KONSERVASI BAHAN GALIAN YANG TERTINGGAL DI DAERAH BEKAS TAMBANG by fft92177

VIEWS: 1,390 PAGES: 15

									KEGIATAN PENDATAAN BAHAN GALIAN TERTINGGAL DALAM TAMBANG DI DAERAH
      BEKAS TAMBANG EMAS MANGANI, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA,
                      PROPINSI SUMATERA BARAT

                                                  Oleh :

                Adrial Said,, Suharsono Kamal dan Firdaus Djabar(Sub Direktorat DIM)


                                                 SARI

         Pemantauan konservasi bahan galian dimaksudkan untuk menilai kembali kemungkinan tentang
keberadaan logam mulia (emas dan perak) dan logam dasar serta mineral ikutan lainnya yang ada di daerah
bekas tambang Mangani. Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasikan keberadaan bahan galian tersebut
apakah bahan galian yang tertinggal tersebut masih bisa di manfaatkan untuk masa yang akan datang.
         Secara administratif daerah bekas Tambang Mangani termasuk ke dalam wilayah Kecamatan
Suliki-Gunung Mas, Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat, dan terletak antara koordinat 100 15’ –
100 21’ Bujur Timur dan 0 2’ – 0 6’ Lintang Selatan.
         Ubahan-ubahan berupa propilitisasi, silisifikasi dan urat kuarsa umumnya terjadi pada batuan
gunungapi dan sedimen. Mineralisasi logam mulia dan logam dasar serta mineral ikutan lainnya berasosiasi
dengan urat kuarsa diantaranya logam emas, perak, mangan, tembaga, timah hitam dan seng. Ada 3 tipe
mineralisasi yaitu tipe urat (epithermal vein), mineralisasi karena gejala tektonik (Mangani graben fault
mineralisation) dan mineralisasi sulpida pada lapisan batuan sedimen (stratiform sulphide mineralisation).
         Prakiraan cadangan yang tertinggal diperkirakan 1,25 ton bijioh dengan kadar 6 gram/ton emas
dan 100 gram/ton perak (berdasarkan data Direktorat Pertambangan 1964). Berdasarkan data estimasi yang
di dapatkan dari PETI, dengan mengabaikan factor non teknis di dapatkan hasil yang telah dikeluarkan
sekitar 797 kilogram emas tanpa menghitung mineral lainnya. Dari beberapa informasi penyelidik
terdahulu mengindikasikan bahwa cadangan emas yang masih tertinggal sudah tidak bernilai ekonomis
bagi investor besar.
         Permasalahan penambangan tanpa izin (PETI) di daerah ini sudah masuk ke dalam kategori II dan
III dimana disamping masyarakat setempat dan pendatang melakukan penambangan juga adanya
pengusaha pertambangan yang telah mempergunakan alat pemecah batu yang memakai tenaga mekanik.
Sedangkan dampak yang telah terjadi adalah kerusakan lingkungan disekitar bekas tambang, kecelakaan
tambang dan pemborosan sumber daya mineral.
         Dari hasil pendataan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa sangat diperlukan konservasi bahan
galian dan lingkungan di daerah bekas tambang emas Mangani tersebut.
1. PENDAHULUAN                                              a.     Melakukan pemantauan cadangan, recovery
                                                                   penambangan dan pengo
           Dalam           rangka      mengoptimalkan
                                                                 lahan , serta pengawasan konservasi
pemanfaatan bahan galian tersebut perlu di-
                                                                 sumber daya mineral.
lakukan penerapan konservasi             bahan galian
                                                            b.     Memberikan bimbingan teknis konservasi
yang meliputi perumusan ke bijakan konservasi,
                                                                   sumber daya mineral.
pemantauan cadang -an, recovery penambangan
                                                            c.     Melakukan      evaluasi    perencanaan       dan
dan pengolah an, serta pengawasan konservasi,
                                                                   penerapan konservasi sumber daya mineral.
se      hingga     tidak     menyebabkan       berbagai
                                                                      Dalam rangka        mewujudkan
pemborosan bahan galian di berbagai tahapan
                                                            konservasi bahan galian emas dan perak di
kegiatan         yang        menyebabkan        kurang
                                                            daerah Kabupaten Limapuluh Koto, Provinsi
maksimalnya kontribusi terhadap pembangunan
                                                            Sumatera Barat, Direktorat Inventarisasi Sumber
nasional. Disamping itu dalam pengelolaan
                                                            Daya     Mineral     bekerjasama       dengan     Dinas
sumber daya mineral juga perlu mengindahkan
                                                            Pertambangan Daerah Provinsi Sumatra Barat
prinsip konservasi bahan galian yang disediakan
                                                            telah melakukan kegiatan pendataan bahan
untuk kepentingan penelitian, cagar alam geologi
                                                            galian     yang      tertinggal      dalam      tambang
atau laboratorium alam dan cadangan bagi
                                                            dilingkungan        Kabupaten     limapuluh       Koto,
generasi yang akan datang.
                                                            khususnya di daerah bekas tambang emas
           Untuk mendukung upaya tersebut di
                                                            Mangani.
atas, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya
                                                                      Maksud penyelidikan ini adalah me -
Mineral mempunyai usulan suatu kegiatan
                                                            lakukan pemantauan atau pendataan bahan galian
pendataan bahan galian yang tertinggal di dalam
                                                            yang     terdapat     di   sekitar     daerah     bekas
tambang          di daerah Sumatera Barat yang
                                                            penambangan serta me -mantau adanya aktifitas
meliputi komoditi bahan galian logam, khusus di
                                                            penambangan         baik   tambang       resmi     atau
daerah bekas tambang emas di Mangani,
                                                            penambangan tanpa izin.
Kabupaten Limapuluh Koto, Provinsi Sumatera
