Docstoc

SEJARAH NOKIA

Document Sample
SEJARAH NOKIA Powered By Docstoc
					NOKIA : Strategi Bisnis dan Strategi IT
11 Apr

wisnudewobrotodotcom | April 11th,2010 | Management, Perusahaan, Strategi Perusahaan, Teknologi | No
Comments »




                                                         Nokia pada awal kemunculannya,
tahun 1865, merupakan sebuah perusahaan pengolahan bubur kayu yang didirikan oleh
Fredrik Idestam. Perusahaan ini akhirnya berubah menjadi pabrik kertas pada tahun 1920.
Tak lama setelah Perang Dunia I berakhir, Perusahaan Karet Finlandia mengakuisisi
Perusahaan Penggilingan Kayu Nokia dan Perusahaan Kabel Finlandia. Ketiga perusahaan
tersebut digabung menjadi Nokia Corporation pada tahun 1967.

Selama puluhan tahun Nokia mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan
tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap membangun keterampilan
substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun 1970-an Nokia dan pabrik televisi
Salora bergabung dan mengembangkan telepon radio untuk militer. Selain telepon, Nokia
sempat menjalankan bisnis di beberapa jenis produk, seperti kabel, sepatu, kertas, radio
telepon dan lain sebagainya. Resesi yang terjadi di Finlandia, berakhirnya kerjasama dengan
Uni Sovyet yang runtuh, dan produk yang gagal sempat mewarnai usaha yang dilakukan
Nokia untuk menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia.

Pada awal 1981, Nokia meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT).
NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di dunia. Karena itu, sepanjang
dekade 1980-an NMT diperkenalkan ke sejumlah Negara.

Pada awal 1990-an Nokia sempat mengalami krisis, tetapi CEO saat itu mengambil
keputusan penting untuk memfokuskan pada telepon seluler dan jaringan telepon. Hasilnya,
telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon
seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an.

Kini lebih dari 2000 seri ponsel Nokia tersebar di seluruh dunia, dengan tenaga kerja
sebanyak 54 ribu orang, produk Nokia terjual di 130 negara. Serta penghargaan yang
didapatkan dari berbagai pihak, yang mengakui keberhasilan Nokia dalam menjalankan
strateginya.

Revolusi Nokia
Revolusi perkembangan produk-produk Nokia terbagi menjadi empat jaman, yaitu tahun first
century, the move to mobile, mobile revolution dan Nokia now. First century terjadi pada
tahun 1865 sampai dengan 1967, ketika Nokia baru didirikan. Pada awal berdirinya Nokia
masih berupa pabrik pengolah bubur kayu dan mulai beralih menjadi pabrik elektronik yang
menghasilkan peralatan rumah tangga, sepatu, kabel, dan komputer. Sampai pada akhirnya
pada tahun 1967, Nokia bergabung dengan Finnish Rubber Works dan Finnish Cable Works,
mendirikan Nokia Corporations.

Era kedua, the move to mobile, terjadi sejak 1968 sampai dengan 1991. Pada masa ini, Nokia
bekerja sama dengan pabrik televisi Salora, memprosuksi Mobira Oy. Pada tahun 1981,
Nokia juga menciptakan Nordic Mobile Telephone (NMT), sebagai ponsel analog pertama di
dunia. Pada masa ini pula diperkenalkan roaming internasional dan telepon mobil.

Setelah Salora, Nokia juga mengakuisisi Luxor, produsen peralatan elektronik asal Swedia.
Dan ketika muncul trend penurunan pangsa pasar di barang elektronik, Nokia hendak
mempersiapkan strategi baru, namun strategi ini ditolak oleh dewan internal, dengan
melanjutkan akuisisi terhadap Ocean SA, Solonor SA dan Televisso SA, serta membeli 61%
saham Maillefer Holding SA, produsen kabel asal Swiss. Kegiatan akuisisi ini berlanjut
sampai dengan tahun 1988, ketika Nokia mengalami kerugian besar dikarenakan
restrukturisasi produksi pesawat televisi dihentikan sebagai akibat hubungan internal dewan
eksekutif yang tidak akur dan runtuhnya Uni Sovyet sebagai mitra utama bisnis Nokia. Dari
kejadian ini, dapat disimpulkan dua kesalahan utama Nokia, yaitu melakukan akuisisi tanpa
riset yang memadai dan rasa percaya diri yang berlebihan dalam menangani masalah yang
terjadi.

