Docstoc

Teknik Transmisi Tenaga Listrik III

Document Sample
Teknik Transmisi Tenaga Listrik III Powered By Docstoc
					Aslimeri, dkk.




TEKNIK
TRANSMISI
TENAGA LISTRIK
JILID 3


SMK




       Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
       Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
       Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang




TEKNIK
TRANSMISI
TENAGA
LISTRIK
JILID 3
Untuk SMK
Penulis                 : Aslimeri
                          Ganefri
                          Zaedel Hamdi


Perancang Kulit         : TIM


Ukuran Buku             :   18,2 x 25,7 cm


 ASL      ASLIMERI
 t                 Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 3 untuk SMK /oleh
          Aslimeri, Ganefri, Zaenal Hamdi ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan
          Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
          Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
          Nasional, 2008.
              ix, 121 hlm
              Daftar Pustaka : Lampiran. A
              ISBN             : 978-979-060-159-8
              ISBN             : 978-979-060-161-1

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
                           KATA SAMBUTAN


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia
Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan
penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang
memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran
melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh
penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para
pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen
Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan,
dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk
penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi
ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft
copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya
sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah
Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar
ini.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya,
kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat
kami harapkan.



                                             Jakarta,
                                             Direktur Pembinaan SMK
                             Kata Pengantar
     Akhir-akhir ini sudah banyak usaha penulisan dan pengadaan buku-
buku teknik dalam Bahasa Indonesia. Namun untuk Teknik Elektro, hal ini
masih saja dirasakan keterbatasan-keterbatasan terutama dalam
mengungkapkan topik atau materi yang betul-betul sesuai dengan
kompetensi dalam bidang Transmisi Tenaga Listrik untuk Sekolah
Menengah Kejuruan. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menyusun
buku ini agar dapat membantu siapa saja yang berminat untuk
memperdalam ilmu tentang Transmisi Tenaga Listrik.

        Dalam buku ini dibahas tentang : pemeliharaan sistim DC, pengukuran
listrik, tranformator, gandu induk ,saluran udara tegangan tinggi, kontruksi
kabel tenaga dan pemeliharaan kabel tenaga .

      Penulis menyadari masih banyak kekurangan- kekurangan baik
dalam materi maupun sistematika penulisan, untuk itu saran-saran dan kritik
yang membangun guna memperbaiki buku ini akan diterima dengan senang
hati.

      Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak-banyak terima
kasih kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat
Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depertemen
Pendidikan Nasional yang telah memberikan kesempatan kepada penulis
untuk menulis buku ini dan Drs.Sudaryono, MT yang telah bersedia menjadi
editor buku ini. Juga penulis megucapkan terima kasih kepada Maneger
PLN (persero) Udiklat Bogor yang telah banyak membatu penulis dalam
menyediakan bahan untuk penulisan buku ini .

     Harapan penulis semoga buku ini ada mamfaatnya untuk
meningkatkan kecerdasan bangsa terutama dalam bidang teknik elektro .

                                                   Penulis




                                                                           i
                                             Daftar Isi

Kata Pengantar     ……………....................................................                  i
Daftar isi               ………………………..........................                                  ii
Diagram Pencapaian Kompetensi ...............................................                ix

                                      JILID 1
BAB. I. PEMELIHARAAN DC POWER                         ..................................     1
1.1.    Hukum Ohm                                     ……….......................             1
1.2.    Hukum Kirchoff                                ......… ........................       3
1.3.    Daya Dalam Rangkaian DC                       ……………….............                    6
1.3.1. Prinsip Dasar Rangkaian DC                     …...............................       7
1.3.2. Hubungan Antara Arus Tegangan dan Tahanan .............                               8
1.4.    Komponen Semikonduktor                  ………………..................                     15
1.5.    Sistem DC Power        ………………......................................                  20
1.6.    Charger (Rectifier)         ……………………………………..                                         25
1.6.1. Jenis Charger           ….......................................................      25
1.6.2. Prinsip Kerja Charger                  ...........................................    26
1.6.3. Bagian-Bagian Charger                              ...............................    27
1.7.    Automatic Voltaga Regulator ………………........................                           29
1.7.1. Komponen Pengantar Seting Tegangan                         .......................    30
1.7.2. Komponen Pengantar Seting Floating                         .......................    31
1.7.3. Komponen Pengantar Seting Equalizing                       .......................    31
1.7.4. Komponen Pengantar Seting Arus                             .......................    31
1.8.    Rangkaian voltage Dropper ………………............................                         33
1.9.    Rangkaian Proteksi Tegangan Surja Hubung.......................                      34
1.10. Pengertian beterai             .....................................................   37
1.10.1. Prinsip kerja baterai             ...............................................    37
1.10.2. Prinsip kerja baterai asam-timah               .................................     38
1.10.3. Poses pengisian baterai           ....................... ……….............           38
1.10.4. Prinsip kerja baterai alkali....................................................     39
1.11. Jenis-jenis Baterai                   ………………................... ...                    39
1.12. Bagian-bagian Utama Baterai ……………….........................                            46
1.13. Instalasi Sel Baterai ………………......................................                     48
1.14. Pentilasi Ruang Baterai             ………………..........................                   52
1.15. Pengertian pemeliharaan DC power ...................................                   54
1.15.1. Tujuan Pemeliharaan               ...............................................    54
1.15.2. Jenis Pemeliharaan                ...............................................    54
1.15.3. Pelaksanaan Pemeliharaan                      ....................... ……….           55
1.15.4. Kegiatan Pemeliharaan                                     .......................    56
1.15.5. Pemeliharaan Charger ………………..................................                        58
1.15.6 Pengukuran Arus Output Maksimum ....................................                  61
1.16 Jadwal dan Chek list Pemeliharaan Charger ........................                      63
1.16.1. Pemeliharaan Baterai              ...............................................    63
1.16.2. Cara pelaksanaan pengukuran tegangan .......................                         64
1.16.3. Pengukuran Berat Jenis Elektrolit             ……….........................           65

                                                                                               ii
1.16.4. Pengukuran Suhu Elektrolit              ...................................         68
1.16.5. Jadwal pemeliharaan periodik baterai                .......................         70
1.17. Pengujian dan shooting pada DC Power.................................                 73
1.17.1. Pengujian Indikator Charger .....................................                   73
1.17.2. Pengujian Kapasitas Baterai ...............................................         75
1.17.3. Pengujian kadar Potassium Carbonate ( KZC03 )                  .............        81
1.18. Trouble shooting                          ...................................         90
1.18.1. Kinerja Baterai        ………………..................................                     91
1.19. Keselamatan kerja         ………………....................................                  95

BAB. II. PENGKURAN LISTRIK                           ………………..............                    97
2.1. Pengertian Pengukuran               ………………...........................                   97
2.2. Besaran Satuan dan dimensi ………………..........................                             98
2.3. Karaktaristik dan Klasifikasi Alat Ukur ………......................                      101
2.4. Frekuensi Meter        ……………….......................................                   109
2.5. Kwh Meter ……….............. ....................................................       111
2.6. Megger                  ……………………...............................                        111
2.7. Fase Squensi        ………………............................................                 112
2.8. Pengukuran Besaran Listrik ………….................................                       114
2.9. Prinsip kerja Kumparan Putar ………………..........................                          116
2.10. Sistem Induksi ………………................................................                 117
2.11. Sistem Elektro Dinamis             …...........................................       118
2.12. Sistem Kawat Panas                 ................................................   120
2.13. Alat Ukur Elektronik        …...................................................      120
2.14. Alat Ukur dengan Menggunakan Transformator                             …........      121
2.15. Macam-macam alat ukur untuk keperluan pemeliharaan........                            123
2.15.1.Meter Tahanan Isolasi ...........................................................    123
2.15.2.Meter Tahanan Pentanahan                      ....................................   123
2.15.3.Tester Tegangan tinggi                        ....................................   125
2.15.4.Tester Tegangan tembus                        ....................................   127

BAB. III. TRANSFORMATOR                   …………………......................                     128
3.1. Prinsip induksi          ……………….....................................                   128
3.2. Kumparan Transformator               ……………….........................                   130
3.3. Minyak Transformator ……………….....................................                       131
3.4. Bushing ………………............................................................             132
3.5. Tangki Konservator       ..........................................................    132
3.6. Peralatan Bantu Pendingin Transformator                      …………........              133
3.7. Tap Changer      ……………....................................................             135
3.8. Alat Pernapasan Transformator …………................. ..............                     135
3.9. Alat Indikator Transformator ……………….........................                           137
3.10.Peralatan Proteksi Internal          ...............................................   137
3.11.Peralatan Tambahan Untuk Pengaman Transformator ...........                            142
3.12.Rele Proteksi Transformator dan Fungsinya                    .......................   144
3.13.Announciator Sistem Instalasi Tegangan Tinggi                        ...............   150
3.13.Parameter/Pengukuran Transformator ...................................                 153

                                                                                             iii
                                                 JILID 2

BAB IV. SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI ……………......                                                   159
4.1. Saluran Udara ………...........................................................                   160
4.2. Saluran Kabel ……………............................ ........................                       160
4.3. Perlengkapan SUTT/SUTETI                               ....................................    161
4.3.1.Tower ....................................................................................    161
4.3.2.Bagian-bagian tower              .........................................................    165
4.4. Kondukror                      .........…………….................................                 170
4.5. Kawat Tanah                    .........…...................... .........................      172
4.5.1.Bahan Kawat Tanah                         ................................................    173
4.5.2.Jumlah dan Posisi Kawat Tanah                      ........................................   173
4.5.3.Pentanahan Tower              ............................................................    173
4.6. Isolator ………………………...................................................                          174
4.6.1.Isolator Piring               ............................................................    174
4.6.2.Nilai Isolator    .......................................................................     178
4.6.3.Jenis Isolator      ......................................................................    178
4.6.4.Speksifikasi isolator.          ...........................................................    180

BAB V. GARDU INDUK                          .................................................       184
5.1. Busbar            …………………................................................                      184
5.1.1. Jenis Isolasi Busbar ………..................................................                   184
5.1.2. Sistem Busbar (Rel)                  ..................................................      184
5.1.3. Gardu Induk dengan single busbar                  .....................................      185
5.1.4. Gardu Induk dengan Doble busbar                   .....................................      186
5.1.5. Gardu Induk dengan satu setengah / one half busbar ............                              186
5.2. Arrester …………………............................................................                   187
5.3. Transformator Instrumen                ……….......................................              188
5.3.1. Transformator Tegangan               ……….......................................              188
5.3.2. Transformator Arus                   ……….......................................              190
5.3.3. Transformator Bantu                  ……….......................................              191
5.3.4 Indikator Unjuk kerja Transformator Ukur                      ………................             192
5.4. Pemisah (PMS)              ………...................................................              194
5.4.1. Pemisah Engsel           ………..................................................               195
5.4.2. Pemisah Putar            ..............................................................      195
5.4.3. Pemisah Siku ..............................................................                  195
5.4.4. Pemisah Luncur           ………..................................................               196
5.5. Pemutus tenaga listrik (PMT)                       ......................................      199
5.5.1. Jenis Isolasi Pemutus Tenaga              ............................................       199
5.5.2, PMT dengan Media pemutus menggunakan udara ………….                                             201
5.5.3. PMT dengan Hampa Udara .................................................                     204
5.5.4. PMT dengan Media pemutus menggunakan Minyak..........                                        206
5.5.5. PMT dengan Sedikit Minyak                        .....................................       207
5.6.    Jenis Penggerak Pemutus Tenaga ....................................                         209
5.6.1. Mekanik Jenis Spering             ………...........................................             209
5.6.2. Mekanik Jenis Hidrolik ………..................................................                 212

                                                                                                     iv
5.6.3. Penutupan PMT ..................................................................        216
5.6.4. Pembukaan PMT .................................................................         216
5.7.    Kompesator ........................................................................    220
5.7.1. Kompensator shunt                   .................................................   221
5.7.2. Kompensator reaktor shunt                       ....................................    222
5.8.    Peralatan SCADA dan Telekomunikasi.................................                    223
5.8.1. Prinsip Dasar PLC                   ................................................    223
5.8.2. Peralatan Kopling                   ................................................    224
5.8.3. Kapasitor Kopling                   ................................................    225
5.8.4. Wave trap               .................................. .........................    226
5.8.5. Prinsip Kerja Dasar Wave trap                   ....................................    227
5.8.6. Line Matching Unit ............................................................         230
5.9 . Peralatan Pengaman ............................................................          231
5.9.1. Lightning Arester                   .................................................   232
5.10. Aplikasi PLC             .............................................................   233
5.10.1. Komunikasi Suara                   .................................................   233
5.10.2. Penggunaan Kanal Suara                         .....................................   234
5.10.3. Teleproteksi Protection Signalling                   ...............................   234
5.10.4. Ramute Terminal Unit (RTU) Tipe EPC 3200........................                       235
5.11. Simbul-simbul yang ada pada Gardu Induk ..................... ...                        236
5.12. Rele Proteksi dan Annunsiator                    ....................................    238

BAB VI. SISTEM PENTANAHAN TITIK NETRAL                                    ............         246
6.1. Sistem Pentanahan Titik Netral               ...................................          246
6.2. Tujuan Pentanahan Titik Netral               ....................................         247
6.2.1. Sistem Yang tidak Ditanahkan               …..................................          247
6.2.2. Metode Pentanahan titik Netral             .....................................        247
6.3. Pentanahan Titik Netral Tampa Impedansi ..........................                        247
6.4. Pentanahan Titik Netral Melalui Tahanan                  ………...............               248
6.5. Pentanahan Titik Netral Melalui Kumparan Peterson ..............                          251
6.6. Tranformator Pentanahan                      ………...........................               252
6.7. Penerapan Sistem Pentanahan di Indonesia                             ..............       253
6.8. Pentanahan Peralatan             ...............................................          254
6.9. Exposur tegangan                 ................................................         256
6.10. Pengaruh Busur Tegangan Terhadap Tenaga Listrik..........                                258
6.10.1.Pengaruh tahanan Pentanahan Terhadap Sistem ...............                             258
6.10.2.Macam-macam Elektroda Pentanahan                       .............. ..........        258
6.11. Metode Cara Pentanahan          .................................................        260
6.11.1.Pentanahan dengan Driven Ground.                       ..........................       260
6.11.2.Pentanahan Dengan Mesh atau Jala .............. ..................                      261
6.12. Tahanan Jenis Tanah .............................................................         262
6.13. Pengkuran Tahanan Pentanahan                ....................................          263

BAB VII. KONTRUKSI KABEL TENAGA                                  ........................      265
7.1. Kabel Minyak ..........................................................................   265
7.1.1. Bagian-bagian Kabel Minyak                    …...................................      265

                                                                                                 v
7.1.2. Konduktor                             .................................................           265
7.1.3. Isolasi Kabel ........................................................................            266
7.1.4. Data Kimia    ........................................................................            267
7.2. Karakteristik Minyak .............................................................                  268
7.3. Macam-macam Minyak Kabel .................................................                          270
7.4. Tangki Minyak               .............................................................           272
7.5. Perhitungan Sistem Hidrolik                         .....................................           278
7.6. Keselamatan Kerja                       …..............................................             280
7.7. Crossbonding dan Pentanahan                                     ..........................          290
7.8. Cara Kontruksi Solid bonding                        ….................................              292
7.9. Tranposisi dan sambung Silang                       …................................               294
7.10. Alat Pengukur Tekakan                              …................... ..............             299
7.11. Tekanan Pada Kabel Minyak                          …..................................             300
7.12. Kabel Tenaga XLPE                      …..............................................             303
7.13. Kontruksi Kabel Laut                   …..............................................             307

                                                JILID 3
BAB VIII. PEMELIHARAAN KABEL TEGANGAN TINGGI .........                                                   310
8.1. Manajemen Pemeliharaan                         .................................................    310
8.1.1. Manajemen Pemeliharaan Peralatan ..................................                               310
8.1.2. Perencanaan                                  ................................................     311
8.1.3. Pengorganisasian                 ...........................................................      312
8.1.4. Penggerakan ........................................................................              313
8.1.5. Pengendalian ........................................................................             314
8.2. Pengertian dan tujuan Pemeliharan ....................................                              314
8.3. Jenis-jenis Pemeliharaan                       ...............................................      315
8.4. Pemeliharaan Yang Dilakukan Terhadap Kabel Laut
      Tegangan Tinggi               ................................................................     318
8.5. Prosedur Pemeliharaan                          ................................................     321
8.6. Dekumen Prosedur Pelaksanan Pekerjaan ..........................                                    330
8.7. Pemilihan Instalasi Kabel Tanah Jenis Oil Fillied                                  ..............   332
8.8. Spare Kabel            ........................................................................     335
8.9. Termination            .......................................................................      335
8.10. Tank Chanber Umum .............................................................                    337
8.11. Anti Crossbonding Coverting                               .....................................    338
7.12. Cara mengukur Tekanan Minyak Dengan Manometer.........                                             342
8.13. Penggelaran Kabel                             ................................................     348
8.14. Regangan maksimum yang diizinkan pada Kabel .............                                          349
8.15. Perhitungan Daya tarik Horizontal                                     ........................     350
8.16. Peralatan Pergelaran kabel                                ....................................     353
8.17. Jadwal Pemeliharaan                           ................................................     353
8.18. Kebocoran minyak Kabel Tenaga                                         .........................     354
8.19. Gangguan kabel pada lapisan pelindung P.E. oversheath.....                                         360
8.19.1.Methoda mencari lokasi gangguan pada lapisan pelindung
        kabel.......................................................................................     360
8.19.2.Methoda Murray                   .............................................................    360

                                                                                                          vi
8.20. Memperbaiki Kerusakan Kabel                                 .........................           366
8.20.1.Memperbaiki kerusakan lead sheath kabel ..........................                             366
8.20.2.Mengganti Kabel yang rusak                     ......................................          367
8.21. Auxiliary Cable. ....................................................................           370

BAB . IX. PROTEKSI SISTEM PENYALURAN ........................                                         372
9.1.   Perangkat Sistem Proteksi                    ....................................              373
9.1.1. Elemen Pengindra                   .............................. ..............               373
9.1.2 Elemen Pembanding                  ...............................................              373
9.1.3 Elemen Pengukur       ............................................................              373
9.2.   Fungsi dan Peralatan Rele Proteksi .....................................                       374
9.2.1. Sensitif.                 .............................. ................................      374
9.2.2. Selektif                        ..........................................................     374
9.2.3. Cepat ....................................................................................     374
9.2.4. Handal ....................................................................................    375
9.2.5. Ekonomis           ..................................................................... ...   375
9.2.6. Sederhana          ........................................................................    375
9.3.    Penyebab Terjadinya Kegagalan Proteksi .........................                              375
9.4.    Gangguan pada sistem Penyaluran .....................................                         376
9.4.1. Gangguan Sistem                              ......................... ....................    376
9.4.2 Gangguan Non Sistem                                      ....................................   376
9.5.    Proteksi Pengantar .............................................................              376
9.6.    Sistem Proteksi SUTET                     .................................................   378
9.7.    Media Telekomunikasi                      .................................................   379
9.8.    Relai Jarak ........................................................................          379
9.8.1. Prinsip Kerja Relai Jarak                    ............................. ................    379
9.8.2. Pengukuran Impedansi Gangguan Oleh Relai Jarak ............                                    381
9.8.3 Gangguan Hubung Singkat Tiga Fasa                                   .........................   381
9.8.4 Gangguan Hubung Singkat Dua Fasa                                    .........................   381
9.8.5 Gangguan Hubung Singkat Satu Fasa Ke Tanah..................                                    382
9.9.    Karakteristik Rele Jarak                  .................................................   383
9.9.1. Karakteristik Impedansi                    ............................. ..................    383
9.9.2. Karakteristik Mho              ............................................................    383
9.9.3 Karakteristik Reaktance                     .................................................   384
9.9.4 Karakteristik Quadrilateral                             ....................................    385
9.10. Pola Proteksi                    ...........................................................    386
9.10.1. Pola Dasar                     ...........................................................    386
9.10.2. Pola PUTT                      ...........................................................    386
9.10.3. Pola Permissive Underreach Transfer Trip .........................                            387
9.10.4. Pola Blocking .......................................................................         387
9.11. Current Differential Relay                  ................................................    390
9.12. Proteksi Transformator Tenaga                           .....................................   397
9.13. Rele Arus Lebih                             ................................................    400
9.14. Proteksi Penyulang 20 KV                     ...............................................    401
9.15. Disturbance Fault               ............................................................    402
9.16. Basic Operation                             ................................................    404
                                                                                                       vii
9.17. Auto Recloser           ............................................................              405
BAB . X. PEMELIHARAAN SUTT/SUTETI BEBAS TEGANGAN..                                                     410
10.1. Tujuan Pemeliharaan ...........................................................                  410
10.2. Jenis-jensi pemeliharaan               .............................................             410
10.2.1. Pemeliharaan Rutin : ...........................................................               410
10.2.2. Pemeriksaan Rutin................................................................              410
10.2.3. Pemeriksaan Sistematis........................................................                 411
10.2.4. Pemeliharaan Korektif............................................................              412
10.2.5. Pemeliharaan Darurat...........................................................                412
10.3. Prosedur Pemeliharaan SUTT/SUTET                            .........................            413
10.3.1. Peralatan yang dipelihara ....................................................                 413
10.3.2. Peralatan Kerja       ...........................................................              418
10.3.3. Petunjuk Pemeliharaan Peralatan                ................................. ..            420
10.3.4. Pelaporan Pekerjan Pemeliharaan ................................. ..                           421

LAMPIRAN :
Daftar Pustaka .             .......................................................................   A




                                                                                                       viii
DIAGRAM PENCAPAIAN KOMPETENSI
menunjukan tahapan atau tata urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun
waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat diterapkan.

                                                                                                                                TIG.CBH.                                Asisten
                                TGM.HRB                                                                        Asist       5                                            Teknisi
                            3                                                                                  en                      8                                Konstruks
                                   2                                                                           Tekn                                                     i&
                                                                Teknisi                                        isi              TIG.CIS.0                               Pemelihar
                                TGM.HRB                         Konstr                                         P
                                                                                                                           1
                            3                                   uksi &
                                                                                                                                       8
                                   2
                                                                Pemeli                                                          TIG.CBH.        TIG.CBH.0
                                TGM.HRB         TGM.HRE                                           TMP.HPN.                 4                4
                            3               3                                             2                                            4           4
                                    2              4                       Tekn                      4
                                                                           isi                                                  TIG.CIT.0       TIG.CIT.0
                                TGM.CIF.        TIG.CIP.0                  Instal                 TMP.HPN.                 9                9
                            1               1                              asi            2                                            4           4
                TIG.CIF.0           2              2                       Listri
                                                                                                     4                                                          TIG.CIC.0
            3                                                                                                                                               2                                                   TNP.HPG.
                   4                            TIG.CIF.0
                                                                           k                      TMP.PN.0                                                         1                                        2
                                                                                          3                                    TIG CIT 0
                                            2                                                                          7                                                                                            1
                                                   2                                                 4                            4
                                TIG.CIF.0                       TIG.CBH.                                                                                        TIG CIT 0               TIG.CIP.0
                            1                               3                                     TMP HPN                                                   8                       1
                                   5                                5                     2                                    TIG CIT 0    Asisten                4                       4
                                                                                                     4                 1                    Teknisi
                                                                                                                                  8                             TIG CIF 0                                       Asisten
                                                                                                                                            Konstruks                                               Asist       Teknisi
                                                                                        TIG.CIF.0                              TIG.CIT.0    i&
                                                                                                                                                            2
                                                                                    1                                                                              1                                en          Konstruksi
                                                                                              8                        1                    Pemelihar                                               Tekn        &
                                                                                                                                   4                            TIG.CIT.0                           isi         P    lih
                                                                                        TMC.Mmc                                                             1                                       Kons
                                                                                    2                                          TGU.HW                               4
                                                                                              2                        3                                                                            t k
                                                                                                                                   2                            TIG CIP 0
                                                                                        TSU.HSC.             Asiste            TGC.HWC
                                                                                                                                                            1
                                                                                    3                                                                               4
                                                                                              1              n         3
                                                                                                             Teknis                8                            TIG.CIP.0
                                                                                        TIG.CIS.0            i                                              1
                                                                                    2                        Konstr                                                 4
                                                                                              8
                                                                                        TIG.CIF.0
                                                                                    2
Keterangan                                                                                    4

:                                                                                   6
                                                                                        TIG.CIT.0

Nomor Kompetensi dari daftar                                                                  4
keseluruhan kompetensi program keahlian                     = Outlet
teknik transmisi
                  Nomor Kode
                  Kompetensi
                  Jam Pencapaian
                  Kompetensi