                                                                      Tujuan pemantauan ini adalah untuk
Barat.
                                                            mencoba menilai kembali terdapatnya bahan
           Konservasi        bahan   galian    menurut
                                                            galian yang bisa ditambang agar optimalisasi
Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
                                                            ekploitasi bahan galian yang           ada di daerah
Mineral adalah upaya pengolahan bahan galian
                                                            penambangan dapat diharapkan pemamfaatannya
golongan ( kecuali minyak dan gas bumi) untuk
                                                            semaksimal mungkin.
mendapatkan        manfaat      yang     optimal     dan
                                                                      Secara administratif bekas tambang
berkelanjutan bagi kepentingan rakyat secara
                                                            emas     Mangani       termasuk      dalam      wilayah
luas.
                                                            Kecamatan Suliki-Gunung Mas , Kabupaten
Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral
                                                            Limapuluh Koto, Provinsi Sumatera Barat.
(DIM) melalui Sub Diretorat Konservasi dalam
                                                            Ditempuh dari Padang sekitar 3 jam dengan
melaksanakan         tugas     pokok     dan       fungsi
                                                            kendaran     roda    empat      sampai   ke     ibukota
diantaranya adalah :
Kabupaten Payakumbuh, dengan jarak kurang
                                                      Hasil Akhir yang Diharapkan
lebih 130 km. Dari Payakumbuh perjalanan
dilanjutkan lagi sampai ke kampung Koto Tinggi                    Hasil akhir pengumpulan data yang
dan Pua Data yang merupakan kampung terdekat          telah dilakukan baik data primer maupun dari
ke lokasi penambangan. Kemudian berjalan kaki.        data        skunder     akan     diharapkan     untuk
ketempat bekas penambangan selama 6 jam               mendapatkan :
perjalanan, berjarak sekitar 11 kilometer. Secara            a.   Pembuatan Database Konservasi Bahan
geografis terletak pada koordinat        100° 15’ –               Galian,    Direktorat     Inven   -tarisasi
100° 21’         Bujur Timur dan 0° 2’ – 0° 6’                    Sumberdaya Mineral.
Lintang Selatan.                                             b.   Dijadikan bahan acuan untuk evaluasi
                                                                  perencanaan dan penerapan konservasai
2. KEGIATAN PENYELIDIKAN
                                                                  sumber daya mineral khususnya di
Metode Pengumpulan data Penyelidikan dan                          lingkungan bekas tambang Mangani
Penyontohan
                                                                  dan atau daerah Kabupaten Limapuluh
         Metode       yang      digunakan     untuk               Koto, Provinsi Sumatra Barat secara
mendapat     data    yaitu     dengan     melakukan               keseluruhan.
pemantauan kelapangan yang disebut juga
                                                      3. GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN
dengan data primer, dengan melakukan mencatat
semua    aspek      yang     berkaitan   pemantauan   Geologi
                                                                  Daerah bekas tambang emas Mangani
konservasi seperti pengambilan percontoh batuan
                                                      terletak pada jalur pegunungan bukit barisan dan
yang tertinggal disekitar area penambangan dan
                                                      berbentuk morfologi pebukitan sedang sampai
dalam tambang itu sendiri serta pengambilan
                                                      tinggi (700 sampai dengan 1450 m) di atas
conto tailing.      Kemudian pengambilan data
                                                      permukaan laut (foto 1). Puncak-puncak yang
sekunder yang berasal dari laporan-laporan
                                                      tertinggi adalah Bt. Guntung (1100 m), Bt.
terdahulu yang berkaitan dengan penyelidikan
                                                      Rimbo Kulitmanis (1400 m), Bt. Galanggang
yang dilakukan di daerah bekas tambang emas
                                                      (1450 m), Bt. Bartupang (1150 m) dan Bt. Banio
Mangani tersebut.
                                                      Baririt (1400 m). Relief di bagian utara lebih
Peralatan yang digunakan di lapangan dan              kasar dan terjal di banding pada bagian
Laboratorium
                                                      selatannya. Sungai-sungai yang mengalir di
         Peralatan yang digunakan adalah peta         daerah       ini   diantaranya   S.   Rambutan,     A.
topografi skala 1 : 50.000 dari Bakosurtanal,         Galanggang, A. Mangani dan pada umumnya
palu geologi untuk mengambil beberapa conto           sungai membentuk pola dendritik dengan tebing-
batuan di sekitar bekas tambang serta kantong-        tebingnya berbentuk V (stadium erosi muda)
kantong plastik untuk conto. Disamping itu            sehingga lereng dan tebingnya sangat terjal
mempergunakan         dulang        plastik   untuk   dimana ditempati oleh batuan konglomerat dan
mengetahui mineral berat yang terdapat di sungai      batuan tufa gunungapi.
sekitar tambang.
         Batuan yang tertua di daerah Mangani                kesimpulan bahwa struktur geologi di daerah ini
adalah      batuan     malihan       dari     Formasi        umumnya adanya hubungan antara ubahan
Silungkang(?) berumur Pre-Tersier, tersebar di               silisifikasi, argilitisasi dan piritisasi dengan
tenggara lokasi penambangan.          Tak selaras di         patahan. Ada 4 zona patahan yang terjadi
atasnya Formasi Brani (Paleosen) terdiri dari                diantaranya adalah :
batuan konglomrat aneka bahan atau polimitik,                    -    patahan    yang     berarah   ESE-WNW
sisipan batupasir dan batulanau. Formasi Sihapas                      berkaitan langsung dengan patahan
berumur Oligosen - Miosen yang terdiri dari                           yang      membentuk      sistem     Graben
batupasir kuarsa dan selang-seling batulanau                          Mangani.
