Docstoc

SARAF

Document Sample
SARAF Powered By Docstoc
					MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY




                   SARAF

             Dr. Arlends Chris, M.Si.
              BAGIAN HISTOLOGI
                    FK UNTAR
                      2009
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Definisi……
  Jaringan saraf :
    Merupakan salah satu dari 4
   jaringan dasar tubuh manusia.
   Tersusun oleh sel saraf (neuron)
   dan sel penyokong (neuroglia)
   yang berfungsi untuk komunikasi.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY




                          Sumber: Sherwood, L. (2007).
                          Human physiology: From cells to
                          systems. Belmont, CA: Thomson.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY

  • Mengontrol &
    mengkomunikasikan sistem
    dalam tubuh.
  • Fungsi:
    – Sensory input – monitoring stimuli
      occurring inside and outside the
      body.
    – Integration – interpretation of
      sensory input.
    – Motor output – response to stimuli
      by activating effector organs.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Struktur
  • Sel saraf / Neuron
    – Badan sel (soma atau perikarion)
       • Nukleus
       • Sitoplasma
       • Organel-organel
    – Prosesus (juluran)
       • 1 akson dengan 1 atau beberapa dendrit
  • Sel glia / Neuroglia
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Fungsi Neuron
  • Fungsi dasar : melakukan komunikasi
  • Iritabilitas
    – Kemampuan berespons thd rangsangan fisik
      & zat kimia dgn permulaan suatu impuls.
  • Konduktivitas
    – Kemampuan menghantarkan impuls tersebut.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


    Badan sel saraf/Perikarion/Soma
  • Bentuk dan besar sangat beragam 4 – 135 µm.
  • Bentuk : piramid, lonjong, bulat.
  • Nukleus umumnya besar, bulat/lonjong, ditengah
    (seperti mata burung hantu)
  • Sitoplasma : badan nissl (RE kasar), RE licin, kompleks
    golgi, mitokondria, neurofibril, neurofilamen.
  • Kebanyakan neuron menerima rangsang impuls dari
    saraf lain.
  • Peran utama : Pusat Trofik/pemberi makan sel2.
                  Mensuplai organel dan makromolekul
                          sampai kecabang-cabangnya.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY




                          Lesson, Lesson Paparo
                          Hole, Human Anatomy & Physiology, 10th ed
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                     Prosesus
  • Neuron mempunyai 1 akson.
  • Lebih panjang daripada dendrit.
  • Aksoplasma tidak mengandung Badan Nissl.
  • Pangkal akson disebut Akson Hilok.
  • Sebagian besar bermielin.
  • Ujung akson bercabang-cabang seperti ranting,
    disebut telodendria.
  • Pada ujung ranting aksonal terdapat pembengkakan
    yang disebut “Boutons Terminaux”.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Prosesus
  Akson hilok dan segmen awal disebut sebagai “zona
  pemicu” yang membangkitkan potensial aksi.
  Akson membawa respon dari neuron, yaitu impuls saraf,
  dalam bentuk potensial aksi.
  Dendrit merupakan cabang langsung dari badan sel neuron.
  Merupakan bagian terbesar penerima sinyal dari neuron
  lain, selain badan sel & segmen awal akson.
  Dendrit relatif tebal, berangsur meruncing pada ujungnya.
  Dapat bercabang primer, sekunder, tersier, dst.
  Organel yang terdapat pada dendrit sama dengan yang
  terdapat pada perikarion.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY




                          Pinel, J. P. J. (2006). Biopsychology (6th ed.). Boston: Pearson.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


              Jenis-jenis Neuron
  • Berdasarkan polaritasnya :
    – Unipolar
       • Jarang pada vertebrata kecuali tahap embrional dini.
    – Bipolar
       • Di ganglia vestibuler dan koklear, dalam epitel olfaktori
         hidung.
    – Pseudounipolar
       • Ganglia kraniospinal.
    – Multipolar
       • Kebanyakan neuron, SSP.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY




                          Pinel, J. P. J. (2006). Biopsychology (6th ed.). Boston: Pearson.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


            Jenis-jenis Neuron
  • Berdasarkan fungsi :
    – Neuron motorik
       • Mengawasi organ efektor seperti otot dan kelenjar (contoh:
         sel kornu anterior atau sel saraf motoris pada medula
         spinalis).
    – Neuron sensorik
       • Menerima rangsang sensoris eksteroseptif dan interoseptif.
    – Neuron interneuron
       • Menghubungkan neuron-neuron lain untuk membentuk
         lingkungan fungsional kompleks/rantai neuron.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


         SISTEM SARAF TEPI
  • Membawa Informasi
    aferen ke SSP.
  • Membawa perintah
    eferen ke otot.
  • Terdiri dari 12 pasang
    serabut saraf otak dan
    31 pasang serabut
    saraf sumsum tulang
    punggung                 Hole, Human Anatomy &
                             Physiology, 10th ed
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY

