Ss Sensorik & Motorik

					              SISTEM SARAF
• Pengendalian tubuh manusia :
   – Sistem Saraf
   – Sistem Endokrin

• Aktivitas yang dikontrol sistem saraf diarahkan untuk
  mempertahankan homeostasis.

• Sistim saraf melalui transmisi cepat impuls listrik ,
  mengkoordinasikan aktivitas –aktivitas tubuh yang
  cepat, contoh : gerakan otot,dsb

• Sistem endokrin menghasilkan hormon
Perbandingan antara Sistem Saraf dan Sistem Endokrin
                     Sistem Saraf                       Sistem Endokrin
Sel                  Neuron                             Ephitelium glandular
Signal kimiawi       Neurotransmitter                   Hormon
Spesifisitas kerja   Receptor pada sel postsynaptics    Reseptor pada sel target
Kecepatan onset      Beberapa detik                     Beberapa detik sampai
                                                        jam
Durasi kerja         Sangat singkat kecuali aktivitas   Dapat singkat atau dapat
                     neural berlanjut                   bertahan selama beberapa
                                                        hari bahkan ketika sekresi
                                                        dihentikan
• Sistem saraf dibentuk oleh jaringan kompleks sel saraf
  ( neuron ) : neuron aferen, neuron eferen dan antarneuron

• Sistem saraf bekerja melalui sinyal listrik (potensial aksi)
  untuk mengontrol respon tubuh cepat
      Pembagian Sistem Saraf
• Secara Anatomi :
    1. Sistem saraf pusat : Otak
                           Medula spinalis

    2. Sistem saraf tepi ( perifer ):
        - Sistem Aferen : Sensorik dan Otonom
       - Sistem Eferen : Motorik dan Otonom
          Structural organization of the
                 nervous system
                         The Nervous System



Central Nervous System                        Peripheral Nervous System



Brain           Spinal Cord             Somatic                        Autonomic




                              Sensory             Motorik   Parasympathetic   Sympathetic
• Sistem saraf pusat :
  – Sistem saraf yang mengolah informasi
    yang masuk sehingga timbul reaksi yang
    tepat
  – Penyimpanan informasi ( daya ingat )


• Sistem saraf tepi (perifer) :
  – Sistem saraf yang membawa informasi
   antara Sistem saraf pusat dan bagian tubuh
   lainnya ( efektor )
  – Terdiri dari : aferent dan eferent
                          Susunan
      Otak                                      Medula Spinalis
                         saraf pusat


                        Sistem Saraf Tepi
        Aferen                                       Eferen




                             Sistem Saraf Motorik   Sistem Saraf Otonom
Rangsangan : Sensorik
             Viseral


                                  Otot rangka           Simpatis
                                                      Parasimpatis
• Aferent : bagian dari saraf tepi yang membawa
  informasi ke sistem saraf pusat serta
  memberitahu sistem saraf pusat tentang
  rangsangan eksternal dan internal

• Eferent : bagian saraf tepi yang membawa
  informasi dari sistem saraf pusat ke organ efektor

Pembagian lain :
• Sistem saraf sensorik ( Afferent division )
• Pengolahan sistem saraf pusat
• Sistem saraf motorik ( Efferent division )
     OTAK ( CEREBRUM )
• OTAK MANUSIA TERDIRI DARI 5
  LOBUS :
  – Lobus Frontalis
  – Lobus Occipitalis
  – Lobus Temporalis
  – Lobus Parietalis
  – Limbik
• Lobus Frontalis :
  – Terletak dikorteks bagian depan
  – Bertanggung jawab terhadap :
     • Aktivitas motorik volunter
     • Kemampuan berbicara
     • Elaborasi pikiran


• Lobus Parietalis :
  – Bertanggung jawab untuk menerima dan
    mengolah masukan sensorik : sentuhan ,
    tekanan, suhu, dsb
• Lobus Oksipitalis :
  – Terletak di sebelah posterior ( belakang kepala )
  – Bertanggung jawab untuk mengolah awal masukan
    penglihatan