                                                                                                                                                                                                                             ix
                                   BAB VIII
               PEMELIHARAAN KABEL TEGANGAN TINGGI

8.1. Manajemen Pemeliharaan               sebagian besar pemeliharaan itu
   Pada umumnya lokasi sumber             memerlukan pembebasan tegangan
energi primer konvensional tidak          yang berarti bahwa peralatan yang
selalu dekat dengan pusat beban           dipelihara harus dikeluarkan dari
sehingga pusat pembangkit listrik         operasi.
dibangun pada lokasi yang terpisah
jauh dari pusat beban maka                     Keluarnya beberapa peralatan
penyaluran daya diselenggarakan           dari operasi selama pemeliharaan
melalui    instalasi   penyaluran         dapat menyebabkan berkurangnya
(saluran transmisi dan gardu              keandalan penyaluran, berkurang-
Induk). Instalasi penyaluran ini          nya     kemampuan       penyaluran
melalui daerah perkotaan atau             bahkan padamnya daerah yang
melalui laut. Untuk itu instalasi         dipasok oleh peralatan tersebut.
penyaluran didaerah ini terpaksa          Permasalahan        tersebut juga
menggunakan Kabel Tenaga yang             dialami oleh pemeliharaan Kabel
berupa Kabel tanah maupun kabel           Tenaga dengan memelihara Kabel
laut.                                     Tenaga menyebabkan pemadaman
                                          Kabel Tenaga tersebut. Untuk
    Perkembangan        selanjutnya,      mempercepat pekerjaan tersebut
beberapa sistem tenaga listrik            maka     diperlukan   managemen
(sebagai contoh : Jawa barat, Jawa        pemeliharaan.
Tengah, Jawa Timur dan bali)
                                          8.1.1.Manajemen Pemeliharaan
diinterkoneksikan membentuk satu
                                          Peralatan Penyaluran
grup operasi.     Peranan instalasi
penyaluran     semakin      penting,         Suatu sistem tenaga listrik
konfigurasi    jaringan     semakin       mempunyai jumlah dan jenis
kompleks dan peralatan semakin            peralatan instalasi penyaluran yang
banyak, baik dari segi jumlah             sangat banyak yang dihubungkan
maupun ragamnya.                          satu dengan lainnya membentuk
     Peralatan       utama     yang       suatu sistem penyaluran.
terpasang di gardu induk dan                 Peralatan dengan jumlah dan
saluran transmisi adalah :                jenis yang banyak itu harus
    Sebagaimana peralatan pada            dipelihara untuk mempertahankan
umumnya,       peralatan     yang         unjuk kerjanya.
dioperasikan    dalam    instalasi
penyaluran tenaga listrik perlu               Sehubungan             dengan
dipelihara agar unjuk kerjanya            pemeliharaan peralatan sistem
dapat dipertahankan.                      tenaga listrik pada umumnya
                                          membutuhkan        dikeluarkannya
   Pemeliharaan            peralatan      peralatan tersebut dari operasi
penyaluran tenaga listrik diperlukan      serta menyangkut jumlah yang
untuk    mempertahankan        unjuk      sangat        banyak,        maka
kerjanya namun di lain pihak              penanganannya     perlu   didasari
                                                                        310
pemikiran manajemen yang baik.         - Jenis penggunaan listrik yang
Dalam hal ini perlu perencanaan          dipasok
(planning),        pengorganisasian
(organizing),          penggerakan       Ada penggunaan listrik sebagai
(actuating)     dan    pengendalian      penggerak suatu proses yang
(controlling) dengan baik.               tidak     boleh        terganggu.
                                         Prosesnya hanya berhenti pada
8.1.2. Perencanaan                       jadwal yang telah ditentukan
Perencanaan           pemeliharaan
peralatan penyaluran tenaga listrik      Apabila tidak ada alternatif
meliputi     koordinasi      antara      pasokan daya listrik selama
kebutuhan akan pemeliharaan dan          pelaksanaan      pemeliharaan,
kondisi (keandalan) sistem. Dalam        maka diperlukan kompromi yang
hal ini diupayakan agar kedua            dapat diperoleh dari hasil
kebutuhan itu terpenuhi sebaik           koordinasi.
mungkin.
                                       - Hal Khusus
     Hasil dari perencanaan ini
adalah jadual dan jenis pekerjaan        Ada keadaan-keadaan khusus
yang akan dilaksanakan untuk             yang menyangkut acara-acara
setiap peralatan antara lain :           kenegaraan       yang      harus
                                         dipertimbangkan           dalam
- Setiap Peralatan     Memerlukan        perencanaan       pemeliharaan.
  Pemeliha- raan                         Dalam hal ini diupayakan untuk
                                         menghindari segala sesuatu
-   Petunjuk    pabrik  pembuat
                                         yang    kemumingkinan      dapat
    peralatan   pada   umumnya
                                         menyebabkan         menurunnya
    memberikan periode dan jenis
                                         keandalan     atau    terjadinya
    pemeliharaan untuk peralatan
                                         pemadaman,             termasuk
    tersebut.
                                         pemeliharaan.
-     Dalam hal tidak ada petunjuk
                                         Hasil perencanaan pemeliharaan
    dari pabrik maka pengalaman
                                         peralatan instalasi penyaluran ini
    masa lalu (Statistik kerusakan)
                                         adalah Rencana Pemeliharaan
    dapat dipakai sebagai dasar
                                         yang mencakup
    perencanaan jadwal dan jenis
    pemeliharaan.                           Jenis Pemeliharaan
- Kondisi lokal dimana Peralatan            Jadwal Pelaksanaan
  Tersebut Terpasang                        Keterangan lain berupa perlu/
    Perlu dipertimbangkan, apakah           tidaknya             peralatan
ada       alternatif     pemasokan          dikeluarkan dari operasi.
menghindari pemadaman selama                Efisiensi Pemeliharaan
peralatan       yang      dipelihara
dikeluarkan dari operasi.                    Selama ini pedoman dasar
                                       untuk melakukan pemeliharaan
                                       peralatan instalasi listrik adalah SE
                                                                        311
Direksi No.032/PST/1984 tanggal          - Rincian Pekerjaan Yang Harus
23 Mei 1984 tentang Himpunan                 Dilaksanakan
Buku      Petunjuk   Operasi       dan       Rincian ini perlu dibuat untuk
Pemeliharaan               Peralatan         membantu                 kelancaran
Penyaluran Tenaga Listrik dimana             pelaksanaan                sekaligus
yang menjadi dasar utama untuk               menghindari kesalahan.
melakukan pemeliharaan adalah                Dalam hal ini tingkat rincian yang
rekomendasi        pabrik        serta       diperlukan tergantung kesiapan
instruction manual dari masing-              yang       akan     melaksanakan
masing peralatan instalasi listrik.          pekerjaan itu.
Dengan       pengurangan        siklus   - Pembagian Pekerjaan
pemeliharaan ini dapat dipastikan            Kegiatan-kegiatan spesifik yang
akan memberikan efisiensi dalam              sejenis dikelompokkan dengan
bidang pemeliharaan, antara lain :           memperhatikan             kesamaan
   Mengurangi biaya pemeliharaan.            pelaksanaan.
   Mengurangi kebutuhan man-                 Diupayakan         agar       dalam
   haurs per peralatan.                      pelaksanaan pekerjaan, tidak
                                             ada seseroang yang berbeban
   Mengurangi waktu pemadaman.
                                             terlalu berat atau terlalu ringan
   Meningkatkan mutu pelayanan
                                             serta tidak ada yang dibebani
   dengan tingkat keandalan dan
                                             pekerjaan diluar kemampuan-
   kesiapan peralatan yang lebih
                                             nya.
   tinggi.
                                         - Mengalokasikan sumber Daya
   Berikut ini merupakan langkah             'Who does what' disusun agar
   efisiensi yang dilakukan berupa           seluruh      tahapan      pekerjaan
   perubahan siklus pemeliharaan             terlaksana dengan baik atau
   peralatan.                                tidak terjadi saling mengelak
Hal yang sama diberlakukan juga              diantara        personil      untuk
   terhadap PMT.                             melaksanakan suatu pekerjaan.
8.1.3. Pengorganisasian                      Pengalokasian personil ini harus
                                             mempertimbangkan :
   Rencana pemeliharaan sebagai              Kemampuan           masing-masing
hasil     perencanaan     diatas             personil
merupakan       dasar     dalam              Beban kerja yang menjadi
pengaturan orang, alat, tugas,               tanggung jawab masing-masing
tanggungjawab dan wewenang                   personil.
untuk terlaksananya pekerjaan                Urutan tahapan pekerjaan.
pemeliharaan.                                Peralatan yang diperlukan untuk
   Pengorganisasian  ini    perlu        tiap         tahapan          pekerjaan
dalam mengalokasikan sumber              diinventarisir dengan jumlah yang
daya yang ada atas pekerjaan-            memadai.
pekerjaan yang diperlukan agar                 Tidak lengkapnya peralatan,
dapat dimanfaatkan seefisien dan         selain      mengakibatkan         waktu
seefektif mungkin.                       pelaksanaan lebih panjang juga
                                         mutu pekerjaan yang lebih rencah.
                                         Demikian juga halnya dengan
                                                                            312
material.                                      Kondisi yang tidak baik
     Dasar penyusunan yang utama         (pusing, kurang tidur, letih dan lain-
adalah       pengalaman      dalam       lain) dapat membahayakan dirinya
pelaksanaan yang lalu.                   serta orang lain. Selanjutnya
- Koordinasi Pekerjaan                   diskusi mengenai apa yang akan
   Mekanisme koordinasi harus            dikerjakan akan sangat membantu
   jelas, mengingat :                    pelaksanakan pekerjaan.
       Tuntutan waktu pelaksanaan            - Persiapan Peralatan
       seminimum mungkin                       Kondisi       dan        kesiapan
       Menghindari      kecelakaan             peralatan      perlu     diperiksa
       tegangan listrik                        sebelum saat pelaksanaan,
       Menghindari gangguan                    terutama yang menyangkut
   Kesalahan koordinasi dapat                  keselamatan        jiwa    seperti
   berakibat fatal pada instalasi              sabuk pengaman, pelindung
   bahkan jiwa personil yang                   tubuh,     tangga,      alat    uji
   melaksanakan pekerjaan.                     tegangan,Gas
                                               cheker,Blower,Baju tahan api
8.1.4. Penggerakan                             dan lain-lain.
     Setelah ada rencana kerja,              - Kepemimpinan dan Motivasi
kemudian pengalokasian sumber                  Dalam rangka pelaksanaan
daya,    tibalah    saatnya     pada           pemeliharaan         mulai     dari
pelaksanaan               pekerjaan            persiapan       sampai       akhir
pemeliharaan. Untuk mencapai                   pekerjaan diperlukan proses
sasaran dengan baik seorang                    mempengaruhi                   dan
atasan/pimpinan melakukan proses               mengarahkan orang menuju
mempengaruhi kegiatan seseorang                ke pencapaian tujuan yaitu
atau suatu kelompok kerja dalam                terlaksananya           pekerjaan
usaha melaksanakan rencana kerja               pemelihara an dengan baik.
yang telah disusun.                            Ada         berbagai         gaya
     Proses       ini        disebut           kepemimpinan yang secara
penggerakan. Pada tahap ini                    umum dikenal namun sulit
sumber daya manusia merupakan                  untuk menyatakan satu gaya
salah     satu    penentu        bagi          yang terbaik.
keberhasilan pencapaian sasaran                Pemimpin         yang       efektif
sehingga kepemimpinan, motivasi                menyesuaikan tingkah laku
dan komunikasi.                                kepemimpinannya              pada
- Persiapan Personil                           kebutuhan yang dipimpin dan
   Kondisi personil harus dalam                lingkungannya. Dalam hal ini
   keadaan baik, mental dan                    perlu diperhatikan tingkat
   jasmani.    Kesiapan ini harus              kedewasaan serta perilaku
   dinyatakan     saat      sebelum            manusia       yang       dipimpin.
   memulai pekerjaan dan masing-               Ciptakanlah       situasi    yang
   masing personil menyatakan                  memungkinkan            timbulnya
   kesiapannya     secara     tertulis         motivasi pada setiap personil
   dalam blanko-blanko yang sudah              untuk     berperilaku       sesuai
   disiapkan.                                  dengan tujuan. Salah satu
                                                                             313
      faktor penting disini adalah            Kecurangan,
      unsur kewibawaan.                       Perbedaan pemahaman/
8.1.5. Pengendalian                           penafsiran atas sesuatu,
                                              Keengganan merubah sesuatu
      Dalam      upaya     tercapainya        yang sudah dianggap mapan
sasaran seperti yang direncanakan,            (kebiasaan cara kerja ).
seorang atasan / pimpinan perlu
melakukan pengendalian karena              8.2. Pengertian Dan Tujuan
pada umumnya terjadi perubahan             Pemeliharaan
situasi dan lingkungan serta
kesalahan pada saat pelaksanaan.                 Pemeliharaan peralatan listrik
      Melalui     pengendalian      ini,   tegangan tinggi adalah serangkaian
penyimpangan yang terjadi dapat            tindakan atau proses kegiatan
dideteksi sedini mungkin sehingga          untuk mempertahankan kondisi dan
tindakan          koreksi        dapat     meyakinkan bahwa peralatan dapat
memperbaiki pelaksanaan                    berfungsi sebagaimana mestinya
      Dalam mencapai tujuan sesuai         sehingga dapat dicegah terjadinya
dengan        yang      direncanakan,      gangguan        yang   menyebabkan
diperlukan      pengendalian      agar     kerusakan.
penyimpangan        dapat     dideteksi          Tujuan pemeliharaan peralatan
sedini mungkin. Penyimpangan               listrik tegangan tinggi adalah untuk
dalam pelaksanaan dapat saja               menjamin kontinyunitas penyaluran
terjadi       oleh      kemungkinan-       tenaga      listrik  dan   menjamin
kemungkinan :                              keandalan, antara lain :
    Adanya perubahan karena
    lingkungan,                            1. Untuk meningkatkan
    Terjadinya kesalahan karena               reliability, availability dan
    informasi kurang jelas,                   effiency.
    Terjadi kesalahan karena
    kemampuan personil yang tidak                Faktor yang paling dominan
    memadai,                               dalam      pemeliharaan      peralatan
    Ditemukan masalah lain diluar          listrik tegangan tinggi adalah pada
    yang sudah direncanakan.               sistem isolasi. Isolasi disini meliputi
      Untuk dapat melaksanakan             isolasi minyak, udara dan gas atau
pengendalian diperlukan sasaran            vacum. Suatu peralatan akan
pengendalian, indikator - indikator        sangat mahal bila isolasinya sangat
dan standar yang jelas.                    bagus, dari isolasi inilah dapat
Pelaksanaan pekerjaan dievaluasi,          ditentukan        sebagai        dasar
hasil yang dicapai dibandingkan            pengoperasian        peralatan.dengan
terhadap           standar         dan     demikian isolasi merupakan bagian
melaksanakan tindakan koreksi bila         yang      terpenting    dan     sangat
diperlukan. Unsur manusia adalah           menentukan umur dariperalatan.
hal yang paling utama dalam                Untuk itu kita harus memperhatikan
pengendalian yang menyangkut :             /memelihara sistem isolasi sebaik
    Kelemahan              (kesalahan,     mungkin, baik terhadap isolasinya
    kemalasan, ketidaktahuan ),            maupun        penyebab      kerusakan
                                                                              314
isolasi.                                           Pemeriksaan atau monitoring
                                               dapat dilaksanakan oleh operator
      Dalam pemeliharaan peralatan
                                               atau petugas patroli setiap hari
listrik tegangan tinggi kita
                                               dengan sistem check list atau
membedakan antara pemeriksaan /
                                               catatan      saja.      Sedangkan
monitoring (melihat, mencatat,
                                               pemeliharaan harus dilaksanakan
meraba serta mendengar) dalam
                                               oleh regu pemeliharaan.
keadaan operasi dan memelihara
(kalibrasi / pengujian, koreksi /
resetting serta memperbaiki /
membersihkan ) dalam keadaan
padam.
8.3. Jenis jenis Pemeliharan
        Jenis jenis Pemeliharan pada kabel adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan harian
       Pemeliharaan harian seperti tabel 8.1
                Tabel 8.1.Pemeliharaan harian
Jadwal                                : HARIAN
                                      : OPERASI
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN

        PERALATAN/KOMPONEN YANG
 NO.                                              URAIAN PELAKSANAAN
                DIPERIKSA

  1                 2                                      3
  1.    Manometer tekanan Minyak           Periksa secara visual dan catat
        Kabel                              tekanan minyak pada sealing end
                                           pada manometernya.
  2.    ROW                                Periksa secara visual : rambu
                                           (patok-patok), jembatan kabel, tutup
                                           crosbonding dan box culvert serta
                                           kegiatan      pembangunan           atau
                                           kegiatan diatas/sekitar jalur sktt.
  3.    Terminasi Kabel head (sealing    a Periksa secara visual klem terminasi
        end)                               kabel head dan bagian yang
                                           bertegangan dari benda asing.
                                         b Periksa sistem pentanahan sealing
                                           end (kabel head).



2. Pemeliharan Mingguan.


                                                                               315
      Pemeliharaan berupa monitoring saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi
yang dilakukan oleh petugas patroli setiap Mingguan serta dilaksanakan
dalam keadaan operasi, seperti tabel 8.2.
                    Tabel 8.2.Pemeliharaan Mingguan

JADWAL                                        : MINGGUAN
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN                    : OPERASI


        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                         URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
  1                  2                                   3

 1.   Manometer tekanan Minyak          Periksa tekanan minyak pada
      Kabel                             sealing end secara visual pada
                                        manometernya.

 2.   ROW                               Periksa secara visual : rambu
                                        (patok-patok), jembatan kabel, tutup
                                        crosbonding dan box culvert serta
                                        kegiatan      pembangunan           atau
                                        kegiatan diatas/sekitar jalur sktt.

 3.   Terminasi Kabel head (sealing  a Periksa secara visual klem terminasi
      end)                             kabel head dan bagian yang
                                       bertegangan dari benda asing.
                                     b Periksa sistem pentanahan sealing
                                       end (kabel head).
      Manometer    tekanan    Minyak   Periksa secara visual dan catat
      Kabel                            tekanan minyak pada manometer di
  4
                                       setiap Stop Joint yang dapat
                                       diperiksa.




3. Pemeliharaan Semesteran


                                                                           316
     Pemeliharaan berupa monitoring saluran Kabel Tanah Tegangan Tinggi
yang dilakukan oleh petugas patroli setiap Semester serta dilaksanakan
dalam keadaan operasi. seperti tabel 8.3.

               Tabel 8.3. Pemeliharaan Semester
JADWAL                                 : SEMESTER
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN             : OPERASI

        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                        URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
 1                   2                                   3
 1.   Minyak Kabel                    Periksa secara visual dan catat
                                      tekanan minyak pada Stop Joint dan
                                      Sealing end (kabel head) .
 2.    Terminasi Sealing End (Kabel a Pengukuran noktah panas pada
      head)    dan    bagian   yang   klem sealing end (kabel head) dan
      bertegangan                     bagian berteganan dengan infrared
                                      thermovision.
                                    b Pengukuran Partial Discharge pada
                                      Sealing end (kabel head) dengan
                                      alat uji Partial Discharge


4. Pemeliharaan Tahunan

 Pemeliharaan yang berupa Pengukuran dan pengujian untuk Kabel Tanah
Tegangan Tinggi dan dilakukan oleh petugas Pemeliharaan setiap tahun dan
dilaksanakan dalam keadaan Padam, seperti tabel 8.4.
               Tabel 8.4. Pemeliharaan Tahunan
JADWAL                                 : Tahunan
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN             : Padam


        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                        URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
  1                  2                                 3

 1.   Tahanan Isolasi Kabel             Pengukuran tahanan isolasi kabel
                                        dengan Megger dan dengan metoda
                                        polarisasi indeks (PI).
 2.    Cable Covering Protection Unit   Pengukuran arus bocor pada CCPU
      (Non Linier Resistor)             dan mengukur tahanan isolasinya



                                                                       317
                                        Pengukuran arus bocor pada lead
  3   Lead Sheath. (timah pelindung)    sheath dan mengukur tahanan
                                        isolasinya

 4.   Mano Meter                        Pengetesan      fungsi    penunjukan
                                        tekanan     minyak     dan     sistem
                                        pengaman tekanan minyak kabel
                                        (alarm dan tripping).
 5.   Boks Cross bonding dan Stop       Pemeriksaan      dan     pembersihan
      Join serta Oil Tank Chamber       terhadap      Manometer,       Tangki
      maupun Oil Tank Sunseal           minyak, instalasi pipa minyak,
                                        kandungan Gas berbahaya maupun
                                        kelembaban .
 6.   Kabel pilot.                      Pengukuran tahanan isolasi kabel
                                        pilot.
  7   Pressure Control Cabinet (Panel   Pemberihan kabinet, seal pintu
      Box kontrol tekanan)              panel, pengukuran tahanan variabel
                                        untuk mengatur tegangan sistem
                                        pengaman        (proteksi    tekanan
                                        minyak/supervisi).
8.4. Pemeliharaan yang dilakukan terhadap Kabel Laut Tegangan Tinggi
     adalah:
1. Pemeliharaan Kabel Laut Harian.
    Pemeliharaan berupa monitoring untuk Kabel Laut Tegangan Tinggi yang
dilakukan oleh petugas Patroli dan dilaksanakan secara Harian dalam keadaan
operasi, seperti tabel 8.5.
           Tabel 8.5. Pemeliharaan Kabel Laut Harian
JADWAL                                 : HARIAN
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN             : OPERASI


        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                        URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
  1                  2                                  3

 1.   R.O.W                             Pantau lalu lintas kapal agar tidak
                                        lego jangkar pada daerah koridor
                                        kabel laut
 2.   Lampu Suar                        Pantau kedipan lampu rambu suar
                                        apakah masih bekerja baik.
 3.   Pelampung suar                    Periksa pelampung suar apakah
                                        masih berada pada tempat yang
                                        ditentukan.

                                                                         318
2. Pemeliharaan kabel laut mingguan

      Pemeliharaan berupa monitoring untuk Kabel Laut Tegangan Tinggi
yang dilakukan oleh petugas Patroli dan dilaksanakan setiap Mingguan dalam
keadaan operasi, seperti tabel 8.6.

           Tabel 8.6. Pemeliharaan Kabel Laut mingguan
              JADWAL                  : MINGGUAN
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN              : OPERASI
         PERALATAN/KOMPONEN                 URAIAN PELAKSANAAN
NO.
             YANG DIPERIKSA
 1.   Terminasi Kabel head dan bagian    Periksa terminasi
      yang bertegangan                   kabel head dan
                                         bagian yang
                                         bertegangan dari
                                         benda asing
                                         secara visual.
 2.   Tegangan Suplay AC/DC untuk        Periksa tegangan suplay AC
      alat bantu.                        maupun DC untuk alat bantu
                                         apakah masih normal.
 3.   Tekanan minyak                     Periksa tekanan minak kabel
 4.   Terminasi.                          Periksa terminasi kabel apakah
                                         masih baik secara visual.




                                                                        319
3. Pemeliharaan kabel laut Semester

     Pemeliharaan yang berupa monitoring untuk Kabel Tanah Tegangan
Tinggi dan dilakukan oleh petugas Patroli setiap Semester dan dilaksanakan
dalam keadaan operasi, seperti tabel 8.7.

           Tabel 8.7. Pemeliharaan Kabel Laut Semester
JADWAL                                   : Semester
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN               : OPERASI


        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                         URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
  1                  2                                   3

 1.    Terminasi Kabel head dan          Pengukuran noktah panas pada
      bagian yang bertegangan            kabel head dan bagian berteganan
                                         dengan infrared thermovision.

 2.    Terminasi Kabel head dan          Pengukuran Partial Discharge pada
      bagian yang bertegangan            kabel head dengan alat uji Partial
                                         Discharge

 3.   Terminasi Kabel head dan           Pembersihan bushing kabel head
      bagian yang bertegangan            terdapap kristal garam serta
                                         pembersihan isolator string pada
                                         gantry, dead end tower.
 4.   Terminasi Kabel head dan           Pembersihan terminasi/sealing end
      bagian yang bertegangan            kabel.
 5.   Peralatan kontrol minyak dan       Periksa apakah peralatan kontrol
      alat bantu khusus                  daan alat bantu khusus dapat
                                         berfungsi dengan baik.




                                                                         320
4. Pemeliharaan Kabel Laut Tahunan.

     Pemeliharaan yang berupa Pengukuran dan pengujian untuk Kabel Tanah
Tegangan Tinggi dan dilakukan oleh petugas Pemeliharaan setiap tahun dan
dilaksanakan dalam keadaan Padam, seperti tabel 8.8.

                 Tabel 8.8. Pemeliharaan Kabel Laut Tahunan

JADWAL                                          : Tahunan
DILAKSANAKAN DALAM KEADAAN                      : Padam


        PERALATAN/KOMPONEN
NO.                                          URAIAN PELAKSANAAN
           YANG DIPERIKSA
  1                   2                                   3

 1.   Sistem pentanahan                   Pemeriksaan dan pengukuran
                                          sistem pentanahan kabel laut
                                          dengan Megger pentanahan.
 2.   Tahanan isolasi Kabel Laut          Ukur tahanan isolasi kabel laut
                                          dengan Megger.
 3.   Mano Meter                          Uji fungsi manometer apakah masih
                                          bekerja baik.
  4   Boks Cross bonding dan Stop         Pemeriksaan dan pembersihan
      Join serta Oil Tank Chamber         terhadap Manometer, Tanki, Gas
      maupun Oil Tank Sunseal.            berbahaya maupun kelembaban
                                          dalam kondisi operasi
  5   Tahanan isolasi kabel pilot     a   Ukur tahanan isolasi dari kabel pilot
                                          apakah masih baik.
                                      b   Ukur tahanan kabel pilot (Rdc).
  7   Rambu-rambu                     a   Periksa kelengkapan rambu-rambu
                                          dan pelampung suar seperti Batere,
                                          lampu dan panel solar sel.
                                      b   Pelihara kelengkapan rambu-rambu
                                          dan pelampung suar penggantian
                                          elektroda anti korosi setiap 5 tahun..
  8   ROW                                 Periksa ROW kabel dengan Scan
                                          sonar apakah kabel masih tetap
                                          pada posisi nya setiap 5 tahun.




                                                                            321
8.5. Prosedur Pemeliharaan

     Prosedur pemeliharaan kabel dan kabel laut dapat dilihat pada tabel 8.9

     Tabel 8.9. Prosedur pemeliharaan kabel dan kabel laut

LATAR BELAKANG         Kesinambungan penyaluran energi listrik yang
                       dikelola oleh PLN UBS P3B salah satunya ditentukan
                       oleh kesiapan operasi gardu induk dan saluran
                       transmisi. Kesiapan operasi gardu induk dan saluran
                       transmisi harus didukung oleh           pemeliharaan
                       peralatan secara aman, baik dan benar. Didalam
                       pelaksanaannya, jika terjadi kesalahan prosedur, akan
                       mengakibatkan gangguan pada sistem tenaga listrik
                       dan kerusakan pada peralatan bahkan dapat
                       mengakibatkan kecelakaan manusia.
                       Untuk     lebih    meningkatkan    keamanan       dan
                       keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan di
                       instalasi listrik, maka perlu dibuat prosedur
                       pelaksanaan pekerjaan pada instalasi listrik tegangan
                       tinggi / ekstra tinggi sebagai penyem- purnaan dari
                       buku “Manuver Peralatan Instalasi Tegangan Tinggi &
                       Ekstra Tinggi serta Dokumen Keselamatan Kerja”.
                       Sesuai Surat Keputusan General Manager PT. PLN
                       (Persero) UBS P3B No. 005.K / 021 / GM.UBS. P3B /
                       2002, tanggal 07 Januari 2002, perihal
                       “Pembentukan       Tim   Penyempurnaan         Prosedur
                       Operasi Sistem dan Pemeliharaan PT. PLN (Persero)
                       UBS P3B”, maka diterbitkan buku “Prosedur
                       Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi Listrik
                       Tegangan Tinggi / Ekstra Tinggi”.
MAKSUD DAN                 Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi
TUJUAN                     Listrik Tegangan Tinggi / Ekstra Tinggi ini adalah
                           prosedur yang harus ditaati dan dilaksanakan
                           oleh semua personil dalam melaksanakan tugas
                           pekerjaan pada instalasi listrik tegangan tinggi /
                           ekstra tinggi.
                           Dengan prosedur ini setiap pekerjaan pada
                           instalasi listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi dapat
                           terlaksana dengan aman dan lancar serta selamat
                           (safety process) sehingga tercapai Zero Accident.


     Ruang Lingkup     Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi
                                                                              322
                   Listrik Tegangan Tinggi / Ekstra Tinggi ini berlaku
                   untuk semua pekerjaan pada instalasi listrik tegangan
                   tinggi / ekstra tinggi yang meliputi :
                   Manuver pembebasan tegangan.
                   Pelaksanaan pekerjaan pada instalasi dalam
                   keadaan tidak bertegangan.
                   Manuver pemberian tegangan.


1. PENGORGANISASIAN KERJA

Pengorganisasian   Dalam melaksanakan pekerjaan pada instalasi listrik
Kerja              tegangan tinggi / ekstra tinggi, diperlukan
                   pengorganisasian kerja yang melibatkan unsur /
                   personil sebagai berikut :
                          Penanggung Jawab Pekerjaan.
                          Pengawas K3.
                          Pengawas Manuver.
                          Pelaksana Manuver.
                          Pengawas Pekerjaan.
                          Pelaksana Pekerjaan.
                   Pengawas Manuver, Pengawas Pekerjaan dan
                   Pengawas K3 tidak boleh dirangkap dan harus berada
                   dilokasi selama pekerjaan berlangsung.


Peranan Personil   Peranan personil pada butir 2.1 adalah sebagai
                   berikut :
                   Bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian
PENANGGUNG         pekerjaan yang akan dan sedang dilaksanakan pada
JAWAB PEKERJAAN    instalasi listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi.
                   Penanggung Jawab Pekerjaan adalah kuasa pemilik
                   asset yaitu Manager UPT.
                   Bertugas sebagai pengawas Keselamatan dan
PENGAWAS K3        Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan instalasi listrik
                   tegangan tinggi / ekstra tinggi, sehingga keselamatan
                   manusia dan keselamatan instalasi listrik terjamin.
                   Personil yang ditunjuk sebagai Pengawas K3 harus
                   memiliki kualifikasi Pengawas K3.
                   Bertugas sebagai pengawas terhadap proses
PENGAWAS           manuver (pembebasan / pengisian tegangan) pada
                   instalasi listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi, se-
                                                                          323
MANUVER           hingga keselamatan peralatan dan operasi sistem
                  terjamin.
                  Personil yang ditunjuk sebagai Pengawas Manuver
                  harus memiliki kualifikasi keahlian setingkat Operator
                  Utama.
PELAKSANA         Bertindak selaku eksekutor manuver pada instalasi
MANUVER           tegangan tinggi / ekstra tinggi.
                  Pelaksana Manuver adalah Operator Gardu Induk /
                  Dispatcher Region / Dispatcher UBOS yang dinas
                  pada saat pekerjaan berlangsung.
                  Bertugas sebagai pengawas terhadap proses
PENGAWAS          pekerjaan pada instalasi listrik tegangan tinggi / ekstra
PEKERJAAN         tinggi.
                  Personil yang ditunjuk sebagai Pengawas Pe- kerjaan
                  harus memiliki kualifikasi minimal setingkat Juru
                  Utama Pemeliharaan.
                  Bertugas melaksanakan pekerjaan pada instalasi
PELAKSANA         listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi.
PEKERJAAN         Personil Pelaksana Pekerjaan ditunjuk oleh
                  Pengawas Pekerjaan.
                  Tugas dan tanggung jawab masing-masing personil
TUGAS DAN         pada butir 2.2. adalah sebagai berikut :
TANGGUNG JAWAB

                     Mengelola seluruh kegiatan pekerjaan yang
PENANGGUNG           meliputi : personil, peralatan kerja, perlengkapan
JAWAB PEKERJAAN      K3 dan material pekerjaan.
                     Melakukan koordinasi dengan Unit lain yang
                     terkait.
                  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dengan cara
PENGAWAS K3       sebagai berikut :
                         Memeriksa kondisi personil sebelum bekerja.
                     Mengawasi kondisi / tempat-tempat yang ber-
                     bahaya.
                     Mengawasi pemasangan dan pelepasan taging,
                     gembok dan rambu pengaman.
                     Mengawasi tingkah laku / sikap personil yang
                     membahayakan diri sendiri atau orang lain.
                     Mengawasi penggunaan perlengkapan kesela-
                     matan kerja.
                  Menjaga keamanan instalasi dan menghindari
PENGAWAS          kesalahan manuver yang dilakukan oleh Operator
                  Gardu Induk dengan cara sebagai berikut :
                                                                        324
MANUVER
                   Mengawasi pelaksanaan manuver.
                   Mengawasi pemasangan dan pelepasan taging di
                   panel kontrol serta rambu pengaman / gembok di
                   switch yard.
                   Mengawasi pemasangan dan pelepasan sistem
                   pentanahan.
                   Melakukan eksekusi manuver peralatan instalasi
PELAKSANA          listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi.
MANUVER
                   Melakukan pemasangan dan pelepasan taging di
                   panel kontrol serta rambu pengaman / gembok di
                   switch yard.
                   Melakukan penutupan dan pembukaan PMS
                   tanah.
                   Menunjuk personil Pelaksana Pekerjaan sebagai
                   Pelaksana Pengamanan Instalasi listrik untuk
                   memasang dan melepas taging, gembok, dan
                   rambu pengaman.
                   Memasang dan melepas pentanahan lokal.
PELAKSANA
PEKERJAAN          Memasang dan melepas taging, gembok dan
                   rambu pengaman.

                   Melaksanakan pekerjaan.



                Pendelegasian tugas dapat diberikan kepada peja-
PENDELEGASIAN   bat atau personil yang mempunyai kemampuan
TUGAS           (Formulir 8), dalam hal :
                    Personil yang ditunjuk berhalangan melak-
                  sanakan tugasnya.
                    Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa
                  pengawas.

                Pelaksanaan pendelegasian dilaksanakan sebagai
                berikut :
                Asisten Manager Pemeliharaan atau Ahli Muda
PENANGGUNG      bidang terkait dengan catatan kedua pejabat tersebut
  JAWAB         tidak sedang menjadi pengawas lainnya (tidak
  PEKERJAAN     merangkap).

                Operator Utama atau Personil yang mempunyai
PENGAWAS        pengalaman dan keahlian dalam bidang manuver.

                                                                   325
   MANUVER



                                Personil yang mempunyai ketrampilan,
PENGAWAS PEKERJAAN              pengalaman dan keahlian dalam bidang
                                pemeliharaan.
                                Personil yang mempunyai pengalaman
PENGAWAS K3                     serta keahlian dalam bidang K3.




2. TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN



Tahapan yang Diperlukan   Tahapan pelaksanaan prosedur pekerjaan pada
                          instalasi listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi
                          adalah sebagai berikut :
Persiapan                 a. Briefing tentang rencana kerja yang akan
                              dilaksanakan kepada seluruh personil yang
                              terlibat dalam pekerjaan dilaksanakan oleh :
                             Pengawas Pekerjaan :
                                Memberikan penjelasan mengenai
                                pekerjaan yang akan dilaksanakan
                                dengan baik dan aman.
                                 Membagi tugas sesuai dengan
                                 kemampuan dan keahlian personil
                                 (Formulir 3).
                             Pengawas K3 :

                                                                          326
                                  Memberikan penjelasan mengenai
                                  penggunaan alat pengaman kerja /
                                  pelindung diri yang harus dipakai (Formulir
                                  1).
                                  Memberikan penjelasan pengamanan
                                  instalasi yang akan dikerjakan.
                                  Menjelaskan tempat-tempat yang
                                  berbahaya dan rawan kecelakaan
                                  terhadap Pelaksana Pekerja.
                               Pengawas Manuver :

                                  Menyampaikan hasil koordinasi dengan
                                  unit terkait.
                                  Menjelaskan langkah-langkah untuk
                                  manu- ver pembebasan dan pengisian
                                  tegangan (Formulir 4 dan 7).
                            b. Pengawas Pekerjaan memeriksa alat kerja
                               dan material yang diperlukan.
                            c. Pengawas K3 memeriksa peralatan kesela-
                               matan kerja yang diperlukan (Formulir 1).
                            d. Pengawas K3 memeriksa kesiapan jasmani /
                               rohani personil yang akan melaksanakan
                               pekerjaan (Formulir 2).

Izin Pembebasan Instalasi   Dispatcher (UBOS / Region) memberi izin pembe-
untuk Dikerjakan
                            basan instalasi kepada Pengawas Manuver.


Pelaksanaan Manuver         Pelaksana Manuver melaksanakan :
Pembebasan Tegangan
                            a. Memposisikan Switch Lokal / Remote ke
                               posisi Lokal.
                            b. Manuver pembebasan tegangan, sesuai
                               rencana manuver yang telah dibuat (Formulir
                               4).
                            c. Pemasangan taging pada panel kontrol dan
                               memasang gembok pengaman pada box
                               PMT, PMS Line, PMS Rel dan PMS Tanah.
                            Semua pekerjaan manuver tersebut diatas
                            diawasi oleh Pengawas Manuver dan Pengawas

                                                                          327
                        K3.
                        Apabila lokasi pekerjaan di luar jangkauan
                        pengamatan Operator Gardu Induk, maka
                        Pengawas Manuver dan Pengawas Pekerjaan
                        agar menjalin komunikasi.

Pernyataan Bebas        Pengawas Manuver membuat pernyataan bebas
Tegangan                tegangan diserahkan kepada Pengawas
                        Pekerjaan disaksikan oleh Pengawas K3

Pelaksanaan Pekerjaan   Pelaksana Pekerjaan melaksanakan :
                        a. Pemeriksaan tegangan pada peralatan /
                           instalasi yang akan dikerjakan dengan
                           menggunakan tester tegangan.
                        b. Pemasangan pentanahan lokal pada
                           peralatan / instalasi listrik yang akan
                           dikerjakan.
                           Perhatikan urutan pemasangan (kawat
                           pentanahan lokal dipasang pada sistem
                           grounding / arde terlebih dahulu, baru
                           kemudian dipasang pada bagian instalasi
                           yang akan dikerjakan), jangan terbalik
                           urutannya.
                        c. Pengaman tambahan (pengaman berlapis)
                           seperti : memasang gembok, lock-pin, dan
                           memblokir rangkaian kontrol dengan
                           membuka MCB / Fuse / Terminal.
                        d. Pemasangan taging, gembok dan rambu
                           pengaman di switchyard pada daerah
                           berbahaya dan daerah aman.
                        e. Pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana.
                        Semua pekerjaan tersebut diatas diawasi oleh
                        Pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3.
                        Jika pekerjaan belum selesai dan akan
                        diserahkan ke regu yang lain,

Pekerjaan Selesai       Bila pekerjaan telah selesai Pelaksana Pekerjaan
                        melaksanakan :
                        a. Melepas pentanahan lokal.
                           Perhatikan urutan melepas (kawat
                           pentanahan lokal pada bagian instalasi
                                                                       328
                               dilepas terlebih dahulu, kemudian kawat
                               pentanahan lokal pada bagian sistem
                               grounding / arde dilepas).
                            b. Melepas pengaman tambahan seperti
                               gembok dan lock-pin, mengaktifkan rangkaian
                               kontrol dengan menutup MCB / Fuse /
                               terminal.
                            c. Melepas taging, gembok dan rambu
                               pengaman di switchyard.
                            d. Merapikan peralatan kerja.
                            Semua pekerjaan tersebut diatas diawasi oleh
                            Pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3.

Pernyataan Pekerjaan        Pengawas Pekerjaan membuat Pernyataan
Selesai                     Pekerjaan Selesai dan diserahkan kepada
                            Pengawas Manuver disaksikan oleh Pengawas
                            K3

Pernyataan Instalasi Siap   Pengawas Manuver menyatakan kepada
Diberi Tegangan             Dispatcher (UBOS / Region) bahwa instalasi
                            listrik siap diberi tegangan kembali.

Pelaksanaan Manuver         Pelaksana Manuver melaksanakan :
Pemberian Tegangan          a. Melepas gembok pengaman pada PMS Line
                               dan PMS Rel serta PMS Tanah.
                            b. Membuka PMS Tanah.
                            c. Melepas taging pada panel kontrol.
                            d. Memposisikan switch Lokal / Remote pada
                               posisi Remote.
                               Jika remote kontrol Dispatcher gagal, maka
                               berdasarkan perintah Dispatcher, posisi
                               switch Lokal / Remote diposisikan Lokal dan
                               Pelaksana Manuver melaksanakan manuver
                               penutupan PMT untuk pemberian tegangan.
                            Semua pekerjaan tersebut diatas diawasi oleh
                            Pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3.




                                                                           329
8.6. Dokumen Prosedur Pelasanaan Pekerjaan ( DP3 )
     Dokumen Prosedur Pelasanaan Pekerjaan dapat dilihat pada tabel 8.10

     Tabel 8.10 Dokumen Prosedur Pelasanaan Pekerjaan

1. Daerah Berbahaya dan Daerah berbahaya (danger area) adalah suatu
   Daerah Aman.         tempat (daerah) disekitar peralatan (bagian)
                        bertegangan, yang batasnya (jaraknya) tidak
                        boleh dilanggar.

                           Batas (jarak) daerah berbahaya tergantung
                           pada besarnya tegangan nominal sistem.
                           Sedangkan jarak aman (safety distance)
                           adalah jarak di luar daerah bahaya, dimana
                           orang dapat bekerja dengan aman dari bahaya
                           yang ditimbulkan oleh peralatan (bagian) yang
                           bertegangan.
                           Untuk berjalan melintas disekitar daerah
                           peralatan / instalasi yang bertegangan, harus
                           sangat berhati-hati. Pastikan bahwa peralatan
                           yang dibawa tidak mencuat / menonjol keatas
                           ataupun kesamping , usahakan untuk tidak
                           dipanggul atau dibawa secara melintang.
                           Jarak aman minimum diperlihatkan pada tabel
                           berikut ini :
                           Sistem tegangan         Jarak aman*
                           (kV)                    (cm)
                           20                      70
                           30                      85
                           70                      100
                           150                     150
                           500                     500
                           4 * mengacu pada Electrical Safety Advices
                               (ESA) dan PUIL 1987




                                                                       330
2    Formulir DP3            Formulir-formulir yang digunakan untuk
    ( Formulir Terlampir )   menerapkan prosedur pelaksanaan
                             pekerjaan pada instalasi tegangan tinggi /
                             ekstra tinggi ini yang disebut DP3 adalah
                             terdiri dari :
                               Formulir 1 :
                               Prosedur pengamanan pada instalasi
                               tegangan tinggi / ekstra tinggi.
                               Lampiran formulir 1 :
                               Rencana pengamanan pekerjaan pada
                               instalasi tegangan tinggi / ekstra tinggi.
                               Formulir 2 :
                               Pemeriksaan kesiapan pelaksana sebelum
                               bekerja pada instalasi tegangan tinggi /
                               ekstra tinggi.
                               Formulir 3 :
                               Pembagian tugas dan penggunaan alat
                               keselamatan kerja.
                               Formulir 4 :
                               Manuver pembebasan tegangan instalasi
                               tegangan tinggi / ekstra tinggi.




                                                                            331
                              Formulir 5 :
                           3.10.1 Pernyataan bebas tegangan.

                                Formulir 5 lanjutan :
                                Serah terima pekerjaan.
                                Formulir 6 :
                          .10.2 Pernyataan pekerjaan selesai.

                                Formulir 7 :
                          .10.3 Manuver pemberian tegangan instalasi
                                listrik tegangan tinggi / ekstra tinggi.

                                Formulir 8 :
                                Surat pendelegasian tugas.
                                Formulir 9 :
                          .10.4 Permintaan izin kerja, berlaku untuk
                                pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak
                                diluar PT PLN UBS P3B.
                                Jika ada pihak luar yang akan
                                melaksanakan suatu pekerjaan di Unit
                                Pelayanan Transmisi, maka harus mengisi
                                formulir Permintaan Ijin Kerja sebelum
                                mengisi formulir / dokumen K3 lainnya.




8.7. Pemelihaan Instalasi Kabel Tanah Jenis Oil Filled

     Operasi dan pemeliharaan           membahayakan sistem atau harus
yang baik akan menghilangkan            memadamkan kabel. Walaupun
penyebab kabel beroperasi secara        sistem instalasi kabel sebenarnya
darurat. Operator yang baik akan        bebas pemeliharaan, pentingnya
mengetahui sistem kabel,sehingga        operasi yang tepat memerlukan
secara    cepat   operator  akan        pemeriksaan pemeliharaan yang
mengetahui       maslah     yang        hati-hati dari pada memelihara
timbul,operator akan mengetahui         secara rutin peralatan. Apabila
langkah-langkah    yang    harus        diperlukan pemeliharaan tingkat
dilakukan untuk memisahkan yang         pemeliharaan      dan     keahlian
ada masalah, periksa dan lakukan        pelaksana     harus     mempunyai
perbaikan                    atau       kompetensi yang tinggi.
pembetulan.umumnya         tanpa
                                                                       332
1. Pemelihaan Instalasi Kabel               1. Kaki segitiga
                                            2. Helm
     Pemeliharaan    kabel     tanah        3 Takel rantai
secara periodik sebenarnya tidak            4 Sepatu karet
diperlukan,tetapi   karena     kabel        5..pompa lumpur/air
tersebut berisi minyak sebagai              6. sarung tangan
isolasi maka tekanannya harus               7..generator
selalu dipantau.Pemasok minyak              8. masker
untuk mempertahankan sifat isolasi          9 .tangga aluminium/bambu
kabel tetap kondisi baik,maka               10 tabung oksigen
bergantung pada panjang rute                11 .blower
kabel,makin     panjang     instalasi       12 .baju tahan api
kabel, maka jumlah seksi pemasok            13 .batere/senter
minyak akan bertambah,misalnya
instalasi dengan satu seksi tekanan         3. Pelaksanaan Pemeriksaan
minyak,dua seksi dan tiga seksi.
Masing-masing       seksi       perlu             Sebelum melakukan pekerjaan
diperiksa tekanannya setiap minggu          pemeliharaan tekanan minyak,jika
untuk mengetahui kenaikan dan               tangki berada didalam ruang bawah
atau penurunan masing-masing                tanah maka yakinkan bahwa tidak
seksi tekanan                               ada gas didalam ruangan bawah
                                            tanah.
2. Peralatan yang digunakan.                1.Bersihkan pcc(panel control
                                            kabinet)
     Untuk melaksanakan                     2.Bersihkan manometer
pemeliharaan tekanan minyak                 3.catat penunjukan manometer
diperlukan peralatan kerja sebagai          a.setting
berikut:                                    b.Alarem
                                            c.tripping
a. Alat kerja   dan Alat K3


4. Daftar pemeriksaan tekanan minyak
SKTT          : …………………………………
Joint /OTC :
UPT          :

 No    Tangga    Tekanan minyak                    Keterang
       l                                           an
 1
 2               R     S      T   R     S   T
 3
 4
 5


                                                                         334
8.8. Spare Kabel                          maupun kegiatan rumah tangga,
                                          contohnya terkena bor pembuatan
     Kabel cadangan merupakan
                                          arde telkom,bor sumur warga dan
material yang harus tersedia di
                                          ,terkena begho .
gudang .Umumnya material ini
                                              Tujuan    memelihara   kabel
panjangnya kurang lebih 500 m dan
                                          cadangan adalah untuk mengetahui
terpasang pada haspel serta
                                          kondisi kesiapan kabel cadangan
dilengkapi dengan tangki tekanan
                                          tersebut kapan diperlukan.
minyak . Besarnya tekanan tangki
tersebut antara 0,8 sampai 1,2 bar
                                          1. Peralatan yang digunakan
dan dilengkapi dengan manometer
                                          Peralatan kerja
      Instalasi kabel tanah tegangan
                                          Tidak diperlukan peralatan kerja
tinggi 70 kV maupun 150 kV
                                          untuk memeriksa tekanan minyak
umumnya digunakan pada saluran
                                          kabel cadangan.
transmisi tegangan tinggi didaerah
perkotaan. Jalur kabel untuk
                                          2. Peralatan K3
menanam dan menggelar instalasi
malalui daerah pemukiman dan                   a. Helm
atau disisi jalan raya. Adanya                 b Sepatu tahan benturan
kegiatan      pembangunan       yang           c. kaca mata
hampir       berlangsuing      tanpa           d. Baterre senter
kordinasi membuat instalasi kabel              e.Tangga aluminium panjang 3
tegangan tinggi tersebut terancam                m
terkena gangguan.                              f. Jas hujan
    Bedasarkan           pengalaman
instalasi kabel sering mendapat
gangguan dari pekerjaan proyek

Daftar Hasil tekanan minyak kabel spare
Gudang /Upt : …………………….
Bulan / tahun : ……………………..

 No   Tanggal       Merk/Type   Penampang       Tekanan         Keterangan
                                /panjang (m)    Minyak (bar)



8.9. Termination.                         yang tertanam di bawah tanah, atau
                                          mengeluarkan     konduktor   yang
    Sealing end atau terminasi
                                          terpasang di dalam kompartemen
merupakan       peralatan   yang
                                          GIS. Ada dua jenis sealing end
digunakan untuk mengeluarkan
                                          pada instalasi kabel yaitu indoor
konduktor (inti kabel) dari kabel
                                                                         335
sealing end dan outdoor sealing      terminasi atau sealing end adalah
end. Perbedaan fisik yang nyata      membersihkan porselin isolator.
antara kedua terminasi tersebut
                                     a. Peralatan dan material yang
adalah pada bagian luar terminasi
                                        digunakan
menggunakan             porselen.
                                         1.tool kit
Pemeliharaan terminasi adalah
                                         2.lap kain yang tidak berserat
sebagai berikut:
                                         3.sakapen
1. Kondisi bertegangan                   4.alkohol 90 %
                                         5.semen remover
    Pada kondisi bertegangan
                                         6.Sabun rumah tangga
pemeliharaan yang dilakukan
adalah memeriksa secara fisik        3. Cara Pelaksanaan pemeliharaan
bushing tersebut apakah kondisinya
                                         Pemeliharaan bushing pada
normal atau ada gangguan.
                                     waktu beroperasi yaitu pengecekan
2. Kondisi tidak bertegangan.        secara fisik apakah kondisinya
                                     baik,dan   pada    kondisi   tidak
    Pada waktu pemeliharaan
                                     bertegangan ialah dengan cara
preventive bersamaan dengan
                                     membersihkan permukaan bushing
pemeliharaan peralatan yang
                                     menggunakan sabun rumah tangga
lain, maka yang dilakukan terhadap
                                     atau sakapen.
4. Hasil Pemeliharaan out door termination
SKTT 70/150 kV       : ……………………………………..
Pelaksana             : ………………………………………
UPT                   : …………………………………..
LOKASI GI           : ………………………………………

 No Tanggal Terminasi Bushing Fasa                           Keterangan
            Kabel I                   Kabel II
              R        S       T       R         S     T

5. Hasil Pemeliharaan indoor termination
SKTT 70/150 kV       : ……………………………………..
Pelaksana             : ………………………………………
UPT                   : …………………………………..
LOKASI GI           : ………………………………………

 No Tanggal    Terminasi Bushing Fasa                        Keteranga
               Tekanan minyak Kabel Tekanan Minyak Kabel     n
               I                      II
                  R       S       T      R    S      T



8.10. Tank Chamber Umum
                                                                     336
    Instalasi kabel tanah tegangan
tinggi jenis menggunakan minyak           1. Peralatan kerja
dilengkapi      dengan     instalasi
                                              Untuk melaksanakan pekerjaan
pemasok minyak yang berfungsi
                                          pemeliharaan tangki minyak perlu
menjaga kondisi tekanan didalam
                                          disediakan peralatan- peralatan
kabel selalu positip. Pemasok
                                          sebagai berikut:
minyak menggunakan tangki-tangki
yang bertekanan, yang akan
                                          a.Kaki tiga 3 ton
memberikan tekanan pada kondisi
                                          b.Blower dan slang
kabel bebannya rendah dan tangki
                                          c.Tangga aluminium panjang 3 m
juga berfungsi untuk menampung
                                          d.Generator 5 kw
kelebihan tekanan pada waktu
                                          e.Takel rantai
kabel tersebut dibebani .
                                          f.Tool set
                                          g.Pompa lumpur
     Fungsi tangki minyak pada
instalasi kabel tegangan tinggi terisi
                                          2. Peralatan K3
minyak sangat penting . Umumnya
pemasangan          tangki      berada
                                          a.Baju tahan api
ruangan dibawah tanah,sehingga
                                          b.Helm
seacara fisik tangki minyak berada
                                          c.Oksigen
pada tempat yang lembab dan
                                          d.Sepatu kerja
kemungkinan terendam air.Tangki
                                          e.Obat-obatan
minyak            ini          tertentu
                                          f. Senter
jumlahnya,bergantung pada profile
kabel,makin rendah kabel tersebut
ditanam,maka tangki minyak yang           3. Prosedur pemeliharaan
harus disediakan bertambah dan            a. tangki diatas tanah
karakteristi- nyapun berbeda.Untuk        b. lakukan pembersihan fisik tangki
menjaga peralatan ini bekerja                  dan karat
dengan baik dan andal serta terjaga       c. Lakukan pengecatan(jika perlu)
kondisinya maka perlu dilakukan
pemeliharaannya.                          4. Dibawah tanah
    Baik yang dipasang diatas
maupun dibawah tanah harus                a.  Buka tutup ruangan tangki
selalu dilakukan pemeliharaannya,         b.  Pasang pompa air
namun untuk tangki yang dipasang          c. Sedot air dalam ruangan tangki
dibawah      tanah     lebih     sering   d.  Pasang blower dan
diperiksa khusunya pada musim                kelengkapannya
hujan.        Untuk        melakukan      e. Lakukan evakuasi ruangan
pemeliharaan tangki-tangki tersebut       f. Petugas masuk ke ruangan
dapat dilakukan dengan kondisi               tangki menggunakan peralatan
ionstalai       dalam         keadaan        k3 lengkap
bertegangan yaitu dapat dipakai           g. Membersihkan ruang dan tangki
tangki cadangan,untuk mengganti           h. Mengecat tangki (jika perlu)
tangki         yang          dilakukan    j. Mengganti tangki minyak (jika
pemeliharaan.                                perlu)
                                                                         338
k. Membersihkan pipa-pipa minyak            dari lumpur dan karat.

5. Hasil pemeliharaan

SKTT 70/150 kV     :……………………………….
UPT                  : ……………………………………………..
UJT                 : ………………………………………………
Pelaksana           :…………………………………….

 NO.    Tanggal      TANK Type
                     A …………..           B………………           H…………………




8.11.   Anti crossbonding,
        Converting                            Pada        kondisi       kabel
                                         bertegangan ,maka akan timbul
     Anti    corrosion      covering     tegangan     induksi     pada     anti
merupakan      perangkat     srtuktur    corrosion     covering.     Besarnya
kabel yang penting fungsinya, yaitu      tegangan induksi pada ketiga kabel
sebagai pelindung karat susunan          dengan susunan flat formation tidak
kabel dan sebagai jalan balik arus       sama, yaitu kabel yang berada
gangguan ke tanah apabila terjadi        ditengah     akan     lebih    tinggi
kebocoran arus konduktor utama ke        dibandingkan dua kabel sebelahnya
tanah. Logam yang digunakan              ,maka pemasangannya dilakukan
untuk kebutuhan struktur susunan         transposisi.
kabel tersebut adalah logam yang
sesuai,karena material tersebut              Anticorrosion covering perlu
akan terkena medan magnet dan            dilakukan pengujiannya ,karena
medan      listrik    jika     kabel     material ini sesuai fungsinya dalam
bertegangan.                             sistem crosbonding harus dalam
     Penampangnya        disesuaiakn     kondisi selalu mengambang yaitu
dengan besarnya arus gangguan            tidak terkena tanah dalam satu
satu fasa ke tanah sistem dimana         major section. Untuk mengetahui
kabel      tersebut        dipasang.     apakah material ini kondisinya baik
Pemasangan instalasi kabel tanah         ,maka pengujian menggunakan HV
150 kV single coremenggunakan            test dilakukan setiap 6 bulan,yaitu
sistem        transposisi        dan     untuk mengetahui apakah sistem
crossbonding,      yaitu      sistem     crossbonding      yang    digunakan
pemasangan instalasi kabel yang          masih memenuhi syarat serta
diharapkan dapat menghilangkan           instalasi dilakukan pengujian dalam
atau mengurangi rugi-rugi transmisi      keadaan tidak bertegangan.
menggunakan kabel.

                                                                           339
1. Peralatan yang digunakan              Instalasi kondisi off (ditanahkan
                                        sesuai kebutuhan)
     Untuk melaksanakan pekerjaan
pengujian anticorrosion covering         Pasang pagar pengaman antara
diperlukan peralatan peralatan          lokasi yang diuji
sebgai berikut:                         Buka tutup crossbonding (kedua
a. Kaki tiga 3 ton                      boks yang diuji)
b. Blower dan slang
c. Tangga aluminium panjang 3 m         (untuk boks pentanahan buka link
d. Generator 5 kw                       dan pentanahan,untuk boks
e. Takel rantai                         tahanan crosbonding, buka link dan
f. Tool set                             CCPU)
g. Pompa lumpur                         Pompa air keluar(jika ada)
h. Meger 5000 vOlt
i. Alat uji Hv test 0-30 kV,10 A        Periksa tekanan N2
j. Alat uji tahanan tanah                buka tutupnya boks crossbonding
                                        pada dua sisi yang diuji
2 Peralatan K3
                                        pasang pentanahan lokal jika perlu
a. Baju tahan api
                                        buka pisau-pisau
b. Helm
                                        crossbonding(r,s,t)
c. Oksigen
d. Sepatu kerja                         Lakukan uji per fasa (misal fasa R)
e. Obat-obatan
                                        pasang Hv test
f. Senter
g. Tenda                                .kabel tegangan tinggi pada
h. tandu                                konduktor acc dan kabel yang lain
i. Masker                               ke tanah
j. Alat Pemadam Api
                                        atur tegangan sampai 5 kV
3 Material                              catat arus bocornya
a. kain Majun                           .lakukan selama satu menit
b. Nitrogen                             (jika tidak dapat dilakukan
c. Anti karat                           pengujian berarti ada kebocoran ke
d. paking karet                         tanah)
e. kompon
f. gas LPG + blender                    Setelah selesai pasang link bar
g. Amplas                               (sebelum memasang tutupnya uji
    Untuk melaksanakan pekerjaan        dahulu CCPU seperti par 7)
pengujian      peralatan    ini,dapat
dilakukan satu sistem (major            Pemeliharaan CCPU
section,Joint 0 sampai joint 3) dan         Cable covering protection unit
jika tidak dapat dilakukan maka diuji   (CCPU) adalah peralatan instalasi
seksi      yang     pendek     (minor   kabel    menggunakan        sistem
section,joint 0 sampai joint 1)         cosbonding     yang     berfungsi
sebagai berikut:                        mengamankan             selubung
                                                                          339
logam(acc) dari tegangan lebih            c.tangga aluminium panjang 3 m
akibat                  tegangan          d.Generator 5 kw
surja.Pemasangannya       didalam         e.takel rantai
boks crossbonding bersamaan               f.tool set
dengan link bar crossbonding.             g.pompa lumpur
Masing –masing fasa sebelum               h.Megeer 5000 volt
selubung logam dihubungkan ke             i.Alat uji Hv test 0-30 kV,10 A
     tanah pada boks crosbonding          10.Alat uji tahanan tanah
terlebih   dahulu    dihubungkan
dengan                                  4 . Peralatan K3
                                          a.Baju tahan api
CCPU. Karakteristik CCPU adalah
                                          b.Helm
sejenis arrester yaitu menggunakan
                                          c.Oksigen
prinsip tahanan tak linier, pada
                                          d.sepatu kerja
kondisi tegangan normal maka
                                          e.Obat-obatan
berfungsi sebgai isolator dan pada
                                          f.gas LPG + blender
kondisi ada tegangan lebih surja
                                          g.Amplas
atau sejenis maka bersifat sebagai
konduktor.                              5. Metarial yang digunakan
                                          a.kain Majun
3. Tujuan pemeliharaan
                                          b.Nitrogen
     Pemeliharaan              CCPU       c.Anti karat
dalakukan     bersamaan      dengan       d.paking karet
pengujian acc karena kedua-               e.kompon
duanya       perlu    memadamkan          f.senter
instalasi.Kondisi CCPU yang baik          g.Tenda
akan     berfungsi    mengamankan         8.tandu
kabel dari tekanan tegangan lebih
yang     dapat     merusak     sistem   4.Cara pemeliharaan
crossbonding. Pemeliharaan CCPU
tidak hanya dilakukan pada waktu              Bersamaan dengan pekerjaan
pemeliharaan kabel dilaksanakan         pemeliharaan dan pengujian
namun          perlu       dilakukan    anticorrosion covering (ACC)
pemeriksaan apabila instalasi kabel     sebagai berikut:
mengalami gangguan yang berat.          a. buka ccpu dari dudukannya
                                        b. Lakukan pengujian per buah
                                            (satu fasa)
                                        c. lakukan pengukuran tahanan
                                            isolasi dengan megger 1000 volt
a.   Peralatan yang digunakan
                                            antara koonduktor dengan
    Untuk melaksanakan pekerjaan            tanah
pengujian anticorrosion covering        d. pasangkan HV test antara
diperlukan peralatan peralatan              konduktor dengan tanah (ujung-
sebgai berikut:                             ujungnya)
   a.Kaki tiga 3 ton                    e. atur tegangan dari 0 sampai
   b.Blower dan slang                       2 kV*
                                                                       340
f. Catat arus bocornya                    g.Jika selesai pasang kembali.
* Ref kabel produksi china

                           VOLTAGE TEST
                   ONCORROSION COVERING AND CCPU

SKTT ( LINK)       : ……………………………………………….
Tanggal/Bln /Th : …………/………………/…………………….
Pelaksana/P.Jawab : ………………………………………………
UPT               :…………………………………………………
A.Anti Corossion Covering
I.Tahanan Isolasi

           Peralatan              Merah        Kuning           Biru
                                 ((   )        ((   )         ((       )
           MEGGER
  Merk :

IITegangan tinggi ( 5 kV DC)

       Peralatan         Merah       Kuning      Biru       Keterangan
                         (mA)         (mA)      (mA)
  BICCO Test 103


B .Uji CCPU
1. Uji Tegangan Tinggi
   Tegangan         Fasa             3,5 kV*       6 kV*       Keterangan
   uji dan arus        R                                      *)
   (mA)                S
                       T

   Harga yang                         I<0,1         I>1
   diharapkan
   (mA)
*) Periksa manual book Kabel


2.MEGGER CCPU 1000 Volt
   Isolasi CCPU harus lebih besar 10 M

  Peralatan            FASA R (M )        FASA S (M )        FASA T (M )

