Docstoc

HASIL PENELITIAN UJI EFIKASI OBAT HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KADAR

Document Sample
HASIL PENELITIAN UJI EFIKASI OBAT HERBAL UNTUK MENINGKATKAN KADAR Powered By Docstoc
					    HASIL PENELITIAN UJI EFIKASI OBAT HERBAL
    UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN,
        JUMLAH TROMBOSIT DAN ERITROSIT
      DALAM HEWAN UJI TIKUS PUTIH JANTAN




         PUSAT STUDI OBAT BAHAN ALAM
             DEPARTEMEN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
             UNIVERSITAS INDONESIA
                    DEPOK
       HASIL PENELITIAN UJI EFIKASI OBAT HERBAL UNTUK
  MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN, JUMLAH TROMBOSIT
    DAN ERITROSIT DALAM HEWAN UJI TIKUS PUTIH JANTAN




                                       BAB I
                                PENDAHULUAN


     Penyakit demam berdarah telah menjadi salah satu penyakit yang banyak
merenggut nyawa penduduk Indonesia yang ditularkan oleh nyamuk Aedes
aegypti melalui virus dengue.
     Virus yang disebarkan oleh nyamuk tersebut       melalui gigitannya akan
masuk ke dalam peredaran darah dan akan merusak sel darah dengan membuat sel
darah tersebut pecah, akibatnya jumlah sel darah akan berkurang. Untuk
mengatasi terjadinya dehidrasi pada penderita demam berdarah dianjurkan bagi
penderita untuk minum air sebanyak mungkin.
     Jamu adalah obat tradisional yang berasal dari bahan tumbuhan, hewan, dan
mineral dan atau sediaan galeniknya, dipergunakan dalam upaya pengobatan
berdasarkan    pengalaman.      Agar    pemanfaatan   obat   tradional   dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah terutama dari segi khasiat dan keamanan
penggunaannya maka perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan khasiat
sediaan obat herbal yang diproduksi oleh PT. Ruslindo Anugerah Alam Sejahtera,
yang diduga dapat membantu penyembuhan penyakit demam berdarah, dan sudah
digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan dan memperpendek waktu
perawatan. Namun penggunanya belum diikuti dengan penelitian yang
membuktikan khasiatnya secara ilmiah.
     Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara ilmiah bahwa
sediaan obat herbal yang diproduksi oleh PT. Ruslindo Anugerah Alam Sejahtera
dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan trombosit darah
sehingga dapat dipergunakan sebagai alternatif penyembuhan demam berdarah
dan penyakit anemia pada umumnya.
     Untuk membuktikan kebenaran penggunaan sediaan herbal sebagai obat
untuk membantu penyembuhan demam berdarah perlu dilakukan penelitian
terhadap khasiatnya pada hewan percobaan sebagai penelitian preklinik sebelum
nantinya dibuktikan khasiatnya dalam uji klinik pada penderita manusia.




                                      BAB II
                        BAHAN DAN CARA KERJA


BAHAN DAN ALAT
A. Bahan
   Bahan-bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:
   1. Tikus putih jantan galur spraque dowley berumur 3 bulan dengan berat
       rata-rata 200-300mg sebanyak 30 ekor yang diperoleh dari BPOM dan
       telah diaklimatisasi selama 2 minggu.
   2. Sediaan serbuk herbal yang diperoleh dari PT. Ruslindo Anugerah Alam
       Sejahtera sebagai bahan uji.
   3. Bahan habis pakai:
       Heparin 5000 UI/ml, asam klorida 0,1 N, Natrium sulfat, Natrium klorida,
       Merkuri klorida, Natirum sitrat, formaldehida, brillian kristal biru, anilin,
       alkohol, dan aquadest.
B. Alat
   Hemometer, alat penyedot darah, alat suntik, sonde lambung, mikroskop,
   tabung penampung darah dan alat-alat gelas.