• Lobus temporalis :
  – Terletak disebelah lateral ( disisi kepala )
  – Bertanggung jawab untuk mengolah awal masukan
    suara ( pendengaran )


• Limbik sistem : berhubungan dengan emosi dan
  perilaku
       SISTEM SARAF SENSORIK

Persepsi : interprestasi sadar mengenai dunia eksternal

  reseptor sensorik    impuls-impuls saraf    otak


Apakah informasi yang kita terima dari
 dunia luar adalah suatu realitas ?
Persepsi = Realitas ?
1.   Jenis & kemampuan reseptor terbatas
     Reseptor sensorik manusia hanya dapat mendeteksi jumlah
     yang terbatas dari bentuk energi yang ada
     contoh : gelombang radio, gelombang magnet, sinar X,
     suara dari pluit anjing tidak dapat dideteksi oleh reseptor
     sensorik manusia
2.   Informasi yang disalurkan ke otak manusia tidak melalui
     alat perekam canggih yang peka.
     Selama proses prekortikal dari input sensorik, beberapa
     stimuli ditingkatkan sedangkan yang lain dapat ditekan atau
     diabaikan
3.   Korteks serebrum memanipulasi data yang didapatkan
     dari reseptor sensorik, dibandingkan dengan informasi lain
     seperti ingatan dari pengalaman yang lalu, untuk
     mengekstraksi aspek yang signifikan
     Otak “melengkapi gambaran” & menginterprestasikan
     realitas menurut aturan2nya sendiri
Spesies lain dgn jenis & kepekaan reseptor serta pengolahan saraf berbeda
        persepsi dunia yang berbeda
Sherwood, Human Physiology From Cells to Systems, 6th ed
“Peripheral drift” by Akiyoshi Kitaoka
Taken from Nationalgeographic.com
     SISTEM SARAF SENSORIK
• Sistem saraf sensorik menangkap perubahan yang
  terjadi diluar dan didalam tubuh ( rangsangan )
• Sistem saraf sensorik merupakan bagian dari
  sistem saraf tepi yang bersifat aferen
• Semua aktifitas sistem saraf diawali oleh
  pengalaman sensorik yang bermula pada reseptor
  sensorik baik visual, audiotorik, taktil pada
  permukaan tubuh maupun reseptor-reseptor lain
  pada tubuh kita.
• Pengalaman sensorik ini dapat menyebabkan
  reaksi langsung atau disimpan sebagai memori
  diotak
Sistem Sensorik dapat dibagi :
1. Superfisial : Raba, nyeri, suhu
2. Dalam : Otot, sendi, nyeri otot dalam
3. Viseral : rangsangan terhadap sistim saraf
   otonom ( aferen )meliputi rasa lapar, mual
   dan nyeri viseral
4. Khusus : penghidu, pengecap, penglihatan,
   pendengaran dan keseimbangan
           “Rangsangan “
• Jenisnya : Mekanis, suhu, kimia,
  gelombang elektromagnetik
• Lama dan waktu : pagi, malam
• Intensitas : dibawah ambang, ambang dan
  diatas ambang, adekwat atau tidak
  adekuat
                      Reseptor:
• Alat didalam tubuh yang menangkap rangsangan
• Alat ini mengubah rangsangan sensorik menjadi sinyal
  saraf
• Alat yang dapat mengubah berbagai bentuk energi dari
  lingkungan menjadi potensial aksi pada saraf
• Sensasi dirasakan tergantung pada jenis reseptor yang
  dirangsang.
• Reseptor berespon terhadap stimulus yaitu perubahan
  fisika atau kimia di lingkungan reseptor yang dapat
  dideteksi

• Respon terhadap rangsangan tersebut , reseptor akan
  membentuk potensial aksi yang dipancarkan melalui
  jalur aferen ke pusat integrasi

• Pusat integrasi akan mengolah semua informasi yang
  ada, sehingga menghasilkan respon motorik yang tepat.
  Biasanya pusat integrasi adalah Susunan saraf pusat.

