. Uang dan benda yang di beli syaratnya adalah :
      - Suci
      - Ada manfaatnya
      - Barang itu dapat diserahkan
      - Barang tersebut merupakan kepunyaan sipenjual
      - barang tersebut diketahuio oleh sipenjual dan sipembeli
   3. Lapaz Ijab dan Kabul
          Ijab adalah perkataan penjual, umpamanya “saya jual barang ini dengan
      harga sekian” Kabul adalah ucapan sipembeli “saya terima (saya beli)dengan
      harga sekian” yang mana telah diterangkan dalam ayat menyatakan bahwa
      jual beli itu suka sama suka dan juga sabda Rasulullah SAW




                                         -3-
                                                                            ‫ن‬
                                                             ‫ٌما١لبيع عن تر١ض‬
      Artinya :
      “Sesungguhnya jual beli itu hanya sah jika suka sama suka” (riwayat Ibnu
      Hibban)


C. Beberapa jual beli yang sah tetapi dilarang
   1. Menyakiti sipenjual, pembeli atau orang lain
   2. Menyempitkan gerakan pasar
   3. merusak ketentraman umum
   4. mencegat orang-orang yang dating dari desa / diluar kota. Barang tersebut
   belum sampai pasar, mereka juga belum mengetehui harga pasar.
      Jadi jual beli tersebut dipandang sah sedangkan hukumnya haram karena
   kaedah ulama fiqih.


D. Khiyur
   1. Khiyur Majelis
              Artinya sipembeli dan sipenjual boleh memilih antara dua perkara tadi
      selama keduanya masih tetap berada ditempat jual beli

                                                          ‫يت َر َ ب خي رم ل ا َيع‬     ‫ق‬
                                                        ‫َ َف َّ َا ِاْ ِ َا ِ َاَمْ َلْب ِّ َان‬
      Artinya :
          “Dua orang yang berjual beli boleh memilih selama keduanya belum
      bercerai dari tempat akad” (Dan dua orang yang berjual beli tidak memilih
      selama keduanya belum bercerai dari tempat akad)(riwayat Bukhari dan
      Muslim)
      Hakikatnya Khiyur Majelis apabila :
      a. Keduanya memilih akan meneruskan akad
      b. Keduanya terpisah dari tempat jual beli.




                                          -4-
  2. Khiyur Syarat
               Artinya khiyur itu dijudikan syarat sewaktu akad oleh keduanya atau
     oleh salah seorang dengan sarat khiyur dalamtiga hari atau kurang dari tiga
     hari boleh dilakukan dalam segala macam jual beli kecuali barang yang wajib
     diterima di tempat jual beli.
  3. Khiyur aibi (cacat)
               Artinya sipembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya
     apabila pada barang itu terdapat suatu cacat yang mengurangi kualitas barang
     itu.


E. Hukum-hukum Jual Beli
  a. Mubah, (boleh), merupakan asal hokum jual beli
  b. Wajib, Umpama wali menjual harta anak yatim apabila terpaksa
  c . Haram sebagaimana yang telah diterangkan pada rupa-rupa jual beli ynag
     dilarang.
  d. Sunat, misalnya jual beli kepada sahabat atau famili yang dikasihi dan kepada
     orang yang sangat membutuhkan barang itu.
  Landasan hukum jual beli di benarkan Al-quran, as sunnah dan Ijma’
  1. Sunnah




            “Perolehan yang paling abdol adalah hasil seseorang dan jual beli
     yangmabrur”
  2. Ijma’ umatnya
               Umat sepakat bahwa jual beli dan penanggunganya sudah berlaku
     dibenarkan sejak zaman Rasulullah hingga hari ini.




                                         -5-
F. Hikmah Jual Beli
          Allah mensyariatkan jual beli sebagai pemberian keuangan dan keluasaan
   dariNya untuk hambah-hambahnya karena semua manusia secara pribadi
   mempunyai kebutuhan berupa sandang, pangan dan lain-lainya. Keputusan seperti
   ini tak pernah terputus dan tak henti-henti selama manusia itu masih hidup.


2. RIBA
A. Definisi Riba
      Riba menurut pengertian bahasa berarti Az-ziadah (tambahan) yakni
   tambahan atas odal, baik penambahan sedikit ataupun banyak

          ‫م ه و ول ت م ه و‬               ‫ورس له وإ ت ت ك رء س و لك‬
          َ ‫َ َ ُوِ ِ َِوِ ُبِ ُنِ فَمَ ُنِ ُ ُو ُ أَهِ َاِ ُنِ لَا تَظِْ ُو َ ََا ُظَْ ُو‬
      Artinya
      “Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba)maka bagimu modalmu
   karena tidak berbuat dhalim ”(QS :2 ayat 279)


B. Hukum Riba
      Riba diharamkan oleh seluruh agama samawi dianggap membahayakan oleh
   agama yahudi, nasrani dan Islam.