CARA KERJA
1. Pembuatan Pereaksi
   a. Pembuatan Larutan Hayem
       Larutan hayem dibuat dari campuran senyawa natrium sulfat (berair
       kristal)5g, natrium klorida 1g, merkuri klorida 0,5g dan air ditambahkan
         hingga volumenya menjadi 200 ml. Larutan harus disaring sebelum
         dipakai.
      b. Pembuatan Larutan Rees Ecker
         Larutan Rees Ecker dibuat dari natrium sitrat 3,8g, larutan formaldehida
         40% 2ml, brillian kristal biru 30 mg dan air hingga 100 ml. Larutan
         disaring sebelum dipakai.


      c. Pembuatan Anilin 10%
         Anilin diencerkan hingga 10% dengan cara: 1ml anilin dilarutkan dalam
         9ml aquadest mendidih, lalu diaduk. Pembuatan anilin dilakukan sesaat
         sebelum penyuntikan terhadap hewan coba.
2. Persiapan Hewan Coba
             Tikus putih jantan galur, spraque dowley berumur 3 bulan dengan
      berat badan antara 200 gr sampai 300 gram diaklimatisasi selama 2 minggu
      agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pada tahap ini dilakukan
      pengamatan terhadap keadaan umum dari penimbangan badan setiap hari,
      tikus yang sakit tidak diikutsertakan dalam pengujian.
3. Pelaksanaan Percobaan
      1. Pelaksanaan percobaan ini menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang
         dibagi secara acak ke dalam 6 kelompok. Skema percobaan sebagai
         berikut :
No                             Perlakuan                          Jumlah tikus
1        Kontrol normal, tikus dalam keadaan normal                    5
II       Kontrol perlakuan, tikus dibuat anemia tanpa diberi           5
         ekstrak obat herbal
III      Kontrol obat herbal, tikus diberi ekstrak obat herbal         5
         dosis 3240 mg/Kg BB
IV       Kelompok Uji, tikus dibuat anemia lalu diberi ekstrak         5
         obat herbal dosis 810 mg/kg BB
V        Kelompok uji, tikus dibuat anemia lalu diberi ekstrak         5
         obat herbal dosis 1620 mg/Kg BB
VI     Kelompok uji, tikus dibuat anemia lalu diberi ekstrak                 5
       obat herbal dosis 3240 mg/Kg BB


     2. Pengambilan darah tikus
        Sebelum dilakukan pengambilan darah, terlebih dahulu disiapkan tabung-
        tabung penampung darah. Ke dalam masing-masing tabung itu
        dimasukkan 1-2 tetes larutan heparin 5000 Ul/ml lalu dikeringkan. Darah
        diambil melalui ekor, tikus dimasukkan ke dalam kandang isolasi
        sedemikian rupa sehingga tikus tidak dapat bergerak. Ekor tikus
        dibersihkan dari kotoran dan dihangatkan terlebih dahulu dengan minyak
        menthol untuk memperlancar aliran darah. Selanjutnya, ekor tikus
        digunting dengan gunting sepanjang lebih kurang 0,5 cm dari ujung. Darah
        ditampung ke dalam tabung heparin. Pengambilan darah dilakukan
        sebelum dan sesudah penyuntikan anilin 0,05 ml/kg bb tikus dan selama
        proses pengobatan untuk diperiksa kadar hemoglobin, jumlah eritrosit,
        serta jumlah trombosit darah.
     3. Penyuntikan anilin 0,05 ml/Kg BB
               Tikus dimasukkan ke dalam kandang isolasi. Ekor tikus
        dibersihkan dengan kapas yang telah dibasahkan dengan air hangat sampai
        pembuluh darah venanya terlihat. Di tempat penyuntikan diberi alkohol
        untuk mencegah terjadinya infeksi, lalu disuntik secara intravena.
     4. Penetapan Kadar Hemoglobin Metode Sahli
               Penetapan kadar hemoglobin darah diukur dengan cara Sahli, pada
        metode ini hemoglobin direaksikan dengan asam klorida menjadi asam
        hematin yang berwarna coklat tua, warna tersebut dibandingkan secara
        visual dengan warna standar pada alat hemometer.
        Metode :
               Kedalam tabung hemometer dimasukkan kira-kira 5 tetes asam
        klorida 0,1 N. Sampel darah dihisap dengan pipet sampai garis tanda 0,02
        ml. Darah yang melekat pada ujung pipet ditahan jangan sampai terjadi
        gelembung udara. Darah yang masih terdapat dalam pipet dibersihkan
   dengan menghisap asam klorida ke dalam pipet sampai 2 atau 3 kali. Isi
   tabung diaduk supaya darah dan asam bereaksi, sehingga campuran
   berwarna coklat tua. Setelah itu, tambahkan air setetes demi setetes, tiap
   kali aduk dengan batang pengaduk yang tersedia, warna yang terjadi harus
   sama dengan warna standar. Kadar hemoglobin dibaca dalam gram/100ml.




