Seputar Anak Hiperaktif

Document Sample
Seputar Anak Hiperaktif Powered By Docstoc
					 STUDI KASUS
(Anak Hiperaktif)
                                              DAFTAR ISI



                                                                                                           Halaman

KATA PENGANTAR ...........................................................................                     i
DAFTAR ISI .........................................................................................          ii

BAB I        PENDAHULUAN ..................................................................                   1
             A. Latar Belakang...................................................................             1
             B. Tujuan................................................................................        2
             C. Sasaran...............................................................................        2
             D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan .........................................                        2
             E. Sistematika Penulisan Laporan ...........................................                     3

BAB II LANDASAN TEORITIS ........................................................                             4
             A. Definisi Anak Hiperaktif ....................................................                 4
             B. Ciri-Ciri Anak Hiperaktif ...................................................                 5
             C. Faktor-Faktor Penyebab Hiperaktif.....................................                        6

BAB III IDENTIFIKASI KASUS ........................................................                           8
             A. Identitas Anak ....................................................................           8
             B. Riwayat Anak.....................................................................             9

BAB IV PELASANAAN BIMBINGAN KONSELING .......................                                                11
             A. Diagnostik Kasus ...............................................................             11
             B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan.............................                            11
             C. Hasil Treatment dan Layanan .............................................                    12

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................                                  13
             A. Kesimpulan........................................................................           13
             B. Saran ..................................................................................     13

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................                  15




                                                                                                                   i
                                     BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

        Mendidik anak untuk bisa pintar mungkin bisa dilakukan oleh siapa saja.

Tetapi mendidik anak untuk mempunyai emosi yang stabil, tidak semua orang

bisa melakukannya. Dibutuhkan orang tua dan guru yang sabar, serius, ulet, serta

mempunyai semangat dedikasi tinggi dalam memahami dinamika kepribadian

anak.

        Perilaku siswa usia sekolah saat ini banyak dikeluhkan guru. Para guru

mengeluh sikap anak-anak yang sangat sulit di atur emosinya di kelas / sekolah.

Saya bingung, apa lagi yang harus saya lakukan agar siswa saya bisa duduk

dengan tenang selama pelajaran berlangsung sehingga dapat dengan mudah

memahami yang saya ajarkan. Itulah salah satu contoh keluhan para guru

menghadapi siswa yang hiperaktif.

        Terhadap kondisi siswa yang demikian, biasanya para guru sangat susah

mengatur dan mendidiknya. Di samping karena keadaan dirinya yang sangat sulit

untuk tenang, juga karena anak hiperaktif sering mengganggu orang lain, suka

memotong pembicaran guru atau teman, dan mengalami kesulitan dalam

memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya. Selain itu juga, prestasi

belajar anak hiperaktif juga tidak bisa maksimal.

        Untuk itulah dibutuhkan suatu pendekatan untuk membantu anak-anak yang

hiperaktif tersebut supaya mereka dapat memaksimalkan potnsi diri dan

meningkatkan prestasinya. Pendekatan ini yaitu dengan adanya bimbingan



                                                                              1
konseling berupa layanan / treatment yang sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga

dengan demikian, diharapkan setiap anak akan memperoleh haknya untuk

mendapatkan pendidikan yang terbaik tanpa terkecuali, karena pengajaran yang

diberikan telah disesuaikan dengan kemampuan dan kesulitan yang dimilikinya.



B. Tujuan

     Kegiatan bimbingan dan konseling untuk anak ini dilakukan sebagai

pembelajaran bagi kami, mahasiswa yang khususnya tengah mempelajari mata

kuliah Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini. Hal ini dilakukan agar para

mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung dari lapangan dengan melakukan

praktek secara langsung melakukan bimbingan dan konseling dengan menentukan

langkah penanganan yang tepat dengan kondisi anak yang mengalami kesulitan

atau permasalahan tersebut.



C. Sasaran

     Bimbingan konseling yang dilakukan saat ini dikhususkan bagi anak yang

hiperaktif, atau dalam istilah psikologi disebut Attention Deficit and Hiperactivity

Disorder (ADHD / GPPH).