Sampai pada tahun 1991, Nokia memutuskan untuk mengubah strateginya, dengan berfokus
pada pengembangan telekomunikasi dan mobile telephone, dan menjual semua kepemilikan
sahamnya diluar divisi ponsel. Selain itu, Nokia juga mengakuisisi Technophone, produsen
ponsel terbesar kedua di Eropa yang telah berhasil memasuki ke pasar Amerika Serikat.
Masuknya Nokia ke Amerika Serikat sempat mengalami hambatan, yaitu tuntutan yang
diajukan Motorola sebagai produsen ponsel terbesar di Amerika Serikat saat itu. Namun
keputusan berani ini terbukti telah meningkatkan profitabilitas Nokia dengan cepat dan
membuat Nokia dapat menetapkan sasaran-sasaran baru yang lebih besar. Pada masa ini,
Global System for Mobile communications (GSM) pertama kali digunakan oleh Perdana
Mentri Finlandia saat itu, menggunakan produk Nokia, membawa Jorma Ollila ke kursi CEO
Nokia. Pada tahun 1992, Nokia mengubah slogannya menjadi bahasa Inggris, Connecting
People, yang digunakan hingga saat ini.

Kesuksesan GSM di Eropa terjadi karena dukungan dari pemain kuncinya, yaitu pemerintah
sebagai penentu peraturan, penyedia layanan jaringan (operator), dan industri produk yang
berkomitmen. Selain itu, standar digitalisasi memungkinkan pengembangan layanan
telekomunikasi ini. Dan keberhasilan Nokia mengaplikasikan GSM didukung oleh dua
alasan. Pertama, sistem GSM menjanjikan pasar yang sangat besar, yang menjanjikan
investasi jangka panjang. Kedua, Nokia telah tidak asing terhadap GSM, dan Nokia secara
tidak langsung ikut serta dalam pengembangan standar GSM.

Setelah teknologi GSM mulai digunakan, Nokia mulai membangun bisnisnya secara serius
menjadi bisnis telekomunikasi. Nokia yakin bahwa ponsel, yang pada masa itu masih
merupakan peralatan bisnis yang mahal dan berukuran besar, akan mewabah dikemudian
hari. Produk GSM pertama adalah Nokia 1011, diluncurkan pada tahun 1992. Produk Nokia
2100 dengan desain melengkung pertama, diperkirakan akan laku sebanyak 400 ribu buah,
terjual sebanyak 20 juta buah, memberikan keuntungan operasional sebesar 1 miliyar US
dollar. Sejak saat ini, Nokia masuk ke era ketiga dan Nokia memunculkan beberapa ikon
yang menjadi ciri khasnya sampai saat ini, seperti Nokia Tune dan permainan Snake. Era
ketiga ini diakhiri pada tahun 1999 dengan munculnya produk Nokia 7110, produk
pertamanya yang dilengkapi WAP handset.

Perkembangan selanjutnya terjadi dengan cepat, ditandai dengan ukuran ponsel yang semakin
kecil, tersegmentasi sesuai dengan keragaman kelompok penggunanya, dan munculnya
layanan baru, seperti SMS, MMS, radio, dan yang terakhir, teknologi internet. Pada tahun
2002 Nokia meluncurkan 6650 sebagai produk 3G pertamanya. Dan di tahun 2006, Nokia
memutuskan untuk membangun jaringan bersama Siemens. Teknologi terakhir Nokia
ditandai dengan diluncurkannya OVI, produk Nokia yang menggabungkan selular dan
internet.

Dari perubahan Nokia dari era ke era yang lain, dapat dilihat bahwa kesuksesan Nokia terjadi
karena ia selalu mengandalkan kemauan dan kemampuannya untuk memahami dan
memanfaatkan perubahan yang terjadi di pasar. Keadaan yang senantiasa berubah menuntut
para pelaku bisni untuk melakukan perubahan strategi, untuk memperbarui dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Visi dan Strategi IT

Visi IT Nokia adalah “A world where everyone can be connected“, yaitu usaha
menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital di masa depan melalui teknologi selular.
Tidak hanya menghubungkan satu orang ke orang yang lain, namun juga dengan setiap
tempat dan benda di dunia, sebagai cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
Nokia berusaha untuk memberikan aspek personalisasi pada setiap produknya, dan serta
kebebasan berkomunikasi tanpa terhalang waktu dan tempat.

Secara umum, Nokia membagi produknya menjadi empat kategori, yaitu first-to-market
(pertama di pasar), follow-the-leader (mengikuti trend pasar), application-engineering
(aplikasi hasil rekayasa), dan me-too (menjiplak model lain). Untuk pengembangan
produknya, Nokia membangun Nokia Research Centre (NRC). Awalnya NRC didirikan
sebagai pusat penelitian yang ditujukan untuk mengembangkan bisnis baru dalam bidang
telekomunikasi dan pemrosesan data. Namun dalam perkembangannya, setelah beberapa
kegagalan yang terjadi dan krisis keuangan yang dialami Nokia, NRC merevisi strateginya
dan lebih berfokus pada bisnis semata. Dan ketika profabilitas Nokia kembali mengalami
kemajuan pada tahun 1994, NRC mendapatkan jatah belanja yang besar, dengan melibatkan
35% tenaga kerja yang tergabung di Nokia.