5. Menghitung Jumlah Sel Darah Merah (Eritrosit)
           Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan
   kedalam kamar hitung Improved Neubeuer. Jumlah sel darah merah
   dihitung dalam volume tertentu dengan menggunakan faktor konversi.
   Sebagai larutan pengencer digunakan larutan hayem.
   Metode :
           Darah dihisap sampai garis tanda 0,5 tepat, kelebihan darah yang
   melekat pada ujung pipet dihapus. Ujung pipet dimasukkan ke dalam
   larutan hayem sambil menahan darah pada garis tanda dan larutan hayem
   dihisap sampai garis tanda 101. Pipet diangkat dari cairan, pipet dikocok
   selama 15-30 detik. Tiga tetes atau empat tetes cairan yang ada didalam
   batang kapiler dibuang dan menyentuh ujung pipet dengan sudut 30
   derajat pada permukaan kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca
   penutup. Kamar hitung dibiarkan selama 2 atau 3 menit supaya sel darah
   merah mengendap. Sel darah merah yang terdapat dalam lima bidang yang
   tersusun dari 16 bidang kecil dihitung dengan bantuan mikroskop dengan
   perbesaran 40 x sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah tampak
   jelas. Jumlah tersebut dikali 10.000 sehingga menghasilkan jumlah
   eritrosit perul darah.
6. Perhitungan Jumlah Trombosit
           Darah diencerkan dalam pipet trombosit, kemudian dimasukkan ke
   dalam kamar hitung Improved Neubeuer. Jumlah trombosit dihitung dalam
   volume tertentu dengan menggunakan faktor konversi. Sebagai larutan
   pengecer digunakan larutan Rees Ecker.
   Metode :
           Darah dihisap sampai garis tanda 0,5 tepat, kelebihan darah yang
   melekat pada ujung pipet dihapus. Ujung pipet dimasukkan ke dalam
   larutan Rees Ecker sambil menahan darah pada garis tanda dan larutan
   hayem dihisap sampai garis tanda 101. Pipet diangkat dari cairan, pipet
   dikocok selama 15-30 detik. Tiga tetes atau empat tetes cairan yang ada di
   dalam batang kapiler dibuang dan menyentuh ujung pipet dengan sudut 30
   derajat pada permukaan kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca
   penutup. Kamar hitung dibiarkan selama 2 atau 3 menit supaya sel darah
   merah mengendap. Sel darah merah yang terdapat dalam lima bidang yang
   tersusun dari 16 bidang kecil dihitung dengan bantuan mikroskop dengan
   perbesaran 40 x, sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah
   tampak jelas. Jumlah tersebut dikali 10.000 sehingga menghasilkan jumlah
   eritrosit perul darah.
7. Perhitungan Jumlah Trombosit
           Darah diencerkan dalam pipet trombosit, kemudian dimasukkan ke
   dalam kamar hitung Improved Neubeuer. Jumlah trombosit dihitung dalam
   volume tertentu dengan menggunakan faktor konversi. Sebagai larutan
   pengencer digunakan larutan Rees Ecker.
   Metode :
           Darah dihisap sampai garis tanda 0,5 tepat, kelebihan darah yang
   melekat pada ujung pipet dihapus. Ujung pipet dimasukkan ke dalam
   larutan Rees Ecker sambil menahan darah pada garis tanda dan larutan
   Rees Ecker dihisap sampai garis tanda 101. Pipet diangkat dari cairan,
   pipet dikocok selama 3 menit. Tiga tetes atau empat tetes cairan yang ada
   di dalam batang kapiler pipet dibuang dan menyentuh ujung pipet dengan
   sudut 30 derajat pada permukaan kamar hitung dengan menyinggung
   pinggir kaca penutup. Kamar hitung dibiarkan selama 10 menit supaya
   trombosit mengendap. Hitung semua trombosit dalam seluruh bidang
   besar ditengah-tengah (1 mm2) memakai lensa objektif besar. Jumlah
   tersebut dikali 2.000 sehingga menghasilkan jumlah eritrosit per ul darah.
                                    BAB III
                       HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Percobaan
   1. Kadar rata-rata Hemoglobin
      Hasil perhitungan kadar rata-rata hemoglobin untuk masing-masing
      kelompok adalah :
      Kelompok I     : 10,24 g/100 ml
      Kelompok II : 5,80 g/100 ml
      Kelompok III : 11,64 g/100 ml
      Kelompok IV : 8,95 g/100 ml
      Kelompok V : 10,48 g/100 ml
      Kelompok VI : 11,25 g/100 ml
      Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 1.
   2. Kadar Rata-rata Trombosit
      Hasil perhitungan kadar rata-rata trombosit untuk masing-masing
      kelompok adalah :
      Kelompok I     : 3,944 x 105 /ul
      Kelompok II : 2,62 x 105 /ul
      Kelompok III : 6,512 x 105 /ul
      Kelompok IV : 4,98 x 105 /ul
      Kelompok V : 6,28 x 105 /ul
      Kelompok VI : 6,495 x 105 /ul
      Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.
   3. Kadar Rata-rata Eritrosit
      Hasil perhitungan kadar rata-rata eritrosit untuk masing-masing kelompok
      adalah :
      Kelompok I     : 6,91 x 106 /ul
      Kelompok II : 4,964 x 106 /ul
      Kelompok III : 7,352 x 106 /ul
      Kelompok IV : 8,42 x 106 /ul
  Kelompok V : 7,96 x 106 /ul
  Kelompok VI : 7,75 x 106 /ul
  Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.


