Estetika-Interpretasi Seni Rupa

Document Sample
Estetika-Interpretasi Seni Rupa Powered By Docstoc
					             Tugas Estetika 1




Nama                         : Adithya Suryapranata

NRP                          : 6210104




       UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

                  BANDUNG

                    2010
                                     PENDAHULUAN
       Estetika adalah suatu ilmu mengenai sistem keindahan (di mana keindahan memiliki
suatu aturan dalam estetika). Selain itu, dapat didefinisikan pula sebagai filsafat seni (ilmu yang
mempelajari tentang nilai seni). Kemudian, estetika disebut pula sebagai “sesuatu yang aneh
melebihi logika”, di mana estetika tersebut tidak bisa dijelaskan secara pasti.

        Dalam kajian fungsi, estetika dapat dipergunakan sebagai media untuk mengungkapkan
perasaan yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Bentuk penyampaiannya bisa berbagai
macam, yaitu bisa berupa seni rupa (lukisan, gambar, foto, pahatan patung), seni gerak (tari,
drama, teater), seni musik (nada, lagu). Atau dapat diungkapkan melalui seni teater (puisi) dan
sebagainya. Semua bentuk seni tersebut dapat menjadi media penyampai perasaan, pikiran
yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata.

        Selain itu, estetika menurut Michael Polanyi ada 3 sifat, yaitu selektif, heuristik dan
persuasif. Selektif adalah bentuk logika yang memberikan sebuah intuisi untuk memberikan
pilihan secara subyektif dan imajinasi rasa. Sedangkan heuristic bermakna penggunaan cara-
cara baru yang ada di luar kelaziman yang merupakan logika kerja ketika ditemukan metode
baru dalam pengerjaan sesuatu. Persuasif berarti temuan yang baru yang harus
dikomunikasikan dan harus dipertimbangkan cara penyampaiannya yang tepat dan arti yang
mengena.

        Terdapat 2 politik dalam estetika yaitu politik seni dan politik rasa. Politik itu sendiri
merupakan konsep propaganda (keinginan untuk menguasai) atas ide atau menyatakan
keberpihakan dan bersifat memenangkan salah satu pihak. Politik seni, berarti seni yang
bersifat ingin menguasai ide tertentu mengalahkan sains sebagai ilmu pasti. Sedangkan
perasaan juga berpolitik didefinisikan sebagai politik rasa, rasa yang ingin menguasai kehidupan
seseorang dengan mengalahkan pikiran. Di mana kebanyakan manusia menganggap pikiran
sebagai hal yang utama sehingga politik rasa yang terkandung dalam estetika ingin mendobrak
hal tersebut.

        Dari semua penjelasan di atas, makalah ini lebih mengutamakan penjelasan mengenai
apa itu politik rasa. Politik rasa di sini memiliki konteks di mana perasaan ingin berpolitik untuk
menguasai kehidupan manusia yang kebanyakan mengutamakan pikiran daripada perasaan.
Politik rasa itu bisa berbentuk perasaan itu sendiri yang ada dalam kehidupan manusia,
contohnya rasa benci, senang atau gembira, sedih, duka, bahagia, suka, cinta. Semua perasaan
itulah yang membentuk kehidupan manusia. Kita akan lebih membahas mengenai rasa cinta.
       Rasa cinta adalah perasaan manusia yang tidak bisa dirumuskan dan dijelaskan secara
konkret, perasaan yang aneh dan mampu mengubah siapapun manusia itu, yang bisa
membahagiakan atau menghancurkan hidup manusia. Merupakan juga bentuk seni dan politik
rasa yang paling menggambarkan seni itu sendiri. Ketika wanita dan pria yang memiliki sifat
yang sangat kontras terlibat dalam rasa ini, dipersatukan, keabstrakan seni tentang politik rasa
paling mengena. Di mana rasa cinta itu tidak memandang soal menyoal agama, suku, budaya,
warna kulit bahkan terkadang gender, politik rasa itu nyata ketika semua apa yang kita piker
selama ini benar bisa saja menjadi salah karena rasa cinta itu, yang membuat manusia bisa saja
berubah pengertiannya, sudut pandang atau bahkan pola pikirnya. Cinta adalah seni yang
sangat abstrak namun mampu menembus dimensi-dimensi kehidupan yang tak bisa terungkap
oleh kata-kata dan sesuatu yang luar biasa menyatukan manusia.
                                      PEMBAHASAN




        Apakah anda setuju dengan gambar di atas? Jelaskan! Pertanyaan tersebut adalah soal untuk
kami semua, mahasiswa Universitas Parahyangan dalam tugas estetika, khususnya juga saya sebagai
individu yang juga ditugaskan untuk menjawab pertanyaan ini. Menurut pendapat saya, saya setuju
dengan gambar di atas dan akan lebih dijelaskn per simbol di bagian bawah pembahasan ini. Saya akan
menganalisis per gambar, sehingga membentuk suatu interpretasi tentang gambar tersebut.