Setiap tempat memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Untuk menyesuaikan dengan
standar pasar lokal yang dimasukinya, Nokia menggandeng software house setempat untuk
menghasilkan software pendukung di ponsel yang dipasarkan di daerah tersebut. Untuk di
Indonesia dan beberapa negara tetangga, Nokia bekerja sama dengan In-Touch. Dengan
demikian, Nokia dapat menyesuaikan ponselnya dengan kondisi pasar setempat.

Sejak Oktober 1999, Nokia membentuk manajemen teknologi dan platform untuk
memastikan perkembangan yang efisien atas ponsel yang dikembangkannya, serta
menerapkan e-business yang memungkinkan terjadi proses yang berorientasi pada pelanggan,
meningkatkan fleksibilitas terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi dan
menciptakan sistem inventori yang transparan dalam logistiknya. Dalam pengembangannya,
e-business bergeser menjadi mobile-business. Konsep IP akan memungkinkan mobile-
business akan berubah menjadi sebuah pemikiran yang akan menggabungkan tiga bidang,
yaitu pribadi, kantor dan rumah, menjadi satu kesatuan home communications.

Portfolio IT

Untuk memberikan produk yang selalu up-to-date, Nokia melakukan inovasi di segala
bidang, terutama pada bagian teknologi yang terus berubah. Untuk itu, Nokia mendirikan
Nokia Research Centre (NRC) yang ditujukan untuk meneliti teknologi maupun fasilitas yang
dapat ditambahkan pada produknya, yang dapat membantu penggunanya.

Penelitian yang dilakukan di Pusat Penelitian Nokia berfokus pada empat hal, yaitu rich
context modeling, new user interface, high performance mobile platform dan radio cognitive.
Dalam tiga hal tersebut, Nokia memusatkan penelitiannya pada apa yang akan digunakan
orang pada masa mendatang, teknologi dan tampilan seperti apa yang disukai dan infrastuktur
yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal-hal tersebut.

Rich context modeling adalah pengembangan teknologi yang disesuaikan dengan lingkungan
penggunanya. Hal ini berhubungan histori informasi, serta kondisi lingkungan sekitar, seperti
cuaca, lokasi, dan lain sebagainya. Arah dari penelitian ini adalah menciptakan suatu layanan
berbasis kecerdasan buatan, yang diharapkan dapat memberikan layanan cerdas, seperti
forecasting ekonomi, pencarian rute terdekat, atau lensa kamera yang dapat mengenali tempat
bersejarah atau dapat memberikan informasi ekonomi setempat.

New user interface berfokus untuk menciptakan suatu tampilan yang nyaman untuk
penggunanya, yang dapat mendukung personalisasi, pengguna yang disesuaikan dengan
infrastruktur dan terintegrasi dengan jaringan. Untuk kenyamanan penggunaan perangkat
dilengkapi dengan karakteristik yang unik, seperti gerakan manusia, yang disesuaikan dengan
aktivitas penggunanya. Contoh pengembangan teknologi ini adalah proses yang dikenali
dengan menggerakkan tangan yang memegang ponsel, atau penerjemah bahasa yang
disesuaikan dengan tempat yang dikunjungi oleh pemilik handphone, yang dapat memberikan
terjemahan kata-kata yang banyak digunakan oleh pelancong. Contoh lainnya adalah
menghubungkan dua buah alat dengan cara yang unik, misalnya dengan menyentuhkan dua
buah ponsel, untuk berbagi weblink, kartu nama atau data lainnya.

Nokia berusaha untuk mempertahankan high performance mobile platform dengan
menghemat energy yang tersedia, mengembangkan teknologi berbasis indera perasa dan
membangun arsitektur yang memiliki kemampuan melebihi batasan fisik dari perangkat yang
ada. Salah satu pengembangannya adalah baterai hemat energy, daya tampung penyimpanan
data pada ponsel yang semakin besar, serta kemampuan perangkat selular yang hampir
menyamai kemampuan PC atau laptop.

Nokia juga berusaha memaksimalkan penggunaan gelombang radio yang tersebar di
sekitarnya. Pengembangan teknologi yang dilakukan antara lain dengan meminimalkan
penggunaan modem untuk mengoptimalkan jaringan lokal maupun jaringan jarak jauh.
Contoh pengaplikasian teknologi ini adalah penggunaan ponsel untuk mengoperasikan alat
elektronik yang ada disekitarnya melalui gelombang radio yang dipancarkan masing-masing
alat, ataupun penggunaan ponsel untuk pengiriman email, web conference, MMS dan lain
sebagainya.

