penyakit pernapasan by daengwilmoor

VIEWS: 8,541 PAGES: 6

									                        5 MACAM PENYAKIT PERNAPASAN

1. Asma

         penyebab

   Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap
rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan.
Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu
binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang
melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan
pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran
udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus
berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas.

Asma juga bisa terjadi pada beberapa orang tanpa alergi tertentu. Reaksi yang sama
terjadi jika orang tersebut melakukan olah raga atau berada dalam cuaca dingin. Stres
dan kecemasan juga bisa memicu dilepaskannya histamin dan leukotrien.

Sel lainnya (eosnofil) yang ditemukan di dalam saluran udara penderita asma melepaskan
bahan lainnya (juga leukotrien), yang juga menyebabkan penyempitan saluran udara.

         Penanggulangan

Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal . Agonis
reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma
yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh
olahraga

Tablet atau suntikan corticosteroid bisa digunakan selama 1-2 minggu untuk mengurangi
serangan asma yang berat. Untuk penggunaan jangka panjang biasanya diberikan inhaler
corticosteroid karena dengan inhaler, obat yang sampai di paru-paru 50 kali lebih
banyak dibandingkan obat yang sampai ke bagian tubuh lainnya. Corticosteroid per-oral
(ditelan) diberikan untuk jangka panjang hanya jika pengobatan lainnya tidak dapat
mengendalikan gejala asma.

         Pencegahan

Serangan asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari.
Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum
melakukan olah raga.

   2. Bronkitis
          Penyebab

Bronkitis infeksiosa disebabkan oleh virus, bakteri dan organisme yang menyerupai
bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia)

Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru
dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

      Sinusitis kronis
      Bronkiektasis
      Alergi
      Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.

Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:

      Berbagai jenis debu
      Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida,
       sulfur dioksida dan bromin
      Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
      Tembakau dan rokok lainnya.

       Penanggulangan

Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa
diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan
acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.

Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya
adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi)
dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru. Kepada penderita dewasa
diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin
diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae. Kepada
penderita anak-anak diberikan amoxicillin. Jika penyebabnya virus, tidak diberikan
antibiotik.

Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka
dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu
dilakukan penggantian antibiotik.

   3. Paru – paru hitam simplek

Pada paru-paru hitam simplek, serbuk batubara berkumpul di sekeliling bronkiolus.
Walaupun relatif lembam dan tidak menimbulkan banyak reaksi, serbuk batubara akan
menyebar ke seluruh paru-paru dan terlihat sebagai bercak-bercak hitam kecil pada
foto sinar-X bagian dada.
          Penyebab

Paru-paru hitam merupakan akibat dari terhirupnya serbuk batubara dalam jangka
waktu yang lama. Merokok tidak menyebabkan meningkatnya angka kejadian paru-paru
hitam, tetapi bisa memberikan efek tambahan yang berbahaya bagi paru-paru. Resiko
menderita paru-paru hitam berhubungan dengan lamanya dan luasnya pemaparan
terhadap debu batubara. Kebanyakan pekerja yang terkena berusia lebih dari 50 tahun.
Penyakit ini ditemukan pada 6 dari 100.000 orang.Fibrosis masif progresif yang berat
juga menyebabkan batuk dan sesak nafas.

          Penanggulangan

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, selain untuk mengobati komplikasinya
(gagal jantung kanan atau tuberkulosis paru). Jika terjadi gangguan pernafasan, maka
diberikan bronkodilator dan ekspektoran.Tetapi adalah penting untuk menghindari
pemaparan lebih lanjut.

      Pencegahan

Paru-paru hitam dapat dicegah dengan menghindari debu batubara pada lingkungan
kerja. Pekerja tambang batubara harus menjalani pemeriksaan foto dada tiap 4-5 tahun
sehingga penyakit ini dapat ditemukan pada stadium awal. Jika ditemukan penyakit, maka
pekerja tersebut harus dipindahkan ke daerah dimana kadar debu batubaranya rendah,
untuk menghindari terjadinya fibrosis masif progresif.

