Docstoc

Kisah Umar Abdul Aziz

Document Sample
Kisah Umar Abdul Aziz Powered By Docstoc
					    Khalifah Umar bin Abdul Aziz                 terkejut dan beristighfar. Khalifah Umar tidak
          Hidup Sederhana                        mempunyai pelayan kecuali seorang anak laki-
                                                 laki. Dialah satu-satunya khadam dalam istana
                                                 Umar. Fatimah memberinya makan kacang

S
      uatu hari Khalifah Umar Abdul Aziz
      berpidato di hadapan kaum muslimin.        setiap hari sehingga si pelayan menjadi bosan.
      Sebagaimana biasa, pidato beliau sangat    “Kacang..kacang…setiap hari kacang,” kata si
menarik dan memikat para pendengar. Akan         pelayan merengut. “Inilah makanan tuanmu
tetapi kali ini lain, gerak-gerik Khalifah       Amirul Mukminin, wahai ananda,” kata
menjadi perhatian karena sering memegang         Fatimah.
dan mengibas-ngibaskan         bajunya ketika             Diceritakan bahawa seorang ayah dan
berpidato, sesekali ke sebelah kanan dan         isterinya di Syam telah merelakan anaknya
sesekali ke sebelah kiri. Dengan demikian        ikut berperang di jalan Allah dan mati syahid
orang ramai memperbincangkan bahwa               di medang perang. Beberapa waktu kemudian
gerakan     tangan     Khalifah    tidak   ada   dia melihat seorang lelaki dengan menunggang
hubungannya dengan isi pidato. Setelah           kuda menuju arahnya. Setelah diperhatikan,
Khalifah turun dari tempat berpidato, mereka     ternyata pemuda itu mirip anaknya yang telah
bertanya sesama mereka sendiri dan akhirnya      meninggal dunia. “Hai, coba kamu lihat
tahu rahasianya. Dikatakan bahwa baju yang       pemuda yang berkuda itu, seperti anak kita
dipakai Khalifah baru saja dicuci dan belum      kan?” kata lelaki itu kepada isterinya.
kering. Karena tidak ada baju lagi, maka baju    “Semoga Allah merahmati engkau. Janganlah
itu dipakainya juga. Oleh karena itu beliau      tertipu oleh syaitan. Anak kita sudah syahid,
selalu mengerak-gerakkan bajunya ketika          bagaimana bisa menunggang kuda seperti
berpidato agar cepat kering.                     itu?” kata isterinya. Sementara suami isteri itu
         Ketika Khalifah Umar sakit, pakaian     memperhatikan dengan betul, tiba-tiba pemuda
yang dipakainya telah kotor. Muslimah Abdul      menunggang kuda itu telah berada di
Aziz kakak Fatimah Abul Malik datang             hadapannya.       “Assalamu’alaikum.”     Kata
menemui adiknya dan melihat Khalifah yang        penunggang kuda. “Wa’alaikumus salam,”
sedang sakit. “Fatimah, basuhlah pakaian         jawab kedua suami isteri itu. Ternyata dia
Khalifah itu. Sekejap lagi orang ramai akan      memang anaknya, maka terkejutlah kedua ibu
masuk menemuinya”, tegur Muslimah. “Demi         bapak itu sambil segera memeluknya. Mereka
Allah, beliau tidak punya pakaian lagi kecuali   gembira luar biasa bercampur heran. “Ayah,
yang dipakai itu”, jawab Fatimah.                Ibu tetap saja di situ,” kata pemuda itu
       Seorang perempuan Mesir telah datang      menegur. “Saya bukan seperti ayah dan ibu
ke Damsyik karena ingin bertemu dengan           lagi, demikian juga ayah dan ibu bukan seperti
Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Abdul          saya. Saya datang pun bukan untuk pulang
Aziz. Dia bertanya-tanya di mana istana          kepada ayah dan ibu.” Kedua ibu bapak faham
Khalifah dan orang ramai menunjukkannya.         akan maksud anaknya, mereka pun tenang.
Sampai saja di rumah yang dimaksud,              Kemudian anak itu menerangkan bahwa
perempuan Mesir itu bertemu dengan seorang       kedatangannya bukan sengaja. “Sebenarnya
perempuan yang memakai           pakaian yang    aku datang bukan untuk mengunjungi ayah
sudah lusuh dan buruk dan seorang lelaki         dan ibu, tetapi hanya mengambil kesempatan
sedang bergelimang tanah karena memperbaiki      saja dalam keperluan lain. Yaitu Amirul
rumahnya. Perempuan itu bertanya lagi dan        Mukminin Khalifah Umar Abdul Aziz telah
apabila mengetahui bahwa perempuan yang          wafat, golongan syuhada minta izin kepada
ditanya adalah Fatimah isteri Khalifah, dia      Allah untuk hadir dalam pengurusan
terkejut luar biasa. Karena mana ada seorang     jenazahnya. Allah memperkenan permintaan
permaisuri raja yang berkuasa memakai baju       mereka dan saya termasuk di antaranya.”
buruk seperti itu. Dia merasa takut dan kagum.   Kemudian dia bertanya keadaan kedua ibu
Akan tetapi Fatimah pandai melayani,             bapaknya. Dia mendoakan ibu bapaknya
sehingga para tamu itu merasa suka dan           kemudian memberi           salam lalu pergi.
tenang hatinya. “Mengapa tuan tidak menyapa      Penduduk kampung mengetahui bahwa
lelaki tukang campur pasir itu?” Tanya           khalifah mereka, Umar Abdul Aziz telah
perempuan Mesir itu. “Tukang campur pasir        wafat.
itulah Amirul Mukminin” jawab Fatimah
sambil tersenyum. Sekali lagi para tamu itu

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:713
posted:9/15/2010
language:Malay
pages:2
Description: Kisah dan sejarah hidup Khalifah Umar bin Abdul Aziz