D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

     Pelaksanaan diagnostik dan remedial untuk anak berkesulitan belajar kali

ini, dilakukan di TK Diah Pitaloka, yang tepatnya berada di Desa Panjalu

Kecamatan Panjalu. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei 2009 selama satu

minggu.




                                                                                  2
E. Sistematika Penulisan Laporan

     Laporan Studi Kasus ini diawali dengan Bab I Pendahuluan yang berisikan

Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Tempat dan Waktu Pelaksanaan serta dijelaskan

mengenai Sistematika Penulisan Laporan untuk mempermudah penjelasan dan

alur penulisan laporan.

     Bab II Landasan Teoritis, yang akan memperkuat dan sebagai landasan

dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dan penulisan lapporan. Bab ini

membahas mengenai definisi, ciri-ciri, dan faktor-faktor penyebab gangguan

hiperaktif.

     Bab III Identifikasi Kasus, yang akan menjelaskan identitas anak dan

riwayat perkembangan anak.

     Bab IV Pelaksanaan Bimbingan Konseling, yang akan memaparkan layanan

atau tindakan (treatment) yang dilakukan beserta hasil yang diperoleh dari

treatment tersebut.

     Bab VI Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dan saran berkaitan

dengan kegiatan yang telah dilakukan.




                                                                            3
                                    BAB II

                          LANDASAN TEORITIS



A. Definisi Anak Hiperaktif

     Anak hiperaktiv adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan

perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity

disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik.

Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome.

     Gangguan hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa

perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu

memusatkan perhatian, hiperaktif dan impulsif. Ciri perilaku ini mewarnai

berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa.

     Dr. Seto Mulyadi dalam bukunya “Mengatasi Problem Anak Sehari-hari“

mengatakan pengertian istilah anak hiperaktif adalah : Hiperaktif menunjukkan

adanya suatu pola perilaku yang menetap pada seorang anak. Perilaku ini ditandai

dengan sikap tidak mau diam, tidak bisa berkonsentrasi dan bertindak sekehendak

hatinya atau impulsif.

     ADHD adalah sebuah kondisi yang amat kompleks; gejalanya berbeda-beda.

Para ahli mempunyai perbedaan pendapat mengenai hal ini, akan tetapi mereka

membagi ADHD ke dalam 3 jenis berikut ini:

1. Tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian. Mereka sangat mudah

   terganggu perhatiannya, tetapi tidak hiperaktif atau Impulsif. Mereka tidak

   menunjukkan gejala hiperaktif. Tipe ini kebanyakan ada pada anak




                                                                              4
    perempuan. Mereka seringkali melamun dan dapat digambarkan seperti

    sedang berada “di awang-awang”.

2. Tipe anak yang hiperaktif dan impulsive. Mereka menunjukkan gejala yang

    sangat hiperaktif dan impulsif, tetapi bisa memusatkan perhatian. Tipe ini

    seringkali ditemukan pada anak- anak kecil.

3. Tipe gabungan. Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, hiperaktif dan

    impulsif. Kebanyakan anak anak termasuk tipe seperti ini.

     Jadi yang dimaksud dengan hiperaktif adalah suatu pola perilaku pada

seseorang yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak terkendali, tidak

menaruh perhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya). Anak hiperaktif

selalu bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan

yang disukai oleh anak-anak lain seusia mereka, dikarenakan perhatian mereka

suka beralih dari satu fokus ke fokus yang lain. Mereka seakan-akan tanpa henti

mencari sesuatu yang menarik dan mengasikkan namun tidak kunjung datang.



B. Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

     Ada tiga tanda utama anak yang menderita ADHD, yaitu:

•   Tidak ada perhatian. Ketidak-mampuan memusatkan perhatian pada

    beberapa hal seperti membaca, menyimak pelajaran.

•   Hiperaktif. Mempunyai terlalu banyak energi. Misalnya berbicara terus

    menerus, tidak mampu duduk diam, selalu bergerak, dan sulit tidur.

•   Impulsif. Bertindak tanpa dipikir, misalnya mengejar bola yang lari ke jalan

    raya, menabrak pot bunga pada waktu berlari di ruangan, atau berbicara tanpa

    dipikirkan terlebih dahulu akibatnya.