  Megger

                                                                           341
  1000Volt

* Ref.kabel STK

8.12. Cara Memeriksa Tekanan           angka yang ditunjukan sebagai
      Minyak Dengan Manometer          tekanan yang sebenarnya dari
                                       minyak kabel. Gambar 8.2(c).
8.12.1.Manometer biasa                 dengan teknologi maka manometer
                                       ini dilengkapi dengan saklar yang
      Manometer biasa adalah           difungsikan sebagai alat pemutus
tabung yang dipasangkan pada           atau     penyambung    arus   dan
suatu bejana, pipa atau kanal untuk    dihubungkan dengan indicator atau
mengukur tekanan. Persamaan            rele proteksi sehingga manometer
hydrostatic      digunakan     untuk   akan berbungsi sebagai alat Bantu
menentukan tekanannya. Sehingga        untuk mengindikasikan tekanan
dari manometer ini dapat diketahui     alarm dan trip atau tekanan
besarnya tekanan bahkan dapat          berlebih.
digunakan       untuk     mengetahui
tekanan dari       benda cair yang         Nilai    absolute       adalah
mengalir.                              penunjukan atau nilai tekanan yang
       Untuk menjamin terhadap         berbasis pada tekanan nol bar,
pembacaan         tekanan    karena    pada      umumnya       manometer
akselerasi/percepatan          pada    menunjukan nilainya berdasarkan
manometer diperlukan suatu tabung      tekanan udara 1 bar sebagai
yang pada didingnya diberi skala       tekanan atsmosfer.
dan angka yang terpasang secara
parallel dengan garis aliran dan       8.12.2. Manometer
tidak    terganggu      pada    saat
pembukaan. Jika manometer berisi            Manometer Vacuun adalah
cairan     pada      suatu   bejana    manometer         yang         dapat
berhubungan seperti pada gambar        menunujukan kevacuuman suatu
8.1(d). sehingga diperlukan bejana     ruangan yang secara absolute
yang cukup panjang(tinggi) jika        (referensinya 0 bars) berarti vakum
tekanannya tinggi maka dibuat          disini adalah nilai tekanan ruang
suatu manometer dengan bentuk          dibawah nilai 1 bar dari tekanan
khusus dilengkapi jarum penunjuk       atsmosfer. Satuan nya seperseribu
yang bebas bergerak sesuai             bar atau millibars. Walaupun tidak
dengan tekanan dari benda cair         ada ruang hampa yang mutlak
yang diukur.                           kosong/hampa atau vacuum.
     Tekanan minyak ditunjukan
nilainya     oleh     jarum    pada        Tujuan    mevacuum     suatu
manometer        yang     mempunyai    peralatan seperti kabel TT, trafo
prinsip kerja berdasarkan tekanan      dan alat-alat lain adalah untuk
minyak dan pegas yang porosnya         mengupayakan setelah kondisi
dipasangkan       jarum    penunjuk,   vacuum atau kondisi tidak ada
dimana pada kondisi seimbang           benda asing berada didalam ruang

                                                                       342
tsb sehingga pada saat diisi dengan              terjebak yang sering berakibat
minyak atau gas isolasi (sf6) akan               panas      dan    terjadi   flash
dapat mengisi ruang-ruang hingga                 over/gangguan yang cukup fatal
terkecil maka didapat pengisian                  serta kerusakan breakdown isolasi
yang baik tanpa ada ruang yang                   peralatan.
berisi udara atau terdapat udara

                 P


                                 p      wh
                                          pa          pv                        kPa
                       hb        hb
                                          w           w
        Pa

         m
                 o
         n
                                     w=berat jenis.                 Valve
             (a)
                                                                                (c)




                             h
                             c                                                  hm
                                                           c
             c                                                      hp
   l                                                           l
                                                                            r


                                                       pl          w php          pc
        pc           wh c
                            Gambar 8.1. dasar manometer               (d)
          (b)




                                                                                       343
                 Gambar 8.2. dasar Manometer tekanan minyak

8.12.3. Pemeliharaan Pilot Kabel         berubah,sehingga              akan
        dan Manometer                    mempengaruhi kinerja proteksi.
                                         Agar perubahan nilai tahanan dan
     Pada instalasi kabel tanah          tahanan isolasi kabel pilot dapat
tegangan tinggi selain kabel power       diketahui maka kabel tersebut perlu
yang tertanam dibawah tanah ,juga        dilakukan     pengukuran       dan
memerlukan kabel lain dalam satu         pengujian dengan waktu tertentu.
saluran,yaitu kabel pilot. Kabel pilot
merupakan           instalasi    yang    1. Peralatan kerja dan K3
digunakan sebagai kabel-kabel
                                              Untuk memelihara kabel pilot
pengaman yaitu : kabel 7 pair untuk
                                         diperlukan     peralatan  sebagai
mengamankan tekanan minyak baik
                                         berikut:
tekanan yang memberikan alrem
                                             a Meger 0 sampai 5000 Volt
maupun mentripkan kabel,kabel 19
                                              b. Meger 0 sampai 1000 Volt
pair merupakan kabel penghubung
                                              c. Pompa air
pengaman         kabel       terhadap
                                              d. Pompa Lumpur
gangguan listrik      yaitu sebagai
                                              e. Alat kaki tiga
pemasok       power    ke     proteksi
                                              f. Takel rantai
diferential kabel dan kabel 28 pair
digunakan sebagai fasilitas untuk        2. Material
komunikasi data dan suara. Kabel
                                            a. Contact cleaner
tersebut tertanam dekat dengan
                                            b. anti karat
kabel         power         sehingga
memungkinkan terkena induksi                c. Majun Pembersih
,untuk itu memerlukan desain yang
khusus. Desain khusus dimaksud           3. Cara Pemeliharaan Manometer
adalah kabel pilot dilengkapi
dengan isolasi yang mampu                   Manometer sebagai pengindera
terhadap tegangan tinggi lebih dari      tekanan minyak sepanjang waktu
15 kV.                                   harus mempunyai kinerja yang
                                         benar,    karena   ketidakakuratan
    Kabel pilot secara khusus tidak      manometer dapat menyebabkan
memerlukan pemeliharaan, namun           salah kerja yang mengakibatkan
dengan adanya perubahan akibat           kerugian atau dapat mengurangi
umur dan lokasi sekitar ,sehingga        keandalan sistem operasi kabel
kabel   pilot     perlu   dilakukan      tanah tegangan tinggi.
pemeliharaan.     Sebagai    contoh          Manometer            dimaksud
bahwa nilai dari tahanan konduktor       mempunyai jarum penunjuk yang
                                         berfungsi    menjalankan    alarem

                                                                        345
(tingkat 1) dan tripping (tingkat 2).     manometer tidak berfungsi dengan
Kedua posisi jarum tersebut harus         baik yang menyebabkan gangguan
akurat      penunjukkannya,karena         dan kerusakkan kabel.
berkaitan dengan naik dan turunnya
tekanan minyak sepanjang kabel.           8.12.4.Pemelihharaan yang
Tekanan         Minyak          akan             dilakukan pada
mengembang pada saat beban                       manometer adalah :
kabel tinggi dan akan turun pada
waktu beban turun /rendah atau                   Pengujian terhadap kinerja
suhu luar rendah.                                jarum penunjuk
     Jarum yang lain adalah jarum                Pengujian setting tekanan
berwarna merah,yang berfungsi                    normal
untuk mengetahui tekanan tertitnggi              Pengujian terhadap setting
yang pernah dicapai sepanjang                    tekanan alalrem
operasi kabel. Dari pengalaman                   Pengujian setting tripout
dilapangan diketahui beberapa

Hasil pemeliharaan Manometer

SKTT 70/150 kV     : :……………………………….
UPT                  : ……………………………………………..
UJT                 :…… ………………………………………………
Pelaksana           :…………………………………….

                   Tekanan(bar,     Manometer fasa             Keterangan
 No   Tanggal      Kpa,Kg/cm/,p     R S T        R   S     T   *)
                   si,mmbar)
                   Normal
                   Alarem
                   Tripping
                   Tertingggi
                   pernah
                   dicapai


1. Pilot Kabel.                           control cabinet yang ada didalan
                                          underground tank chamber maupun
     Seperti kabel instalasi yang
                                          yang ada di sunshilled tank atau
lain,apalagi kabel pilot tertanam
                                          panel kontrol. Semua terminal klem
dengan kedalaman kurang lebih 2,5
                                          tersebut     mempunyai        resiko
meter dibawah tanah dengan suhu
                                          kelembaban      atau    bersentuhan
tanah yang panas       maka akan
                                          /berhubungan dengan peralatan
terpengaruh       oleh      kondisi
                                          yang lain yang dapat menyebabkan
lingkungan disekitarnya. Khususnya
                                          kondisi isolasi kabel pilot menurun
pada terminal kabel pada panel
                                          atau nol sama sekali. Untuk
                                          mmengetahui perubahan kinerja
                                                                          346
kabel      pilot    harus     dilakukan           pengukuran-pengukurannya.



2. HASIL PEMELIHARAAN KABEL PILOT

SKTT 70/150 kV        :………………………………………………..
UPT                     : ……………………………………………..
UJT                    :…… ………………………………………………
Pelaksana              :…………………………………….

1. Kabel pilot 7 pair
                                     Cable pair                                Keterangan
                                   P1 P2 P3 P4             P5   P6       P7    *)
 No Tanggal        Karakteristi
                   k
                   1. Tahanan
                   isolasi
                   2.Tahanan
                   DC



*) Menggunakan meger 5000V
2.Kabel pilot 19 pair
No      Tanggal    Karakteristik                           Cable pair
                                    1 2   3   4    5   6    7   8    9    10
                   Tahanan
                   isolasi
                   Tahanan DC




                                                                                        31
3.Kabel pilot 28 pair


 No   Tanggal     Karakte-                            Cable pair
                  ristik
                             1   2   3   4    5   6   7   8   9    10   1   1   1    1
                                                                        1   2   3    4
                  Tahanan
                  isolasi
                  Tahanan
                  DC




8.13. Penggelaran kabel                      diperlihatkan pada kertas lampiran
                                             no. 2272/78/A
8.13.1. Penggelaran kabel                         Belokan ditempatkan terutama
        Penarikan dengan mesin               pada salah satu ujung sambungan
        Winch                                yang pada umumnya dapat dipilh
                                             pada waktu penempatan ‘cable
      Penarikan kabel yang biasa             drums’ pada           ujung,      ini
dilaksanakan dimaksud adalah                 dimaksudkan       melewati   daerah
menggunakan tenaga mesin Winch               belokan2 ini dengan pengurangan
(mesin bensin atau motor listrik)            peregangan langsung.
dengan menempatkan ‘roler kabel’                  ‘Cable Drum’ ini dapat diatur di
sepanjang rute dengan jarak antara           dua sisi arah secara bertahap dan
2+3 M pada porsi kelurusan dengan            berlanjut. Kekencangan penerikan
titik belok max 0,4 m                        harus secara terus menerus
      Pembuatan     belokan  biasa           dikontrol dengan menggunakan
dilakukan dengan menyesuaikan                sebuah      dynamometer.     Karena
roler yang umum yang diatur baik             kekencangan ini ditimbulkan oleh
secara horizontal maupun vertikal            konduktor kabel, dimana mata(titik)
(sesuai kebutuhan); secara teknik            tarikan dikaitkan
adalah penyelesaian yang lebih
andal, karena dapat menekan                    hal ini kadang kadang dapat
keregangan langsung antara kabel             menjadi     gangguan    terhadap
dan rolernya , bisa didapatkan               komponen      kabel  yang    lain
dengan menggunakan struktur yang             sebagaimana terlihat pada tabel
                                             (mengidikasikan      keregangan
                                                                          347
maksimum yang diizikan untuk             panjangnya dua kali lipat terhadap
bebagai kmponen kabel).                  rute yang dikehendaki.
      Dari semua kasus antara
titik(mata)   tarikan    kabel   dan
tambang(tali)     penarikan,    harus
digunakan sebuah alat kusus yang         2. Peralatan gelar.
bernama       “swivel”,    alat    ini
mempunya fungsi ganda dapat                  Peralatan       gelar   yang
meringankan kenaikan torsi tarikan       diperlukan dalam penarikan kawat
tambang dan memudahkan dalam             adalah katrol, meter dll
meliwati roler rolel.
      Pada rute yang penggelaran         8.14. Regangan maksimum yang
berbelok belok dan penghitungan                diizinkan pada kabel.
regangan tarikan mungkin melebihi
angka reganganya ini diindikasikan       8.14.1. Porsi Lurus
pada poin 3.0 berikut yang perlu
diikuti, kemudian ini perlu juga             Ini adalah aturan yg baik dalam
untuk mengikuti sistem penarikan         menggunakan regangan tarikan
alternative yang lain dan disini         untuk konduktor, dimana secara
akan diuraikan                           umum adalah bagian yg paling
                                         rawan. Dia kadang baik dan cocok
8.13.2. Penarikan dengan roler           untuk      menggunakan       ukuran
        bertenaga.                       keregangan dan componen kabel
                                         lainnya.
    Ini bisa jadi mengadopsi kedua
bagian bagian yang diandalkan            8.14.2. Tarikan ujung, dengan
dengan tujuan menekan regangan                   mata tarikan diikatkan
tarikan mesin Winch, dan sebagai                 pada konduktor
bagian andalan, apabila diatur
sesuai dengan keadaan parit              - Kabel pole tunggal tembaga
(galian)                                     6 kg/mm2 Cu . section
                                         - Alminium 3 kg/mm2 Al. section
1. Metoda ikat berlanjut                 - Kabel tiga pole       tembaga
                                             5 kg/mm2 total Cu section
     Regangan        tarikan    yg        - Alminium 3 kg/mm2 total Al
diakibatkan oleh sebuah tambang              section
baja dimana kabel diikatkan pada           nilai peregangan ini adalah sesuai
jarak 2 m tali penarik yang dibuat         untuk koduktor berpenguat, pada
supaya kabel bergerak.                     conductor berpenguat
     Hal      ini   perlu    untuk         dimungkinkan menerima
mempersiapkan tambang yang                 regangan yg lebih tinggi (14 kg/
sesuai dengan belokan belokan              mm2 Cu. dan 8 kg/mm2 untuk Al.)
dan jalan-jalan raya persimpangan.       8.14.3.Tarikan ujung dengan
Dengan tujuan untuk melaksanakan                  mata tarik diikatkan pada
tipe ini , gelaran tambang                        Armouring.


                                                                          349
    Tarikan ujung dengan mata tarik
diikatkan pada Armouring dilakukan
pada kawat tipe kawat lempengan
baja 8 kg/mm2 total section dari      3. Belokan2 dengan penyangga
amouring tsb.                            bersambung ( peluncur dan
                                         pipa2)
1.Ujung tarikan dengan bungkus
   baja                                    Tekanan paksa antara kabel
                                      dengan permukaan penyangga
-   digunakan tarikan ujung           tidak boleh melebihi :
    dengan pembungkus baja pada       - Kabel bungkus alminium     :
    kabel berbungkus almn.: 3           2000 kg/m
    kg/mm2 sheat section              - kabel ber‘lead sheath’     :
-   digunakan pada kabel ber ‘lead      500 kg/m
    sheathed’ : 1 kg/mm2 sheath       - Kabel tanpa pembungkus metal:
    section                             400 kg/m

1. Porsi belok                        8.15. Perhitungan Daya Tarik
                                            Horizontal)
     Aturan umum radius belok tidak
boleh lebih kecil dari 30 kali dari   1. Porsi lurus
lingkaran luar kabel
                                        Daya tariknya adalah:
                                        F = l . p . f ( kg )
2. Belokan dilengkapi dengan
                                        Dimana:
   roler. Tekanan paksa antara
                                        F = regangan tarik
   kabel dengan roler tak boleh
                                        l = panjang gelaran porsi lurus
   melebihi:
                                        p = berat kabel per meter
    Kabel bebungkus almn.      :         f = koifisien gesek ( ab. 0.1 )
    200 kg
    Kabel ber ‘lead sheathed ’ :      2. Porsi belok
    50 kg
    Kabel tanpa bunkus metal :             Dengan rumus berikut ini kita
    50 kg                             bisa melakukan evaluasi panjang
    Tekanan paksa harus dihitung      rute lefel equifalen dengan
    dengan rumus berikut:             sempurna, bersamaan dengan
                                      krtegangan tarikan yang sama yang
             T .d                     akan terjadi, apabila penggelaran
    F0   =        (kg )               menggunakan roler :
              R
Dimana :
                                                                   R
 F0 = tekanan paksa antara kabel      L2 = L1 . cos hk   + V1 +          sin hk
       dan roler      (m)                                         k L .1
T = kekencangan tarik setelah
    belokan (m)                       dimana :
R = Radius belok kabel      (m)       L1 = panjang equifalen inlet
d = Jarak antar roler(m)              K = koifisien gesek ( ab. O.1 )
                                                                             350
     = sudut belok ( radiant )          Yang mana arti simbol2 telah kita
L 2 = panjang equifalen outlet          ketahui.
    panjang equifalen dikalikan
dengan berat kabel dan koifisien        3. Gelaran Didalam Saluran Atau
gesek, dengan cara ini besar               Pipa
tarikan setelah belokan dapat
didapat.                                     Permukaan pipa/saluran harus
      Hal ini perlu lebih jauh untuk    halus/licin tanpa bendolan.
menentukan jumlah roler yang               Karena alasan ini maka plastic
dihitung yang ada, dengan tujuan        saluran/pipa tadi harus dipilih.
untuk menghindari tekanan kabel            Bagaimanapun juga kita berikan
terhadap roler melebihi nilai yang      koifisien gesek yang berbeda untuk
terindikasi. ; rumus hitungan           tipe permukaan pipa- saluran.
sebagai berikut ;

    Ft = L2 . p . f (kg)
                      Tabel 8.11. Bahan pipa saluran
Bahan pipa saluran gesek   Pembungkus luar kabel               Koifisien
PVC                        Lead                                0,25
PVC                        Polyethylene                        0,25
Asbestos- cement           Lead                                0,45
Asbestos- cement           Polyethylene                        0,33
Beton                      Jute                                0,80
Beton                      Lead                                0,50
Beton                      Polyethylene                        0,40

     Untuk menurunkan koifisien              Radius belokan pipa harus
gesek bisa digunakan pelumas,           tidak pernah lebih kecil dari 40 kali
seperti :                               diameter lingkaran luar kabel.
- Air dengan bubuk grafit
- Sabun bubuk dengan air dan grafit     4.Porsi lurus
Dengan pelumasan seperti ini
                                          Regangan tarik adala :
penurunan koifisien gesek sampai
                                        F = l . p . f ( kg )
30% dapat dicapai . Diameter
                                        Dimana simbol2 mempunyai arti
dalam     dari pipa saluran harus
                                        yang sama dengan rumus pada
paling tidak 1,5 kali dari diameter
luar cabel. Aturan yang baik adalah
hanya diizinkan 1 kabel didalam 1       5, Porsi belok
saluran . Radius belok yang                 Regangan tarik setelah belokan
diizinkan     untuk    pipa/saluran     dievaluasi kurang lebih seperti
tergantung pada jumlah posisi           rumus berikut:
belokan     sepanjang     rute dan
peregangan bertahap terjadi antara           F2 = F1 . e f ( kg)
kabel dan pipa saluran                  Dimana:
                                                F1 = kuat tarik pada
                                        inlet(masuk)
                                                                           351
       f   = koifisien gesek                      Jadi belokan2 dipertimbangkan
           = sudut perubahan arah             sebagai ‘ titik2 perubahan
(dalam radius)                                kecenderungan”; krena alasan
Setelah itu perlu dicek bahwa                 inilah panjangnya dari porsi lurus
regangan bertabah dalam batas                 antara dua belokan harus
maksimum. Apa bila kasusnya                   diperpanjang sesuai dengan dua
berlawanan hal ini perlu                      sisi panjangnya terhadap
membesarkan radius belokan.                   belokannya.
Perhitungan kuat tarik pada posisi miring .



                       l

            P sin                                            h
                                  P cos
                           P

                       Gambar 8.2 Kuat tarik pada posisi miring .
       Dimana :
       F1 = l . p . f . cos  ±1 . p.h

       l = panjang porsi pada posisi miring
       p = berat kabel per meter
       f = koifisien gesek
       h = perbedaan level
       ± = sebagai fungsi arah tarikan
       apabila sudut kecil, cos      = 1, kemudian

       F1 = l . p . f ± p . h ( kg )




                                                                              352
8.16. Peralatan Pergelaran .
         Peralatan pergelaran dapat dilihat pada table 8.12.
                    Tabel 8.12 Peralatan pergelaran
 Jumlah         Uraian                              keterangan

 1             Kawat penarik ‘winch’ 10 H.P         Kecepatan tarik 17 dan 23
                                                    meter/menit
                                                     Kekuatan 3000 kg
 1             Dram besi tambang baja               JUMLAH ISI      ± 15 m3

 1             Frame untuk said winch               Jumlah berat ± 5.5000 kg

 1             Pasang trestles penyangga dram

 300           Pasang trestless lengkap (shaft
               dan hidrolik) jack untuk
               mengangkat dram dengan
               kemampuan diatas 20 ton

 1             Dinamometer 3 ton dan
               timbangan

 2             Roler kabel

 3             Claher roler swivel

 1             Gripn (pemegang) penarik
               pasang walkie - talkie Jackj
               pengangkat

8.17. Jadwal Pemeliharan Saluran kabel Tegangan tinggi .
         Jadwal Pemeliharan Saluran kabel Tegangan tinggi seperti table 8.13.

          Tabel 8.13. Jadwal Pemeliharan Saluran kabel Tegangan tinggi .

  NO              Nama Alat                   Pemeliharaan             Periode
     1            Kabel minyak     - tekanan minyak                    1 minggu
                  Kabel minyak     - tekanan minyak
     2                                                                 1 minggu
                  cadangan
                  Terminal Sealing - Visual inspeksi
     3                                                                 3 bulan
                  End
                                   - pembersihan isolator              1 tahun
     4            Tank Chamber     - Visual inspeksi                   3 bulan
                                                                                353
                                 - pembersihan dan
                                                                 1 tahun
                                 pengecatan
               Sistem            - HV DC test pada
  5                                                              6 bulan
               crossbonding      pelindung anti korosi
                                 - HV DC Test pada
                                                                 6 bulan
                                 CCPU
                                 - Pembersihan
                                                                 1 tahun
                                 crossbonding
               Sistem Alarm      - pemeriksaan lampu
  6                              indicator pada panal            1 minggu
                                 kontrol
                                 - pemeriksaan kontak            6 bulan
                                 signal dari manometer



8.18. Kebocoran Minyak
   Bila alarm tentang kebocoran minyak terjadi                 maka   proses
penanggulangan dapat dilakukan seperti flowchart dibawah ini :




                                                                        354
                                       start


                               Alarm terjadi dan
                               diketahui operator


                                 Catatan tekanan
                                  sebelumnya




                               Periksa dan analisa
                               besarnya perubahan
                                 tekanan minyak.



     Perubahan tekanan
     minyak tidak dapat                             Jika perubahan
     diperiksa/dianalisa                            tekanan minyak sangat
     dalam periode                                  besar atau tekanan
     beberapa jam                                   minyak sudah menuju
                                                    ke trip (switch out).


  Kebocoran minyak kecil
  jika perubahan tekanan <                             Kebocoran minyak
  1.00 kPa/hari                                        besar.
                                                       Jika perubahan tekanan

Gambar alir 8.3 : langkah bila terjadi kebocoran minyak kabel

kebocoran     minyak    kecil  jika        1. Kebocoran Kecil.
perbedaan tekanan pada ketiga
fasa pada seksi yang sama.                 Tindak lanjut yang lebih detail
Pemeriksaan        dimulai     jika        diperlukan untuk setiap terjadi
perbedaan tekanannya adalah 30             kebocoran yang dijelaskan sebagai
kPa.                                       berikut :
Nilai perubahan tekanan dinyatakan         2. Kebocoran minyak kecil.
medium jika kebocoran minyaknya
                                           Bila terjadi kebocoran minyak kecil
mengakibatkan tekanan berubah
                                           dari     pengalaman     disebabkan
antara 1.0 kPa/hari <P<10.0
                                           karena paking, konektor dan pada
kPa/hari.
                                                                            355
saat pembersihan permukaan kabel       diketahui lokasi kebocorannya.
dengan benda tajam.                    Tekanan minyak selalu di catat
Tindakan yang paling penting dan       setiap jam sampai perbaikan
segera tidak diperlukan, hasil         selesai.
pemantauan selama satu minggu
baru dilakukan tindakan jika sudah
3. Bagan Alir tindakan untuk kebocoran kecil :


                  Kebocoran minyak kecil jika
                   perubahan tekanan < 1.00
                           kPa/hari




                         Apakah
                         kebocoran
                         diantara katup
                         pd panel dan




   Sambungan sementara untuk                     Sambungan sementara
   pasokan minyak.                               untuk pasokan minyak.



        Dilokalisir dan perbaikan                perbaikan kebocoran. Reset
            kebocoran. Reset                         rangkaian minyak.
           rangkaian minyak.


           Gambar alir 8.4 : langkah awal bila terjadi kebocoran minyak kabel
4. Kebocoran Besar.
    Pada masalah ini penyebab utama kejadian ini harus diketahui terutama
penyebab kerusakan dari luar (eksternal). Kecepatan tindakan sangat
diperlukan untuk itu dapat dilakukan tindakan sesuai bagan alir dibawah ini :

bagan alir kebocoran besar




                                                                            356
                           Kebocoran minyak besar.
                           Jika perubahan tekanan >
                                 10.00 kPa/hari



                                Apakah kebocoran
                               minyak diantara pipa
                             pemasok minyak antara
                              tangki bertekanan dan
                             katup serta manometer
                                  pada panel ?
              Apakah                                       Apakah
              tekanan                                      tekanan
               minyak                                       minyak
              dibawah                                      dibawah
                level                                        level
                                                           alarm ?



  Apakah                              Kabel
                         Kabel
   kabel                              operasi
                        operasi                                Apakah
   harus                                                        kabel
                                                                harus


   Diproses
   dengan                                              Diproses dengan
                                                       operasi katup A
Cari lokasi


    Lanjutkan
 pasokan minyak
                                                Pencegahan kebocoran
Pencegahan                                           sementara
 kebocoran
 sementara


                                  1




                                                                         357
                                          1



                      Perbaikan permanen atau mengganti
                      kabel yang rusak atau accesories
                      kabelnya


                      Mengembalikan setting pengaman dari
                      sistem minyak.


                            Pengoperasian kembali kabel



                                       selesai

       Gambar alir 8.5 : langkah bila terjadi kebocoran minyak kabel
       cukup besar


5. Memperbaiki kabel minyak yang bocor.
   Setelah diketemukan lokasi kebocoran maka segera dilakukan perbaikan
   dengan urutan sbb :


                                                               Perbaikan
 Lokasi kebocoran minyak        Perbaikan sementara
                                                               permanen
Sealing end pada Gas
a. Flange tembaga bagian     Periksa kekencangan baut-      Ganti gasketnya
   bawah tabung              bautnya
b. kebocoran pada             Dengan menggunakan            Instalasi
   permukaan kabel            palu untuk memukul            kembali.
                              permukaan sehingga
                              menutup kebocoran tsb
                              Melapisi permukaan
                              dengan plastik tape.
c. Konektor pipa pemasok     Periksa kekencangan baut-      Instalasi
    minyak.                  bautnya                        kembali.
d. isolator penghubung       Periksa kekencangan baut-      Ganti isolator
                             bautnya                        penghubung

                                                                             358
                                                           dengan yang
                                                           baru.
 Tangki tekanan.
 a. Katup.                    Bungkus dengan isolasi       Ganti katupnya
                              /plastik tape
 b. Konektor                  Periksa kekencangan baut-    Instalasi
                              bautnya                      kembali.
 Pipa pemasok minyak
 a. Konektor                  Periksa kekencangan baut-    Ganti dgn yg
                              bautnya                      baru atau
                                                           Instalasi kembali
 Kabel Tenaga
 a. Pelindung kabel (lead       Dengan menggunakan         Ganti bagian
    sheath)                     palu untuk memukul         kabel yang
                                permukaan sehingga         bocor.
                                menutup kebocoran tsb
                                Melapisi permukaan
                                dengan plastik tape.

   Yang paling penting untuk             2. Pipa penghubung untuk
perbaikan kabel dan alat bantunya           pengeluaran minyak dari tangki
(accesories) adalah tekanan yang            dihubungkan dengan ‘chek
agak sedikit rendah dari pada               conector’ yang ditempatkan
tekanan normal dan dipertahankan            pada meter tekanan dan “valve
setiap saat sebagai usaha untuk             panel”.
menjaga agar kandungan udara             3. Katup no 4 dibuka.
yang lembab masuk kedalam                4. Alrian minyak tekanan tinggi dari
sistem kabel.                               tangki akan terlihat pada meter
                                            dan “valvepanel” sehingga
6. Tindakan yang dilakukan untuk            penunjukan meter tekanan
   minyak dengan tekanan tinggi.            berada dibawah batas dari
                                            tekanan minyak tertinggi yang
     Prosedure pada kejadian                perbolehkan.
gangguan minyak dengan tekanan           5. perbaikan sehingga rangkaian
tinggi sangat diperlukan karena             menjadi seperti semula.
tekanan minyak maka ke hati-hatian
dan konsentrasi pada masalah
sangat diperlukan. Adapun                8.19.    Gangguan kabel pada
prosedurenya adalah sbb :                        lapisan pelindung P.E.
     Pengoperqasian katup(valve).                oversheath.
Sebagai contoh adalah minyak
tekanan tinggi pada salah satu           8.19.1. Methoda mencari lokasi
phasa maka :                                     gangguan pada lapisan
1. Katup no 4 harus selalu tertutup              pelindung kabel.
   dengan baik.

                                                                          359
       Sebagai hasil pemeriksaan              mana     sebenarnya     awal dari
rutine pada lapisan pelindung kabel           sederhana ini berkembang menjadi
diketahui terjadi kerusakan lapisan           seperti kondisi sekarang.
pelindung     kabel     maka      perlu
ditindaklanjuti   dengan       mencari        8.19.2. Methoda Murray.
lokasi kerusakan lapisan pelindung                Methoda ini diketemukan oleh
kabel.                                        Jhon Murray yang berprinsip dari
     Untuk mengatasi kerusakan                cara pengukuran tahanan dengan
lapisan pelindung perlu mencari               methoda jembatan Weatstone.
lokasi    untuk     itu     diperlukan        Prinsip kerjanya dengan
pengukuran,       sehingga       kabel        menghubungkan salah satu ujung
tersebut harus tidak dioperasikan             kabel antara konduktornya dan
(bebas     Tegangan).        Digunkan         lapisan pelindung dan diujung yang
bermacam –macam metoda untuk                  lain dipasangkan sumber tegangan
mencari lokasi keruskan lapisan               DC lengkap dengan saklarnya dan
pelindung dari yang sederhana                 tahanan geser yang center tapnya
hingga yang paling modern dan                 disambungkan ke galvanometer.
cukup     canggih.      Disini    akan
dijelaskan cara sederhana yang


                              L
                                                                         R1


                                          X

                                                                         R2 G




  Gambar 8.6 : mencari lokasi kerusakan PE oversheath dgn jembatan Murray


 Jika galvanometer menunjuk                           R        2 L         X
                                                          1
 angka nol setelah mengatur posisi
                                                      R              X
 center tap pada tahanan geser                            2

 maka akan diperoleh persamaan
 seperti rumus pada sistem                                     R 2 .2 L
 jembatan Weatstone :                                X
                                                              R1     R 2


                                                                                360
  dimana ; R1 dan R2 = tahanan          lokasi gangguan pada lapisan
  geser diantara c                      pelindung kabel.
L = panjang kabel ( 2L karena
      rangkaian tertutup).              1. Cara pengukuran.
 X = Jarak lokasi kerusakan dari
                                        a. Mengisolasi kabel gangguan
      titik ukur.
                                           dengan cara melepas plat
                                           penghubung diantara kedua sisi
   Tahanan geser mempunyai
                                           pada links boxes.
tingkat dari 0 – 100, yang akan
                                        b. Hubungkan alat ukur jembatan
dibaca dan menjadi acuan
                                           Murray ke terminal dari lead
perhitungan prosentase jarak untuk
                                           sheath dari kabel yang rusak.
menentukan jarak dari titik ukur ke
                                           Seperti gambar dibawah ini .