C. Hikmah pengharaman Riba
   1. Ia dapat menimbulkan permusuhan antara pribadi dan mengikis habis
      semangat kerja sama / saling menolongsesama manusia.
   2. Menimbulkan mental kelas pemboros yang tidak bekerja, juga dapat
      menimbulkan harta tanpa kerja keras sehingga tak ubahnya dengan pohon
      benalu(parasis)


D. Macam-macam Riba
   Riba ada dua macam yakni :




                                            -6-
1. Riba Nusi’ah
   Yaitu pertambhan bersyarat yang diperoleh orang yang menghutangkan dari
   orang yang berhutang lantaran penangguhan.
2. Riba Fadhal
   Yaitu jenis jual beli uang dengan uang atau barang pangan dengan barang
   pangan dengan tambahan
   Dinamai riba karena pengertian seperti sebab untuk menyebab
   “Abu said alkhudri meriwayatkan bahwa nabi SAW bersabda ”



                          ‫ِالد هم الد ه و ِالد ن ر الد ن تب ع‬
                    َ‫ب ِّرْ َ َيْهِ ِّرْ َمَ َالَ ب ِّيْ َا َيْهِ ِّيْ َارَ َ ِيْ ُوا ال‬
   Artinya :
          “Janganlah kamu menjual satu Dirham dengan dua dirham
   sesungguhnya aku menakuti kamu berbuat riba”
      Dengan demikianlah pelarangan riba karena beliau takut kalau mereka
   berbuat riba nasi’ah.




                                        -7-
                                      BAB III
                                    PENUTUP


A. Kesimpulan
       Secara terminologi, jual beli adalah transaksi tukar menukar yang
  berkonsekuensi beralihnya hak kepemilikan, dan hal itu dapat terlaksana dengan
  akad, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
       Adapun yang termasuk jual beli yang diharamkan antara lain; jual Beli
  ketika panggilan adzan, jual beli untuk kejahatan, menjual budak muslim kepada
  non muslim, jual beli di atas jual beli saudaranya, samsaran, jual beli dengan
  cinah.
       Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan), secara linguistik riba
  juga berarti tumbuh dan membesar . Secara istilah riba adalah pengambilan
  tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil
  atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Macam-macam riba
  yaitu riba yad, riba qardh, riba fadhl, dan riba nasi`ah.
       Khiyar yakni persyaratan yang diminta oleh salah satu dari pihak-pihak
  yang terkait dalam perjanjian, atau diminta masing-masing pihak untuk dirinya
  sendiri atau untuk pihak lain, untuk diberikan hak menggagalkan perjanjian dalam
  jangka waktu tertentu.Macam-macam khiyar yaitu khiyar majelis, khiyar syarat,
  dan khiyar aib


B. Saran
       Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
  terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
  saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.




                                           -8-
                               DAFTAR PUSTAKA




Aibak, Kutbuddin. 2006. Kajian Fiqh Kontemporer . Surabaya: Elkaf.


Hasbi Ash Shidieqy, Muhammad. 1997. Pengantar Hukum Islam. Semarang: Pustaka
     Rizqy Putra.


Rasjid, Sulaiman. 2008. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algesindo.


Mas’ai, Ghufron A.. 2002. Fiqh Muamalah Kontekstual. Jakarta: Raja Grafindo
     Persada.

Muslim, Nur I.. 2008. Jual Beli dan Syarat-Syaratnya , (online), (
     http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/jual-beli-dan-syarat-syaratnya.html,
     diakses 12 Maret 2010).


http://islamwiki. blogspot. com/2009/ 04/ kual-beli .html, diakses tanggal 26
       September 2010




                                          -9-
                             KATA PENGANTAR



   Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “JUAL-BELI DAN RIYA”
tepat pada waktunya.
       Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
membantu penulis dalam membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi
motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya.
       Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan
saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.


                                          Bengkulu, September 2010



                                                 Penyusun




                                        - 10 -
                                           i
    MAKALAH
          - JUAL BELI DAN RIYA -
  Disusun Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Materi PAI I




                         Oleh :
                         Rosida
                         Ritaldi
                    Reno Dema Rista
                     Novan Aprianto




         JURUSAN TARBIYAH
   PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
          STAIN (BENGKULU)
                 2010




                           - 11 -
                                                     DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL .......................................................................................
KATA PENGANTAR .....................................................................................                  i
DAFATR ISI ....................................................................................................       ii
BAB I PENDAHULUAN
     A. Latar Belakang .....................................................................................          1
     B. Tujuan .................................................................................................      1
     C. Rumusan Masalah ................................................................................              2

BAB II PEMBAHASAN
     1. Jual - Beli .............................................................................................     3
          A. Jual-Beli ........................................................................................       3
          B. Rukun Jual-Beli..............................................................................            3
          C. Beberapa jual-beli yang sah tetapi dilarang ...................................                          4
          D. Khiyur ............................................................................................      4
          E. Hukum Jual-beli .............................................................................            5
          F. Hikmah Jual-Beli ...........................................................................             6
     2. Riba ......................................................................................................   6
          A. Definisi Riba ..................................................................................         6
          B. Hukum Riba ...................................................................................           6
          C. Hikmah Pengharaman Riba............................................................                      6
          D. Macam-macam Riba ......................................................................                  6
BAB III PENUTUP
     A. Kesimpulan ..........................................................................................         13
     B. Kritik dan Saran ..................................................................................           13


DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................                  14




                                                                ii
                                                               - 12 -
- 13 -

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2226
posted:10/10/2010
language:Indonesian
pages:13