Seputar Anak Manja by vyzonebae

VIEWS: 659 PAGES: 17

									STUDI KASUS
(Anak Manja)
                                              DAFTAR ISI



                                                                                                           Halaman

KATA PENGANTAR ...........................................................................                     i
DAFTAR ISI .........................................................................................          ii

BAB I        PENDAHULUAN ..................................................................                   1
             A. Latar Belakang...................................................................             1
             B. Tujuan................................................................................        2
             C. Sasaran...............................................................................        2
             D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan .........................................                        2
             E. Sistematika Penulisan Laporan ...........................................                     3

BAB II LANDASAN TEORITIS ........................................................                             4
             A. Definisi Anak Manja ..........................................................                4
             B. Ciri-Ciri Anak Manja .........................................................                5
             C. Faktor-Faktor Penyebab Kemanjaan Anak..........................                               5

BAB III IDENTIFIKASI KASUS ........................................................                           8
             A. Identitas Anak ....................................................................           8
             B. Riwayat Anak.....................................................................             9

BAB IV PELASANAAN BIMBINGAN KONSELING .......................                                                11
             A. Diagnostik Kasus ...............................................................             11
             B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan.............................                            11
             C. Hasil Treatment dan Layanan .............................................                    12

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................                                   13
             A. Kesimpulan........................................................................           13
             B. Saran ..................................................................................     13

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................                  15




                                                                                                                   i
                                     BAB I

                             PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

     Anak manja biasanya selalu menuntut perhatian lebih dan menuntut agar

segala kebutuhan/keinginannya terpenuhi. Bila dalam kelompok teman sebaya

anak selalu ingin diperhatikan karena di rumah terbiasa diperhatikan orang tuanya.

Kemanjaan dalam banyak kasus muncul akibat perhatian dan kasih sayang orang

tua yang berlebihan. Bahkan, kasih sayang yang diberikan kepada anak seringkali

mengalahkan kasih sayang dan cinta kepada suami atau istri. Dalam hal ini

biasanya ibu cenderung memanjakan anaknya ketimbang suaminya.

     Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, anak yang

terlalu dimanja cenderung akan mempunyai masalah di sepanjang hidupnya

karena ia akan mengalami hambatan penyesuaian diri dalam pergaulan dan kelak

akan sulit bekerja sama dengan orang lain. Selain itu memanjakan anak akan

berdampak pada pertumbuhan karakter anak yang selalu berusaha merebut kasih

sayang orang tua dan cenderung “menaklukan” kedua orang tuanya untuk

memenuhi segala keinginannya. Karena faktor inilah dalam diri anak selalu

tumbuh perasaan canggung ketika bergaul dengan orang lain, karena segala

keinginan anak biasa terpenuhi. Ia merasa bahwa seluruh orang tua di dunia ini

diciptakan hanya untuk melayani dan membahagiakan dirinya.

     Di samping itu anak manja juga akan menemui kegagalan dalam menata

kehidupan rumah tangga kelak. Anak manja terbiasa menggantungkan diri pada

keluarganya tanpa berupaya dengan inisiatif sendiri. Ia terbiasa menerima, tetapi



                                                                                1
tidak terbiasa memberi. Oleh karena itu anak manja biasanya akan tumbuh

menjadi sosok egois dan peminta-minta tanpa upaya sendiri dalam memenuhi

kebutuhan hidup keluarganya. Akibatnya, anak manja tumbuh sebagai sosok

egois, selalu bimbang, berkepribadian lemah dan tidak mampu menentukan

pilihannya sendiri.

     Karena itulah sangat penting untuk mengatasi kemanjaan anak sedini

mungkin agar anak dapat mengerti serta memahami arti tanggung jawab dan

akhirnya bisa menjadi pribadi yang mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada

orangtuanya.



B. Tujuan

     Kegiatan bimbingan dan konseling untuk anak ini dilakukan salah satunya

dengan tujuan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa yang khususnya

tengah mempelajari mata kuliah Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini.