• Instruksi dari pusat akan disalurkan melalui jalur eferen
  ke efektor, untuk melaksanakan respon yang diinginkan
Energi yang diubah oleh reseptor :
1. Energi mekanis ,misalnya raba dan
   tekan
2. Energi panas misalnya suhu
3. Energi elektromagnetik misalnya
   cahaya
4. Energi kimia misalnya penciuman dan
   pengecapan
  Two Categories of Receptors
• Somatic Senses: touch, pressure,
  temperature, and pain. Distributed
  throughout skin and deeper tissues.
• Special senses: smell, taste, hearing,
  equilibrium, vision. (more complex)
    Macam-macam Reseptor :
Berdasarkan jenis energi yang ditanggapi :
• Mekanoreseptor : Reseptor yang mendeteksi
  rangsangan mekanik
• Termoreseptor : Reseptor yang menangkap rangsangan
  suhu
• Nosiseptor ( Reseptor nyeri ) : Reseptor yang
  mendeteksi tentang kerusakan baik fisik maupun kimia
• Reseptor elektromagnetik : mendeteksi gelombang
  elektomagnetik
• Kemoreseptor : Reseptor yang mendeteksi tentang zat-
  zat kimia
• Osmoreseptor : Reseptor yang mendeteksi perubahan
  konsentrasi zat-zat terlarut dalam cairan tubuh dan
  perubahan aktivitas osmotik yang terjadi
Klasifikasi lain
• Eksteroseptor : reseptor yang berhubungan
  dengan dunia luar
• Proprioseptor : reseptor yang berhubungan
  dengan otot, posisi tubuh
• Interoseptor : reseptor yang berhubungan
  dengan viseral
• Teleseptor : reseptor yang berhubungan
  dengan jarak
Berdasarkan jenisnya :
Mekanoreseptor:
   – Raba kulit epidermis dan dermis :Korpuskulus
     meissner, Korpuskulus Krause,diskus merkel, ujung
     saraf bebas Pacini dan Ruffini

   – Jaringan dalam : Ujung saraf bebas, ujung rufini,
     korpuskulus pacini, ujung otot ( muscle spindel, tendon
     golgi )

   – Pendengaran : reseptor suara dari cochlea

   – Keseimbangan : reseptor vestibuler

   – Tekanan arterial : reseptor baroreseptor dari sinus
     karotikus dan aorta

   – Vibrasi : reseptor badan pacini
• Termoreseptor :
  – Dingin : korpuskulus krause
  – Panas : Ujung Ruffini
• Nosiseptor:
  – Nyeri : ujung saraf bebas
• Reseptor elektromagnetik :
  – Penglihatan ( batang dan kerucut )
• Kemoreseptor :
  – Pengecap ( taste bud)
  – Penciuman ( epitel penciuman )
• Rangsangan adekuat :
  – Setiap reseptor mengkhususkan diri untuk
    lebih mudah berespon terhadap salah satu
    jenis rangsangan daripada rangsangan lain
  – Contoh : Reseptor mata paling peka
    terhadap cahaya. Penekanan pada mata
    akan merangsang reseptor batang dan
    kerucut, tetapi ambang tekanan untuk
    reseptor ini lebih besar daripada ambang
    reseptor tekan dikulit
  – Reseptor paling peka terhadap bentuk
    energi tertentu
      Law of specific energy
• Sebagian sensasi merupakan sensasi
  gabungan , dimana persepsinya berasal
  dari integrasi sentral beberapa
  rangsangan sensorik yang diaktifkan
  secara bersamaan , contoh :
  – Persepsi kebasahan : reseptor sentuh,
    tekanan suhu
  – Memegang gelas yang berisi air panas :
    reseptor suhu, reseptor nyeri, reseptor
    taktil
• Kekuatan rangsang tercermin melalui frekuensi potensial
  aksi (kode frekuensi) dan luas daerah yang terangsang
  (kode populasi).
  Potensial reseptor yang lebih besar tidak dapat
  menimbulkan potensial aksi yang lebih besar (All-or-None)

• Semua impuls saraf dari berbagai reseptor sensorik adalah
  sama. Sensasi yang dihasilkan tergantung dari daerah
  korteks serebral mana yang menerima impuls tersebut.

