Docstoc

Level Analisa

Document Sample
Level Analisa Powered By Docstoc
					                    HUBUNGAN
                INTERNASIONAL

                 Pengantar Studi Hubungan
                              Internasional




10/7/2010   FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd     1
            PENGANTAR STUDI H.I

                     • LEVEL ANALISA HI
              • AKTOR DALAM HUBUNGAN
                         INTERNASIONAL




10/7/2010        FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd   2
              LEVEL ANALISA HI
        Proses memilih tingkat analisa, perlu ditetapkan :

        1. “Unit Analisa” yaitu yang perilakunya hendak kita
           deskripsikan, jelaskan dan ramalkan ( variabel dependen);
        2. “Unit Eksplanasi” yaitu yang dampaknya terhadap unit
           analisa hendak kita amati (variabel independen).

        JADI :
        Masalah awal yang dihadapi analis antara lain adalah
        persoalan menetapkan APA YANG HARUS DITELAAH ATAU
        DIAMATI dalam mempelajari Hubungan Internasional, yaitu
        apa yang harus dipakai sebagai unit eksplanasi dan pada
        tingkat mana analisa harus ditekankan.

10/7/2010                 FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                 3
                  LEVEL ANALISA HI
        Terdapat dua pendekatan dalam mempelajari HI
        yaitu :

            pertama : kita mempelajari politik dalam negeri
        suatu negara yg mempengaruhi pembuat keputusan
        dalam memilih berbagai alternatif untuk membuat
        politik luar negeri negara itu.
        kedua : kita pelajari sistem internasional yang
        merupakan lingkungan besar yang mempengaruhi
        proses pembuatan keputusan tsb, dan dgn demikian
        bisa membantu para pembuat keputusan dalam
        menentukan alternatif2 apa yg mungkin akan
        diambil.

10/7/2010                FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd              4
            LEVEL ANALISA HI

            Mengapa masalah tingkat analisa
            dianggap penting ?

            Mengapa kita harus memperhatikan
            tingkat analisa dalam mempelajari mata
            kuliahHubungan Internasional ?



10/7/2010             FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd        5
            EMPAT ALASAN PENTINGNYA
            TINGKAT ANALISA DALAM HI
        1. Untuk menjelaskan suatu peristiwa
           internasional, misalnya tindakan eksternal
           suatu negara (aktor utama dalam HI) ,
           terdapat lebih dari satu faktor yang punya
           kemungkinan penyebabnya, mulai dari
           perilaku individual pemimpin, perilaku
           kelompok, karakteristik negara itu sendiri,
           hubungannnya dengan beberapa negara
           lain dalam lingkup regional, sampai struktur
           hubungan pada tingkat global.

10/7/2010            FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd        6
                EMPAT ALASAN PENTINGNYA
                TINGKAT ANALISA DALAM HI

            2. Kerangka berpikir tingkat analisa
             membantu kita memilah-milah
             faktor mana yang harus paling
             banyak ditekankan. Kerangka ini
             juga menunjukkan bahwa tingkat
             analisa yang penting pada suatu
             situasi mungkin tidak penting pada
             situasi lain.


10/7/2010              FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd     7
            EMPAT ALASAN PENTINGNYA TINGKAT
                    ANALISA DALAM HI

        3. Kerangka tingkat analisa memungkinkan
           kita untuk memilah-milah mana dampak
           dari sekumpulan faktor tertentu terhadap
           suatu fenomena dan mana dampak dari
           sekumpulan faktor lain terhadap fenomena
           itu; kemudian memperbandingkan dampak
           dari kedua kelompok faktor yang berbeda
           itu. Sehingga untuk fenomena yang sama
           kita memperoleh beberapa penjelasan
           alternatif.

10/7/2010           FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd       8
             EMPAT ALASAN PENTINGNYA TINGKAT
                     ANALISA DALAM HI
        4.   Kita harus peka terhadap masalah tingkat analisa
             karena adanya kemungkinan kita melakukan kesalahan
             metedologis yg disebut fallacy of composition dan
             ecological fallacy.

             fallacy of composition adalah kesalahan akibat
             berasumsi bahwa generalisasi tentang perilaku
             “bagian” bisa juga dipakai untuk menjelaskan
             “keseluruhan”.

             ecological fallacy adalah kesalahan akibat memakai
             generalisasi yg ditarik pada tiungkat “keseluruhan”
             untuk menjelaskan “bagian”.



10/7/2010                 FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                  9
                  CONTOH ANALISIS
       POLITIK KONFRONTASI INDONESIA TERHADAP MALAYSIA.
       Analisanya bisa dilkakukan dari tiga kemungkinan perspektif.
       PERTAMA, kita bisa menjelaskan bahwa yang dilakukan Indonesia (unit analisis negara-bangsa)
           sebenarnya hanya sekedar memberi tanggapan terhadap apa yg terjadi dalam konteks
           sistem internasional – regional atau sistem internasional. Asumsinya negara-bangsa adalah
           unit yg perilakunya sekedar menanggapi apa yang terjadi dlm konteks yg lebih besar itu.
           Jadi, unit eksplanasinya adalah sistem internasional-regional atau sistem global.
       KEDUA, kita bisa menjelaskan politik konfrontasi Indonesia itu sebagai akibat dari
           karakterisitik proses pembuatan keputusan. Disini unit eksplanasinya sama yaitu negara-
           bangsa.
       KETIGA, kita bisa menjelaskan perilaku konfliktual itu sebagai akibat dari perilaku Presiden
           Soekarno atau sebagai hasiul dari dari persaingan antara PKI dan Angkatan Darat. Dengan
           demikian unit analisanya adalah negara, sedangkan unit eksplanasinya adalah perilaku
           individu atau kelompok.


