Docstoc

pidato bhs

Document Sample
pidato bhs Powered By Docstoc
					                          Mohammad Hatta, Pemimpin Bangsa yang Bijak



      Saudara – saudara yang saya hormati,

      Bulan Agustus adalah bulan keramat bagi bangsa Indonesia. Salah satu proklamator kita,
Bung Hatta, jika beliau masih hidup tanggal 12 agustus nanti tentunya merupakan tanggal
bertambahnya umur beliau. Tidak salah kalau pidato kita kali ini menyoroti keteladenan sang
pemimpin bangsa yang senantiasa berjuang bagi kepentingan Negara kesatuan Republik Indonesia
ini. Apa saja keteladenan yang patut kita tiru dari sosok proklamator kita ?

      Pertama, berprinsip teguh. Bung Hatta yang di kenal jujur, sabar, cerdas, dan penuh ide ini
memegang teguh prinsip yang diyakini. Sebagai contoh adalah prinsip demokrasi yang diyakini
beliau dapat memperaiki kehidupan bangsa. Untuk itu, beliau ikut memperjuangkan status
Indonesia sebagai Negara Kesatuan yang dapat mengakomodasi aspirasi semua golongan tanpa
kecuali. Beliau ikut medukung pencabutan usulan pembentukan Negara yang memihak pada
golongan tertentu saja.

      Keteguhan Bung Hatta dalam memegang prinsip bukan semata – mata untuk kepentingan
pribadi, melainkan untuk kepentingan bangsa. Ketika beliau berseberangan            prinsip dengan
pemerintah yang sedang berkuasa saat itu, beliau rela mengundurkan diri guna mempetahankan
kesatuan bangsa.

      Kedua, berjuang tanpa kekerasan. Bung Hatta yang lembut hati, selalu mencari strategi untuk
berjuang tanpa kekerasan. Senjata ampuh yang digunakan tokoh proklamator ini adalah otak dan
pena. Daripada melawan dengan kekerasan, beliau memilih untuk menyusun strategi, melakukan
negoisasi, dan menulis berbagai artikel dan buku untuk memperjuangkan bangsa. Prinsip tanpa
kekerasan ini muncul karena rasa hormat Bung Hatta kepada sesame manusia, baik kawan maupun
lawan. Walaupun Bung Hatta tidak setuju dengan pendapat ataupun seseorang beliau tidak
membenci orang tersebut, tetapi pendapat dan tindakannyalah yang tidak beliau setujui.

      Misalnya saja, Bung Hatta yang sangat taat beragama tidak menyukai hal – hal yang berbau
duniawi yang pada saat itu umumnya berasal dari negeri seberang. Akan tetapi, bukan berarti beliau
membenci orang – orang asing. Beliau memiliki banyak teman bangsa asing dan banyak pemikiran
positif bangsa asing (disiplin, etos kerja positif yang beliau adaptasi untuk kemajuan bangsa. Sikap ini
menyebabkan Bung Hatta di hormati oleh semua orang kawan maupun lawan.

      Ketiga, berusaha sebaik mungkin. Bung Hatta selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam
segala hal, misalnya dengan bersikap hati- hati dan melakukan perencanaan yang matang. Semua
tugas dilakukannya dengan sepenuh hati, dan            direncanakan dengan sebaik mungkin agar
memperoleh hasil yang maksimal.

      Semua pidato dan kata – kata beliau untuk public pun disisipkan secara professional. Semua
keputusan dipikirkan dengan seksama, di dukung dengan data dan informai yang cukup. Beliau tidak
menginginkan ada kegagalan karena kecerobohan ataupun karena kurang persiapan.

      Keempat, berkarya nyata. Bung Hatta merupakan tokoh yang selalu berkarya nyata. Salah
satu karya besar beliau adalah pembentukan koperasi. Pemikiran ini di tuangkan dalam
pembentukan koperasi pengusaha batik, yang akhirnya sukses sampai saat ini. Koperasi tersebut
berhasil memajukan pengusaha batik dan memberi mereka kesempatan untuk memperluas usaha.
Karya – karya lainnya berbentuk tulisan.

      Pada saat bangsa Indonesia masih berkutat untuk menumbuhkan minat baca, beliau bisa jauh
lebih maju. Beliau memberikan teladan kepada bangsa Indonesia dengan menumbuhkan budaya
menulis. Kegiatan tulis menulis ini telah beliau lakukan sejak masih belajar di Negara belanda sampai
akhir hayatnya. Tak terhitung lagi jumlah artikel dan buku yang beliau telah tulis. Sebuah monument
intelektual berupa perpustakan di bukit tinggi pun telah didirikan untung mengenang buyng hatta.

      Walaupun bung hatta telah tiada, beliau telah hidup melalui pemikiran, prinsip, dan kualitas
pribadi beliau yang positif. Menjelang hari kemerdekaan Indonesia, bersamaan dengan hari
kelahiran tokoh proklamator kita ini, sudah selayaknya kita teladani sisi positif kualitas kepemimpinan
beliau. Beliau selalu berpegang teguh pada prinsip, tanpa kekerasan, berusaha melakukan yang
terbaik, dan senantiasa berkarya untuk kepentingan bangsa. Merdeka!
Tugas Kelompok B. Indonesia


                          pidato
         “Mohammad Hatta, Pemimpin Bangsa yang Bijak”




                         Disusun




                          oleh :



             Adeliyani widyasari (2)
                 Aida wulandari (3)
                 Shita saputri (23)
                    Syahriani (28)


                          IX B


              SMP NEGERI 8 MAKASSAR

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:904
posted:9/17/2010
language:Indonesian
pages:4