BAPPENAS
File Presentasi ini bisa didownload di
http://www.ziddu.com/download/4328156/2009_014_lemhanas.pdf.html
www.dadangsolihin.com
2
Materi
• • • • • • • • • • Isu d M I dan Masalah P b l h Pembangunan D Daerah h Apa Tujuan Pembangunan? Pembangunan Daerah Permasalahan Daerah Pemekaran Pembangunan Aparatur yang Partisipatif Menuju Good Governance Perencanaan Pembangunan Daerah Kegagalan P K l Perencanaan Sistem Perencanaan yang Berhasil Perencanaan yang Ideal
www.dadangsolihin.com
3
www.dadangsolihin.com
4
Apa Tujuan Pembangunan? pa ujua e ba gu a
(Todaro: the three objectives of development)
1. Peningkatan standar hidup (l 1 P i k d hid (levels of living) setiap orang, b ik l f li i ) i baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. Peningkatan kebebasan (f 3 P i k t k b b (freedom/democracy) setiap orang. d /d ) ti
www.dadangsolihin.com
6
How?
1. Mengurangi di 1 M i disparitas atau k i i ketimpangan pembangunan b antar daerah antar sub daerah antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). y y g 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan) (berkelanjutan).
Pembangunan Daerah (1)
Pembangunan d P b daerah pada h k k h d hakekatnya adalah upaya terencana d l h untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat, • mengelola sumber daya ekonomi daerah.
www.dadangsolihin.com
7
www.dadangsolihin.com
8
Pembangunan Daerah (2)
Pembangunan d P b daerah j h juga merupakan upaya untuk k k memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga: • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram, • memperluas pilihan yang d l ilih dapat dil k k masyarakat b i t dilakukan k t bagi peningkatan harkat, martabat, dan harga diri. •
Pembangunan Daerah (3)
Pembangunan d P b daerah dil k h dilaksanakan melalui penguatan otonomi k l l i i daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, pemerintah dunia usaha swasta, dan masyarakat swasta masyarakat.
•
www.dadangsolihin.com
9
www.dadangsolihin.com
10
Pembangunan Daerah (4)
• Pemerintahan (l i l if eksekutif, d yudikatif) memainkan peran P i h (legislatif, k k if dan dik if) i k yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain. Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Masyarakat b M k t berperan d l dalam penciptaan i t k i sosial, ekonomi i t interaksi i l k i dan politik.
Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
1. Pembangunan Ekonomi 1 P b Ek i Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional b l i l belum merata d menunjukkan k ti t dan j kk ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah 2. Pembangunan Sosial g Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayananpelayanan sosial dasar (pendidikan, kesehatan dan gizi).
• •
www.dadangsolihin.com
11
www.dadangsolihin.com
12
Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
3. Pembangunan Prasarana Wilayah 3 P b P Wil h Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah. y Menurunnya kapasitas pemerintah daerah dalam pengaturan dan pengelolaan infrastruktur. Menurunnya k M kapasitas dan k t it d ketersediaan sumberdaya t di b d tenaga listrik. Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum. g y g Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur.
Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
4. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup 4 P b S b d Al d Li k Hid Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, p pencemaran lingkungan ( , udara, suara, sampah). g g (air, , , p ) Berkurangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan. Alih f fungsi l h pertanian produktif menjadi l h permukiman i lahan t i d ktif j di lahan ki secara signifikan.
www.dadangsolihin.com
13
www.dadangsolihin.com
14
Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
5. P b 5 Pembangunan SDA d LH (lanjutan) dan (l j ) Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada Perencanaan. Penurunan luas k P l kawasan H t T i d k Hutan Tropis dan kawasan resapan air, i serta meningkatnya DAS kritis. Kejadian bencana alam g p , banjir dan longsor y g j gempa, j g yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan yang berfungsi lindung.
Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
6. Permasalahan Khusus 6 P l h Kh Lemahnya daya saing investasi Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat k t Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas p g keamanan di daerah perbatasan negara.
www.dadangsolihin.com
15
www.dadangsolihin.com
16
Permasalahan Daerah Pemekaran (1)
• Hasil H il evaluasi UNDP d B l i dan Bappenas (2002 2007) menyebutkan, (2002-2007) b k kondisi daerah-daerah pemekaran lebih buruk dibandingkan dengan daerah induk. Sulitnya daerah pemekaran setara dengan daerah induk akibat mereka banyak yang harus memulai hidup baru dari nol. Kondisi ini dihadapkan pada daerah pemekaran cenderung kesulitan SDM, sarana minim dan kurangnya pengalaman. Daerah induk dan provinsi cenderung menjadi penonton dan lepas tangan. Seharusnya daerah induk menjadi pembina dan provinsi harus memberikan perhatian khusus terhadap daerah baru tersebut tersebut.