       S

               6 atau 12 Volt
                (aki mobil)




                                      sheath


                                        G
                                                             +   -
                                         E




     Gambar 8.7 : mencari lokasi kerusakan PE oversheath dgn jembatan Murray


    Sambungkan kabel pelindung                 sistem Murrsay seperti pada
    (PE oversheaths) pada terminal             gambar.
    ‘ + ‘ dan konduktor utama                  Nyalakan alat dengan menekan
    disambungkan pada terminal ‘               saklar on dan biarkan beberapa
    – ‘ pada alat ukur Murray.                 menit untuk pemanasan alat.
    Hubungkan batere sehingga                  Masukan saklar ‘S’ dari batere
    menjadi rangkaian tertutup                 eksternal dan atur nilai R1 dan

                                                                          361
    R2 sehingga galvanometer           didalam diluar permukaan tanah
    menunjuk nilai ‘0’. Dan akan       yang disebabkan oleh mengalirnya
    diperoleh    prosentasi jarak      arus ke dalam dan keluar dari titik
    lapisan pelindung kabel yang       gangguan, arus yang secara tiba-
    mengalami kerusakan.               tiba menjadi besar atau maksimum
                                       maka arus sebagai indikasi yang
c. Mendeteksi lokasi gangguan PE       berupa arah jarum dan besarnya
   oversheath di kabel dengan          tegangan (polarity) dan menjadi
   sistem elektrode.                   petunjuk perbedaan (arah dari arus
                                       bocor) arus DC antara konduktor
                                       dan lapisan pelindung dan dari
                                       tanah. Perbedaan potensial tsb
                                       diatas terjadi diatas permukaan
                                       jalur kabel sehingga dengan
                                       menggunakan        voltmeter    atau
                                       galvanometer     yang     dilengkapi
                                       dengan       elektrode       sebagai
2. Prinsip kerja                       penghantar dan pendeteksi lokasi
                                       gangguan.
    Metode ini menggunakan sifat
karakteristik dari potensial listrik




                                                                       362
                                Galvanometer atau voltmeter


                elektrode




                                                     Electric potential


      Power source
                         Immediately above
                                                      Electric difference
                         the fault point

        Gambar 8.8 : mencari lokasi kerusakan PE
c. metoda pengukuran.                         Tentukan arah arus dilihat dari
                                          arah    penunjukan      jarum    dari
    Kabel yang gangguan diisolir          voltmeter    atau      galvanometer
    dengan cara melepas plat              sehingga dapat diketahui lokasi
    penghubung diantara kedua             gangguan.      (ketika      tegangan
    ujung link boxes.                     sumber DC ‘+’ tersambung pada
    Sambungkan        sumber    DC        salah satu elektrode dan pointer
    (generator DC tegangan tinggi)        pada galvanometer akan membuat
    ke terminal pada link boxes           arah penyimpangan semakin besar
    yang     tersambung    dengan         berarti sudah dekat dengan lokasi
    lapisan pelindung (leadsheath)        gangguan dan akan berbalik jika
    dari kabel yang gangguan.             lokasi gangguan terlewati).
    Alirkan arus DC dengan bentuk             Persempit     electrode     pada
    pulsa ke kabel yang gangguan.             lokasi dimana penyimpangan
    Masukan batang elektroda                  jarum paling besar.
    diatas     permukaan      tanah
    dimana kabel yang gangguan.
                                                                           363
            kabel

  DC
  POWER
  SUPPLA      -              G           G             G             G




        +
diketanahkan
                                               Lokasi ggangguan

                 Gambar 8.9. Metoda pengukuran
  Penyimpangan jarum
                                                           Penyimpangan berbalik


                         G           G             G             G


                                    Lokasi
                                                            PVC/ PE sheath




                    Lead sheath

              Batere (DC /pulse)


                                   Pembacaan
 sisi                                l     t

   +
  _
                  Gambar 8.10. Metoda pengukuran



                                                                             364
d. Memperbaiki P.E. oversheath pada kabel.

Jika P.E. oversheath pada kabel mengalami kerusakan, dan telah dibuktikan
maka prioritas selanjutnya adalah perbaikan. Setelah diperbaiki maka untuk
membuktikan bahwa kabel sudah layak dioperasikan maka perlu dilakukan
pengujian-pengujian untuk menjamin bahwa kabel laik untuk dioperasikan.
aminannya adalah hasil pekerjaan yang benar yaitu langkah2 perbaikan yang
baik dan benar seperti berikut :.



                                                     Kerusakan pada P.E.
                                                     over sheath dari
                                                     suatu kabel.


                        X
     A

                                                     Pelapisan pelindung
                                                     dengan resin / glass
                                                     tape atau heat
                                                     shrinkcabel tube.

                        X
  B


                                                     Anti – corrosion tape
                                                     ( polyethylene) P.E.
                                                     Adhesive tape.
                            X

     C


                                                     Adhesive tape
                                                     Water proof tape.

                            X

 D
                    Gambar 8.11. Metoda pengukuran

                                                                         365
Metoda perbaikan P.E. & PVC over-       1.Case A : Kerusakan
sheath.                                            diperkiraan tidak dari
3.1. pertama bagian yang rusak                     luar kabel.
     pada P.E atau PVC over
     sheath berupa serabut kawat             Pada kasus ini kabel harus
     atau    sejenis    tape    yang    dipadamkan segera (tidak
     berserabut dibersihkan.            dioperasikan).
3.2. bersihkan dengan sikat dan         Lakukan pemeriksaan sebagai
     bersihkan seluruh permukaan.       berikut :
3.3. lakukan separuh (½) dari           a. Perubahan yang terjadi pada
     lapisan epoxy resin dan glass          bentuk lead sheath.
     tape.                              b. Kerusakan pada screen/lapisan
3.4. gunakan       pelindung     dari       pelindung.
     heatshrink tube atau PVC           c. Kerusakan pada isolasi kabel.
     adhesive tape dan ½ lapis anti     d. Air didalam kabel.
     corrosive tape (polyethylene).     e. Benda asing yang
3.5. gunakan dua ½ lapis dari               mengakibatkan kontaminasi.
     water-proof tape dan dua ½ lap     f. Gas yang sudah terkontaminasi
     lapisan P.E dan PVC adhesive           pada kabel.
     tape.                                   Berdasarkan         penjelasan
                                        tersebut diatas ketentuan yang
8.20. Memperbaiki kerusakan             harus dilakukan dapat diputuskan.
      Kabel (kerusakan                       Jika kabel dengan kondisi
      eksternal).                       dapat diperbaiki maka perbaikan
                                        sesuai dengan kondisinya, tetapi
8.20.1.Memperbaiki kerusakan            jika tidak dapat maka kabel baru
       lead sheath kabel.               digunakan untuk menyambung
                                        yang rusak.
     Perbaikan dapat dilaksanakan
jika     telah diketemukan lokasi       2. Case B:
kerusakan      pada     sheath dan
dilakukan     setelah     memenuhi.         Terdapat lubang atau keretakan
petunjuk yang dijelaskan dibawah        pada      lead     sheath.   Setelah
ini.                                    penggalian tanah diatas kabel
     Kabel harus bebas tegangan.        selesai maka P.E over sheath dan
     Case A : Kerusakan                 serat pelindung maka perbaikan
     diperkiraan tidak dari luar        dapat       dilaksanakan     dengan
     kabel.                             langkah-langkah sbb :.
     Case B : Terdapat lubang           a. Jika kondisi terjadi kebocoran
     atau keretakan pada lead              kecil karena tertusuk benda
     sheath.                               runcing atau karena retak kecil
                                           maka.
                                        1). Sumbat lubang bocor dan
                                             dengan menggunakan palu
                                             serta pemukulan yang tidak
                                             terlalu keras sehingga lubang
                                                                        366
    tertutup. Sama caranya untuk             glass diatas semua permukaan
    menutup keretakan digunakan              lapisan tahan minyak.
    palu dan lubang keretakan           4). Gunakan 4 lapis lembaran dari
    ditutup dulu kemudian dapat              F-CO tape (anti corrosive
    digunakan cara plumbing yang             tape/polyenthylene)          dan
    disapukan disekitar lokasi yang          ditambah 2 lapisan lembaran
    retak.                                   BALCO (waterproof tape) dan 2
2). Gunakan fibrous       tape dan           lapisan lembaran P.E adhesive
    reinforcement    tape     untuk          tape.
    melapisi lead sheath c.    pada         Multymetal.
                      i.
    lokasi kerusakan serta                   Setelah       melapisi       P.E
                                             oversheath, fibrous tape dan
3). Perbaikan       oversheath dari          reinforcement,         dilakukan
     kabel tsb.                              pembersihan ditempat terjadi
     Langkah tersebut diatas sudah           kerusakan.
mencukupi        untuk    mengatas      5). Tutup valve       dikedua     sisi
kebocoran karena lubang atau                 pengisian minyak kabel dan
retak pada lead sheath sehingga              gunakan campuran multymetal
tidak terjadi kebocoran.                     untuk melapisi di daerah yg
                                             mengalami kerusakan.
b. Jika kondisi tersebut diatas,        6). (lakukan langkah seperti pada
   walaupun sedikit kebocoran                kasus 2) – (3 – 4).
   tetapi                mempunyai
   kecenderungan             menjadi    8.20.2. Mengganti Kabel yang
   kebocoran yang lebih besar                   rusak.
   maka.
1). Setelah      mengupas        P.E.       Jika kerusakan terjadi pada
     oversheath, fibrous tape dan       kabelnya sendiri, tetapi jika screen
     reinforcement    ,   diperlukan    dan insulation paper tidak rusak
     penguat       dengan       cara    maka kabel dapat dioperasikan
     mensolder pada daerah yg           dalam waktu yang cukup lama
     mengalami kerusakan.               setelah     lead    sheath,     P.E.
2). Gunakan 6 lapisan tape yang         oversheath dan pembersihan/filter
     tahan minyak dari pita plastik     minyak isolasi telah dilakukan pada
     pada     pada      daerah     yg   kabel tsb.
     mengalami kerusakan.               Kabel yang telah mengalami
3). Kemudian gunakan 4 lapisan          kerusakan maka kabel dipotong
     tape epoxy resin impregnated       dan tidak digunakan lagi sehingga
                                        perlu kabel baru sebagai pengganti.




                                                                          367
                                            Lokasi gangguan

                                            X

                                     Kabel yang diganti
                                                   Sambungan Kabel
           Kabel lama


                                        Kabel baru



                         Gambar 8.12. Metoda pengukuran

panjang kabel pengganti sangat                    pentanahan menggunakan alat
tergantung       dengan       kondisi             yang bertegangan 1000 volt dc,
kerusakan seperti kandungan air                   hasil ukurnya harus lebih besar
pada isolasi, tingkat kontaminasi                 100 M . Pengukuran ini pertama
minyak kabel dan kondisi                          kali dilakukan setelah kabel
disekitar                                         selesai disambung.
permukaan tanah dari jalur
kabel                                           2). Tahanan DC dari konduktor.
tersebut.
                                                  Pengukuran       tahanan    dc
                                                  sambungan     konduktor   yang
1. Testing setelah kabel
                                                  setelah     diperbaiki,   hasil
   diperbaiki.
                                                  pengukuran tahanan dc pada 20º
                                                  C adalah 0.0754 /Km (max)
    Pelaksanaan testing dilakukan
                                                  pada kabel minyak uk 240 mm².
oleh petugas yang berkompetensi
                                                  Jenis Pengukuran yang kedua
enginir untuk menjamin kelayakan
                                                  dilakukan setelah kabel selesai
kabel    tersbut   apakah   dapat
                                                  disambung.
dioperasikan apa tidak setelah
diperbaiki. Semua hasil pengujian
                                                3). Pengujian oversheath.
dicatat    dan   dianalisa  untuk
menentukan kelayakan kabel tsb.                      Pengujian dilakukan setelah
                                                surge diverters dilepas agar pada
a.    Kabel minyak                              saat pengujian tidak mengakibatkan
                                                kerusakan akibat tegangan uji.
1). Pengujian tahanan isolasi
                                                Semua instalasi yang menjadi
   kabel.
                                                ketentuan seperti sheats insulatios,
                                                external joint insulation, terminal
     Pengukuran            isolasi
                                                base insulation pada bonding leads
     dilaksanakan         dengan
                                                dan link boxes, insulation sections
     mengukur tahanan isolasi
                                                pada pipa minyak serta yang
     diantara konduktor terhadap
                                                lainnya dari kabel yang perbaiki
                                                                               368
akan menjadi subyek pengujian           (tergantung route dan profil dan
tahanan dengan memberikan               satuannya (KN/m²).
tegangan DC 10 kV selama 5              Q = nilai aliran (liter per detik).
menit. Jenis Pengukuran yang            L = panjang seksi kabel (m).
ketiga dilakukan setelah kabel          b = koefisien gesekan minyak pada
selesai disambung dan telah             kabel (MN/m6 ).
teriisi minyak kembali.                 atau pipa bulat adalah:
                                                                  3
                                                    2 , 54 n 10
b. Test tegangan tinggi.                    b
                                                           r4
    Perbaikan sirkit kabel yang rusak
                                        Dimana       n = viskositas dari minyak
setelah selesai perbaikan tekanan
                                        9centipoise) pada temperatur pengujian.
minyak     telah      normal    harus
                                         r = radius bagiandalam (mm) daratau
dilakukan      pengujian      dengan
                                        kabel diukur bagian dalam (r = 7 mm)
tegangan      tinggi    DC     antara
konduktor dan sheats selama 15
                                        Jika Kabelnya single core maka secara
menit. Pengujian ini semua seksi
                                        teori tekanan nya aliran minyak akan
dari    kabel    harus     disambung
                                        memberikan tekanan pada setiap kabel
walaupun secara temporary. Arus
                                        adalah sbb :
tegangan searah akan mengalir
pada kabel melalui alat test uang
                                                                      (   2)
disambung pada ujung kabel                P         QbL      10
(sealing end) baik yang sf6 maupun
yang konvensional yang telah            Dimana : P = perbedaan tekanan
dilepas dengan sambungan ke GIS         pada seksi kabel tsb. (tergantung route
atau peralatan lain.                    dan profil dan satuannya (KN/m²).
                                         Q = nilai aliran (liter per detik).
c.   Pengujian aliran Minyak. (oil       L = panjang seksi kabel (m).
     flow test).                         b = koefisien gesekan minyak pada
                                         kabel (MN S/m6 ).
    Setelah perbaikan, setiap seksi             Untuk kabel atau pipa bulat
minyaknya harus diukur alirannya,                             adalah:
hal tersbut untuk menjamin tidak
ada ketidak normalan aliran minyak                   2 , 54 n 10 3
                                                b
pada saluran Kabel minyak tsb.                              r4
   Pengukuran        dilaksanakan
dengan menuangkan/mengalirkan           Dimana       n = viskositas dari minyak
minyak bertekanan keluar sebagai        9centipoise) pada temperatur pengujian.
salah satu mengukur aliran minyak        r = radius bagian dalam (mm) dari pipa
bertekanan.                               atau kabel diukur bagian dalam (r = 7
    Teori drop tekanan dengan             mm)
rumus sbb :
           P      QbL                   perbandingan aliran yang diperoleh dari
    Dimana : P = perbedaan              kabel yang baru selesai dipasang harus
tekanan pada seksi kabel tsb.           diingatkan bahwa hal tsb sudah
                                        termasuk semua sambungan pada seksi

                                                                               369
kabel tsb dan hal tersebut hanya
menjadi       gambaran     dalam        1 Kg           7.35559 10 2 mmHg
                                               cm 2
pemeliharaan      dan   petunjuk.
Perhitungan itu tidak menunjukan        1 Kg           98 .067 KN
gangguan tak semestinya dari                    cm 2                m2
sistem kabel tsb.                       1 Bar     1 .02 kg
                                                             cm 2
                                             Dalam membandingkan aliran yang
d. Test kooefisient impregnasi.         diperoleh pada kabel yang sehat, harus
                                        diingat bahwa semua joint akan ikut
      Setelah      selesai     secara   terukur dan secara gambaran teoritis
lengkap penggelaran kabel dan           hanya beberapa saja yang kondisinya
penyambungannya, setiap seksi           baik dan dijadikan referensi.
minyaknya harus diperiksa dengan             Hasil pengujian menunjukan tak
tujuan efisiensi dari minyak            semestinya tidak ada gangguan pada
impregnasi dengan cara sbb :            sistim. Tetsting ini akan dikerjakan
manometer air raksa (mercury)           setelah penggantian kabel atau isolasi
dihubungkan ke kabel dimana             sambungan.
sistim instalasi minyaknya ditutup
dan sisakan sedikit minyak,
                                        8.21. Auxiliary Cable.
biarkan beberapa menit agar
                                        1. Continyuity Test
stabil, kemudian diukur jumlahnya
minyak          yang       tarikannya
                                          Setelah kabel digelar maka sebelum
menyebabkan penurunan tekanan
                                          disambung      diperlukan   periksa
yang telah diketahui. Koefisient
                                          kontinyuitas dari semua konduktor
impregnasi K didifinisikan sebagai
                                          sebagai konfirmasi.
berikut, tidak boleh leibih besar
dari 4.5x 10-4 :
                                        2. test tegangan pada lapisan anti
             dV         1
     K                                     karat (anti corrosion sheath)
              V        dP
Dimana :                                  Panjang kabel kabel akan tetap
dV = volume minyak yang tersisa           setelah    digelar  dan     sebelum
(liter)                                   disambung tegangan DC 4 kV per
dP = dorpnya tekanan (mmHg).              mm dari tebalnya lapisan (seperti
V = volume minyak didalam seksi           yang tertulis pada spesifikasi teknik
kabel (liter) termasuk isolasi            dari kabel tsb) digunakan untuk
penghubung tangki.                        menguji ketahanan lapisan terhadap
                                          armour dan permukaan luar untuk
Ketika kondisi kabel dalam                beberapa menit.
keadaan alat monitornya terpasang
setiap kabel akan diuji secara          3. test tahanan isolasi
terpisah.
                                          Setelah kabel digelar maka sebelum
                                          disambung harus diukur tahanan
                                          isolasi secara individu diantara setiap
                                          kabel     serta   terhadap     armour.


                                                                             370
  Menggunakan alat ukur tahanan
  dengan tegangan operasi 500
  Volt DC untuk satu menit dan
  jangan     menggunakan      alat
  dengan tegangan 5000 V dan
  temperatur 20ºC. Pengukuran
  tahanan isolasi dilanjutkan lagi
  setiap kabel telah tersambung
  dengan kabel yang lain dan hasil
  tidak boleh lebih kecil dari 50
  M /km dan lebih kecil 90 % jika
  hasil pengukuran lebih besar
  dari 1000 M /km.

4. Test Ketahanan Tegangan.
  Setelah lengkap memasang
  kabel maka kabel tersebut harus
  diuji ketahanan terhadap
  tegangan. Ketahanan Tegangan
  kabel adalah antara konduktor
  dan konduktor lainnya dan
  terhadap armournya yang
  terhubung ketanah. Tegangan
  dinaikan secara bertahap dan
  dipertahanankan selama 1 (satu)
  menit. Beberapa hal yang harus
  diperhatikan yaitu :
  Kabel type 15 kV. Maka
  digunakan tegangan 15 kV DC
  antara konduktor dan armour.
  Jika kabel telah dihubungan
  dengan beban yang mungkin
  berbentuk koil maka spesifikasi
  koil dan beban lain sangat
  diperhatikan dan jika perlu
  didiskusikan terlebih dulu
  dengan engineer yang lebih ahli.

5. Cross Talk.
           Cross talk antara urat
  (pair) kabel diukur dan tidak
  boleh lebih jelek lagi dari nilai 74
  dB pada frekuensi 1300 Hz dan
  kondisi kabel pada keadaan
  seimbang.

                                         371
                                     BAB IX.
                      PROTEKSI SISTEM PENYALURAN

    Relai adalah suatu alat yang              diamankan ke Relai (besaran
bekerja secara otomatis untuk                 listrik sekunder)
mengatur/      memasukan         suatu     3. Pemutus Tenaga (PMT) untuk
rangkaian listrik (rangkaian trip atau        memisahkan bagian sistem yang
alarm) akibat adanya perubahan                terganggu.
lain.                                      4. Baterai beserta alat pengisi
                                              (bateray        charger)     sebagai
9.1.Perangkat Sistem Proteksi.                sumber tenaga untuk bekerjanya
                                              relai, peralatan bantu triping.
       Proteksi      terdiri     dari
                                           5. Pengawatan (wiring) yang terdiri
seperangkat       peralatan    yang
                                              dari     sirkit   sekunder     (arus
merupakan sistem yang terdiri dari
                                              dan/atau tegangan), sirkit triping
komponen-komponen berikut :
                                              dan sirkit peralatan bantu.
1. Relai, sebagai alat perasa untuk
                                                 Secara garis besar bagian dari
   mendeteksi adanya gangguan
                                           Relai proteksi terdiri dari tiga bagian
   yang     selanjutnya      memberi
                                           utama, seperti pada blok diagram
   perintah trip kepada Pemutus
                                           (gambar.9.1), dibawah ini :
   Tenaga (PMT).
2. Trafo    arus    dan/atau    trafo
   tegangan sebagai alat yang
   mentransfer     besaran     listrik
   primer    dari    sistem     yang
                                                                     Ke rangkaian
                                                                    Pemutus/sinyal

I




                                     Elemen                Elemen
             Elemen                Pengindera             Pengukur
           Pembanding




                                                                           +

                   Gambar 9.1 . Blok Diagram Relai proteksi


                                                                               372
Masing-masing elemen/bagian          Sebagai alat pembanding sekaligus
mempunyai fungsi sebagai berikut :   alat pengukur adalah relai, yang
                                     bekerja    setelah    mendapatkan
9.1.1.Elemen pengindera.             besaran dari alat pengindera dan
                                     membandingkan dengan besar
    Elemen ini berfungsi untuk
                                     arus penyetelan dari kerja relai.
merasakan besaran-besaran listrik,
                                         Apabila besaran tersebut tidak
seperti arus, tegangan, frekuensi,
                                     setimbang atau melebihi besar arus
dan sebagainya tergantung relai
                                     penyetelannya, maka kumparan
yang dipergunakan.
                                     Relai akan bekerja menarik kontak
    Pada bagian ini besaran yang
                                     dengan cepat atau dengan waktu
masuk akan dirasakan keadaannya,
                                     tunda dan memberikan perintah
apakah keadaan yang diproteksi itu
                                     pada kumparan penjatuh (trip-coil)
mendapatkan gangguan atau dalam
                                     untuk bekerja melepas PMT.
keadaan normal, untuk selanjutnya
                                     Sebagai sumber energi/penggerak
besaran tersebut dikirimkan ke
                                     adalah sumber arus searah atau
elemen pembanding.
                                      baterai.
9.1.2. Elemen pembanding.
                                     Gambar 9.2. Rangkaian Relai
    Elemen ini berfungsi menerima                proteksi sekunder
besaran setelah terlebih dahulu
besaran itu diterima oleh elemen                    Relai
oleh elemen pengindera untuk
membandingkan besaran listrik         C
pada saat keadaan normal dengan
besaran arus kerja relai.

9.1.3. Elemen pengukur/penentu.
    Elemen ini berfungsi untuk
mengadakan perubahan secara
                                            Rangkaian
cepet pada besaran ukurnya dan
akan segera memberikan isyarat
untuk     membuka     PMT    atau
memberikan sinyal.                   9.1.4. Fungsi dan Peranan Relai
      Pada     sistem     proteksi          Proteksi
menggunakan       Relai   proteksi
sekunder seperti gambar 9. 2            Maksud dan tujuan pemasangan
                                     Relai proteksi      adalah untuk
    Transformator arus ( CT )        mengidentifikasi gangguan dan
berfungsi sebagai alat pengindera    memisahkan bagian jaringan yang
yang merasakan apakah keadaan        terganggu dari bagian lain yang
yang diproteksi dalam keadaan        masih   sehat    serta   sekaligus
normal atau mendapat gangguan.       mengamankan bagian yang masih

                                                                     373
sehat dari kerusakan atau kerugian     gangguan     tersebut    dengan
yang lebih besar, dengan cara :        rangsangan minimum     dan bila
1. Mendeteksi adanya gangguan          perlu hanya mentripkan pemutus
   atau keadaan abnormal lainnya       tenaga (PMT) untuk memisahkan
   yang dapat membahayakan             bagian sistem yang terganggu,
   peralatan atau sistem.              sedangkan bagian sistem yang
2. Melepaskan         (memisahkan)     sehat dalam hal ini tidak boleh
   bagian sistem yang terganggu        terbuka.
   atau yang mengalami keadaan
   abnormal      lainnya     secepat   9.2.2. Selektif.
   mungkin sehingga kerusakan
                                            Selektivitas dari relai proteksi
   instalasi yang terganggu atau
                                       adalah suatu kualitas kecermatan
   yang dilalui arus gangguan
                                       pemilihan      dalam    mengadakan
   dapat dihindari atau dibatasi
                                       pengamanan. Bagian yang terbuka
   seminimum        mungkin      dan
                                       dari suatu sistem oleh karena
   bagian sistem lainnya tetap
                                       terjadinya gangguan harus sekecil
   dapat beroperasi.
                                       mungkin, sehingga daerah yang
3. Memberikan          pengamanan
                                       terputus menjadi lebih kecil.
   cadangan bagi instalasi lainnya.
                                            Relai proteksi hanya akan
4. Memberikan              pelayanan
                                       bekerja selama kondisi tidak normal
   keandalan dan mutu listrik yang
                                       atau    gangguan       yang    terjadi
   tbaik kepada konsumen.
                                       didaerah pengamanannya dan tidak
5. Mengamankan               manusia
                                       akan bekerja pada kondisi normal
   terhadap        bahaya       yang
                                       atau pada keadaan gangguan yang
   ditimbulkan oleh listrik.
                                       terjadi         diluar        daerah
                                       pengamanannya
9.2. Syarat-syarat Relai Proteksi
   Dalam     perencanaan    sistem     9.2.3. Cepat.
proteksi, maka untuk mendapatkan
                                          Makin cepat relai proteksi
suatu sistem proteksi yang baik
                                       bekerja,   tidak    hanya   dapat
diperlukan persyaratan-persyaratan
                                       memperkecil kemungkinan akibat
sebagai berikut :
                                       gangguan,        tetapi     dapat
                                       memperkecil           kemungkinan
9.2.1. Sensitif.
                                       meluasnya akibat yang ditimbulkan
   Suatu Relai proteksi bertugas       oleh gangguan.
mengamankan suatu alat atau
suatu bagian tertentu dari suatu       9.2.4. Andal.
sisitem tenaga listrik, alat atau
                                          Dalam keadaan normal atau
bagian sisitem yang termasuk
                                       sistem yang tidak pernah terganggu
dalam jangkauan pengamanannya.
                                       relai proteksi tidak bekerja selama
   Relai   proteksi    mendetreksi
                                       berbulan-bulan mungkin bertahun-
adanya gangguan yang terjadi di
                                       tahun, tetapi relai proteksi bila
daerah pengamanannya dan harus
                                       diperlukan harus dan pasti dapat
cukup sensitif untuk mendeteksi
                                                                         374
bekerja, sebab apabila relai gagal     dihindari dan kestabilan sistem
bekerja    dapat    mengakibatkan      dapat terjaga.
kerusakan yang lebih parah pda              Sebaliknya jika proteksi gagal
peralatan yang diamankan atau          bekerja atau terlalu lambat bekerja,
mengakibatkan bekerjanya relai lain    maka       arus      gangguan     ini
sehingga daerah itu mengalami          berlangsung lebih lama, sehingga
pemadaman yang lebih luas.             panas yang ditimbulkannya dapat
.Untuk        tetap      menjaga       mengakibatkan kebakaran yang
keandalannya, maka relai proteksi      hebat, kerusakan yang parah pada
harus dilakukan pengujian secara       peralatan instalasi dan ketidak
periodik.                              stabilan sistem.
                                            Tangki     trafo   daya    yang
9.2.5. Ekonomis.                       menggelembung atau jebol akibat
                                       gangguan         biasanya     karena
     Dengan biaya yang sekecilnya-
                                       kegagalan kerja atau kelambatan
kecilnya diharapkan relai proteksi
                                       kerja proteksi. Kegagalan atau
mempunyai             kemampuan
                                       kelambatan kerja proteksi juga akan
pengamanan       yang    sebesar-
                                       mengakibatkan bekerjanya proteksi
besarnya.
                                       lain disebelah hulunya (sebagai
                                       remote back up) sehingga dapat
9.2.6. Sederhana.
                                       mengakibatkan pemadaman yang
    Perangkat    relai    proteksi     lebih luas atau bahkan runtuhnya
disyaratkan mempunyai bentuk           sistem (collapse).
yang sederhana dan fleksibel.
                                            Kegagalan atau kelambatan
9.3. Penyebab Terjadinya               kerja proteksi dapat disebabkan
     Kegagalan Poteksi                 antara lain oleh :