                                                                              5
      Adapun ciri-ciri khusus anak yang hiperaktif diantaranya ialah sebagai

berikut :

    Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk, atau sering

    menggeliat.

    Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya ia duduk manis.

    Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak

    selayaknya.

    Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang.

    Selalu bergerak, seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. Juga, tenaganya

    tidak pernah habis.

    Sering terlalu banyak bicara.

    Sering sulit menunggu giliran.

    Sering memotong atau menyela pembicaraan.

    Jika diajak bicara tidak dapat memperhatikan lawan bicaranya (bersikap apatis

    terhadap lawan bicaranya).



C. Faktor-Faktor Penyebab Hiperaktif

      Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif antara lain:

1. Faktor Genetik

    Anak laki-laki dengan eksra kromosom Y yaitu XYY, kembar satu telur lebih

    memungkinkan hiperaktif dibanding kembar dua telur.

2. Faktor Neurologik

    Penelitian menunjukan, anak hiperaktif lebih banyak disebabkan karena

    gangguan fungsi otak akibat sulit saat kelahiran, penyakit berat, cidera otak.




                                                                                     6
3. Faktor Lingkungan

   Racun atau limbah pada lingkungan sekitar bisa menyebabkan hiperaktif

   terutama keracunan timah hitam (banyak terdapat pada asap knalpot berwarna

   hitam kendaraan bermotor yang menggunakan solar).

4. Faktor Kultural dan Psikososial

   a. Pemanjaan.

       Pemanjaan dapat juga disamakan dengan memperlakukan anak terlalu

       manis, membujuk-bujuk makan, membiarkan saja, dan sebagainya. Anak

       yang terlalu dimanja itu sering memilih caranya sendiri agar terpenuhi

       kebutuhannya.

   b. Kurang disiplin dan pengawasan.

       Anak yang kurang disiplin atau pengawasan akan berbuat sesuka hatinya,

       sebab perilakunya kurang dibatasi. Jika anak dibiarkan begitu saja untuk

       berbuat sesuka hatinya dalam rumah, maka anak tersebut akan berbuat

       sesuka hatinya ditempat lain termasuk di sekolah. Dan orang lain juga

       akan sulit untuk mengendalikannya di tempat lain baik di sekolah.

   c. Orientasi kesenangan.

       Anak yang memiliki kepribadian yang berorientasi kesenangan umumnya

       akan memiliki ciri-ciri hiperaktif secara sosio-psikologis dan harus dididik

       agak berbeda agar mau mendengarkan dan menyesuaikan diri.




                                                                                 7
                                   BAB III

                         IDENTIFIKASI KASUS



A. Identitas Anak

   a. Data Anak

      Nama : Nurhendra Rahayu

      Jenis Kelamin : Perempuan

      TTL : Ciamis, 16 Juni 2003

      Anak ke : 1

      Agama : Islam

      Nama Sekolah : TK Diah Pitaloka Panjalu

      Kelas : A

      Alamat : Panjalu



   b. Data Orangtua

      Nama Ayah (kandung) : Encu Samsu

      TTL : 03 Februari 1975

      Agama : Islam

      Pendidikan : SMA

      Pekerjaan : Wiraswasta

      Alamat : Panjalu

      Nama Ibu (kandung) : Ohen

      TTL : 21 Agustus 1976

      Agama : Islam



                                                8
     Pendidikan : SMA

     Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

     Alamat : Panjalu



B. Riwayat Anak

  a. Riwayat Kelahiran

     Kehamilan

     Mengalami keguguran sebelumnya ? Tidak

     Merasa bingung/ sedih/ kesal karena : Tidak

     Anak tergolong yang diinginkan ? ya/ tidak/ tidak tahu : Ya

     Kelahiran

     Umur kandungan : Cukup

     Saat kelahiran : Biasa dengan cara : Normal

     Tempat kelahiran : Di bidan

     Ditolong oleh : Bidan

     Berat badan bayi : 3 Kg Panjang badan bayi : ……......