Hal ini dilakukan agar para mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung

dengan melakukan praktek melakukan bimbingan dan konseling dengan

menentukan diagnosis dan langkah-langkah penanganan yang tepat sesuai dengan

kondisi anak yang mengalami kesulitan atau permasalahan tersebut.



C. Sasaran

     Bimbingan konseling yang dilakukan saat ini dikhususkan bagi anak usia

dini yang manja.




                                                                            2
D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

        Pelaksanaan bimbingan dan konseling ini dilakukan di TK Nur Lukman,

yang tepatnya berada di Desa Panjalu Kecamatan Panjalu. Waktu pelaksanaan

pada bulan Juni 2009.



E. Sistematika Penulisan Laporan

        Laporan Studi Kasus ini diawali dengan Bab I Pendahuluan yang berisikan

Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Tempat dan Waktu Pelaksanaan serta dijelaskan

mengenai Sistematika Penulisan Laporan untuk mempermudah penjelasan dan

alur penulisan laporan.

        Bab II Landasan Teoritis, Bab ini membahas mengenai definisi dan ciri-ciri

anak manja, serta juga menguraikan tentang faktor-faktor penyebab kemanjaan

anak.

        Bab III Identifikasi Kasus, yang akan menjelaskan identitas anak dan

riwayat perkembangan anak.

        Bab IV Pelaksanaan Bimbingan Konseling, yang akan memaparkan layanan

atau tindakan (treatment) yang dilakukan beserta hasil yang diperoleh dari

treatment tersebut.

        Bab VI Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dan saran berkaitan

dengan kegiatan yang telah dilakukan.




                                                                                3
                                    BAB II

                         LANDASAN TEORITIS



A. Definisi Anak Manja

     Menurut Seto Mulyadi, “anak manja adalah anak yang selalu mengharapkan

perhatian berlebihan dari lingkungan sekelilingnya, dan juga diikuti dengan

keinginan untuk segera dituruti segala kemauannya.” Kenyataannya tidak sedikit

orang tua yang telah melakukan hal ini tanpa disadarinya, misalnya ibu atau ayah

yang selalu sibuk bekerja, kadang-kadang melakukan kompensasi dengan

memanjakan anak. Semua keinginanan anaknya dituruti, ini boleh itupun boleh.

     J.   Ronald   Walters    menyatakan    bahwa      memanjakan   anak    berarti

meningkatkan kepercayaannya bahwa dia selalu bisa mendapatkan apa yang dia

inginkan, baik dengan cara meluapkan kemarahan atau barangkali dengan bujukan

atau sanjungan, atau bahkan mungkin dengan cara mengadu domba antara satu

orang dewasa dan yang lain.

     Heribertus    Gunawan     mengaitkan    istilah    manja   dengan     perilaku

ketergantungan yang meliputi mencari perhatian, kasih sayang atau bantuan dari

orang lain secara berlebihan. Menurutnya beberapa ciri-cirinya antara lain sering

merengek, menangis, sering menyela pembicaraan orangtuanya, menuntut orang

lain membantunya melakukan sesuatu padahal sebenarnya ia bisa melakukannya

sendiri, tidak punya inisiatif, lebih menunggu bantuan orang dewasa, butuh

kedekatan fisik, suka mencari perhatian atau mengharapkan orangtuanya sering

mengawasinya, berbicara dengannya, dan melihat apa yang telah dibuatnya.




                                                                                 4
B. Ciri-Ciri Anak Manja

     Anak-anak yang manja pada umumnya memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :

   Menangis dan berteriak bila menginginkan sesuatu;

   Suka merajuk sambil terlentang/berguling-guling di lantai dan tak mau

   bangun;

   Sering marah dan bahkan memukul ketika orangtua/guru menghukumnya;

   Bersikap kasar pada orang dewasa dan anak-anak lainnya;

   Menolak berbagi mainan atau perlakuan tertentu dengan anak lainnya;

   Suka pamer, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian diantara kelompoknya;

   Selalu menginginkan yang dimiliki orang lain, bila telah berhasil memilikinya,

   mereka selalu menginginkan sesuatu yang baru;