     Jika       proteksi     bekerja    - Relainya telah rusak atau tidak
sebagaimana        mestinya,  maka        konsisten bekerjanya.
kerusakan yang parah akibat             - Setelan (seting) Relainya tidak
gangguan         mestinya     dapat       benar(kurang        sensitif   atau
dihindari/dicegah sama sekali, atau       kurang cepat).
kalau gangguan itu disebabkan           - Baterainya        lemah        atau
karena sudah adanya kerusakan             kegagalan sistem DC suply
(insulation break down di dalam           sehingga        tidak        mampu
peralatan), maka kerusakan itu            mengetripkan PMT-nya.
dapat dibatasi sekecilnya.              - Hubungan kotak kurang baik
     Proteksi yang benar harus            pada     sirkit    tripping    atau
dapat bekerja cukup cepat, selektif       terputus.
dan andal sehingga kerusakan            - Kemacetan mekanisme tripping
peralatan yang mungkin timbul             pada PMT-nya karena kotor,
akibat busur gangguan atau pada           karat, patah atau meleset.
bagian      sistem/peralatan   yang     - Kegagalan         PMT         dalam
dilalalui arus gangguan dapat             memutuskan arus gangguan
                                                                          375
   yang bisa disebabkan oleh arus        dengan sendirinya bila PMT
   gangguanya        terlalu    besar    terbuka, misalnya sambaran petir
   melampaui             kemampuan       yang menyebabkan flash over pada
   pemutusan              (interupting   isolator SUTT. Pada keadaan ini
   capability), atau kemampuan           PMT dapat segera dimasukan
   pemutusannya telah menurun,           kembali, secara manual atau
   atau karena ada kerusakan.            otomatis dengan AutoRecloser.
 - Kekurang              sempurnaan            Gangguan permanen adalah
   rangkaian      sistem      proteksi   gangguan yang tidak hilang dengan
   antara lain adanya hubungan           sendirinya,   sedangkan      untuk
   kontak yang kurang baik.              pemulihan diperlukan perbaikan,
 - Kegagalan saluran komunikasi          misalnya kawat SUTT putus.
   tele proteksi.
 - Trafo arus terlalu jenuh.             9.4.2. Gangguan Non Sistem
                                              PMT terbuka tidak selalu
9.4. Gangguan Pada            Sistem
                                         disebabkan        oleh     terjadinya
     Penyaluran
                                         gangguan pada sistem, dapat saja
                                         PMT terbuka oleh karena relai yang
     Jaringan tenaga listrik yang
                                         bekerja sendiri atau kabel kontrol
terganggu harus dapat segera
                                         yang terluka atau oleh sebab
diketahui dan dipisahkan dari
                                         interferensi dan lain sebagainya.
bagian jaringan lainnya secepat
                                         Gangguan seperti ini disebut
mungkin dengan maksud agar
                                         gangguan bukan pada sistem,
kerugian yang lebih besar dapat
                                         selanjutnya disebut gangguan non–
dihindarkan.
                                         sistem.
     Gangguan        pada    jaringan
                                              Jenis gangguan non-sistem
tenaga     listrik    dapat    terjadi
                                         antara lain :
diantaranya      pada     pembangkit,
                                            kerusakan komponen relai ;
jaringan transmisi atau di jaringan
                                            kabel kontrol terhubung singkat ;
distribusi. Penyebab gangguan
                                            interferensi / induksi pada kabel
tersebut         tersebut       dapat
                                             kontrol.
diakibatkan oleh gangguan sistem
dan non sistem.
                                         9.5. Proteksi Penghantar
9.4.1. Gangguan Sistem                        Jaringan tenaga listrik secara
                                         garis besar terdiri dari pusat
     Gangguan      sistem      adalah
                                         pembangkit,     jaringan   transmisi
gangguan yang terjadi di sistem
                                         (gardu induk dan saluran transmisi)
tenaga     listrik   seperti    pada
                                         dan jaringan distribusi, seperti
generator, trafo, SUTT, SKTT dan
                                         diperlihatkan pada gambar 9.3.
lain sebagainya. Gangguan sistem
dapat    dikelompokkan        sebagai
gangguan permanen dan gangguan
temporer.     Gangguan       temporer
adalah gangguan yang hilang
                                                                          376
           PUSAT LISTRIK              TRANSMISI                  GARDU              DISTRIBUSI
                                                                 INDUK




P           G
M




                       Gambar 9.3. Jaringan sistem tenaga listrik

    Dalam usaha untuk meningkatkan                         Blok diagram Sistem proteksi
    keandalan penyediaan energi listrik,                   Penghantar diperlihatkan pada
    kebutuhan sistem proteksi yang                         Gambar 9. 4.
    memadai tidak dapat dihindarkan.

                            Perintah buka

                                                         Transmisi




                                              Relai            Sinyal kirim           Relai
                  Masukan
                                             Proteksi          Sinyal terima        Proteksi
                  besaran arus
                  dan tegangan

                                            Catu Daya
                                             (battere)




                           Indikasi relai
                                                                               Evaluasi
                           Data Scada

                      Disturbance Recorder



                 Gambar 9.4. Blok diagram sistem proteksi Penghantar

                                                                                                 377
     Sistem proteksi jaringan (SUTT   Jawa dan untuk selanjutnya akan
dan SUTET) terdiri dari Proteksi      disebut sebagai pola standar.
Utama dan Proteksi Cadangan.          Namun demikian, disamping pola
Relai untuk proteksi utama yang       yang standar terdapat dua pola lain
dikenal saat ini :                    yang non standar.
a) Distance Relai                          Pola non standar yang pertama
        Basic atau Step               mempunyai dua LP, yaitu : i) LP(a)
        PUTT                          berupa Directional Comparison
        POTT                          (DC) dari jenis Non-Impedance
        Blocking                      Relai, yang di-backup oleh sebuah
b) Differential Relai                 Distance Relai tanpa Tele Proteksi,
        Pilot                         ii) LP(b) berupa distance Relai +
        Current                       DEF dengan Tele Proteksi, yang di-
        Phase                         backup oleh sebuah Distance Relai
c) Directional Comparison Relai       tanpa Tele Proteksi. Pola ini hanya
        Impedance                     digunakan pada SUTET Saguling -
        Current                       Cirata 1.
        SuperImposed                       Pola non standar yang kedua
Proteksi Cadangan adalah sebagai      mempunyai LP(a) berupa Phase
berikut :                             Comparison yang di backup oleh
    Sistem proteksi cadangan lokal    Distance Relai tanpa Tele Proteksi,
    : OCR & GFR                       dan LP(b) berupa Distance Relai +
    Sistem proteksi cadangan jauh :   DEF dengan Tele Proteksi yang di-
    Zone 2 GI remote                  backup oleh Distance Relai tanpa
                                      Tele Proteksi. Pola ini hanya
9.6. Sistem Proteksi SUTET            digunakan pada SUTET Saguling -
                                      Cirata 2.
     Pada dasarnya, hanya ada
satu pola pengaman SUTET yang
dipakai pada sistem transmisi 500
kV di pulau Jawa, yaitu suatu pola
yang menggunakan dua Line
Protection (LP) berupa Distance
Relai (Z) + Tele Proteksi (TP) yang
identik, disebut LP(a) dan LP(b).
Pada setiap LP terdapat Directional
Earth Fault Relai (DEF) sebagai
komplemennya.
Pola ini selanjutnya dilengkapi
dengan Reclosing Relai untuk
melakukan SPAR. Pola ini dipakai
di hampir seluruh SUTET PLN di


                                                                     378
                                Tabel 9.1. Pola Standar


       Pola                         LPa                              LPb
                           Main            Backup            Main          Backup
 Pola standar           Z+DEF+TP               Z          Z+DEF+TP           Z
 Pola           non            DC              Z          Z+DEF+TP           Z
 standar I
 Pola           non            PC              Z            Z + TP           Z
 standar II

9.7. Media Telekomunikasi
                                                   9.8. Distance Relai ( Relai Jarak)
    Media PLC dapat digunakan
untuk Distance Relai, Comparison                        Relai jarak digunakan sebagai
Directional Relai, dan Comparison                  pengaman utama (main protection)
Phase Relai. Media Fibre Optic                     pada SUTT/SUTET dan sebagai
dapat digunakan untuk Distance                     backup untuk seksi didepan. Relai
Relai, relai directional comparison,               jarak bekerja dengan mengukur
relai phase comparison, dan relai                  besaran impedansi (Z) transmisi
current differential.                              dibagi menjadi beberapa daerah
     Media Micro Wave dapat                        cakupan yaitu Zone-1, Zone-2,
digunakan untuk distance Relai,                    Zone-3, serta dilengkapi juga
relai directional comparison, relai                dengan teleproteksi (TP) sebagai
phase comparison, dan relai current                upaya agar proteksi bekerja selalu
differential. Kabel Pilot dapat                    cepat dan selektif di dalam daerah
digunakan      untuk     relai  pilot              pengamanannya.
differential.

                                                            Zone-3

                                          Zone-2

                      Zone-1



                       Gambar .9.5. Daerah pengamanan relai jarak

9.8.1. Prinsip Kerja Relai Jarak                   arus, maka impedansi sampai titik
                                                   terjadinya gangguan dapat di
    Relai jarak mengukur tegangan
                                                   tentukan. Perhitungan impedansi
pada titik relai dan arus gangguan
                                                   dapat dihitung      menggunakan
yang terlihat dari relai, dengan
                                                   rumus sebagai berikut :
membagi besaran tegangan dan
                                                                                    379
       Zf = Vf/If                           Bila harga impedansi ganguan
Dimana :                                    lebih kecil dari pada impedansi
Zf = Impedansi (ohm)                        seting relai maka relai akan
Vf = Tegangan (Volt)                        trip.
If =Arus gangguan                           Bila harga impedansi ganguan
     Relai jarak akan bekerja               lebih besar dari pada impedansi
dengan      cara  membandingkan             seting relai maka relai akan
impedansi gangguan yang terukur             tidak trip.
dengan impedansi seting, dengan        Gambar 9.6. merupakan block
ketentuan :                            diagram relai jarak yang terpasang
                                       di instalasi yang terdiri dari :

 HV APPARATUS              MK                    PANEL RELAI


      M                  MCB VT Bus
     PMS
     REL

                         Close
  PMT

                         Trip                          Syncro
                                                      Chek (25)
      CT
                         Rang. Arus

      M                                                Auto
                         Posisi PMT                   Rec (79)
       PMS
      LINE               Mekanik PMT
                 PMS
                TANAH                                 Distance
                                                      Relai (21)




                         MCB VT Line

                                                    PANEL PLC

                                            CR
                                            CS


                     Gambar 9.6. Block diagram relai jarak

                                                                       280
1. Peralatan tegangan tinggi (HV
   apparatus)                             Pada saat terjadi gangguan
    PMT                               tiga fasa yang simetris maka
    PMS                               amplitudo        tegangan      fasa
    CT                                VR,VS,VT turun dan beda fasa
    PT Line dan Bus                   tetap 120 derajat. Impedansi yang
2. Marshalling Kios                   diukur relai jarak pada saat terjadi
     MCB PT                           gangguan hubung singkat tiga fasa
     MCB sumber AC/DC                 adalah sebagai berikut :
     Terminal rangkaian arus (CT)
     dan tegangan (PT).                      Vrelai = VR
     Terminal limit switch PMT dan
                                             Irelai=IR
     PMS
     Terminal rangkaian trip dan             ZR= VR /IR
     reclose
3. Panel Relai
                                      Dimana,
     MCB AC dan DC
                                      ZR = impedansi terbaca oleh relai
     Relai Jarak
                                      VR = Tegangan fasa ke netral
     Relai Lock Out
                                      IR = Arus fasa
     Aux. Relai
                                      9.7.4.Gangguan Hubung Singkat
4. Panel PLC
                                            Dua Fasa
     Sinyal Kirim (carrier send)
     Sinyal terima (carrer reciept)
                                          Untuk mengukur impedansi
     Sinyal CIS
                                      pada saat terjadi gangguan
                                      hubung     singkat    dua    fasa,
9.8.2. Pengukuran Impedansi
                                      tegangan     yang    masuk      ke
      Gangguan Oleh Relai Jarak
                                      komparator relai adalah tegangan
                                      fasa yang terganggu, sedangkan
     Menurut jenis gangguan pada
                                      arusnya adalah selisih (secara
sistem tenaga listrik, terdiri dari
                                      vektoris)     arus-arus      yang
gangguan hubung singkat tiga fasa,
                                      terganggu.    Maka     pengukuran
dua fasa, dua fasa ke tanah dan
                                      impedansi untuk hubung singkat
satu fasa ke tanah. Relai jarak
                                      antara fasa S dan T adalah
sebagai pengaman utama harus
                                      sebagai berikut :
dapat mendeteksi semua jenis
gangguan        dan       kemudian
                                        V relai          =   VS – VT
memisahkan sistem yang terganggu
dengan sistem yang tidak terganggu.     I relai          =   IS - IT




9.8.3. Gangguan Hubung Singkat
      Tiga Fasa

                                                                       381
Sehingga,
                   VS VT
            ZR =
                    IS IT

    Tabel. 9.2. Tegangan dan arus masukan relai untuk gangguan hubung
                 singkat dua fasa

      Fasa              yang   Tegangan                                Arus
      terganggu
      R-S                      VR-VS                        IR - IS
      S-T                      VS-VT                        I S - IT
      T-R                      VT-VR                        IR - I T


9.8.5. Gangguan Hubung Singkat                  terganggu, sedangkan arus fasa
      Satu Fasa Ke Tanah                        terganggu di tambah arus sisa dikali
                                                factor kompensasi.
Untuk mengukur impedansi pada                   Misalnya terjadi gangguan hubung
saat hubung singkat satu fasa ke                singkat satu fasa R ke tanah, maka
tanah, tegangan yang dimasukkan                 pengukuran impedansi dilakukan
ke relai adalah tegangan yang                   dengan cara sebagai berikut :

Tegangan pada relai             :      Vrelai = VR
Arus pada relai                 :      I relai = IR+K0.In
Arus netral                     :      In = IR + IS + IT
Kompensasi urutan nol           :      K0=1/3(Z0 - Z1/Z2)
Z1=VR/(IR+K0.In)

Tabel.9.3.Tegangan dan arus masukan relai untuk gangguan hubung singkat
          satu fasa ke tanah

            Fasa yang                  Tegangan                        Arus
            terganggu
               R-N                        VR                IR + K0.In
               S-N                        VS                IS + K0.In
               T-N                        VT                IS + K0.In

Impedansi urutan nol akan timbul                tersebut. Sehingga impedansi yang
pada gangguan tanah. Adanya K0                  terukur menjadi benar.
adalah untuk mengkompensasi
adanya impedansi urutan nol
                                                                                382
9.9. Karakteristik Relai Jarak               sehingga mempunyai sifat non
                                             directional. Untuk diaplikasikan
    Karakteristik      relai   jarak         sebagai pengaman SUTT perlu
merupakan penerapan langsung                 ditambahkan relai directional.
dari prinsip dasar relai jarak,              Mempunyai          keterbatasan
karakteristik ini biasa digambarkan          mengantisipasi gangguan tanah
didalam diagram R-X.                         high resistance.
                                             Karakteristik impedan sensitive
9.9.1. Karakteristik impedansi               oleh      perubahan       beban,
                                             terutama untuk SUTT yang
Ciri-ciri nya :                              panjang sehingga jangkauan
                                             lingkaran    impedansi     dekat
    Merupakan lingkaran dengan               dengan daerah beban.
    titik pusatnya ditengah-tengah,

                                   X
                                            ZL




                                       Z1 Z2 Z3
                                                            R




                                              Directional



                     Gambar 9.7. Karakteristik Impedansi

9.9.2. Karakteristik Mho                     Mempunyai keterbatasan untuk
                                             mengantisipasi gangguan tanah
Ciri-ciri :                                  high resistance.
                                             Untuk SUTT yang panjang
    Titik     pusatnya   bergeser            dipilih      Zone-3      dengan
    sehingga     mempunyai   sifat           karakteristik Mho lensa geser.
    directional.




                                                                         383
                           X
                                              ZL




                                 Z1 Z2 Z3

                                                           R




                         Gambar 9.8. Karakteristik Mho

                       X
                                         ZL




                           Z1    Z2 Z3
                                                       R


                        Gambar 9.9. Karakteristik Mho
               Z1,Z2 parsial Cross-polarise Mho, Z3 Lensa geser

9.9.3. Karakteristik Reaktance                     gangguan       tanah   dengan
                                                   tahanan tinggi.
Ciri-ciri :
    Karateristik            reaktance
    mempunyai sifat non directional.
    Untuk aplikasi di SUTT perlu
    ditambah relai directional.
    Dengan       seting    jangkauan
    resistif cukup besar maka relai
    reactance dapat mengantisipasi

                                                                             384
                        X                 Z



                                 Z3


                                 Z2

                                              R




         Gambar 9. 10. Karakteristik Reaktance dengan Starting Mho

9.9.4. Karakteristik Quadrilateral

Ciri-ciri :                                    karakteristik relai quadrilateral
    Karateristik        quadrilateral          dapat mengantisipasi gangguan
    merupakan kombinasi dari 3                 tanah dengan tahanan tinggi.
    macam komponen yaitu :                     Umumnya kecepatan relai lebih
    reactance, berarah dan resistif.           lambat dari jenis mho.
    Dengan       seting   jangkauan
    resistif cukup besar       maka

                         X        ZL



                                   Z3


                                   Z2


                                   Z1
                                                        R




                    Gambar 9.11. Karakteristik Quadrilateral




                                                                            385
9.10. Pola Proteksi                            9.10.1. Pola Dasar
     Agar gangguan sepanjang                   Ciri-ciri Pola dasar :
SUTT dapat ditripkan dengan                        Tidak ada fasilitas sinyal PLC
seketika pada kedua sisi ujung                     Untuk lokasi gangguan antara
saluran, maka relai jarak perlu                    80 – 100 % relai akan bekerja
dilengkapi fasilitas teleproteksi.                 zone-2 yang waktunya lebih
                                                   lambat (tertunda).


    Z1                                                                           Z1
                                   TRIP           TRIP


    Z2         TZ2            OR                         OR         TZ2
                                                                                 Z2

         T
    Z3
               TZ3                                                    TZ3        Z3



         Z2 = Timer zone 2
         TZ3 = Timer zone 3

                 Gambar 9.12. Rangkaian logic Basic Scheme
9.10.2. Pola PUTT (Permissive                zone-2 bekerja disertai dengan
      Underreach Transfer Trip)              menerima        sinyal. (carrier
                                             receipt).
Prinsip Kerja dari pola PUTT :               Bila terjadi kegagalan sinyal
    Pengiriman sinyal trip (carrier          PLC maka relai jarak kembali ke
    send) oleh relai jarak zone-1.           pola dasar.
    Trip seketika oleh teleproteksi          Dapat menggunakan berbeda
    akan terjadi bila relai jarak            type dan relai jarak.
        .
                         CS                                                 CS


     Z1                                                                     Z1
                                   TRIP          TRIP

     Z2         TZ2           OR                         OR     TZ2
                                                                            Z2


     C         AND                                               AND
                                                                            C



         CS = sinyal kirim         Z2 = trip zone 2
         CR = sinyal terima        TZ2 = waktu trip zone 2

                      Gambar 9. 13. Rangkaian logic Pola PUTT
                                                                                      386
9.10.3. Permissive               Overreach           zone-2 bekerja disertai dengan
transfer Trip                                        menerima        sinyal  (carrier
                                                     receipt).
Prinsip Kerja dari pola POTT :                       Bila terjadi kegagalan sinyal
    Pengiriman sinyal trip (carrier                  PLC maka relai jarak kembali ke
    send) oleh relai jarak zone-2.                   pola dasar.
    Trip seketika oleh teleproteksi                  Dapat menggunakan berbeda
    akan terjadi bila relai jarak                    type dan relai jarak.

                            CS                                                        CS

     Z1                                                                               Z1
                                           TRIP     TRIP

     Z2         TZ2              OR                            OR         TZ2
                                                                                      Z2


     CR         AND                                                        AND
                                                                                      CR


          CR = sinyal terima    tZ2 = waktu trip zone 2
                    Gambar 9.14. Rangkaian logic Pola POTT

9.10.4. Pola Blocking (Blocking                      tidak ada penerimaan sinyal
Scheme)                                              block. (carrier receipt).
   Prinsip Kerja dari pola Blocking :                Bila terjadi kegagalan sinyal
    Pengiriman sinyal block (carrier                 PLC maka relai jarak akan
    send) oleh relai jarak zone-3                    mengalami mala kerja.
    reverse.                                         Membutuhkan         sinyal PLC
    Trip seketika oleh teleproteksi                  cukup half duplex.
    akan terjadi bila relai jarak                    Relai jarak yang dibutuhkan
    zone-2 bekerja disertai dengan                   merk dan typenya sejenis.
          Z1                                                                     Z1
                                            TRIP   TRIP

                      TZ2             OR                  OR         TZ2         Z2
          Z2


                  AND                                                AND
          CR                                                                     CR


          Z3          TZ3                                           TZ2          Z3
          Rev                                                                    Re
                                                                                 v

                      AND                                      CS   AND
                                 CS

                 Gambar 9. 15. Ranglaian Logic Blocking Scheme
                                                                                           287
9.10.5. Penyetelan Daerah Jangkauan pada Relai Jarak

       Local bus                Near and bus                    far and bus


                                                           Zone-3(A)               Zone-3(B)

                                     Zone-2(A)                         Zone-2(B)

                   Zone-1(A)                   Zone-1(B)




           A                         B                                 C




             Gambar 9.16. Daerah penyetelan Relai jarak tiga tingkat

     Relai jarak pada dasarnya                   9.10.6. Penyetelan Zone-1
bekerja       mengukur      impadansi
                                                      Dengan      mempertimbangkan
saluran, apabila impedansi yang
                                                 adanya kesalahan-kesalahan dari
terukur / dirasakan relai lebih kecil
                                                 data saluran, CT, PT, dan peralatan
impedansi tertentu akibat gangguan
                                                 penunjang lain sebesar 10% - 20 %
( Zset < ZF ) maka relai akan bekerja.
                                                 , zone-1 relai disetel 80 % dari
Prinsip ini dapat memberikan
                                                 panjang saluran yang diamankan.
selektivitas pengamanan, yaitu
                                                 Zone-1 = 0,8 . Z L1 (Saluran) ....
dengan mengatur hubungan antara
                                                  Waktu kerja relai seketika, (t1= 0)
jarak dan waktu kerja relai.
                                                 tidak dilakukan penyetelan waktu .
Penyetelan relai jarak terdiri dari
tiga       daerah        pengamanan,
                                                 9.10.7. Penyetelan Zone-2
Penyetelan zone-1 dengan waktu
kerja relai t1, zone-2 dengan waktu                   Prinsip  peyetelan    Zone-2
kerja relai t2 , dan zone-3 waktu                adalah berdasarkan pertimbangan-
kerja relai t3 .                                 pertimbangan sebagai berikut :

                                                     Zone-2 min = 1,2 . ZL1


                                                                                   388
   Zone-2   mak   = 0,8 (Z   L1   + 0,8. ZL2)       1. Mendeteksi            adanya
                                                        gangguan.
Dengan : ZL1 = Impedansi saluran                    2. Menentukan jenis gangguan
  yang diamankan.                                       dan memilih fasa yang
ZL1 = Impedansi saluran berikutnya                      terganggu.
     yang terpendek ( )                         Prinsip penyetelan starting di bagi
                                                2, yaitu :
Waktu kerja relai t2= 0.4 s/d 0.8 dt.           1. Starting arus lebih :
                                                   I fasa-fasa = 1.2 CCC atau ct
9.10.8. Penyetelan zone-3                          I fasa-netral = 0.1. CCC atau ct
                                                2. Starting impedansi
     Prinsip penyetelan    zone-3                   Zsmin = 1.25 x Zone-3
adalah berdasarkan pertimbangan-                   Zs max= 0.5 x kV/(CCC atau
pertimbangan sebagai berikut :                     Ct x 3)

Zone-3min = 1.2 ( ZL1 + 0,8.ZL2 )               9.10.11. Penyetelan Resistif reach
                                                     Fungsi     penyetelan     resistif
Zone-3mak1 = 0,8 ( ZL1 + 1,2.ZL2 )
                                                reach      adalah     mengamankan
                                                gangguan yang bersifat high
Zone-3mak2 = 0,8 ( ZL1 + k.ZTR )                resistance.    Prinsip    penyetelan
                                                resistif reach (Rb) tidak melebihi
Dengan : L1 = Impedansi saluran
                                                dari kreteria setengah beban (1/2 Z
yang diamankan
                                                beban ).
ZL2 = Impedansi saluran berikutnya
                                                    Untuk system 70 kV :
      yang terpanjang
                                                         Rb = 15 x Zone-1 x k0 x 2.
Waktu kerja relai t3= 1.2 s/d 1.6 dt.
                                                    Untuk system 150 dan 500 kV :
                                                         Rb = 8 x Zone-1 x k0 x 2
9.10.9. Peyetelan zone-3 reverse
     Fungsi    penyetelan     zone-3            9.10.12. Directional Comparison
reverse adalah digunakan pada                          Relai.
saat pemilihan teleproteksi pola
blocking. Dasar peyetelan zone-3                     Relai penghantar yang prinsip
reverse ada dua jenis :                         kerjanya membandingkan arah
    Bila Z3 rev memberi sinyal trip.            gangguan, jika kedua relai pada
         Zone-3 rev = 1.5 Z2-ZL1                penghantar merasakan gangguan
    Bila Z3 rev tidak memberi sinyal            di depannya maka relai akan
    trip.                                       bekerja. Cara kerjanya ada yang
         Zone-3 rev = 2 Z2-ZL1.                 menggunakan             directional
                                                impedans, directional current dan
9.10.10. Penyetelan Starting                    superimposed.
  Fungsi starting relai jarak adalah :



                                                                                  389
  A                                                                        B




            DIR                                              DIR




                       T                                 T


        &              R       Signalling channel                   &
                                                         R


                      Gambar 9.17. Directional comparison relai

9.11. Current Differential Relai
     Prinsip kerja pengaman differensial arus saluran transmisi mengadaptasi
prinsip kerja diferensial arus, yang membedakannya adalah daerah yang
diamankan cukup panjang sehingga diperlukan :
     Sarana komunikasi antara ujung-ujung saluran.
     Relai sejenis pada setiap ujung saluran.
     Karena ujung-ujung saluran transmisi dipisahkan oleh jarak yang jauh
maka masing-masing sisi dihubungkan dengan :
     kabel pilot
     saluran telekomunikasi : microwave, fiber optic.