diendapkan di atasnya dan tersebar sedikit di                    -    Patahan berarah Utara – Selatan (N-S),
bagian timurnya. Kemudian Formasi Telisa                              berkaitan dengan terjadinya urat kuarsa
(Miosen) yang mempunyai penyebaran luas di                            sekunder (late stage epithermal quartz
bagian utara daerah Mangani terdiri batuan                            vein), berasosiasi dengan ubahan argilit,
serpih dan batu lanau yang bersifat gampingan.                        piritisasi, silisifikasi dan breksiasi di
Batuan gunungapi yang tersebar di bagian tengah                       sekitar Bukit Bulat utara graben.
daerah     penyelidikan   adalah     batuan        intrusi       -    Patahan NW-SE, sejumlah patahan
intermediet dan lelehan dari Formasi Gunungapi                        kecil   yang   sejajar     dengan   Sistem
Amas (Miosen-Plistosen), umumnya batuan ini                           Patahan Sumatra .
telah    mengalami      ubahan      propilitissi      dan        -    Patahan NE-SW, patahan –patahan
silisifikasi. dan batuan tufa ignimbrit dari                          kecil yang memotong patahan utama
Formasi Guntung (Plio-Plistosen). Batuan asam                         dan berkaitan dengan beberapa urat
dari jenis liparit dan granit porfir (Formasi                         yaitu urat Rumah Sakit dan Urat Brani
Mangani) menerobos batuan konglomerat dari                            (De Haan, 1948).
Formasi Sihapas dan batuan serpih napalan dari                        Bahan galian penting di daerah ini
Formasi Telisa.                                              adalah emas dan perak yang telah di temukan
         Secara      regional    kegiatan     tektonik       sejak tahun 1907. Pada umumnya mineralisasi
dimulai pada Intra-Miosen dan berlangsung                    logam mulia tersebut berasosiasi dengan urat
sampai     Plio-Pleistosen      (Bemmelen,         1949).    kuarsa (vein type) dengan ketebalan yang sangat
Akibat kegiatan tektonik tersebut di daerah                  bervariasi antara 1 sampai dengan 7 meter.
Mangani terdapat beberapa zona patahan dengan                Ubahan-uabahan yang terjadi pada batuan
arah berkisar N 60° E sampai N 65° E. PT.                    umumnya sering dijumpai berupa :
Mangani Mineral menginterpretasikan bahwa                             Propilitisasi berkembang pada batuan
adanya suatu graben di daerah Mangani yang                   gunungapi dari Formasi Gunungapi Mangani,
disebut juga dengan Graben Mangani. Terbentuk                dan dicirikan oleh mineral klorit, hematit, epidot,
memanjang hampir sejajar patahan Sumatra yang                serisit dan kalsit. Ubahan ini sangat kuat terjadi
terbentuk pada Awal Tersier. Berdasarkan dari                pada batuan tufa dan aliran lava.
beberapa     laporan    terdahulu    dapat    diambil
         Silisifikasi dan pirit tersebar umumnya          bijih dengan total produksi 5,66 ton emas dan
ditemukan dibagian wallrock urat-urat kuarsa              242 ton perak. Konsesi pertama dimiliki oleh
dan selalu berasosiasi dengan zona patahan.               “West Sumatra Mijnen Syndicaat”. Pada tahun
Ubahan ini tidak berhubungan langsung dengan              1913      kepemilikan       konsesi     berpindah       ke
ubahan propilitisasi, dan ubahan ini sering               perusahaan pertambangan “Aequator Mining
ditemukan terutama pada Urat Mangani.                     Co.” dan dimulailah produksi pertamanya. Pada
         Beberapa       tipe      mineralisasi    yang    tahun 1931 penambangan dihentikan karena
terdapat di daerah ini adalah sebagai berikut :           cadangan pada urat-urat disekitar Urat Mangani
    -    tipe urat (epithermal vein) : beberapa           dan      Rumput      Pait    dianggap     telah     habis.
         urat    yang     ditemuka      seperti    urat   Kemudian tahun 1937 daerah kkonsesi Mangani
         Mangani di Lobang Tiga belas, Rumput             diambil     alih   oleh     “Marsman’s        Algemeene
         Pait, Perak, Rumah Sakit, Brani dan              Exploratie Maatchappij“ dan memulai lagi
         Rambutan.                                        eksplorasi terhadap urat lainnya (urat rambutan
    -    mineralisasi akibat gejala tektonik atau         dan perak). Selama dua tahun dari tahun 1940
         patahan yang disebut untuk daerah ini            sampai 1941 perusahaan ini mengeksploitasi
         yaitu      Mangani         Graben        Fault   emas      dan   peraknya.     Menghasilkan         sekitar
         Mineralisation : rekahan-rekahan di isi          101,000 ton biji dengan total produksinya yaitu
         oleh urat kuarsa, kadang terbreksikan,           640 kg emas dan 10,971 perak. Kemudian
         pirit dan logam dasar. Ditemukan pada            penambangan        dihentikan       karena     masuknya
         batuan sedimen Formasi Sihapas dan               tentara Jepang ke Indonesia pada tahun 1942
         Telisa yang berasosiasi dengan patahan           yang merupakan awal Perang Dunia II.
         atau graben ( Heesterman, 1984)                             Setelah lama terhenti kegiatan di lokasi
    -    mineralisasi          sulpida dalam batuan       penambangan Mangani, maka pada pada tahun
         sedimen          (stratiform        sulphide     1964, Pemerintah Indonesia yaitu Departemen
         mineralisastion) : adanya mineral pirit,         Pertambangan         melakukan      inventarisasi      dan
         arsenopirit sangat halus dan tersebar            penjajagan kemungkinan masih adanya bahan
         pada batuan sedimen Formasi Telisa.              galian     logam     mulia     di     daerah      tersebut.
                                                          Didapatlah suatu kesimpulan yang menyebutkan
Pertambangan                                              bahwa masih adanya cadangan bahan galian
                                                          logam mulia sekitar 1,25 juta ton bijih emas dan
Sejarah Pertambangan
                                                          perak dengan kadar rata-rata 6 gram/ton dan 100
         Asosiasi mineralisasi emas dan mangan
                                                          gram/ton perak (Mulyoto dkk, 1964).
ditemukan pertama kali oleh Pemerintah Hindia
Belanda pada tahun 1907 yang merupakan
                                                          Kondisi tambang
penghasil emas terbesar di daerah Sumatera
