Docstoc

Dunia Bayi 3

Document Sample
Dunia Bayi 3 Powered By Docstoc
					      SALAH ANTIBIOTIK MEMBUAT BAYI
              SERING SAKIT
Masalahnya, antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi
imunitas.


                                             "Dok, saya bingung, bayi saya ini, kok, sering
                                             sekali bolak-balik berobat karena penyakit yang
                                             sama, flu dan flu dan flu," kata seorang ayah di
                                             ruang praktik dokter spesialis anak, yang segera
                                             dilanjutkan oleh istrinya, "Iya, Dok. Padahal bayi
                                             saya ini sudah diperlakukan sesuai dengan apa yang
                                             dokter sarankan, diberi ASI eksklusif, saya
                                             makannya sudah 4 sehat 5 sempurna yang dimasak
                                             matang, kebersihan kamar dan rumah oke, begitu
                                             juga dengan ventilasi udara dan cahaya, sudah
                                             sesuai standar kesehatan internasional, deh."

Sebelum si dokter sempat menjawab, si ibu kembali berkata, "Oh, ya, Dok, di rumah
saya tidak ada perokok, pendingin udara di kamar dipatok pada suhu 25 derajat
celcius, setiap pagi AC dimatikan dan membuka jendela lebar-lebar. Juga tak hanya
antibiotik, semua obat yang diberikan dokter selalu dihabiskan seperti apa kata
dokter."

Sambil menulis resep, si dokter menanggapi, "Bu-Pak, kita semua ini manusia yang
masih sedikit sekali ilmunya. Jadi pertahankan apa yang telah disebutkan Bapak dan
Ibu tadi. Sekarang kita coba dulu dengan obat yang ini, mudah-mudahan berhasil."

"Basi!" Mungkin pernyataan ini yang akan keluar dari mulut si bapak dan ibu tadi.
Mungkin juga kita akan mengucapkan hal yang sama, jika hal itu-itu saja yang




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 1
dikemukakan dokter setiap kali kita mempertanyakan kenapa si kecil harus sakit
saban minggu.

GARA-GARA ANTIBIOTIK

Menurut Prof. Iwan Darmansjah, MD, SpFK., bayi seharusnya ditakuti oleh
penyakit alias jarang sakit. Mengapa? "Karena bayi masih dibentengi imunitas tinggi
yang dibawanya dari dalam kandungan, juga diperoleh dari air susu ibunya. Jadi,
penyakit sehari-hari seperti flu yang ditandai panas, batuk, pilek-, penyakit virus
lain, atau bahkan infeksi kuman, seharusnya dapat ditolak bayi dengan baik," papar
senior konsultan Pusat Uji Klinik Obat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
(PUKO FKUI) ini.

Karenanya, jika bayi hampir saban minggu atau sebulan bisa dua kali bahkan lebih
berobat ke dokter, lanjut Iwan, "Tentu akan timbul pertanyaan besar. Apakah ada
yang salah dari lingkungan, apakah ada yang salah pada tubuh si bayi, ataukah dokter
yang salah mendiagnosa."

Iwan berpendapat, jika bayi berobat ke dokter karena flu hanya sesekali dalam
kurun waktu 6-12 bulan, masih terbilang wajar. Tetapi kalau sudah setiap 2-3 minggu
sekali harus pergi berobat ke dokter, maka tak bisa dikatakan wajar lagi. "Kondisi ini
bisa terjadi jika tak ada faktor penyulit serta sudah menghindari faktor
pencetusnya-, kemungkinan besar karena si bayi selalu mengonsumsi antibiotik yang
diresepkan dokter setiap dia sakit," ungkapnya.

Padahal, tidak semua penyakit yang dialami bayi, apalagi flu, harus diobati dengan
antibiotik. Sekalipun antibiotiknya itu dalam dosis, takaran, atau ukuran yang sudah
disesuaikan dengan usia, berat dan tinggi badan si bayi.

FATAL AKIBATNYA

Penting diketahui, antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan
bakteri atau kuman. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit. "Nah,
kejadian demam karena flu itu, kan, sekitar 90%, bahkan 95% disebabkan oleh virus.
Jadi, salah kaprah sekali jika bayi flu harus minum antibiotik karena tak akan
menyelesaikan masalah, apalagi menyembuhkan penyakit si bayi," bilang Iwan.

Kesalahkaprahan pemberian antibiotik ini akan ditebus mahal oleh bayi, yakni
menurunkan imunitas tubuh si bayi. Makanya tak heran jika bayi yang setiap sakit
demam selalu minum antibiotik, tidak akan lebih dari satu bulan pasti sakit kembali.

Lebih jauh lagi, antibiotik tak memperlihatkan efektivitasnya langsung terhadap
tubuh manusia seperti obat lain, tetapi melalui kemampuannya untuk membunuh atau


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 2
menghambat pertumbuhan kuman. Nah, kalau tidak ada kuman jahat untuk dibunuh ia
justru membunuh kuman yang baik, dan ini merupakan efek sampingnya. Selain itu
antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi imunitas anak
terhadap virus dan kuman.

Meski resistensi kuman merupakan fenomena yang logis alamiah, tapi menurut Iwan,
pemakaian antibiotik yang berlebihan dan tidak rasional bisa mempercepat resistensi
kuman pada tubuh pasien.

Reaksi lain yang bisa dilihat karena pemberian antibiotik adalah timbul demam,
reaksi alergi, syok, hingga yang terparah yaitu kematian, karena si bayi tak tahan
terhadap antibiotik yang dikonsumsinya. "Jangankan bayi, orang dewasa saja bisa
meninggal jika dia tidak tahan antibiotik yang diminumnya," tambah Iwan.

PENGGUNAANNYA HARUS TEPAT

Lain ceritanya, lanjut Iwan, jika bayi terkena penyakit yang disebabkan kuman atau
bakteri. Sekalipun tidak wajib, bayi boleh saja menjalani terapi antibiotik untuk
kesembuhannya. "Tentu harus dengan antibiotik yang sesuai untuk penyakit yang
dideritanya." Jadi, antibiotik yang diberikan harus tepat dengan jenis
mikroorganisme penyebab penyakit. Kalau tidak, maka penyakit tak akan sembuh.

Sebagai contoh, seperti dipaparkan Iwan, untuk mengobati bisul bisa digunakan
Dicloxacillin, Flucloxacillin atau Eritromisin, Spiramisin, Roxithromisin, dan
sejenisnya. Untuk mengobati radang paru-paru dapat digunakan antibiotik Penicillin
G (injection) dan seturunan Eritromisin di atas. "Tetapi bayi dan anak tak boleh
mengonsumsi antibiotik Moxifloxacin untuk mengobati radang paru-parunya, kecuali
orang dewasa." Sedangkan untuk mengobati tifus bisa menggunakan Kloramfenicol
atau Ciprofloxacin. Khusus untuk bayi dan anak, jika tak tahan Kloramfenicol, maka
dapat diberikan Ciprofloxacin.

Selain itu, pemberian antibiotik juga harus tepat dosisnya, tak boleh lebih ataupun
kurang. Untuk ukuran dosis, tiap bayi berbeda-beda, tergantung seberapa parah
penyakitnya, riwayat kesehatannya, hingga berat dan panjang badan si bayi.
Terakhir, harus tepat pula kapan antibiotik itu diminumkan pada si bayi, berapa jam
sekali, biasanya sebelum makan, dan boleh dicampur obat lain atau tidak. Yang perlu
diperhatikan, penggunaan antibiotik tak melulu dengan cara diminum (per oral),
tetapi ada pula yang lewat jalur injeksi.

Karena itu, jangan sekali-kali memberi antibiotik sendiri tanpa sepengetahuan dan
resep dari dokter. "Ingat itu berbahaya dan percuma, karena hanya dokter yang




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 3
tahu antibiotik A adalah untuk mengobati kuman yang peka terhadap A," tandas
Iwan.

Hal penting lainnya, antibiotik harus dikonsumsi hingga habis supaya mikroorganisme
yang menjadi sasaran antibiotik dapat dimusnahkan secara tuntas. Bila tak
dihabiskan, kemungkinannya mikroorganisme tersebut akan menjadi kebal terhadap
pemberian antibiotik sehingga penyakit tidak sembuh tuntas.


                      MENGGANGGU FUNGSI GINJAL
Penggunaan antibiotik yang tak perlu, ujar Dr. rer. nat. Budiawan dari Pusat Kajian
Risiko dan Keselamatan Lingkungan (PUSKA RKL) Universitas Indonesia, bisa
menyebabkan timbulnya kekebalan mikroorganisme terhadap antibiotik yang
diberikan tersebut. Sehingga, jika timbul penyakit akibat mikroorganisme yang
sudah kebal tersebut, pemberian antibiotik biasa tak akan mampu menyembuhkan
penyakit tersebut sehingga harus dicari antibiotik yang lebih ampuh.

Selain itu, mengonsumsi antibiotik yang tidak tepat bisa membunuh bakteri yang
justru diperlukan tubuh, dan bisa terjadi gangguan sistem biokimia dalam tubuh.
Efek lainya, bisa mengganggu sistem ekskresi tubuh, "Dalam hal ini gangguan
terhadap fungsi ginjal, mengingat bahan aktif utama senyawa antibiotik tertentu
bersifat nefrotoksik atau racun bagi fungsi sistem ginjal."


      KENAPA DOKTER "MENGOBRAL" ANTIBIOTIK?
Sekalipun dampaknya sudah jelas merugikan pasien, namun tetap saja masih banyak
dokter meresepkan antibiotik padahal jelas-jelas penyakit yang diderita si bayi
bukan lantaran kuman. Menurut Iwan, hal ini dikarenakan perasaan tidak secure
seorang dokter dalam mengobati pasiennya.

Walau begitu, Iwan tetap tak setuju. "Kalau boleh terus terang, hingga sekarang
saya juga bingung dan tak bisa mengerti, kenapa banyak sekali dokter yang berbuat
sebodoh itu, pada anak-anak lagi," katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Bohong besar, tambah Iwan, jika dokter mengatakan kepada pasienya, penyakit flu
atau pilek yang dideritanya akan bertambah parah jika tak diobati dengan antibiotik.
Karena itu, sebagai pasien atau orang tua pasien harus berani dengan tegas menolak,
"No antibiotik, jika penyakit yang kita derita bukan karena bakteri." Penolakan
seperti ini adalah hak pasien, lo.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 4
         APA, SIH, SEBENARNYA ANTIBIOTIK ITU?
Antibiotik dibuat sebagai obat derivat yang berasal dari makhluk hidup atau
mikroorganisme, yang dapat mencegah pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme
lain. "Antibiotik diperoleh dari hasil isolasi senyawa kimia tertentu yang berasal dari
mikroorganisme seperti jamur, actinomycetes, bakteri. Hasil isolasi tersebut
dikembangkan secara sintetik kimia dalam skala industri," kata Budi.

Akan tetapi, tidak semua makhluk hidup dapat dijadikan antibiotik, karena antibiotik
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Harus efektif pada konsentrasi rendah.
2. Harus dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh satu atau lebih jenis
mikroorganisme.
3. Tidak boleh memiliki efek samping bersifat toksik yang signifikan.
4. Harus efektif melawan patogen.
5. Harus dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa kehilangan aktivitasnya.
6. Harus dapat dieliminasi dari tubuh secara sempurna setelah pemberian
dihentikan.
7. Harus bersifat sangat stabil agar dapat diisolasi dan diproses dalam dosis yang
sesuai, sehingga segera dapat diserap tubuh.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 5
                           KUNING KARENA ASI
Ciri-cirinya, kuning baru terjadi beberapa hari atau beberapa minggu setelah
bayi lahir.


                                              Farah     bingung   saat   menyadari   kulit   bayi
                                              mungilnya ternyata kuning. Soalnya, sang bayi
                                              sudah dua minggu berada di rumah. "Kok,
                                              kuningnya baru sekarang? Kenapa enggak ketika
                                              baru lahir?" tanyanya pada diri sendiri. Usaha
                                              menjemur si kecil di bawah sinar matahari pagi
                                              tak    berhasil   membuat   kuningnya    hilang.
                                              Sementara dokter anaknya malah menganggap
                                              kuning tersebut tidak mengkhawatirkan. Mengapa
                                              begitu?

                                 Bila kuning pada bayi baru muncul beberapa hari
atau beberapa minggu setelah dilahirkan, mungkin penyebabnya adalah ASI. Ada dua
macam kuning yang berhubungan dengan ASI, yaitu Breast Feeding Jaundice (BFJ)
dan Breast Milk Jaundice (BMJ). BFJ terkait dengan kesalahan kita dalam
memberikan ASI sehingga bayi mengalami kekurangan cairan (ASI). Sedangkan BMJ
lebih terkait dengan unsur ASI itu sendiri yang hingga kini belum diketahui secara
pasti proses terjadinya.

Memang, kuning seperti ini tidak terlalu membahayakan karena secara umum kondisi
tubuh bayi sehat, hanya BB-nya saja yang kurang sedikit. Namun begitu sebaiknya
segera diatasi. "Cara mengatasinya tidak dengan obat melainkan dengan memberikan
ASI lebih banyak lagi agar bayi tidak kekurangan cairan," ujar dr. Utami Roesli,
Sp.A., MBA., IBCLC., dari Sentra Laktasi Indonesia.

Namun ia juga menyayangkan, banyak orang tua bahkan dokter menyarankan
penghentian pemberian ASI. Hal ini menurut Utami sangat keliru, karena ASI tetap
harus diberikan dan jangan diganti.

BREAST FEEDING JAUNDICE

BFJ terjadi karena bayi mengalami kekurangan cairan (ASI). Bila kekurangan ASI ini
berlangsung terus-menerus, tubuh bayi akan tampak kekuning-kuningan. Seringkali
hal ini membuat ibu merasa waswas dan bingung karena tidak tahu cara




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                        hal 6
mengatasinya. Sementara menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi juga tidak
kunjung membuat kuningnya hilang.

Ciri-ciri BFJ yang bisa dipantau:

* Berat badan bayi tidak mencapai pertumbuhan normalnya namun secara
keseluruhan bayi aktif, tampak sehat, dan mau minum.
* Biasanya kuning terjadi beberapa hari atau minggu setelah bayi dilahirkan.

Mengapa sampai terjadi kekurangan asupan ASI? Menurut Utami inilah jawabannya:

Faktor penyebab BFJ:

* Bayi langsung dimandikan setelah lahir

Kemampuan mengisap bayi menurun karena "diganggu" oleh pola perawatan yang
keliru ketika baru lahir. Seharusnya setelah dilahirkan, bayi diberi kesempatan
untuk dekat dengan ibunya. Tidak hanya ditunjukkan tetapi diletakkan di atas tubuh
sang ibu. Biarkan bayi mencari puting susu ibu untuk kemudian mengisapnya. Sebuah
penelitian membuktikan, bayi yang diperlakukan seperti ini memiliki refleks isap yang
jauh lebih bagus dibandingkan bayi yang sama sekali tidak diberi kesempatan atau
langsung dimandikan. Namun yang seringkali terjadi, bayi malah langsung dimandikan
dan dijauhkan dari ibunya. Hal inilah yang bisa membuat kemampuan menyusui bayi
jadi berkurang.

* Posisi menyusui tidak tepat

Agar ASI dapat keluar dengan lancar maka posisi mengisap harus benar. Wajah bayi
harus menghadap ke payudara ibu dan bagian areola atau berwarna gelap di sekeliling
puting harus masuk ke mulut. Tujuannya agar proses pemerasan bisa berjalan
sempurna. Bila hanya puting yang diisap, sulit bagi bayi untuk mendapat ASI karena
ia tidak melakukan proses pemerasan. Nah, posisi yang tidak tepat inilah yang
akhirnya membuat bayi malas mengisap sehingga mengalami kekurangan asupan ASI.

* Menyusu lewat botol

Mungkin dengan alasan ASI ibu tidak keluar/keluarnya sedikit sedangkan bayi harus
segera minum, maka bayi yang baru lahir langsung diberi susu formula lewat botol.
Hal ini akan membuat bayi terbiasa mengisap dot. Cepat atau lambat, dot yang lebih
mudah diisap ini membuat

bayi enggan mengisap puting susu ibu yang harus melalui proses pemerasan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 7
* Bayi sakit

Penyebab lain bisa datang dari bayi sendiri. Ini terjadi bila bayi mengalami kelainan
atau gangguan pada tumbuh kembangnya sejak lahir. Misalnya, infeksi darah,
penyakit jantung bawaan, dan gangguan pada paru-paru yang membuat daya isapnya
kurang kuat. Sebentar-sebentar berhenti mengisap, napasnya memburu, atau bahkan
tidak bisa mengisap sama sekali. Alhasil, bayi kekurangan ASI. Kuning pada bayi
akibat kelainan perlu diobservasi lebih dalam.

BREAST MILK JAUNDICE

Untuk kuning yang dipicu ASI itu sendiri, para ahli belum bisa memastikan
prosesnya. "Diduga ada zat yang bernama pregnanediol yang memecahkan eritrorosit
lebih banyak sehingga menimbulkan kuning," kata Utami.

Sebelumnya, pregnanediol diduga lebih berperan ke arah proses pemecahan darah
janin yang tidak dipakai untuk membantu menghilangkannya. Maksudnya supaya bayi
memproduksi darah baru, dengan cara menimbulkan kuning tersebut. Kuning ini
diduga sangat bermanfaat, terutama bagi bayi prematur, karena bilirubin yang
dipecahkan oleh pregnanediol menjadi antioksidan dalam melawan 02 radikal bebas
yang dapat menyebabkan kanker. "Namun ini baru hipotesa atau dugaan. Para ahli
belum berani mengatakan secara pasti," tandas Utami.

Karena diasumsikan bermanfaat, maka kuning BMJ ini tidak dianggap membahayakan
janin. "Tapi yang sering terjadi, bayi langsung diberi sinar biru, padahal sebenarnya
tidak perlu. Hal ini disebabkan banyak dokter yang kurang membaca tentang ASI,"
ujar Utami.

Ciri-ciri BMJ yang bisa dideteksi:

* Lebih sering terjadi beberapa hari setelah kelahiran, seminggu misalnya, atau
tidak sesaat setelah bayi dilahirkan. Kuningnya bisa menetap hingga 2-3 bulan.

* Pertumbuhan bayi normal, misalnya berat badan bayi bagus, aktif, tampak sehat,
minumnya giat, dan sebagainya.

* Umumnya kadar bilirubin Breast Milk Jaundice tidak terlalu tinggi, meskipun
terkadang bisa sampai 15. "Nah, bila sudah di atas 12, perlu diobservasi, terutama
bila bayi jadi lemas dan tampak sakit karena mungkin terjadi infeksi," saran Utami.
Tapi kalau kuningnya sedang dan memanjang, tapi anak sehat, biasanya kuningnya
tidak terlalu berbahaya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 8
WAKTU MINUM BAYI

Bagaimana mengukur kecukupan ASI pada bayi? Menurut Utami, selama bayi mau
minum ASI maka kita harus memberikannya. Biasanya diberikan tiap 2-3 jam sekali.
Utami mengingatkan agar para ibu tidak usah takut produksi ASI-nya akan habis.
Hal ini tidak akan terjadi karena produksi ASI akan disesuaikan dengan kebutuhan
bayi. Sebanyak apa pun ASI dikeluarkan, maka "pabrik" susu akan memproduksi
penggantinya sesuai dengan pengeluaran.

Pemberian ASI sebaiknya dilakukan tanpa menunggu sampai si bayi menangis. Jika
sampai menangis berarti dia sudah sangat lapar. Kebutuhan akan ASI yang tidak
segera dipenuhi bisa saja membuatnya kesal dan akhirnya sulit menyusui. Sebaliknya,
orang tua beranggapan si bayi belum mau makan/minum. Akhirnya bayi kurang
mendapat asupan makanan dan pertambahan BB-nya tidak begitu baik.


                 PENYEBAB KUNING PADA UMUMNYA
Kuning yang terjadi sesaat setelah bayi lahir biasanya disebabkan infeksi, kelainan,
atau gangguan sejak dalam kandungan. Tanda-tandanya, bayi tampak sakit, berat
badan tidak normal, tidak aktif, dan lemas sehingga bayi perlu dimasukkan ke dalam
inkubator atau bila perlu diberi antibiotik tergantung penyebab infeksinya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 9
       NYAMAN DAN AMAN PAKAI POSPAK
Nyaman karena bayi tak perlu basah oleh urinnya. Aman jika kita memakaikannya
secara tepat.


"Baru juga kencing, sudah kencing lagi!" keluh seorang ibu mengenai bayinya yang
masih berumur tiga bulan. Dengan terpaksa dia harus kembali mengganti celana
                                       bayinya yang basah. "Kalau begini terus,
                                       cucian numpuk deh," sesalnya. Banyak kan
                                       keluhan seperti itu keluar dari mulut ibu
                                       atau ayah baru. Memang repot rasanya
                                       apalagi karena itu pulalah tidur si bayi jadi
                                       terganggu.

                                      Jika kemudian ayah dan ibu memutuskan
                                      memakaikan popok sekali pakai (pospak)
                                      pada bayinya, tentu saja cara ini sangatlah
praktis. Bayi dapat tidur lebih tenang dan cucian tidak menumpuk. Hanya saja,
tahukah Anda seluk beluk pemakaian pospak agar tak merugikan?

Dr. Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK., ahli kulit anak dari RSAB Harapan Kita
Jakarta mengungkapkan, "Orang tua perlu menyadari bahwa pospak adalah produk
yang didesain untuk melindungi air seni bayi atau tinja agar tidak keluar atau bocor.
Nah, bahan yang tidak bocor ini tidak memiliki pori-pori sehingga membuat kulit
tidak bisa bebas bernapas."

Padahal, lanjut dokter yang biasa disapa Ari, kulit sangat butuh bernapas karena
salah satu fungsinya adalah untuk penguapan atau membuang sisa-sisa metabolisme
di dalam tubuh yang tidak terpakai. Kalau kulit tertutup terus-menerus maka proses
penguapan akan terganggu dan membuat kulit lembap serta muncul iritasi.
"Jangankan kontak dengan urin, dengan keringat pun bayi akan mengalami iritasi.
Pada anak yang berbakat atopik hal ini bisa menimbulkan iritasi yang cukup hebat."

Kebutuhan bernapas, menurutnya, sangat relatif pada setiap bayi. Kalau kulitnya
sangat sensitif mungkin kebutuhan untuk bernapasnya jauh lebih banyak daripada
anak umumnya. "Tetapi sangat baik kalau kita memberikan sebanyak mungkin
kebebasan pada kulit bayi untuk bebas bernapas agar pertumbuhannya lebih sehat."

Memang, pada saat ini sulit bagi kita untuk menghindari penggunaan pospak. Ketika
ingin mengajak bayi pergi atau supaya nyaman, ia butuh pospak agar pakaiannya tetap
bersih dan air seninya tidak ke mana-mana. Namun, tentu saja ini bukan alasan untuk
memakaikan pospak sepanjang hari. Orang tua perlu membuat aturan bijaksana.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 10
Mungkin ketika akan pergi, setelah mandi pagi atau mandi sore dimana kita ingin
mengajaknya jalan-jalan, boleh saja kita memakaikan pospak. "Yang penting, berikan
sesekali waktu kepada bayi untuk bebas dari pospak sehingga kulitnya bisa bernapas
dengan baik."


                              MENGHINDARI IRITASI
Memang, pospak saat ini sudah dibuat sedemikian rupa agar aman dan nyaman
digunakan bayi. "Di dalam pospak ada satu bahan semacam gel yang akan menangkap
urin. Bila urin sudah berada di dalam gel maka tidak bisa keluar lagi. Hal ini akan
mengurangi dampak negatif penggunaannya," kata Ari. Namun begitu, demi keamanan
kulit bayi, sangat baik bila kita memperhatikan beberapa tip berikut agar bayi
terhindar dari iritasi.

* Daya tampung pospak

Penting sekali memperhatikan daya tampung pospak karena hal ini dapat kita jadikan
acuan kapan kira-kira pospak perlu diganti. "Pospak yang beredar di pasaran kan
beragam jenisnya. Ada yang tahan sampai sepuluh kali si bayi kencing, tapi ada juga
yang hanya tahan lima kali kencing," ungkap Ari.

Nah kalau kita menyamaratakan bahwa semua produk pospak tahan hingga sepuluh
kali kencing atau hingga 4 jam, mungkin kita terlambat mengganti. Padahal, mungkin
pospak sudah penuh dan harus diganti satu jam yang lalu karena sudah tidak bisa
menampung urin bayi. Bila demikian mungkin saja hal ini akan menimbulkan iritasi.
Pokoknya, pada prinsipnya jangan sampai air kencing melebihi daya tampung pospak.

Juga, perhatikan volume kencing si kecil. Ada bayi yang volume kencingnya sedikit
sehingga pemakaian pospak bisa lebih lama, tetapi ada juga bayi yang volume
kencingnya sangat banyak. Maksudnya agar kita bisa mengontrol penggantian pospak,
misalnya bila aturan yang tertera hingga sepuluh kali kencing mungkin pada bayi yang
volume kencingnya banyak kita bisa perkirakan hingga delapan kali kencing saja.

* Setelah BAB langsung ganti

Berbeda dari urin, maka pospak yang sudah terkena feses harus langsung diganti.
Feses atau tinja ini tidak bisa diserap masuk ke dalam gel yang ada di lapisan pospak
dan sifatnya pun sangat iritan buat kulit bayi. Juga kemungkinan terjadi infeksi pada
vagina gara-gara fases masuk ke dalamnya.

Biasanya, ketika buang air besar, sebagian bayi menunjukkan kegelisahan, seperti
mengangkat-angkat pantat. Hal ini membuat kita mudah menerka kalau si bayi



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 11
mungkin sedang atau baru selesai BAB. Tetapi beberapa bayi lainnya sama sekali
tidak menunjukkan kegelisahan, sehingga perlu tindakan dari kita untuk sering-sering
memeriksa pospak, terutama pada waktu-waktu dimana bayi biasa BAB.

* Kontak dengan urin harus dibilas

Pospak tidak berfungsi membersihkan urin tetapi hanya menampungnya. Sisa-sisa
urin tetap menempel di kulit bayi. Nah setelah kencing berkali-kali dan pospak
dilepas, maka selangkangan dan kemaluan bayi perlu dicuci dengan air bersih agar
nantinya tidak muncul iritasi.


                            MENGATASI RUAM POPOK
- Hindari pospak

Kalau ruam popok sudah telanjur terjadi, pospak harus dihindarkan dahulu sampai
kulit bayi benar-benar sembuh. Tujuannya agar kulit bayi bisa bernapas dan tidak
lembap sehingga sembuh lebih cepat.

Ruam popok ditandai dengan kemerahan pada kulit yang muncul di daerah
selangkangan hingga pantat. "Bila sudah muncul demikian, selain tidak dianjurkan
memakaikan pospak, penanganan pun perlu segera dilakukan," kata Ari.

- Diangin-anginkan

Penanganan di hari pertama dan kedua bisa dilakukan sendiri di rumah dengan
mengangin-anginkan bagian selangkangannya karena prinsip penyembuhan ruam
adalah kulit harus bersih dan kering.

- Diolesi krim bayi atau bedak

Baby cream pencegah dan pereda ruam popok bisa dibeli di apotik. Bedak tabur yang
bisa menyerap sisa-sisa kelembapan kulit bisa juga dipakai sehingga gesekan-gesekan
pada kulit berkurang. Namun, penggunaan bedak tabur harus lebih hati-hati, tidak
boleh mengenai kulit yang terbuka/luka dan selaput lendir atau kemaluan bayi
perempuan. Jadi, gunakan hanya pada permukaan kulit yang tidak luka. "Bila masih
ada bagian yang lecet sebaiknya jangan gunakan bedak. Dikhawatirkan partikel bedak
masuk ke kulit sehingga bisa membahayakan."

Cara menggunakannya pun perlu dilakukan secara tepat. "Letakkan di atas telapak
tangan ibu lalu gesekkan dengan tangan yang lain, barulah diusapkan ke kulit bayi,"
kata Ari.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
Namun, kalau hingga tiga hari iritasi dan ruam popok tidak kunjung sembuh,
sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter karena biasanya ruam sudah ditumpangi
jamur. Umumnya ditandai dengan infeksi di sela-sela paha. Penanganan lebih intensif
perlu dilakukan agar tidak meluas dan semakin membahayakan.


                               KIAT MEMILIH POSPAK
- Ukuran

Pilihlah pospak yang seukuran dengan berat bayi dan jangan terlalu besar.
Bagaimanapun, fungsi pospak adalah mencegah urin meluber. Bila ukurannya terlalu
besar maka fungsinya jadi tidak efektif karena pospak tidak lekat ke tubuh bayi.
Selain itu, pospak yang kebesaran pun membuat bayi tidak nyaman bergerak.

Bayi yang tumbuh dengan kaki berbentuk O juga semakin diperburuk oleh pemakaian
pospak yang kebesaran. "Saya punya pasien yang memang tulangnya berbakat O,
kemudian memakai pospak besar, jalannya pun jadi mengangkang," ujar Ari.

- Kualitas

Kualitas pospak juga perlu diperhatikan. Kita bisa menilainya dari kemasan, bahan
yang digunakan apakah berpori atau tidak, serta penjelasan yang diberikan oleh
produsen yang biasanya tertera di kemasannya.


             CARA MEMBUANG POSPAK YANG BENAR
Kerapkali, orang tua keliru memperlakukan pospak bekas. Biasanya kita langsung
membuang begitu saja pospak yang di dalamnya masih terdapat feses atau tinja.
Seharusnya, kata Ari, sebelum pospak dibuang bersihkan dulu dari feses yang
menempel di permukaannya. Tentu saja, feses dibuang ke tempat semestinya di
kloset.

Setelah bersih, lipat popok dengan benar. Gel atau lapisan penampung air seni harus
berada di bagian dalam dan tertutup oleh bagian luar pospak. "Hal ini sudah dihimbau
oleh WHO sejak beberapa tahun lalu demi kesehatan," tutur Ari. Alasannya, sampah
pospak yang bercampur tinja akan mencemari lingkungan rumah kita. "Bayangkan
kalau tempat sampah yang ada di dalam rumah kita terisi oleh pospak yang di
dalamnya ada tinja, selain bau menyengat lalat pun biasanya akan datang
mengerubung."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 13
                                POSPAK TRADISIONAL
Sebagian orang tua mungkin masih menggunakan popok dari lipatan kain untuk
mengatasi bocornya urin bayi. Umumnya, popok ini relatif lebih aman dibanding
pospak pabrikan karena memiliki pori-pori yang lebih lebar sehingga kulit lebih
leluasa bernapas. Selain itu, sensitivitas kulit tetap terjaga karena bayi akan
merasakan ketidaknyamanan saat kencing. Alhasil, orang tua cepat tanggap karena
ketika bayi menangis kita dituntut untuk segera mengganti popoknya. Kelemahannya,
popok jenis ini tidak praktis karena harus melipat-lipat kain dan memasangkannya
secara pas. Belum lagi dengan posisinya yang mudah bergeser sehingga urin bayi
tetap saja meluber.




                                                        *****




       JALAN-JALAN PAGI BERSAMA BAYI
Seperti kita, bayi pun senang diajak menikmati suasana menyenangkan di luar rumah.


                                     "   Ajak bayimu jalan-jalan, biar tidak bosan," ujar sang
                                     mertua kepada Wita. Memang, sudah tiga hari ini bayi
                                     Wita yang baru berusia 4 bulan tidak diajak ke luar
                                     rumah. Kebosanan sang bayi dianggap mertua Wita
                                     sebagai biang kerewelannya. Benar saja, baru beberapa
                                     langkah si kecil beranjak dari rumah, tampak ekspresi
                                     wajahnya yang gembira. Kerewelannya berganti menjadi
                                     hentakan-hentakan riang kaki dan tangannya. "Betul kan
                                     kata Mama, dia bosan, ingin diajak keluar," seru sang
                                     mertua.

                          Memang, seperti dikatakan Ima Sri Rahmani, Psi.,
                          jalan-jalan pagi dan sore memiliki banyak manfaat bagi
                          bayi. Salah satunya memberikan banyak nuansa baru
                          kepada bayi yang mungkin akan menghilangkan
kebosanannya. "Tapi manfaat psikologis ini belum terlalu kelihatan, pengaruhnya
lebih ke arah fisik," tambah psikolog dari Fakultas Psikologi, Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 14
SEDERET MANFAAT

Selama diajak berjalan-jalan, bayi mendapat berbagai stimulasi yang mungkin tidak
didapatnya di rumah. Semakin banyak terstimulasi, maka bayi akan semakin banyak
belajar, bukan? Inilah beberapa di antaranya:

* Udara Segar

Jalan-jalan pagi memungkinkan bayi mendapatkan udara yang masih relatif segar di
pagi hari. Hal ini baik untuk mengembangkan fungsi-fungsi tubuhnya. Bila udara yang
dihirup bersih tentu kondisi tubuh pun akan lebih kondusif terhadap proses
pertumbuhannya. Selain itu, cuaca pun belum terlalu panas atau masih hangat. Sinar
matahari pagi baik bagi pertumbuhan tulang-tulangnya.

Untuk di kota besar seperti Jakarta, Ima menyarankan jalan-jalan pagi dilakukan
antara pukul 6 hingga 8 pagi. Lebih dari jam delapan sebaiknya tidak dilakukan
mengingat polusi sudah begitu merusak udara Jakarta. Mungkin di pinggiran Jakarta
atau kota-kota lain yang relatif bersih bisa dilakukan hingga pukul sembilan. Lebih
dari itu, radiasi sinar matahari tidak baik untuk kulit bayi dan juga orang dewasa.
Sedangkan jalan-jalan sore bisa dilakukan antara pukul 4 hingga 6 sore.

* Pembiasaan Aktivitas

Bila bayi terbiasa jalan-jalan pagi dan jalan-jalan sore, dia akan mendapatkan
rutinitas waktu bermain sehingga mudah bagi kita untuk memberikan aktivitas yang
dapat merangsang kerja otaknya. Pembiasaan ini membuat di waktu-waktu tersebut
bayi dalam keadaan segar sehingga dia bisa beraktivitas dengan lebih bersemangat.

Di waktu-waktu ini pun cuaca sudah mulai hangat sehingga proses mengenal
lingkungan dapat berjalan dengan baik. Bayi juga merasakan nuansa yang berbeda
antara di dalam dan di luar rumah.

* Stimulasi Penglihatan

Di luar rumah, banyak hal baru yang bisa dilihat bayi. Hal ini akan melatih organ
penglihatannya. Anak usia 3-4 bulan kan sudah bisa melihat lebih jernih. Stimulus
yang datang dari luar ini bisa memperkaya persepsi anak terhadap lingkungannya. Ia
bisa melihat pohon, awan, burung, atau berbagai macam karakter manusia yang
kebetulan dilihatnya. Ada yang berkumis, berkerudung, berkacamata, berambut
panjang, dan lainnya. "Hal ini akan membuat kepekaan bayi terhadap lingkungan
menjadi lebih terlatih," kata Ima.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 15
* Orang Tua Sadar Kelebihan dan Kekurangan Bayinya

Saat jalan-jalan pagi atau sore seringkali menjadi ajang pertemuan sesama orang tua
yang memiliki bayi. Di saat itulah terkadang muncul perasaan untuk membandingkan
bayi kita dengan bayi tetangga. Hal ini ada baiknya juga selama maksudnya adalah
untuk mengetahui kekurangan maupun kelebihan bayi kita. Mungkin dari ngobrol-
ngobrol di taman itulah kita jadi tahu bahwa di usia 4 bulan bayi tetangga sudah bisa
telentang-tengkurap sendiri, sementara bayi kita belum. Dengan begitu kita bisa
segera mengantisipasinya, mungkin dengan cara mendatangi ahli untuk berkonsultasi.
Begitu pula jika pertumbuhan bayi kita terlalu cepat yang terkadang menimbulkan
dampak kurang baik. Misalnya, di usia 5 bulan bayi kita sudah merangkak padahal
bayi-bayi lain baru bisa melakukannya di usia 6-7 bulan. Bila memang normalnya di
usia 6-7 bulan setidaknya kita perlu mengawasi bayi untuk tidak sering melakukannya
mengingat tulang-tulangnya yang belum cukup kuat.

* Latihan Bersosialisasi

Dari segi kemampuan psikisnya, jalan-jalan berkeliling perumahan memungkinkan bayi
berinteraksi dengan anak atau orang dewasa lain. Bila orang tersebut menegur,
cobalah untuk menerangkan pada bayi siapakah orang tersebut. "Ini Om Gunawan,"
misalnya demikian. Meskipun bayi belum terlalu memahami tapi ia akan merekam
kata-kata kita. Jika acara perkenalan ini dibiasakan, bayi terlatih untuk berani
menghadapi orang yang baru ditemuinya. Beda halnya jika bayi tidak terbiasa dengan
lingkungan luar rumah, umumnya ketika melihat orang baru ia akan sulit menerima,
takut, cemas, atau merasa aneh. Dengan begitu daya sosialisasinya pun tidak
terangsang.

* Mempererat Hubungan

Hubungan batin antara orang tua dengan bayi bisa dijalin lewat aktivitas bersama
dalam bentuk apa pun, termasuk jalan-jalan pagi ataupun sore. Manfaatkanlah momen
ini untuk mempererat hubungan batin dengan si kecil. Juga bila di jalan ada orang
yang memuji kemolekan buah hati kita, pastinya kita akan bangga. Asal tidak terlalu
berlebihan hal ini cukup baik menambah keharmonisan hubungan antara kita dengan
bayi.

* Sebagai Terapi

Mungkin bayi-bayi tertentu mudah cemas dan takut ketika berada di tempat selain
di rumahnya. Nah, jalan-jalan pagi dan sore ini bisa menjadi terapi. Suasana
menyenangkan di luar rumah membuat bayi tahu, di luar ternyata situasinya aman-
aman saja. Hal ini akan membuat bayi lebih percaya terhadap lingkungannya.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 16
Kita pun bisa memperhatikan perilaku dan sikap bayi. Misalnya, ada bayi yang senang
bila ditegur, tetapi ada juga yang tidak mau ditegur apalagi digendong orang asing.
Mungkin, ada sesuatu di balik sikapnya itu. Bila sikap itu tampak pada bayi kita dan
cukup mengganggu, ada baiknya segera dikonsultasikan pada seorang ahli
perkembangan anak. Intinya, acara jalan-jalan di sekitar rumah bisa menjadi sarana
belajar bagi orang tua untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan bayinya.


                               JANGAN KE MAL DULU
Jalan-jalan pagi dan sore seputar rumah atau taman yang hijau, menurut Ima, lebih
baik dilakukan daripada jalan-jalan ke mal. Setidaknya hingga anak berusia satu
tahun ketika dia sudah bisa menikmati suasana mal yang terkadang sangat ramai dan
gaduh. Belum lagi dengan aroma-aroma dari restoran, parfum para pengunjung mal,
atau toko baju yang bercampur baur sehingga mengganggu penciuman bayi. Pada
bayi-bayi sensitif hal ini akan mudah membuatnya rewel.

Namun, jalan-jalan di lingkungan sekitar rumah pun perlu memperhatikan situasi dan
kondisi. Misalnya, pilih jalan-jalan yang relatif teduh atau ditumbuhi pohon-pohon
rindang yang membuat bayi lebih segar. Hindari tempat yang gersang, jalan besar
yang banyak mobil, dan terpolusi.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 17
         SAAT BAYI PREMATUR PULANG KE
                    RUMAH
Bayi prematur memerlukan perawatan lebih intensif daripada bayi yang lahir cukup
bulan.


Kebutuhan       paling mendasar bayi prematur adalah kehangatan yang stabil seperti
                                    ketika masih di dalam rahim. Untuk itulah,
                                    saat baru lahir, kebanyakan bayi prematur
                                    memerlukan perawatan di neonatal intensive
                                    care unit (NICU) atau unit perawatan
                                    intensif neonatus. NICU dengan inkubator
                                    dan radiant warmer-nya mampu menciptakan
                                    lingkungan nyaman bagi pertumbuhan bayi.
                                    Jangka waktu kebutuhan bayi prematur
                                    berada    di  ruang   NICU    tidak   bisa
                                    disamaratakan seluruhnya. Hal ini perlu
observasi mendalam terhadap kondisi bayi yang mungkin berbeda-beda. Selain itu,
tentu saja bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi sesuai usianya yang lahir
belum cukup bulan.

Sebelum bayi prematur diputuskan boleh pulang, diperlukan suatu pendekatan
multidisiplin dari para dokter sesuai permasalahan yang ada padanya. Misalnya
dengan melihat beberapa patokan dasar berikut:

1. Temperatur tubuh bayi dinyatakan stabil ketika sudah keluar dari inkubator yang
biasanya kemampuan ini dimiliki bayi dengan usia kandungan 34 minggu atau berat
badan sekitar 2.000 gram;

2. Bayi sudah dapat minum atau mengisap dengan baik untuk mencapai kenaikan BB
sekitar 20-30 gram per hari;

3. Bayi sudah tidak lagi mendapat pengobatan secara intensif dan tidak memerlukan
pengawasan di rumah sakit;

4. Bayi tidak mengalami perubahan berarti dalam pengobatan atau pemberian
oksigen tambahan menjelang pulang.

Bila berdasarkan observasi itu bayi sudah memenuhi syarat, maka ia sudah boleh
dibawa pulang.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 18
YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA

* Belajar perawatan khusus

Mau tidak mau, ketika bayi pulang ke rumah, orang tua harus belajar merawat karena
bayi prematur memerlukan perhatian khusus yang berbeda dari bayi-bayi pada
umumnya. Seharusnya, orang tua belajar tentang pemberian oksigen, monitor apnea
(terhentinya pernapasan), dan resusitasi kardiovaskular. Banyak rumah sakit yang
baru mengizinkan bayi pulang ke rumah bila sudah yakin kalau orang tua dapat
melakukannya dengan baik. Bila tidak, rumah sakit akan menundanya karena orang
tua tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar bayinya dan mengetahui cara pengenalan
masalah yang mungkin muncul setelah bayi dipulangkan.

* Memberikan ASI

Berikan ASI kepada bayi prematur karena ASI memberi efek perlindungan terhadap
infeksi. ASI juga merupakan makanan yang paling steril untuk bayi dibandingkan susu
formula yang harus disendok dan dicampur dengan air di dalam botol yang sangat
mungkin kesterilannya terganggu. Sementara, perlindungan dari infeksi sangat
penting bagi bayi prematur karena banyak organ tubuhnya belum berfungsi
sempurna.

Berikan ASI setiap 2-3 jam atau mengikuti kemauan bayi. Jangan takut ASI habis
karena produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand sehingga kantung ASI
tidak akan pernah kosong. Misalnya, bila bayi mengisap ASI sebanyak 90 ml, maka
ASI baru yang akan diproduksi pun jumlahnya 90 ml. Bila yang diisap 100 ml maka
yang diproduksi kemudian adalah 100 ml, begitu seterusnya.

Pengaturan ini memerlukan kecermatan karena fungsi pencernaan dan ginjal bayi
prematur masih belum sempurna, selain karena penguapan cairan dari tubuhnya
banyak tetapi kemampuan mengisap dan menelannya belum sempurna. Jika ia belum
kuat mengisap, ASI harus diberikan lewat pipet.

Terlepas dari itu, bayi yang mendapat ASI memiliki skor perkembangan yang lebih
baik ketika usianya mencapai 18 bulan dibandingkan dengan bayi yang hanya
mendapat susu formula.

Memang, ASI adalah makanan utama bagi bayi baru lahir. Namun beberapa ibu
mengalami gangguan produksi ASI. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan melakukan
konsultasi di klinik-klinik laktasi yang ada di rumah sakit.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 19
* Memberikan susu formula yang tepat

Dalam keadaan terpaksa, jika payudara ibu tetap tidak bisa mengeluarkan ASI, maka
ibu bisa memberikan susu formula khusus bayi prematur, bukan susu formula biasa.
Hal ini untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh bayi yang masih belum sempurna.

Pemberian susu formula harus dikonsultasikan pada dokter karena pemberiannya
harus berdasarkan observasi yang cermat. Intinya, jangan sembarangan memberikan
susu formula kepada bayi prematur karena bisa membahayakan tubuhnya. Biasanya
baru di usia koreksi 12 bulan bayi prematur boleh diberikan susu formula biasa.
Namun bagi bayi dengan BB lahir sangat kecil atau pascasakit berat pemberian susu
formula khusus dapat berlangsung lebih lama sampai si bayi mencapai berat yang
sesuai dengan usia koreksi.

Pastikan orang tua tahu cara memberikan makan-minum, menghitung kecukupan
kalori, kecukupan cairan, dan pemberian suplemen vitamin serta mineral. Misalnya,
kebutuhan kalori saat di rumah minimal 100 kkal/kg berat badan/hari, maka bayi
harus mendapatkan kalori yang sesuai dari ASI atau susu formula khusus bayi
prematur. Bila bayi mendapat susu formula biasa, ia berisiko muntah atau diare yang
dapat menyebabkan dehidrasi. Bila demikian yang terjadi maka segera bawa ia ke
dokter untuk tindakan lebih lanjut. Untuk itulah, orang tua diharapkan terus
melakukan kontak dengan dokter dan meminta nasihatnya sehingga penanganan
secara tepat bisa segera dilakukan atau mungkin pengobatan segera dihentikan bila
pertumbuhan bayi sudah dianggap normal.

* Tahu waktu pemberian makanan semipadat

Pemberian makan harus dilakukan di saat yang benar-benar diperbolehkan.
Umumnya, makanan semipadat baru dapat diberikan setelah bayi berusia 4 bulan usia
koreksi. Usia koreksi adalah usia lahir yang dikurangi dengan selisih usia prematur.
Misalnya, normalnya bayi lahir di usia kandungan 40 minggu tetapi dia lahir prematur
di usia kandungan 35 minggu. Ada selisih 5 minggu untuk mencapai kelahiran normal.
Bila mengikuti usia lahir sebenarnya bayi sudah berusia 16 minggu maka usia
koreksinya adalah 16 minggu dikurangi 5 minggu = 11 minggu. Jadi, perlu hati-hati
dalam menentukannya. Jika usia lahirnya 5 bulan maka bayi belum boleh diberi makan
karena usia koreksinya mungkin belum mencapai 4 bulan. Usia koreksi berlaku hingga
2 tahun pertama. Setelah 2 tahun, grafik pertumbuhannya disamakan seperti bayi
lain.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 20
* Memberikan imunisasi

Lain hal dengan imunisasi. Imunisasi harus dilakukan berdasarkan usia kelahiran,
bukan usia koreksi. Dosisnya pun sama seperti bayi cukup bulan. Tetapi pemberian
vaksin hepatitis B sebaiknya ditunda sampai BB bayi mencapai minimal 2.000 gram.
Dianjurkan bayi prematur menggunakan vaksin difteri aselular yang lebih kecil
kemungkinan menimbulkan demam, bengkak, atau kulit kemerahan walau harganya
masih relatif mahal.

* Menyiapkan situasi rumah

Yang perlu diperhatikan saat bayi pulang ke rumah adalah peralihan suasana dari
NICU dan ruang perawatan di rumah sakit yang sibuk dengan suasana rumah yang
mungkin lebih tenang. Untuk itu bayi butuh adaptasi yang agak lama untuk melakukan
penyesuaian. Dianjurkan, setibanya di rumah pasang musik riang agak keras dan
lampu yang terang, kemudian secara perlahan volume suara dikecilkan dan cahaya
diredupkan. Tujuannya agar bayi tidak merasakan perbedaan yang terlalu mencolok
saat kepindahannya.

* Memungkinkan waktu tidur lebih lama

Orang tua pun perlu memberikan kesempatan pada bayi prematur untuk tidur
sepuasnya karena dia butuh waktu tidur lebih lama daripada bayi-bayi yang cukup
bulan. Mungkin dalam sehari bayi prematur harus tidur minimal 18 jam. Kebutuhan ini
sangat penting mengingat pertumbuhan fisik terjadi sangat pesat pada saat bayi
sedang tidur. Bila kebutuhan ini tidak tercukupi mungkin akan berpengaruh terhadap
pertumbuhan fisiknya.

Namun, kita pun perlu memahami kalau bayi prematur harus lebih sering minum. Jadi,
periode tidurnya akan lebih pendek karena sebentar-sebentar dia merengek minta
susu. Untuk itu, kita harus siap. Berada di dekat bayi pada jam-jam minumnya adalah
tindakan yang sangat baik sehingga bayi bisa segera terpenuhi kebutuhannya tanpa
harus rewel berkepanjangan sehingga sulit tidur kembali.

Walaupun angka kejadian suddent infant death syndrome (SIDS) di Indonesia tidak
terlalu menonjol, sebaiknya posisi tidur diawasi agar tetap dalam keadaan aman.
Perhatikan juga jalan napasnya, jangan sampai tersumbat oleh bantal-guling, selimut,
atau berada dalam posisi tengkurap.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 2
                   RISIKO PADA BAYI PREMATUR
Prematur adalah kelahiran bayi pada saat masa kehamilan kurang dari 259 hari
dihitung dari hari terakhir haid ibu. Setiap tahun, sekitar 10-15% bayi lahir
prematur atau sebelum waktunya. Umumnya bayi yang lahir prematur akan memiliki
banyak problem pascalahir. Dengan demikian, "Bayi prematur memerlukan perawatan
lebih intensif dibandingkan bayi yang lahir normal atau cukup bulan," kata Rudy.

Rudy mencatat, bayi prematur yang masa di kandungannya hanya 36-37 minggu
memunyai angka kematian 5 kali lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Sedangkan
bayi yang usia kandungannya hanya/di bawah 32 minggu maka angka kematiannya
lebih tinggi lagi, yaitu 45 kali lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Hal ini
disebabkan banyak organ tubuh bayi yang belum berkembang sempurna sehingga
banyak sekali gangguan yang terjadi di dalamnya. "Semakin cepat kelahiran berarti
semakin muda masa kehamilan dan semakin muda organ tubuh bayi."

BERBAGAI KEMUNGKINAN GANGGUAN

Menurut Rudy, di masa awal, bayi prematur mengalami pertumbuhan yang sangat
cepat (catch-up growth). Pertumbuhan cepat yang pertama kali dapat dilihat adalah
pada lingkar kepala, kemudian baru berat badan (BB) dan panjang badan (PB).
Pertumbuhan cepat ini berlangsung sampai usia 3 tahun.

Bayi prematur dengan BB lahir kurang menurut usia kehamilan atau intrauterine
growth retardation dan bayi prematur dengan gangguan pertumbuhan saat catch-up
growth berisiko tinggi untuk mengalami gangguan tumbuh kembang atau menderita
masalah kesehatan lain dibandingkan dengan bayi yang masa pertumbuhan cepatnya
dilalui dengan normal.

Ada     beberapa       cara     skrining      yang          denver prescreening
                                                        digunakan   seperti
developmental questonnaire, denver developmental screening test, dan gessel
screening inventory. Namun tes ini tidak dapat menggantikan pemeriksaan fisik dan
neurologis. Bila terdapat masalah atau gangguan dalam perkembangan sebaiknya bayi
dikonsultasikan pada dokter ahli perkembangan.