             Selubung serat saraf/
               selubung akson
  Berdasarkan ada atau tidak adanya selubung
  mielin, serat saraf (akson) di SSP dan SST dibagi
  menjadi:
    1. Serat saraf bermielin
       Pada SSP mielin dibentuk oleh sel oligodendroglia.
       Pada SST mielin dibentuk oleh sel schwann.
    2. Serat saraf tak bermielin
       Pada SSP serat saraf ini hanya dilingkupi oleh
       Jaringan ikat (prosesus sitoplasma dari
       oligodendroglia).
       Pada SST hanya diselubungi oleh selubung sel
       schwann.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                Selubung mielin
  • Suatu lapisan yang melingkari akson secara konsentris
    & terdiri atas lipid & neurokeratin.
  • Dalam keadaan segar berwarna putih.
  • Dengan Mikroskop cahaya  terlihat sebagai silinder
    yang terputus-putus, karena pada jarak 0,1 – 1,5 mm
    terdapat celah pada selubung yang dikenal sebagai
    nodus Ranvier atau pinggetan Ranvier.
  • Pada pulasan perak nodus Ranvier terisi endapan perak
    yang dikenal sebagai palang Ranvier.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


   Pembentukan selubung mielin
  • Hipotesa
    pembentukan
    lamel-lamel mielin
     teori “Jelly Roll”.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                          Schwann cell (small arrow
                          points to nucleus) myelinating
                          a single axon (large arrow
                          points to myelin sheath
                          around axon).Smaller
                          unmyelinated axons(small
                          arrowhead)



                          this image show of
                          myelinated axons(small
                          arrows) many probably
                          myelinated by a single
                          oligodendrocyte. The large
                          arrow points to an adjucent
                          astrcyte nucleus
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


        Fungsi selubung mielin
  • Sama seperti pada insulator pada kawat
    listrik. Arus listrik meloncat dari nodus
    Ranvier yang satu ke nodus Ranvier
    berikutnya dengan sangat cepat (saltatory
    conduction).
  • Kecepatan rambat saraf listrik pada saraf
    yang bermielin jauh lebih cepat
    dibandingkan dengan saraf tanpa mielin.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


           Selubung Schwann
  • Seluruh serat saraf perifer (akson) yang
    bermielin / tidak bermielin akan diselubungi
    dibagian luar oleh selubung schwann =
    neurilemma.
  • Suatu serat perifer bila terputus, akan
    kehilangan akson bagian distal.
    Akson baru akan tumbuh dari ujung proksimal
    potongan dan akan mengikuti jalur yang
    dibentuk oleh selubung schwann yang masih
    utuh dibagian distal.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


         Selubung saraf perifer
  • Saraf tepi disusun oleh berkas-berkas serat
    saraf yang dipersatukan oleh jaringan ikat.
  • Mencakup saraf-saraf spinal yang berhubungan
    dengan medula spinalis maupun saraf-saraf
    kranial yang berhubungan dengan otak.
  • Saraf tepi putih karena mengandung lapisan
    mielin.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


           Selubung saraf tepi
  Jaringan ikat yang
      membungkus saraf tepi
      adalah:
  1. Epineurium (jaringan
      ikat fibrosa)
  2. Perineurium (Jaringan
      ikat padat kolagen)
  3. Endoneurium (Jaringan
      ikat longgar)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Respon neuron terhadap luka/injuri
  • Bila sel saraf rusak, tidak dapat digantikan
     kerusakan pada SSP bersifat
    permanen.

  • Bila serat saraf tepi rusak / terpotong 
    regenerasi, disebut reaksi akson.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Reaksi Akson
  Berdasarkan lokasi terjadinya reaksi akson:
  1. Reaksi lokal (pada tempat traumanya)
  2. Reaksi anterograde (pd bagian distal dari
     tempat trauma)
  3. Reaksi retrograde (pd bagian proksimal dari
     tempat trauma)

  •   Beberapa reaksi berlangsung serentak, yang
      lain mingguan atau bulanan.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                    Ganglia
  • Merupakan kumpulan neuron yang
    letaknya diluar SSP.
  • Ada 2 macam ganglia:
    – Ganglia Kranio-spinal (sensorik)
      (terdiri atas saraf kranial dan saraf spinal)
    – Ganglia autonom (berfungsi motorik)
      (terbagi 2: Ganglion simpatis & parasimpatis)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


          Ganglia Kranio-spinal
  • Bentuk fusiform atau globular pada cabang
    posterior.
  • Sel ganglion : jenis pseudounipolar, globular
    yang mempunyai cabang tunggal suatu akson,
    sewaktu meninggalkan badan saraf pada jarak
    tertentu bercabang 2 menjadi bentuk T atau Y
    (berfungsi sebagai dendrit atau akson)
  • Setiap perikarion dikelilingi oleh sel-sel kecil,
    gepeng atau kuboid  sel satelit/sel
    kapsul/amfisit (merupakan sel penyokong
    seperti pada sel glia di SSP)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


               Ganglion Spinalis
  • Terletak pada akar saraf
    posterior dari medula
    spinalis.
  • Sensoris.
  • Pseudo-unipolar.
  • Badan sel dikelilingi sel
    satelit gepeng.
  • Inti dan anak inti jelas.
  • Ganglion dibungkus
    jaringan ikat,
    endoneurium.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