Tengah dan Sumatra utara. Kegiatan eksploitasi                       Kondisi      terakhir      bekas       tambang
secara intensif dilakukan antara 1911 sampai              Mangani semenjak ditinggalkan oleh penambang
dengan 1931 dengan menghasilkan 832.000 ton               terdahulu adalah dalam kondisi yang tidak
terawat sama sekali. Semua bekas lobang                                sulit karena telah terjadi pengikis no an
tambang sudah tertutup oleh longsoran dan air.                         dalam selang waktu terlalu lama.
Hanya kelihatan bekas-bekas atau sisa peralatan                  -     Kendala      non    teknis   :      Pada    saat
penambangan yang digunakan seperti bekas alat                          melakukan          peninjauan        dilakukan
pemecah batu, alat kincir/turbin untuk pemutar                         bertepatan pada musim hujan, sehingga
alat pengolahan dan lain sebagainya. Kemudian                          sungai-sungai       di    sekitar     tambang
masih kelihatan adanya bekas tembok atau dam                           menjadi banjir dan menyulitkan untuk
tempat penampungan air dan mungkin juga                                mendapatkan singkapan dalam sungai.
untuk limbahnya. Semua bekas peninggalan                               Waktu penelitian relatif singkat dan
penambangan     ini    sampai    saat      ini     belum               biaya yang sangat terbatas.
dilakukan    pemeliharaan       oleh       pemerintah
                                                             4. PEMBAHASAN.
setempat.
        Disamping       itu     adanya           kegiatan    Pemantauan Bahan Galian Yang Tertinggal
pembuatan lobang-lobang baru oleh masyarakat
                                                                       Bahan galian yang tertinggal di dalam
atau PETI untuk mendapatkan batuan yang
                                                             tambang     adalah     kandungan       mineral       yang
mengandung emas dan perak. Para pencari emas
                                                             terdapat atau tersisa dalam suatu lobang tambang
tersebut membuat tenda-tenda atau tempat
                                                             , yang belum dieksploitasi sebelum tambang
pemondokan sederhana untuk penginapan di
                                                             tersebut ditutup karena sesuatu hal ( mengambil
sekitar lokasi bekas tambang.
                                                             bahan galian yang kayanya saja atau di atas nilai
                                                             cut off grade yang ditentukan, terjadinya bencana
Kendala Teknis dan Non Teknis
                                                             alam, perusahaan pailit, situasi suatu negara
    -   Kendala teknis : Bekas Tambang emas
                                                             dalam keadaan perang dan lain sebagainya)
        Mangani adalah bekas tambang yang
                                                             sehingga eksploitasi nya terhenti.
        telah di tinggalkan sudah sekian lama
                                                                       Bahan galian yang tertinggal ini dapat
        penjajahan Belanda, sehingga terdapat
                                                             dipantau dengan melakukan atau mempelajari
        beberapa kendala yaitu hampir semua
                                                             semua informasi data primer dan sekunder
        lobang bekas tambang telah tertutup dan
                                                             daerah ini dengan mengadakan peninjauan ke
        terisi oleh air atau runtuh dan terjadinya
                                                             lokasi bekas penambangan dan melakukan
        longsoran-longsoran        sehingga          sulit
                                                             pengamatan baik bahan galian yang sedang atau
        untuk melakukan penelitian. Singkapan-
                                                             sudah ditambang ataupun bahan galian lainnya
        singkapan      yang     terdapat         disekitar
                                                             yang selama ini dibuang atau diabaikan agar
        tambang relatif tidak memberikan arti
                                                             dapat dimanfaatkan. Tahap pemantauan yang
        yang signifikan untuk melakukan atau
                                                             dilakukan adalah sebagai berikut :
        mengetahui seberapa besar dan tebal
                                                                 -     Mencari      singkapan       batuan        yang
        urat-urat     yang    terdapat     di      dalam
                                                                       mangandung bahan galian yang masih
        tambang. Untuk mendapatkan bekas-
                                                                       tersisa / tertinggal, dan melakukan
        bekas sisa penambangan (tailing) sangat
                                                                       penelitian    serta      mengambil         conto
         sebagai     bahan      pembanding    untuk    yang lebih rinci mengenai berapa cadangan yang
         analisis.                                     tertinggal di bekas tambang tersebut. Laporan
    -   Mengamati batuan samping atau batuan           dari       Direktorat          Pertambangan         tahun?
        lainnya yang mengalami ubahan dan              memprediksi bahwa cadangan yang masih ada
        termineralisasi dan diambil conto untuk        diperkirakan adalah 1,25 ton bijih dengan kadar
        dianalisis     sejauh     mana   besarnya      6 gram/ton dan 100 gram/ton perak (Mulyoto
        kandungan mineralisasinya.                     dkk.1964). PT. Mangani mineral melalui data
    -   Mengamati sisa hasil pengolahan yang           hasil     pemboran         yang     dilakukan         hanya
        disebut “tailing” dan mengambil contoh         mendapatkan sebaran urat mempunyai ketebalan
        untuk dianalisis, untuk mengetahui             90 cm dengan kadar tertinggi 7 gram/ton emas.
        apakah sisa          penambangan tersebut      Sedangkan        dari      urat-urat       lainya     tidak
        masih mengandung mineral logam atau            memberikan hasil yang lebih baik. Kemudian