Dengan kondisi organ tubuh yang belum sempurna, bayi prematur berisiko tinggi
terhadap sejumlah penyakit pascalahir, antara lain:

1. Hipoksia perinatal (kekurangan oksigen)

Umumnya gangguan telah dimulai sejak di kandungan, misalnya gawat janin atau stres
janin saat proses kelahirannya, yang membuat bayi mengalami asfiksia (kegagalan



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 2
bernapas spontan dan teratur pada menit-menit pertama setelah lahir). Biasanya,
dokter akan melakukan resusitasi (usaha bernapas kembali dengan pernapasan
buatan atau pijat dan rangsang jantung) agar tak menimbulkan kerusakan organ,
khususnya otak.

2. Masalah kardiovaskular

Masalah kardiovaskular adalah kelainan yang paling sering ditemui pada bayi
prematur. Hal ini disebabkan belum menutupnya patent ductus arteriosus (PDA),
yaitu saluran yang menghubungkan aorta dan arteri paru-paru kiri. Saluran/duktus
ini mengalirkan darah keluar dari paru yang belum berfungsi dan ia tetap terbuka
selama kehamilan. Saat masih dalam kandungan, pembuluh darah ini digunakan untuk
bernapas. Ketika lahir, bayi akan bernapas secara normal, sehingga pembuluh darah
itu akan menutup. Tapi karena gagal napas maka pembuluh darah ini tak menutup.

3. Mata juling

Strabismus atau mata juling biasa dialami bayi prematur. Dokter mata sebaiknya
menilai keadaan mata, terutama bila strabismus menetap sampai usia lebih dari 9
bulan. Selain itu bila ditemukan gangguan pada retina atau retinopaty of prematurity
(ROP), bayi harus diawasi lebih ketat.

4. Masalah neurologik

Kekurangan oksigen di dalam otak yang belum tumbuh sempurna pun seringkali
menjadi gangguan. Masalahnya, pusat pernapasan ada di otak kecil sehingga sering
terjadi gangguan pola pernapasan. Hal ini dapat menimbulkan perdarahan di otak.
Penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat saraf bayi belum
sempurna. Setelah itu, perkembangan sejak lahir hingga balita harus diperhatikan
secara cermat sehingga jika terjadi penyimpangan dapat cepat diperbaiki. Sangat
baik bila bayi secara kontinyu diobservasi oleh ahli di klinik tumbuh kembang agar
perkembangannya bisa sama dengan bayi normal.

5. Gangguan pendengaran

Bayi prematur juga berisiko mengalami gangguan pendengaran yang lebih tinggi. Uji
pendengaran dengan brainstem auditory evoked potential dapat dilakukan setelah
keadaan memungkinkan. WHO membuat batasan kehilangan pendengaran bila ada
kekurangan pendengaran lebih dari 25 dB pada frekuensi 500, 1000 dan 2000 Hz
pada salah satu telinga yang relatif lebih baik. Dengan definisi ini sekitar 5% bayi
prematur yang lahir kurang dari 32 minggu masa kehamilan akan mengalami




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 2
kehilangan pendengaran pada usia 5 tahun. Orang tua harus memperhatikan apabila
ada tanda gangguan pendengaran secara dini.

6. Gangguan napas

Gangguan ini terjadi karena paru-paru belum matang sehingga kekurangan bahan
surfaktan yang diproduksi oleh paru-paru. Surfaktan berfungsi mempertahankan
mengembangnya alveoli atau gelembung paru. Kekurangan surfaktan ini membuat
pertukaran udara menjadi tidak baik dan bayi akan mengalami sesak napas atau
sindroma gangguan napas (SGN).

Tindakan yang diberikan biasanya tergantung pada derajat kematangan paru dan
berat ringannya SGN, apakah dokter akan memakai alat bantu napas mekanik atau
pemberian surfaktan eksternal. Sebenarnya, kekurangan surfaktan bisa diupayakan
dengan menyuntikkan preparat steroid dosis tinggi pada ibu yang menghadapi
persalinan prematur.

7. Kuning

Ketika lahir, sebagian besar bayi prematur mengalami kuning yang disebabkan fungsi
hatinya belum sempurna. Kemungkinannya akan semakin besar bila saat hamil ibu
menderita infeksi, khususnya infeksi plasenta. Tindakan untuk mengatasinya adalah
dengan terapi

sinar biru, bila kasusnya berat sekali maka dilakukan transfusi tukar.

8. Cedera kedinginan

Masalah pengaturan suhu tubuh bayi pun terkadang belum sempurna sehingga bayi
harus dimasukkan ke dalam inkubator. Tujuannya menghindari bayi dari kedinginan
akibat suhu lingkungan yang terlalu rendah, terlalu tinggi, atau suhu yang naik turun
karena dapat menyebabkan cedera dengan ciri-ciri kulitnya akan teraba keras pada
tempat tertentu.

Selain dimasukkan ke dalam inkubator, ibu pun bisa melakukan gendong kanguru.
Lepaskan seluruh pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu langsung menyentuh kulit (skin
to skin contact). Bayi akan merasa hangat. Lalu tutupi bagian belakang dan samping
tubuhnya dengan selimut atau baju ibu.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 24
    RANGSANG KECERDASAN BAYI LEWAT
           INTERIOR KAMAR


Bayi akan merasa dicintai dan diterima.

Mengapa stimulasi lewat interior kamar bayi dianggap
penting? Alasannya, karena bayi juga punya tugas maha
penting. Di usianya seorang anak belajar untuk hidup dan
berusaha menjadi bagian dari lingkungannya. Nah,
lingkungan terdekat adalah lingkungan rumahnya yang
dimulai dengan kamar tidurnya.

Semakin baik penataannya maka akan semakin baik pula
pertumbuhannya      mengingat      sebagian    besar
kesehariannya dihabiskan di dalam kamar. Dengan begitu, penataan di kamar tidur
yang pas akan membantu bayi belajar banyak seperti mengenal warna, bentuk, dan
jumlah.

Melalui penglihatan misalnya, bila ragam warna dan bentuk sudah dilihatnya, proses
kerja di otak akan lebih aktif dibandingkan kamar yang hanya bercat putih tanpa
dekorasi apa-apa. Lalu, bila mainan, selimut, atau bantalnya kemudian diraih, maka
indra perabanya pun akan aktif bekerja, sehingga stimulus terhadap kecerdasannya
bisa lebih optimal. Begitu pula mainan bergerak dan bersuara yang digantung di atas
boksnya, ini tentu akan memberikan nuansa tersendiri bagi otak bayi.

Dengan demikian, menurut Ratih Adjajani Ibrahim, Psi., interior yang stimulatif
membuat bayi kenal terhadap atmosfer yang tercipta di ruang kamar. Pengenalan
atmosfer, lanjut psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI Jakarta,
membantunya menghayati nuansa kehidupan di rumah. Bila berhasil, bayi akan merasa
                           lebih di terima, dicintai, dan diperhatikan.

                                       Warna Dinding

                                       Umumnya bayi suka warna-warna cerah dan ceria yang
                                       membuatnya bergairah atau bersifat stimulating.
                                       Merah muda, kuning, biru pastel, hijau pastel, dan
                                       sebagainya akan menarik minat bayi untuk melihat ke
                                       sekelilingnya. Warna-warna stimulating juga membantu
                                       bayi tumbuh menjadi anak yang ceria dan gembira.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 2
Nantinya anak yang ceria akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan bahagia. Nah,
anak-anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini akan membuatnya lebih berani dan
percaya diri. "Anak-anak yang pemberani dan percaya diri, atau dengan perkataan
lain memiliki self-esteem bagus, biasanya lebih ingin tahu, lebih berani
bereksplorasi, dan mandiri. Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang penting untuk
membantu anak tumbuh jadi pribadi pembelajar dan bahagia atau a learning person
and a happy person indeed," kata Ratih.

Bila kita lebih sreg dengan warna-warna kalem atau lembut, pilihan ini juga baik
karena warna lembut bisa menenangkan bayi. Ketenangan sikap pun sangat diperlukan
untuk mendukung pertumbuhan kepribadian anak. Hal ini sangat kondusif.

CATATAN:

Meskipun warna memiliki karakteristik maskulin dan feminin, kita tidak perlu
bersikap terlalu kaku pada warna jender. Misalnya bayi lelaki harus diberi warna biru
dan perempuan pink. Semua warna bagus buat bayi. Namun, sebaiknya hindari warna
yang mencolok atau menyala. Meskipun tidak buruk, umumnya warna-warna keras
seperti merah, oranye, biru tua, atau hitam akan memberikan stimulasi "keras" atau
"tinggi" terus-menerus. Akibatnya bayi tidak terbantu untuk tenang.

Padahal bayi kan masih butuh banyak tidur. Dengan warna yang lebih netral dan
menenangkan, tidurnya akan lebih nyenyak dan berkualitas. Warna-warna dominan,
terang, dan mencolok seperti itu bisa diberikan sebagai aksen di sana sini, tetapi
bukan sebagai unsur dominan di kamar. Satu lagi, pilih cat tembok dan kayu yang
aman bagi kesehatan.

Mainan

Pilihlah bentuk mainan yang sederhana atau mendekati
bentuk-bentuk dasar. Misalnya boneka beruang, asalkan
mewakili bentuk beruang sudah cukup. Toh, kita harus
secara perlahan mengenalkan bentuk-bentuk yang ada
mengingat pola pikir bayi masih sederhana.

Mainan dengan banyak warna, bersuara gemerincing, baik
untuk menstimulasi penglihatan dan pendengarannya.
Letakkan mainan di tempat yang agak tinggi sehingga bayi
yang berbaring telentang bisa melihatnya. Langit-langit
kamar pun sebaiknya diberi sentuhan dengan mainan-
mainan gantung yang akan bergerak bila terembus angin.
Mainan bergerak dan berbunyi bisa juga diletakkan di atas boksnya.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 2
CATATAN:

Untuk mainan gantung pilihlah yang dudukannya kuat sehingga kecil kemungkinan
menimpa bayi. Ukuran mainan yang akan dipegang jangan terlalu besar sehingga sulit
digenggam dan jangan terlalu kecil sehingga bisa tertelan. Juga jangan pilih mainan
yang berat, tajam, dan keras. Bila bayi suka sekali memasukkan mainan ke mulutnya,
berikan teether, mainan yang memang sengaja diciptakan untuk digigit-gigit. Hindari
mainan yang permukaannya mudah mengelupas dan bahannya mudah pecah atau
patah. Pastikan bahwa bahan dan catnya tidak mengandung zat beracun.

Jauhkan jangkauan bayi dari benda-benda elektronik, baik itu kabelnya yang mudah
ditarik atau medan magnetnya yang beradiasi. Begitu pula benda-benda yang jelas
bukan mainan seperti kantung plastik, bungkus makanan, majalah dan koran,
handphone, sendok garpu, gunting, kancing, uang logam, dan masih banyak lagi yang
sekalipun tampaknya aman, sebetulnya berbahaya bagi bayi.

Pencahayaan

                                 Lampu harus cukup terang tetapi tidak menyilaukan. Dengan
                                 pencahayaan cukup bayi menjadi yakin dan merasa aman
                                 karena dapat menyimak kebiasaan sehari-hari di sekitarnya.

                        Sebisa mungkin cahaya matahari masuk melalui jendela,
                        sehingga kamar cukup terang di siang hari tanpa harus
                        menggunakan lampu. Anak pun bisa belajar tentang konsep
                        gelap-terang siang dan malam secara alamiah dari sinar
                        yang masuk ke dalam kamarnya. Pencahayaan alami penting
                        untuk mematikan mikroba yang merugikan kesehatan dan
menjaga kondisi kamar agar tak lembap.

CATATAN:

Ketika bayi tidur, cahaya kamar cukup diredupkan sedikit sehingga bayi tetap bisa
melihat jika sewaktu-waktu terjaga. Suasana gelap akan membuatnya bingung dan
tidak punya orientasi. Hal ini mungkin akan membuat bayi rewel dan sulit
ditenangkan.

Bila memungkinkan pasang lampu dengan tombol pengatur intensitas cahaya. Ketika
bayi terjaga, lampu diterangkan, ketika ia mulai tidur lampu diredupkan. Sebaiknya
hindari menggunakan lampu sorot, lampu berdiri atau lampu meja di kamar, karena
intensitas cahayanya tidak merata. Lampu sorot ke arah bayi akan membuatnya silau




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 27
dan gerah sehingga mungkin mengurangi rasa ingin tahu terhadap lingkungannya dan
rewel.

Tempat Tidur

Letakkan tempat tidur atau boks bayi dekat jendela sebelah
timur. Di pagi hari, sinar matahari yang masuk akan
membangunkannya perlahan.

Hindari meletakkan tempat tidur dekat jendela sebelah barat
untuk menghindari panas matahari sore.

                        Untuk selimut atau bantalan pinggiran
                        boks, pilih yang warnanya menggairahkan.
                        Kalau bisa, corak dan gambarnya juga mesti menarik, gembira, dan
                        menyenangkan. Misalnya motif hewan atau bayi lucu yang
                        karikatural.




Pengudaraan

Perhatikan juga sirkulasi udara di dalam kamar. Untuk itu, kamar bayi harus
berjendela dan dibuka setiap pagi. Malam hari, udara juga harus bisa masuk lewat
lubang ventilasi. Tak mengapa menggunakan AC asalkan suhunya diatur tidak terlalu
dingin. Namun, jika udara di luar sejuk tak perlu pakai AC.

Dekorasi

Bila ingin mendekor dinding kamar, ayah dan ibu yang punya
bakat melukis bisa unjuk kebolehan. Kalaupun ingin yang
praktis, gunakan wall paper. Pilih yang gambarnya menarik,
menyenangkan, cerah dan pasang di tempat yang bisa dilihat
oleh bayi. Biarpun tampaknya masih belum mengerti apa-apa,
semua stimulasi yang kita berikan akan masuk ke dalam benak
bayi.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                               hal 2
          "BUNDA, MANA MAKANAN PADAT
                  PERTAMAKU?"


Terlambat mengenal makanan padat bisa sebabkan anak sulit makan.

                                     Usai pemberian ASI eksklusif di usia 6 bulan, bayi mesti
                                     dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. Contohnya
                                     bubur susu, bubur saring, dan nasi tim. Mengapa di usia
                                     6 bulan? Mulai usia ini kapasitas pencernaan, enzim
                                     pencernaan, dan kemampuan metabolisme bayi sudah
                                     siap untuk menerima makanan lain selain ASI. Ini adalah
                                     hasil penelitian terbaru setelah sebelumnya ditetapkan
                                     ASI eksklusif hanya sampai usia 4 bulan.

                          Pengenalan tekstur dan rasa sejak dini bertujuan agar
                          bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi
                          aneka bahan makanan bergizi. Misalnya anak yang sedari
                          bayi kenal sayuran, umumnya sampai besar akan suka
sayuran. Kesulitan pemberian makan pun lebih jarang terjadi karena anak sudah
terbiasa dengan beragam bahan makanan sejak dini.

Pemberian makan secara teratur pun di sisi lain membentuk kebiasaan yang
berkaitan dengan disiplin. Ia jadi tahu kapan waktunya minum susu, makan bubur,
makan buah, dan lainnya. Disiplin ini penting untuk pertumbuhan fisik dan
pembentukan pola hidupnya kelak.

Lantas, kapan kita memberikan makanan dan minuman kepada bayi? Inilah
perinciannya:

USIA 6-7 BULAN

Makanan/minuman tambahan dikenalkan secara bertahap mengingat mekanisme
menelan dan mencerna bayi usia 6-7 bulan masih lemah. Mulailah dengan makanan
yang lunak dan cair seperti bubur susu untuk membiasakan alat cerna bayi lebih siap
menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu. Untuk yang
pertama, berikan dalam jumlah sedikit dulu dalam bentuk encer. Lalu secara
bertahap kentalkan dan tambah jumlahnya. Yang juga perlu diperhatikan, gunakan
hanya satu bahan makanan utama saja setiap kali memasak agar bayi terbiasa dengan
rasa dan teksturnya, dan bila terjadi alergi akan mudah menelusuri sumbernya.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 2
* Pukul 6.00-7.00 atau sesaat setelah bangun tidur

Sebelum atau sesudah bayi mandi, kita bisa memberikan ASI/susu formula. Di usia
ini, kebutuhan minum susu formula umumnya 185 sampai 220 cc

tiap kali minum atau sekenyangnya bila ibu tetap memberikan ASI. Selanjutnya, susu
bisa diberikan di sela-sela makan bubur susu atau buah, sehingga dalam sehari bayi
bisa minum sampai 5 kali.

* Pukul 9.00

Berikan bubur susu. Bila ingin praktis, kita bisa menggunakan bubur susu kemasan
untuk usia 4-6 bulan. Namun bila ingin membuatnya sendiri, gunakan bahan dari
tepung serealia bebas gluten (karena tidak semua bayi mampu mencerna protein yang
disebut gluten ini) seperti beras, beras merah, maizena, kacang hijau, dengan
ditambah susu (ASI atau pengganti ASI) dan sedikit gula.

* Pukul 11.00 12.00

Berikan makanan yang segar-segar berupa buah yang merupakan sumber vitamin,
mineral, dan serat. Buah-buahan yang cocok diberikan untuk bayi usia ini adalah
jeruk, pepaya, pisang, dan tomat. Penyajiannya bisa berupa jus yang dicampur susu,
atau untuk pisang bisa juga dikerok langsung dan disuapkan ke bayi. Khusus tomat,
sebelum diberikan rebuslah dulu dalam air mendidih yang sudah diangkat dari
kompor. Ini supaya rasa tomatnya tidak terlalu tajam selain juga sarinya akan lebih
banyak keluar. Tomat juga sebaiknya tidak diblender karena bayi tidak tahan bau
"listrik" yang tertinggal di tomat. Kemudian kupas kulitnya dan lumatkan lalu saring.

Pilihlah buah yang baik mutunya, rasanya manis, tidak asam, tidak bergetah karena
dapat menimbulkan diare, dan aromanya tidak menusuk. Oleh karena itu, untuk
pengenalan awal jangan pilih buah mangga, sawo, dan nanas, apalagi nangka dan
durian. Jangan lupa juga, perhatikan reaksi bayi setelah memakannya. Bila timbul
mencret, mungkin bayi tidak cocok dan kita harus menggantinya dengan buah yang
lain. Sebaiknya, kita tidak menambah gula pada buah-buahan ini karena tujuannya
adalah memperkenalkan rasa alami.

* Pukul 14.00

Kita bisa memberikan bubur susu lagi di siang harinya. Pilihan ini kita lakukan karena
umumnya bayi perlu makanan yang mengenyangkan seperti bubur susu.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 30
* Pukul 17.00

Di sore hari mungkin bayi akan merasa lapar lagi, kita bisa memberinya biskuit yang
sudah dilunakkan dengan susu. Namun, bila ingin memberinya buah, silakan saja.

* Pukul 18.00 tidur malam

Sebaiknya, di malam hari kita tidak memberikan makanan yang berat-berat, cukup
ASI atau susu formula 185-220 cc. Selain akan meringankan kerja pencernaan bayi
sehingga dapat tidur lebih nyenyak, penyajiannya pun lebih cepat sehingga bayi tidak
terlanjur rewel.

USIA USIA 8-9 BULAN

Selanjutnya di usia 8 bulan dan seterusnya, secara bertahap kita perkenalkan
makanan yang lebih padat.

* Pukul 6.00-7.00 atau sesaat setelah bangun tidur

Tetap berikan ASI sepuasnya atau susu formula sebanyak 200 220 cc setiap kali
minum. Selanjutnya berikan susu di sela-sela pemberian makanan pendamping ASI
sehingga dalam sehari bisa mencapai 4 kali.

* Pukul 09.00

Tetap berikan bubur susu (berbahan buah atau tepung) tetapi porsinya ditambah
menyesuaikan keinginan bayi.

* Pukul 11.00 12.00

Buah diganti dengan bubur saring. Di usia ini buah diberikan di sela-sela pemberian
makanan tambahan, apakah pagi ke siang atau siang ke sore. Bubur saring bisa dibuat
sendiri dari beras, makaroni, kentang, kacang hijau, atau roti. Hal ini bisa menjadi
ajang perkenalan bayi terhadap makanan lain di luar bubur susu. Cara membuatnya
sama seperti membuat bubur nasi. Namun, penggunaan garam tidak dianjurkan untuk
makanan bayi dan ketika diberikan harus disaring dahulu.

Selain karbohidrat, bubur saring juga sebaiknya mengandung protein. Campurkan
bahan-bahan seperti hati ayam, daging ayam, ayam, dan ikan yang dihaluskan
bersama bahan bubur. Khusus untuk ikan, pilihlah yang dagingnya aman, seperti
kakap, tenggiri, gindara, atau salmon yang tidak banyak memiliki tulang halus.
Tambahkan pula sumber protein nabati seperti tempe atau tahu yang dihaluskan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 3
Jika kesemua bahan tadi tidak menimbulkan reaksi alergi, menjelang usia 12 bulan,
makanan bayi boleh dicampur telur. Awalnya, berikan putihnya dulu, karena biasanya
kuning telur lebih sering memicu alergi. Bisa terpisah atau dicampur ke dalam
buburnya.

* Pukul 14.00

Berikan bubur susu (berbahan buah atau tepung atau biskuit).

* Pukul 17.00

Agar kebutuhan gizinya seimbang, beri lagi bubur saring.

* Pukul 18.00 - tidur malam

Beri ASI/susu formula.

USIA 9-12 BULAN

Menginjak usia 9 bulan dan seterusnya, bayi mulai mampu mencerna makanan
semipadat. Latihan mengunyah makanan yang lebih padat sekaligus merangsang
pertumbuhan gigi bayi. Makanan semipadat yang dimaksud yaitu nasi tim beserta
lauk pauknya.

* Pengenalan nasi tim

Jadwal pemberian nasi tim tidak mesti dipatok. Boleh pagi, siang, atau sore. Namun
dalam sehari, bayi harus dilatih makan nasi tim paling tidak dua kali. Untuk pertama
kali, berikan sedikit-sedikit. Jangan lupa, biasanya bagian atas nasi tim lebih keras
dibandingkan bagian bawahnya. Agar bayi tidak menolak makanan baru ini, aduklah
dahulu agar kepadatannya sama.

* Bubur saring, buah, ASI/susu formula tetap diberikan

Selebihnya, tetap berikan bubur saring satu kali, buah dua kali, dan ASI/susu
formula 3-4 kali sehari sebanyak 220-250 cc tiap kali minum. Boleh saja sebagai
selingan bayi diberi bubur susu dari mangga, jeruk, atau pisang untuk memperkaya
pengenalan rasa padanya.

* Pisahkan nasi tim dari lauknya

Perhatikan pula kandungan nasi tim ini. Sebagai patokan, selain beras yang
merupakan sumber karbohidrat, nasi tim juga harus dilengkapi sumber protein



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 3
hewani dan nabati (ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam,
daging sapi, dan sebagainya), serta sumber vitamin dan mineral (sayur-sayuran).
Sebaiknya lauk pauk dari ikan, telur, ayam, dan sup diolah terpisah untuk nantinya
dihidangkan bersama nasi tim. Bila lauk-pauk dan nasi dicampur lalu dihangatkan
berulang-ulang, maka kandungan gizinya akan berkurang. Selain itu, lauk dan sayur
yang dipisah lebih terjaga kesegarannya.

* Pengenalan bumbu sederhana alami

Di usia ini pun kita bisa mengenalkan bumbu sederhana alami, misalnya ikan ditumis
dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang
putih, dan daun bawang. Garam pun sudah boleh diberikan sedikit. Tak perlu
khawatir makanan si kecil kurang asin atau gurih karena anak sebetulnya belum
terlalu menuntut rasa.

Idealnya, tepat satu tahun, anak harus sudah bisa makan sesuai menu keluarga.
Namun perhatikan kemampuannya. Misal, lauk pauknya dipotong kecil-kecil agar lebih
mudah dimasukkan ke mulut, dikunyah, dan ditelan.


                   STANDAR KEBUTUHAN GIZI BAYI
* Kalori: 100-120 per kilogram berat badan.

Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya:
8 x 100 /120 = 800/960 kkal
* Protein: 1,5-2 gram per kilogram berat badan
Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8 x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4
gram
* Karbohidrat: 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari
Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 50%-nya = 400 : 4 = 100 gram
* Lemak: 20 persen dari total kalori
Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40 gram


                           PERHATIKAN KEBERSIHAN
Mengingat tubuh bayi rentan terhadap penyakit, maka setiap kali mengolah makanan,
lakukan hal-hal berikut:

* Cuci semua bahan makanan seperti buah dan sayur sampai bersih.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 3
* Gunakan peralatan makan dan minum yang steril, yakni dicuci bersih di air mengalir
dan direndam di air mendidih atau dimasukkan ke dalam alat steril selama 5 menit.

* Pastikan tangan kita sudah dicuci bersih. Apalagi jika sebelumnya sempat
menyentuh bagian-bagian tubuh atau benda-benda lain yang diduga terdapat
virus/kuman seperti hidung. Bila tangan kita sempat terluka, tutup dengan plester.

* Gunakan sendok yang berbeda ketika kita ingin mencicipinya. Hal ini untuk
menghindari perpindahan virus atau kuman yang mungkin ada di mulut kita ke mulut
bayi.

* Cuci peralatan makan bayi setiap kali selesai dipakai. Buang sisa makanannya
karena enzim yang berasal dari ludah bayi akan mulai "mencerna" makanan itu,
mengubahnya menjadi berair, dan cepat busuk.

Konsultan Ahli:
Pritasari, SKM., M.Sc.,
ahli gizi dari Politeknik Kesehatan Jakarta II.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 34
        LEBIH SEHAT DENGAN AKUPRESUR
Lakukan secara teratur dan tepat untuk meringankan keluhan sakit dan
meningkatkan stamina.

Akupresur cocok untuk bayi. Teknik pemijatan ini merangsang persarafan pada
tubuh berdasarkan titik-titik meridian, seperti halnya akupunktur. Intinya,
perangsangan di titik-titik meridian itu dilakukan dengan tekanan perlahan. Bisa
dengan jari tangan, telapak tangan, atau dengan alat-alat lain yang ujungnya tumpul.

Tujuan akupresur adalah sebagai penanganan awal penyakit atau gangguan yang
sekiranya bisa diperingan tanpa obat seperti kolik, batuk-pilek, kurang nafsu makan,
cekukan, dan pegal-pegal. Akupresur juga diyakini dapat meningkatkan kadar
endorfin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri dan menimbulkan rasa nyaman.
Bila kemudian penyakit tidak kunjung sembuh bawalah si kecil ke dokter.

Proses penyembuhan dengan akupresur terjadi secara ilmiah. Titik-titik meridian
yang dirangsangnya berhubungan dengan persarafan di tempat yang mengalami
gangguan. Bila si bayi cekukan, maka persarafan yang menimbulkan cekukan
dirangsang dengan pijatan agar cekukan mereda. Demikian pula dengan penyakit lain
seperti kembung atau kurang nafsu makan, pemijatan di titik meridiannya dapat
melancarkan sirkulasi darah di sekitar pusat kembung.

Sebenarnya, ada banyak titik meridian yang bisa digunakan sebagai media
penyembuhan. Namun terhadap bayi, disarankan hanya beberapa titik saja. Toh,
fungsinya untuk menyembuhkan penyakit yang relatif ringan.


                                PANDUAN PEMIJATAN
1. Bayi jangan sampai malah merasa tidak nyaman akibat pijatan terlalu keras.

2. Orang tua perlu paham kalau akupresur sifatnya hanya membantu penyembuhan
penyakit-penyakit yang ringan atau sebagai penanganan awal. Penyembuhan utama,
bila penyakitnya terus berlanjut, tetap harus ditangani oleh dokter.

3. Dokter yang memahami akupresur biasanya akan melakukan observasi apakah
penyakit pada bayi bisa diatasi dengan terapi ini saja atau harus ada pengobatan lain.
Penyakit berat seperti kejang demam, paru, jantung, dan asma butuh penanganan
yang lebih kompleks. Bila memang ada penyakit berat, akupresur sebaiknya
dikonsultasikan dahulu pada dokter.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 3
4. Akupresur lebih aman dilakukan pada bayi berusia di atas satu bulan karena
kulitnya sudah lebih matang dan ubun-ubun kepalanya sudah lebih rapat.

5. Selama memijat, jangan lupa gunakan minyak seperti minyak telon agar tidak
terjadi gesekan keras yang dapat membuat kulit bayi teriritasi. Selain itu tangan
pemijat harus bersih.

6. Lakukan pijatan memutar secara perlahan. Pastikan bayi merasa nyaman dengan
pijatan kita.

7. Pemijatan pada orang dewasa bisa sampai 30-40 putaran pijat, tapi untuk bayi
cukup 10-15 kali.

8. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pijatan di satu titik meridian harus
dikombinasikan dengan titik-titik lain yang pada dasarnya bisa memicu persarafan di
daerah yang sakit.

9. Bila memang diperlukan, obat luar yang bersifat menghangatkan bisa digunakan
agar proses penyembuhan bisa lebih maksimal.

10. Akupresur dapat digunakan untuk meningkatkan stamina tubuh dan memperlancar
peredaran darah bayi. Nah, sebaiknya lakukan akupresur setiap hari di rumah,
sangat baik bila dilakukan sehabis mandi. Selain lebih sehat, hubungan batin antara
bayi dengan ibu pun bisa lebih erat

FLU DAN BATUK

Pijatlah titik-titik meridian di:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 3
lekukan di bawah leher

di kiri-kanan hidung



dan bila batuknya disertai banyak lendir pijatlah bagian betisnya




dada atas sisi kiri-kanan

pelipis, tepat di antara kedua alis mata

STAMINA DAN ALIRAN DARAH

Stamina dan peredaran darah yang lancar memungkinkan bayi tumbuh lebih optimal.
Lakukan akupresur secara kontinyu agar daya tahan tubuh bayi meningkat. Caranya
dengan memijat titik meridian yang dapat meningkatkan stamina dan melancarkan
peredaran darah di:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                      hal 37
dada bagian tengah depan, antara dua puting oayudara




bagian belakang tubuh

titik empat jari di bawah lutut




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju   hal 3
KEMBUNG

Bagian yang dipijat sama dengan titik-titik untuk mengatasi kurang nafsu makan,
yaitu:




atas pusar




sisi kiri-kanan pusar




titik empat jari di bawah lutut kiri dan kanan




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 3
DEMAM

Bila demam, atasi dengan menekan titik di:




pangkal leher bagian belakang




punggung bawah kiri dan kanan



PEGAL-PEGAL

Biasanya bagian yang terasa pegal adalah kaki. Untuk meringankannya tekanlah titik
meridian di:

bagian belakang kaki




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 40
PUSING

Memang agak sulit menerka apakah bayi menderita pusing atau tidak. Lihatlah gerak-
gerik, tingkat kerewelan, dan apakah bayi terus-menerus memegang bagian
kepalanya. Titik yang dipijat, yaitu di:




ujung sisi tengkorak belakang kiri dan kanan



KURANG NAFSU MAKAN

Pijatlah titik-titik meridian di:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 4
bawah lutut kiri-kanan




dada tepat di antara dua puting payudara




atas pusar

sisi kiri-kanan pusar


CEKUKAN

Terkadang cukup sulit mengatasi bayi yang terus-menerus cekukan. Untuk
meredakannya, pijat titik meridian di:




bagian belakang tubuh sekitar empat jari dari batas panggul

                                                    Dr. Adiningsih Srilestari, M.Epid.,
                 ahli akupuntur dan akupresur dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                              hal 4
        MASALAH PENCERNAAN BAYI, DUH
                 BIKIN NYERI


"Mmmmphhhh...eeeh...eeeh," kasihan sekali kalau bayi kesakitan gara-gara
susah buang air besar. Penanganannya memang harus oleh dokter, tapi
deteksinya bisa kita lakukan di rumah.


                                         "Heran, kok, Alya buang air besarnya tidak lancar,
                                         Dok? Dalam sehari kadang tidak sama sekali!" keluh
                                         Mira pada dokter yang menangani putrinya.
                                         Kekhawatiran Mira itu ditambah lagi dengan
                                         seringnya ia menemukan kotoran berbentuk kerikil
                                         kecil agak keras di popok Alya. Nah, apakah pola
                                         buang air besar seperti bayinya ini merupakan
                                         indikasi masalah pencernaan?

                               Pengamatan seperti yang dilakukan Mira sebetulnya
                               merupakan     deteksi    dini  terhadap    gangguan
                               pencernaan yang dialami bayi. Hal ini sangat
membantu agar setiap gangguan tidak terlambat ditangani atau paling tidak
ditanyakan kepada ahlinya. Hanya saja untuk bisa melakukan deteksi di rumah,
"Tentunya orang tua harus memahami dulu organ-organ yang ikut dalam proses
pencernaan, juga jenis tinja yang baik dan tidak," ujar dr. Hadjat S. Digdowirogo,
Sp.A., dari RS Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.


                                 PROSES PENCERNAAN

Proses     pencernaan pada bayi, kata Hadjat, dimulai saat minum atau mengunyah
makan dan diakhiri ketika buang air besar. Saat mengunyah atau penghancuran
secara mekanik oleh gigi, makanan akan dicampur dengan enzim di dalam mulut
sehingga terjadi pemecahan makanan secara kimiawi ke arah yang lebih sederhana.

Selanjutnya makanan masuk ke lambung, di tempat ini makanan akan bercampur
dengan asam lambung dan enzim-enzim. Selanjutnya, makanan diolah di usus halus.
Masih dengan bantuan enzim, di sini makanan diubah menjadi sari makanan untuk
kemudian diserap melalui peredaran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. "Nah,




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 4
sisa dari makanan itu atau ampasnya dioper ke usus besar dan dibuang melalui lubang
dubur," lanjut Hadjat.

Bila semua organ pencernaan bekerja dengan baik, maka gangguan tidak akan terjadi.
Itu pun bila asupan makanan yang masuk seimbang gizinya. Berikutnya, orang tua
harus pula mengetahui ciri-ciri kotoran yang dikategorikan baik. Setelah bayi
berusia tujuh hari, kotorannya akan berwarna kuning. Ini dikarenakan ampas
makanannya bercampur dengan cairan empedu yang berwarna kuning. Kotoran pun
sangat lunak dan keluarnya agak banyak tidak sedikit-sedikit seukuran batu kerikil
misalnya. "Namun pada bayi yang masih menyusui secara eksklusif terkadang
kotorannya encer, hal ini normal mengingat ASI berfungsi sebagai pencahar," kata
Hadjat.

DETEKSI LEWAT TANDA

Dokter spesialis anak ini pun memberikan penjelasan beberapa hal yang bisa
dijadikan patokan untuk mendeteksi gangguan pencernaan. Namun, observasi di
rumah hanyalah tindakan awal saja, untuk selanjutnya harus segera ditangani oleh
ahlinya.

* Gangguan Motorik Usus

Melalui proses kerjanya usus akan mendorong makanan yang masuk ke arah dubur
dengan proses peristaltiknya, yakni mengembang dan mengempiskan dindingnya yang
dipengaruhi oleh sistem saraf otonom usus. Kalau ada gangguan pada persarafannya
maka motorik usus terganggu sehingga makanan dan sisa makanan bertumpuk di
dalam usus. Biasanya hal ini membuat bayi sakit perut, muntah, atau kembung,
ditambah rewel. Cobalah perhatikan dengan saksama karena bayi belum bisa
mengungkapkannya dengan jelas, seringkali dia hanya jadi lebih rewel dari biasanya.

* Tidak Terdapat Lubang Dubur

Tidak adanya lubang dubur atau disebut atresia ani terjadi 1 di antara 4.000
kelahiran hidup. Untuk mengetahui ada tidaknya lubang dubur biasanya dokter atau
bidan yang menangani kelahiran akan memasukkan alat, termometer misalnya, di
daerah duburnya. "Kalau tidak ada lubangnya maka alat tidak bisa masuk, begitu
sebaliknya."

Bila positif tidak terdapat lubang dubur maka setelah berumur 24 jam, bayi harus
difoto rontgen dalam posisi nungging atau kepala di bawah. Bila petugas medis di
tempat kelahiran bayi tidak bisa melakukannya, ia harus dirujuk ke rumah sakit.
Dokter bedah akan membuatkan lubang dubur sementara. Mengenai tempatnya




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 44
tergantung pada jarak usus yang mampat. "Kalau pendek mungkin usus langsung
ditarik turun dan dibuatkan lubang."

Namun kalau panjang, biasanya dibuatkan dulu lubang lewat dinding perut. Nantinya
di usia 5 bulan misalnya, lubang dubur akan dibuat dengan cara pembedahan. "Hal ini
tergantung dari kondisi anak, sudah siap atau belum," ujarnya.

* Penyempitan Usus Besar atau Hirschprung

Yaitu penyempitan di usus besar yang disebabkan adanya bagian usus yang tidak
memiliki ganglion syaraf pada dindingnya. Kebanyakan merupakan kelainan bawaan
sejak lahir yang terjadi 1 banding 5.000 kelahiran hidup dan 4 berbanding 1
terhadap laki-laki dan perempuan.

Deteksi yang bisa dilakukan dengan melihat tinja bayi. Misalnya apakah tinja yang
keluar ukurannya kecil-kecil seukuran kerikil atau kotoran kambing. Lalu, apakah
frekuensi BAB-nya pun jarang dan tidak teratur, bahkan dalam sehari terkadang
sama sekali tidak BAB. Padahal, sekali sehari adalah kebutuhan minimal bayi dalam
BAB. Selanjutnya, bila perut bayi dipegang maka akan terasa kembung karena
kotorannya tidak bisa atau sulit sekali dikeluarkan.

Seperti halnya tidak ada lubang dubur, kelainan ini pun harus ditangani dengan mem-
buatkan anus buatan di perut bayi untuk mengeluarkan kotoran yang tersumbat.
Nantinya, lubang pembuangan ini dikembalikan ke dubur dengan cara pembedahan.

* Penyempitan Lubang Dubur

Penyempitan pun bisa terjadi di lubang dubur. Bedanya dengan hirscprung,
penyempitan di lubang dubur membuat kotoran berkumpul tepat di atasnya sehingga
bila dimasukkan alat ke dalam dubur maka kotoran akan langsung teraba. Tetapi
dalam kasus hirschprung, kotoran tidak akan teraba karena letaknya di usus besar,
tepatnya di atas penyempitan. "Tindakan pemeriksaan ini jangan dilakukan sendiri
melainkan oleh dokter," ujar Hadjat memperingatkan.

Untuk mendeteksinya hampir sama dengan hirschprung, yakni kotoran keluar kecil-
kecil, bisa terjadi kembung, ditambah bayi akan menjerit setiap kali BAB karena
merasakan sakit di sekitar duburnya.

* Gangguan Fungsi

Selain gangguan pada organ pencernaan, gangguan juga bisa terjadi pada fungsi,
maksudnya asupan makanan bayi mengalami kekurangan serat, cairan, pengaruh obat,
atau bisa karena pengaruh emosi. "Pengaruh emosi misalnya bayi diburu-buru BAB


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 4
karena ibunya ingin berangkat kerja, suasana di rumah tidak tenang, atau anak
pernah mengalami sakit saat BAB dan bercampur darah sehingga dia berusaha
menahan BAB-nya."

Hal ini akan membuat mekanisme pengeluaran kotoran menjadi tidak lancar.
Akibatnya bayi bisa mengalami konstipasi atau kotoran tersumbat di lubang dubur
dan kalau kasusnya berat bisa saja kotoran tersumbat di usus besar.

Deteksi bisa dilakukan dengan melihat frekuensi BAB bayi jadi jarang, kotoran pun
keras sampai-sampai ketika BAB bayi menangis. Akibatnya muncul trauma. Bayi
kemudian menahan BAB-nya karena takut sakit lagi yang akhirnya membuat kotoran
semakin banyak sehingga semakin sulit dikeluarkan dan semakin sakit.

* Saluran Empedu Tidak Terbentuk/Atresia Bilier

Setelah usia 7 hari kotoran bayi harus kuning karena bercampur dengan cairan
empedu. Kalau tidak kuning, pucat misalnya, berarti ada sumbatan di saluran empedu.
Sumbatan ini harus diperbaiki dengan dilakukan pembedahan. Ini penting mengingat
cairan empedu berfungsi untuk mencerna lemak serta vitami-vitamin yang larut di
dalamnya. "Tugasnya dokter bedah untuk melakukan pembedahan untuk
menghilangkan mampetnya," jelas Hadjat.

Lakukan deteksi dengan melihat tinja bayi apakah berwarna kuning atau tidak. Bila
pucat atau berwarna seperti dempul maka ada kemungkinan saluran empedunya
tersumbat.

* Perdarahan di Lambung

Warna makanan, menurut Hadjat, umumnya tidak berpengaruh terhadap warna tinja
bayi. "Mau warnanya hitam, merah, hijau, kalau pencernaannya baik maka warna tinja
tetap saja kuning."

Namun, bila tinja yang keluar berwarna hitam, berarti sebelumnya makanan yang
dicerna bercampur dengan darah ketika berada di lambung. "Penyebab perdarahan di
lambung bisa bermacam-macam, misalnya minum obat yang dapat merangsang
kantung nasi hingga lecet dan berdarah, seperti obat untuk mengatasi demam."

Perdarahan pun mungkin saja bukan terjadi di daerah pencernaan tetapi di daerah
lain sehingga kita perlu mengeceknya, perdarahan di hidung misalnya. Bila terjadi
perdarahan atau mimisan kemudian darahnya tertelan cukup banyak, ini akan
mengubah warna tinja bayi menjadi hitam. Demikian pula bila perdarahan terjadi di
puting ibu sehingga bayi mengisap darah ibu. "Bila darah yang terhisap banyak maka
bisa juga membuat tinja bayi menjadi hitam."


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 4
Deteksi bisa dilakukan dengan melihat kontoran si bayi. Bila berwarna hitam mungkin
telah terjadi perdarahan di dalam lambungnya. Agar bayi tidak kehilangan banyak
darah yang bisa membahayakan keselamatannya, peradarahan ini perlu segera
diatasi. Bila terjadi perdarahan di tempat lain, seperti di puting ibu, maka kita perlu
melakukan penyembuhan di daerah tersebut.

* Gastro Oesophageal Refluks

Ini adalah gangguan motorik yang terjadi di lambung. "Seharusnya lambung
mendorong makanan dari arah lubang mulut ke lubang dubur, tetapi yang terjadi
malah sebaliknya," kata Hadjat. Selain gangguan motorik, kasus ini bisa juga
disebabkan adanya sumbatan pada lubang usus 12 jari atau radang pada lambung
yang sering disebut penyakit maag.

Amati apakah setiap kali bayi diberi minum dan makan dia selalu gumoh atau muntah.
Bila kemudian berat badannya (BB) menunjukkan penurunan bisa saja dia sudah
mengalami penyakit ini. Atau bila sudah terjadi perdarahan, misalnya karena iritasi
akibat asam lambung masuk ke oesophagus, maka warna tinjanya menjadi hitam.
"Hati-hati, muntahan bayi terkadang masuk ke saluran napas sehingga timbul
aspirasi pneumonia. Bayi akan mengalami batuk terus-menerus dan sulit untuk
disembuhkan," kata Hadjat.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 47
MAKANAN PANAS PICU SARIAWAN BAYI
Dot yang terlalu keras dan keseringan minum obat juga bisa membuat si kecil
menderita penyakit ini.


                                       Sariawan pada bayi kerap bikin bingung orang tua.
                                       Malah banyak yang tidak menyangka kalau anak berusia
                                       0-12 bulan bisa mengalaminya. Jadi ketika si kecil
                                       rewel berkepanjangan dan enggan makan maupun
                                       menyusu, kita tak pernah mengaitkannya dengan
                                       kemungkinan penyakit tersebut. Padahal, sariawan bisa
                                       menimpa siapa saja. Bahkan sekitar 20 persen populasi
                                       berisiko terkena sariawan, termasuk bayi.

                                Jadi mulai sekarang, saat si kecil menujukkan rewel
                                yang tidak biasa dan menolak minum/makan, coba
                                periksa bagian mulutnya. Ciri-ciri fisik sariawan pada
                                bayi hampir sama kok dengan sariawan orang dewasa,
yakni adanya bintik putih yang dilingkari lingkaran berwarna merah. Namun jangan
keliru, pada bayi sering juga ditemukan tanda putih agak buram di langit-langit
mulutnya. Sekilas mirip sariawan, tapi sebenarnya adalah apstain pearl atau mutiara
apstain. Ini sifatnya fisiologis dan akan menghilang sendiri.

Sebagai informasi, penyakit dengan bahasa ilmiah stomatitis ini lebih sering
ditemukan pada bayi 6 bulan ke atas. Pada usia ini umumnya bayi baru tumbuh gigi
sehingga karena belum terbiasa dengan organ barunya tersebut bisa jadi ada bagian
mulutnya yang tergigit sehingga luka lantas memunculkan sariawan. Toh, bukan
berarti bayi di bawah 6 bulan akan terhindar sepenuhnya dari penyakit ini. Hanya
saja, menurut dr. Stephanus J. Sarmili, Sp.A., kemungkinan kejadiannya lebih
jarang karena ia masih memiliki sisa antibodi dari ibu, terutama bayi yang diberi ASI
eksklusif.

RAGAM PEMICU SARIAWAN

Selanjutnya spesialis anak Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta, ini
menjabarkan pemicu sariawan pada bayi:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 4
* Makanan/Minuman Panas

Mulut bayi belum sekuat orang dewasa. Jadi hati-hati saat membuatkan
makanan/minuman bagi si kecil. Selalu periksa keadaan suhunya; masih kepanasan
atau sudah cukup hangat untuk diterima mulut mungilnya. Justru anggapan bahwa
susu yang memancar terlalu kencang dari botol bisa memicu terjadinya sariawan
ternyata tidak tepat. Kecuali jika susu tersebut bersuhu tinggi. Jadi penyebabnya
bukan kekuatan pancarannya tapi, sekali lagi, karena suhu yang panas.

* Traumatik

Yang dimaksud traumatik di sini, mulut anak terluka oleh sesuatu; entah karena
gusinya tergigit atau terkena gesekan dot yang terlalu keras. Seperti yang sudah
disinggung, kejadian luka pada gusi bayi bisa berkaitan dengan ketidaknyamanan bayi
akibat giginya yang baru tumbuh. Antisipasinya, coba berikan ia teether (mainan
khusus untuk digigit-gigit) sehingga rasa tidak nyamannya dapat berkurang. Gesekan
dot yang berkontur agak kasar dan terbuat dari karet yang keras juga
memungkinkan munculnya sariawan. Jadi sebaiknya gunakan dot yang dibuat dari
bahan lunak dan lentur seperti dari silikon.

* Zat kimia

Pemakaian obat-obatan yang terlalu lama umpamanya pada bayi yang harus
mengonsumsi obat untuk menyembuhkan vlek pada paru-parunya bisa memunculkan
sariawan. Zat kimia yang dikandung dalam obat bersifat asam. Bila tersisa di mulut
bisa memicu sariawan karena proses pengasaman akan mengundang datangnya
bakteri. Untuk itu, sedapat mungkin, setelah meminumkan obat, minumkan bayi air
putih sehingga sisa-sisa obat tidak menempel di gusi maupun dinding mulut.

AKAN SEMBUH SENDIRI

Yang perlu dicermati, faktor makanan/minuman terlalu panas, traumatik, ataupun zat
kimia, merupakan pemicu bukan penyebab. Menurut Stephanus, penyebab utama
sariawan adalah virus yang menempel di mulut yang sedang terluka. "Ini sangat
mungkin terjadi karena banyak virus bertebaran di udara. Nah ketika masuk ke
dalam mulut kemudian menempel di luka akan memunculkan sariawan."

Sebenarnya dalam rentang 10-14 hari biasanya sariawan akan sembuh dengan
sendirinya. Namun pada bayi perlu pena- nganan segera karena sariawan dapat
menimbulkan gejala- gejala penyerta (simtomatis) yang membuatnya tidak nyaman.
"Bila tidak diobati, memang relatif tidak ada bahaya yang mengancam jiwa bayi.
Masalahnya, sariawan menimbulan nyeri dan rasa yang tidak nyaman. Kalau tidak




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 4
ditangani, bayi jadi tidak mau makan. Belum lagi ia akan terus-menerus rewel karena
nyeri dan perut kosong. Nah, efek lanjutan inilah yang harus diantisipasi," ujar
Stephanus.

Jadi jika si kecil menderita sariawan, bawalah ia ke dokter. Biasanya dokter akan
meresepkan beberapa obat untuk menghilangkan gejala-gejala simtomatis. Misalnya,
obat penghilang nyeri yang dirasakan, obat penurun panas untuk mengu- rangi demam
yang bisa muncul akibat rasa nyeri yang diderita, dan lainnya. "Yang jelas tidak ada
obat untuk menyembuhkan sariawannya karena hingga kini memang belum ada obat
untuk itu."

Bagaimana dengan vitamin C? Memang ada yang mengaitkan sariawan dengan
kekurangan vitamin C sehingga pengobatan seringkali disertai dengan pemberian
vitamin tersebut. Sebenarnya, vitamin C selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh
juga membantu epitelisasi, yakni proses pembentukan sel-sel/jaringan baru,
termasuk yang ada di dalam mulut. "Diharapkan, dengan pemberian vitamin C proses
penyembuhan luka bisa lebih cepat terjadi," kata Stephanus.

                              SARIAWAN SEPERTI HFMD

Ingat kan penyakit "impor" dari Singapura yang disebut HFMD (Hand- Foot-Mouth-
Disease) yang sempat menghebohkan Indonesia? Nah, penyakit yang diindonesiakan
menjadi penyakit tangan kaki dan mulut ini memiliki salah satu gejala yang tak
berbeda jauh dengan sariawan. Pada mulut penderita akan muncul bintik-bintik putih,
mirip sariawan. Bedanya penyakit yang disebabkan virus flu singapura
(coxsackievirus) ini bisa memicu demam pada bayi hingga 41° C. Sementara sariawan
kalaupun sampai memunculkan demam tidak akan mencapai suhu setinggi itu.



                           JANGAN SEPELEKAN BELEKAN!

Belekan memang belum tentu menunjukkan kelainan serius. Namun untuk amannya,
jika si kecil sering belekan segera konsultasikan pada dokter.

Si kecil belekan terus? Lebih baik pelajari dulu. Jika beleknya keluar tiap kali
bangun tidur, itu sih wajar. Belek memang kotoran pada mata yang muncul ketika
bangun tidur. Namun, bisa juga belekan ini menjadi tak wajar. Biasanya jika terdapat
peradangan pada selaput mata yang disebabkan mikroorganisme tertentu seperti
virus, klamidia, bakteri, dan sebagainya.

Bagaimana membedakan belekan yang wajar dan tidak? Belekan normal terjadi hanya
pada kondisi tertentu. Biasanya setelah bangun tidur. Pada situasi lainnya, belekan



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 50
tersebut tidak muncul lagi. Sementara, belekan akibat peradangan akan disertai
gejala lain, seperti mata merah, bengkak, nyeri, dan kelopak mata terasa mengganjal.