• Pada saat yang sama ketika sensasi terbentuk, serebral
  korteks menerjemahkan darimana reseptor yang
  terstimulasi → seseorang dapat menunjukkan area
  stimulasi → PROJECTION
• Adaptasi sensorik
  Bila reseptor sensorik terus menerus terstimulasi,
  membran reseptor akan menjadi kurang responsif
  terhadap stimulus
  contoh : pasar ikan

Berdasarkan kecepatan adaptasinya, reseptor dibagi menjadi
  reseptor tonik dan reseptor fasik
Ketajaman (acuity) Sensorik
Dipengaruhi oleh :
• Ukuran reseptive field
   Berbanding terbalik dengan kepadatan reseptor dan juga
  berbanding terbalik dengan ketajaman (acuity) /
  kemampuan diskriminatif
• Lateral inhibition
                            Sistem Saraf Somatik


Reseptor sensorik perifer     Jalur refleks spinal
                                                        Prasinaps
                                                       Konvergen
                                                      (eksitatorik &   Neuron motorik
          Otak
(daerah motorik korteks,                               Inhibitorik)
                               Jalur desendens
nukleus basal,serebelum,
      batang otak)



 Neuron motorik             final common pathway
 Keseimbangan EPSP & IPSP                       output neuron motorik
                Sistim Saraf Motorik

• Sistim saraf yang mengatur pergerakkan tubuh manusia.
• Sistim saraf motorik mengendalikan kontraksi dari otot-otot
rangka.
• Sistim saraf motorik bersifat volunter: dapat mengendalikan
suatu gerakan.
Tetapi aktivitas otot rangka untuk postur, keseimbangan ,
gerakan stereotipik      involunter (diatur oleh pusat lebih
rendah).

• Sistim saraf motorik bersifat eferent, menghantarkan impuls
saraf dari pusat ke efektor
• Tiga bentuk gerakan motorik :
  – Gerakan volunter
  – Penyesuaian sikap tubuh untuk mendapatkan
    gerakan yang stabil
  – Koordinasi gerak pelbagai otot untuk
    mendapatkan gerakan halus dan cepat
• Contoh :
  –   Sikap tubuh saat berdiri
  –   Sikap tubuh saat berjalan
  –   Gerakan tangan
  –   Gerakan kaki
  –   Gerakan wajah, bola mata
• Komponen motorik :
  –   Gerakan dan tenaga
  –   Koordinasi
  –   Keseimbangan
  –   Reflek
  –   Tonus otot
Terminal akson neuron motorik pada otot rangka
   neuromuscular junction
Neurotransmitter      asetilkolin


Na+ masuk     depolarisasi motor end plate
   Potensial End-Plate (EPP)
EPP > EPSP (potensial pascasinaps eksitatorik) :
1. > neurotransmitter
2. Luas permukaan (motor end plate > membran
   subsinaps)  reseptor >
3. Saluran terbuka >       depolarisasi >
EPP & EPSP      graded potential
Neuron motorik dan serat otot yang dipersarafi
   motor unit.


NMJ     transmisi potensial aksi one-to-one
REFLEKS
Jawaban tubuh untuk menyesuaikan diri terhadap
perubahan lingkungan dari luar dan dan dari dalam
tubuh
yang melibatkan SSP dalam memberikan respons
(jawaban) terhadap rangsang pada reseptor dapat
berupa peningkatan maupun penurunan kegiatan (co.
kontraksi atau relaksasi otot)

  Kesatuan dasar kegiatan saraf terintegrasi

   respon apapun yang terjadi secara otomatis tanpa
usaha sadar
LENGKUNG REFLEKS:
1. RESEPTOR
2. NEURON AFERENT
3. PUSAT REFLEKS (1/BANY SINAP)
4. NEURON EFERENT               Rangsangan
5. EFEKTOR                       Reseptor

                                  Afferen

                                   Pusat


                                  Efferen

                                  Effector
        LENGKUNG REFLEKS SOMATIK:

NEURON AFEREN   PUSAT   NEURON EFERENT
                                          EFEKTOR

RESEPTOR



           LENGKUNG REFLEKS OTONOM:


                                           O. JANTUNG
                                           O. POLOS
RESEPTOR                                   SEL KEL.
                SSP            GANGLION
                                 OTONOM
Jenis reflek dikelompokkan berdasarkan :
1. letak reseptor
2. bagian saraf pusat yang terlibat
3. ciri jawaban
4. bawaan sejak lahir dan didapat
5. jumlah neuron yang terlibat
Letak Reseptor :
• Refleks eksteroseptif → timbul karena rangsangan pada
  reseptor di permukaan tubuh
• Refleks interoseptif / viseroseptif → timbul karena
  rangsangan pada alat dalam atau pembuluh darah
• Refleks proprioseptif → timbul karena rangsangan pada
  reseptor di otot rangka, tendon dan sendi (refleks sikap
  badan)

Bagian saraf pusat yang terlibat :
• Refleks spinal → melibatkan neuron di medulla spinalis
  Contoh refleks spinal dasar : withdrawal reflex
• Refleks bulbar → melibatkan neuron di medulla oblongata
• Refleks kortikal → melibatkan neuron di korteks serebri

→ sering terjadi refleks yang melibatkan berbagai bagian di
 saraf pusat
Sherwood, Human Physiology From Cells to Systems, 5th ed
Jenis atau ciri jawaban :
• Refleks motor → efektornya otot dengan jawaban berupa
  kontraksi atau relaksasi otot
• Refleks sekretorik → efektornya kelenjar dengan jawaban
  berupa peningkatan atau penurunan sekresi kelenjar
• Refleks vasomotor → efektornya pembuluh darah dengan
  jawaban berupa vasodilatasi atau vasokontriksi

Bawaan sejak lahir atau didapat :
• Refleks tak bersyarat (unconditioned reflex) → refleks yang
  dibawa sejak lahir
  Ciri : - bersifat khas untuk spesies yang sama
         - relatif bersifat mantap, tidak mudah berubah
         - dapat ditimbulkan bila diberi rangsang yang cocok
         (adekuat)
  contoh : refleks meghisap pada bayi
• Refleks bersyarat (conditioned reflex) → refleks yang
  didapat selama pertumbuhan dan biasanya berdasarkan
  pengalaman hidup (sering dikatakan memerlukan proses
  belajar)

  Ciri : - bersifat individual (perorangan)
         - bersifat tidak mantap, dapat diperkuat dan dapat
            pula menghilang
         - dapat ditimbulkan oleh berbagai macam jenis
            rangsang yang diberikan pada beberapa jenis
            reseptor, asalkan disusul oleh rangsang bersyarat
            serta melalui "proses belajar"
  contoh : percobaan Pavlov

• makanan → rangsang tak bersyarat ; bel → rangsang
  bersyarat
Jumlah neuron yang terlibat :
• Refleks monosinaps → lengkung refleks paling
  sederhana, melalui satu sinaps (hanya melalui 2
  neuron, satu neuron aferen dan satu neuron
  eferen yang langsung berhubungan di saraf pusat)
  contoh : refleks regang (muscle stretch reflex)
• Refleks polisinaps → melalui beberapa sinaps,
  terdapat beberapa interneuron yang
  menghubungkan neuron aferen dan eferen
  Kecuali refleks regang, semua refleks melalui
  lebih dari satu sinaps.
• Contoh :
  – Reflek Fleksor ( withdrawal reflex, reflek
    menarik ) : seseorang yang menyentuh gelas
    yang panas, maka reflek orang tersebut adalah
    menarik tangannya
  – Reflek ekstensor menyilang ( crossed extensor
    reflex)