10/7/2010                        FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                                     10
                CONTOH ANALISIS
        KETERANGAN :

        Dari contoh tsb slide tadi maka dapat dijelaskan sbb :
           Perspektif pertama unit eksplanasinya lebih tinggi
           tingkatnya dibanding dengan unit analisanya
           disebut analisa induksionis.
           Perspektif kedua unit analisa dan eksplanasinya
           sama, disebut analisa korelasionis.
           Perspektif ketiga unit eksplanasinya lebih rendah
           dibandingkan dengan unit analisanya disebut
           analisis reduksionis.


10/7/2010              FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd               11
                                LIMA KEMUNGKINAN
                                  TINGKAT ANALISA

        1. Perilaku Individu
            Ilmuwan yang melakukan analisa hubungan inetrnasional pada
            tyingkat ini beranggapan bahwa fenomena hubungan
            internasional pada alkhirnya adalah akibat dari perilaku
            individu2 yang saling berintegrasi did dalamnya.
            Karena itu, untuk memahami hubungan internasional kita
            diharuskan menelaah sikap dan perilaku tokoh2 utama pembuat
            keputusan, seperti kepala pemerintahan, menteri luar negeri,
            penasehat keamanan dlsabagainya.



10/7/2010                FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                     12
            LIMA KEMUNGKINAN TINGKAT ANALISA

     2. Perilaku Kelompok
            Ilmuwan yang menekankan tingkat analisa kedua ini berasumsi
            bahwa individu umumnya melakukan tindakan internasional dalam
            kelompok.
            Hubungan Internasional sesungguhnya adalah hubungan antar
            berbagai kelompok kecil di berbagai negara. Artinya, peristiwa
            internasional sebenarnya bukan ditentukan oleh individu
            melainkan kelompok kecil (seperti kabinet, dewan penasehat
            keamanan, politbiro dsb) dan oleh organisasi, birokrasi,
            departemen, badan2 pemerintahan dan sbgainya.

            Dengan demikian untuk memahami hubungan internasional kita
            harus mempelajri perilaku kelompok2 kecil dan organisasi2 yg
            terlibat dalam hubungan internasional.

10/7/2010                    FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                       13
            LIMA KEMUNGKINAN TINGKAT ANALISA

      3. Negara-Bangsa
            Analisis yang menekankan tingkat ini berasumsi bahwa semua pembuat
            keputusan, dimana pun berada, pada dasarnya berprilaku sama apabila
            menghadapi situasi yang sama. Karena itu analisa yg menekankan variasi
            atau perbedaan antara perilaku sekelompok pembuat keputusan di suatu
            negara dengan sekelompok di negara lain dianggap akan sia-sia saja.

            Analisa seharusnya ditekankan pada perilaku unit negara- bangsa, karena
            hubungan internasional pada dasarnya di dominasi oleh perilaku negara-
            bangsa.

            Dalam hal ini perilaku individu, kelompok, organisasi, lembaga dan proses
            perpolitikan hanya akan diperhatikan sejauh perilaku itu berkaitan dengan
            tindakan internasional negara ybs.

            DKL, kita harus mempelajari proses pembuatan keputusan ttg HI, yaitu
            Politik Luar Negeri oleh suatu negara-bangsa sbg suatu unit yg utuh.

10/7/2010                       FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                            14
             LIMA KEMUNGKINAN TINGKAT ANALISA

      4. Pengelompokan Negara-Negara
            Analis yg menekankan tingkat keempat ini beranggapan
            bahwa seringkali negara-bangsa tidak bertindak secara
            sendiri-sendiri, tetapi sebagai suatu kelompok.

            Hubungan Internasional, menurut mereka, pada dasarnya
            merupakan interaksi yg membentuk pola dan pengelompokan.

            Karena itu unit analisa harus ditelaah adalah pengelompokan
            negara-negara seperti penghelompokan regional, aliansi,
            persekutuan ekonomi dan perdagangan, blok ideologi,
            pengelompokan dalam PBB dsb.


10/7/2010                  FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                  15
            LIMA KEMUNGKINAN TINGKAT ANALISA

        5. Sistem Internasional
            Pendukung analisa pada tingkat ini berpendapat bahwa bagsa-bangsa di
            dunia ini dan interaksi di antara mereka merupakan suatu sistem. Struktur
            sistem itu dan perubahan2 yg dialaminya selama ini telah menentukan
            perilaku aktor-aktor HI yg terlibat didalamnya.

            Sistem sbg lingkungan telah menentukan perilaku negara-bangsa. Karena
            sistem internasional dianggap penyebab terpenting terjadinya perilaku
            bangsa-bangsa, maka analisis yg menentukan tingkat analisa ini
            menganjurkan kita untuk mempelajari sistem itu dan mebuat generalisasi
            tentang sistem itu sebagai suatu keseluruhan.

            Pengetahuan ttg dinamika sistem yg beranggotakan berbagai negara-
            bangsa bsa dipakai untuk menjelaskan perilaku aktor2 hubungan
            internasional yg terlibat di dalamnya.


10/7/2010                   FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd                             16
       Transition
          Page


10/7/2010   FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd   17
            Elements Page




10/7/2010     FERY SUJARMAN, SH.,S.Pd   18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1034
posted:10/7/2010
language:Indonesian
pages:18
Description: Kuliah III : Level Analisa dalam Politik Internasional.