   Menuntut orang lain membantunya melakukan sesuatu padahal sebenarnya ia

   bisa melakukannya sendiri;



C. Faktor-Faktor Penyebab Kemanjaan Anak

     Pada umumnya faktor utama yang menimbulkan/menyebabkan kemanjaan

pada diri anak ialah faktor lingkungan keluarga, yaitu berupa kesalahan pola asuh

orang tua terhadap anaknya. Menurut Rusda Koto Sutadi, “Anak tunggal, sulung,

bungsu, anak sering ditinggal orang tua, persaingan di antara anak merupakan

penyebab kemanjaan yang diperoleh dalam lingkungan keluarga.” Berikut akan

penulis uraikan satu-persatu :

1. Anak tunggal sering diperhatikan secara berlebihan. Sikap ini biasanya

   terjadi karena orang tua takut anaknya cidera atau hilang. Akibatnya anak




                                                                                5
   akan merasa tidak bebas. Perasaan tidak bebas itu akan diwujudkan dengan

   banyak menuntut orang tuanya untuk menuruti kehendaknya.

2. Anak sulung pada awalnya biasanya diperlakukan sama seperti anak tunggal,

   sebab ia hidup dalam keluarga yang hanya terdiri dari kedua orang tuanya.

   Dalam hal ini, orang tua biasanya berusaha semaksimal mungkin memenuhi

   semua keinginan dan melimpahkan semua perhatian serta kasih sayang

   kepadanya. Namun setelah adiknya lahir, perhatian orang tua tentu saja beralih

   dan terbagi. Pada saat inilah anak pertama merasa cemburu dan berusaha

   merebut kasih sayang orang tuanya yang mulai berkurang. Biasanya anak

   memberi reaksi dengan cara yang aneh-aneh, seperti menangis, menjerit dan

   pura-pura sakit. Karena orang tuanya merasa bersalah, maka akhirnya anak

   sulung akan dimanjakan oleh kedua orang tuanya.

3. Anak bungsu bisa menjadi anak manja. Hal ini disebabkan karena anak

   bungsu masih dianggap sebagai anak kecil oleh saudara-saudaranya.

   Kemanjaan anak bungsu bukan saja bersumber dari orang tuanya, tapi juga

   dari saudara-saudaranya.

4. Anak yang selalu menderita penyakit juga bisa menjadi anak manja. Anak

   yang selalu dijangkiti penyakit biasanya mendapatkan perhatian khusus dari

   orang tua dan saudara-saudaranya. Dengan adanya perhatian yang berlebih ini

   bisa membuat anak menjadi manja.

5. Anak laki-laki yang hidup di tengah saudara-saudara perempuan juga

   biasanya mendapat perhatian yang istimewa dari orang tuanya. Dan hal ini

   dapat menyebabkan kemanjaan anak.




                                                                               6
6. Anak yang sering ditinggal orang tua yang terlalu sibuk juga berpotensi

   menjadi anak yang manja. Biasanya orang tua yang demikian akan mengganti

   perhatiannya yang kurang dengan memanjakan anaknya dan memperbolehkan

   apapun yang dilakukan anak dan anak akan melakukan segala sesuatu sesuai

   dengan keinginannya.




                                                                         7
                                   BAB III

                         IDENTIFIKASI KASUS



A. Identitas Anak

   a. Data Anak

      Nama : Gita Aulia

      Jenis Kelamin : Perempuan

      TTL : Ciamis, 30 Juni 2003

      Anak ke : 1

      Agama : Islam

      Nama Sekolah : TK Nur Lukman Panjalu

      Kelas : A

      Alamat : Panjalu



   b. Data Orangtua

      Nama Ayah (kandung) : Irwansyah

      TTL : 22 Maret 1979

      Agama : Islam

      Pendidikan : SMA

      Pekerjaan : Wiraswasta

      Alamat : Panjalu

      Nama Ibu (kandung) : Cici Susanti

      TTL : 05 Juli 1983

      Agama : Islam



                                              8
     Pendidikan : SMEA

     Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

     Alamat : Panjalu



B. Riwayat Anak

  a. Riwayat Kelahiran

     Kehamilan

     Mengalami keguguran sebelumnya ? Tidak

     Merasa bingung/ sedih/ kesal karena : Tidak

     Anak tergolong yang diinginkan ? ya/ tidak/ tidak tahu : Ya

     Kelahiran

     Umur kandungan : Cukup

     Saat kelahiran : Biasa dengan cara : Normal

     Tempat kelahiran : Di rumah

     Ditolong oleh : Bidan

     Berat badan bayi : 2,8 Kg Panjang badan bayi : ……......