Refleks patologis, contoh refleks Babinski
 → normal pada bayi (sampai usia 12 bulan),
 patologis bila pada dewasa
Guyton, Textbook of Medical Physiology, 10th ed
Hole, Human Anatomy & Physiology, 10th ed
Kegiatan biolistrik pada masing-masing bagian lengkung
  refleks :
• pada reseptor terdapat potensial generator yang timbul
  karena pemberian rangsang
  tidak mengikuti hukum gagal atau tuntas → besar-kecilnya
  potensial tergantung pada kuat-ringannya rangsang
• potensial aksi pertama terlihat pada neuron aferen
• pada SSP, impuls dihantarkan melalui sinaps ke neuron
  lainnya
  impuls mengalami perlambatan (delay) → perlambatan pusat
  (central delay)
• impuls diteruskan di serat eferen sampai pada hubungan
  serat eferen dengan efektor
• bila efektor berupa otot → timbul endplate potential (tidak
  mengikuti hukum gagal atau tuntas → di sel otot timbul
  potensial aksi yang menyebabkan kontraksi
• Orthodromik → Penghantaran kegiatan mulai dari reseptor
  hingga efektor melalui aferen, saraf pusat dan eferen
  → hantaran melalui jalan yang sebenarnya & hanya satu
  arah

• Antidromik → Penghantaran impuls dari reseptor ke
  efektor tanpa melalui saraf pusat
  → hantaran ke arah yang berlawanan
→ O.K. serat aferen mempunyai cabang yang langsung
  berhubungan dengan organ lain yang dapat dipengaruhi
• Refleks yang ditimbulkan → tidak melalui sistem saraf
  pusat → refleks akson (karena hanya melalui akson saja)
• Waktu refleks / Reflex time / Reaction time → masa antara
  pemberian rangsang hingga timbul jawaban

• Kekuatan refleks → ditentukan oleh kekuatan rangsang
  dan lama pemberian rangsang

  rangsang dengan kekuatan lebih besar → reseptor yang
  terlibat > → serat aferen > → saraf pusat → serat eferen >
  → efektor → peningkatan jawaban efektor

  pemberian rangsang berlangsung lebih lama →
  menggiatkan reseptor yang kepekaannya rendah
  (berambang tinggi) → lebih banyak reseptor yang terlibat
  → peningkatan jawaban efektor
• Lama refleks / Reflex after-action → jawaban refleks masih
  terus berlangsung walaupun rangsangan sudah lama
  dihentikan
→ karena adanya susunan hubungan neuron yang berupa
  rantai terbuka atau tertutup → impuls yang "berputar-putar"
  antar neuron tersebut
• Rebound phenomenon (fenomena pemantul)→ akhir
  jawaban suatu refleks diikuti diikuti dengan kegiatan lain
  yang berupa jawaban dengan pola yang berlawanan
• contoh : fleksor refleks yang sangat kuat akan diikuti
  dengan gerakan ekstensor pada akhir refleks
→ karena selama refleks fleksor berlangsung, pusat
  ekstensor di SSP mengalami inhibisi / hambatan. Pada
  saat refleks fleksor berhenti ; pusat ekstensor terlepas dari
  hambatan

• Refleks ritmis → refleks yang menunjukkan pola jawaban
  berulang-ulang, seperti berirama
  contoh : refleks menggaruk
                      Rasa Sakit

• ujung saraf bebas (Nociceptors / Pain receptors)
• sensitif terhadap kerusakan mekanikal, temperatur ekstrem,
  bahan kimiawi (pain stimulating chemicals, contoh ion
  hidrogen, ion potassium, histamin, asetilkolin, pemecahan
  protein),ischemia
• Peningkatan aliran darah meredakan rasa sakit → kompres
  panas → mengurangi pain stimulating chemicals
• Terdistribusi luas pada seluruh kulit dan jaringan internal
  (kecuali pada jaringan saraf di otak)
• Melindungi tubuh. Kerusakan jaringan menstimulasi
  timbulnya rasa sakit yang menimbulkan sensasi tidak
  nyaman dan memberikan sinyal pada seseorang untuk
  menghilangkan stimulasi tersebut.
• Bagaimana kerusakan jaringan menstimulasi reseptor rasa
  sakit sangatlah kurang dipahami saat ini.
• Rangsangan nyeri :
  – Mekanis
  – Suhu
  – Kimia

• 3 kategori nosiseptor :
   – Nosiseptor mekanis
   – Nosiseptor termal
   – Nosiseptor polimodal
Rasa nyeri dibedakan :
  – Nyeri cepat
  – Nyeri lambat