        mengandung bahan kimia yang dapat              berdasarkan         data       perhitungan      cadangan
        menimbulkan pencemaran.                        (estimasi) melalui beberapa informasi dari PETI,
    -   Mempelajari semua informasi data               dapat perolehan hasil rata-rata/hari adalah 1,30
        sekunder yang di dapatkan dari                 gram, setiap kelompok terdiri sekitar 6 orang
        penyelidikan terdahulu baik yang ada di        PETI dan diperkirakan ada sebanyak 7 kelompok
        perpustakaan kantor Departemen Energi          pada setiap daerah zona urat. Sedangkan di
        dan Sumber Daya Mineral, pada Dinas            sekitar daerah tambang emas Mangani ada
        Pertambangan Daerah atau perusahaan-           sekitar    3-4      zona   urat    (Brani,    Rambutan,
        perusahaan yang telah melakukan nya.           Mangani, rumput) jadi besarnya cadangan emas
         Selama pemantauan lapangan untuk              yang      diambil     setiap     harinya     adalah    218
         mendapatkan data primer, diambil be -         gram/hari. Kemudian dibuatkan perkiraan rata-
         berapa contoh batuan yang tersingkap ,        rata berapa banyaknya PETI yang beroperasi dan
         serakan atau batu lepas, dan batuan           berapa      lama      rata-rata     PETI      melakukan
         samping serta batuan sisa penambangan         kegiatannya. Selama 10 tahun terakhir para PETI
         atau tailing (table ).                        telah mengambil cadangan emas sekitar 797,16
                                                       kg emas. Jadi kalau diperhatikan prakiraan
Perkiraan Cadangan Bahan Galian
                                                       cadangan menurut hasil laporan di Departemen
         Cadangan bahan galian yang tertinggal         Pertambangan tinggal sekitar 1,25 ton emas dan
dalam tambang sangat sulit di dapat data yang          perak. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa
signifikan   untuk    menghitung     secara    pasti   cadangan yang tersisa di sekitar tambang emas
seberapa besar sisa cadangan yang masih dapat          Mangani sudah sangat sedikit sekali atau daerah
dimamfaatkan karena untuk mendapatkan data             tersebut sudah tidak ekonomis bagi investor
primer yang akurat sangat diperlukan beberapa          berskala besar.
penelitian secara sistimatik. Sedangkan dari data
sekunder yang di dapatkan belum adanya laporan
Upaya Pengembangan atau Optimalisasi                         mengambil emas secara tradisional. Bahan galian
Bahan Galian
                                                             diambil dengan membuat lobang-lobang yang
          Upaya pengembangan Bahan Galian                    tidak    memenuhi         persaratan          teknis     dan
yang masih tertinggal di dalam tambang emas di               pengolahannya           dengan         cara     traditional
Mangani adalah dengan melakukan eksplorasi                   mempergunakan gelondongan (foto ), kemudian
rinci dan pemanfaatan bahan galian selain emas               melakukan pemisahan emas mempergunakan
dan    perak.    Dalam         hal    ini     menyelidiki    bahan kimia ‘mercuri’ atau air raksa.
kemungkinan adanya tipe cebakan logam mulia                           PETI di lingkungan daerah bekas
lainnya seperti tipe cebakan porpiri dan tipe                tambang emas Mangani ini di kategorikan pada
cebakan high sulphidation karena adanya batuan               PETI Kategori II dan III dimana pengusahaan
yang berkomposisi porpiritik dari Formasi                    penambangan dilakukan oleh kelompok bawah
Mangani . Kemudian pemamfaatan mineral                       yaitu pelakunya terdiri dari masyarakat setempat
logam lainnya seperti mangan (rhodonite dan                  dan pendatang dengan telah mempergunakan alat
rhodochrosite), pirit dan mineral silikat (tabel 1).         bervariasi     dari     yang    mempergunakan            alat
Selain daripada itu dilakukan pemaantauan                    traditional     sampai         mempoergunakan            alat
mesalah PETI secara serius agar melakukan                    mekanik crusher dengan kemampuan sampai 30
penambangan dan pengolahan emas dan perak                    ton/hari (foto ).
menggunakan teknologi baku untuk meningkat
hasil pengolahannya.                                         Dampak          Negatif         dari          PETI       dan
                                                             Penanggulangannya
Pemantauan Masalah Penambangan Tanpa
                                                             Dampak        negatif    yang    kelihatan       nyata    di
Izin (PETI)
                                                             lapangan adalah :
          PETI         di       definisikan         adalah
                                                             - Kerusakan lingkungan disekitar bekas tambang
penambangan yang dilakukan oleh perorangan,
                                                             karena PETI tidak dikenakan
sekelompok orang atau perusahaan /yayasan
                                                                kewajiban          membuat      Analisa           Masalah
berbadan hukum yang dalam operasinya tidak
                                                                Dampak        Lingkungan        (AMDAL),            tanpa
memiliki izin dari          instansi pemerintah sesuai
                                                                pengawasan dan umumnya para PETI masih
peraturan    perundang-undang           yang      berlaku.
                                                                kurang        mengerti        terhadap            masalah
Khusus untuk daerah bekas tambang Mangani
                                                                lingkungan yang tercemar. Salah satu contoh
          Setelah      Kontrak        Karya       beberapa
                                                                misalnya sungai disekitar penambangan telah
perusahaan berakhir sekitar tahun 1990 an, ada
                                                                berobah warna menjadi kecoklatan sehingga
beberapa perusahaan lainnya yang melakukan
                                                                tidak dapat dipergunakan oleh masyarakat di
eksplorasi tanpa adanya laporan yang masuk ke
                                                                bagian hilir sungai. Kemudian dari hasil