Permasalahan Daerah Pemekaran (2)
• • • • Pemprov h P harus memberikan perhatian kh b ik h i khusus, tidak id k menyamaratakan antara daerah pemekaran dan daerah lain. Daerah pemekaran sebagai anak y g baru belajar berdiri, p g yang j , sementara daerah lain sudah bisa berlari. Kurangnya pemahaman perangkat daerah terhadap administrasi dan aturan hukum hukum. Hal ini menyebabkan beberapa daerah pemekaran cenderung melahirkan aparatur yang rentan berurusan dengan hukum.
• • • •
www.dadangsolihin.com
17
www.dadangsolihin.com
18
Kondisi Obyektif Aparatur Pemerintahan y p
Politik Ekonomi Manajemen Tradisional Sos-Bud Kinerja Politisasi birokrasi Netralitas Birokrasi birokrasi, In-Efisiensi, Daya Saing Lemah, Kewirausahaan Rendah R d h Koord Lemah >> Manajemen Publik Tidak Berkualitas Hirarki >> Iron Laws of Oligarchy >>> Penyalahgunaan wewenang >> birokratis Kurang Tanggung jawab Sosial Budaya Feodal kuat Produktivitas Rendah, Belum Orientasi Outcomes
www.dadangsolihin.com
20
Kelemahan Manajemen Instansi Pemerintah (1)
(Temuan Kajian Manajemen yang Berorientasi pada Peningkatan Kinerja Instansi Pemerintah dari Survei terhadap 24 Instansi Pemerintah (IP) Pusat (Kementrian dan LPND), 16 IP Provinsi, serta 173 IP Kabupaten / Kota)
Kelemahan Manajemen Instansi Pemerintah (2)
5. Efektivitas pengawasan/monitoring atas pelaksanaan program/kegiatan yang dilakukan dalam lingkungan IP untuk mendorong peningkatan kinerja belum berjalan secara efektif khususnya di IP kabupaten/kota dan IP pusat. 6. Upaya peningkatan k li 6 U i k kualitas d efektivitas ki j pada i dan f k i i kinerja d instansi i pemerintah sebagian besar masih bersifat parsial dan belum terwujudkan. 7. 7 Banyak instansi yang menyatakan bahwa antara perencanaan dan penganggaran dengan implementasinya belum konsisten khususnya di IP pusat. 8. 8 Pada IP pusat masih memperlihatkan kelemahan pelaksanaan; (i) evaluasi atas kondisi institusi, (ii) evaluasi atas individu dalam unit organisasi berdasarkan prestasi kerja dan; kerja, (iii)pemanfaatan hasil evaluasi utk kepentingan perbaikan kinerja instansi dan acuan program/kegiatan berikutnya.
1. Manajemen yang diterapkan belum optimal untuk mendorong terwujudnya etika kerja dan budaya organisasi, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kinerja. 2. Terdapat kelemahan yang terkait dengan kompetensi individu. 3. 3 Reward and punishment yang adil dan konsisten dalam implementasinya masih bersifat parsial. p pengendalian internal untuk mendukung g 4. Penerapan sistem p g terwujudnya akuntabilitas kinerja pada IP pusat memperlihatkan kelemahan (masih parsial dan belum berjalan dengan baik).
www.dadangsolihin.com
21
www.dadangsolihin.com
22
6 Besar Substansi Masalah Pelayanan Publik
No.
1 2 3 4 5 6
Masalah Utama dalam Pelayanan y Publik di DKI Jakarta
No.