  b. Riwayat Makanan

     Menetek ibu hingga umur : 20 Bulan

     Minum susu kaleng dari umur : 2 Tahun Hingga umur : 5 tahun

     Kualitas makanan : Cukup

     Kuantitas makanan : Cukup

     Kesukaran pemberian makanan berupa : Tidak ada

  c. Riwayat Perkembangan Fisik

     Telungkup : ........... bulan; duduk : ........... bulan; berdiri : ........... bulan;

     berjalan : ........... bulan


                                                                                              9
   Berbicara kata-kata pertama : ........... bulan

   Berbicara dengan kalimat lengkap : ........... bulan

   Kesulitan dalam berbahasa : ........... Bulan

   Kesulitan dalam gerak : ........... bulan

   Riwayat kesehatan : ...........

   Anak mudah sakit : ...........

   Pernah dirawat selama: ........... karena sakit : ...........

   Memiliki penyakit yang sering kambuh: ...........

d. Faktor Sosial dan Personal

   Hubungan dengan saudara (kandung/ tiri/ angkat) : ..........

   Hubungan dengan teman : Cukup

   Hobi : ...........

   Minat : ...........

   Aktivitas rekreasi : Bermain

   Sikap orangtua terhadap anak : Baik

   Penerimaan dan tanggungjawab : Cukup

   Sikap terhadap masalah belajar : Cukup

e. Riwayat Pendidikan

   Masuk TK umur : 6 tahun

   Kesulitan di TK : Hiperaktif

   Bantuan yang pernah diterima anak : Belum

   Sikap anak terhadap guru : Cukup

   Sikap anak terhadap sekolah : Cukup




                                                                   10
                                    BAB IV

           PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING



A. Diagnostik Kasus

     Dari hasil observasi diperoleh hasil bahwa kasus memiliki masalah

hiperaktif. selama berada di sekolah tidak bisa diam. Sering berbicara walaupun

bukan saatnya untuk berbicara. Saat kegiatan belajar sering kesana-kemari bahkan

mengganggu temannya.



B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan

     Beberapa treatment dan layanan yang dilakukan untuk mengatasi kasus ini

adalah :

a. Menempatkan anak di bangku yang dekat guru, di antara anak yang tenang

   dan amat memperhatikan pelajaran.

b. Menghindari menempatkan anak di dekat jendela, pintu terbuka atau gambar /

   lukisan yang warnanya cerah karena akan merusak konsentrasinya.

c. Menatap anak saat berkomunikasi.

d. Menyingkirkan perlengkapan yang tidak diperlukan di meja belajar

   anak, supaya perhatiannya tidak pecah.

e. Sesekali   menggunakan      kontak     fisik,   seperti   memegang   bahu   atau

   menepuk punggung anak untuk memfokuskan perhatiannya.

f. Memberikan pujian bila anak tenang.

g. Memberitahukan orang tuanya agar menyediakan tempat belajar yang tenang,

   jauh dari televisi atau musik keras.



                                                                                11
h. Mengingatkan orang tuanya agar melatih anak melakukan kegiatan secara

    teratur / terjadwal saat waktu tertentu (misalnya bangun, mandi, belajar,

    makan, tidur, baca buku, main dll).

i. Mendorong orang tuanya nutk melatih anak menyiapkan keperluan sekolah

    sebelum tidur, sehingga tidak tergesa-gesa di saat akan berangkat sekolah.



C. Hasil Treatment dan Layanan

     Mengatasi anak hiperaktif tentunya tidak semudah membalik telapak tangan.

Diperlukan proses yang membutuhkan kesabaran. Namun demikian dari

serangkaian treatment / bimbingan yang diberikan, anak sudah menunjukkan

suatu perubahan positif seperti berikut :

•   Tidak lagi sering berjalan kesana kemari ketika di dalam kelas;

•   Sudah jarang mengganggu teman-temannya;

• Sudah mau menunggu giliran dengan temannya ketika melakukan suatu

    permainan.