Departemen       Pertambangan               dan    Energi.
                                                                pendulangan disamping sari dulang (mineral
Bersamaan dengan itu masuklah penambang
                                                                berat) ditemukan juga bintik-bintik halus air
tanpa izin (PETI) ke daerah bekas tambang
                                                                raksa atau mercury bekas buangan dari
Mangani secara besar-besaran. Ratusan pekerja-
                                                                gelondong (Foto ).
pekerja     penggali        tambang     datang      untuk
-   Kecelakaan Tambang yang pernah terjadi                   urat mangani, urat rumput pait, urat
    akibat pembuatan lobang-lobang yang tidak                rumah sakit, urat rambutan, urat brani,
    memenuhi syarat teknis (foto              ). Pintu       urat perak dan lainnya. Semua urat-urat
    lobang berketinggian lebih kurang 1 meter                ini telah dieksploitasi baik oleh Belanda
    dan lebar sekitar 0,6 meter sedangkan bagian             maupun oleh penambang tanpa izin.
    ke dalamnya tambah mengecil membuat                  -   Tipe urat di daerah ini mem -punyai
    tidak leluasanya para penggali bekerja.                  karakteristik      berasosiasi        dengan
    Tambahan lagi tentang K3 (Keselamatan,                   kalsedonit, rodokrosit dan kalsite.
    Kesehatan Kerja) para pekerja sangat tidak           -   Berdasarkan kesimpulan data pemboran
    diperhatikan sama sekali.                                dari PT. Mangani Mineral adalah hasil
-        Pemborosan sumberdaya mineral dimana                yang tertinggi pada salah satu lobang
    penggunaan teknologi yang sangat sederhana               bor menunjukkan 3,00 ppm Au dan 28
    sehingga perolehan (recovery) sangat kecil,              ppm Ag dari lapisan urat kuarsa
    meninggalkan sisa cadangan yang masih                    berasosiasi     dengan    oksida      mangan
    tinggi.                                                  (rhodochrosite) dengan ketebalan 90
           Penanggulangan yang dapat diharapkan              sentimeter. Sedangkan dari urat-urat
adalah      pemerintah     setempat     mengadakan           lainnya tidak menunjukkan hasil yang
pendekatan agar para pengelola atau ketua                    memuaskan sehingga untuk daerah
kelompok PETI di arahkan untuk mengadakan                    bekas           tambang            Mangani
semacam kegiatan berbentuk badan hukum yaitu                 direkomendasikan         bahwa     cadangan
koperasi atau di arahkan untuk mendapatkan                   emas dan perak tidak bernilai ekonomis
kemitraan usaha dengan pengusaha bermodal                    lagi    atau    tidak    berpotensi      untuk
besar      atau    investor.   Dengan        demikian        ditambang kembali.
keberadaan PETI adalah bagian dari pengusaha             -   Berdasarkan         laporan        terdahulu
besar       sehingga     keduanya     bisa     saling        cadangan yang tertinggal dan yang
menguntungkan. Sehingga memudahkan bagi                      belum dieksploitasi diperkirakan 1,25
pemerintah daerah untuk mengontrol kegiatan                  ton dengan kadar emas 6 gram/ton dan
PETI agar tidak berlanjut sampai merusak                     perak 100 gram/ton. Sedangkan dari
keadaan       lingkungan   bekas    tambang     emas         perhitungan estimasi dari yang telah
Mangani tersebut.                                            diambil oleh PETI adalah 797,16
                                                             kilogram. Maka diperkirakan cadangan
                                                             yang masih ada diperkirakan sekitar
V. KESIMPULAN DAN SARAN
                                                             452,84 kilogram.
     -     Pada umumnya mineralisasi berupa
                                                         -   Dari    data    laporan     yang      berbeda
           urat-urat kuarsa berarah utara – selatan
                                                             memberikan         kesimpulan           sedikit
           dengan ketebalan antara 1 – 7 meter.
                                                             mempunyai       perbedaan,       maka     dari
           Ada beberapa urat yang telah diberi
                                                             pemantauan          konservasi           perlu
           nama oleh penyelidik terdahulu seperti
        menyarankan      agar   mineral         lainnya          dapat berupa bagaimana teknik untuk
        seperti mineral logam dasar (mangan,                     meningkatkan penghasilannya, ataupun
        timah dan lainnya) diberi perhatian                      masalah lingkungan baik mengenai
        serius untuk dimamfaatkan.                               pencemaran           maupun        masalah
    -   Cadangan emas dan perak di lokasi                        penggunaan bahan kimia (mercuri)
        bekas penambangan Mangani sudah                          yang digunakan untuk pemisahan emas.
        tidak prospek bagi investor besar karena            -    Yang lebih penting pula diperhatikan
        cadangan yang tertinggal sudah sangat                    oleh pemerintah setempat agar bekas-
        sedikit berdasarkan data pemboran yang                   bekas     tambang     yang     ditinggalkan
        dilakukan oleh PT. Mangani Mineral.                      seperti lobang-lobang tambang, dan
        Sedangkan dari cadangan yang ada                         bekas-bekas peralatan dan sebagainya,
        telah dieksploitasi sebagian besar oleh                  dipelihara dan tidak dirusak. Karena
        PETI.                                                    lokasi ini akan berguna bagi peneliti-
    -   Permasalahan     PETI     di    daerah      ini          peneliti berikutnya untuk mengetahui
        disarankan kepada pemerintahan daerah                    tentang     keberadaan   tambang      emas
        untuk diberikan wadah yang berbadan                      tersebut. Kemudian bekas tambang ini
        hukum     agar    dapat        dibina     oleh           bias dikembangkan menjadi daerah
        pemerintah daerah atau dari pusat                        geowisata     yang     dapat    menambah
        (Departemen Energi dan Sumberdaya                        pemasukan bagi pemerintah daerah.
        Mineral). Pembinaan yang diberi -kan