Inovasi yang dilakukan oleh Nokia terkait erat dengan pengembangan standar internasional.
Salah satu contohnya adalah pada proses pengembangan standar ponsel generasi ketiga,
dimana kualitas suara diharapkan akan menyamai suara di televisi. Dari semua proposal
pengujian yang diterima oleh komite 3GPP (Third Generation Patrnership Project) di Jepang
pada bulan Oktober 2000, Nokia berhasil memenangkan penelitian tersebut dengan kinerja
60.4% dan tingkat kesalahan nol persen untuk uji suara.

Tingkat kesalahan nol persen adalah yang pertama kali terjadi di sepanjang sejarah penelitian
ponsel. Pencapaian tersebut menjadi keberhasilan sendiri untuk Nokia. Dan dari sini pula
standarisasi 3G akan bergerak dari sekedar bicara ke multimedia. Dan sejak saat itu, sasaran
Nokia selanjutnya adalah internet.

Selain memproduksi ponsel, Nokia juga memperhitungkan sampah yang dihasilkan dari
ponsel yang sudah tidak terpakai. Nokia menyadari bahwa 45% bahan ponselnya berasal dari
plastik, yang tidak dapat terurai oleh lingkungan dalam waktu cepat. Oleh karena itu, Nokia
bekerja sama dengan distributornya, menyediakan layanan daur ulang, dimana orang yang
mau menyerahkan ponsel bekas yang tidak digunakan atau rusak, akan mendapatkan kenang-
kenangan dari Nokia. Ponsel bekas yang diterima Nokia, akan diproses kembali menjadi
material yang baru. Dengan cara ini, Nokia dapat mengurangi konsumsi bahan-bahan yang
membahayakan lingkungan. Misalnya ponsel Nokia 3110, dimana 50% materialnya berasal
dari bahan daur ulang. Selain itu, Nokia juga membuat charger AC-8 yang dapat men-charge
ponsel dalam waktu yang lebih pendek dan mematikan arus listrik ketika baterai ponsel sudah
terisi penuh, untuk mengurangi penggunaan listrik yang sia-sia. Selain itu, sejak 2001, Nokia
menjadi perusahaan Finlandia pertama yang bekerja sama dengan PBB untuk menerapkan
deklarasi Global Compact, yang menjunjung tinggi etika dan hukum, hak asasi manusia,
penyelamatan lingkungan dan anti korupsi.

Pada tahun 2008, Nokia terpilih menjadi perusahaan dengan inovasi dan implementasi
strategi terbaik, diikuti oleh RIM sebagai pencipta Blackberry dan Samsung. Penghargaan ini
dikeluarkan oleh Pusat Penelitian ABI. Dari segi inovasi, penilaian dilakukan berdasarkan
beberapa faktor, seperti biaya produksi, hak paten produk, kualitas dan ukuran perangkat,
tampilan produk, differensiasi produk, daya tahan baterai, kemapuan produk untuk komponen
dari third party, dan lisensi software. Sedangkan dari segi implementasi strategi, faktor-faktor
penilaiannya antara lain cara pengiriman produk, nilai brand, tipe produk yang beredar,
pilihan sistem operasi, harga jual rata-rata, jaringan distribusi produk, hubungan dengan
operator dan fasilitas pabrik.

KESIMPULAN

Dari perjalanan bisnis dan perkembangan teknologi yang disajikan oleh Nokia, dapat diambil
beberapa pelajaran sebagai berikut:

· Banyak perusahaan berbasis teknologi yang melakukan kesalahan pada strateginya. Mereka
berfokus pada bisnis pilihan mereka dalam waktu yang terlalu lama, tanpa menyadari
perlunya berinvestasi pada penciptaan hal baru maupun pengembangan teknologi baru yang
mungkin akan menggantikan teknologi lama.
· Perubahan pasar dapat terjadi setiap saat, sehingga cara lama dimana perusahaan dituntut
untuk menentukan visi nya sampai sepuluh atau dua puluh tahun kedepan tidak dapat lagi
dilakukan. Perubahan strategi dapat terjadi setiap saat mengikuti perubahan pasar.

· Untuk menguasai pasar, tidaklah mungkin dapat dilakukan sendiri. Cara paling efektif untuk
itu adalah dengan menggandeng perusahaan lain yang memiliki kepentingan yang sama
untuk saling melengkapi, baik untuk menciptakan produk maupun membentuk standar baru
dalam pasar.

· Komponen penting dalam kesuksesan suatu perusahaan adalah visi dan strategi bisnis yang
jelas, ethos kerja yang baik dan adanya orang-orang berbakat di bidangnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:671
posted:9/22/2010
language:Indonesian
pages:6