   4. Asbestosis

    Asbestosis    adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat
menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang
luas.Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda.
Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut.
Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi
paru-paru).

      Penyebab

Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di
dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang
dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya
pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi
dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari
partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh asbes diantaranya:
      Plak pleura (klasifikasi)
      Mesotelioma maligna
      Efusi pleura.

       Penanggulangan

Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak
dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan
obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui
sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung.
Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi
tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.

      Pencegahan

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan
kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang
ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang
yang pernah terpapar 40 tahun lalu.

Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang
berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna
menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap
pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian
bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa
pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-
masing.

   5. Bronkientasis

Bronkientasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran
pernafasan yang besar.

      Penyebab

Bronkiektasis bisa disebabkan oleh:

1. Infeksi pernafasan - Campak - Pertusis - Infeksi adenovirus - Infeksi bakteri
contohnya Klebsiella, Staphylococcus atau Pseudomonas br>- Influenza - Tuberkulosa -
Infeksi jamur - Infeksi mikoplasma 2. Penyumbatan bronkus - Benda asing yang terisap -
Pembesaran kelenjar getah bening - Tumor paru - Sumbatan oleh lendir 3. Cedera
penghirupan - Cedera karena asap, gas atau partikel beracun - Menghirup getah lambung
dan partikel makanan 4. Keadaan genetik - Fibrosis kistik - Diskinesia silia, termasuk
sindroma Kartagener - Kekurangan alfa-1-antitripsin 5. Kelainan imunologik - Sindroma
kekurangan imunoglobulin - Disfungsi sel darah putih - Kekurangan koplemen - Kelainan
autoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa 6.
Keadaan lain - Penyalahgunaan obat (misalnya heroin) - Infeksi HIV - Sindroma Young
(azoospermia obstruktif) - Sindroma Marfan.

      Penanggulangan

Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan
dahak,membebaskan penyumbatan saluran pernafasan serta mencegah komplikasi.

Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari
pengobatan untuk membuang dahak. Seorang terapis pernafasan bisa mengajarkan cara
melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.Untuk mengatasi infeksi seringkali
diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.

Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan
respon terhadap pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.

      Pencegahan

Imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak-kanak membantu menurunkan angka
kejadian bronkiektasis. Vaksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan
bronkus oleh virus flu. Vaksin pneumokok membantu mencegah komplikasi berat dari
pneumonnia pneumokok.

Minum antibiotik dini saat infeksi juga mencegah bronkiektasis atau memburuknya
penyakit. Pengobatan dengan imunoglobulin pada sindroma kekurangan imunoglobulin
mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikasi.

Penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama pada
penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang
akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.Menghindari udara beracun, asap (termasuk
asap rokok) dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silika) juga mencegah
bronkiektasis atau mengurangi beratnya penyakit.

Masuknya benda asing ke saluran pernafasan dapat dicegah dengan: - memperhatikan
apa yang dimasukkan anak ke dalam mulutnya - menghindari kelebihan dosis obat dan
alkohol - mencari pengobatan medis untuk gejala neurologis (seperti penurunan
kesadaran) atau gejala saluran pencernaan (seperti regurgitasi atau batuk setelah
makan).

Tetes minyak atau tetes mineral untuk mulut atau hidung jangan digunakan menjelang
tidur karena dapat masuk ke dalam paru.Bronkoskopi dapat digunakn untuk menemukan
dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.




kapasitas paru – paru
Udara Pernapasan ( Udara Tidal) adalah Udara yang keluar masuk paru-paru pada
waktu melakukan pernapasan biasa. Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih
kurang 500 ml.

Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya.
Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut                 udara
komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.



Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-
kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara
suplementer,         volumenya          lebih         kurang       1500         ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata
dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih
kurang 1500 ml. Jumlah

volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut
kapasitas vital paru-paru.

								
To top