              End A                                                End B




                                          I
                                 IA                 IB

                  Relai A                                     Relai B
                   Gambar 9.18. Relai arus differensial Transmisi


                                                                               390
      Tanpa gangguan atau gangguan eksternal
      IA +IB = 0
      Keadaan gangguan internal
      IA +IB 0 (= IF)

 9.11.1. Pilot Relai


                                    OP                  OP

                                B                             B
                            v                                     v




                           Gambar 9. 19. Balanced Voltage




                                       B                B
                                               I
                                OP                           OP



                                           I
                       Gambar 9. 20. Circulating Current

     Umumnya diterapkan untuk                      diferensial    dengan       circulating
mengatasi kesulitan koordinasi                     current atau relai diferensial dengan
dengan relai arus lebih pada                       balanced voltage seperti pada
jaringan yang kompleks atau sangat                 gambar.9.21.
pendekdan kesulitan koordinasi
dengan relai jarak untuk jaringan                  9.11.2. Phase Comparison Relai
yang sangat pendek. Pada saluran
                                                        Prinsip kerja membandingkan
udara faktor pembatas dari relai ini
                                                   sudut fasa antara arus yang masuk
adalah panjang dari rangkaian pilot,
                                                   dengan arus yang keluar daerah
sedangkan pada saluran kabel
                                                   pengaman. Prinsip kerja diperlihat-
adalah arus charging kabel dan
                                                   kan pada gambar, 9.21.     dimana
sistem pentanahan.
                                                   pada saat gangguan internal output
     Prinsip kerja relai diferensial
                                                   dari comparator memberikan nilai 1
arus saluran transmisi yaitu relai

..
                                                                                     391
                            A                        B          A                    B

 a. Fasa arus di A



 b. Logic fasa arus di A




 c. Fasa arus di B


 d. Logic fasa arus di B




 Output comparator di A :
   e=b+d


Output discriminator
                                                                 Stability


                                Gangguan eksternal             Gangguan internal


       Gambar 9. 21. Gelombang sudut fasa pada Phase Comparison Relai

9.11.3. Super Imposed Directional                    Untuk gangguan di depan :        Vr
        Relai                                         -ø rep dan          ir mempunyai
    Elemen directional mengguna-                     polaritas     yang      berlawanan
kan sinyal superimposed                              sedangkan untuk gangguan di
                                                     belakang :    Vr    -ø rep dan    ir
 Superimposed = faulted - unfaulted                  mempunyai polaritas yang sama
Selama gangguan tegangan dan                         Arah ditentukan dari persamaan :
arus berubah sebesar Vr dan ir,                      Dop = | Vr -ø rep - ir | - |
perubahan ini dikenal sebagai                        Vr -ø rep + ir |
besaran superimposed.                                Dop positip untuk gangguan arah
                                                     depan dan Dop negatip untuk
                                                     gangguan        arah      belakang


                                                                                     392
             Forward Fault
                                                               ir


      t=0                                                             Vr
                                                                                    Zs


                  -        Vr                            -     Vr
          ir =                                   ir =                        -ø s
             R         Zs                                    |Zs|
                      ir         ZL

                       Vr
     t=0
                                                                        Zs



                   +        Vr                      +   Vr          -ø LS
          ir =                            ir =
                  Zs + ZL                          |Zs + ZL|

Gambar 9. 22. Prinsip pengukuran superimposed tegangan dan arus




                                  Pht 1
    67G
                      50G
    67G
                                  Pht 2




      Gambar 9. 23. Rangkaian pengukuran Relai tanah selektif




                                                                                    393
9.11.4. Relai tanah selektif             penghantar 1 > 67G penghantar 2.
      (selection ground Relai)           Apabila salah satu pmt penghantar
                                         lepas relai 50 G tidak akan bekerja.
     Rangkaian relai tanah selektif      Setting waktu relai 50G umumnya <
(50G) dihubungkan seperti pada           setting waktu 67G.
gambar. Jika ada gangguan satu                 Relai ini dipasang pada
fasa ke tanah pada penghantar 1          penghantar dengan sirkit ganda dan
maka relai 50G akan merasakan            tidak dapat dioperasikan jika ada
gangguan demikian juga relai             pencabangan dalam penghantar
directional     ground      (67G).       tersebut (single phi atau single T).
Penghantar 1 akan trip karena 50G
kerja dan arus yang dirasakan 67G

9.11.5. Relai tanah terarah (directional ground Relai)
                                                                    A
                                                                    B
                                                                    C




                                VRES

            Gambar 9. 24. Rangkaian open delta trafo tegangan


                                         9.11.6    Relai Cadangan (Back Up
   Relai   arah    hubung     tanah
                                                  Protection)
memerlukan operating signal dan
polarising signal. Operating signal
                                             Diperlukan  apabila    proteksi
diperoleh dari arus residual melalui
                                         utama tidak dapat bekerja atau
rangkaian trafo arus penghantar
                                         terjadi gangguan pada sistem
(Iop = 3Io) sedangkan polarising
                                         proteksi utama itu sendiri. Pada
signal diperoleh dari tegangan
                                         dasarnya sistem proteksi cadangan
residual. Tegangan residual dapat
                                         dapat dibagi menjadi dua katagori,
diperoleh dari rangkaian sekunder
                                         yaitu
open delta trafo tegangan seperti
                                         a. Sistem proteksi cadangan lokal
pada Gambar 9.25.
                                             (local back up protection
 VRES = VAG + VBG + VCG = 3Vo                system)
                                                                         394
   Proteksi cadangan lokal adalah      kecepatan kerja (operating time)
   proteksi   yang    dicadangkan      Relai, kecepatan buka pemutus
   bekerja    bilamana     proteksi    tenaga (circuit breaker) dan waktu
   utama    yang     sama    gagal     kirim sinyal teleproteksi. Fault
   bekerja.       Contohnya       :    clearing time menurut SPLN 52-1
   penggunaan OCR atau GFR.            1984 untuk sistem 150 kV sebesar
b. Sistem proteksi cadangan jauh       120 ms dan untuk sistem 70 kV
   (remote back up protection          sebesar 150 ms.
   system)                                   Besaran fault clearing time
   Proteksi     cadangan        jauh   berhubungan dengan mutu tenaga
adalah         proteksi        yang    listrik di sisi konsumen, batasan
dicadangkan bekerja bilamana           Kedip menurut SE Direksi PT PLN
proteksi utama di tempat lain          (PERSERO) No. 12.E / 012 / DIR /
                                       2000       adalah 140 ms untuk
gagal bekerja. Proteksi cadangan
                                       bekerjanya proteksi utama sistem
lokal dan jauh          diusahakan     150 kV dan 170 ms untuk
koordinasi waktunya dengan             bekerjanya proteksi utama di sistem
proteksi    utama     di    tempat     70 kV, sedangkan untuk proteksi
berikutnya. Koordinasi waktu           cadangan maksimum sebesar 500
dibuat     sedemikian        hingga    ms.
proteksi cadangan dari jauh                  Fault clearing time proteksi
bekerja lebih dahulu dari proteksi     cadangan sebesar 500 ms dapat
cadangan lokal. Hal ini berarti        dicapai dengan memanfaatkan
bahwa      kemungkinan        sekali   proteksi cadangan zone 2 distance
bahwa proteksi cadangan dari           Relai dari GI remote. Dari kedua hal
                                       di atas maka untuk PLN UBS P3B
jauh akan bekerja lebih efektif
                                       fault clearing time di sistem 150 kV
dari proteksi cadangan lokal.          adalah 120 ms untuk bekerja
   Dengan penjelasan di atas
                                       proteksi utama dan 500 ms untuk
berarti bahwa waktu penundaan
                                       bekerja       proteksi      cadangan,
bagi proteksi cadangan lokal cukup
                                       sedangkan di sistem 70 kV adalah
lama sehingga mungkin sekali
                                       150 ms untuk bekerja proteksi
mengorbankan kemantapan sistem
                                       utama dan 500 ms untuk bekerja
demi     keselamatan     peralatan.
                                       proteksi cadangan.
Dengan demikian berarti pula
                                             Untuk memenuhi fault clearing
bahwa proteksi cadangan lokal
                                       time di atas maka perlu ditetapkan
hanya sekedar proteksi cadangan
                                       batasan operating time dari relai itu
terakhir     demi     keselamatan
                                       sendiri. Dengan mempertimbang-
peralatan.
                                       kan waktu kerja pmt dan waktu
                                       yang diperlukan teleproteksi maka
9.11.7. Operating Time dan Fault
                                       operating time relai proteksi utama
        Clearing Time
                                       di sistem 150 kV adalah tipikal 30
                                       ms dan pada SIR 10 dan reach
   Kecepatan pemutusan gangguan
                                       setting 80 % sebesar          40 ms,
(fault clearing time) terdiri dari
                                       sedangkan di sistem 70 kV adalah
                                                                         395
tipikal 35 ms dan pada SIR 10                        antara lain adalah a/. kerusakan
dan reach setting 80 % sebesar                       instalasi b/. timbulnya masalah
50 ms.                                               stabilitas        transient,      c/.
                                                     dimungkinkan OCR dan GFR di
9.11.8. Relai Proteksi Busbar.
                                                     sistem bekerja sehingga pemutusan
    Sebagai proteksi utama Busbar                    menyebar.
adalah relai Differensial, yang                           Persyaratan yang diperlukan
berfungsi    mengamankan         pada                untuk proteksi busbar adalah :
busbar tersebut terhadap gangguan                    1. Waktu pemutusan yang cepat
yang terjadi di busbar itu sendiri.                     (pada basic time)
Konfigurasi Busbar ada 3 macam :                     2. Bekerja untuk gangguan di
1. Busbar tunggal ( Single Busbar ).                    daerah proteksinya.
2. Busbar ganda ( Double Busbar ).          3.          Tidak bekerja untuk gangguan di
3. Busbar 1,5 PMT.                                      luar daerah proteksinya.
    Gangguan pada busbar relatif                     4. Selektfi, hanya mentripkan pmt-
jarang (kurang lebih 7 % )                              pmt yang terhubung ke seksi
dibandingkan dengan gangguan                            yang terganggu.
pada penghantar (kurang lebih 60                     5. Imune terhadap malakerja,
%) dari keseluruhan gangguan [1]                        karena proteksi ini mentripkan
tetapi dampaknya akan jauh lebih                        banyak PMT.
besar dibandingkan pada gangguan                             Jenis/pola proteksi busbar
penghantar, terutama jika pasokan                    banyak ragamnya, tetapi yang akan
yang terhubung ke pembangkit                         di bahas disini adalah proteksi
tersebut cukup besar.                                busbar diferensial dengan jenis low
Dampak yang dapat ditimbulkan                        impedans dan high impedans
oleh gangguan di bus jika
gangguan tidak segera diputuskan
..



                1   2       3   4   5   6        7       8




                    1   2       3   4   5        6       7   8

        1
        2
            R       R

Gambar.9. 25. Wiring diagram sistem proteksi untuk konfigurasi double busbar


                                                                                      396
9. 12. Proteksi Transformator              instalasi yang terganggu atau
       Tenaga                              yang dilalui arus gangguan
                                           dapat dihindari atau dibatasi
     Proteksi    transrmator   daya        seminimum       mungkin       dan
terutama bertugas untuk mencegah           bagian sistem lainnya tetap
kerusakan transformator sebagai            dapat beroperasi.
akibat adanya gangguan yang             4. Memberikan           pengamanan
terjadi       dalam        petak/bay       cadangan bagi instalasi lainnya.
transformator,      disamping     itu   5. Memberikan              pelayanan
diharapkan juga agar pengaman              keandalan dan mutu listrik yang
transformator dapat berpartisipasi         terbaik kepada konsumen.
dalam penyelenggaraan selektifitas      6.    Mengamankan             manusia
sistem, sehingga pengamanan                 terhadap      bahaya        yang
transformator hanya melokalisasi            ditimbulkan oleh listrik.
gangguan yang terjadi di dalam
petak/bay transformator saja.           9.12.2. Gangguan pada Trafo
                                                Tenaga
9.12.1. Tujuan pemasangan Relai
         proteksi Trafo Tenaga.             Gangguan pada transformator
                                        daya tidak dapat kita hindari,
    Maksud        dan       tujuan      namun akibat dari gangguan
pemasangan relai proteksi pada          tersebut     harus      diupayakan
transformator daya adalah untuk         seminimal mungkin dampaknya.
mengamankan peralatan /sistem           Ada dua jenis penyebab gangguan
sehingga kerugian akibat gangguan       pada transformator, yaitu gangguan
dapat dihindari atau dikurangi          eksternal dan gangguan internal.
menjadi sekecil mungkin dengan
cara :                                  1. Ganggauan eksternal.

1. Mencegah              kerusakan         Gangguan eksternal sumber
   transformator akibat adanya          gangguan- nya berasal dari luar
   gangguan/ketidak       normalan      pengamanan transformator, tetapi
   yang terjadi pada transformator      dampaknya        dirasakan      oleh
   atau gangguan pada bay               transformator tersebut, diantaranya
   transformator.                       - gangguan hubung singkat pada
2. Mendeteksi adanya gangguan              jaringan
   atau keadaan abnormal lainnya        - beban lebih
   yang dapat membahayakan              - surja petir .
   peralatan atau sistem.
3. Melepaskan        (memisahkan)       2. Gangguan internal
   bagian sistem yang terganggu
   atau yang mengalami keadaan             Gangguan   internal adalah
   abnormal     lainnya    secepat      gangguan yang bersumber dari
   mungkin sehingga kerusakan
                                                                         397
daerah pengamanan/petak bay              9.12.4. Metoda Pentanahan Titik
transformator, diantaranya :                   Netral Trafo Tenaga.
   - gangguan antar fasa pada
      belitan                                  Metoda-metoda       pentanahan
   - fasa terhadap ground antar          titik netral transformator daya
      belitan transformator              adalah sebagai berikut :
   - gangguan          pada      inti       a) Pentanahan        mengambang
      transformator                            (floating grounding)
   - gangguan tap changer                   b) Pentanahan melalui tahanan
   - kerusakan bushing                         (resistance grounding)
   - kebocoran               minyak         c) Pentanahan melalui reaktor
      atauminyak terkontaminasi                (reactor grounding)
   - suhu lebih.                            d) Pentanahan langsung (effective
                                               grounding)
9.12.3. Sistem Pentanahan Titik             e) Pentanahan melalui reaktor
      Netral Trafo Tenaga.                     yang     impedansinya     dapat
                                               berubah-ubah          (resonant
     Adapun tujuan pentanahan titik            grounding) atau pentanahan
netral transformator daya adalah               dengan kumparan Petersen
sebagai berikut :                              (Petersen Coil).
1. Menghilangkan         gejala-gejala
   busur api pada suatu sistem.          9.12.5. Jenis Proteksi Trafo
2. Membatasi tegangan-tegangan                   Tenaga.
   pada fasa yang tidak terganggu
   (pada fasa yang sehat).                   Trafo tenaga diamankan dari
3. Meningkatkan             keandalan    berbagai macam gangguan,
   (realibility) pelayanan dalam         diantaranya dengan peralatan
   penyaluran tenaga listrik.            proteksi (sesuai SPLN 52-1:1983
4. Mengurangi/membatasi                  Bagian Satu, C) :
   tegangan lebih transient yang               Relai arus lebih
   disebabkan      oleh     penyalaan          Relai arus hubung tanah
   bunga api yang berulang-ulang               Relai beban lebih
   (restrike ground fault).                    Relai tangki tanah Relai
5. Memudahkan                   dalam          ganggauan tanah terbatas
   menentukan sistem proteksi                  (Restricted Earth Fault)
   serta       memudahkan       dalam          Relai suhu
   menentukan lokasi gangguan                  Relai Bucholz
                                               Relai Jansen
                                               Relai tekanan lebih
                                               Relai suhu
                                               Lightning arrester
                                               Relle differensial


                                                                          398
.




                     P51N


                     NP51


                               96T
                                26        87T
                                63


                     S51-1 S51-2




                                                       PU




                                                            64V


    Gambar 9. 26. Blok Diagram Proteksi Trafo Tenaga




                                                                  399
9.13. Relai Arus Lebih (Over            Pengaman yang bekerja karena
      Current Relay)                    adanya besaran arus dan tegangan
                                        yang dapat membedakan arah arus
    Relai ini berfungsi untuk           gangguan. Relai ini terpasang pada
mengamankan             transformator   Jaringan       Tegangan       tinggi,
terhadap gangguan hubung singkat        Tegangan menengah juga pada
antar fasa didalam maupun diluar        pengaman Transformator tenaga
daerah pengaman transformator,          dan berfungsi untuk mengamankan
seperti terlhat pada foto dibawah ini   peralatan listrik akibat adanya
                                        gangguan phasa-phasa maupun
                                        Phasa ketanah.
                                              Relai Ini Mempunyai 2 buah
                                        parameter ukur yaitu Tegangan dan
                                        Arus yang masuk ke dalam Relai
                                        untuk membedakan arah arus ke
                                        depan atau arah arus ke belakang.
                                             Pada pentanahan titik netral
                                        trafo     dengan      menggunakan
                                        tahanan, relai ini dipasang pada
Gambar 8.26 Relai arus lebih            penyulang 20 KV. Bekerjanya relai
                                        ini berdasarkan adanya sumber
Juga     diharapkan relai       ini     arus dari ZCT (Zero Current
mempunyai sifat komplementer            Transformer) dan sumber tegangan
dengan relai beban lebih. relai ini     dari PT (Potential Transformers).
berfungsi pula sebagai pengaman             Sumber     tegangan     PT
cadangan bagi bagian instalasi          umumnya           menggunakan
lainnya.
                                        rangkaian Open-Delta, tetapi
9.13.1. Relai Gangguan Tanah
                                        tidak menutup kemungkinan ada
        Terbatas (Restricted Earth      yang menggunakan koneksi
        fault Relay )                   langsung 3 Phasa. Untuk
                                        membedakan      arah   tersebut
     Mengamankan transformator          maka salah satu phasa dari arus
terhadap tanah didalam daerah           harus dibandingakan dengan
pengaman transformator khususnya        Tegangan pada phasa yang lain.
untuk gangguan didekat titik netral
yang tidak dapat dirasakan oleh           Relai connections
Relai differensial.                       Adalah sudut perbedaan antara
                                          arus dengan tegangan masukan
9.13.2. Relai arus lebih Berarah .        relai pada power faktor satu.

    Directional over current Relai        Relai maximum torque angle
atau yang lebih dikenal dengan            Adalah perbedaan sudut antara
Relai arus lebih yang mempunyai           arus dengan tegangan pada relai
arah tertentu merupakan Relai
                                                                         400
  yang       menghasilkan       torsi          maksimum.



      Max. torque
         line               Reference
                                V

                                                    i


                                               I
                                                                  Zero
                                                               torque line

     RESTRAIN                                           v
                                          Iv


                                                   RESTRAIN




             Gambar 9.28 Diagram phasor Torsi


9.13.3. Relai gangguan hubung
                                           9.14. Proteksi Penyulang 20 KV
        tanah.
                                               Jenis Relai proteksi yang
   Relai     ini   berfungsi     untuk     terdapat pada penyulang 20 kV
mengamankan transformator ganggu-          adalah sebagai berikut :
an hubung tanah, didalam dan diluar
daerah pengaman transformator.             9.14.1.Relai Arus Lebih ( Over
Relai arah hubung tanah memerlukan                Current Relai )
operating signal dan polarising signal.        Relai ini berfungsi untuk
Operating signal diperoleh dari arus       memproteksi SUTM terhadap
residual melalui rangkaian trafo arus      gangguan antar fasa atau tiga
penghantar (Iop = 3Io) sedangkan           fasa.
polarising signal diperoleh dari
tegangan residual. Tegangan residual       9.14.2. Relai Arus Lebih
dapat diperoleh dari rangkaian                     berarah ( Directional
sekunder open delta trafo tegangan                 OCR )
seperti pada Gambar 9.24                       Relai ini berfungsi untuk
                                           memproteksi SUTM terhadap
VRES = VAG + VBG + VCG = 3Vo               gangguan antar fasa atau tiga
                                                                         401
fasa dan hanya bekerja pada satu             sistem tenaga listrik termasuk
arah saja. Karena Relai ini dapat            sistem proteksi serta peralatan
membedakan arah arus gangguan.               terkait    lainnya    yang    pada
                                             akhirnya       membantu      dalam
9.14.3. Relai Hubung Tanah                   analisa dan memastikan bahwa
        (Ground Fault Relay)                 sistem telah bekerja dengan baik.
                                             DFR akan bekerja secara real
     Relai ini berfungsi untuk               time untuk memonitor kondisi
memproteksi SUTM atau SKTM dari              listrik dan peralatan terkait
gangguan tanah. Relai Beban Lebih            lainnya      pada    saat    terjadi
(Over Load Relai). Relai ini dipasang        gangguan, karena menggunakan
pada SKTM yang berfungsi untuk               sistem digital maka semua data
memproteksi SKTM dari kondisi beban          dikonversikan ke bentuk digital
lebih.                                       dan disimpan di memori., hasil
                                             monitor tersebut akan tersimpan
9.14.4. Relai Penutup Balik                  secara permanen dalam bentuk
        Reclosing Relay ).                   hasil cetakan di kertas dan data
                                             memori.
    Relai   ini  berfungsi      untuk              Manfaat Disturbance Fault
memproteksi     SUTM        terhadap         Recorder (DFR )
gangguan antar fasa atau tiga fasa                Mendeteksi           penyebab
dan hanya bekerja pada satu arah                  gangguan
saja.  Karena   Relai   ini    dapat              Mengetahui            lamanya
membedakan arah arus gangguan.                    gangguan ( fault clearing time
                                                  )
9.14.5. Relai Frekwensi Kurang                    Mengetahui besaran listrik
      (Under Freqwency Relay)                     seperti Arus (A),Tegangan(V)
                                                  dan Frekuensi (F)
   Relai ini berfungsi untuk melepas              Mengetahui      unjuk    kerja
SUTM atau SKTM bila terjadi                       sistem proteksi terpasang
penurunan frekwensi system.                       Melihat harmonik dari sistem
                                                  tenaga Listrik
9.15. Disturbance Fault Recorder
      (DFR )                                     Melihat apakah CT normal /
                                                 tidak ( jenuh)
        Disturbance Fault Recorder               Memastikan bahwa PMT
(DFR) suatu        alat     yang    dapat        bekerja dengan baik
mengukur dan merekam besaran                     Dokumentasi
listrik seperti arus ( A ), tegangan ( V )        Pengembangan DFR :
dan frekuensi ( Hz ) pada saat                   Time Synchronizing (GPS)
sebelum,       selama       dan   setelah        Master Station
gangguanDisturbance Fault Recorder               Monitoring Frekuensi
( DFR ) yang saat ini sudah                      DC Monitoring
merupakan suatu kebutuhan, yang                   Bagian        dari     DFR
dapat membantu merekam data dari             (Disturbance Fault Recorder) :
                                                                           402
DAU (Data Acquisition Unit), AC/DC
Power Supply
Communication   Channel,     Sistem
Alarm

    ANALOG
    16 Channel
                                           PRINTER
     EVENT                                  COMM
    32 Channel             DAU
    HANNE                                                        KE
                           Data                               MASTER DFR
                        Acquisition         ALARM
                                            RELAi
                           Unit
   SYNCHR


                                                        KEY
                                                      BOARD
                                                         &
                                                      SCREEN
          DC POWER
           AC POWER
           EXTERNAL

                  Gambar    9.29 Disturbance Fault Recorder

     Mencetak / print out ulang             Jangan lupa kembali ke Auto
Record gangguan yang pernah                 setelah selesai, dengan tombol
direkam :                                   Auto
   DFR II harus dalam kondisi               Kita dapat juga memilih nomor
   Manual Mode                              record dengan menggunakan
   Tekan tombol Record Select               tombol Panah         Keatas /
   display akan tampil Record               Kebawah.
   Select                                   Apabila nomor record yang akan
   Tekan kunci panah kebawah,               dicetak sudahdiperagakan, maka
   display tampil : Rec No ….               kita cukup menekan tombol
   Setelah ini tekan / masukkan             Enter.
   nomor yang diinginkan kemudian
   tekan tombol Enter. Printer akan      Mencetak Setup Parameter
   bekerja, dan layar akan terbaca         DFR II harus dalam kondisi
   Printing.                               Manual Mode
   Tunggu       sampai       selesai       Tekan tombol Print Setup
   mencetak, atau Cancel untuk             Tekan tombol Panah Kebawah
   membatalkan.                            kemudian printer akan bekerja

                                                                       403
  Tekan sampai selesai mencetak,      dalam keadaan siap akan merekam
  atau Cancel untuk membatalkan       data      gangguan/fault     secara
  Jangan lupa kembali ke Auto         otomatis.
  setelah selesai, dengam tombol      Catatan :
  Auto.                                    Dalam kondisi ini Lampu Status
                                      Indicator yang menyala adalah:
9.16. Basic Operation                 Auto dan Data Memory (kalau ada
                                      data ). Apabila Lampu Status
Switch on : Menyalakan DFR
                                      Indicator lain ada yang menyala,
     Pertama kali dinyalakan DFR II   berarti ada gangguan didalam DFR,
akan memeriksa keadaan didalam        contoh lampu Off Line, artinya DFR
rangkaian      elektroniknya   dan    dalam keadaan tidak siap merkam.
menghitung Memorinya sampai           Lihat bagian Trouble Shooting.
4096 KB. Setelah semuanya dalam
kondisi baik, maka secara otomatis    9,16.2 Manual Mode :
display/peragaan di DFR II akan       Posisi manual operation :
menampilkan Jam dan Nomor
Record yang ada didalam DFR.              Merubah ke kondisi manual
     Apabila kita ingin mempercepat   untuk dirubah / dioperasikan oleh
pemeriksaan dan test memory,          operator / manusia Pada posisi ini
tekan tombol Panah Kebawah dan        kita dapat :
display akan menampilkan Jam dan          Merubah Parameter dari DFR
Rec No.                                   Melakukan         pengetesan/
Misalnya :                                pemeriksaan         komponen
JJ : MM : SS REC ….                       elektronis
15 : 06:32 REC 041                        Meminta rekaman data, ataupun
     Setelah itu tekan tombol Reset       memanipulasikan data rekaman
Alarm Indicator, maka seluruh         Dari kondisi Automatic kita dapat
lampu Alarm Indicator harus           merubah ke kondisi manual dengan
padam/tidak menyal. Apabila ada       cara :
Alarm Indicator yang menyala,
maka lihat petunjuk bagian Trouble        Tekan tombol Manual, pada
Shooting.                             display akan tampil Manual Mode.
                                      Berarti kita sudah ada pada posisi
9.16.1 Automatic Mode : Posisi        Manual dan Lampu Status Manual
      DFR siap/otomatis               akan menyala.

     Pada kondisi Jam dan Nomor       9.16.4. Kembali ke posisi /
Record tampil dilayar, dan Status             kondisi Automatic mode
Indicator Led Auto menyala, kondisi
ini disebut Automatic Mode. Dalam         Untuk kembali ke posisi
kondisi ini semua key kecuali         Automatic mode, setelah kita
Manual Mode dan Reset Alarm dan       selesai dengan posisi Manual
Sensor      Target   tidak   dapat    mode, kita harus kembali ke
difungsikan. Pada posisi ini DFR      tampilan layar Manual Mode, yaitu
                                                                   404
dengan menekan tombol Cancel          gangguan tersebut (sekitar 80 %)
beberapa kali(tergantung diposisi     bersifat temporer[2] yang akan
mana kita sedang berada). Lalu        segera hilang setelah Pemutus
tekan tombol Auto, maka pada layar    Tenaga       (PMT)      trip.     Agar
akan tampil JAM dan Record No         kesinambungan pelayanan/ suplai
untuk mempercepat peragaan,           energi listrik tetap terjaga serta
tekan tombol Panah Kebawah atau       batas stabilitas tetap terpelihara
Cancel.                               maka PMT dicoba masuk kembali
Cara menganalisa :                    sesaat setelah kejadian trip diatas.
1. Pada kondisi normal, arus dan      Dengan memasukan kembali PMT
   tegangan akan menggambarkan        ini diharapkan dampak gangguan
   sinusoidal ( 50 Hz ) yang          yang bersifat temporer tersebut
   sempurna.                          dapat dikurangi Untuk mengurangi
2. Besaran arus dan tegangan          dampak        gangguan        tersebut
   tersebut dapat diukur dengan       terhadap keandalan penyediaan
   memperhatikan skala rekaman,       tenaga listrik, khususnya pada saat
   serta ratio CT dan PT.             terjadi gangguan temporer, maka
3. Setiap trigger karena besaran      pada SUTT/ SUTET tersebut
   analog yang diluar normal, DFR     dipasang auto recloser (A/R).
   akan menggambarkan pada                 Pengoperasian      auto-recloser
   bagian sensor digital, serta       diharapkan dapat meningkatkan
   bentuk sinusoidal arus/tegangan    availability (ketersediaan) SUTT/
   akan berubah menjadi lebih         SUTET, hal ini berarti peluang
   besar atau Lebih kecil.            (lama dan frekuensi) konsumen
4. Apabila perubahan besaran          terjadi padam dapat dikurangi.
   analog      ini  diikuti dengan    Namun sebaliknya, pengoperasian
   bekerjanya proteksi maka diikuti   A/R secara tidak tepat dapat
   dengan perubahan status input      menimbulkan       kerusakan       pada
   digital.                           peralatan,       sehingga        dapat
5. Bila PMT juga bekerja, maka        menimbulkan dampak pemadaman
   dapat dilihat status PMT sebagai   meluas serta waktu pemulihan yang
   input digital yang berubah.        lebih lama.
6. Setiap trigger karena perubahan
   status input digital, DFR akan     9.17.1. Kaidah Penyetelan A/R
   menggambarkannya            pada           Penentuan dead time.
   bagian digital, dimana garisnya
   akan berubah menjadi terputus         Penentuan dead time harus
                                      mempertimbangkan hal berikut :
9.17. Auto Recloser.
                                      a. Stabilitas dan sinkronisasi
Saluran udara tegangan tinggi            sistem.
(SUTT/SUTET) merupakan salah
satu bagian sistem yang paling            Tidak    berpengaruh  pada
sering   mengalami   gangguan,            jaringan     radial  tetapi
sebagian besar dari sumber                berpengaruh pada jaringan
                                                                 405
    yang memiliki lebih dari satu         b. Karakteristik PMT.
    sumber (pembangkit atau IBT).
                                               Waktu yang diperlukan oleh
    Dead time dipilih sesuai
                                               PMT untuk trip dan reclose
    dengan kebutuhan sistem dan
                                               harus diperhitungkan, khususnya
    keamanan peralatan.
                                               untuk A/R cepat.
                                                Waktu de-ionisasi udara seperti
                                                tabel 9.4



                 Tabel 9.4. Waktu de-ionisasi udara

             Tegangan Sistem (kV)      Waktu De-ionisi (detik)

             66                        0.1
             110                       0.15
             132                       0.17
             220                       0.28
             275                       0.3
             400                       0.5

    Operating time PMT (0.05 - 0.1              (instanteneous) pertimbangan
   detik).                                      ini tidak diperlukan.
    Waktu reset mekanik PMT (0.2          2)    Reclaim time harus
   detik).                                      memperhitungkan waktu yang
     Selain itu pengaruh penurunan              diperlukan oleh mekanisme
kemampuan PMT karena umur                       closing PMT agar PMT tersebut
harus      dipertimbangkan    dalam             siap untuk reclose kembali.
menentukan pola dan waktu                       Umumnya untuk sistem
operasi ( lambat atau cepat) A/R.               hidraulik memerlukan waktu 10
                                                detik.
c. Karakteristik peralatan
   proteksi.                              e. Kriteria Seting Untuk SPAR :
                                          1). Dead time      :
    Harus diperhitungkan     waktu
yang dibutuhkan untuk         reset       - lebih kecil dari seting discrepancy
peralatan proteksi.                          dan seting GFR
                                          - lebih besar dari operating time
d. Penentuan reclaim time.                   pmt, waktu reset mekanik pmt,
                                             dan waktu pemadaman busur
1) Reclaim time harus lebih lama             api + waktu deionisasi udara.
   dari waktu kerja relai proteksi,       - Tipikal set 0.5 s/d 1 detik.
   namun untuk        basic time

                                                                           406
2). Reclaim time :                     4). Reclaim time :
                                       - Memberi kesempatan pmt untuk
-  Memberi      kesempatan pmt
                                          kesiapan         siklus O-C-O
  untuk kesiapan siklus O-C-O
                                          berikutnya.
  berikutnya.
                                       - Tipikal 40 detik.
- Tipikal 40 detik.
                                       g. Faktor Teknis Dalam
f. Kriteria Seting Untuk TPAR
                                          Pengoperasian Auto Reclose
1). Dead time :                           (A/R)

- lebih besar dari operating time      Auto Recloser tidak boleh bekerja
  pmt, waktu reset mekanik pmt,           pada kondisi, sebagai berikut :
  dan waktu pemadaman busur            a. PMT dibuka secara manual atau
  api + waktu deionisasi udara.           beberapa saat setelah PMT
- Tipikal set 5 s/d 60 detik.             ditutup secara manual.
                                       b. PMT trip oleh Circuit Breaker
2). Seting berbeda untuk kedua            Failure (CBF)         atau Direct
    sisi :                                Transfer Trip (DTT).
                                       c. PMT      trip    oleh   pengaman
- Untuk sumber di kedua sisi maka         cadangan (Z2, Z3, OCR/GFR).
  sisi dengan fault level rendah       d. PMT trip oleh Switch On To
  reclose terlebih dahulu baru            Fault (SOTF).
  kemudian sisi lawannya.              e. Bila relai proteksi SUTT tidak
- Untuk sumber di satu sisi (radial       dilengkapi dengan fungsi SOTF,
  double sirkit) bila tidak terdapat      maka perlu ditambahkan sirkit
  S/C untuk operasi manual yang           A/R blok untuk menunda fungsi
  terpisah dari S/C untuk A/R             A/R setelah PMT dimasukan
  maka untuk keperluan manuver            secara manual. Lama waktu
  operasi, reclose pertama dapat          tunda sirkit A/R blok akan
  dilakukan dari sisi sumber.             ditentukan kemudian.
                                       f. PMT trip oleh out of step
3) SUTT yang tersambung ke                  protection.
   pembangkit :                        g. Terjadi       ketidak    normalan
                                          peralatan teleproteksi di sisi
- A/R untuk SUTT yang kedua sisi          terima
   tersambung    ke    Pembangkit         Auto       Reclosertidak    boleh
   maka pola yang dipilih TPAR         dioperasikan pada :
   (inisiate gangguan 1 fasa)          - SKTT
   dengan seting dead time lebih       - SUTT yang tersambung ke trafo
   lama.                                  dengan sambungan T.
-     SUTT yang hanya satu sisi           Mempertimbangkan          dampak
   tersambung    ke     pembangkit     terhadap kerusakan peralatan pada
   maka pola yang dipilih TPAR         saat gangguan permanen maka
   dengan pola S/C di sisi             A/R dioperasikan hanya dengan
   pembangkit diseting DL/DB out.      single shot.