DAFTAR PUSTAKA


- ___________ Operating Mines (CoW and KP), 1999, Asian Journal Mining Indonesia
                Mineral Exploration and Mining, Directory 1999/2000, hal. 199-200

- Bemmelen, R.W. van, 1949, The Geology of Indonesia, vol, I : The Hague, hal. 674 –
               676.

- Crow M.J, Jonhson C.C, Court W.J.Mc, Harmanto, 1993., The Simplified Geology And
                 Known Metalliferous Mineral Occurencves, Padang Quadrangle,
                 Southern Sumatra.

- Hanafi Saad, 1989., Final Exploration Report West Sumatra, contract of Work PT.
                 Mangani Minerals (9755) Vol.I (of II). Report No. : MM 11/89.

- Jonhson C.C., Djumsari A. dan Suganda E.,1993. A Report on the Geochemistry of
                 stream sediment samples from the Padang quadrangle Southern
                 Sumatra.

- Machali A. dan Bhanuindra A., 1976., Laporan Penyelidikan Mineral Logam di
                 Daerah Mangani-Pagadis, Sumatera Barat. Direktorat Geologi No. DE-
                 2161
- Riotinto Bethelehem Indonesia, 1975. Follow up geochemistry and stream prospecting.

- Rock,N.M.S. Aldiss, D.T., Aspden, J.A., Clarke, M.C.G., Djunuddin, A. Kartawa,
               W., Miswar, Thomson, S.J., Whandoyo, R (1983). The Geology of the
               Lubuk Sikaping Quadrangle, Sumatra. Indonesia Departement of
               Mineas and Energy, Direktorate General of Mines, Geological Research
               and Development Centre.




