Docstoc

ETIKA_PROFESI_PENEGAK_HUKUM

Document Sample
ETIKA_PROFESI_PENEGAK_HUKUM Powered By Docstoc
					 ETIKA PROFESI
PENEGAK HUKUM
   RAHMADI INDRA TEKTONA
Etika profesi

   Pemikiran kritis rasional tentang
    kewajiban dan tanggung jawab
    seseorang atau sekelompok orang sebagai
    pemegang profesi tertentu.
   Ilmu tentang kesusilaan, tentang apa yang
    baik dan apa yang buruk, yang patut
    dikerjakan seseorang dalam jabatannya
    sebagai pelaksana hukum dari hukum
    yang berlaku dalam dlm suatu negara
Etika dalam Profesi Hukum
   Fungsi utama etika adalah
    membantu manusia mencari
    orientasi diri secara kritis yang akan
    berhadapan dengan moralitas yang
    bermacam-macam.
   Orientasi itu terutama diperlukan
    apabila terjadi konflik moralitas,
    sehingga seseorang harus
    mengambil keputusan untuk
    mengacu moralitas tertentu.
      Kriteria Profesi
a.   Memiliki Spesialisasi
b.   Intellectual Character
c.   Berdasarkan keahlian dan keterampilan
     khusus
d.   Bersifat tetap dan terus menerus
e.   Mengutamakan pelayanan
f.   Lebih mendahulukan pelayanan
     daripada imbalan
g.   Bertanggung jawab terhadap diri
     sendiri dan masyarakat
h.   Terkelompok dalam suatu organisasi
Profesi
Professus (bahasa latin) = pengakuan iman,
   pernyataan kesungguhan hati, atau janji di
   muka umum.
  Profesional = melakukan sesuatu sebagai
   pekerjaan pokok, identik dengan keahlian
1. Ahli pada bidangnya
2. Kompeten
3. Mampu untuk bekerja keras
4. Integritas (jujur, memegang teguh
   kebenaran, terbuka akan kritik, berorientasi
   pada mutu)
5. Disiplin diri
6. Totalitas
    Prinsip utama bagi profesi :

   Prinsip agar menjalankan
    profesinya secara bertanggung
    jawab
    * bertanggung jawab di sini
    dimaknai sebagai bertanggung
    jawab terhadap pekerjaan itu
    sendiri maupun hasilnya yang
    berkualitas.
   Hormat terhadap hak-hak orang
    lain.
     Jenis Profesi

1. Profesi Pada Umumnya
   Prinsip agar menjalankan profesinya
   secara bertanggung jawab
   Hormat terhadap hak2 orang lain2.
2. Profesi yang luhur (Officium
   Nobile)
   Mendahulukan kepentingan orang
   yang dibantu
   Mengabdi Pada Runtutan Luhur
   Profesi
Prinsip utama
bagi profesi luhur
   Mendahulukan kepentingan
    orang yang dibantu (klien,
    pasien)
   Mengabdi pada tuntutan luhur
    profesi.
Nilai Moralitas Profesi


1.   Berani berbuat dengan bertekad
     untuk bertindak sesuai dengan
     tuntutan profesi
2.   Kejujuran
3.   Sadar akan kewajibannya
4.   Memiliki idealisme yang tinggi
5.   Otentik/menghayati
6.   Bertanggung jawab
Kaidah Etika Profesi
1.   Profesi harus dipandang
     sebagai suatu pelayanan
     (Tanpa Pamrih)
2.   Pelayanan Profesional
3.   Berorientasi pada masyarakat
     pada keseluruhan
4.   Solidaritas antar sesama
     rekan seprofesi
Kode etik
   Untuk menjamin pelayanan
    terhadap masyarakat oleh
    profesi tertentu diperlukan kode
    etik.
   Kode etik adalah prinsip-
    prinsip yang wajib ditegakkan
    oleh anggota dari komunitas
    profesi tertentu.
   Kode etik disusun oleh wakil-
    wakil yang duduk dalam
    asosiasi profesi tertentu.
    Kode etik profesi

   Kode etik profesi (hukum)
    idealnya disusun oleh profesi
    itu sendiri, dengan melibatkan
    orang-orang yang memahami
    seluk beluk profesi tersebut dan
    para ahli etika, dan dengan
    didukung oleh organisasi profesi
    yang solid.
Fungsi Kode Etik Profesi
a.   Sebagai Sarana kontrol
     sosial
b.   Sebagai Pencegah campur
     tangan pihak lain
c.   Sebagai pencegah
     kesalahpahaman dan konflik
d.   Suatu Pedoman
Masalah yang dihadapi dalam
profesi hukum
a.   Kualitas pengetahuan
b.   Terjadi penyalahgunaan
c.   Kecenderungan digunakan
     sebagai kegiatan bisnis
d.   Penurunan kepedulian sosial
e.   Kontinuasi sistem yang sudah
     usang
Prinsip keadilan