                                                                       407
Pola A/R yang dapat diterapkan            c. salah satu sisi tersambung ke
adalah :                                      unit pembangkit.
-      Auto Recloser cepat untuk 1        d. penutupan dua pmt yang tidak
     (satu) fasa, 3 (tiga) fasa dan 1+3      serentak
     (satu atau tiga) fasa.
-      Auto Recloser lambat untuk 3       i   Pengoperasian High Speed
(tiga) fasa                                   Auto Recloser
      Pemilihan pola diatas dengan
mempertimbangkan               batasan-      Pengoperasian A/R cepat dapat
batasan yang dijelaskan di bawah          diterapkan bila persyaratan di
ini.                                      bawah ini dipenuhi, sebagai berikut:
                                          a. Siklus kerja (duty cycle) dari
h. Faktor Yang Mempengaruhi                    PMT sesuai untuk operasi
   Pola                                        dengan A/R cepat.
                                          b. Sistem proteksi di semua ujung
    Auto Recloser Pemilihan pola               saluran bekerja pada basic
single phase auto reclosing (SPAR)             time/ instantenous.
atau three phase auto reclosing           c. Kemampuan          poros    turbin
(TPAR) dengan waktu reclose                    (terutama     yang     berporos
cepat     atau       lambat     harus          panjang) dan belitan stator
mempertimbangkan batas stabilitas              generator perlu diperhatikan ,
sistem, karaktesitik PMT dan                   sehingga pengoperasian high
peralatan proteksi yang digunakan.             speed A/R 3 fasa pada
Pertimbangan       ini    menyangkut           SUTT/SUTET di GI pembangkit
besarnya nilai setelan untuk dead              atau yang dekat pembangkit
time dan reclaim time.                         dilakukan      setelah      ada
     Pemilihan pola single phase               kepastian bahwa operasi high
auto reclosing (SPAR) atau three               speed A/R 3 fasa tidak
phase auto reclosing (TPAR)                    membahayakan turbin dan
dengan waktu reclose cepat atau                generator.
lambat harus mempertimbang- kan           d. Operasi high speed A/R 3 (tiga)
konfigurasi jaringan seperti dibawah           fasa khususnya pada sistem
ini                                            500 KV (SUTET) tidak boleh
a. Jaringan radial sirkit tunggal.             diterapkan bila hasil studi
b. Jaringan radial sirkit ganda.               menunjukan bahwa high speed
c. Jaringan looping sirkit tunggal.            reclosing      akan       dapat
d. Jaringan looping sirkit ganda.              menimbulkan tegangan lebih
                                               transien yang melebihi nilai
    Pemilihan pola A/R dengan                  desain yang diijinkan.
waktu reclose cepat atau lambat           Penerapan A/R cepat 1(satu) fasa
harus            mempertimbangkan         Dapat diterapkan pada konfigurasi
persyaratan pada kedua ujung              atau sistem berikut :
saluran antara lain                       a. SUTET
a. kemungkinan reclose pada               b. SUTT jaringan radial sirkit
    gangguan permanen.                        tunggal atau ganda.
b. kemungkinan gagal sinkron              c. SUTT jaringan looping sirkit
    pada saat reclose.                        tunggal atau ganda.
                                                                           408
a. Penerapan A/R cepat 3 (tiga)             interkoneksi, juga memberikan
    fasa Dapat diterapkan pada              resiko     berupa     kemungkian
    konfigurasi atau sistem berikut :       terjadinya gangguan yang lebih
   SUTT jaringan radial sirkit              parah bila operasi A/R pada saat
   tunggal atau ganda.                      ada      gangguan      permanen.
   SUTT jaringan looping sirkit             Dengan demikian maka
   tunggal atau ganda.                        pengoperasian high speed A/R
   Pengoperasian high speed A/R 3        3 (tiga) fasa harus didahului dengan
   fasa , disamping memberikan           keyakinan (berupa hasil studi)
   keuntungan pada sistem yaitu          bahwa pengoperasian A/R akan
   memperbaiki stability margin,         memberi       manfaat yang besar
   mengurangi               terjadinya   dengan resiko yang kecil
   pembebanan        kritis     akibat
   gangguan pada SUTT/SUTET
   maupun         pada         saluran




                                                                         409
                                      BAB X
           PEMELIHARAAN SUTT/SUTETI BEBAS TEGANGAN

     Saluran Udara Tegangan Tinggi            paling sederhana hingga yang
(SUTT)      dan   Saluran   Udara             rumit. Beberapa jenis pemeliharaan
Tegangan Ekstra Tinggi (SUTETI)               antara lain :
adalah sarana instalasi tenaga                - Pemeliharaan rutin (Preventive
listrik    diatas   tanah   untuk                 Maintenance)
menyalurkan tenaga listrik dari               - Pemeliharaan Korektif
Pusat Pembangkit ke Gardu Induk                   (Corrective Maintenance)
(GI) atau dari GI ke GI lainnya               - Pemeliharaan darurat
(antar GI).                                       (Emergency Maintenance)
                                              - Pemeliharaan yang berdasar
   SUTT/SUTETI           merupakan                kondisi / karakter peralatan
peralatan      buatan      manusia.               (Condition Base Maintenance /
Peralatan ini pada dasarnya bisa                  CBM)
rusak     baik     karena     salah
pengoperasian, kesalahan saat                 10.2.1. Pemeliharaan Rutin :
konstruksi maupun telah melampaui
masa kerjanya (life time).                        Pemeliharaan rutin merupakan
Pengertian Pemeliharaan adalah                kegiatan / usaha yang secara
kegiatan yang meliputi:                       periodik      dilakukan           untuk
- Perawatan/pemeriksaan                       mempertahankan kondisi jaringan
- Perbaikan                                   agar selalu dalam keadaan baik
- Penggantian                                 dengan keandalan dan daya guna
- Pengujian                                   yang optimal.
                                              Dalam               pelaksanaannya
10.1. Tujuan Pemeliharaan                     pemeliharaan rutin terdiri dari :

-   Mempertahankan kemampuan                  -   Pemeliharaan tahunan
    kerja peralatan                           -   Pemeliharan lima tahunan
-   Memperpanjang    live  time
    peralatan                                 10.2.2. Pemeriksaan Rutin
-   Menghilangkan,   mengurangi
    resiko kerusakan                                Pemeriksaan rutin merupakan
-   Mengembalikan    kemampuan                pemeriksaan      secara     visual
    kerja peralatan                           (inspeksi):
-   Mengurangi kerugian secara                - Ground patrol
    ekonomis                                  - Climb up inspection
-   Memberi keyakinan keandalan
    operasinya                                     Hasil pemeriksaan merupakan
                                              data yang dapat dipakai:
10.2. Jenis-jensi pemeliharaan                - Evaluasi      /    perencanaan/
                                                 pengembangan
    Banyak metoda pemeliharaan                - Penanggulangan             dan
yang dilakukan mulai dari yang                   pencegahan
                                                                                410
    -       Perbaikan      /    perubahan/     kerusakan        dapat     segera
            modifikasi                         ditanggulangi yang pada akhirnya
        -   Penggantian                        keandalan penyaluran tenaga listrik
                                               tetap terjaga dengan baik.
        10.2.2.1.   Ground patrol
                                               10.2.3. Pemeriksaan Sistematis
             Ground patrol adalah jenis
        pekerjaan                                    Pemeriksaan       Sistematis
        pemantauan/pemeriksaan      harian     adalah pekerjaan pengujian yang
        terhadap jalur transmisi tanpa         dimaksudkan untuk menemukan
        memanjat tower dilakukan oleh Line     kerusakan atau gejala kerusakan
        walker secara terjadwal. Obyek         yang tidak dapat ditemukan atau
        yang diperiksa adalah :                diketahui pada saat inspeksi untuk
                                               kemudian disusun saran-saran
        -   Kawat penghantar                   perbaikannya.
        -   Ground wire
        -   Ruang    bebas     (Right     of            Pelaksanaan Pemeriksaan
            Way/ROW)                           Sistematis ini lebih luas dan lebih
        -   Tower dan halamannya               teliti dari pada pemeriksaan rutin.
-           Lingkungan     dan     aktifitas   Untuk memperoleh tingkat ketelitian
            masyarakat sekitarnya              yang tinggi dipergunakan peralatan
                                               bantu.
        10.2.2.2.   Climb up inspection
                                               Contoh dari pemeriksaan ini
            Climb up inspection adalah jenis   misalnya       adalah      pengujian
        pekerjaan pemeriksaan terhadap         kemampuan           isolator       di
        tower berikut perlengkapannya          laboratorium, pemeriksaan kondisi
        dilakukan oleh Climber dengan cara     sambungan dengan menggunakan
        memanjat          tower       pada     Infra red thermovision, pemeriksaan
        SUTT/SUTETI yang dalam keadaan         tegangan tembus isolator dengan
        bertegangan.                           corona detector,

        Obyek yang diperiksa adalah:           Beberapa hal yang mempengaruhi
        - Besi Tower dan kelengkapannya        pola pemeliharaan rutin antara lain :
        - Kawat penghantar sekitar tower
        - Ground wire sekitar tower            -   Kondisi alam setempat
        - Klem pemegang kawat dan                  polutif alami, polutif industri,
           asesorisnya                             gempa,        kondisi     normal,
        - Isolator dan asesorisnya                 pertumbuhan              tanaman
        - Benda asing yang terdapat                sepanjang jalur dan disekitar
           pada tower , isolator dan kawat         jalur, petir, longsoran dan lain
                                                   sebagainya.
              Melalui    pemeriksaan    ini    -   Karakteristik kerja peralatan
        diharapkan secara dini dapat               biasanya berdasarkan buku
        ditemukan       abnormaly     atau         petunjuk         pabrik       atau
        kelainan-kelainan    yang    dapat         pengalaman        yang      terjadi
        menimbulkan gangguan. sehingga

                                                                                 411
    selama ini: isolator gelas yang    10.2.6. Pemeliharaan berdasarkan
    sering pecah                                kondisi/karakter
-   Sosial kemasyarakatan                       peralatan (CBM)
    penggalian liar, pencurian :
    grounding – member tower dan            Pemeliharaan ini tidak lagi
    lain sebagainya.                   berdasar waktu, namun berdasar
                                       kondisi/karakter peralatan. Dalam
10.2.4. Pemeliharaan Korektif          satu tahun bisa saja dilakukan
                                       beberapa kali kunjungan atau
       Pemeliharaan        Korektif    pemeriksaan tergantung tingkat
(corrective maintenance) adalah        potensi gangguan.
pekerjaan     pemeliharaan    yang
dilakukan      karena     peralatan         Kerusakan       yang   terjadi
mengalami       kerusakan      atau    menjadi    statistik   dan   dapat
memerlukan penyempurnaan.              disimpulkan       sebagai     trend
Pemeliharaan korektif kebanyakan       peralatan.   Namun      adakalanya
terjadi karena jarang atau tidak       kerusakan akibat fenomena alam
pernah dilakukan pemeriksaan           yang tidak terlihat sewaktu patroli.
rutin.                                 Contoh yang dapat dilakukan CBM
                                       adalah :
10.2.5. Pemeliharaan Darurat
                                       -   Pemeriksaan       isolator  dan
      Pemeliharaan           Darurat       asesoris isolator maupun clamp
dilakukan karena telah terjadi             pada daerah yang polusinya
kerusakan pada SUTT/SUTET yang             tinggi.
disebabkan oleh hal-hal diluar         -   Pemeriksaan jarak tower dan
rencana seperti : banjir, gempa            lendutan kawat pada kawasan
bumi, longsor, gunung meletus,             luas yang mengalami longsor
kebakaran, tertabrak kendaraan             secara perlahan
dan lain sebagainya.                   -   Pemeriksaan kondisi pondasi
        Pemeliharaan     jenis   ini       pada daerah longsoran
sifatnya darurat dan memerlukan        -   Pemeriksaan      isolator  pada
penanganan ekstra serta segera             daerah yang sering tersambar
untuk mengatasinya. Biayanya               petir
tentu saja tidak bisa direncanakan     -   Pengukuran nilai pentanahan
dan mungkin bisa dimasukkan                tower pada daerah pegunungan
dalam katagori biaya tak terduga           atau musim kemarau.
karena memang kejadiannya diluar
kendali manusia. Salah satu            10.2.7. Contoh       Pemeliharaan
solusinya ialah memasang tower           SUTT / SUTET
emergency.
                                            Berbagai macam pemelihara-
                                       an yang pernah terjadi di jaringan
                                       SUTT/ SUTET antara lain :
                                       a. Penggantian isolator pecah atau
                                          rusak lapisan permukaannya


                                                                       412
b. Pembersihan isolator karena          u. Pemasangan kembali / reposisi
   polusi                                  damper yang melorod ke
c. Perbaikan kawat rantas                  tengah gawang
d. Perbaikan kawat putus                v. Penggantian lampu aviasi yang
e. Pengencangan            klem-klem       mati/rusak
   jumper                               w. Penyambungan kembali kawat
f. Pembersihan kawat dari layang-          yang putus atau rusak berat
   layang                               x. Penggantian asesoris / clamp
g. Ground patrol                           yang karatan
h. Climb up inspection                  y. Perbaikan klem kawat jumper
i. Pemeriksaan stabilatas pondasi          yang putus
   tower (leveling, retak)              z. Pemasangan           pengaman
j. Pemeriksaan           kelengkapan       halaman tower
   tapak tower (patok tanda batas
   tanah PLN, urugan tanah tapak        10.3.   Prosedur Pemelihan
   tower)                                       SUTT/SUTET
k. Pengecekan                Tahanan
   Pembumian                                 Langkah kerja pemeliharaan
l. Pemeriksaan        jarak    bebas    SUTT/SUTETI adalah :
   konduktor dengan benda di            1. Adanya laporan dari petugas
   sekitarnya                              lapangan maupun masyarakat
m. Perbaikan        tower       yang       atau hasil evaluasi data laporan
   mengalami         deformasi      /      yang masuk
   bengkok-bengkok akibat tanah         2. Melakukan                Analisa
   sekeliling pondasi longsor              Keselamatan Pekerjaan dengan
n. Pondasi turun/amblas karena             meninjau lapangan
   tanah dasar pondasi mengalami        3. Membahas hasil AKP dan
   sliding/gelincir oleh arus air          rencana tindak lanjut yang
   bawah tanah                             diperlukan
o. Pengelasan baut-baut tower           4. Mempersiapkan:             SDM;
   untuk mencegah pencurian                peralatan; metoda pengerjaan;
p. Perbaikan spacer yang le[pas            material pengganti maupun
   dari konduktor                          pendukung        lainnya     dan
q. Penggantian pentanahan tower            organisasi kerja
   /grounding                           5. Menjadwalkan pekerjaan dan
r. Penebangan pohon atau antena            persetujuannya
   komunikasi yang tumbang ke           6. Melakukan persiapan pekerjaan
   arah konduktor (diluar row)             setelah adanya persetujuan
s. Penggantian besi tower karena        7. Melaksanakan pekerjaan
   pencurian                            8. Melakukan evaluasi
t. Penggantian Tension clamp            9. Membuat laporan kerja
   konduktor




                                                                       413
10.3.1. Peralatan yang dipelihara

    Peralatan yang dipelihara pada saluran udara tegangan tinggi dan saluran
udara tegangan ektra tinggi seperti tabel 10.1. berikut ini

Tabel 10.1. Peralatan yang dipelihara pada saluran udara tegangan tinggi dan
            saluran udara tegangan ektra tinggi

      I       Ruang Bebas / Lingkungan
          1   Jarak pepohonan thd kawat fasa
          2   Jarak bangunan thd kawat fasa
          3   Jarak pohon terhadap kawat fasa
              bila tumbang ke arah kawat
          4   Jarak bangunan thd kawat fasa
              bila roboh ke arah kawat
          5   Jarak jaring pengaman thd kawat
          6   Jarak kawat ke tanah
          7   Jarak kawat ke tiang perahu/kapal
              bila air pasang
        8     Kegiatan layang-layang
        9     Struktur tanah dekat tiang
      II      Tiang / Menara / Tower
        1     Konstruksi tiang
        2     Batang rangka besi
        3     Tangga / baut panjat
        4     Penghalang panjat (ACD)
        5     Plat rambu bahaya
        6     Plat nomor / pht / tanda fasa
        7     Baut sambungan rangka
        8     Indicator lamp (air traffict light)
        9     Cat / galvanis badan tiang
       10     Klem kawat grounding
       11     Kawat grounding
       12     Batang penangkal petir
       13     Alat penangkal petir lainnya

      III     Isolator
        1     Piringan isolator
        2     Arcing horn sisi tiang
        3     Arcing horn sisi kawat pht.
        4     Assesories isolator (pin, dll)
        5     Suspension clamp
        6     Tension clamp
        7     Ikatan isolator
        8     Armour rod
                                                                        414
9    Posisi rencengan isolator

IV   Pondasi & Halaman Tiang
 1   Pondasi / chimney
 2   Kaki tiang / stub
 3   Tumbuhan di halaman tiang
 4   Pagar pengaman halaman tiang
 5   Patok batas halaman tiang
 6   Stabilitas tanah sekitar hal. tiang
 7   Talud pengaman
 8   Kegiatan pihak lain di halaman tiang

V    kawat penghantar
 1   Kawat fasa
 2   Peredam getaran (Vibr. damper)
 3   Spacer
 4   Midspan compression joint
 5   Repair sleeve
 6   Jumper wire
 7   Sagging
 8   Armour rod
 9   Jarak antar kawat fasa
10   Indicator lamp (induction)

VI   Kawat Petir & Kawat Optik
 1   Kawat petir
 2   Peredam getaran (Vibr. damper)
 3   Midspan compression joint
 4   Repair sleeve
 5   Tension clamp
 6   Suspension clamp
 7   Jumper wire
 8   Sagging
 9   Armour rod
10   Sign ball (bola pengaman)
11   Klem sambungan ke grounding
12   Kotak sambungan kawat optik
13   Kawat yang turun ke kotak kwt optik




                                            415
10.3.1.1. Jenis-jenis kelainan.

     Jenis-jenis kelainan pada saluran udara tegangan tinggi dan saluran
udara tegangan ektra tinggi seperti tabel 10.2

Tabel 10.2 Jenis-jenis kelainan pada saluran udara tegangan tinggi dan saluran
            udara tegangan ektra tinggi

 No.      Jenis Kelainan
 1         Amblas
 2         Andongan rendah
 3         Bahaya I
 4         Bahaya II
 5         Bahaya III
 6         Bengkok
 7         Benda asing
 8         Cat pudar
 9         Dekat jalan
 10        Erosi
 11        Hilang
 12        Karatan
 13        Kendor
 14        Kotor
 15        Kritis
 16        Longsor
 17        Mekar / rantas
 18        Melorod
 19        Miring
 20        Pecah / retak
 21        Putus
 22        Rusak
 23        Semak belukar
 24        Tertimbun
 25        Tergenang
 26        Tidak seimbang




                                                                           416
10.3.1.2. Jenis-jenis penanggulangan
      Jenis-jenis penanggulangan pada saluran udara tegangan tinggi dan
saluran udara tegangan ektra tinggi, seperti tabel 10.3

Tabel 10.3 Jenis-jenis penanggulangan pada saluran udara tegangan tinggi
            dan saluran udara tegangan ektra tinggi

      1      Ditinggikan chimneynya
      2      Dinaikkan kawatnya
      3      Dibongkar
      4      Ditebang / dipangkas
      5      Diluruskan
      6      Dibersihkan
      7      Digalvanis / dicat ulang
      8      Ditanggul
      9      Diganti
      10     Dikencangkan
      11     Dibabat
      12     Dipasang patok
      13     Dinormalkan
      14     Diarmor rod / dipress
      15     Disambung
      16     Diposisikan kembali seperti semula
      17     Diperbaiki
      18     Diperiksa
      19     Diseimbangkan

10.3.1.3. Contoh Abnormality Peralatan
1. Kerusakan pada isolator
     Kerusakan pada isolator dapat dilihat pada gambar 10.1




                       Gambar 10.1 Kerusakan pada Isolator

                                                                          417
2. Kerusakan pada menara
     Kerusakan pada menara dapat dilihat pada gambar 10.2




                      Gambar 10. 2 Kerusakan pada menara

3. Kerusakan pada Kerusakan pada isolator gantung
    Kerusakan pada Kerusakan pada isolator gantung dapat dilihat pada
gambar 10.3




                Gambar 10. 3 Kerusakan pada isolator gantung
                                                                        418
3. Kerusakan pada kawat pentanahan
     Kerusakan pada kawat pentanahan dapat dilihat pada gambar 10.3




                 Gambar 10. 4 Kerusakan pada kawat pentanahan

10.3.2. Peralatan kerja                -    Ranging meter
                                       -    Obeng minus besar
10.3.2.1. Peralatan kerja
                                       -    Stop meter (5 meter)
Pemeliharaan
                                       -    Clinometer
                                       -    Palu godam 5 kilogram
-   Transportasi peralatan ke-atas/
                                       -    Theodolit
    bawah : tali, katrol dll
                                       -    Water pas
-   Lever hoist
                                       -    Gimpole/ tiang pengangkat
-   Sling
                                       -    Sling mata itik
-   Karpet
                                       -    Shackle 5/8”
-   Pengait pin isolator
                                       -    Alat ukur pentanahan (tahanan
-   Palu plastik
                                            kaki tiang )
-   Kunci-kunci ( Inggris dan
                                       -    Gergaji besi
    pas/ring)
                                       -    Corona detector
-   Came along (tiang tension)
                                       -    Mesin press hydraulic
-   Conductor lifter (tiang
                                       -    Infra red thermovision
    suspension)
                                       -    Kikir plat besar
-   Shackle
                                       -    Rol meter
-   Peralatan bantu
                                       -   Chain saw
-   BV lier
                                       -   Teropong
-   Sling panjang
                                       -   Pakaian kerja
-   Tambang
                                       -   HT     bagi    koordinator dan
-   Kunci ring-pas
                                           pengendali mutu Pekerjaan
-   Angle level
                                       -   Mesin potong
-   Parang
                                       -   Mesin bor
-   Tang kombinasi
                                       -   Mesin las
                                                                      419
-   Tir for                                          Kacamata UV
-   Capstan winch                                    Pakaian kerja
-   Capstan hoist                                    Sabuk pengaman
-   Kunci ring                                       Lanyard
-   Kunci sok                                        Sepatu pengaman
                                                     Sarung tangan
10.3.2.2. Peralatan K3                       -    Rambu-rambu peringatan
-    Grounding + stick                       -    Rambu K3
-    Voltage detector                        -    Kotak P3K
-    Alat komunikasi / HT                    -    Tandu
-    Buku working permit                     -    Jas hujan
-    APD :                                   -    Lampu penerangan
         Topi pengaman




                                                 1. TOPI PENGAMAN
               1
                                                 2. KACAMATA ULTRA VIOLET
                                 2               (U.V)
                                                 3. PAKAIAN KERJA (WERK
                                                 PACK)

                             8                   4. LANYARD

                                                 5. SABUK PENGAMAN
                         3

         4                                       6. SARUNG TANGAN


                                                 7. SEPATU PANJAT
                         3           6

                                                 8. HANDY TALKY (HT)
                   5




                                         7




             Gambar 10.5 Peralatan kerja pemeliharaan jaringan

                                                                            420
10.3.2.3. Meterial Pemeliharaan        meyelesaikan pekerjaan secara
                                       runtut/bertahap; tertib; lancar dan
1. Material pengganti existing:
                                       aman.
   isolator; besi diagonal, kawat
   penghantar, ground wire, dan
                                           Instruksi    Kerja   Peralatan
   lain sebagainya
                                       transmisi antara lain:
2. Repair sleeve
3. Mid span joint
                                       1. Pemeliharaan isolator
4. Armor rod
                                       2. Pemeliharaan kawat
5. BBM mesin
                                          penghantar
6. Minyak hydraulic
                                       3. Pemeliharaan ground wire
7. Sakapen
                                       4. Pemeliharaan rangka tower
8. Majun
                                       5. Pemeliharaan halaman tower
9. Minyak WD4
                                       6. Pemeliharaan ruang bebas
10.3.3. Petunjuk Pemeliharaan
                                       10.3.4. Pelaporan Pekerjan
        Peralatan
                                               Pemeliharan
10.3.3.1. Pemeliharaan alat kerja.
                                           Pekerjaan pemeliharaan yang
1. Setiap peralatan kerja yang         telah diselesaikan harus dilaporkan
   berupa mesin maupun alat ukur       ke pemberi tugas yang memuat :
   wajib mengikuti buku instruksi      - Proses persiapan
   yang dikeluarkan oleh pabrikan      - Tanggal, hari, jam pelaksanaan
2. Setiap alat kerja wajib diketahui   - Personel yang terlibat
   Safe Working Loadnya (SWL)          - Organisasi kerjanya
3. Setiap beban yang akan              - Peralatan yang dipakai
   ditanggung oleh alat kerja wajib    - Material yang digunakan
   diketahui besarannya                - Tata laksana kerja
4. Setiap       petugas        wajib   - Kendala yang dihadapi
   mengetahui Safety faktor (SF)       - Solusi yang telah diterapkan
5. Setiap       petugas        wajib   - Pelaksanaan/penerapan K3
   mengetahui          tanda-tanda     - Masalah lingkungan
   kerusakan pada alat kerja           - Biaya yang telah dikeluarkan
6. Setiap alat kerja tidak boleh       - Saran      dan    usulan    untuk
   digunakan     kecuali    sebagai        perbaikan
   fungsinya                           - Kesimpulan

10.3.3.2. Pemeliharaan Peralatan       Manfaat laporan pekerjaan :
         Transmisi                     1. Data
                                       2. Bahan analisa untuk pebaikan
      Pemeliharaan        peralatan       dan pengembangan
transmisi wajib mengikuti prosedur     3. Penilaian unjuk kerja
kerjanya atau Instruksi Kerja, agar    4. Lain-lain
tercapai satu kesepakatan untuk



                                                                      421
                                                               Lampiran : A

                             DAFTAR PUSTAKA

Bernad Grad ( 2002) Basic Electronic Mc Graw Hill Colage New- York
David E Johnson (2006) Basic Electric Circuit Analisis John Wiley & Sons.Inc
New- York
Diklat PLN Padang . (2007) Transmisi Tenaga Listrik Padang
Diklat PLN Pusat . (2005) Transmisi Tenaga Listrik Jakarta
Fabio Saccomanno (2003) Electric Power System and Control John Wiley &
Sons.Inc New- York
John D. McDonald (2003) Electric Power Substation Engginering CRC Press
London
Jemes A.Momoh (2003) Electric Power System CRC Press London
Luces. M . (1996) Electric Power Distribution and Transmision Prantice Hall
New- York
Oswald (2000) Electric Cables for Pewer Transmision John Wiley & Sons.Inc
New- York
Paul M Anderson      (2000) Analisis of Faulted Power System John Wiley &
Sons.Inc New- York
Panagin.R.P ( 2002) Basic Electronic Mc Graw Hill Colage New- York
Stan Stawart (2004) Distributet Swichgear John Wiley & Sons.Inc New- York
Stepen L. Herman       (2005) Electrical Transformer John Wiley & Sons.Inc
New- York
Hutauruk (2000)Tranmisi Daya listrik Erlangga Jakarta.




                                                                       A-1

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2516
posted:9/20/2010
language:Indonesian
pages:125