1 2 3 4 5
Substansi
Penundaan berlarut Bertindak se-wenang2 Penyimpangan prosedur Melalaikan kewajiban Bertindak tidak adil Menyalahgunakan wewenang
Jumlah
98 70 37 30 25 15
%
26 19 10 8 7 4
Masalah
Layanan proses yang dibutuhkan Banyaknya uang tambahan Mentalitas dan kinerja petugas Rumitnya persyaratan yg dibutuhkan Ketidakjelasan prosedur pelayanan
%
21,9 20,2 14,2 12,1 10,4 10 4
( Sumber : INCIS, 2005, n = 480 )
www.dadangsolihin.com
23
www.dadangsolihin.com
24
Perubahan Aparatur Pemerintahan menjadi Seorang Change Master
Bureaucraticmonopolistic government Pemerintah yang “berkuasa” Evolusi dari E l i d i pemerintah i t h yang hanya memiliki local orientation Menjadi entrepreneurialcompetitive government customer-driven dan accountable government pemerintah yang memiliki i t h iliki global-cosmopolit orientation
Perubahan Lingkungan Strategis P b h Li k St t i
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Generasi Cyber Miniaturisasi Nano Teknologi Kesenjangan K j Digital Kompetisi Gl b l Global Knowledge Knowledge Based Time to k t market On the run “On the run” Generasi Privatisasi EKONOMI MANUFAKTURING ORGANISASI PUBLIK Meningkatnya ekspektasi publik blik
Blok Perdagangan Dunia D i
Short PLC
Perubahan peran
www.dadangsolihin.com
25
www.dadangsolihin.com
26
Bergeming t h d Perubahan B i terhadap P b h
Makro • Menjadi tidak kompetitif • Tidak ada investasi • Pertumbuhan melemah g gg • Pengangguran meningkat • Kemiskinan meningkat • Ketidakpuasan Rakyat • Kegagalan Negara Mikro • Ekonomi Biaya Tinggi • Brain Drain • Organisasinya menjadi yang mahal, rapuh dan lemah g y j • Organisasinya menjadi tidak bermanfaat • Organisasinya tidak diperlukan/dihapuskan
• • • • •
Apa yang Harus Dilakukan?
Memperbaiki k li M b iki kualitas pelayanan publik l blik Meningkatkan akuntabilitas Melakukan smart improvement dalam birokrasi Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik Meningkatkan daya saing
www.dadangsolihin.com
27
www.dadangsolihin.com
28
Pergeseran Paradigma:
From Government to Governance F G tt G
Government
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik, publik Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya. iji k
www.dadangsolihin.com 29
Governance
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, pemerintah civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
www.dadangsolihin.com
30
Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat , , y yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
Tenaga Kerja Kontrol Kontrol
Pelaku Pembangunan: Stakeholders
STATE
Executive Judiciary d Legislature Public service Military Police
CITIZENS
Community-based organizations C it b d i ti Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media
organized into:
Dunia Usaha Swasta
Nilai Pertumbuhan
Pemerintah
Masyarakat
Redistibusi Melalui Pelayanan Pasar
BUSINESS
Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange
Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. G d
www.dadangsolihin.com 31
www.dadangsolihin.com
32
Troika
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Swasta
Masyarakat, Masyarakat Bangsa, dan Negara
Masyarakat y Pemerintah
VISI
Good Governance
Dunia Usaha
www.dadangsolihin.com
33
www.dadangsolihin.com
34
Ternyata Pemerintah Masih Diperlukan
Good Governance
Mengandung makna tata kepemerintahan yang baik pengelolaan baik, pemerintahan yang baik, penyelenggaraan pemerintahan yang baik, penyelenggaraan negara yang baik ataupun administrasi negara yang baik baik. Penerapan prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas diakui sebagai landasan awal bagi terwujudnya tata kepemerintahan yang baik secara umum. Suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah, pemerintah dunia usaha swasta, dan masyarakat swasta masyarakat.
www.dadangsolihin.com
35
www.dadangsolihin.com
36
Manfaat Good G M f t G d Governance
1. Berkurangnya secara nyata praktik KKN di bi k i 1 B k k ik birokrasi. 2. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel. 3. Terhapusnya peraturan perUU-an dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap di k i i tif t h d warga negara, k l kelompok, atau golongan k t l masyarakat. g y partisipasi masyarakat dalam p g p y pengambilan 4. Meningkatnya p kebijakan publik. 5. Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum seluruh peraturan perundang undangan baik di tingkat pusat maupun perundang-undangan, daerah.