                                                                                 12
                                    BAB VI

                         KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan

     Yang dimaksud dengan hiperaktif adalah suatu pola perilaku pada seseorang

yang menunjukkan sikap tidak mau diam, tidak terkendali, tidak menaruh

perhatian dan impulsif (bertindak sekehendak hatinya). Anak hiperaktif selalu

bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan atau mainan yang

disukai oleh anak-anak lain seusia mereka, dikarenakan perhatian mereka suka

beralih dari satu fokus ke fokus yang lain. Mereka seakan-akan tanpa henti

mencari sesuatu yang menarik dan mengasikkan namun tidak kunjung datang.

     Hiperaktif juga mengacu kepada ketiadaannya pengendalian diri, contohnya

dalam mengambil keputusan atau kesimpulan tanpa memikirkan akibat-akibat

terkena hukuman atau mengalami kecelakaan.

     Ada tiga tanda utama anak yang menderita ADHD, yaitu: Tidak ada

perhatian; Hiperaktif, mempunyai terlalu banyak energi; dan Impulsif, Bertindak

tanpa dipikir atau berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu akibatnya.



B. Saran

     Mengelola anak hiperaktif memang butuh kesabaran yang luar biasa, juga

kesadaran untuk senantiasa tak merasa lelah, demi kebaikan si anak. Beberapa hl

berikut dapat dijadikan pedoman dalam menangani masalah anak hiperaktif :

1. PERIKSALAH. Tak semua tingkah laku yang kelewatan dapat digolongkan

   sebagai hiperaktif.



                                                                            13
2. PAHAMILAH sikap dan perilaku anak, serta apa yang dibutuhkan anak, baik

   secara psikologis, kognitif (intelektual) maupun fisiologis.

3. LATIH kefokusannya. Jangan tekan dia, perlakukan anak dengan hangat dan

   sabar, tapi konsisten dan tegas dalam menerapkan norma dan tugas.

4. TELATENLAH. Jika dia telah "betah" untuk duduk lebih lama, bimbinglah

   anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan dengan cara menghubungkan

   titik-titik yang membentuk angka atau huruf.

5. BANGKITKAN kepercayaan dirinya. Misalnya memberikan pujian bila anak

   makan dengan tertib atau berhasil melakukan sesuatu dengan benar,

   memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak.

6. KENALI arah minatnya. Jika anak bergerak terus, jangan panik, ikutkan saja,

   dan catat baik-baik, kemana sebenarnya tujuan dari keaktifan dia. Yang paling

   penting adalah mengenali bakat atau kecenderungan perhatiannya secara

   dini.

7. MINTA dia bicara. Anak hiperaktif cenderung susah berkomunikasi dan

   bersosialisai, sibuk dengan dirinya sendiri. Karena itu, bantulah anak dalam

   bersosialisasi agar ia mempelajari nilai-nilai apa saja yang dapat diterima

   kelompoknya.




                                                                             14
                          DAFTAR PUSTAKA



Suryadi, Drs. 2007. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini.

Singgih D. Gunarsa, Dra. 1978. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta : BPK

     Gunung Mulia.

M. Sholikul Huda. Mengenal Anak Hiperaktif (Gangguan Hiperkinetik).

     http://www.kafka.web.id

T. Bradley Tanner, MD. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD)

     Panduan Bagi Keluarga. http://www.kesulitanbelajar.org.

Anonim. 08 April 2007. Membimbing Anak Hiperaktif. http://www.rehobot.net/

     library/popular.

Anonim.   Mengarahkan     Anak   Hiperaktif.   http://www.dongengkakrico.com/

     index.php?option=com_content&view=category&id=43&Itemid=101.

Siktus Tanje, S.Psi. 07 April 2008. Mengenal Anak Hiperaktif Di Sekolah.

     http://officesoft.wordpress.com/2008/04/07/mengenal-anak-hiperaktif-di-

     sekolah.

Anonim. 01 April 2008. Mengenal Anak Hiperaktif. http://eliss.sayanginanda

     .com/psikologi-anak/mengenal-anak-hiperaktif-122.

Anonim. Hiperaktif, “Anak Nakal” yang Butuh Pertolongan. http://www.ayah

     bunda.co.id/ Tumbuh.Kembang/Balita/04/1.




                                                                               15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:996
posted:10/1/2010
language:Indonesian
pages:17