PENYEBAB BELEKAN ABNORMAL

Beberapa penyebab belekan abnormal, dijelaskan dr. Gusti G. Suardana, Sp.M.,
dari Jakarta Eye Center berikut ini:

1. KELAINAN ANATOMIS

Gangguan anatomis biasanya berkaitan dengan saluran air mata bayi- tepatnya di
saluran penghubung kantung air mata dengan rongga hidung- yang tersumbat (ductus
nasolacrimalis). Seperti diketahui, air mata diproduksi oleh kelenjar air mata yang
berada di sekitar kelopak mata bagian dalam. Namun karena adanya sumbatan ini, air
mata tersebut tak bisa dialirkan ke rongga hidung. Lama-kelamaan, genangan air
mata pada saluran yang buntu ini dapat mengakibatkan terjadinya infeksi. Gejalanya
adalah mata selalu berair dan banyak beleknya terutama pada pagi hari. Lantaran
itulah, bayi yang dengan kelainan anantomis ini akan sering mengalami
infeksi/peradangan yang pada akhirnya memunculkan belekan terus-menerus. Mata
bayi juga akan selalu berair seperti sedang menangis.

* Pengobatan:

Biasanya dokter akan memberikan obat tetes antibiotika untuk mematikan kuman
yang kemungkinan bersarang pada saluran air mata yang buntu. Selain itu, dilakukan
pula pemijatan di daerah pinggir mata bagian dalam dekat hidung ke arah bawah.
Dengan begitu, diharapkan terjadi pembukaan membran atau saluran yang tersumbat
tadi. Pemijatan ini disamping memberikan tekanan hidrostatikuntuk membuka
sumbatan juga berperan menjaga agar kantong air mata tetap dalam keadaan

kosong sehingga memperkecil kesempatan berkembangnya kuman penyebab infeksi.
Jika setelah menjalani pengobatan maupun pijat saluran air mata tetap buntu, maka
langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah memasukan kawat halus ke dalam
saluran air mata untuk "menyodok" sumbatan saluran di rongga hidung agar terbuka.
Tindakan ini dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah probing. Hal ini biasanya
dilakukan nanti saat anak sudah mencapai usia 12-15 bulan.

Upaya-upaya tersebut tak selamanya bisa berhasil. Adakalanya saluran tersebut
tertutup lagi. Kalau sudah begitu, jalan terakhir yang dapat ditempuh adalah
pembedahan. Dokter akan membuat saluran langsung (by pass) dari kantong air mata
(sakus lakrimal) menembus tulang hidung sehingga air mata bisa mengalir ke hidung.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 5
Langkah pembedahan ini biasanya dilakukan setelah anak lebih besar, atau usianya di
atas dua tahun.

2. INFEKSI DIDAPAT DI JALAN LAHIR

Belekan pada bayi juga bisa muncul sebagai akibat infeksi selaput mata bayi baru
lahir yang didapat saat bayi keluar dari jalan lahir. Berikut diantaranya:

Ophthalmia Neonatorum

Bayi baru lahir yang mengalami peradangan pada selaput mata akan menunjukkan
gejala mata merah, bengkak dan banyak belekan. Penyebabnya dapat berupa iritasi
kimia, bakteri, klamidia dan kadang-kadang virus herpes simplek. Hampir setiap
bakteri patogen dapat menyebabkan peradangan ini. Namun, Neisseria Gonorrhoeae
(GO) merupakan kuman yang paling menjadi perhatian karena dapat menyebabkan
kecacatan pada kornea atau penglihatan dan yang paling buruk adalah kebutaan.

Disamping itu, klamidia juga dapat menyebabkan peradangan pada selaput mata bayi.
Kedua mikroorganisme tersebut didapat saat bayi melalui jalan lahir ibunya.
Gejalanya dapat berupa kedua kelopak mata lengket, penuh belekan bahkan sampai
keluar nanah. Bila sekret pada mata sedemikian banyak maka kemungkinan organisme
penyebabnya adalah gonorea.

* Pengobatan:

Pemberian antibiotika yang cocok oleh dokter adalah satu-satunya upaya
pengobatan. Disamping itu perawatan juga penting, seperti membersihkan belek
setiap sebelum memberikan obat salep mata. Harus diingat bila kuman penyebabnya
adalah GO, bayi harus dirawat di rumah sakit di ruang isolasi karena mudah menular
dan harus mendapat pengobatan intensif.

Glaukoma kongenital

Glaukoma kongenital adalah glaukoma yang terjadi sejak lahir. Pada bayi dan orang
dewasa, glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata.
Perbedaannya, pada bayi umumnya disertai kelainan struktur segmen depan bola
mata. Kelainan ini menyebabkan air mata terbendung dan mengakibatkan peninggian
tekanan bola mata. Selanjutnya terjadi peningkatan tekanan bola mata yang akan
menyebabkan kelainan pada kornea (bagian hitam mata), yaitu diameternya menjadi
lebih lebar dan semakin tipis dan keruh. Disamping itu akibat tekanan yang tinggi
terus-menerus juga akan mengenai saraf penglihatan (saraf optik) sehingga akan
mengganggu penglihatan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 5
Gejala yang dapat menyertai bayi dengan glaukoma kongenital adalah takut akan
sinar, selalu memutup matanya bila kena cahaya, mata selalu berair dan diameter
kornea lebih lebar dibandingkan dengan kornea bayi yang normal.

* Pengobatan

Segera periksakan ke dokter mata untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Bila
tidak, maka pasti bayi ini akan buta total akibat kerusakan saraf mata yang bersifat
permanen. Penanganan glaukoma satu-satunya adalah dengan cara pembedahan.
Namun harus disadari, walaupun telah dilakukan tindakan pembedahan misalnya,
tidak dijamin 100% penglihatan akan normal.

Kelainan retina akibat infeksi toksoplasma

Infeksi toksoplasma diakibatkan sejenis parasit toksoplasmogondii yang biasa
terdapat pada bulu kucing dan hewan peliharaan rumah lainnya. Parasit ini dapat
menginfeksi manusia. Bila terjadi pada wanita hamil, parasit ini akan mencapai janin
melalui tali pusat dan kemudian akan menimbulkan dampak serius pada janin
tersebut. Salah satunya bayi akan mengalami kerusakan mata, khususnya pada bagian
retina. Alhasil, jika terinfeksi dan terutama bila mengenai bagian paling sensitif
retina (makula) maka daya penglihatannya akan sangat buruk.

* Pengobatan:

Penyakit toksoplasma memang dapat diobati, tetapi fungsi penglihatan bayi tidak
akan kembali. Tindakan operasi tidak cukup membantu memperbaiki ketajaman
penglihatan.

Infeksi virus Rubella pada mata

Rubella merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Bila terjadi
pada wanita hamil akan menimbulkan dampak pada janinnya berupa Congenital Rubella
Syndrome. Sindrom tersebut di antaranya berupa kelainan pada jantung, susunan
saraf, dan mata.

Salah satu dampak virus rubella pada mata bayi adalah terjadinya katarak yaitu
adanya perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh
dan buram. Akibatnya cahaya tidak dapat masuk ke dalam mata dengan leluasa.
Katarak ini akan menyebabkan si kecil tak bisa melihat jelas, mengalami penglihatan
sampai sangat buram, dan sangat peka terhadap cahaya. Katarak memang tak
menular dari satu mata ke mata




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 5
yang lain, tapi dapat terjadi pada kedua mata di saat yang bersamaan. Seperti
diketahui perkembangan penglihatan dimulai saat lahir dan baru mencapai normal
pada usia 5 6 tahun. Perkembangan paling pesat terjadi kurang lebih pada usia 6
bulan pertama. Bila pada masa ini terjadi hambatan perkembangan, seperti adanya
lensa yang keruh maka penglihatan tidak akan berkembang dengan baik.

* Pengobatan:

Katarak tak mengakibatkan kebutaan permanen dan dapat diatasi dengan operasi.
Tindakan ini harus dilakukan sedini mungkin. Jika ditunda-tunda, sampai anak usia
lima tahun misalnya, justru masa-masa "emas" akan terlewati begitu saja. Setelah
dilakukan operasi, dokter mata akan melakukan rehabilitasi penglihatan agar
penglihatannya dapat berkembang lagi.

     MEMBUKA SALURAN AIR MATA BAYI PERAWATAN DI
                       RUMAH

* Amati bila mata tampak selalu belekan dan berair sejak bayi kemungkinan besar
adalah akibat sumbatan duktus nasolakrimal.

* Bersihkan selalu belekan yang ada dengan cara terlebih menekan sudut mata dekat
hidung sehingga keluar belekan yang banyak.

* Kemudian bersihkan dengan kapas lidi basah (cotton bud) yang bersih dengan hati-
hati sesering mungkin untuk mencegah terjadinya infeksi. Bila sudah bersih baru
berikan obat mata sesuai frekuensi yang dianjurkan oleh dokter.

* Dilanjutkan dengan memijat dari atas ke bawah berkali-kali dengan harapan
terjadi peningkatan tekanan hidrostatik untuk membantu membuka sumbatan
/obstruksi duktus nasolakrimal.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 54
       DENGAN MENIRU BAYI JADI LEBIH
               CEPAT PINTAR!
Jadi dorong si kecil agar mau melakukan peniruan dari stimulus yang kita
berikan.


                                        Sayang,         banyak orang tua yang tidak menyadari
                                        kalau sejak bayi, anak sudah dapat melakukan
                                        peniruan karena kemampuan ini lebih identik dengan
                                        anak batita. Padahal seperti dituturkan Dra. Psi.
                                        Tisna Chandra, sejak usia 2 bulan, si kecil
                                        sebenarnya sudah cakap meniru. Hanya saja, orang tua
                                        tidak menyadarinya, sehingga momen ini pun sering
                                        luput dari perhatian.

                             Seperti cerita yang diungkapkan Lubis. Ayah muda ini
                             sempat terperanjat, saat Aldi, bayinya berusia 8
                             bulan, mampu mengikuti gerakan-gerakan yang
dilakukannya. "Ketika aku bertepuk tangan, ia coba mengikuti. Begitu juga saat
melambai-lambaikan tangan. Bukan hanya itu, ia juga bisa tiru-tiru suara. Kalau aku
bilang "pa-pa", dia berusaha mengucapkannya. Lucu banget. Tapi apa benar bayi
sebesar Aldi sudah bisa meniru?"

Tisna menegaskan peniruan merupakan salah satu tugas perkembangan yang perlu
dilalui bayi, sebelum masuk pada keterampilan identifikasi.

Nah, kembali lagi pada pembahasan sebelumnya, di atas usia 7 bulan, fungsi memori
bayi sudah semakin baik. Ini berarti kecakapannya untuk menangkap dan menyimpan
apa yang dilihat dan didengarnya lalu kemudian ditirunya akan semakin baik. Jadi
dalam kasus Aldi tadi, wajar kalau ia sudah dapat meniru kata, walau hanya sebatas
babbling, seperti "ma-ma-ma" atau "pa-pa-pa".

Menginjak 8 bulan, keterampilan bayi makin berkembang dengan kesanggupan
mencontoh gerakan motorik, ekspresi emosi, ataupun peniruan objek seperti
memindahkan dan memasukkan mainan. "Tapi jangan berharap dengan hanya sekali
memberi contoh, lantas bayi langsung bisa tiru-tiru. Contoh harus diberikan berkali-
kali sehingga memungkinkannya untuk merekam di dalam memori lalu mengikutinya.
"tandas psikolog dari Spectrum Treatment Center, Bintaro, Banten ini.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                    hal 5
STIMULASI SESUAI KEMAMPUAN

Berikut beberapa perkembangan peniruan si kecil yang dapat distimulasi sehingga
tumbuh kembangnya makin optimal:

Suara dan Kata

Di usia 2 bulan bayi sudah mampu meniru kata-kata walau sekadar berujar "u...u...u"
atau "a...a...a." Sementara di usia 7 bulan, si kecil sudah bisa babbling atau
mengucapkan suku kata yang senada seperti "ma-ma-ma" atau "da-da-da".
Kemampuannya kian bertambah saat 11 bulan. Saat ini bayi sudah bisa menirukan
kata berunsur konsonan-vokal dengan lebih bervariasi, seperti "ka-ka", "mi-mi", "bo-
bo", dan sebagainya.

* Stimulus:

Penting diketahui bayi suka meniru suara yang didengarnya. Jadi rajin-rajinlah untuk
mengajaknya bercakap-cakap. Saat memandikan, misalnya, berbincang-bincanglah
tentang apa yang tengah kita lakukan, "Mama mau gosok tangan Adek. Angkat tangan
Adek seperti ini, ya." Semakin banyak kata yang dikenalkan pada bayi, akan semakin
banyak yang tersimpan dalam memorinya. Saat kemampuan bicaranya sudah semakin
baik, si kecil tinggal membuka memori yang pernah disimpannya di masa bayi ini.

* Yang perlu dicermati:

Saat berbicara dengan bayi, hindari bahasa/kata yang dicadel-cadelkan. "Cayang
mau cucu ya?" (padahal maksudnya "Sayang mau susu ya?") Bila bayi terbiasa
mendengar kata yang tidak benar kelak dia akan mengatakannya seperti apa yang
kita ucapkan. Repotnya, kelak kita harus membetulkan kesalahan anak tersebut
bukan?

Gerakan Motorik

Pada usia 8 bulan, bayi sudah dapat mengangkat-angkat tangan. Sebulan kemudian, ia
mampu melambaikan tangan serta melakukan gerakan kiss by. Sementara umur 10
bulan, kecakapannya bertambah dengan bertepuk tangan.

* Stimulus:

Saat kita ingin si kecil mengikuti suatu gerakan, sesuaikan dengan kemampuan
motorik yang ia miliki. Di usia 8 bulan, umpamanya, ia bisa diminta mengikuti contoh
gerakan tangan ke atas dan ke bawah. Tapi jangan mengharapnya bisa meniru




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 5
gerakan bertepuk tangan karena kesanggupannya belum sampai di situ. Berikut
beberapa rangsangan lain yang bisa diberikan:

- Gerakkan jari jemari kita di udara untuk ditirunya. Stimulus ini berguna untuk
merangsang keterampilan motorik halus anak agar ia kelak terampil dalam memegang
benda-benda kecil, seperti pensil, pena, gelas, sendok-garpu, dan sebagainya.

- Kala menginjak 9-10 bulan, si kecil bisa diajak melakukan gerakan "mata genit"
(beri contoh dengan menyipitkan/mengedipkan mata kita). Rangsangan seperti ini
juga akan bermanfaat bagi pertumbuhan saraf-saraf di bagian kelopak matanya.

* Yang perlu dicermati:

Selain beberapa manfaat tadi, stimulasi-stimulasi semacam ini juga dapat
mengembangkan kemampuan indra peraba serta inteligensinya. Gerakan meniru
menaikkan dan menurunkan mainan, umpamanya, memungkinkan bayi merasakan
permukaan yang kasar/halus dari mainan yang dipegangnya.

Peniruan Ekspresi Emosi

Bayi 9 bulan sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ini
berkaitan dengan pertumbuhan emosinya yang sudah berkembang dan pembelajaran
dari lingkungan terdekat, seperti orang tua, pengasuh, kakak, nenek/kakek dan
lainnya.

* Stimulasi:

Walau ia belum memahami apa itu senang, sedih, jengkel dan sebagainya, tapi melatih
ekspresi emosinya tetap perlu. Cara paling sederhana adalah dengan selalu
menunjukkan senyum dan tawa saat berhadapan dengannya.

* Yang perlu dicermati:

Sebagai manusia, wajar bila kita merasa sedih, jengkel atau marah. Namun sebaiknya
jangan terlalu sering menampakkan emosi-emosi negatif pada si kecil. Bukankah ia
sudah pandai meniru? Jadi kalau seorang ibu mudah mencucurkan air mata, si kecil
pun bisa tumbuh menjadi anak yang cengeng. Begitu juga, bila emosi orang tua kerap
meledak-ledak. Tak menutup kemungkinan karakter si kecil pun akan seperti itu
nantinya. Intinya, bayi perlu belajar pentingnya kestabilan emosi. Jadi boleh saja,
kita menunjuk wajah jengkel sekali-kali. Tapi tetap harus diimbangi dengan senyum
dan tawa.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 57
Peniruan Objek

Sejak usia 7 bulan bayi sanggup meniru perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untuk
itu, beri ia lebih banyak kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan lewat
perilaku-perilaku yang kita contohkan.

* Stimulasi:

Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Bayi
7 bulanan tengah menggandrungi kegiatan seperti ini. Sekitar usia 8-12 bulan, si
kecil mulai bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti memencet-mencet
tombol keyboard komputer.

* Yang perlu dicermati:

Pilih mainan atau objek yang menarik dari segi warna, corak, bentuk, maupun bunyi.
Rasa ketertarikan akan membuat bayi mau menyentuh, mengambil, dan memegang
benda/mainan tersebut sehingga stimulasi dapat berjalan lebih optimal.

           WASPADAI BILA BAYI TIDAK PERNAH MENIRU

Meskipun belum tentu sebagai pertanda kelainan, tak ada salahnya kita melakukan
tindakan lebih lanjut. Antara lain, dengan mengonsultasikan perkembangan bayi pada
psikolog atau dokter. Ada beberapa penyebab bayi tidak sanggup melakukan
peniruan. Bisa karena organ bicaranya atau organ pendengarannya terganggu.
Akibatnya saat kita mencoba mencontohkan kata-kata/ perilaku, ia tidak dapat
mengikutinya. Kemungkinan lain adalah autisma. Bayi dengan gangguan ini umumnya
tidak mampu berkomunikasi dengan lingkungan, tertutup, dan asyik dengan dirinya
sendiri.

Tapi tentu tidak bijaksana jika kita langsung panik saat mendapati bayi tidak bisa
melakukan suatu peniruan. Mungkin saja, ia hanya mengalami keterlambatan dan
hanya perlu waktu lebih lama-sekitar 1-2 bulan dalam perkembangannya. Ini pun
normal-normal saja selama tidak ada indikasi gangguan lain.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 5
    HAAAAATSCHII...! UH FLU LAGI, FLU
                 LAGI
Tahukah Anda, flu pada bayi bisa mengakibatkan bobotnya turun hingga 20%.


                                         Sebetulnya     bukan   virus   flu   itu   sendiri   yang
                                         menyebabkan bobot bayi turun, tetapi gejala-gejala
                                         yang menyertainya. Umpamanya, saat flu menyerang,
                                         hidung bayi jadi ingusan, kadang disertai sumbatan.
                                         Akibatnya, ia jadi sulit tidur. Padahal kebutuhan
                                         tidur yang tidak tercukupi akan membuat bayi jadi
                                         rewel. Ketidaknyamanan ini bisa diperparah dengan
                                         kondisi demam, batuk dan pegal-pegal yang diderita
                                         si kecil sehingga akan memengaruhi nafsu makannya.
                                         Tak heran kalau gara-gara flu, berat badannya bisa
                                         turun bukan?

Ada dua hal menarik tentang penyakit yang nama lengkapnya influenza ini. Pertama,
hingga saat ini sebenarnya belum ada obat yang bisa membasmi virus flu. Kedua, flu
sebenarnya penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease).
Jadi kalau ada yang mengatakan penderita flu sebenarnya tidak memerlukan obat,
memang ada benarnya. Tapi kondisi ini biasanya hanya berlaku bagi orang dewasa.
Dengan cukup beristirahat dan banyak mengonsumsi cairan, flu dapat terusir dalam
waktu kurang lebih 5 hari.

Masalahnya pada bayi, pengobatan perlu dilakukan agar flu tidak mengganggu
kenyamanannya; agar hidungnya tidak tersumbat, agar demamnya turun, agar ia
dapat tidur nyenyak dan lain sebagainya. Jika tidak, dikhawatirkan gejala-gejala
tersebut malah akan membawa dampak lebih parah. Contoh, akibat suhu tubuhnya
yang tinggi dan tidak diturunkan dengan obat, ia bisa terancam kejang demam yang
selanjutnya dapat merusak sel-sel saraf di otaknya.

Oleh karena itulah, pada umumnya dokter akan tetap meresepkan obat untuk bayi
yang menderita flu. Walau sekali lagi, obat tersebut bukan untuk mengusir virus
penyebab flu, tapi hanya sebagai penghilang gejala-gejalanya saja.

OBAT FLU UNTUK BAYI

* Antihistamin untuk mengurangi produksi lendir sehingga napasnya menjadi lega
kembali.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                         hal 5
* Obat penurun panas yang bisa dikombinasi dengan kompres untuk menurunkan
gejala demam.

* Obat pereda batuk bila flu disertai batuk. Jika batuknya disertai lendir yang
cukup banyak akan dibantu dengan inhalasi yang harus ditangani fisioterapis yang
ahli menangani pasien bayi.

* Vitamin diberikan agar pemulihan kondisi si kecil bisa lebih cepat. Bila nafsu
makannya menurun akan diberikan juga vitamin penambah nafsu makan.

* Pemberian antibiotik. Menurut dr. Tinuk Agung Meilany, Sp.A., idealnya obat
antibiotik hanya diberikan bila sudah ada indikasi munculnya bakteri pada tubuh
bayi. Bagaimana tandanya? Flu makin parah; ditunjukkan dengan lendir yang
mengental dan menguning serta tidak kunjung sembuh. Namun tentu dituntut kehati-
hatian mengingat usia bayi yang masih sangat rentan. Pertimbangan dokter dalam
memberikan antibiotika umumnya berkaitan dengan berat-ringan bakteri yang
menyerang dan lamanya resistensi bakteri. Dosis pun akan disesuaikan dengan
kondisi dan berat badan bayi.

AGAR PERNAPASAN LEGA

Tindakan paling aman untuk mengurangi ingus yang meng- ganggu saluran pernapasan
bayi adalah dengan mengelap hidungnya dengan sapu tangan atau tisu bersih.
Sementara untuk membersihkan bekas ingus yang sudah mengering -yang biasanya
menempel di ujung lubang hidung bayi- bisa dengan menggunakan cotton bud basah.

Cara-cara konvensional, seperti menyedot ingus langsung dengan mulut dari hidung
bayi, menurut spesialis anak dari RSAB Harapan Kita, Jakarta ini, sebaiknya tidak
dilakukan mengingat risikonya lebih besar ketimbang penyakit flu itu sendiri. Perlu
diketahui, bagian mulut manusia bisa ditinggali kuman. Bagi orang dewasa, adanya
kuman tersebut mungkin tidak menimbulkan masalah. Namun bagi bayi, kuman
tetaplah benda asing yang bisa membahayakan kesehatannya. "Memang ada bayi yang
kuat sehingga tindakan tersebut tidak tambah mengganggu kesehatannya. Namun
bagi bayi yang lemah, kuman di mulut ibu bisa menjadi sumber penyakit baginya. Yang
tadinya hanya flu biasa, setelah disedot malah didiami bakteri," kata Tinuk.

Alat sedot lendir yang banyak dijual di pasaran juga bukan tanpa risiko. Cara
penggunaannya yang harus dimasukkan ke hidung bayi justru dapat mengiritasi.
Lendir yang tersedot pun belum tentu banyak karena biasanya hanya yang berada di
ujung hidung saja. Sedangkan yang di bagian dalam tetap tak terusik. Menyedot
ingus bayi dengan alat sedot mesin pun terlalu agresif dan tidak disarankan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 60
Jadi dalam mengatasi flu, yang pokok adalah meredakan gejalanya seperti demam
dan hidung tersumbat, serta meningkatkan staminanya dengan asupan nutrisi dan
istirahat cukup.


                          PUTUS RANTAI PENULARAN
Salah satu tindakan efektif agar bayi tidak terkena flu adalah melakukan langkah-
langkah pencegahan. Caranya? Mau tak mau kita harus memutus mata rantai
penularan virus yang merupakan penyebab utama penyakit ini. Sebagai informasi
virus flu mudah sekali menyebar melalui udara tapi bukan berarti tidak dapat
diantispasi. Berikut cara-cara yang disarankan Tinuk:

* Hindari Tempat Ramai

Berbagai tempat yang banyak didatangi orang seperti pasar, stasiun, terminal atau
sejenisnya adalah tempat yang memiliki risiko penularan virus cukup tinggi. Mungkin
saja kan, salah satu pengunjung di sana ada yang tengah menderita flu. Apalagi virus
flu dapat hidup lama di udara bebas jadi akan mudah menghinggapi orang-orang di
sekitarnya, termasuk bayi.

Nah, kalau ada anggapan risiko penularan flu di pusat-pusat perbelanjaan
"bergengsi" yang bersih jadi lebih kecil, hal itu patut dipertimbangkan lagi. Walau
lingkungannya relatif bersih dan berpendingin ruangan, umumnya mal merupakan
bangunan yang tertutup. Inilah yang justru memudahkan kuman flu tersebar karena
ia hanya berputar di situ-situ saja.

Jadi, jika kita tak mau si kecil mudah sakit flu, jangan sering-sering mengajaknya ke
tempat ramai di ruang tertutup. Lagi pula bayi kan belum dapat menikmati jalan-jalan
semacam itu. Memang sih, ini bukan larangan mutlak. Jika kondisinya sedang fit,
boleh kok mengajaknya bepergian sesekali.

* Isolasikan penderita flu

Salah satu sumber penularan flu adalah orang-orang yang ada di sekitar bayi; entah
ibu, bapak, pengasuh atau anggota keluarga lain yang tengah terserang flu. Cara
memutus rantai penularan adalah dengan menjauhkan penderita dari si kecil. Bila si
kakak sakit flu, umpamanya, minta ia untuk tidak dekat-dekat apalagi menciumi adik
bayi.

Intinya, sebisa mungkin hindari kontak, terutama wajah dengan wajah. Nah, jika hal
itu sulit dilakukan -karena kita harus mengasuh dan merawatnya, misal- pakailah




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 6
masker yang banyak dijual di apotek atau toko-toko obat. Setidaknya hal ini akan
membuat virus tidak terbang ke udara.

* Jaga kebersihan

Sekangen apa pun dengan si kecil, jangan langsung memeluk atau menciumnya setelah
bepergian. Biasakan untuk membersihkan tubuh, setidaknya mencuci tangan,
membasuh muka, dan mengganti pakaian lebih dulu, agar kuman-kuman yang
menempel pada tubuh segera lenyap dan tidak menulari bayi.


                              ASI BISA TANGKIS FLU
Berdasarkan penelitian, bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, selama 4-6 bulan,
tidak akan mudah terserang flu. Itu karena ASI mengandung zat-zat kekebalan
tubuh atau imunoglobulin yang berasal dari ibu, dan tidak terdapat pada susu sapi
(susu formula). Tak hanya flu, bayi yang menyusu ASI pun akan lebih kebal terhadap
penyakit-penyakit infeksi lain. Sederhananya, daya tahan bayi yang mendapatkan
ASI akan lebih baik ketimbang bayi yang tidak mendapat ASI.

Daya tahan tubuh juga dipengaruhi oleh berat badan (BB). Bayi dengan usia lebih
besar, umumnya memiliki daya tahan tubuh lebih kuat. Soalnya, kematangan organ
tubuhnya berarti lebih sempurna sehingga imunitasnya pun lebih kuat.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 6
   SULIT MAKAN DAN TIDUR?
JANGAN-JANGAN SI KECIL TRAUMA

Coba telusuri, mungkin dia baru terjatuh, dicakar binatang peliharaan, melihat
ondel-ondel atau apa pun yang membuat dirinya tidak nyaman.

"Duh, Lulu kok rewel terus ya. Enggak biasanya dia begini!" keluh Nani tentang
bayinya yang baru berusia 6 bulanan. "Tadi pagi dia memang jatuh dari atas tempat
tidur. Kepalanya benjol. Apa dia mengalami trauma?" Dugaan Nani bisa jadi benar.
Pengertian trauma seperti yang dijelaskan Alzena Masykouri, M.Psi., adalah
kejadian tidak menyenangkan, baik fisik maupun psikis, yang dialami seseorang,
termasuk bayi sampai mengganggu fungsi diri sehari-hari.

TRAUMA FISIK

Seperti yang dijelaskan tadi trauma bisa terjadi secara fisik dan psikis.
Penanggulangannya pun akan berbeda. Trauma fisik muncul karena adanya kontak
fisik yang menimbulkan ketidaknyamanan. Misalnya, si kecil mengalami benturan pada
kepala, jatuh dari tempat tidur, dicakar kucing, dan sebagainya. Tindakan awal yang
harus dilakukan orang tua tentu mengatasi cedera fisik yang terjadi. Kalau kepala
bayi memar akibat terjatuh dari tempat tidur, otomatis memar itulah yang harus
segera ditangani agar rasa sakit bisa segera hilang dan si kecil bisa lebih tenang.

Trauma fisik, seperti contoh-contoh di atas biasanya bisa diatasi dengan obat-
obatan yang ada di rumah. Namun untuk amannya, si kecil tetap perlu diperiksakan
ke dokter. Apalagi jika lukanya cukup parah, bayi muntah, atau mengalami penurunan
kesadaran.

Yang perlu diketahui, trauma fisik bisa merembet menjadi trauma psikis.
Umpamanya, akibat si kecil pernah luka akibat dicakar kucing, ia jadi ketakutan
setiap melihat kucing lewat.

TRAUMA PSIKIS

Trauma psikis bisa diakibatkan oleh kejadian yang secara langsung memengaruhi
kondisi psikis anak. Contoh, bayi pernah dicakar kucing, tergelincir dan "tenggelam"
dalam ember mandinya, kehilangan sosok penting, atau lainnya. Juga seperti yang
sudah disinggung di atas, trauma psikis bisa terjadi karena efek lanjutan dari
trauma fisik. Misalnya, bayi yang mengalami perlakuan tidak menyenangkan seperti


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 6
sering dicubit, diguncang, ditampar (pipinya ditepuk dengan keras), dipukul
(pantatnya ditepuk dengan keras), atau dijewer telinganya, mungkin akan rewel terus
karena tidak mendapat rasa aman dari lingkungannya.

Masalahnya, memang tak mudah mengenali tanda-tanda trauma psikis, terutama pada
bayi. Namun sebagai gambaran saja, salah satu gejala trauma pada bayi berusia 0-7
bulan adalah rewel atau menangis terus-terusan atau tiba-tiba menjerit. Memang
cara itulah yang bisa dilakukannya untuk mengungkapkan ketidaknyamanannya.

MENDETEKSI TRAUMA

Bagaimana cara membedakan tangisan trauma dengan tangisan biasa? Tangisan
trauma biasanya akan seperti tangis yang tak jelas juntrungnya atau tanpa sebab. Si
kecil baru saja menyusu, diberi makan, popoknya tidak basah, tidak pup, tapi tetap
saja rewel. Sementara, pada bayi yang sudah

agak besar - 8 bulan ke atas - gejala trauma tak hanya bisa terlihat dari sekadar
kerewelannya saja tapi juga dari perubahan perilaku bayi, seperti lebih sering
tantrum, sulit makan, atau menjadi sulit tidur.

Intinya, di sini dituntut kepekaan orang tua atau orang-orang di sekitar bayi untuk
mengenali perilaku si kecil. Saat ada sesuatu yang "tidak biasa" padanya, kita bisa
segera melacak apa yang terjadi di hari itu. Apakah ia habis terjatuh, terkena
lemparan bola si kakak, digigit hamster peliharaan, atau lainnya.

Yang perlu diketahui, trauma sebenarnya dibagi menjadi beberapa kategori; ringan,
sedang dan berat. Orang tua awam sering tak mudah mendeteksi trauma ringan itu.
Sementara trauma sedang atau berat bisa diketahui dari perubahan perilaku bayi; ia
jadi sering rewel, lebih sering minta gendong, lebih sering mengamuk, amukannya
lebih hebat, sulit makan, dan sulit tidur.

MENGATASI TRAUMA

Namun yang cukup melegakan, trauma ringan umumnya bisa diatasi oleh anak sendiri.
Jadi tanpa harus ada intervensi/diketahui orang lain, trauma itu sudah bisa
ditangani sendiri oleh si kecil lalu menghilang. Contoh, bayi yang takut mendengar
suara keras lantas menangis keras tetapi bisa kembali tenang saat suara tersebut
tidak terdengar lagi. Akan tetapi jika bayi menjadi lebih rewel dan sulit, walau kita
masih bingung apa yang menjadi penyebab traumanya, segera beri ia kenyamanan
"ekstra" dengan menggendong, memeluk, membelai, dan memberikan segera
kebutuhan yang diinginkan bayi. Itulah trik jitu mengatasi trauma pada bayi-bayi
kecil. Kenyamanan yang didapat bayi diharapkan dapat mengembalikan




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 64
kepercayaannya pada lingkungan, yang sempat hilang karena mengalami kejadian
tidak menyenangkan.

Pada bayi 7-12 bulan, yang sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan, cara
penanggulangan traumanya bisa lebih variatif. Selain belaian, pelukan, dan sejenisnya
juga bisa dilakukan terapi. Umpamanya, si kecil yang takut setiap kali melihat kucing
bisa diterapi perlahan dengan menggunakan boneka kucing sambil menanamkan
padanya bahwa binatang tersebut tidak perlu ditakuti dan tidak berbahaya jika
tidak diganggu.

KAPAN HARUS KE AHLI?

Jika orang tua sudah merasa kesulitan mendeteksi apa penyebab trauma si kecil
jangan ragu untuk mencari bantuan ahli. Kalau disederhanakan "prosedurnya"
mungkin seperti ini. Katakanlah bayi menangis terus-menerus atau/dan mengalami
perubahan pada perilakunya, langkah teraman adalah membawanya ke dokter
spesialis anak. Mungkin saja telah terjadi trauma fisik yang tidak kita ketahui pada
tubuhnya. Namun bila kemudian dokter menyatakan ia sehat secara fisik, psikolog
merupakan alternatif baik untuk menelusuri sebab-musabab kerewelannya. "Dengan
bantuan ahli kita bisa dibimbing untuk melakukan penanganan secara tepat," kata
psikolog yang akrab disapa Nana ini.

Pada kasus-kasus tertentu, trauma pada bayi bisa menimbulkan gangguan psikis
hebat.

Umpamanya, secara tiba-tiba bayi menjerit histeris yang kita tidak tahu sebab
akibatnya, takut berada di tempat yang asing, atau dia tidak mau lepas dari tangan
orang tuanya karena tidak percaya terhadap lingkungan. Hal ini kelak dapat
mengganggu proses sosialisasinya. Atau bayi bisa tumbuh menjadi anak yang memiliki
ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan pada suatu hal. Misalnya, selalu menangis
saat melihat kucing, ondel-ondel, badut, dan lainnya karena pernah memiliki
pengalaman buruk terhadapnya.


                   TRAUMA BAYI KORBAN TSUNAMI
Bayi-bayi korban tsunami tentu bisa mengalami trauma. Namun penyebab traumanya
bukan karena ia memiliki memori buruk soal kejadian saat itu; bagaimana kala air
menerjang rumahnya sehingga membuatnya terhanyut, dan sebagainya. Perlu
diketahui ingatan bayi masih sangat pendek jadi kejadian tersebut bisa tidak
membekas pada dirinya. Justru yang jadi masalah adalah setelah kejadian, yakni
ketika mereka harus kehilangan figur-figur terdekatnya, entah ibu, ayah, pengasuh
atau anggota keluarga yang lain. "Bayangkan, bayi yang biasanya dilayani dan diasuh



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 6
oleh orang tuanya, kini tidak mendapatkannya lagi," ujar psikolog dari Fakultas
Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta yang juga berpraktik di Klinik Cikal Sehat-
sehat Kemang, Jakarta Selatan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari sosok pengganti bagi para bayi
tersebut. Yang terbaik adalah orang-orang yang masih dekat/dikenalnya, seperti
kakek-nenek, om-tante atau pengasuh lamanya. Dengan begitu penyesuaiannya bisa
lebih mudah.

Bila tidak mungkin, bisa dicari figur pengganti yang dapat memberikan kasih sayang
tulus, melayani segala kebutuhan, memperlakukan dengan baik, sehingga bayi bisa
lekat dengannya. Namun alangkah baiknya, sebelum sampai pada tahap pengadopsian,
sang figur pengganti mau berkonsultasi pada ahli (psikolog) karena tak tertutup
kemungkinan, bayi korban tsunami mengalami gangguan emosi atau perilaku yang
perlu penanganan khusus.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 6
             EKSPLORASI TUBUH RANGSANG
                   KECERDASAN BAYI


Eksplorasi tubuh merupakan salah satu aspek perkembangan yang harus terjadi
pada bayi.

Jika si kecil memegang-megang jari-jemari tangan atau kakinya, itu bukan karena
sekadar iseng. Namun sebenarnya ia tengah melakukan pengamatan pada lingkungan.
Apa arti semua ini? Salah satunya bahwa perkembangan sosial dan personal sosialnya
normal. Bahkan eksplorasi tubuhselain dapat meningkatkan keterampilan motorik
halus bayijuga didengung-dengungkan jitu meningkatkan kecerdasannya. Soalnya,
kegiatan ini sama saja dengan ia merangsang fungsi-fungsi di dalam otaknya.

Jadi kalau bayi terlihat pasif tidak pernah tampak mengeksplorasi tubuhnyaorang
tua patut curiga. Jangan-jangan ada sesuatu yang tidak "beres" padanya. Bisa saja
secara fisik ia bermasalah. Memiliki kendala pada fungsi penglihatannya, contohnya,
akan membuat bayi jadi tidak mampu melakukan pengamatan pada anggota tubuhnya.
Mungkin juga terjadi masalah pada anggota geraknya. Seperti kelumpuhan pada
tangan atau kaki sehingga dia tak bisa mengangkatnya untuk diamati. Kalau ada
kecurigaan seperti ini akan sangat bijaksana jika kita segera berkonsultasi pada ahli.

EKSPLORASI TUBUH

Terlepas dari itu, berikut beberapa pertanyaan yang umum diajukan orang tua soal
eksplorasi tubuh yang dilakukan bayi:

Mengapa bayi mengeksplorasi tubuhnya?

Karena anggota tubuh merupakan bagian yang terdekat atau mudah terjangkau oleh
dirinya.

Kapan perkembangan ini dimulai?

Bayi mulai mengeksplorasi tubuhnya sekitar usia 3-4 bulan atau sebelum ia bisa
tengkurap. Dimulai dari tangan yang merupakan anggota tubuh terdekat. Awalnya dia
akan mengamati satu tangan baru kemudian kedua-duanya. Pengamatan akan
dilakukan berulang-ulang hingga ia mencapai suatu kemampuan baru. Umpamanya,
bisa memasukkan jari-jemarinya ke mulut.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 67
Usia 4-5 bulan, si kecil mulai mengeksplorasi ke arah kaki. Itu pun akan dilakukannya
berulang kali sampai ia berhasil "mencicipi" tapak kaki mungilnya dengan mulut. Tak
heran, usia bayi identik dengan fase oral karena kepuasan bereksplorasi baru
didapat saat ia sudah memasukan semua hal yang ingin diketahuinya ke mulut.

Apa yang biasa dieksplorasi?

Semua anggota tubuh yang dapat dilihat; mulai tangan, kaki, hingga perut. Setelah si
kecil dapat duduk, tengkurap, atau merangkak, penjelajahannya akan beralih ke
anggota tubuh lain dan juga pada hal lain di sekitarnya.

STIMULASI AGAR OPTIMAL

Nah, kegiatan eksplorasi tubuh ini bisa dimanfaatkan lebih oleh orang tua. Berikut
beberapa caranya:

* Stimulasi suara. Saat ia mengamati tangannya coba berikan ia mainan kerincingan.
Suara yang keluar saat ia menggerak-gerakan tangan akan membuatnya lebih
eskploratif.

* Stimulasi tekstur. Gunakan bahan bertekstur- seperti handuk dan sapu tangan
sutera- untuk merangsang indera perabanya. Si kecil jadi tahu kalau handuk memiliki
tekstur kasar sementara sapu tangan terasa lembut.

* Stimulasi warna. Berikan juga ia mainan-mainan berwarna cerah yang berguna
untuk menstimulasi penglihatannya.

* Stimulasi anggota tubuh. Tunjukkan anggota tubuh yang tengah ia amati lalu
sebutkan namanya. "Ini namanya tangan, sayang. Nah, ini kaki. Sekitar usia 12-14
bulan hal itu dapat kita lakukan dengan lebih lancar lagi.


                 MASTURBASI=EKSPLORASI TUBUH?
Masturbasi bisa ditemui pada bayi walau angka kejadiannya kecil. Yang perlu
diketahui, masturbasi tidak sama dengan eksplorasi tubuh. Kasus masturbasi lebih
sering ditemui pada bayi perempuan di usia 6 bulanan ketimbang bayi laki-laki. Ini
berkaitan dengan daerah klitoris yang secara anatomis lebih mudah terangsang
ketimbang penis. Jika bayi perempuan tak sengaja menggesek-gesekkan kakinya
dengan posisi menyilang, katakanlah, bisa menimbulkan orgasme, yang akan tampak
seperti ia mengalami kejang; kedua kakinya kaku dengan posisi menjepit alat
kemaluan. Beberapa saat kemudian bayi akanterlihat relaks. Sensasi yang dirasakan




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 6
akan membuatnya mengulangi kembali dan si bayi akan menangis jika ada yang
mencoba menghentikannya.

Kasus ini tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada bayi laki-laki. Sejak awal
kelahiran baik bayi laki-laki maupun perempuan sebetulnya sudah mengalami
perkembangan seksual tetapi belum matang. Oleh karena itulah, bayi yang
bermasturbasi dinyatakan tidak normal karena sebenarnya ia masih dalam tahap
kepuasan oral bukan kepuasaan genital. Pada usia prasekolah, 4-5 tahun, baru
umumnya kepuasan ini berkembang ditandai dengan kesukaan anak memainkan alat
kelaminnya.




                                                        *****




        BAYI PUN PERLU PSIKOLOG
Ternyata, membawa bayi kontrol ke dokter tiap bulan belumlah cukup. Si kecil
juga perlu rutin diajak ke psikolog. Mengapa?

Dengan bantuan psikolog, orang tua bisa memantau perkembangan bayinya dan
menemukan stimulasi yang pas. Tujuannya apalagi kalau bukan mengoptimalkan
kecerdasan sesuai usia. Memang, orang tua bisa saja mengetahui perkembangan bayi
dari buku atau internet. Namun dengan melibatkan psikolog maka ada keuntungan
lain, yaitu digunakannya alat ukur yang jelas. Alat ukur berupa permainan ini
dilakukan di depan orang tua, sehingga bisa didapat contoh stimulasi yang dapat
dilakukan di rumah.

Salah satunya adalah alat ukur Bayley Infant Test, "Yaitu suatu tes untuk
mengetahui perkembangan psikomotor bayi," kata Ergin Indera L., Psi., dari Klinik
Tumbuh Kembang Anak dan Remaja PELA 9. Lainnya adalah tes Vireland Social
Maturity Scale (VSMS), suatu skala untuk mengukur perkembangan psikososial bayi.

JANGAN MALU-MALU

Informasi yang dapat diberikan psikolog mencakup perkembangan anak secara
keseluruhan, yaitu perkembangan motorik kasar dan halus, perkembangan fisik,



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                        hal 6
kognisi atau kecerdasan, perkembangan bicara dan berbahasa, serta perkembangan
emosional dan psikososial. Namun yang membedakannya dari pemeriksaan oleh bidang
studi lain adalah pemeriksaan oleh psikolog difokuskan pada perkembangan kognisi,
psikososial, dan emosi anak.

Agar kunjungan ke psikolog menjadi efektif, diperlukan kerja sama yang baik antara
orang tua dan psikolog. "Orang tua tak perlu malu mengungkapkan apa yang menjadi
kebutuhannya dengan menghubungi psikolog. Apakah sekadar ingin sharing atau
karena bayinya punya kebutuhan khusus," bilang Ergin.

Dari situlah bisa dirancang pelatihan dan stimulasi yang tepat. Kalau memang rutin
dilakukan, bukan tak mungkin bayi yang ketinggalan, bisa mengejar
keterlambatannya. Sebaliknya, bayi yang normal bisa berkembang optimal sesuai
usianya. Jadi, tak perlu tunggu sampai ada masalah dulu baru si kecil dibawa ke
psikolog.

                6 ALASAN UMUM BAWA BAYI KE PSIKOLOG

1. Cara menangani bayi baru lahir

Biasanya hal ini dilakukan oleh orang tua yang baru pertama kali memiliki anak.
Mereka ingin tahu cara penanganan yang benar dan pola asuh yang tepat di rumah.
Apalagi kalau kakek dan nenek si bayi tinggalnya berjauhan dengan orang tua atau
tak dapat setiap saat mendampingi anaknya yang baru pertama kali melahirkan.

2. Perkembangan terlambat

Contoh, perkembangan psikososial bayi usia 4 bulan adalah sudah dapat melakukan
kontak mata dan tersenyum kepada orang yang sering dilihatnya. Bila hal tersebut
tidak muncul, orang tua harus waspada dan segera memeriksakan bayinya. Sebab,
ada kemungkinan si bayi memiliki gangguan perilaku atau gangguan pada aspek-aspek
lain.

3. Perkembangan terlalu cepat

Sebaliknya, banyak orang tua membawa bayinya ke psikolog bila dirasa
perkembangan emosional dan psikososialnya terlalu cepat untuk seusianya. Contoh,
pada umumnya di atas usia 7 bulan, bayi mulai merasa takut pada orang yang belum
dikenalnya. Oleh karena rasa takut ini sudah muncul di usia sebelumnya, orang tua
lantas menaruh curiga dan melakukan introspeksi, apakah ada kejadian khusus yang
menyebabkan bayi merasa tidak nyaman.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 70
"Pernah ada suatu kasus, seorang bayi berusia 4 bulan sering ditinggal sendirian oleh
pengasuhnya sementara kedua orang tuanya bekerja. Pada saat si bayi terbangun dan
sering tanpa ditemani, ia merasa takut dan cemas berlebihan. Akibatnya, setiap
bertemu dengan orang lain, ia akan menunjukkan reaksi cemas yang berlebihan,"
cerita Ergin.

4. Ingin tahu karakter si bayi

Yang kerap dikeluhkan adalah bayi sering rewel padahal kondisi fisiknya tak
bermasalah. "Dari sini psikolog bisa memberi tahu orang tua bahwa bayi tak cuma
butuh makanan dan minuman, tapi juga rasa aman, kehangatan, dan kasih sayang dari
orang tuanya. Umumnya kami menyarankan agar orang tua rajin mengajak bayinya
berkomunikasi dan banyak melakukan sentuhan."

Masalah lain yang sering menjadi bahasan orang tua dengan psikolog adalah saat
bayinya mulai takut melihat orang. Nah, psikolog bisa menginformasikan pada orang
tua kalau memang pada usia-usia tertentu (umumnya di atas 7 bulan), bayi takut pada
orang asing. Ini bukan suatu gangguan, bahkan bentuk kepintaran lain karena berarti
dia sudah bisa membedakan antara orang yang dikenalnya dengan orang yang belum
ia kenal.

5. Masalah pada orang tua

Kadang, orang tua membawa bayinya ke psikolog justru karena mereka yang
bermasalah. Misal, tadinya mereka datang untuk menanyakan perkembangan bayinya.
Namun setelah konsultasi berjalan, terungkaplah kalau si orang tua sedang
bermasalah dan mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut berpengaruh terhadap
perkembangan si bayi. Ini tentu harus dicarikan jalan keluar yang tepat, termasuk
bagaimana kiat yang harus ditempuh agar bayi bisa tetap terstimulasi.

Bagaimanapun, masalah orang tua memang bisa merembet ke bayi. Bukankah bayi
adalah bagian dari keluarga? Jadi, semuanya berkaitan. "Kalau bayi bermasalah, ya,
orang tua juga bermasalah. Sebaliknya kalau orang tua bermasalah, bayi juga bisa
terpengaruh," kata Ergin.

Dalam beberapa kasus, permasalahan ini muncul pada ibu dalam bentuk gejala
depresi post-partum atau yang dikenal sebagai baby blues syndrome. Gejala ini
bersumber pada problema psikologis ibu sehabis melahirkan yang terjadi karena
perubahan hormon-hormon dalam tubuhnya. Ciri-cirinya yaitu emosi yang labil, cemas
tanpa sebab, dan sedih yang berkepanjangan. Kondisi ibu seperti ini akan sangat
berpengaruh bagi kondisi mental bayinya. Bayi akan memberikan respons yang
"serupa" dengan ibunya dalam bentuk sering rewel tanpa sebab. Saat dibawa ke



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 7
psikolog, penelusuran latar belakang masalah bayi akan sampai juga pada masalah ibu
sehingga sindrom baby blues ikut terdeteksi dan selanjutnya akan ditangani dengan
konseling atau psikoterapi.

6. Bayi dengan riwayat kelahiran khusus

Ada masalah yang berhubungan dengan kondisi bayi, baik ketika berada di kandungan
maupun pada saat dilahirkan. Contoh, bayi lahir prematur, bayi memiliki nilai APGAR
yang rendah, atau kondisi kesehatan ibu selama mengandung tidak optimal. Biasanya
bayi-bayi ini memiliki masalah dalam tumbuh kembangnya, sehingga perlu ada
stimulasi dan penanganan yang khusus.




         PANDUAN UMUM PERKEMBANGAN KOGNISI, EMOSIONAL, DAN
                  PSIKOSOSIAL PADA USIA 0-12 BULAN

USIA             PERKEMBANGAN YANG DICAPAI                 CONTOH STIMULASI
(bulan)
0-2              Keterampilan motorik kasar mulai          Orang tua dapat
                 berkembang; mulai mencari sumber bunyi    memainkan kerincingan,
                 dan cahaya; mulai usia 2 bulan belajar    memperlihatkan gambar-
                 mengingat sesuatu.                        gambar berwarna terang,
                                                           bermain cilukba.
4-6              Dapat tengkurap; daya penglihatan makin   Letakkan mainan ke tangan
                 kuat; mulai meraih benda-benda; minat     bayi, atau jauhkan mainan
                 mendengarkan suara bertambah; mulai       agar bayi belajar
                 tersenyum sosial.                         menggapai. Tumbuhkan
                                                           minat membaca dengan
                                                           membacakan dongeng dari
                                                           buku.
6-8              Berusaha mengambil benda dengan           Sembunyikan mainan dan
                 mengubah sikap duduk; mulai takut         ajak bayi untuk mencari
                 dengan orang yang tak dikenalnya;         mainan itu. Asalkan bersih
                 eksplorasi semakin meningkat; suka        dan tak berbahaya, jangan
                 memasukkan barang-barang ke mulutnya.     terlalu sering melarang
                                                           bayi memasukkan barang-
                                                           barang ke mulut karena
                                                           tahap ini merupakan tahap
                                                           dimana bayi bereksplorasi.
9-11             Rasa cemas dan takut pada hal-hal baru    Berikan mainan-mainan
                 mulai berkurang. Perkembangan kognisi     yang ukurannya kecil atau



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 7
                 makin meningkat, bayi mulai memanipulasi   bercorak.
                 mainan, misalnya melempar untuk
                 mendengar suara, memasukkan atau
                 mengambil mainan dalam kotak.Mulai
                 tertarik hal-hal detail.
12               Mulai mengerti fungsi benda, semisal       Pengenalan terhadap
                 bagaimana memencet remote control          anggota keluarga (ayah,
                 teve, mengangkat telepon yang berdering.   bunda, kakak, eyang, dan
                                                            sebagainya) serta
                                                            pengenalan nama bayi
                                                            (panggilan nama bayi
                                                            sebaiknya menggunakan
                                                            satu nama panggilan agar
                                                            bayi tidak bingung akan
                                                            identitas dirinya).
                                                            Memberikan perintah
                                                            sederhana, seperti dadah,
                                                            bersalaman, kiss-bye.