B. Pembahasan
         Percobaan ini dilakukan untuk menguji efikasi sediaan obat herbal
  dari PT. Ruslindo Anugerah Alam Sejahtera. Percobaan ini menggunakan
  30 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 6 kelompok, dimana masing-
  masing kelompok 5 tikus. Sebelum tikus dibagi secara acak lengkap
  kedalam masing-masing kelompok, tikus di aklimatisasi terlebih dahulu
  selama 2 minggu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
         Tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat hubungan antara
  dosis obat herbal yang diberikan pada tikus yang dibuat anemia dengan
  peningkatan nilai hemoglobin, jumlah eritrosit, dan jumlah trombosit tikus
  percobaan.
         Tikus dibuat dalam kondisi anemia dengan menggunakan anilin
  dosis 0,05 ml/kg bb. Dimana melalui uji pendahuluan diketahui bahwa
  tikus anemia dengan penyuntikan anilin akan kembali normal dalam waktu
  3 hari. Dari perhitungan statistik dengan menggunakan uji anova satu arah
  dapat dilihat penurunan yang bermakna antara tikus kelompok II (Kontrol
  anemia) dengan tikus kelompok I (kontrol normal). Hal ini menunjukkan
  bahwa anilin yang digunakan penurun nilai hemoglobin, eritrosit dan
  trombosit efektif.
         Untuk tikus kelompok IV yang diberi perlakuan, disuntik dengan
  anilin secara intravena sebanyak 0,05 ml/kg bb dan diberi obat herbal
  dengan dosis 810 mg/kg bb. Pemeriksaan nilai hemoglobin, jumlah
  eritrosit dan jumlah trombosit dilakukan 2 kali. Pemeriksaan pertama
  dilakukan sebelum tikus dibuat anemia dan belum diberikan obat herbal.
  Pemeriksaan kedua dilakukan 24 jam setelah tikus dibuat anemia dan
  diberi obat herbal dengan dosis 810 mg/kg bb. Dari data statistik
pemeriksaan kedua diperoleh perubahan nilai hemoglobin yang bermakna
terhadap kelompok II (kontrol anemia).
Kebermaknaan dengan kontrol anemia itu juga terjadi pada kelompok V
(tikus disuntik anilin 0,05 mg/kg bb dan diberi obat herbal dosis 1620
mg/kg bb) dan kelompok VI (tikus disuntik anilin 0,05 mg/kg bb dan
diberi obat herbal dosis 3240 mg/kg bb) (Lihat tabel I).
       Untuk parameter jumlah trombosit, maka dari hasil data statistik
dapat dilihat terjadi peningkatan yang bermakna antara kelompok V dan
kelompok VI dengan kelompok II (Kontrol anemia). Terlihat bahwa
kenaikan yang signifikan terjadi pada perlakuan VI (dosis obat herbal
3240 mg/kg bb) (Lihat tabel 2).
       Untuk parameter jumlah eritrosit, maka dari hasil data statistik
dapat dilihat terjadi perbedaan yang bermakna antara kelompok IV (dosis
810 mg/kg bb), kelompok V (dosis 1620 mg/kg bb) dan kelompok VI
(dosis 3240 mg/kg bb) dengan kelompok II (kontrol anemia). Kenaikan
yang paling bermakna terjadi pada perlakuan kelompok IV (dosis 810
mg/kg bb) (Lihat tabel 3).
                                   BAB IV
                                KESIMPULAN