   Adil berarti kita memberi kepada
    siapa saja apa yang menjadi haknya.
   Prinsip keadilan mengungkapkan
    kewajiban untuk memberi perlakuan
    yang sama dan menghormati hak
    semua pihak yang bersangkutan.
   Keadilan menuntut kita agar jangan
    mencapai tujuan termasuk yang
    baik, dengan melanggar hak
    seseorang.
Prinsip hormat terhadap
martabat manusia termasuk
diri sendiri
   Dalam bertindak, orang
    diwajibkan memperhatikan
    kepentingan orang lain.
   Kepentingan orang lain, tidak
    perlu mengabaikan perhatian
    terhadap diri sendiri.
   Erat kaitannya dengan etika
    pengembangan diri.
    Pengembangan diri jangan
    sampai menjadi prinsip moral
    satu-satunya.
Keterlibatan suara hati

   Subjek dalam mengambil
    keputusan, berangkat dari
    kesadaran moralnya sendiri
    yang disebut “suara hati”.
   Suara hati merupakan
    kesadaran moral kita dalam
    situasi konkret.
   Dalam pusat perhatian kita yang
    disebut hati, kita sadar apa yang
    sebenarnya dituntut dari kita.
Peran suara hati

   Meskipun banyak pihak yang
    mengatakan kepada kita apa
    yang wajib kita lakukan, hati kita
    sadar bahwa akhirnya hanya
    kita masing-masing yang
    mengetahui apa yang patut
    dilakukan.
Yang diperlukan suara hati

   Suara hati tidak otomatis
    muncul.
   Suara hati memerlukan nalar.
   Nalar sendiri memerlukan
    informasi/ data sebanyak
    mungkin.
   Suara hati mungkin saja keliru,
    terutama jika tidak didukung
    oleh informasi/ data yang
    memadai.
Landasan etik profesi hukum

   Peraturan perundang-undangan
   Kode etik profesi
Integreted criminal justice
system
   Sistem Peradilan Perkara
    Pidana Secara Terpadu
   Unsur-unsurnya = Penyidikan,
    Penuntutan, dan Lembaga
    Pemasyarakatan Harus memiliki
    satu persepsi sehingga
    peradilan dapat berjalkan
    dengan harmonis
Hakim

   UU No 4 Tahun 2004 Tentang
    Kekuasaan Kehakiman;Badan2
    peradilan, penyelenggara kekuasaan
    kehakiman, asas2 penyelenggara
    kekuasaan kehakiman dan jaminan
    kedudukan serta perlakuan yang
    sama bagi setiap orang di hadapan
    hukum dan atau dalam mencari
    keadilan
Kode Etik Hakim
Kartika = Bintang (Ketuhanan Yang Maha
   Esa)
Cakra = Senjata ampuh dari dewa keadilan
   yang mampu memusnahkan segala
   kebatilan, kezaliman, ketidakadilan
Candra = Bulan yang menerangi segala
   tempat yang gelap, yang berarti dan
   berwibawa
Sari = Bunga seerbak wangi mengharumi
   kehidupan masyarakat berarti berbudi
   luhur
Tirta = Air yang membersihkan segala
   kotoran dunia (jujur)
Jaksa
 Kejujuran Tinggi
 Kewajiban yang berganda

 Tidak idealisme korps

Pedoman Perilakunya :
UU No 16 Tahun 2004
Perpres No 18 Tahun 2005
  Tentang Komisi Kejaksaan
Etika Profesi
Satya = kesetiaan yang jujur
Adi = Kesempurnaan
Wijaksana = Bijaksana
Kepolisian
   UU No 2 Tahun 2002 Tentang
    Kepolisian Negara Republik
    Indonesia
Etika Kepolisian
Catur Prasetya :
Bhayangkara Setya Prabu = Setia Kepada
  NKRI
Bhayangkara Hanyaken Musuh
  =Melenyapkan musuh masyarakat,
  Negara, dan Rakyatnya
Bhayangkara Gineung Pratidina=Setiap saat
  mengagungkan NKRI
Bhayangkara Tan Strisna = Tidak Berat
  terhadap sesuatu yang memberatkan
  tugas kepolisian

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:232
posted:10/8/2010
language:Indonesian
pages:27