                             PENGASUH HARUS TERLIBAT

MENURUT Ergin, saat melakukan sesi dengan psikolog, terutama ketika pengajaran
stimulasi, semua orang yang terlibat dalam pengasuhan si bayi, termasuk si
pengasuh, diharap hadir di ruang tersebut. Yang dimaksud pengasuh bayi, bisa siapa
saja, termasuk eyangnya karena pola asuh eyang kadang berbeda. "memang, diskusi
atau konsultasi permasalahan bayi dapat dilakukan dengan orang tuanya saja, tetapi
kalau psikolog mulai memberi pekerjaan rumah, mengajarkan stimulasi yang harus
dilakukan di rumah, maka si pengasuh bayi juga harus melihat dan belajar
melakukannya."

Ergin mengingatkan, masa 3 tahun pertama dalam kehidupan adalah masa pengenalan
terhadap semua hal. Perkembangan motorik, fisik, emosional, psikososial, dan kognisi
juga terjadi sangat cepat di masa 3 tahun pertama ini. Oleh karena itu, semua
rangsangan harus diberikan secara proporsional.

Selama masa tersebut, di 12 bulan pertama bayi akan mengalami masa-masa
perkembangan yang sangat pesat sehingga sangat baik untuk memberinya stimulasi
yang tepat di masa ini. Sebaliknya kalau dibiarkan saja tanpa stimulasi yang cukup,
perkembangan bayi tidak akan optimal. Artinya, stimulasi tak boleh putus. Ketika




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 7
ayah dan ibu bekerja pun, maka demi perkembangannya, si bayi harus tetap
mendapatkan stimulasi dari pengasuhnya.

                          CUKUP 30 MENIT TIAP 3 BULAN

PEMANTAUAN oleh psikolog sebaiknya dilakukan paling tidak tiap 3 bulan sekali.
Setiap sesi bersama psikolog, umumnya berkisar antara 30 menit sampai 1 jam,
termasuk penjelasan cara menstimulasi bayi. "Ini untuk bayi yang normal," ujar
Ergin.

Kalau ternyata dalam pemeriksaan ditemukan adanya indikasi gangguan
perkembangan, maka si bayi akan dirujuk ke tempat-tempat terapi yang sesuai
dengan kebutuhannya. Misalnya, bayi usia 7 bulan yang belum dapat tengkurap akan
dirujuk ke fisioterapis yang dapat menstimulasi perkembangan motoriknya.

Apabila diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam, bayi akan dirujuk ke tim
khusus yang terpadu, dimana pemeriksaan dilakukan oleh para ahli dari berbagai
disiplin ilmu. Contohnya, tim yang terdiri atas ahli pediatrik, neurologi anak, dokter
spesialis rehabilitasi medik anak, psikiater anak, dan psikolog anak, dimana komposisi
para ahli dapat bervariasi dalam tiap timnya. Tim terpadu inilah yang akan
menentukan jenis-jenis pemeriksaan medis ataupun terapi-terapi apa saja yang
dibutuhkan bayi.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 74
        BAYI KENA TIFUS? MASAK
               IYA, SIH?
Imunisasi untuk mencegah tifus pada bayi memang belum ada. Namun infeksi ini
sangat mungkin disembuhkan hingga tuntas.

Rasanya sulit dipercaya kalau si kecil yang masih bayi bisa terkena tifus. Tapi itulah
faktanya. Bahkan, dr. Mugiyo, Sp.A. dari RS PMI, Bogor, telah pula mendapatkan
                                  banyak kasus neonatal typhoid alias tifus pada bayi.

                                            Demam tifoid atau tifus adalah penyakit saluran
                                            cerna yang disebabkan bakteri Salmonella typhi
                                            dan Salmonella typhimurium. Bakteri ini hidup di
                                            sanitasi yang rendah seperti lingkungan kumuh.

                                            Pada bayi, penyakit ini didapat melalui dua cara
                                            penularan, yaitu:

                                            1. Lewat ibu

Penularan bisa terjadi sejak bayi masih dalam kandungan yang dibawa hingga
persalinan, dan lewat air susu ibu. Kasus ini didasarkan pada penderita beberapa bayi
yang sudah menderita tifus dengan gejala kejang-kejang pada saat beberapa jam
atau hari sesudah lahir. Padahal, mereka belum minum ASI atau belum mengonsumsi
apa pun. Setelah mengambil sampel dari cairan lumbal ternyata ada kuman tifoid dan
kuman ini dibawa dari ibunya sejak si bayi masih di kandungan. Memang kuman tifus
itu sifatnya sangat penetratif, bisa menembus dinding-dinding barier.

Sementara, penularan lewat ASI ditemukan pada bayi-bayi yang menyusu secara
eksklusif dan berulangkali terserang demam serta diare. Ini, kan, juga sesuatu yang
perlu dicurigai karena ASI sebenarnya makanan yang paling higienis untuk bayi. Tapi
kenapa bayinya selalu terserang penyakit infeksi, seperti demam dan diare. Setelah
diperiksa pencernaanya enggak apa-apa. Setelah diberi antibiotik, sembuh, tapi nanti
terserang lagi. Barulah setelah diteliti lebih lanjut melalui serangkaian tes, di
antaranya tes darah, ternyata bayi-bayi itu menderita tifus yang ditularkan lewat
ASI.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 7
2. Lewat makanan tambahan

Umumnya terjadi bila makanan yang dikonsumsi bayi kurang diperhatikan
kebersihannya. Entah saat pengolahan, penyajian, dan pemberian. Akibatnya, bayi
terinfeksi kuman yang menjadi penyebab tifus.

GEJALA SUKAR DIDETEKSI

Sayangnya, gejala tifus pada bayi sukar dideteksi. Tak seperti pada anak balita yang
sudah bisa mengeluh mual, pusing, atau suhu tubuhnya tinggi. Sementara bayi hanya
bisa menangis atau rewel. Kadang disertai demam dan diare sehingga umumnya
dokter akan mengira bayi terkena penyakit infeksi saluran pencernaan. Padahal bisa
saja dia sebenarnya sudah terserang tifus. Kalaupun diberikan obat antibiotik, hanya
menghentikan diare atau demamnya saja. Bisa-bisa nanti tifusnya muncul lagi.

Karena itulah, tifus tak boleh dianggap enteng atau harus diobati secara total.
Bakterinya sangat cepat berkembang biak dan menjalar ke mana-mana melalui
pembuluh darah. Bisa menyerang paru-paru, hati, hingga otak. Tifus yang sudah
tergolong berat akan sulit diobati karena sudah telanjur terjadi komplikasi. Jika
bakterinya sudah menyerang paru-paru, penderita akan sulit bernapas. Lebih parah
lagi jika bakteri sudah masuk ke otak, bayi bisa kejang-kejang karena radang otak.

BISA DIOBATI

Untungnya, metode pengobatan yang semakin maju sudah bisa menyembuhkan tifus
pada bayi. Jika tifusnya ringan (istilahnya gejala tifus atau paratifus), dokter akan
menyarankan banyak istirahat, banyak minum, dan obat antibiotik yang diberikan
harus dihabiskan. Jika dosis obat ditetapkan 4 kali sehari, maka harus ditaati. Kalau
cuma diminum 3 kali sehari, kuman tak akan bersih terbasmi. Pengobatan yang tak
tuntas membuat bakteri akan terus terbawa dan berkembang biak. Akibatnya,
tingkat kemungkinannya untuk kambuh lagi sangat tinggi.

Tentunya, si bayi harus dirawat baik-baik karena perawatan dan pengobatan bisa
menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah
terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Ingat, meski masih
tahap ringan, kuman terus menyebar dan berkembang-biak dengan cepat.

Selain itu, sumber tifus pada bayi juga perlu diteliti. Bila penyebabnya ASI, tentu
ibunya harus 'dibersihkan' juga dari tifus. Bila tidak, tifus ini bakal kambuh terus.
Kalau yang masuk lewat ASI hanya berupa partikel dari tifus, maka yang akan muncul
gejala mencret-mencret. Tapi kalau yang menular ke bayi adalah kuman, akibatnya
yaitu infeksi yang berisiko menjalar ke otak.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 7
Jadi, selama ibu sebagai sumber penularan tak disembuhkan tuntas, si bayi akan
tetap mengalami gangguan. Namun begitu, Mugiyo mengingatkan, ASI jangan sampai
dihentikan. Sambil ibu dan bayi diobati, ASI jalan terus karena inilah makanan utama
untuk bayi.

PENCEGAHAN TIFUS PADA BAYI

1. Ibu

¨Pada minggu-minggu terakhir sebelum persalinan, pastikan ibu dalam kondisi bebas
virus dan kuman agar tak menulari bayinya sewaktu persalinan kelak.

* Jaga kebersihan dan makanan ibu selama menyusui. Pastikan makanan dan minuman
yang dikonsumsi selalu terjamin kebersihannya.

* Periksa kesehatan ibu apabila bayi yang disusui sering diare atau demam.

2. Bayi

* Untuk bayi yang mulai mengonsumsi makanan tambahan, pastikan kebersihan
makanannya terjamin.

* Biasakan bayi selalu dalam keadaan bersih. Sehabis kencing atau buang air besar,
bersihkan dengan tuntas.

* Lakukan imunisasi wajib sesuai jadwal.

3. Lingkungan

* Sediakan air minum yang memenuhi syarat. Pastikan air diambil dari tempat yang
higienis seperti sumur dan produk minuman yang terjamin. Jangan gunakan air yang
sudah tercemar. Jangan lupa, masak air terlebih dulu hingga mendidih (1000C).

* Pembuangan kotoran manusia harus pada tempatnya. Jangan pernah membuang
kotoran bayi secara sembarangan sehingga mengundang lalat karena lalat akan
membawa bakteri Salmonella typhi, terutama ke makanan.

* Bila di rumah banyak lalat, basmi hingga tuntas.

* Lakukan vaksinasi terhadap seluruh keluarga (orang tua dan anak yang lebih besar).
Vaksinasi dapat mencegah kuman masuk dan berkembang biak. Saat ini pencegahan
terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 77
(cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Anak usia 2 tahun yang juga
rentan terhadap tifus, lakukan vaksinasi.

Bila ada anggota keluarga yang mengidap kuman (carrier), pengawasan diperlukan
agar dia tidak lengah terhadap kuman yang dibawanya. Kalau dia lengah, sewaktu-
waktu penyakitnya bisa kambuh.

                                 TIFUS, SEPINTAS KILAS

Menurut penelitian di Bagian Anak FKUI tentang bayi yang kejang waktu baru lahir,
80 persen penyebabnya adalah tifus. Penyakit ini juga ikut menyumbang angka
kematian bayi yang sangat tinggi di Indonesia dimana 90 persennya akibat penyakit
infeksi.

Penyakit tifus umumnya berawal dari konsumsi makanan ataupun minuman yang
tercemar oleh bakteri Salmonella typhi dan Salmonella typhimurium. Keduanya biasa
terdapat pada makanan dan minuman yang kurang higienis ataupun dari sumber air
yang tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi. Dengan kata lain, bibit penyakit
masuk ke dalam tubuh melalui mulut, lalu menyerang tubuh, terutama saluran cerna.

Proses perkembangbiakan bakteri ini cepat, yaitu 24-72 jam setelah masuk ke dalam
tubuh. Meski belum menimbulkan gejala, bakteri telah mencapai organ-organ hati,
kandung empedu, limpa, sumsum tulang, dan ginjal. Rentang waktu antara masuknya
kuman sampai timbulnya gejala penyakit sekitar 7 hari. Gejalanya sendiri baru
muncul setelah 3 sampai 60 hari. Pada masa-masa itulah kuman akan menyebar dan
berkembang biak. Organ tubuh lalu merangsang sel darah putih mengeluarkan zat
interleukin. Zat inilah yang akan merangsang terjadinya gejala demam. Kuman yang
masuk ke hati akan masuk kembali dalam peredaran darah dan menyebar ke organ
tubuh lainnya.

Gejala yang mungkin timbul adalah mual, muntah, demam tinggi berfluktuasi atau
naik-turun, nyeri kepala hebat, dan nyeri perut yang diawali sembelit, kadang diikuti
diare bercampur darah. Pengobatan umumnya dilakukan bila pemeriksaan
laboratorium memberikan hasil positif. Pemeriksaan laboratorium ini juga diperlukan
untuk menentukan jenis antibiotik yang paling tepat.

Namun tidak seluruh bakteri Salmonella typhi dapat menyebabkan demam tifoid.
Saat kuman masuk, tubuh berupaya memberantas kuman dengan berbagai cara.
Misalnya, asam lambung berupaya menghancurkan bakteri dan gerakan lambung
berupaya mengeluarkan bakteri. "Jika berhasil, orang tersebut akan terhindar dari
demam tifoid," ungkap Mugiyo.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 7
       BAYI LAHIR PANJANG, PASTI
            JADI JANGKUNG?

Banyak yang percaya panjang dan berat bayi sewaktu lahir menentukan apakah
nantinya ia tumbuh tinggi besar atau tidak. Benarkah demikian?

                                    Ternyata, itu semua cuma mitos! "Meski lahir sebagai
                                    bayi besar, tapi jika di bulan-bulan selanjutnya kurang
                                    mendapat asupan makanan yang cukup, pertumbuhannya
                                    malah bisa kalah dari yang lahir cuma 2.500 gram tapi
                                    gizinya bagus," kata Dr. Rini Sekartini, Sp.A. dari
                                    Divisi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial, Bagian Ilmu
                                    Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

                           Mitos-mitos tentang pertumbuhan fisik bayi, tambahnya,
                           sebenarnya tak dapat dibuktikan secara medis. "Sama
                           seperti halnya kalau lahir kulitnya berwarna merah, nanti
setelah besar, bakal mempunyai kulit berwarna gelap. Padahal, apakah bakal berkulit
hitam atau putih, tergantung dari pigmen kulit si bayi sendiri, ditambah faktor
genetik dari bapak dan ibunya."

Secara medis, yang menentukan berat dan tinggi anak ke depannya dipengaruhi dua
hal, yaitu faktor genetik dan lingkungan. Genetik misalnya, kalau bapak-ibunya
memang mungil, kemungkinan besar anaknya juga tidak jangkung sekali. Meski bisa
lebih tinggi daripada orang tuanya, tetap ada maksimalnya.

Sedangkan yang dimaksud lingkungan yaitu ketersediaan kebutuhan dasar bayi atau
nutrisi, stimulasi, sandang, pangan, perawatan dan imunisasi. Contohnya, bayi yang
lahir prematur belum tentu tak bisa tumbuh normal seperti bayi-bayi lain yang lahir
cukup bulan. Jika orang tua selalu mencukupi kebutuhan pokoknya tadi, serta
menjaga dan merawatnya dengan baik, maka di usia satu tahun, tinggi dan beratnya
bisa menyamai bayi yang lahir normal. "Jadi, lingkungan memang berpotensi besar
dalam memberi sumbangan terhadap tumbuh kembang bayi agar berkembang
optimal!" tandas Rini.

Ditanya tentang mana lebih besar pengaruhnya antara genetik dan lingkungan, Rini
lalu memberikan contoh tentang dua bayi kembar dari satu telur. "Secara genetik,
jelas mereka sama. Berat waktu lahir dan panjangnya sama. Tapi kemudian



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 7
dipisahkan dalam lingkungan berbeda. Ternyata setelah beberapa tahun, kelihatan
hasilnya memang berbeda, baik secara fisik maupun kecerdasan."

Kesimpulannya, faktor lingkungan memang lebih berpengaruh. Tentunya lingkungan
yang memberikan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan bayi hasilnya pasti lebih
optimal dibandingkan lingkungan yang kurang memperhatikan gizi, perawatan,
stimulasi, dan lain-lain kebutuhan bayi.

Kini semakin jelas, bagaimanapun kondisi si kecil ketika lahir tak bisa dijadikan acuan
untuk memastikan pertumbuhan fisiknya kelak. Jadi jangan kecil hati jika si buah
hati lahir prematur. Ia tetap berpotensi untuk menjadi bayi yang tumbuh normal.
Yang penting, sediakan lingkungan yang memadai untuk pertumbuhan dan
perkembangannya.

                                  PANTAU SETIAP BULAN

Sebetulnya kita bisa dengan mudah melihat potensi pertumbuhan fisik bayi bila
sejak lahir ia sudah rutin dibawa ke dokter. Bukankah saat kontrol ke dokter setiap
bulan, bayi akan dipantau panjang dan berat badannya, juga lingkar kepalanya? Dari
situ bisa ketahuan, apakah pertumbuhannya sesuai dengan pertambahan umurnya.
"Bila tak sesuai, tentu dokter akan menyarankan asupan gizi dan stimulai yang
mencukupi untuk berkembang sesuai umurnya," bilang Rini.

Sebaliknya, kalau dalam perkembangannya bayi menjadi sangat gemuk yang tidak
sesuai usianya, dokter akan mencurigai ada penyakit-penyakit lain yang menyertai,
seperti diabetes atau penyakit yang mempengaruhi metabolismenya sehingga terjadi
obesitas.

                          SIAPKAN SEJAK DI KANDUNGAN

Bayi yang sehat secara fisik dan mental sudah bisa disiapkan sejak di kandungan.
"Begitu ketahuan hamil, ibu sudah harus mendapat asupan gizi yang lengkap dan
sehat untuk perkembangan janinnya," kata Rini.

Kekurangan asupan gizi saat di kandungan, akan mempengaruhi perkembangan fisik
dan mental janin. "Jika asupannya kurang, ya, perkembangannya tidak optimal."

Kemudian setelah lahir, lanjutnya, baik bayi normal ataupun prematur, segera harus
mendapatkan ASI karena inilah sumber makan yang utama pada enam bulan pertama.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 80
                               BERAPA, SIH, NORMALNYA

Menurut Rini, di umur satu tahun, normalnya panjang bayi harus satu setengah kali
panjang lahir dan berat badannya harus mencapai tiga kali berat lahir. "Jadi, tak
perlu membandingkan-bandingkan bayi kita dengan bayi lain yang mungkin waktu
lahirnya memang sudah panjang."

Begitu pula bayi yang termasuk berukuran panjang sewaktu lahir, harus tetap
mendapat asupan gizi yang mencukupi. "Karena kalau kurang gizi, bisa saja setelah
satu tahun, panjang si bayi tidak masuk dalam kategori normal atau tidak mencapai
satu setengah kali panjang waktu lahir alias pertumbuhan fisiknya lambat."

     TABEL BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN RATA-RATA
                    UMUR 0-12 BULAN

       Umur                      Berat (gram)                 Tinggi (cm)
                            Standar          80%        Standar           80%
      Lahir                  3.400          2.700        50.5             40.5
    0-1 bulan                4.300          3.400        55.0             43.5
     2 bulan                 5.000          4.000        58.0             46.0
     3 bulan                 5.700          4.500        60.0             48.0
     4 bulan                 6.300          5.000        62.5             49.5
     5 bulan                 6.900          5.500        64.5             51.0
     6 bulan                 7.400          5.900        66.0             52.5
     7 bulan                 8.000          6.000        67.5             54.0
     8 bulan                 8.400          6.300        69.0             55.5
     9 bulan                 8.900          7.100        70.5             56.5
    10 bulan                 9.300          7.400        72.0             57.5
    11 bulan                 9.600          7.700        73.5             58.5
    12 bulan                 9.900          7.900        74.5             60.0

Sumber: Departemen Kesehatan, 1983




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 8
        DISUNAT SEKARANG ATAU
              TIDAK YA?

Enggak perlu khawatir, Bu-Pak. Sunat aman kok bagi bayi.

                                          Sunat berarti membuang kulit penutup kepala penis
                                          atau kulup. Secara medis, membuang kulup atau
                                          prepotium memang dianjurkan dengan alasan
                                          kebersihan. Kerutan-kerutan pada kulup biasanya
                                          menjadi tempat berkumpulnya kotoran yang
                                          mengendap. Bila tak dibuang, kotoran ini bisa
                                          menyebabkan bau tak sedap, bahkan infeksi.

                                Sebagai gambaran, untuk bisa memancur keluar, urin
                                bayi laki-laki harus melewati prepotium. Dengan
demikian, akan selalu ada sisa kencing yang tertinggal di situ. Jika kepala penis selalu
dibersihkan setiap mandi, tentu tak masalah. Tanpa disunat pun, kemungkinan infeksi
dan bau tak sedap dapat dihindarkan. Caranya dengan membersihkan penis setiap
hari; kulup ditarik ke belakang hingga kepala penis terlihat lalu seka dengan waslap
basah dan hangat.

Namun sering sekali ditemukan kasus lubang penis sudah tergumpali kotoran putih
yang disebut snekma sampai-sampai lubangnya tertutup. "Masalahnya, meski
prepotium mudah ditarik untuk dibersihkan, banyak yang tak rajin melakukannya
saat memandikan bayi. Lama-lama kotoran yang menumpuk ini bisa menyebabkan
infeksi yang menyumbat penis," ungkap Dr. Endang Triningsih F., Sp.A, ahli
kesehatan anak dari RSAB Harapan kita. "Bayangkan kalau dari lahir penis enggak
pernah dibersihkan, pada umur beberapa minggu saja snekma ini sudah menumpuk
dan akhirnya membuat bayi mengejan bila kencing. Mengatasinya ya, terpaksa
dengan disunat."

Bila sampai terjadi infeksi, tiap kali buang air kecil bayi akan mengejan dan menangis
kesakitan. Untuk menghindari risiko infeksi akibat penis lupa dibersihkan, lebih baik
kulupnya dibuang saja sekalian, bukan?




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 8
JIKA KENCING MENGEJAN

Sunat tidak bisa ditunda jika bayi memiliki bentuk prepotium yang rapat dan
panjang, sehingga urinnya tidak lancar keluar. Gejalanya, bayi tampak mengejan bila
kencing atau bahkan ujung prepotiumnya menggelembung. Penis dengan prepotium
seperti ini sukar dibersihkan, maka perlu disunat.

Jika prepotium sudah terbuka karena disunat, selanjutnya amat mudah untuk
membersihkan penis bayi. Begitu si kecil selesai kencing, kita tinggal membasuh sisa-
sisa kencing di kepala penis yang sudah terbuka. Jadi, tak ada lagi kotoran yang
menempel di ujungnya.

Bila orang tua tidak mengizinkan bayinya disunat, dokter akan melakukan delatasi,
yaitu membuka prepotium. Pilihan lainnya adalah dorsumsisi atau membelah bagian
belakang prepotium supaya lebar, sehingga mudah ditarik untuk dibuka dan
dibersihkan. Setelah itu, orang tua tetap harus rajin membuka kulup bayinya untuk
dibersihkan setiap kali mandi. Nah, praktis mana dengan membersihkan penis yang
sudah dibuang kulupnya?

                               UMUR BERAPA SEBAIKNYA?

Dari segi medis, Endang menilai, bayi usia berapa pun boleh disunat. Namun jika
kondisi penis dan prepotiumnya sejak lahir sudah terbuka bagus, lancar menyalurkan
urin, dan mudah dibersihkan, sunat boleh ditunda sampai si anak siap. Sebaliknya
kalau bayi baru lahir kulupnya menutup rapat, panjang dan sempit sampai-sampai
kalau kencing selalu menangis karena mengejan, sebaiknya segera disunat.

Yang jelas, disunat pada usia bayi, usia balita, ataupun menjelang akil balig tak akan
mempengaruhi fungsi dan ukuran alat vital. Jadi mitos yang mengatakan sunat akan
memperbesar atau memperkecil alat vital salah. "Besar kecilnya alat vital, berkaitan
dengan hormon, bukan sunat!"

                                 LAKUKAN OLEH AHLINYA

Menurut Endang, sunat selayaknya dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki
keahlian menyunat. Meski sunat hanya merupakan operasi kecil (dengan bius total
yang aman), risikonya bisa di luar dugaan bila tak dilakukan dengan persiapan matang.

Sebelum tindakan ini dilakukan, tenaga medis akan melakukan sejumlah persiapan
awal. Di antaranya, mengecek hasil darah di laboratorium untuk melihat waktu
pembekuan darah dan waktu perdarahan. Sekarang ditambah lagi dengan tes untuk
menguji fungsi trombosit. "Ini harus dilakukan untuk mengantipasi kemungkinan anak



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 8
punya kelainan darah seperti hemofilia. Jadi, akan dilihat dulu apakah darahnya
mudah membeku atau tidak kalau mengalami luka. Atau, mudah tidak ia mengalami
perdarahan?"

Selain harus oleh ahlinya, alat yang digunakan pun harus steril. Kalau tidak, bisa
mengakibatkan infeksi yang tentu saja membahayakan.

                         PERAWATAN PENIS PASCASUNAT

Sunat sekarang umumnya menggunakan benang modern yang tak perlu dilepas karena
sifatnya melebur di kulit. Obat dan peralatannya pun kini ada yang bisa membuat
luka bekas sunat lebih cepat disembuhkan. Walau begitu, Endang mengingatkan,
perawatan penis pascasunat tetap harus diperhatikan agar tak terjadi infeksi pada
luka bekas operasi. Berikut perawatannya:

* Usahakan selalu agar penis tetap bersih dan kering.

* Bersihkan dengan air hangat di seputar luka, keringkan, lalu ganti popok/celana
dalam si kecil. Jangan biarkan popok/celana dalam keadaan basah dan lembap.

* Kenakan popok/celana yang longgar, jangan terlalu menempel ke penis karena dapat
menimbulkan luka gesekan.

                          SI UPIK JUGA MESTI DISUNAT?

Secara anatomi, lelaki dan perempuan memiliki kesamaan komposisi alat vital. Penis
pada pria sama dengan klitoris pada perempuan. Sedangkan skrotum (buah zakar)
yang dua buah, pada wanita menjadi bibir vagina, yaitu labia.

Di ujung klitoris juga terdapat kulit yang kalau pada penis disebut prepotium. Pada
bayi perempuan, kadang bisa dilihat ujung klitorisnya memiliki lapisan putih yang bisa
lepas sendiri. "Nah, kalau memang belum lepas, kita bantu untuk melepasnya. Ini
mungkin yang disebut sunat wanita. Tapi kalau memang sudah lepas, tidak perlu
diapa-apakan lagi," kata Endang.

Sebagian masyarakat kita memberlakukan sunat pada bayi atau anak perempuan yang
dikerjakan oleh dukun sunat. "Caranya, ujung klitoris sedikit dilukai sampai
mengeluarkan darah, dan itu mereka bilang sunat. Mereka juga bilang secara agama
harus sama antara sunat penis dan vagina. Namun, prinsipnya secara medis sudah
tidak perlu. Kalau secara agama, ya, itu pilihan masing-masing."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 84
              5 LANGKAH BERSIHKAN
                  KELAMIN BAYI
Setiap       kali bayi habis buang air kecil atau besar, daerah kelaminnya harus
dibersihkan dengan saksama agar tak terjadi infeksi. Inilah yang disarankan Dr.
Endang Triningsih F., Sp.A, ahli kesehatan anak pada RSIA Harapan Kita, Jakarta.




                                MEMBERSIHKAN VAGINA

                                     MEMBERSIHKAN alat kelamin bayi perempuan harus
                                     dilakukan dengan lebih hati-hati. Alasannya, letak vagina
                                     berdekatan dengan lubang anus. Posisi yang demikian
                                     lebih memungkinkan mikroorganisme pada dubur
                                     berpindah ke vagina.




CARA YANG DIANJURKAN

1. Ambil kapas bersih yang dibasahi air hangat, usapkan di daerah sekitar vagina,
dari lipatan-lipatan paha bagian dalam sampai ke pangkalnya.

2. Ambil lagi kapas bersih yang dibasahi air hangat. Pegang kedua kaki si Upik,
angkat. Bersihkan area sekitar vagina dan anus. Selalu dimulai dari bagian depan lalu
ke arah belakang agar bakteri yang terdapat di sekitar anus tidak berpindah ke
vagina. Bersihkan hanya di daerah bibir vagina. Jangan menyentuh daerah yang lebih
dalam.

3. Keringkan dengan tisu lembut yang tidak mudah robek atau kain yang bersih.

4. Setelah itu, dengan tisu lembut yang kering, bersihkan lagi daerah pantat, paha,
dan panggul.

5. Biarkan si Upik tanpa popok untuk beberapa saat agar bagian bawah tubuhnya
terkena udara. Setelah itu, si Upik siap dipakaikan popok yang bersih.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 8
                                  MEMBERSIHKAN PENIS

                                       BAYI laki-laki yang sudah disunat lebih mudah
                                       dibersihkan penisnya karena kulupnya sudah terbuka.

                                       CARA YANG DIANJURKAN

                             1. Ambil kapas bersih yang dibasahi air hangat untuk
                             membersihkan penis dan daerah sekitarnya. Untuk
                             yang belum disunat, saat dimandikan, perlahan-lahan
tarik kulupnya sampai kepala penis menyembul. Setelah itu, kotoran yang menempel
dibersihkan dengan waslap yang telah dibasuh air hangat.

2. Ambil lagi kapas bersih yang dibasahi air hangat untuk membersihkan daerah
pangkal paha termasuk lipatannya.

3. Sekarang bersihkan bagian anus dengan cara mengangkat kedua kaki si Buyung.
Juga bersihkan lipatan-lipatan di sekitar anus. Setelah bersih, angkat alasnya.

4. Bersihkan sekali lagi daerah yang akan ditutup popok. Biarkan si Buyung beberapa
saat tanpa popok. Untuk menghindari air seni yang ke mana-mana bila ia pipis lagi,
tempelkan tisu yang tebal di penisnya.

5. Bersihkan lagi bila ia pipis kembali. Selanjutnya, keringkan dengan waslap yang
lembut.

   "Jika bakteri yang berpindah ke vagina terus menumpuk, lama-kelamaan bisa
menyebabkan infeksi. Dan bila infeksi dibiarkan, terjadilah keputihan," kata Endang.

Parahnya lagi, bila kemudian infeksi itu menjalar ke mana-mana. "Pertama, ke saluran
  kencing luar, kemudian masuk ke kandung kencing, selanjutnya ke saluran kencing
                       dalam, lama-lama sampai juga ke ginjal."


                                        TIP-TIP UMUM
1. Saat mandi, basuh bagian alat kelamin dengan waslap basah yang telah diolesi
sabun. Dari bagian vagina/penis, lalu ke bokong. Setelah itu bilas dengan waslap lain
yang bersih. Setelah mandi, handuki sampai kering. Ibu boleh mengoleskan
bedak/body lotion di sekitar selangkangan, namun tidak di vagina, batang penis, buah
zakar maupun bokong.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 8
2. Selalu cuci tangan sebelum membersihkan bayi. Letakkan si kecil di tempat tidur
beralaskan alas plastik/tisu sekali pakai yang cukup lebar dan tebal.

3. Bila hanya mengganti popok karena si kecil pipis, gulung bagian bawah bajunya
hingga ke dada. Namun kalau bajunya ikut basah, segera diganti. Khusus si Buyung,
biasanya akan kembali pipis sesaat Anda membuka popoknya. Tunggu beberapa saat
sampai ia pipis lagi, baru buka popoknya.

4. Bersihkan bagian yang kotor dengan tisu lembut. Sebelumnya, selalu sediakan
tempat sampah di dekat kaki Anda sehingga Anda bisa langsung membuang kapas itu
setelah usai digunakan. Jangan letakkan sisa-sisa tisu/kapas di dekat si kecil.

5. Setelah kotoran dibersihkan, ambil kapas bersih yang dibasahi air hangat, lalu
bersihkan lagi bagian itu.

6. Ambil lagi kapas bersih yang dibasahi air hangat. Usapkan dari bagian pusar
menuju pangkal paha bagian dalam dan luar.


                          MENCEGAH IRITASI POPOK
* Bersihkan bokong dengan hati-hati dan cermat karena area ini sering terkontak
popok basah dan terkena macam-macam bahan kimia serta mikroorganisme penyebab
infeksi air kemih/tinja, maupun gesekan dengan popok atau baju. Biasanya akan
timbul gatal-gatal dan merah di sekitar bokong.

* Jangan gunakan pospak sepanjang hari. Cukup saat tidur malam atau bepergian.
Lebih baik memakai popok kain.

* Tak ada salahnya sesekali membiarkan bagian bawah tubuh bayi terbuka. Namun
pastikan suhu ruangan cukup hangat sehingga si bayi tak kedinginan.

* Jika terjadi ruam popok pada kulit yang ditandai dengan lecet dan bintil-bintil
merah di sekitar alat kelamin atau bokong, hubungi dokter.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                               hal 87
        SI KECIL MENANGIS TERUS?
              MUNGKIN KOLIK

Jangan bingung, karena kolik tak berlangsung selamanya serta bisa dicegah.

Mengapa ya, setelah bayi berada di rumah, ada saatnya ia menangis keras tak henti-
                           henti? Itulah yang disebut kolik. Umumnya, kolik
                           menimpa bayi usia dua minggu hingga menghilang di usia
                           2-3 bulan dan terjadi terutama di senja hari (late
                           afternoon). Kita bisa kok membedakan kolik ini dari
                           tangisan biasa. "Ketika menangis, bayi biasanya
                           menunjukkan ekspresi gelisah dan mukanya memerah.
                           Tangisnya pun keras hingga tangannya mengepal, dan
                           tubuh serta lututnya terangkat ke atas," begitu
                           penjelasan dari dr. Abu Purwanto, Sp.A.

                           Lebih jauh, dijelaskan oleh ahli kesehatan anak dari
Klinik Taman Bermain Cikal ini, kolik bersifat spasmodik atau serangannya datang-
hilang dengan sekonyong-konyong. Jadi bisa saja di antara episode menangisnya, bayi
terlihat riang dan sehat, tak menunjukkan bahwa ia "tersiksa" kolik. Namun
kemudian, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba bayi menangis secara berlebihan, lalu
diam, dan nanti beberapa saat menangis lagi. Padahal ia tidak lapar, popoknya tidak
basah, dan tidak sedang demam.

Ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab kolik (lihat boks "Sebab
Lainnya"). Namun sebagian besar ahli kesehatan anak menduga, kolik berasal dari
adanya rasa sakit di bagian perut akibat gangguan pencernaan. Pendapat ini didasari
pengamatan pada bayi yang selalu mengangkat kakinya atau mengeluarkan gas (buang
angin) saat menangis. Timbulnya gangguan pencernaan ini bisa karena kejang otot di
dinding usus, terdapat udara di dalam usus, dan akibat salah pemberian makanan.
Oleh karena itu, selain menangis berlebihan, gejala kolik juga tampak pada perut
yang kembung dan berbunyi kelutukan (suara gerakan usus yang berlebihan).




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 8
                            CARA MENOLONG BAYI KOLIK

1. Ketahui jumlah tangis bayi

"Ibu harus tahu bahwa anak berusia 2 minggu mulai sering menangis. Puncaknya
mencapai usia 2 atau 3 bulan, setelah itu berkurang lagi," kata Abu. Jadi, pada
minggu pertama, total lamanya bayi menangis rata-rata 2 jam per hari. Pada minggu
ke-6, total mencapai 3 jam. Setelah 3 bulan, lama total tangisnya turun lagi sebanyak
1 jam.

2. Kenali penyebab bayi menangis

Secara garis besar, ada dua penyebab tangis. Pertama, bayi menangis bukan karena
sakit, contohnya lapar, haus, perasaan tak enak atau tak nyaman akibat kepanasan,
kedinginan, popok basah, suara berisik, atau lelah. Berikutnya, bayi bisa menangis
karena ada suatu penyakit seperti infeksi, radang tenggorokan, radang telinga,
hernia, sumbatan usus dan sebagainya. "Nah, tangisan kolik jarang yang disebabkan
penyakit, tetapi lebih karena gangguan pencernaan dan rasa tak nyaman."

3. Atasi Berdasarkan Penyebabnya

* Bila karena gangguan pencernaan, tenangkan si kecil sambil mengusap-usap
perutnya dengan sesuatu yang hangat semisal minyak telon atau parutan bawang
merah. "Usahakan bayi bisa kentut atau bahkan bisa buang air besar sehingga
perutnya jadi enteng dan tidak melilit."

* Hindari buru-buru memberikan makanan padat. "ASI saja sudah efektif, kok,
untuk mencegah kolik." Sementara bila harus memberi susu formula, berikan dalam
porsi sedikit tapi sering agar sistem pencernaan anak mampu menyesuaikan. Pastikan
lubang dot botol susu sudah sesuai ukurannya untuk mencegah bayi menelan terlalu
banyak udara sewaktu minum. Terlalu banyak menelan udara juga bisa menyebabkan
kembung di perut yang berujung pada kolik. Itulah sebabnya, penting untuk
mengusahakan bayi bersendawa setiap kali habis menyusu guna mencegah
berkumpulnya udara di perut. Bayi juga tak boleh dibiarkan sampai terlalu lapar atau
harus menunggu lama untuk minum ASI/susu.

* Bila dengan cara-cara tadi, kolik tak juga hilang, bawalah ke dokter. Dokter akan
memberikan obat untuk menenangkan gerakan usus. Setelah diberi obat, biasanya
anak akan jadi tenang dan tidur.

* Jika disebabkan perilaku bayi akibat merasa kurang aman dan nyaman, orang tua
bisa menciptakan lingkungan yang tenang, termasuk memeriksa suhu kamar supaya



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 8
bayi tidak kepanasan atau kedinginan. "Bayi yang bisa tidur atau beristirahat dengan
enak, umumnya jarang kena kolik. Bila perlu perdengarkan musik-musik lembut di
kamarnya."

* Orang tua sebaiknya menjaga dan merawat bayi secara bergantian dan cukup
istirahat. Jangan sampai ibu merasa lelah sendirian, lalu sering marah-marah pada
ayah yang dinilai tak mau membantu. Ingat, bayi cukup sensitif terhadap ketegangan
yang terjadi pada orang tuanya; dan sebagai reaksinya, biasanya si bayi akan
menangis berlebihan tanpa sebab yang jelas.

* Akhirnya, cara yang paling efektif mengatasi kolik adalah dekapan ibu yang hangat
dan menenangkan. "Jangan sampai ibu malah kelihatan frustrasi saat bayi menangis
terus dan tak tahu apa yang dilakukan. Dekap saja si bayi, dendangkan lagu-lagu
sambil diayun-ayun."

                                         SEBAB LAINNYA

* Sistem Susunan Saraf Belum Sempurna

Karena sistem susunan sarafnya belum sempurna, maka bayi belum bisa menerima
dengan baik stimulus yang ada di sekelilingnya. Contoh, meski sudah dipeluk atau
ditenang-tenangkan, kadang bayi tetap tak berhenti menangis. Ini karena memang si
bayi masih belajar menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Bila hal ini yang terjadi, tak ada upaya lain yang bisa dilakukan kecuali menunggu
sistem saraf bayi berkembang sempurna. Tapi paling tidak, orang tua bisa
meminimalisasi tangis bayinya dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan
sering mendekapnya.

* Gangguan Perilaku

Hal ini terlihat pada bayi yang tumbuh sehat, gizinya baik, tapi menangis terus lebih
dari 3 jam (total) dalam 24 jam dan lebih dari 3 hari dalam satu minggu. Gangguan
perilaku bisa timbul karena rasa tidak aman. Perasaan ini mungkin muncul bila bayi
merasa kehadirannya tak diinginkan atau lainnya. Bayi bisa sangat peka perasaannya.

* Karakter Tangisan Bayi

Ada juga sebagian ahli kesehatan anak yang berpendapat, kolik merupakan salah satu
karakter tangisan bayi yang berfungsi sebagai alat komunikasi. Ketika bayi mulai
menangis, ia mencoba mengatakan kepada ibu dan ayahnya, apa kebutuhannya, tapi
kebutuhan itu tak terpenuhi. Akhirnya dia menangis.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 90
* Trauma Perlakuan Kasar

Kolik juga bisa disebabkan trauma karena adanya perlakuan kasar. Kolik kemudian
timbul sebagai manifestasi dari traumanya. Kasus ini termasuk jarang terjadi karena
umumnya bayi yang baru lahir justru menjadi kesayangan keluarga besar.

                               TIPS MENENANGKAN BAYI

Untuk bisa menenangkan si kecil yang menangis, tentunya ibu harus dalam keadaan
tenang pula, tidak panik. Selanjutnya, tenangkanlah si kecil dengan melakukan
beberapa hal seperti anjuran Abu Purwanto:

* Peluklah si kecil hingga ia merasa nyaman dan aman. Kemudian usap-usaplah dengan
sedikit tekanan pada perutnya. Boleh gunakan minyak telon sebagai penghangat.

* Bila Anda mudah lelah, gendong si kecil dengan menggunakan alat gendong bayi.
Upayakan bayi sedekat mungkin berada dalam dekapan Anda sehingga terjadi kontak
kulit ke kulit antara Anda dan bayi.

* Pastikan keperluannya terpenuhi. Kalau ia lapar, segera susui. Atau, jika popoknya
basah, segera ganti.

* Menenangkan bayi dengan memangkunya sambil duduk di kursi goyang juga dapat
dilakukan. Bayi senang diayun-ayun, apalagi sambil dipeluk. Bila perlu, pergilah
bermobil dengan bayi agar ia tenang kembali.

* Bila kolik terjadi menjelang sore, Anda bisa langsung memandikannya dengan air
hangat sambil mengusap-usap perutnya agar si bayi merasa relaks.

* Jangan sekali-kali meninggalkan bayi saat ia menangis. Penelitian tentang kolik
menunjukkan, tangis bayi akan berkurang bila ia merasakan kehadiran ibunya pada
saat menangis.

                         KETAHUI JADWAL TANGIS BAYI

Mengingat kolik ditandai dengan tangisan keras yang datang-pergi, sebaiknya ibu
memiliki catatan harian tentang kebiasaan bayi menangis untuk mendeteksi
kemungkinan terjadinya kolik. "Klasifikasikan kebiasaan bayi dan catatlah berapa
lama ia menangis. Misal, apakah bayi menangis saat ia tidur sendirian, tidur di
gendongan, terjaga lalu menangis karena sendirian, atau saat terjaga dan tetap
menangis walau dipangku."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 9
Agenda ini akan membimbing ibu dan dokter untuk lebih mudah menganalisa apa yang
terjadi. Supaya lebih akurat, coba sekali saat bayi menangis dibiarkan sejenak untuk
mengetahui apakah bayi lapar, ingin menetek meski tidak lapar, ingin dipeluk, atau
merasa bosan.

Jumlahkan juga total lamanya bayi menangis dalam sehari. Jika lebih dari jumlah
normalnya, carilah penyebabnya, terutama bila bayi tampak sehat dengan status gizi
yang baik.

Hubungi dokter bila tangis bayi tak berhenti dan sangat intens. Perhatikan pula jika
bayi sering terjaga dan merasa sakit. Jika intuisi ibu mengatakan ada sesuatu yang
tidak beres pada si bayi, cepatlah menghubungi dokter.

                              KASUSNYA MAKIN JARANG

Menurut Abu Purwanto, kini semakin jarang kasus bayi terkena kolik. Terbukti, di
ruang prakteknya, Abu jarang menerima keluhan ibu-ibu tentang kolik. "Mungkin
karena pengetahuan ibu tentang pemberian makanan bayi semakin tinggi. Mereka tak
tergesa-gesa memberikan makanan padat pada bayinya. Disamping itu, gencarnya
kampanye pemberian ASI ekslusif juga mendorong kesadaran ibu-ibu untuk
memberikan hanya ASI sampai 6 bulan. Ibu-ibu tampaknya juga semakin terampil
merawat bayi dan peka terhadap kebutuhan bayinya."

Abu juga mengaku belum pernah menemukan kasus kolik yang tak bisa disembuhkan.
"Sebab rata-rata memang hilang bila ibu tahu cara mengatasinya. Misal,
menyendawakan, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk bayi, dan pemberian
makanan yang tepat seperti ASI eksklusif."

Analisa lebih lanjut tentang salah satu penyebab kolik menunjukkan, adanya risiko
alergi susu sapi membuat anak yang minum susu formula mengalami kemungkinan
kolik lebih besar dibandingkan anak yang minum ASI eksklusif. "ASI memang
makanan alami yang dipersiapkan untuk sistem pencernaan bayi."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 9
REFLEKS, BEKAL BAYI UNTUK BERTAHAN
               HIDUP


Ada refleks yang menetap sampai dewasa, ada juga yang harus menghilang.
Indikasi perkembangan bayi juga bisa dilihat dari ada tidaknya refleks ini.


Mengapa          si mungil yang baru kenal              dunia
langsung tahu cara mengisap puting ibunya? Itu
karena setiap bayi sudah dibekali refleks. Ya,
refleks adalah gerakan primitif yang tak
terkontrol atau involuntary. Sebagian bahkan
sudah muncul sejak dalam kandungan. Gerakan ini
tak diajarkan, tapi ada dalam diri bayi secara
biologis. Contohnya refleks rooting (memalingkan
muka bila pipinya disentuh dan mulut akan langsung
membuka) serta sucking (mengisap). Kedua refleks
ini muncul hampir berbarengan.

Jika kita sentuh pipinya atau kita dekatkan sebuah objek ke arah mulutnya, maka
secara refleks bayi akan menoleh sambil membuka mulutnya lalu melakukan gerakan
mengisap. "Refleks inilah yang membantu bayi mendapatkan makanan," kata dr.
Jonardi, Sp.A.

Di bulan-bulan pertama kehidupannya, manakala sistem saraf pusat dan otaknya
belum berkembang optimal, bayi bertahan hidup dengan mengandalkan refleks.
Rooting dan sucking sering disebut sebagai refleks pertahanan diri karena dengan
kedua refleks inilah bayi memulai kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan, yaitu
dengan mengisap ASI. Kedua refleks ini akan menghilang ketika bayi berumur 3
sampai 4 bulan, yang selanjutnya digantikan dengan kepandaian mengisap ASI.

Jonardi yang adalah Kepala Unit Kesehatan Anak RSU Tangerang menekankan,
fungsi refleks merupakan alat proteksi diri alamiah. Refleks juga dianggap sebagai
gerakan motorik yang penting bagi bayi baru lahir. Melalui refleks ini, kelak si bayi
akan mengembangkan kemampuan motoriknya agar dapat tumbuh dan berkembang
dengan normal.

Ada banyak refleks pada bayi, tapi umumnya yang dikenal hanya 9 refleks (lihat boks
"9 Refleks Bayi"). Ada pula refleks-refleks kecil seperti coughing atau batuk.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 9
Awalnya batuk tidak digolongkan sebagai refleks, tapi penelitian lebih lanjut
membuktikan batuk termasuk refleks. Selain itu, ada refleks yawning, yakni refleks
seperti menjerit kalau bayi merasa lapar, biasanya kemudian disertai tangisan.

INDIKATOR KELAINAN

Begitu pentingnya refleks-refleks ini sehingga dijadikan salah satu sarana
mengindikasi ada-tidaknya kelainan dalam perkembangan bayi. "Bila refleks tak
muncul, hal ini bisa dikarenakan perkembangan otak yang lambat atau ada kerusakan,
semisal trauma di kepalanya ketika lahir. Bagaimanapun, refleks-refleks

berada dalam susunan saraf di otak. Kalau tidak punya refleks sama sekali, pasti si
bayi akan meninggal begitu dia lahir. Refleks merupakan survival mechanism. Jadi,
refleks itu selalu ada meskipun gradasinya mungkin kecil atau muncul kemudian
setelah berkali-kali dirangsang," lanjut Jonardi.

Untuk mengenali refleks, seorang dokter anak yang ikut dalam tim persalinan akan
melakukan uji stimulus terhadap refleks-refleks bayi baru lahir. "Umumnya, bayi
yang normal dan sehat sekali dirangsang langsung menunjukkan respons pada tempat
yang menjadi refleksnya."

Misalnya, begitu matanya disinari lampu, si bayi akan langsung menunjukkan refleks
blinking. Bila tidak menunjukkan reaksi apa pun, biasanya dokter akan melihat urutan
kejadian sejak kehamilan hingga persalinan ibu. Bila si bayi lahir prematur, dokter
memberlakukan gradasi refleks karena umumnya respons bayi prematur terhadap
rangsangan lemah.

Perangsangan untuk melihat refleks Moro dilakukan dokter dengan cara
mengejutkan bayi, apakah itu menggunakan suara keras atau melepaskan kepala bayi
secara tiba-tiba selama sesaat dalam posisi telentang. Respons yang ditunjukkan
bayi adalah terkejut, lalu melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala,
menangkupkan kedua lengan dan kakinya ke tengah badan dan diikuti tangis yang
keras. Dengan kata lain, gerakannya simetris.

Pada anak yang lahir sungsang atau ada bagian tubuhnya yang cedera (fraktur),
refleks Moro adakalanya menghasilkan gerakan yang asimetris. Ini karena bagian
yang terganggu (terkena fraktur) tidak ikut bergerak. "Kalau setelah dilakukan
refleks Moro ada bagian tubuh yang tak bereaksi atau bergerak, dokter anak akan
segera meneliti dan berkonsultasi pada ahli rehabilitasi medik atau ahli bedah
ortopedi. Refleks yang asimeteris ini kan, sudah menggambarkan gangguan."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 94
MENGHILANG ATAU TERKENDALI

Yang jelas, refleks-refleks ini nantinya ada yang hilang, ada pula yang berubah jadi
lebih terkontrol. (Lihat boks "9 Refleks Bayi). Jika suatu refleks tidak hilang pada
saatnya harus menghilang, berarti ada sesuatu yang salah. "Misalnya, pada usia
empat bulan, tangan bayi masih menggenggam tanpa mau membuka, berarti ada
kelainan. Untuk itu perlu diteliti lebih lanjut, apakah karena perkembangannya
terlambat atau ada kerusakan otak," urai Jonardi.

Pendeknya, semua fenomena refleks yang muncul sejak hari kelahiran bayi harus
dipantau terus perkembangannya. Termasuk refleks yang sifatnya menetap seperti
blinking atau mengerjap bila mata terkena cahaya menyilaukan. Gerakan mata tak
normal bisa menunjukkan adanya kelainan saraf di otak. "Gerakan blinking normalnya
sampai usia 6 bulan memang belum stabil. Tapi kalau dalam satu waktu terjadi
blinking berkali-kali misalnya, dan mata hanya melihat ke atas, kita bisa
mencurigainya sebagai kejang, meskipun dia tidak sedang demam."

Pengetahuan mengenai aneka refleks bayi juga dapat menjadi patokan orang tua
dalam mencermati perkembangan motorik dan sensorik si buah hati. Refleks
mengindikasikan adanya perkembangan otak dan perkembangan otak sangat erat
kaitannya dengan kecerdasan si bayi kelak. Saran dokter, setidaknya sekali dalam
sebulan, bayi rutin diperiksa. Tujuannya agar bila terjadi gangguan dalam proses
tumbuh kembangnya, hal itu dapat diketahui sejak awal.