              Lambang atau symbol ini saya interpretasikan sebagai salah satu gender, yaitu wanita
       atau perempuan. Hal ini terlihat dari bentuk reggae atau zig-zag yang tidak menentu pada
       gambar. Gambar yang sangat abstrak ini saya gambarkan sebagai deskripsi seorang wanita
       secara general, yaitu perasaan wanita yang amat sangat mudah berubah dan sangat tidak
       menentu, kita tidak pernah bisa menebak perasaan mereka, perubahan mood yang terjadi
mendadak karena mendengar sesuatu, mengalami penolakan, sakit hati yang membuat mereka
tidak akan pernah lupa, perasaan yang mudah menjadi senang, sedih atau benci, yang tidak
pernah kita pikirkan sebelumnya. Mereka mendasari bukan pada apa yang menjadi pikiran
mereka tetapi mendasari pikiran mereka dengan emosi dan perasaan mereka, singkat kata
mendasari pada feeling dan hati unuk segala sesuatu yang membentuk kehidupan mereka serta
apa yang mereka alami yang membentuk siapa mereka, itulah gambaran perasaan mereka yang
digambarkan melalui symbol tersebut.




         Lambang di atas ini, saya interpretasikan juga sebagai gender yang lain, yaitu pria. Saya
bisa menggambarkan symbol x dalam angka Romawi menunjuk pada angka 10, yang menunjuk
pada kesempurnaan, kekuatan, kuasa yang selama ini identik dengan gambaran seorang pria.
Sifat ingin menguasai, memiliki kekuatan dan menginginkan untuk mencapai kesempurnaan
itulah yang bisa saya gambarkan secara general lamabang atau symbol yang saya anggap
sebagai lambang X. Tetapi di dalamnya juga terpapar kesan ego seorang pria yang tergambar
jelas dengan garis lurus yang saling menyilang, di mana mereka ingin saling menyatukan yang
terpisahkan tetapi dengan cara yang mereka inginkan tanpa peduli apa kata orang lain. Juga
tergambar ketegasan di symbol ini, pada garis lurus tegas yang saling menegaskan gambaran
dimensi pria dengan pria lain yang ingin saling bersatu dan mempunyai ikatan persaudaraan
yang kuat antara 1 pria dengan pria lain. Yang paling mendasari diri mereka adalah pikiran
mereka bukan perasaan mereka, itulah yang bisa saya gambarkan melelaui symbol di atas.
       Sedangkan untuk gambar lambang di atas menggambarkan tentang politik rasa, perasaan, hati
       dan cinta. Jika kedua tanda mirip dengan tanda Tanya tersebut direkatkan satu bagian dengan
       yang lain akan membentuk suatu lambang yang saya interpretasikan sebagai hati. Hati yang
       mencintai, hati yang membenci, tetapi saya menggambarkan, gambar ini sebagai hati yang
       mencintai yang menghasilkan suatu perasaan aneh yang menggetarkan hati, yang disebut itu
       cinta. Saling mengisi kekurangan serta menerima seseorang apa adanya dari rasa yang timbul
       dengan sendirinya untuk mengalahkan seluruh pikiran, yang selama ini menjadi dasar hidup
       seseorang. Yang sangat abstrak mampu mengubah manusia, untuk ke arah positif ataupun
       negatif, menjadi tidak sama seperti manusia yang dulu lagi, menyatukan yang terpisahkan serta
       mengalahkan segala keterbatasan dan keterbatasan atau “tembok-tembok kehidupan”. Hal ini
       menunjukkan pada politik rasa, di mana perasaan, cinta dan rasa yang timbul dari politik seni
       untuk menguasai dan berpropaganda untuk mengalahkan pikiran yang selama ini juga
       menguasai segi kehidupan manusia. Di mana rasa juga berpolitik, berdemonstrasi untuk menjadi
       yang utama dalam kehidupan manusia

Inilah lambang yang saya maksudkan:
KESIMPULAN




   Wanita                        Pria                                      Rasa Cinta



   Saya setuju dengan gambar tersebut, dengan keterangan seperti di atas. Di mana penggabungan
   ketidaktentuan dan abstrak yang menggambarkan perasaan dan personifikasi seorang wanita
   digabungkan dengan kekuatan, ego, kekuasaan yang identik dengan karakter seorang pria dan
   kesempurnaan yang ingin dicapainya selalu dalam hidup menghasilkan politik rasa, di mana rasa
   dan perasaan mereka yang bergemuruh satu sama lain membentuk suatu perasaan yang
   disebut ‘cinta’, yang menyatukan mereka yang punya karakter yang sangat kontras, menjadi
   satu ikatan yang tidak terpisahkan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Seni
Stats:
views:852
posted:10/8/2010
language:Indonesian
pages:8
Description: Yg mao liat contoh interpretasi alias tafsir simbol, silahkan!!