• Nyeri cepat :
  – Rasa nyeri timbul dalam waktu 0,01 detik
  – Disebut : rasa nyeri tajam, rasa nyeri akut
  – Menimbulkan sensasi yang jelas, tajam dan jelas
    lokasinya
  – Tidak dirasakan pada organ tubuh yang dalam
  – Contoh : nyeri bila jarum ditusuk kedalam kulit, kulit
    tersayat pisau
• Nyeri lambat :
  – Rasa nyeri timbul setelah 1 detik atau lebih dan
    kemudian secara perlahan bertambah selama
    beberapa detik dan kadangkala bahkan beberapa
    menit.
  – Disebut juga rasa nyeri terbakar , nyeri pegal, nyeri
    berdenyut-denyut, nyeri mual.
  – Sensasi tumpul, kuat, difus dan tidak menyenangkan,
    dihubungkan dengan kerusakan jaringan dan terjadi
    didalam kulit atau jaringan dalam
  – Contoh : nyeri viseral : nyeri yang timbul pada suatu
    organ viseral , nyeri ini dapat disebarkan atau
    dialihkan kesuatu daerah lain dipermukaan tubuh
Jalur saraf rasa sakit
• acute pain fibers / A-delta fibers
→ tipis , mempunyai myelin , rapid, 30 m / detik, sharp pain,
  rasa sakit hilang setelah tidak ada stimulus, biasanya
  berasal dari kulit

• chronic pain fibers / C fibers
→ tipis, tidak mempunyai myelin, 2 m / detik, dull pain, difficult
  to pinpoint, rasa sakit mungkin tetap waktu stimulus hilang,
  dari kulit atau permukaan
• Suatu kejadian biasanya memicu baik acute dan chronic
  pain fibers (dual sensation)
• Kesadaran akan rasa sakit sudah dirasakan ketika impuls
  mencapai thalamus
• Serebral korteks menentukan intensitas dan lokasi rasa
  sakit dan menimbulkan reaksi emosional dan respons
  motorik yang sesuai.
Impuls rasa sakit
dari daerah
kepala → n. VI,
VII, IX, X →
brain

Daerah yang lain
melalui medulla
spinalis




 Neil R. Carlson,
 Physiology of
 Behaviour, 9th ed
Visceral Pain
• Reseptor rasa sakit pada organ viscera bereaksi berbeda
  dengan permukaan tubuh
  contoh : kerusakan lokal pada jaringan usus halus → tidak
  sakit, tetapi stimulasi yang lebih luas contoh otot polos
  usus halus spasme → sakit
• Stimulasi mechanoreseptor dan ischemia menimbulkan
  rasa sakit viseral

• sensitif terhadap kerusakan mekanikal, temperatur
  ekstrem, bahan kimiawi (pain stimulating chemicals,
  contoh ion hidrogen, ion potassium, histamin, asetilkolin,
  pemecahan protein),ischemia
Referred pain (Nyeri Alih) → rasa sakit visceral dapat
  dirasakan datang dari bagian tubuh yang lain →
  common nerve pathways
Contoh : rasa sakit yang berasal dari jantung mungkin
  dapat berupa nyeri alih pada bahu kiri dan lengan atas
  kiri

• Lapisan parietal membran torakal dan abdominal (pleura
  parietal, perikardium parietal, peritoneum parietal) → not
  referred → dirasakan langsung
Hole, Human Anatomy
& Physiology, 10th ed
Hole, Human Anatomy
& Physiology, 10th ed
Natural Pain Control
Impulses descending from the brain stimulate neurons to
  release pain-relieving neuropeptides such as :
• enkephalins → medulla spinalis
• endorphins → kelenjar pituitary, hipotalamus


PHANTOM PAIN
• Activation of sensory pathway at any point gives rise to
  the same sensation that would be produced by stimulation
  of the receptors in the body part itself
  Contoh : rasa sakit datang dari tungkai yang telah
  diamputasi

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:11139
posted:10/4/2010
language:Indonesian
pages:85
Description: Ss Sensorik & Motorik 2009