                                           9 REFLEKS BAYI
                                                                                 Bila Tak Ada
                                                                     Pola
   Refleks             Stimulasi                  Respons                          Respons,
                                                                Perkembangan
                                                                                 Menunjukkan
                 Kilatan cahaya
                                          Bayi akan menutup                     Kelainan pada
Blinking         atau hembusan                                  Menetap
                                          kedua matanya                         saraf di otak
                 udara
                 Telapak kaki                                 Menghilang di     Kelainan pada
                                          Jari-jari kaki akan
Babinski         digoyang atau                                usia 1 sampai 2   saraf otak (bila
                                          membuka
                 disentuh                                     tahun             menetap)
                                                              Melemah di
                                          Jari-jari mengatup,                   Kelainan pada
Darwinian        Telapak tangan                               usia 3 bulan,
                                          membentuk                             saraf otak atau
(Grasping)       disentuh                                     menghilang di
                                          genggaman                             bila menetap
                                                              usia 1 tahun
                 Tiba-tiba                Terkejut, lalu      Menghilang di     Fraktur atau
Moro
                 dikejutkan oleh          melengkungkan       usia 3 sampai 6   cedera pada


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                       hal 9
                 suara atau               punggungnya,        bulan          bagian tubuh
                 gerakan                  menjatuhkan kepala,                tertentu
                                          menangkupkan kedua
                                          lengan dan kakinya
                                          ke tengah badan
                                                                             Bayi kurang
                                    Mulut akan langsung
                                                                             bulan
                                    membuka dan
                                                        Menghilang di        (prematur)
                 Disentuh pipi atau melakukan gerakan
Rooting                                                 usia 3 sampai 4      atau
                 ujung mulutnya     seperti orang
                                                        bulan                kemungkinan
                                    mengisap
                                                                             adanya kelainan
                                    (mengenyot)
                                                                             sensorik
                 Bila tubuhnya
                                          Kakinya akan
                 diangkat dan                                 Menghilang di
                                          menjejak-jejak                      Kelainan pada
Steping          diposisikan                                  usia 3 sampai 4
                                          seperti akan                        motorik kasar
                 berdiri di atas                              bulan
                                          berjalan
                 permukaan lantai
                                                                              Kelainan
                                                                              saluran
                 Bila ada objek
                                  Bayi langsung               Menghilang di pernapasan dan
                 disentuhkan atau
Sucking                           melakukan gerakan           usia 3 sampai 4 kelainan pada
                 dimasukkan ke
                                  seperti mengisap            bulan           mulut termasuk
                 mulut
                                                                              langit-langit
                                                                              mulut
                             Secara otomatis
                             tubuhnya akan        Menghilang di              Bayi prematur
           Ditelungkupkan di
Swimming                     membuat gerakan- usai 6 sampai 7                atau gangguan
           dalam air
                             gerakan seolah       bulan                      motorik kasar
                             berenang
                             Memutar kepala bayi                             - Jika waktu
                             dalam posisi                                    lahir
                             ditelentangkan; akan                            menunjukkan
                             tampak gerakan                                  respons yang
                             berlawanan arah                                 stereotip
                             antara kepala dan    Menghilang di              (justru searah)
Tonic neck Ditelentangkan
                             tubuhnya.            usia 7 bulan               dan sangat
                             Maksudnya, bila                                 menonjol,
                             kepala menengok ke                              pertanda ada
                             arah kanan, maka                                kerusakan otak
                             bagian tubuhnya                                 yang berat.
                             seperti bergerak ke                             - Bila menetap



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 9
                                          arah sebaliknya                     setelah usia 7
                                          dengan kedua tangan                 bulan
                                          biasanya                            kemungkinan
                                          menggenggam.                        ada kelainan
                                          Posisinya akan                      otak.
                                          tampak seperti
                                          pemain anggar (the
                                          fencer pose).




             MENGENALKAN MAKANAN
                  SEMIPADAT
Ingin si kecil kelak jadi "pemakan segala"? Gampang, kok! Kenalkan ia pada
makanan semipadat tepat waktu.


                                        Makanan         semipadat diperkenalkan mulai umur 6
                                        bulan, setelah masa ASI eksklusif (melulu ASI tanpa
                                        makanan lain) berlalu. "Makanan semipadat diberikan
                                        untuk melatih keterampilan makan anak, agar pada
                                        saatnya nanti, siap menerima makanan padat," kata
                                        Dr. Aryono Hendarto Sp.A(K).

                               Oleh karena itulah, lanjut Spesialis Anak-Konsultan
Gizi Anak dari Subbagian Gizi dan Penyakit Metabolik, Bagian Ilmu Kesehatan Anak
FKUI-RSCM ini, pemberian makanan semipadat tak boleh ditunda atau jangan lebih
dari usia 6 bulan. "Anak yang terlambat diberi makanan semipadat, untuk selanjutnya
akan mengalami kesulitan makan, karena keterampilan makannya terlambat dilatih.
Contoh, di usia 1 tahun, saat seharusnya anak mulai bisa makan makanan padat, ia
maunya malah makan yang cair dan lembut karena malas mengunyah."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                    hal 97
Nah, yang dimaksud makanan semipadat pada dasarnya adalah makanan padat, tapi
dibuat dalam bentuk lebih lembut. Nasi misalnya, untuk bayi 6 bulan diberikan dalam
bentuk bubur yang kemudian ditingkatkan kepadatannya menjadi tim. Untuk buah,
diberikan dalam bentuk jus ataupun buah lumat.


                        MEMILAH SUMBER ALERGI
DALAM mengenalkan makanan semipadat, diperlukan ketelitian dan kehatian-hatian.
Bagaimanapun juga, inilah makanan pertama yang sumbernya dari "luar", berbeda
dari ASI yang diproduksi di dalam tubuh ibunya sendiri. "Nah, karena makanan ini
berasal dari luar, maka ada zat-zat atau bahan pembuatnya yang berpotensi
menimbulkan alergi pada si kecil. Tak demikian dengan ASI, sampai sekarang tak ada
laporan tentang bayi menderita alergi karena menyusu ASI."

Oleh karena itulah, dalam mengenalkan makanan semipadat, perlu dites lebih dulu
untuk melihat apakah menimbulkan reaksi alergi pada si bayi atau tidak. Caranya,
berikan secara bertahap:

* Untuk pertama kali, kenalkan bubur tepung beras. Tepung beras dianggap lebih
aman karena kadar alerginya rendah jika dibandingkan dengan biskuit atau bubur
susu. "Biskuit mengandung gluten dan susu mengandung protein, yang keduanya
potensial menyebabkan alergi."

* Berikutnya, bayi boleh mencoba makanan berbagai jenis dan rasa, termasuk buah.
Sediakan waktu seminggu untuk setiap rasa. Misalnya, setelah tepung beras terbukti
aman, kita boleh mengenalkan bubur susu, selanjutnya biskuit, begitu seterusnya
sampai semua rasa dan bahan diperkenalkan. Buah-buahan begitu juga. Catatlah
makanan apa yang menimbulkan alergi untuk tidak diberikan lagi di waktu yang akan
datang.

* Jika setelah semua bahan makanan dikenalkan, ternyata tak ada reaksi alergi,
selanjutnya kita boleh menyajikannya secara bervariasi setiap hari. Contoh, pagi
bubur kacang, lalu siangnya bubur susu, dilanjutkan blender pepaya, dan malamnya
biskuit yang dilembutkan dengan susu.

* Kemudian saat makan nasi tim, sayur sebaiknya diganti-ganti. Dengan begitu, anak
jadi mengenal berbagai rasa; ada yang manis, gurih, sedikit asam, dan lainnya.

Jika    beberapa rasa diberikan sekaligus, bayi akan sulit mengenali rasa manis,
asin,    gurih, dan asam. Begitu pula jika bahan makanannya langsung dicampur
atau    diselang-seling dalam satu hari, maka akan sulit menandai bahan makanan
yang    merupakan sumber alergi sekiranya hal itu terjadi.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 9
Risikonya, bisa terjadi salah asumsi. Pikir kita, "Oh, tadi si kecil makan bubur beras
merah, pisang, dan gandum." Lantas tiga-tiganya tidak diberikan karena kita bingung
menentukan mana yang sebenarnya menjadi sumber alergi bagi si kecil. Sayang kan,
bayi bisa mengalami malnutrisi untuk sesuatu yang sebetulnya bisa ia makan. Pun,
pemberian satu per satu memungkinkan kita untuk tidak justru terus memberikan
bahan makanan yang menjadi sumber alerginya.

"Masalah alergi ini tak boleh dianggap sepele, karena alergi bisa bermanifestasi di
semua organ," kata Aryono. Yang paling sering, di organ pernapasan, pencernaan, dan
kulit. Alergi yang menyerang saluran pernapasan memunculkan gejala mulai dari
batuk sampai asma. Sedangkan alergi di saluran pencernaan akan menimbulkan kolik,
bahkan sampai diare kronik. Jika di kulit, bisa menimbulkan bentol-bentol merah
sampai eksim. "Bahkan kalau memang keluarga punya riwayat alergi, maka ikan, telur
dan susu sebaiknya diberikan di atas usia satu tahun."


                                VARIASI MAKANAN
KALAU ternyata bayi kita bebas dari alergi terhadap semua bahan makanan yang
diperkenalkan, setelah itu pintar-pintarlah membuat variasinya. "Banyak sekali
alternatif makanan semipadat. Umumnya, makanan pokok orang Indonesia memang
beras. Tapi kita juga bisa mengolahnya dari kentang yang dibuat pure, jagung
diparut, atau ubi yang dihancurkan. Jadi, anak tidak harus makan beras atau nasi."

Bila sejak bayi makanannya sudah divariasikan, bayi tidak akan pilih-pilih makanan
(picky eater). "Enaknya, ke mana pun bayi kita ajak pergi, makan apa saja oke," kata
Aryono mengakhiri.


                   KOK, MAKANANNYA DILEPEH?
Umumnya, di awal-awal perkenalan makanan semipadat dengan bayi, orang tua akan
mengalami kesulitan. Bayi akan melepehkan makanan barunya. Hal ini disebabkan
selama menyusu ASI bayi menggunakan refleks ekstrusi, yaitu memasukkan dan
menjulurkan lidah. Nah, saat mulai diberi makanan semipadat, refleks bayi 'dipaksa'
berubah. Kini ia harus menggerakkan lidahnya dari mulai menjulur, lalu masuk lagi ke
dalam sambil memutar. "Proses belajar ini sering membuat anak jadi melepehkan
makanannya, karena ia 'lupa' untuk memutar lidah. Seringkali gerakannya masih ke
depan dan ke belakang," papar Aryono.

Jelasnya, ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya, bayi berusaha menelan
dengan menjulurkan lidahnya. Tentu saja makanan itu bukannya masuk, tapi malah
keluar lagi. Itu karena koordinasi motoriknya belum bagus. "Waktu mengisap ASI,



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 9
kondisi ini tak jadi masalah, karena puting sudah ada di lidah bagian belakang. Tapi
begitu yang ada di lidahnya adalah makanan, si kecil harus berusaha menelannya.
Nah, ini butuh waktu untuk belajar, kan?"

Refleks menelan ini akan membaik dengan sendirinya, tergantung pada kemampuan
masing-masing bayi dalam menelan. Yang jelas, keterampilan makan memang harus
dilatih. Bila bayi menangis karena frustrasi tak mampu menelan, kita harus berhenti
sejenak menyuapinya.

Begitu pun kalau ada reaksi penolakan, jangan bingung, apalagi sampai hilang
kesabaran. "Pelan-pelan saja memberikannya. Melepeh makanan adalah wajar karena
dia sedang belajar. Yang penting ciptakan suasana makan yang menyenangkan buat
bayi."


            INSTAN ATAU MEMBUAT SENDIRI?
Saat ini, di toko-toko serba ada banyak dijual makanan bayi instan maupun siap saji
dalam berbagai bentuk dan rasa. Menurut Aryono, makanan instan ini boleh saja
diberikan. "Tapi, sebagai ibu, kita harus kritis. Terutama kalau di keluarga ada bakat
alergi. Cobalah teliti kandungan bahan-bahannya. Apakah ada bahan yang bisa
memicu reaksi alergi, seperti gluten."

Keuntungan membeli produk instan, umumnya lebih hemat dan praktis karena
takarannya tercantum dalam kemasan sehingga tak ada makanan yang tersisa atau
terbuang. "Tapi perlu diperhatikan segi higienisnya. Apakah supermarket atau
tokonya memajang dengan benar tanpa terkontaminasi dengan bahan lain," saran
Aryono.

Kalau membuat sendiri, kita harus siap dengan berbagai resep makanan semipadat
dan waktu untuk mengolahnya. Ditambah dengan keterampilan menakar sesuai
kebutuhan bayi. Memang repot, tapi terjamin higienisnya dan bahan-bahannya pun
berasal dari bahan yang segar.


                               TETAP BERIKAN ASI
Setelah makanan semipadat diberikan, bukan berarti ASI langsung distop, lo. "Ingat,
makanan semipadat adalah pendamping ASI. Sampai umur satu tahun, makanan pokok
anak adalah ASI," ujar Aryono.

Makanan semipadat diberikan selain untuk melatih keterampilan makan si kecil, juga
untuk membantu pertumbuhan anak. "Memang, ASI eksklusif itu lamanya 6 bulan.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 10
Tapi pada saat 4 bulan, kita sudah harus mengevaluasi berat badannya. Kalau
kenaikan berat badannya sampai 4 bulan dengan ASI saja sudah tidak memuaskan,
nah, inilah salah satu kasus bahwa ternyata ASI

tidak mencukupi. Mulailah tambahkan pendamping ASI. Umumnya diberikan susu
formula dan kemudian baru makanan semipadat."

Jika selama 6 bulan dengan ASI eksklusif pertambahan berat badan bayi tidak
mengalami masalah, barulah makanan semipadat diperkenalkan di usia 6 bulan. "Tapi
ASI tetap harus diberikan. Umumnya sampai anak berusia 2 tahun, sambil terus
diperkenalkan dengan tahapan makannya. Contoh, di usia setahun, makanannya boleh
mulai agak kasar, tidak diblender tapi dilembutkan. Begitu selanjutnya, sambil terus
diberi ASI."




      MENCEGAH KECELAKAAN PADA
                BAYI
Sebagian upaya pencegahan kecelakaan di rumah sering dirasa mengada-ada
oleh para orang tua. Namun sesungguhnya, jumlah kecelakaan pada bayi sudah
tak bisa dihitung dengan jari. Cegahlah sekarang juga!


                                  Ini tidak main-main. Data menunjukkan angka kecelakaan
                                  di rumah sebagian besar menelan korban anak-anak. Pada
                                  bayi, umumnya kecelakaan terjadi karena jatuh, tergores
                                  benda tajam, tersedak, tercekik atau tanpa sengaja
                                  menelan obat-obatan dan bahan kimia yang ditaruh di
                                  sembarang tempat. Bisa ditebak, umumnya kecelakaan
                                  seperti itu disebabkan kelalaian orang dewasa di
                                  sekitarnya.

                         Menurut Dr. Sudjoko Kuswadji, MSc(OM) PKK, dokter
                         ahli kesehatan kerja, setiap kecelakaan pada anak yang
terjadi di rumah menjadi tanggung jawab orang tuanya. "Sebab, anak-anak usia di
bawah lima tahun, pada dasarnya belum bisa menjaga dirinya sendiri."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                hal 10
Di Amerika saja, tambahnya, orang tua yang menyebabkan anaknya meninggal atau
cacat karena kecelakaan di rumah, akan dituntut oleh District Attorney atau jaksa
penuntut umum. Pasalnya, akibat kelalaian orang tua, anaknya jadi meninggal atau
cedera.

Di Indonesia, kasus-kasus cedera dan kematian anak akibat kecelakaan di rumah,
jarang sekali dilaporkan, apalagi sampai dibawa ke meja hijau. Kebanyakan kasus yang
terjadi pun diakui orang tua, tidak diduga akibat "kelalaian" mereka, sehingga anak-
anak menjadi korban.

"Kebanyakan orang tua tak menyadari, bayi bisa bergerak secara cepat. Mereka
menjangkau apa saja yang ada di dekat mereka. Ditambah rasa ingin tahu mereka.
Ditinggal ibunya sebentar saja, bisa fatal akibatnya," sesal Djoko yang berpraktik di
Klinik International SOS, Jakarta. Contohnya, ibu dan si kecil duduk bersama di
meja makan. Tiba-tiba telepon berdering dan ibu beranjak untuk menerima telepon.
Tak lama, anaknya sudah menjerit karena tersiram kopi panas milik ibunya.

Kalau saja orang tua bisa mengantisipasi hal-hal di rumah yang bisa mencederai anak,
mungkin tak banyak anak yang akan menjadi korban. Berikut cara-cara
mengantisipasi bahaya di rumah, seperti yang disarankan Sudjoko.


                                            TERSEDAK
PADA usia tertentu, anak-anak selalu memasukkan apa pun di mulutnya. Hati-hati,
bisa membuatnya tersedak! Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua untuk
mencegah kejadian tersedak:

* Jauhkan anak dari barang-barang kecil dan mainan yang bisa dilepas menjadi
bagian-bagian kecil.

* Belilah mainan yang sesuai dengan umur dan keterampilan bayi. Memberikan mainan
untuk umur 2 tahun ke atas kepada bayi, sungguh mengundang risiko, karena
ukurannya yang kecil.

* Jauhkan mainan anak-anak yang lebih besar dari jangkauan si bayi. Bayi selalu
tertarik dengan benda berwarna yang cerah.

* Ajari si kakak untuk selalu menyimpan mainannya secara rapi pada kotak khusus
tertutup yang sudah disediakan.

* Periksa secara berkala semua mainan yang mungkin kendur atau sudah patah.
Bagian yang terlepas bisa mudah tertelan.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 10
* Setiap kali membersihkan lantai, pastikan tak ada benda kecil yang tertinggal
seperti peniti, uang logam, baterei, tutup botol, kuku, penjepit kertas, jepit rambut,
karet gelang, dan benda kecil lainnya.

* Hindari memakaikan baju yang penuh kancing atau aksesoris yang mudah ditarik.
Bila terlepas, bisa tertelan oleh bayi.

* Jangan memberikan permen, popcorn, kacang, dan makanan potongan kecil atau
butiran karena dapat membuat bayi tersedak, atau benda itu masuk ke dalam hidung.

* Selalu tunggui setiap kali bayi makan. Jangan memberi makan sembari ia bermain,
merangkak atau belajar berjalan.


                                          TENGGELAM
SERING terjadi bayi yang sudah mulai berjalan sendiri atau anak kecil tenggelam di
kolam renang milik orang tuanya. Ini karena minimnya pengawasan saat si bayi
bemain-main di dekat kolam renang. Agar anak terhindar dari bahaya tenggelam,
inilah yang perlu dilakukan orang tua!

* Gunakan ember dan air yang ukurannya disesuaikan usia anak. Jangan pernah
meninggalkan bayi sendirian sedetik pun di dekat bak mandi.

* Selalu buang air di dalam bath-up setiap kali usai menggunakannya. Bila sedang
mengisi bath-up, tutuplah pintu kamar mandi. Bila perlu, kuncilah untuk mencegah si
kecil merangkak masuk.

* Sekeliling kolam renang harus diberi pagar pengaman yang rapat dan pintu pagar
menuju kolam harus selalu terkunci.

* Selalu awasi si kecil bila ia berada di dekat air, meski di kolam yang khusus
untuknya sekalipun.

* Jangan terlalu berambisi mengajari bayi berenang sejak dini di kolam renang
umum. Usia yang paling disarankan adalah tiga tahun karena daya tahan tubuhnya
sudah lebih kuat menghadapi parasit dan bakteri yang mungkin ada di kolam renang
umum. Lagi pula, kalau diajarkan terlalu dini, orang tua biasanya "menggampangkan";
begitu si kecil sudah bisa ngambang atau berenang sedikit, dikiranya sudah aman
padahal belum tentu. Kelak, bila ingin memasukkan si kecil ke kursus renang, pilihlah
guru yang bersertifikat dan terlatih mengajar balita.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 10
                                           KESETRUM
YANG sering terjadi, anak kesetrum karena memasukkan benda logam ke dalam stop
kontak. Bahaya kesetrum bisa dihindari dengan cara-cara berikut:

* Kita harus rajin mencek setiap kabel-kabel listrik dan stop kontak yang ada di
rumah. Bila ada kabel yang mengelupas, segera ganti dengan kabel baru. Gantilah
stop kontak dengan model yang tertutup atau berpengaman. Misal, harus diputar
dulu bila hendak digunakan.

* Tutup stop kontak dengan barang-barang furnitur berat yang tak mudah digeser.

* Hindari peralatan listrik seperti mikser atau setrika dengan kabel menjuntai dari
jangkauan anak-anak.


                                            TERBAKAR
BAYI memiliki kulit yang lebih tipis dibandingkan anak-anak dan orang dewasa. Kulit
mereka lebih rentan terhadap luka bila terkena api atau tersiram sesuatu yang
panas. Yang sering terjadi, ibu membuat susu sambil tetap menggendong bayinya.
Bahayanya, jika si bayi meronta, maka botol susu yang sudah berisi air hangat akan
terguncang hingga airnya bisa menyiram si bayi. Apa yang buat kita tidak terasa
panas, buat si bayi bisa menyebabkan kulit jadi merah seperti halnya tersiram air
panas.

Supaya risiko terbakar atau terkena air dan benda panas dapat dihindari, lakukan hal
berikut:

* Selalu mengetes terlebih dulu panasnya air yang akan digunakan untuk menyeduh
susu atau memandikan bayi.

* Jika Anda sedang menikmati kopi atau teh, hindari sambil memegang bayi.

* Jangan sambil menggendong bayi bila sedang memasak. Si kecil bisa menarik
gagang panci atau meronta-ronta yang membuat konsentrasi Anda terpecah.

* Arahkan mulut teko ke dalam, untuk menghindari tertumpah ke bawah bila
tersenggol.

* Jangan sambil menggendong bayi bila sedang menyetrika.

* Simpan korek api dan pemantik api jauh dari jangkauan anak.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 10
                                                JATUH
SERING terjadi, bayi jatuh dari baby taffel atau tempat tidur, baik tempat
tidurnya sendiri atau orang tuanya. Agar si kecil tak sampai jatuh, orang tua
seharusnya:

* Tidak membiarkan si bayi (terutama yang sudah bisa tengkurap dan merangkak)
sendirian sedetik pun bila dia berada di tempat tidur, baby taffel, sofa atau kursi.

* Pasang pagar pengaman di tangga yang menuju ruang atas.

* Pasang tali pengaman di kursi bayi, dorongan bayi, kursi makan dan peralatan lain
yang dilengkapi tali pengaman. Meski hanya ditinggal membuat susu atau menerima
telepon, tetap pasangkan tali pengaman ini.

* Jika si bayi sudah mampu berdiri, lepaskan bumper (bantal pengaman) dari tempat
tidurnya karena akan dipakainya untuk memanjat.

* Untuk mengantisipasi si kecil jatuh dari tempat tidur, sejak awal belilah tempat
tidur yang bisa diatur ketinggiannya. Semakin besar si kecil, seharusnya semakin
rendah alas ranjangnya sehingga ia tidak bisa meloncati pagar pengaman tempat
tidur karena menjadi lebih tinggi. Kuncilah selalu pagar pengaman ini.

* Jangan gunakan baby walker. Ini penyebab bayi sering jatuh. Kalau kakinya sudah
bisa mengayuh, luncurannya bisa kencang. Nah, cedera biasanya terjadi karena jatuh
terjungkal atau menabrak benda-benda lain di rumah.

* Jangan taruh bayi dan kursinya di tempat tinggi, semisal di meja, di tempat yang
tidak rata atau di bangku yang tinggi. Jangan biarkan si kecil sendirian duduk di
kursinya.


           TERCEKIK DAN KEKURANGAN NAPAS
KASUS yang sering terjadi bayi kekurangan napas karena hidungnya tertutup oleh
bantalnya sendiri. Bahaya tercekik dan kekurangan napas dapat dicegah dengan cara:

* Taruh bayi di tempat tidur yang spreinya tidak kusut dan kasurnya tak terlalu
empuk agar tak timbul gelombang.

* Hindari bayi tidur dengan bantal-bantal yang bertumpuk di sekitarnya. Tumpukan
ini bisa rubuh lalu bantal menutupi jalan napasnya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 10
* Ikat semua tali yang menjuntai, seperti tali gorden, krei, tali sarung guling, dan
lainnya sehingga tak bisa dibuat mainan oleh si kecil. Bahaya tercekik bisa timbul
dari tali yang menjuntai.

* Jangan mengikatkan sesuatu pada lehernya, termasuk topi yang memakai tali
pengikat.

* Jangan memberikan mainan yang bertali atau mempunyai simpul-simpul yang bisa
dilepas.

* Simpan semua tas plastik, kantong plastik dari jangkauan bayi. Bahaya kekurangan
napas dapat terjadi bila bayi bermain tas plastik. Mereka memasukkan kepalanya ke
dalam plastik, padahal akibatnya ia bisa kekurangan napas karena defisit udara.


                                         KERACUNAN
BAHAYA keracunan yang sering terjadi pada anak adalah menelan obat berlebihan
(overdosis) karena orang tua menaruh obat sembarangan. Potensi keracunan lainnya
menelan cairan kosmetik ibunya, cairan pembersih untuk rumah dan cairan pembasmi
serangga, dan bahan beracun lainnya. Untuk menghindarinya, berikut yang harus
dilakukan:

* Taruh semua barang-barang yang menimbulkan potensi keracunan seperti bahan-
bahan pembersih, pewangi pakaian, pupuk, dan lainnya di tempat tinggi dan tak
mudah dijangkau. Bila perlu, kunci lemari khusus tersebut. Simpanlah tetap bersama
pembungkusnya. Biasanya, di situ tertera cara menanggulangi bila terhirup atau
tertelan.

* Hal yang sama juga berlaku dalam penyimpanan kosmetik, parfum, pencuci mulut,
pembersih muka dan peralatan kosmetik lainnya.

* Taruh bumbu dapur, kecap, sirup, dan minyak goreng di tempat yang terkunci pula.

* Demikian juga vitamin, obat-obat bebas, dan lainnya di tempat yang aman dari
jangkauan anak.

Seharusnya kemasan bahan yang beracun (toxic product) didesain sedemikian rupa
agar tak bisa dibuka oleh anak.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 10
      KENALI GEJALA AUTIS SEJAK
                DINI

Meski diagnosa baru bisa ditegakkan setelah si anak berusia 2 tahun, namun
gejalanya sudah bisa terlihat di usia sebelumnya. Orang tualah yang harus
sensitif mengamati perkembangan si kecil.


                                     Semua orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh
                                     sehat dan normal. Tak jarang meski sudah terlihat ada
                                     "sesuatu yang berbeda", orang tua tetap berusaha
                                     menentramkan hatinya dengan mengatakan, "Ah, tidak
                                     apa-apa. Bukankah setiap bayi perkembangannya memang
                                     berbeda-beda?" Atau dengan bahasa lainnya, "Paling-
                                     paling sebentar lagi dia juga bisa ngomong. Biasalah
                                     kalau anak laki-laki kan umumnya memang terlambat
                                     bicara."

Sikap seperti itu, tukas Dra. Adriana S. Ginanjar, MS., tentu saja kurang
bijaksana. "Penyesalan akan muncul belakangan seperti yang pernah saya alami. Jadi,
jangan tunggu sampai 'perbedaan' itu benar-benar terlihat nyata," ungkap psikolog
dari Pendidikan Terpadu Anak Autis Mandiga, sekaligus seorang ibu dengan putra
autis.

DETEKSI DINI

Meski secara umum gejalanya baru bisa terdeteksi setelah anak lewat usia 2 tahun,
bukan berarti tanda-tandanya tidak bisa terlihat lebih dini. "Memang sulit karena
pada dasarnya perkembangan kemampuan bayi belum sempurna. Orang tualah yang
harus jeli mengamati setiap tahap perkembangan anaknya," jelas staf pengajar di
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Secara umum ciri utama gangguan autis dapat dibedakan menjadi 3, yakni:

* Gangguan kualitatif pada interaksi sosial

- Gangguan yang jelas terlihat pada perilaku nonverbal, seperti kontak mata
terbatas, ekspresi wajah datar.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 10
- Tidak memberi respons bermain seperti anak-anak seusianya.
- Tidak dapat berbagi minat dengan orang lain.
- Kurang mampu melakukan interaksi sosial timbal balik.

* Gangguan kualitatif pada komunikasi

- Terlambat atau tidak mampu bicara, tanpa kompensasi penggunaan gesture (bahasa
tubuh). Misalnya saat menginginkan sesuatu, kalau bayi lain sudah bisa menunjuk,
anak ini tidak bisa melakukannya.

- Keterlambatan kemampuan bicara ini memang baru bisa terlihat jelas setelah anak
berusia di atas 2 tahun. Meski begitu, setidaknya bayi-bayi autis ini tidak
menunjukkan respons yang berarti saat diajak "ngobrol".

* Perilaku dan minat yang terbatas

- Minat yang terbatas dan abnormal dalam intensitas dan fokus.

- Terikat secara kaku pada ritual yang spesifik tapi tidak fungsional. Contohnya,
anak ini terlihat "bengong" berjam-jam melihat satu jenis mainannya.

- Gerakan yang stereotipik dan berulang, seperti flapping (mengepakkan tangan),
gerakan jari-jari, rocking (mengayunkan badan).

- Preokupasi atau memberi perhatian kelewat besar pada bagian dari benda.

WASPADAI GEJALANYA

Diagnosa autistik baru dapat ditegakkan bila sedikitnya ada 6 gejala dari ketiga
gangguan

tersebut. Untuk anak sampai usia 12 bulan, jelas Adriana, memang ciri-cirinya masih
agak sulit terlihat. Meski begitu, orang tua sebaiknya sudah waspada bila terlihat 3
gejala berikut pada bayinya:

· Kontak mata kurang, dalam artian kalau diajak bercanda atau diberi perhatian, anak
tidak bisa menatap mata orang yang memberi perhatian padanya.

· Belum bisa menunjuk sesuatu yang diinginkannya. Bila diberi suatu benda, anak akan
cenderung "menyimpannya" sendiri tanpa mau berbagi dengan orang lain.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 10
· Hiperaktif atau sebaliknya hipoaktif. Bayi dengan ciri hiperaktif tidak bisa diam
dan selalu bergerak. Sedangkan bayi hipoaktif menunjukkan ciri-ciri yang bertolak
belakang. Bila ditaruh di boks bayinya, ia hanya sibuk dengan benda-benda yang ada
di dekatnya tanpa peduli dengan hal lain di sekelilingnya.

Dengan adanya 3 indikasi tersebut, ada baiknya orang tua memberikan perhatian
lebih pada tahapan perkembangan anak. "Bila perlu bandingkan dengan bayi-bayi lain.
Misalnya apakah dia sudah mampu mengangkat kepala, tengkurap dan sebagainya,"
saran psikolog yang akrab disapa Ina ini.

LEBIH BAIK MENCEGAH

Bila gejala-gejala seperti tersebut di atas mulai nampak, segera bawa si kecil ke
dokter anak yang mendalami special needs untuk memastikan atau memberikan
rujukan pada dokter lainnya. "Memang lebih baik orang tua 'curiga' di awal. Syukur-
syukur kalau ternyata hanya keterlambatan biasa atau sekadar kurang stimulus.
Akan tetapi kalau ternyata memang benar ada gangguan, penanganan dini dapat
segera dilakukan," tegasnya. Sederhananya, manfaat yang didapat lebih banyak
dibanding mudaratnya dengan membawa anak ke dokter sedini mungkin bila
kecurigaan itu memang ada.

Ina kemudian menuturkan pengalaman pribadinya, "Jangan tunda-tunda untuk segera
memastikan apa yang menjadi penyebab keterlambatan perkembangan anak. Pada
kasus anak saya sekian tahun yang lalu, belum banyak informasi tentang autis.
Akibatnya, saat anak saya sudah berusia 4 tahun, saya baru sadar bahwa ternyata
perkembangannya memang berbeda sekali dengan anak normal sebayanya."

Menurut Ina, bila seorang dokter mengatakan bahwa si kecil baik-baik saja, namun
orang tua masih tetap "curiga", tidak ada salahnya mencari second opinion, third
opinion dan seterusnya. "Apalagi sekarang ini sudah banyak dokter yang mendalami
autis, sehingga diagnosanya lebih akurat dibanding zaman anak saya dulu," tuturnya.

RAGAM PENANGANAN

Setelah dipastikan bahwa si bayi mengalami gangguan autis, ada beberapa
penanganan yang dapat dilakukan. Berikut gambarannya secara ringkas:

1. Penanganan biomedis

Secara umum terapi yang diperkenalkan oleh Paul Shattock, Phd., dari Sunderland
University, Inggris ini adalah mengatur pola makan anak. Seperti diketahui anak
autis tidak dapat mencerna casein (protein susu) dan gluten (protein gandum) dengan




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 10
sempurna. Dengan pengaturan pola makan ini, diharapkan metabolisme tubuhnya
dapat diperbaiki.

2. Medikamentosa

Di tahun-tahun awal ditemukannya gangguan ini, pengobatan dengan medikamentosa
menjadi satu-satunya alternatif pengobatan bagi anak autis. Terapi menggunakan
obat ini ditujukan untuk mengurangi hiperaktivitas dan gangguan tidurnya sekaligus
pemberian stimulasi dini. Namun seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, banyak
orang tua yang mulai "takut" pada efek samping yang ditimbulkan dari beragam obat
ini.

3. Terapi sensory integration

Banyak anak yang dideteksi autis sejak dini dan menjalani terapi ini menunjukkan
kemajuan pesat. Menurut DR. Ayres yang mengembangkan terapi ini, pada dasarnya
anak-anak autis lebih sensitif. Baik berupa hipersensitif ataupun hiposensitif.
Terapinya akan disesuaikan dengan gangguan sensitivitas yang dialami masing-masing
anak. Sekadar gambaran, terapi yang dilakukan menggunakan alat-alat yang bisa
memberi input sensorik, mendukung terjadinya respons adaptif dan memperbaiki
fungsi batang otak.

4. Terapi ABA

Terapi ini dikembangkan oleh Lovaas, seorang psikolog dari Amerika. Pendekatannya
adalah behavioristik dengan melibatkan peran aktif orang tua ataupun pengasuhnya.
Terapi ini sudah terbukti efektif dilakukan pada anak autis di bawah 2 tahun.
Asalkan terapi dilakukan dengan benar selama 30-40 jam per minggu.

Memang tidak semua terapi dapat dilakukan maksimal pada bayi. Misalnya ada terapi
dimana anak dan terapisnya harus melakukan kegiatan tertentu yang belum dikuasai
bayi. Namun, tegas Ina, pada prinsipnya bila deteksi dini sudah dilakukan maka
penanganannya pun menjadi lebih terbuka. Contohnya diet, lebih mudah dijalankan
bila anak tersebut belum pernah merasakan sama sekali jenis makanan yang harus
dipantangnya ketimbang anak yang sudah pernah merasakan enaknya rasa susu
kemudian harus berpantang.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 11
 5 HAL PENTING BAGI BAYI YANG
     TAK BOLEH DIABAIKAN

Mempunyai bayi memang menyenangkan. Senyum dan mata beningnya
mengingatkan kita akan dongeng tentang bidadari. Nah, tahukah kita ada
banyak hal kecil yang seringkali luput dari perhatian orang tua. Apa saja?
Berikut di antaranya seperti yang dijelaskan Dr. M.V.Ghazali, Sp.A., dari
Kid's World, Jakarta.

           Sendawakan Setelah Menyusu

Hampir setiap jam bayi minum susu. Dari yang masih
minum ASI eksklusif sampai yang sudah ditambah
dengan susu formula. Aturannya setelah minum susu,
bayi harus disendawakan.

* Alasan Medis:

- Pada dasarnya refleks isap bayi belum terlalu bagus.
Akibatnya, bersamaan dengan saat mengisap ASI, boleh
jadi ada saja udara yang masuk. Belum lagi cara minum
ASI yang salah.

- Pemilihan ukuran dot yang tidak tepat pun bisa menyebabkan adanya udara yang
ikut terisap masuk bersamaan dengan susu yang diminum bayi dari botolnya.

Intinya udara yang ikut masuk ke dalam mulut saat minum susu itulah yang
berbahaya. "Secara teoritis, udara selalu mencari tempat yang lebih tinggi.
Banyaknya udara yang masuk dapat mendorong susu yang diminum muntah kembali,"
jelas dokter yang akrab disapa Vinci ini. Padahal posisi gerak bayi masih sangat
terbatas dan setelah minum susu biasanya langsung ditidurkan. Saat tergolek
seperti ini, muntahan susu dapat menutupi muara tenggorokan dan kerongkongan.

Harap diingat, refleks batuknya belum sempurna, hingga bayi bisa tersedak
muntahannya sendiri. Yang lebih membahayakan bila cairan tersebut masuk ke dalam
paru-paru. "Ini yang disebut respirasi pneumonia," lanjut Vinci. Oleh karenanya,
menyendawakan bayi setelah minum susu sangat penting.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                       hal 11
* Cara Melakukan:

Menyendawakan bayi tidaklah sulit, asal tahu cara-caranya sebagai berikut:

- Gendong anak pada posisi vertikal.

- Topang punggungnya di dada ibu.

- Satu tangan ditaruh di bawah pantat anak untuk menahan tubuhnya supaya tidak
melorot, sementara satu tangan lainnya digunakan untuk menyangga kepala dan
lehernya.

- Jari tangan yang posisinya di pantat anak digunakan untuk menepuk-nepuknya
supaya bersendawa.

- Posisi kepala anak harus berada di atas bahu ibu dan pastikan hidungnya tidak
tertutup bahu si ibu.

- Dalam 2-3 menit setelah "diberdirikan" seharusnya anak sudah bersendawa.
Dengan mudah ibu bisa memastikannya bila posisi mulut bayi tak jauh dari telinga
ibu.

- Untuk mudahnya, latihan berikut bisa dilakukan di depan cermin.

                                             Gunting Kuku

                                    Tak hanya orang dewasa saja yang perlu memotong
                                    kukunya, bayi pun harus melakukan hal yang sama.
                                    "Seringkali orang tua, apalagi orang tua baru, takut
                                    memotong kuku bayinya. Padahal kalau tidak dipotong
                                    justru banyak bahayanya," jelas Vinci.

                                    * Alasan Medis:

                         - Bayi sering merasa gatal, entah digigit nyamuk atau
                         alergi susu (dermatitis atopi). Kalau kukunya dibiarkan
                         panjang, bukan tak mungkin saat menggaruk bagian tubuh
yang gatal malah menorehkan luka di wajah atau bagian tubuh lainnya.

- Kuku yang dibiarkan panjang berpeluang menjadi tempat penumpukan kotoran.
Padahal tak jarang bayi memasukkan tangannya ke mulut. Kalau kukunya kotor tentu
saja kian banyak kuman yang ikut terbawa masuk.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                               hal 11
* Cara Melakukan:

Keengganan orang tua memotong kuku bayi umumnya akibat rasa takut atau perasaan
tidak tega. "Aduh, jarinya kan masih kecil banget. Apa iya aku bisa memotong kuku
tanpa melukainya?" Padahal ini bukan sesuatu yang teramat sulit kok, asal tahu
sejumlah triknya:

- Gunakan gunting kuku khusus untuk bayi.

- Untuk setiap kuku, potong terlebih dulu bagian ujung kiri dan kanannya, hingga
membentuk segitiga di tengah.

- Setelah itu barulah potong sisanya (kuku di tengah yang kini berbentuk segitiga).
Dengan cara ini, tidak ada sisa kuku yang tertinggal yang bisa menyebabkan radang
sela kuku.

- Setiap berapa hari kuku bayi perlu dipotong? Tidak ada patokan baku, tergantung
dari kecepatan tumbuh kukunya yang berbeda-benda antarindividu.

  Membersihkan Telinga dan Hidung

Telinga dan hidung memiliki banyak bagian yang
tersembunyi. Untuk menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan, kebersihannya harus tetap
terjaga. Dulu orang sering membersihkan kotoran
di hidung bayi dengan cara menyedotnya.
Amankah? "Dari segi kesehatan, jelas tidak.
Soalnya belum tentu mulut orang tua yang untuk
menyedot kotoran si bayi bebas kuman dan
bakteri. Makanya tindakan ini justru berpeluang
mentransfer kuman dari mulut orang tua ke hidung anak.

* Alasan Medis:

Secara normal hidung dan telinga manusia menghasilkan kotoran akibat kerja bulu
getar yang terdapat di dalamnya. Bulu-bulu getar itu laiknya ban berjalan yang
menyaring dan mendorong kotoran sampai ke muara. Di situlah kotoran tersebut
ditumpuk dan harus dibersihkan. Bahkan beberapa anak dengan bakat alergi,
tumpukan jumlah kotorannya lebih banyak. Bila dibiarkan saja, kotoran itu makin
lama makin bertumpuk dan mengeras. Akibatnya, selain kian susah dibersihkan,
tumpukan kotoran tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk bersemayamnya
berbagai macam penyakit.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 11
* Cara Melakukan:

- Tak perlu takut dan ragu untuk membersihkan kotoran di hidung dan telinga anak.
Percayalah, manfaatnya jauh lebih banyak daripada ketakutan saat mencoba
melakukannya pertama kali.

- Karena saluran telinga anak berbentuk vertikal dan melengkung, maka untuk
memudahkannya, tarik telinga anak ke belakang sehingga rata sebelum mulai
membersihkannya.

- Secara alami tubuh mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan sendiri kotoran
yang masuk. Demikian juga dengan telinga. Bila bayi bisa mengisap dengan benar saat
minum susu, maka bersamaan dengan itu proses pengeluaran kotoran sedang
berlangsung. Kotoran ini akan menumpuk di bagian permukaan.

- Bersihkan secara perlahan hanya di bagian luarnya saja tempat kotoran menumpuk.
Jangan coba-coba membersihkan terlalu dalam karena banyak organ vital yang
sangat sensitif di dalam telinga. Salah-salah bukannya bersih, tapi malah bisa
berakibat fatal.

- Sama halnya dengan telinga, hidung juga berkemampuan menumpuk kotoran yang
dihasilkan di muara hidung.

- Selama bulu getar masih bisa bekerja dengan sempurna, tak perlu khawatir ada
kotoran yang tertinggal jauh di dalam. Semuanya pasti terbawa keluar hingga dengan
mudah orang tua cukup membersihkannya di daerah tersebut.

- Cotton buds boleh saja digunakan sepanjang pemilihannya tepat. Yaitu yang
ujungnya tidak lancip, kapasnya tidak terlalu besar dan tak mudah lepas.

- Berapa lama sekali harus dibersihkan tergantung seberapa cepat kotoran tersebut
menumpuk kembali dan ini bisa berbeda pada masing-masing anak. Namun sekadar
acuan, dibersihkan setiap hari pun tidak masalah.

                               Popok Sekali Pakai (POSPAK)

Zaman sudah berubah. Beberapa puluh tahun lalu popok kain merupakan sesuatu yang
wajib dikenakan bayi. Sementara pengatur udara (AC) masih merupakan barang
mewah, hingga bayi mengeluarkan banyak keringat. Akibat dari banyaknya keringat
yang keluar, buang air kecilnya relatif sedikit. Namun kini dengan alasan praktis,
muncul tawaran popok sekali pakai (pospak). Banyak pihak menyangsikan tingkat




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 11
higienisnya bila sepanjang hari si kecil mengenakan pospak. Benarkah pantat si kecil
harus sesekali "diistirahatkan"?

* Alasan Medis:

- Dengan memakai popok kain, tiap kali BAK/BAB popoknya langsung basah. Bila tidak
segera dibersihkan, bayi akan merasa risih dan akibatnya menjadi rewel. Popok kain
membuat orang tua mau tidak mau harus sering menggantinya. Manfaatnya?
Kebersihannya lebih terjamin karena begitu popoknya kotor segera diganti.

- Beberapa bayi yang gampang alergi, penggunaan pospak bisa mendatangkan
masalah. Misalnya bahan/parfumnya membuat kulitnya gatal-gatal. Tekanan benang
karet di pinggang dan lingkar pahanya pun bila terlalu lama bisa membuat kulitnya
kemerahan dan gatal. Belum lagi dampak ruam popok dan sebagainya.

- Dari segi kebersihan, bayi yang menggunakan pospak bisa BAK/BAB tanpa membuat
basah sekitarnya. Seringkali kotoran tersebut sudah menumpuk. Berbagai bakteri
yang merupakan flora normal yang hidup dalam fases anak bisa terdorong ke depan,
sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Kadang
infeksi ini tidak disertai demam, hingga begitu terdiagnosa kondisinya sudah parah.

- Bila bayi seharian di rumah saja, tak ada salahnya memakai popok kain. "Tapi kalau
memang harus bepergian, memakai pospak pun tak apa, asal sering diganti supaya
kebersihannya terjamin."

* Cara Memilih:

- Pada dasarnya hampir semua merek pospak sama saja. Kalau ada yang menawarkan
kelembutan ekstra, memakai pori-pori sehingga pantat bisa "bernapas", sirkulasi
udara dengan teknologi tertentu dan sebagainya, "Itu hanya tambahan saja dan
tidak terlalu penting," tegas Vinci. Adapun kriteria memilihkan pospak yang
disarankan Vinci sebagai berikut:

- Pilih bahan yang tidak menimbulkan alergi. Ada anak yang alergi menggunakan
merek A, namun ada juga yang alergi merek B. Intinya, sesuaikan dengan kondisi si
kecil. Bahkan merek yang harganya paling mahal atau paling murah pun bisa
menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap anak.

- Pilihlah ukuran yang sesuai. Jangan terlalu sempit, tapi jangan juga kebesaran.
Pospak yang ukurannya tidak tepat hanya akan membuat anak merasa tidak nyaman.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 11
                                              Posisi Tidur

Orang dewasa pun menginginkan posisi tidur yang nyaman. Sebab dengan posisi yang
nyaman, tidurnya akan pulas dan tubuhnya kembali bugar. Bagaimana dengan bayi?

* Alasan Medis:

- Posisi tidur yang baik untuk bayi saat ini masih diperdebatkan, apakah telentang
atau tengkurap.

- Telentang, positifnya membuat anak bisa bernapas lega. Sedangkan negatifnya bila
ia muntah, justru berbahaya. Seperti sudah disebutkan di atas, anak bisa tersedak
muntahannya sendiri. Akibat selanjutnya adalah masuknya cairan tersebut ke paru-
paru dan mengakibatkan respirasi pneumonia.

- Tengkurap, positifnya relatif aman bila anak muntah karena muntahannya langsung
bisa keluar dan menghindarinya dari

bahaya tersedak. Seringkali orang tua khawatir kematian mendadak Sudden Infant
Death Syndrome (SIDS), karena anaknya tidur tengkurap, padahal tentu saja hal ini
tidak terjadi kalau caranya tepat.

* Cara Menanganinya:

-Telentang. Pastikan anak tidak muntah atau tersedak oleh muntahannya sendiri.
Ada baiknya cek kondisi anak tiap jam.

- Tengkurap. Bila si kecil sudah dapat memutar kepalanya ke kanan-kiri, anak bisa
ditidurkan dengan posisi tengkurap. Atau patokan lainnya adalah anak tersebut lahir
cukup bulan, tidak ada kelainan dengan sistem sarafnya.

- Pastikan di sekitar posisi tidurnya tidak ada kain yang bisa "menjeratnya".
Selimut/sprei yang kusut dapat menutupi hidung/mulutnya, hingga anak akan
kesulitan bernapas.

- Dengan posisi tengkurap, jangan gunakan bantal untuk menyangga kepalanya, sebab
bukan tak mungkin saat anak hendak memutar kepalanya, ia tersangkut bantal hingga
tidak bisa bernapas.

- Cek posisi tidurnya tiap jam sekadar untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik
saja.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 11
         METHYLMALONIC ACIDEMIA
  SEBABKAN BAYI GAGAL TUMBUH

Gangguan metabolisme umumnya ditunjukkan dengan berat badan yang tak
kunjung meningkat. Pada gangguan metabolisme yang disebut Methylmalonic
Acidemia (MMA), ASI dan susu formula biasa justru tak boleh dikonsumsi bayi


                                    Berat       badan bayi memang tidak berbanding lurus
                                    dengan kesehatannya. Namun jika si kecil tak kunjung
                                    mengalami kenaikan berat badan, orang tua harus segera
                                    waspada. Terlebih jika disertai gejala lain seperti
                                    susunya sering dimuntahkan, badan terkulai lemah, dan
                                    tonggak perkembangannya tidak berhasil dicapai. Bisa
                                    jadi si kecil gagal tumbuh akibat metabolisme tubuhnya
                                    terganggu.

                          Untuk menentukan apa yang menjadi faktor penyebab
terganggunya pertumbuhan anak, tentu membutuhkan observasi lebih dalam. Selain
untuk akurasi diagnosa, kemungkinan penyebabnya pun sangat banyak. Salah satunya
mungkin methylmalonic acidemia (MMA).

"Gangguan pertumbuhan merupakan salah satu gejala MMA," kata Dr. Naomi
Esthernita, Sp.A. Apa yang dimaksud dengan MMA? "MMA adalah suatu kelainan
metabolisme bawaan (inborn errors of metabolism). Yakni hambatan metabolisme
protein terutama asam amino esensial valine dan isoleucine untuk menjadi produk-
produk baru yang diperlukan tubuh," lanjut dokter spesialis anak dari RS Siloam
Gleneagles, Lippo Cikarang.

Dengan hambatan tersebut, berarti tubuh bayi tidak bisa menerima asupan ASI
maupun susu formula biasa. Bisa dibayangkan, betapa berat hidup si bayi jika harus
menerima asupan yang justru berakibat buruk bagi metabolisme tubuhnya. Hal ini
terjadi karena enzim yang mengubah asam metil malonat yaitu metylmalonyl CoA
mutase terlalu sedikit bahkan tidak diproduksi. Kemungkinan lain, faktor pendukung
yang diperlukan agar enzim dapat bekerja, yaitu vitamin B12, tidak memadai.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 11
WASPADAI GEJALANYA

Tidak semua gangguan yang terjadi dalam tubuh terlihat dengan mudah. Adakalanya
fakta itu jauh tersembunyi di dalam tubuh, hingga untuk menelisiknya pun
membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang cermat serta peralatan canggih,
seperti yang terjadi pada MMA. "Gangguan ini sangat sulit terdeteksi. Apalagi untuk
mendapatkan hasil laboratorium yang akurat mengenai adanya gangguan ini belum
bisa dilakukan di Indonesia," ungkap dr. Dwi Putro Widodo, Sp.A., dari RS Siloam
Gleneagles, Lippo Karawaci yang ditemui pada kesempatan terpisah.

Jadi paling tidak, waspadai indikator adanya gangguan pada anak, antara lain:

* Malas makan dan minum
* Makanan atau minuman yang masuk sering dimuntahkan
* Otot lemah
* Pertumbuhan dan perkembangan terganggu
* Infeksi jamur berulang
* Muka dismorfik
* Kadang-kadang terdapat pembesaran hati.