Prinsip-p Prinsip-prinsip Good Governance p p
1. 1 Wawasan ke Depan (Visionary) 2. Keterbukaan & Transparansi (Openness &Transparency) 3. Partisipasi Masyarakat (Participation) 4. 4 Tanggung Gugat (Accountability) 5. Supremasi Hukum (Rule of Law) 6. Demokrasi (Democracy) 7. Profesionalisme & Kompetensi p (Profesionalism & Competency) 8. Daya Tanggap (Responsiveness) 9. Keefisienan & Keefektifan (Efficiency & Effectiveness) 10. Desentralisasi (Decentralization)
11. Kemitraan dengan Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat (Private Sector & Civil Society Partnership) y p) 12. Komitmen pada Pengurangan Kesenjangan (Commitment to Reduce Inequality) q y) 13. Komitmen pada Perlindungan Lingkungan Hidup (Commitment to Environmental Protection) ) 14. Komitmen pada Pasar yang Fair (Commitment to Fair Market )
www.dadangsolihin.com
37
www.dadangsolihin.com
38
Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa P d l h k k i d k depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan. Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan). Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan Tepat : Dikaitkan dengan tindakan Pilihan-pilihan : 1. 1 Pemilihan tujuan dan kriteria 2. Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan
www.dadangsolihin.com
40
Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: g g 1. Tujuan akhir yang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. pengalokasiannya 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi 7 Orang organisasi, atau badan pelaksananya pelaksananya. 8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan p pelaksanaannya. y
www.dadangsolihin.com 41
Fungsi/Manfaat Perencanaan
• • • • Sebagai p g penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas
www.dadangsolihin.com
42
Proses Perencanaan
Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana / pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D. RPJM/D Proses Teknokratik: gg g p Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. Partisipatif: P ti i tif Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top-down dan bottom-up: Dilaksanakan menurut je ja g pe e ta a a sa a a e u ut jenjang pemerintahan.
www.dadangsolihin.com
Perencanaan dan Penganggaran: Dari RPJP sa pa APBD a J sampai
20 Tahunan 5 Tahunan Renstra R t KL
Pedoman Pedoman
Tahunan Renja R j KL
Pedoman
RKA-KL
Rincian Ri i APBN
Pemerin ntah Pusat
Diacu Dijabar kan Pedoman
RPJP Nasional
Diacu
Pedoman
RPJM
Nasional
RKP
RAPBN
APBN
Diperhatikan Pedoman
Diserasikan melalui Musrenbang
RPJP Daerah
RPJM Daerah
Dijabar kan
RKP Daerah
Diacu
Pedoman
RAPBD
APBD
Pe emerintah h Daerah
Pedoman
Renstra SKPD
Pedoman
Renja j SKPD
Pedoman
RKA SKPD
Rincian APBD
UU SPPN
43
43 www.dadangsolihin.com
UU KN
44
Status Hukum Dokumen Perencanaan
NASIONAL
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (R t KL) L b (Renstra j Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. (Ps 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL Pi i (Ps. 19 Ayat 2) Per Pres (Ps. 26 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1)
DAERAH
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) (RPJP D h) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-Daerah) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah P k tD h (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah j Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Penetapan Perda (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. (Ps 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD Pi i (Ps. 19 Ayat 4) Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3)
45
www.dadangsolihin.com
Kegagalan Perencanaan (1)
1. 1 Penyusunan perencanaan tidak tepat mungkin karena: tepat, informasinya kurang lengkap, metodologinya belum dikuasai, perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin p pernah bisa g terlaksana pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbanganpertimbangan t k i perencanaan di b ik teknis diabaikan. ti b
Kegagalan Perencanaan (2) g g ( )
2. Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya. aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten, masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya mendukungnya.
www.dadangsolihin.com
47
www.dadangsolihin.com
48
Kegagalan Perencanaan (3)
3. Perencanaan mengikuti p g paradigma y g ternyata tidak sesuai g yang y dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang. Misalnya, Misalnya orientasi semata-mata pada pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi p falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.
Kegagalan Perencanaan (4)
4. Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun. Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh. Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan S permintaan karena pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system).
www.dadangsolihin.com
49
www.dadangsolihin.com
50
Sistem Perencanaan yang Berhasil
• • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat d usaha swasta. d l h k t dan h t • •
Perencanaan yang Ideal
Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya. Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; t t i h d t t h tetapi harus b l j t sehingga menjamin berlanjut hi j i adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek dan dalam aspek, keutuhan konsep secara keseluruhan. Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). d ti t ) Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).
•
• •
www.dadangsolihin.com
51
www.dadangsolihin.com
52
Tentang Narasumber
www.dadangsolihin.com
53
www.dadangsolihin.com
54