No        Conto                     Lokasi                            Pemerian (megaskopis)
1     ASMG.RC.1             Dalam Lobang tiga belas     Singkapan Urat kuarsa, putih abu-abu, vuggy
                                                        texture, MnO (>2%), FeO (<1%), “late stage”
                                                        urat kuarsa (<1mm).
2     ASMG.RC.2             Batuan serakan di sekitar   Batuan serakan Urat kuarsa, putih – putih
                            Lobang tiga belas           kemerahan (pinkish), pirit (<1%), MnO (1%),
                                                        adularia, bintik emas sangat halus
3     ASMG.RC.3             Di sekitar mulut Lobang     Urat kuarsa, putih abu-abu, vuggy texture,
                            tiga belas                  MnO (>2%), FeO (<1%).
4     ASMG.RC.4             Lobang Brani (bekas         Urat kuarsa, putir kekuningan, pirit (<1%),
                            lobang yang dibuat oleh     limonit (staining), Manganese (rodokrosit dan
                            Belanda.                    rodonit?), tekstur vuggy, kalsedonit.
5     ASMG.RC.5             Lobang Tiga belas           Breksi, fragmen batuan sedimen meta, urat
                                                        kuarsa, warna kuning kemerahan, teroksidasi
                                                        kuat, terubah (clay altered)
6     ASMG.RC.6             Lobang Tiga Belas           Urat kuarsa (kuarsa susu), putih kotor, pirit
                                                        (<1%), “manganese” (rodokrosit) (±5%),
                                                        limonit.
7     ASMG.RC.7             Urat Brani                  Urat kuarsa (kuarsa susu), putih-abu-abu muda,
                                                        terbreksikan, pirit tersebar (disseminated)
                                                        (±1%), manganese (rodokrosit) (±1%),
                                                        dipotong oleh urat kuarsa halus “stockwork”
8     ASMG.RC.8                                         Tailing dari urat kuarsa bercampur urat kuarsa
                                                        berukuran pebble, putih kotor, ditutupi oleh
                                                        limonit dan manganese (rodokrosit).
9     ASMG.RC.9                                         Andesit, kuning kecoklatan, mengalami ubahan
                                                        argilitisasi, pirit, limonit.
10    ASMG.RC.10                                        Andesit, kuning kecoklatan, ubahan
                                                        propilitisasi, pirit, klorit, epidot.
11    ASMG.RC.11            Lobang Brani                Urat kuarsa, tekstur “vuggy-comb”, pirit (<1%),
                                                        dipotong oleh “late stage quartz” berbentuk
                                                        “stockwork”, ditutupi oleh oksida besi
12    ASMG.RC.12            Lobang Brani                Urat kuarsa, abu-abu sampai hitam, MnO
                                                        (>5%) sangat kuat
       Gambar.1 : Peta lokasi daerah Tambang emas Mangani , Propinsi Sumatera Barat.




 Gambar 2. Peta Geologi yang disederhanakan daerah Mangani (diambil dari laporan
triwulan PT. Mangani Minerals).
No    Conto             Lokasi                  Pemerian (megaskopis)
1  ASMG.RC.1      Dalam Lobang tiga     Singkapan Urat kuarsa, putih abu-abu,
                  belas                 vuggy texture, MnO (>2%), FeO
                                        (<1%), “late stage” urat kuarsa
                                        (<1mm).
2    ASMG.RC.2    Batuan serakan di     Batuan serakan Urat kuarsa, putih –
                  sekitar Lobang tiga   putih kemerahan (pinkish), pirit (<1%),
                  belas                 MnO (1%), adularia, bintik emas sangat
                                        halus
3    ASMG.RC.3    Di sekitar mulut      Urat kuarsa, putih abu-abu, vuggy
                  Lobang tiga belas     texture, MnO (>2%), FeO (<1%).
4    ASMG.RC.4    Lobang Brani (bekas   Urat kuarsa, putir kekuningan, pirit
                  lobang yang dibuat    (<1%), limonit (staining), Manganese
                  oleh Belanda.         (rodokrosit dan rodonit?), tekstur
                                        vuggy, kalsedonit.
5    ASMG.RC.5    Lobang Tiga belas     Breksi, fragmen batuan sedimen meta,
                                        urat kuarsa, warna kuning kemerahan,
                                        teroksidasi kuat, terubah (clay altered)
6    ASMG.RC.6    Lobang Tiga Belas     Urat kuarsa (kuarsa susu), putih kotor,
                                        pirit (<1%), “manganese” (rodokrosit)
                                        (±5%), limonit.
7    ASMG.RC.7    Urat Brani            Urat kuarsa (kuarsa susu), putih-abu-
                                        abu muda, terbreksikan, pirit tersebar
                                        (disseminated) (±1%), manganese
                                        (rodokrosit) (±1%), dipotong oleh urat
                                        kuarsa halus “stockwork”
8    ASMG.RC.8                          Tailing dari urat kuarsa bercampur urat
                                        kuarsa berukuran pebble, putih kotor,
                                        ditutupi oleh limonit dan manganese
                                        (rodokrosit).
9    ASMG.RC.9                          Andesit, kuning kecoklatan, mengalami
                                        ubahan argilitisasi, pirit, limonit.
10   ASMG.RC.10                         Andesit, kuning kecoklatan, ubahan
                                        propilitisasi, pirit, klorit, epidot.
11   ASMG.RC.11   Lobang Brani          Urat kuarsa, tekstur “vuggy-comb”,
                                        pirit (<1%), dipotong oleh “late stage
                                        quartz” berbentuk “stockwork”,
                                        ditutupi oleh oksida besi
12   ASMG.RC.12   Lobang Brani          Urat kuarsa, abu-abu sampai hitam,
                                        MnO (>5%) sangat kuat
                              Foto 1. Salah satu bentuk morfologi
                              perbukitan sedang daerah bekas
                              tambang Mangani




  Foto 2. Singkapan urat kuarsa di sekitar lobang Tiga belas daerah
  Tambang emas Mangani




  Foto 3. Alat tradisional yang digunakan untuk menghancurkan
  batuan yangmengandung emas atau yang disebut juga “gelondong”
  di Lobang Brani




Foto 4. Mesin pemecah batu crusher yang digunakan oleh PETI dekat
Lobang tiga belas.
Foto 5. Pencemaran Air raksa atau mercuri dalam sari dulang
(mineral berat) di S. Batung




 Foto 6. Alat angkut yang sangat sederhana untuk membawa
 batuan yang telah Dikeluarkan dari lobang untuk dibawa ke
 tempat gelondong




   Foto 7. Lokasi Lobang tiga belas yang digali secara
   tradisional yang digunakan oleh para PETI untuk mendapatkan
   urat-urat yang mengandung logam mulia emas dan perak.

								
To top