       Dari hasil perhitungan statistik yang diperoleh maka dapat disimpulkan
bahwa obat herbal yang diproduksi oleh PT. Ruslindo Anugerah Alam Sejahtera
dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan jumlah trombosit.




                               REKOMENDASI


       Obat herbal yang diproduksi oleh PT. Ruslindo Anugerah Alam Sejahtera
dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengobatan penderita demam berdarah
dengue dan penderita anemia.


                                   Depok, 24 Februari 2004




                                   Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo
                                   Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alam
                                   Farmasi Universitas Indonesia
                                  TABEL I
            Pengaruh pembrian obat herbal terhadap kadar hemoglobin

KELOMPOK            NO        PEMERIKSAAN I              PEMERIKSAAN II

KONTROL                 1            11,2                      10,2
NORMAL                  2            12,6                      11,2
                        3             9,4                      10,6
                        4             8,2                       9,0
                        5            10,2                      10,2
                                   X = 10,32                 X = 10,24
KONTROL ANEMIA          1            13,0                       7,2
                        2            12,2                       5,6
                        3             8,0                       6,2
                        4             6,8                       4,4
                        5            11,2                       5,6
                                   X = 10,24                 X = 5,80
KONTROL JAMU            1            10,4                      10,2
                        2             9,0                      13,0
                        3            10,0                      11,6
                        4            10,0                      11,2
                        5            10,8                      12,2
                                   X = 10,04                 X = 11,64
DOSIS I             1                12,0                       9,0
                    2                13,2                       8,2
                    3                 7,4                       9,2
                    4                 7,2                        -
                    5                 8,2                       9,4
                                   X = 9,60                  X = 8,95
DOSIS II            1                11,8                      11,8
                    2                 9,0                      10,2
                    3                 8,8                       9,4
                    4                 8,2                       9,6
                    5                10,2                      11,4
                                   X = 9,60                  X = 10,48
DOSIS III           1                10,0                      10,6
                    2                 8,0                      11,0
                    3                 8,6                      10,4
                    4                11,4                      13,0
                    5                10,0                        -
                                    X = 9,6                  X = 11,25
                                 TABEL II
            Pengaruh pemberian obat herbal terhadap jumlah trombosit