Namun memang, indikator tadi bukan merupakan gejala yang spesifik. Artinya, tidak
hanya gangguan MMA saja yang ditandai dengan gejala sejenis. "Kemungkinan
gangguan metabolisme tubuh dengan gejala serupa sangatlah banyak. Sementara,
pemeriksaan laboratorium di Indonesia belum cukup memadai. Oleh dokter nantinya
sampel darah akan dikirim ke laboratorium yang mempunyai fasilitas lebih lengkap
seperti di Australia untuk menegakkan diagnosa," lanjut Dwi.

Senada dengan Dwi, Naomi pun memberikan pendapatnya, "Jadi untuk mengetahui
secara dini, sebaiknya dilakukan skrining pada bayi baru lahir (newborn screening).
Caranya, gunakan noktah darah kering di kertas saring untuk dikirimkan ke
laboratorium yang berkompetensi untuk itu." Namun tentu saja biaya pemeriksaan ini
tidaklah murah. Mengingat kondisi masyarakat Indonesia, bisa dimaklumi jika tidak
banyak kalangan yang mampu melakukannya.

DITURUNKAN ORANG TUA

Rumitnya menelisik gangguan ini menyebabkan MMA sering lolos dari pengamatan
orang tua. Lain hal bila gejala yang menyertainya memang sudah sangat jelas. "Waktu
lahir, bayi dengan MMA biasanya normal sehingga sulit membedakannya dengan bayi
tanpa MMA," tutur Naomi.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 11
Meski gangguan ini sudah bisa ditemukan sejak bayi baru lahir, tapi umumnya
gejalanya baru timbul setelah si bayi mengonsumsi protein dari ASI atau PASI.
"Yang merepotkan, gejala sudah timbul sementara hasil pemeriksaan belum ada
mengingat proses pemeriksaan di laboratorium sedemikian rumit dan belum bisa
dilakukan di sini. Bila demikian, sebaiknya lakukan pembatasan asupan protein (antara
lain dari ASI dan PASI) untuk mencegah berlanjutnya gejala," lanjut Naomi.

MMA diturunkan secara autosomal resesif. Artinya, kedua orang tua membawa gen
abnormal, tapi tidak selalu menimbulkan gejala karena tertutup oleh kerja gen yang
normal. Baru jika kedua gen abnormal tersebut bertemu, maka si bayi yang
dilahirkan akan menderita MMA. "Orang tua yang terdeteksi mempunyai kelainan ini,
sebaiknya segera waspada begitu mempunyai bayi," saran Dwi.

Sedangkan faktor pola makan, gaya hidup, polusi dan sebagainya, menurut Dwi tidak
ada kaitannya dengan kasus ini. "Pola makan orang tua yang tidak benar saat hamil
tidak akan memunculkan kelainan ini pada bayinya. Jadi gangguan ini sepenuhnya
adalah faktor keturunan," papar Dwi.

Secara umum gangguan ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu gangguan yang terjadi
karena defisien (kekurangan) enzim atau karena defisien co-factor. Oleh sebab itu
penatalaksanaannya pun dibedakan menjadi dua, yakni:

* Defiasi enzim

Jika karena defisien enzim, maka dilakukan pembatasan asupan asam amino esensial
valine dan isoleucine dengan memberikan susu formula khusus pada bayi. Sebelum
susu formula khusus didapat, cairan makanan pengganti sementara akan diberikan di
bawah pengawasan dokter.

* Defiasi co-factor

- Jika defisien co-factor yang terjadi, cukup diberikan vitamin B12.
- Kondisi stres yang dapat menimbulkan katabolisme protein tubuh harus dihindari.

Selain itu, lanjut Dwi, bukan tidak mungkin bayi dengan MMA ini juga mempunyai
gangguan fungsi organ tubuh lainnya. "Dokter perlu mewaspadai. Misalnya gangguan
saraf otak, gangguan ginjal, dan sebagainya sehingga penanganannya bisa
menyeluruh."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 11
KASUSNYA JARANG

Seperti sudah disebut di atas, gangguan ini teramat sulit dideteksi. Namun, bukan
berarti kalau dibiarkan saja tidak akan membawa efek buruk seperti, "Yang jelas
terlihat adalah gangguan tumbuh kembang anak. Biasanya bayi terlihat kurus karena
sulit makan dan makanan yang masuk pun sering dimuntahkan. Bahkan dalam keadaan
stres dapat menyebabkan koma sampai kematian," kata Dwi.

Meski kasusnya tergolong jarang, sebaiknya orang tua tetap waspada. Untuk itu
Naomi menyarankan beberapa hal berikut:

* Kalau memang memungkinkan, sebaiknya lakukan newborn screening pada setiap
bayi baru lahir untuk mendeteksi adanya kelainan metabolisme bawaan secara dini,
termasuk kelainan MMA ini.

* Bila mempunyai bayi dengan gangguan pertumbuhan atau perkembangan, sebaiknya
konsultasikan pada dokter anak.

* Bila ada anggota keluarga yang mempunyai kelainan seperti itu, sementara
pasangan suami istri ingin punya anak lagi, sebaiknya lakukan konsultasi genetik
untuk mendeteksi kelainan ini melalui prenatal diagnosis.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                              hal 12
            5 LANGKAH AJAK SI KECIL
                BERSILATURAHMI

Lebaran adalah momen tepat untuk bersilaturahmi membina tali persaudaraan.
Tak hanya orang dewasa yang bisa melakukannya, bayi pun akan merasakan
sederet manfaat bila diajak bertemu banyak orang.


                                       Di tengah perayaan hari raya yang dihadiri sanak
                              saudara dan handaitaulan, kehadiran seorang bayi
                              pastilah akan menarik perhatian. Setiap orang ingin
                              menggendong, mencium dan membelainya. "Sebenarnya
                              boleh enggak ya, si kecil dikerubuti banyak orang
                              seperti itu?" tanya seorang ibu muda. "Mau melarang
                              takutnya     disangka     sombong.    Padahal    kalau
                              diperbolehkan bisa-bisa bayi saya berestafet dari satu
orang ke orang lain, dan akhirnya anakku jadi rewel. Bingung deh!"

Lantas bagaimana menyikapi kondisi ini? "Boleh-boleh saja kok bayi bertemu banyak
orang di hari Lebaran. Malah tidak sedikit lo, manfaatnya," ungkap Yanesthi
Hardini, S.Psi.

Ketika bayi diajak bertemu banyak orang, secara tidak sadar sebenarnya orang tua
sedang mengajarkan social skill kepadanya. "Gampangnya, social skill adalah
kemampuan manusia untuk bisa berhubungan atau bergaul secara baik dengan orang
lain."

Kemampuan seperti ini harus dikembangkan sejak dini karena bagaimanapun pintar
dan berbakatnya seorang anak, kebahagiaan dan kesuksesannya di masa depan akan
sangat tergantung pada bagaimana ia bisa bersosialisasi.

Keterampilan bersosialisasi tentu tidak bisa diberikan dalam sekali pengajaran,
melainkan butuh banyak pengulangan dan pengembangan metode dari orang tua.
Lebaran boleh dibilang merupakan salah satu momen yang menguntungkan, karena di
hari itu anak bisa belajar dan melihat langsung bagaimana cara berhubungan dengan
orang lain. Sesuai dengan usia dan tingkat pemahamannya, anak bisa melihat
bagaimana orang tuanya menjalin hubungan dengan banyak orang. Atau secara teori




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                              hal 12
diistilahkan, orang tua tampil sebagai model untuk anak. Sekaligus bayi bisa melihat
bagaimana orang lain menjalin hubungan dengan orang tuanya, juga dengan dirinya.

"Jadi, manfaatnya tidak sekadar membuat senang kerabat saja karena kehadiran
bayi yang menggemaskan dan keberadaannya sebagai anggota keluarga baru,"
ujarnya. Secara konkret ada beberapa keuntungan lain jika memanfaatkan momen
Lebaran:

* merasakan kegembiraan

Bayi bisa berkenalan dengan anak lain yang seusia atau kerabat lain yang lebih tua.
Saat berkumpul dengan anak lain, ia bisa melihat dan belajar langsung cara
bersosialisasi dengan orang lain. Kalau si bayi masih sangat kecil, gendonglah untuk
memperlihatkan apa yang dilakukan anak-anak lain. Jika suasananya menyenangkan,
maka bayi pun bisa ikut merasakan nuansa kegembiraan dan kebahagiaan yang ada di
sekelilingnya. Kalau si kecil sudah bisa merangkak atau berjalan, orang tua bisa
menemaninya bermain dengan anak-anak lain.

* mengenalkan nuansa keagamaan

Mengenalkan agama pada anak adalah salah satu tugas orang tua yang cukup berat
dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Butuh proses panjang yang sudah bisa
dimulai sejak anak masih berusia bayi. Momen Lebaran bisa dimanfaatkan orang tua
untuk mulai memperlihatkan pada anak bagian dari ritual keagamaan yang dijalaninya.

Memang sih manfaatnya tidak akan langsung terasa, karena bayi belum memahami
sepenuhnya apa arti bermaaf-maafan dan sebagainya saat bertemu banyak orang.
Namun setidaknya, orang tua bisa memperkenalkan nuansa keagamaan pada anak, dan
anak pun akan bisa merasakan sendiri perbedaan antara suasana Lebaran dengan
suasana sehari-hari.

* memperkenalkan keluarga besar

Kalau selama ini anak hanya tahu bahwa ia adalah bagian dari kehidupan ayah dan
ibunya, maka dengan momen Lebaran, orang tua bisa memperkenalkan bahwa banyak
sekali keluarga atau orang yang melingkupi kehidupannya. Apalagi bila selama ini si
kecil tidak sering bertemu dengan kakek, nenek, om, tante, dan sebagainya, maka di
momen Lebaran ia bisa bertemu lagi dan berinteraksi dengan mereka. Orang tua
memang tidak bisa mengharapkan bayinya mengenal langsung lingkaran keluarga
besar. Namun, yang pasti, ini adalah salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan
untuk mendekatkan anak pada keluarga besar.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
* menumbuhkan afeksi

Ketika bertemu dengan banyak orang, apalagi bertemu dengan keluarga besar,
banyak sekali bentuk afeksi atau perhatian yang diterima si kecil. Ia juga akan
memberikan afeksi dan perhatiannya kepada orang-orang yang berebut
mendekatinya dengan caranya sendiri. Entah itu dengan tertawa, menangis, bersikap
malu-malu dan sebagainya.

* belajar bahasa

Yang tak kalah penting, dengan bertemu banyak orang, anak akan terpacu untuk
belajar bahasa dan bicara. Anak akan menemukan/mengenal banyak sekali kosakata
baru. Orang tua tidak boleh lupa bahwa ketika anak belajar bahasa, ia tidak hanya
belajar berbicara melainkan juga belajar berkomunikasi melalui bahasa tubuh,
ekspresi wajah, bahasa isyarat, melambaikan tangan, dan sebagainya.

Ketika ia bertemu dan berkumpul dengan banyak orang dalam suasana Lebaran,
setidaknya anak akan belajar 2 jenis bahasa ini secara langsung. Memang sih,
mengingat usianya yang masih amat muda, mustahil anak langsung menunjukkan hasil
belajarnya. Ia akan menyimpan dulu pengalamannya dalam memori dan seiring dengan
perkembangannya nanti, kemampuan tersebut akan dikeluarkannya.

                                  5 LANGKAH PERSIAPAN

Meski tak banyak, beberapa hal berikut harus betul-betul dipersiapkan sebelum
mengajak si kecil bertemu banyak orang di hari Lebaran.

1. Pastikan tempat yang dikunjungi

Apakah satu tempat saja karena semua keluarga berkumpul di tempat tersebut atau
ada beberapa tempat yang perlu dikunjungi. Mungkin ada tempat yang letaknya agak
jauh atau di luar kota. Sebaiknya orang tua bisa membuat perencanaan untuk
silaturahmi Lebaran dalam waktu 2-3 hari, bukan dalam waktu 1 hari saja. Yang
utama, pertimbangkan kondisi si kecil.

2. Siapkan mental anak

Meski belum bisa menanggapi, orang tua bisa mengajak bayinya berbicara tentang
suasana yang akan dijumpainya. Berikan gambaran yang menyenangkan, misalnya,
"Nanti Adek akan bertemu kakek, nekek, pakde dan bude. Yang manis ya Sayang.
Jangan rewel ya, Nak. Pinter deh anak Mama."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                        hal 12
3. Jaga kondisi kesehatan anak

Ini perlu dilakukan jauh sebelum Lebaran tiba. Misalnya dengan menjaga pola makan
tetap teratur. Bisa saja karena puasa, secara tidak sadar orang tua mengubah pola
makannya. Contohnya, yang semula minum susu jam 6-7 pagi, sewaktu puasa berubah
menjadi jam 8 pagi karena ibu ngantuk dan tidur kembali sehabis sahur.

Perubahan yang tiba-tiba bisa menyebabkan bayi sakit atau rewel. Padahal saat
bertemu banyak orang, anak membutuhkan kondisi tubuh yang prima supaya tidak
mudah tertular penyakit atau jadi sakit gara-gara kelelahan.

4. Buatkan jadwal

Buat perencanaan matang untuk hari tersebut, kalau perlu di selembar kertas.
Jangan lupa tuliskan jadwal untuk anak dan orang tua. Pastikan ada waktu untuk
membangunkan anak, menyiapkannya bertemu kerabat, memberinya makan dan
minum, mempersiapkan perbekalan, dan sebagainya. Repot memang. Namun kalau
tidak direncanakan secara matang, kemungkinan besar orang tua akan heboh, serba
terburu-buru dan kemudian berimbas pada si kecil yang jadi rewel.

5. Siapkan kebutuhannya dalam satu tas khusus

1. Siapkan tas khusus berisi beberapa setel baju si kecil, popok/popok sekali pakai,
tisu basah, handuk, bedak, waslap, sabun, sampo, minyak telon, handuk, dan
sebagainya. Kenali kebiasaan dan temperamen si bayi. Kalau ia tidak tahan hawa
panas, ya sebaiknya siapkan baju yang agak tipis dan mampu menyerap keringat.
Jangan mentang-mentang Lebaran ia dipakaikan baju yang bahannya mengilat tetapi
tidak menyerap keringat. Dalam hal ini, tak ada gunanya mempertahankan gengsi dan
mengutamakan selera orang tua.

Perlengkapan yang dibawa akan bermanfaat karena anak harus meninggalkan rumah
untuk waktu yang tidak sebentar. Selain itu, jangan ketinggalan membawakannya
mainan kesayangan dan buku cerita. Benda-benda tersebut akan sangat berguna
untuk menghibur atau mengalihkan perhatian si kecil ketika rewel.

                           REWEL DAN PENANGANANNYA

Seringkali dalam suasana Lebaran, semua orang cenderung berebut menggendong si
kecil. Padahal ada satu-dua di antara mereka yang kondisinya sedang tidak sehat.
Kalau orang dewasa dengan kondisi semacam itu diizinkan untuk berdekatan, bahkan
menggendong si kecil untuk waktu yang cukup lama, bisa saja anak akan tertular.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
Sebaliknya, tegas-tegas melarangnya begitu saja memang kerap diikuti perasaan tak
enak. Apalagi ketemunya hanya setahun sekali, begitu alasan yang kerap diajukan.
Bagaimana sebaiknya? "Bagaimanapun, orang tua tetap perlu melarangnya dengan
mempertimbangkan kondisi anak. Hanya saja cara menyampaikan keberatan tersebut
betul-betul perlu diperhatikan, jangan sampai menyinggung perasaan."

"Dengan tutur kata yang lembut namun tegas, biasanya orang akan mengerti,"
tambahnya. Kalau ada satu-dua kerabat yang tetap ngotot, sebaiknya jelaskan bahwa
si kecil masih sangat mudah tertular penyakit. Tak ada salahnya orang tua tetap
tidak memperkenankan si kecil digendong atau dicium orang yang sakit.

Lalu kalau si kecil jadi rewel saat bertemu dengan banyak orang, apa yang harus
dilakukan? Orang tua biasanya tahu beberapa penyebab umum kenapa anak jadi
rewel. Mungkin karena kepanasan, bosan, tidak nyaman bertemu dengan banyak
orang, mengantuk, atau lelah. Antisipasi yang bisa dilakukan orang tua antara lain
dengan memberinya mainan kesayangan yang bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan
perhatian. Kalau tidak, bawalah ia lebih dulu ke ruangan yang relatif lebih sepi
sampai anak tenang.

Orang tua sebaiknya juga mengantisipasi batas kemampuan fisik bayi. Kalau ia
memang tidak terbiasa pergi terlalu lama, ya orang tua bisa mengatur berapa lama
waktu yang akan dihabiskan untuk beranjangsana. "Kalau dipaksakan hanya akan
mengakibatkan bayi tambah rewel. Apalagi di saat yang sama dia terus-terusan
dikerumuni kerabatnya."

Mengantuk pun bisa menjadi penyebab bayi rewel. Bisa saja karena keasyikan
bergurau dengan kerabatnya, tak terasa waktu tidurnya jadi terlewat. Untuk
mengantisipasi, bila sudah tiba waktu tidur, orang tua bisa minta izin meminjam salah
satu kamar saudara untuk meninabobokan si kecil. Kalau memang dekat, bisa saja
pulang dulu sebentar, kemudian baru sore atau malam harinya berangkat lagi
bersilaturahmi. Intinya, jangan memaksakan anak mengikuti jadwal orang tua.

Ada juga anak yang memang rewel setiap kali berada di tengah banyak orang.
Mungkin saja itu memang bagian dari temperamen atau kepribadian si bayi. Memang
ada lo bayi yang merasa tidak nyaman bila bertemu banyak orang. Untuk bayi-bayi
seperti ini sebaiknya jangan dipaksa, tapi bujuklah dan dampingi terus sambil
perlihatkan betapa menyenangkannya bertemu dengan kerabat di hari istimewa
semacam itu.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 12
           MERAWAT BAYI PREMATUR

Perawatan bayi prematur ternyata tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asal tahu
langkah-langkahnya, kondisi si mungil akan semakin mantap.


                                            Manusia boleh berencana, tapi Tuhan-lah yang
                               menentukan. Usia kehamilan boleh jadi sudah
                               dihitung cermat. Segala persiapan menyambut si
                               kecil pun sudah dilakukan. Namun belum genap
                               berusia 37 minggu, si jabang bayi sudah lahir
                               karena satu dan lain hal. Kelahiran yang lebih awal
                               dari waktu semestinya tentulah membawa
                               serangkaian efek. Tak heran kalau bayi prematur
perlu mendapat perawatan istimewa.

SAMAKAN PERSEPSI

Apa yang dimaksud bayi prematur, menurut dr. Hari Martono, SpA., adalah bayi
yang lahir belum cukup bulan.

Berdasarkan kesepakatan WHO, belum cukup bulan ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

* Kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 37 minggu.
* Sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 34 minggu.
* Amat sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 28 minggu.

Makin pendek usia kehamilan ibu, maka kemungkinan terjadinya komplikasi pada bayi
makin besar. Selain penggolongan berdasarkan usia kehamilan, ahli lain
menggolongkan bayi prematur berdasarkan berat badan saat lahir. "Bayi-bayi yang
lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram, ada yang mengategorikannya sebagai
bayi prematur," lanjut dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah, Jakarta ini.

BERAGAM MASALAH YANG MUNCUL

Salah satu alasan yang harus dipertimbangkan ibu hamil dalam memilih tempat
bersalin adalah kecukupan alat untuk membantu persalinan. "Kalau terlahir prematur,
mau tidak mau bayinya pasti dirujuk ke RS yang mempunyai peralatan lengkap,"



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                               hal 12
tambahnya. Mengapa harus begitu? Lebih jauh Hari menjelaskan, "Bagaimanapun bayi
yang terlahir belum cukup bulan, memiliki kemampuan beradaptasi yang masih sangat
rendah dengan dunia luar. Organ-organ tubuhnya pun belum berkembang sempurna."

Seharusnya, di minggu-minggu tersebut si bayi masih berada dalam kandungan
dengan segala kenyamanannya, dan bukan malah berjuang keras beradaptasi dengan
dunia luar. Sebagai akibatnya, jelas ada serangkaian dampak yang mungkin muncul
menyusul kelahiran yang belum waktunya:

* gagal napas (asfiksia)

Belum matangnya organ tubuh, terutama paru-paru, memungkinkan bayi prematur
mengalami gagal napas. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan resusitasi
(usaha bernapas kembali dengan pernapasan buatan atau pijat dan rangsang
jantung).

* gangguan otak

Bila gagal napas dibiarkan saja, bukan tak mungkin akibat yang lebih serius akan
dialami bayi prematur. Contohnya kerusakan pada otak yang merupakan organ tubuh
yang vital.

* pembuluh darah tidak menutup

Sebelum lahir, ada pembuluh darah yang digunakan bayi untuk bernapas. Pembuluh
darah ini seharusnya menutup dengan sendirinya begitu bayi lahir. Namun karena
lahir prematur, bisa jadi pembuluh darah tersebut tetap terbuka, sehingga
menimbulkan serangkaian masalah.

* saluran cerna belum berfungsi penuh

Saluran cerna yang belum matang juga akan menimbulkan dampak pada bayi
prematur. Ditambah lagi refleks isap dan kemampuan menelannya yang belum
berfungsi dengan baik. ASI bisa diberikan melalui pipet plastik bila bayi belum kuat
mengisap langsung dari ibunya. Setelah lahir, sebaiknya si bayi tidak dipuasakan
terlalu lama. Idealnya, sekitar 24-72 jam pertama ia sudah mendapat tambahan
nutrisi. Bila perlu, manfaatkan cairan infus.

* kuning

Fungsi hati yang belum maksimal akan menyebabkan hemoglobin menumpuk karena
tidak bisa diproses. Akibatnya, bayi menjadi kuning.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
* infeksi

Kalau bayi cukup bulan saja berkemungkinan memiliki daya tahan tubuh yang relatif
masih rendah, apalagi bayi yang lahir prematur. Salah satu masalah yang mungkin
timbul adalah mudahnya ia terkena infeksi.

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Yang pasti, bayi lahir prematur memerlukan perawatan yang lebih intensif, "Karena
dia masih membutuhkan lingkungan yang tidak jauh berbeda dari lingkungannya
selama dalam kandungan," kata Hari. Oleh karena itu, di rumah sakit bayi prematur
akan mendapatkan perawatan sebagai berikut:

* dimasukkan dalam inkubator

Inkubator berfungsi menjaga suhu bayi supaya tetap stabil. Akibat sistem
pengaturan suhu dalam tubuh bayi prematur belum sempurna, maka suhunya bisa naik
atau turun secara drastis. Ini tentu bisa membahayakan kondisi kesehatannya.
Selain itu, otot-ototnya pun relatif lebih lemah. Sementara cadangan lemaknya juga
lebih sedikit dibanding bayi yang lahir cukup bulan.

* pencegahan infeksi

Mudahnya bayi prematur terinfeksi menjadikan hal ini salah satu fokus perawatan
selama di RS. Pihak RS akan terus mengontrol dan memastikan jangan sampai terjadi
infeksi karena bisa berdampak fatal.

* minum cukup

Bagi bayi, susu adalah sumber nutrisi yang utama. Untuk itulah selama dirawat, pihak
RS harus memastikan si bayi mengonsumsi susu sesuai kebutuhan tubuhnya. Selama
belum bisa mengisap dengan benar, minum susu dilakukan dengan menggunakan pipet.

* memberikan sentuhan

Selama bayi dibaringkan dalam inkubator bukan berarti hubungan dengan ibunya
harus putus. Justru, ibu sangat disarankan untuk terus memberikan sentuhan pada
bayinya. Bayi prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu menurut penelitian
menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih cepat daripada jika si bayi jarang
disentuh.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
* membantu beradaptasi

Bila memang tidak ada komplikasi, perawatan di RS bertujuan membantu bayi
beradaptasi dengan lingkungan barunya. Setelah suhunya stabil dan dipastikan tidak
ada infeksi, bayi biasanya sudah boleh dibawa pulang. Namun, ada juga sejumlah RS
yang menggunakan patokan berat badan. Misalnya bayi baru boleh pulang kalau
beratnya mencapai 2 kg kendati sebenarnya berat badan tidak berbanding lurus
dengan kondisi kesehatan bayi secara umum.

5 LANGKAH PERAWATAN DI RUMAH

Setelah kondisinya memungkinkan dan memenuhi persyaratan, tentu saja bayi boleh
dibawa pulang. "Tapi untuk bayi prematur, sebaiknya 3 hari setelah dibawa pulang
segera kontrol kembali ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada masalah apa
pun selama kepulangannya."

Nah, apa saja 5 langkah yang harus dilakukan ketika bayi berada di rumah?

1. Minum susu

Bayi prematur membutuhkan susu berprotein tinggi. Namun dengan kuasa Tuhan,
ibu-ibu hamil yang melahirkan bayi prematur dengan sendirinya akan memproduksi
ASI yang proteinnya lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan bayi cukup bulan.
Kalaupun si ibu mengalami masalah dengan ASI-nya, ada susu khusus yang memang
diperuntukkan bagi bayi prematur. Yang harus diingat, karena kapasitas saluran
cernanya masih amat terbatas, maka pemberian susu sebaiknya jangan terlalu
banyak. Namun agar kebutuhannya tercukupi, tingkatkan frekuensi pemberiannya.

2. Jaga suhu tubuhnya

Salah satu masalah yang dihadapi bayi prematur adalah suhu tubuh yang belum
stabil. Oleh karenanya, orang tua harus mengusahakan supaya lingkungan sekitarnya
tidak memicu kenaikan atau penurunan suhu tubuh bayi. Langkah yang bisa ditempuh
dengan menempati kamar yang tidak terlalu panas ataupun dingin. Begitu juga saat
memandikannya, jaga jangan sampai air yang digunakan untuk memandikannya terlalu
panas atau terlalu dingin sehingga bakal mempengaruhi suhu tubuhnya.

3. Pastikan semuanya bersih

Seperti sudah disebutkan di atas, bayi prematur lebih rentan terserang penyakit
dan infeksi. Karenanya orang tua harus berhati-hati menjaga keadaan si kecil supaya
tetap bersih sekaligus meminimalisir kemungkinan terserang infeksi. Salah satu
langkah penting yang disarankan Hari adalah imbauan bagi siapa saja yang akan


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 12
memegang bayi supaya mencuci tangan terlebih dahulu. Kalau ada anggota keluarga
yang sakit pun sebaiknya jauh-jauh saja dari si kecil.

4. BAK dan BAB

BAK dan BAB bayi prematur masih terhitung wajar kalau setelah disusui lalu
dikeluarkan dalam bentuk pipis atau pup. Menjadi tidak wajar apabila tanpa diberi
susu pun bayi terus BAK atau BAB. Untuk kasus seperti ini tak ada jalan lain kecuali
segera membawanya ke dokter.

5. Berikan stimulus yang sesuai

Setelah dipastikan 4 hal di atas tidak ada masalah, orang tua tidak perlu khawatir
untuk melakukan aktivitas rutin lainnya. Semisal mengajaknya bermain, menimang,
menggendong dan sebagainya. Untuk merangsang indra penglihatannya, tunjukkan
perbedaan warna gelap dan terang, gambar-gambar dan mainan berwarna cerah,
serta ekspresi wajah ayah dan ibu. "Berikan stimulus yang sesuai dengan usianya,"
tandas Hari.

YANG HARUS DIWASPADAI

Namun Hari menegaskan mengenai adanya beberapa hal yang tetap harus diwaspadai
orang tua sehubungan dengan perawatan bayi prematur. "Yang paling dikhawatirkan
terjadinya infeksi," ungkapnya. Berikut beberapa tanda bahaya yang harus
diperhatikan:

* perubahan suhu

Perubahan suhu ini bisa tinggi, bisa pula rendah. "Pokoknya, kalau suhunya tidak
stabil, segera bawa ke dokter," sarannya. Pasalnya, perubahan suhu merupakan salah
satu tanda
terjadinya infeksi pada bayi.

* rintihan

Coba cermati suara tangis si kecil. Bila suara tangisnya menyerupai rintihan, hampir
bisa dipastikan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Rintihan ini bisa menjadi
"sinyal" awal terjadinya infeksi.

* refleks isap lemah

Kecurigaan berikutnya bila refleks isapnya menjadi lemah. Orang tua bisa



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 13
mendeteksi sendiri, biasanya bayi minum susunya seperti apa, sehingga perubahan
sedikit saja dapat segera terdeteksi.


         SETELAH DUA TAHUN, TAK ADA BEDANYA
Orang tua yang melahirkan bayi prematur tidak perlu cemas. Dengan perawatan yang
benar, bayi-bayi prematur dapat menyusul ketertinggalannya dibanding teman-
temannya yang lahir cukup bulan. "Ada masa di mana si bayi ini bisa 'mengejar'
ketertinggalannya," ungkap Hari. Jadi, jangan heran kalau di usia 2 tahun, orang
tidak dapat membedakan mana bayi yang lahir kurang bulan dengan bayi yang lahir
cukup bulan. "Kalau pertumbuhannya optimal, tidak bisa dibedakan lagi kok,"
tandasnya pula.




        DONGENG AKTIFKAN SIMPUL
                 SARAF

Bayi-bayi yang rajin didongengi terbukti memiliki simpul saraf (myelin) yang
lebih aktif. Sudahkah Anda melakukannya?

                                    Sejak si kecil masih dalam kandungan, Rika sudah biasa
                                    mendongeng untuk anaknya. Banyak hal yang diceritakan,
                                    mulai dari aktivitas yang sedang dilakukannya sampai
                                    cerita-cerita sarat pesan moral yang dibaca dari beragam
                                    buku. Hingga anaknya lahir, Rika masih terus melakukan
                                    kebiasaan tersebut. Sambil memandikan, menyuapi dan
                                    bersiap tidur pun, ibu satu anak ini menyelipkan satu-dua
                                    cerita. Hasilnya? "Saya lihat perkembangan anak saya
                                    lebih cepat dibanding bayi-bayi seusianya. Saya rasa
                                    memang banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan
                                    mendongeng pada anak sejak bayi," ujarnya.

Ada lagi contoh nyata: seorang mempelai perempuan memilih satu lagu khusus untuk
mengiringi pernikahannya. Ketika ditanya alasannya, dengan lugas ia menjawab, "Lagu



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 13
ini rasanya akrab sekali di telinga saya. Katanya sewaktu bayi saya sering didongengi
cerita yang tertulis sebagai syair lagu ini." Wah, masa sih efek dongeng pada bayi
bisa sedahsyat itu?

AKTIFKAN SIMPUL SARAF

"Dari banyak penelitian sudah dibuktikan bahwa mendongeng pada anak memang
banyak sekali manfaatnya. Jangankan sejak bayi, bahkan ketika si anak masih dalam
kandungan pun mendongeng sudah bisa dilakukan," ujar Andi Yudha Asfandiyar,
seorang pemerhati anak yang sudah berulang kali mengikuti seminar tentang dongeng
di berbagai negara. Jadi kalau ada pertanyaan mulai kapan bayi bisa didongengi,
jawabannya adalah sejak indra pendengaran bayi mulai berfungsi di dalam kandungan.

Ibarat sebuah gelombang radio, dengan bercerita pada anak berarti orang tua
mengirim sinyal pada buah hatinya. "Kalau dilakukan dengan ketulusan hati,
'transmisinya' jadi semakin kuat. Anak bisa merasakan meski belum memahami
sepenuhnya," tambahnya.

Di beberapa kesempatan, Andi Yudha selalu menekankan bahwa dongeng bisa
mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan mental
anak. Ia lantas menguraikan manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas mendongeng
pada bayi:

* mengaktifkan simpul saraf

Banyak penelitian membuktikan, cerita-cerita yang didengar anak sejak bayi dapat
mengaktifkan simpul-simpul saraf di otaknya (myelin). Cara kerjanya sederhana saja
kok. Seperti halnya senam otak, banyaknya informasi yang didapat anak dapat
membuat otak si kecil menjadi lebih aktif. Ini pun berimbas pada perkembangan IQ-
nya.

* merangsang indra

Dongeng yang disampaikan dapat merangsang indra bayi, terutama indra
pendengaran dan penglihatan. Banyak pakar yang sependapat bahwa 5 tahun pertama
dalam kehidupan anak merupakan masa emas atau masa sedang giat-giatnya anak
menyerap berbagai hal yang didengar dan dilihat. Jadi, meski belum bisa memberikan
respons yang berarti, semua cerita yang disampaikan orang tua akan ditangkap oleh
indra pendengaran dan penglihatannya untuk kemudian direkam dalam memorinya.
Kedua indra tersebut juga jadi terlatih menangkap sedemikian banyak informasi.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 13
* perkembangan lebih cepat

Banyaknya informasi yang didapat oleh bayi bisa mengoptimalkan pertumbuhannya.
"Jangan heran kalau bayi yang lebih sering mendengar cerita nantinya jadi lebih
cepat tengkurap, merangkak dan sebagainya. Itu semua akibat perkembangan
otaknya lebih optimal karena banyaknya rangsang yang diterima," lanjut Andi Yudha.

Perkembangan kemampuan ini tidak berhenti sampai di usia bayi saja. Setelah anak
tumbuh lebih besar pun banyak manfaat yang masih terasa apabila dongeng sering
diperdengarkan pada bayi. "Paling tidak, karena perkembangan otaknya optimal,
stimulus apa pun yang diajarkan padanya akan ditangkap lebih cepat."

* lebih peka

Selain perkembangan kemampuan fisik dan intelektual, bayi-bayi yang sering
mendengarkan orang tuanya bercerita diyakini akan tumbuh menjadi anak yang lebih
peka. Seiring dengan pertambahan usianya, kepekaan ini akan mendukung sederet
sikap positif lainnya, seperti rasa ingin tahu, percaya diri, sikap kritis, kemauan
eksploratif, dan sebagainya. Dengan kata lain kecerdasan emosional, spiritual, dan
ketahanan mentalnya kian terasah. Memang, tidak semua manfaat positif langsung
terasa pada anak sejak bayi karena ada sifat-sifat yang mungkin baru terlihat
setelah si anak tumbuh besar.

TAK HANYA MEMBACAKAN BUKU

Banyak yang beranggapan mendongeng untuk bayi hanya bisa dilakukan dengan cara
membacakan buku cerita. "Padahal tidak hanya sebatas dengan membacakan buku,"
tandas pendongeng yang baru berkeliling ke beberapa kota besar di Indonesia untuk
mendongeng di Taman Kanak-Kanak.

Jadi, bagaimana lagi dong cara mendongeng untuk bayi?

1. Sambil beraktivitas

Momen-momen saat bayi makan, mandi, dipangku, ditimang, dan sebagainya bisa
dimanfaatkan untuk mendongeng. "Jadi, tidak harus membacakan cerita sebelum
tidur. Kalau harus selalu seperti itu sih, bisa-bisa orang tuanya yang tidur duluan,"
kelakar Andi. Kendati begitu, boleh-boleh saja membacakan buku cerita tertentu
untuk bayi, tapi tidak mutlak harus menggunakan cara tersebut.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 13
2. Gunakan alat bantu

Gunakan alat bantu supaya dongeng menjadi menarik, selain memberi manfaat lebih
untuk merangsang indra bayi. Misalnya dot susu yang sudah tidak terpakai
diandaikan sebagai topi atau sepatunya sebagai rumah-rumahan. Demikian halnya
dengan kapas, popok, botol sampo, dan sebagainya yang bisa dimanfaatkan sebagai
pendukung cerita. Kelebatan benda-benda dengan warna yang berbeda-beda itu akan
menarik perhatiannya sekaligus merangsang penglihatannya. Selain itu, biarkan si
kecil memegang dan merasakan tekstur alat bantu dongeng tersebut yang amat
bermanfaat untuk merangsang indra perabanya.

3. Mainkan intonasi suara

Intonasi suara yang berbeda-beda amat bermanfaat bagi indra pendengarannya.
Selain itu intonasi yang berbeda-beda ini akan membuat cerita menjadi lebih
menarik. "Coba bandingkan antara cerita yang dibacakan orang tua dengan suara
datar sambil terkantuk-kantuk dengan cara bertutur yang amat hidup dan variatif.
Ada suara tinggi untuk tokoh A, suara rendah untuk tokoh B, suara cempreng untuk
tokoh C, dan sebagainya," saran Andi Yudha.

4. Tambahkan gerakan

Gerakan pantomim sederhana juga bisa disisipkan saat mendongeng. Misalnya ketika
bercerita tentang kuda melompat, orang tua dapat menyontohkannya dengan gerakan
melompat disertai ekspresi muka yang mendukung. "Tak perlu belajar pantomim
secara khusus. Cukup gerakan sederhana saja asal mendukung cerita," lanjut Andi.
Biarkan anak belajar berimajinasi sesuai dengan usianya. Bila si kecil sudah bisa
membuat beberapa gerakan, tak ada salahnya memanfaatkan hal tersebut.

5. Libatkan perasaan

Seperti sudah disebutkan di atas, ketulusan orang tua bisa menjadi "transmisi" yang
kuat untuk mengirim sinyal pada bayi. Ikatan batin bisa dibangun dari aktivitas
tersebut. Begitu juga rasa sayang dan perhatian orang tua dapat terungkap di situ.
"Banyak orang tua yang sekadar mengikuti teori untuk membacakan cerita pada
bayinya meski sedang jengkel atau lelah. Jangan salah, bayi bisa merasakan itu
semua lo," kata Andi.

6. Semua hal bisa diceritakan

Ingat, tidak cuma cerita yang sarat dengan pesan moral yang bisa didongengkan pada
si kecil. Kejadian sehari-hari yang paling sederhana pun bisa diceritakan. Misalnya
saat mengganti popok, menyuapinya, mengajaknya jalan-jalan di taman kompleks dan


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 13
sebagainya. "Untuk usia ini, cerita dengan pesan moral boleh saja sesekali
diperdengarkan, tapi tidak tiap kali bercerita harus ada tokoh antagonis dan
protagonisnya," tukas Andi. Cerita yang mau didongengkan bisa disiapkan sebelumnya
dengan menyontoh buku. Bisa juga spontan karena ada kejadian menarik saat itu.
Intinya, banyak hal bisa dijadikan cerita untuk si kecil.

7. Batasi waktunya

Rentang perhatian dan konsentrasi bayi masih sangat terbatas. Itulah sebabnya,
tidak disarankan untuk membacakan si kecil buku cerita yang tebal sampai selesai.
"Cukuplah selama 2-5 menit sebagai permulaan," sarannya. Meski waktunya singkat,
tapi kalau frekuensinya sering, lebih terasa manfaatnya.

8. Kesabaran

Satu hal yang juga harus menyertai kegiatan mendongeng adalah kesabaran ekstra.
Bagaimana tidak? Karena respons yang ditunjukkan bayi sering tidak terlihat.
Berbeda dari anak yang usianya lebih besar, yang responsnya sudah lebih jelas,
semisal senang, sebal, tertarik dan sebagainya.

Jadi, orang tualah yang harus jeli mengamati situasi, apakah bayinya sedang "enak"
didongengi atau sebaliknya. "Cari kesempatan yang enak bagi orang tua maupun
bayinya," saran Andi pula.

JANGAN SALAH PILIH

Meski memberi sederet manfaat, ada beberapa hal yang mesti dicermati kala
bercerita pada bayi. Yang pasti, orang tua harus pandai memilah-milah bahan cerita.
Jauhkan cerita yang dapat berdampak negatif, seperti cerita tentang menjelek-
jelekkan kelemahan orang lain. "Yang seperti ini ya tidak benar. Kalau yang
diceritakan tidak pas, bisa-bisa malah mengganggu perkembangannya," tukas pria
yang pernah mengikuti pelatihan mengenai masalah anak-anak atas undangan ACCU-
UNESCO, di Tokyo, Jepang ini.

Lalu, cerita apa lagi yang sebaiknya tidak didengar anak? "Antara lain, keluh kesah
orang tua, baik mengenai keharmonisan rumah tangga maupun masalah finansial.
Contohnya, ibu yang curhat pada bayinya mengenai sang mertua. Yang seperti ini
jelas kurang bijaksana disamping tentu saja sama sekali tidak bermanfaat bagi
anak," tandasnya.

Selain itu orang tua harus menyadari bahwa di usia ini bayi begitu cepat menyerap
semua informasi. Kalau sampai ada informasi yang keliru, bisa jadi efeknya tidak




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 13
langsung terlihat saat itu juga, melainkan setelah si bayi tumbuh lebih besar. Runyam
kan?




               KIAT MENGHADAPI BAYI
                    "ISTIMEWA"

Banyak orang tua yang secara tidak sadar memperlakukan bayinya secara
berlebihan. Dengan dalih kasih sayang, segala sesuatu disediakan bagi si kecil,
termasuk yang belum dibutuhkannya.


                                   Memang           ada banyak alasan mengapa seorang bayi
                        menjadi begitu istimewa dalam keluarga. Bisa jadi ia
                        adalah anak pertama, cucu pertama, anak laki-laki atau
                        perempuan satu-satunya, anak tunggal, atau bayi yang
                        sudah sangat lama didambakan kehadirannya. Dewi (45)
                        yang sudah menunggu kehadiran sang buah hati selama
                        belasan tahun, mengatakan, "Saya sudah menunggu sangat
                        lama dan bisa jadi dia adalah anak satu-satunya mengingat
                        usia saya sudah tidak memungkinkan lagi untuk hamil. Pada
                        siapa lagi saya harus mencurahkan kasih sayang? Masak
memperlakukan dia dengan istimewa disebut berlebihan sih?"

Lain lagi komentar Tiur (38), "Saya sudah dikaruniai empat anak perempuan, dan
sekarang    lahir   si    bungsu    laki-laki. Bagaimana     mungkin   saya    tidak
mengistimewakannya? Untuk menda-patkan anak laki-laki perjuangan yang kami
lakukan tidak sedikit lo. Apalagi dalam adat kami anak laki-laki memang mahal sekali
harganya. Jadi ya wajar sajalah kalau saya membelikan barang-barang yang sedikit
lebih mahal dibanding kakak-kakaknya."

Dari dua contoh di atas, salahkah limpahan kasih sayang maupun materi yang
diberikan orang tua kepada bayi-bayi istimewa ini? "Masalahnya bukan salah atau



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 13
benar, tapi orientasinya harus lebih ke anak. Apakah semua itu memang
dibutuhkannya, atau justru kebutuhan orang tua," tukas Dra. Shinto B. Adelar,
MSc., psikolog anak dari RS Internasional Bintaro, Banten.

TUJUAN PENGASUHAN ANAK

Seorang bayi tentu saja belum bisa protes atas perlakuan orang dewasa di
sekitarnya. Apakah pemenuhan kebutuhannya diberikan secara berlebihan atau
bahkan kekurangan, ia hanya bisa pasrah dan menerima semuanya. Oleh sebab itu,
konsep orang tua maupun orang dewasa di sekitarnyalah yang harus dikaji lagi dalam
menyambut si bayi istimewa ini.

"Orang tua harus ingat tujuan dari pengasuhan anak. Kalau tujuannya adalah
mendidik anak supaya tumbuh menjadi pribadi dewasa dan mandiri, seharusnya
mereka sadar perlakuan seperti apa yang menghambat pencapaian tujuan tersebut,"
lanjut Shinto. Kalau melimpahi anak dengan kasih sayang dan materi yang berlebihan
diyakini akan merusaknya, ya sebaiknya jangan dilakukan.

Dalam hal ini, orang tua harus bisa mendidik dirinya sendiri terlebih dulu untuk
mengetahui mana yang penting dan dibutuhkan anak dalam setiap tahapan
perkembangannya. "Selanjutnya, penuhi kebutuhan tersebut secara wajar tanpa
perlu berlebihan."

Kadang memang sulit memenuhi kebutuhan secukupnya karena manusia selalu saja
punya alasan. Contohnya, "Ah, cuma sekali ini saja kok." Padahal berawal dari kata
"cuma" itulah sederet dampak buruk bisa muncul di kemudian hari.

6 LANGKAH PRAKTIS

Secara sederhana Shinto memberikan gambaran bagaimana memenuhi kebutuhan
bayi secukupnya. "Meski mungkin saja orang tua bisa memberikan apa pun yang
diminta anak, tapi tanyakan lagi pada diri sendiri, apakah hal tersebut memang
bermanfaat dan efektif bagi perkembangan si anak atau tidak? Kalau segala sesuatu
yang serbalebih itu nantinya justru merugikan anak, ya jangan lakukan."

Berikut patokan-patokan yang disarankannya:

1. Beri kasih sayang secukupnya.

Orang tua memang harus menyayangi anaknya, tapi ingat kasih sayang yang
berlebihan justru tidak bijaksana. Misalnya saking sayangnya, setiap kali merengek
anak langsung digendong, ditimang, sehingga anak jadi terlena dengan enaknya
digendong dan ditimang. Kebiasaan ini dalam jangka panjang akan membuat anak "bau


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 13
tangan", alias selalu minta digen-dong dan ditimang. Mengekspresikan rasa sayang
pada anak pun ada batasnya, yaitu pertimbangan apakah hal tersebut nantinya akan
merugikan anak itu sendiri atau tidak. Intinya, amati apakah kebutuhan tersebut
memang diperlukan anak atau justru hanya memuaskan keinginan orang tua. Menurut
Shinto, "Bayi memang butuh didekap, dipeluk, dicium dan sebagainya. Tapi jangan
keliru ada juga orang tua yang maunya sepanjang hari menciumi bayinya terus,
padahal jelas kebutuhan bayi tidak setinggi itu."

2. Jangan beri pujian berlebihan.

Karena senang mendapatkan anak perempuan, maka segala puja-puji begitu mudah
dihamburkan. "Wah anak Mama paling cantik sedunia." Faktanya tentu saja tidak
seperti itu. Meski belum mengerti, berikan pujian pada bayi sesuai kebutuhannya.
Misalnya setiap ada kemajuan dalam perkembangannya barulah berikan pujian. "Wah,
pintar ya, Adek sudah bisa tengkurep." Akan tetapi jangan pernah memberikan
pujian dengan maksud sebaliknya. Contohnya, "Wah, pintar ya kamu. Sehari ini sudah
pipisin Mama 4 kali." Yang seperti ini tentu saja sangat tidak mendidik.

3. Beli perlengkapan bayi sewajarnya.

Perlengkapan sehari-hari, seperti baju, popok, handuk dan sebagainya sebaiknya
dibelikan dalam jumlah sewajarnya. Ingat, perkembangan fisik bayi sangat cepat,
jangan sampai ada baju yang belum pernah dipakai sama sekali, tapi begitu ingin
dipakai sudah tak muat lagi. Singkirkan pula dorongan dalam diri orang tua untuk
membelikan bayinya barang-barang "bermerek". Disadari atau tidak kebutuhan akan
barang-barang "bermerek" lebih pada kebutuhan orang tua dan sama sekali bukan
dalam diri si bayi.

4. Sediakan Aneka permainan sesuai kebutuhan.

Di usia bayi, kebutuhan anak akan beragam mainan utamanya adalah mainan yang bisa
merangsang panca indera. Sediakan saja mainan yang memang bermanfaat untuk
perkembangan tersebut. Misalnya mainan dengan bunyi-bunyian, atau mainan yang
terbuat dari bahan bertekstur halus dan kasar. Menjadi berlebihan kalau orang tua
sampai merasa perlu membelikan bayinya boneka yang ukurannya jauh lebih besar
dari tubuh si anak sendiri. Selain tidak bermanfaat untuk perkembangannya, si bayi
pun belum bisa memainkannya. Jadi, sama sekali tidak memberi manfaat bukan?




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 13
5. Lengkapi kamar bayi dengan tidak berlebihan.

Ada juga orang tua yang menyambut kehadiran bayi istimewanya dengan membuatkan
kamar tidur yang superluas dengan dekorasi yang sangat meriah. Ini pun menjadi
mubazir bila ternyata si bayi masih disusui dan tidur sekamar dengan orang tuanya.

6. Tak perlu memberi makan/minum secara berlebihan

Ada juga orang tua yang sebentar-sebentar memberi anaknya makan/minum secara
berlebihan. Dalam pikiran orang tua, ia takut kalau anaknya kelaparan dan kehausan.
Jelas ini tidak benar. Bagaimanapun juga, memberi makan/minum secara berlebihan
justru akan mengganggu ritme kerja tubuhnya. Sebaiknya buatkan jadwal makan dan
minum anak. Yang juga perlu diingat, kebutuhan makan/minum bayi tidak bisa
disamakan dengan orang dewasa.

GANGGU PERKEMBANGAN

Tak bisa dipungkiri, bayi-bayi istimewa akan mendapat perlakuan berlebih dari
lingkungannya. Entah orang tua, kakek-nenek, om-tante dan sebagainya. Padahal
segala sesuatu yang berlebihan dapat memunculkan dampak yang tidak diharapkan.
Dengan mengetahui apa saja dampak yang mungkin ditimbulkan, hendaknya orang tua
berpikir ulang sebelum menyesalinya di kemudian hari. Antara lain, inilah dampak
yang mungkin ditimbulkan:

* "menyusahkan" orang tua

Dalam jangka pendek, dampak ini pun sudah bisa dirasakan. Si bayi jadi menuntut
untuk selalu diistimewakan. Misalnya anak tidak bisa tidur sebelum
ditimang/digendong atau popoknya basah sedikit saja ia sudah langsung "heboh".
Akibatnya, orang tua sendirilah yang akan merasa direpotkan.

* menuntut kasih sayang secara berlebih

Karena terbiasa menerima limpahan kasih sayang secara berlebih, jangan heran bila
bayi istimewa ini pun akhirnya memiliki tuntutan akan kasih sayang secara berlebih
pula. Biasanya bayi jadi gampang rewel bila tuntutannya tidak terpenuhi.

* tak mampu menunda pemenuhan kebutuhan

Setiap kali memerlukan sesuatu, si bayi dengan begitu mudah mendapatkannya,
bahkan sering dalam porsi berlebihan. Pembiasaan ini hanya akan membuat si kecil
terpola untuk tidak mau menunda keinginannya. Atau dalam bahasa Jawa sering
diistilahkan sak dek sak nyet, yakni apa pun yang dimintanya saat itu harus tersedia


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 13
saat itu juga. Kalau memang selalu tersedia sih tidak jadi masalah. Namun bagaimana
kalau suatu saat orang tua atau lingkungan tidak bisa memenuhinya? Kebiasaan buruk
ini jelas akan berimbas pada si anak yang akan mengalami keterlambatan kedewasaan
dibanding usianya.

* daya juang rendah

Lantaran telanjur diistimewakan, anak jadi tidak terbiasa memperjuangkan segala
sesuatu dengan usahanya sendiri. Mau apa-apa tinggal teriak dan menangis lantas
semua orang dengan tergopoh-gopoh akan membantunya. Selain daya juangnya jadi
rendah, bukan tidak mungkin hal ini berpengaruh pada perkembangan fisiknya. Kala
belajar tengkurap, berjalan dan sebagainya, anak jadi gampang menyerah, padahal
usahanya belum membuahkan hasil.

* kurang inisiatif

Anak istimewa ini pun nantinya akan tumbuh menjadi individu yang kurang inisiatif.
Bahkan ia tidak tahu apa kemauannya karena sudah terbiasa segala sesuatunya
tersedia tanpa perlu diminta.