        Susunan Saraf Otonom
  • Berperan untuk mempertahankan
    keseimbangan di dalam tubuh yang disebut
    sebagai Homeostasis.
  • Terdiri dari: sistem persarafan simpatis &
    parasimpatis.
  • Sistem ini mengatur:
       1.Sekresi kelenjar
       2.Kontraksi & kec. Denyut otot jantung
       3.Kontraksi & kec. Kontraksi otot polos
       4.Sistem sirkulasi darah
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


              Ganglia Otonom
  • Sel ganglion berukuran lebih kecil daripada
    ganglion kraniospinal, berbentuk multipolar,
    beberapa dendrit dan satu akson tak bermielin
  • Disekitar perikarion terdapat beberapa sel
    kapsul.
  • Akson tidak berkelompok membentuk berkas-
    berkas (pada ganglia kraniospinal membentuk
    berkas)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


             Ganglion Simpatis
  • Struktur serupa dengan
    ganglia sensoris.
  • Multipolar.
  • Inti eksentrik.
  • Sitoplasma
    mengandung granula
    lipofusin coklat.
  • Jumlah sel satelit lebih
    sedikit.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


          Ganglia Parasimpatis
  • Biasanya terletak di
    dalam/dekat organ
    efektor.
  • Beberapa badan sel
    mengelompok.
  • Inti dan anak inti
    besar, jelas.
  • Sitoplasma basofilik.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY



       Ganglia simpatis   Ganglia parasimpatis
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


     Ujung saraf / Nerve endings
  • Tiap serat saraf tepi, sensoris, motoris
    akhirnya berujung pada organ perifer
    dengan satu atau beberapa cabangnya.
  • Beberapa serat saraf bercabang sebagai
    ujung akhir saraf bebas diantara sel
    jaringan.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Ujung akhir serat saraf
  Ada 3 kelompok ujung akhir
      saraf :
  1. Yang berakhir pada otot
      skeletal (motor endplate,
      muscle spindel)
  2. Yang berakhir pada epitel
      (ujung akhir saraf bebas)
  3. Yang berakhir pada
      jaringan ikat (badan vater
      pacini, Meissner)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Cakram motorik/Motor end plate
  • Serat saraf yang keluar SSP
    disebut serat eferen.
  • Serat saraf eferen yang
    menuju otot skelet adalah
    serat saraf motorik &
    efektornya adalah serat otot.
  • Selubung mielin akson
    menghilang sewaktu akson
    bercabang seperti cakar ayam
    mendekati serat otot rangka.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


  Badan Vater Pacini
  • Bangunan ini bersifat sensoris.
  • Terdiri atas lapisan fibroblas dan
    ruangan berisi cairan jaringan
    yang tersusun berlapis-lapis
    dengan serat saraf tak bermielin
    ditengahnya.
  • Terdapat pada dermis dan
    hipodermis kulit, genital
    eksterna, putting payudara,
    payudara, pankreas, otot.
  • Fungsi: reseptor tekanan dan
    getaran (mekanoreseptor)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                Badan Meissner
  • Bangunan ini terdiri atas
    percabangan ujung serat
    saraf sensoris yang
    diselubungi sel schwann
    yang tersusun secara
    horizontal melingkar ke
    ujung.
  • Terdapat pada: stratum
    papilar dermis ujung jari
    tangan dan kaki, telapak kaki,
    tangan, bibir dan putting
    payudara.
  • Fungsi: reseptor rabaan
    halus (mekanoreseptor)
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


               Badan Ruffini
  • Ujung reseptor membentuk jala-jala yang
    luas diantara serat-serat jaringan ikat yang
    berbentuk lonjong.
  • Terdapat pada: dermis, hipodermis kulit,
    khususnya ujung jari tangan dan kaki.
  • Fungsi: reseptor temperatur dan reseptor
    rabaan dan tekanan.
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


              Muscle Spindel
  • Terletak di antara otot rangka.
  • Berfungsi: mengontrol gerakan otot.
  • Setiap muscle spindel mengandung 2-12
    serat otot skelet khusus (serat intrafusal)
    yang terdapat dalam kapsul jaringan ikat
    yang berjalan paralel dengan serat otot
    skelet biasa disekelilingnya (serat
    ekstrafusal).
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY
MEDICAL FACULTY
TARUMANAGARA UNIVERSITY


                      Referensi
  • Young, B., & Heath, J. W. (2005). Wheather’s Functional
    Histology. Churchill Livingstone.
  • Lesson, T. S., Leeson, C. R., Paparo, A. A. (1988).
    Text/atlas of histology. Philadelphia: W. B. Saunders.
  • Carlos Junqueira. Basic Histology.
  • Bloom & Fawcett. Textbook of histology.
  • Sherwood, L. (2007). Human physiology: From cells to
    systems. Belmont, CA: Thomson.
  • Hole, Human Anatomy & Physiology, 10th ed

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: SARAF
Stats:
views:2028
posted:10/8/2010
language:Indonesian
pages:63
Description: SARAF