KELOMPOK             NO        PEMERIKSAAN I             PEMERIKSAAN II

KONTROL               1              25200                      60000
NORMAL                2              43200                      44000
                      3              26800                      33800
                      4              23200                      27000
                      5              29200                      32400
                                   X = 29520                  X = 39440
KONTROL               1              34000                      41800
ANEMIA                2              33200                      40800
                      3              60000                      18800
                      4              23800                       8800
                      5              44000                      20800
                                   X = 39000                  X = 26200
KONTROL               1              40600                      73800
JAMU                  2              54000                      74800
                      3              25200                      78400
                      4              21200                      49800
                      5              28400                      48800
                                   X = 33880                  X = 65120
DOSIS I               1              40400                      62800
                      2              36600                      59800
                      3              23600                      42600
                      4              24400                         -
                      5              19400                      34000
                                   X = 28880                  X = 49800
DOSIS II              1              37600                      63800
                      2              35600                      92400
                      3              26400                      49800
                      4              19200                      57200
                      5              18000                      50800
                                   X = 27360                  X = 62800
DOSIS III             1              42600                      75800
                      2              37600                      82400
                      3              20000                      55200
                      4              23600                      46400
                      5              23600                         -
                                   X = 29480                  X = 64950
                                TABEL III
            Pengaruh pemberian obat herbal terhadap jumlah eritrosit

KELOMPOK            NO         PEMERIKSAAN I              PEMERIKSAAN II

KONTROL               1             7810000                     6740000
NORMAL                2             6680000                     7790000
                      3             4090000                     4870000
                      4             5730000                     7700000
                      5             7660000                     7430000
                                  X = 6394000                 X = 6906000
KONTROL               1             8700000                     7790000
ANEMIA                2             8200000                     5830000
                      3             6740000                     4030000
                      4             4170000                     3130000
                      5             7790000                     4040000
                                  X = 7120000                 X = 4964000
KONTROL               1             6580000                     7680000
JAMU                  2             5880000                     6800000
                      3             4900000                     6980000
                      4             4140000                     7730000
                      5             5780000                     7570000
                                  X = 5456000                 X = 7352000
DOSIS I               1             7070000                     9400000
                      2             5470000                     7780000
                      3             4870000                     7400000
                      4             6320000                        -
                      5             5560000                     9090000
                                  X = 5858000                 X = 8417500
DOSIS II              1             6350000                     8710000
                      2             6240000                     7980000
                      3             4050000                     6790000
                      4             4270000                     6480000
                      5             7000000                     9830000
                                  X = 5582000                 X = 7958000
DOSIS III             1             6920000                     8700000
                      2             4800000                     9850000
                      3             3400000                     6240000
                      4             3980000                     6210000
                      5             4610000                        -
                                  X = 4742000                 X = 7750000
Keterangan :
Kontrol anemia          :    Tikus disuntik anilin 0,05 ml/kg bb tikus
Kontrol obat herbal     :    Tikus disuntik obat herbal dengan dosis 3240 mg/kg bb
Dosis I                 :    Tikus yang disuntik anilin 0,05 ml/kg bb tikus dan
                             diberi obat herbal dosis 810 mg/kg bb/hari
Dosis II                :    Tikus yang disuntik anilin 0,05 ml/kg bb tikus dan
                             diberi obat herbal dosis 1620 mg/kg bb/hari
Dosis III               :    Tikus yang disuntik anilin 0,05 ml/kg bb tikus dan
                             diberi obat herbal 3240 mg/kg bb


                               PERHITUNGAN DOSIS


Berdasarkan pada sediaan yang telah beredar di masyarakat, dosis efektif bagi
manusia adalah 450 mg/kg bb, dua kali sehari
Faktor konversi dari manusia ke tikus adalah 0,018
Dosis untuk 200 gr tikus setelah dikonversi :
          450 x 2 x 0,018 = 16,2 mg/200 gr bb/hari
                            = 81 mg/kg bb/hari
Dosis yang digunakan pada percobaan :
          81 mg/kg bb/hari x 10 (faktor farmakokinetika) = 810 mg/kg bb/hari
Dosis 810 mg/kg bb/hari adalah dosis pertama
Dosis kedua = 2 x dosis efektif
Dosis ketiga = 3 x dosis efektif
Penggunaan menggunakan dosis berturut-turut 810 mg/kg bb/hari, 1620 mg/kg
bb/hari dan 3240 mg/kg bb/hari

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:848
posted:9/17/2010
language:Indonesian
pages:15
Jun Wang Jun Wang Dr
About Some of Those documents come from internet for research purpose,if you have the copyrights of one of them,tell me by mail vixychina@gmail.com.Thank you!