MASIH BISA DIPERBAIKI

Bila Anda telanjur memperlakukan si bayi dengan previlese berlebih, tak perlu cemas
karena dampak-dampak tersebut masih bisa diatasi. "Walaupun jika sudah menjadi
kebiasaan, tentu akan lebih sulit mengatasinya," ujar Shinto.

Caranya, sadari bahwa perlakuan terlalu istimewa yang diberikan kepada bayi justru
akan merugikan dirinya sendiri. Setelah itu, secara perlahan kebiasaan yang sudah
mulai terbentuk mau tidak mau harus diubah. Misalnya sebelum ini kalau mau tidur
anak harus digendong dulu, cobalah untuk langsung menidurkannya di tempat tidur.
Awalnya pasti sulit, anak jadi rewel dan sebagainya. "Di sinilah dibutuhkan
konsistensi orang tua. Kalau memang mau anaknya jadi baik, ya harus disertai usaha
keras," tukasnya.

Biasanya, sekali-dua kali orang tua masih mau mencoba, tapi selanjutnya menjadi
tidak sabar dan patah arang. Tentu saja patah arang harus diatasi karena kunci
sukses selanjutnya adalah kesabaran. "Percayalah, karena masih bayi, semuanya
masih bisa dikoreksi," tandas Shinto.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
                 LAIN ORANG TUA, LAIN PULA SAUDARA

Kadangkala hambatan justru datang dari lingkungan di luar orang tua. Misalnya
kakek-nenek, om-tante dan kerabat lainnya. "Mungkin saja orang tua sudah mencoba
bersikap tegas, meski si anak ini istimewa, tapi orang dewasa lainnya yang
memberikan kemanjaan berlebih," ungkap Shinto.

Untuk mengatasinya, tak ada cara lain kecuali memberi pengertian bahkan bersikap
tegas bila dirasa perlu. "Tekankan bahwa apa yang dilakukan pada anak sekarang
akan membawa dampak buruk dalam jangka panjang."




      6 LANGKAH MENANGANI BAYI
              SULIT PUAS

Ada bayi-bayi yang sulit dipuaskan atau istilahnya bayi berkebutuhan tinggi.
Kalau bayi lain cukup ditimang sebentar lalu terlelap, bayi yang satu ini butuh
lebih. Setiap kali lepas dari gendongan, ia langsung protes, "Ooweeeekkk!"


                                    Memang benar, sehabis melahirkan tanpa diet khusus
                                    pun seorang ibu bisa kurus sendiri. Apalagi kalau yang
                                    dihadapi adalah bayi seperti putra Bu Shinta ini. Tak
                                    hanya setiap malam terjaga untuk menyusui bayinya, ibu
                                    muda ini pun harus menggendongnya ke sana-kemari
                                    supaya si kecil tertidur. Yang semakin membuatnya lelah,
                                    begitu diletakkan di kasur, si bayi pasti kembali
                                    menangis. "Rasanya badan saya malah lebih kurus
                                    daripada sebelum hamil. Tak hanya minum ASI-nya yang
                                    kuat, tapi jika dilepas dari gendongan pun dia pasti rewel.
                                    Pokoknya, waktu saya 24 jam hanya untuk dia," keluhnya.

Apakah bayi Anda juga seperti itu? Jangan-jangan ia termasuk bayi-bayi yang sulit
dipuaskan. "Tiap bayi mempunyai karakteristik masing-masing dan memang ada bayi


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 14
yang sulit dipuaskan seperti itu," komentar Sani B. Hermawan, Psi., dari Yayasan
Bina Ananda. Inilah ciri-ciri bayi yang sulit dipuaskan:

* menangis berlebihan

Menangis memang wajar dilakukan bayi. Menjadi tidak wajar bila tangisannya
berlebihan dan berlanjut menjadi tantrum, serta selalu disertai "amukan".

* ingin digendong terus-menerus

Ada bayi yang maunya digendong terus. Tiap kali diletakkan di kasur atau boksnya, ia
langsung menangis. Kebutuhan digendongnya sudah melebihi porsi bayi-bayi lain pada
umumnya.

* terlalu bersemangat

Ada juga bayi yang mampu terus menjaga performa alias kelihatannya tak pernah
punya rasa capek. Selalu mengajak bermain dan sepertinya banyak sekali
keinginannya, kecuali keinginan untuk beristirahat/tidur.

* ketergantungan yang berlebihan

Ada bayi yang maunya ditunggui orang tuanya terus. Begitu ayah/ibunya
"menghilang" sebentar saja, pasti langsung terdengar suara tangisnya. Bayi-bayi ini
juga sering merasa takut atau cemas melihat orang yang masih "asing" baginya.

* sulit ditebak

Kriteria lain adalah sulit ditebak apa maunya. Misalnya sekali si orang tua berhasil
menenangkannya dengan suatu hal, esoknya ketika hal yang sama diulang, si anak
tetap saja rewel. Intinya keinginan anak ini memang tidak bisa ditebak.

* sangat kuat minum ASI dan susu serta makanan tambahan

Ada bayi yang kuat sekali minum ASI, tidak seperti bayi-bayi lainnya. Kalaupun sudah
tidak minum ASI, bayi ini masih ingin minum susu atau makanan tambahan yang tak
kalah banyaknya.

GALI FAKTOR PENYEBAB

Mengapa ada bayi yang berkebutuhan tinggi tapi ada juga yang tidak? "Ada beberapa
faktor yang menjadi penyebabnya," kata Sani pula. Inilah perinciannya:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
* karakter bawaan

Pada waktu janin terbentuk, tak hanya ciri-ciri fisik saja yang merupakan hasil
penggabungan dari kedua orang tuanya. Gabungan sifat pun ikut diturunkannya atau
inheren. Jadi, memang ada bayi-bayi yang secara genetik termasuk bayi-bayi
berkebutuhan tinggi, karena salah satu atau kedua orang tuanya termasuk orang
yang sulit dipuaskan.

* pembiasaan dari lingkungan

Kebiasaan-kebiasaan tertentu dibentuk oleh lingkungan, dan itu sudah dimulai sejak
bayi. Apalagi kondisi di Indonesia, di mana kakek/nenek/paman/bibi, semua ikut
turun menangani si kecil. Mau tak mau perlakuan tersebut membentuk si kecil jadi
bayi berkebutuhan tinggi.

* pola asuh

Pola asuh yang salah dari orang tua ikut andil dalam menciptakan bayi-bayi
berkebutuhan tinggi. Misalnya bayi yang kebutuhan untuk didekap, dielus, disayang-
sayang, dan digendongnya sangat tinggi karena pola asuh orang tuanya yang sedari
awal memang tidak rela "melepaskannya".

* kelainan

Bayi-bayi dengan kebutuhan khusus memang menunjukkan kebiasaan yang berbeda
dari bayi pada umumnya. Misalnya bayi autis, hiperaktif, dan sebagainya memang
sedari kecil tidak bisa diam, atau maunya terus-menerus melakukan sesuatu.
Penyebabnya adalah adanya kelainan pada sistem sarafnya.

* kebutuhan yang berbeda pada diri setiap anak

Yang tak bisa dipungkiri adalah adanya kebutuhan yang berbeda pada setiap bayi.
Ada bayi yang memang secara fisik mempunyai kebutuhan lebih banyak daripada
anak lainnya dan sebaliknya. Teori ini dapat menjelaskan mengapa ada bayi yang lebih
kuat minum ASI/susu formula dibanding bayi lainnya.

ADA YANG BISA DICEGAH

Langkah antisipasi bisa dilakukan meski tidak berlaku untuk semua kasus. "Yang jelas
kalau disebabkan faktor genetik atau adanya kelainan memang susah," ungkap Sani.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
Namun kalau penyebabnya dari luar, beberapa langkah pencegahan bisa dilakukan.
Misalnya, supaya kebutuhan digendongnya tidak berlebihan, maka sejak dini orang
tua jangan membiasakan bayinya terus-terusan digendong kalau memang tidak perlu.

Selanjutnya dibutuhkan kesadaran orang tua. "Dari awal orang tua harus memahami,
apa yang dilakukan terhadap bayinya sekarang ini efeknya bisa panjang. Untuk itu
orang tua harus jeli dalam menilai mana yang memang perlu dilakukan dan mana yang
tidak," tandas psikolog yang juga berpraktik di Empati Development Center,
Jakarta.

Langkah lainnya adalah memberikan pembiasaan yang baik. Misalnya pemberian
minum yang terjadwal dan tepat waktu bisa mengurangi "kerakusannya" minum ASI.
"Mungkin kebutuhan ASI-nya standar seperti bayi pada umumnya, tapi karena ibunya
selalu terlambat memenuhi kebutuhan tersebut, akibatnya setiap kali minum anak
sudah dalam keadaan kelaparan."

Jadwal teratur juga bermanfaat mengantisipasi bayi-bayi yang terus giat
beraktivitas. "Walaupun belum mengantuk dan masih terlihat bersemangat, kalau
sudah waktunya tidur segera ajak ia masuk kamar dan matikan lampu tidur. Lama-
lama ia akan terbiasa berhenti sendiri bila memang sudah waktunya istirahat," imbuh
Sani pula.

6 LANGKAH PENANGANAN

Meski masih bayi, tukas Sani, bukan berarti orang tua boleh membiarkan semua
berjalan apa adanya dengan harapan suatu saat perilaku si bayi berubah dengan
sendirinya. Menurut Sani, "Ada kok langkah-langkah penanganan yang bisa dilakukan
orang tua untuk bayinya."

1. Bangun kompetensi anak sesuai dengan kemampuan dan kelebihan yang
dimilikinya.

Untuk bayi caranya sederhana saja. Ungkapkan apa yang menjadi kelebihannya meski
belum terlalu berarti. Yang harus dihindari adalah menolaknya semisal dengan
mengatakan, "Ya ampun enggak ngelihat apa Mama lagi capek? Ngompol kok ya
enggak pernah berhenti."

Selain itu jangan menuduhnya dengan mengatakan, "Pasti deh kalau Mama pulang
kerja, Adek langsung nangis. Heran banget Mama!"

Membandingkannya dengan anak lain juga bukan merupakan cara bijak. Misalnya,
"Coba Adek sepintar Kakak. Dulu Kakak kalau mau pipis ngasih tanda ke Mama. Tapi




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
kalau Adek kenapa sih langsung bikin kasur basah begini?" Meski belum bisa
berkomunikasi verbal, bayi bisa merasakan penolakan orang tuanya.

2. Ciptakan hubungan yang akrab dan dekat antara bayi dengan orang-orang di
sekitarnya.

Langkah ini dapat digunakan untuk mengatasi bayi-bayi yang mempunyai
ketergantungan pada orang tua secara berlebihan. Dengan begitu ia dapat menerima
"bantuan" orang lain selain orang tuanya. Misalnya untuk mengganti popoknya yang
basah atau meminumkan susu dan sebagainya.

3. Sesekali gantikan posisi orang tua dengan the significant others, seperti
kakek/nenek/bibi/pengasuh dalam hal pemberian rasa aman pada anak.

Banyak bayi menangis berlebihan karena kehilangan rasa aman saat orang tua
"menghilang" dari pandangannya. Posisi the significant others dapat membantunya
mengatasi masalah tersebut. Ketika menangis tak harus orang tua yang
menenangkannya, karena kakek/nenek/pengasuhnya pun bisa diterimanya.

Umumnya bayi-bayi yang sulit dipuaskan dapat ditangani dengan 2 tindakan: lewat
gerakan dan kontak jasmani. Misalnya orang tua biasa memberikan rasa aman dengan
dekapan hangat atau usapan lembut. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat pula dilakukan
oleh mereka.

4. Berikan apa yang dibutuhkan anak secukupnya, tanpa berlebihan.

Bila dirasa ASI atau minum susunya berlebihan, sebaiknya konsultasikan pada dokter
berapa batas maksimal untuknya. Masing-masing bayi ukurannya tentu berbeda.
Kalau memang sudah melampaui batas tapi belum juga terpuaskan, sebaiknya segera
latih bayi untuk minum susu sesuai takaran kebutuhan tubuhnya.

5. Jangan memanjakan anak karena ia akan selalu mencari cara supaya
diperhatikan orang tua saat keinginannya tidak terpenuhi.

Bayi memang butuh digendong, didekap, dan disayang. Namun kalau setiap kali
menangis ia selalu digendong berlama-lama, akibatnya kebutuhan akan digendong ini
menjadi lebih tinggi. Sebetulnya bayi perlu dibiarkan bermain atau dihibur tanpa
digendong. Jadi kalau menangis pastikan dulu apa penyebabnya. Apakah popoknya
basah atau sudah waktunya minum ASI? Kalau memang semuanya baik-baik saja,
cukup usap-usap tubuhnya tanpa perlu menggendongnya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 14
6. Belajarlah menerima "anugerah" tersebut.

Dalam menangani bayi-bayi yang tak mudah puas, tak ada cara lain yang lebih ampuh
selain kesabaran orang tua. Bila Anda termasuk orang tua yang "terpilih", maka
terimalah anugerah itu dengan besar hati. Tidak semua bayi berkebutuhan tinggi ke
depannya akan tumbuh menjadi anak sulit. Berpikirlah positif, siapa tahu si kecil
yang selalu membuat repot ini kelak adalah si peraih Nobel yang bisa dibanggakan
orang tua.

KEUNTUNGAN MEMILIKI BAYI YANG SULIT DIPUASKAN

Meski rata-rata orang tua yang punya bayi berkebutuhan tinggi berdoa semoga
"badai" cepat berlalu, tapi sebenarnya ada banyak keuntungan dengan hadirnya bayi-
bayi tersebut. Seperti yang diungkapkan William Sears, MD., dalam bukunya Now
That Baby Is Home. Berikut di antaranya:

* orang tua lebih mengenal bayinya

Bayi berkebutuhan tinggi menuntut intensitas yang lebih tinggi dari orang tua dalam
menanganinya. Hal ini membuat ayah dan ibu punya kesempatan lebih "mengenal"
bayinya dibanding orang tua pada umumnya. Jangan heran kalau hubungan orang tua
dan bayi menjadi sangat dekat.

* lebih matang sebagai orang tua

Keuntungan lainnya adalah kematangan sebagai orang tua jadi lebih teruji. Tingkah
polah yang melebihi bayi-bayi lain dapat membuat orang tua mampu belajar
mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

* Lebih dekat dengan Tuhan

Karena si bayi cenderung menguji kesabaran orang tuanya, maka salah satu dampak
positifnya adalah orang tua jadi terpanggil untuk lebih dekat dengan Tuhan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 14
                 6 TANDA BAYI STRES
Tak hanya orang dewasa yang bisa stres, bayi pun mungkin saja mengalaminya.
Kenali tanda-tandanya agar cepat dan tepat penanganannya.


                                    Seorang         ibu berkeluh kesah karena bayinya yang
                                    berusia 11 bulan kini setiap malam selalu rewel. Ia hanya
                                    menduga       jangan-jangan      penyebabnya       adalah
                                    keputusannya kembali bekerja. "Tapi masa iya sih gara-
                                    gara ditinggal ngantor lagi anak saya jadi rewel banget?
                                    Padahal selama saya tinggal, dia kan diasuh babysitter
                                    berpengalaman yang saya ambil dari sebuah yayasan top,"
                                    ujarnya.

                        "Stres pada bayi mungkin saja terjadi. Penyebabnya pun
                        bisa bermacam-macam," kata Dra.            Mayke    S.
Tedjasaputa, M.Si., staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
"Orang tualah yang harus peka dengan memperhatikan perubahan tingkah laku
bayinya."

Memang tidak gampang mengenali stres pada bayi, meski tetap bisa dilakukan.
"Dikatakan tidak gampang karena bayi masih berkomunikasi dengan cara menangis.
Bisa saja orang tua menganggap wajar tangisan anaknya, padahal sebenarnya bayi
tersebut sedang stres," papar pengasuh Rubrik Tanya Jawab Psikologi tabloid nakita
ini.

Tanda-tanda Bayi Stres

* Lebih rewel

Bayi menangis memang wajar. Tapi coba perhatikan frekuensi dan intensitas
tangisannya. Kalau biasanya selama tidur ia tidak menangis kecuali ngompol atau
haus, kini tiap malam jadi rewel. Bila dirasa tidak ada sesuatu yang secara "kasat
mata" mengganggunya, bisa jadi ini merupakan tanda si kecil mengalami stres.

* Mimpi buruk

Tanda yang paling mudah dikenali adalah tidurnya terlihat gelisah. Bayi tentu saja
belum bisa mengatakan bahwa ia mendapat mimpi buruk. Jadi, orang tualah yang




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                   hal 14
harus mengenalinya. Selain gelisah, bisa jadi ia tiba-tiba terbangun dan menangis
tapi bukan karena popoknya basah atau waktunya minum susu.

* Berat badan turun

Tanda lainnya yang harus diwaspadai adalah berat badannya yang menyusut.

* Tidak ceria lagi

Coba perhatikan bagaimana responsnya saat diajak bermain. Bayi-bayi yang
mengalami stres, ketika diajak bermain terlihat lebih "dingin" alias tidak seceria
biasanya.

* Lebih pendiam

Begitu pula bila diajak berkomunikasi. Bayi terlihat lebih pendiam dan tidak
memberikan tanggapan seperti hari-hari sebelumnya.

* Tidak mau lepas

Waspadai juga kalau si kecil jadi tidak mau ditinggal. Yang sudah-sudah, tak masalah
kalau ibunya "menghilang" sebentar, tapi kini tidak lagi. Maunya orang tuanya selalu
ada di sisinya.

MUNGKIN SAKIT ATAU GENETIK

Banyak faktor yang melatarbelakangi stres pada bayi. Beda penyebab tentu beda
pula cara pencegahan serta langkah penanganannya. Apa saja ya?

1. Sakit

Bayi yang sedang sakit mungkin saja mengalami stres. Itu terjadi karena ada sesuatu
yang dirasakan tidak nyaman oleh tubuhnya. "Kalau orang dewasa dengan mudah
mengeluhkan apa yang dirasakan, bayi belum bisa melakukannya," ungkap Mayke.

Pencegahan:

Tentu saja dengan mengoptimalkan kondisi tubuhnya. Kalau tubuh si kecil sehat
tentu penyakit tidak gampang menyerang dan sekaligus menghindarkannya dari stres
yang mungkin saja timbul. Itulah mengapa ASI yang mengandung zat kekebalan
tubuh alami bagi bayi amat dianjurkan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
Penanganan:

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan pengobatan secara medis
dengan membawanya ke dokter. Saat rewel orang tua bisa memeluknya dan
menenangkannya. Selain itu, untuk menghiburnya orang tua bisa mengajaknya
bermain sesuai dengan kondisi fisik bayi saat itu.

2. Perubahan dari luar

Salah satu contoh perubahan dari luar yang dapat mengganggu fisik bayi adalah
perubahan cuaca yang sangat drastis. Misalnya terlalu panas, terlalu dingin, atau
sangat panas di malam hari tapi teramat dingin di malam hari. Kondisi tak menentu
seperti ini bisa menjadi penyebab stres pada bayi.

Pencegahan

Kalau kondisi tersebut dirasa mengganggu bayinya, orang tua bisa mengantisipasi
dengan menyediakan perlengkapan yang diperlukan, seperti jaket, selimut, AC, kipas
angin, dan sebagainya.

Penanganan

Saat kondisinya terlalu dingin, orang tua bisa memberikan selimut tambahan. Kalau
terlalu gerah bisa memasang kipas angin atau AC. Intinya segera atasi
ketidaknyamanan tersebut sebelum berujung menjadi stres.

3. Perawatan tidak nyaman

Perawatan tidak nyaman mungkin saja didapat si kecil karena pergantian pengasuh.
Misalnya, sebelum ini si bayi dirawat sendiri oleh ibu dan neneknya, kemudian karena
dirasa sudah "pintar", posisi nenek digantikan babysitter. Biasanya ia disuapi
neneknya dengan penuh kasih sayang, tapi kini digantikan oleh seseorang yang
mungkin sekadar ingin tugasnya segera selesai. Perlakukan seperti ini pun bisa
menyebabkan bayi stres.

Pencegahan:

Bayi tidak mungkin mengeluhkan keadaan tersebut. Jadi, tugas orang tualah untuk
memastikan apakah si kecil mendapatkan perawatan yang baik dan nyaman atau
tidak.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 14
Penanganan:

Kalau memang faktor penyebabnya adalah perawatan pengasuh yang memang tidak
nyaman, tidak ada jalan lain kecuali menggantinya. Bayi harus dihindarkan dari orang
yang "menyiksanya". Langkah ini lebih baik daripada membiarkannya terus hingga
akhirnya si kecil stres. Menjadi tugas orang tua jugalah untuk sekaligus
mengembalikan rasa nyaman yang pernah didapat sebelumnya.

4. Perubahan tidak terduga

Seperti ilustrasi di atas, begitu ibu kembali bekerja, bayi pun bisa jadi bermasalah.
Intinya adalah situasi yang berbeda dari biasanya yang menyebabkan ia "kehilangan"
sesuatu yang membuatnya merasa aman dan nyaman selama ini.

Pencegahan:

Kalau memang diniatkan nantinya ibu kembali bekerja, ada baiknya persiapan
dilakukan sedini mungkin. Siapa yang nanti akan mengasuhnya, bagaimana jadwal
hariannya, dan sebagainya bisa didiskusikan dan dikenalkan jauh-jauh hari.

Penanganan:

Kalau memang bayi jadi stres karena adanya perubahan situasi yang tidak diduganya,
sebaiknya orang tua memastikannya tetap memberi rasa aman dengan memilih
pengasuh yang sudah dikenal dan bisa diandalkan. Atau meninggalkannya bersama
keluarga yang relasinya sudah dikenal baik oleh si bayi, seperti nenek-kakek, om-
tante dan lainnya.

5. Ditelantarkan

Banyak bayi stres lantaran ditelantarkan. Bukan cuma bayi-bayi yang diajak ngamen
di pinggir jalan saja lo yang masuk kategori ditelantarkan. Bayi-bayi yang sering
ditinggal sendirian di kamar pun bisa jadi stres karenanya.

Pencegahan:

Sebaiknya hindari kondisi tersebut. Walaupun hanya sebentar, sebaiknya jangan
tinggalkan bayi sendirian, sebab bukan tak mungkin pengalaman buruk tersebut
sangat mengganggunya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 15
Penanganan:

Orang tua harus meyakinkan si bayi dari waktu ke waktu bahwa ada seseorang yang
dapat memberinya rasa aman. Dengan cara ada orang yang selalu dapat membantu,
entah dengan sekadar memeluk dan menenangkannya setiap kali ia butuh.

6. Genetik

Secara teori mungkin saja orang tua yang mudah stres akan menurunkan sifat itu
pada anaknya. Artinya si bayi juga memiliki ambang stres yang rendah. Kondisi yang
dirasa "tidak nyaman" dengan mudah akan membuatnya stres.

Pencegahan:

Bila disadari seperti ini kondisinya, mau tidak mau orang tua harus menciptakan
kondisi yang tidak memicu stres buah hatinya.

Penanganan:

Selalu berikan ketenangan pada bayi. Ada terapi yang membuat seseorang merasa
nyaman yaitu dengan ditepuk-tepuk punggung dan sekitar bahunya. Cobalah lakukan
tiap kali bayi terlihat gelisah dan rewel.

MENGANGGAP DUNIA K EJAM

Setelah mengetahui kondisi apa saja yang mungkin membuat bayi stres, tugas orang
tualah untuk menjauhkan si kecil dari kondisi semacam itu. "Tapi kalau bayi sudah
telanjur menunjukkan gejala tersebut, jangan biarkan berlarut-larut. Sebab kalau
sampai tidak tertangani dengan baik dampaknya bisa panjang," ujar Mayke, yaitu:

* Ke depan, anak akan sulit beradaptasi dengan orang lain.

* Sulit memasuki lingkungan baru.

* Selalu curiga dan tidak percaya pada orang lain.

* Bahkan bila kondisinya parah, ia akan menganggap dunia ini kejam terhadapnya.

                          TIPS MENGHADAPI BAYI STRES

Berikut beberapa hal yang disarankan Mayke sehubungan dengan stres pada bayi:

* Orang tua harus peka terhadap keadaan anaknya. Sekecil apa pun perubahannya
harus segera diwaspadai.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 15
* Cari tahu sampai dapat apa penyebab sesungguhnya sampai anak jadi rewel dan
lebih sering menangis.

* Ada anak yang dikategorikan sebagai anak sulit yang juga kerap rewel, tetapi
kondisi ini berbeda dari stres pada bayi. Stres pada bayi disertai beberapa faktor
pendukung, misalnya jadi pendiam, tak lagi ceria, dan sebagainya.

* Bila penyebab stresnya adalah faktor dari luar dan bukan karena penyakit, orang
tua harus berani mengambil tindakan tertentu, misalnya dengan tegas mengganti
pengasuhnya.

                WALAU IBU DI RUMAH BAYI BISA STRES

Jangan membayangkan kalau stres hanya akan dialami oleh bayi-bayi yang kedua
orang tuanya bekerja. "Bayi yang setiap hari ditunggui ibunya pun mungkin saja
mengalami stres," tandas Mayke.

Bayi yang ditinggal orang tuanya bisa mengalami stres karena kehilangan rasa aman.
Bedanya, bayi-bayi yang selalu ditunggui dan diberi perlindungan berlebihan jadi
gampang stres karena rentan terhadap perubahan. "Karena di rumah ia merasa
sangat aman, maka begitu berada di lingkungan baru ia lebih mudah stres," jelasnya.

Bayi-bayi seperti ini akan tumbuh menjadi anak yang pencemas, kurang pergaulan,
kurang percaya diri dan sebagainya. Meski begitu, mengingat faktor usia, kondisi
tersebut masih sangat mungkin diperbaiki. "Dengan dilatih menghadapi berbagai
situasi, anak jadi tidak mudah stres."




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 15
  JANGAN BAWA BAYI BEPERGIAN
       SEBELUM 40 HARI!
Orang tua zaman dulu mewanti-wanti anaknya supaya tidak membawa bayi
bepergian sebelum 40 hari. Betulkah ada alasan medisnya? Ataukah sekadar
mitos?


                                       Beberapa         puluh tahun yang lalu rasanya mustahil
                                       mendapati seorang ibu menggendong anaknya yang
                                       masih bayi bepergian ke luar rumah, entah itu ke pasar
                                       atau ke rumah kerabat. Lebih mustahil lagi kalau
                                       tujuannya bepergian jauh ke luar kota. "Sebelum 40
                                       hari jangan bawa bayi ke luar rumah deh. Pamali." Pesan
                                       ini sedemikian mengakar disampaikan kepada para ibu
                                       muda secara turun-temurun. Namun, zaman sudah
                                       berubah,    mobilitas   manusia    bertambah      tinggi
                                       sementara di luar rumah pun sudah tersedia begitu
                                       banyak kemudahan. Oleh karena itu, masih relevankah
                                       wejangan nenek moyang seperti itu?

"Memang belum pernah ada penelitian tentang masalah tersebut. Namun secara
logika semua ada penjelasannya," ungkap dr. Sandra Rompas, Sp.A, dari RS Puri
Cinere, Jakarta Selatan.

BAYI MASIH RENTAN

Ada beberapa alasan mengapa mengajak bayi yang belum genap 40 hari ke luar
rumah sangat tidak disarankan:

1. Bayi masih rentan

Selama dalam kandungan, bayi berada pada kondisi yang relatif steril. Dalam
kandungan, bayi terbiasa hidup dengan suhu 36-36,5 derajat Celsius sesuai suhu
tubuh ibunya. Oleh karena itu setelah lahir hendaknya bayi mendapatkan kondisi
yang sama. Namun seringkali kenyataannya tidak demikian, maka tak heran begitu
dilahirkan kondisi si bayi menjadi rentan. Ini disebabkan daya tahan tubuhnya masih
sangat rendah, kekebalan tubuhnya pun belum terbentuk sempurna. "Bayi baru lahir
sangat mudah tertular penyakit," ungkap Sandra. Jadi, jangankan mengajaknya




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 15
bepergian jauh, bila ada anggota keluarga di rumah yang sakit pun sebaiknya jangan
dekat-dekat dulu dengan si bayi.

2. Kerepotan memberi ASI

Bayi yang masih minum ASI akan sangat merepotkan bila diajak bepergian.
Bayangkan seandainya si ibu sedang berada di tengah keramaian dan bayinya
menangis karena kehausan. Mau langsung membuka baju dan menyusui rasanya pasti
tidak nyaman. Sementara mencari tempat khusus pun tidak semua tempat umum
menyediakan fasilitas ini. Padahal semakin ditunda pemberian ASI, si bayi akan
makin rewel.

3. BAK dan BAB yang relatif sering

Di usia ini frekuensi buang air kecil dan buang air besar bayi masih relatif sering,
sekitar 10-12 kali sehari. Bahkan BAB sampai 10 kali sehari pun masih dalam batas
toleransi. Makin sering minum, BAK-nya pun makin sering. Seandainya mengajak bayi
bepergian selama 3 jam saja, berapa kali harus mengganti popoknya? Mungkin
memang masih bisa diatasi dengan popok sekali pakai, tapi bagaimana dengan BAB?
Bayi akan rewel kalau popoknya tidak segera diganti setelah BAB dan dari segi
kesehatan pun membiarkan popoknya kotor amat tidak disarankan.

4. Keadaan di luar rumah

Perlu diingat, keadaan di luar rumah umumnya tidak "ramah" bagi bayi. Polusi dari
asap rokok dan asap kendaraan serta kuman penyakit yang tersebar di mana-mana
jelas tidak menguntungkannya. Apalagi kalau mengajak bayi bepergian dengan
kendaraan umum yang terbuka, jelas tidak disarankan. "Kasihan bayinya kalau harus
menghirup polusi dan asap rokok," ucapnya.

BEBERAPA PENGECUALIAN

Dengan sejumlah pertimbangan di atas, orang tua harusnya berpikir dua kali sebelum
mengajak bayinya bepergian. "Apalagi kalau perginya hanya untuk jalan-jalan ke mal.
Ini sangat disesalkan. Saya prihatin kalau melihat ibu-ibu mendorong ke-reta bayi di
pusat perbelanjaan, apalagi kalau bayinya masih terlalu kecil," ungkap Sandra. Orang
tua harusnya menyadari kalau keadaan seperti itu dapat "menyiksa" bayinya.

Meski begitu ada beberapa keadaan tertentu yang merupakan pengecualian sebagai
berikut. Artinya, bayi boleh saja dibawa serta kalau tujuannya memang jelas dan
membawa manfaat langsung, seperti:




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 15
* Imunisasi

Tentu tidak masalah bila orang tua mengajak bayinya bepergian untuk kepentingan
yang satu ini. Walaupun tujuannya adalah rumah sakit/praktik dokter yang notabene
merupakan tempat berkumpulnya orang sakit, tapi imunisasi perlu dilakukan.

* Berobat

Kondisi ini kurang lebih sama dengan imunisasi, yaitu membawa bayi ke rumah
sakit/praktik dokter. Walaupun sama-sama perlu, bedanya adalah saat imunisasi bayi
yang dibawa bepergian harus dalam keadaan sehat, sedangkan berobat berarti
membawa si bayi yang dalam kondisi sakit ke tempat praktik dokter .

* Keadaan darurat

Keadaan darurat di sini relatif bagi tiap orang, contohnya kakek/nenek atau ada
kerabat yang meninggal dunia. Kalau memang bayinya masih terlalu kecil dan bisa
ditinggal/dititipkan pada orang yang benar-benar bisa diandalkan, sebaiknya opsi ini
yang diambil. Namun kalau keadaan "memaksa", misalnya tidak ada yang menjaganya
di rumah, masih mutlak tergantung ASI, dan sebagainya, ya boleh-boleh saja si bayi
diajak. Tapi yang namanya keadaan darurat, mestinya hanya sesekali saja. "Jangan
lalu dijadikan alasan, semisal si ibu mau jalan-jalan tapi karena tidak ada yang
menjaga si kecil di rumah maka keadaan ini dikategorikan darurat," ujarnya.

Selain ketiga alasan di atas, sebaiknya orang tua jangan memaksakan diri dengan
mengajak bayinya bepergian. "Ingat, efeknya tidak ringan lo. Bayi begitu mudah
tertular berbagai penyakit," tandasnya.

PERSIAPAN YANG HARUS DILAKUKAN

Untuk keperluan di atas, ada beberapa persiapan khusus yang bisa dilakukan orang
tua untuk si kecil:

* Pakaikan baju yang nyaman untuk si kecil, semisal yang terbuat dari bahan katun
sehingga menyerap keringat.

* Gunakan gendongan bayi atau selendang untuk mengurangi rasa pegal karena harus
terus menggendongnya. Kalau ada, bawa juga kereta dorong yang didesain untuk bayi.
Dudukannya bisa disetel rebah, hingga bayi bisa berada pada posisi tidur.

* Bawakan semua perlengkapannya, seperti popok, baju ganti, tisu basah atau waslap
dan sebagainya. Jangan lupa bawa kantong plastik untuk menyimpan baju/popok




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 15
kotornya. Antisipasi ini perlu agar pakaian kotor tidak tercampur dengan baju/popok
yang masih bersih.

* Kalau si bayi tak lagi minum ASI, jangan lupa membawakannya susu sekaligus
persediaan air hangatnya. Ada baiknya bawakan botol cadangan sehingga tidak perlu
repot membersihkan/mensterilkannya kala tiba saatnya membuat susu lagi.

* Bila usianya sudah cukup dan bayi sudah dilatih dengan makanan tambahan,
bawakan juga makanannya.

* Kalau dirasa perlu bawakan jaket atau selimut kecilnya untuk memberikan
kehangatan.

* Bawakan mainan kesayangannya untuk mengalihkan perhatian saat rewel.

* Jika si kecil memiliki penyakit khusus, jangan sampai tertinggal obat-obatannya.

* Nomor telepon dokter/RS-nya pun sebaiknya dibawa. Ini perlu untuk berjaga-jaga
bila terjadi sesuatu yang tak diharapkaan saat bepergian, dokternya bisa dengan
mudah dihubungi.

SAAT TEPAT MENGAJAK BEPERGIAN

Sandra kembali menegaskan belum adanya penelitian mengapa sebelum mencapai usia
40 hari, bayi tidak disarankan untuk dibawa bepergian. Namun kondisi setiap bayi
tidak sama, ada bayi yang relatif sehat dan punya daya tahan yang lebih kuat, tapi
ada juga bayi yang memang ringkih sehingga lebih rentan.

Untuk amannya, Sandra memberikan patokan, "Kalau usianya sudah 3-4 bulan, boleh-
boleh saja mengajak bayi bepergian. Itu pun masih dengan syarat, waktunya jangan
terlalu lama. Apalagi kalau perginya cuma ke rumah kerabat atau untuk urusan
lainnya. Bahkan bila keperluannya imunisasi atau berobat sekalipun, sebaiknya jangan
biarkan bayi menunggu terlalu lama di ruang tunggu RS atau praktik dokter."

Selain itu pertimbangkan juga jarak tempuhnya. Misalnya, mengajak bayi yang masih
berusia 4 bulan pergi dari Jakarta ke Semarang menggunakan kendaraan umum. Ini
tentu tidak mudah. Mulailah dengan mengajaknya bepergian ke rumah kerabat yang
relatif dekat, sehingga bayi tidak sampai kelelahan di jalan. "Kalau sudah capek
biasanya rewel dan kalau sudah rewel orang tua juga yang repot."

Kendaraan yang akan digunakan pun sebaiknya dipikirkan masak-masak. Sebaiknya
jangan pernah mengajak bayi menggunakan sepeda motor, bajaj, bus umum yang
terlalu sesak dan sarana transportasi lain yang dirasa kurang nyaman. "Kalau


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 15
perginya hanya sesekali, apa salahnya naik taksi kalau memang tidak punya mobil,"
sarannya.

    PERHITUNGKAN MELAHIRKAN DI KAMPUNG HALAMAN

SEBELUM memutuskan untuk melahirkan di kampung halaman, orang tua harus
berhitung cermat. Untuk kaum ibu yang hanya memperoleh hak cuti
hamil/melahirkan selama 3 bulan, harusnya bisa menentukan kapan mulai cuti
sehubungan dengan usia bayi ketika harus diboyong kembali ke rumah sendiri.

Misalnya hak cuti sudah diambil sebulan sebelum waktu melahirkan, maka sisa cuti
setelah melahirkan tinggal tersisa 2 bulan. Apakah bayi yang masih berusia 2 bulan
ini sudah siap diajak boyongan pulang ke rumah? Kalau jaraknya relatif dekat
mungkin tidak terlalu masalah, tapi bagaimana kalau berlainan kota? Semisal
kampung halamannya di daerah Bantul, Yogyakarta, sementara 2 bulan kemudian si
ibu harus membawa bayinya kembali ke Jakarta. Tentu sangat riskan.

Lain hal bila keterpisahan yang cukup jauh bisa ditempuh dengan pesawat terbang.
"Hal-hal seperti inilah yang mestinya diperhitungkan para orang tua secara cermat,"
ujar Sandra. Yang tidak kalah penting, konsultasikan dulu pada dokter anak yang
menanganinya, apakah si bayi memang sudah siap diajak bepergian jauh atau belum.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 15
             TINGGAL TEKAN TOMBOL,
             URUSAN BAYI PUN BERES!

Kini, dengan alat elektronik yang tersedia, menyeterilkan botol hingga
melumatkan makanan bayi bisa kita lakukan dengan mudah. Kalau perlu sambil
melakukan pekerjaan lain.

Memiliki bayi sangatlah menyenangkan. Namun kalau mau jujur, juga sangat
merepotkan. Ini bukan hanya soal meredakan tangisannya kala rewel tapi juga
menyangkut bagaimana memenuhi keperluannya praktis dan higienis. Maklum, daya
tahan tubuh bayi yang masih rentan membuat orang tua mesti ekstra hati-hati dalam
menjaga kebersihan saat menanganinya. Untungnya, saat ini tersedia banyak produk
elektronik yang sengaja dirancang untuk meringankan beban-beban pekerjaan
seperti itu. Tinggal pencet tombol, tunggu, lalu segalanya beres.

Irfan Hasuki. Piranti Koleksi Lavie (021) 581 8341; 582 3419 dan Koleksi Chicco,
Foto-foto: Ferdi/nakita

                            Alat Sterilisasi Botol (Steam Sterilizer)

                     Alat ini bisa digunakan semenjak bayi baru lahir. Fungsi
                     utamanya mematikan kuman-kuman yang tertinggal di botol,
                     dot, dan tutup botol. Umumnya kuman-kuman tersebut tidak
                     akan hilang saat dicuci dengan air dan sabun saja. Cara
                     penggunaannya sederhana. Isi wadah yang telah tersedia
                     dengan 70 cc air. Atur botol yang telah dicuci bersih dalam
keadaan terbalik di wadah yang menyerupai keranjang. Masukkan keranjang ke mesin
dan nyalakan mesin. Selama lima belas menit mesin bekerja menyeterilkan botol-
botol tersebut. Ambil botol yang masih panas dengan pencapit plastik yang tersedia.

                                    Pengolah Makanan Serbaguna

                            Food processor serbaguna ini bisa digunakan untuk melunakkan
                            makanan beku, melumatkan, mengukus, mencincang, dan
                            menghangatkan makanan berupa sayuran, buah-buahan, daging,
                            dan ikan tanpa merusak kandungan nutrisinya. Bayangkan,
                            berbagai variasi makanan bayi bisa dibuat dengan satu alat ini
                            saja. Bahkan ketika bayi harus belajar makan makanan padat,



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 15
alat ini tetap bisa digunakan. Bentuknya yang simpel dan tidak terlalu besar cocok
untuk dibawa selama bepergian ke luar kota bersama si kecil.

                                     Monitor Bayi (Baby Monitor)

                               Kekhawatiran meninggalkan bayi seorang diri di kamar sudah
                               sewajarnya dialami para orang tua. Masalahnya, seringkali
                               tugas-tugas rumah tangga yang lain justru bisa dilakukan kala
                               bayi tidur. Nah, monitor ini sedikit banyak dapat mengurangi
                               kekhawatiran tersebut selama kita melakukan aktivitas di
                               ruang lain. Sambil melakukan pekerjaan, kita tetap dapat
                               memantau kondisi bayi apakah masih tidur, sudah terjaga,
                               atau menangis.

Cara kerja monitor ini sederhana. Letakkan unit pemancar suara yang tersedia di
dekat tempat tidur bayi. Bila nantinya bayi terjaga kemudian mengeluarkan suara
atau menangis, unit pemancar suara akan mengirimkan sinyal ke unit penerima yang
radius cakupannya tergantung pada kekuatan alat yang kita pilih. Di ruang tanpa
pembatas, alat pengontrol bayi yang ditampilkan di sini mampu bekerja lebih dari
250 meter. Yang istimewa, unit penerimanya memiliki lampu indikator yang akan
menunjukkan intensitas suara bayi, bahkan ketika volumenya dikecilkan. Alat ini
bekerja dengan tenaga baterai dan listrik. Adaptornya sudah tersedia.




                                  Penghangat Susu (Milk Warmer)

                   Alat ini dapat dimanfaatkan sejak si kecil baru lahir. Gunanya
                   untuk menghangatkan ASI perah/pompa atau susu formula yang
                   sebelumnya disimpan di suhu ruang atau di lemari es. Isi air ke
                   dalam warmer hingga mencapai garis pembatas. Masukkan botol
                   susu dan atur waktu yang kita inginkan. Secara otomatis, suhu
                   air akan meningkat dan panasnya mampu menghangatkan susu.
                   Masalah bayi yang menolak minum karena susunya dingin bisa
                   terselesaikan dengan cepat karena alat ini mampu
                   menghangatkannya dalam 6 menit. Alat ini juga dapat
                   menghangatkan makanan bayi yang disimpan dalam stoples kaca
berukuran sesuai wadah yang tersedia.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                  hal 15
                                    Penghangat Susu Untuk di Mobil (Milk Warmer)

                   Bayi sering menangis selagi diajak berkendaraan karena susu di
                   botolnya telanjur dingin. Nah, alat penghangat susu yang didesain
                   untuk digunakan di dalam mobil ini dapat mengatasi kendala
                   tersebut. Tenaga panas diambil dari car socket yang biasanya
                   berfungsi sebagai pemantik api atau sebagai tempat mengisi
                   ulang baterai telepon selular. Cara menggunakannya mudah.
                   Masukkan botol ke dalam flexible heater strap yang berfungsi
                   untuk menghangatkan. Lalu colokkan kabel ke car socket. Waktu
                   yang dibutuhkan sampai susu menjadi hangat biasanya antara 15-
20 menit. Sebaiknya sebelum waktu menyusu si kecil tiba, mulailah memanaskan
susunya kurang lebih 20 menit sebelum itu.




                                         Penghangat Tisu Basah

                      Ketimbang tisu kering, tisu basah umumnya lebih efektif
                      membersihkan kotoran pada tubuh bayi. Tak heran, kalau
                      orang tua hampir selalu membawa-bawa tisu jenis ini ke mana
                      pun pergi. Masalahnya, banyak bayi tidak suka dengan rasa
                      dingin yang ditimbulkan saat tubuhnya tersentuh tisu basah.
                      Untuk itulah gunanya penghangat tisu ini. Buka pembungkus
                      tisu lalu masukkan tisu ke dalam wadah penghangat.
Hangatkan sekitar 3 jam. Tisu pun dapat digunakan dengan nyaman oleh bayi.




                      Penanak Nasi Tim Saring (Electric Crockery Pot)

                             Pada umumnya diperlukan saat bayi berusia 6 bulan, atau
                             selepas ia menyusu ASI eksklusif, dan harus mulai diberi
                             makanan tambahan. Alat ini dirancang untuk menanak nasi tim.
                             Pengaturan waktunya yang otomatis membuat kita bisa
                             meninggalkan nasi yang sedang ditanak, untuk mengerjakan
                             pekerjaan rumah lain. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan, dari
                             beras hingga menjadi nasi tim plus tambahan lauk seperti
                             wortel, kentang dan lainnya, makan waktu sekitar 8 jam.
                             Dengan waktu yang cukup lama tersebut, ibu diharapkan bisa




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 16
menyesuaikan waktu mulai menanak dengan jadwal makan bayi. Jika waktu makan
bayi sekitar jam 13.00 berarti sebelum pukul 6.00, ibu harus sudah siap-siap
menanak nasi.

Sebelum digunakan, wadah (inner pot) beserta tutup (cover) mesti dicuci. Lalu
masukkan secara bersamaan bahan-bahan seperti beras, wortel, daging ayam, dan
lain-lain. Tekan tombol, selanjutnya ibu tinggal menunggu. Alat yang juga berfungsi
untuk menghangatkan ini, tersedia dalam berbagai ukuran dari yang berkapasitas 0,7
liter, 1,2 liter, hingga 2,4 liter. Untuk membersihkan wadah setelah penggunaan,
tunggu sekitar 2 jam, hingga wadah tersebut dingin dan siap dicuci.




                                          Kursi Makan Goyang

Kursi makan berguna untuk menerapkan disiplin sejak dini. Karena
tanpa kursi makan, bisa jadi bayi akan terbiasa makan sambil jalan-
jalan, nonton teve, bahkan bermain-main. Namun tak dapat
dipungkiri, duduk diam di atas kursi makan bisa membuat bayi
bosan. Untuk itulah kursi makan elektronik ini diciptakan.
Desainnya ada yang cukup fleksibel karena dapat diubah-ubah
posisinya. Selain itu, biasanya kursi elektronik ini dilengkapi alunan
nada-nada yang menghibur selain menstimulasi pendengaran si
kecil. Dengan tenaga listrik, kursi ini dapat bergoyang-goyang
sehingga bisa menimbulkan sensasi tersendiri bagi bayi. Tentu
saja, kuat-lemahnya goyangan dapat disesuaikan.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 16
      SEMAKIN PEKA INDRANYA,
    SEMAKIN CERDASLAH SI KECIL

Otak bayi akan lebih aktif bekerja bila ada stimulus dari indra penglihatan,
pendengaran, dan perabaan.

Memantau pertumbuhan bayi sangat penting dilakukan. Salah satunya dengan
memeriksa kemampuan indranya. Kenapa sih harus dipantau? Karena seperti
diutarakan dr. Trasmanto, Sp.A., dari RS Mitra Internasional Jatinegara, Jakarta,
semua kemampuan indra tersebut erat kaitannya dengan pertumbuhan otak si kecil.
Untuk itu, yang paling gampang mengamati perkembangan indra penglihatan,
pendengaran, dan peraba si kecil.

Seperti diketahui, otak akan aktif bekerja jika memperoleh stimulus dari luar. Nah,
stimulus tersebut bisa berasal dari penglihatan, pendengaran, dan perabaan. Saat
bayi melihat wajah ayah-ibunya, hasil dari penglihatannya itu akan diubah menjadi
sinyal yang kemudian dikirim ke otak. Di sana, sinyal-sinyal tersebut diproses
sehingga muncul persepsi pada bayi. Misalnya, persepsi bahwa ayahnya berkumis,
berkacamata, atau ibunya yang berambut panjang, dan berhidung mancung.

Demikian pula dengan pendengaran. Sinyal-sinyal suara yang didengar bayi akan
dikirim ke otak kemudian diproses hingga muncul berbagai macam persepsi di otak
mengenai suara-suara tersebut. "Oh, itu suara orang yang selalu merawatku," atau,
"Nah, suara ini iramanya seperti yang pernah aku dengar waktu masih di perut ibu!"
begitu mungkin persepsi bayi.

Akan halnya indra peraba, bila banyak stimulus yang dikirimkan ke otak melalui indra
ini, maka otak pun akan terangsang untuk bekerja lebih aktif. Dengan begitu,
perkembangannya pun akan lebih maksimal. Anak yang memegang bola yang
berbentuk bulat dan licin, umpamanya, akan merasakan perbedaan saat memegang
kontur handuk yang kasar.

Dari semua stimulasi yang diberikan, bayi akan berusaha mempelajari apa yang
dilihat, didengar, dan dirasakannya dan meneruskan stimulus itu ke otak. Bila
demikian maka proses pembelajaran, pertumbuhan, dan perkembangan otak menjadi
lebih maksimal. "Dengan kata lain bayi yang memiliki indra yang berfungsi baik, maka
perkembangan kecerdasannya juga akan lebih baik," ujar Trasmanto.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 16
DETEKSI KELAINAN

Bila kemampuan indra bayi tidak berkembang secara normal, stimulus yang diberikan
ke dalam otak pun tidak akan maksimal. Menurut Trasmanto, gangguan bisa datang
dari dua sisi. Pertama, dari organ indra itu sendiri. Misalnya, gangguan pada mata dan
telinga yang menyebabkan bayi tidak dapat melihat dan mendengar dengan baik.
Kedua, gangguan yang disebabkan kelainan pada otak sehingga koordinasi antara
organ indra dengan otak tidak berjalan dengan baik.

Gangguan-ganguan anatomi otak dapat diobservasi secara akurat melalui USG kepala,
CT scan, juga MRI scan (magnetic resonance imaging scan). Namun, sebelum itu
tentunya sudah ada kecurigaan dari orang tua bahwa si kecil mengalami gangguan
pada satu atau lebih alat indranya. Nah, hal ini bisa terjadi kalau orang tua rajin
mengamati sekaligus mendeteksi apakah perkembangan indra si kecil normal atau
abnormal.

Trasmanto mengakui, anak dengan perkembangan indra yang baik, besar kemungkinan
tingkatan kecerdasannya akan lebih tinggi ketimbang anak yang indranya terganggu.
Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan anak yang mengalami gangguan pada
indranya akan lebih cerdas. "Tentu bila gangguan tersebut dikoreksi kemudian orang
tua aktif untuk memberikan stimulus," lanjut Trasmanto.

INDRA PENGLIHATAN

Sejak dilahirkan, penglihatan bayi sudah berfungsi
namun masih belum sempurna. Ia belum dapat melihat
secara detail bentuk-bentuk yang dilihatnya. Belum
dapat memfokuskan sepenuhnya pandangan terhadap
satu objek, dan belum mampu mengamati benda dengan
saksama. Hal ini umumnya akan berlangsung hingga usia
4-5 minggu. Sekitar usia 6 minggu, penglihatan bayi
sudah mulai berkembang. Tatapannya sudah makin
fokus dan biasanya bayi mulai membesarkan matanya ketika melihat kita yang
berada 1-2 meter di hadapannya.

Cara mendeteksi:

Untuk melihat penglihatan bayi tumbuh dengan baik atau tidak, kita bisa melakukan
observasi sendiri, dengan cara:

Letakkan bayi (sekitar usia 4-12 minggu) di dekat jendela. Perhatikan apakah dia
berusaha untuk menengokkan kepalanya ke arah sinar dari jendela atau tidak. Bila




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 16
ya, berarti bayi memiliki respons terhadap sinar yang masuk ke matanya. Hal ini
pertanda baik.