  b. Riwayat Makanan

     Menetek ibu hingga umur : 24 Bulan

     Minum susu kaleng dari umur : 2 Tahun Hingga umur : sekarang

     Kualitas makanan : Baik

     Kuantitas makanan : Cukup

     Kesukaran pemberian makanan berupa : Tidak ada

  c. Riwayat Perkembangan Fisik

     Telungkup : ........... bulan; duduk : ........... bulan; berdiri : ........... bulan;

     berjalan : ........... bulan


                                                                                              9
   Berbicara kata-kata pertama : ........... bulan

   Berbicara dengan kalimat lengkap : ........... bulan

   Kesulitan dalam berbahasa : ........... Bulan

   Kesulitan dalam gerak : ........... bulan

   Riwayat kesehatan : ...........

   Anak mudah sakit : ...........

   Pernah dirawat selama: ........... karena sakit : ...........

   Memiliki penyakit yang sering kambuh: ...........

d. Faktor Sosial dan Personal

   Hubungan dengan saudara (kandung/ tiri/ angkat) : ..........

   Hubungan dengan teman : Cukup

   Hobi : ...........

   Minat : ...........

   Aktivitas rekreasi : Bermain

   Sikap orangtua terhadap anak : Baik

   Penerimaan dan tanggungjawab : Kurang

   Sikap terhadap masalah belajar : Cukup

e. Riwayat Pendidikan

   Masuk TK umur : 5 tahun

   Kesulitan di TK : Manja

   Bantuan yang pernah diterima anak : Belum

   Sikap anak terhadap guru : Baik

   Sikap anak terhadap sekolah : Baik




                                                                   10
                                   BAB IV

           PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING



A. Diagnostik Kasus

     Dari hasil diagnosa awal diperoleh hasil bahwa anak memiliki masalah yaitu

terlalu manja. Apa yang diinginkannya harus segera dituruti, jika tidak anak akan

berteriak-teriak dan menangis, bahkan kadang berguling-guling di lantai.



B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan

     Beberapa treatment dan layanan yang dilakukan untuk mengatasi kasus ini

adalah :

a. Mendorong orang tua agar bersikap konsisten untuk tidak memanjakan anak,

   tidak hanya satu atau dua hari saja lalu kembali memanjakan mereka.

b. Mengajarkan hidup mandiri kepada anak dari hal-hal yang kecil. Misalnya

   membiasakan anak jika selesai melakukan suatu permainan/kegiatan untuk

   merapikan sendiri peralatan/mainannya. Hal ini jiga harus dilakukan oleh

   orang tua di rumah, misalnya membiasakan anak mengambil baju seragam

   sendiri, mengambil makan atau minum sendiri.

c. Berkomunikasi dengan anak, bahwa seharusnya untuk anak seusianya ini

   mulai mempunyai tanggung jawab. Kepada anak juga dijelaskan bahwa tidak

   semua yang diinginkannya bisa terpenuhi.

d. Jika anak masih mengabaikan perintah atau merajuk dengan cara merengek

   atau menangis, diberikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar.

   Kemudian diberikan pula pelukan dan dukungan untuk menenangkan anak.



                                                                              11
e. Memberikan pujian jika anak tidak lagi merengek saat meminta sesuatu,

    sehingga anak mengerti bahwa kita senang saat dia mulai berubah. Orang tua

    juga didorong untuk melakukan hal seperti ini.



C. Hasil Treatment dan Layanan

     Dari serangkaian treatment / bimbingan yang diberikan, anak sudah

menunjukkan suatu perubahan positif seperti berikut :

•   Tidak lagi sering menangis atau marah-marah jika keinginannya tidak dituruti;

•   Anak sudah mulai menunjukkan sikap mandiri yaitu mau merapikan sendiri

    alat/perlengkapan yang telah dimainkan/digunakannya;




                                                                              12
                                   BAB V

                     KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan

     Sebetulnya tidak ada batasan umur pada anak-anak yang tergolong manja.

Clara Moningka SPsi MSi mengatakan, "Namanya anak-anak, tidak ada batasan

usia manja. Bila manjanya tidak berlebihan, maka sah-sah saja. Hanya orangtua

harus melatihnya agar tidak manja berlebihan."

     Manja tidak termasuk dalam patologi (penyakit) maupun penyimpangan

psikologis. Manja menjadi tidak baik bila kemanjaannya berlebihan dan didukung

keluarga atau orang terdekat. Karena hal tersebut menyebabkan anak menjadi

dependent atau tergantung pada orang lain, bahkan bisa menyebabkan anak

'mempergunakan' kemanjaannya itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

     Jika seorang anak dibiarkan manja terus-terusan maka akan terbentuk sikap

egois, kurang peka terhadap lingkungan. Pada pergaulan, dampaknya akan sangat

terasa. Semua orang harus menuruti keinginannya, atau anak akan ngambek untuk

mendapatkan apa yang diinginkan. Konsep diri pada anak juga menjadi tidak baik,

anak dapat menjadi pribadi yang kurang berusaha, kurang motivasi. Hal tersebut

bisa terjadi bila anak merasa mudah mendapatkan apa yang diinginkannya.



B. Saran

     Dalam mengatasi kemanjaan anak sebaiknya dilihat faktor penyebab

kemanjaan anak tersebut. Faktor penyebab anak manja bisa berasal dari




                                                                            13
lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah. Untuk merubah perilaku anak

manja, strategi yang dapat dilakukan oleh seorang guru, antara lain :

•   Dengan melakukan berbagai kegiatan supaya anak terangsang untuk

    melakukan kegiatan secara mandiri.

•   Dengan membimbing, mengarahkan, maupun memberi contoh yang mengarah

    kepada perkembangan sifat-sifat positif anak.

•   Dengan membiasakan memberikah hadiah bagi perilaku baik, dan hukuman

    bagi perilaku buruk. Bila anak berteriak karena menginginkan sesuatu, jangan

    berikan dan ambilah apa yang mereka suka.

•   Dengan mengadakan pendekatan dan kerja sama dengan orang tua anak.




                                                                             14
                          DAFTAR PUSTAKA



Anonim. 4 Maret 2009. Artikel: Mengatasi Anak Manja. http://www.tipskeluarga.

     com/2009/03/04/tips-mengatasi-anak-manja.htm

Anonim. 4 Juli 2008. Artikel: Tips Atasi Anak Manja. http://www.mediahidup

     sehat.com

Anonim. 11 Februari 2007. Artikel: Jangan Biarkan Anak Manja. http://lifestyle.

     okezone.com/topic/2007/11/02/jangan-biarkan-anak-manja.htm

Deliana, Srimaryati dan Sutadi Rusda Koto. 1994. Permasalahan Anak TK.

     Semarang : FIP IKIP Semarang.

Heribertus Gunawan. 27 Desember 2007. Artikel: Deteksi Dini Masalah Anak

     Usia Pra Sekolah. http://sanmariannkatekese.blogspot.com/2007/12/deteksi-

     dini-masalah-anak-usia-pra.html

Nenden Novianti. 10 Februari 2009. Artikel: 10 Tanda Anak Manja dan Cara

     Mengatasinya.      http://kosmo.vivanews.com/news/read/28537-10_tanda_

     anak_manja_dan_cara_mengatasinya.htm

Seto Mulyadi. 1997. Mengatasi Problem Anak Sehari-hari. Jakarta : Gramedia.

Singgih Gunarso, Dra. 1978. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta : BPK Gunung

     Mulia.

Suryadi, Drs. 2007. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini.




                                                                              15

								
To top