Gerak-gerakkan boneka atau benda berwarna terang di depan matanya dengan jarak
kurang lebih 1 meter. Bayi 4-7 minggu sudah bisa menatap objek dan mengikuti
gerakan yang kita buat. Namun, bila di usia 4-12 minggu bayi tampak tidak bereaksi
terhadap sinar, atau di usia 4-7 minggu tidak merespons objek yang bergerak di
depannya, beberapa kemungkinan bisa terjadi. Di antaranya, fungsi penglihatan bayi
mengalami gangguan perkembangan. "Kelainan apa yang diderita bayi, tidak bisa
langsung dikatakan karena diperlukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui
secara akurat kelainan yang dideritanya," ucap Trasmanto.

Deteksi lain adalah dengan memperhatikan kondisi bola mata bayi. Bila bola mata
bayi sering terlihat "bergoyang" ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah
sejak lahir mungkin ada gangguan pada koordinasi otak dengan mata. Atau bila bola
matanya terlihat putih mungkin ada gangguan penglihatan, semisal katarak. Orang
tua pun harus segera memeriksakan mata bayinya pada ahli, jika hingga usia 12 bulan
ia tidak pernah atau tidak bisa mengadakan kontak mata langsung dengan lawan
bicaranya.

Stimulasi umum yang dapat dilakukan:

* Usia 0-5 bulan:

- Gerakkan bola-bola kecil dengan aneka warna ke kiri dan kanan di depan mata bayi
untuk merangsang perhatiannya dan membuatnya tersenyum. Bila bayi ingin
menyentuhnya, berikan kesempatan kepadanya karena eksplorasi ini akan membantu
merangsang kemampuan motoriknya. Dengan latihan yang terus-menerus, kedua
matanya akan berfungsi optimal. Si kecil akan mampu melihat objek yang dilihat
dengan jelas dan bisa terfokus ketika menatap benda dari jarak yang berlainan.

- Mainan warna-warni yang digantungkan di atas tempat tidurnya pun akan
bermanfaat untuk mengoptimalkan penglihatan bayi. Mainan dengan aneka warna dan
bentuk akan menarik perhatiannya. Hal ini baik untuk merangsang indra
penglihatannya karena bayi akan belajar mengetahui perbedaan masing-masing
bentuk mainan dan warna yang digantung.

* Usia 6-12 bulan

- Tunjukkan mainan seperti mobil-mobilan yang bisa bergerak maju mundur, boneka
yang bisa dipegang, atau kincir angin dari kertas. Mainan seperti ini akan melatih
respons mata bayi karena ketika ia melihat mobil yang maju mundur atau mainan




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 16
gantungan yang berputar tumbuhlah rasa ingin tahunya yang ia tunjukkan dengan
cara mencoba meraih mainan tersebut.

- Pada usia ini, mainan gantung masih bermanfaat. Berikan kebebasan baginya untuk
memainkan dan melihat-lihat mainan itu dengan lebih jelas. Di usia ini keinginan
bereksplorasi yang begitu besar sudah didukung dengan kemampuannya meraih dan
memegang benda.

- Oleh karena interaksi sosial bayi usia ini sudah mulai muncul, stimulasi yang bisa
dilakukan dengan mengajaknya bermain cilukba. Lewat permainan ini bayi akan
melihat perubahan mimik kita yang timbul-tenggelam di balik telapak tangan, kain,
atau dinding.

- Rangsang anak untuk mengikuti gerakan tangan kita dengan matanya. Lakukan
garakan-gerakan seperti bertepuk tangan, melambaikan tangan, atau mengibas-
ngibaskan jari seperti sayap burung. Bila koordinasi mata dengan otaknya berjalan
baik, tentu anak bisa melakukannya.

INDRA PENDENGARAN

Sejak dalam kandungan, bayi sudah mampu mendengar
karena pada usia (16-20 minggu) janin telah memiliki
saluran sambungan di telingannya dengan melodi suara
sang ibu. Itulah mengapa, kita dianjurkan untuk
memperdengarkan musik pada janin.

Saat lahir, pendengaran bayi sudah sempurna kendati
ia belum bisa memahami betul sumber bunyi-bunyian
yang ada di sekelilingnya. Barulah di usia satu bulan, bayi bisa bereaksi terhadap
bunyi musik, suara binatang, suara orang tuanya, dan lain-lain. Namun reaksinya
masih sangat terbatas, misalnya memandangi suara yang ada di depannya dan
menengok ke kiri-kanan mengikuti sumber suara berupa benda yang kita gerak-
gerakkan.

Di usia 5 bulan, barulah bayi sudah bisa menoleh dan mencari asal suara. Entah dari
belakang atau dari sampingnya. Berlanjut ke usia 6-12 bulan, kemampuan
pendengarannya pun semakin meningkat. Bayi sudah bisa membedakan mana suara
ayah atau ibunya, ia pun sudah bisa menirukan suara-suara yang pernah didengarnya
dengan caranya sendiri.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                hal 16
Cara Mendeteksi:

* Waspadai jika bayi tetap tertidur pulas dan tidak terganggu oleh bunyi-bunyian di
sekitarnya.

* Bayi tidak pernah bereaksi terhadap bunyi-bunyian di sekelilingnya.

* Bayi kurang responsif terhadap mainan-mainan yang berbunyi.

* Perkembangan bicaranya terlambat atau perbendaharaan katanya terbatas,
ucapannya sulit dimengerti, atau cenderung berusaha melihat muka lawan bicara
dengan tujuan mencari petunjuk dari gerak bibir.

Nah, bila hal ini terlihat pada bayi, mungkin terdapat gangguan fungsi pada indra
pendengarannya. Jika ada kecurigaan ke arah itu, bayi bisa diperiksakan pada
ahlinya. Saat ini sudah ada alat yang disebut Elektroakustik Impedans, ABR
(Auditory Brainstem Response) dan OAE (Otoacoustic Emission) yang secara
kombinasi sangat membantu diagnosa gangguan fungsi pendengaran pada bayi.

Stimulasi umum yang dapat dilakukan:

* Usia 0-5 bulan:

- Sejak lahir, cobalah untuk mengajaknya berbicara dengan berbagai topik sehari-
hari misalnya, "Pakai celana dulu, yuk, biar kamu lebih nyaman!" Suara-suara demikian
meskipun belum dipahami bayi, baik untuk merangsang indra pendengarannya.

- Di usia 1 bulan, pendengaran bayi dapat distimulasi dengan bunyi- bunyian yang
berasal dari mainan kerincingan. Bunyikan kerincingan di atas kepalanya sehingga dia
berusaha memandang asal suara yang didengarnya.

- Di usia 2 bulan, cobalah untuk menggerakkan kerincingan dari kiri ke kanan.
Umumnya bayi akan menolehkan kepalanya untuk mencari asal suara. Selain untuk
menstimulasi kemampuan indra pendengaran, penglihatan bayi pun ikut dirangsang.

- Menginjak usia 5 bulan, bayi umumnya sudah bisa menoleh ke arah sumber suara.
Cobalah untuk membunyikan kerincingan dari arah yang tidak dilihatnya. Bila dia
menoleh, fungsi pendengaran dan stimulus yang terjadi di otaknya berjalan dengan
baik. Stimulasi juga bisa dilakukan dengan memanggil namanya. Selain mencari
sumber suara bayi pun belajar untuk mengenal siapa dirinya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 16
* Usia 6-12 bulan:

- Di usia 7 bulan bayi sudah mulai bisa menirukan suara. Cobalah untuk mengajarinya
beberapa kata sederhana seperti mama, papa, baba, dan sebagainya. Lewat
pendengarannya, bayi akan berusaha untuk belajar berbicara.

- Di antara usia ini pun, bayi sudah mulai bisa mengenali bunyi-bunyian secara lebih
detail. Misalnya bunyi suara binatang, seperti kucing, kambing, burung, dan
sebagainya. Juga bayi bisa mengenal bunyi-bunyi huruf hidup (vokal). Nah,
pengenalan huruf hidup sejak dini akan menjadi dasar pembentukan kemampuan
berbicara sang bayi. Tentu hal ini dilakukan sambil bermain dan beraktivitas tanpa
harus menuntut bayi terfokus perhatiannya pada kita.

INDRA PERABA

Indra peraba bayi sudah berfungsi sejak lahir. Hal ini
ditunjukkan dengan tangisannya ketika dia merasakan
ada hal yang tidak nyaman dengan tubuhnya. Setelah
lahir, misalnya, bayi juga akan merasa tidak nyaman bila
menyentuh benda-benda yang panas atau dingin.




Cara mendeteksi:

* Di usia 2-4 bulan, ketika digendong, bayi seharusnya akan selalu berusaha untuk
meraba mulut, hidung, atau telinga orang yang menggendongnya. Bahkan di usia
sebelumnya, ketika bayi sedang disusui dia sudah berusaha untuk memegang
payudara ibunya.

* Di usia 4-6 bulan, seharusnya anak sudah bisa membuka tangannya dan berusaha
meraih benda-benda yang ada di depannya. Namun bila di usia ini tangan anak masih
terkepal dan tidak bisa memegang benda-benda yang seharusnya bisa dipegang, kita
perlu waspada terhadap perkembangan motorik halusnya.

* Demikian pula bila hingga usia 12 bulan anak belum bisa menjimpit benda yang
kecil-kecil, hal ini perlu diwaspadai karena seharusnya kemampuan memegang anak
sudah bisa sampai menjimpit benda yang kecil, seperti biji jagung, kismis, ataupun
pensil. Mungkin koordinasi otak dengan motorik halus dan daya sensorisnya tidak
bekerja dengan baik sehingga anak memerlukan pertolongan dan pemeriksaan lebih
lanjut.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 16
Stimulasi umum yang dapat dilakukan:

* Usia 0-12 bulan

- Di rentang usia ini bayi sudah mulai meraba-raba tubuh orang yang
menggendongnya. Letakkan telapak tangannya di mulut, hidung, telinga, atau rambut
di kepala kita agar bayi dapat merasakan kontur yang berbeda.

- Saat bayi sudah mulai bisa berdiri. Ajak ia menjejakkan kakinya di lantai, di
karpet, di tempat tidur, di rumput, di pasir, dan sebagainya. Berbagai perbedaan
kontur yang dirasakannya itu akan memberikan pelajaran bahwa banyak benda yang
memiliki kontur berbeda.

- Kita pun bisa meminjaminya beberapa alat rumah tangga yang aman, seperti
sendok, piring plastik, gelas kaleng, dan centong kayu. Biarkan ia menyentuh dan
memainkannya. Bila perlu, jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu. Aktivitas ini
akan melatih indra peraba dan kemampuan motoriknya ketika mencoba memegang
dan mencengkeram segala benda tersebut.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 16
  HINDARI DEHIDRASI PADA BAYI

Dehidrasi dapat membawa risiko kematian. Penanganan yang cepat dan tepat
sangatlah dibutuhkan.


Seorang teman pernah bertanya apakah dehidrasi benar-
benar dapat berdampak fatal pada bayi. Pertanyaan itu
muncul karena ia membaca artikel mengenai bayi 10 bulan
yang mengalami regresi (kemunduran perkembangan) hingga
ke titik nol karena mengalami dehidrasi yang tidak cepat
tertangani. Padahal sebelumnya bayi itu normal dan sehat.
Namun akibat diare yang disusul dehidrasi, perkembangan
keterampilan motorik halus dan kasarnya harus kembali
seperti bayi baru lahir. Bahkan ia harus kembali belajar
mengisap ASI.

Mungkin cerita kasus tadi tidak sesimpel yang diceritakan si teman. Namun
pertanyaan mendasarnya apakah dehidrasi dapat berakibat fatal, jawabannya jelas
ya. Bayi yang mengalami dehidrasi, ujar dr. Attila Dewanti, Sp.A., dapat mengalami
berbagai kerusakan organ tubuh, juga renjatan atau syok, bahkan kematian. Mengapa
bisa begitu? Seperti halnya orang dewasa, dehidrasi pada bayi terjadi karena
tubuhnya kehilangan banyak cairan. Padahal sekitar 70% tubuh manusia berisi cairan
yang bermanfaat bagi kelancaran aliran darah. "Bila cairan itu berkurang maka aliran
darah ke seluruh tubuh akan mengalami gangguan. Padahal fungsi utama darah
membawa oksigen dan bahan makanan ke seluruh tubuh, terutama ke otak dan paru-
paru sebagai organ pengatur metabolisme tubuh," papar spesialis anak dari Klinik
Empati, Jakarta.

KENALI PENYEBAB DEHIDRASI

Apa saja yang dapat menyebabkan dehidrasi pada bayi?

* diare atau muntaber

Hingga kini, diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi. Penyakit
tersebut dapat membuat bayi terinfeksi dengan gejala mual, muntah, dan berak
berulang. Keadaan ini menjadi semakin parah karena pada saat diare, nafsu makan
dan minum bayi jauh menurun. Kalaupun ada makanan/minuman yang bisa masuk,



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 16
jumlahnya hanya sedikit. Itu pun tak lama kemudian dikeluarkan kembali lewat
muntah maupun pup. Ditambah lagi, diare biasanya berlangsung hingga berhari-hari
sehingga perbandingan cairan yang masuk dan keluar jadi tidak seimbang. Sejumlah
mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida jadi terbuang. Inilah yang
menambah risiko dehidrasi.

Diare sendiri umumnya disebabkan asupan makanan yang terkontaminasi bibit
penyakit ataupun racun. Diare akibat makanan yang terkena kuman biasanya
menimbulkan gejala bayi berak-berak baru kemudian muntah. Sebaliknya, diare
karena keracunan gejala utamanya muntah baru diikuti diare.

* pneumonia

Pneumonia (radang paru-paru) bisa menyebabkan dehidrasi karena membuat bayi
mengalami demam tinggi dan napas terengah-engah. Hal ini akan membuat cairan,
berupa uap air, yang keluar dari paru-paru juga meningkat. Penanganan yang
terlambat atau tidak tepat bisa mengakibatkan dehidrasi.

* kurang makan dan minum

Kasus seperti ini jarang terjadi karena kalau lapar atau haus umumnya bayi akan
menangis minta makan atau minum. Namun mungkin saja bayi yang sedang sakit,
terutama bila disertai demam dan mual, kehilangan nafsu makan dan minum. Bila
asupan makan dan minum bayi sangat kurang selama 3-5 hari misalnya, dehidrasi bisa
terjadi.

KENALI GEJALA DEHIDRASI

Attila mengimbau agar orang tua dapat dengan jeli mendeteksi apakah bayinya
mengalami dehidrasi atau tidak. Kondisi dehidrasi dibaginya menjadi tiga: dehidrasi
ringan, sedang, dan berat. Berikut ciri-cirinya:

- DEHIDRASI RINGAN

* menangis tanpa air mata

Pada umumnya bayi menangis disertai air mata. Segera waspadai bila ia menangis
tetapi air matanya tidak kunjung keluar.

* mulut dan bibir kering

Kekurangan cairan akan membuat hampir seluruh tubuh menjadi kering. Yang terlihat
jelas adalah bagian mulut dan bibir yang kering.



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 17
* turun berat badan

Karena sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seharusnya berat badan
(BB) bayi terus meningkat. Namun jika yang terjadi malah sebaliknya, waspadalah.
Tanda dari gejala dehidrasi ringan yaitu BB bayi turun sampai 5 persen BB asalnya.

- DEHIDRASI SEDANG

* ubun-ubun cekung

Patokan lain untuk mengenali dehidrasi pada bayi adalah dengan melihat ubun-
ubunnya. Bila cekung, padahal sebelumnya normal-normal saja dan saat itu bayi
sedang diare, mungkin ia sedang mengalami dehidrasi.

* jarang buang air kecil (BAK)

Frekuensi BAK bayi cukup banyak, yakni di atas 3 cc/kg BB setiap jamnya. Namun
bayi yang mengalami dehidrasi akan jarang mengeluarkan air seni. Bilapun BAK, air
seni yang keluar sangat sedikit dan berwarna gelap.

* mata cekung

Kekurangan cairan pun bisa membuat mata bayi tampak cekung dan seakan terbenam.

* lemas dan mengantuk

Tak hanya orang dewasa yang merasa lemas ketika haus, bayi pun demikian. Dia akan
lemas bahkan mengantuk ketika mengalami dehidrasi. Namun karena bayi tidak bisa
mengungkapkannya hal ini lalu ditunjukkan dengan perilakunya yang sering tidur.
Bilapun terbangun dia hanya tergolek di tempat tidur tanpa aktivitas berarti.

* kulit pucat dan tidak elastis

Cairan di dalam tubuh berfungsi juga untuk melembapkan kulit. Bila cairan tersebut
sangat minim, maka kulit tampak kering dan terlihat pucat. Untuk lebih memastikan
cobalah mencubit kulit bayi secara perlahan. Bayi positif mengalami dehidrasi jika
setelah dicubit, kulitnya tidak cepat kembali normal. Ini disebabkan kulitnya menjadi
tidak elastis dan kekenyalan tubuhnya berkurang.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 17
* demam

Seperti layaknya orang dewasa, gejala dehidrasi pada bayi dapat ditandai dengan
peningkatan suhu tubuhnya. Jika diukur, suhunya bisa mencapai sekitar 38° C karena
jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya tidak terpenuhi.

* berat badan turun

Bila BB bayi turun semakin banyak, yaitu 5-10 persen dari BB asalnya, berarti
dehidrasi bayi sudah meningkat ke taraf sedang.

- DEHIDRASI BERAT

* napas dan denyut jantung cepat

Pada dehidrasi berat, gejala fisik yang terlihat merupakan kelanjutan dari gejala
dehidrasi sedang. Gejala itu akan lebih nyata seluruhnya disusul kesadaran anak
menurun, napas jadi cepat, dan denyut jantung meningkat.

* hilang kesadaran

Karena cairan yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh berkurang, maka
seluruh sistem kerja organ tubuh, terutama otak yang mengatur pola kerja tubuh
akan terganggu. Kala otak tak berfungsi sempurna maka banyak bayi hilang
kesadarannya.

* berat badan turun drastis

Dalam waktu 24 jam, bayi butuh cairan sebanyak 100 cc/kg BB-nya. Namun ketika
mengalami dehidrasi berat, pengeluaran cairan makin tidak sebanding dengan
kebutuhan saat itu, yakni bisa mencapai 200-250 cc/kg BB dalam sehari. Hal inilah
yang membuat BB bayi bisa turun drastis, yaitu lebih dari 10 persen BB asalnya.

PENANGANAN BAYI DEHIDRASI

Bayi yang mengalami dehidrasi mesti ditangani dengan tepat dan cepat. Bila tidak
tentu dapat membahayakan nyawanya. Inilah yang dapat dilakukan orang tua saat
menemukan gejala dehidrasi pada bayi:

* banyak minum

Memberi banyak cairan pada bayi merupakan pertolongan pertama saat bayi
mengalami dehidrasi. Oralit dapat diberikan dengan takaran yang tepat. Misalnya, 1



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 17
sachet kecil dicampur dengan 200 gr air putih. Tanpa takaran akurat, oralit justru
membahayakan karena kandungan garamnya yang masih kental dikhawatirkan malah
akan meningkatkan dehidrasi. Pasalnya garam yang pekat akan "menarik" air dari
dalam sel-sel tubuh.

Pemberian cairan lain seperti teh manis, jus buah, atau sup, boleh dilakukan. Begitu
juga cara tradisional berupa pemberian air tajin. Berdasarkan penelitian, air tajin
mengandung glukosa polimer, yaitu gula yang mudah diserap dan dicerna tubuh.
Protein poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses
lebih padat.

Cara tradisional lain, seperti memberikan larutan gula garam, bisa dicoba. Buatlah
dengan perbandingan dua sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam
untuk segelas air putih. Berikan setengah gelas setiap kali bayi muntah atau buang
air besar atau berikan satu sendok makan setiap lima menit sampai fesesnya normal.

* segera ke dokter

Segera membawa bayi ke dokter merupakan tindakan bijaksana untuk mendapatkan
penanganan lebih intensif. Bila terjadi kegawatan, seperti bayi hilang kesadaran,
semakin kurus, pucat, napas cepat, detak jantung cepat, larikan segera ke unit gawat
darurat rumah sakit agar penanganan yang lebih intensif bisa segera dilakukan.

CARA MENCEGAH DEHIDRASI

Diare, yang menjadi penyebab utama dehidrasi, bisa dicegah. Caranya dengan
menjaga kebersihan, baik makanan, peralatan makan, mainan, dan lingkungan di mana
bayi berada. Attila menganjurkan agar kita melakukan hal-hal berikut:

* jaga kebersihan

- Botol susu harus selalu steril saat akan digunakan karena jika terpapar kuman
sedikit saja bisa menimbulkan penyakit mengingat daya tahan tubuh bayi masih
lemah.

- Jangan memberikan botol susu yang sudah terjatuh ke lantai kepada bayi tanpa
disterilisasi kembali terlebih dulu.

- Buanglah ASI perasan atau susu formula yang tersisa di botolnya jika tidak
diminum lagi setelah satu jam.

- Cuci tangan bayi sesering mungkin dengan air bersih karena bayi masih senang
memasukkan tangannya ke dalam mulut.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 17
- Pastikan makanan yang disuapkan pada bayi bebas kuman.

* gizi seimbang

Dengan gizi seimbang daya tahan tubuh bayi bisa meningkat sehingga tak mudah
terserang penyakit. Berikut yang bisa dilakukan:

- Sajikan menu yang seimbang buat bayi, berupa makanan yang mengandung
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral dengan porsi yang bisa diterima
bayi.

- ASI merupakan makanan komplet gizi yang sangat baik untuk bayi. Itulah mengapa
ibu dianjurkan memberikan ASI eksklusif kepada bayi hingga usianya 6 bulan.
Apalagi di saat-saat awal produksi ASI, kolostrum yang keluar sebelum ASI sangat
baik bagi bayi karena mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A.
"Ini adalah makanan terbaik buat bayi yang tidak bisa didapat dari makanan lain,"
tandas Attila. Lain hal bila ASI ibu tak mencukupi, kekurangannya mau tidak mau
harus ditutupi susu formula.

* sediakan obat

Banyak kemungkinan yang bakal terjadi pada bayi yang baru lahir, entah demam, flu,
batuk, atau diare. Untuk itu sediakan obat-obatan, seperti obat penurun panas dan
antidiare untuk diberikan sebagai penanganan pertama bila si kecil sakit.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 17
        8 CARA ATASI KEGELISAHAN
                  BAYI

Dari mulai menggendong, menari, hingga mengayun-ayunkannya, bisa dicoba
untuk menenangkan tangisan si kecil.


                                                  Minggu lalu sudah dibahas bagaimana cara
                                    mengatasi      kerewelan      bayi     dengan
                                    memanfaatkan suara yang ada di sekeliling
                                    rumah. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah
                                    cara menggendong berserta gerakan-gerakan
                                    yang dapat membuat bayi merasa nyaman.
                                    Biasanya ayah dan ibu sudah mempraktikkan
                                    sebagian dari cara menggendong dan mengayun
untuk meredakan tangisan si kecil. Hanya saja berangkali manfaat dan variasi lain
dari menggendong dan mengayun ini belum seluruhnya diketahui. Nah, siapa tahu bayi
Anda menyukai gaya-gaya berikut.

1. Menggendong

Menggendong bisa dibilang merupakan cara yang andal dalam mengatasi kerewelan
bayi. Penelitian di Amerika menunjukkan bayi yang digendong paling sedikit tiga jam
sehari, 40 persen di antaranya jarang menangis. Namun maksud menggendong di sini
tidak hanya sekadar mengangkat dan menahan bayi dengan tangan kita tetapi
bagaimana menggendong tersebut dapat membuat bayi merasa nyaman; yakni dengan
memperhatikan lama waktu menggendong, jenis gendongan yang dipilih, dan cara
menggunakan alat gendongan tersebut dengan tepat.

Salah satu cara menggendong yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kain
panjang (jarit) atau alat gendong (sling). Gendonglah bayi dengan posisi agak
menyamping sehingga ia dapat menatap wajah orang yang menggendongnya. Hal ini
akan membuat bayi nyaman. Ketika si penggendong berjalan, "irama jalannya" akan
mengingatkan bayi saat "digendong-gendong" dalam kandungan. Tetapi dianjurkan
untuk tidak menggunakan gendongan dari jala karena alat ini tidak sepenuhnya
menyangga tubuh si bayi.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                 hal 17
Kelebihan lain menggendong, bayi akan merasa dekat dengan orang tuanya. Karena
setiap kali digendong, dia dapat merasakan embusan hangat napas ayah atau ibu yang
terdengar lembut. Suasana demikian dipercaya dapat membuat anak tumbuh menjadi
sosok yang penuh kedamaian dan mudah untuk ditenangkan. Menurut ahli,
menggendong bayi lebih baik dilakukan ketimbang menaruhnya dalam ayunan atau
kereta dorong sendirian.

2. Menari

Gerakan menari diyakini dapat menenangkan bayi yang sedang rewel. Tentu saja
bukan berarti orang tua harus bisa menari Pendet atau Serampang 12 yang memiliki
urutan gerakan tertentu, tapi cukup dengan menggerak-gerakkan tubuh kita dalam
pola yang teratur sehingga bayi merasa nyaman dalam dekapan. Umumnya, orang tua
akan menciptakan jenis tarian yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan si kecil.
Berikut beberapa inspirasi tarian, dari yang gerakan sederhana hingga yang agak
memerlukan sedikit tenaga, jadi sesuaikan dengan energi yang kita miliki:

* The Swing (gerakan mengayun)

Inilah gerakan alami yang biasanya secara spontan dilakukan orang tua untuk
meredakan tangisan si kecil. Hanya saja, akan lebih nyaman jika si kecil didekap
tepat di bawah leher kita. Ayun dari sisi kiri ke sisi kanan secara perlahan dan
jangan terlalu menghentak karena dikhawatirkan akan membuat salah satu bagian
tubuh bayi cedera, seperti dahi yang menempel di bawah leher.

* The Dip (gerakan naik turun)

Langkah ini bisa dijadikan sebagai variasi gerakan mengayun. Naik-turunkan lutut
secara cepat dan teratur tetapi jangan menghentak. Lakukan terus sampai bayi
merasa tenang.

* The Hop (gerakan melompat)

Lakukan gerakan melompat dengan menekuk lutut kiri dan kanan bergantian, masing-
masing selama dua hitungan. Ingat, jangan melompat dengan menggunakan kaki
secara bersamaan karena umumnya bayi tidak suka cara berhenti yang mendadak dan
kita pun lebih mudah letih.

* The Bounce (gerakan melambung)

Posisikan bayi sehingga wajahnya berhadapan dengan wajah kita. Sanggalah
bokongnya dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyangga pundak dan
lehernya. Lambungkan bayi dengan lembut ke atas dan ke bawah rata-rata enam


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                         hal 17
puluh sampai tujuh puluh hitungan per menit. Tataplah matanya pada saat kita
melambungkan tubuhnya. Beberapa bayi suka dilambungkan dengan lebih kuat, lebih
tinggi, dan lebih cepat. Peganglah yang kuat agar kita tidak lepas kendali dan
membuat bayi malah bertambah rewel atau bahkan terjatuh. Jika si kecil menangis
kala dilambungkan, segera hentikan cara ini dan cari cara lain untuk menenangkannya.

* The Rock (goyang ombang ambing)

Gerakannya mudah, kok. Sorongkan bayi ke depan dan ke belakang sambil didekap di
dada kita. Untuk mudahnya, posisikan salah satu kaki di depan untuk menjaga
keseimbangan tubuh kita. Sesekali ganti gerakan dengan mengayunnya dari kiri ke
kanan.

* The Waltz (dansa waltz)

Gerakannya seperti pasangan yang tengah berdansa waltz. Hanya saja pasangan kita
kali ini adalah si bayi. Jika belum pernah belajar waltz, mungkin kita perlu menyetel
lagu berirama waltz untuk menemukan iramanya yaitu, "tu, wa, ga-tu, wa, ga" dan
seterusnya. Sambil mengayun bayi, ke atas dan ke bawah, kita dapat melangkahkan
kaki kiri dan kanan dalam hitungan "tu, wa, ga" seperti orang berdansa.

* The Tango (tango)

Sebagian besar bayi suka dengan gerakan berirama lembut, tetapi beberapa bayi
suka dengan gerakan yang lebih "kasar". Gaya menari tango yang gerakannya cepat
dan ada saat berhenti mendadak akan memberinya kejutan sehingga dapat
menghentikan kerewelannya.

* The Twirl (putaran)

Selain gerakan populer seperti mengayunkan bayi ke atas dan ke bawah, ke belakang
dan ke depan, atau ke kiri dan ke kanan, sebagian bayi juga senang dengan gerakan
berputar 180 derajat dan diakhiri dengan berhenti mendadak. Keheranan bayi
biasanya ditunjukkan dengan cara menatap ke arah kita. Jika kita bisa menjaga
kontak mata dan menjaga gerakan, dia mungkin akan terus melihat kita untuk
mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

3. Mengayun bayi

Mengayun bayi dalam ayunan dapat digunakan sebagai variasi dalam menenangkan
bayi yang rewel. Berbagai model ayunan bayi bisa dibeli di pasaran. Pilihlah yang
bahan atau konstruksinya kuat. Yang perlu diketahui, ayunan tidak berkerja sebaik
dekapan tangan manusia. Dengan menggendongnya, tubuh bayi akan bersentuhan


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 17
dengan dada kita yang dapat menimbulkan kedekatan dan keakraban. Tetapi kalau
orang tua sudah kecapekan, menaruh bayi dalam ayunan akan menjadi solusi yang
tepat. Selagi si kecil terlena di ayunan, orang tua dapat beristirahat sejenak atau
melakukan pekerjaan rumah yang lain.

4. Mengajak berkendara

Tentu hal ini bisa dilakukan jika orang tua sedang tidak sibuk. Letakkan bayi di car
seat dan ajaklah ia berkeliling kurang lebih selama 25 menit. Jika memungkinkan,
lakukan tanpa pernah berhenti. Sekembalinya di rumah, angkat bayi beserta car
seat-nya agar tetap tenang. Yang perlu diperhatikan, pilihlah jalan yang lengang,
tidak macet, tidak terpolusi, tidak riuh dengan suara klakson dan deru mobil, seperti
jalan di seputar perumahan/kompleks. Tidak disarankan untuk mengajak bayi
berkeliling dengan sepeda motor karena kendaraan jenis ini sangat terbuka.
Dikhawatirkan bayi akan menghirup udara kotor atau diterpa sinar matahari yang
terlalu terik.

5. Berjalan-jalan dengan kereta

Banyak ibu yang menenangkan bayinya dengan mengajaknya berjalan-jalan
menggunakan kereta bayi. Tentu si kecil menikmati hal ini karena bisa merasakan
suasana yang berbeda. Namun, saat mengajak si kecil jalan-jalan, pilih jalan yang
landai dan lengang. Hindari jalan berbatu yang dapat membuat jalan kereta tidak
mulus, dilewati banyak kendaraan, dan udaranya terpolusi. Selain itu pilihlah kereta
bayi yang posisi sandarannya agak tegak (posisi duduk) sehingga dia bisa memandang
ke depan dengan leluasa. Banyak bayi yang tidak suka diposisikan terbaring karena
dia hanya bisa melihat pemandangan langit yang membosankan. Namun asal tahu saja,
pada umumnya bayi lebih suka ditenangkan dalam dekapan daripada dengan
mengajaknya berjalan-jalan di atas kereta bayi.

6. Menaruh bayi di atas bola

Berlututlah di atas lantai. Taruh perut bayi di atas bola yang besar. Pegang bayi
dengan satu tangan, sedangkan tangan lain menggerakan bola dari sisi satu ke sisi
lain.

7. Melambungkan Bayi

Tengkurapkan bayi di atas lutut kita dan goyang-goyangkan lutut dengan posisi turun
naik. Bisa juga dilakukan dengan cara merebahkan diri di atas kasur dan meletakkan
bayi di atas perut kita. Angkat dan turunkan perut kita sehingga bayi bisa
merasakan gerakan naik-turun.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 17
8. Berjalan-jalan

Salah satu cara mudah untuk menenangkan bayi adalah dengan jalan santai ketika
bayi sedang rewel. Pemandangan yang berbeda dapat menghapus tangisannya. Tentu,
tempat yang dipilih pun harus yang dapat membuat bayi merasa lebih nyaman,
misalnya berjalan di taman dan di sekitar perumahan. Yang penting lokasinya tidak
riuh apalagi ditambah dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.




       TAK MENANGIS LAGI BERKAT
            IRAMA MONOTON

Dari lagu Nina Bobo                 hingga      suara   vacuum   cleaner   bisa   dicoba   untuk
menenangkan bayi.

                              Bayi rewel bikin grogi. Apalagi bagi ibu dan ayah yang
                              baru memiliki anak pertama. Saat si kecil menangis
                              pasti kita segera kelabakan mengeceknya, "Aduh pup,
                              ya? Pipis? Lapar? Gerah?" Nah, kalau ternyata bayi
                              dalam keadaan kenyang, popoknya tidak basah dan
                              tidak kegerahan, kita bukannya tambah lega, tapi
                              malah makin panik. "Aduh ada apa dengan bayiku?"
                              Hal itu terjadi pada Laras. Anaknya, Kayla, yang
                              belum genap berusia 2 bulan punya kebiasaan
                              menangis saat menjelang sore. Padahal ya itu tadi,
kondisi Kayla tampak baik-baik saja; baru saja menyusu pada ibunya, popoknya
kering, dan tidak kegerahan. Namun entah kenapa Kayla tetap saja rewel. Digendong
dengan cara apa pun dan oleh siapa pun tak reda jua tangisnya.

Sampai pada suatu hari, saking frustrasinya, Laras menyetel kaset Mr. Big milik
suaminya untuk menghilangkan kepenatan akibat mendengar tangisan Kayla. Lantas,
berkumandanglah lagu To Be With You yang merupakan favorit Laras. Tak disangka,
si kecil langsung terdiam. Laras heran, "Ah, barangkali kebetulan," begitu pikirnya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                       hal 17
Tapi keesokan harinya kerewelan Kayla juga langsung mereda begitu terdengar lagu
Mr. Big tadi. Bahkan Kayla bisa tertidur tenang. Ya, ampun!

Unik bukan? Memang betul, tetapi setidaknya dari situ kita dapat belajar bahwa
suara pun dapat digunakan untuk menenangkan bayi yang sedang rewel. Ini sudah
terbukti secara ilmiah dan ditulis William Sears, M.D., dan Martha Sears, R.N.,
dalam bukunya The Fussy Baby Book. Mereka bilang sebagian besar bayi rewel dapat
ditenangkan oleh suara yang berirama monoton, memiliki ketukan lambat, atau
berupa dengungan teratur disertai nada naik turun dari lambat menjadi keras atau
dari keras menjadi lambat dengan pola suara berulang 60-70 ketukan per menit.
Beberapa produk mainan bayi sengaja dibuat khusus untuk menyajikan suara seperti
itu dan terbukti dapat menenangkan bayi untuk kemudian membuatnya tertidur
pulas.

SUARA ALAT RUMAH TANGGA

Sears menekankan, selain mainan, beberapa suara peralatan rumah juga bisa
digunakan untuk menenangkan bayi. Yang perlu disadari, bayi merupakan individu
yang unik, yang tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Bayi Kayla mungkin
menyukai beat yang terdapat pada lagu To Be With You. Lainnya baru tenang setelah
mendengar tetesan air keran. Nah, tugas orang tualah untuk selalu menjajal suara
apa yang bisa membuat bayi rewelnya menjadi tenang. Berikut beberapa suara yang
bisa dicoba:

1. Detak Jam

Bagi sebagian orang dewasa, bunyi detak jam malah bisa mengganggu kenyenyakan
tidur. Namun tidak demikian dengan bayi karena tik-tok-tik-tok jam bisa
menenangkannya dari kerewelan. Sudah barang tentu jangan ada suara lain selain
detak jam ini agar bayi bisa mendengarnya.

2. Aliran dan Tetesan Air

Sewaktu si kecil menangis, coba bawa ia ke dekat wastafel atau kamar mandi. Buka
keran atau pancuran airnya. Menurut penelitian, suara aliran atau tetesan air dapat
menghilangkan kerewelannya.

3. Vacuum Cleaner

Beberapa bayi dapat tenang setelah mendengarkan suara dengungan vacuum cleaner.
Unik memang. Namun, agar tak perlu berulangkali menghidup-matikan benda
tersebut, kita bisa merekamnya dalam kaset untuk kemudian memutarnya kembali
saat dia mulai rewel.


Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 18
4. Exhaust ( kipas penyedot gas atau uap)

Kalau kita memiliki kipas exhaust di kamar mandi atau dapur, manfaatkan suaranya
untuk menenangkan bayi. Bawalah bayi yang sedang rewel ke dekatnya lalu nyalakan
exhaust sambil mematikan lampu ruang dapur atau kamar mandi. Suasana gelap dan
suara deru dari kipas angin juga diyakini dapat membuat bayi menjadi tenang.

5. Kipas Angin dan Air Conditioner

Nyalakanlah kipas angin atau AC ketika bayi sedang rewel. Aturlah jaraknya dengan
kita sampai suaranya sudah dapat didengar oleh bayi.

6. Metronom

Mungkin tak semua keluarga memiliki metronom (alat pengatur kecepatan lagu). Tapi
sebagai informasi saja, alat ini juga bisa menenangkan bayi karena memiliki ketukan
suara teratur dan terdengar monoton. Pasanglah alat ini dengan kecepatan 60
ketukan per menit. Jangan mengatur tempo terlalu cepat karena bayi tidak terlalu
menyukainya.

7. Air Terjun dan Ombak

Suara deburan air terjun dan ombak yang monoton juga dapat meredakan kerewelan
bayi. Bila di rumah ada kolam hias dengan air terjun buatan, tentu tidak harus repot
membawa bayi ke gunung atau ke pantai setiap kali rewelnya kumat. Namun bila tidak
ada, buat saja rekamannya saat mengunjungi lokasi-lokasi tersebut. Yang lebih
praktis lagi, carilah CD berisi kumpulan efek suara laut yang bisa dibeli di toko-toko
kaset yang lengkap. Perdengarkan CD ini saat bayi mulai menangis. Rekaman suara
ombak atau air pada keyboard atau komputer juga bisa dimanfaatkan.

8. Mesin Cuci

Pusing dengan bayi rewel padahal harus mencuci pakaian? Cobalah ajak bayi ke dekat
mesin cuci, karena beberapa bayi bisa tenang saat mendengar suara dengungan atau
adukan mesin cuci. Dudukan bayi di kursi mobilnya yang diletakkan di atas mesin cuci
yang sedang dihidupkan. Beberapa bayi malah bisa tertidur nyenyak dengan cara ini.
Namun ingat, jangan pernah meninggalkannya sendirian. Getaran mesin cuci dapat
membuat car seat bergeser hingga terjatuh.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                            hal 18
KEKUATAN MELODI SEDERHANA

Cara klasik dengan berdendang atau memperdengarkan musik tetap bisa menjadi
langkah jitu mengatasi kerewelan bayi. Dendangkan lagu atau setelkan musik yang
melodinya sederhana dan berirama lambat seperti beberapa di bawah ini:

1. "Nina Bobo" Ciptaan Sendiri

Kita bisa menciptakan lagu nina bobo versi sendiri. Namun, agar pas terdengar di
telinga si kecil, cermati beberapa aturan mainnya dalam membuat lagu:

* Buat lagu dengan melodi yang lambat, nada naik turun dengan tema berulang. Pada
akhir lagu usahakan suara semakin melirih dan menghilang. Pola lagu seperti ini
sangat disukai bayi dan dapat membuatnya tenang. Lagu Nina Bobo yang sudah
populer didendangkan merupakan contoh yang baik.

* Pilih lagu dengan nada simpel dan kata-kata yang mudah. Misalnya, "Waktunya
tidur, waktunya tidur. Kayla sayangku, Kayla sayangku. Mama sudah lelah, Mama
sudah lelah. cepatlah tidur, cepatlah tidur."

* Agar tak bosan, variasikan dengan menggunakan versi lain. Untuk mencipta lagu,
tak harus memiliki kemampuan bermusik kok. Yang penting ada naluri atau kepekaan
apakah lagu yang kita buat dapat menenangkan bayi atau tidak.

* Nah, bila kita sibuk di luar rumah atau sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah,
rekam lagu Nina Bobo yang kita ciptakan. Ketika bayi rewel, letakkan di dalam boks
bayi kemudian bunyikan rekaman itu agar bayi dapat mendengarnya.

2. Medley Lagu-lagu Kesukaan Bayi

Banyak lagu atau instrumen yang diciptakan khusus untuk bayi. Namun, sulit bila bayi
harus mendengarkan seluruh lagu dalam satu kaset. Terlebih bila ia hanya senang
pada satu lagu atau hanya menyukai intro dan refrain-nya saja. Kalau demikian, coba
buat medley sendiri. Pilihlah lagu-lagu atau bagian-bagian dari lagu-lagu yang benar-
benar disukai bayi, lalu rekamlah satu per satu hingga menjadi medley. Pastikan
bahwa kita juga menyukai medley tersebut karena mau tidak mau kita akan sering
mendengarnya juga.

3. Musik Klasik

Musik yang paling baik untuk menenangkan bayi adalah musik klasik. Sebagian besar
bayi suka dengan musik klasik yang memiliki tempo tetap dan lambat dengan dinamika



Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 18
yang naik turun, seperti musik Mozart dan Vivaldi. Tak hanya bayi, orang dewasa
yang mendengarkan musik klasik dapat dibuat relaks. Kalau bisa gunakan pemutar
kaset atau CD yang bisa otomatis memutar balik atau memutar ulang sendiri karena
beberapa bayi tidak sabaran menunggu musik klasik favoritnya diperdengarkan lagi.
Lagi pula player otomatis itu bisa membantu usaha kita meninabobokan bayi dengan
lebih lancar.

4. Rekaman Tangisan

Terkadang bayi bisa dibuat tenang oleh suara tangisannya sendiri. Lucu, bukan? Coba
rekam suaranya kala ia menangis dan kemudian bunyikan saat ia mulai rewel. Bunyi
tangisannya sendiri akan membuat bayi terkejut dan diam.

             HINDARI BUNYI BLENDER DAN MUSIK ROCK

Perlu diketahui, tidak semua suara yang berasal dari peralatan rumah tangga disukai
bayi. Suara blender misalnya, sangat tidak disukai karena suara putaran motornya
sangat cepat dan hilang timbul tak beraturan. Jika hendak menggunakan blender,
pastikan si kecil tidak ada dalam satu ruangan. Kalau perlu, pindahkan ia ke ruang lain
sebelum menjadi rewel berkepanjangan.

Bayi umumnya juga tidak menyukai musik rock, heavy metal, trash, house music atau
musik apa pun yang memiliki ritme terlalu cepat. Musik jenis ini kebanyakan malah
membuat emosi bayi meningkat. Bila kita ingin menikmati musik jenis ini, pastikan
bayi tidak sedang berada di dekat kita. Atau kalau kita sedang berusaha
menenangkannya, jauhkan suara-suara musik itu dari pendengarannya.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                             hal 18
  CEGAH "DADA BURUNG" DENGAN
     KALSIUM DAN VITAMIN D

Kelainan dada burung bisa sangat mengganggu, terutama bila dampaknya sudah
mempengaruhi kerja jantung dan paru-paru bayi.


                                        Apa, sih, kelainan dada burung itu? Kedengarannya
                                        memang asing buat telinga awam karena tingkat
                                        probabilitas kejadiannya di Indonesia cukup rendah.
                                        Sesuai namanya, dada burung atau pigeon chest,
                                        adalah sebutan untuk bentuk dada yang lancip ke
                                        depan sehingga tampak seperti dada burung. Menurut
                                        dr. Ifran Saleh FICS, DSBO., umumnya, bentuk
                                        dada seperti ini ditemui pada bayi baru lahir atau pada
                                        anak batita.

                             Untuk mengetahui penyebab terbentuknya dada
burung, dokter ahli bedah tulang dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta ini
mengklasifikasi berdasarkan kapan waktu terjadinya:

* Sejak bayi

Bila kelainan dada burung sudah tampak sejak bayi dilahirkan berarti penyebabnya
terjadi saat anak masih dalam kandungan. Para ahli meyakini kekurangan vitamin D
atau kalsium pada ibu hamil akan mengakibatkan pembentukan tulang janin tidak
sempurna (malformasi tulang), termasuk tulang dadanya. Namun, pendapat medis
terbaru menyatakan kelainan dada burung disebabkan penyakit kongenital atau
kelainan bawaan yang terjadi dalam kandungan.

Sayangnya, sampai saat ini pendapat tersebut belum mengemukakan penyebabnya.
“Pertumbuhan tulang dada yang dibentuk oleh tulang belakang, tulang rawan dan
tulang iga seharusnya berlangsung secara bersamaan, ke samping dan ke depan. Nah,
kalau pertumbuhan berlangsung tidak sempurna, maka bentuk dadanya akan
menyempit sehingga terbentuklah dada burung.”




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                                     hal 18
* Saat batita

Bentuk dada burung pun bisa muncul ketika anak berusia 2-3 tahun. Jadi pada saat
dilahirkan bentuk dadanya normal. Barulah menginjak usia batita bentuk dada anak
berubah menjadi seperti dada burung. Kasus di usia ini biasanya disebabkan
kurangnya asupan vitamin D dan kalsium pada anak.

MEMICU SESAK NAPAS

Meskipun dada burung jarang membawa risiko kematian, tapi kelainan ini
menimbulkan banyak gangguan, antara lain:

1. Mengganggu secara kosmetika

Bentuk dada yang lancip ke depan secara kosmetika akan mengganggu penampilan.
Kondisi ini mungkin tak terlalu bermasalah bila anak masih kecil. Namun jika ia sudah
berangkat remaja atau dewasa, apalagi bagi perempuan, tentu sangat mengganggu
dan tak mustahil akan memicu sikap rendah diri dan merasa terkucilkan.

2. Mengganggu fungsi jantung

Kelainan dada burung membuat ruang rongga dada penderita menyempit. Padahal di
sini banyak organ-organ penting seperti jantung dan paru-paru. Bila jantung harus
berdesakan dengan tulang dada maupun organ lain, efek samping yang muncul adalah
sesak napas. Pada masa bayi, gangguan ini umumnya belum terasa karena ukuran
organ jantung masih kecil.

Namun seiring dengan pertumbuhan anak maka organ tersebut akan membesar
sehingga tidak lagi sesuai dengan ukuran rongga dada yang sempit. Nah, di sinilah
kemungkinan jantung tertekan tulang dada. “Bila anak dengan kelainan dada burung
mengalami gangguan pada jantungnya, biasanya bukan karena penyumbatan pembuluh
darah yang umumnya terjadi pada penderita penyakit jantung, melainkan karena
tekanan tulang dada pada jantung yang akhirnya menganggu proses kerja organ
jantung," kata Ifran.

3. Mengganggu fungsi paru-paru

Seperti halnya jantung, paru-paru pun tidak mendapat porsi ruang yang cukup di
dalam rongga dada. Lantaran itulah, anak dengan kelainan dada burung sering
mengalami sesak napas.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 18
4. Skoliosis tulang belakang

Kelainan dada burung yang tidak ditangani dengan baik akan berlanjut hingga dewasa
dan memungkinkan terjadinya skoliosis atau tulang belakang menjadi bengkok.
Kondisi ini pada akhirnya akan mengakibatkan saraf-saraf tulang belakang terjepit
akibat proses degeneratif. Umumnya gangguan persarafan ini baru terasa di usia
lanjut, dengan gejala kelemahan pada kaki, kehilangan sensitivitas indera peraba, dan
sebagainya.

CARA MENDETEKSI

Deteksi dini kelainan dada burung sebetulnya bisa dilakukan di masa kehamilan
dengan pemeriksaan amnion (air ketuban). Sayang pemeriksaan ini membutuhkan
biaya yang relatif mahal. Sedangkan pemeriksaan lain, seperti USG atau
laboratorium sulit mendeteksi kelainan dada burung. "Hal inilah yang seringkali
membuat orang tua atau dokter baru mengetahui kalau anaknya memiliki kelainan
dada burung ketika dia lahir," ujar Ifran.

Pendeteksian memang jauh lebih mudah bila si bayi sudah lahir karena bentuk dada
burung sangat spesifik; lancip ke depan sementara bagian sampingnya rata. Kalau
terjadi seperti ini, sebaiknya orang tua segera berkonsultasi ke dokter. Umumnya
pasien akan dirujuk ke dokter spesialis bedah tulang.

Selanjutnya, dokter spesialis bedah tulang akan berusaha mencari tahu penyebab
pasien mengalami dada burung. Apakah karena faktor kongenital atau kekurangan
vitamin D dan kalsium. Kepastian itu bisa didapat dari pemeriksaan darah dan urin si
bayi. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa asupan vitamin D dan kalsium si bayi
baik, berarti penyebabnya adalah faktor kongenital atau gangguan pembentukan
tulang dada.

Jika demikian berarti diperlukan tindakan pembedahan untuk mengoreksi bentuk
tulang dada agar lebih baik dan lebih besar. Tapi umumnya operasi baru dilakukan
saat pasien berusia 20 tahun dimana pertumbuhan tulang-tulangnya sudah berhenti.
"Kalau pertumbuhan tulang masih terjadi maka pembedahan tersebut akan percuma
saja, karena malformasi tulang dada tetap terjadi," papar Ifran.

Lain hal bila malformasi tulang sudah sangat membahayakan anak, karena telah
mengganggu fungsi jantung dan paru-parunya. Tindakan pembedahan mesti segera
dilakukan demi menyelamatkan jiwanya. Kalaupun malformasi tulang terjadi lagi,
karena masa pertumbuhan tulang anak masih terjadi, berikutnya akan dilakukan
pembedahan kembali saat malformasi ini kembali membahayakan organ dalam atau




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                           hal 18
ketika pertumbuhan tulang sudah berhenti. "Namun, kasus seperti ini jarang
terjadi," tambah Ifran.

PENCEGAHAN

Menurut Ifran ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari kelainan
dada burung, berikut beberapa di antaranya:

* Penuhi kebutuhan gizi seimbang saat hamil terutama pada trimester pertama.

Trimester awal merupakan masa berlangsungnya proses pembentukan dasar berbagai
organ tubuh. Sedangkan di trimester berikutnya, pembentukan organ sudah
memasuki tahap melanjutkan dan menyempurnakan. Meskipun relatif lebih aman tapi
ibu tetap harus menjaga segala asupan makanannya agar tetap baik dan seimbang.

* Hindari hal-hal yang bisa membahayakan janin, paparan zat kimia misalnya.

Memang, zat kimia beracun ataupu tidak beracun sudah sangat akrab dengan
kehidupan kita sehari-hari, seperti zat pewarna, pengawet, dan penyedap rasa.
Semua zat itu diduga berperan dalam memunculkan kelainan kongenital walau Ifran
belum bisa memastikan apakah hal ini juga bisa memicu terjadinya dada burung.
Namun untuk amannya, hindari bahan-bahan tersebut terutama di masa kehamilan.

* Hindari trauma psikis saat hamil agar perkembangan fisik dan psikis janin tumbuh
dengan maksimal.




Dunia Bayi III - diedit oleh Endah Josita Sari Rahaju                          hal 18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:9474
posted:10/5/2010
language:Indonesian
pages:187